SUB BIDANG PERANCANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SUB BIDANG PERANCANGAN"

Transkripsi

1 LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2006

2 DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit : IPL.RAN.001(1).A... 1 Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah) Kode Unit : IPL.RAN.002(3).A... 6 Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor Kode Unit : IPL.RAN.003(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor Kode Unit : IPL.RAN.004(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Industri (kecil dan menengah) Kode Unit : IPL.RAN.005(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Industri (besar) Kode Unit : IPL.RAN.006(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Pasar Swalayan Kode Unit : IPL.RAN.007(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Pasar Swalayan Kode Unit : IPL.RAN.008(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Hotel dan Apartment Kode Unit : IPL.RAN.009(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Hotel dan Apartment Kode Unit : IPL.RAN.010(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Rumah Sakit Kode Unit : IPL.RAN.011(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Rumah Sakit Kode Unit : IPL.RAN.012(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Sistem Otomisasi Bangunan i

3 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit : IPL.RAN.001(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah). Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah) dari Meter KWH, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah yang terbaru dan telah disahkan di dokumentasikan. 1

4 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 2

5 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 3

6 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.4 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Rendah. 3.5 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.6 Tingkat dasar konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik. 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 1 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah. 4

7 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 5

8 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit : IPL.RAN.002(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor dari Meter KWH, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 6

9 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 7

10 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 8

11 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.001(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.001(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.001(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Rendah. 3.6 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.7 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.8 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik. 3.9 Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik Teori dan aplikasi instalasi listrik laboratorium. 9

12 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 10

13 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit Judul Unit : IPL.RAN.003(3).A : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah untuk Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor dari Meter KWH, Panel Tegangan Menengah, Transformer, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan Menengah,tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 11

14 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel dan Transformer. c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 12

15 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 13

16 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.002(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.002(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.002(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi Panel Tegangan Menengah dan Transformer daya. 3.6 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah. 3.7 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.8 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.9 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik. 14

17 3.12 Teori dan aplikasi instalasi listrik laboratorium. 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 15

18 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit : IPL.RAN.004(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Industri (kecil dan menengah). Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Bangunan Industri (kecil dan menengah) dari Meter KWH, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. Unit kompetensi ini tidak mencakup Industri khusus yang mempunyai perlengkapan yang perlu diproteksi terhadap ledakan. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Industri (kecil dan menengah), titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Industri (kecil dan menengah) yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 16

19 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Industri (kecil dan menengah). 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 17

20 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Industri (kecil dan menengah). 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 18

21 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.002(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.002(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.002(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Rendah. 3.6 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.7 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.8 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik. 3.9 Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik Teori dan aplikasi instalasi listrik laboratorium. 19

22 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Industri (kecil dan menengah). 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Industri (kecil dan menengah). 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 20

23 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit Judul Unit : IPL.RAN.005(3).A : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Industri (besar). Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah untuk Bangunan Industri (besar) dari Meter KWH, Panel Tegangan Menengah, Transformer, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. Unit kompetensi ini tidak mencakup Industri khusus yang mempunyai perlengkapan yang perlu diproteksi terhadap ledakan. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Industri (besar), titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan Menengah,tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Industri (besar) yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 21

24 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel dan Transformer. c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Industri (besar). 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 22

25 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Industri (besar). 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 23

26 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.004(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.004(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.004(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi Panel Tegangan Menengah dan Transformer daya. 3.6 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah. 3.7 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.8 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.9 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik. 24

27 3.12 Teori dan aplikasi instalasi listrik laboratorium. 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Industri (besar). 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Industri (besar). 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 25

28 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit : IPL.RAN.006(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Pasar Swalayan. Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Bangunan Pasar Swalayan dari Meter KWH, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Pasar Swalayan, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Pasar Swalayan yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 26

29 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Pasar Swalayan. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 27

30 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Pasar Swalayan. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 28

31 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.002(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.002(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.002(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Rendah. 3.6 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.7 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.8 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik. 3.9 Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik Teori dan aplikasi instalasi listrik Dapur basah dan kering. 29

32 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Pasar Swalayan. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Pasar Swalayan. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 30

33 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit Judul Unit : IPL.RAN.007(3).A : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Pasar Swalayan. Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah untuk Bangunan Pasar Swalayan dari Meter KWH, Panel Tegangan Menengah, Transformer, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Pasar Swalayan, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan Menengah,tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Pasar Swalayan yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 31

34 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel dan Transformer. c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Pasar Swalayan. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 32

35 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Pasar Swalayan. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 33

36 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.006(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.006(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.006(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi Panel Tegangan Menengah dan Transformer daya. 3.6 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah. 3.7 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.8 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.9 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik. 34

37 3.12 Teori dan aplikasi instalasi listrik Dapur basah dan kering. 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Pasar Swalayan. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Pasar Swalayan. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 35

38 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit : IPL.RAN.008(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Hotel dan Apartment. Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Bangunan Hotel dan Apartment dari Meter KWH, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Hotel dan Apartment, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Hotel dan Apartment yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 36

39 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Hotel dan Apartment. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 37

40 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Hotel dan Apartment. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 38

41 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.002(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.002(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.002(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Rendah. 3.6 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.7 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.8 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik. 3.9 Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik Teori dan aplikasi instalasi listrik Kolam Renang Teori dan aplikasi instalasi listrik Dapur basah dan kering. 39

42 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Hotel dan Apartment. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Hotel dan Apartment. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 40

43 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit Judul Unit : IPL.RAN.009(3).A : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Hotel dan Apartment. Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah untuk Bangunan Hotel dan Apartment dari Meter KWH, Panel Tegangan Menengah, Transformer, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Hotel dan Apartment, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan Menengah,tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Hotel dan Apartment yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 41

44 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel dan Transformer. c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Hotel dan Apartment. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 42

45 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Hotel dan Apartment. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian III. 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. 43

46 Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.008(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.008(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.008(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi Panel Tegangan Menengah dan Transformer daya. 3.6 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah. 3.7 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.8 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.9 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik Teori dan aplikasi instalasi listrik Kolam Renang Teori dan aplikasi instalasi listrik Dapur basah dan kering. 44

47 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Hotel dan Apartment. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Hotel dan Apartment. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 45

48 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit : IPL.RAN.010(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Rumah Sakit. Deskripsi Unit : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Bangunan Rumah Sakit dari Meter KWH, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Rumah Sakit, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Rumah Sakit yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 46

49 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Rumah Sakit. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 47

50 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Rumah Sakit. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 48

51 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.002(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.002(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.002(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Rendah. 3.6 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.7 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.8 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik. 3.9 Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik Teori dan aplikasi instalasi listrik Kolam Renang Teori dan aplikasi instalasi listrik Dapur basah dan kering Teori dan aplikasi instalasi listrik Laboratorium. 49

52 3.14 Teori dan aplikasi instalasi listrik Kamar Operasi. 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Rumah Sakit. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Rumah Sakit. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 50

53 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit : IPL.RAN.011(3).A : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Rumah Sakit. : Unit kompentasi ini berkaitan dengan merancang instalasi listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah untuk Bangunan Rumah Sakit dari Meter KWH, Panel Tegangan Menengah, Transformer, Panel Hubung Bagi, distribusi tenaga listrik tegangan rendah, sampai ke titik pemakaian listrik. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja perhitungan beban listrik dan panel distribusi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Rumah Sakit, titik pemakaian listrik (lampu dan stop kontak), penempatan Panel Hubung Bagi dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi tenaga listrik tegangan Menengah,tegangan rendah, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang sistem Instalasi Listrik Rumah Sakit yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 51

54 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan beban listrik; b) Perhitungan kapasitas kabel dan Transformer. c) Besar Sistem Proteksi pada Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Peta sistem pembumian jaringan distribusi tenaga listrik yang telah disahkan; f) Data/spesifikasi teknis alat proteksi yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Bangunan Rumah Sakit. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 52

55 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik Instalasi Rumah Sakit. 4) Data Penyulang/Meter KWH Jaringan Distribusi tenaga listrik yang berlaku; 5) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 6) Peta impedansi hubung singkat sistem yang diperlukan; 7) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 8) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 9) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal 53

56 ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. Namun unit ini dirancang sebagai kelanjutan alami dari unit IPL.RAN.008(3).A Karenanya dapat diharapkan bahwa untuk mencapai unit ini, tanpa memperoleh kompetensi diunit IPL.RAN.008(3).A, akan memerlukan bahwa aspek relevan dari pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan unit IPL.RAN.008(3).A dikembangkan dan yang merupakan bagian dari persyaratan untuk mencapai kompetensi dalam unit ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar (baik satu fase, dua fase atau tiga fase). 3.2 Teori dan aplikasi proteksi, pemutus arus balik atau saklar. 3.3 Perhitungan analisis hubung pendek. 3.4 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya. 3.5 Teori dan aplikasi Panel Tegangan Menengah dan Transformer daya. 3.6 Teori dan aplikasi dari kabel Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah. 3.7 Teori dan aplikasi sistim pentanahan. 3.8 Teori dan aplikasi Penerangan Penunjuk Arah Evakuasi. 3.9 Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik Teori dan aplikasi sumber daya cadangan dan instalasi listrik khusus peralatan pengendalian api, asap dan perlengkapan evakuasi Teori konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik Teori dan aplikasi instalasi listrik Kolam Renang. 54

57 3.13 Teori dan aplikasi instalasi listrik Dapur basah dan kering Teori dan aplikasi instalasi listrik Laboratorium Teori dan aplikasi instalasi listrik Kamar Operasi 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Rumah Sakit. 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Rumah Sakit. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 55

58 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit Judul Unit : IPL.RAN.012(3).A : Merancang Instalasi Sistem Otomisasi Bangunan. Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan merancang instalasi Sistem Otomisasi Bangunan. ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan rencana pekerjaan dan menetapkan konsep awal rancangan KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Langkah rencana pekerjaan dipersiap kan, prosedur dan kebijakan K3 didiskusikan secara kelompok ataupun dipelajari dengan cermat dan teliti. 1.2 Prinsip kerja pembuatan daftar peralatanperalatan yang akan diotomisasi dipahami dan dikuasai serta diaplikasikan secara benar dan cermat. 1.3 Data dan parameter rancangan dikumpulkan, dipelajari dan diindentifikasikan secara cermat dan teliti meliputi : a) Denah Bangunan, letak peralatan peralatan yang akan diotomisasi, dipelajari dan data teknis yang terbaru dan telah disahkan dikumpulkan; b) Peta, jenis konstruksi distribusi pengabelan (wiring) kabel dari Sentral Sistem Otomisasi Bangunan ke peralatan-peralatan yang akan dikontrol, volume fisik panjang jaringan dengan data teknis penghantar yang dipakai; c) Format administrasi dan dokumen (uraian dan gambar) tentang Instalasi Sistem Otomisasi Bangunan yang terbaru dan telah disahkan didokumentasikan. 56

59 2. Melaksanakan perhitungan, merancang sistim dan instalasi pemasangan 3. Membuat laporan, memeriksa dan menyelesaikan rancangan 2.1 Data pada butir 1.2 disurvai bagian/hal yang perlu disurvai dan penelitian ulang secara cermat dilakukan perhitungan elektrikal matematis sesuai ketentuan dan metode yang berlaku. 2.2 Hasil analisa dan perhitungan pada butir 2.1 meliputi : a) Perhitungan jumlah titik yang akan dikontrol dan dimonitor oleh Sistem Otomisasi Bangunan; b) Pemilihan jenis dan kapasitas kabel. c) Besar/kapasitas Sistem Sentral Otomisisasi Bangunan; d) Dipertimbangkan aspek efisiensi biaya. e) Analisa Sistem Tenaga Listrik; f) Data/spesifikasi teknis peralatan Sistem Otomisasi Bangunan yang dipakai dan data penyetelannya sesuai dengan yang diberlakukan. 2.3 Hasil perhitungan, data dan analisa pada butir 2.2 dievaluasi dan disimulasikan sesuai dengan standar besaran yang telah ditentukan sebelum direkomendasi sebagai acuan pengoperasian. 2.4 Dokumen hasil perhitungan dan analisa pada butir 2.2, 2.3 dan 3.1 disusun sebagai panduan membuat dokumen (gambar dan spesifikasi) perancangan Instalasi Sistem Otomisasi Bangunan. 2.5 Hasil perhitungan juga digunakan dalam menentukan spesifikasi teknis alat proteksi yang disusun secara cermat pada format yang ditentukan untuk digunakan sebagai acuan pengoperasian pemeliharaan. 3.1 Laporan hasil perhitungan dibuat dengan menggunakan prosedur dan format yang telah ditetapkan. 3.2 Semua dokumen Rancangan (gambar dan spesifikasi) diajukan kepada atasan/pihak yang berwenang untuk memperoleh persetujuan dan pengesahan, sesuai peraturan atau undang-undang yang berlaku. 3.3 Berkas dokumen rancangan yang telah disetujui, diterbitkan dengan copy sejumlah tertentu untuk diserahkan dan disimpan sesuai persyaratan dan prosedur yang ditetapkan. 57

60 I. Persyaratan dan Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya : 1) Standar desain sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah yang berlaku seperti SNI (PUIL 2000), SNI-SNI lainnya, dan sebagainya. 2) Undang-undang dan peraturan-peraturan Teknik Ketenagalistrikan yang berlaku. 3) Ketentuan-ketentuan tentang Sistem Otomisasi Bangunan. 4) Instruction Manual dan Technical Information material dan peralatan; 5) Kemampuan pengoperasian komputer; 6) Peralatan kerja, perlengkapan dan perkakas yang memadai untuk penggambaran maupun perhitungan. 7) Persyaratan pekerjaan dan prosedure pemeriksaan yang ditetapkan/berlaku. 8) Sistem dan format pembuatan rancangan dan pelaporan yang ditetapkan perusahaan. II. Acuan Penilaian 1. Aspek Kritis pada pembuktian Kompetensi 1.1. Pencapaian Kompetensi. Pencapaian kompetensi ini didasarkan pada dipenuhinya kondisi : Menunjukan kinerja yang konsisten Memenuhi Kriteria Kinerja terkait dengan setiap Elemen Kompetensi dengan menggunakan teknik, prosedur, informasi dan sumber-sumber yang ada di tempat kerja. Menunjukkan pemahaman dari pengetahuan pendukung Persyaratan melaporkan Uji Kompetensi Pelaporan keputusan tentang kompetensi tenaga Teknik Listrik harus dalam konteks individu yang dinilai dan kwalifikasi yang ditunjukkan. Persyaratan peraturan pada wilayah hukum masing-masing, dapat merupakan catatan informasi tambahan. Pengakuan tentang pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dapat di maksimalkan dengan mencatat dan menerbitkan tulisan yang mencakup informasi tersebut. Hal ini dapat berupa riwayat rinci tentang pencapaian pengetahuan dan keterampilan. Setiap catatan tambahan merupakan bahan negosiasi antara Lembaga Pelatihan teregristasi dengan pelanggannya. 58

61 1.3. Konteks penilaian Kompetensi akan ditentukan terhadap bukti, telah melakukan secara konsisten melalui ketentuan yang direpresentatifkan dari penerapan yang meliputi rancangan sirkit, sistem pengawatan, peralatan, mesin/plant, perlengkapan, lengkapan, komponen dan sejenis relatif terhadap yang dipersyaratkan untuk kategori yang diambil dan relevan dengan Sub kompetensi, serta kemandirian dan memenuhi persyaratan. Bukti serupa dari sumber lain yang kompeten juga dapat diterima. 2. Kompetensi yang saling terkait. Tidak ada saling ketergantungan terkait dengan unit kompetensi ini. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1 Teori rangkaian listrik dasar. 3.2 Penerapan Tranduser. 3.3 Aplikasi PLC/DCS. 3.4 Perhitungan Tenaga Listrik. 3.5 Analisa Sistem Tenaga Listrik. 3.6 Teori dan aplikasi Distribusi Tenaga Listrik. 3.7 Pengetahuan Sistim Kendali/SCADA. 3.8 Pengetahuan Transmiter dan konverter. 3.9 Teori dan aplikasi proteksi Keselamatan Manusia dan Mahluk hidup lainnya Pengetahuan Mesin Listrik Arus Searah dan Arus Bolak-balik Teori dan aplikasi sumber daya UPS Teori konstruksi jaringan kabel data/komunikasi dan kabel kontrol Pengetahuan Penggerak Kecepatan (Variable Speed Drive). 4. Persyaratan Dasar 4.1 Kualifikasi pendidikan formal : setara D3 Listrik. 4.2 Berpengalaman 2 tahun dalam bidang operasi komputer dan dalam bidang perancangan sistem tenaga listrik. 4.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 5. Memiliki pengetahuan kerja tentang : 5.1 Orientasi berupa pelatihan lapangan, dalam bidang pemasangan, operasi dan pemeliharaan proteksi jaringan distribusi tenaga listrik Kampus, Gedung Olahraga, Rumah Ibadat dan Kantor. 59

62 5.2 Cara membuat dan menginterprestasikan gambar instalasi listrik dan jaringan tegangan rendah Kampus, Gedung Olahraga, Rumah Ibadat dan Kantor. 5.3 Menginterprestasikan gambar teknik lainnya (bukan listrik) dan instalasi proteksi. 6. Kompetensi Kunci No Kompetensi kunci Level A Mengumpulkan, menganalisa dan 3 mengorganisasikan informasi B Mengkomunikasikan ide dan informasi 2 C Merencanakan dan mengatur kegiatan 2 D Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 1 E Menggunakan ide dan teknik matematika 3 F Memecahkan masalah 2 G Menggunakan Teknologi 2 60

63 DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERANCANGAN Kode Unit : IPL.RAN.001(1).A... 1 Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah) Kode Unit : IPL.RAN.002(3).A... 6 Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor Kode Unit : IPL.RAN.003(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Kampus, Gedung Olahraga dan Kantor Kode Unit : IPL.RAN.004(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Industri (kecil dan menengah) Kode Unit : IPL.RAN.005(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Industri (besar) Kode Unit : IPL.RAN.006(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Pasar Swalayan Kode Unit : IPL.RAN.007(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Pasar Swalayan Kode Unit : IPL.RAN.008(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Hotel dan Apartment Kode Unit : IPL.RAN.009(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Hotel dan Apartment Kode Unit : IPL.RAN.010(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Rumah Sakit Kode Unit : IPL.RAN.011(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Rumah Sakit Kode Unit : IPL.RAN.012(3).A Judul Unit : Merancang Instalasi Sistem Otomisasi Bangunan i

SUB BIDANG PERANCANGAN

SUB BIDANG PERANCANGAN 5 2010, No.321 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 08 TAHUN 2010 TANGGAL : 5 Juli 2010 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN PASAR SWALAYAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN PASAR SWALAYAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN PASAR SWALAYAN KODE PROGRAM PELATIHAN : E.40.1.0.1.1.1.III.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PERENCANAAN

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PERENCANAAN DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PERENCANAAN LEVEL 3 Kode Unit : DIS.REN.001(3).B... 4 Judul Unit : Membuat rancangan dan menghitung besaran sistem

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN GEDUNG (KAMPUS, GEDUNG OLAHRAGA DAN KANTOR)

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN GEDUNG (KAMPUS, GEDUNG OLAHRAGA DAN KANTOR) PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN GEDUNG (KAMPUS, GEDUNG OLAHRAGA DAN KANTOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : E.40.1.0.1.1.1.III.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN RUMAH SAKIT

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN RUMAH SAKIT PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN RUMAH SAKIT KODE PROGRAM PELATIHAN : E.40.1.0.1.1.1.III.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PENUNJANG DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMAFAATAN ENERGI

Lebih terperinci

SUB BIDANG PEMELIHARAAN

SUB BIDANG PEMELIHARAAN LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN DEPARTEMEN

Lebih terperinci

LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :

LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG OPERASI DEPARTEMEN

Lebih terperinci

SUB BIDANG KONSTRUKSI

SUB BIDANG KONSTRUKSI LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1313 K/30/MEM/2003 TANGGAL : 28 OKTOBER 2003 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENGENDALIAN DAN JAMINAN MUTU

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENGENDALIAN DAN JAMINAN MUTU STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENGENDALIAN DAN JAMINAN MUTU DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK

Lebih terperinci

SUB BIDANG PEMELIHARAAN

SUB BIDANG PEMELIHARAAN LAMPIRAN V: KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 1313 K/30/MEM/2003 TANGGAL : 28 OKTOBER 2003 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA

Lebih terperinci

LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September

LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 30 Tahun 2009 TANGGAL : 30 September 2009 STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD LEVEL 2.. 1 Kode Unit : KMD.ROK.001 (2) A...3 Judul Unit : Membuat Rencana

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG KOORDINASI

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG KOORDINASI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PEMANFAAT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG KOORDINASI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PENUNJANG DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2016 DAFTAR ISI Level 1 6 Kode Unit KTL.DHR.1.1001.1.2016

Lebih terperinci

SUB BIDANG KONSTRUKSI

SUB BIDANG KONSTRUKSI LAMPIRAN III : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 07 Tahun 2008 TANGGAL : 17 Maret 2008 STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTG

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTG DAFTAR STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTG LEVEL 2.1 Kode Unit : KGG/M.ROK.001 (2) A...2 Judul Unit : Membuat Rencana Operasi Unit PLTG...2 LEVEL 1.4 Kode Unit : KGG/M.ROK.001 (1) A...5

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 1 Kode Unit : DIS.OPS.005(1).B... 5 Judul Unit : Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR).

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG OPERASI LEVEL 1 Kode Unit : DIS.OPS.005(1).B... 5 Judul Unit : Mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHB-TR).

Lebih terperinci

1. Menyiapkan perlengkapan pemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipeterpusat (komunal) on-grid

1. Menyiapkan perlengkapan pemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipeterpusat (komunal) on-grid KODE UNIT : D.35EBT24.008.1 JUDUL UNIT : Memasang Instalasi Kelistrikan PLTS Tipe Terpusat (Komunal) On-Grid DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTA

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTA DAFTAR STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTA LEVEL 2.1 Kode Unit : KAA.ROK.001 (2) A...2 Judul Unit : Membuat Rencana Operasi Unit PLTA...2 LEVEL 1.4 Kode Unit : KAA.ROK.001 (1) A...5

Lebih terperinci

SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING

SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG INSPEKSI/KOMISIONING DEPERTEMEN

Lebih terperinci

PROPOSAL INSTALASI PERUMAHAN. MERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN SEDERHANA (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah)

PROPOSAL INSTALASI PERUMAHAN. MERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN SEDERHANA (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah) 1 PROPOSAL INSTALASI PERUMAHAN MERANCANG INSTALASI LISTRIK BANGUNAN SEDERHANA (Rumah Tinggal, Sekolah dan Rumah Ibadah) Disusun Oleh : EVARISTUS RATO NIM : 13.104.1011 Program Studi : Teknik Elektro Jurusan

Lebih terperinci

LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK LAMPIRAN X : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PLTU BATUBARA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER

Lebih terperinci

LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR BIDANG PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PLTA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2016 DAFTAR ISI Level 1 4 Kode Unit KTL.DUP.2.4001.1.2016

Lebih terperinci

MEMASANG INSTALASI PENERANGAN SATU PASA

MEMASANG INSTALASI PENERANGAN SATU PASA KEGIATAN BELAJAR 1 MEMASANG INSTALASI PENERANGAN SATU PASA Lembar Informasi Menurut peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik nomor 023/PRT/1978, pasal 1 butir 5 tentang instalasi listrik, menyatakan

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN PRODUKSI

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN PRODUKSI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INDUSTRI PERALATAN TENAGA LISTRIK SUB-BIDANG PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN PRODUKSI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL

Lebih terperinci

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI NOMOR 20012/44/600.4/2003 TENTANG

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG INSPEKSI

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG INSPEKSI DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG INSPEKSI LEVEL 3 Kode Unit : DIS.INS.004(3).B... 4 Judul Unit : Menginspeksi jaringan kabel tanah tegangan rendah

Lebih terperinci

YUNANTO KURNIAWAN D

YUNANTO KURNIAWAN D PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH KEDIRI ZONA C TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH

- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH - 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN RENDAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA BARAT, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTGU

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTGU DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTGU LEVEL 3 1 Kode Unit : KKG/M.RHK.001 (3) A...2 Judul Unit : Merencanakan

Lebih terperinci

FUNGSI DAN JENIS GAMBAR DALAM PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK

FUNGSI DAN JENIS GAMBAR DALAM PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK KEGIATAN BELAJAR 1 FUNGSI DAN JENIS GAMBAR DALAM PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK Lembar Informasi Selain menguasai persyaratan, perancangan dan memiliki pengetahuan tentang peralatan instalasi, hal yang

Lebih terperinci

BAB VII PEMERIKSAAN & PENGUJIAN INSTALASI PEMANFAATAN TEGANGAN RENDAH

BAB VII PEMERIKSAAN & PENGUJIAN INSTALASI PEMANFAATAN TEGANGAN RENDAH BAB VII PEMERIKSAAN & PENGUJIAN INSTALASI PEMANFAATAN TEGANGAN RENDAH 216 217 Pekerjaan instalasi listrik yang telah selesai dikerjakan dan akan dioperasikan, tidak serta merta langsung boleh dioperasikan.

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.327, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Menajer Energi Bidang Bangunan Gedung.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.327, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Menajer Energi Bidang Bangunan Gedung. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.327, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Menajer Energi Bidang Bangunan Gedung. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA A. Topik : INSTALASI PENERANGAN B. Kompetensi : Hal 1 dari 5 Setelah melakukan praktik, mahasiswa dapat menggambar benda secara piktorial, simbol-simbol teknik elektro, instalasi penerangan dan tenaga,

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 PELAKSANA LAPANGAN PEKERJAAN JALAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L) NO. KODE :.K BUKU KERJA DAFTAR

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.326, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Manajer Energi Bidang Industri.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.326, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Manajer Energi Bidang Industri. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.326, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Manajer Energi Bidang Industri. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

SUB BIDANG PEMELIHARAAN

SUB BIDANG PEMELIHARAAN LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI ASESOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMELIHARAAN KEMENTERIAN ENERGI

Lebih terperinci

SOAL PRAKTIK KEJURUAN

SOAL PRAKTIK KEJURUAN DOKUMEN NEGARA P 3 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SOAL PRAKTIK KEJURUAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian : Teknik Instalasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Instalasi tenaga listrik adalah pemasangan komponen-komponen peralatan

BAB I PENDAHULUAN. Instalasi tenaga listrik adalah pemasangan komponen-komponen peralatan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Instalasi tenaga listrik adalah pemasangan komponen-komponen peralatan listrik untuk melayani perubahan energi listrik menjadi tenaga mekanis dan kimia. Instalasi

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IKON.1.6059.1.2016 Judul Unit : Mengelola Transmisi dan Gardu Induk

Lebih terperinci

UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE

UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE UNIT I INSTALASI PENERANGAN PERUMAHAN SATU FASE I. TUJUAN 1. Praktikan dapat mengetahui jenis-jenis saklar, pemakaian saklar cara kerja saklar. 2. Praktikan dapat memahami ketentuanketentuan instalasi

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR: TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR: TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KONSEP TGL. 9-4-2003 RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR: TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Bab

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN Kode Unit : KTL.IKON.1.6059.1.2016 Judul Unit : Mengelola pengujian Transmisi dan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN

DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG DISTRIBUSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN LEVEL 1 5 Kode Unit : DIS.HAR.005(1).B... 6 Judul Unit : Memelihara saluran udara tegangan rendah

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTD

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTD DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTD LEVEL 3.. 1 Kode Unit : KDM.RHK.001 (3)A...3 Judul Unit : Merencanakan Pemeliharaan Pusat Listrik...3

Lebih terperinci

ASPEK KESELAMATAN DALAM LINGKUNGAN KERJA LISTRIK

ASPEK KESELAMATAN DALAM LINGKUNGAN KERJA LISTRIK TM - 1 ASPEK KESELAMATAN DALAM LINGKUNGAN KERJA LISTRIK Mengapa keselamatan kerja di lingkungan kerja listrik menjadi prioritas utama? Kecelakaan kerja di lingkungan kerja listrik disebabkan adanya sengatan

Lebih terperinci

LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :

LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DEPARTEMEN ENERGI

Lebih terperinci

LISTRIK DINAMIS (RANGKAIAN SERI DAN PARALEL) PERTEMUAN 10 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU

LISTRIK DINAMIS (RANGKAIAN SERI DAN PARALEL) PERTEMUAN 10 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU LISTRIK DINAMIS (RANGKAIAN SERI DAN PARALEL) PERTEMUAN 10 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Mampu memahami

Lebih terperinci

PRAKTIKUM INSTALASI PENERANGAN LISTRIK SATU FASA SATU GRUP

PRAKTIKUM INSTALASI PENERANGAN LISTRIK SATU FASA SATU GRUP Posted on December 6, 2012 PRAKTIKUM INSTALASI PENERANGAN LISTRIK SATU FASA SATU GRUP I. TUJUAN 1. Mampu merancang instalasi penerangan satu fasa satu grup. 2. Mengetahui penerapan instalasi penerangan

Lebih terperinci

TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK

TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK TUGAS MAKALAH INSTALASI LISTRIK Oleh: FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG Oktober 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring jaman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peningkatan pembangunan gedung bertingkat yang dipusatkan pada kawasan sentra bisnis dalam kota-kota besar cukup signifikan. Pada gedung sarana umum yang dilengkapi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi kala ini. Peralatan-peralatan yang biasa dijalankan secara

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi kala ini. Peralatan-peralatan yang biasa dijalankan secara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemakaian listrik dari hari ke hari semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi kala ini. Peralatan-peralatan yang biasa dijalankan secara manual, sekarang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MANUSIA. Standar Nasional Indonesia. Pemutus Sirkit. Proteksi Arus. Rumah Tangga.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MANUSIA. Standar Nasional Indonesia. Pemutus Sirkit. Proteksi Arus. Rumah Tangga. No.249,2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MANUSIA. Standar Nasional Indonesia. Pemutus Sirkit. Proteksi Arus. Rumah Tangga. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA

Lebih terperinci

- 4 - Pasal 2 Memberlakukan Standar Kompetensi Tenaga Teknik

- 4 - Pasal 2 Memberlakukan Standar Kompetensi Tenaga Teknik - 2 - c. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 47 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor

Lebih terperinci

PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI INSTALASI LISTRIK. Lembar Informasi

PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI INSTALASI LISTRIK. Lembar Informasi PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI INSTALASI LISTRIK Lembar Informasi Tahanan (resistansi) isolasi dari kabel instalasi listrik merupakan salah satu unsur yang menentukan kualitas instalasi listrik, mengingat fungsi

Lebih terperinci

- 5 - BAB I PENDAHULUAN

- 5 - BAB I PENDAHULUAN - 5 - LAMPIRAN PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG PENETAPAN DAN PEMBERLAKUAN STANDAR KOMPETENSI KERJA KHUSUS PENGAWAS OPERASIONAL DI BIDANG

Lebih terperinci

PELAKSANA INSPEKSI KETENAGALISTRIKAN (PIK)

PELAKSANA INSPEKSI KETENAGALISTRIKAN (PIK) 1 PELAKSANA INSPEKSI KETENAGALISTRIKAN (PIK) SUBDIT KELAIKAN TEKNIK DAN KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 2 Adalah

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGGUNAKAN ALAT DAN PERLENGKAPAN PEMASANGAN SISTEM FIRE ALARM F III 08 02

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGGUNAKAN ALAT DAN PERLENGKAPAN PEMASANGAN SISTEM FIRE ALARM F III 08 02 MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI GOLONGAN POKOK TEKNISI FIRE ALARM MENGGUNAKAN ALAT DAN PERLENGKAPAN PEMASANGAN SISTEM FIRE ALARM 2016 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Lebih terperinci

Politeknik Negeri Sriwijaya

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tenaga listrik diperlukan sebagai sumber energi untuk pengoperasian berbagai peralatan yang dibutuhkan di suatu gedung. Salah satu pemanfaatan sumber listrik pada gedung

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR... TAHUN... TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR... TAHUN... TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR... TAHUN... TENTANG KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN Menimbang: bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 28 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan,

Lebih terperinci

SOAL PRAKTIK KEJURUAN

SOAL PRAKTIK KEJURUAN DOKUMEN NEGARA P 2 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SOAL PRAKTIK KEJURUAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian : Teknik Instalasi

Lebih terperinci

JOBSHEET PRAKTIKUM 5 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

JOBSHEET PRAKTIKUM 5 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK JOBSHEET PRAKTIKUM 5 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mahasiswa dapat melakukan pemasangan KWH meter 2. Mahasiswa dapat melakukan penyambungan kabel twist dari tiang listrik

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN Kode Unit : KTL.IKON.1.5050.1.2016 Judul Unit : Mengatur, mengawasi, dan memecahkan

Lebih terperinci

UTILITAS 02 ELECTRICAL SYSTEM PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA. Veronika Widi Prabawasari

UTILITAS 02 ELECTRICAL SYSTEM PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA. Veronika Widi Prabawasari UTILITAS 02 ELECTRICAL SYSTEM PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA Veronika Widi Prabawasari Sistem elektrikal pada suatu bangunan adalah pemasok energi untuk penerangan, pendinginan,

Lebih terperinci

Peralatan Instalasi Listrik Rumah Tangga dan Fungsinya

Peralatan Instalasi Listrik Rumah Tangga dan Fungsinya Peralatan Instalasi Listrik Rumah Tangga dan Fungsinya PERINGATAN!! Apakah anda sudah tau peralatan instalasi listrik rumah tangga beserta fungsinya masing masing? AWASS... BAHAYA bila anda belum tau.

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTP

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTP DAFTAR STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG PERENCANAAN PEMELIHARAAN PLTP LEVEL 3 1 Kode Unit : KUP.RHK.001 (3)A...2 Judul Unit : Merencanakan Pemeliharaan Pusat Pembangkit Listrik...2 LEVEL 2 4 Kode Unit : KUP.RHM.001

Lebih terperinci

PENATAAN DAN PENYEDERHANAAN REGULASI SUB SEKTOR KETENAGALISTRIKAN

PENATAAN DAN PENYEDERHANAAN REGULASI SUB SEKTOR KETENAGALISTRIKAN Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan KementerianEnergidanSumberDayaMineral PENATAAN DAN PENYEDERHANAAN REGULASI SUB SEKTOR KETENAGALISTRIKAN DAN PERUBAHAN KEDUA PERMEN ESDM NO.10 TAHUN 2017 Jakarta, 14

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. P 1 P 2. Gambar 4.1 Rangkaian Pengujian Rasio Trafo Arus S 2 S 1. Alat Uji Arus 220 V

BAB IV PEMBAHASAN.  P 1 P 2. Gambar 4.1 Rangkaian Pengujian Rasio Trafo Arus S 2 S 1. Alat Uji Arus 220 V BAB IV PEMBAHASAN Sebelum melakukan pemasangan CT TR terdapat langkah langkah yang wajib apakah CT yang kita pasang baik di gunakan atau tidak berikut tahapan sebelum melakukan pemasanga CT TR 4.1 Pengujian

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK

BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK BAB III PERENCANAAN INSTALASI SISTEM TENAGA LISTRIK 3.1 Tahapan Perencanaan Instalasi Sistem Tenaga Listrik Tahapan dalam perencanaan instalasi sistem tenaga listrik pada sebuah bangunan kantor dibagi

Lebih terperinci

SUB-BIDANG PEMELIHARAAN

SUB-BIDANG PEMELIHARAAN STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG TRANSMISI SUB-BIDANG PEMELIHARAAN DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI 2004 - i - DAFTAR

Lebih terperinci

KOMPONEN INSTALASI KOMPONEN UTAMA

KOMPONEN INSTALASI KOMPONEN UTAMA KOMPONEN INSTALASI KOMPONEN UTAMA KABEL INSTALASI Kabel instalasi merupakan komponen utama instalasi listrik dimana akan mengalirkan tenaga listrik yang akan digunakan pada peralatan listrik. SAKLAR. Saklar

Lebih terperinci

Perizinan Usaha Penyediaan dan Jasa Penunjang Tenaga Listrik. Toha Ardi Nugraha

Perizinan Usaha Penyediaan dan Jasa Penunjang Tenaga Listrik. Toha Ardi Nugraha Perizinan Usaha Penyediaan dan Jasa Penunjang Tenaga Listrik Toha Ardi Nugraha Istilah Ketenagalistrikan Ketenagalistrikan adalah Segala sesuatu yang menyangkut penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 OPERATOR MESIN PENGGELAR ASPAL PEMINDAHAN MESIN PENGGELAR ASPAL

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 OPERATOR MESIN PENGGELAR ASPAL PEMINDAHAN MESIN PENGGELAR ASPAL MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR MEKANIKAL EDISI 2012 OPERATOR MESIN PENGGELAR ASPAL PEMINDAHAN MESIN PENGGELAR ASPAL NO. KODE : -I BUKU INFORMASI DAFTAR ISI DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Instalasi Listrik Instalasi listrik adalah saluran listrik beserta gawai maupun peralatan yang terpasang baik di dalam maupun diluar bangunan untuk menyalurkan arus

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 437 K/30/MEM/2003 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 437 K/30/MEM/2003 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 437 K/30/MEM/2003 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 01 P/40/M.PE/1990 TENTANG INSTALASI KETENAGALISTRIKAN MENTERI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Alat yang digunakan untuk melakukan penelitian Analisis Sistem Suplai Daya Instalasi Listrik Tenaga Pada Gedung Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH / KODE : INSTALASI ELEKTRIK / IT SEMESTER / SKS : IV / 2

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH / KODE : INSTALASI ELEKTRIK / IT SEMESTER / SKS : IV / 2 SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH / KODE : INSTALASI ELEKTRIK / IT04124 SEMESTER / SKS : IV / 2 Pertemuan ke Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Pengajaran 1 Standarisasi dan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS RENCANA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

BAB III PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS RENCANA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK BAB III PERANCANGAN DIAGRAM SATU GARIS RENCANA SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK 3.1 TAHAP PERANCANGAN DISTRIBUSI KELISTRIKAN Tahapan dalam perancangan sistem distribusi kelistrikan di bangunan bertingkat

Lebih terperinci

2015 PERANCANGAN SIMULASI FILTER AKTIF 3 FASA UNTUK MEREDUKSI HARMONISA AKIBAT PENGGUNAAN BEBAN NON LINIER

2015 PERANCANGAN SIMULASI FILTER AKTIF 3 FASA UNTUK MEREDUKSI HARMONISA AKIBAT PENGGUNAAN BEBAN NON LINIER 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam sistem tenaga listrik kualitas daya merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Kualitas daya mencakup, kontinuitas dalam penyediaan energi

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN OPERATOR FORKLIFT BATTERY

MATERI PELATIHAN OPERATOR FORKLIFT BATTERY MATERI PELATIHAN OPERATOR FORKLIFT BATTERY MANFAAT DAN TUJUAN Untuk membekali operator forklift dengan pengetahuan dan keahlian tentang pengoperasian dan keselamatan forklift sehingga menjadi operator

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL :

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU TERBARUKAN SUB BIDANG OPERASI KEMENTERIAN

Lebih terperinci

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan DTG1I1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kelistrikan By Dwi Andi Nurmantris Apakah anda pernah kesetrum? Bahaya Listrik q Bilamana anda bekerja dengan alat bertenaga listrik atau instalasinya terdapat

Lebih terperinci

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG STUDI KEAHLIAN : TEKNOLOGI DAN REKAYASA PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNIK KETENAGALISTRIKAN KOMPETENSI KEAHLIAN : 1. TEKNIK

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Sistem distribusi tenaga listrik di gedung Fakultas Teknik UMY masuk pada sistem distribusi tegangan menengah, oleh karenanya sistim distribusinya menggunakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2012 TENTANG USAHA JASA PENUNJANG TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN STANDAR TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG MENGELOLA PEKERJAAN PEMELIHARAAN Kode Unit Judul Unit : KTL.IH.1.6001.1.2016 : Pekerjaan Pemeliharaan Sistem

Lebih terperinci

PK.TPL.J.02.M PENGOPERASIAN INSTALASI LISTRIK PADA KAPAL PERIKANAN

PK.TPL.J.02.M PENGOPERASIAN INSTALASI LISTRIK PADA KAPAL PERIKANAN PK.TPL.J.02.M PENGOPERASIAN INSTALASI LISTRIK PADA KAPAL PERIKANAN Penyusun : DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN 2004

Lebih terperinci

KEBIJAKAN STANDARDISASI KETENAGALISTRIKAN DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

KEBIJAKAN STANDARDISASI KETENAGALISTRIKAN DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KEBIJAKAN STANDARDISASI KETENAGALISTRIKAN Disampaikan pada Sosialisasi Regulasi Teknik Ketenagalistrikan Medan, 29 Maret 2007 DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI DASAR HUKUM (1) UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017

LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017 LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017 Inspektur Ketenagalistrikan Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Jakarta,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Membangun Gedung Kontrol Gardu Induk 4 Kode unit KTL.TST peralatan SCADA dan TELKOM

DAFTAR ISI. Membangun Gedung Kontrol Gardu Induk 4 Kode unit KTL.TST peralatan SCADA dan TELKOM DAFTAR ISI. 1 Kode unit KTL.TST.1.3001.1.2016 Judul Unit Mengases Kompetensi Tenaga Teknik Mengawasi dan Membangun SUTT/SUTET Saluran Udara dan Saluran Kabel Tanah dan Laut SKTT/SKLTT Tegangan Tinggi dan

Lebih terperinci

BAB III KEBUTUHAN GENSET

BAB III KEBUTUHAN GENSET BAB III KEBUTUHAN GENSET 3.1 SUMBER DAYA LISTRIK Untuk mensuplai seluruh kebutuhan daya listrik pada bangunan ini maka direncanakan sumber daya listrik dari : A. Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) B.

Lebih terperinci