SUB BIDANG PEMELIHARAAN
|
|
|
- Ade Tanudjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2010
2 DAFTAR ISI Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Turbin Uap Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Turbin Gas Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Turbin Air Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Boiler dan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Pompa, Kompresor dan Fan Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Heat Exchanger Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Coal dan Ash Handling System Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Cooling Tower Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Mesin Diesel Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Mesin-Mesin Listrik Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Instalasi Listrik Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Peralatan Proteksi dan Meter Listrik Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Peralatan Kontrol dan Instrumen Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Alat Berat dan Tools Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Perlengkapan Bendungan i
3 Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Perlengkapan Bangunan Gedung dan Jalan Jembatan Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Lingkungan ii
4 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Turbin Uap. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Turbin Uap sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 1 / 170
5 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 2 / 170
6 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 3 / 170
7 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 4 / 170
8 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 5 / 170
9 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 6 / 170
10 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Turbin Uap dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Turbin Uap. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 7 / 170
11 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 8 / 170
12 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 9 / 170
13 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 10 / 170
14 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Turbin Gas. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Turbin Gas sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 11 / 170
15 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 12 / 170
16 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 13 / 170
17 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 14 / 170
18 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 15 / 170
19 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 16 / 170
20 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Turbin Gas dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Turbin Gas. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 17 / 170
21 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 18 / 170
22 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 19 / 170
23 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 20 / 170
24 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Turbin Air. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Turbin Air sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 21 / 170
25 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 22 / 170
26 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 23 / 170
27 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 24 / 170
28 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 25 / 170
29 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 26 / 170
30 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Turbin Air dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Turbin Air. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 27 / 170
31 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 28 / 170
32 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 29 / 170
33 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 30 / 170
34 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Boiler dan Heat Recovery Steam Generator (HRSG). Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Boiler dan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 31 / 170
35 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 32 / 170
36 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 33 / 170
37 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 34 / 170
38 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 35 / 170
39 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 36 / 170
40 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Boiler KTL.PH Memelihara Heat Recovery Steam Generator (HRSG) dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Boiler dan Heat Recovery Steam Generator (HRSG). 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Hal. 37 / 170
41 2.1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : Hal. 38 / 170
42 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi Hal. 39 / 170
43 g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 40 / 170
44 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Pompa, Kompresor dan Fan. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Pompa, Kompresor dan Fan sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 41 / 170
45 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 42 / 170
46 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 43 / 170
47 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 44 / 170
48 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 45 / 170
49 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 46 / 170
50 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Pompa KTL.PH Memelihara Kompresor KTL.PH Memelihara Fan dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Pompa, Kompresor dan Fan. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Hal. 47 / 170
51 2.1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. Hal. 48 / 170
52 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan Hal. 49 / 170
53 f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 50 / 170
54 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Heat Exchanger. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Heat Exchanger sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 51 / 170
55 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 52 / 170
56 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 53 / 170
57 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 54 / 170
58 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 55 / 170
59 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 56 / 170
60 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Heat Exchanger KTL.PH Memelihara air heater dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Heat Exchanger. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 57 / 170
61 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 58 / 170
62 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 59 / 170
63 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 60 / 170
64 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Coal dan Ash Handling System. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Coal dan Ash Handling System sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 61 / 170
65 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 62 / 170
66 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 63 / 170
67 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 64 / 170
68 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 65 / 170
69 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 66 / 170
70 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Coal Feeder dan Pulverizer KTL.PH Memelihara Coal Handling KTL.PH Memelihara Ash Handling dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Coal dan Ash Handling System. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Hal. 67 / 170
71 2.1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: Hal. 68 / 170
72 a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi Hal. 69 / 170
73 g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 70 / 170
74 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Cooling Tower. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Cooling Tower sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 71 / 170
75 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 72 / 170
76 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 73 / 170
77 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 74 / 170
78 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 75 / 170
79 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 76 / 170
80 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Cooling Tower dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Cooling Tower. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 77 / 170
81 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 78 / 170
82 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 79 / 170
83 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 80 / 170
84 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Mesin Diesel. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Mesin Diesel sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 81 / 170
85 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 82 / 170
86 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 83 / 170
87 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 84 / 170
88 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 85 / 170
89 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 86 / 170
90 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Mesin Diesel KTL.PH Memelihara Genset dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Mesin Diesel. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 87 / 170
91 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 88 / 170
92 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 89 / 170
93 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 90 / 170
94 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Mesin-Mesin Listrik. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Mesin-Mesin Listrik sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 91 / 170
95 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 92 / 170
96 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 93 / 170
97 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 94 / 170
98 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 95 / 170
99 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 96 / 170
100 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Generator KTL.PH Memelihara Transformator KTL.PH Memelihara Motor- Listrik dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Mesin-Mesin Listrik. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 97 / 170
101 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 98 / 170
102 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 99 / 170
103 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 100 / 170
104 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Instalasi Listrik. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Instalasi Listrik sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 101 / 170
105 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 102 / 170
106 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 103 / 170
107 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 104 / 170
108 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 105 / 170
109 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 106 / 170
110 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Instalasi Listrik Tegangan Rendah KTL.PH Memelihara Instalasi Switch Gear KTL.PH Memelihara Sistem DC Power dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Instalasi Listrik. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Hal. 107 / 170
111 2.1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. Hal. 108 / 170
112 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan Hal. 109 / 170
113 f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 110 / 170
114 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Peralatan Proteksi dan Meter Listrik. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Peralatan Proteksi dan Meter Listrik sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 111 / 170
115 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 112 / 170
116 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 113 / 170
117 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 114 / 170
118 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 115 / 170
119 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 116 / 170
120 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Peralatan Meter Listrik KTL.PH Memelihara Proteksi Listrik dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Peralatan Proteksi dan Meter Listrik. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 117 / 170
121 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 118 / 170
122 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 119 / 170
123 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 120 / 170
124 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Peralatan Kontrol dan Instrumen. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Peralatan Kontrol dan Instrumen sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 121 / 170
125 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 122 / 170
126 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 123 / 170
127 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 124 / 170
128 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 125 / 170
129 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 126 / 170
130 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Sistem Kontrol KTL.PH Memelihara Peralatan Intrumen KTL.PH Memelihara Sistem Hydraulic dan Peneumatic dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Peralatan Kontrol dan Instrumen. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Hal. 127 / 170
131 2.1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. Hal. 128 / 170
132 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan Hal. 129 / 170
133 f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 130 / 170
134 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Alat Berat dan Tools. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Alat Berat dan Tools sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 131 / 170
135 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 132 / 170
136 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 133 / 170
137 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 134 / 170
138 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 135 / 170
139 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 136 / 170
140 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Alat Berat KTL.PH Memelihara Over Head Crane / Elevator KTL.PH Memelihara Tools dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Alat Berat dan Tools. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 137 / 170
141 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 138 / 170
142 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 139 / 170
143 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 140 / 170
144 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Perlengkapan Bendungan. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Perlengkapan Bendungan sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 141 / 170
145 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 142 / 170
146 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 143 / 170
147 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 144 / 170
148 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 145 / 170
149 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 146 / 170
150 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Damper KTL.PH Memelihara Water Way KTL.PH MemeliharaWaduk KTL.PH Memelihara Bendungan dan Bendung dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Perlengkapan Bendungan. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Hal. 147 / 170
151 2.1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. Hal. 148 / 170
152 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan Hal. 149 / 170
153 f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 150 / 170
154 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Perlengkapan Bangunan Gedung dan Jalan Jembatan. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Perlengkapan Bangunan Gedung dan Jalan Jembatan sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 151 / 170
155 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 152 / 170
156 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 153 / 170
157 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 154 / 170
158 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 155 / 170
159 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 156 / 170
160 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Jalan dan Jembatan KTL.PH Memelihara Perkuatan Tebing KTL.PH Memelihara Bangunan Gedung dan Sarana dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Perlengkapan Bangunan Gedung dan Jalan Jembatan. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Hal. 157 / 170
161 2.1.3 Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. Hal. 158 / 170
162 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan Hal. 159 / 170
163 f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 160 / 170
164 STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : ASS.KTL.PH Judul Unit : Melaksanakan asesmen terhadap asesor Pemeliharaan Lingkungan. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup persyaratan yang dibutuhkan untuk merencana dan melaksanakan asesmen Pemeliharaan Lingkungan sesuai prosedur dalam konteks yang spesifik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan bukti yang dibutuhkan sesuai konteks yang akan diases. KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bukti yang dibutuhkan untuk menggali kompetensi ditetapkan berdasar pada standar kinerja, standar perusahaan, atau standar kompetensi sesuai konteks yang akan diases. 1.2 Unit kompetensi yang relevan atau yang akan diases dipelajari dengan tepat untuk mengidentifikasi bukti yang dibutuhkan. 1.3 Bukti yang spesifik sesuai persyaratan, validitas dan reliabilitas kompetensi dipastikan kompetensi yang diases terkini dikonfirmasi. 1.4 Kecukupan bukti ditunjukkan untuk memperlihatkan pencapaian secara konsisten dari standar yang dispesifikasikan 1.5 Dokumen berupa biodata (riwayat diklat, riwayat jabatan serta bukti-bukti penugasan dll.). yang relevan dan sesuai dengan standar kompetensi akan diverifikasi dalam proses asesmen Hal. 161 / 170
165 ELEMEN KOMPETENSI 2. Menetapkan instrumen asesmen yang sesuai. 3. Mengidentifikasi dan menjelaskan metode 4. Membuat perencanaan KRITERIA UNJUK KERJA 2.1 Instrumen asesmen dikembangkan untuk memeriksa bukti yang valid, reliabel dan memuaskan sesuai dengan konteks pengujian yang spesifik. 2.2 Instrumen asesmen yang dirancang harus sesuai dengan bahasa yang dipergunakan untuk mendemonstrasikan unit kompetensi yang akan diases. 2.3 Instrumen asesmen yang jelas (lisan, tertulis, dan observasi lapangan) disiapkan dan ditetapkan. 2.4 Instrumen asesmen harus dievaluasi untuk menjamin fleksibilitas, keadilan, keamanan, efektifitas biaya pengujian 3.1 Metode dan tujuan asesmen didiskusikan dan dikonfirmasikan kepada asesi 3.2 Prosedur asesmen diklarifikasi dan disepakati oleh asesor maupun asesi. 3.3 Hal-hal yang menyangkut aspek legal dan tanggung jawab etika yang berkaitan dengan asesmen dijelaskan kepada asesi. 3.4 Kebutuhan akan penyesuaian yang diperlukan oleh asesi dalam prosedur asesmen ditetapkan. 3.5 Informasi disampaikan menggunakan bahasa dan strategi interaktif serta teknik berkomunikasi efektif kepada asesi. 4.1 Sumber daya yang diperlukan untuk asesmen diidentifikasi sesuai metode 4.2 Jadwal pelaksanaan asesmen disiapkan sesuai metode 4.3 Unit kompetensi yang akan diases diidentifikasi berdasarkan bukti-bukti dokumen untuk menetapkan metode 4.4 Kegiatan pengumpulan bukti direncanakan guna memenuhi prinsip kecukupan, reliabilitas, validitas dan bukti yang adil sesuai prosedur Hal. 162 / 170
166 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengorganisir 6. Mengumpulkan bukti. KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Semua materi dan alat asesmen diperoleh dan ditata di lokasi asesmen yang aman dan mudah dijangkau sesuai prosedur. 5.2 Pelaksanaan asesmen diinformasikan kepada Pihak yang berkepentingan sesuai yang direncanakan. 5.3 Pelaksanaan asesmen dikoordinasikan dengan tim asesor sesuai prosedur. 5.4 Komunikasi interaktif melalui bahasa lisan dan tertulis dengan teknik penulisan yang tepat digunakan dalam proses 5.5 Strategi asesmen dibuat sesuai dengan kondisi lapangan dan unit kompetensi yang diases. 6.1 Bukti yang tertera dalam prosedur asesmen dikumpulkan, menggunakan metode dan instrumen 6.2 Bahasa verbal, non verbal dan strategi digunakan untuk menciptakan suasana asesmen yang mendukung pengumpulan bukti. 6.3 Bukti yang dikumpulkan direkam sesuai dengan prosedur Hal. 163 / 170
167 ELEMEN KOMPETENSI 7. Membuat keputusan asesmen 8. Merekam hasil asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 7.1 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi: Validitasnya Keasliannya Kecukupannya Kekiniannya Pencapaian yang konsisten sesuai standar yang ditentukan. 7.2 Bukti yang dikumpulkan dievaluasi dimensi kompetensinya yaitu: Mampu melakukan tugasnya sesuai prosedur Mampu mengatur/mengorganisasikan pelaksanaan asesmen sesuai prosedur Mampu menanggulangi permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan asesmen Mampu mengambil keputusan hasil asesmen sesuai prosedur Mampu melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan pada pelaksanaan asesmen sesuai prosedur. 7.3 Keputusan asesmen ditetapkan sesuai kriteria yang tercantum dalam prosedur 8.1 Hasil asesmen direkam dan diarsipkan secara akurat sesuai dengan prosedur. 8.2 Kerahasiaan hasil asesmen, dijaga dan akses terhadap rekaman asesmen hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang sesuai dengan prosedur. Hal. 164 / 170
168 ELEMEN KOMPETENSI 9. Memberikan umpan balik kepada asesi 10. Melaporkan pelaksanaan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 9.1 Umpan balik yang terkait dengan unjuk kerja disampaikan kepada asesi dengan menggunakan bahasa serta strategi penyampaian yang tepat termasuk nasehat untuk pencapaian sasaran selanjutnya serta pemberian rekomendasi pelatihan tambahan. 9.2 Kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dalam pencapaian kompetensi sebagai hasil dari asesmen, didiskusikan dengan asesi. 9.3 Asesi diberitahu akan adanya kesempatan asesmen ulang dan atau mekanisme gugatan untuk menolak keputusan 9.4 Hasil keputusan asesmen disepakati dan ditandatangani oleh asesor dan asesi Hasil pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Keputusan asesmen yang disanggah oleh asesi dicatat dan dilaporkan segera kepada pihak yang terkait sesuai dengan prosedur Saran untuk memperbaiki aspek aspek yang menyangkut proses asesmen disampaikan kepada pihak terkait. 1. Batasan Variabel 1.1 Sistem Asesmen dapat dikembangkan oleh: Regulator Ketenagalistrikan Industri Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ketenagalistrikan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Asesor (LSA) Ketenagalistrikan Atau kombinasi. 1.2 Sistem Asesmen harus menspesifikasikan dan mendeskripsikan: Tujuan Persyaratan kompetensi asesor Kebijakan dan prosedur penyimpanan rekaman. Hal. 165 / 170
169 1.2.4 Toleransi terhadap penyesuaian metode asesmen yang mungkin terjadi Prosedur dan mekanisme, kaji ulang atau gugatan asesi Evaluasi dan kaji ulang proses Mekanisme penjamin mutu Pengaturan tentang verifikasi. 1.3 Karakteristik asesi dapat meliputi: Kemampuan komunikasi Latar belakang pendidikan Kemampuan fisik Pengalaman mengikuti asesmen/pelatihan Pengalaman sebelumnya terhadap unit kompetensi yang diases. 1.4 Personil penguji yang sesuai meliputi: Asesor kompetensi Tenaga Ahli Kompeten/profesional 1.5 Prosedur asesmen yang tepat mencakup: Prosedur asesmen dikembangkan dan disahkan oleh personil yang bertanggung jawab terhadap Prosedur asesmen menjelaskan tentang: a. Metode asesmen yang dipergunakan. b. Instruksi dan bahan yang disediakan untuk orang yang diuji/diases. c. Kriteria untuk menilai kompeten atau belum kompeten. d. Jumlah asesor yang dibutuhkan. e. Bukti yang dipersyaratkan. f. Tempat atau lokasi g. Waktu h. Jumlah asesi/kelompok asesi yang diuji. i. Penyesuaian terhadap prosedur asesmen didasarkan atas karakteristik asesi yang diuji. j. Prosedur pelaporan. k. Mekanisme untuk mengkaji ulang dan sanggahan. 1.6 Prosedur pencatatan mencakup : Formulir yang dirancang untuk keperluan hasil asesmen (dokumen cetak/dokumen elektronik); dan/atau Daftar yang berisi rekaman kegiatan observasi/proses yang dipakai (dokumen cetak/dokumen elektronik). Hal. 166 / 170
170 1.7 Pelaporan asesmen : Hasil akhir pelaksanaan asesmen dilaporkan kepada pihak yang terkait dengan mencantumkan kode unit, judul unit dan tanggal pengesahan Laporan asesmen disampaikan secara sumatif berisi rekomendasi tambahan pelatihan yang dibutuhkan sesuai unit kompetensi. 1.8 Instrumen asesmen mencakup: Peraturan Perundang-undangan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Perintah spesifik yang diberikan terkait dengan kriteria unjuk kerja dari tugas praktek, proses atau latihan simulasi Instruksi spesifik terkait dengan hasil pelaksanaan pekerjaan maupun pelatihan (satu) set soal tertulis dan lisan Log sheet, log book atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan Standar kompetensi Kombinasi dari beberapa Instrumen Instrumen tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti untuk dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan. 1.9 Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya : KTL.PH Memelihara Lingkungan Hidup KTL.PH Memelihara Pengolahan Air dan atau pernah melakukan asesmen dan atau memiliki pengetahuan tentang Pemeliharaan Lingkungan. 2. Panduan Penilaian 2.1 Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Untuk menunjukkan kompetensi, diperlukan bukti terhadap Keterampilan dan Pengetahuan tentang : Pengetahuan tentang standar perusahaan dan pedoman Pengetahuan akan aspek legalitas serta tanggung jawab etika termasuk didalamnya peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, hak mendapatkan kesempatan kerja, dan tidak bersifat diskriminatif yang relevan dengan konteks Memahami prosedur dan kebijaksanaan perusahaan maupun ruang lingkup pekerjaan serta peraturan pemerintah yang berlaku. Hal. 167 / 170
171 2.1.4 Memahami prinsip-prinsip asesmen, yaitu reliabilitas, validitas, fleksibilitas, keaslian, kecukupan dan konsistensi Memahami unit kompetensi yang terkait dengan standar kompetensi asesmen dan pelatihan lainnya Keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai metode asesmen dan asesmen sesuai tempat kerja Perencanaan kerja mandiri termasuk kemampuan memprediksi konsekuensi yang akan terjadi serta mampu membuat perbaikan Keterampilan berbahasa, pemahaman tulisan dan angka yang diperlukan untuk : a. Membaca dan menginterpretasikan b. Memberikan informasi yang tepat dan jelas secara lisan dan tertulis. c. Menyesuaikan bahasa lisan dan tertulis sesuai dengan sasaran audensi. d. Menuliskan instrumen asesmen dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan istilah-istilah dan terminologi pada bidang yang diases. e. Memberikan informasi yang tepat dan jelas baik secara lisan maupun tertulis. f. Meminta konfirmasi dari asesi agar semua proses dapat dimengerti. g. Menggali kompetensi asesi melalui pertanyaan terarah, mampu mendengar serta memahami jawabannya. h. Mencari tambahan informasi untuk mengklarifikasi hal hal yang dianggap meragukan. i. Menggunakan komunikasi verbal maupun non verbal yang mendukung suasana pelaksanaan j. Menggunakan bahasa yang biasa digunakan dalam bernegosiasi atau menyelesaikan konflik agar meminimalisir terjadinya konflik. k. Komunikasi efektif sesuai dengan budaya di tempat kerja dan kebiasaan asesi Menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan dengan menggunakan tata letak dan bahasa yang jelas dan komprehensif. 2.2 Ruang Lingkup Pengujian : Konteks asesmen secara spesifik dapat ditentukan oleh: a. Tujuan asesmen : 1. Untuk memperoleh kompetensi/kualifikasi tertentu. 2. Menentukan klasifikasi asesi. Hal. 168 / 170
172 3. Mengakui hasil diklat sebelumnya dan kompetensi yang dimiliki sekarang. 4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan maupun kemajuan yang sudah dicapai. b. Lokasi asesmen : di tempat kerja dan/atau di luar tempat kerja. c. Petunjuk asesmen sesuai unit kompetensi asesmen di dalam standar kompetensi bidang asesmen dan pelatihan d. Fasilitas yang terdapat pada sistem Lingkungan asesmen dan sumber daya asesmen mencakup: a. Waktu b. Lokasi c. Personil d. Peralatan e. Materi asesmen f. Persyaratan Keselamatan dan kesehatan kerja g. Standard Operating Procedures (SOP)/ Instruksi Kerja (IK) dari industri/perusahaan 2.3 Metode Asesmen Verifikasi dokumen, uji tulis, uji lisan, observasi langsung terhadap kriteria unjuk kerja, hasil kerja, penugasan proyek dan latihan simulasi Klarifikasi dengan atasan langsung serta hasil self assessment (uji mandiri) sesuai dengan unit kompetensi yang diases. Metode tersebut diatas dapat dikombinasikan agar tersedia bukti sebagai dasar didalam memberikan asesmen 2.4 Aspek penting Pelaksanaan asesmen mempersyaratkan dokumentasi yang tersedia terhadap proses berikut : a. Konteks asesmen yang spesifik termasuk tujuan b. Metode asesmen c. Karakteristik asesi d. Persyaratan bukti kompetensi e. Rencana untuk memberikan kesempatan asesi melakukan pengumpulan bukti-bukti yang dipersyaratkan f. Metode asesmen yang dipilih termasuk penyesuaian yang diperkenankan terkait dengan karakter asesi g. Instrumen asesmen untuk asesmen yang spesifik dan pengumpulan bukti yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, fleksibilitas dan bersifat adil termasuk penyesuaian Hal. 169 / 170
173 yang diperkenankan, serta dapat diandalkan untuk memastikan kompetensi h. Standar kompetensi yang relevan terhadap prosedur asesmen i. Pelaksanaan asesmen sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan j. Pencatatan hasil asesmen sesuai dengan prosedur asesmen dan prosedur pencatatannya k. Laporan tentang jalannya asesmen termasuk didalamnya laporan mengenai hal hal baik yang positif maupun negatif serta saran saran untuk perbaikkan dalam pelaksanaan asesmen di masa yang akan datang l. Proses asesmen dilaksanakan untuk memastikan bahwa : 1. Segala penyelenggaraan kegiatan dipahami oleh semua pihak. 2. Asesi dibuat agar tidak gugup dan lingkungan asesmen dibuat senyaman mungkin. 3. Kemampuan bahasa, pemahaman tulisan dan angka telah dipertimbangkan. m. Proses umpan balik yang bersifat membangun diberikan kepada asesi termasuk kemungkinan asesi dinyatakan belum kompeten. n. Memberikan arahan kepada asesi dan bagaimana mengisi celah di dalam kompetensi yang asesi miliki. Hal. 170 / 170
LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PLTU BATUBARA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER
LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PLTA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September 2009 STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN
DAFTAR ISI. Membangun Gedung Kontrol Gardu Induk 4 Kode unit KTL.TST peralatan SCADA dan TELKOM
DAFTAR ISI. 1 Kode unit KTL.TST.1.3001.1.2016 Judul Unit Mengases Kompetensi Tenaga Teknik Mengawasi dan Membangun SUTT/SUTET Saluran Udara dan Saluran Kabel Tanah dan Laut SKTT/SKLTT Tegangan Tinggi dan
DAFTAR ISI. Memodifikasi Metode Perencanaan dan Pengevaluasian (KONSULTANSI) Instalasi Gardu Induk, Lengkap Dengan Sarana Bantunya
DAFTAR ISI. 1 Kode unit KTL.TKR.1.3001.1.2016 Judul Unit Mengases Kompetensi Tenaga Teknik Merencanakan dan Memodifikasi Metode Perencanaan dan Pengevaluasian (KONSULTANSI) Instalasi Line Transmisi, Lengkap
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2016 DAFTAR ISI Level 1 4 Kode Unit KTL.DUP.2.4001.1.2016
- 4 - Pasal 2 Memberlakukan Standar Kompetensi Tenaga Teknik
- 2 - c. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 47 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
SUB BIDANG PERANCANGAN
5 2010, No.321 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 08 TAHUN 2010 TANGGAL : 5 Juli 2010 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA
Badan Nasional Sertifikasi Profesi =================================== PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP PEDOMAN BNSP 304
Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 304 =================================== PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi 1 / 17 KATA PENGANTAR 2 /
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IKON.1.6059.1.2016 Judul Unit : Mengelola Transmisi dan Gardu Induk
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN Kode Unit : KTL.IKON.1.6059.1.2016 Judul Unit : Mengelola pengujian Transmisi dan
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit : KTL.IH.1.6001.1.2016 : Pekerjaan Pemeliharaan Sistem
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi. SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi AUDITOR Energi
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi AUDITOR Energi Skema sertifikasi Kompetensi Auditor Energi merupakan skema sertifikasi yang dikembangkan
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMAFAATAN ENERGI
S O P PEMBERIAN SERTIFIKAT KOMPETENSI
Halaman : 1 / 10 1 Tujuan : Melakukan pengendalian dan memastikan terlaksananya proses sertifikasi kompetensi sampai dengan pemberian sertifikasi kompetensi kepada peserta 2 Ruang lingkup : Meliputi prosedur
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 42/Permentan/SM.200/8/2016 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SEKTOR PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi. SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi Manajer Energi
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi Manajer Energi Skema sertifikasi Kompetensi Manajer Energi merupakan skema sertifikasi yang dikembangkan
GLOSSARY STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG JASA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA LISTRIK
GLOSSARY GLOSSARY STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG JASA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA LISTRIK Ash Handling Adalah penanganan bahan sisa pembakaran dan terutama abu dasar yang
SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TIPE PENERANGAN JALAN UMUM (PJU)
2016 LSP ENERGI TERBARUKAN SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TIPE Skema Sertifikasi Teknisi Pemasangan PLTS Tipe PJU dikembangkan oleh Komite Skema Sertifikasi
LSP Teknologi Informasi Indonesia
2017 LSP Teknologi Informasi Indonesia SKEMA SERTIFIKASI Analis Bisnis Teknologi Informasi (IT Business Analyst) Skema sertifikasi Analis Bisnis Teknologi Informasi (IT Business Analyst) merupakan skema
BIDANG JASA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA LISTRIK
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG JASA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA LISTRIK BIDANG JASA PENDIDIKAN
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER COPYWRITING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.590, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Manajemen Mutu. Laboraturium. Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit. Pedoman PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KLASTER PELAKSANA PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DOMPET DHUAFA Madya 2
2017 LSP DOMPET DHUAFA SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KLASTER PELAKSANA PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DOMPET DHUAFA Madya 2 Disusun berdasarkan SKKNI tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional
MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN
LM2 MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN P.854900.04301 ACUAN NORMATIF Regulasi teknis: PP 23/2004 tentang BNSP PP 31/2006 tentang SISLATKERNAS PERMENAKERTRANS 05/2012 tentang penyusunan dan penetapan SKKNI
BAB I P E N D A H U L U A N
BAB I P E N D A H U L U A N A. LATAR BELAKANG Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Lingkungan Kementerian
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN MUTU
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN MUTU PAM.MM02.001.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN
PEDOMAN KNAPPP 01:2005. Kata Pengantar
Kata Pengantar Pertama-tama, kami mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang atas izinnya revisi Pedoman Komisi Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP), yaitu Pedoman KNAPPP
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IKON.1.5050.1.2016 Judul Unit : Mengatur, mengawasi, dan memecahkan
TUGAS PELATIHAN ASESOR
TUGAS PELATIHAN ASESOR A. MERENCANAKAN & MENGORGANISASIKAN ASESMEN (MMA) 1. Jelaskan proses sertifikasi kompetensi? Jawab: pendaftaran, asesmen mandiri, konsultasi pra asesmen, pelaksanaan asesmen 2. Kapan
SKEMA SERTIFIKASI AHLI KESELAMATAN JALAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTGU
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTGU LEVEL 3 1 Kode Unit : KKG/M.RHK.001 (3) A...2 Judul Unit : Merencanakan
SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN INSTALASI BIOGAS KONSTRUKSI SERAT KACA UNTUK PEMBAKARAN SKALA RUMAH TANGGA
2016 LSP ENERGI TERBARUKAN SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN INSTALASI BIOGAS KONSTRUKSI SERAT KACA UNTUK PEMBAKARAN SKALA RUMAH TANGGA Skema Sertifikasi Teknisi Pemasangan Instalasi Biogas Konstruksi
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2017 TENTANG
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2017 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA SERTIFIKASI PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DALAM NEGERI PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN UMUM
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN UMUM PAM.MM01.002.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU TERBARUKAN SUB BIDANG OPERASI KEMENTERIAN
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BUKU PENILAIAN
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PAM.MM01.001.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN
TIK.JK JUDUL UNIT
III - 5 3.2 Unit - Unit Kompetensi KODE UNIT : TIK.JK01.001.01 JUDUL UNIT : Melakukan komunikasi di tempat kerja URAIAN UNIT : Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk mempersiapkan, merencanakan,
FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI
FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI - POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Nama Peserta : Tanggal/Waktu :, Nama Asesor : TUK : Teknik Sipil - PNJ Pada bagian ini, anda diminta untuk menilai diri
Visi Menjadi LSP terbaik di Indonesia yang melahirkan profesional handal dan berdaya saing global dalam upaya pemberantasan korupsi
Profil LSP KPK Dalam upaya mendukung percepatan pemberantasan korupsi di Indonesia agar lebih efektf, profesional, dan berdampak, KPK membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bersifat indenpenden.
SKEMA SERTIFIKASI UNIT KOMPETENSI BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PENERTIBAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK (P2TL)
SKEMA SERTIFIKASI UNIT KOMPETENSI BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PENERTIBAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK (P2TL) 1. Latar Belakang 1.1 Tenaga teknik yang bekerja di bidang ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat
PETUNJUK PELAKSANAAN KOMPETENSI LABORATORIUM LINGKUNGAN
PETUNJUK PELAKSANAAN KOMPETENSI LABORATORIUM LINGKUNGAN DEPUTI BIDANG PEMBINAAN SARANA TEKNIS DAN PENINGKATAN KAPASITAS KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP 2010 KATA PENGANTAR Perlindungan dan pengelolaan
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTD
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTD LEVEL 3.. 1 Kode Unit : KDM.RHK.001 (3)A...3 Judul Unit : Merencanakan Pemeliharaan Pusat Listrik...3
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI POLITEKNIK ATI PADANG
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI POLITEKNIK ATI PADANG FORMULIR No. Formulir FOR-APL 02 ASESMEN MANDIRI Edisi 1 Revisi 2 Berlaku Efektif Februari 2016 Nama Peserta : Tanggal/Waktu :, Nama Asesor : TUK : Sewaktu/Tempat
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN Saya yang bertandatangan di bawah ini: Nama :... NIM :... Program Studi :... Alamat :... No Telepon :... bermaksud mengajukan sertifikasi kompetensi pada skema : Analisa Prosedur Dasar
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PROSES SERTIFIKASI
1/20 DIBUAT OLEH KASUBBAG SERTIFIKASI DISAHKAN OLEH KA LSP TITA MEITIA, S.Sos., M.Pd. AKBP NRP. 61050330 Drs. SUROTO, M.Si. KOMBES POL. NRP.65040678 1. Tujuan Untuk memastikan seluruh kegiatan proses sertifikasi
LSP Teknologi Informasi Indonesia
2017 LSP Teknologi Informasi Indonesia SKEMA SERTIFIKASI CHIEF INFORMATION OFFICER Skema sertifikasi Chief Information Officer merupakan skema okupasi yang telah dikembangkan oleh Komite Skema sertifikasi
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.326, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Manajer Energi Bidang Industri.
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.326, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Manajer Energi Bidang Industri. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTP
DAFTAR STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTP LEVEL 3 1 Kode Unit : KUP.RHK.001 (3)A...2 Judul Unit : Merencanakan Pemeliharaan Pusat Pembangkit Listrik...2 LEVEL 2 4 Kode Unit : KUP.RHM.001
PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS
PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS 1. RUANG LINGKUP DAN ACUAN Ruang lingkup: Pedoman ini menguraikan kriteria Tempat Uji Kompetensi Tenaga Kerja yang mencakup persyaratan manajemen dan
Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel
Pedoman KAN 801-2004 Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel Komite Akreditasi Nasional Kata Pengantar Pedoman ini diperuntukkan bagi lembaga yang ingin mendapat akreditasi sebagai Lembaga Sertifikasi
SKEMA SERTIFIKASI UNIT KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SUPERVISI KONSTRUKSI PEMBANGKIT
SKEMA SERTIFIKASI UNIT KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SUPERVISI KONSTRUKSI PEMBANGKIT 1. Latar Belakang 1.1 Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK JALAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
SKEMA SERTIFIKASI RUANG LINGKUP PEREKAM MEDIS LSP BIDANG KETEKNISIAN MEDIK SNI ISO/IEC : 2012
SKEMA SERTIFIKASI RUANG LINGKUP PEREKAM MEDIS LSP BIDANG KETEKNISIAN MEDIK SNI ISO/IEC 17024 : 2012 RSUP NASIONAL DR. CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA 2015 PEREKAM MEDIS NO. KODE UNIT KOMPETENSI HALAMAN 1 BKM01/PM-1.1/2009/Rev-001
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 4/ BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 4/ BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL
SKEMA SERTIFIKASI BIDANG PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN SUB BIDANG PDKB GI / GITET
SKEMA SERTIFIKASI BIDANG PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN SUB BIDANG PDKB GI / GITET 1. Latar Belakang 1.1 Tenaga teknik yang bekerja di bidang ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN Saya yang bertandatangan di bawah ini: :... NIM :... Program Studi :... Alamat :... No Telepon :... bermaksud mengajukan sertifikasi kompetensi pada skema : Analisa Prosedur Dasar
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI
2016 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI PIHAK PERTAMA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI Disusun oleh Komite Skema Sertifikasi yang merupakan
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENERAPAN MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DI BIDANG TEKNIK KESEHATAN DENGAN RAHMAT
SUB BIDANG PERANCANGAN
LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN DEPARTEMEN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2016 DAFTAR ISI Level 1 6 Kode Unit KTL.DHR.1.1001.1.2016
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : KTL.IH.0.1001.1.2016 Judul Unit : Memelihara Saluran /Galian/lubang /Dak utilitas
SKEMA SERTIFIKASI KLASTER KOMPETENSI BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PELAYANAN TEKNIK
SKEMA SERTIFIKASI KLASTER KOMPETENSI BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PELAYANAN TEKNIK 1. Latar Belakang 1.1 Tenaga teknik yang bekerja di bidang ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat
PEDOMAN VERIFIKASI TUK OLEH TUK
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 12/BNSP.214/XII/2013 Tentang PEDOMAN VERIFIKASI TUK OLEH TUK Versi 0 Desember 2013 Lampiran :
SKEMA SERTIFIKASI KLASTER KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SUPERVISI KONSTRUKSI TRANSMISI/JARINGAN
SKEMA SERTIFIKASI KLASTER KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SUPERVISI KONSTRUKSI TRANSMISI/JARINGAN 1. Latar Belakang 1.1 Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki
Pertama : Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi ini merupakan acuan bagi Lembaga Sertifikasi Profesi untuk pembentukan tempat uji kompetensi.
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 5 / BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI,
SKEMA SERTIFIKASI UNIT KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SUPERVISI KONSTRUKSI PEMBANGKIT
SKEMA SERTIFIKASI UNIT KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SUPERVISI KONSTRUKSI PEMBANGKIT 1. Latar Belakang 1.1 Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang perseorangan harus memiliki sertifikat
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM NEGOSIASI BISNIS
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM NEGOSIASI BISNIS PAM.MM02.011.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN
SUB BIDANG KONSTRUKSI
LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1313 K/30/MEM/2003 TANGGAL : 28 OKTOBER 2003 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER ILLUSTRATION LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
SUB BIDANG PEMELIHARAAN
LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU TERBARUKAN SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN
PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI PROFESI
Nomor : Kep. 19.2 / BNSP / II /2009 Tanggal : 9 Pebruari 2009 Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 301 Rev 1 2009 PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI PROFESI Badan Nasional Sertifikasi Profesi
PANDUAN MUTU 1. RUANG LINGKUP
1. RUANG LINGKUP Hal : 1 dari 45 Panduan mutu ini berisi prinsip-prinsip dan persyaratan sistem manajemen mutu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri sebagai lembaga yang melaksanakan sertifikasi kompetensi
LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :
LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DEPARTEMEN ENERGI
FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI
LEMBAGA SERTIFIASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI) FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI CLUSTER OPERATOR INSTRUMENTASI SPAM NAMA PEMOHON NAMA ASESOR LEMBAGA SERTIFIASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI)
TENTANG PEDOMAN PENGAWASAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERALISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI PERATURAN DIREKTUR JENDERA LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERG] NOMOR : 421-121401600.312007 TENTANG
Perizinan Usaha Penyediaan dan Jasa Penunjang Tenaga Listrik. Toha Ardi Nugraha
Perizinan Usaha Penyediaan dan Jasa Penunjang Tenaga Listrik Toha Ardi Nugraha Istilah Ketenagalistrikan Ketenagalistrikan adalah Segala sesuatu yang menyangkut penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik
SPJ 4400: PERIKATAN UNTUK MELAKUKAN PROSEDUR YANG DISEPAKATI ATAS INFORMASI KEUANGAN SPJ 4410: PERIKATAN KOMPILASI
SPJ 4400: PERIKATAN UNTUK MELAKUKAN PROSEDUR YANG DISEPAKATI ATAS INFORMASI KEUANGAN SPJ 4410: PERIKATAN KOMPILASI Semarang, 15 Desember 2017 Materi ini dipersiapkan sebagai bahan pembahasan isu terkait,
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK LANSEKAP
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI POLITEKNIK ATI PADANG
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI POLITEKNIK ATI PADANG FORMULIR No. Formulir FOR-APL 02 ASESMEN MANDIRI Edisi 1 Revisi 2 Berlaku Efektif Februari 2016 Nama Peserta : Tanggal/Waktu :, Nama Asesor : TUK : Sewaktu/Tempat
SKEMA SERTIFIKASI BIDANG PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN SUB BIDANG PDKB GI / GITET
SKEMA SERTIFIKASI BIDANG PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN SUB BIDANG PDKB GI / GITET 1. Latar Belakang 1.1 Tenaga teknik yang bekerja di bidang ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN
STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN Kode Unit : KTL.IH.0.2001.1.2016 Judul Unit : Memelihara Damper dan spacer Deskripsi Unit : Unit
PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL
PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Tujuan Peraturan ini dibuat dengan tujuan menjalankan fungsi pengendalian internal terhadap kegiatan perusahaan dengan sasaran utama keandalan
Pedoman 206 PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI
Pedoman 206 PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI 2006 DAFTAR ISI Kata Pengantar Pendahuluan 1. Ruang Lingkup dan Acuan 2. Acuan Normatif 3. Istilah dan Definisi 4.
MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL
MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL POLITEKNIK LP3I JAKARTA TAHUN 2016 ii iii DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv Bab I Penjelasan Umum... 2 A. Definisi dan
SKEMA SERTIFIKASI BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
SKEMA SERTIFIKASI BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK 1. Latar Belakang 1.1 Tenaga teknik yang bekerja di bidang ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat
SUB BIDANG KONSTRUKSI
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU TERBARUKAN SUB BIDANG KONSTRUKSI KEMENTERIAN
FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI
FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI Nama Asesi : Tanggal/Waktu : Nama Asesor : Tempat : Pada bagian ini, anda diminta untuk menilai diri sendiri terhadap unit (unit-unit) kompetensi yang akan di-ases. 1. Pelajari
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
Komite Akreditasi Nasional
PEDOMAN 501-2003 Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Personel Adopsi dari ISO/IEC 17024 : 2003 Komite Akreditasi Nasional 1 dari 14 Penilaian Kesesuaian - Persyaratan Umum Lembaga
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG
STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI
Apa Tujuan ISO. Material SDM. Resource. Alat. Metode. Output 3 C. Input Proses. Procedure IK Control. Monev
Apa Tujuan ISO Material Alat Resource SDM Metode Input Proses Output 3 C Procedure IK Control Monev 3.C Adalah : 1. Comply to requirement (customer & regulation) 2. Consistency of product/service 3. Continual
SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURE)
(STANDARD OPERATING PROCEDURE) LSP SMK PENERBANGAN AAG ADISUCIPTO STATUS DISTRIBUSI TERKENDALI TIDAK TERKENDALI SALINAN NOMOR EDISI 2 TANGGAL EDISI 28-10- 2014 TIPE DOKUMEN SOP TANGGAL REVISI 28-10- 2014
MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,
SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 03 TAHUN 2009 TENTANG SERTIFIKASI KOMPETENSI DAN STANDAR KOMPETENSI MANAJER PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 ISO/1EC 17025:2008 3.1.1 Pendahuluan ISO/IEC 17025 Edisi pertama (1999) ISO/IEC 17025 diterbitkan sebagai hasil dari pengalaman yang ekstensif dalam implementasi ISO/IEC Guide
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN OPERASI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN OPERASI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PAM.MM02.007.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER
