Gambar 7.1 Gambar 7.2
|
|
|
- Herman Darmali
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Minggu Ke VII 7.1 Graf Hamilton Pada tahun 1859 Sir William Rowan Hamilton ( ) menciptakan permainan dalam bentuk dodekahedron teratur, yaitu suatu polieder dengan dua belas muka dan dua puluh titik-sudut, setiap muka berbentuk segilima teratur dan tiga rusuk bertemu pada satu titik sudut seperti tampak pada Gambar 7.1. Titik-titik sudut ini diberi nama kotakota terkenal seperti London, New York, Delhi, Paris, dan lain-lain. Tujuan permainan ini ialah mencari suatu lintasan sepanjang rusuk dodekahedron ini yang mengunjungi setiap titik hanya satu kali dan kembali ke titik semula. Permainan ini dikenal dengan nama perjalanan keliling dunia. Salah satu lintasannya diperlihatkan pada Gambar 7.2 dalam bentuk sisi-sisi yang dicetak tebal. Gambar 7.1 Gambar 7.2 DFINISI GRF HMILTON. Graf terhubung G disebut graf Hamilton kalau ada sirkuit (path tertutup) yang memuat semua simpul graf G. Dalam hal hanya ada lintasan terbuka yang memuat semua simpul graf G, maka graf G disebut semi Hamilton. Jelas bahwa sirkuit Hamilton pada graf terhubung dengan n simpul mempunyai n sisi, sedangkan lintasan Hamiltonnya mempunyai (n - 1) sisi. Selain itu kita dapat menyimpulkan apakah suatu graf merupakan graf Hamilton atau semi Hamilton dengan hanya memeriksa graf-bagiannya tanpa sisi ganda dan gelang karena sirkuit atau lintasan Hamilton melintasi setiap simpulnya hanya sekali. Dengan menggunakan definisi jenis graf pada Pasal 3, mudah diperiksa bahwa graf teratur berderajat 2 merupakan graf Hamilton yang paling sederhana dengan sirkuitnya adalah semua sisi graf ini. Oleh karena itu, graf ini disebut juga graf sirkuit. Selain itu graf lengkap K n, untuk n 3, juga merupakan graf Hamilton. Sekarang amatilah empat graf pada Gambar 7.3. Dalam paparan sebelumnya telah diperlihatkan bahwa graf pada Gambar (a) adalah graf uler. Selain itu graf ini juga merupakan graf Hamilton. Sirkuit Hamilton digambarkan dengan sisi yang dicetak tebal, yaitu D G F 34
2 Graf pada Gambar (b) adalah suatu graf uler, dan salah satu jalurnya ialah G F G. Selain itu graf ini juga semi Hamilton dengan lintasannya ialah G F ; tetapi graf ini bukan graf Hamilton. Mudah diperiksa bahwa graf pada Gambar (c) bukan graf uler, tetapi graf Hamilton dengan sirkuitnya ialah G F. Selanjutnya graf pada Gambar (d) bukan graf uler dan bukan pula graf Hamilton. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada ciri-ciri yang menunjukkan adanya hubungan antara graf Hamilton dan graf uler. D F G F G F G F G D Gambar 7.3 Dari beberapa gambaran graf Hamilton ternyata derajat simpul bukan merupakan ciri adanya graf Hamilton. Sampai sekarang belum berhasil diperoleh syarat perlu dan cukup agar suatu graf merupakan graf Hamilton, seperti ciri graf uler pada Teorema. Pada umumnya teorema-teorema yang ada adalah cerminan dari gagasan bahwa semakin banyak sisi suatu graf, maka semakin besar peluangnya mempunyai sirkuit Hamilton. Salah satu sifat yang menguraikan syarat cukup bagi adanya sirkuit Hamilton dikemukakan oleh G.. Dirac pada tahun 1952, dalam bentuk seperti berikut. Teorema 7.1. Kalau G merupakan graf sederhana dengan n simpul dan d(v) n/2, untuk setiap simpul v, maka G merupakan Graf Hamilton. u y x w Gambar 7.4 v z ontoh 7.1. Dengan Teorema 13 ternyata graf pada Gambar 5.1 merupakan graf Hamilton karena banyaknya simpul n = 6, dan d(v) = 3 untuk setiap V. Salah satu sirkuit Hamilton bagi graf ini ialah u v z w x y u. Sirkuit Hamilton selalu memuat tepat dua sisi yang bertemu pada setiap simpul. Oleh karena itu tidak adanya sirkuit Hamilton dapat diperlihatkan dengan kegagalan kita sewaktu membangunnya terhadap graf yang sisi gandanya dan gelangnya telah dihapus, dengan berpedoman pada tiga hal berikut. 35
3 PNDUN 1 Jika suatu simpul dua, maka kedua sisi yang bertemu pada simpul tersebut harus merupakan bagian dari sirkuit Hamilton. PNDUN 2 Tidak ada sirkuit-bagian sejati, yaitu sirkuit yang tidak melalui semua simpul graf, boleh dibentuk ketika membangun sirkuit Hamilton. PNDUN 3 pabila sirkuit Hamilton yang sedang disusun ternyata melalui simpul v, maka semua sisi yang lainnya dengan simpul ujung v dapat disisihkan dari graf ontoh 7.2. Jelaskan mengapa graf pada gambar 7.5 tidak mempunyai sirkuit Hamilton. Kita dapat menerapkan Panduan 1 pada simpul-simpul a, b, d dan e. Sebagai tanda bahwa kedua sisi pada masing-masing simpul tersebut terpakai, kita gambarkan sepotong ruas-garis di samping masing-masing sisi itu seperti tampak pada Gambar 7.3. da dua kontradiksi yang muncul. Pertama, menggunakan a b Panduan 1 bagi simpul a dan d mengharuskan sirkuit Hamilton melalui sisi {a, c}, {a, d}, dan { d, c} yang membentuk segitiga. Kenyataan ini melanggar Panduan 2. Kedua, menggunakan Panduan 1 bagi ke empat simpul berderajat dua mengharuskan sirkuit Hamilton memuat lebih dari d c dua sisi yang bertemu pada simpul c. Jadi dapat Gambar 7.5 disimpulkan bahwa graf tersebut tidak mempunyai sirkuit Hamilton. Dalam kenyataannya seorang usahawan yang ingin memasarkan hasil produksinya ke beberapa daerah pemasaran tentunya berharap semua daerah pemasaran dikunjungi dan kembali ke daerahnya dengan biaya atau jarak tempuh minimum. Masalah ini dikenal sebagai masalah pedagang keliling dan dapat dimodelkan dengan graf lengkap berbobot, yang bobot setiap sisinya menyatakan jarak tempuh atau biaya perjalanan antar-daerah yang diwakili oleh simpul-simpul graf. Dalam hal ini kita berusaha untuk mencari sirkuit Hamilton yang jumlah bobotnya terkecil. Pada prinsipnya kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan mencacah semua sirkuit Hamilton dan memilih satu di antaranya dengan jumlah bobotnya terkecil. Sayangnya cara seperti ini tidak laik untuk graf yang simpulnya cukup banyak, misalnya jika ada daerah pemasaran (barangkali daerah sebanyak ini cukup beralasan untuk kebanyakan usahawan); maka akan melibatkan!/2 penjumlahan bobot atau kira-kira sama dengan 1.2 x 18. Seandainya suatu komputer mampu melakukan semilyar kali penjumlahan dalam satu detik, maka tugas ini baru selesai dalam waktu sekitar 38 tahun. Sampai sekarang belum ada algoritma yang efisien untuk menghasilkan jawaban optimum. lgoritma yang secara parsial menghasilkan jawab optimum, belum tentu hasil keseluruhannya optimum seperti diteladankan pada Gambar 7.6(a); dalam hal ini R 36
4 mewakili rumah dan simpul lainnya mewakili kota yang akan dikunjungi, sedangkan bobot sisi mencerminkan jarak antar-kota. R R (a) (b) (c) Gambar 7.6 Dalam setiap langkah maluri kita cenderung memilih kota yang jaraknya terdekat dari kota yang terakhir dikunjungi. Prinsip ini dikenal sebagai algoritma serakah. Dengan algoritma serakah diperoleh trayek berbentuk R R yang jarak totalnya ialah 1 seperti tampak pada Gambar (b) dengan garis-garis yang dicetak tebal. kan tetapi dari gambar mudah diperiksa (karena banyaknya simpul hanya empat) bahwa jarak terpendek ialah 75 dengan trayek R R seperti tampak pada Gambar (c). Soal-soal Latihan 1) arilah jalur uler atau jalur terbuka uler, jika ada, pada keempat graf tersebut. (a) (b) R 25 (c) (d) 2) pakah dimungkinkan ada susunan kartu domino seperti persoalan pada Teladan 3 dalam hal (a) Hanya ada kartu, yaitu {1, 2}, {1, 3}, {1, 4}, {1, 5}, {2, 3}, {2, 4}, {2, 5}, {3, 4}, {3, 5}, {4, 5} (b) Tujuh kartu dengan pasangan angka yang sama disisihkan dari tumpukan kartu 37
5 (c) Semua kartu yang mengandung angka lebih dari 4 disisihkan dari tumpukan kartu. 3) ndaikan denah suatu bangunan yang terdiri atas 5 suangan dan 18 pintu diberikan seperti pada Gambar berikut. Dapatkah seorang anak melintasi setiap pintu hanya satu kali saja dan kembali ke ruangan semula ketika ia berangkat? R 1 R 2 R 3 R 4 R 5 4) Graf pada gambar berikut merupakan suatu model jalan yang dapat dilewati pengunjung suatu pameran lukisan dalam sebuah gedung. Pintu masuk dan keluar gedung itu adalah pada lokasi M. Dapatkah nda menyusun petunjuk dalam bentuk tanda-tanda panah sehingga pengunjung yang mengikuti petunjuk itu diharapkan tidak melihat lukisan yang sama lebih dari satu kali. M 5) Tugas pengantar surat pos ialah menyebar surat-surat ke alamat tujuan di seluruh pelosok kota dengan berawal dan berakhir dari kantor pos induknya. Nalurinya cenderung tidak ingin melintasi kembali jalan yang pernah dilaluinya hanya sekedar untuk mencapai tempat lain dari tujuan yang belum selesai. Dapatkah nda menyusun trayek perjalanan yang diharapkan pak pos yang berlokasi di P apabila model grafnya seperti berikut. 6) Perhatikan denah enam belas jembatan berikut ini j 4 j 1 j 2 j 3 j 12 j 11 j 13 j 14 j 5 j 6 j 7 j 8 j 9 j j 16 j 15 sungai 38
6 Susunlah model graf untuk menjelaskan dapat atau tidaknya seseorang melintasi jembatan hanya satu kali dan kembali ke tempat semula ia berangkat. 7) arilah empat sirkuit yang sisi-sisinya saling lepas dari graf pada gambar berikut : 8) Tentukan m dan n agar graf K m, n dan K n merupakan graf uler.! 9) Periksalah apakah graf-graf pada gambar berikut ini merupakan graf Hamilton atau semi Hamilton atau bukan keduanya? a) b) c) d) ) erikan contoh graf dengan jalur uler identik dengan sirkuit Hamilton.! 11) Periksalah apakah graf-graf pada gambar berikut merupakan graf uler atau graf Hamilton, atau keduanya. erikan pula jalur uler dan sirkuit Hamilton jika dimungkinkan. 6 a) b) c) 5 d)
7 12) Hubungan keakraban di antara tujuh siswa disajikan pada tabel berikut : Nama Siswa D F G - a ta ta a ta ta - a a ta ta a - ta a a a D - a a ta - a a F - ta a berarti akrab dan ta berarti tidak akrab Guru matematika memberikan tugas rumah kepada ketujuh siswa ini. Tugas itu disampaikan kepada dengan pesan agar disebarkan secara estafet kepada siswa lainnya melalui jalur hubungan keakraban ini untuk kemudian tugas itu dikembalikan lagi melalui pula. Dapatkah tugas ini disebarkan dengan cara seperti itu?. 13) ndaikan sebuah mesin dalam suatu industri obat dapat membuat delapan jenis obat per hari. Lama produksi setiap jenisnya ialah satu jam per hari. Mesin ini harus disesuaikan dahulu agar menghasilkan obat yang bentuknya berbeda dengan yang baru saja diproduksi. Demikian pula pada setiap akhir jam kerja mesin itu harus dikembalikan ke keadaan awal agar siklus produksi besoknya sama dengan haris sebelumnya. Lamanya waktu untuk menyesuaikan mesin itu bergantung pada jenis produksi sebelum dan sesudah penyesuaian itu dikerjakan; data untuk keperluan itu disajikan pada tabel di bawah ini (dalam satuan menit). Jenis produksi D F G H _ _ _ D _ _ F _ 3 6 G _ 1 Karena lamanya penyesuaian itu tidak selalu sama, maka akan ada perbedaan waktu sebagai akibat berbedanya urutan proses jenis produksi itu. pabila setiap hari dimulai dengan memproduksi jenis, dapatkah nda menata urutan proses produksi ini agar tidak ada penyesuaian yang menyita waktu lebih dari 3 menit. Jika ternyata 40
8 hal ini tidak mungkin, adakah penyelesaiannya kalau setiap penyesuaian tidak menyita waktu lebih dari 4 menit?. 14) Tentukanlah sirkuit Hamilton dengan bobot minimum pada graf berikut. pakah hasilnya identik dengan algoritma serakah?. 22 D ) erikan contoh bahwa konvers teorema 13 tidak benar. 16) Jelaskan bahwa pada sebagian papan catur berukuran 4 x 4 petak ada empat sirkuit berbeda dengan panjang 4 yang dapat mewakili langkah kuda. Semua simpul sirkuit pertama dinomori dengan angka 1, dan dengan cara serupa semua simpul setiap sirkuit lainnya dinomori dengan angka 2, 3, dan 4. Selanjutnya dengan cara yang sama pula, buatlah sirkuit-sirkuit serupa pada tiga bagian papan catur berukuran 4 x 4 petak. Kemudian bentuk kembali papan catur berukuran 8 x 8 dengan menggunakan keempat bagian papan catur tadi. Dengan menelusuri nomor-nomor simpul tadi, dapatlah nda menemukan perjalanan kuda sedemikian sehingga setiap petak disinggahi satu kali dan kembali ke petak semula D 41
Gambar 1.1 Gambar 1.2. Gambar 1.3
Minggu ke I. Pemodelan dengan Graf alam pengertian umum model merupakan gambaran sederhana dalam dimensi lebih kecil dari objek yang diwakilinya, misalnya: model rumah, mobil atau pesawat terbang. alam
TEOREMA 4.1. RUMUS EULER. Pada graf bidang G = (V, E) dengan n simpul, m sisi, dan f muka berlaku hubungan n m + f = 2.
Minggu ke IV EFINISI GRAF IANG AN GRAF PLANAR. Jika pada sajian geometrik suatu graf ternyata setiap pasangan sisinya saling berpotongan hanya pada simpul ujungnya, maka graf ini disebut graf bidang. Suatu
Graf. Bekerjasama dengan. Rinaldi Munir
Graf Bekerjasama dengan Rinaldi Munir Beberapa Aplikasi Graf Lintasan terpendek (shortest path) (akan dibahas pada kuliah IF3051) Persoalan pedagang keliling (travelling salesperson problem) Persoalan
Matematika Diskret (Graf II) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.
Matematika Diskret (Graf II) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. Beberapa Aplikasi Graf Lintasan terpendek (shortest path) Persoalan pedagang keliling (travelling salesperson problem) Persoalan
Graf. Matematika Diskrit. Materi ke-5
Graf Materi ke-5 Graf Isomorfik Diketahui matriks ketetanggaan (adjacency matrices) dari sebuah graf tidak berarah. Gambarkan dua buah graf yang yang bersesuaian dengan matriks tersebut. 2 0 0 0 0 0 0
MateMatika Diskrit Aplikasi TI. Sirait, MT 1
MateMatika Diskrit Aplikasi TI By @Ir.Hasanuddin Sirait, MT 1 Beberapa Aplikasi Graf Lintasan terpendek (shortest path) (akan dibahas pada kuliah IF3051) Persoalan pedagang keliling (travelling salesperson
Minggu Ke XI Pewarnaan Peta
Minggu Ke X. Pewarnaan Peta Pada ontoh 8.4 telah dikemukakan bahwa masalah pewarnaan peta dapat dimodelkan menjadi masalah pewarnaan simpul-simpul graf. alam hal ini persoalannya ialah menentukan minimum
Course Note Graph Hamilton
Course Note Graph Hamilton Pada catatan sebelumnya telah dijelaskan tentang definisi graph Hamilton. Suatu graph terhubung adalah graph Hamilton jika graph tersebut memuat sikel yang mencakup semua titik
TEORI DASAR GRAF 1. Teori Graf
TORI SR GR 1 Obyektif : 1. Mengerti apa yang dimaksud dengan Graf 2. Memahami operasi yang dilakukan pada Graf 3. Mengerti derajat dan keterhubungan Graf Teori Graf Teori Graf mulai dikenal pada saat seorang
GRAF EULER DAN GRAF HAMILTON
GRAF EULER DAN GRAF HAMILTON ANDI DANIAH PAHRANY (H11113303) A. Eulerian Graf Graf yang memuat sirkut euler Lintasan euler Lintasan pada graf G dikatakan lintasan euler, ketika melalui setiap sisi di graf
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Sebelum memulai pembahasan lebih lanjut, pertama-tama haruslah dijelaskan apa yang dimaksud dengan traveling salesman problem atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai persoalan
Penerapan Sirkuit Hamilton dalam Perencanaan Lintasan Trem di ITB
Penerapan Sirkuit Hamilton dalam Perencanaan Lintasan Trem di ITB Wilson Fonda / 13510015 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teori graf merupakan pokok bahasan yang memiliki banyak terapan sampai saat ini. Graf di gunakan untuk merepresentasikan objek objek diskrit dan hubungan antara
Minggu ke II. Dua isomer hidrokarbon dengan rumus molekul C 4 H 10 disajikan pada Gambar 2.1. H H H H C C C C H H H H H H H H. Gambar 2.
Minggu ke II Dua isomer hidrokarbon dengan rumus molekul C disajikan pada Gambar.. Gambar. Dalam bahasa teori graf kedua graf ini tidak isomorfik. Dengan perkataan lain bahasa teori graf bagi persoalan
Konsep. Graph adalah suatu diagram yang memuat informasi tertentu. Contoh : Struktur organisasi
GRPH 1 Konsep Graph adalah suatu diagram yang memuat informasi tertentu. Contoh : Struktur organisasi 2 Contoh Graph agan alir pengambilan mata kuliah 3 Contoh Graph Peta 4 5 Dasar-dasar Graph Suatu graph
BAB II LANDASAN TEORI
15 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Graf Definisi 2.1.1 Graf Sebuah graf G adalah pasangan (V,E) dengan V adalah himpunan yang tak kosong yang anggotanya disebut vertex, dan E adalah himpunan yang
MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS)
MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS) Rabu, 18.50 20.20 Ruang Hard Disk PERTEMUAN XI, XII RELASI Dosen Lie Jasa 1 Matematika Diskrit Graf (lanjutan) 2 Lintasan dan Sirkuit Euler Lintasan Euler ialah lintasan
Kode MK/ Matematika Diskrit
Kode MK/ Matematika Diskrit TEORI GRAF 1 8/29/2014 Cakupan Himpunan, Relasi dan fungsi Kombinatorial Teori graf Pohon (Tree) dan pewarnaan graf 2 8/29/2014 1 TEORI GRAF Tujuan Mahasiswa memahami konsep
Penyelesaian Traveling Salesman Problem dengan Algoritma Heuristik
Penyelesaian Traveling Salesman Problem dengan Algoritma Heuristik Filman Ferdian - 13507091 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha
Sirkuit Euler & Sirkuit Hamilton SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA 2012/2013
Sirkuit Euler & Sirkuit Hamilton SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA 2012/2013 Sirkuit Euler Lintasan Euler ialah lintasan yang melalui masing-masing sisi di dalam graf tepat satu kali. Sirkuit Euler
Penerapan TSP pada Penentuan Rute Wahana dalam Taman Rekreasi
Penerapan TSP pada Penentuan Rute Wahana dalam Taman Rekreasi Gisela Supardi 13515009 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Adapun landasan teori yang dibutuhkan dalam pembahasan tugas akhir ini di antaranya adalah definisi graf, lintasan terpendek, lintasan terpendek fuzzy, metode rangking fuzzy, algoritma
3. Graph Euler dan Graph Hamilton
3. Graph Euler dan Graph Hamilton Oleh : Ade Nurhopipah Pokok Bahasan : 1. Masalah Exploring dan Travelling 2. Graph Euler 3. Graph Hamilton Sumber : Aldous, Joan M.,Wilson, Robin J. 2004. Graph and Applications.
Pohon. Modul 4 PENDAHULUAN. alam modul-modul sebelumnya Anda telah mempelajari graph terhubung tanpa sikel, misalnya model graph untuk molekul C 4
Modul 4 Pohon Dr. Nanang Priatna, M.Pd. D PENDAHULUAN alam modul-modul sebelumnya Anda telah mempelajari graph terhubung tanpa sikel, misalnya model graph untuk molekul C 4 H 10, hierarki administrasi
HAND OUT MATA KULIAH TEORI GRAF (MT 424) JILID SATU. Oleh: Kartika Yulianti, S.Pd., M.Si.
HAND OUT MATA KULIAH TEORI GRAF (MT 424) JILID SATU Oleh: Kartika Yulianti, S.Pd., M.Si. JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
LATIHAN ALGORITMA-INTEGER
LATIHAN ALGORITMA-INTEGER Nyatakan PBB(295,70) = 5 sebagai kombinasi lanjar 295 dan 70 Tentukan inversi dari 27(mod 7) Tentukan solusi kekongruenan lanjar dari 27.x kongruen 1(mod 7) dengan cara 1 ( cara
Gambar 6. Graf lengkap K n
. Jenis-jenis Graf Tertentu Ada beberapa graf khusus yang sering dijumpai. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut. a. Graf Lengkap (Graf Komplit) Graf lengkap ialah graf sederhana yang setiap titiknya
Bab 2 LANDASAN TEORI
Bab LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori teori yang berhubungan dengan penelitian sehingga dapat dijadikan sebagai landasan berfikir dalam melakukan penelitian dan akan mempermudah
Aplikasi Teori Graf Pada Knight s Tour
Aplikasi Teori Graf Pada Knight s Tour Fahmi Mumtaz 1) 1) Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung, NIM : 13506045 email: [email protected] Abstract Makalah ini membahas tentang aplikasi dari
Aplikasi dan Algoritma Penyelesaian Optimal dari Persoalan Tukang Pos Cina
Aplikasi dan Algoritma Penyelesaian Optimal dari Persoalan Tukang Pos Cina Adhiguna Surya / 13509077 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jl.
Pemodelan Sistem Lalu Lintas dengan Graf Ganda Berarah Berbobot
Pemodelan Sistem Lalu Lintas dengan Graf Ganda erarah erbobot Teddy Pandu Wirawan Jurusan Teknik Informatika IT, andung 40132, email: [email protected] bstrak Makalah ini membahas penerapan
PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN METODE SIMPLE HILL CLIMBING
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 0, No. (2015), hal 17 180. PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM MENGGUNAKAN METODE SIMPLE HILL CLIMBING Kristina Karunianti Nana, Bayu Prihandono,
Aplikasi Graf Dalam Permainan Catur
Aplikasi Graf Dalam Permainan Catur Sahat Nicholas Simangunsong - 13509095 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Graf Definisi 2.1.1 Sebuah graf didefinisikan sebagai pasangan terurut himpunan dimana: 1. adalah sebuah himpunan tidak kosong yang berhingga yang anggotaanggotanya
PERBANDINGAN ALGORTIMA PRIM DAN KRUSKAL DALAM MENENTUKAN POHON RENTANG MINIMUM
PERBANDINGAN ALGORTIMA PRIM DAN KRUSKAL DALAM MENENTUKAN POHON RENTANG MINIMUM Kodirun 1 1 Jurusan Matematika FMIPA Universitas Haluoleo, Kendari e-mail: [email protected] Abstrak Masalah yang sering
Pencarian Lintasan Hamilton Terpendek untuk Taktik Safe Full Jungle Clear dalam Permainan League of Legends
Pencarian Lintasan Hamilton Terpendek untuk Taktik Safe Full Jungle Clear dalam Permainan League of Legends Reinaldo Ignatius Wijaya 13515093 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan
PENGAPLIKASIAN GRAF DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
PENGAPLIKASIAN GRAF DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Nurio Juliandatu Masido NIM : 13505083 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected]
Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity
Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity Aurelia 13512099 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Terminologi graf Tereminologi termasuk istilah yang berkaitan dengan graf. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa definisi yang sering dipakai terminologi. 2.1.1 Graf Definisi
3. Kuadrat dari hasil penjumlahan angka 5 dan 6, dikurangi hasil perkalian kedua angka tersebut
1. Pada sisi kanan dan kiri sebuah jalan raya terdapat perumahan. Rumah-rumah yang terdapat di sisi kiri jalan dinomori berurutan dengan nomor ganjil dari angka 1 sampai 39. Rumah-rumah di sebelah kanan
APLIKASI GRAF DALAM PEMBUATAN JALUR ANGKUTAN KOTA
APLIKASI GRAF DALAM PEMBUATAN JALUR ANGKUTAN KOTA Kenny Enrich NIM : 13506111 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected]
Perancangan Sistem Transportasi Kota Bandung dengan Menerapkan Konsep Sirkuit Hamilton dan Graf Berbobot
Perancangan Sistem Transportasi Kota Bandung dengan Menerapkan Konsep Sirkuit Hamilton dan Graf Berbobot Rakhmatullah Yoga Sutrisna (13512053) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan
Menentukan Arah Pukulan Terbaik dalam Pertandingan Bulutangkis Kategori Tunggal dengan Teori Graf Terbalik
Menentukan Arah Pukulan Terbaik dalam Pertandingan Bulutangkis Kategori Tunggal dengan Teori Graf Terbalik Jaisyalmatin Pribadi 13510084 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
9 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Travelling Salesman Problem (TSP) merupakan salah satu permasalahan yang penting dalam dunia matematika dan informatika. TSP dapat diilustrasikan sebagai perjalanan
Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari
Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari Andika Mediputra NIM : 13509057 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
TEORI DASAR GRAF 1. Teori Graf
TEORI SR GRF 1 Obyektif : 1. Mengerti apa yang dimaksud dengan Graf 2. Memahami operasi yang dilakukan pada Graf 3. Mengerti derajat dan keterhubungan Graf Teori Graf Teori Graf mulai dikenal pada saat
Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2
Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2 Michael - 13514108 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
BAB II LANDASAN TEORI
II LNSN TEORI Landasan teori dalam penyusunan tugas akhir ini menggunakan beberapa teori pendukung yang akan digunakan untuk menentukan lintasan terpendek pada jarak esa di Kecamatan Rengat arat. 2.1 Graf
EULERIAN GRAF & HAMILTONIAN GRAF
A. Eulerian Graf Graf yang memuat sirkut euler. EULERIAN GRAF & HAMILTONIAN GRAF Lintasan euler Lintasan pada graf G dikatakan lintasan euler, ketika melalui setiap sisi di graf tepat satu kali. Karena
Aplikasi Algoritma Prim dalam Penentuan Pohon Merentang Minimum untuk Jaringan Pipa PDAM Kota Tangerang
Aplikasi Algoritma Prim dalam Penentuan Pohon Merentang Minimum untuk Jaringan Pipa PDAM Kota Tangerang Adam Fadhel Ramadhan/13516054 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin
Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin Jason Jeremy Iman 13514058 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Aplikasi Pewarnaan Graf pada Tempat Penitipan Anak
plikasi Pewarnaan Graf pada Tempat Penitipan nak Susanti Gojali - 13512057 1 Program Studi Teknik nformatika Sekolah Teknik lektro dan nformatika nstitut Teknologi andung, Jl. Ganesha 10 andung 40132,
LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan diberikan beberapa konsep dasar teori graf dan bilangan. kromatik lokasi sebagai landasan teori pada penelitian ini.
6 II. LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diberikan beberapa konsep dasar teori graf dan bilangan kromatik lokasi sebagai landasan teori pada penelitian ini. 2.1 Konsep Dasar Graf Pada sub bab ini akan diberikan
III PEMBAHASAN. 6. Sisi eg dipilih sebagai sisi yang memiliki bobot terkecil (lihat Gambar 18).
a d b f 8 e 8 Gambar Sisi be hasil dari algoritme Prim tahap ke-.. Sisi ec dipilih sebagai sisi yang memiliki bobot terkecil (lihat Gambar ). a d b f 8 e 8 Gambar Sisi ec hasil dari algoritme Prim tahap
Catatan Kuliah (2 sks) MX 324 Pengantar Teori Graf
Catatan Kuliah (2 sks) MX 324 Pengantar Teori Graf (Draft Versi Desember 2008 ) Oleh: Didit Budi Nugroho, M.Si. Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana DAFTAR
Penerapan Teori Graf untuk Menyelesaikan Teka-Teki Permainan The Knight's Tour
Penerapan Teori Graf untuk Menyelesaikan Teka-Teki Permainan The Knight's Tour Micky Yudi Utama - 13514011 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Penerapan Travelling Salesman Problem dalam Penentuan Rute Pesawat
Penerapan Travelling Salesman Problem dalam Penentuan Rute Pesawat Aisyah Dzulqaidah 13510005 1 Program Sarjana Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan dijelaskan beberapa konsep dasar teori graf dan dimensi partisi
II. TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan dijelaskan beberapa konsep dasar teori graf dan dimensi partisi pada suatu graf sebagai landasan teori pada penelitian ini.. Konsep Dasar Graf Pada bagian ini akan
APLIKASI GRAF DALAM BISNIS TRAVEL BANDUNG-BOGOR
APLIKASI GRAF DALAM BISNIS TRAVEL BANDUNG-BOGOR Achmad Giovani NIM : 13508073 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jl. Ganeca 10 Bandung e-mail:
Penentuan Rute Belanja dengan TSP dan Algoritma Greedy
Penentuan Rute Belanja dengan TSP dan Algoritma Greedy Megariza 13507076 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin dengan berkembangnya teknologi fotografi di Indonesia, khususnya di Kota Medan, fotografi tidak hanya sebagai sarana atau alat untuk mengabadikan suatu kejadian
LOGIKA DAN ALGORITMA
LOGIKA DAN ALGORITMA DASAR DASAR TEORI GRAF Kelahiran Teori Graf Sejarah Graf : masalah jembatan Königsberg (tahun 736) C A D B Gbr. Masalah Jembatan Königsberg Graf yang merepresentasikan jembatan Königsberg
4. Sebuah toko perlengkapan olahraga menyebarkan brosur sebagai berikut :
1. Jika 3x2006 = 2005+2007+a, maka a sama dengan A) 2003 B) 2004 C) 2005 D) 2006 2. Berapa angka terbesar yang mungkin didapat dari kombinasi susunan enam kartu angka di bawah ini? A) 6 475 413 092 B)
BAB 2 LANDASAN TEORI. Definisi Graf G didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V, E), yang dalam hal ini:
10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1.Konsep Dasar Graf Definisi 2.1.1 Graf G didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V, E), yang dalam hal ini: V = himpunan tidak kosong dari simpul-simpul (vertices atau node)
Keterhubungan. Modul 3
Modul 3 Keterhubungan Drs. Emut, M.Si P PENDAHULUAN ada Modul 2, Anda telah mempelajari berbagai konsep yang terkait pada graph seperti representasi graph, simpul-simpul berdekatan, derajat simpul, dan
G r a f. Pendahuluan. Oleh: Panca Mudjirahardjo. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut.
G r a f Oleh: Panca Mudjirahardjo Pendahuluan Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. 1 Pendahuluan Jaringan jalan raya di propinsi Jawa Tengah
Termilogi Pada Pohon Berakar 10 Pohon Berakar Terurut
KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata?ala, karena berkat rahmat-nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Catatan Seorang Kuli Panggul. Makalah ini diajukan
Asah Otak dengan Knight s Tour Menggunakan Graf Hamilton dan Backtracking
Asah Otak dengan Knight s Tour Menggunakan Graf Hamilton dan Backtracking Rama Febriyan (13511067) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
LANDASAN TEORI. Bab Konsep Dasar Graf. Definisi Graf
Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Graf Definisi Graf Suatu graf G terdiri atas himpunan yang tidak kosong dari elemen elemen yang disebut titik atau simpul (vertex), dan suatu daftar pasangan vertex
Aplikasi Graf pada Penentuan Jadwal dan Jalur Penerbangan
Aplikasi Graf pada Penentuan Jadwal dan Jalur Penerbangan Hishshah Ghassani - 13514056 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
Paradigma Pemrograman Dinamis dalam Menentukan Rute Distribusi Bahan Bakar Minyak Berdasarkan Kebutuhan Penduduk di Suatu Daerah
Paradigma Pemrograman Dinamis dalam Menentukan Rute Distribusi Bahan Bakar Minyak Berdasarkan Kebutuhan Penduduk di Suatu Daerah Aditya Agung Putra (13510010) 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah
MEMBANDINGKAN KEMANGKUSAN ALGORITMA PRIM DAN ALGORITMA KRUSKAL DALAM PEMECAHAN MASALAH POHON MERENTANG MINIMUM
MEMBANDINGKAN KEMANGKUSAN ALGORITMA PRIM DAN ALGORITMA KRUSKAL DALAM PEMECAHAN MASALAH POHON MERENTANG MINIMUM Pudy Prima (13508047) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Dasar Teori Graf. Dr. Ahmad Sabri Universitas Gunadarma Kuliah Matrikulasi Magister Teknik Elektro, 11 April 2016
Dasar Teori Graf Dr. Ahmad Sabri Universitas Gunadarma 2016 Kuliah Matrikulasi Magister Teknik Elektro, 11 April 2016 Review konsep Definisi Graf Jenis-jenis graf: sederhana, berarah, multi, pseudo. Derajat
Implementasi Graf dalam Penentuan Rute Terpendek pada Moving Object
Implementasi Graf dalam Penentuan Rute Terpendek pada Moving Object Firdaus Ibnu Romadhon/13510079 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
2. TINJAUAN PUSTAKA. Chartrand dan Zhang (2005) yaitu sebagai berikut: himpunan tak kosong dan berhingga dari objek-objek yang disebut titik
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Graf Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf yang diambil dari buku Chartrand dan Zhang (2005) yaitu sebagai berikut: Suatu Graf G adalah suatu pasangan himpunan
Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong
Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong Willy Fitra Hendria/13511086 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Algoritma Prim sebagai Maze Generation Algorithm
Algoritma Prim sebagai Maze Generation Algorithm Muhammad Ecky Rabani/13510037 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
v 3 e 2 e 4 e 6 e 3 v 4
5 II. TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan diberikan beberapa konsep dasar teori graf dan dimensi partisi graf sebagai landasan teori dari penelitian ini... Konsep Dasar Graf Pada bagian ini akan diberikan
PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE TABU SEARCH
Buletin Ilmiah Mat. Stat. Dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No. 1 (2015), hal 17 24. PENYELESAIAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM DENGAN METODE TABU SEARCH Fatmawati, Bayu Prihandono, Evi Noviani INTISARI
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pada bab kajian pustaka berikut ini akan dibahas beberapa materi yang meliputi
BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab kajian pustaka berikut ini akan dibahas beberapa materi yang meliputi graf, permasalahan optimasi, model matematika dari objek wisata di Yogyakarta, dan algoritma genetika
ISSN: X 39 SIRKUIT HAMILTON DALAM PERMAINAN CONGKLAK
ISSN: 2088-687X 39 SIRKUIT HAMILTON DALAM PERMAINAN CONGKLAK Rukmono Budi Utomo a a Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMT Jl. Perintis Kemerdekaan I No 33, Cikokol Kota Tangerang, Provinsi Banten
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Clustering Analysis Clustering analysis merupakan metode pengelompokkan setiap objek ke dalam satu atau lebih dari satu kelompok,sehingga tiap objek yang berada dalam satu kelompok
APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS
APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS Muhammad Farhan 13516093 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Aplikasi Graf dalam Permasalahan Knight s Tour
Aplikasi Graf dalam Permasalahan Knight s Tour Rizka Irawan Ardiyanto - 13506012 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung Email: [email protected]
PENGGUNAAN GRAF SEBAGAI SOLUSI TRANSPORTASI SAAT INI
PENGGUNAAN GRAF SEBAGAI SOLUSI TRANSPORTASI SAAT INI Abstrak Aryo Nugroho NIM : 13505063 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected]
APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY
APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY Latar belakang Masalah Pada setiap awal semester bagian pendidikan fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas
Graf dan Pengambilan Rencana Hidup
Graf dan Pengambilan Rencana Hidup M. Albadr Lutan Nasution - 13508011 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung e-mail: [email protected]
Penerapan Algoritma Runut-Balik dan Graf dalam Pemecahan Knight s Tour
Penerapan Algoritma Runut-Balik dan Graf dalam Pemecahan Knight s Tour Krisnaldi Eka Pramudita NIM-13508014 Prodi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Bandung 40135, Email : [email protected]
STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC DAN ANT COLONY SYSTEM DALAM PEMECAHAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI ) ISSN: `1907-5022 Yogyakarta, 19 Juni STUDI PERBANDINGAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC DAN ANT COLONY SYSTEM DALAM PEMECAHAN TRAVELLING SALESMAN
Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Demak Semarang. Kend al. Salatiga.
GRAF PENDAHULUAN Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Gambar di bawah ini sebuah graf yang menyatakan peta jaringan jalan raya yang menghubungkan
UJI PRESTASI 1 A. PILIHAN GANDA. Pilihlah jawaban yang tepat!
UJI PRESTSI. PILIHN GND Pilihlah jawaban yang tepat!. Sebuah bolpoin memiliki massa,6 g. Jika terdapat.560 bolpoin, maka massanya adalah.. 0,356 kg D. 3,56 kg. 3,56 kg E. 35,6 kg. 3,56 kg. Rasio uang Yuda,
TERAPAN POHON BINER 1
TERAPAN POHON BINER 1 Terapan pohon biner di dalam ilmu komputer sangat banyak, diantaranya : 1. Pohon ekspresi 2. Pohon keputusan 3. Kode Prefiks 4. Kode Huffman 5. Pohon pencarian biner 2 Pohon Ekspresi
Aplikasi Pewarnaan Graf untuk Sistem Penjadwalan On-Air Stasiun Radio
Aplikasi Pewarnaan Graf untuk Sistem Penjadwalan On-Air Stasiun Radio Muhamad Irfan Maulana - 13515037 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Graf untuk soal nomor 7
Program Studi Teknik Informatika Nama : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika NIM : Institut Teknologi Bandung T.tangan: Solusi Kuis ke-4 IF2120 Matematika Diskrit (3 SKS) Graf, Pohon, dan Kompleksitas
Algoritma dan Pemrograman Pendekatan Pemrograman Modular
PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO Algoritma dan Pemrograman Pendekatan Pemrograman Modular Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: [email protected] Pendahuluan Teknik Pemrograman Penekanan
ALGORITMA RUTE FUZZY TERPENDEK UNTUK KONEKSI SALURAN TELEPON
Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 1 Hal. 93 97 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND ALGORITMA RUTE FUZZY TERPENDEK UNTUK KONEKSI SALURAN TELEPON NELSA ANDRIANA, NARWEN, BUDI RUDIANTO Program
II. KONSEP DASAR GRAF DAN GRAF POHON. Graf G adalah himpunan terurut ( V(G), E(G)), dengan V(G) menyatakan
II. KONSEP DASAR GRAF DAN GRAF POHON 2.1 Konsep Dasar Graf Teori dasar mengenai graf yang akan digunakan dalam penelitian ini diambil dari Deo (1989). Graf G adalah himpunan terurut ( V(G), E(G)), dengan
GRAF. V3 e5. V = {v 1, v 2, v 3, v 4 } E = {e 1, e 2, e 3, e 4, e 5 } E = {(v 1,v 2 ), (v 1,v 2 ), (v 1,v 3 ), (v 2,v 3 ), (v 3,v 3 )}
GRAF Graf G(V,E) didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V,E), dengan V adalah himpunan berhingga dan tidak kosong dari simpul-simpul (verteks atau node). Dan E adalah himpunan berhingga dari busur (vertices
Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi
Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi Jonathan - 13512031 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Traveling Salesperson Problem selanjutnya dalam tulisan ini disingkat menjadi TSP, digambarkan sebagai seorang penjual yang harus melewati sejumlah kota selama perjalanannya,
