RENCANA STRATEGIS
|
|
|
- Erlin Budiono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 RENCANA STRATEGIS Tema : Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional TAHAP I - RENCANA INDUK PENGEMBANGAN UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA 2015
2
3
4 Rencana Induk Pengembangan (RIP) periode KATA PENGANTAR Sebagai perguruan tinggi yang berdiri sejak tahun 1958, hingga saat ini Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya telah berhasil melewati masa pasang-surut dari berbagai perubahan situasi internal dan eksternal. Pada tahun 2018, UNTAG Surabaya genap berusia 60 tahun. Dalam usia tersebut diharapkan menjadi pemacu untuk memantapkan langkah menuju Universitas bertaraf Internasional (International Standardized University-ISU). atau Universitas Berkelas Dunia (World Clas s University). Untuk mencapai pada posisi tersebut diatas, ada 4 (empat) tahapan perencanaan yang akan dijalankan UNTAG Surabaya yang dituangkan dalam Renstra lima tahunan yaitu : 1. Renstra , mengambil Tema Peningkatan daya saing internal, untuk menuju universitas berkelas NASIONAL 2. Renstra mengambil Tema Peningkatan daya saing nasional untuk menuju universitas berkelas ASEAN 3. Renstra mengambil Tema Peningkatan daya saing Asean, untuk menuju universitas berkelas ASIA 4. Renstra mengambil Tema Peningkatan daya saing ASIA, untuk menuju universitas berkelas DUNIA Proses dan hasil yang dicapai melalui empat tahapan di atas akan dievaluasi pada setiap akhir periode di tahun 2020, 2025, 2030, dan Hasil evaluasi pada setiap tahap akan digunakan untuk mengetahui keberhasilan proses pemberdayaan dan pengembangan kerjasama (empowering and networking) berbagai sumberdaya Universitas demi terwujudnya UNTAG Surabaya yang berkelas dunia (World Class University). Rencana strategis ini berisi analisis internal dan eksternal untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh UNTAG Surabaya. Analisis ini berguna untuk menentukan strategi yang tepat untuk mewujudkan Visi, melaksanakan Misi, dan mencapai Tujuan. Rencana Strategis ini dilengkapi dengan Program Kerja, Indikator Kinerja Utama (IKU) serta Target dalam setiap tahunnya (milestones). Akhir kata diharuskan seluruh elemen UNTAG Surabaya menjadikan Renstra ini sebagai acuan kerja dalam lima tahun ke depan. Surabaya, 16 Oktober 2015 Rektor, Prof. Dr. drg. Hj. Ida Aju Brahmasari, Dipl. DHE, MPA Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional
5 Rencana Induk Pengembangan (RIP) periode DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi i ii BAB. I PENDAHULUAN 1 A. Sistematika Rencana Strategis.. 2 B. Latar Belakang.. 2 C. Landasan Pengembangan.. 3 c.1. Landasan Yuridis... 3 c.2. Landasan Filosofi. 4 c.3. Landasan Pembangunan Bangsa. 4 c.3.1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional c.3.2. Cetak Biru Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif c.3.3. Potensi dan Keunggulan Wilayah... 7 c.3.4. Arah Kebijakan dan Strategi Pengembangan Wilayah 8 c.4. Landasan Perkembangan Masyarakat Global. 9 c.4.1. Keanekaragaman Kebutuhan Masyarakat. 9 c.4.2. Kemajuan Ilmu dna Teknologi.. 9 c.4.3. Tuntutan Masyarakat Era Globalisasi (Arah Pendidikan Masa Depan).. 10 BAB. II ANALISA KONDISI INTERNAL DAN EKSTERNAL 12 A. Kondisi Umum Untag Surabaya. 12 B. Kondisi Internal Untag Surabaya B.1. Dosen.. 12 B.2. Tenaga Kependidikan. 17 B.3. Sarana Penunjang Pendidikan.. 19 B.4. Prasarana B.5. Mahasiswa dan Kemahasiswaan B.6. Penelitian, Karya Inovasi dan Pengabdian Masyarakat 33 B.7. Kerjasama dalam dan luar negeri B.8. Perpustakaan.. 40 B.9. Lingkungan. 43 B.10. Akreditasi Prodi 44 B.11. Proses Pembelajaran.. 45 C. Kondisi Eksternal 48 C.1. Harapan Masyarakat Terhadap Pendidikan Tinggi. 48 C.2. Harapan Stakeholders Terhadap Kualitas Lulusan. 50 C.3. Tantangan Pendidikan di Era Globalisasi. 51 BAB. III VISI, MISI, TUJUAN, KEBIJAKAN STRATEGIS, DAN SASARAN PROGRAM A. Visi 55 B. Misi.. 61 C. Tujuan. 61 D. Sasaran 61 E. Kebijakan Strategis F. Program Strategis.. 64 BAB. IV ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN.. 66 ii
6 Rencana Induk Pengembangan (RIP) periode A. Arah Kebijakan Pengembangan. 66 a.1. Keadaan Internal 66 a.2. Keadaan Eksternal Perkembangan Global Perkembangan Regional Perkembangan Nasional Perkembangan Lokal 69 B. Strategi Pengembangan.. 70 b.1. Bidang Pendidikan 70 b.2. Bidang Penelitian b.3. Bidang Pengabdian Masyarakat. 71 b.4. Bidang Tata Kelola. 71 b.5. Sistem Penjaminan Mutu b.6. Sistem Informasi Manajemen.. 72 b.7. Bidang SDM b.8. Bidang Pelayanan b.9. Bidang Sarana dan Prasarana. 73 b.10. Lingkungan b.11. Bidang usaha b.12. Bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri. 74 BAB. V PROGRAM DAN INDIKATOR KINERJA 75 A. Program Kerja Bidang Pendidikan Bidang Penelitian Bidang Pengabdian Masyarakat Bidang Tata Kelola Bidang Pelayanan Sistem Penjaminan Mutu Sistem Informasi Manajemen Bidang Sumber Daya Manusia Bidang Sarana dan Prasarana Lingkungan Bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Bidang Usaha 84 B. Indikator Kinerja BAB. VI SASARAN PROGRAM PER UNIT KERJA 94 A. Tingkat Universitas 94 B. Fakultas dan Program Studi. 96 C. LPPM 97 D. BPP.. 99 E. BPM. 99 F. BPA G. BOK. 101 H. KUK. 102 I. BSI J. Bagian Keuangan. 103 K. Bagian Perpustakaan 103 L. Bagian Ketenagaan 104 M. Bagian Kemahasiswaan 104 N. Bagian Admisi dan Registrasi O. Bagian Humas P. Bagian Sarpras Q. Bagian JPC (Job Placement Center) iii
7 Rencana Induk Pengembangan (RIP) periode R. BAgian CC (Counceling Center). 107 BAB. VII PENYUSUNAN DAN IMPLEMENTASI A. Mekanisme Penyusunan Renstra 108 B. Mekanisme Implementasi. 109 C. Mekanisme Keberhasilan. 110 BAB VIII PENUTUP 113 LAMPIRAN-LAMPIRAN 114 Lampiran : Keterangan Standar Indikator Kinerja. 114 Lampiran Tim Penyusun Referensi iv
8 BAB I. PENDAHULUAN Banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh bangsa ini untuk menghadapi ketatnya persaingan era globalisasi, yang memasuki dalam segala lini kehidupan dan tidak ketinggalan bidang pendidikan tinggi, sering menjadi topik perdebatan yang tiada henti. Adanya tanda tanda ketertinggalan bangsa ini dalam menyiapkan dirinya untuk mampu menjadi pelaku penting dalam era globalisasi semakin dirasakan, dan menjadi kekawatiran banyak pihak. Bagaimana pendidikan tinggi menempatkan dirinya menjadi agen perubahan bangsa, tentunya sudah sering kali terdengar namun sampai saat ini keunggulan yang diharapkan masih sangat jauh dibandingkan dengan pendidikan tinggi yang ada di negara-negara lain, sekalipun negara tetangga kita se ASEAN. Memasuki millennium ketiga, pembuat kebijakan bidang pendidikan sudah menetapkan bahwa strategi pengembangan pendidikan tinggi diarahkan pada pemberian peluang kepada seluruh perguruan tinggi yang mempunyai potensi dan kapasitas untuk mengembangkan dirinya meraih dan eksis pada keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan akademik ( academic excellence). Peran dan fungsi perguruan tinggi di era global dalam mempersiapkan daya saing bangsa sudah tidak bisa ditawar lagi. Perguruan tinggi harus memiliki dan mau membangun kekuatan untuk terlibat langsung sebagai agen perubahan atau agent of change pada kehidupan masyarakat. Menempatkan sebuah perguruan tinggi dalam barisan perguruan tinggi yang terbaik membutuhkan perubahan mendasar (fundamental) dalam berbagai hal, sehingga mempunyai kekuatan bersaing. Perguruan tinggi dituntut harus memiliki strategi praktis (strategic intent). Sehingga mampu membangun komunitas akademik yang bersifat kolegial dan menjunjung tinggi nilai-nilai akademik ( academic values). Strategi yang dapat merevitalisasi peran perguruan tinggi secara optimal dalam mewujudkan keunggulan akademik untuk pendidikan (academic excellence for education), keunggulan dalam membangun keselarasan industrial (industrial relevance), membangun kontribusi keilmuan baru (contribution for new knowledge), dan mampu memperdayakan (empowerment) sumber daya yang ada secara baik. Terdapat tiga prasyarat penting sebuah perguruan tinggi dapat berkiprah dalam persaingan global. Yaitu, 1). Penyelarasan atau penyesuaian program dan sumber daya dengan perilaku civitas akademika. Ini dilakukan dalam rangka mencapai kinerja yang ditargetkan ( performance standard). Diharapkan dan dipastikan, setiap civitas akademika berkomitmen terhadap target mutu, ketepatan waktu, dan efektivitas program 2). Selalu menegakan dan mengarahkan proses akademik pada pelayanan dan kepuasan stakeholders. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 1
9 3). Kekuatan untuk menerapkan manajemen yang baik ( best practice) dalam pengelolaan perguruan tinggi sehingga menjadi Good University Governance. A. Sistematika Rencana Strategis Naskah Renstra ini disusun dengan sistematika mencakup latar belakang, landasan penyusunan Renstra (yuridis, filosofis, landasan pembangunan bangsa, landasan perkembangan masyarakat global), tuntutan masa depan (globalisasi), kondisi saat ini Untag Surabaya, kondisi yang diharapkan/diidamkan sesuai dengan visi, misi, dan tujuan, isu dan kebijakan strategis, sasaran program, arah kebijakan, strategi pengembangan, program dan indikator kinerja, dan tahapan-tahapan pelaksanaan. Diharapkan Renstra ini memberikan arahan yang jelas dan pasti untuk setiap langkah pengembangan yang akan dilakukan Untag Surabaya. B. Latar Belakang Renstra Untag Surabaya disusun dengan mengacu pada program jangka panjang yang dituangkan dalam Rencana Induk Pengembangan (RENIP) Untag Surabaya menuju pada universitas berkelas dunia, dengan tingkat kemodernan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan, dunia industri, maupun kebutuhan masyarakat saat itu. Dijelaskan, pada Rencana Induk Pengembangan (RENIP) dimulai dari kondisi awal yang terjadi saat ini (2016) yaitu Untag Surabaya telah terpilih menjadi universitas swasta unggulan 10 besar Jawa Timur. Secara garis besar RENIP Untag Surabaya berjenjang sebagai berikut. Tahapan I, pencapaian yang dicanangkan yaitu di akhir tahun 2020 sudah menjadi universitas unggulan 5 besar PTS di Jawa Timur, dan 50 besar Perguruan Tinggi di Indonesia. Tahapan II, Untag Surabaya mencapai posisi sebagai universitas unggulan perguruan tinggi (negeri dan swasta) 20 besar Indonesia, dan sudah diperhitungkan menjadi universitas unggulan 100 besar Asia Tenggara (Asean), dan 200 besar Asia. Tahapan III, dicanangkan menjadi universitas unggulan 10 besar Perguruan Tinggi Indonesia, serta sebagai universitas unggulan 50 besar Asean dan 100 besar Asia. Tahapan IV, Untag Surabaya diharapkan sudah menjadi Universitas unggulan 30 besar Asean, 60 besar Asia, dan sudah diperhitungkan ditingkat dunia sebagai universitas kelas dunia 500 besar dunia. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 2
10 Impian besar ini akan dicapai dengan kerangka pelaksanaan yang disusun pada sebuah RENSTRA. Paparan pada sebuah Renstra akan ditegaskan ke salah satu bidang yang harus dikuatkan pada tahapan tersebut, yang dijadikan TEMA pengembangan universitas. Tema pengembangan pada setiap tahapan Renstra adalah : 1. Renstra Peningkatan daya saing internal, untuk menuju universitas berkelas NASIONAL 2. Renstra Peningkatan daya saing nasional untuk menuju universitas berkelas ASEAN 3. Renstra Peningkatan daya saing ASEAN, untuk menuju universitas berkelas ASIA 4. Renstra Peningkatan daya saing ASIA, untuk menuju universitas berkelas DUNIA (WCU) C. Landasan Pengembangan c.1. Landasan Yuridis Penyusunan Rencana Strategis didasarkan atas landasan-landasan hukum sebagai berikut: a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); c. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); d. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); e. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336); f. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5339) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2005; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 3
11 g. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007); h. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 24); i. Statuta Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya; c.2. Landasan Filosofi Para pendiri Untag Surabaya memiliki tujuan agar Untag Surabaya menghasilkan lulusan yang kompeten dan memiliki nilai nilai: 1. Kebangsaan (Nationality); 2. Kejujuran (Honesty); 3. Kreativitas (Creativity); 4. Kecerdasan (Smart); 5. Kesadaran akan Keberagaman (Diversity Awareness). Seluruh nilai nilai itu terimplikasikan secara inheren dan komprehensif dalam seluruh kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. c.3. Landasan Pembangunan Bangsa c.3.1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (UU 17/2007) menetapkan bahwa visi Indonesia tahun 2025 adalah: Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Lebih jauh lagi, UU 17/2007 juga mencanangkan idaman-idaman kemajuan pada tahun 2045 sebagai berikut, yaitu: Mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia pada tahun 2025 dan 8 besar dunia pada tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. UU 17/200 juga menyatakan bahwa untuk mewujudkan visi tersebut ditempuh melalui 8 misi pembangunan nasional sebagai berikut: (1) mewujudkan masyarakat berakhlak mulia,bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila, (2) mewujudkan bangsa yang berdaya -saing, (3) mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum, (4) mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu,(5) mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, (6) mewujudkan Indonesia asri dan lestari, (7) mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 4
12 yang mandiri,maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional, dan (8) mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional. Berdasarkan visi dan misi RPJPN 2025 tersebut disusunlah empat tahapan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) sebagai berikut: 1. RPJMN menata kembali NKRI, dan membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik; 2. RPJMN memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan membangun kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, memperkuat daya saing perekonomian; 3. RPJMN memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis sumber daya alam yang tersedia, sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, dan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi; dan 4. RPJMN mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan dan perluasan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif. Gambar 1. Tahapan Rencana Jangka Panjang Pembangunan Nasional (UU no 7 tahun 2007) Karena pendidikan nasional merupakan salah satu sektor pembangunan nasional, maka pengembangan dan pembangunan yang dilakukan oleh Untag Surabaya setidaknya mengacu pada tahapan-tahapan pembangunan nasional tersebut. Dari rencana Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 5
13 pembangunan jangka panjang nasional terlihat bahwa terdapat 4 tahapan besar yang ditempuh untuk mencapai cita-cita bangsa, seperti terlihat pada Gambar 1 diatas. Berpijak pada RJPN tahap ke tiga yaitu dimana menegaskan akan arah pembangunan bangsa dengan memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis sumber daya alam yang tersedia, sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, dan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melihat dari rencana ini, tentunya Untag Surabaya harus mampu mengambil bagian penting dalam rangka ikut mendorong perwujudan dari rencana tersebut. Sebagai lembaga pendidikan, tentunya kita bisa menggerakan perubahan tersebut dari berbagai sisi. Beberapa bagian yang dapat diambil sebagai penekanan dalam pengembangan pada rentang tahap ini, agar sejalan dengan rencana pembangunan bangsa adalah ikut membangun tumbuhnya para pengusaha-pengusaha baru dari kalangan mahasiswa, sehingga mampu memperkuat daya saing perekonomian bangsa terhadap perkembangan perekonomian bangsa lain. Bidang lain yaitu mengembangkan dan memberikan peluang untuk meningkatkan kemampuan akademis dan skill dari dosen dan staf kependidikan, sehingga memiliki kualitas tinggi guna bisa ikut membangun SDM bangsa dalam rangka memperkuat daya saing di era globalisasi ini. c.3.2. Cetak Biru Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif 2025 Berdasarkan rencana pembangunan nasional tersebut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Kementerian Ristek Dikti) telah menyusun rencana induk pembangunan pendidikan nasional yang disebut Cetak Biru Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif 2025,yang dituangkan dalam tahapan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) bidang pendidikan sebagai berikut: 1. RPJMN menekakan peningkatan kapasitas dan modernisasi; 2. RPJMN menekankan penguatan pelayanan; 3. RPJMN menekankan peningkatan daya saing regional; dan 4. RPJMN menekankan peningkatan daya saing internasional. Mengacu pada tahapan tersebut, agar langka Untag Surabaya sejalan maka program pengembangan dan pembangunan Untag Surabaya seyogyanya lebih ditekankan pada peningkatan daya saing regional sebagai pondasi untuk memasuki tahapan berikutnya yaitu peningkatan daya saing internasional. Dalam peningkatan tersebut, tentunya kemampuan internal universitas dalam berbagai bidang harus menjadi perhatian utama dalam programprogram selanjutnya. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 6
14 c.3.3. Potensi dan Keunggulan Wilayah (Jawa-Bali) Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( ), dalam agenda pembangunan wilayah, yang dikeluarkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 2014, yang menyampaikan arah pembangunan wilayah difokuskan pada 3 (tiga) sek tor unggulan yaitu industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran serta pertanian. Industri pengolahan berkontribusi sebesar 26,6 persen terhadap perekonomian wilayah Jawa Bali, Komoditas industri pengolahan mencangkup industri makanan-minuman, tekstil, peralatan transportasi (otomotif, perkapalan, dan alutsista), telematika, kimia dasar serta logam dasar (alumina dan besi baja). Sector ini telah menyerap banyak tenaga kerja yang semakin tahun semakin meningkat, dan memberikan angka pendapatan masyarakat yang semakin tinggi. Tabel 1. Sasaran Tingkat Pengangguran Wilayah Jawa Bali per Propinsi Tahun Tabel 2. Sasaran Tingkat Kemiskinan Wilayah Jawa Bali per Propinsi Tahun Tabel 3. Sasaran Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Jawa Bali per Propinsi Tahun Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 7
15 Dari tabel 1, 2, dan 3 diatas terlihat bahwa peluang Untag Surabaya untuk berdiri di depan membantu mengembangkan dan meningkatkan keilmuan dan skill masyarakat kawasan atau bangsa ini secara keseluruhan masih sangat besar. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh Untag Surabaya, untuk mendampingi pemerintah membangun kawasan atau bangsa ini. Dengan menyelaraskan program Untag Surabaya dengan program pemerintah, diharapkan mampu meningkatkan eksistensi Untag Surabaya dihadapan pemerintah khususnya masyarakat sebagai konsumen. c.3.4. Arah Kebijakan dan Strategi Pengembangan Wilayah Jawa-Bali Kebijakan pembangunan kawasan strategis bidang ekonomi di Wilayah Jawa-Bali diarahkan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang memiliki skala ekonomi dengan orientasi daya saing nasional dan internasional berbasis sektor industri dan jasa nasional, pusat pengembangan ekonomi kreatif, serta sebagai salah satu pintu gerbang destinasi wisata terbaik dunia, diarahkan untuk pengembangan industri makanan-minuman, tekstil, peralatan transportasi, telematika, kimia, alumina dan besi baja. Melihat dari arah kebijakan ini, Untag Surabaya harus mampu mempersiapkan potensi internal, melakukan pembenahan secara menyeluruh dengan komitmen kuat untuk mengambil bagian dalam pengembangan wilayah tersebut. Khususnya kemampuan dosen, yang merupakan modal besar bagi Untag Surabaya untuk mengambil bagian dalam perwujudan pengembangan wilayah Jawa Bali, serta akan menghasilkan lulusan-lulusan yang menjadi tuan rumah di rumahnya (wilayah) sendiri. Perlu ada perlakuan dan program yang kuat dari Untag Surabaya sehingga mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan untuk memberdayakan dan mengolah potensi wilayah yang berbasis pada komoditi unggulan wilayah. Dengan adanya komitmen bangsa dalam peningkatan kemampuan SDM, tentunya peluang besar yang dapat diambil Untag Surabaya untuk menjadi tempat pembinaan dan pembekalan dalam rangka memperkuat daya saing kawasan. c.4. Landasan Perkembangan Masyarakat Global c.4.1. Keanekaragaman Kebutuhan Masyarakat Keanekaragaman tuntutan masyarakat tentunya akan menjadi perhatian universitas, sebagai lembaga pendidikan yang menjual jasa dan melayani kebutuhan masyarakat dan bangsa. Dengan memahami dan menganalisi kebutuhan dan harapan stakeholders dalam peningkatan kemampuan keilmuan maupun keterampilan sumber daya manusianya, maka Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 8
16 Untag Surabaya harus mempersiapkan diri untuk mewadahi kebutuhan tersebut, yaitu dengan mendirikan program studi baru dan atau aktivitas pendidikan maupun pelatihan lainnya yang sesuai. Kebutuhan masyarakat tentunya akan menjadi semakin komplek sehubugan dengan semakin tingginya persaingan yang muncul untuk menyambut dan memenuhi kebutuhan globalisasi. Agar Untag Surabaya tetap bisa berkiprah dan eksis dimata masyarakat, tentunya keanekaragaman kebutuhan ini harus mendapatkan perhatian khsusus dan menjadi point penting dalam setiap program-program pengembangannya. c.4.2. Kemajuan Ilmu dan Teknologi. Kemajuan keilmuan dan teknologi yang terjadi baik didalam negeri maupun diluar negeri tentunya harus tetap menjadi perhatian Untag Surabaya. Sebagaimana disampaikan UNESCO (1992) memprediksi bahwa perubahan teknologi akan menuntut lembaga pendidikan untuk melakukan de-skilling dalam berbagai bidang disatu sisi dan menumbuhkan serta mengembangan kemampuan multi-skilling. Kondisi ini menunjukan bahwa perubahan harus tetap terjadi kalau Untag Surabaya mengharapkan tetap berperan dalam bidang pendidikan. Perubahan tersebut tentunya difokuskan pada pembangunan kemampuan SDM Untag Surabaya kedepan sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kemajuan ilmu dan teknologi. Perubahan tersebut juga bisa dilakukan melalui perencanaan Kurikulum yang berbasis kebutuhan stakeholders. UNESCO menyarankan pada perencanaan kurikulum dapat membangun nilai-nilai multi-skilling, flexibility, retrainability,entrepreneurship,credit transfer, dan continuing education. Melihat kondisi ini, perubahan yang harus dilakukan oleh Untag Surabaya meliputi perubahan berbagai sisi yaitu peningkatan kompetensi lulusan, penyesuaian kurikulum, pengefektifan proses belajar mengajar, penilaian prestasi belajar, kemampuan pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan, kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana, penguatan pembiayaan, peningkatan efektif dan efisiensi sistem administrasi serta peningkatan kekuatan tata kelola. c.4.3. Tuntutan Masyarakat Era Globalisasi (Arah Pendidikan Masa Depan) Sebagai mana disampaikan Jacques Delors (1) selaku ketua Komisi Internasional tentang Pendidikan Abad 21 PBB menyatakan bahwa ada 7 macam ketegangan yang terjadi pada abad 21 dan menjadi ciri dan tantangan pendidikan abad 21, yaitu 1. Ketegangan antara global dan lokal; 2. Ketegangan antara universal dan individual; 3. Ketegangan antara tradisi dan kemodernan; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 9
17 4. Ketegangan antara pertumbuhan jangka panjang dengan jangka pendek; 5. Ketegangan antara perlunya kompetisi dengan kesamaan kesempatan; 6. Ketegangan antara perluasan pengetahuan dengan kemampuan mencernakannya; 7. Ketegangan antara spiritual dan material Dari sekian ketegangan yang terjadi, Untag Surabaya harus mampu menyikapi dengan membuat kebijakan-kebijakan yang membangun keharmonisan dari kedua kutub tersebut. Pada era globalisasi ini, kecendrungan pendidikan masa depan yaitu : 1. Tingginya pertumbuhan bidang informasi dan komunikasi serta revolusi informasi, (Rapid increase in the growth of information and communication, revolution); Information 2. Produk baru dan jasa ditemukan setiap saat, (New products and services are invented every minute); 3. Lokasi pasar dunia ( Global market place) dan penggunaan Bahasa global ( Global language is spoken); 4. Penggunaan computer dan internet semakin luas ( Computers and internet will be widely used); 5. Ilmu baru dan berbagai kompetensi dibutuhkan ( New knowledge and competencies needed); 6. Paham teknologi dan pengaruhnya merupakan kemampuan dasar ( Technology literacy and fluency is a basic skill); 7. Lebih banyak tekanan hidup ( More stressful life). Kemampuan mengatur emosional inteligen dan spiritual diperlukan (Emotional intelligence and spiritual intelligence are needed), dan spiritualitas dan nilai-nilai serta standar norma dilaksanakan (Spirituality and new values and norm standard applied). Untuk membekali terjadinya pergeseran orientasi pendidikan di era global dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, diperlukan strategi pengembangan pendidikan, antara lain: 1. Mengutamakan model perencanaan pendidikan (partisipatif) yang berdasarkan pada need assessment dan karakteristik masyarakat. 2. Pemerintah berperan sebagai katalisator, fasilitator dan pemberdaya masyarakat. 3. Fokus pendidikan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, kebutuhan stakeholders, kebutuhan pasar dan tuntutan persaingan. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 10
18 4. Pemanfaatan segala sumber daya dan potensi yang ada, baik di dalam maupun di luar 5. Memperkuat kolaborasi dan jaringan kemitraan dengan berbagai pihak, dalam maupun luar negeri. 6. Menciptakan soft image pada masyarakat sebagai masyarakat yang gemar belajar, sebagai masyarakat belajar seumur hidup. 7. Pemanfaatan teknologi informasi dalam segala bidang. Dari tuntutan dan arah perkembangan pendidikan era global ini ada hal penting untuk dijadikan pertimbangan dalam pengembangan Untag Surabaya yaitu target proses pendidikan yang selama ini berpatokan pada kurikulum, telah bergeser menjadi nilai-nilai kompetensi yang terukur dan kemampuan produksi. Untag Surabaya harus segera berbenah dan mengikuti pola-pola perkembangan yang terjadi dengan selalu mengingatkan diri bahwa lembaga ini harus mampu mengikuti pergeseran perkembangan pendidikan modern di masamasa yang akan datang. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 11
19 BAB II ANALISA KONDISI INTERNAL DAN EKSTERNAL A. Kondisi umum Untag Surabaya Sampai saat ini (tahun 2015) Untag Surabaya telah mampu menduduki posisi ke 6 sebagai kampus unggulan kopertis wilayah 7. Dengan berbagai pembenahan dan perkembangan yang dilakukannya, Untag Surabaya ingin memposisikan diri sebagai kampus unggulan dengan peringkat lebih baik serta mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Dengan penguatan internal dan membangun jejaring internasional, diharapkan Untag Surabaya telah ada pada jalan menuju Word Class University (WCU). Dengan jumlah dosen 290 orang dan tingkat pendidikan yang cukup baik memberikan kekuatan yang besar untuk memposisikan diri sebagai sebuah perguruan tinggi swasta yang besar. Diikuti dengan jumlah strata pendidikan yang lengkap (S1, S2, dan S3) dengan 25 program studi yang dimiliki, untuk sementara potensi ini diharapkan sudah mampu menjawab dengan baik tuntutan kebutuhan masyarakat dibidang pendidikan dan pengembangan skill sumber daya manusia kawasan maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan. B. Kondisi Internal Untag Surabaya Dalam bahasan ini, kondisi internal Untag Surabaya akan menunjukan seberapa besar kekuatan ( strenghtness) dan kelemahan ( weakness) yang dimiliki guna mewujudkan impiannya menjadi universitas sebagaimana dituangkan dalam visi dan misi-nya. b.1. Dosen : Dalam perkembangannya, Untag Surabaya telah melakukan banyak hal untuk menjaga eksistensi institusi di mata masyarakat. Salah satunya adalah memenuhi jumlah dan menyesuaikan standar kompetensi dosen dengan lebih baik. Hal ini dilakukan terkait dengan komitmen institusi dan Yayasan agar bisa memberikan pelayanan dan proses pendidikan dengan lebih baik pula. Jumlah dosen tetap yang sudah dimiliki sampai akhir tahun 2015 sebanyak 290 orang dengan jenjang pendidikan 238 pendidikan S2 dan 52 sudah memiliki pendidikan S3. Melihat kondisi tersebut, Untag Surabaya harus berperan aktif mendorong dan membantu dosendosennya untuk melanjutkan studi ke S3. Hal ini harus dilakukan agar tingkat kemampuan persaingan yang dimiliki Untag Surabaya semakin kuat, lihat gambar 2. Kekuatan ini semakin besar ketika dilihat dari tingkat linieritas keilmuan yang dimiliki oleh dosen cukup besar, yaitu Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 12
20 257 dosen dengan latar belakang keilmuan yang linier, dan hanya 33 dosen yang memiliki latar belakang keilmuan yang berbeda, lihat gambar 3. Jenjang Pendididkan Dosen 238 Linierisasi Pendidikan Dosen (Ln = Linier; NLn = Non Linier) Pendd S2 Pendd S3 Dosen (Ln) Dosen (NLn) Gambar 2. Jenjang Pendidikan Dosen (sampai 2015) Gambar 3. Linierisasi Pendidikan Dosen (sampai 2015) Untuk jabatan fungsional (ja -fung) dosen sebagian besar masih ada pada posisi Lektor. Kondisi ini tentunya sudah cukup bagus, namun tetap harus ditingkatkan menjadi jabatan fungsional yang lebih tinggi. Tentunya universitas tetap memberikan perhatian agar dosen bersedia meningkatkan kepangkatannya. Diakui ataupun tidak, tingkat kepangkatan dosen akan sangat berpengaruh terhadap kualitas tridharma perguruan tinggi. Salah satu cerminan akan keaktifan dosen dalam menjalankan tugasnya. Dari gambar 4, perlu ada usaha agar dosen jab-fung Lektor segera menjadi Lektor Kepala, demikian juga untuk jumlah guru besar harus segera dicanangkan agar bertambah. Sampai tahun ini jumlah dosen yang sudah memiliki ja-fung adalah 49,65% sedangkan lektor kepala adalah 21,4% dan Guru Besar hanya 3,8%, sebagaimana diperlihatkan gambar 4. Demikian pula jumlah penerima serdos. Dari jumlah dosen yang sudah mendapatkan serdos sekitar 67,9%, sedangkan yang belum sekitar 33,1% lihat Gambar 5. Dosen yang sudah lolos seleksi penerimaan serdos sudah cukup besar yaitu 67%. Namun demikian seyogyanya penerima serdos harus 100% karena itu merupakan penghargaan pemerintah terhadap peran dan fungsi dosen untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Karenanya perlu ada pengarahan dan pembimbingan dari universitas agar dosen penerima serdos secepatnya mencapai 100%. Perbandingan penerima serdos disampaikan pada gambar 5. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 13
21 Kepangkatan Serdos TP AA L LK GB Sudah Belum Gambar 4. Kepangkatan dosen (sampai 2015) Gambar 5. Penerima serdos dosen (sampai 2015) Dalam pengembangan universitas, jumlah dosen pensiun juga menjadi perhatian, karena berkaitan dengan pengaruh proses pembelajaran yang dijalankan. Sampai tahun 2020, universitas harus merekrut dosen baru sebesar 32 orang dari berbagai program studi. Proses penggantian dan penambahan dosen harus ada persiapan yang baik. Jumlah Dosen Pensiun pertahun Th 2015 Th 2016 Th 2017 Th 2018 Th 2019 Th 2020 Th 2021 Gambar 6. Jumlah dosen pensiun pertahun. Kondisi yang lebih penting adalah bagaimana pengganti tersebut mampu menjaga keberlanjutan proses dan pengembangan keberlanjutan dari sebuah profesionalime program studi. Kondisi pensiun dosen diperlihatkan pada Gambar 6. Keberlangsungan aktivitas program studi harus menjadi perhatian utama, sehingga penggantian dosen pensiun harus dipersiapkan secara baik. Melihat dari rasio dosen dengan mahasiswa yang masih cukup besar, tentunya Untag Surabaya harus melakukan beberapa jumlah perekrutan baru, sehingga rasio dosen dan Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 14
22 mahasiswa mencukupi sesuai dengan peraturan Kemenristekdikti. Sampai akhir tahun 2015, rasio dosen mahasiswa diperlihatkan pada gambar 7. Terdapat 7 dari 25 prodi yang masih memiliki rasio melebihi ketentuan. Untuk memenuhi rasio tersebut baik di prodi eksak maupun di non eksak dibutuhkan sekitar 80 orang dosen baru. Rasio Dosen- Mhs per prodi 88,3 31,6 16,5 52,4 61,9 42,3 48,7 41,9 37,1 46,0 42,1 19,0 23,0 29,9 17,7 6,4 9,6 10,4 27,4 51,3 53,2 13,2 11,5 23,1 17,1 Gambar 7. Rasio dosen-mahasiswa per akhir tahun 2015 setiap prodi. b.1.1. Kekuatan Melihat dari data diatas, sesuai dengan tuntutan ketentuan kemnristekdikti, Untag Surabaya memiliki jumlah dosen yang belum memenuhi rasio secara keseluruhan. Namun kondisi tersebut hanya terjadi pada beberapa program studi saja. Secara keseluruhan jumlah dosen tetap (Yayasan dan DPK) sudah cukup besar dan menjadi modal baik dalam pengembangan Untag Surabaya. Jumlah tenaga dosen yang sudah menempuh pendidikan S2 sebagai syarat minimal tenaga pendidik adalah 82%, dan selebihnya sudah berpendidikan S3, lihat Gambar 2. Demikian pula kelinieran pendidikan yang dimiliki sudah cukup bagus, walaupun harus ada usaha lagi untuk menjadikan yang belum linier menjadi linier. Melihat kepangkatan dosen posisi terbanyak ada pada posisi lektor, yang secara umum sudah cukup mumpuni untuk memperkuat kemampuan bersaing Untag Surabaya, khususnya di daerah regional. b.1.2. Kelemahan Mengupas kelemahan, melihat kondisi dosen yang dimiliki, maka ada beberapa dosen yang masih memiliki keilmuan yang belum linier didorong dan diarahkan agar menjadi linier. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 15
23 Butuh komitmen dalam perubahan itu baik dari universitas maupun diri dosen itu sendiri. Secara prosentase jumlahnya cukup kecil yaitu 11,4%. Namun ini tetap menggangu karena dalam transfer keilmuan pada proses pembelajaran berkualitas dibutuhkan kepakaran dosen. Pendidikan yang sudah dimiliki oleh dosen, walaupun secara kebutuhan minimal sudah terpenuhi dengan baik, yaitu berpendidikan S2, tetapi tetap harus ada program yang mampu mendorong keinginan dan semangat dosen untuk meningkatkan keilmuannya ke level S3. Selama ini universitas belum memliki program yang jelas untuk meningkatkan strata pendidikan dosen ke jenjang lebih tinggi. Masih mengandalkan dari kesadaran dosen itu sendiri. Meningkatnya jumlah dosen berpendidikan S3, akan memberikan peluang yang besar untuk menjadi guru besar, dan kondisi tersebut sangat menguntungkan universitas dan sebagai kekuatan untuk berkompetensi di era globalisasi ini. Demikian halnya tentang posisi jabatan fungsional dosen yang sebagian besar ada di level Lektor. Untuk meningkatkannya perlu campur tangan universitas membantu dan memfasilitasinya, dimana selama ini masih dirasakan kurang. Kenaikan ja-fung itu masih diserahkan kepada pribadi dosen yang bersangkutan. Kelemahan lain adalah adanya penggantian dosen yang akan pensiun dengan jumlah yang cukup besar yaitu sekitar 32 orang dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. Proses pensiun dosen selama ini tidak menjadi perhatian, baik dari universitas maupun fakultas itu sendiri. Hal ini tentunya akan berakibat kurang baik, khsusunya dalam proses pembelajaran yang dilakukan. b.1.3. Rekomendasi Strategi Pengembangan Universitas harus memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung dan membantu para dosen melanjutkan studi ke jenjang S3, dengan selalu mengarahkan kelinieran keilmuannya. Demikian juga dalam kenaikan jabatan fungsional dosen perlu mendapatkan perhatian lebih, khususnya dari bagian ketenagaan, agar tidak banyak dosen yang tertinggal. Semakin tinggi kepangkatan maupun jabatan fungsional dosen, maka semakin besar kekuatan universitas. Hal ini pastinya memberikan kontribusi yang besar dalam berkompetisi antar perguruan tinggi serta sangat bermanfaat pada penilaian akreditasi, baik di program studi maupun di institusi. Mengingat tugas dosen yang semakin berat dalam menopang eksistensi universitas, maka perlu dipertimbangkan adanya unit tersendiri yang bertugas menangani kepangkatan dan jabatan fungsional dosen. Perlu diingat bahwa kepangkatan dan jabatan fungsional tersebut bukan semata-mata merupakan kepentingan dan urusan pribadi yang bersangkutan tetapi sudah menjadi kepentingan lembaga. Kerugian yang cukup besar akan diterima oleh Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 16
24 Untag Surabaya kalau dosen-dosennya banyak yang masih memiliki jabatan fungsional rendah. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi akibat dosen pensiun, maka perlu ada penggatian dosen dengan merekrut dosen baru secara baik dan terencana, dalam rentang waktu tertentu. Diharapkan, kejadian pensiun dosen bukan berarti juga menghilangkan kemampuan akademik lembaga (prodi -universitas). Pensiunnya dosen tersebut tentunya kepakaran keilmuannya tetap dimiliki oleh prodi atau universitasnya. Kondisi ini penting yang harus tetap dijaga agar prodi (universitas) tetap pada proses perkembangan yang berkelanjutan. Akan menjadi buruk bagi universitas apabila dosen pensiun membawa kepakarannya sehingga berpengaruh pada menurunnya kemampuan prodi atau universitas dibidang ilmu tersebut. Keilmuan/kemampuan yang dimiliki oleh dosen pensiun harus ditularkan atau diteruskan (regenerasi) ke dosen pengganti atau ke dosen lain yang lebih muda sesegera mungkin. Perlu ada dokumen keilmuan yang sudah dikuasai oleh dosen pensiun, dan disimpan sebagai referensi pengembangan ilmu bagi dosen penerusnya. Sehingga kepakaran keilmuan yang dimiliki oleh dosen tersebut tetap hidup dan berkembang di prodi. Hal ini untuk menjaga agar kemampuan universitas (secara kelembagaan) tetap berlanjut. Perlu ada karyakarya tulis dosen yang menjadi dokumen pengembangan ilmu pada program studi ataupun di universitas. b.2. Tenaga Kependidikan Jumlah tenaga kependidikan adalah 271 orang, dengan tingkat pendidikan S2 sebanyak 23 orang, S1 sebanyak 93 orang, SMA dan sederajat sebanyak 98 orang, SMP sebanyak 32 orang, kondisi ini dapat dilihat pada gambar 8. Sedangkan golongan yang dimiliki oleh tenaga kependidikan didominasi oleh golongan 3 yaitu sebesar 41%, kemudian golongan 1 sebesar 32,5% dan golongan 2 sebesar 21,8%. Keadaan ini diperlihatkan pada gambar 9. Banyaknya tenaga kependidikan yang masih berpendidikan rendah (SMP kebawah) diharapkan tidak menggangu kinerja yang sedang dikembangkan. Dari data, terlihat bahwa penggunaan tenaga kerja yang siap pakai yaitu lulusan sekolah vokasi, masih sangat kecil yaitu sekitar 1,85%. Untuk kedepan, penggunaan tenaga kependidikan dari vokasi perlu mendapatkan pertimbangan. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 17
25 Pendidikan Golongan SD SMP SMA D2 S1 S2 Gambar 8. Tingkat pendidikan tenaga kependidikan Non I II III IV Gambar 9. Golongan tenaga kependidikan Berdasarkan dari kondisi tenaga kependidikan yang dimiliki Untag Surabaya sudah lebih dari cukup dan memiliki kemampuan untuk ikut menopang mengantarkan Untag Surabaya menjadi universitas dengan kualitas pelayanan keadministrasian yang baik. Untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas-tugas harus ada program kerja atau perlakuan yang harus diberikan, terkait dengan peningkatan kemampuan kerja yang semestinya dimiliki, dan disesuaikan dengan tugas dan fungsinya. b.2.1. Kekuatan Mengamati tingkat pendidikan dan golongan kerja yang dimiliki oleh tenaga kependidikan dapat dikategorikan cukup baik, dan siap untuk dimanfaatkan sebagai modal dalam memperkuat pelayanan bidang keadmisnitrasian. Dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi, yaitu lulusan S1 cukup banyak serta beberapa sudah berpendidikan S2 tentunya siap untuk diajak membangun sistem yang lebih baik sesuai dengan prinsip-prinsip pelayanan penjaminan mutu yang ada. Dengan pendidikan yang cukup baik ini, tentunya tidak terlalu sulit untuk menjadi penggerak perubahan keadminsitrasian ( pelayanan) yang semestinya dijalankan. Pada sisi lain, pendidikan tenaga kependidikan yang SMA/sederajat merupakan yang paling banyak, dan ini sebenarnya juga menjadi modal besar untuk ditingkatkan dan dikembangkan kemampuannya, walaupun hanya berfungsi sebagai pelaksana. b.2.2. Kelemahan Terkadang dalam penanganan sebuah pekerjaan pimpinan masih kebingungan untuk menunjuk personil yang mampu dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Hal ini terjadi karena Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 18
26 masih belum terpetakan secara baik kemampuan-kemampuan tenaga kependidikan tersebut. Hal ini bisa terjadi karena belum dibudayakan atau belum adanya aturan yang mengharuskan tenaga kerja sebelum menjalankan tugasnya dibekali kemampuan yang dibutuhkan. Dengan keanekaragaman pendidikan dan belum dikelola secara baik dan maksimal, maka terkadang tingkat pendidikan tersebut tidak terlalu berarti dalam pembangunan dan pengembangan sistem tata kelola. Pada suatu kondisi terkadang jumlah tenaga kependidikan tersebut menjadi beban lembaga karena secara peran belum maksimal. b.2.3. Rekomendasi Strategi Pengembangan Berdasarkan dari apa yang dimiliki Untag Surabaya, maka perlu melakukan pemetaan ulang terhadap skill dan kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kependidikan dan melakukan pelatihan atau workshop yang dapat menghasilkan skill-skill baru yang dibutuhkan oleh universitas. Pemetaan ini tentunya menjadi awal dalam penempatan tenaga kependidikan pada posisi dan lingkup yang sebenarnya. Penempatan orang disesuaikan dengan kemampuan kerjanya. Dengan pemetaan ini juga menjadi dasar dalam pengembangan tenaga kependidikan, sehingga pelatihan dan kemampuan tersebut menjadi terarah. Dalam peningkatan kompetensi kerjanya, seyogyanya lembaga memiliki program secara rutin untuk memberikan pendidikan/pelatihan sehingga sesuai dengan kebutuhan perkembangan jaman. B.3. Sarana Penunjang Pendidikan b.3.1. Perkuliahan - Ruang kelas Sarana pendidikan yang telah dimiliki oleh Untag Surabaya masuk kategori cukup. Ini ditinjau dari proses perkuliahan yang dilakukan tidak mengalami gangguan dan keluhan yang terjadi tergolong kecil, sehingga proses pembelajaran tersebut berjalan dengan baik. Setiap kelas ruang kuliah sudah dilengkapi LCD, AC (rata-rata jumlah 4 PK per kelas), papan tulis whiteboard, dan jaringan internet. Ruang kelas yang dipergunakan memiliki rasio luas dengan jumlah mahasiswa sebesar 1,6. Nilai ini tentunya masuk kategori cukup untuk sebuah ruang kelas perkuliahan. Kelas perkuliahan secara pengelolaan terbagi menjadi dua yaitu ruang perkuliahan yang dipergunakan secara umum ( common used) dan yang dipergunakan hanya untuk program studi atau fakultas. Pembagian ini akan memberikan keleluasaan bagi program studi untuk menggunakan ruangan tersebut semaksimal mungkin sebelum mengalihkan ke ruangan kelas umum. Melihat penggunaan ruang kelas yang sudah ada selama ini, ternyata dengan jumlah mahasiswa dan jumlah mata kuliah yang dirancang belum menjadikan ruang kelasnya Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 19
27 terpakai secara optimal. Kondisi ini terlihat pada Gambar 10, bahwa penggunaan ruang kuliah pada semester gasal 2015/2016 baru berkisar 70% 80% untuk pelaksanaan malam hari, sedangkan untuk pagi hari justru lebih kecil dengan penggunaan paling besar dibawah 60%. Kondisi ini masih memungkinkan untuk meningkatkan jumlah kelas ataupun jumlah mahasiswa aktif. Pemakaian Ruang Kuliah PAGI SORE 71,5% 74,4% 75,7% 70,3% 71,0% 59,6% 55,4% 52,0% 51,0% 36,6% 38,9% 25,9% SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU Gambar 10. Jumlah pemakaian seluruh ruang kelas untuk perkuliahan pagi dan sore b Kekuatan Jumlah kelas yang dimiliki Untag Surabaya sudah melebihi dari cukup, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Proses penyusunan perkuliahan per semester dengan kebutuhan kelas tidak menjadi masalah. Kelengkapan standar yang diperlukan dalam proses pembelajaran, tentunya sudah terpenuhi dengan baik. Namun tidak cukup demikian karena kelengkapan tersebut harus mengikuti perkembangan teknologi dan kualitas peralatan penunjang yang harus dipergunakan dalam berproses. b Kelemahan Kelemahan yang dimiliki adalah masih sedikitnya ruang kuliah yang sudah siap dipegunakan sebagai sistem pembelajaran modern. Dimana pada proses ini, ruang kuliah diharapkan sudah mampu dan siap dipergunakan setiap saat sebagai ruang multimedia. Mengingat perkembangan Teknologi informasi yang sangat cepat, maka sangat tidak layak apabila tempat proses pembelajaran belum menggunakan teknologi tersebut secara baik. Untuk mensejajarkan posisi Untag Surabaya dengan Perguruan Tinggi lainnya yang bertaraf internasional, tentunya kualitas dan kemodernan alat pembelajaran tidak bisa Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 20
28 diabaikan begitu saja. Untuk menuju world class university (WCU), tentunya kemodernan sarana pembelajaran menjadi bagian penting dalam berproses. Keadaan ini harus mulai direncanakan dan ditata dengan baik sehingga proses pembelajaran berjalan dan mampu mencapai target-target sebagaimana ditetapkan. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Sebagai alngkah awal dalam pembangunan proses pembelajaran secara baik dan berkualitas, perlu ada manajemen pemeliharaan alat/sarana secara baik dengan mengikuti aturan yang ada. Dibutuhkan sebuah konsep pengembangan ruang kelas yang modern dan berkualitas, dengan harapan mampu menciptakan suasana akademik yang lebih baik. Dalam penggunaan ruang kelas, perlu ada SOP yang mengatur para pengguna, baik dosen maupun mahasiswa sehingga ruang kelas selalu ada pada kondisi baik dan siap dipakai. Disamping sarana penunjang proses pembelajaran yang harus mulai dilengkapi, perlu juga ada pengkondisian ruang kelas menjadi terbuka dan serasa menyatu dengan lingkungan. Penyegaran ruang kelas dengan menghadirkan tanaman dan ornament pendukung yang mampu memberikan kenyamananperlu dihadirkan. b.3.2. Laboratorium laboratorium merupakan sarana pendukung proses pembelajaran untuk menghasilkan keseimbangan antara teori dan praktek. Akan sangat bermanfaat dan sangat berperan dalam pembangunan kemampuan kerja (skill) mahasiswa bila Laboratorium yang dimiliki bukan skala penelitian, tetapi sudah berskala industri (produksi). Laboratorium diharapkan mampu mendekatkan kondisi industri atau kondisi nyata didalam dunia kampus. Kahadiran laboratorium yang berskala industri/implementasi lapangan akan sangat berguna sebagai tempat latihan mahasiswa sebelum terjun ke lapangan. Laboratorium mampu memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa walaupun masih ada dalam proses perkuliahan. Keadaan ini akan bisa mewujudkan lulusan yang siap kerja maupun siap membangun lapangan kerja (membuka usaha). Sejauh ini setiap program studi memiliki laboratorium yang cukup banyak. namun secara kualitas dan usia peralatan masih cukup memprihatinkan. Khususnya di program studi eksakta, kualitas alat yang rendah dan usia peralatan yang cukup lama memberikan beban yang cukup besar dalam memacu peningkatan mutu hasil pembelajaran. Kualitas dan kemodern peralatan akan memberikan dampak pada semangat dan motivasi belajar, yang pada akhirnya memberikan dampak baik pada hasil pembelajaran. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 21
29 Standar luas ruang kerja praktek (laboratorium) diharapkan memiliki rasio 2 (dua) m 2 per mahasiswa. Melihat dari standar ini, Untag Surabaya telah memiliki rasio yang baik. Rasio ini merupakan modal yang baik dalam menjalankan proses pembelajaran, sehingga mampu menghasilkan kualitas pembelajaran sebagaimana standar. Rasio ini juga sangat berperan Perlu ada dorongan bahwa proses perkuliahan tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas, tapi juga bisa diarahkan ke dalam ruang ruang laboratorium. Pembelajaran yang menyatu antara teori dan praktek akan memberikan percepatan dalam proses pemahaman materi. b Kekuatan Dalam proses pembelajaran, keberadaan laboratorium memiliki perananan yang penting. Jumlah Laboratorium yang dimiliki oleh prodi cukup banyak, dan diharapkan menjadi pendukung utama dalam meningkatkan kompetensi lulusan. Secara fisik keberadaan laboratorium sudah memadai dan siap untuk diberdayakan secara optimal. b Kelemahan Secara fungsi, keberadaan Laboratorium belum mampu digunakan dengan maksimal sebagai penunjang utama peningkatan kompetensi lulusan, maupun sarana pengembangan keilmuan dosen. Laboratorium belum diposisikan sebagai wadah pengembangan dan pengayaan keilmuan baik untuk mahasiswa maupun dosen itu sendiri. Kondisi ini terjadi karena belum dibudayakannya penggunaan laboratorium sebagai wadah pengembangan ilmu dan kreativitas baik oleh dosen maupun mahasiswa itu sendiri. Beberapa jenis laboratorium sudah memiliki kondisi yang tidak layak pakai. Ini ditinjau dari usia peralatan dan jenisnya. Usia peralatan yang sudah terlalu lama sehingga tingkat keakurasian tidak bisa dijamin, dan jenis peralatan yang sudah ketinggalan perkembangan teknologi. Untuk menjadikan laboratorium sebagai penunjang dalam proses pembelajaran tentunya kemodern dan peremajaan peralatan menjadi hal penting. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Laboratorium harus dijadikan bagian penunjang yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran untuk menghasilkan keseimbangan antara teori dan praktek harus diwujudkan dengan menyediakan sarana/peralatan dan sumber daya lainnya pada laboratorium secara baik dan terencana. Keberadaan laboratorium harus mendukung terciptanya suasana akademik dilingkungan kampus. Laboratorium harus diposisikan menjadi bagian penting dalam Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 22
30 menghasilkan lulusan yang berkualitas, dengan mengacu pada standar kebutuhan pasar. Gairah akademik harus dimunculkan mulai dari laboratorium-laboratorium dengan membangun kreativitas dan inovasi yang terkait keilmuan. Pada sisi lain, laboratorium harus diposisikan sebagai partner industri atau unit usaha lain sehingga menjadi wadah berkumpulnya mahasiswa maupun dosen untuk melakukan kajian-kajian dari permasalahan yang dihadapi oleh industri atau unit usaha tersebut. b.3.3. Ruang Pertemuan/diskusi/rapat Untag Surabaya memiliki ruang rapat atau ruang pertemuan yang cukup banyak, dan sudah dilengkapi dengan sarana yang umumnya diperlukan dalam kegiatan rapat. Ruang rapat ada di tingkat universitas maupun ditingkat fakultas. Ruang pertemuan ditingkat universitas ada 3 (tiga) buah, dimana masing -masing memiliki daya tampung 50 orang, 60 orang dan 700 orang. Selama ini kebutuhan ruang rapat ditingkat universitas tidak menjadi masalah. Demikian juga yang ada ditingkat fakultas, secara penggunaan diperuntukan untuk ruang rapat program studi maupun fakultas itu sendiri. Bahkan beberapa prodi memiliki ruang pertemuan kecil untuk koordinasi ditingkat program studi. Untuk sarana kelengkapan yang harus disediakan dalam ruang rapat sudah cukup baik dan memadai. Hanya saja yang masih kurang adalah dukungan internet yang masih kecil. Keberadaan internet sangat penting karena sering dalam pertemuan-pertemuan tersebut membutuhkan data secara online sebagai data tambahan yang mendukung kualitas rapat. b Kekuatan Keberadaan ruang rapat atau ruang pertemuan sudah mencukupi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Dan penggunaan ruang rapat ini sudah diatur dengan baik sehingga tidak terjadi benturan jadwal. Untuk pemeliharaan, selama ini telah berjalan dengan baik dengan sistem control yang ketat. b Kelemahan Kelemahan yang dirasakan dalam penggunaan ruang rapat adalah ketercukupan fasilitas internet. Besaran bandwide yang masih kecil yang dipasangkan pada ruang rapat memberikan dampak pada kelancaran proses rapat tersebut yang menggunakan data-data online. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 23
31 b Rekomendasi Strategi Pengembangan Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Ruang rapat merupakan bagian penting dalam proses pengelolaan sebuah institusi (perguruan tinggi). Berawal dari rapat semua perencanaan ataupun program dijalankan. Sudah saatnya ruang rapat dijadikan ruang multimedia yang menggunakan teknologi informasi modern. Hal ini diharapkan akan memberikan tambahan penguatan dalam penciptaan suasana akademik ( academic atmosphere) dilingkungan kampus. Keberadaan ruang rapat bukan sekedar dipergunakan untuk rapat ataupun pertemuan manajemen semata, tetapi akan dipergunakan sebagai ruang diskusi akademik, seminar ataupun pengkajian keilmuan lainnya. b.3.4. Kapasitas Internet Dijaman globalisasi dan era internet ini, keberadaan internet sudah memasuki level kebutuhan pokok setiap manusia. Internet sudah memasuki berbagai lini kehidupan manusia. Banyak kemudahan yang diciptakan oleh adanya internet, serta keberadaannya sudah tidak membatasi antara ruang dan waktu. Era ini telah menjadikan kehidupan diberbagai belahan dunia sebagai satu kesatuan yang secara ruang sangat sempit dan waktu sudah sangat singkat/cepat. Informasi dan kebutuhan lain manusia dapat diakses atau diberitahukan serta dikomunikasikan dengan mudah dan cepat. Banyak perubahan yang terjadi akibat berkembangnya internet. Tidak terlepas sistem pembelajaran yang dilakukan dikampuskampus. Metode lama atau sistem pembelajaran konvensional sudah tidak menjadi acuan mutlak. Banyak metode pembelajaran yang dikembangkan guna dapat memanfaatkan kecangggihan internet secara optimal dan berdaya guna baik. perubahan metode ppembelajaran ini tetap memberikan hasil dan kualitas yang ditetapkan dalam standar. Untuk menjadikan kampus ini sebagai kampus moderen yang mengacu pada standar internasional, maka keberadaan dan kemampuan akses internet tidak bisa diabakan begitu saja. Banyak proses dan aktivitas manajemen maupun akademik sudah sangat memanfaatkan keberadaan internet ini. Oleh karena itu, perlu ada perhitungan kapasitas bandwide yang mengacu pada jumlahnya pengguna. b Kekuatan Sarana internet dilingkungan kampus Untag Surabaya sudah cukup memadai, dan menjangkau ke seluruh wilayah kampus. Sehingga keberadaan jaringan ini sudah memungkinkan penggunaan internet di seluruh tempat oleh seluruh warga Untag Surabaya. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 24
32 b Kelemahan Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Belum optimalnya besaran kapasitas internet telah memberikan hambatan dalam penggunaan. Masih lambannya proses akses telah memberikan dampak dalam kelancaran proses manajemen maupun akademik sebagaimana diharapkan. Dalam penggunaan pada kondisi-kondisi tertentu masih menggunakan sistem buka-tutup. Dan kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan karena mempengaruhi kinerja bagian lainnya. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Untuk mendorong proses manajemen dan akademik yang berbasis online, maka keberadaan dan kapasitas internet tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kemampuan dan kecepatan akses internet telah menjadi prioritas utama. Untuk mendapatkan kondisi terbaik tersebut maka rasio pengguna dan kapasitas internet harus menjadi tolak ukur penyediaan kapasitas bandwide internet. Besarnya bandwide harus dihitung berdasarkan pada jumlah mahasiswa, karyawan dan dosen. B.4. Prasarana - Ruang Perkuliahan Dalam pembahasan prasarana ini lebih ditujukan pada gedung perkuliahan, dan tempat aktivitas administrasi. Ruang perkuliahan yang dimiliki oleh Untag Surabaya untuk seluruh program studi yang dimiliki saat ini, dan seluruh mahasiswa aktif sekitar orang masih mampu menjalankan proses pembelajaran dengan baik. Kondisi ini dapat dipahami dari penggunaan ruang kuliah setiap semester seperti pada gambar 11. Bahwa, penggunaan ruang di pagi hari baru berkisar 60%, sedangkan yang di malam hari mencapai 75%. Kondisi ini menunjukan kalau penggunaan ruang masih belum optimal. Masih mengalami penumpukan jadwal kuliah pada jam-jam tertentu, yaitu antara di pagi hari, dan di malam hari. Tidak terdistribusinya jadwal perkuliahan secara merata juga mempengaruhi peluang mahasiswa untuk mengambil mata kuliah. Hal ini disebabkan banyak mata kuliah yang akan diambil ada pada jadwal yang sama. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 25
33 Pemakaian Ruang Kuliah 71,5% 70,3% 74,4% 75,7% 71,0% PAGI SORE 52,0% 55,4% 59,6% 51,0% 36,6% 25,9% 38,9% SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU Gambar 11. Prosentase pemakaian ruang kuliah antara kelas pagi dan sore - Ruang Administrasi Ketersediaan ruang administrasi baik ditingkat fakultas, unit-unit dan universitas sudah cukup memadai. Yang perlu menjadi perhatian adalah suasana ruang kerja yang mampu memberikan semangat dan kenyamanan dalam bekerja. Penataan ruang administrasi perlu dilakukan dan sebanyak mungkin mencerminkan kemudahan dalam berproses maupun pemantauan. Memasuki era globalisasi dan kemajuan IT, tentunya ruang kerja pada pimpinan maupun staf sama-sama menggunakan fasilitas tersebut, dan dikembangkan serta dikondisikan untuk memanfaatkan keunggulan fasilitas tersebut menjadi penambah nilai kinerja. b.4.1. Kekuatan Jumlah ruang kuliah yang dimiliki sudah mencukupi pelaksanaan proses perkuliahan yang melayani jumlah mahasiswa sebanyak orang. Apalagi proses perkuliahan dilakukan pada siang dan malam hari, sehingga jumlah ruang kuliah lebih dari cukup. Demikian juga ruang kerja yang disediakan untuk proses manajemen dan administrasi (baik untuk pimpinan maupun staf) sudah disediakan dengan baik. Kelengkapan yang disediakan juga cukup memadai untuk menjalankan proses adminsitrasi/manajemen dengan standar kerja yang diharapkan. b.4.2. Kelemahan Baik ruang kelas/kuliah maupun ruang kerja manajemen perlu mendapatkan perhatian khususnya untuk meningkatkan rasa nyaman baik untuk kuliah maupun di ruang kerja. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 26
34 Khusus ruang kerja administrasi, perlu mendapatkan sentuhan ke modernan suasana agar membangun pola kerja yang professional. b.4.3.rekomendasi Strategi Pengembangan Penyediaan ruang merupakan bagian penting dalam pembangunan dan pengembangan sebuah institusi termasuk perguruan tinggi. Untuk ruang perkuliahan, menciptakan suasana ruang yang nyaman dan memberikan nuansa akademik perlu diciptakan. Membangun ruang kuliah yang memberikan suasana monoton akan memberikan pengaruh pada kejenuhan mahasiswa, dan menghambat munculnya inovasi dan kreativitas berfikir dari mahasiswa maupun dosen itu sendiri. Memberikan suasana ruang perkuliahan yang mendukung proses tentunya sangat bermanfaat dalam mencapai target pembelajaran dengan baik. Ruang manajemen yang nyaman dan modern, tentunya akan memberikan pengaruh pada kenyamanan dan keseriusan kerja para staf. Suasana yang baik tentunya akan memberikan kualitas kinerja yang baik pula. Pembangunan ruang yang ala kadarnya harus ditinggalkan karena disamping pemborosan juga tidak akan memberikan kebanggan bagi yang menempati. B.5. Mahasiswa dan Kemahasiswaan b.5.1. Mahasiswa Penerimaan mahasiswa baru dari tahun 2010/2011 menunjukan kecendrungan perkembangan yang semakin meningkat Th 10/11 Th 11/12 Th 12/13 Th 13/14 Th 14/15 Pendaftar Diterima Gambar 12. Kecendrungan jumlah pendaftar dan yang diterima pertahun (mulai Th 2010/2011 Th 2014/2015). Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 27
35 Ini sebagai tolak ukur akan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin besar. Sebagai modal untuk mengembangkan program studi ataupun sisi lain dalam pendidikan. Sudah dilakukan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru walaupun masih sangat kecil yaitu dengan nilai keketatan persaingan 9%. Hal ini dapat dilihat pada gambar 12 diatas. Perkembangan Mahasiswa Aktif GASAL GENAP GASAL GENAP GASAL GENAP GASAL GENAP GASAL GENAP GASAL GENAP 2010/ / / / / /2016 Gambar 13. Jumlah mahasiswa aktif (S1) selama 4 (empat) tahun terakhir Jumlah mahasiswa aktif yang dimiliki Untag Surabaya semakin tahun semakin meningkat, lihat gambar 13. Sebagai petunjuk bahwa keberadaan Untag Surabaya telah menjadi pilihan masyarakat dalam menempuh pendidikan tinggi, khususnya di kota Surabaya. Keadaan yang sudah terbangun ini tentunya merupakan kekuatan yang harus dijaga dan ditingkatkan sehingga Untag Surabaya menjadi salah satu perguruan tinggi swasta pilihan pertama masyarakat. Dari kelulusan, rata-rata IPK lulusan selama 4 (empat) tahun t erakhir memberikan hasil yang cukup menggembirakan yaitu diatas 3. Namun masih dibutuhkan usaha yang lebih besar lagi untuk semua prodi agar IPK lulusan menjadi lebih baik lagi. Yang perlu menjadi perhatian adalah menjadikan IPK untuk benar-benar menjadi cerminan kualitas lulusan kita. Kondisi IPK lulusan per fakultas dapat dilihat pada gambar 14. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 28
36 Rata-rata IPK Lulusan 3,21 3,17 3,10 3,12 3,08 3,01 Fisip FE FH FT F Psi FS Gambar 14. Rata-rata IPK Lulusan 4 (empat) tahun terakhir untuk S1 Jumlah mahasiswa aktif sampai semester ganjil tahun 2015/2016 seluruhnya mencapai mahasiswa, yang terbagi menjadi mahasiswa fakultas teknik dan fakultas sosial. Jumlah mahasiswa seluruh fakultas teknik adalah 4139 dengan rasio mahasiswadosen sebesar 51,1. Jumlah mahasiswa yang ada di fakultas sosial berjumlah 6633 dengan rasio jumlah mahasiswa-dosen rata rata 32,4. Melihat dari rasio tersebut perlu ada penambahan dosen-dosen baru dilingkungan fakultas teknik, sehingga besarnya rasio sesuai dengan aturan yang ditetapkan Dirjen DIKTI. TOTAL MHS = 4139 RASIO RATA = 51,1 FAKULTAS TEKNIK DOSEN MHS RASIO , ,0 9 61, , ,1 88, ,25 Industri Mesin Sipil Arsitektur Elektro Informatika Magister Teknik Sipil Gambar 15. Jumlah mahasiswa aktif di Fakultas Teknik per ganjil 2015/2016 Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 29
37 Secara rata-rata, rasio di fakultas sosial dan humaniora sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Namun demikian ada beberapa program studi yang masih membutuhkan tambahan dosen yaitu Ilmu Komunikasi, Akuntansi dan Psikologi. Kondisi ini dapat dilihat pada gambar 16 dan 17 dibawah. TOTAL MHS = 6633 RASIO RATA = 32,4 FAKULTAS SOSIAL DOSEN MHS RASIO ,6 52,4 8 16, ,73342,32448,7 7 41, , Gambar 16. Jumlah mahasiswa aktif di Fakultas Sosial per ganjil 2015/2016 (1) FAKULTAS SOSIAL TOTAL MHS = 6633 RASIO RATA = 32,4 DOSEN MHS RASIO , ,6 10,4 53,2 6 13,2 6 11, ,1 7 17,1 Ilmu Hukum Magister Ilmu Hukum Doktor Ilmu Hukum Psikologi Magister Psikologi Magister Profesi Inggris Jepang Gambar 17. Jumlah mahasiswa aktif di Fakultas Sosial per ganjil 2015/2016 (2) Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 30
38 b Kekuatan Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Jumlah mahasiswa yang cukup besar tentunya akan menjadi modal yang cukup kuat untuk menjadikan Untag Surabaya sebagai perguruan tinggi besar. Memang sangat tergantung dengan pengelolaan yang dilakukan. Melihat dari nilai IPK lulusan yang cukup baik, tentunya proses pembelajaran yang dilakukan berjalan cukup baik. lulusan yang besar dengan nilai IPK yang cukup membanggakan diharapkan akan menjadi corong perguruan tinggi kemasyarakat dan membuktikan kalau apa yang dilakukan dalam proses pembelajaran berjalan dengan baik. b Kelemahan Sejauh ini belum ada pembuktian yang menunjukan semua lulusan diterima dengan baik oleh para pengguna, sehingga masih ada pertanyaan yang harus dijawab terkait dengan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pengguna. Terkait dengan besarnya rentang kemampuan dasar mahasiswa, telah menjadikan kesulitan tersendiri dalam proses pembelajaran. Banyak hambatan yang harus dihadapi setiap dosen untuk bisa menjadikan lulusan berkualitas dan mempunyai derajat kemampuan yang seragam. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Untag Surabaya sebagai perguruan tinggi swasta sejauh ini tidak memiliki kemampuan untuk memilih mahasiswa yang berkemampuan tinggi. Hal ini juga disebabkan karena masyarakat masih berharap bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri. Mahasiswa yang memilih PTS tentunya sebagian besar memiliki pemahaman terhadap keilmuan dalam rentang rata-rata. Oleh karena itu diperlukan metode dan perlakuan yang beragam agar proses pembelajaran dapat berhasil dengan baik. Untuk meningkatkan kualitas keilmuan mahasiswa perlu ada kombinasi proses yang menyeimbangkan antara teori dengan praktek. Pemahaman keilmuan berdampingan dengan penerapan keilmuan tersebut, diharapkan mampu memberikan tingkat pemahaman terhadap teori lebih baik. Pada suatu saat diharapkan proses penerimaan mahasiswa baru sudah mengikuti tahapan-tahapan yang baik agar mampu menyaring mahasiswa yang diterima memiliki pemahaman keilmuan yang lebih seragam. b.5.2. Kemahasiswaan Sebagai bagian pengembangan dan pembentukan eksistensi Untag Surabaya, aktivitas kemahasiswaan memegang peranan penting. Sangat diharapkan, aktivitas Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 31
39 mahasiswa di luar kampus akan menjadi corong dan agen pembuktian kualitas universitas di mata masyarakat. Program aktivitas mahasiswa harus dicanangkan dengan baik dan menjadi satu kesatuan dalam program universitas sehingga kegiatan mahasiswa menjadi terarah dan mempunyai target yang jelas. Jumlah kegiatan kemahasiswaan masih belum mempunyai progress pengembangan yang baik, terlihat dari gambar 18. Terlihat bahwa perkembangan dari kegiatan masih naik turun dari tahun ke tahun. Jumlah kegiatan mahasiswa non akademik selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 105 kegiatan dengan jumlah mahasiswa yang terlibat 84 orang. Melihat dari jumlah mahasiswa yang terlibat dibandingkan dengan jumlah mahasiswa aktif, tentunya masih sangat sedikit yaitu 0,008%. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian Untag Surabaya, melalui bagian kemahasiswaan agar keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non akademik di luar kampus untuk ditingkatkan. Perlu ada dukungan dari lembaga, baik berupa pembimbingan dari Dosen Pembina secara intensif, maupun dukungan dana untuk bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan Kemahasiswaan Non Akademik TOTAL JUMLAH KEGIATAN JUMLAH PESERTA JUARA I JUARA II JUARA III JUARA LAIN-LAIN Gambar 18. Jumlah kegiatan kemahasiswaan b Kekuatan Dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar, tentunya kemampuan keterlibatan dalam kegiatan ekstra diluar kampus memiliki peluang yang besar pula. Apalagi banyak ekstrakurikuler yang dibina oleh Untag Surabaya, merupakan modal untuk mengasah kemampuan mahasiswa berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 32
40 b Kelemahan Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Besarnya jumlah mahasiswa ternyata masih membutuhkan usaha pembinaan yang besar juga. Kecilnya keterlibatan mahasiswa diluar kampus dalam kegiatan akademik dan non akademik dimungkinkan masih kurangnya pembinaan yang mengarah pada peningkatan kompetensi. Sudah adanya koodinasi dan perencanaan bersama kegiatan kemahasiswaan, ternyata juga belum mampu mendongkrak prestasi keluar kampus. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Melihat dari kekuatan dan beberapa kelemahan yang terjadi, perlu ada pembinaan yang serius dan terencana dengan pendampingan dosen Pembina yang lebih efektif. Adanya program kerja yang jelas dan dibarengi dengan dukungan dana dari Untag Surabaya akan memberikan nilai yang lebih baik. Perlu menggandeng sponsor dalam meningkatkan kemampuan dana dalam menjalankan kegiatan ekstrakurikuler. B.6. Penelitian, Karya Inovasi dan Pengabdian Masyarakat b.6.1. Penelitian Aktivitas penelitian merupakan bagian penting sebuah perguruan tinggi. Kualitas penelitian akan menjadi tolak ukur kualitas dosen sebuah perguruan tinggi. Banyaknya penelitian yang dipublikasikan ke masyarakat akademik akan menjadi perhitungan tersendiri dalam mengangkat status perguruan tinggi. Sehingga tidak mengherankan kalau berkompetisi dalam menghasilkan karya penelitian merupakan sebuah impian yang didambakan oleh setiap perguruan tinggi. Sangat diharapkan penelitian tersebut menjadi sebuah karya yang mampu diwujudkan dan atau dipergunakan sebagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat maupun dalam pengembangan keilmuan. LPPM Untag Surabaya tetap berjuang untuk mendapatkan status lebih baik dari yang diperoleh saat ini yaitu binaan. Untuk mendapatkan status yang lebih tinggi tersebut perlu ada usaha yang lebih keras baik dari LPPM (lembaga) sendiri maupun dari dosen itu sendiri. Tentunya status tersebut tidak bisa dicapai dengan usaha yang ala kadarnya, sehingga harus ada kebersamaan sikap antara LPPM (lembaga) dengan semangat dosen-dosen. Sejauh ini usaha yang dilakukan LPPM dan semangat yang dibangun oleh para dosen sudah cukup menggembirakan. Hasilnya dapat dilihat pada gambar 19 dibawah, bahwa penelitian hibah dikti dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Demikian pula pengabdian masyarakat yang dibiayai oleh Dikti dari tahun ke tahun semakin naik, walaupun secara prosentase tidak terlalu besar. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 33
41 Jumlah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan selama 3 tahun terakhir Penelitian Dosen Pemula Penelitian Hibah IBM Penelitian Eksternal Gambar 19. Jumlah Penelitian dan Pengab Masyarakat dalam 3 tahun terakhir Kalau dilihat jumlah penelitian dan pengabdian masyarakat dibandingkan dengan jumlah dosen yang dimiliki tentunya masih sangat minim. Rasio jumlah penelitian yang terjadi pada tahun 2015 adalah 9% dan pengabdian masyarakat 16,9%. Nilai ini tentunya masih sangat rendah bila kita ingin masuk ke level madya. Melihat dari perkembangan penelitian yang dilakukan, dari data terlihat bahwa penelitian dengan pihak eksternal baru terjadi pada tahun 2015 yaitu sejumlah 14 penelitian. Kondisi ini tentunya harus mendapatkan perhatian lebih dari LPPM (lembaga) sehingga kerjasama penelitian menjadi lebih banyak dan beragam dengan berbagai pihak baik dengan pihak swasta maupun dengan pemerintah. b Kekuatan Melihat dari jumlah dosen, serta pendidikan dan jabatan akademik yang dimiliki tentunya peluang untuk membangun atmosphere penelitian terbuka lebar. Merupakan potensi yang sangat besar untuk menjadikan Untag Surabaya kuat dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, baik yang dibiayai oleh pemerintah (Dikti) maupun oleh pihak swasta lainnya. Dengan arus informasi yang cepat, pembangunan kerjasama penelitian dengan pihak luar akan menjadi mudah dan cepat. Demikian pula kemampuan Untag Surabaya untuk mempromosikan kemampuan lembaga ke pihak luar akan semakin mudah dan cepat juga, sehingga kerjasama bisa dibanguna dengan cepat. Apalagi Untag Surabaya sudah memiliki Sistem Informasi Manajemen yang cukup baik akan sangat membantu proses tersebut. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 34
42 b Kelemahan Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Belum banyaknya pengalaman penelitian yang dilakukan oleh dosen-dosen muda khususnya sehingga menjadi penghambat dalam merancang dan menjalankan penelitian secara mandiri. Perlunya peningkatan usaha pengayakan ilmu penelitian kepada seluruh dosen yang dikoordinir oleh LPPM, sehingga menjadikan dosen mampu mempersiapkan dan meracang penelitian dengan baik dan mandiri. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Melihat dari kondisi diatas, apabila tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari sisi jumlah penelitian dan pengabdian masyarakat, maka LPPM untuk naik peringkat ke Madya akan sangat sulit. Untuk membantu mencapai level tersebut maka perlu usaha-usaha real yang harus dirancang dan dilakukan oleh LPPM selaku Koordinator dan Motivator dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Perlu ada kegiatan pendampingan, membantu mencarikan bidang dan rekan penelitian dan pengabdian masyarakat secara cepat dan meyakinkan. b.6.2. Karya Inovasi Disamping nilai penelitian yang perlu ditingkatkan, maka wujud karya inovasi dari hasil penelitian perlu ditingkatkan. Sejauh ini, karya inovasi yang dihasilkan oleh dosen atau para peneliti masih sangat kecil, bahkan sampai tahun 2015, Untag Surabaya belum mampu menghasilkan karya inovasi yang nyata dan diakui oleh masyarakat luas. Karya inovasi tentunya bisa menjadi icon Untag Surabaya, yang dapat dijadikan tolak ukur kualitas penelitian yang dihasilkan oleh pada dosen. Karya inovasi setidaknya harus dilindungi oleh lembaga dengan membantu pengurusan HAKI. Diharapkan dengan banyaknya karya inovasi yang relevan dan dibutuhkan masyarakat umum maupun industri telah membangun kepercayaan dan ketergantungan stakeholders kepada Untag Surabaya. Ketergantungan yang saling membutuhkan (dan menguntungkan) akan memberikan manfaat dalam pengembangan lembaga. b Kekuatan Dengan melihat dari jumlah dosen yang cukup besar, tentunya karya inovasi yang bisa dihasilkan juga cukup besar. Namun demikian, setidaknya ada keselarasan perkembangan antara karya inovasi dengan penelitian yang dilakukan. Sejauh ini, karya inovasi perlu didorong dan diberikan penyemangat dari LPPM (lembaga) agar dapat mulai tumbuh. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 35
43 b Kelemahan Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Berbicara tentang kelemahan, tentunya untuk membawa penelitian dosen memiliki muara sebuah karya inovasi, perlu ada motivasi yang cukup besar dan kuat. LPPM perlu menerapkan secara baik Rencana Induk Penelitian Untag Surabaya, dan mengawal dengan baik dengan berbagai cara dan sarana sehingga mampu mendongkrak kualitas hasil penelitian maupun karya inovasi dosen. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Untag Surabaya tentunya perlu mendukung keinginan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan hasil akhir berupa produk real dari penelitian yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. Oleh karenanya, LPPM (lembaga) perlu dengan tegas membuat garis Rencana Penelitian yang menjadi acuan penelitian dosen, yang memiliki hasil akhir sebuah produk penelitian yang mampu menyelesaian permasalahan-permasalahan ataupun kebutuhan-kebutuhan bangsa. Dengan adanya link and match antara penelitian dan kebutuhan masyarakat, baik berupa pengembangan teknologi maupun sain, diharapkan mampu mendorong jumlah hasil akhir penelitian yang dapat diaplikasikan (applicable). b.6.3. Pengabdian Masyarakat Pengabdian masyarakat merupakan wujud kepedulian insan pendidikan terhadap lingkungan dan masyarakat yang ada disekitarnya. Pengabdiam masyarakat diharapkan mampu membantu masyarakat sekitar kampus untuk bisa lebih mandiri dan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Dengan demikian program pengabdian masyarakat merupakan salah satu pembuktian akan kemanfaatan lembaga pendidikan terhadap masyarakat sekitarnya. Sehubungan dengan kondisi tersebut, keberadaan atau eksistensi sebuah lembaga pendidikan (Untag Surabaya) juga sangat ditentukan oleh besar kecilnya perannya terhadap kepentingan ataupun kebutuhan masyarakat. Dikenal atau tidaknya perguruan tinggi juga tergantung dari sejauh mana masyakarat mengetahui, mendapatkan manfaatnya dan merasakan kedekatannya terhadap masyarakat tersebut. Masyarakat disini dapat dari kalangan masyarakat umum, dan juga dari kalangan industri. Oleh karena itu, besar kecilnya program pengabdian masyarakat yang dicanangkan akan mendongkrak kualitas eksistensi perguruan tinggi tersebut. Namun demikian, pengabdian masyarakat sebisa mungkin merupakan bentuk implementasi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para dosen maupun mahasiswa. Sehingga apa yang diberikan ke masyarakat bukan lagi sebagai usaha coba- Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 36
44 coba ( trial and error) tetapi sudah merupakan hasil yang siap diterapkan dan membawa manfaat. Dana yang selama ini diperoleh untuk melakukan pengabdian masyarakat masih dari negara melalui Dikti dengan program IBM. Sedangkan dana dari Untag Surabaya masih belum ada. Selama 3 (ti ga) tahun terakhir program pengabdian masyarakat mengalami peningkatan, dan pada tahun 2015 baru mencapai rasio jumlah pengabdian dengan dosen yaitu 16,9%. (lihat gambar 19). Nilai ini tentunya masih sangat kecil dan harus terus ditingkatkan serta mendorong keterlibatan Untag Surabaya dibidang pendanaan semakin besar. b Kekuatan Jumlah dosen yang cukup besar dan kemampuan akademik yang sudah mumpuni diharapkan sebagai kekuatan untuk meningkatkan jumlah program pengabdian masyarakat. Banyaknya pendanaan yang disediakan baik oleh pemerintah pusat (dalam bentuk hibah) maupun pemerintah daerah dengan melakukan kerjasama, juga menjadi peluang besar untuk membuat program pengabdian masyarakat secara lebih baik dan tepat sasaran. Keaktifan koordinasi dan kerjasama yang dilakukan oleh LPPM juga menjadi poin penting dalam mendorong untuk meningkatkan jumlah pengabdian masyarakat. b Kelemahan Sejauh ini yang dijadikan keberhasilan program kerja LPPM dibidang pengabdian masyarakat adalah jumlahnya proposal yang berhasil dilaksanakan. Perlu ada usaha yang lebih kuat agar jumlah proposal yang dibuat oleh dosen semakin banyak. Melihat dari kondisi ini, kelemahan yang terlihat adalah masih rendahnya minat dosen untuk melakukan pengabdian masyarakat secara mandiri, dan tidak terlalu mengharapkan hanya sebagai anggota tim. Perlu ada batasan-batasan dan aturan yang dibuat oleh Untag Surabaya untuk bisa mendorong dan memacu semangat dosen dalam melakukan pengabdian masyarakat. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Untuk meningkatkan jumlah aktivitas pengabdian masyarakat, LPPM harus melakukan beberapa hal penting yaitu membangun desa atau wilayah binaan, dimana desa atau wilayah tersebut benar-benar membutuhkan pendampingan dalam rangka mengembangkan dan memajukan wilayah tersebut. Membangun banyak kerjasama dengan pemerintah yang memiliki banyak program pengembangan dan pembangunan wilayah. Dengan kerjasama dan memiliki desa binaan diharapkan topik dan permasalahan yang diselesaikan tersedia dengan Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 37
45 mudah. Membantu menyediakan topik permasalahan akan mempermudah dosen untuk membuat proposal dan mendapatkan topik pengabdian masyarakat. B.7. Kerjasama dalam dan luar negeri Kerjasama dengan instansi lain, baik dalam dan luar negeri dapat membantu mempercepat pengembangan Untag Surabaya. Kerjasama ini juga mampu memberikan masukan dan pandangan baru dalam menentukan strategi pengembangan. Adanya saling memberi masukan dan tukar informasi merupakan manfaat yang dapat diperoleh dari sebuah kerjasama. Oleh karena itu, kerjasama yang dilakukan harus benar-benar ditindaklanjuti dengan program nyata sehingga kerjasama tersebut berfungsi dan bermanfaat. Jumlah kerjasama yang dilakukan belum stabil dan terkesan kerjasama yang dilakukan terkesan belum terencana dengan baik. hal ini dilihat dari tidak adanya peningkatan perkembangan yang semakin naik. Kerjasama dalam negeri, baik dengan instansi pemerintah maupun dengan perguruan tinggi yang dilakukan pada tahun 2015 cukup menggimbarakan yaitu sebesar 15 bentuk kerjasama, lihat gambar 20. Namun dengan perguruan tinggi di luar negeri justru mengalami penurunan, gambar 21. Kerjasama juga dilakukan oleh fakultas sendiri-sendiri, yang tentunya hanya mengarah pada kompetensi fakultas masing-masing, gambar 22. Jumlah Kerjasama (MoU) Kerjasama (MoU) dengan dengan Institusi Dalam Univ. Luar Negeri Negeri Th 2010 Th 2012 Th 2013 Th 2014 Th 2015 Gambar 20. Kerjasama instansi dalam negeri Th 2012 Th 2013 Th 2014 Gambar 21. Kerjasama PT luar negeri Sedangkan untuk LPPM, kerjasama yang dilakukan pada tahun 2015 mengalami peningkatan yang cukup baik yaitu sebesar 7 bentuk kerjasama, lihat gambar 23. Diharapkan kerjasama ini akan mampu membawa LPPM menjadi lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat yang lebih diakui oleh masyarakat. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 38
46 Secara umum, kerjasama yang dilakukan hendaknya mampu membawa Untag Surabaya menjadi sebuah perguruan tinggi yang diakui kemampuannya oleh masyarakat dan pemerintah, sehingga Untag Surabaya benar-benar mampu dan pantas untuk dijadikan sebagai partner dalam pengembangan instansi mereka. Kerjasama Fakultas dengan instansi lain 11 Jumlah Kerjasama LPPM terhadap Instansi lain Th 2012 Th 2013 Th 2014 Gambar 22. Fakultas dengan instansi lain Th 2015 Gambar 23. LPPM dengan instansi lain b.7.1. Kekuatan Menyadari akan kemampuan yang dimiliki oleh Untag Surabaya, baik dari sisi kemampuan dosen dan sarana, sudah layak untuk menjadi modal dalam pembangunan kerjasama dengan pihak lain. Banyaknya alumni yang sudah tersebar di berbagai posisi juga menjadi kekuatan yang bisa meningkatkan jumlah kerjasama yang ingin dibangun. b.7.2. Kelemahan Kerjasama yang dibangun selama ini memang belum dimanfaatkan secara baik oleh Untag Surabaya. Masih adanya kerjasama yang belum ditindaklanjuti dengan program yang nyata. Adanya kerjasama ini juga belum dipahami dan diketahui secara luas oleh civitas akademika Untag Surabaya, sehingga persiapan diri dalam rangka mengisi program kerja untuk mencapai tujuan kerjasama belum berjalan dengan baik. b.7.3. Rekomendasi Strategi Pengembangan Peningkatan kerjasama dengan pihak lain harus terus dilakukan, dengan membuat rencana program secara baik. Diharapkan kerjasama ini mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Kerjasama harus diikuti dengan program kerja yang baik dan mampu untuk dilakukan sesegera mungkin oleh Untag Surabaya. Kerjasama harus menjadi wadah dan sarana dalam proses pengembangan Untag Surabaya kedepan. Kerjasama harus mampu Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 39
47 memberikan masukan dan informasi terhadap kemungkinan perkembangan kedepan, dan mendapatkan gambaran strategi yang diambil untuk menjawab tantangan tersebut. B.8. Perpustakaan Perpustakaan sebagai jantungnya sebuah perguruan tinggi (lembaga pendidikan/ keilmuan) tentunya harus mampu menyediakan dan melayani ketersediaan referensi secara baik. Perpustakaan harus memberikan suasana yang tenang dan nyaman bagi pengunjung, sehingga benar-benar menjadi tempat untuk pengayaan dan pendalaman ilmu. Jumlah referensi juga menjadi perhatian penting sebuah perpustakaan, karena akan sangat mempengaruhi jumlah pengunjung. Koleksi yang dimiliki oleh Untag Surabaya diakhir tahun 2015 adalah 1883 judul dengan jumlah exemplar 2421 buah. Adapun jenis referensi yang dimiliki diuraikan dalam gambar 24 dibawah ini. PENERIMAAN KOLEKSI TAHUN Judul Eks Gambar 24. Jumlah koleksi perpustakaan di tahun 2015 Sedangkan jumlah jurnal yang dimiliki cukup memprihatinkan, dimana dari tahun ke tahun semakin menurun baik jurnal nasional maupun internasional, lihat gambar 25. Jurnal sebagai informasi perkembangan keilmuan maupun teknologi yang terjadi sepantasnya dimiliki oleh perpustakaan secara lengkap dan rutin, sebagai bahan pertimbangan dan acuan atas ilmu ataupun teknologi yang ingin dikembangkan oleh dosen Untag Surabaya. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 40
48 Jumlah Jurnal NASIONAL INTERNASIONAL Gambar 25. Jumlah koleksi jurnal yang dimiliki sampai tahun 2015 Jumlah kunjungan dalam tiga tahun terakhir relative konstan, namun pada tahun 2015 terjadi sedikit kenaikan sebagaimana ditunjukan pada gambar 26. Melihat trend kunjungan tahun 2015, perkembangan per bulan cukup baik, yaitu secara umum mengalami peningkatan dengan jumlah pengunjung orang. Peningkatan ini disebabkan salah satunya karena adanya perubahan dalam pelayaan dan penataan ruang serta tingkat kenyamanan pengunjung. PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN Gambar 26. Jumlah pengunjung Perpustakaan Melihat dari jumlah pengunjung, banyaknya buku yang dipinjam selama tahun 2015 adalah sebesar 3257 buku, dengan distribusi per bulan seperti pada gambar 27. Dari data Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 41
49 tersebut diperoleh bahwa dalam kunjungan 25 orang buku yang dipinjam hanya 1 buah atau hanya sekitar 4%. Ini menunjukan kalau pengunjung lebih banyak membaca ditempat. Sehubungan dengan kondisi ini tentunya dibutuhkan tempat baca yang nyaman dan mampu memberikan inspirasi. Ini menjadi pertimbangan dalam mendisain ruang baca yang lebih baik. PEMINJAM KOLEKSI tahun 2015 PEMINJAM KOLEKSI Gambar 27. Jumlah peminjam koleksi tahun 2015 b.8.1. Kekuatan Sejauh ini kekuatan yang cukup besar dimiliki oleh perpustakaan Untag Surabaya adalah memiliki gedung atau ruang perpustakaan yang cukup memadai dengan pengelolaan dan penataan cukup baik. Sudah adanya sistem pengelolaan secara online, yang siap melayani mahasiswa dari berbagai tempat dan kapan saja. Sudah mulai melakukan pergeseran sistem perpustakaan konvensional ke modern dengan menerapkan e-library. b.8.2. Kelemahan Dengan pengembangan sistem pengelolaan yang berbasis IT, kendala yang ditemui adalah kemampuan sumber daya. Sumber daya manusia yang dimiliki masih membutuhkan banyak pelatihan dan peningkatan kompetensi dibidang IT. Sarana pendukung lainnya juga harus ditingkatkan khususnya terkait dengan kualitas alat yang sesuai dengan beban kerja. b.8.3.rekomendasi Strategi Pengembangan Untuk menjadikan semua sistem yang dibangun berjalan dengan baik perlu dilakukan beberapa hal yaitu 1. peningkatan kemampuan staf dibidang IT sehingga membantu kelancaran program program pelayanan, 2. Pemutahiran sarana dan alat pendukung lainnya Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 42
50 sehingga beban kerja sistem yang dibangun mampu untuk dijalankan dengan baik, 3. Peningkatan jumlah buku dan referensi lainya secara kontinu dan dengan terbitan terkini, 4. Perlu ada penataan terkait dengan proses penelusuran referensi oleh pengguna agar lebih mudah dan cepat. B.9. Lingkungan Lingkungan kampus merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembangunan kampus yang baik, ramah lingkungan dan menyatu dengan alam. Penataan lingkungan akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi kampus, sehingga penataan tersebut harus dilakukan secara komprehensif dan mengarah pada visi dan misi lembaga. Lingkungan kampus akan memberikan gambaran kepada masyarakat sejauh mana kampus itu dibangun dengan perencanaan yang baik. Penataan lingkungan kampus tentunya akan membantu dalam perwujudan akademik atmosper, sehingga tidak hanya mengatur tata letak exterior saja tapi juga memperhatikan kepentingan dalam peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan. b.9.1. Kekuatan Kampus Untag Surabaya memiliki lahan yang cukup luas yaitu sekitar 5 hektar, dengan bangunan gedung-gedung yang masih menyediakan lahan terbuka hijau. Lahan ini masih memungkinkan untuk dibangun lingkungan yang mampu menciptakan suasana akademik yang lebih baik. b.9.2. Kelemahan Mengikuti perkembangan yang terjadi, penataan lingkungan kampus perlu mendapatkan evaluasi kembali, sehingga beberapa kondisi yang terkait dengan lingkungan masih bisa dilakukan. Adanya ruang-ruang yang digunakan oleh UKM telah menjadikan kondisi lingkungan yang tidak tertata dan tidak nyaman. Belum adanya aturan lembaga yang mengatur penggunaan ruang telah memberikan dampak ketidaknyamanan lingkungan. b.9.3. Rekomendasi Strategi Pengembangan Untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyatu dengan gedung diperlukan perencanaan yang menyeluruh dan terpadu. Perlu ada kajian tentang kondisi lingkungan yang ingin diwujudkan bersama untuk masa sekian tahun kedepan. Lingkungan yang terjadi harusnya bisa memberikan kenyamanan dalam belajar. Pembangunan lingkungan bukan Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 43
51 menjadi bagian dari kepentingan parsial, tetapi sebagai kebutuhan kampus dalam mewujudkan suasana akademik yang sesuai standar-standar pengelolaan lembaga pendidikan. B.10. Akreditasi prodi Sesuai dengan data perkembangan keberhasilan pengelolaan program studi yang selama ini dilakukan oleh masing-masing fakultas, maka dapat dilihat dari nilai akreditasi yang diperoleh. Memang terjadi perkembangan naik turun atas nilai akreditasi yang diperoleh (lihat gambar 28). Hal ini tentunya bisa mencerminkan kematangan pengelolaan dan perencanaan pengembangan masing-masing prodi. Perlu mendapatkan perhatian lebih, khususnya dalam pengelolaan data dan arsip setiap prodi yang masih berpotensi sebagai penghambat dalam perencanaan. Terkait dengan pengelolaan data dan pengarsipan, akan menjadi sangat baik apabila dapat diintegrasikan dengan sistem yang sudah dibangun Untag Surabaya.. Akreditas Prodi A B C Gambar 28. Perkembangan posisi nilai akreditasi yang diperoleh program studi sampai tahun Nilai akreditasi program studi masih dinominasi dengan nilai B (88%). Sampai tahun 2015, masih ada program studi yang mendapatkan nilai akreditasi C. Nilai ini tentunya sangat menyusahkan lulusan, terkait dengan persaingan dunia kerja dilapangan. b Kekuatan Dalam pengelolaan program studi, sebenarnya Untag Surabaya sudah membangun sebuah sistem yang bisa membantu dalam bidang pengelolaan dan pengarsipan data. Dengan sistem ini kelemahan selama ini yaitu tentang arsip data dapat dihindari. Sisi lain, adanya kesadaran yang baik dari setiap staf, untuk menjadikan lembaga ini lebih baik, dan Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 44
52 menuju pada standar-standar tertentu yang ditetapkan dan menjadi acuan dalam pengembangan lembaga. b Kelemahan Dari sarana dan sumber daya yang dimiliki, tentunya tidak akan berfungsi apabila tidak dianfaatkan dengan baik. Perlu ada motivasi dan dorongan dari pimpinan sehingga sarana yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan baik. Staf dan sumber daya manusia yang dimiliki harus mampu menggunakan dan mengetahui tujuan yang ingin dicapai. Sampai saat ini masih banyaknya SDM yang belum mampu memnggunakan sarana tersebut secara baik, sehingga keinginan untuk membangun ketertiban administrasi masih terhambat. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Terkait dengan akreditasi, penataan dan pengaturan sistem manajemen program studi sangat diperlukan. Banyaknya data yang dibutuhkan dalam proses akreditasi pasti akan membutuhkan pengelolaan yang baik. Untuk itu perlu penguatan sistem kelola pada program studi dan harus terpadu dengan unit-unit pendukung lainnya. Adanya sistem administrasi yang terpadu antar unit akan memudahkan dalam penyusunan akreditasi, disamping menjadi sumber informasi utama dalam pengembangan dan pembangunan program studi yang berbasis data. B.11. Proses Pembelajaran Proses Pembelajaran Untuk membangun kualitas perkuliahan yang pada akhirnya bermuara pada lahirnya lulusan-lulusan bermutu, tidak bisa dilepaskan dari tingkat kehadiran dosen di kelas (perkuliahan tatap muka). Ini dapat dikatakan sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan proses perkuliahan yang dilakukan oleh sebuah lembaga pendidikan. Kondisi ini merupakan keberhasilan Untag Surabaya dalam mengajak dosennya untuk menjalankan tugasnya dibidang pendidikan dengan sebaik-baiknya. Kasadaran ini tentunya merupakan modal yang sangat besar dalam membangun citra pendidikan yang dijalankan oleh Untag Surabaya di mata masyarakat. Melihat dari Gambar 29, terjadi perbaikan kehadiran dosen di kelas dari 94,76% pada semester gasal 2011/2012 menjadi 97,27% pada semester genap 2013/2014. Ada perbaikan sebesar 2,6 % untuk seluruh dosen Untag Surabaya. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 45
53 RATA-RATA KEHADIRAN DOSEN MENGAJAR PERSEMESTER (GASAL 2011/2012-GENAP 2013/2014) 97,13% 96,51% 97,27% 94,76% 94,19% 95,10% Gambar 29. Tingkat kehadiran dosen rata-rata persemester seluruh Fakultas IPK Lulusan Melihat dari IPK lulusan yang dimiliki oleh masing-masing fakultas sudah cukup baik, yaitu diatas 3, yang tentunya sudah melebihi dari standar IPK yang diinginkan oleh pencari tenaga kerja yaitu minimal 3,00. Sangat diharapkan bahwa IPK ini menjadi tolak ukur kemampuan yang sebenarnya dari lulusan, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat semakin baik. Diharapkan, IPK lulusan akan semakin baik sejalan dengan proses pembelajaran yang dilakukan semakin baik pula. Kondisi IPK lulusan per fakultas untuk semester ganjil 2015/2016 diperlihatkan pada gambar 30. Rata-rata IPK Lulusan 3,21 3,17 3,10 3,12 3,08 3,01 Fisip FE FH FT F Psi FS Gambar 30. IPK lulusan per fakultas pada semester ganjil 2015/2016 Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 46
54 b Kekuatan Dosen-dosen Untag Surabaya hampir seluruhnya sudah mendapatkan pelatihan proses belajar mengajar (pekerti/aa), sehingga diharapkan mampu memberikan proses pembelajaran dengan baik. Untag Surabaya memberikan perhatian yang cukup besar agar mampu menghasilkan nilai IPK lulusan yang semakin baik. Harapan ini juga diperkuat dengan adanya kesadaran dosen untuk hadir dalam kelas yang semakin tinggi. Kehadiran ini tentunya akan memberikan dampak positif kepada semangat mahasiswa didalam mengikuti proses pembelajaran. b Kelemahan Dalam pelaksanaan Proses Belajar Mengajar dibutuhkan adanya evaluasi metode pembelajaran, namun selama ini tidak pernah dilakukan. Dalam perkembangannya diharapkan ada penelitian yang dapat memberikan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter mahasiswa, sehingga pembelajaran yang dilakukan berhasil dengan baik. Proses pembelajaran yang dilakukan masih sering berupa coba-coba, sehingga sangat sulit untuk memastikan metode tersebut berhasil untuk dilakukan pada proses pembelajarannya. Kelemahan lain adalah masih belum seragamnya standar penilaian yang dilakukan oleh setiap dosen. b Rekomendasi Strategi Pengembangan Dalam pengembangan proses pembelajaran sangat diperlukan ada penelitian tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter mahasiswa Untag Surabaya. Diharapkan mampu memberikan nilai proses pembelajaran yang sebaik-baiknya. Perlu ada penerapan evaluasi yang rutin dan terukur sehingga mampu memberikan data-data untuk pengembangan yang lebih baik. Harus ada pembekalan dalam pembelajaran tentang pentingnya menjalankan proses dengan baik dan sesuai dengan SOP yang ditetapkan. Dalam menyeragamkan kualitas lulusan, diharapkan Untag Surabaya menerapkan standar proses pembelajaran dan penilaian secara baik sehingga meminimalkan ketimpangan yang terjadi antar dosen itu sendiri. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 47
55 C. Kondisi Eksternal C.1. Harapan Masyarakat Terhadap Pendidikan Tinggi Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Berperan mencerdaskan kehidupan bangsa, maka lembaga pendidikan otomatis sangat menentukan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa itu sendiri. Taraf pendidikan yang lebih tinggi suatu bangsa tidak terjadi begitu saja, melainkan ditentukan oleh berbagai faktor antara lain kualitas pendidikan, program pendidikannya, sistem pelayanan, sarana pendidikan dan pembiayaan. Semua faktor tersebut diharapkan mampu memenuhi kemauan masyarakat. Harapan terhadap pendidikan ini juga didasari oleh adanya pemahaman bahwa anggaran pendidikan yang diberikan oleh bangsa ini semakin besar, sehingga masyarakat secara tidak langsung juga menuntut agar lembaga pendidikan mulai berbenah dan meningkatkan perannya demi memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pendidikan Tinggi juga diharapkan mampu berdiri sebagai satu pintu pengembangan kompetensi SDM, sehingga lulusan yang terjadi sudah sesuai dengan kebutuhan yang dituntut oleh pasar kerja maupun oleh stakeholder. Beberapa tuntutan terkadang sangat sulit untuk dipenuhi oleh perguruan tinggi swasta (PTS), namun itu tidaklah untuk dihindari, karena untuk menjaga eksistensi lembaga dalam kondisi apapun harus masuk dan menyatu menjadi bagian dari tuntutan tersebut. Melihat perkembangan yang terjadi sudah sangat terbuka, yang semakin lama batas antara satu daerah dengan daerah lain mulai hilang, baik secara nasional maupun internasional, maka institusi Pendidikan Tinggi harus mampu menjadi jembatan penghubung antar wilayah kepentingan tersebut. Sehingga lembaga pendidikan tersebut juga harus menjadi pemain dalam gloalisasi tersebut. (7) Pendidikan Indonesia tidak hanya fokus pada pengembangan secara akademik saja, tapi lebih ke pengembangan softskill yang berfokus pada attitude. Saat ini banyak generasai muda, khususnya para pelajar yang memiliki kemampuan segudang namun kurang baik dalam bertingkah laku. Materi pendidikan lebih edukatif dan bersifat pemecahan masalah, sehingga hasil penelitian anak bangsa menjadi lebih bermanfaat dan tidak hanya sekedar pajangan di perpusatakaan. Dalam pengembangan lembaga pendidikan tinggi pelayanan terhadap proses yang dijalani mahasiswa harus semakin baik, karenanya harus ada peningkatan kualitas sumber daya manusia baik tenaga pendidik dan staff dalam melayani mahasiswa diberbagai bidang kepentingan. Pendidikan tinggi diharapkan mampu memberikan peluang dan kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih berperan aktif dalam berkehidupan bermasyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkembang dimasyarakat. Untuk menyikapi perkembangan global, tentunya institusi Pendidikan Tinggi harus mampu membangun Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 48
56 kerjasama dengan institusi lain di dalam dan luar negeri dengan program-program real yang membawa dampak terhadap kemampuan dan kompetensi mahasiswa. pentingnya, bahwa Perguruan Tidak kalah Tinggi harus mulai menyiapkan mahasiswanya untuk menghadapi global challenges, terutama ASEAN Economic Community (AEC). Mahasiswa tidak lagi hanya diharapkan sekedar kuliah tapi juga dikembangkan kemampuan softskills sehingga bisa selangkah lebih maju dari orang lain. c.1.1. Peluang Memahami apa yang diharapkan oleh masyarakat, maka merupakan satu peluang besar untuk lembaga pendidikan tinggi, khususnya Untag Surabaya untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan harapan mereka. Bagaimanapun pengembangan yang dilakukan oleh Untag Surabaya tentunya tidak akan bisa berlanjut apabila masyarakat sebagai konsumen tidak menjadikan Untag Surabaya sebagai pilihan. Dengan semakin luasnya dampak globalisasi, maka calon tenaga kerja ataupun setiap individu yang menginginkan dirinya eksis dalam persaingan pasar global tentunya tetap mengharapkan mendapatkan pendidikan yang bisa membawa dirinya menang dalam persaingan tersebut. Kemampuan keilmuan dan kerja akan tetap berdampingan dan menjadi tolak ukur dalam memenangkan persaingan global. c.1.2. Ancaman Dalam penyediaan kemampuan internal untuk menghasilkan lulusan yang berkemampuan sebagaimana diharapkan masyarakat tentunya akan dimiliki oleh seluruh perguruan tinggi di dunia ini, demikian juga di Indonesia. Dengan semakin nyatanya kebutuhan untuk memenangkan persaingan global, maka seluruh perguruan tinggi akan berlomba lomba sebagai agen penghasil pemenangan persaingan global. Dari sekian perguruan tinggi yang ada di Indonesia, Untag Surabaya harus berjuang lebih keras, karena akan menghadapi cukup banyak perguruan tinggi yang sudah lebih siap menghadapi persaingan global tersebut. c.1.3. Rekomendasi Strategi Pengembangan Melihat dari kebutuhan masyarakat yang semakin komplek dan semakin tinggi untuk menghadapi persaingan global, maka Untag Surabaya harus banyak berbenah dan menyiapkan diri secara lebih serius dibidang pembelajaran. Diharapkan, pembelajaran tersebut mampu membangun kemampuan keilmuan dan kerja (implementasi ilmu) dalam dunia real yang semakin baik dengan porsi yang seimbang. Dimungkinkan lulusan Untag Surabaya telah memiliki kesiapan kerja yang baik, karena pengalaman kerja yang diberikan Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 49
57 pada saat praktikum sudah mendekati dan atau sesuai dengan yang dipergunakan dilapangan. C.2. Harapan Stakeholders Terhadap Kualitas Lulusan Dalam perkembangan globalisasi, dan menghadapi era AEC, setiap stakeholders atau pengguna tenaga kerja memiliki pilihan untuk calon tenaga kerja yang akan dipergunakan cukup banyak. dan tidak saja dari dalam negeri, tetapi mereka juga bisa merekrut dengan mudah yang berasal dari luar negeri (negara ASEAN). Satu hal yang diinginkan oleh stakeholders adalah tenaga kerja tersebut memiliki kemampuan baik keilmuan maupun keterampilan kerja sesuai dengan kebutuhan. Pastinya mereka akan menerima tenaga kerja yang siap bekerja dan memberikan keuntungan langsung pada perusahaan mereka. Perusahaan bisa meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan dalam rangka pengembangan SDM. Sebagaimana tuntutan untuk tenaga kerja, lembaga pendidikan formal (termasuk pendidikan tinggi) akan dimasukan sebagai penanggungjawab dan mempersiapkan masyarakat Indonesia untuk menghadapi integrasi regional. karenanya pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan kualitas tenaga kerja (manusia) untuk menghadapi persaingan dalam era AEC. Tenaga kerja terlatih jauh lebih utama dibandingkan dengan tenaga kerja terdidik. SDM terdidik tanpa disertai dengan kompetisi yang memadai dapat dikalahkan oleh tenaga kerja yang terampil dan terlatih. Perusahaan lebih memilih untuk merekrut karyawan yang berpengalaman karena sudah terbukti hasil kerjanya di dunia profesional, terlepas dari seberapa tinggi latar belakang pendidikannya. Sisi lain, pola dan etos kerja karyawan yang berpengalaman sudah terbentuk, sehingga meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dalam hal pengembangan SDM perusahaan(5). Untuk menjamin kualitas lulusan, pendidikan tinggi harus memiliki Blue Print sistem pendidikan secara menyeluruh dan sertifikasi berbagai profesi. c.2.1. Peluang Melihat dari perkembangan kebutuhan stakeholders terhadap kualitas tenaga kerja, tentunya secara kelembagaan memiliki peluang besar untuk menjadikan Untag Surabaya sebagai tempat peningkatan kompetensi para calon tenaga kerja. Dengan berbagai kerjasama yang sudah dibangun, baik dengan perusahaan atau lembaga lain, akan memberikan akses yang lebih mudah untuk mengkondisikan agar proses pendidikan yang dilakukan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan stakeholders. Banyaknya program studi dan tenaga dosen yang dimiliki oleh Untag Surabaya akan Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 50
58 memberikan kekuatan tersendiri untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya sebagaimana diperlukan oleh masyarakat. c.2.2. Ancaman Tentunya pemikiran dalam pengembangan eksistensi lembaga pendidikan tinggi akan hampir sama dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya yaitu ingin menjadikan lembaganya tersebut mampu merebut tempat sebagaimana diharapkan oleh masyarakat atau stakeholders. Untuk itu, kecepatan langkah dalam pengembangan dan penguatan kompetensi akan menjadi penentu. Kecepatan untuk menjadikan lembaga tersebut semakin dekat dengan harapan masyarakat atau stakeholders akan menjadi pemenang. Semakin cepat dan semakin banyak sumber daya yang disiapkan untuk menjadi pondasi penguatan eksistensi, maka lembaga itulah yang menjadi pemenang. Kondisi ini tentunya sebagai ancaman besar bagi Untag Surabaya, kalau langkah pengembangan dan penguatan yang disiapkan cukup lambat. c.2.3. Rekomendasi Strategi Pengembangan Melihat trend perkembangan tututan dan kebutuhan stakeholders yang semakin tinggi, maka Untag Surabaya harus menunjukan dirinya mampu untuk memenuhi tuntutan tersebut. Penguatan kurikulum (sistem proses pembelajaran ) dan peningkatan kemampuan sumber daya (manusia dan peralatan penunjang) harus ditingkatkan dan meny esuaikan dengan standar-standar yang ada. Kemampuan pengelolaan dan membangun sistem administrasi maupun akademik harus menjadi satu kekuatan yang saling mendukung dan menguatkan. Membangun kerjasama yang baik dengan instansi lain (baik perusahaan atau dun ia pendidikan dalam maupun luar negeri) yang diikuti dengan program yang jelas akan memberikan percepatan pengembangan Untag Surabaya sesuai dengan harapan masyarakat/stakeholders. C.3. Tantangan Pendidikan Di Era Globalisasi Pesatnya perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu ciri utama perkembangan global di abad 21. Siap atau tidak siap hal itu merupakan satu realitas yang harus dihadapi dengan kualitas sumber daya manusia dengan daya saing unggul. Menghadapi berbagai perubahan di era globalisasi diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kualitas keberdayaan yang lebih efektif agar mampu mengatasi berbagai tantangan yang timbul. Pada tatanan global seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada tantangan yang bersumber dari perkembangan global sebagai akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 51
59 Dalam era globalisasi setiap orang dituntut untuk mampu mengatasi berbagai masalah yang kompleks sebagai akibat pengaruh perubahan global. Menurut Marquardt (1996) memasuki Abad ke-21 ada empat kecenderungan perubahan yang akan mempengaruhi pola-pola kehidupan yaitu; 1.) perubahan lingkungan ekonomi, sosial dan pengetahuan dan teknologi 2.) perubahan dalam lingkungan kerja, 3.) perubahan dalam harapan pelanggan 4.) perubahan harapan para pekerja. Demikian halnya menurut Robert B Tucker (2001) mengidentifikasi adanya sepuluh tantangan di abad 21 yaitu 1.) kecepatan (speed), 2.) kenyamanan ( convinience), 3.) gelombang generasi ( age wave), 4.) pilihan (choice), 5.) ragam gaya hidup (life style) 6.) kompetisi harga (discounting), 7.) pertambahan nilai ( value added) 8.) pelayanan pelanggan ( customer service), 9.) teknologi sebagai andalan ( techno age), 10.) jaminan mutu ( quality control). Dari semua identifikasi tersebut, Untag Surabaya harus mampu mewujudkan dan menjadi bagian utama unsur pengembangan. Di era globalisasi, adanya kemajuan teknologi informasi dan industri yang amat cepat dan ketat menjadikan setiap negara harus berbenah diri, dan berlomba lomba meningkatkan sumber daya manusia dalam rangka memenangkan persaingan global. Tidak terkecuali lembaga pendidikan tinggi, harus sigap membangun diri agar tidak tersingkirkan dalam persaingan global tersebut. Era Globalisasi ekonomi menuntut peningkatan kemampuan daya saing yang kuat dalam teknologi, manajemen, sumber daya manusia serta upaya terus menerus dalam mengembangkan inovasi dan menciptakan efisiensi cost sehingga mampu berkompetisi dalam persiapan dunia tanpa batas (bordeless). Pendidikan tinggi sebagai wadah penggemblengan sumber daya manusia tentunya harus berdiri paling depan untuk menawarkan kemampuan untuk memenuhi syarat-syarat kompetensi itu. Menurut Joseph Stiglitz ( Making Globalization Work ), tak ada satu pun negara yang bisa menghindarkan diri dari globalisasi. Konsekuensinya, tidak ada pilihan bahwa setiap negara harus masuk dalam pusaran dinamika dunia, baik dinamika budaya, politik, keamanan, termasuk dalam pusaran ekonomi global. Lembaga pendidikan tidak bisa lagi berdiri dengan arogansinya. Tetapi harus mampu menjadi rujukan yang dinamis akan kebutuhan masyarakat. Lembaga pendidikan harus memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan secara cepat sebagaimana kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran. Saat ini, Indonesia dan Untag Surabaya ada dalam pusaran kompetensi regional yaitu AEC yang tidak bisa dihindari dan harus disambut dengan segala persiapan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kebutuhan pendidikan tinggi untuk menjadikan penguat dalam persaingan global maupun Asia harus disediakan. Kecepatan respon terhadap perubahan harus menjadi bagian dari budaya berorganisasi. Keterlambatan langkah dalam persiapan diri maka lembaga Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 52
60 tersebut akan menjadi penonton dan tertinggal dalam persaingan tersebut. oleh karenanya lembaga pendidikan harus memiliki Blue Print sistem pendidikan secara menyeluruh dan dijalankan dengan komitmen yang tinggi. Sesuai tuntutan globalisasi, lembaga pendidikan tinggi didorong untuk dapat menghasilkan lulusan berkualitas Internasional yang dilengkapi dengan keterampilan profesional, keterampilan bahasa dan keterampilan antar budaya. Liberalisasi perdagangan jasa pendidikan merupakan kesempatan bagi lembaga-lembaga pendidikan tinggi untuk menyambut mahasiswa asing terutama dari negara-negara anggota ASEAN. Namun pada dasarnya institusi pendidikan tinggi harus meningkatkan kualitas program studi, kurikulum dan fasilitasnya untuk memenuhi standar internasional. Sisi lain, pendidikan tinggi juga dituntut dapat mengembangkan keterampilan melalui kerja sama dengan institusi atau pihak lain maupun dengan pengembangan unit kegiatan mahasiswa. Menurut Khaerudin Kurniawan (1999), tantangan pendidikan tinggi era global adalah : 1). Tantangan untuk meningkatkan nilai tambah atau produktivitas kerja, 2). Tantangan untuk melakukan riset secara komprehensif terhadap terjadinya era reformasi dan transformasi struktur masyarakat (tradisional -agraris ke modern-industrial dan informasi-komunikasi), 3). Mampu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang berkualitas sebagai hasil pemikiran, penemuan dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, 4). Tantangan munculnya invasi dan kolonialisme baru dibidang Iptek. Semua tantangn ini tentunya menuntut adanya SDM yang berkualitas dan berdaya saing dibidang-bidang tersebut secara komprehensif dan komparatif yang berwawasan keunggulan, keahlian profesional, berpandangan jauh kedepan (visioner), rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi serta memiliki keterampilan yang memadai sesuai kebutuhan dan daya tawar pasar. c.3.1. Peluang Pola pikir masyarakat khususnya dalam memenangkan persaingan di era globalisasi ini dipastikan akan bermuara pada kompetensi dirinya sendiri, baik secara keilmuan maupun kemampuan kerja (skill). Kondisi ini tentunya merupakan peluang besar bagi Untag Surabaya sebagai lembaga pendidikan tinggi. Masyarakat angkatan kerja, yang merupakan konsumen Untag Surabaya, berkeinginan mendalami berbagai keilmuan sebagai modal berkompetisi. Sedangkan Untag Surabaya telah memiliki banyak program studi yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk mendalami keilmuan tersebut. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 53
61 c.3.2. Ancaman Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Banyaknya pendidikan tinggi yang dapat dipilih oleh masyarakat merupakan tantangan tersendiri bagi Untag Surabaya. Dengan pemikiran yang sama, bahwa pendidikan tinggi harus menyiapkan diri dan mampu menyediakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan stakeholders. Satu hal yang dapat menjadikan sebuah lembaga pendidikan sebagai pemenang adalah kecepatan perwujudan. Semakin cepat membangun kemampuan kebutuhan stakeholders maka peluang untuk menjadi pemenang (leader) dalam pendidikan tinggi semakin besar. c.3.3. Rekomendasi Strategi Pengembangan Keberadaan dalam era globalisasi tentunya bukan sebuah pilihan tapi suatu kondisi yang memang harus dihadapi. Harus ada persiapan dan penguatan kemampuan untuk dapat ikut bersaing di era global secara baik. Dibutuhkan tata kelola yang baik, diikuti dengan program kerja yang sangat terencana, dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Sistem Penjaminan Mutu dalam berbagai bidang disiapkan secara baik dan diimplementasikan dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat membangun pola pengembangan yang berkelanjutan. Dengan tantangan era globalisasi ini, semua komponen penguatan lembaga pendidikan harus mendapat perhatian pengembangan secara baik. Tidak diharapkan pengembangan yang terjadi parsial, tapi harus memiliki pergerakan yang sama untuk bisa menuju pada satu yaitu kekuatan eksistensi lembaga. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 54
62 BAB III VISI, MISI, TUJUAN, KEBIJAKAN STRATEGIS, DAN SASARAN PROGRAM. A. Visi Visi Untag Surabaya adalah Terwujudnya Universitas Unggul Berbasis Nilai dan Karakter Bangsa Pada Tahun Visi tersebut menjadi pedoman utama bagi Universitas untuk menjalankan seluruh kegiatannya. Makna yang terkandung dalam Visi ini dapat dipaparkan bahwa: (1). Universitas Unggul sebagaimana dimaksud dalam visi di atas mencakup dua makna, yang dikuatkan dengan tagline Untag Surabaya yaitu An Empowering and Networking University adalah: 1. Bahwa Untag Surabaya dirancang untuk memiliki keunggulan dalam hal melakukan pemberdayaan SDM, terkait dengan kompetensi yang dimiliki dan terus dibangun untuk menunjang eksistensi Untag Surabaya sebagai mitra dalam pembangunan dan pengembangan potensi wilayah, khususnya wilayah disekitar daerah pesisir. Keunggulan yang dibangun kemudian diperkuat dengan dijadikannya sebagai scientific leadership/scientific vision yaitu Pengembangan Ipteks dalam Pemberdayaan Potensi Wilayah Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat Berdasarkan Kearifan Lokal Scientific vision ini untuk mengarahkan perkembangan dan penguatan keilmuan dan teknologi (penelitian) yang dimiliki untuk menguatkan pengelolaan potensi wilayah. Untag Surabaya berharap menjadi sebuah Perguruan Tinggi yang memiliki keunggulan tertentu yang dapat diposisikan sebagai partner instansi pemerintah daerah dan swasta dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Langkah awal menuju terwujudnya Scientific Leadership/Scientific Vision ini adalah berupaya membangun kemampuan dan kekuatan internal, terutama peningkatan kompetensi SDM peneliti maupun penyediaan sarana prasarana penelitian yang dapat diimplementasikan di daerah dalam rangka memanfaatkan dan mengembangkan potensi wilayah. Langkah berikutnya mengarahkan aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari sivitas akademika akan difokuskan pada scientific vision yang telah ditetapkan. Pada akhirnya hal tersebut diharapkan dapat dipergunakan sebanyak mungkin untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dan sekitarnya. Lebih lanjut, orientasi ke depan Untag Surabaya diharapkan akan dikenal sebagai Perguruan Tinggi dengan scientific vision yang fokus pada pemberdayaan potensi wilayah, sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dan/atau Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 55
63 organisasi swasta dalam pengembangan dan pemberdayaan potensi sumber daya ekonomi, lingkungan, budaya dan kesenian di kawasannya, yang berkehendak meningkatkan ekonomi masyarakat setempat melalui pemberdayaan potensi yang dimiliki. (4) Para pemangku kepentingan menjadi partner yang memberikan dukungan dalam memajukan Untag Surabaya (5) Prestasi dan reputasi lulusan Untag Surabaya diakui secara nasional dan internastional (6) Prestasi dan reputasi akademik dan non akademik dosen dan mahasiswa diakui secara nasional dan internasional Learning based Research Excelence in Education International level work performance of Academic staff International level performance of Research Group and Research Center (1) Banyak dosen atau peneliti kelas dunia melakukan riset bersama dengan dosen Untag Surabaya (2) Banyak mahasiswa Internasional yang belajar dan melakukan penelitian bersama mahasiswa Untag Surabaya (3) Banyak kerjasama dengan perguruan tinggi dari berbagai negara dalam penyelenggaraan program pendidikan S1, S2, dan S3 Gambar 31. Ciri-ciri Universitas Unggul yang hendak diwujudkan dalam Visi Untag Surabaya 2. Makna unggul yang lain, yaitu difokuskan dalam perwujudan jejaring. Untag Surabaya membangun keunggulan dengan melakukan jejaring bersama pihak lain, baik Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah dan Swasta baik dalam maupun luar negeri. Jejaring ini akan dijadikan bagian dalam pengembangan Untag Surabaya, sehingga mampu menjadi kelompok Universitas Unggul baik tingkat Nasional, Asean, Asia dan Dunia sebagaimana tertuang pada Renip Untag Surabaya , yang telah dijabarkan dalam milestone per lima tahunan dalam dokumen Renstra, yaitu sebagai berikut: a. Fase Pertama ( ): Terwujudnya Untag Surabaya sebagai Universitas yang bertata kelola baik (Good University Governance) pada tahun 2015; b. Fase kedua ( ): Terwujudnya Untag Surabaya termasuk dalam 50 besar Universitas Bermutu Unggul di tingkat Nasional ( National Qualified University) pada tahun 2020; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 56
64 c. Fase Ketiga ( ): Terwujudnya Untag Surabaya masuk dalam 100 besar Universitas Bermutu Unggul di tingkat Asean ( Asean Qualified University) pada tahun 2025; d. Fase Keempat ( ): Terwujudnya Untag Surabaya dalam 100 besar Universitas Bermutu Unggul di tingkat Asia (Asia Qualified University) pada tahun 2030; e. Fase Kelima ( ): Terwujudnya Untag Surabaya dalam 500 besar Universitas Bermutu Unggul di tingkat Dunia ( World Class Qualified University) pada tahun Untuk mewujudkan Untag Surabaya pada tahun 2035 masuk dalam jajaran Perguruan Tinggi bermutu yang memiliki keunggulan bersaing di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, maka Untag Surabaya harus memenuhi dan/atau melampaui: a. Standar mutu pendidikan tinggi berskala nasional (SN-Dikti dan/atau Standar BAN- PT); b. Standar mutu pendidikan tinggi berskala regional ( Asean University Network Quality Assurance/AUN-QA); c. Standar manajemen mutu pendidikan tinggi berskala internasional berbasis IWA-2 seri ISO 9001:2008). (2). Untag Surabaya Berbasis Nilai dan Karakter Bangsa, menggambarkan tentang kekhasan/penciri Untag Surabaya dalam membangun kepribadian (character building) insan akademik yang cerdas, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, berjiwa nasionalis, dan berwawasan kebangsaan. Untuk itu dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Untag Surabaya senantiasa melekatkan dalam setiap dharmanya, nilai-nilai kejujuran, kecerdasan, kebangsaan, keberagaman, dan kreativitas. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 57
65 (BN 1) Menjunjung tinggi dan mengembangkan NILAI KEJUJURAN (BN 4) Menjunjung tinggi dan mengembangkan NILAI KEBERAGAMAN Basis Nilai Untag Surabaya (BN 2) Menjunjung tinggi dan mengembangkan NILAI KECERDASAN (BN 5) Menjunjung tinggi dan mengembangkan NILAI KREATIVITAS (BN 3) Menjunjung tinggi dan mengembangkan NILAI KEBANGSAAN Gambar 32. Basis Nilai Berkarakter Bangsa yang dikembangkan Untag Surabaya. Untuk menanamkan nilai dan karakter bangsa, Untag Surabaya mengintegrasikan pada proses pendidikan maupun aktivitas tridharma lainnya. Sebagaimana Gambar 32, proses implementasi nilai-nilai tersebut diuraikan sebagai berikut: 1. Menjunjung tinggi dan mengembangkan Nilai Kejujuran. Nilai-nilai kejujuran yang dibangun diterapkan dalam berbagai aspek kegiatan, baik pada proses akademik, maupun pada non akademik. - Pada proses akademik (perkuliahan) nilai kejujuran diterapkan pada penyelesaian tugas dan proses ujian. Pada saat ujian seluruh alat komunikasi (hp) dikumpulkan di depan kelas. Demikian juga pada proses penilaian, akan dilakukan secara transparan, sehingga antara mahasiswa dan dosen sama-sama memberikan penilaian hasil proses perkuliahan secara jujur dan obyektif. Beberapa proses akademik seperti penilaian sudah dilakukan secara sistem berbasis on-line. - Sedangkan pada proses non akademik yaitu kegiatan pelayanan dan kegiatan keadminsitrasian lainnya diatur melalui sebuah sistem berbasis on-line. Dengan berbasis sistem, apa yang direncanakan, apa yang dilakukan dan apa yang dilaporkan sesuai dan mudah untuk dipantau, sehingga obyektifitas dan keselarasan program dapat dijamin. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 58
66 2. Menjunjung tinggi dan mengembangkan Nilai Kecerdasan. Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Nilai kecerdasan yang dimaksud adalah menjadikan mahasiswa dan civitas akademika harus mencerminkan sebagai insan intelektual yang mengutamakan dan didasarkan pada keilmuan. - Pada proses akademik, nilai-nilai kecerdasan dibangun dengan memberikan peluang lebih besar kepada mahasiswa, untuk melakukan diskusi dalam penyelesaian permasalahan yang diberikan dalam perkuliahan. Diharapkan, solusi permasalahan lebih mengacu pada referensi/keilmuan sehingga mencerminkan sebagai insan intelektual. - Demikian juga kepada seluruh dosen maupun staf kependidikan, diharapkan mampu mencerminkan perilaku yang berdasarkan pada kecerdasan. Semua kegiatan dan program yang dicanangkan diharapkan berlandaskan pada alasan yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan referensi yang jelas. 3. Menjunjung tinggi dan mengembangkan Nilai Kebangsaan. Nilai kebangsaan yang dikembangkan adalah cinta damai, bekerjasama, mandiri, tanggungjawab, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, demokratis dan religious & toleran, peduli pada lingkungan. - Dalam perkuliahan nilai-nilai ini dibangun secara terintegrasi, pada cara/metode pembelajaran yang dilakukan. Tidak secara spesifik muncul sebagai sebuah matakuliah, namun dari proses perkuliahan diharapkan setiap dosen mampu membangun nilai-nilai tersebut. - Demikian halnya pada aktivitas penunjang lain, dimana nilai-nilai ini dibangun dengan menerapkan SOP atau proses secara baik sehingga nilai nilai tersebut terbangun dengan baik. 4. Menjunjung tinggi dan mengembangkan Nilai Kreativitas. - Nilai-nilai ini dibangun dengan memberikan peluang penggunaan sarana dan prasarana oleh seluruh mahasiswa, seperti sarana laboratorium dan studio untuk mengembangkan diri dari sisi keilmuan dan sebagai tempat untuk berkarya. Menerapkan atau mempraktekan ilmunya untuk memecahkan permasalahan atau mewujudkan ide-idenya, yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Ideide ini juga mampu sebagai solusi terhadap permasalahan masyarakat. Demikian pula para dosen harus mampu membimbing mahasiswa untuk menggali ide-ide baru sebagai solusi terhadap permasalahan dimasyarakat. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 59
67 - Dari sisi pelayanan administrasi, kemampuan untuk memberikan kreativitas proses ataupun program pada suatu jenis pelayanan akan mampu membangun nuansa baru, emnghilangkan kemonotonan dalam berproses. Adanya nilai-nilai ini akan memberikan suasana dinamis dalam bekerja. 5. Menjunjung tinggi dan mengembangkan Nilai Keberagaman. Untag Surabaya merupakan Universitas yang di bentuk untuk ikut berperan aktif dalam mencerdaskan bangsa. Sehingga Untag Surabaya diperuntukan untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa membedakan Suku, Agama dan Ras. Sehingga nilai keberagaman merupakan andalan yang dibangun dan dipertunjukan kepada masyarakat atau stakeholder. - Dalam penerimaan mahasiswa baru, Untag Surabaya tidak pernah membedabedakan asal usul atau status yang dimiliki oleh calon mahasiswanya. Seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan di Untag Surabaya. Keberagaman adalah salah satu kebanggan yang dimiliki oleh Untag Surabaya. - Dibidang pelayanan keadministrasian, kualitas pelayanan tidak pernah membedabedakan siapa konsumen yang sedang dilayaninya. Kualitas pelayanan adalah untuk seluruh sivitas akademika yang sedang ada di Untag Surabaya. (K 10) Peduli Lingkungan, Sosial dan Budaya (K1) Religius dan Toleran (K 2) Jujur (K 9) Kerjasama (K 3) Disiplin dan Tanggungjawab (K 8) Semangat Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Pembentukan 10 kepribadian berkarakter (K 4) Kerja keras dan Menghargai Prestasi (K7) Demokrasi (K 6) Mandiri (K 5) Rasa Ingin Tahu, Kreatif dan Inovatif Gambar 33. Pembentukan 10 kepribadian berkarakter bangsa Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 60
68 B. Misi Misi yang diemban oleh Untag Surabaya adalah : Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengacu pada standar pendidikan tinggi berskala nasional, regional, dan internasional; 2. Menguatkan Tata Kelola Universitas yang baik (Good University Governance); 3. Memberdayakan ( empowering) sumberdaya universitas serta menjalin jejaring (networking) dengan institusi dalam negeri dan luar negeri untuk mengoptimalkan terselenggaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi; 4. Menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai moral, akademik, budaya, dan karakter bangsa Indonesia bagi sivitas akademika. C. Tujuan Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam perjalanan perkembangan dan pengelolaan Untag Surabaya adalah : 1. Menghasilkan lulusan yang kompetensinya diakui secara nasional maupun internasional; 2. Menghasilkan karya-karya ilmiah yang mutunya diakui secara nasional maupun internasional; 3. Menerapkan karya-karya inovatif produktif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas kehidupan manusia. 4. Menjalankan Tata Kelola yang baik yang mengacu pada pengelolaan berstandar Internasional (Good University Governance); 5. Memiliki keunggulan SDM yang mampu diberdayakan untuk penguatan kompetensi Untag Surabaya; 6. Memiliki jejaring kerjasama yang mampu mengoptimalkan tercapainya Visi, Misi Untag Surabaya; 7. Memiliki civitas akademika yang beridentitas nilai dan karakter bangsa Indonesia. D. Sasaran Sedangkan sasaran yang ingin dituju adalah : 1. Tercapainya peningkatan reputasi dan akreditasi nasional maupun internasional bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat; 2. Tercapainya peningkatan jejaring secara nasional maupun internasional; 3. Tercapainya peningkatan kepuasan pihak-pihak berkepentingan (stakeholders); 4. Tercapainya peningkatan Good University Governance dalam sistem manajemen; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 61
69 5. Tercapainya peningkatan peran universitas dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia. E. Kebijakan Strategis Didasari dari hasil analisis kekuatan, kelemahan, serta peluang dan tantangan, maka diperoleh beberapa isu strategis yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam perumusan kebijakan strategis serta sasaran program yang akan ditetapkan. Beberapa isu strategis yang ditemukan adalah : 1. Mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing dengan lulusan-lulusan perguruan tinggi lainnya yang berkiprah secara nasional dan internasional; 2. Memiliki civitas akademika yang mampu memahami, mendalami dan menjalankan nilai-nilai dan karakter bangsa; 3. Memiliki dosen dan staf akademik yang mampu memberikan pelayanan prima dengan selalu memperhatian nilai-nilai kepuasan pelanggan (pelanggan internal dan eksternal); 4. Memiliki kemampuan dosen dibidang penelitian serta pengembangan ilmu dan teknologi yang berorientasi kebutuhan masyarakat dengan menonjolkan kekayaan inovasi, pemecahan masalah, pengembangan keilmuan, yang dapat dipublikasikan di tingkat nasional dan internasional; 5. Memiliki kemampuan dosen dibidang penulisan jurnal nasional dan internasional; 6. Memiliki kemampuan dalam pengabdian masyarakat dengan pendekatan penyelesaian masalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat; 7. Memiliki sistem pendidikan yang siap mengantarkan proses pendidikan yang menghasilkan lulusan bermutu, dan selalu siap menyesuaikan dengan perkembangan jaman; 8. Memiliki sistem administrasi sebagai sistem pendukung yang bermutu, yang mencangkup bidang pengelolaan SDM, Keuangan dan Sarana-Prasarana; 9. Memiliki Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi, terpadu dan menjadi sumber data yang valid untuk menjadi dasar perencanaan dna pengembangan lembaga; 10. Memiliki budaya komunikasi yang baik antara pejabat, dosen dan staf dalam rangka menguatkan tata kelola dan pengelolaan universitas untuk menguatkan posisi dan eksistensi universitas di mata masyarakat; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 62
70 11. Memiliki kemampuan mengembangkan program studi untuk menampung kebutuhan masyarakat dalam rangka pengembangan wilayah/kawasan dan bangsa, untuk menjadikan universitas sebagai universitas idaman masyarakat (nasional dan internasional); 12. Memiliki kualitas lingkungan kampus yang baik, nyaman, indah, sejuk dan aman guna mewujudkan green campus, serta memberikan kualitas lingkungan untuk menumbuhkan dan menguatkan pertumbuhan atmosper akademik; 13. Memiliki kemampuan menghasilkan dana (diluar SPP) sebagai biaya operasional universitas dan menjamin kesejahteraan masyarakat kampus. Isu strategis ini sebagai kondisi yang semestinya dimiliki untuk mencapai tujuan/sasaran universitas, maka perlu dikuatkan dengan kebijakan strategis yang harus dikeluarkan oleh pimpinan, yang menjadi dasar dalam pembuatan program pengembangan pada masa renstra ini berlaku. Beberapa kebijakan strategis yang ditetapkan adalah : 1. Peningkatan dan pengembangan Tata kelola untuk menuju GUG (Good University Governance); 2. Mendorong, menetapkan dan menguatkan beberapa program studi untuk berstandar nasional dan internasional, baik pengelolaan administrasi, sistem pendidikan dan sarana penunjang; 3. Peningkatan dan penguatan kemampuan dosen dalam penggunaan sistem pendidikan yang berkualitas dan memanfaatkan multimedia untuk mendukung pencapaian proses pendidikan yang modern untuk menghasilkan lulusan yang bermutu; 4. Mendorong pengembangan dan pembangunan program studi dengan berlandaskan pada kebutuhan masyarakat dan bangsa; 5. Peningkatan pemahaman, pembangunan dan penerapan nilai-nilai karakter bangsa bagi seluruh warga civitas akademika, baik melalui proses pendidikan (kurikulum) maupun budaya sosialisasi; 6. Peningkatan kemampuan, pemahaman dan penerapan nilai-nilai pelayanan prima untuk menjamin kepuasan pelanggan demi menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat; 7. Mendorong dan meningkatkan kemampuan dosen dibidang pengembangan ilmu dan teknologi, dalam bentuk penelitian yang berorientasi pada kebutuhan Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 63
71 masyarakat kawasan/wilayah dan nasional, menjadi kekayaan intelektual yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) maupun Paten; 8. Mendorong dan meningkatkan kemampuan dosen dalam penulisan karya ilmiah untuk dipresentasikan dan dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional; 9. Mendorong, mengarahkan dan meningkatkan jumlah pengabdian masyarakat sebagai bentuk implementasi hasil penelitian dosen, untuk melayani kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat; 10. Peningkatan dan penguatan penggunaan Sistem Informasi Manajemen (Akademik dan Administrasi) berbasis online untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas di berbagai bidang pekerjaan; 11. Peningkatan dan pemberdayaan kemampuan dari sumber daya (civitas akademika dan kampus) untuk menjadi sumber-sumber penghasilan baru dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat kampus; 12. Peningkatan dan pengembangan lingkungan kampus menuju green campus untuk mewujudkan kampus yang indah, bersih, nyaman dan aman yang mampu membangun atmospir akademik yang berkualitas; 13. Mendorong dan meningkatkan prestasi mahasiswa (aktivitas kemahasiswaan) ditingkat nasional dan internasional. F. Program Strategis Dari kebijakan strategis tersebut maka disusun beberapa program strategis untuk mendukung kebijakan yang diambil, dan akan dipergunakan sebagai acuan dalam penyusunan program kerja universitas dan unit unit yang ada dilingkungan Universitas. Program Strategis tersebut adalah : 1. Penegasan tugas dan fungsi dari jabatan struktural pada struktur organisasi universitas untuk menciptakan Tata kelola yang baik untuk memperjelas lingkup tanggungjawab dan mampu membangun efektifitas dan efisien kerja. 2. Meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi (dalam pendalaman keilmuan yang linier), serta mendorong dan memfasilitasi dosen untuk meningkatkan level jabatan fungsionalnya. 3. Menguatkan dan meningkatkan kemampuan staf kependidikan dan dosen (SDM) dibidang IT. 4. Menguatkan dan meningkatkan kemampuan staf kependidikan dan dosen (SDM) dibidang komunikasi Bahasa Inggris. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 64
72 5. Meningkatkan dan membangun proses-proses kerja dengan berpegang pada nilai efektifitas, efisiensi dan akuntabilitas. 6. Penguatan dan peningkatan kualitas pengelolaan administrasi, sistem pendidikan dan sarana dengan mengacu pada standar nasional dan internasional. 7. Pendirian program studi baru berdasarkan pada kebutuhan bangsa (wilayah/daerah). 8. Menetapkan, menerapkan dan mempelajarkan nilai-nilai dan karakter bangsa sebagai pedoman pergaulan kampus. 9. Implementasi sistem manajemen mutu di berbagai bidang, dengan segala proses dan standar pelaksanaan yang harus dilakukan. 10. Pendayagunaan dosen pada penelitian berbasis pengembangan ilmu, teknologi sebagai penyelesaian permasalahan masyarakat. 11. Pendayagunaan hasil penelitian untuk pengabdian masyarakat ( baik untuk masyarakat umum, industri dan pemerintah). 12. Mengarahkan karya ilmiah dosen yang dipresentasikan dan dipublikasikan secara nasional dan internasional. 13. Mengarahkan hasil karya/produk penelitian untuk mendapatkan HAKI atau Paten. 14. Membangun sistem dan peningkatan kualitas sarana pendidikan, serta prasaran penunjang pendidikan lainnya menjadi lebih modern. 15. Pemberdayaan dan Pengembangan sumber daya secara profesional dalam wadah unit bisnis, untuk menguatkan pembiayaan operasional Universitas dan kesejahteraan staf kependidikan dan dosen. 16. Mengembangkan dan meningkatkan atmospir akademik 17. Meningkatkan kualitas dan kuantitas prestasi mahasiswa (aktivitas kemahasiswaan) ke tingkat nasional dan internasional. 18. Membangun, dan meningkatkan fungsi lingkungan kampus untuk menuju green campus. yang mampu mewujudkan nuansa indah, bersih, nyaman dan aman. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 65
73 BAB IV ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN A. Arah Kebijakan Pengembangan Arah kebijakan harus memperhatikan perkembangan-perkembangan yang terjadi pada bidang pendidikan, ilmu dan teknologi, baik ditingkat nasional, regional dan internasional, perkembangan kebutuhan tenaga kerja dan pertumbuhan industri, serta pengembangan wilayah untuk meningkatkan derajat perekonomian masyarakat serta kerjasama antar perguruan tinggi dan pemerintah daerah baik didalam dan luar negeri. Berdasarkan hasil analisis kondisi maka arah kebijakan pengembangan Untag Surabaya pada periode Renstra ini ( ) akan didasarkan pada lima pilar utama yaitu 1). Tata Kelola Organisasi yang Baik (Good University Government), 2). Sistem Penjaminan Mutu yang Berkelanjutan ( Sustainability of Quality Insurance System), 3). Penciptaan Iklim Akademik yang Baik ( Academic Climate), 4). Sistem Informasi yang Komprehensif (Comprehensive Information System), dan 5). Pengembangan Kerjasama yang Saling Membutuhkan ( The Development of Mutually Beneficial Cooperation). Arah kebijakan akan dibagi 2 (dua) keadaan yaitu keadaan internal dan eksternal. a.1. Keadaan Internal Untuk kondisi internal, kebijakan yang diterapkan difokuskan pada beberapa hal penting yaitu 1. Penguatan Tata kelola dengan diikuti oleh proses administrasi yang efektif dan efisien dengan selalu mengarah pada tercapainya kepuasan pelanggan. Untuk mencapai kondisi ini perlu ada penataan secara menyeluruh terhadap tugas, fungsi dan tanggungjawabnya yang harus dijalankan oleh masing-masing tingkatan structural sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran dan tumpang tindih tugas dan fungsi antar satu unit dengan unit lainnya. Penguatan koordinasi dan komunikasi diantara pejabat, baik pimpinan maupun bawahan (komunikasi vertikal dan horizontal) merupakan kebutuhan penting untuk melancarkan pelaksanaan program dan pencapaian tujuan program. Diperlukan suatu mekanisme koordinasi yang mampu dijadikan pegangan dalam berkomunikasi dan memecahkan masalah yang dihadapi universitas. 2. Pembangunan dan penguatan kompetensi SDM, baik dosen dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Untuk mempersiapkan dalam menghadapi persaingan global, kompetensi yang harus dimiliki oleh seluruh dosen dan tenaga Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 66
74 kependidikan harus mengacu pada standar-standar kompetensi yang mampu mendukung penguatan eksistensi universitas secara global/ internasional. 3. Proses pendidikan. Untuk menjadikan Untag Surabaya sebagai lembaga pendidikan yang dicari dan diidolakan masyarakat, maka proses pendidikan yang dijalankan harus mampu menjadikan mahasiswa nyaman dalam belajar, membangkitkan semangat belajar dan menjadikan proses pembelajaran itu sebagai proses yang mudah, dan mahasiswa mudah dalam menyerap ilmu sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Diperlukan penelitian dan pengamatan secara terus menerus oleh setiap dosen sehingga metode yang diberlakukan sesuai dengan karakter mahasiswa. 4. Pembangunan dan peremajaan saran dan prasaran pendidikan dan penelitian. Untuk menjadikan Untag Surabaya memiliki kualitas proses dan hasil pendidikan yang bagus (berkualitas) maka sarana dan prasarana yang diperlukan harus mendapatkan perhatian secara baik dan intensif, dan diperlukan peninjauan secara berkelanjutan sehingga sarana dan prasarana tersebut selalu mengikuti perkembangan. Kondisi sarana dan prasarana yang modern akan mampu meningkatkan nilai kepercayaan masyarakat. Dalam bidang pendidikan, sarana dan prasarana yang diwujudkan seyogyanya juga menjadi sarana dan prasarana penelitian, baik yang dilakukan oleh dosen dan maupun bersama dengan mahasiswa. Dalam setiap aktivitas penelitian dan pengembangan keilmuan dosen diharapkan melibatkan mahasiswa, sehingga bisa meningkatkan dan mempercepat terwujudnya atmosphere akademik yang baik. 5. Pengembangan dan penguatan kualitas dan kuantitas aktivitas kemahasiswaan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Kondisi ini diharapkan akan memberikan cerminan yang nyata kualitas pendidikan yang dijalankan Untag Surabaya. kepada masyarakat ( stakeholders) terhadap 6. Penguatan penerapan Penjaminan Mutu dan pengendalian mutu sehingga mampu membangun budaya mutu yang semakin baik, dan menjamin pelaksanaan setiap aktivitas menuju pada standar mutu yang ditetapkan. 7. Pembangunan sistem informasi manajemen yang semakin komprehensif dan terintegrasi dan menjadikan SIM sebagai satu satunya sumber informasi data yang valid dan benar. 8. Pembangunan dan peningkatan kualitas lingkungan kampus. Arah kebijakan juga difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan kampus untuk menuju kampus hijau green campus. Dengan melakukan penataan yang telah didasari dengan analisis kebutuhan lingkungan maka diharapkan lingkungan kampus Untag Surabaya mampu Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 67
75 memberikan dan merefleksikan sebagai kampus yang bersih, indah, nyaman dan aman. a.2. Keadaan Eksternal Untuk menguatkan langkah pengembangan yang dicanangkan oleh Untag Surabaya, maka perlu memperhatikan kondisi-kondisi dan dinamika yang terjadi dilingkungan eksternal. Beberapa hal yang dijadikan fokus pertimbangan untuk menentukan arah kebijakan adalah: 1. Perkembangan Global. Tingkat dan laju perkembangan global harus menjadi perhatian karena Untag Surabaya ingin menjadi Universitas berkelas dunia (World Class University). Segala aktivitas dan standar kinerja baik dosen maupun tenaga kependidikan harus sesuai dengan kriteria universitas berkelas dunia. maka ada beberapa hal yang menjadi perhatian, yaitu: 1.1. Memacu dan mendorong peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, baik dalam hal keilmuan, penelitian maupun aktivitas ilmiah lain. Aktivitas ini diarahkan untuk menghasilkan karya ilmiah dan kemampuan menghasilkan lulusan yang berkualitas Membangun jaringan kerjasama dengan universitas di luar negeri serta melakukan promosi ketingkat internasional untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Untag Surabaya Mengadakan dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang baik dengan standar kelas dunia Menguatkan dan meningkatkan pengelolaan dan pemberdayaan sumber daya manusia dengan menciptakan tata kelola yang baik, efektif dan effisien, sehingga mempercepat terwujudnya universitas kelas dunia. 2. Perkembangan Regional Untuk menguatkan keberadaan Untag Surabaya di tingkat regional, baik ASEAN maupun ASIA maka perlu melakukan beberapa hal strategis, yang menjadi fokus pengembangan yaitu: 2.1. Melakukan kerjasama antar perguruan tinggi dengan program tindak lanjut yang saling menguntungkan. Lingkup kerjasama dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dosen, sarana pendidikan dan kualitas penelitian. Membangun bersama jurnal ilmiah yang diisi oleh dosen dari masing-masing perguruan tinggi. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 68
76 2.2. Melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dibidang pengabdian masyarakat, dan peningkatan komunikasi dan interaksi sosial antar masing-masing negara asal perguruan tinggi Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi mahasiswa dengan melakukan pertukaran mahasiswa dan saling memberikan beasiswa. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dibidang keilmuan dan teknologi dan seni dengan saling memberikan wadah berkegiatan dalam bentuk diskusi, debat dan lomba ilmiah maupun pentas seni dan budaya. 3. Perkembangan Nasional Seiring dengan pengembangan Untag Surabaya menuju jajaran universitas berkelas dunia, maka seyogyanya Untag Surabaya juga mampu merefleksikan kepentingan nasional. Beberapa hal yang menjadikan dasar arah kebijakan Untag Surabaya agar tetap menjadi universitas berjiwa nasional adalah : 3.1. Penggalian, pemahaman dan penerapan nilai-nilai dan karakter bangsa, sebagai identitas bangsa yang harus dilestarikan Memposisikan dan mengambil bagian penting sebagai komponen bangsa yang siap mewujudkan tujuan negara, khususnya sebagai agen pencetak tenaga kerja yang berkualitas, yang siap bersaing dikancah internasional, dengan menyiapkan sistem dan proses pendidikan yang berkualitas untuk membawa kepentingan nasional Memposisikan Untag Surabaya sebagai lembaga pendidikan yang siap menjadi partner bangsa untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan social masyarakat. 4. Perkembangan Lokal Sebagai lembaga pendidikan yang berdomisili di kawasan lokal/daerah/propinsi, tentunya arah pengembangan Untag Surabaya juga harus menjawab dan memenuhi kebutuhan daerah setempat. Untuk menguatkan kepercayaan daerah, Untag Surabaya harus menjadi partner yang baik dan siap menjadi agen perubahan sebagaimana diperlukan oleh daerah, baik pengembangan kualitas SDM maupun pemanfaatan potensi daerah. Beberapa hal yang dijadikan fokus pengembangan adalah : Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 69
77 4.1. Menjadi bagian penting dari pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan tujuan daerah, baik dalam pengembangan dan peningkatan kompetensi SDM, maupun pengembangan potensi daerah Ikut memberikan sarana dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah (lokal) dengan menjadi agen promosi daerah ke luar negeri Bekerjasama dengan pemerintah propinsi secara lebih intensif diberbagai bidang berdasarkan batas-batas kemampuan Untag Surabaya. Paparan diatas merupakan arah kebijakan Untag Surabaya yang diambil untuk menjadi dasar dalam pengembangan program pada periode tahun B. Strategi pengembangan Dari paparan yang tertuang dalam arah kebijakan Untag Surabaya dan didukung dengan hasil evaluasi internal dan eksternal maka diperlukan strategi pengembangan pada tahap untuk bisa semakin dekat dan mencapai Visi, Misi dan Tujuan Untag Surabaya. Strategi pengembangan ini diarahkan pada penguatan potensi di internal dengan maksud mampu memanfaatkan kondisi eksternal. Proses pengembangan yang dicanangkan harus dapat berjalan secara berkelanjutan. b.1. Bidang Pendidikan Mengembangkan dan meningkatkan kesesuaian proses pendidikan guna menghasilkan kualitas pendidikan dan lulusan yang tinggi (sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan). Mengembangkan iklim akademik yang kondusif untuk pelaksanaan pendidikan yang mampu menghasilkan mahasiswa berprestasi ditingkat nasional dan internasional, baik dibidang akademik maupun non akademik sebagai aktivitas kemahasiswaan. Meningkatkan kemampuan dosen dalam keilmuan dan mengarahkan pendidikan tingkat lanjut yang linier. b.2. Bidang Penelitian Mengembangkan dan menguatkan penelitian dosen yang dapat ditindaklanjuti ke HAKI. Mengarahkan penelitian pada Rencana Induk Penelitian Universitas. Penelitian yang dilakukan sebaiknya mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat umum dan industri, mampu menjadi sumber pengembangan ilmu dan menjadi sumber informasi dalam pembelajaran. Menjadikan industri sebagai partner Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 70
78 pengembangan ilmu dan teknologi, serta mengarahkan penelitian agar memiliki hasil berupa produk atau jasa yang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. b.3. Bidang Pengabdian Masyarakat Menjadikan program pengabdian masyarakat sebagai sarana promosi dan penguatan image Untag Surabaya di masyarakat. Menjadikan hasil penelitian ataupun karya dosen dan mahasiswa sebagai bagian dalam pengabdian masyarakat, yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat umum dan industri. Pengabdian masyarakat dapat dijadikan sebagai kepanjangan tangan Universitas untuk membantu pemerintah dalam hal meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat, baik di daerah maupun di perkotaan. b.4. Bidang Tata Kelola Menguatkan tata kelola, serta mengarahkan Untag Surabaya untuk menjadikan universitas yang memiliki tata kelola baik (GUG/Good University Governance). Mengatur kembali sistem kelembagaan, pemanfaatan sumber daya dan tugas fungsi yang harus dijalankan sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran tugas. Menguatkan kepemimpinan transformasional, kepemimpinan yang baik dengan selalu menjalankan aturan yang telah ditetapkan, serta menganut prinsip-prinsip partisipasi, transparansi, akuntabilitas. Melakukan penataan kembali sistem, kelembagaan, dan sumberdaya (SDM, sarana dan prasarana) yang selalu menyesuaikan dengan tuntutan nasional dan internasional. b.5. Sistem Penjaminan Mutu Menerapkan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) yang terintegrasi dalam berbagai bidang, serta melakukan proses pengendalian mutu secara teratur, guna mendorong dan memupuk budaya mutu dalam kehidupan kerja. Menjadikan semua staf (dosen dan tenaga kependidikan) memahami, menyadari dan menjalankan prinsip-prinsip penjaminan mutu. Sistem Penjaminan Mutu menjadi alat penting untuk mengevaluasi dan memonitor proses bisnis yang dijalankan didalam semua unit kerja Untag Surabaya, sehingga apa yang diharapkan dalam penerapan sistem penjaminan mutu tercapai dengan baik. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 71
79 b.6. Sistem Informasi Manajemen. Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Sistem informasi manajemen (SIM) dirancang sebagai sumber informasi data tunggal yang akan dipergunakan sebagai dasar dalam pengembangan lembaga. Sistem informasi ini dibangun dan terintegrasi ke semua lini kegiatan (proses bisnis) Untag Surabaya. Semua unit, prodi ataupun SDM (dosen dan staf kependidikan) yang melakukan aktivitas dan menghasilkan data yang dapat dipergunakan sebagai penguatan lembaga akan diinformasikan melalui sebuah sistem informasi. Sistem informasi dibangun dan dikembangkan untuk menampilkan data yang langsung dapat dipergunakan sebagai pijakan pembuatan program pengembangan selanjutnya, sehingga program pengembangan berbasis pada kebutuhan. Sistem informasi manajemen harus terintegrasi dengan baik ke semua unit kerja dan mampu mengolah serta menampilkan data yang baik. b.7. Bidang SDM Untuk menguatkan eksistensi Untag Surabaya, pengembangan SDM diarahkan kepada penguatan kemampuan keilmuan dan kerja ( skill) yang sesuai dengan kebutuhan, baik di unit maupun di prodi. - Dosen : Universitas memberikan motivasi dan bantuan biaya pendidikan untuk dosen yang bersedia studi lanjut dengan mengambil ilmu yang linier. Memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau seminar yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam pembelajaran. Menguatkan kemampuan komunikasi global setiap dosen, sehingga mampu berkiprah secara internasional. - Tenaga Kependidikan : Universitas memberikan kesempatan dan memberikan bantuan dana kepada tenaga kependidikan untuk melakukan peningkatan kemampuan kerja (skill) guna menghasilkan kualitas kerja sebagaimana ditetapkan dalam butir-butir mutu. Kemampuan kerja yang dimanis dan menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan pelayanan, yang selalu mengacu pada nilai-nilai kepuasan pelanggan (customer satisfaction), baik pelanggan internal maupun eksternal. b.8. Bidang Pelayanan Semua unit yang ada dilingkungan universitas memiliki konsumen, baik konsumen internal maupun eksternal. Karenanya, pelayanan yang dilakukan harus mengacu Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 72
80 pada satu tujuan yaitu kepuasan pelanggan ( customer satisfaction). Bekerja dengan standar yang jelas dan target yang pasti, yang dapat diukur dan dievaluasi, sehingga dapat dipergunakan sebagai dasar dalam penerapan reward dan punishment. Pelayanan yang selalu berkembang dan mengacu pada standar kualitas pelayanan yang semakin baik (continuous improvement). b.9. Bidang sarana dan prasarana Sarana yang dikembangkan dan dibangun mengacu pada pencapaian tujuan semua proses di Untag Surabaya, sehingga memberikan hasil yang maksimal dan berkualitas. - Sarana pendidikan : Proses pendidikan yang dapat menghasilkan tingkat kualitas baik tentunya membutuhkan sarana yang baik juga. Karenanya, sarana yang diadakan harus mengacu pada standar sarana pendidikan yang jelas, dan memiliki kemodernan dalam teknologinya. Ada peninjauan secara rutin untuk menjadikan sarana pendidikan tetap modern, dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. - Sarana adminsitrasi : Kualitas dan kuantitas sarana pelayanan administrasi menjadi bagian penting yang harus mendapatkan perhatian guna mewujudkan kualitas pelayanan yang sudah distandarkan. - Prasarana : Pembangunan prasarana yang selalu mempertimbangkan kebutuhan yang diperlukan dengan selalu mengedepankan prinsip efektifitas dan efisiensi penggunaan. b.10. Lingkungan Pembangunan lingkungan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kampus yang indah, bersih, nyaman, dan aman. Untag surabaya harus menuju pada perwujudan kampus hijau ( green campus). Pembangunan lingkungan juga diarahkan untuk memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas atmosphere akademik. Dalam pengembangan kampus dan pembangunan prasarana pendukung lainnya, harus menjadi satu kesatuan perencanaan sehingga semuanya menuju pada satu tujuan, dimana salah satu tujuannya adalah mewujudkan kampus hijau. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 73
81 b.11. Bidang usaha Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Sumber daya yang dimiliki oleh Untag Surabaya, khususnya kemampuan dosen, harus diarahkan menjadi pendukung utama pembangunan sumber sumber profit baru. Sumber profit Untag Surabaya ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kampus untag Surabaya. Pembangunan wadah untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi dosen secara profesional menjadi bagian dalam pembangunan sumber profit baru Untag Surabaya. b.12. Bidang kerjasama dalam dan luar negeri - Kerjasama Perguruan Tinggi. Penguatan dan pengembangan kerjasama yang harus dilakukan dengan prinsip saling membutuhkan dan memberikan manfaat dalam pengembangan institusi masing-masing. Kerjasama yang harus ditindaklanjuti dengan program nyata antar pihak dan menjadikan kerjasama tersebut berkelanjutan. - Kerjasama pemerintah daerah dan pusat. Kerjasama ini untuk menguatkan peran Untag Surabaya dalam membangun wilayah/daerah. Menyalurkan potansi dosen untuk dimanfaatkan dalam program pengembangan daerah sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kemampuan/kompetensi masyarakat dalam menghadapi MEA. Uraian diatas (arah pengembangan dan strategi pengembangan) akan menjadi acuan dalam pembuatan program kerja tahunan serta target-target yang harus dicapai. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 74
82 BAB V PROGRAM DAN INDIKATOR KINERJA Periode A. Program Kerja Program kerja yang dibangun didasari oleh strategi pengembangan yang telah direncanakan. Dari strategi pengembangan tersebut akan diuraikan dalam program-program yang sesuai dan yang dijadikan prioritas dalam pelaksanaannya. Rancangan program kerja yang akan dipergunakan sebagai acuan secara menyeluruh dalam pembuatan program kerja tahunan oleh unit yang ada dalam lingkungan Untag Surabaya. Program kerja bidang tersebut akan diikuti dengan penjelasan indicator kinerja dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Bidang Pendidikan : Program kerja yang dimiliki oleh Bidang Pendidikan diharapkan mampu menjadikan proses dan hasil pendidikan sesuai dengan standar-standar sebagaimana ditetapkan dalam penjaminan mutu. Beberapa kegiatan penting yang harus dilakukan diuraikan sebagai berikut. Kegiatan yang dilakukan : 1. Penerapan standar prosedur pada proses pembelajaran disetiap prodi secara baik; 2. Peningkatan penerapan sistem penjaminan mutu akademik dan mutu layanan akademik disetiap unit; 3. Penyediaan layanan prima (dengan teknologi informasi/it) di bidang administrasi akademik dan non-akademik dengan akurat secara on-line; 4. Menanamkan pemahaman visi, misi, tujuan, dan sasaran prodi kepada seluruh civitas akademika secara baik dan terus menerus dalam berbagai kesempatan; 5. Membangun dan menetapan sasaran dan strategi pencapaian sasaran program studi dengan melibatkan seluruh civitas akademika; 6. Penerapan Kurikulum Perguruan Tinggi (K -Dikti) disetiap program studi; serta melakukan pengembangan dan peninjauan kurikulum secara periodik agar sesuai dengan tuntutan stakeholders dan perubahan kebutuhan yang terjadi ditingkat nasional dan internasional; 7. Menjalankan dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum secara konsisten demi tercapainya sasaran pembelajaran; 8. Meningkatkan jumlah program studi baru sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan masyarakat; 9. Peningkatan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Untag Surabaya; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 75
83 10. Peningkatan jumlah Program Studi yang membuka kelas internasional; 11. Menjalankan proses monitoring terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, dan menjalankan evaluasi secara baik untuk mencapai sasaran pembelajaran; 12. Melakukan evaluasi metode pembelajaran secara bersama antara dosen, mahasiswa dan program studi demi tercapainya sasaran program studi; 13. Penyelenggaraan tracer study dan pertemuan alumni, mahasiswa dan stakeholder secara berkala untuk mendapatkan data dalam pengembangan dan perencanaan kurikulum. 14. Peningkatan kemampuan penggunaan teknologi informasi bagi seluruh civitas akademika guna kelancaran pelaksanaan program pembelajaran program studi; 15. Peningkatan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam penggunaan Bahasa Inggris; 16. Penyelenggaraan program pertukaran mahasiswa untuk membangun perspektif dan kerjasama antar perguruan tinggi dalam dan luar negeri. 17. Penyelenggaraan dan pengembangan program wirahusaha mahasiswa guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan; 18. Penataan dan pengembangan laboratorium untuk mencapai laboratorium yang berstandar (bersertifikat); 19. Pengembangan dan pengembangan sertifikasi kompetensi pendamping ijasah (SKPI) untuk setiap program studi; 20. Peningkatan kualitas dan kuantitas (pemodernan) media pembelajaran; 21. Peningkatan kualitas dan kuantitas (pemodernan) peralatan dan bahan praktik pada laboratorium/bengkel/studio; 22. Penyediaan akses e-learning, e-library dan e-journal di setiap prodi dan fakultas; 23. Menjadikan laboratorium/bengkel/studio sebagai media pengembangan ilmu dan teknologi untuk dosen dan mahasiswa; 24. Menjadikan penilaian tugas dan praktikum sebagai satu kesatuan dalam proses pembelajaran mahasiswa; 25. Membangun metode dan peningkatan proses pembelajaran yang mampu mempercepat masa studi mahasiswa dengan tetap memperhatikan kualitas lulusan; 26. Pemberian kesempatan studi lanjut dosen sesuai dengan kebutuhan program studi. 27. Peningkatan keterlibatan dosen dalam penulisan dan penerbitan buku ajar serta referensi elektronik skala nasional maupun internasional. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 76
84 2. Bidang Penelitian : Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Bidang penelitian bagian penting sebuah perguruan tinggi. diharapkan hasil-hasil yang diperoleh mampu mengembangkan ilmu dan teknologi serta kompetensi dosen. Beberapa kegiatan penting dijadikan acuan bagi dosen maupun kegiatan program studi dan LPPM sebagaimana diuraikan dibawah ini. Kegiatan yang dilakukan : 1. Pengembangan dan pembangunan Rencana Induk Penelitian yang menjadi acuan topik penelitian dosen maupun mahasiswa; 2. Peningkatan dan Pengembangan materi penelitian yang dapat dipergunakan sebagai pengembangan materi pembelajaran; 3. Pengembangan penelitian bersama antara dosen dengan dosen, dosen dengan mahasiswa, satu program studi dengan program studi lainnya; 4. Peningkatan jumlah perolehan dana eksternal untuk bidang penelitian dosen dan mahasiswa; 5. Peningkatan kerjasama dengan industri, pemerintah daerah (stakeholder) seb agai partner pengembangan topik penelitian; 6. Pemantapan dan pematangan konsep satu dosen satu penelitian dalam satu tahun; 7. Pelatihan penyusunan artikel jurnal nasional/internasional untuk menuju jurnal bermutu; 8. Pengaturan dan penerbitan jurnal ilmiah hasil penelitian dosen; 9. Pengaturan dan pengelolaan jurnal menuju akreditasi di tingkat nasional /internasional (scopus); 10. Mendorong, membantu dan meningkatkan keikutsertaan dosen menjadi narasumber pada seminar nasional maupun internasional; 11. Peningkatan penerapan sistem penjaminan mutu penelitian; 12. Penyediaan layanan prima (dengan teknologi informasi/it) di bidang administrasi penelitian dengan akurat secara on-line; 13. Peningkatan kegiatan penelitian yang berpotensi HAKI dan membantu pengusulan dan pengurusan HAKI; 14. Peningkatan kinerja Pusat-Pusat Studi di lingkungan LPPM; 3. Bidang Pengabdian Masyarakat Pelaksanaan pengabdian masyarakat merupakan salah satu tolak ukur keaktifan dari civitas akademika terhadap lingkungannya. Program pengabdian masyarakat ini juga merupakan bukti nyata akan kompetensi yang dimiliki oleh dosen maupun mahasiswanya Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 77
85 untuk membantu masyarakat baik sebagai masyarakat umum, maupun masyarakat industri dalam hal peningkatkan kualitas SDM maupun teknologi. Program pengabdian masyarakat meliputi sebagaimana diuraikan dibawah ini. Kegiatan yang dilakukan: 1. Peningkatan dan Pengembangan obyek pengabdian masyarakat yang dapat mengexplorasi kemampuan dosen, mahasiswa dan potensi sumber daya wilayah itu sendiri; 2. Membangun dan meningkatkan desa/kawasan sebagai daerah binaan untuk meningkatkan perekonomian daerah; 3. Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat bersama dengan instansi lain baik dalam dan luar negeri; 4. Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat secara profesional dengan pihak industri maupun pemerintah; 5. Peningkatan mutu pengelolaan dan penerbitan jurnal pengabdian masyarakat menuju akreditasi tingkat nasional/internasional; 6. Peningkatan penerapan sistem penjaminan mutu pada proses pengabdian masyarakat; 7. Penyediaan layanan prima (dengan teknologi informasi/it) di bidang administrasi pengabdian masyarakat dengan akurat secara on-line; 8. Menguatkan fungsi dan kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menuju kluster yang lebih tinggi. 4. Bidang Tata Kelola Bagian penting lainnya yang menjadi point pengembangan Untag Surabaya adalah Tata Kelola. Kualitas tata kelola akan memberikan pengaruh besar dalam menggiring lembaga menjadi besar dan berkualitas. Beberapa program yang dicanangkan adalah sebagai berikut. Kegiatan yang dilakukan : 1. Menetapkan pada seluruh unit dan bagian pelayanan untuk menggunakan SOP secara konsisten dalam setiap proses kerjanya; 2. Meningkatkan kemampuan kepemimpinan (leadership) sumber daya manusia; 3. Memperkuat sistem tata kelola yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan adil selaras dengan prinsip-prinsip GUG; 4. Membangun dan mengembangkan sistem penghargaan ( reward) dan hukuman (punishment) berbasis kinerja yang akurat dan adil secara komputerisasi; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 78
86 5. Memperkuat data base dan aksesibilitas kepakaran data terkait dengan SDM, aset maupun aktivitas Tri Dharma lainnya; 6. Mengembangkan tata kelola keuangan yang terintegrasi dengan unit-unit terkait, yang berbasis IT; 7. Peningkatan ketepatan pelaporan dari aktivitas yang dilakukan oleh setiap unit kerja menuju tata kelola yang bersih; 8. Meningkatkan fungsi dan kinerja perpustakaan sebagai jantung sebuah perguruan tinggi; 9. Meningkatkan fungsi Senat Universitas dan Fakultas, sebagai pengawal dan pengarah kebijakan universitas khususnya dibidang Akademik; 10. Menguatkan, mengevaluasi dan mengefektifkan tugas dan fungsi (tufoksi) unit-unit kerja; 11. Penyusunan kode etik bagi sivitas akademika; 12. Penyusunan prosedur penyelesaian pelanggaran kode etik; 13. Mengevaluasi dan menyusun struktur organisasi yang sesuai dengan tugas dan fungsi yang dijalankan Universitas; 14. Peningkatan peran Humas dan Promosi diwilayah domestik dan internasional; 15. Penguatan dan penegasan Penyusunan dokumen kebijakan RPJP ditingkat Universitas; 16. Penyusunan dokumen kebijakan Renstra ditingkat Universitas, yang akan menjadi acuan ditingkat fakultas dan unit-unti kerja lainnya; 17. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (R enop) secara baik dan menjadi acuan dalam program kerja tahunan; 18. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Tahunan universitas; 19. Penyusunan pedoman pengelolaan keuangan universitas; 20. Peningkatan pembinaan disiplin kerja pegawai; 21. Peningkatan kesejahteraan pegawai; 22. Peningkatan layanan dan mutasi pegawai; 23. Pelatihan Excellence Services bagi Pimpinan, dosen dan karyawan. 24. Pelatihan ESQ (Emotional and Spititual Quaotient) bagi pimpinan. 25. Pengembangan dan penguatan budaya komunikasi secara elektronik. 26. Pengembangan SIM berbasis IT sehingga cepat, efisien dan efektif. 27. Membangun dan mendorong peran alumni untuk meningkatkan citra Untag Surabaya. 28. Meningkatkan jumlah program studi yang mencapai nilai A. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 79
87 5. Bidang pelayanan Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Dalam penyelenggaraan pendidikan, pelayanan tidak bisa dipisahkan sebagai salah satu kekuatan yang dapat menjadikan proses pendidikan tersebut bermutu. Kegiatan program pelayanan diuraikan dibawah ini. Kegiatan yang dilakukan: 1. Proses penerimaan mahasiswa baru yang procedural dan mempertimbangkan kelayakan pendaftar sebagai calon mahasiswa; 2. Meningkatkan prinsip-prinsip kepuasan pelanggan yang dijalankan pada setiap layanan administrasi akademik maupun non-akademik pada setiap unit; 3. Pengembangan dan peningkatan layanan adminsitrasi yang berbasis IT; 4. Meningkatkan dan mengembangkan fungsi dan Job Placement Center (JPC), Counseling Center dan Inkubator Bisnis sebagai upaya untuk meningkatkan pemberdayaan kompetensi mahasiswa; 5. Meningkatkan dan mengembangkan jenis bea siswa untuk pendidikan mahasiswa yang berprestasi; 6. Meningkatkan mutu pengelolaan unit pelayanan kepada stakeholders (book store, sport center, Poliklinik, PMI, dan Koperasi Karyawan); 6. Sistem Penjaminan Mutu Badan Penjaminan Mutu merupakan badan yang membangun, menerapkan dan mengevaluasi sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan. Dengan sistem ini diharapkan proses pengembangan dan pembangunan yang dilakukan Untag Surabaya dapat dilaksanakan secara terus menerus (berkelanjutan). Kegiatan yang dilakukan: 1. Menyusun manual mutu Sistem Penjaminan Mutu; 2. Menyusun kebijakan mutu Untag Surabaya; 3. Menyusun standar atau nilai-nilai mutu untuk semua proses aktivitas di Untag Surabaya; 4. Meningkatkan dan menyempurnakan SOP disetiap lini proses; 5. Meningkatkan peranan audit mutu internal sebagai pelaksana pengawasan, evaluasi dan monitoring proses akademik dan non akademik; 6. Meningkatkan peran dan fungsi dari Rapat Tinjauan Manajemen (RTM); 7. Menguatkan dan meningkatkan kinerja Penjaminan Mutu di program studi; 8. Meningkatkan peranan Sistem Penjaminan Mutu untuk proses akreditasi; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 80
88 7. Sistem Informasi Manajemen Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Sistem Informasi Manajemen sebagai wadah pengumpul data dan memiliki kewajiban menginformasikan data dan hasil pengolahan data, diharapkan mampu menjadi sumber data satu-satunya yang valid. Untuk mewujudkan harapan itu ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan sebagai berikut. Kegiatan yang dilakukan: 1. Meningkatkan kapasitas bandwitdh jaringan teknologi informasi; 2. Meningkatkan fungsi sistem informasi akademik dan non akademik secara on line agar cepat, efektif dan efisien; 3. Mengembangkan sistem Teknologi Informasi yang komprehensif terhubung secara baik pada bidang kemahasiswaan, akademik, ketenagaan, dan keuangan serta memfasilitasi seluruh kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi; 4. Penggunaan software original atau open source pada setiap kegiatan akademik dan non akademik; 5. Meningkatkan peran dan fungsi WEB Untag Surabaya dalam rangka mencapai tingkat Webometric yang lebih tinggi; 6. Membangun jaringan yang intensif dengan bagian humas sebagai penguat informasi yang akan disebarkan ke public. 7. Mengembangkan information center dari bagian Humas sebagai media komunikasi dan informasi antara Untag Surabaya dengan stakeholders; 8. Meningkatkan kualitas Teknologi Informasi untuk mempermudah akses dan ekspose potensi sumber daya manusia maupun aset Untag Surabaya. 8. Bidang Sumber Daya Manusia Dosen: 1. Perencanaan peningkatan jumlah pencapaian Guru Besar; 2. Meningkatkan kepakaran dan kepemimpinan ( leadership) sumber daya manusia Untag Surabaya; 3. Peningkatan kualifikasi dan kelinieran kemampuan akademik Dosen (S2 ke S3). 4. Peningkatan pengiriman dosen studi lanjut S3 dalam/luar negeri. 5. Peningkatan pemberian bantuan studi lanjut S2 dan S3. 6. Pengikutsertaan sertifikasi dosen. 7. Perencanaan pengusulan kenaikan pangkat dan jabatan dosen. 8. Penyelenggaraan program PEKERTI dan AA bagi dosen secara berkala. 9. Pelatihan peningkatan kompetensi dan keahlian dosen. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 81
89 10. Penyusunan panduan pembinaan karir dosen. Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Peningkatan kemampuan entrepreneur bagi dosen dan pimpinan. Tenaga Kependidikan: 1. Peningkatan kemampuan kerja tenaga kependidikan 2. Peningkatan pendidikan tenaga kependidikan dalam rangka menuju profesionalisme kerja. 9. Bidang sarana dan prasarana Sarana pendidikan: 1. Penyediaan ruang kuliah yang memadai dan modern sesuai dengan standar; 2. Penyediaan ruang seminar, diskusi dan rapat yang memadai; 3. Penyediaan ruang kerja dosen yang nyaman dan memadai; 4. Penyediaan ruang laboratorium/bengkel/studio yang sesuai dengan satndar nasional ataupun internasional; 5. Penyediaan ruang perpustakaan (ruang baca, ruang diskusi, dan ruang tayang) yang memadai; 6. Penyediaan ruang UKM yang memadai, yang rapi dan teratur; 7. Penyediaan ruang serbaguna dan olahraga yang memadai 8. Penyediaan sarana internet yang cepat. 9. Penyediaan sarana penunjang akademik ( kantin/warung/book store, dll) yang memadai dan bagus. Sarana administrasi: 1. Penyediaan ruang perkantoran yang memadai. 2. Penyediaan fasilitas/perlengkapan kerja yang memadai 3. Penyediaan sarana income generating dan teaching factory yang memadai. 4. Penataan dan pengaturan sarana ruang administrasi (unit kerja) secara baik memenuhi kaidah tatanan dan pemposisian yang relevan; Prasarana: 1. Penyediaan sarana lahan kampus yang memadai; 2. Penyediaan gedung akademik dan layanan yang memadai; 3. Penyediaan lahan parkir yang aman dan memadai; 4. Penyediaan gedung yang bersih, indah dan nyaman; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 82
90 5. Penataan gedung yang nyaman dan modern. Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Lingkungan Sebagai bagian tampak luar yang pertama kali mendapat perhatian stakeholders dan masyarakat, kondisi lingkungan akan memberikan kesan pertama penilaian. Ketertarikan masyarakat untuk lebih memahami lebih dalam dari kondisi Untag Surabaya, diawali dari lingkungan. Untuk itu, ada beberapa program kerja yang dicanangkan, sebagaimana diuraikan dibawah ini. Kegiatan yang dilakukan: 1. Penataan lingkungan yang mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, indah dan nyaman; 2. Pembangunan area-area atmosphere akademik yag semakin banyak dan mampu membangkitkan minat belajar mahasiswa; 3. Membangun lingkungan kampus yang bersih, indah dan nyaman untuk menuju kampus hijau green ccampus ; 4. Menjadikan gedung dan ruang akademik dan non akademik yang menyatu dengan lingkungan. 11. Bidang kerjasama dalam dan luar negeri Untuk membuktikan kualitas dan kemampuan Untag Surabaya kepada masyarakat, sebagai salah satu tolak ukurnya adalah banyaknya lembaga lain yang bersedia dan bersemangat untuk diajak bekerjasama. Untuk membangun itu, beberapa program kerjasama dilakukan sebagai berikut. Program yang dilakukan: 1. Melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri (daerah ASEAN, ASIA) untuk membangun kesamaan kualitas lulusan. 2. Melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri (daerah ASEAN, ASIA) untuk menjalankan kuliah bersama (pertukaran mahasiswa). 3. Pengiriman program sandwich bagi mahasiswa S3 4. Memperluas kerjasama Internasional dengan berbagai Perguruan Tinggi lain di Au stralia, Eropa dan Amerika; 5. Meningkatkan kerjasama penelitian bersama dengan Perguruan Tinggi luar negeri; 6. Meningkatkan jumlah dosen Untag Surabaya menjadi guest lecture di PT luar negeri Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 83
91 7. Mengembangkan kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sert a konsultasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, badan usaha, dan unit b isnis dengan berbasis riset; 8. Mengembangkan kerjasama internasional (international collaboration) dibidang budaya; 9. Meningkatkan fungsi dan kinerja International Office untuk memperluas jaringan kerjasama internasional; 10. Menguatkan jejaring kelompok displin ilmu atau program studi dan ikatan organisasi kemahasiswaan; 11. Meningkatkan kerjasama dengan media untuk membangun image institusi. 12. Meningkatkan peran serta Untag Surabaya dalam pembuatan maupun evaluasi kebijakan di daerah dan nasional; 13. Meningkatkan peran Untag Surabaya sebagai agen perubahan dan penguatan kompetensi SDM daerah/wilayah; 14. Membangun kerjasama pemerintah daerah dan pusat dalam peningkatan peran dosen sebagai ujung tombak persiapan SDM menghadapi era globalisasi; 15. Peningkatan kerjasama dengan kalangan sekolah menengah atas dalam bidang pendidikan dan pengembangan keterampilan siswa. 12. Bidang usaha Sebagai salah satu kekuatan pendirian dan operasional sebuah perguruan tinggi, kemampuan pendanaan adalah penting. Karenanya mencari sumber penghasilan lain selain biaya pendidikan mahasiswa menjadi salah satu tugas yang diemban oleh Untag Surabaya. Beberapa program yang dikembangkan adalah sebagai berikut. Kegiatan yang dilakukan: 1. Mengembangkan unit-unit usaha berbasis inovasi dan keilmuan dosen; 2. Penataan sumber-sumber income generating semua unit di lingkungan Universitas secara profesional; 3. Membangun kerjasama pengembangan income generating dengan Pemda, Pemerintah Pusat, Industri dan masyarakat; 4. Pengelolaan dan pengembangan income generating semua unit di lingkungan Universitas secara akuntabel, transparan dan profesional; 5. Meningkatkan pendapatan dari pengelolaan aset dan kerjasama dengan pihak ketiga untuk kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan; Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 84
92 B. Indikator Kinerja Dari program kerja yang dicanangkan per bidang diatas, maka sasaran program yang dicanangkan dan akan diimplementasikan pada periode tahun sebagaimana dipaparkan dalam tabel dibawah. No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan 1 2 Bas e- line Target Pencapaian pada tahun PENDIDIKAN Meningkatkan kualitas dan kinerja proses pembelajaran serta pelayanan manajeme mutu akademik Meningkatkan jumlah prodi yang menjalankan sistem penjaminan mutu prodi secara baik; Meningkatkan penyediaan layanan prima berbasis teknologi informasi/it (on -line) di bidang administrasi akademik di prodi dan di fakultas Meningkatkan pemahaman visi, misi, tujuan, 3 dan sasaran prodi kepada seluruh civitas akademika secara baik dan terus menerus dalam berbagai kesempatan; Membangun dan menetapan strategi 4 pencapaian sasaran program studi dengan melibatkan seluruh civitas akademika; 5 Penerapan Kurikulum Perguruan Tinggi (K Dikti) pada program studi; Melakukan pengembangan dan peninjauan kurikulum secara periodik agar sesuai dengan tuntutan stakeholders dan perubahan kebutuhan yang terjadi ditingkat nasional dan internasional; Menjalankan dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum secara konsisten demi tercapainya capaian pembelajaran (diukur dari semua mata kuliah pada setiap prodi) 8 Meningkatkan IPK lulusan sebagai cerminan kualitas lulusan kepada masyarakat 9 Meningkatkan jumlah rasio pendaftaran 10 dengan penerimaan mahasiswa Meningkatkan jumlah program studi baru sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan masyarakat; 11 Peningkatan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Untag Surabaya; 12 Peningkatan jumlah Program Studi yang membuka kelas internasional; Menjalankan proses monitoring terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, dan menjalankan evaluasi secara baik untuk mencapai capaian pembelajaran; Menjalankan proses monitoring terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, dan menjalankan evaluasi secara baik untuk mencapai capaian pembelajaran; Penyelenggaraan tracer study dan pertemuan alumni, mahasiswa dan stakeholder secara berkala untuk mendapatkan data dalam pengembangan Stan dar Prodi Prodi/ fak % Prodi Prodi Prodi/ thn % IPK 3,1 3,12 3,15 3,2 3,25 3,3 >3,5 Rasio 1,09 1,15 1,2 1,3 1,4 1,5 >1,5 prodi org prodi kali/ smt Kali/ smt kali/ thn Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 85
93 dan perencanaan kurikulum. Peningkatan kemampuan penggunaan 16 teknologi informasi bagi seluruh dosen guna kelancaran pelaksanaan program pembelajaran program studi secara baik. 17 Peningkatan kemampuan dosen dalam penggunaan Bahasa Inggris (aktif) dengan baik Penyelenggaraan program pertukaran 18 mahasiswa untuk membangun perspektif dan kerjasama antar perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Penyelenggaraan dan pengembangan 19 program wirahusaha mahasiswa guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada program studi (mampu menghasilkan mahasiswa berwirausaha dari program ini); 20 Penataan dan pengembangan ruang laboratorium untuk mencapai laboratorium yang berstandar (bersertifikat); 21 Peningkatan kualitas dan kuantitas (pemodernan) peralatan dan bahan praktik pada laboratorium/bengkel/studio; 22 Penetapan dan pengembangan sertifikasi kompetensi pendamping ijasah (SKPI) untuk setiap program studi; 23 Peningkatan kuantitas dan kualitas (modern) media pembelajaran dalam kelas per prodi; 24 Penyediaan akses e-learning, e-library dan e-journal di setiap prodi dan fakultas; 25 Menjadikan laboratorium/bengkel/studio sebagai media pengembangan ilmu dan teknologi untuk dosen dan mahasiswa; Membangun metode proses pembelajaran 26 yang sesuai dan mampu mempercepat masa studi mahasiswa dengan kualitas lulusan sesuai standar; 27 Meningkatkan jumlah dosen S3 pada setiap prodi (sudah selesai atau sedang tugas belajar). 28 Peningkatan keterlibatan dosen dalam penulisan dan penerbitan buku ajar serta referensi elektronik skala nasional. 29 Peningkatan keterlibatan dosen dalam penulisan dan penerbitan buku ajar serta referensi elektronik skala internasional. 30 Meningkatkan jumlah kegiatan mahasiswa Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode % (dosen / prodi) % prodi Mhs/ prodi Lab/ prodi Lab/ prodi X X prodi Kelas/ prodi Prodi/ fak Lab/ prodi X X X prodi % %/ prodi %/ prodi kegiata n ditingkat nasional dan internasional PENELITIAN Pengembangan kemampuan penelitian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, industri dan pengembangan ilmu, serta mampu diwujudkan dalam bentuk produk barang atau jasa yang berpotensi HAKI/Paten. Pembangunan dan penetapan Rencana Induk Penelitian program studi (yang diturunkan dari RIP LPPM) yang menjadi acuan topik penelitian dosen maupun mahasiswa; Peningkatan dan Pengembangan materi penelitian yang dapat dipergunakan sebagai pengembangan materi pembelajaran (keilmuan) 33 Pengembangan penelitian (mandiri) bersama (kelompok) antara dosen dengan dosen % topik/ prodi Kelp/ prodi Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 86
94 34 35 satu prodi. Pengembangan penelitian (mandiri) bersama (kelompok) antara dosen dengan mahasiswa satu prodi Pengembangan penelitian (mandiri) bersama (kelompok) antara dosen dengan dosen, dosen dengan mahasiswa antar prodi (dalam atau luar fakultas) 36 Peningkatan jumlah perolehan dana Dikti untuk bidang penelitian dosen 37 Peningkatan jumlah perolehan dana diluar Dikti untuk bidang penelitian dosen 38 Peningkatan jumlah perolehan dana Dikti untuk bidang penelitian mahasiswa 39 Peningkatan jumlah perolehan dana diluar Dikti untuk bidang penelitian mahasiswa 40 Peningkatan kerjasama penelitian dengan industri (pengguna teknologi) Peningkatan kerjasama dengan pemerintah daerah (stakeholder) sebagai partner penelitian Peningkatan jumlah artikel ilmiah dosen yang diterima pada jurnal nasional (dalam dan luar kampus) Peningkatan jumlah artikel ilmiah dosen yang diterima pada jurnal internasional (scopus) 44 Penerbitan jurnal ilmiah (prodi) Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Kelp/ prodi kelp % / thn % / thn Org/ thn Org/ thn Topik/ thn Topik/ thn Jurnal/ smt Jurnal/ smt Prodi/ thn Org/ thn Org/ thn Meningkatkan keikutsertaan dosen menjadi narasumber pada seminar nasional Meningkatkan keikutsertaan dosen menjadi narasumber pada seminar internasional Penerapan sistem penjaminan mutu penelitian dalam berbagai proses penelitian yang ditetapkan lembaga (dari seluruh proses bisnis penelitian) Penggunaan layanan prima (dengan teknologi informasi/it) di bidang administrasi penelitian dengan akurat secara on-line Peningkatan dan membantu pengurusan unit/ kegiatan penelitian yang berpotensi thn HAKI/Paten oleh lembaga terkait Peningkatan fungsi/kinerja Pusat-Pusat Studi di lingkungan LPPM (terhadap semua pusat studi yang ada) PENGABDIAN MASYARAKAT Pengembangan kemampuan melakukan Pengabdian masyarakat yang berkualitas dengan konsep penyelesaian permasalahan masyarakat yang dapat meningkatkan kondisi social masyarakat Peningkatan dan Pengembangan obyek pengabdian masyarakat yang dapat mengexplorasi kemampuan dosen, mahasiswa dan potensi sumber daya wilayah itu sendiri Membangun dan meningkatkan desa/kawasan sebagai daerah binaan untuk meningkatkan perekonomian daerah Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat bersama dengan instansi lain di dalam negeri Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat bersama dengan instansi lain di luar negeri % % % obyek/ thn desa/ thn Kegtn/ thn Kegtn/ thn Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 87
95 Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat Kegtn/ bersama dengan industri dalam negeri thn Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat Kegtn/ (secara profesional) dengan pihak thn pemerintah Peningkatan mutu pengelolaan dan penerbitan jurnal pengabdian masyarakat Nas/ kondisi - nas! nas! int menuju akreditasi tingkat int nasional/internasional Penerapan sistem penjaminan mutu dalam berbagai proses pengabdian masyarakat yang ditetapkan lembaga (dari seluruh % proses bisnis pengab masyarakat) Penyediaan layanan prima (dengan teknologi informasi/it) di bidang administrasi pengabdian masyarakat dengan akurat % secara on-line Menguatkan fungsi dan kinerja Lembaga bina Mad Uta Man Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kluster an ya ma diri (LPPM) menuju kluster yang lebih tinggi TATA KELOLA Pembangunan dan pengembangan serta penguatan sistem tata kelola yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, partisipatif dan adil selaras dengan prinsip-prinsip GUG Penggunaan SOP secara konsisten dalam setiap proses kerja pada seluruh unit dan bagian pelayanan Meningkatkan pemahaman dan kemampuan kepemimpinan ( leadership) untuk semua SDM calon pemimpin Untag Surabaya. Mengevaluasi dan menetapkan Stuktur Organisasi Untag Surabaya yang disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan fungsi Universitas Membangun dan mengembangkan sistem penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) berbasis kinerja yang akurat dan adil secara sistem (berbasis IT) Memperkuat data base dan aksesibilitas kepakaran data terkait dengan SDM, aktivitas Tri Dharma, aset, dan aktivitas lainnya, lewat satu pintu Mengembangkan tata kelola keuangan yang terintegrasi dengan unit-unit terkait, yang berbasis IT Peningkatan ketepatan pelaporan dari semua aktivitas yang dilakukan oleh setiap unit kerja dengan format yang benar. Meningkatkan fungsi dan kinerja perpustakaan sebagai jantung sebuah perguruan tinggi yang disesuaikan dengan standar (nasional/internasional) yang dipakai Meningkatkan fungsi Senat Universitas dan Fakultas, sebagai pengawal dan pengarah kebijakan universitas khususnya dibidang Akademik Pembuatan dan penetapan kode etik bagi sivitas akademika Peningkatan dan pembentukan peran Humas dan Promosi di daerah (wilayah) baik domestik dan internasional ; (univ. harus menetapkan daerah/wilayah yang diharapkan) % (per unit) % % % % % % % % % % Penyusunan dan penetapan dokumen % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 88
96 kebijakan RPJP Universitas Penyusunan dokumen kebijakan Renstra ditingkat fakultas dan unit kerja sebagai % acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) secara baik dan dijalankan % dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Penyusunan pedoman pengelolaan keuangan (pengajuan dan pelaporan) % universitas Peningkatan pembinaan disiplin kerja pegawai % Peningkatan kesejahteraan pegawai sesuai dengan Undang-undang (peraturan tenaga % kerja) Pelatihan Excellence Services bagi Kali/ Pimpinan, dosen dan karyawan thn Pelatihan ESQ (Emotional and Spiritual Kali/ Quotient) bagi pimpinan thn Penggunaan media elektronik (on-line) dalam melakukan komunikasi dan koordinasi % dalam urusan kantor Penggunaan dan pengembangan SIM berbasis IT untuk kebutuhan manajerial atau proses administrasi disetiap unit kerja yang % terintegrasi satu dengan lainnya secara baik. Meningkatkan peran alumni untuk Kali/ mengangkat citra Untag Surabaya di thn masyarakat nasional dan internasional Meningkatkan jumlah program studi yang mencapai nilai A prodi Membangun tata kelola organisasi kemahasiswaan yang mampu memberikan % kualitas keorganisasian yang baik PELAYANAN Meningkatkan kualitas pelayanan diberbagai bidang kerja yang selalu mengacu pada kepuasan pelanggan (internal dan eksternal) Peningkatan kualitas dan kenyamanan proses penerimaan mahasiswa baru secara % procedural dan sesuai standar Meningkatkan pertimbangan kelayakan pendaftar sebagai calon mahasiswa % Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan prinsip-prinsip kepuasan pelanggan yang dijalankan pada setiap layanan administrasi % akademik maupun non-akademik pada setiap unit Penguatan dan peningkatan penggunaan layanan administrasi yang berbasis IT % Meningkatkan dan mengembangkan fungsi dan tugas dari Job Placement Center (JPC), Counceling Center dan Inkubator Bisnis sebagai upaya untuk % meningkatkan pemberdayaan kompetensi mahasiswa Meningkatkan dan mengembangkan jenis bea siswa untuk pendidikan mahasiswa yang Jenis berprestasi Meningkatkan mutu pengelolaan unit pelayanan kepada stakeholders (book store, sport center, Poliklinik, PMI, dan Koperasi % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 89
97 Karyawan). SISTEM PENJAMINAN MUTU Meningkatkan tugas dan fungsi Penjaminan Mutu untuk mengawal berbagai aktivitas dibidang akademik dan non akademik, guna menjamin prinsip peningkatan mutu yang berkelanjutan (continuous improvement) 92 Menyusun manual mutu Sistem Penjaminan Mutu % Menyusun kebijakan mutu Untag Surabaya % Menyusun standar atau nilai-nilai mutu untuk semua proses aktivitas di Untag Surabaya % Meningkatkan fungsi dan menyempurnakan SOP disetiap lini proses agar prinsip efektif % dan efisien tercapai 96 Meningkatkan peranan audit mutu internal sebagai pelaksana pengawasan, evaluasi dan monitoring proses akademik dan non % akademik Meningkatkan peran dan fungsi dari Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) masing-masing unit sebagai pijakan implementasi konsep pengembangan berkelanjutan (continuous improvement) Kali/ thn Menguatkan dan meningkatkan kinerja Penjaminan Mutu di program studi % Meningkatkan peranan Sistem Penjaminan Mutu untuk proses akreditasi % Terimplementasikannya sertifikat ISO 9001:2008, di setiap unit secara benar unit SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Membangun dan meningkatkan fungsi SIM dalam pengelolaan lembaga sehingga mampu membangun manajemen yang cepat, efektif dan efisien Meningkatkan kapasitas bandwitdh j aringan teknologi informasi terkait dengan jumlah mahasiswa dan dosen (pengguna). (asumsi jumlah pengguna orang) Meningkatkan fungsi (manfaat) hasil sistem informasi akademik dan non akademik on line secara cepat, efektif dan efisien Mengembangkan Sistem Informasi yang komprehensif (kemahasiswaan, akademik, ketenagaan, keuangan) dan memfasilitasi seluruh kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Penggunaan software original atau open source pada setiap kegiatan akademik dan non akademik Meningkatkan peran dan fungsi WEB Untag Surabaya untuk civitas akademika dalam rangka mencapai tingkat Webometric yang lebih tinggi Mengembangkan Pusat Informasi (information center) bagian Humas sebagai media komunikasi dan informasi antara Untag Surabaya dengan stakeholders Meningkatkan kualitas Sistem Informasi untuk mempermudah akses dan ekspose potensi sumber daya manusia maupun aset Untag Surabaya Rasio (BW) 0,00 3 (35) 0,00 5 (50) 0,00 7 (70) 0,01 9 (20 0) 0,03 3 (35 0) 0,04 7 (50 0) 0,1 (1000 ) % % % % % % SUMBER DAYA MANUSIA: DOSEN Membangun dan mengembangkan peran serta kompetensi dosen untuk menjadi penguat pelaksanaan Tridharma PT Untag Surabaya, dalam rangka meningkatkan eksistensi Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 90
98 lembaga di masyarakat nasional maupun internasional 108 Peningkatan jumlah Guru Besar (masih lingkup universitas) % Meningkatkan kepakaran dan kompetensi dosen Untag Surabaya (dari seluruh dosen) % Peningkatan kualifikasi dan kelinieran kemampuan akademik Dosen (S2 ke S3). % Peningkatan pengiriman dosen studi lanjut S3 dalam negeri (setiap prodi) org X 112 Peningkatan pengiriman dosen studi lanjut S3 luar negeri (setiap prodi) org X 113 Peningkatan pemberian bantuan (beasiswa) biaya studi lanjut S3, bagi dosen yang tidak mendapatkan biasiswa pemerintah/luar % Untag Surabaya (dari biaya SPP per semester) 114 Peningkatan keikutsertaan sertifikasi dosen untuk seluruh dosen % Peningkatan pengusulan kenaikan pangkat dan jabatan akademik dosen sesuai dengan % masa pengusulan (berikutnya) 116 Penyelenggaraan program PEKERTI dan AA bagi seluruh dosen % Pelatihan peningkatan kompetensi dan keahlian dosen dalam rangka meningkatkan % kualitas hasil pembelajaran 118 Penyusunan panduan pembinaan karir dosen % Peningkatan kemampuan entrepreneur bagi dosen % TENAGA KEPENDIDIKAN Membangun dan mengembangkan kemampuan staf (tenaga kependidikan) sebagai kekuatan dalam peningkatan kualitas layanan pada proses administrasi Peningkatan kemampuan kerja dari setiap 120 tenaga kependidikan dibidang tugasnya % masing-masing 121 Peningkatan tingkat pendidikan tenaga kependidikan dalam rangka menuju % profesionalisme kerja SARANA PENDIDIKAN Membangun dan menjamin ketersediaan sarana pendidikan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan penbelajaran yang mengarah pada hasil dan kualitas sesuai standar. Penyediaan ruang kuliah yang memadai dan 122 modern sesuai dengan standar (terhadap seluruh ruang kuliah) % Penyediaan ruang kerja dosen yang nyaman dan sesuai dengan standar kerja. (terhadap % seluruh dosen) 124 Penyediaan ruang laboratorium/bengkel /studio yang sesuai dengan standar nasional % (per prodi) 125 Penyediaan ruang laboratorium/bengkel/ studio yang sesuai dengan standar % internasional (sertifikat ISO) (per prodi) 126 Penyediaan ruang perpustakaan (ruang baca, ruang diskusi, dan ruang tayang) yang % sesuai standar nasional/internasional 127 Penyediaan ruang UKM yang memadai, bersih, rapi dan nyaman % Penyediaan ruang serbaguna dan olahraga yang memadai % Penyediaan sarana penunjang akademik (kantin/warung/book store, dll) yang % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 91
99 memadai, bersih, dan nyaman. (terhadap jumlah sarana) 130 Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana pendukung kegiatan kemahasiswaan yang sarana sesuai standar nasional dan internasional SARANA ADMINISTRASI Mengembangkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana administrasi dalam rangka memenuhi tuntutan standar pelayanan yang ditetapkan 131 Penyediaan ruang perkantoran yang memadai sebagai ruang kerja yang nyaman % Penyediaan fasilitas / perlengkapan kerja yang memadai untuk menuju kualitas dan % standar kerja yang ditetapkan Penataan dan pengaturan sarana ruang 133 administrasi (unit kerja) secara baik memenuhi kaidah tatanan dan tututan % prosedur kerja yang ditetapkan PRASARANA Mengembangkan dan meningkatkan ketersediaan prasarana terhadap keperluan yang dibutuhkan lembaga 134 Penyediaan lahan kampus yang memadai % Penyediaan gedung akademik (untuk proses tridharma) dan layanan (proses % administrasi) yang memadai 136 Penyediaan lahan parkir yang aman dan memiliki daya tampung sesuai dengan % kebutuhan 137 Penataan dan pemeliharaan gedung yang bersih, indah, nyaman dan modern % LINGKUNGAN Penataan dan pengembangan lingkungan menjadi lingkungan kampus yang bersih, nyaman dan mampu meningkatkan terciptanya atmospir akademik yang baik, serta mampu mendukung pelaksanaan proses pembelajaran. 138 Penataan lingkungan yang mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, indah % dan nyaman 139 Pembangunan area-area atmospir akademik yang mampu membangkitkan minat belajar buah mahasiswa (jumlah titik area) Membangun lingkungan kampus yang 140 bersih, indah dan nyaman untuk menuju kampus hijau green campus (sesuai standar yang dibuat lembaga) % Merancang dan mewujudkan nuansa gedung dan ruang akademik dan non akademik yang % menyatu dengan lingkungan (sesuai standar) KERJASAMA DALAM DAN LUAR NEGERI Membangun dan mengembangkan jumlah serta kualitas kerjasama baik dalam dan luar negeri, dengan dasar saling membutuhkan dan mampu dipergunakan sebagai acuan dalam peningkatan status Untag Surabaya Melakukan kerjasama dengan perguruan 142 tinggi luar negeri (ASEAN, ASIA) dengan tujuan yang jelas 143 Pengiriman program sandwich bagi mahasiswa S2 dan S3 Memperluas kerjasama Internasional 144 dengan berbagai Perguruan Tinggi lain di Australia, Eropa dan Amerika 145 Meningkatkan kerjasama penelitian bersama dengan Perguruan Tinggi luar negeri (berdasarkan jumlah topik) 146 Meningkatkan jumlah dosen Untag Surabaya menjadi guest lecture di PT luar negeri Buah/ thn Org/thn Buah/ thn topik/ thn Org/ thn Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 92
100 147 Meningkatkan kerjasama penelitian dengan Buah/ pemerintah Pusat dan atau Daerah thn Meningkatkan kerjasama pengabdian Buah/ kepada masyarakat dengan pemerintah thn Pusat dan atau Daerah Mengembangkan dan meningkatkan 149 kerjasama internasional (international Buah/ collaboration) dibidang budaya dengan thn Perguruan Tinggi luar negeri Menguatkan dan meningkatkan jejaring 150 kelompok displin ilmu atau program studi Prodi/ dengan perguruan tinggi lain di dalam negeri thn dan luar negeri 151 Meningkatkan kerjasama dengan media media/ untuk membangun image institusi thn Meningkatkan peran serta Untag Surabay a dalam pembuatan maupun evaluasi topik kebijakan di daerah dan nasional 153 Meningkatkan peran Untag Surabaya sebagai agen perubahan dan penguatan topik kompetensi SDM di daerah/wilayah Membangun kerjasama dengan pemerintah 154 daerah dan pusat dalam peningkatan peran dosen untuk mempersiapkan SDM topik menghadapi era globalisasi Peningkatan kerjasama dengan kalangan 155 sekolah menengah atas dalam bidang pendidikan dan pengembangan keterampilan siswa Skl/ thn Meningkatkan kerjasama dengan pihak lain 156 dalam rangka penyediaan sarana kegiatan kemahasiswaan sarana Meningkatkan kerjasama dengan pihak lain 157 dalam bidang pendanaan (sponsorship) sponso kegiatan ekstrakurikuler dan kreatifitas r mahasiswa BIDANG USAHA Membangun dan memberdayakan sumber daya dosen dan sarana yang dimiliki untuk menciptakan sumber penghasilan baru bagi lembaga 158 Mengembangkan unit-unit usaha berbasis inovasi dan keilmuan dosen Usaha Penataan dan pemberdayaan sumbersumber income generating semua unit di % lingkungan Universitas secara profesional Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 93
101 BAB VI SASARAN PROGRAM PER UNIT/SATUAN KERJA Sasaran Program dan Indikator Kinerja yang dituangkan dalam BAB V dikelompokan dan difokuskan menjadi program kerja inti untuk setiap unit kerja sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi dari implementasinya. Program kerja per unit/satuan tersebut diuraikan sebagai berikut : A. Di tingkat Universitas No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Bidang I Meningkatkan pemahaman visi, misi, tujuan, 1 dan sasaran prodi kepada seluruh civitas akademika secara baik dan terus menerus dalam berbagai kesempatan; 2 Meningkatkan jumlah dosen S3 pada setiap prodi (terhitung sudah selesai atau sedang tugas belajar). 3 Meningkatkan jumlah program studi baru sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan masyarakat; 4 Peningkatan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Untag Surabaya; 5 Peningkatan jumlah Program Studi yang membuka kelas internasional; Penyelenggaraan program pertukaran 6 mahasiswa untuk membangun perspektif dan kerjasama antar perguruan tinggi dalam dan luar negeri. 7 Peningkatan keterlibatan dosen dalam penulisan dan penerbitan buku ajar serta referensi elektronik skala nasional. 8 Peningkatan keterlibatan dosen dalam penulisan dan penerbitan buku ajar serta referensi elektronik skala internasional. 9 Meningkatkan keikutsertaan dosen menjadi narasumber pada seminar nasional 10 Meningkatkan keikutsertaan dosen menjadi narasumber pada seminar internasional Peningkatan ketepatan pelaporan dari 11 semua aktivitas yang dilakukan oleh setiap unit kerja dengan format yang benar. Meningkatkan fungsi Senat Universitas dan 12 Fakultas, sebagai pengawal dan pengarah kebijakan universitas khususnya dibidang Akademik Pembuatan, penetapan dan penegasan 13 pelaksanaan kode etik bagi sivitas akademika Penetapan dokumen Renstra Universitas, 14 Fakultas dan unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Meningkatkan peran alumni untuk 15 mengangkat citra Untag Surabaya di masyarakat nasional dan internasional. 16 Meningkatkan jumlah program studi yang mencapai nilai A Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % prodi org prodi Prodi %/ prodi %/ prodi Org/ thn Org/ thn % % % % Kali/ thn prodi Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 94
102 17 Peningkatan jumlah Guru Besar (masih lingkup universitas) 18 Meningkatkan kepakaran dan kompetensi dosen Untag Surabaya (dari seluruh dosen) 19 Meningkatkan jumlah dosen Untag Surabaya menjadi guest lecture di PT luar negeri 20 Meningkatkan peran serta Untag Surabay a dalam pembuatan maupun evaluasi kebijakan di daerah dan nasional 21 Meningkatkan peran Untag Surabaya sebagai agen perubahan dan penguatan kompetensi SDM di daerah/wilayah Bidang II 22 Mengembangkan unit-unit usaha berbasis inovasi dan keilmuan dosen 23 Peningkatan kemampuan entrepreneur bagi dosen 24 Penataan dan pemberdayaan sumbersumber income generating semua unit di lingkungan Universitas secara profesional 25 Peningkatan kemampuan dosen dalam penggunaan Bahasa Inggris (aktif) dengan baik 26 Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat bersama dengan instansi lain di luar negeri Meningkatkan pemahaman dan kemampuan 27 kepemimpinan ( leadership) untuk semua SDM calon pemimpin Untag Surabaya. Mengevaluasi dan menetapkan Stuktur 28 Organisasi Untag Surabaya yang disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan fungsi Universitas Membangun dan mengembangkan sistem 29 penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) berbasis kinerja yang akurat dan adil secara sistem (berbasis IT) Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja 30 Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Peningkatan kesejahteraan pegawai sesuai 31 dengan Undang-undang (peraturan tenaga kerja) 32 Pelatihan Excellence Services bagi Pimpinan, dosen dan seluruh karyawan. 33 Pelatihan ESQ (Emotional and Spititual Quotient) bagi pimpinan Penggunaan media elektronik (on-line) 34 dalam melakukan komunikasi dan koordinasi dalam urusan kantor Meningkatkan mutu pengelolaan unit 35 pelayanan kepada stakeholders (book store, sport center, Poliklinik, PMI, dan Koperasi Karyawan). Penggunaan software original atau open 36 source pada setiap kegiatan akademik dan non akademik Peningkatan pemberian bantuan (beasiswa) 37 biaya studi lanjut S3, bagi dosen yang tidak mendapatkan biasiswa dari pemerintah/luar Untag Surabaya % % Org/ thn topik topik Usaha % % % Kegtn/ thn % % % % % Kali/ thn Kali/ thn % % % % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 95
103 B. Fakultas dan Program Studi No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra ditingkat fakultas dan Prodi sebagai acuan 1 seluruh program kerja yang dicanangkan/akan dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan 2 Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab 3 Penerapan Kurikulum Perguruan Tinggi (K - Dikti) pada program studi; Melakukan pengembangan dan peninjauan kurikulum secara periodik agar sesuai 4 dengan tuntutan stakeholders dan perubahan kebutuhan yang terjadi ditingkat nasional dan internasional; Menjalankan dan mengevaluasi pelaksanaan 5 kurikulum secara konsisten demi tercapainya capaian pembelajaran (diukur dari semua mata kuliah pada setiap prodi) Membangun dan menetapkan strategi 6 pencapaian sasaran program studi dengan melibatkan seluruh civitas akademika; Meningkatkan jumlah prodi yang 7 menjalankan sistem penjaminan mutu akademik secara baik; Meningkatkan penyediaan layanan prima 8 berbasis teknologi informasi/it (on -line) di bidang administrasi akademik di prodi dan di fakultas 9 Peningkatan kemampuan penggunaan teknologi informasi bagi seluruh dosen guna kelancaran pelaksanaan program pembelajaran program studi secara baik. 10 Meningkatkan IPK lulusan sebagai cerminan kualitas lulusan kepada masyarakat 11 Meningkatkan jumlah rasio pendaftaran dengan penerimaan mahasiswa Menjalankan proses monitoring terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, dan menjalankan evaluasi secara baik untuk mencapai capaian pembelajaran; Penyelenggaraan tracer study dan pertemuan alumni, mahasiswa dan stakeholder secara berkala untuk mendapatkan data dalam pengembangan dan perencanaan kurikulum. Penyelenggaraan dan pengembangan program wirahusaha mahasiswa guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada program studi (mampu menghasilkan mahasiswa berwirausaha dari program ini); Penataan dan pengembangan ruang laboratorium untuk mencapai laboratorium yang berstandar (bersertifikat); Peningkatan kualitas dan kuantitas (pemodernan) peralatan dan bahan praktik pada laboratorium /bengkel/studio; Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % Prodi Prodi/ thn % Prodi Prodi Prodi/ fak % (dosen / prodi) IPK 3,1 3,12 3,15 3,2 3,25 3,3 >3,5 Rasio 1 1,15 1,2 1,3 1,4 1,5 >1,5 kali/ smt kali/ thn Mhs/ prodi Lab/ prodi Lab/ prodi X X Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 96
104 Penetapan dan pengembangan sertifikasi 17 kompetensi pendamping ijasah (SKPI) untuk setiap program studi; 18 Peningkatan kuantitas dan kualitas (modern) media pembelajaran dalam kelas per prodi; Menjadikan laboratorium/bengkel/studio 19 sebagai media pengembangan ilmu dan teknologi untuk dosen dan mahasiswa; Pembangunan dan penetapan Rencana Induk Penelitian program studi (yang 20 diturunkan dari RIP LPPM) yang menjadi acuan topik penelitian dosen maupun mahasiswa; Peningkatan dan Pengembangan materi 21 penelitian yang dapat dipergunakan sebagai pengembangan materi pembelajaran (keilmuan) Pengembangan penelitian (mandiri) bersama 22 (kelompok) antara dosen dengan dosen satu prodi. Pengembangan penelitian (mandiri) bersama 23 (kelompok) antara dosen dengan mahasiswa satu prodi Pengembangan penelitian (mandiri) bersama 24 (kelompok) antara dosen dengan dosen, dosen dengan mahasiswa antar prodi (dalam atau luar fakultas) 25 Penerbitan jurnal ilmiah (prodi) Meningkatkan persyaratan pendaftar (pertimbangan kelayakan) sebagai calon mahasiswa di prodi Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Peningkatan kualifikasi dan kelinieran kemampuan akademik Dosen (S2 ke S3). Peningkatan pengiriman dosen studi lanjut S3 di dalam negeri (setiap prodi) Peningkatan pengiriman dosen studi lanjut S3 ke luar negeri (setiap prodi) Menguatkan dan meningkatkan jejaring kelompok displin ilmu atau program studi dengan perguruan tinggi lain di dalam dan luar negeri Menjalankan proses monitoring terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, dan menjalankan evaluasi secara baik untuk mencapai capaian pembelajaran; prodi Kelas/ prodi Lab/ prodi X X % topik/ prodi Kelp/ prodi Kelp/ prodi kelp Prodi/ thn % % % org X org X Prodi/ thn kali/ smt C. LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan 1 2 Penyusunan dokumen Renstra ditingkat unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 97
105 penuh tanggunjawab 3 Peningkatan jumlah perolehan dana Dikti untuk bidang penelitian dosen 4 Peningkatan jumlah perolehan dana diluar Dikti untuk bidang penelitian dosen 5 Peningkatan jumlah perolehan dana Dikti untuk bidang penelitian mahasiswa 6 Peningkatan jumlah perolehan dana diluar Dikti untuk bidang penelitian mahasiswa 7 Peningkatan kerjasama penelitian dengan industri (pengguna teknologi) Peningkatan kerjasama dengan pemerintah daerah (stakeholder) sebagai partner penelitian Peningkatan jumlah artikel ilmiah dosen yang diterima pada jurnal nasional (dalam dan luar kampus) Peningkatan jumlah artikel ilmiah dosen yang diterima pada jurnal internasional (scopus) Penerapan sistem penjaminan mutu penelitian dalam berbagai proses penelitian yang ditetapkan lembaga (dari seluruh proses bisnis penelitian) Peningkatan dan membantu pengurusan kegiatan penelitian yang berpotensi HAKI/Paten oleh lembaga terkait Peningkatan fungsi/kinerja Pusat-Pusat Studi di lingkungan LPPM (terhadap semua pusat studi yang ada) Peningkatan dan Pengembangan obyek pengabdian masyarakat yang dapat mengexplorasi kemampuan dosen, mahasiswa dan potensi sumber daya wilayah itu sendiri Membangun dan meningkatkan desa/kawasan sebagai daerah binaan untuk meningkatkan perekonomian daerah Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat bersama dengan instansi lain di dalam negeri Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat bersama dengan instansi lain di luar negeri Peningkatan jumlah pengabdian masyarakat (secara profesional) dengan pihak pemerintah Peningkatan mutu pengelolaan dan penerbitan jurnal pengabdian masyarakat menuju akreditasi tingkat nasional/internasional Menguatkan fungsi dan kinerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menuju kluster yang lebih tinggi Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Meningkatkan kerjasama penelitian bersama dengan Perguruan Tinggi luar negeri (berdasarkan jumlah topik) 23 Meningkatkan kerjasama penelitian dengan pemerintah Pusat dan atau Daerah 145 Meningkatkan kerjasama pengabdian kepada masyarakat dengan pemerintah % / thn % / thn Org/ thn Org/ thn Topik/ thn Topik/ thn Jurnal/ smt Jurnal/ smt % unit/ thn % obyek/ thn desa/ thn Kegtn/ thn Kegtn/ thn Kegtn/ thn kondisi - nas! nas! int Kluster bina an Mad ya Uta ma Nas/ int Man diri % topik/ thn Buah/ thn Buah/ thn Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 98
106 Pusat dana atau Daerah. D. BPP (Badan Perencanaan dan Pengembangan) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dan penetapan dokumen RPJP Universitas Penyusunan dokumen kebijakan Renstra ditingkat unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Meningkatkan jumlah program studi baru sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan masyarakat; Mengevaluasi dan menetapkan Stuktur Organisasi Untag Surabaya yang disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan fungsi Universitas yang relevan Memperkuat data base dan aksesibilitas kepakaran data terkait dengan SDM, aktivitas Tri Dharma, aset, dan aktivitas lainnya, lewat satu pintu Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % prodi % % % E. BPM (Badan Penjaminan Mutu) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra ditingkat unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Menyusun manual mutu Sistem Penjaminan Mutu Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % Menyusun kebijakan mutu Untag Surabaya % Menyusun standar atau nilai-nilai mutu untuk semua proses aktivitas di Untag Surabaya % Menjalankan proses monitoring terhadap 6 hasil pembelajaran mahasiswa, dan kali/ menjalankan evaluasi secara baik untuk smt mencapai capaian pembelajaran; 7 8 Penerapan sistem penjaminan mutu penelitian dalam berbagai proses penelitian yang ditetapkan lembaga (dari seluruh proses bisnis penelitian) Penerapan sistem penjaminan mutu dalam berbagai proses pengabdian masyarakat % % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 99
107 yang ditetapkan lembaga (dari seluruh proses bisnis pengab masyarakat) Penyediaan layanan prima (dengan teknologi informasi/it) di bidang administrasi penjaminan mutu dengan akurat secara online Penggunaan SOP secara konsisten (efektif dan efisien) dalam setiap proses kerja pada seluruh unit dan bagian pelayanan Universitas Membangun dan mengembangkan sebuah sistem sebagai dasar unutk penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) berbasis kinerja yang akurat dan adil (berbasis IT) Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan prinsip-prinsip kepuasan pelanggan yang dijalankan pada setiap layanan administrasi akademik maupun non-akademik pada setiap unit Meningkatkan fungsi dan menyempurnakan SOP disetiap lini proses agar prinsip efektif dan efisien tercapai Meningkatkan peranan audit mutu internal sebagai pelaksana pengawasan, evaluasi dan monitoring proses akademik dan non akademik Meningkatkan peran dan fungsi dari Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) masing-masing unit, sebagai pijakan implementasi konsep pengembangan berkelanjutan (continuous improvement) Menguatkan dan meningkatkan kinerja Penjaminan Mutu di program studi Meningkatkan peranan Sistem Penjaminan Mutu untuk proses akreditasi Terimplementasikannya sertifikat ISO 9001:2008, di setiap unit secara benar Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Peningkatan keikutsertaan sertifikasi dosen untuk seluruh dosen % % (per unit) % % % % Kali/ thn % % unit % % F. BPA (Badan Pengembangan Akademik) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Melakukan evaluasi metode pembelajaran secara bersama antara dosen, mahasiswa dan program studi demi tercapainya sasaran program studi; Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % Kali/ smt Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 100
108 Membangun metode proses pembelajaran yang sesuai dan mampu mempercepat masa studi mahasiswa dengan kualitas lulusan sesuai standar; Pembuatan dan penetapan kode etik bagi sivitas akademika Meningkatkan kepakaran dan kompetensi dosen Untag Surabaya (dari seluruh dosen) Penyelenggaraan program PEKERTI dan AA bagi seluruh dosen secara baik Pelatihan peningkatan kompetensi dan keahlian dosen dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pembelajaran Menjalankan proses monitoring terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, dan menjalankan evaluasi secara baik untuk mencapai capaian pembelajaran; Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Penyusunan panduan pembinaan karir dosen prodi % % % % kali/ smt % % G. BOK (Badan Otoritas Kampus) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % Penyediaan lahan kampus yang memadai % Penyediaan gedung akademik (untuk proses 5 tridharma) dan layanan (proses administrasi) yang memadai Penyediaan lahan parkir yang aman dan 6 memiliki daya tampung sesuai dengan kebutuhan 7 Penataan dan pemeliharaan gedung yang bersih, indah, nyaman dan modern Pembangunan area-area atmospir akademik 8 yang mampu membangkitkan minat belajar mahasiswa (meningkatkan jumlah titik area) Membangun dan penataan lingkungan 9 kampus yang bersih, indah dan nyaman untuk menuju kampus hijau green campus (sesuai standar yang dibuat lembaga) Merancang dan mewujudkan nuansa gedung 10 dan ruang akademik dan non akademik yang menyatu dengan lingkungan (sesuai standar) % % % buah % % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 101
109 H. KUK (Kantor Urusan Kerjasama) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri (ASEAN, ASIA) dengan program/tujuan yang jelas Membangun jaringan untuk pengiriman program sandwich bagi mahasiswa S2 dan S3 Memperluas kerjasama Internasional dengan berbagai Perguruan Tinggi lain di Australia, Eropa dan Amerika Mengembangkan dan meningkatkan kerjasama internasional (international collaboration) dibidang budaya dengan Perguruan Tinggi luar negeri Membangun kerjasama dengan pemerintah daerah dan pusat dalam peningkatan peran dosen untuk mempersiapkan SDM menghadapi era globalisasi Peningkatan kerjasama dengan kalangan sekolah menengah atas dalam bidang pendidikan dan pengembangan keterampilan siswa Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % Buah/ thn Org/thn Buah/ thn Buah/ thn topik Skl/ thn I. BSI (Bagian Sistem Informasi) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra 1 unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan 2 Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab 3 Penyediaan akses e-learning, e-library dan e-journal di setiap prodi dan fakultas; Penggunaan layanan prima (dengan 4 teknologi informasi/it) di bidang administrasi dengan akurat secara on-line Membangun dan mengembangkan sistem penghargaan (reward) dan hukuman 5 (punishment) berbasis kinerja yang akurat dan adil secara sistem (berbasis IT) Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % Prodi/ fak X % % Mengembangkan tata kelola keuangan yang % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 102
110 terintegrasi dengan unit-unit terkait, yang berbasis IT Penggunaan dan pengembangan SIM berbasis IT untuk kebutuhan manajerial atau proses administrasi disetiap unit kerja yang terintegrasi satu dengan lainnya secara baik. Penguatan dan peningkatan penggunaan layanan administrasi yang berbasis IT Meningkatkan kapasitas bandwitdh ja ringanteknologi informasi terkait dengan jumlah mahasiswa dan dosen (pengguna). (asumsi jumlah pengguna orang) Mengembangkan Sistem Informasi yang komprehensif (kemahasiswaan, akademik, ketenagaan, keuangan) dan memfasilitasi seluruh kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Meningkatkan peran dan fungsi WEB Untag Surabaya untuk civitas akademika dalam rangka mencapai tingkat Webometric yang lebih tinggi % % Rasio (BW) 0,00 3 (35) 0,00 5 (50) 0,00 7 (70) 0,01 9 (20 0) 0,03 3 (35 0) 0,04 7 (50 0) 0,1 (1000 ) % % % J. Bagian Keuangan No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Mengembangkan dan menguatkan tata kelola keuangan yang terintegrasi dengan unit-unit terkait, yang berbasis IT Peningkatan ketepatan pelaporan dari semua aktivitas yang dilakukan oleh setiap unit kerja dengan format yang benar. Penyusunan pedoman pengelolaan keuangan (pengajuan dan pelaporan) universitas Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % % % % K. Bagian Perpustakaan No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan 1 2 Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 103
111 Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab 3 Penyediaan akses e-learning, e-library dan e-journal di setiap prodi dan fakultas; Meningkatkan fungsi dan kinerja perpustakaan sebagai jantung sebuah 4 perguruan tinggi yang disesuaikan dengan standar (nasional/internasional) yang dipakai Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem 5 informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Prodi/ fak X % % L. Bagian Ketenagaan No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Peningkatan dan pembinaan disiplin kerja pegawai Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Peningkatan pengusulan kenaikan pangkat dan jabatan akademik dosen sesuai dengan masa pengusulan berikutnya, yang terjadual secara baik. Peningkatan kemampuan kerja dari setiap tenaga kependidikan dibidang tugasnya masing-masing Peningkatan tingkat pendidikan dan/atau kemampuan kerja (kompetensi/skill) tenaga kependidikan dalam rangka menuju profesionalisme kerja Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % % % % % M. Bagian Kemahasiswaan No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Meningkatkan dan mengembangkan jenis bea siswa untuk pendidikan mahasiswa yang berprestasi Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % Jenis Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 104
112 Meningkatkan jumlah kegiatan mahasiswa ditingkat nasional dan internasional Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana pendukung kegiatan kemahasiswaan yang sesuai standar nasional dan internasional Meningkatkan kerjasama dengan pihak lain dalam rangka penyediaan sarana kegiatan kemahasiswaan Meningkatkan kerjasama dengan pihak lain dalam bidang pendanaan (sponsorship) kegiatan ekstrakurikuler dan kreatifitas mahasiswa Membangun tata kelola organisasi kemahasiswaan yang mampu memberikan kualitas keorganisasian yang baik Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien kegiata n sarana sarana sponso r % % N. BAR (Bagian Admisi dan Regristrasi) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Peningkatan kualitas dan kenyamanan proses penerimaan mahasiswa baru secara procedural dan sesuai standar Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % % O. Bagian Humas No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra 1 unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan 2 Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab 3 Meningkatkan jumlah rasio pendaftaran dengan penerimaan mahasiswa Peningkatan dan penguatan peran Humas dan aktivitas promosi di daerah (wilayah) 4 baik domestik dan internasional ; (univ. harus menetapkan daerah/wilayah yang diharapkan/dibidik) Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % Rasio 1 1,15 1,2 1,3 1,4 1,5 >1,5 % Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 105
113 informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Mengembangkan Pusat Informasi (information center) 6 bagian Humas sebagai media komunikasi dan informasi antara Untag Surabaya dengan stakeholders Meningkatkan kualitas Sistem Informasi untuk mempermudah akses dan ekspose 7 potensi sumber daya manusia maupun aset Untag Surabaya 8 Meningkatkan kerjasama dengan media untuk membangun image institusi % % media/ thn P. Bagian Sarpras No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Penyediaan ruang kuliah yang memadai dan modern sesuai dengan standar (terhadap seluruh ruang kuliah) Penyediaan ruang kerja dosen yang nyaman dan sesuai dengan standar kerja. (terhadap seluruh dosen) Penyediaan ruang laboratorium / bengkel / studio yang sesuai dengan standar nasional (per prodi) Penyediaan ruang laboratorium / bengkel / studio yang sesuai dengan standar internasional (sertifikat ISO) (per prodi) Penyediaan ruang perpustakaan (ruang baca, ruang diskusi, dan ruang tayang) yang sesuai standar nasional/internasional 9 Penyediaan ruang UKM yang memadai, bersih, rapi dan nyaman 10 Penyediaan ruang serbaguna dan olahraga yang memadai Penyediaan sarana penunjang akademik 11 dan non akademik (kantin/warung/ book store, dll) yang memadai, bersih, dan nyaman. (terhadap jumlah sarana) 12 Penyediaan ruang perkantoran yang memadai sebagai ruang kerja yang nyaman 13 Penyediaan fasilitas / perlengkapan kerja yang memadai untuk menuju kualitas dan standar kerja yang ditetapkan 14 Penataan dan pengaturan sarana ruang administrasi (unit kerja) secara baik memenuhi kaidah tatanan dan tututan Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % % % % % % % % % % % % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 106
114 prosedur kerja yang ditetapkan Q. Bagian JPC (Jop Placement Center) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Meningkatkan dan mengembangkan fungsi dan tugas dari Job Placement Center (JPC) sebagai upaya untuk meningkatkan pemberdayaan dan kompetensi mahasiswa Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % % R. Bagian CC (Counceling Center) No Sasaran Program dan Indikator Kinerja Satuan Penyusunan dokumen kebijakan Renstra unit kerja sebagai acuan seluruh aktivitas yang dilakukan. Penyusunan dokumen Rencana Operasional Tahunan (Renop) atau Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) secara baik dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan penuh tanggunjawab Meningkatkan dan mengembangkan fungsi dan tugas Counceling Center sebagai upaya untuk meningkatkan perannya dalam penguatan eksistensi lembaga Meningkatkan fungsi (manfaat) sistem informasi (on line/it) secara cepat, efektif dan efisien Bas e- line Target Pencapaian pada tahun Stan dar % % % % Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 107
115 BAB VII PENYUSUNAN DAN IMPLEMENTASI A. Mekanisme Penyusunan Renstra : RENSTRA disusun dengan proses sebagaimana digambarkan diagram dibawah ini. Renstra harus dibuat di setiap unit dan menjadi acuan dalam kegiatan pengembangannya. Renop atau Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) disusun berdasarkan acuan Renstra yang telah ditetapkan. Renstra dan RKAT harus dijalankan dengan komitmen tinggi sehingga tahapan pencapaian yang dicanangkan dalam RENIP terwujud. Gambar 34. Proses Penyusunan Renstra di Universitas, Fakultas, Prodi dan Unit Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 108
116 B. Mekanisme Implementasi Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Mekanisme Implementasi ini merupakan panduan yang menjadi pedoman dalam proses pelaksanaan kegiatan yang sudah dicanangkan dalam Renop atau RKAT. Proses pengawasan tetap dilakukan agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan harapan. Diakhir pelaksanaan harus dilakukan pemeriksaan laporan kegiatan dan evaluasi hasil kegiatan. Dengan tujuan untuk mengetahui apakah kegiatan tersebut memiliki hasil sesuai dengan indicator keberhasilan yang ditetapkan. Hasil ini akan dipergunakan sebagai data awal (baseline) pada program/kegiatan berikutnya sehingga prinsip pengembangan berkelanjutan (continuous improvement) berjalan. Gambar 35. Proses Implementasi program yang tertuang pada Renop Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 109
117 C. Mekanisme Keberhasilan Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Keberhasilan pelaksanaan dan pengembangan Untag Surabaya sangat tergantung dengan bagaimana program kerja tersebut direncanakan dan diterapkan. Program kerja yang disusun harus menjadi kebutuhan bersama, dipahami bersama dan dilaksanakan bersama, sehingga program kerja yang dibuat bukanlah sebagai keinginan pribdai ataupun kelompok tertentu. Karenanya, akan dilakukan beberapa tahapan untuk mendukung keberhasilan implementasi RENSTRA ini adalah : 1. Sosialisasi; Proses awal yang harus dilakukan dengan baik, agar semua civitas akademika mengetahui perencanaan kegiatan/program yang akan dilaksanakan 4 (empat) tahun kedepan. Proses ini tentunya untuk menarik kepedulian semua civitas akademik bahwa program yang dijalankan harus mengalami perencanaan secara baik dan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut mulai dari memahami, mampu menjalankan dan memberikan komitmen tinggi dalam mensukseskan sesuai target. 2. Persiapan sumberdaya; Implementasi Renstra ini akan sangat berat bila dukungan sumber daya baik manusia, finansial maupun pendukung lainnya sangat terbatas. Seluruh civitas akademika harus ikut memikul tanggungjawab dalam mensukseskan programprogram yang dicanangkan. Demikian juga biaya yang disediakan untuk mensukseskan program demi tercapainya target dan tujuan, harus tersedia dengan aman. Sumber daya pendukung lainnya juga memiliki peran penting, karenanya semua komponen sumber daya harus mampu dikoordinasikan dan diberdayakan secara seimbang dan maksimal. 3. Koordinasi; Dalam implementasi sampai kepada evaluasi program, proses koordinasi harus tetap berjalan dengan baik. mulai dari pelaksana dibawah sampai kepada pucuk pimpinan. Program ini akan menjadi tidak terkendali dan tidak menuju target/harapan bersama bila koordinasi pimpinan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Karenanya, koordinasi menjadi penting untuk mewujudkan target/harapan yang ingin dicapai pada Renstra ini. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 110
118 4. Pemberdayaan Tata Kelola; Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Sebagai sebuah organisasi, maka organ organisasi harus berjalan dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, dari tingkatan senat, rektorat, fakultas, prodiprodi sampai kepada unit-unit penunjang lainnya. Perlu penegasan agar proses perencanaan implementasi program di setiap unit dan fakultas berjalan baik, dengan dilanjutkan pada proses evaluasi dan tindaklanjut atau pengendalian program secara ketat sehingga apa yang ditetapkan dalam dalam indikator keberhasilan tercapai. 5. Penggunaan Sistem Informasi; Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat sudah tidak bisa dihindari lagi, sehingga penggunaan SI pada era sekarang menjadi tuntutan utama. Banyak hal yang dipermudah dengan penggunaan Si secara baik. Dalam implementasi Renstra ini bantuan informasi dari berbagai unit dan fakultas harus menjadi informasi yang terpadu dan akurat, baik untuk hal Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun informasi akademik lainnya. Sistem Informasi ini akan melayani kebutuhan pelanggan (Stakeholders) di internal maupun eksternal secara cepat, transparan dan akuntabel. 6. Sistem Penjaminan dan Pengendalian Mutu; Sistem Penjaminan Mutu merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dalam implementasi Renstra ini. BPM memegang peranan penting dalam mengendalikan mutu dan menjamin agar pencapaian dalam implementasi memiliki kesesuaian dengan rencana yang ditetapkan dalam Renstra. Perlu menyiapkan instrument dalam melaksanakan tugasnya sebagai pe-monitoring dan pengevaluasi seluruh bentuk kegiatan yang dilakukan oleh unit penunjang, prodi, maupun fakultas. Sistem Penjaminan dan Pengendalian Mutu ini juga seyogyanya mempersiapkan data untuk menjadi bahan evaluasi oleh pihak eksternal. 7. Penguatan Komitmen Manajemen Puncak. Renstra dengan segala bentuk programnya tidak akan pernah terimplementasikan dengan baik apabila Komitemn Manajemen Puncak tidak kuat. Banyak tantangan dan hambatan yang akan dihadapi dalam pelaksanaan seluruh programnya. Dan program ini tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik dan sukses tanpa campur tangan manajemen puncak secara tegas dan terarah. Dukungan, dorongan serta Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 111
119 fasilitasi kebijakan manajemen puncak merupakan motor pengerak yang sangat besar dalam mewujudkan target yang dicanangkan dalam Renstra ini. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 112
120 BAB VIII PENUTUP Renstra Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya periode tahun dibangun untuk dijadikan panduan dalam penyusunan program kerja atau kegiatan dari berbagai unit di lingkungan Untag Surabaya. Diharapkan program tersebut mengarah pada satu tujuan yaitu mencapai nilai sebagaimana ditetapkan dalam indikator kinerja. Dalam pelaksanaannya, kerjasama dan partisipasi aktif dari seluruh komponen yang ada sangat diharapkan. Keberhasilan implementasi dari Renstra ini juga sangat tergantung pada pemahaman, kesadaran, dan kemauan untuk terlibat didalamnya sebagai bagian penting saat perencanaan, penyusunan, pelaksanaan program kerja/kegiatan masing-masing unit. Dibutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dari setiap pimpinan untuk mendorong dan menjadi contoh dalam menjalankan Renstra ini secara baik dan konsisten. Akhir kata, semoga apa yang sudah kita rencanakan ini dapat dijalankan dengan komitmen tinggi dari segenap unsur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, sekaligus sebagai pembuktian dalam keikutsertaan kita membangun pendidikan untuk penguatan kemampuan dan kompetensi bangsa di dunia internasional. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 113
121 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran : Keterangan Standar Indikator Kinerja No Standar Keterangan standar 1 25 Jumlah prodi yang menjalankan sistem penjaminan mutu prodi secara baik 2 31 Jumlah prodi dan fakultas. disediakan standar layanan prima sebagai acuan standar Harus semua civitas akademika memahami dengan baik visi, misi yang ditetapkan oleh prodi maupun fakultas Semua prodi telah melibatkan seluruh civitas akademika dalam menyusun startegi pencapaian sasaran prodi 5 25 Seluruh prodi sudah menerapkan kurikulum baru (K-Dikti 2015) 6 1 Melakukan kajian terhadap kurikulum berdasarkan masukan dari stakeholder 1 kali setahun Semua mata kuliah dievaluasi untuk memastikan kesesuaian dengan capaian pembelajaran 8 IPK sudah cukup jelas, capaian IPK rata-rata universitas Jumlah minimal calon mahasiswa baru yang mendaftar di Untag Surabaya (jumlah ini diatas jumlah calon mahasiswa yang diterima di untag Surabaya Hasil Seleksi) Prodi baru yang akan dibuka (persiapan dan analisa kebutuhan masyarakat sudah dilakukan) Terdapat 30 mhs asing yang belajar di Untag Surabaya di berbagai prodi Diharapkan Untag Surabaya memiliki 4 prodi yang membuka kelas internasional 13 1 Diadakan evaluasi hasil pembelajaran mahasiswa minimal 2 kali dalam satu semester (setelah UTS dan UAS) melalui nilai mahasiswa yang diperoleh 14 1 Harus ada 1 kali setiap semester evaluasi dari metode pembelajaran yang dipakai (ada metode pembelajaran yang direkomendasikan oleh BPA) 15 1 Minimal ada 1 kali tracer study (pertemuan alumni) yang dilakukan oleh prodi/fakultas Seluruh dosen sudah memahami penggunaan IT dengan baik Seluruh dosen harus menguasai Bahasa inggris dengan baik. (dijadikan sebagai syarat rekruitmen dosen baru) Semua prodi memiliki kerjasama yang berjalan dengan baik untuk meningkatkan kompetensi prodi (dosen, sarana dan proses pembelajaran) yang mengacu pada kualitas lulusan sesuai kebutuhan global Prodi berhasil menghasilkan 100 mahasiswa yang sudah menjalankan bisnis (berwirausaha) sewaktu kuliah melalui program kewirausahaan yang dijalankan. 20 X X=jumlah lab pada prodi, seluruh lab harus mendapatkan sertifikat (standar tertentu) dibidang penataan dan persediaan ruang lab. 21 X Seluruh laboratorium sudah dilengkapi alat dan bahan praktek yang berkualitas (modern) Seluruh prodi (terutama S1) sudah memiliki minimal 1 buah SKPI yang diakui masyarakat (melalui lembaga sertifikasi profesi/lsp) 23 X Seluruh kelas yang dipergunakan dalam perkuliahan sudah memiliki media pembelajaran modern (multi media) 24 X Seluruh kelas dan fakultas sudah memiliki sarana akses yang baik dan mumpuni 25 X Seluruh lab dipergunakan sebagai tempat kaji ilmu oleh dosen dan mahasiswa, bukan hanya sekedar praktek. Kalab harus disediakan tempat (kantor) di lab secara layak Setiap prodi harus sudah menyepakati metode pembelajaran yang dipakai dalam proses perkuliahan Seluruh dosen di prodi harus sudah berpendidikan S3 (bagi dosen yang usianya dibawah 50 thn, saat tahun capaian) Seluruh dosen terlibat dalam penulisan dan penerbitan buku ajar (baik sebagai ketua maupun anggota (bagi team teaching) skala nasional Seluruh dosen terlibat dalam penulisan dan penerbitan buku ajar (baik sebagai ketua maupun anggota (bagi team teaching) skala internasional Terdapat minimal 100 kegiatan yang diikuti mahasiswa di tingkat nasional dan internasional setiap tahun Semua prodi harus memiliki RENSTRA Prodi Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 114
122 32 10 Ada 10 topik setiap prodi yang melakukan penelitian terhubung dengan pengembangan keilmuan / pembelajaran 33 5 Ada 5 kelompok penelitian dalam satu tahun setiap prodi 34 5 Ada 5 kelompok penelitian dalam satu tahun setiap prodi Ada 15 kelompok penelitian dalam universitas % dari jumlah dosen sudah melakukan penelitian dengan biaya hibah dikti % dari jumlah dosen dengan penelitian yang dibiayai hibah diluar dikti orang mahasiswa menerima hibah dikti untuk penelitian orang mahasiswa menerima hibah diluar dikti untuk penelitian Ada 20 topik penelitian yang dikerjasamakan dengan industri Ada 10 pemerintah daerah (provinsi, kab, kota) yang melakukan kerjasama dibidang penelitian Ada 100 judul jurnal yang diterbitkan pada jurnal nasional (dalam dan luar kampus) Ada 100 judul jurnal yang diterbitkan pada jurnal Internasional (scopus) Setiap prodi memiliki jurnal ilmiah yang diterbitkan minimal 1 kali dalam setahun Minimal sebanyak 150 dosen setiap tahun menjadi narasumber pada acara seminar ilmiah dalam dan luar kampus Minimal ada 20 dosen yang menjadi narasumber pada seminar internasional setiap tahunnya Seluruh proses bisnis pada LPPM (terkait dengan penelitian) telah menjalankan sistem penjaminan mutu dengan baik Seluruh proses bisnis dan keadministrasian di LPPM bidang penelitian telah menggunakan IT dengan baik Minimal 50 buah hasil karya dosen yang berpotensi HAKI/Paten dan diuruskan (dibantu) oleh lembaga/untag Surabaya Semua pusat studi berjalan/berfungsi dengan baik Terdapat minimal 150 obyek/topik pengabdian masyarakat yang dimiliki oleh lembaga (dijalankan oleh dosen, dan mahasiswa) Terdapat minimal 20 desa/kawasan yang dimiliki oleh lembaga sebagai daerah binaan Terdapat minimal 10 kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bersama dengan instansi lain di dalam negeri 54 5 Terdapat minimal 5 kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bersama dengan instansi lain di luar negeri Terdapat minimal 10 topik pengabdian masyarakat yang dilakukan bersama dengan industri dalam negeri Terdapat minimal 10 topik pengabdian masyarakat yang dilakukan bersama dengan pemerintah di dalam negeri 57 Nas/int Pengelolaan jurnal pengabdian masyarakat yang memiliki akreditasi nasional/internasional Seluruh proses bisnis untuk pengabdian masyarakat sudah menjalankan sistem penjaminan mutu dengan baik Seluruh proses bisnis dan keadministrasian di LPPM bidang pengabdian masyarakat telah menggunakan IT dengan baik. 60 Mandiri Status LPPM adalah mandiri Seluruh proses/aktivitas di setiap unit sudah menggunakan SOP dengan baik Seluruh calon pemimpin (pemimpin baru) dan atau pemimpin lama diberikan pelatihan berkaitan dengan kepemimpinan yang baik dan benar Harus memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi (tugas dan fungsi) universitas Sistem telah berjalan dengan baik untuk mengukur kinerja staf dan dosen sebagai dasar pemberian penghargaan dan hukuman (penghargaan berbasis kinerja) Data base seluruh aktivitas di untag Surabaya ada dalam satu pintu dan mampu diakses oleh unit lain yang membutuhkan Data keuangan (operasional) dan SPP mahasiswa terkait dengan unit lain yang membutuhkan, dan menjadikan proses pekerjaan lebih mudah, efektif dan efisien Seluruh pengguna keuangan, sudah melakukan pelaporan dengan tepat waktu dan sesuai dengan format yang ditentukan, yang semata-mata memudahkan dalam mekanisme control dan evaluasi Seluruh fungsi dan proses yang dilakukan sudah sesuai dengan standar pengelolaan secara nasional ataupun internasional Fungsi dan tugas senat akademik baik di Universitas maupun di Fakultas telah ditentukan, dan dilaksanakan dengan komitmen tinggi Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 115
123 Telah selesai dengan baik, dan sudah disosialisasikan secara baik ke seluruh civitas akademika, dan dijalankan dengan komitmen tinggi Lembaga/universitas sudah menentukan wilayah/daerah yang dipilih (baik dalam dan luar negeri), dan secara bertahap menetapkan dan membentuk devisi humas diwilayah tersebut, sampai akhirnya seluruh wilayah yang dipilih memiliki staf humas Dokumen RPJP sudah selesai dan menjadi pedoman dalam pembuatan program kerja pada renstra Dokumen Renstra di tingkat Fakultas dan Prodi sudah selesai Dokumen Renop ditingkat fakultas dan prodi sudah selesai Pedoman pengelolaan keuangan sudah selesai Staf (dosen dan ketenagaan) memahami dan menjalankan tugas dengan kedisiplinan tinggi Lembaga (yayasan) sudah memberikan kesejahteraan pegawai (penghasilan) sesuai dengan peraturan/undang-undang 78 1 Lembaga memberikan pelatihan (penyegaran) secara rutin sekali dalam setahun tentang excellence services dalam bekerja kepada seluruh pimpinan, dosen dan staf 79 1 Lembaga memberikan pelatihan ESQ secara rutin sekali dalam setahun tentang menjadi pimpinan dan karyawan yang baik untuk mewujudkan tujuan lembaga Seluruh komunikasi maupun beberapa koordinasi menggunakan sistem on-line, untuk mendapatkan efisiensi waktu SIM yang terintegrasi dengan semua unit sudah selesai dan mampu dipergunakan dalam proses manajerial dan administrasi secara baik dan efektif 82 2 Melakukan koordinasi dengan pengurus alumni untuk mengadakan kegiatan yang disupport alumni minimal 2 kali dalan setahun Seluruh prodi harus mendapatkan nilai akreditasi A Seluruh Organisasi kemahasiswaan telah memiliki tata kelola organisasi yang baik untuk menciptakan kualitas organisasi Seluruh proses yang terkait dengan penerimaan mahasiswa baru harus mampu memberikan kenyamanan dan kualitas pelayanan yang baik kepada calon mahasiswa dan orang tuanya Sudah mempertimbangan dengan penuh tentang kualitas dan perilaku calon mahasiswa Untag Surabaya (harus ada standar specimen pengetesan/uji masuknya calon mahasiswa baru) Unit (Universitas) sudah memiliki standar kepuasan pelayanan, dan dijalankan oleh setiap unit dengan baik Seluruh pelayanan administrasi baik untuk internal maupun eksternal sudah menggunakan sistem on-line, yang valid dan sesuai dengan standar pelayanan yang dimiliki oleh Universitas Universitas sudah memiliki fungsi dan tugas dari JPC, CC, dan Inkubator Bisnis untuk pemberdayaan mahasiswa Universitas mendapatkan 10 jenis beasiswa yang dapat diberikan ke mahasiswa berprestasi Sudah memiliki standar mutu pelayanan yang diterapkan pada book store, sport center, poliklinik, PMI dan Koperasi Karyawan Dokumen Manual Mutu SPM sudah selesai dan disosialisasikan kepada seluruh unit yang berkepentingan serta digunakan dengan komitmen tinggi Dokumen kebijakan mutu sudah tersusun dan menjadi acuan semua proses untuk mewujudkan mutu / standar mutu yang ditetapkan Standar mutu/nilai mutu sudah ditetapkan dan dipergunakan sebagai acuan mutu pada setiap proses Semua SOP sudah ditinjau dan dievaluasi untuk mendapatkan SOP yang efektif dan efisien Semua unit dan pelaku mutu memahami peran dan fungsi proses audit mutu internal sebagai cara untuk melakukan monitoring, dan evaluasi proses akademik dan non akademik 97 2 Minimal 2 kali dalam setahun (satu semester sekali) setiap unit mengadakan RTM secara baik dengan memberikan tindak lanjut yang jelas (continuous improvement) Program studi sudah melaksanakan sistem penjaminan mutu secara baik dan benar untuk berbagai proses yang dilakukan Sistem Penjaminan Mutu harus menghasilkan pengolahan (penampilan) data yang bisa dipergunakan sebagai sumber data proses akreditasi setiap prodi Semua unit mengimplementasikan ISO 9001:2008 Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 116
124 101 0,1 (1000) Universitas memiliki rasio kebutuhan bandwide terhadap seluruh pengguna (asumsi pengguna = orang) sebesar 0,1 bw/orang Unit terkait yang berkentingan sudah mendapatkan manfaat (tanpa keluhan) terhadap hasil yang ditampilkan pada SIM SIM sudah terintegrasi secara komprehensif terhadap seluruh kepentingan baik terkait mahasiswa, akademik, ketenagaan, keuangan dan tridharma PT Software yang dipegunakan universitas seluruhnya original, atau memastikan diri menggunakan open source (linux) dalam kegiatan administrasi akademik maupun non akademik WEB Untag Surabaya sudah digunakan secara penuh dalam kegiatan akademik dan non akademik oleh seluruh civitas akademika Humas memiliki web terkait dengan fungsinya yang bisa berkomunikasi dan menginformasikan segala aktivitas Untag Surabaya secara baik dan bertanggungjawab kepada masyarakat Untag memiliki web terkait dengan informasi potensi SDM maupun aset Untag ke Masyarakat dalam rangka pendayagunaan Untag Surabaya memiliki guru besar sejumlah 50% dari seluruh dosen yang dimilikinya Semua dosen memiliki kepakaran, yang dapat diberdayakan di masyarakat Seluruh dosen sudah memiliki keilmuan yang linier dan kualifikasi yang jelas 111 X Prodi menata pendidikan dosen untuk ke S3 yang studi di dalam negeri (x = jumlah dosen yang bersedia untuk S3 di dalam negeri) 112 X Prodi menata pendidikan dosen untuk ke S3 yang studi di luar negeri (x = jumlah dosen yang bersedia untuk S3 di luar negeri) Yayasan (universitas) membiayai secara penuh dosen yang studi lanjut S3 (apabila tidak mendapatkan beasiswa) Seluruh dosen yang bekerja lebih dari 2 tahun dan sudah memiliki jabatan akademik (Asisten Ahli) lolos serdos Bagian Ketenagaan memberikan informasi dan membantu pengurusan kepangkatan dan jabatan akademik dosen secara penuh bagi semua dosen yang sudah memenuhi syarat waktu dan KUM Semua dosen sudah mengikuti Pekerti dan AA dengan baik Seluruh dosen sudah mendapatkan pelatihan peningkatan kompetensi dan keahlian dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Universitas sudah memiliki buku panduan pembinaan karir dosen secara baik Diharapkan, seluruh dosen memiliki kemampuan dibidang entrepreneur Seluruh staf diberikan pelatihan kemampuan kerja yang baik dan menjadi kekuatan baru untuk mewujudkan proses administrasi yang berkualitas Diharapkan, Untag Surabaya tidak lagi memiliki tingkat pendidikan staf yang ada dibawah standar kebutuhan dalam pekerjaan (professional) Seluruh kelas yang dipergunakan perkualihan sudah dilengkapi sarana penunjang perkulian yang modern. (perlu ada standar perkuliahan yang dipergunakan univ taraf global) Seluruh dosen memiliki ruang kerja yang nyaman untuk menunjang profesionalisme dan peningkatan kinerja dosen Seluruh ruang lab/studio/bengkel harus berstandar nasional Seluruh ruang lab/studio/bengkel harus berstandar internasional (Sertifikat ISO) Ruang perpustakaan sudah berstandar nasional/internasional (harus ada standar perpus tingkat nasional/internasional) Ruang UKM yang nyaman, bersih dan indah (Universitas membuat aturan dan standar kondisi ruang UKM) Universitas menyediakan sarana ruang serbaguna dan olah raga yang memadai, nyaman dan mengikuti standar nasional/internasional Seluruh sarana penunjang bersih, nyaman (yayasan memiliki standar pengelolaan yang harus diikuti oleh semua sarana penunjang tersebut) Universitas minimal menyediakan 5 sarana pendukung kegiatan kemahasiswaan dengan kualitas dan kuantitas sesuai standar nasional dan internasional Ruang kerja administrasi (perkantoran) harus sesuai standar yang memberikan kenyamanan dalam bekerja (Univ. memiliki standar ruang yang nyaman dalam bekerja) Universitas/yayasan menyediakan seluruh fasilitas penunjang yang dibutuhkan dalam bekerja dengan baik untuk mencapai kualitas dan standar kerja Ruang kerja sudah tertata dengan rapi dan baik, serta mengikuti proses bisnis yang Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 117
125 ditangani sehingga tata letak memberikan nilai efektif dan efisien Yayasan memenuhi sarana lahan kampus yang memadai sesuai dengan aturan kemenristekdikti Yayasan menyedikan jumlah gedung yang dibutuhkan dalam pelaksanaan semua proses bisnis yang dimiliki oleh satuan pendidikan (Untag) Yayasan menyediakan lahan parkir untuk seluruh civitas akademika di dalam kampus secara baik dan sehat Penataan gedung sudah mengikuti planning pembangunan dan penataan lingkungan dari yayasan Pentaan lingkungan sudah memberikan nilai kebersihan, keindahan dan kenyamanan, (untag memiliki planning penataan lingkungan untuk 20 tahun kedepan) Terdapat 50 titik lokasi kegiatan atmospir akademik yang dibangun Untag untuk mendorong minat belajar dan mendalami keilmuan dikalangan mahasiswa Bangunan Untag Surabaya sudah memiliki kondisi go green sesuai dengan standar yang dibuat oleh untag/yayasan Gedung akademik dan non akademik memberikan nuansa menyatu dengan lingkungan (ada standar untuk menjadikan sebuah gedung menyatu dengan lingkungan) Terdapat 10 Kerjasama (MoU) dengan PT di luar negeri, dengan tujuan/manfaat yang jelas Terdapat 4 mahasiswa S3 yang melakukan program sandwich dengan universitas lain di luar negeri pertahun Terdapat 5 Perguruan tinggi luar negeri (dari daerah tersebut) yang melakukan kerjasama dengan program yang jelas. Program kerjasama berjalan dengan baik Terdapat minimal 5 topik penelitian pertahun dengan perguruan tinggi luar negeri yang berjalan dengan baik Terdapat minimal 10 dosen Untag Surabaya yang menjadi guest lecture di perguruan tinggi luar negeri Terdapat minimal 10 topik penelitian dengan pemerintah daerah atau pemerintah pusat Terdapat minimal 10 topik/materi pengabdian masyarakat dengan pemerintah daerah atau pemerintah pusat Terdapat minimal 5 kerjasama dibidang budaya dengan perguruan tinggi lain di luar negeri Setiap prodi sudah memiliki jejaring kelompok displin ilmu atau program studi dengan perguruan tinggi lain di dalam negeri dan luar negeri Kerjasama minimal dengan 10 media nasional untuk membangun image institusi Minimal ada 5 kontribusi Untag Surabaya dalam pembuatan maupun evaluasi kebijakan di daerah dan nasional Minimal ada 10 peran Untag Surabaya sebagai agen perubahan dan penguatan kompetensi SDM di daerah/wilayah Minimal ada 5 kerjasama dengan pemerintah daerah dan pusat dalam peningkatan peran dosen untuk mempersiapkan SDM menghadapi era globalisasi Minimal 10 kerjasama pertahun dengan kalangan sekolah menengah atas dalam bidang pendidikan dan pengembangan keterampilan siswa Minimal ada 10 kerjasama dengan pihak lain untuk menyediakan sarana kegiatan kemahasiswaan Minimal ada 10 kerjasama dengan pihak lain sebagai sponsorship kegiatan kemahasiswaan (ekstrakurikuler dan kreatifiatas mahasiswa) Minimal ada 5 unit usaha berbasis inovasi dan keilmuan dosen yang berhasil dikembangkan Semua sumber income generating unit di lingkungan Universitas diberdayakan secara profesional Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 118
126 Lampiran : Tim Penyusun Penanggung Jawab Pengarah Ketua Anggota Anggota Penunjang Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode Prof. Dr. drg. Hj. Ida Aju Brahmasari, Dipl., DHE, MPA (Rektor) Dr. Andik Matulessy, M. Si (Wakil Rektor I) Dr. Ir. Hj. R.A. Retno Hatijanti, M.T. (Wakil Rektor II) I Made Kastiawan, ST., MT (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan) Dr. Sunu Priyawan, MS, Ak (Kepala Badan Pengembangan Akademik) Drs. Endro Tjahjono, MM (Dosen FISIP) Suhadianto, SPsi., MPsi (Dosen Psikologi) Dr. Nanis Susanti, SE, MM. (Kepala Badan Penjaminan Mutu) Dr. Muslimin A. Rachim., MSIE (Ketua LPPM) Dr. Siti Mudjanah, SE, MM (Kepala Kantor Urusan Kerjasama) Prof. Dr. H. Agus Sukristyanto, M.S. (Dekan FISIP) Dr. Sigit Sardjono, M.Ec. (Dekan Fakultas Ekonomi) Dr. Otto Yudianto, S.H., M.H (Dekan Fakultas Hukum) Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M. Eng. (Dekan Fakultas Teknik) Dr. Suroso, M.S. (Dekan Fakultas Psikologi) Drs. Danu Wahyono, M.Hum. (Dekan Fakultas Sastra) Agung Krisna, SH., MH Merangkap Nara Sumber Ahli Merangkap Nara Sumber Ahli Merangkap Nara Sumber Ahli Nara Sumber, Penulis Utama, Editor dan Merangkap Anggota Nara Sumber, Penulis Utama, dan Editor Penulis Utama dan Analisis data Penulis Utama dan Analisis data Nara Sumber Ahli Nara Sumber Ahli Nara Sumber Ahli Nara Sumber Ahli Nara Sumber Ahli Nara Sumber Ahli Nara Sumber Ahli Nara Sumber Ahli Nara Sumber Ahli Penyedia dan Penggali Data (Kepala Bagian Sekretariat Rektorat) Supangat, S.Kom., MM (Kepala Badan Sistem Informasi) Bambang Agustono, SH., M.Hum Kepala Badan Perpustakaan Jemikan, SH., M.Hum (Kepala Bagian Ketenagaan) I Made Sudarsana, SH., M.Hum (Kepala Bagian Kemahasiswaan) Drs. Gatot Susilo (Kepala Bagian Admisi dan Registrasi) Drs. Muhamad Rofiq (Kepala Bagian Sarana Prasarana) RR. Amanda Pascarini, S.Psi., M.Psi (Kepala Counceling Center) Karolin, S.Psi., M.Psi (Kepala Job Placement Center) Sekretariat Rossa Ayu Pamungkas Pengolah Data Rena Setiyaningrum, S.Psi Ratih Dian Nurfaizah, S.Psi Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 119
127 Referensi Rencana Strategis (Renstra) Untag Surabaya - Tahap I periode da.layanan.pendidikan kebutuhan-sistem-pendidikan-nasional-di-era-globalisasi-dan-tuntutan- profesionalisme-kependidikan/ 7. Tema tahap I Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional 120
RENCANA STRATEGIS
RENCANA STRATEGIS 2016-2020 Tema : Peningkatan Daya Saing Internal, Untuk Menuju Universitas Berkelas Nasional TAHAP I - RENCANA INDUK PENGEMBANGAN 2016-2035 UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA 2015 Rencana
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014-2018 Kata Pengantar RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR LINGKUNGAN BINAAN
PROGRAM MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR LINGKUNGAN BINAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR LINGKUNGAN BINAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012-2017 KATA PENGANTAR
PROGRAM KERJA UNRAM YANG MAJU, RELEVAN DAN BERDAYA SAING
PROGRAM KERJA 2017 2021 UNRAM YANG MAJU, RELEVAN DAN BERDAYA SAING 1 landasan pikir ProgramProfYusufAkhyarS2013 2 PRIORITAS NASIONAL RPJP (2005-2025) RPJM 1 (2005-2009) Menata Kembali NKRI, membangun Indonesia
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RENIP)
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RENIP) 2016-2035 UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA 2015 KATA PENGANTAR Rencana Induk Pengembangan (RIP) periode 2016-2035 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sudah
BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dapat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dapat dilakukan melalui pengelolaan strategi pendidikan dan pelatihan, karena itu pembangunan
BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI
BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI 3.1. Kekuatan 1. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA saat ini telah meraih 6 penghargaan dalam bidang penelitian bertaraf internasional, yang dapat meningkatkan reputasi STMIK
RENCANA STRATEGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
RENCANA STRATEGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2010 RENCANA STRATEGIS FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Kode Dokumen
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU
KEBIJAKAN AKADEMIK FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i KATA PENGANTAR ii BAB I. PENDAHULUAN 1 BAB II. ARAH KEBIJAKAN 2 2.1 Kebijakan
PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN AKUNTAN PROFESIONAL. Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, SE, M.Si, Ak, CA Ketua IAI KAPD
PENDIDIKAN AKUNTANSI DAN AKUNTAN PROFESIONAL Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah, SE, M.Si, Ak, CA Ketua IAI KAPD AGENDA GLOBALISASI DAN PENDIDIKAN AKUNTANSI PERMASALAHAN PENDIDIKAN AKUNTANSI GLOBAL MEMBENTUK
I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan besar dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa. Pendidikan merupakan kunci utama sebagai fondasi untuk meningkatkan
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Setiap orang, terutama warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang
Rencana Strategik (Renstra) Fakultas Ekonomi Bab 1. Pendahuluan. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Rencana Strategik (Renstra) 2011-2015 6 Bab 1 Pendahuluan Rencana Strategik (Renstra) 2011-2015 7 1.1. Latar Belakang Amanat yang terkandung di dalam Undang undang Dasar 1945 adalah salah satunya mencerdaskan
Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA. Tahun
Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA Tahun 2015-2019 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pembahasan isu-isu strategis dan analisis situasi dalam penyusunan rencana strategis (Renstra) Kopertis Wilayah
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi
VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA
VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA Oleh Prof. Dr. Herri CALON DEKAN FEUA PERIODE TAHUN 2016-2020 Visi Menjadi Fakultas Ekonomi yang menghasilkan sumber daya insani yang kreatif, inovatif, profesional dan kompetitif,
(RIP) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA RIP 2010-2030 Rencana Induk Pengembangan Poltekkes Kemenkes Surabaya 1 Cita-cita Poltekkes Kemenkes Surabaya 1. Mengemban misi mencerdaskan
SOSIALISASI UNIVERSITAS BUNG HATTA. menjadi perguruan tinggi unggul dan bermartabat menuju universitas berkelas dunia
SOSIALISASI UNIVERSITAS BUNG HATTA menjadi perguruan tinggi unggul dan bermartabat menuju universitas berkelas dunia FILOSOFIS Sebagai foundation sebuah visi dan misi merupakan gambaran seberapa profesional
RENCANA STRATEGIS
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER RENCANA STRATEGIS 2012-2016 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JEMBER 2012 RENSTRA PS PENDIDIKAN BIOLOGI
STANDAR SUASANA AKADEMIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA
STANDAR SUASANA AKADEMIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA MMTC YOGYAKARTA 2015 STANDAR SUASANA AKADEMIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI
Kata Pengantar. Assalamu alaikum Wr. Wb.
BUKU RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA JAKARTA 2016 Kata Pengantar Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillahirobbil alamiin kami
BAB I PENDAHULUAN. Upaya pembangunan pendidikan di Indonesia dilaksanakan dalam berbagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Upaya pembangunan pendidikan di Indonesia dilaksanakan dalam berbagai level/jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan dasar, menengah, sampai pendidikan tinggi.
RENCANA INDUK PENGABDIAN KEPADA MASYARKAT (RIPkM) STKIP SEBELAS APRIL SUMEDANG
RENCANA INDUK PENGABDIAN KEPADA MASYARKAT (RIPkM) 2012-2017 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) SEBELAS APRIL SUMEDANG 2012 RENCANA INDUK PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (RIPkM) TAHUN 2012-2017
SK DIREKTUR SENAT POLITEKNIK TEDC BANDUNG MAHASIS WA YAYASAN ALUMNI MASYARA KAT INDUSTRI DOSEN ASOSIASI PROFESI
Secara formal penyusunan visi, misi dan tujuan dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, asosiasi profesi, industri, masyarakat, alumni dan Yayasan. Rancangan
Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat harus berperan dalam memajukan
V Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat harus berperan dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain
KATA PENGANTAR. 2) Kegiatan pengabdian pada masyarakat merupakan implementasi hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh civitas akademika.
KATA PENGANTAR Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat harus berperan dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESENIAN WILWATIKTA SURABAYA
RENCANA INDUK PENELITIAN (RIP) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESENIAN WILWATIKTA SURABAYA SEKOLAH TINGGI KESENIAN WILWATIKTA SURABAYA TAHUN 2016 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL..
VISI MISI BAKAL CALON REKTOR UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO MASA JABATAN TEMA MERETAS KESETARAAN DAN KEBERSAMAAN UNTUK MENGEMBANGKAN UNG
VISI MISI BAKAL CALON REKTOR UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO MASA JABATAN 2014 2018 TEMA MERETAS KESETARAAN DAN KEBERSAMAAN UNTUK MENGEMBANGKAN UNG A. PENDAHULUAN Dalam UURI No. 12/2012 tentang Perguruan
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi,
RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MULAWARMAN
RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS PERTANIAN 2015-2019 UNIVERSITAS MULAWARMAN PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, Rencana Operasional sebagai pelengkap dari Strategis (Renstra) Fakultas
Kebijakan Umum Dekan
Kebijakan Umum Dekan FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Periode 2010-2014 Penguatan Keunggulan Pendidikan Hukum Berbasis Nilai-nilai ke-islaman Menuju World Class University Kebijakan Umum Dekan
Dikti Evaluasi Program World Class University
Dikti Evaluasi Program World Class University UNAIR NEWS Untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program pencapaian predikat perguruan tinggi kelas dunia (World Class University WCU), pimpinan Universitas
Rencana Strategis Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIE Kusuma Negara 2016
Rencana Strategis Pengabdian Kepada Masyarakat 2016-2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIE Kusuma Negara 2016 Kata Pengantar Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri
1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta pihak-pihak yang dilibatkan.
1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta pihak-pihak yang dilibatkan. Visi, misi, tujuan dan sasaran
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... KEPUTUSAN KETUA STMIK PRABUMULIH... BAB I PENDAHULUAN... 1
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... KEPUTUSAN KETUA STMIK PRABUMULIH... i ii iv vi BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN STMIK PRABUMULIH... 4 2.1 Visi STMIK
BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan I - 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional pasal 13 ayat (2) bahwa pemerintah daerah wajib menyusun
KATA PENGANTAR. LPM Universitas PGRI Semarang
PENYUSUN LAPORAN 1. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu : Dr. Ary Susatyo Nugroho, M.Si. 2. Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu : Drs. Djoko Purnomo, MM. 3. Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal : Endah Rita
STANDAR SUASANA AKADEMIK. Visi : Kementerian Kesehatan Surakarta
STD-SPM.Pol//26/26 1. Visi dan Misi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta Visi : Misi : Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, kompetitif dan bertaraf internasional tahun
RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN STIE KBP TAHUN
RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN STIE KBP TAHUN 2012-2016 A. VISI Visi Program Studi S1 Manajemen STIE KBP adalah Menjadi Program Studi yang Berkualitas dalam Pengajaran dan Pengetahuan Bidang
BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 VISI Dalam periode Tahun 2013-2018, Visi Pembangunan adalah Terwujudnya yang Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri, Berwawasan Lingkungan dan Berakhlak Mulia. Sehingga
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Paparan hasil penelitian sebagaimana terdapat dalam bab IV telah memberikan gambaran yang utuh terkait implementasi SMM ISO di UIN Maliki Malang. Berikut disajikan beberapa
Oleh: Prof. Dr. Suryanto Calon Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
Oleh: Prof. Dr. Suryanto Calon Dekan 2010-2015 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Peminat program studi ini masih tinggi yang tercermin pada angka keketatan seleksi masuk mahasiswa baru sehingga
Rencana Strategis (Renstra) Universitas Islam Indonesia Telah disahkan oleh Senat Universitas
Rencana Strategis (Renstra) Universitas Islam Indonesia 2006-2010 Telah disahkan oleh Senat Universitas Yogyakarta 2006 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Nilai Dasar UII...
PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA VISI PROGRAM STUDI Unggul dan terkemuka dalam pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi berbasis keislaman
DASAR PERENCANAAN STRATEGIS
DASAR PERENCANAAN STRATEGIS 1. Visi Program Studi Mewujudkan program studi Administrasi Negara yang mampu menciptakan lulusan yang unggul, mandiri, berbudaya, dinamis, kritis dan inovatif dalam bidang
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG FEBRUARI 2016 UNIVERSITAS ISLAM MALANG KEBIJAKAN SPMI Kode : 01/SPMI/PPM/II/2016
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Keberadaan BKN secara yuridis formal termuat di dalam Undang- Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2014-2019 LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) AKADEMI FARMASI SAMARINDA Jl. Brig. Jend. A. Wahab Sjahranie No. 226, Kel.
Pedoman Budaya Mutu Universitas FOR/SPMI-UIB/PED
Pedoman Budaya Mutu Universitas FOR/SPMI-UIB/PED.02-001 SURAT KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM NOMOR: 033/REK/KEP-UIB/VII/I2016 Tentang PENGESAHAN PEDOMAN BUDAYA MUTU UNIVERSITAS INTERNASIONAL
Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya. Tim Penyusun
Laporan Rencana Strategis Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya Periode 2013 2017 Tim Penyusun Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya 2013 11 Daftar Isi Executive Summary Bab I. Pendahuluan...
BAB I PENDAHULUAN. reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era reformasi yang sedang berjalan atau bahkan sudah memasuki pasca reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan, politik, moneter, pertahanan
2 pengaruhnya. Pola baru ini melahirkan penyelenggaraan perguruan tinggi yang mengandalkan pengambilan keputusan berbasis kebijakan strategis, standar
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI PENDIDIKAN. Pendidikan Tinggi. Institut Teknologi Sepuluh November. Statuta. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 172). PENJELASAN ATAS PERATURAN
Manfaat Evaluasi diri
Evaluasi Diri Perwajahan Kertas A-4 Spasi: 1.5 Bentuk huruf (Font): Times new Roman atau Arial Ukuran huruf: 12 Sistematis Perwajahan dan tata tulis konsisten Bahasa Indonesia yang baik & benar Tujuan
RINGKASAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) KABUPATEN PASURUAN TAHUN
RINGKASAN DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2005-2025 VISI : Kabupaten Pasuruan yang Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, dan Sejahtera MISI : 1. Penerapan nilai-nilai
SPMI Politeknik Negeri Jakarta
Politeknik Negeri Jakarta SATUAN PENJAMINAN MUTU Jln. Prof. Dr.G.A. Siwabessy, Kampus UI Depok 16425 Telephone : (021) 7270036, Hunting, Fax (021) 7270034 No: KM/PNJ//111 Halaman: 1 dari 15 1. Visi, Misi
4/11/2016 RIP ITENAS AGENDA. Pendahuluan. Masa depan Itenas. Itenas. masa kini. Sejarah. Itenas
RIP ITENAS 2014-2030 RAPAT KERJA ITENAS 22 Desember 2014 H. Hilton - Bandung AGENDA PENDAHULUAN VISI ITENAS 2030 STRATEGI PENGEMBANGAN ITENAS 2014-2030 PROGRAM PENGEMBANGAN ITENAS 2014-2030 PROYEKSI POPULASI
Implikasi Regulasi Pendidikan Tinggi. Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Mei 2015
Implikasi Regulasi Pendidikan Tinggi Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Mei 2015 Agenda Paparan Jati Diri Tujuan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kebijakan Pokok Pembangunan
STANDAR 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta strategi pencapaian
STANDAR 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta strategi pencapaian 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Medan Tahun BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan kondisi sosial, ekonomi dan budaya, Kota Medan tumbuh dan berkembang menjadi salah satu kota metropolitan baru di Indonesia, serta menjadi
Kebijakan Perencanaan dan Pengembangan PendidikanTinggiIslamdi Indonesia
Kebijakan Perencanaan dan Pengembangan PendidikanTinggiIslamdi Indonesia Direktorat Pendidikan Tinggi Islam DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA Tangerang Selatan,22 Maret 2016 1 1. RPJM Prioritas
I. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN KOMPONEN A VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIANNYA
I. DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN KOMPONEN A VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIANNYA Perumusan visi, misi, tujuan dan sasaran Undana tercantum didalam Statuta Undana ditetapkan oleh
Implementasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Fakultas Ekonomi Undiksha
Yuniarta, Suharsono, Diatmika Implementasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Implementasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Fakultas Ekonomi Undiksha Gede Adi Yuniarta a*, Naswan Suharsono b, I
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
UNIT PELAYANAN INFORMASI PUBLIK PPID RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) PELAYANAN INFORMASI PUBLIK Melayani Informasi, Memajukan Negeri 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Salah satu prasyarat penting dalam
KERANGKA KERJA SATUAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS PADJADJARAN 2016 SATUAN PENJAMINAN MUTU SATUAN PENJAMINAN MUTU UNPAD.
KERANGKA KERJA SATUAN PENJAMINAN MUTU 2016-2020 SATUAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS PADJADJARAN 2016 Page1 Kerangka Kerja SPM 2016-2020 Page 1 Kerangka Kerja Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Unpad 2016-2020
ANALISIS KONDISI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO. Oleh : Tim Kelompok Kerja Penyusun Visi, Misi, Statuta, Renstra Universitas Dian Nuswantoro
ANALISIS KONDISI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO TAHUN 2006-2011 Oleh : Tim Kelompok Kerja Penyusun Visi, Misi, Statuta, Renstra Universitas Dian Nuswantoro UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2011 KATA PENGANTAR
2015 PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KUALITAS PENDIDIK TERHADAP MUTU PENDIDIKAN
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pendidikan bagi bangsa yang sedang membangun seperti bangsa Indonesia merupakan kebutuhan wajib yang harus dikembangkan, sejalan dengan tuntutan perkembangan pembangunan
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program
RENCANA STRATEGIS PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P3M) POLITEKNIK NEGERI SEMARANG TAHUN
RENCANA STRATEGIS PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P3M) POLITEKNIK NEGERI SEMARANG TAHUN 2015 2019 POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2015 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS POLITEKNIK
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan
PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL
PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE 2015-2016 PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE 2015 2016
STMIK MUSIRAWAS Jl. Jendral Besar H.M Soeharto RT.08 Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I Kota Lubuklinggau DOKUMEN STANDAR
DOKUMEN STMIK-KJM/KM KEBIJAKAN SPMI Dirumuskan oleh :Tim Manual Mutu STMIK Revisi : 00 Tanggal : - Tanda Tangan Diperiksa oleh : Kepala Kantor Jaminan Mutu Hartati Ratna Juita, M.Pd Tanda Tangan Ditetapkan
GUNA MENGHASILKAN INOVASI UNGGUL
MEWUJUDKAN SDM PTS BERMUTU GUNA MENGHASILKAN INOVASI UNGGUL Oleh Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, Ph.D. (Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti) Visi Kemenristekdikti Terwujudnya pendidikan
DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i BAB I PENDAHULUAN BAB II VISI DAN MISI... 2 A. Visi... 2 B. Misi... 2
DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II VISI DAN MISI... 2 A. Visi... 2 B. Misi... 2 BAB III TUJUAN DAN SASARAN... 3 A. Tujuan... 3 B. Sasaran dan Strategi... 3 BAB IV ISU-ISU STRATEGIS
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional POKOK-POKOK PENJELASAN PERS MENTERI NEGARA PPN/ KEPALA BAPPENAS TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG
RENCANA STRATEGIS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN
RENCANA STRATEGIS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN 2016-2021 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU 2016 Sambutan Ketua LPPM UMRI Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) hadir ditengah masyarakat dengan membawa
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.174, 2014 PENDIDIKAN. Pelatihan. Penyuluhan. Perikanan. Penyelenggaraan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5564) PERATURAN PEMERINTAH
STANDAR 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta strategi pencapaian
STANDAR 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta strategi pencapaian 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sekolah Administrasi Bisnis dan Keuangan (SABK) merupakan salah satu sekolah yang ada dibawah Institut Manajemen Telkom (IM Telkom). Didirikan pada
LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI IMPLEMENTASI RENSTRA TAHUN KE-1 SAMPAI KE-4
LAPORAN MONITORING DAN EVALUASI IMPLEMENTASI RENSTRA 2013-2017 TAHUN KE-1 SAMPAI KE-4 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI JAKARTA 2017 LEMBAR PENGESAHAN Laporan Monitoring dan Evaluasi Implementasi RENSTRA 2013-2017
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Nomor 129/SK/R/V/2013 Tentang PEDOMAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Nomor 129/SK/R/V/2013 Tentang PEDOMAN EVALUASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM REKTOR UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Menimbang : a. Bahwa Statuta
DOKUMEN RENCANA OPERASIONAL (RENOP) FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO TAHUN
DOKUMEN RENCANA OPERASIONAL (RENOP) FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO TAHUN 2012 2016 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam Bonjol. 207 Semarang, Telp. (024) 3547038,
SHERMAN SALIM CALON DEKAN
SHERMAN SALIM CALON DEKAN Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga 2010-2015 INTEGRASI, SINERGI, INOVASI DAN IMPLEMENTASI UNTUK MEWUJUDKAN FKG UNAIR KIBLAT BIDANG KEDOKTERAN GIGI DI INDONESIA STRATEGI
TABEL: ORIENTASI, STRATEGI, KEBIJAKAN DAN INDIKATOR KINERJA PER TAHAPAN RIP UII PENDIDIKAN. Lampiran halaman 1. Orientasi (Strategic Intent)
TABEL: ORIENTASI, STRATEGI, KEBIJAKAN DAN INDIKATOR KINERJA PER TAHAPAN RIP UII 2008-2038 PENDIDIKAN Excellent Koordinasi/ komitmen: Organisasi Spirit Peningkatan kualitas kurikulum peningkatan proses
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 2017 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 27 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG DESA BALUNIJUK KECAMATAN
KEBIJAKAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI PADANG TAHUN
KEBIJAKAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI PADANG TAHUN 2014-2019 A. Pendahuluan A.1 Latar Belakang Sesuai dengan visi dan misi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang terus berupaya berperan
Pendidikan Masa Kini dan Masa Depan. Lintang Yuniar Banowosari
Pendidikan Masa Kini dan Masa Depan Lintang Yuniar Banowosari http://lintang.staff.gunadarma.ac.id Trends of the future Rapid increase in the growth of information and communication. Information revolution
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan
RENCANA OPERASIONAL TEKNIK MESIN (RENOP) UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA TAHUN
RENCANA OPERASIONAL TEKNIK MESIN (RENOP) UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA TAHUN 2013 2022 SK: 062/SK.Kap/JTM/FT/UP/VII/2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN...1 BAB II VISI DAN
RANCANGAN RENCANA INDUK RISET NASIONAL
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN RENCANA INDUK RISET NASIONAL 2015-2040 Tim RIRN 2015-2040 Jakarta, 28 Januari 2016 1 1 Latar Belakang Penyusunan Evaluasi
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 B A D A N P E N J A M I N
RENCANA STRATEGIS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STIE MIKROSKIL
RENCANA STRATEGIS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STIE MIKROSKIL 2016-2020 PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STIE MIKROSKIL 2016 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 Tujuan... 1 Landasan dan
BUKU KEBIJAKAN MUTU SPMI UMN AW BUKU KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
BUKU KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL i ii BUKU KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH Kode Dokumen : KM/UMNAw/LPM/01/01-01 Revisi : 02 Tanggal
BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG
BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG Untuk memberikan arahan pada pelaksanaan pembangunan daerah, maka daerah memiliki visi, misi serta prioritas yang terjabarkan dalam dokumen perencanaannya. Bagi
BAB I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah
KATA PENGANTAR Dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan suatu hal yang penting bagi terselenggaranya tatakelola kinerja yang baik, oleh karenanya, RKT menjadi suatu hal yang cukup kritikal yang harus
.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
.BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) berdiri sendiri pada saat perubahan status STKIP Gorontalo menjadi IKIP Negeri Gorontalo sesuai Keppres No. 19 tahun 2001 tanggal
BAB I PENDAHULUAN. bisnis dan industri yang bergantung pada kepuasan pelanggan atau konsumen,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konsep mutu telah menjadi suatu kenyataan dan fenomena dalam seluruh aspek dan dinamika masyarakat global memasuki persaingan pasar bebas dewasa ini. Jika sebelumnya
BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH
RANCANGAN RPJP KABUPATEN BINTAN TAHUN 2005-2025 V-1 BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH Permasalahan dan tantangan yang dihadapi, serta isu strategis serta visi dan misi pembangunan
