KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
|
|
|
- Sri Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 9 KEADAAN UMUM PERUSAHAAN Sejarah Singkat Perusahaan Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda di sekitar DIY terdapat 17 pabrik gula antara lain PG Padokan, PG Ganjuran, PG Gesikan, PG Kedaton, PG Cebongan, dan PG Medari yang pengelolaannya di lakukan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Pada saat itu kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda sangat dominan baik di dalam dunia usaha/ bisnis maupun dalam dunia politik/ pemerintahan. Pengelolaan ini tidak berlangsung lama karena tentara Jepang menduduki wilayah RI pada tahun 1942 sehingga pabrik-pabrik tersebut di ambil alih oleh Jepang. Pada masa perkembangan kepemilikan pemerintah Jepang, pabrik-pabrik gula mengalami kemunduran yang parah karena areal penanaman tebu dialihfungsikan untuk menanam palawija dan padi demi keperluan tentara jepang. Keadaan ini berlangsung hingga diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Sejak saat itu pemerintah RI merekrut semua pabrik gula tersebut dari tangan Jepang dan dibumihanguskan. Hingga sampai tahun 1950 seluruh pabrik gula hanya tinggal sisa dan puing-puingnya saja. Setelah pemerintahan berjalan dengan normal dan keamanan pulih kembali, Sri Sultan Hamengkubuwono IX memprakarsai didirikannya pabrik gula yang kemudian lebih di kenal dengan PT Madubaru PG/PS Madukismo. PT Madubaru PG/PS Madukismo memiliki dua pabrik, yaitu Pabrik Gula Madukismo (PG Madukismo) dan Pabrik Spirtus Madukismo (PS Madukismo). Selain itu Sri Sultan Hamengkubuwono IX membangun pabrik gula dengan tujuan: 1. Untuk menampung para buruh bekas pabrik gula yang kehilangan pekerjaannya. 2. Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. 3. Menambah penghasilan pemerintah baik pusat maupun daerah. Pada tahun 1945 PG/PS Madukismo mulai di bangun dengan Machine Fabrick Sangerhausen dari Jerman Timur sebagai kontraktor utamanya. Peresmian PT. Madubaru PG/PS Madukismo dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 1958 oleh presiden RI pada waktu itu adalah Ir. Soekarno. Pada awal berdiri
2 10 status perusahaan berbentuk PT (Perseroan Terbatas) yang berdiri pada tanggal 14 Juni 1955 dengan di beri nama PT Madubaru PG/PS Madukismo. Pada tahun 1962 pemerintahan RI mengambil alih semua perusahaan perkebunan yang ada di Indonesia, baik milik asing, swasta maupun semi swasta. Sejak saat itu status PT Madubaru PG/PS Madukismo berubah menjadi perusahaan negara (PN) di bawah BPUPPN (Badan Pemimpin Umum Perusahaan Perkebunan Negara). Serah terima PT Madubaru PG Madukismo kepada pemerintah RI dilakukan tanggal 11 maret 1962 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Presiden Direktur PT Madubaru PG/PS Madukismo pada waktu itu. Tahun 1966 BPUPPN dibubarkan, sehingga PT Madubaru PG/PS Madukismo di beri kebebasan untuk memilih tetap sebagai Perusahaan Negara atau ingin menjadi perusahaan swasta. PT Madubaru PG/PS Madukismo memilih menjadi perusahaan swasta sehingga statusnya kembali menjadi Perseroan Terbatas (PT) Madubaru PG/PS Madukismo dengan susunan Direktur yang dipilih adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Presiden Direkturnya. Pada tanggal 4 Maret 1984 PT Madubaru PG/PS Madukismo mengadakan kontrak pengelolaan manajemen dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). RNI merupakan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) di bawah Departemen Keuangan RI. Kontrak pengelolaan manajemen antar PT Madubaru PG/PS Madukismo dengan PT Rajawali Indonesia (RNI) ini berlaku dalam jangka wangku 10 tahun dan kemudian pada tanggal 1 April diperbaharui kembali kontrak pengelolaan manajemen sampai 31 Maret PT Madubaru PG/PS Madukismo berdiri dari dua kepemilikan saham, yaitu 25% milik Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan 75% milik pemerintahan RI yang dikuasakan kepada Departemen Keuangan RI. Pada tanggal 10 Maret 1997 terjadi perubahan pada kepemilikan saham, yaitu 65% milik Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan 35% untuk PT Rajawali Nusantara Indonesia. Akhir-akhir ini perusahaan dapat berjalan lancar yang disertai perubahan beberapa alat pada proses pengolahan seperti penambahan penggunaan Rotary Vacum Filter, Unigerator dan lain sebagainya. Perubahan alat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu produk dan kapasitas giling sehingga diharapkan produksi per tahun meningkat.
3 11 Visi dan Misi Perusahaan Visi Menjadikan PT. Madubaru (PG/PS Madukismo) perusahaan Agro Industri yang unggul di Indonesia dengan menjadikan petani sebagai mitra sejati. Misi - Menghasilkan Gula dan Ethanol yang berkualitas untuk memenuhi permintaan masyarakat dan industri di Indonesia. - Menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi maju yang ramah lingkungan, dikelola secara profesional dan inovatif, memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan serta mengutamakan kemitraan dengan petani. - Mengembangkan produk/bisnis baru yang mendukung bisnis inti - Menempatkan karyawan dan stake holders lainnya sebagai bagian terpenting dalam proses penciptaan keunggulan perusahaan dan pencapaian stake holder values. Letak Geografi Pabrik gula Madukismo didirikan di lokasi bekas PG Padokan 5 km di sebelah selatan Yogyakarta, tepatnya di Desa Padokan, kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Pabrik menempati areal seluas 276,000 m 2 dengan luas bangunan 51,000 m 2. Lokasi yang sama juga terdapat pabrik alkohol dan spirtus Madukismo. Keduanya ada di bawah satu perusahaan yaitu PT. Madubaru. Berdasarkan letak geografi, PG Madukismo terletak antara 7 4 LU dan 8 20 LS dan antara 110 dan 111 BT pada ketinggian 84 m di atas permukaan air laut. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi industri adalah tersedianya bahan baku dan bahan penunjang tenaga kerja, area pemasaran, dan sarana transportasi. Berdasarkan tinjauan tersebut maka PG. Madukismo memiliki posisi yang strategis, hal ini karena :
4 12 1. Letak pabrik berdekatan dengan lokasi bahan baku tebu dimana lahan perkebunan tebu yang ada cukup luas dan didukung oleh keadaan tanah dan iklim yang cocok untuk tanaman tebu. 2. Tenaga kerja yang tersedia cukup banyak, terutama untuk karyawan musiman yang berasal dari daerah di sekitar pabrik dengan upah yang relatif murah. 3. Sarana transportasi seperti rel untuk lori dan jalan raya untuk truk pengangkut yang memadai sehingga transportasi bahan dan hasil produksi berjalan dengan lancar. 4. Pabrik gula memerlukan banyak air untuk menghasilkan uap. Kebutuhan air dapat di penuhi dari sungai Winongo yang dekat dengan lokasi pabrik. Keadaan Iklim dan Tanah Wilayah PG Madukismo memiliki curah hujan rata-rata 2,143 mm/tahun dan BK (Bulan Kering) pada bulan Juni-September serta BB (Bulan Basah) antara November-April (Lampiran 3). Adapun jika dilihat berdasarkan kondisi tanahnya PG Madukismo memiliki topografi yang beragam dari datar hingga berbukit dengan kemiringan 3 8 derajat. Keadaan lahan di PG Madukismo terbagi ke dalam enam jenis lahan dengan sebagian besar termasuk ke dalam tanah berat berpengairan lancar (TBPL). Keadaan lahan yang sesuai di PG Madukismo dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Daftar luas areal tebu rakyat kerjasama di PG Madukismo Keterangan Luas (Hektar) Tanah Berat Pengairan lancar (TBPL) 1, Tanah Berat Pengaian Tidak Lancar (TBPTL) Tanah Ringan Pengairan Lancar (TRPL) Tanah Ringan Pengairan Tidak Lancar (TRPTL) - Tanah Sedang Pengairan Lancar (TSPL) Tanah Sedang Pengairan Tidak Lancar (TSPTL) Jumlah 2, Sumber : Bina sarana tani PT Madubaru PG Madukismo, Bantul (2012)
5 13 Luas Areal dan Wilayah Kerja Pada dasarnya luasan lahan yang di tanami tebu di wilayah kerja PG Madukismo rata-rata lahan Tebu Rakyat (TR). Satu-satunya lahan milik PG Madukismo adalah kebun bibit Kembaran dengan luasan sekitar tiga hektar dan selebihnya merupakan lahan sewa atau kerjasama dengan petani (kemitraan). Total luas kebun bibit sekitar 200 ha yang terdiri dari tiga hektar lahan milik pabrik sendiri yang digunakan untuk membudidayakan bibit pokok, bibit nenek, serta bibit induk, dan sisanya adalah kerjasama dengan petani tebu rakyat lewat program akselerasi. Keseluruhan areal KTG yang terdapat di wilayah PG Madukismo tahun 2011/2012 merupakan TR (Tebu Rakyat) kerjasama yaitu seluas 2, ha yang ditunjukan pada Tabel 2. Tabel 2. Daftar luas areal tebu rakyat kerjasama binaan di PG Madukismo Rayon Luas (Hektar) BGK (Bantul, Gunung Kidul) 1, Sleman KMT (Kulonprogo, Magelang, Temanggung PKB ( Purworejo, Kebumen) Jumlah 2, Sumber : Bina sarana tani PG Madukismo PT Madubaru, Bantul (2012) Rayon BGK (Bantul, Gunung Kidul) memiliki areal yang lebih luas dibandingkan keempat rayon di PG Madukismo dengan luas areal 1, ha dari luas areal total 2, ha. Daerah Bantul merupakan daerah yang tanahnya paling subur, sedangkan daerah Purworejo merupakan daerah yang tanahnya kurang kandungan hara sehingga cenderung termasuk ke dalam tanah berpasir. Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan Perusahaan Struktur organisasi PT Madubaru dipimpin seorang Direktur yang dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh satuan pengawasan intern (SPI), Kepala Bagian Tanaman, Kepala Bagian Pabrikasi, Kepala bagian Instalansi, Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan, Kepala Bagian SDM dan Umum dan Kepala Bagian Pabrik Spiritus.
6 14 Setiap perangkat perusahaan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Berikut adalah tugas dan tanggung jawab masing-masing : 1. Direktur Direktur memiliki fungsi sebagai pengelola perusahaan untuk melaksanakan kebijakan rapat umum pemegang saham (RUPS). Berikut ini adalah tugas dari direktur : - Merumuskan tujuan perusahaan - Menetapkan strategi untuk mencapai tujuan perusahaan - Menyusun rencana jangka panjang - Menetapkan kebijakan-kebijakan dan pedoman-pedoman penyusunan anggaran tahunan - Menetapkan rancangan Rapat Umum Pemegang Saham - Melakukan manajemen yang meliputi keseluruhan kegiatan termasuk keputusan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Dewan Direksi. - Bertanggung jawab kepada direksi dan semua faktor produksi - Mengevaluasi hasil kerja pabrik setiap tahunnya. 2. Satuan Pengawasan Intern (SPI) - Melakukan pengawasan melalui kegiatan audit, konsultasi, dan pembinaan terhadap semua kegiatan dan fungsi organisasi - Melakukan pengawasan atas pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan atas persetujuan Direktur - Melakukan audit investigasi terhadap aspek penuh dan bebas ke seluruh fungsi, catatan, dokumen, aset, dan karyawan. - Melakukan penugasan memiliki aspek penuh dan bebas keseluruh fungsi, catatan, dokumen, aset, dan karyawan. - Mengalokasikan sumber daya dan menentukan lingkup kerja serta menerapkan teknik-teknik audit - Memperoleh bantuan kerjasama dari personil di unit-unit perusahaan pada saat melakukan pengawasan juga jasa-jasa khusus lainnya dari dalam maupun luar perusahaan - Menjadi counterpart bagi auditor eksternal dalam pelaksanaan tugasnya
7 15 3. Kepala Bagian Tanaman Kepala Bagian Tanaman memiliki fungsi untuk membantu General Manager dalam melaksanakan kebijakan Direksi dalam bidang-bidang berikut : a. Penanaman dan penyediaan bibit tebu b. Pemasukan areal Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) c. Penyuluhan teknis penanaman tebu d. Rencana tebang dan angkutan tebu e. Kegiatan lain yang menyangkut penyediaan supply bahan baku berupa tebu f. Memimpin seksi-seksi yang berada dalam bagiannya guna mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan perusahaan 4. Kepala Bagian Instalasi a. Bertanggung jawab kepada Direktur di bidang instalasi atau mesin b. Mengkoordinir dan memimpin semua kegiatan di bidang instalasi c. Meningkatkan efisiensi kerja alat produksi untuk kelangsungan proses 5. Kepala Bagian Pabrikasi a. Bertanggung jawab kepada Direktur di bidang pabrikasi b. Mengkoordinir dan memimpin semua kegiatan di bagian pabrikasi c. Meningkatkan efisiensi proses dan menjaga kualitas produk (gula) 6. Kepala Bagian Pemasaran a. Menyusun strategi pemasaran b. Mengusahakan pengembangan pasar untuk produk-produk PT. Madubaru c. Mengadakan perbaikan sistem pemasaran d. Menilai prestasi kerja staff pemasaran e. Merencanakan dan mengawasi pengiriman barang dan proses penagihan 7. Kepala Bagian Akuntasi dan Keuangan. a. Bertanggung jawab di bagian tata usaha, keuangan, dan pengadaan barang perusahaan b. Mengkoordinir dan memimpin kegiatan di bidang keuangan, anggaran, biaya produksi, kegiatan pembelian dan penjualan.
8 16 c. Mengkoordinir administrasi tebu rakyat dan timbangan tebu d. Mengawasi hasil produksi di gudang gula 8. Kepala bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum a. Bertanggung jawab di bagian tata usaha dan personalia b. Mengkoordinasi dan memimpin kegiatan pengolahan tenaga kerja dan kesehatan karyawan c. Mengkoordinir kegiatan pendidikan bagi karyawan d. Bertanggung jawab pada kegiatan-kegiatan umum, seperti pengaturan dan penggunaan kendaraan dan koordinasi keamanan perusahaan. 9. Kepala Bagian Pabrik Spiritus/Alkohol a. Mengkoordinir kegiatan produksi spiritus dan alkohol b. Melakukan evaluasi terhadap konsentrasi spiritus dan alkohol yang diinginkan pasar Struktur organisasi wilayah kerja PG Madukismo PT Madubaru dapat dilihat lebih jelas pada Lampiran 5. Ketenagakerjaan Tenaga kerja merupakan salah satu unsur penting dalam melaksanakan proses produksi di suatu perusahaan. Untuk meningkatkan produktivitas kerja para karyawan, perusahaan harus memiliki manajemen pengendalian yang baik terhadap tenaga kerjanya sehingga produksi perusahaan dapat ditingkatkan, minimal dipertahankan sama dengan produksi periode sebelumnya. Tenaga kerja di PT. Madubaru dibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1. Tenaga kerja tetap Tenaga kerja tetap adalah tenaga kerja yang dipekerjakan dalam waktu yang tidak tentu dan saat dimulai hubungan kerja, diawali dengan masa percobaan selama tiga bulan. Karyawan tetap bekerja sepanjang tahun selama musim giling ataupun tidak. Tenaga kerja tetap dibedakan atas staff dan non staff. 2. Tenaga kerja PKWT (Perjanjian Kontrak Waktu Tertentu) Tenaga kerja PKWT ialah tenaga kerja yang dipekerjakan untuk jangka waktu tertentu dan pada awal dimulainya hubungan kerja tanpa masa
9 17 percobaan kerja. Karyawan jenis ini biasanya akan melamar pada musim giling dan bekerja dengan sistem kontrak hanya selama musim giling saja. Karyawan tidak tetap dapat dibedakan lagi menjadi dua jenis, yaitu : a. Karyawan PKWT dalam Karyawan PKWT dalam bekerja pada bagian yang terlibat langsung dalam proses produksi, seperti karyawan penimbangan tebu, karyawan unit gilingan, dan karyawan unit masakan. Masa kerjanya ialah satu kali masa gilingan. b. Karyawan PKWT luar Karyawan musiman bekerja pada bagian sekitar amplasemen namun tidak terlibat langsung dengan bagian proses produksi. Karyawan yang termasuk jenis ini antara lain pekerja lintasan rel, pekerja derek tebu, supir, dan pembantu supir traktor, juru tulis gudang, dan pekerja pengambil contoh tebu untuk analisa laboratorium. Masa bekerjanya sama dengan karyawan PKWT Dalam, yaitu satu kali masa gilingan. Pada musim giling, PG. Madukismo beroperasi selama 24 jam dengan pembagian tiga shift kerja untuk karyawan bagian pabrikasi. Berikut ini adalah pembagian jam kerja untuk tiap shift (Tabel 3). Tabel 3. Jadwal jam kerja khusus mandor Shift Jam Mulai Jam Selesai Pagi WIB WIB Siang WIB WIB Malam WIB WIB Sumber : Bagian pabrikasi PG. Madukismo Keadaan Tanaman dan Produksi PG Madukismo juga memproduksi spirtus oleh karena itu pabrik tersebut dinamakan PT Madubaru PG/PS Madukismo. Hasil produksi sampingan lainnya yaitu berupa blotong, tetes, dan ampas tebu. Blotong ini biasa digunakan sebagai pupuk organik yang biasa diaplikasikan saat pemeliharaan tanaman tebu di lahan. Tetes digunakan sebagai bahan baku industri alkohol dan spirtus. Ampas tebu biasanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar tambahan pabrik tersebut. Sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan PG Madukismo terdapat data hasil produksi
10 18 lima tahun terakhir yang merupakan suatu kinerja PG Madukismo dengan hasil yang berfluktuatif. Hasil produksi tersebut dapat di lihat pada Tabel 4. Tahun Tabel 4. Produksi PG Madukismo lima tahun terakhir Areal (Ha) Produksi Tebu (Ku) Produktivitas Tebu (Ku/ha) Rendemen (%) Produksi Hablur (Ku) Produktivitas Hablur (Ku/ha) , ,600, , , ,585, , , ,780, , , ,234, , , ,152, , Sumber : Bina sarana tani PG Madukismo, Bantul (2012) Tabel 4 menjelaskan bahwa produksi tebu PG Madukismo selama lima tahun terakhir cenderung berfluktuatif. Pada tahun 2011 produktivitas tebu turun dari 793 ku/ha menjadi 621 ku/ha. Hal ini dikarenakan curah hujan pada tahun 2010 tidak terdapat bulan kering yang menyebabkan produksi tebu menurun. Luas areal keprasan yang meningkat pun menyebabkan produksi tebu menjadi semakin menurun. PG Madukismo menggunakan varietas bibit unggul untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman tebu. Varietas yang digunakan berdasarkan fase kemasakan tanaman tebu, yaitu fase masak awal, masak tengah dan masak akhir. Berikut adalah tabel varietas yang dikembangkan PG Madukismo. Tabel 5. Varietas yang dikembangkan PG Madukismo Masa Tanam Varietas Masa Tebang Masak Awal PSCO Mei Masak Awal Tengah PS-862 Juni Masak Tengah PS-851, PS-921, PA 198 Juli Masak Tengah Lambat PS-864 Agustus Masak Lambat BL, PS-951 September-Oktober Sumber : Bina sarana tani PG Madukismo, Bantul (2012) Sistem pengolahan lahan yang dilakukan di PG Madukismo menggunakan sistem semi-reynoso (hanya sedikit bagian) dan sistem mekanisasi sedangkan dalam penanaman, terdapat dua teknik penanaman, yakni tanaman baru (plant cane) dan tanaman keprasan (ratoon cane). Tanaman pertama (PC) adalah
11 19 tanaman yang di tanam pada areal yang dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Tanaman keprasan (RC) adalah tanaman yang tumbuh lagi setelah tanaman tersebut dipanen/tebang. Penanaman di PG Madukismo terdiri dari penanaman di Kebun Bibit dan kebun tebu giling (KTG). Pada pembibitannya terdapat jenjang masing-masing kebun bibit. Berikut adalah beberapa jenjang dalam pembibitan. - Kebun bibit pokok utama (KBPU) Kebun Bibit Pokok Utama merupakan kebun bibit yang berasal dari P3GI untuk ditanam pada kebun KBP milik litbang di pabrik. - Kebun bibit pokok (KBP) Kebun Bibit Pokok merupakan kebun bibit tingkat I di pabrik gula untuk ditanam kembali di kebun KBN dengan bulan tanam November/ Desember/ Januari/ Februari. Luas kebutuhan KBP tergantung luas areal tebu giling dengan faktor penangkaran minimal kurang lebih 0.1% dari luas areal tanaman PC tebu giling. - Kebun bibit nenek (KBN) Kebun Bibit Nenek merupakan kebun pembibitan tingkat II di pabrik gula untuk ditanam di kebun KBI dengan bulan tanam Juni/ Juli/ Agustus/ September. Luas kebutuhan KBN adalah 0.5% dari luas areal tanaman PC tebu giling. - Kebun bibit induk (KBI) Kebun Bibit Induk merupakan kebun pembibitan tingkat III di pabrik gula untuk ditanam kembali di Kebun Bibit Datar (KBD) dengan bulan tanam Februari/ Maret/ April. Luas kebutuhan KBI adalah 2.5% dari luas areal tanaman PC tebu giling. - Kebun bibit datar (KBD) Kebun Bibit Datar merupakan kebun pembibitan terakhir yang ditanam kembali di Kebun Tebu Giling (KTG) dengan bulan tanam Oktober- Desember untuk pola tanam A dan bulan tanam Februari-April untuk pola tanam B. Luas kebutuhan KBD sepertujuh luas areal tanaman PC tebu giling.
9 Aspek manajerial kedua yang dilaksanakan mahasiswa adalah bekerja sebagai pendampin Sinder Kebun Wilayah (SKW) selama enam minggu. Kegiatan yang dil
8 METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang dilaksanakan di Pabrik Gula Madukismo, PT. Madubaru, Yogyakarta pada 13 Februari 2012 hingga 14 Mei 2012. Metode Pelaksanaan Kegiatan magang dilaksanakan
BAB IV. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
BAB IV. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN 4.1. Sejarah PG. Krebet Baru Pabrik Gula Krebet Baru didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda yang kemudian pada tahun 1906 dibeli oleh Oei Tiong Ham Concern. PG. Krebet
KEADAAN UMUM Sejarah PG Cepiring
15 KEADAAN UMUM Sejarah PG Cepiring Pabrik gula Cepiring didirikan tahun 1835 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Kendalsche Suiker Onderneming sebagai suatu perseroan di atas tanah seluas 1 298
IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1. Sejarah Umum PG. Subang PT. PG. Rajawali II Unit PG. Subang terletak di blok Cidangdeur, Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan posisi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Pe elitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian PT. ABC terletak di desa Padokan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdiri berdasarkan
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan Pada zaman pemerintah hindia belanda, kurang lebih ada 17 pabrik gula di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda,
HASIL DAN PEMBAHASAN
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1. Aspek Khusus 6.1.1. Pengelolaan Kebun Bibit Datar di PG. Krebet Baru Pengelolaan kebun bibit berjenjang dilakukan mulai KBP (Kebun Bibit Pokok), KBN (Kebun Bibit Nenek), KBI
KEADAAN UMUM Sejarah Perusahaan
KEADAAN UMUM Sejarah Perusahaan PT Gula Putih Mataram (GPM) merupakan salah satu perusahaan yang didirikan sebagai wujud swasembada nasional untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang timbul di Indonesia,
IV. KEADAAN UMUM PG. KREBET BARU
IV. KEADAAN UMUM PG. KREBET BARU 4.1. Sejarah Umum Perusahaan PG. Krebet Baru Malang didirikan pada tahun 1906 oleh Pemerintah Hindia Belanda yang kemudian dimiliki oleh Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Pada
BAB VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB VI. HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1. Aspek Teknis 6.1.1. Pengolahan Tanah Pengolahan tanah merupakan proses awal budidaya tanaman tebu. Hal ini menjadi sangat penting mengingat tercapainya produksi yang tinggi
SISTEM AGRIBISNIS BIBIT TEBU ASAL KULTUR JARINGAN BPTP SULAWESI SELATAN
SISTEM AGRIBISNIS BIBIT TEBU ASAL KULTUR JARINGAN BPTP SULAWESI SELATAN LATAR BELAKANG Penyediaan bibit yang berkualitas merupakan penentu keberhasilan dalam pengembangan pertanian di masa mendatang. Pengadaan
TESIS. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-2 PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS.
EVALUASI KEBIJAKAN BONGKAR RATOON DAN KERAGAAN PABRIK GULA DI JAWA TIMUR TESIS Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-2 PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS Diajukan
L.) LAHAN KERING DI PG MADUKISMO PT MADUBARU YOGYAKARTA DENGAN ASPEK KHUSUS PEMUPUKAN BEBERAPA KATEGORI TANAMAN TEBU LAHAN KERING
BUDIDAYA TEBU (Saccharum officinarum L.) LAHAN KERING DI PG MADUKISMO PT MADUBARU YOGYAKARTA DENGAN ASPEK KHUSUS PEMUPUKAN BEBERAPA KATEGORI TANAMAN TEBU LAHAN KERING DINI ROSDIANINGSIH A24080042 DEPARTEMEN
44 masing 15 %. Untuk petani tebu mandiri pupuk dapat diakses dengan sistem kredit dengan Koperasi Tebu Rakyat Indonesia (KPTRI). PG. Madukismo juga m
43 HASIL DAN PEMBAHASAN Aspek Teknis Pengolahan tanah Proses awal dalam budidaya tebu adalah pengolahan tanah. Kegiatan ini sangat penting karena tercapainya produksi yang tinggi salah satu faktornya adalah
BAB I PENDAHULUAN. yang putih dan terasa manis. Dalam bahasa Inggris, tebu disebut sugar cane. Tebu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanaman perkebunan merupakan salah satu tanaman yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Letak geografis dengan iklim tropis dan memiliki luas wilayah yang
PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharumm officinarum L.) DI PG. KREBET BARU, PT. PG. RAJAWALI I, MALANG, JAWA TIMUR ASPEK KHUSUS PEGELOLAAN KEBUN BIBIT
PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharumm officinarum L.) DI PG. KREBET BARU, PT. PG. RAJAWALI I, MALANG, JAWA TIMUR DENGAN ASPEK KHUSUS PEGELOLAAN KEBUN BIBIT DATAR OLEH BAGUS MAHENDRA A24051108 DEPARTEMEN
BAB I PENDAHULUAN. Gula (PG) dan Pabrik Spirtus (PS) Madukismo. PG dan PS Madukismo
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Madubaru merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tebu, yang mana memiliki dua buah pabrik, yaitu Pabrik Gula (PG) dan Pabrik Spirtus
BAB I PENDAHULUAN. Tebu merupakan tumbuhan sejenis rerumputan yang dikelompokkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tebu merupakan tumbuhan sejenis rerumputan yang dikelompokkan dalam famili gramineae. Seperti halnya padi dan termasuk kategori tanaman semusim, tanaman tebu tumbuh
Lampiran 1. Jurnal Harian Pelaksanaan Magang di PG. Krebet Baru
LAMPIRAN 70 Lampiran 1. Jurnal Harian Pelaksanaan Magang di PG. Krebet Baru No. Tanggal Jenis Kegiatan Lokasi Prestasi Kerja Mahasiswa Pekerja 1 12 Februari 2009 Orientasi dan pengurusan administrasi kantor
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Sektor pertanian berperan sebagai penyedia pangan bagi
BAB I PENDAHULUAN. untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.
BAB I PENDAHULUAN. alkohol atau spirtus. Pabrik ini menjadi satu-satunya pabrik. Istimewa Yogyakarta yang mengemban tugas untuk mensukseskan program
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah PT. Madu Baru merupakan sebuah perseroan terbatas yang umumnya lebih banyak dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai Madukismo. Madukismo ini sendiri terdiri
PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI PABRIK GULA MADUKISMO DENGAN ASPEK KHUSUS PENATAAN VARIETAS SEMA DEVI OKTAVIA
PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI PABRIK GULA MADUKISMO DENGAN ASPEK KHUSUS PENATAAN VARIETAS SEMA DEVI OKTAVIA DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN
4. ANALISIS SISTEM 4.1 Kondisi Situasional
83 4. ANALISIS SISTEM 4.1 Kondisi Situasional Produktivitas gula yang cenderung terus mengalami penurunan disebabkan efisiensi industri gula secara keseluruhan, mulai dari pertanaman tebu hingga pabrik
BAB II PROFIL PERUSAHAAN
BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara III disingkat PTPN III (Persero), merupakan salah satu dari 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan yang bergerak dalam
HASIL DAN PEMBAHASAN
50 HASIL DAN PEMBAHASAN Pola Kemitraan Pabrik Gula dengan Petani Kemitraan dapat dikatakan hubungan suatu teman kerja, pasangan kerja ataupun teman usaha. Kemitraan dalam hal ini dapat dibentuk oleh pihak
DI PABRIK GULA MADUKISMO, PT. MADUBARU, YOGYAKARTA: DENGAN ASPEK KHUSUS MEMPELAJARI PRODUKTIVITAS TIAP KATEGORI TANAMAN
i PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI PABRIK GULA MADUKISMO, PT. MADUBARU, YOGYAKARTA: DENGAN ASPEK KHUSUS MEMPELAJARI PRODUKTIVITAS TIAP KATEGORI TANAMAN OLEH AHMAD HANIF FADIL A24080183
SALURAN DISTRIBUSI SELLING IN PT. MADUBARU YOGYAKARTA TUGAS AKHIR. Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta
SALURAN DISTRIBUSI SELLING IN PT. MADUBARU YOGYAKARTA TUGAS AKHIR Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan guna Memperoleh Gelar Profesi Ahli Madya
BAB I PENDAHULUAN. peralatan untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Permasalahan umum yang ada di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan agroindustri yaitu merupakan kegiatan industri yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang, dan menyediakan peralatan untuk
BAB I PENDAHULUAN. Gula adalah salah satu komoditas pertanian yang telah ditetapkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Gula adalah salah satu komoditas pertanian yang telah ditetapkan Indonesia sebagai komoditas khusus (special products) dalam forum perundingan Organisasi
VARIETAS UNGGUL BARU (PSDK 923) UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA GULA
VARIETAS UNGGUL BARU (PSDK 923) UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA GULA Oleh : Afanti Septia, SP (PBT Ahli Pertama) Eko Purdyaningsih, SP (PBT Ahli Muda) PENDAHULUAN Dalam mencapai target swasembada gula, pemerintah
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1 PT. Perkebunan Nusantara IV 4.1.1 Riwayat Singkat Perusahaan PT. Perkebunan Nusantara IV dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 09 tahun 1996 tentang penggabungan
TEBU. (Saccharum officinarum L).
TEBU (Saccharum officinarum L). Pada awal abad ke-20 Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor gula nomor dua terbesar di dunia setelah Kuba, namun pada awal abad ke-21 berubah menjadi negara pengimpor
Upaya Peningkatan Produksi dan Produktivitas Gula dalam Perspektif Perusahaan Perkebunan Negara
Upaya Peningkatan Produksi dan Produktivitas Gula dalam Perspektif Perusahaan Perkebunan Negara Oleh : Adi Prasongko (Dir Utama) Disampaikan : Slamet Poerwadi (Dir Produksi) Bogor, 28 Oktober 2013 1 ROAD
BAB II GAMBARAN UMUM PG. DJOMBANG BARU. sejarahnya PG. Djombang Baru ini mempunyai dua periode yaitu periode
BAB II GAMBARAN UMUM PG. DJOMBANG BARU 2.1 Sejarah PG. Djombang Baru Pabrik Gula Djombang baru berdiri sejak tahun 1895. Dalam sejarahnya PG. Djombang Baru ini mempunyai dua periode yaitu periode sebelum
KEADAAN UMUM KEBUN. Sejarah Kebun. Letak Geografis dan Administratif Kebun
KEADAAN UMUM KEBUN Sejarah Kebun PT National Timber and Forest Product merupakan anak perusahaan PT Siak Raya Group yang berkedudukan di Provinsi Riau. PT National Timber and Forest Product pada tahun
KONDISI UMUM UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH
11 KONDISI UMUM UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH Sejarah Perkebunan Pada tahun 1865 PT Perkebunan Tambi merupakan perusahaan swasta milik Belanda dengan nama Bagelen Thee En Kina Maatschappij. Pengelolanya adalah
KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG
KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG PT Bina Sains Cemerlang merupakan perusahaan yang mengelola tiga unit usaha, yaitu Bukit Pinang Estate (BPE), Sungai Pinang Estate (SPE), dan Sungai Pinang Factory (SPF). Masing-masing
METODE MAGANG Tempat dan Waktu Metode Pelaksanaan
10 METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang dilaksanakan di PG Cepiring, PT Industri Gula Nusantara, Kendal, Jawa Tengah, pada tanggal 14 Februari sampai 14 Juni 2011. Kegiatan pengamatan aspek khusus
STRATEGI DISTRIBUSI PADA PT. MADUBARU YOGYAKARTA
STRATEGI DISTRIBUSI PADA PT. MADUBARU YOGYAKARTA TUGAS AKHIR Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Profesi Ahli Madya
V. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. 5.1 Provinsi Jawa Timur Jawa Timur merupakan penghasil gula terbesar di Indonesia berdasarkan
68 V. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN 5.1 Provinsi Jawa Timur Jawa Timur merupakan penghasil gula terbesar di Indonesia berdasarkan tingkat produksi gula antar daerah. Selain itu Jawa Timur memiliki jumlah
V. GAMBARAN UMUM KONDISI PERGULAAN NASIONAL, LAMPUNG DAN LAMPUNG UTARA
59 V. GAMBARAN UMUM KONDISI PERGULAAN NASIONAL, LAMPUNG DAN LAMPUNG UTARA 5.1. Perkembangan Kondisi Pergulaan Nasional 5.1.1. Produksi Gula dan Tebu Produksi gula nasional pada tahun 2000 sebesar 1 690
stabil selama musim giling, harus ditanam varietas dengan waktu kematangan yang berbeda. Pergeseran areal tebu lahan kering berarti tanaman tebu
PEMBAHASAN UMUM Tujuan akhir penelitian ini adalah memperbaiki tingkat produktivitas gula tebu yang diusahakan di lahan kering. Produksi gula tidak bisa lagi mengandalkan lahan sawah seperti masa-masa
KEADAAN UMUM Sejarah PT Perkebunan Tambi Letak Wilayah Administratif
15 KEADAAN UMUM Sejarah PT Perkebunan Tambi Pada masa pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1865 Perusahaan Perkebunan Tambi adalah salah satu perusahaan milik Belanda, dengan nama Bagelen Thee en
PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L. ) DI PABRIK GULA MADUKISMO DENGAN ASPEK KHUSUS MANAJEMEN TEBANG MASTHA TARIDA MAGDALENA SITINJAK
PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L. ) DI PABRIK GULA MADUKISMO DENGAN ASPEK KHUSUS MANAJEMEN TEBANG MASTHA TARIDA MAGDALENA SITINJAK DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN
BAB I PENDAHULUAN. Menuju Swasembada Gula Nasional Tahun 2014, PTPN II Persero PG Kwala. Madu yang turut sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Demi memenuhi Hasil Evaluasi Program Peningkatan Produktivitas Gula Menuju Swasembada Gula Nasional Tahun 2014, PTPN II Persero PG Kwala Madu yang turut
I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Perkembangan Konsumsi Gula Tahun Periode
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gula termasuk salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia. Dengan luas areal rata-rata 400 ribu ha pada periode 2007-2009, industri gula berbasis tebu
KONDISI UMUM PERKEBUNAN
KONDISI UMUM PERKEBUNAN 15 Sejarah Umum PT Perkebunan Tambi PT Perkebunan Tambi adalah perusahaan swasta. Pada masa perkembangannya PT Perkebunan Tambi telah mengalami beberapa perubahan. Pada tahun 1865
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BIBIT TEBU UNGGUL UNTUK MENUNJANG PROGRAM SWASEMBADA GULA NASIONAL
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BIBIT TEBU UNGGUL UNTUK MENUNJANG PROGRAM SWASEMBADA GULA NASIONAL Daru Mulyono Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Jl. MH Thamrin No.8, Jakarta E-mail: [email protected]
KONDISI UMUM Sejarah Perkebunan
KONDISI UMUM Sejarah Perkebunan PT. Perkebunan Tambi merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang industri teh. Tahun 85 kebun-kebun teh di Bagelen, Wonosobo disewakan kepada Tuan D. Vander Sluij
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Agribisnis Gula Subsistem Input Subsistem Usahatani
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Agribisnis Gula 2.1.1 Subsistem Input Subsistem input merupakan bagian awal dari rangkaian subsistem yang ada dalam sistem agribisnis. Subsistem ini menjelaskan pasokan kebutuhan
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Gambaran Umum PT. Sang Hyang Seri 5.1.1 Sejarah Singkat PT. Sang Hyang Seri PT. Sang Hyang Seri (PT. SHS) merupakan perintis dan pelopor usaha perbenihan di Indonesia
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis mengenai Potensi Pengembangan Produksi Ubi Jalar (Ipomea batatas L.)di Kecamatan Cilimus Kabupaten. Maka sebagai bab akhir pada tulisan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas, terutama di era globalisasi ini. Semua organisasi bisnis harus siap beradaptasi dan
TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Morfologi Tanaman Tebu Saccharum officinarum
TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Morfologi Tanaman Tebu Dalam taksonomi tumbuhan, tebu tergolong dalam Kerajaan Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Monocotyledoneae, Ordo Glumaceae, Famili Graminae, Genus
VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN
VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN Keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada bentuk dan struktur organisasinya. Sistem pengelolaan (manajemen) organisasi perusahaan bertugas untuk
III. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
III. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN A. SEJARAH PERKEMBANGAN Kebun Cisaruni merupakan salah satu unit kebun dari 45 unit yang ada di bawah naungan PT. Perkebunan Nusantara VIII yang berkantor pusat di Jl. Sindangsirna
Lampiran 1. Kualitas Bibit yang Digunakan dalam Penelitian
LAMPIRAN Lampiran 1. Kualitas Bibit yang Digunakan dalam Penelitian Karakter Bibit Kualitas Bibit Bibit yang Digunakan dalam Penelitian Varietas Bibit PSJT 94-33 atau PS 941 Asal Bibit Kebun Tebu Giling
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1. Deskripsi Lokasi Lokasi usaha peternakan sapi perah PT. Rejo Sari Bumi Unit Tapos terletak di Jalan Veteran 3 Kp. Tapos Desa Citapen Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor,
KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG. Lokasi Kebun
12 KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG Lokasi Kebun PT Aneka Intipersada (PT AIP) merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan pada tanggal 30 Agustus 1989. Dalam manajemen Unit PT Aneka Intipersada Estate
BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Industri Karet Nusantara adalah anak perusahaan dari PT. Perkebunan Nusantara
BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Industri Karet Nusantara merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengolah karet mentah menjadi barang jadi yaitu
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini menjelaskan beberapa hal mengenai perusahaan yang menjadi tempat penelitian, yaitu PT. XYZ. Beberapa hal tersebut adalah sejarah perusahaan, ruang lingkup bidang
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Botani dan Morfologi Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) termasuk dalam kelas Monokotiledon, ordo Glumaccae, famili Graminae, genus Saccharum. Beberapa spesies tebu yang lain
BAB VIII ORGANISASI PERUSAHAAN
BAB VIII ORGANISASI PERUSAHAAN A. Bentuk Perusahaan Salah satu tujuan utama didirikannya sebuah pabrik adalah untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Untuk mencapai tujuan dan efisiensi perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Kebun Agung didirikan pengusaha Cina, sedangkan Pabrik Gula Krebet
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Objek Kabupaten Malang memiliki dua Pabrik gula yang cukup besar yaitu PG Kebon Agung dan PG. Krebet. PG Kebon Agung berdiri pada 1905, PG Krebet
BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN
16 BAB IV KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN 4.1.Gambaran Umum Daerah Penelitian 4.1.1. Lokasi Wilayah Kabupaten Subang secara geografis terletak pada batas koordinat 107 o 31-107 o 54 BT dan di antara 6 o
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pelaksanaan Program BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Pada PT.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Program BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Pada PT. Madubaru (PG/PS Madukismo) 1. Gambaran Umum Mengenai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten
I. PENDAHULUAN. Kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi gula akan berimplikasi pada
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi gula akan berimplikasi pada tingginya kebutuhan gula nasional. Kebutuhan gula nasional yang cukup tinggi seharusnya diikuti
KEADAAN UMUM Sejarah
30 KEADAAN UMUM Sejarah Cikal bakal dari Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun) Marihat adalah perusahaan-perusahaan perkebunan Belanda yang diambil alih oleh Negara menjadi Perusahaan Perkebunan Negara
BAB I PENDAHULUAN. PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) pabrik kopi Banaran merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Sejarah Perusahaan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) pabrik kopi Banaran merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terletak di Dusun Banaran, Desa Gemawang, Kecamatan
I Ketut Ardana, Hendriadi A, Suci Wulandari, Nur Khoiriyah A, Try Zulchi, Deden Indra T M, Sulis Nurhidayati
BAB V ANALISIS KEBIJAKAN SEKTOR PERTANIAN MENUJU SWASEMBADA GULA I Ketut Ardana, Hendriadi A, Suci Wulandari, Nur Khoiriyah A, Try Zulchi, Deden Indra T M, Sulis Nurhidayati ABSTRAK Swasembada Gula Nasional
Makalah Seminar Departemen Agronomi dan Hortilkultura 26 November 2009
Makalah Seminar Departemen Agronomi dan Hortilkultura 26 November 2009 PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI PG. KREBET BARU, PT. RAJAWALI I, MALANG, JAWA TIMUR (DENGAN ASPEK KHUSUS PEGELOLAAN
KEADAAN UMUM Letak Wilayah Administratif Keadaan Iklim dan Tanah
13 KEADAAN UMUM Letak Wilayah Administratif Kantor induk Unit Perkebunan Tambi terletak di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Unit Perkebunan Tambi ini terletak pada ketinggian 1 200-2
BAB I PENDAHULUAN. Gula pasir merupakan kebutuhan pokok strategis yang memegang peran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gula pasir merupakan kebutuhan pokok strategis yang memegang peran penting di sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai
I. PENDAHULUAN. Salah satu sasaran pembangunan nasional adalah pertumbuhan ekonomi dengan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu sasaran pembangunan nasional adalah pertumbuhan ekonomi dengan menitikberatkan pada sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mempunyai
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Industri gula adalah salah satu industri bidang pertanian yang secara nyata memerlukan keterpaduan antara proses produksi tanaman di lapangan dengan industri pengolahan. Indonesia
BAB II PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) SEBELUM TAHUN 1984
BAB II PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) SEBELUM TAHUN 1984 2.1 Latar Belakang Berdirinya PGKM Gula yang dalam hal ini adalah gula pasir merupakan suatu komoditi strategis yang memiliki kedudukan unik yang
ANALISIS KEGIATAN PRODUKSI PABFUK GULA JATIWANGI (Kasus PTPG Rajawali I1 Unit PG Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat)
ANALISIS KEGIATAN PRODUKSI PABFUK GULA JATIWANGI (Kasus PTPG Rajawali I1 Unit PG Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat) Oleh : ERN1 NURHAYATI A 30.0753 JURUSAN ILMU-EMU SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS
BAB II KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II KEADAAN UMUM PERUSAHAAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai keadaan umum perusahaan sebagai tempat penelitian dan sumber data, yang meliputi gambaran umum perusahaan, potensi bahan galian, visi
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. memiliki aksesibilitas yang baik sehingga mudah dijangkau dan terhubung dengan
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak Geografis Desa wukirsari merupakan salah satu Desa dari total 4 Desa yang berada di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Desa Wukirsari yang berada sekitar
METODE MAGANG Waktu dan Tempat Metode Pelaksanaan Pengamatan dan Pengumpulan Data
METODE MAGANG Waktu dan Tempat Kegiatan magang dilaksanakan selama 4 bulan dari 12 Februari 2009 sampai dengan 12 Juni 2009 di Hikmah Farm, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Metode Pelaksanaan Metode yang
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN. PT Sintang Raya di Kabupaten Kubu Raya merupakan PT (Perseroan
BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN 3.1. Umum PT Sintang Raya di Kabupaten Kubu Raya merupakan PT (Perseroan Terbatas) yang bergerak dibidang perkebunan sawit, yang didukung oleh tenaga ahli yang mempunyai
BAB 1 PENDAHULUAN. muka bumi, manusia juga merupakan makhluk yang penuh dengan rencana,
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia adalah khalifah yang menjadi penguasa dan pengelola di muka bumi, manusia juga merupakan makhluk yang penuh dengan rencana, namun sebagai seorang manusia tentu
KONDISI UMUM LOKASI MAGANG
KONDISI UMUM LOKASI MAGANG PT Windu Nabatindo Abadi adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mengelola tiga unit usaha, yaitu Sungai Bahaur Estate (SBHE), Sungai Cempaga Estate (SCME), Bangun Koling
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah PT Perkebunan Nusantara IX (Persero)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Sejarah PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) atau biasa disebut PTPN IX adalah perusahaan BUMN yang bergerak
LAPORAN AKHIR REVITALISASI SISTEM DAN USAHA AGRIBISNIS GULA
LAPORAN AKHIR REVITALISASI SISTEM DAN USAHA AGRIBISNIS GULA Oleh: A. Husni Malian Erna Maria Lokollo Mewa Ariani Kurnia Suci Indraningsih Andi Askin Amar K. Zakaria Juni Hestina PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
BAB III DESKRIPSI INSTANSI
BAB III DESKRIPSI INSTANSI A. Nama Instansi Nama Instansi : Pabrik GulaTasikmadu Karanganyar Alamat : Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Karanganyar, Telp : (0271) 7495562, Fax : (0271) 6497800 Email : [email protected]
KEADAAN UMUM. Wilayah Administratif
KEADAAN UMUM Wilayah Administratif Lokasi PT Sari Aditya Loka 1 terletak di Desa Muara Delang, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Jarak antara perkebunan ini dengan ibukota Kabupaten
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Permasalahan Industri Gula Indonesia 2.2. Karakteristik Usahatani Tebu
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Permasalahan Industri Gula Indonesia Industri gula masih menghadapi masalah rendahnya tingkat produktivitas karena inefisiensi ditingkat usaha tani dan pabrik gula (Mubyarto, 1984).
KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Fisiografi
III. KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI A. Kondisi Fisiografi 1. Letak Wilayah Secara Geografis Kabupaten Sleman terletak diantara 110 33 00 dan 110 13 00 Bujur Timur, 7 34 51 dan 7 47 30 Lintang Selatan. Wilayah
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Rapi Arjasa berdiri pada tahun 1969 dengan akte notaris No. 51 tanggal 14 Oktober 1969 dimana ketika perusahaan ini didirikan masih berbentuk
BAB II. GAMBARAN UMUM PT. (Persero) PELABUHAN INDONESIA I CABANG BELAWAN. A. Sejarah dan Perkembangan PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang
BAB II GAMBARAN UMUM PT. (Persero) PELABUHAN INDONESIA I CABANG BELAWAN A. Sejarah dan Perkembangan PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan
BAB 1 PENDAHULUAN. di Pulau Jawa. Sementara pabrik gula rafinasi 1 yang ada (8 pabrik) belum
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia mempunyai potensi menjadi produsen gula dunia karena didukung agrokosistem, luas lahan serta tenaga kerja yang memadai. Di samping itu juga prospek pasar
