MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN
|
|
|
- Ade Jayadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LM2 MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN P
2 ACUAN NORMATIF Regulasi teknis: PP 23/2004 tentang BNSP PP 31/2006 tentang SISLATKERNAS PERMENAKERTRANS 05/2012 tentang penyusunan dan penetapan SKKNI PERMENAKERTRANS 08/2012 tentang sistem sertifikasi Standar: P : Mengembangkan Perangkat asesmen. Pedoman-pedoman BNSP terkait.
3 DESKRIPSI UNIT Unit ini menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengembangkan perangkat asesmen.
4 PENTING Untuk mendemonstrasikan unit ini, peserta harus dapat memberikan bukti: Mengembangkan Perangkat asesmen. Minimum 2 kali pengalaman membuat perangkat asesmen.
5 PERANGKAT ASESMEN Berisikan instrumen dan prosedur pengumpulan serta interpretasi bukti sesuai metode asesmen yang telah dirancang.
6 TP 1/ELEMEN 1 MENENTUKAN FOKUS PERANGKAT ASESMEN
7 1.1. KELOMPOK TARGET PESERTA SERTIFIKASI, TUJUAN DAN KONTEKS ASESMEN/ RPL DIIDENTIFIKASI/ DIKLARISIFIKASI Kelompok target asesi: Kelompok target secara luas atau secara spesifik. Kelompok dengan berbagai latar belakang. Kelompok suatu industri atau organisasi tertentu Kelompok khusus atau profesi. Kelompok suatu bentuk pelatihan, misal peserta magang. Kelompok dengan kebutuhan-kebutuhan spesifik. Kelompok sebagaimana dipersyaratkan oleh suatu badan pemberi bea siswa, misal peserta magang, pengangguran, peserta pelatihan bahasa inggris.
8 1.1. KELOMPOK TARGET PESERTA SERTIFIKASI, TUJUAN DAN KONTEKS ASESMEN/ RPL DIIDENTIFIKASI/ DIKLARISIFIKASI (LANJUTAN) Tujuan Asesmen: Mengakui kompetensi terkini yang sudah dimiliki peserta sertifikasi Menentukan pencapaian kompetensi setelah mengikuti pembelajaran Menetapkan kemajuan peserta sertifikasi dalam pencapaian kompetensi Menentukan kebutuhan peserta sertifikasi dalam hal: bahasa, literasi, numerasi. Sertifikasi kompetensi melalui pernyataan pencapaian. Menetapkan kemajuan dalam rangka pencapaian kualifikasi Menentukan kesenjangan pelatihan peserta sertifikasi Mengukur kinerja Mendukung peningkatan karir karyawan / promosi jabatan Mengklasifikasi karyawan
9 1.1. KELOMPOK TARGET PESERTA SERTIFIKASI, TUJUAN DAN KONTEKS ASESMEN/ RPL DIIDENTIFIKASI/ DIKLARISIFIKASI (LANJUTAN) Konteks asesmen: Lingkungan dimana asesmen akan dilaksanakan, di tempat kerja atau di tempat yang disimulasikan seperti tempat kerja Peluang untuk mengumpulkan berbagai bukti pada berbagai situasi Penyelenggara asesme Kaitan antara standar kompetensi dengan aktifitas pekerjaan peserta sertifikasi ditempat kerjanya Kaitan antara standar kompetensi dengan aktifitas pembelajara Asesmen berdasarkan perjanjian kemitraa Jangka waktu pelaksanaan asesme Pembagian biaya asesmen, bila ada Mekanisme jaminan kualita Pendekatan asesmen kompetensi untuk unit tersendiri atau terintegrasi untuk sejumlah unit.
10 CARA MENGIDENTIFIKASI/ MENGKLARIFIKASI a. Memeriksa permohonan peserta sertifikasi dalam mengajukan uji kompetensi apakah secara individu atau kelompok (Kelompok target peserta sertifikasi b. Mengklarifikasi apakah tujuan asesmen dalam rangka sertififikasi kompetensi atau sertifikasi pelatihan (Tujuan asesmen c. Mengklarifikasi dengan menanyakan pada peserta sertifikasi dimana asesmen akan dilaksanakan apakah di tempat uji kompetensi tempat kerja atau simulasi sesuai pilihan peserta sertifikasi. (Konteks asesmen)
11 1.2. ACUAN PEMBANDING ASESMEN YANG RELEVAN DIAKSES DAN DIINTERPRETASI DALAM RANGKA PENETAPAN BUKTI YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMPERAGAKAN KOMPETENSI. Acuan Pembanding: Kriteria yang digunakan untuk mengasses asesi, dapat berupa unit / sejumlah unit standar kompetensi, kriteria asesmen kurikulum pelatihan, spesifikasi kinerja, spesifikasi produk.
12 CARA MENGAKSES DAN MENGINTERPRETASIKAN ACUAN PEMBANDING ASESMEN: A. Dalam mengakses acuan pembanding (SKKNI atau standar kompetensi khusus atau standar internasional) dapat dilakukan dengan cara: 1. Melakukan down load (mengunduh) dari web BNSP 2. Membuat surat ke BNSP untuk mendapatkan standard kompetensi sesuai profesinya. B. Dalam menginterpretasikan acuan pembanding dapat dilakukan dengan cara: 1. Menggunakan Permenaker No.8 thn 2012 tentang tata cara penetapan 2. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada lampiran I 3. Menggunakan SKKNI yang diminati peserta sertifikasi
13 1.3. APABILA STANDAR-STANDAR KOMPETENSI MERUPAKAN ACUAN PEMBANDING ASESMEN, SEMUA KOMPONEN STANDAR-STANDAR KOMPETENSI TERSEBUT DIINTERPRETASI, DAN BILA RELEVAN, STANDAR-STANDAR KOMPETENSI INI KEMUDIAN DIKONTEKSTUALISASI SESUAI PANDUAN KONTEKSTUALISASI GUNA MEMENUHI PERSYARATAN ORGANISASI/ HUKUM/ ETIKA Kontekstualisasi berarti : Mengubah kalimat beberapa bagian komponen suatu standar kompetensi agar dapat merefleksikan lingkungan operasional secara langsung. Panduan kontekstualisasi, berhubungan dengan: Konstektualisasi panduan paket pelatihan Panduan paket pelatihan yang relevan
14 CARA MENGINTERPRETASI Apabila standar-standar kompetensi merupakan acuan pembanding asesmen, semua komponen standar-standar kompetensi tersebut, dan bila relevan, mengkontekstualisasi standar-standar kompetensi ini kemudian sesuai panduan kontekstualisasi guna memenuhi persyaratan organisasi/ hukum/ etika, ialah sbb: Dalam menginterpretasikan menginterpretasi apabila standar-standar kompetensi merupakan acuan pembanding asesmen, semua komponen standar-standar kompetensi tersebut ialah : - Menggunakan permenaker no.8 thn 2012 tentang tata cara penetapan standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI) pada lampiran 1 - Menggunakan SKKNI yang diminati peserta sertifikasi Apabila relevan, dalam mengkontekstualisasi standarstandar kompetensi sesuai panduan kontekstualisasi guna memenuhi persyaratan organisasi/ hukum/ etika.
15 1.3.MENGINTERPRETASIKAN KOMPONEN STANDAR- STANDAR KOMPETENSI DAN MENGKONTEKSTUALISASI SESUAI PANDUAN KONTEKSTUALISASI. (LANJUTAN) Kontekstualisasi: Merubah kalimat beberapa bagian komponen suatu standar kompetensi agar dapat merefleksikan lingkungan operasional secara langsung.
16 1.4 APABILA DOKUMENTASI TERKAIT LAINNYA DIIDENTIFIKASI SEBAGAI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT ASESMEN Dokumentasi terkait tersebut boleh saja meliputi: Persyaratan yang dijabarkan dalam panduan asesmen pada paket pelatihan yang relevan Informasi yang dikemukakan di dalam standar kompetensi tentang sumber daya yang dibutuhkan untuk asesmen, konteks asesmen, dan metode asesmen yang tepat Aktifitas asesmen sebagaimana diidentifikasi oleh modul terakreditasi/diturunkan dari standar kompetensi yang relevan
17 CARA MENGIDENTIFIKASI DOKUMENTASI Membaca panduan asesmen terkini sesuai lsp yang dirujuk. Mendata sumber daya apa saja yang dibutuhkan untuk asesmen
18 TP 2/ELEMEN 2 MENENTUKAN KEBUTUHAN PERANGKAT ASESMEN
19 2.1. METODE-METODE ASESMEN YANG AKAN MENDUKUNG PENGUMPULAN BUKTI YANG TELAH DITENTUKAN DIPILIH DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONTEKS ASESMEN DAN PRINSIP-PRINSIP ASESMEN Metode asesmen: Observasi langsung, sebagai contoh : Aktifitas kerja nyata ditempat kerja Aktifitas kerja di lingkungan yang disimulasikan, didemontrasikan seperti ditempat kerja Aktifitas terstruktur, sebagai contoh : Simulasi / bermain peran (role play) Berbagai proyek Bebagai presentas
20 2.1. METODE-METODE ASESMEN YANG AKAN MENDUKUNG PENGUMPULAN BUKTI YANG TELAH DITENTUKAN DIPILIH DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONTEKS ASESMEN DAN PRINSIP-PRINSIP ASESMEN (LANJUTAN) Meninjau ulang produk-produk, sebagai contoh : Produk sebagai hasil kerja suatu proyek Contoh/produk-produk hasil kerja Umpan balik dari pihak ketiga, misalnya : Testimoni/laporan dari pemilik perusahaan/supervisor Bukti sebagai peserta pelatihan Pencapaian otentik sebelumnya Interview dengan atasan, supervisor, atau sesama rekan kerja
21 2.1. METODE-METODE ASESMEN YANG AKAN MENDUKUNG PENGUMPULAN BUKTI YANG TELAH DITENTUKAN DIPILIH DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONTEKS ASESMEN DAN PRINSIP-PRINSIP ASESMEN.(LANJUTAN) Mengajukan pertanyaan, sebagai contoh : pertanyaan tertulis, interview / wawancara asesmen mandiri pertanyaan lisan kuesioner ujian lisan atau ujian tertulis Verifikasi Portofolio, sebagai contoh: kumpulan contoh kerja yang dikumpulkan oleh asesi produk dengan dokumentasi yang mendukung bukti sejarah jurnal / buku catatan kerja (log book) informasi tentang pengalaman hidup
22 CARA MEMILIH METODE-METODE ASESMEN YANG AKAN MENDUKUNG PENGUMPULAN BUKTI YANG TELAH DITENTUKAN ) a. Mempertimbangkan konteks asesmen, yaitu bisa meliputi: Lingkungan dimana asesmen akan dilaksanakan, di tempat kerja atau di tempat yang disimulasikan seperti tempat kerja Kaitan antara standar kompetensi dengan aktifitas pekerjaan peserta sertifikasi ditempat kerjanya (lamanya bekerja di tempat kerja), Pendekatan asesmen kompetensi untuk unit tersendiri atau terintegrasi untuk sejumlah unit. Menyesuaikan tuntutan metode asesmen yang terdapat pada skema sertifikasi yang digunakan.
23 CARA MEMILIH METODE-METODE ASESMEN YANG AKAN MENDUKUNG PENGUMPULAN BUKTI YANG TELAH DITENTUKAN ) b. Mempertimbangkan prinsip-prinsip asesmen Untuk menjamin mutu dari keluaran, asesmen harus valid, reliable, fleksibel, dan adil. Empat prinsip asesmen adalah sangat penting untuk mencapai asesmen yang efektif dalam sistem sertifikasi kompetensi serta pelatihan berbasis kompetensi.
24 2.2 METODE-METODE ASESMEN YANG DINOMINASIKAN HARUSLAH SEDEMIKIAN RUPA AGAR PESERTA SERTIFIKASI DAPAT MENUNJUKKAN KOMPETENSINYA ATAU MENDUKUNG PERMINTAAN MEREKA DALAM MEMPEROLEH PENGAKUAN KOMPETENSI TERKININYA. Pengakuan kompetensi terkini: Proses asesmen dan pengakuan atas kompetensi yang telah dicapai asesi melalui berbagai aktifitas pendidikan dan pelatihan (baik secara formal maupun informal), pengalaman kerja ataupun pengalaman hidup.
25 2.2 METODE-METODE ASESMEN YANG DINOMINASIKAN HARUSLAH SEDEMIKIAN RUPA AGAR PESERTA SERTIFIKASI DAPAT MENUNJUKKAN KOMPETENSINYA ATAU MENDUKUNG PERMINTAAN MEREKA DALAM MEMPEROLEH PENGAKUAN KOMPETENSI TERKININYA. Pengakuan kompetensi terkini: Proses asesmen dan pengakuan atas kompetensi yang telah dicapai asesi melalui berbagai aktifitas pendidikan dan pelatihan (baik secara formal maupun informal), pengalaman kerja ataupun pengalaman hidup.
26 CARA MENENTUKAN METODE-METODE ASESMEN YANG DINOMINASIKAN. Menggunakan SKKNI yang diminati peserta sertifikasi Menggunakan metode asesmen sesuai dengan skema sertifikasi yang digunakan Lakukan perubahan metode jika diperlukan
27 2.3 INSTRUMEN UNTUK SETIAP METODE ASESMEN YANG TERPILIH DIPERTIMBANGKAN, KEMUDIAN PILIHAN (OPSI) AKTIFITAS ASESMEN DICIPTAKAN DENGAN MENGGUNAKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS. Perangkat Asesmen: Pertanyaan-pertanyaan lisan dan tertulis Ceklis observasi / demonstrasi Proyek, studi kasus, skenario Panduan asesmen mandiri bagi peserta sertifikasi Portofolio yang diakui Portofolio tempat kerja Aktifitas simulasi Berbagai dokumen tempat kerja yang relevan Berbagai pengukuran kinerja yang dapat diterima Templates/proformas Bukti / ceklis observasi Ceklis evaluasi contoh-contoh pekerjaan
28 CARA MEMPERTIMBANGKAN INSTRUMEN UNTUK SETIAP METODE ASESMEN YANG TERPILIH A. Dalam mempertimbangkan instrumen untuk setiap metode asesmen yang terpilih dapat dilakukan dengan cara sbb: Menggunakan SKKNI yang diminati peserta sertifikasi Menggunakan metode asesmen sesuai dengan skema sertifikasi yang digunakan B. Dalam menciptakan pilihan (opsi) aktifitas asesmen dengan menggunakan keterampilan berfikir kritis dapat dilakukan dengan cara penyesuaian metode asesmen dan instrumen asesmen yang wajar seperti table 2.3 dibawah ini.
29 TABEL 2.3 PILIHAN AKTIFITAS ASESESMEN Karakter Potensi keterbatasan Metode dan peralatan yang mungkin dapat di pilih/ disesuaikan Peserta sertifikasi dengan masalah penguasaan bahasa indonesia Tulisan Membaca Berbicara Percara diri Perbedaan budaya dan agama Demonstrasi Menggunakan gambar/ ilustrasi Membuat benda kerja/ jasa Mengorganisasikan waktu pelaksanaan asesmen yang memungkikan peserta sertifikasi melakukan ibadah dan pengaturan jadual yang memungkinkan penganut agama tertentu melakukan ibadah Kemampuan literasi dan numerasi Tulisan Membaca Menghitung Kepercayaan diri Asesmen secara lisan (wawancara) dengan pertanyaan yang telah ditetapkan Presentasi atau demonstrasi dapat digunakan untuk menggantikan tulisan Menggunakan diagram atau visual ketika menanyakan kepada peserta sertifikasi
30 TABEL 2.3 PILIHAN AKTIFITAS ASESESMEN Karakter Potensi keterbatasan Metode dan peralatan yang mungkin dapat di pilih/ disesuaikan Peserta sertifikasi dengan keterbatasan /cacat Peserta sertifikasi yang berusia lanjut Berbicara Membaca Tulisan Gerakan Pendengaran Perbedaan usia dengan asesor Percaya diri Keterbatasan penguasaan teknologi Lembar simak/ceklis observasi menggunakan teknologi yang adaptif misal dengan braille untuk peserta sertifikasi yang memiliki cacat dalam penglihatan. Mengajukan pertanyaan dan diberikannya bantuan pendamping yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang yang memiliki cacat pendengarannya Menggunakan penterjemah Melakukan observasi atas tugas yang diberikan kepada peserta sertifikasi Lebih menggunakan studi kasus dari pada role play yang bisanya membuat peserta sertifikasi dengan usial lanjut kurang nyaman. Yakinkan bahwa ukuran huruf yang digunakan sesuai dengan ukuran font bagi orang usia lanjut Peserta sertifikasi yang sakit Ketahanan tubuh Kesulitan melakukan konsentrasi Efek samping pengobatan Tugas asesmen yang lebih singkat Instruksi/petunjuk yang spesifik sehingga tugas dapat diselesaikan dalam beberapa tahapan. Memberikan peluang penggunaan waktu yang lebih lama dalam melaksanakan tugas Gunakanlah audio recorder
31 TABEL 2.3 PILIHAN AKTIFITAS ASESESMEN Karakter Potensi keterbatasan Metode dan peralatan yang mungkin dapat di pilih/ disesuaikan Peserta sertifikasi dari masyarakat terasing Gender Peserta sertifikasi dengan latar belakang pendidikan yang rendah Variasi latar belakang budaya Berbicara Membaca Menulis Numerasi Kepercayaan diri Budaya yang masih sensitive untuk perbedaan gender ditempat kerja Membaca Menulis Numerasi Keterampilan yang terbatas Percaya diri Menggunakan personil untuk mendukung Periksa bahwa perangka asesmen tidak menyinggung aspek budaya yang sensitif (lebih baik mendemonstrasikan pengetahuan dari pada membahas pengetahuan) Mendorong peserta sertifikasi untuk menggunakan berbagai pilihan dalam mendemonstrasikan kompetensinya Membacakan informasi kepada peserta sertifikasi dan lebih gunakan grafis atau ilustrasi Menggunakan asesor yang memiliki jenis gender yang sama Yakinkan bahwa perangkat asesmen tidak menyinggung masalah gender Periksa kembali aspek bahasa, literasi, numerasi yang berdampak pada asesmen Mendemonstrasikan dan menayakan secara lisan serta dilakukan rekaman Membacakan seluruh informasi kepada peserta sertifikasi dengan menggunakan gambar atau ilustrasi Menggunakan tugas asesmen yang pendek/singkat
32 TABEL 2.3 PILIHAN AKTIFITAS ASESESMEN Karakter Potensi keterbatasan Metode dan peralatan yang mungkin dapat di pilih/ disesuaikan Peserta sertifikasi yang baru kembali ke pekerjaan Percaya diri Yakin menyadarkan bahwa peserta sertifikasi memahami dan menyadari prosedur ditempat kerja dan k3l Jika dilaksankan ditempat kerja, cari waktu yang tepat dimana tidak terlalu banyak orang disekitarnya Peserta sertifikasi yang memiliki tanggungjawab keluarga Memerlukan perhatian dari anggota keluarga Yakinkan bahwa waktu dan tempat pelaksanaan tidak bertubrukan dengan waktu yang harus disediakan untuk mengurus keluarga
33 TP 3/ELEMEN 3 MERANCANG DAN MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN
34 3.1. INSTRUMEN-INSTRUMEN SPESIFIK/ SESUAI DENGAN BUKTI YANG AKAN DIKUMPULKAN, DIKEMBANGKAN BERDASARKAN RANCANGAN AKTIFITAS ASESMEN Cara mengembangkan instrumen-instrumen sesuai dengan bukti rancangan aktifitas asesmen Memenuhi standar-standar kompetensi Mencerminkan prinsip-prinsip asesmen Menggabungkan prinsip-prinsip akses dan keadilan
35 3.2. INSTRUMEN-INSTRUMEN SPESIFIK/ SESUAI DENGAN BUKTI YANG AKAN DIKUMPULKAN, DIKEMBANGKAN BERDASARKAN RANCANGAN AKTIFITAS ASESMEN. Cara mengembangkan instrumen-instrumen spesifik/sesuai dengan bukti berdasarkan rancangan aktifitas asesmen ialah sbb: Memenuhi standar-standar kompetensi Mencerminkan prinsip-prinsip asesmen Menggabungkan prinsip-prinsip akses dan keadilan Memenuhi aturan bukti Memberikan pilihan, bila perlu Terurut untuk mencerminkan pengembangan kompetensi dalam jalur Pembelajaran dan asesmen Mudah digunakan oleh pengguna
36 CARA MENGEMBANGKAN INSTRUMEN-INSTRUMEN SPESIFIK/SESUAI DENGAN BUKTI BERDASARKAN RANCANGAN AKTIFITAS ASESMEN IALAH SBB: Merefleksikan lingkungan asesmen Dapat dipraktekkan Memastikan adanya dimensi kompetensi untuk setiap pertanyaan dan atau pernyataan yang terdapat pada metode asesmen dan perangkat asesmen yang digunakan Minimal dalam satu unit kompetensi menggunakan satu metode asesmen, hal berlaku jika dalam pelatihan asesor kompetensi master asesor yang mengajar tidak menggunakan skema sertifikasi.
37 CARA MENGEMBANGKAN INSTRUMEN-INSTRUMEN SPESIFIK/SESUAI DENGAN BUKTI BERDASARKAN RANCANGAN AKTIFITAS ASESMEN IALAH SBB: Jika dalam pelatihan asesor kompetensi master asesor yang mengajar mengunakan skema sertifikasi maka metode asesmen yang digunakan dalam satu unit kompetensi harus sesuai dengan metode asesmen yang tertuang pada skema sertifikasi dan jenis skema sertifikasi yang digunakan minimal dengan jenis skema sertifikasi unit kompetensi
38 3.3. INSTRUMEN-INSTRUMEN ASESMEN DIKEMBANGKAN Cara mengembangkan instrument instrumen asesmen ialah sbb: Menggunakan format yang sesuai Memperhatikan bahasa dan kemampuan baca tulis dan numerasi peserta sertifikasi. Memperhatikan keragaman peserta sertifikasi Menggunakan representasi visual dan suara Menggunakan media Memastikan adanya dimensi kompetensi untuk setiap pertanyaan dan atau pernyataan yang terdapat pada metode asesmen dan perangkat asesmen yang digunakan
39 3.4. PROSEDUR-PROSEDUR SPESIFIK DAN JELAS YANG MEMANDU ASESOR DAN/ATAU PESERTA SERTIFIKASI DALAM PENGADMINISTRASIAN DAN PENGGUNAAN INSTRUMEN-INSTRUMEN DITETAPKAN DAN DIDOKUMENTASIKAN Cara menetapkan dan mendokumentasikan prosedur-prosedur spesifik dan jelas yang memandu asesor dan/atau peserta sertifikasi dalam pengadministrasian dan penggunaan instrumen-instrumen ialah sbb: Gunakan prosedur pengadministrasian yang berlaku pada LSP terkait. Gunakan prosedur penggunaan instrumeninstrumen yang berlaku pada lsp terkait.
40 3.5. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR SISTEM ASESMEN YANG RELEVAN DIPERTIMBANGKAN DAN DIKEMUKAKAN, MELIPUTI PROSEDUR MENYIMPAN DAN MELACAK REKAMAN, TINJAUAN DAN EVALUASI, SERTA KONTROL VERSI SEMUA DOKUMEN Kebijakan dan prosedur sistem asesmen : Seleksi asesi Alasan dan tujuan asesmen berbasis kompetensi Rekaman asesmen/manajemen data/manajemen informasi Pengakuan kompetensi terkini/pengakuan terhadap pembelajaran sebelumnya Kebutuhan asesor, kualifikasi, pemeliharaan keterkinian kompetensi Prosedur pelaporan asesmen Banding asesmen Keluhan / pengaduan pengaduan asesi Validasi Evaluasi / internal audit Biaya-biaya / penggunaan jasa pihak ketiga Akses dan kesetaraan/penyesuaian yang beralasan Pengaturan kemitraan Kaitan dengan sumber daya manusia atau sistem hubungan industrial Kaitan dengan sistim manajemen mutu secara keseluruhan
41 MELIPUTI PROSEDUR MENYIMPAN DAN MELACAK REKAMAN, TINJAUAN DAN EVALUASI, SERTA KONTROL VERSI SEMUA DOKUMEN Cara mempertimbangkan dan mengemukakan kebijakan sistem asesmen yang relevan: Gunakan prosedur menyimpan dan melacak rekaman pada LSP terkait Lakukan tinjauan dan evaluasi, Lakukan kontrol semua dokumen
42 TP 4/ELEMEN 4 MENINJAU DAN MENGUJI COBA PERANGKAT ASESMEN
43 4.1 KONSEP PERANGKAT ASESMEN DIPERIKSA BERDASARKAN KRITERIA EVALUASI DAN BILA PERLU DIUBAH Keefektifan dan relevansi terhadap standar kompetensi Apakah perangkat asesmen memenuhi prinsip-prinsip asesmen Apakah perangkat asesmen memenuhi aturan bukti Apakah perangkat asesmen sudah memadai terhadap metode asesmen yang dipilih Apakah perangkat asesmen selaras dengan kelompok target atau konteks asesmen Apakah perangkat asesmen memberikan panduan untuk penyesuaian yang wajar Apakah perangkat asesmen sesuai dengan persyaratan organisasi / hukum / etika termasuk persyaratan K3.
44 4.1 KONSEP PERANGKAT ASESMEN DIPERIKSA BERDASARKAN KRITERIA EVALUASI DAN BILA PERLU DIUBAH (LANJUTAN) Apakah perangkat asesmen memungkinkan asesi untuk memperagakan kompetensi terkini Level keterlibatan dan partisipasi langsung dari asesi Kesesuaian bahasa dan literasi yang digunakan pada peserta Kejelasan Kesederhanaan / kepraktisan / mudah digunakan Menghindari bias Panduan atas penyesuaian yang wajar Efektifitas biaya
45 4.2 KONSEP PERANGKAT ASESMEN DIUJI- COBA UNTUK MEMVALIDASI ISI DAN TINGKAT KECOCOKAN PENGGUNAANNYA Cara menguuji coba konsep perangkat asesmen untuk memvalidasi isi dan tingkat kecocokan penggunaannya boleh saja melibatkan: Tinjauan para ahli secara individu atau dengan pakar di bidang asesmen dan paket pelatihan / atau kursus terakreditasi dengan acuan pembanding yang relevan. Uji lapangan atau pengujian pendahuluan dengan kelompok asesor dan peserta sertifikasi. Kajian pertimbangan K3 Pengkajian oleh sesama asesor pada industri yang relevan Rapat kerja dengan asesor dan pemangku kepentingan (stakeholders) kunci lainnya pada sektor industri yang relevan
46 4.3 UMPAN BALIK DARI ORANG YANG RELEVAN DAN TERLIBAT DALAM UJI COBA KONSEP PERANGKAT ASESMEN DIKUMPULKAN DAN DIDOKUMENTASIKAN Cara mengumpulkan dan mendokumentasikan umpan balik dari orang yang relevan dan terlibat dalam uji coba konsep perangkat asesmen boleh saja meliputi: Keandalan, fleksibilitas, keabsahan dan keadilan Relevansi terhadap konteks tempat kerja Keakuratan isi Kemudahan penggunaan Efektifitas biaya dan / waktu bagi peserta sertifikasi dan asesor Persyaratan bahasa, literasi dan numerasi pada kompetensi yang relevan
47 TERHADAP KONSEP PERANGKAT ASESMEN DILAKUKAN BERDASARKAN ANALISIS UMPAN BALIK. 4.5 PERANGKAT ASESMEN YANG TELAH DIREVISI, DIFORMAT DAN DIARSIPKAN DENGAN BENAR SESUAI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR SISTEM ASESMEN SERTA PERSYARATAN ORGANISASI/ HUKUM/ ETIKA. Cara Memformat dan mengarsipkan perangkat asesmen yang telah direvisi: Gunakan kebijakan dan prosedur sistem asesmen pada LSP terkait Gunakan persyaratan organisasi/ hukum/ etika pada LSP terkait
48 4.5 MENINJAU DAN MENGUJI- COBA PERANGKAT ASESMEN Memformat perangkat asesmen yang direvisi, dan diarsipkan dengan benar sesuai kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/hukum/etika
49 TERIMA KASIH & SELAMAT MENCOBA
50 BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI Jl. Haryono MT Kav 59 Jakarta Selatan, DKI Jakarta 2015
MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN (MPA)
BNSP MODUL P.854900.043.01 2015 MENGEMBANGKAN PERANGKAT ASESMEN (MPA) Modul pelatihan Badan Nasional Sertifikasi Profesi M E N G E M B A N G K A N P E R A N G K A T A S E S M E N i Hak Cipta 2015 pada
TUGAS PELATIHAN ASESOR
TUGAS PELATIHAN ASESOR A. MERENCANAKAN & MENGORGANISASIKAN ASESMEN (MMA) 1. Jelaskan proses sertifikasi kompetensi? Jawab: pendaftaran, asesmen mandiri, konsultasi pra asesmen, pelaksanaan asesmen 2. Kapan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 42/Permentan/SM.200/8/2016 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SEKTOR PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 4/ BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 4/ BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL
B N S P M O D U L P MENGASES KOMPETENSI. Badan Nasional Sertifikasi Profesi
B N S P M O D U L P. 8 5 4 9 0 0. 0 4 2. 0 1 MENGASES KOMPETENSI Badan Nasional Sertifikasi Profesi Hak Cipta 2015 pada Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN
Badan Nasional Sertifikasi Profesi =================================== PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP PEDOMAN BNSP 304
Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 304 =================================== PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi 1 / 17 KATA PENGANTAR 2 /
Badan Nasional Sertifikasi Profesi =================================== PEDOMAN PENYELENGGARAAN PELATIHAN ASESOR LISENSI PEDOMAN BNSP
BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI PEDOMAN BNSP 03-007 =================================== PEDOMAN PENYELENGGARAAN PELATIHAN ASESOR LISENSI Ba Nasional DAFTAR ISI Daftar Isi... Kata Pengantar. Ruang Lingkup....
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2017 TENTANG
GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2017 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA SERTIFIKASI PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DALAM NEGERI PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,
MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN P
MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN ASESMEN P.854900.041.01. RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN TP1. Menentukan pendekatan asesmen TP2. Mempersiapkan rencana asesmen/rpl. TP3. Kontekstualisasi dan meninjau rencana
SUB BIDANG PEMELIHARAAN
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN ENERGI
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI
2016 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI PIHAK PERTAMA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI SERTIFIKAT LEVEL BIDANG BISNIS KONVENSI Disusun oleh Komite Skema Sertifikasi yang merupakan
Mempersiapkan Sertifikasi Fasilitator Pemberdayaan CALON TUK UB MALANG LSP/TUK/ ASOSIASI
Mempersiapkan Sertifikasi Fasilitator Pemberdayaan CALON TUK UB MALANG LSP/TUK/ ASOSIASI STANDARD KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA Surat Keputusan MENAKERTRAN RI No. 81 Tahun 2012 Sektor : Jasa Kemasyarakatan
PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 04/BNSP.305/X/2013 Tentang PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP Versi 1
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER COPYWRITING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
Pertama : Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi ini merupakan acuan bagi Lembaga Sertifikasi Profesi untuk pembentukan tempat uji kompetensi.
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 5 / BNSP / VII / 2014 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI,
Kriteria Lembaga Penyelenggara Pelatihan Asesor Lisensi
Kriteria Lembaga Penyelenggara Pelatihan Asesor Lisensi 1. Ruang lingkup 1.1. Pedoman ini merupakan kriteria dan persyaratan umum lembaga pelatihan asesor lisensi berdasarkan sistem lisensi Lembaga Sertifikasi
PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH SMK
PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN PENGISIAN BLANGKO IJAZAH SMK Disampaikan pada : Bimbingan Teknis Pengisian Ijazah SMK 31 Mei 2016 di Dinas Pendidikan Jatim Dr. Junus Simangunsong Subdit Kurikulum - Direktorat
SUPERVISOR PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
2015 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA FR. SKEMA-03 SUPERVISOR PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Ditetapkan tanggal: Oleh: Mahmud Ketua Komite Skema Dinarwulan Sutoto Ketua
PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP
Lampiran : Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 04/BNSP.305/X/2013 Tanggal : 21 Oktober 2013 PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI OLEH PANITIA TEKNIS BNSP Versi 1 Oktober 2013 DAFTAR ISI
LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PLTA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
Visi Menjadi LSP terbaik di Indonesia yang melahirkan profesional handal dan berdaya saing global dalam upaya pemberantasan korupsi
Profil LSP KPK Dalam upaya mendukung percepatan pemberantasan korupsi di Indonesia agar lebih efektf, profesional, dan berdampak, KPK membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bersifat indenpenden.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi. ==================================== Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Cabang (LSP Cabang)
Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 207-2007 ==================================== Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Cabang (LSP Cabang) Badan Nasional Sertifikasi Profesi DAFTAR
MANAJER PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
2015 LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA FR. SKEMA-03 MANAJER PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA Ditetapkan tanggal: Oleh: Mahmud Ketua Komite Skema Dinarwulan Sutoto Ketua
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi. SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi AUDITOR Energi
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi AUDITOR Energi Skema sertifikasi Kompetensi Auditor Energi merupakan skema sertifikasi yang dikembangkan
LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PLTU BATUBARA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER
S O P PEMBERIAN SERTIFIKAT KOMPETENSI
Halaman : 1 / 10 1 Tujuan : Melakukan pengendalian dan memastikan terlaksananya proses sertifikasi kompetensi sampai dengan pemberian sertifikasi kompetensi kepada peserta 2 Ruang lingkup : Meliputi prosedur
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER ARCHITECTULAR PHOTOGRAPHY LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2
PEDOMAN PERSYARATAN UMUM ASESOR LISENSI, LEAD ASESOR DAN FASILITATOR SISTEM MANAJEMEN MUTU LSP
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 13/BNSP.218/XII/2013 Tentang PEDOMAN PERSYARATAN UMUM ASESOR LISENSI, LEAD ASESOR DAN FASILITATOR
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER GRAFIKA FUNDAMENTAL LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI PROFESI
Nomor : Kep. 19.2 / BNSP / II /2009 Tanggal : 9 Pebruari 2009 Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 301 Rev 1 2009 PEDOMAN PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI PROFESI Badan Nasional Sertifikasi Profesi
SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TIPE PENERANGAN JALAN UMUM (PJU)
2016 LSP ENERGI TERBARUKAN SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TIPE Skema Sertifikasi Teknisi Pemasangan PLTS Tipe PJU dikembangkan oleh Komite Skema Sertifikasi
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER GRAFIKA KOMUNIKASI LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
2016, No Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentan
No.1799, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAKER. LPK. Akreditasi. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA PELATIHAN KERJA
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KLASTER PELAKSANA PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DOMPET DHUAFA Madya 2
2017 LSP DOMPET DHUAFA SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI KLASTER PELAKSANA PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DOMPET DHUAFA Madya 2 Disusun berdasarkan SKKNI tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER GRAFIKA KOMUNIKASI LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PEDOMAN PELAKSANAAN ASESMEN KOMPETENSI
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 09/BNSP.301/XI/2013 Tentang PEDOMAN PELAKSANAAN ASESMEN KOMPETENSI Versi 2 Nopember 2013 Lampiran
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER ILLUSTRATION LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS
PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS 1. RUANG LINGKUP DAN ACUAN Ruang lingkup: Pedoman ini menguraikan kriteria Tempat Uji Kompetensi Tenaga Kerja yang mencakup persyaratan manajemen dan
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER JUNIOR PROGRAMMING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN MUTU
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN MUTU PAM.MM02.001.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36/Permentan/SM.200/6/2015 TENTANG
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36/Permentan/SM.200/6/2015 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BUKU PENILAIAN
MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PAM.MM01.001.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER PROGRAMMING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER PROGRAMMING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
Badan Nasional Sertifikasi Profesi =================================== KRITERIA ASESOR LISENSI PEDOMAN BNSP
BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI PEDOMAN BNSP 204-2007 =================================== KRITERIA ASESOR LISENSI Badan Nasional Sertifikasi Profesi DAFTAR ISI Daftar Isi... Kata Pengantar 1. Ruang
SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN INSTALASI BIOGAS KONSTRUKSI SERAT KACA UNTUK PEMBAKARAN SKALA RUMAH TANGGA
2016 LSP ENERGI TERBARUKAN SKEMA SERTIFIKASI TEKNISI PEMASANGAN INSTALASI BIOGAS KONSTRUKSI SERAT KACA UNTUK PEMBAKARAN SKALA RUMAH TANGGA Skema Sertifikasi Teknisi Pemasangan Instalasi Biogas Konstruksi
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN
M E R E N C A N A K A N D A N M E N G O R G A N I S A S I K A N A S E S M E N 1 Hak Cipta 2015 pada Badan Nasional Sertifikasi dan Profesi Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer:
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI,
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2/ BNSP/VIII/2017 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2/ BNSP/VIII/2017 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN SKEMA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER BASIC PROGRAMMING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal, serta data pekerjaan anda pada saat ini.
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi. SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi Manajer Energi
Lembaga Sertifikasi Profesi Himpunan Ahli Konservasi Energi SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI OKUpasi Manajer Energi Skema sertifikasi Kompetensi Manajer Energi merupakan skema sertifikasi yang dikembangkan
SKEMA SERTIFIKASI AHLI KESELAMATAN JALAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK JALAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
Pedoman BNSP 301 Rev DAFTAR ISI
DAFTAR ISI Kata Pengantar.. Surat Keputusan... Daftar Isi 1. Ruang Lingkup.. 2. Acuan Normatif.... 3. Istilah dan Definisi... 3.1. Kompetensi Kerja... 3.2. Asesmen Kompetensi... 3.3. Sertifikasi Kompetensi
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI GRAFIKA FUNDAMENTAL LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur No 23 Surabaya Telp. 031 5019775 Fax. 031 5019776 www.lsptik.or.id Latar belakang Sertifikasi profesi merupakan upaya
PEDOMAN PELAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LSP KEPADA BNSP
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 02/BNSP.211/X/2013 Tentang PEDOMAN PELAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LSP KEPADA BNSP Versi 1 Oktober
MANUAL OPERASIONAL WEBSITE DAN APLIKASI SERTIFIKASI BNSP-LSP
BNSP KEGIATAN HARMONISASI BNSP-LSP MANUAL OPERASIONAL WEBSITE DAN APLIKASI SERTIFIKASI BNSP-LSP FAVE HOTEL JAKARTA 2015 Versi 1.0 Desember 2015 Lampiran : Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL
SKEMA SERTIFIKASI Analisa Laboratorium Kimia
2016 Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Samarinda () SKEMA SERTIFIKASI Disusun Berdasarkan Kebutuhan Kompetensi Laboratorium Industri Pembuatan Pupuk, Pencairan Gas Alam, Fraksinasi Minyak Bumi
PEDOMAN VERIFIKASI TUK OLEH TUK
Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor : 12/BNSP.214/XII/2013 Tentang PEDOMAN VERIFIKASI TUK OLEH TUK Versi 0 Desember 2013 Lampiran :
SKEMA SERTIFIKASI DIREKTUR TINGKAT 1 BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)
2017 SKEMA SERTIFIKASI DIREKTUR TINGKAT 1 BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) Ditetapkan tanggal: 01 Juni 2017 Disahkan tanggal: 01 Juni 2017 Oleh: Oleh: Joko Suyanto Ketua Dewan Sertifikasi I Nyoman Yudiarsa
Pedoman 206 PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI
Pedoman 206 PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI 2006 DAFTAR ISI Kata Pengantar Pendahuluan 1. Ruang Lingkup dan Acuan 2. Acuan Normatif 3. Istilah dan Definisi 4.
LSP Teknologi Informasi Indonesia
2017 LSP Teknologi Informasi Indonesia SKEMA SERTIFIKASI Analis Bisnis Teknologi Informasi (IT Business Analyst) Skema sertifikasi Analis Bisnis Teknologi Informasi (IT Business Analyst) merupakan skema
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI FOTOGRAFER MUDA LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan Dasar
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL
STRATEGI PUSTAKAWAN SUKSES UJI SERTIFIKASI
STRATEGI PUSTAKAWAN SUKSES UJI SERTIFIKASI Sukirno Pustakawan Madya Fakultas Kedokteran UGM [email protected] Abstrak Menurut Permenpan dan RB No. 9 Tahun 2014 pada Bab X Pasal 33, pada ayat (1) disebutkan
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI
2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1032, 2017 KEMEN-ESDM. Standardisasi Kompetensi. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2017 TENTANG STANDARDISASI
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER NETWORKING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
SERTIFIKASI PUSTAKAWAN: KONSEKUENSI DAN IMPLIKASI
SERTIFIKASI PUSTAKAWAN: KONSEKUENSI DAN IMPLIKASI Oleh: Sri Rumani Pustakawan Madya Fisipol UGM Email: [email protected] HP: 08157990303 (0274) 9270885 Apa yang terbayang dgn Sertifikasi? Pikiran Pustakawan
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER DATABASE PROGRAMMING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE LISENSI UNIT SERTIFIKASI DAN TATA CARA PEMBERIAN LISENSI
PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE LISENSI UNIT SERTIFIKASI DAN TATA CARA PEMBERIAN LISENSI 14 NOPEMBER 2012 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL
TIK.JK JUDUL UNIT
III - 5 3.2 Unit - Unit Kompetensi KODE UNIT : TIK.JK01.001.01 JUDUL UNIT : Melakukan komunikasi di tempat kerja URAIAN UNIT : Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk mempersiapkan, merencanakan,
SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK LANSEKAP
1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER MOTION GRAPHIC 2D LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURE)
(STANDARD OPERATING PROCEDURE) LSP SMK PENERBANGAN AAG ADISUCIPTO STATUS DISTRIBUSI TERKENDALI TIDAK TERKENDALI SALINAN NOMOR EDISI 2 TANGGAL EDISI 28-10- 2014 TIPE DOKUMEN SOP TANGGAL REVISI 28-10- 2014
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER FOTOGRAFER MADYA LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
LSP Teknologi Informasi Indonesia
2017 LSP Teknologi Informasi Indonesia SKEMA SERTIFIKASI CHIEF INFORMATION OFFICER Skema sertifikasi Chief Information Officer merupakan skema okupasi yang telah dikembangkan oleh Komite Skema sertifikasi
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER SYSTEM ANALYST LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
PERATURAN LPJK PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR TAHUN 2012 TENTANG KOMITE LISENSI UNIT SERTIFIKASI DAN TATA CARA PEMBERIAN LISENSI
PERATURAN LPJK PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR TAHUN 2012 TENTANG KOMITE LISENSI UNIT SERTIFIKASI DAN TATA CARA PEMBERIAN LISENSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PENGURUS LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PROSES SERTIFIKASI
1/20 DIBUAT OLEH KASUBBAG SERTIFIKASI DISAHKAN OLEH KA LSP TITA MEITIA, S.Sos., M.Pd. AKBP NRP. 61050330 Drs. SUROTO, M.Si. KOMBES POL. NRP.65040678 1. Tujuan Untuk memastikan seluruh kegiatan proses sertifikasi
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1606, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAGRI. Kompetensi Pemerintahan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 108 TAHUN 2017 TENTANG KOMPETENSI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER DIGITAL IMAGING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Asesi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini. a. Data Pribadi
PENINGKATAN PERAN ASESOR,MASTER, DAN LEAD ASESOR KOMPETENSI DALAM PROSES PELAKSANAAN SERTIFIKASI PROFESI
PENINGKATAN PERAN ASESOR,MASTER, DAN LEAD ASESOR KOMPETENSI DALAM PROSES PELAKSANAAN SERTIFIKASI PROFESI ASRIZAL TATANG Ketua Komisi Sertifikasi Disampaikan dalam Taraining Of Trainer (ToT) Asesor, Master,
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI HIMPUNAN AHLI KONSERVASI ENERGI DOKUMEN PRA UJI KOMPETENSI AUDITOR ENERGI (B) Nama Lengkap : Perusahaan : Tanggal Asesmen : Tempat Uji Kompetensi : FORMULIR No. Dok : APL 01
Komite Akreditasi Nasional
PEDOMAN 501-2003 Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Personel Adopsi dari ISO/IEC 17024 : 2003 Komite Akreditasi Nasional 1 dari 14 Penilaian Kesesuaian - Persyaratan Umum Lembaga
PENGANTAR. Jakarta, Maret Pedoman Pelatihan dan Sertifikasi Asessor/ Master Asesor Kompetensi Draft Final 1 / 23
PENGANTAR Pada konteks pelaksanaan uji kompetensi atau penilaian berbasis kompetensi, seorang Asesor Uji Kompetensi memiliki peran yang sangat penting dan menentukan dalam mencapai kualitas uji kompetensi
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN Saya yang bertandatangan di bawah ini: Nama :... NIM :... Program Studi :... Alamat :... No Telepon :... bermaksud mengajukan sertifikasi kompetensi pada skema : Analisa Prosedur Dasar
STRUKTUR DAN FORMAT PENULISAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI)
15 2012, No.364 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA STRUKTUR DAN FORMAT
=================================== Pengembangan Skema Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
Badan Nasional Sertifikasi Profesi RANCANGAN 1 PEDOMAN BNSP 219-2012 =================================== Pengembangan Skema Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Badan Nasional Sertifikasi
PANDUAN UJI KOMPETENSI
PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER JOURNALISM PHOTOGRAPHY LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2.
FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI
FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI Nama Peserta : Dedi Mulyadi Tanggal : 11 Februari 2016 Nama Asesor : 1. Abdullah TUK : 2. Sewaktu / Tempat Kerja / Mandiri *) *) coret yang tidak sesuai Gedung LAN Pada bagian
