kaitannya sebagai pengurang peredaran usaha;
|
|
|
- Hadi Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.68049/PP/M.XIIA/15/2016 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah koreksi Terbanding atas Penghasilan Netto Tahun Pajak 2008 sebesar Rp ,00, yang terdiri dari: a. Peredaran Usaha Rp ,00 b. Biaya Usaha Lainnya Rp ,00 c. Penghasilan dari luar usaha Rp ,00 Jumlah Rp ,00 1. Koreksi atas Peredaran Usaha sebesar Rp ,00 Menurut Terbanding : bahwa Terbanding mengkoreksi karena tidak didukung dengan bukti pendukung dan kaitannya sebagai pengurang peredaran usaha; Menurut Pemohon : bahwa menurut Pemohon Banding peredaran usaha yang benar adalah Rp ,00, Pemohon Banding sudah melaporkan seluruh penjualan, tidak ada penjualan atau pendapatan lain yang belum Pemohon Banding laporkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada koreksi atas Harga Pokok Penjualan, hal tersebut berarti arus persediaan barang dagangan Pemohon Banding sudah benar, sehingga tidak mungkin ada penjualan tambahan tanpa disertai dengan koreksi Harga Pokok Penjualan (persediaan), selain itu, perhitungan peredaran usaha menurut Terbanding merupakan analisa Terbanding yang tidak didasarkan dengan bukti-bukti, hal ini tidak sesuai dengan Penjelasan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 29 ayat 2 yang berbunyi: "Pendapat dan simpulan petugas pemeriksa harus didasarkan pada bukti yang kuat dan berkaitan serta berlandaskan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan"; Menurut Majelis : bahwa koreksi Terbanding atas Peredaran Usaha sebesar Rp ,00 sehingga menjadi sebesar Rp310,423,995,043,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp274,596,161,897,00 berdasarkan pengujian arus piutang berdasarkan ketentuan: - Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008, - Pasal 12 Ayat (3) dan Pasal 28 Ayat (3) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang undang Nomor 16 Tahun Pasal 2 Ayat (1) dan Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-04/PJ/2012 tentang Pedoman Penggunaan Metode dan Teknik Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan dengan perhitungan sebagai berikut:
2 Menurut Menurut Koreksi Uraian Pemohon Banding Terbanding (Rp) Saldo Akhir Piutang Ditambah : Pelunasan Piutang ( ) Dikurangi : Saldo Awal Piutang Penjualan Include PPN + Laba (Rugi) Kurs ( ) Dikurangi : PPN cfm SPT Masa PPN Dikurangi : Penghasilan Diluar Usaha Kecuali Bunga Bank Pendapatan Komisi Supermarket Pendapatan Sewa Ruangan Non Food & Lobby Pendapatan Promosi Pendapatan Sewa Lobby Pendapatan Sewa Supermarket Pendapatan Sewa Departemen Store Pendapatan Komisi Departemen Store Pendapatan Lain-lain Discount Penjualan ( ) ( ) - Pendapatan Kolam Renang Pendapatan Tunjung Sari Pendapatan Programmmer Pendapatan Baturiti Pendapatan Percetakan & Iklan Pendapatan Accounting & Rec Pendapatan Pusat Hidangan Pendapatan Unit Pembelian Jumlah Dikurangi : Konsinyasi ( ) Dikurangi : Penjualan ( ) Dikurangi : Pengurangan/penambahan(diskon) ( ) Peredaran Usaha berdasarkan pengujian arus piutang Peredaran Usaha cfm SPT Pemohon Banding bahwa penjelasan koreksi Terbanding sebagai berikut: a. bahwa Terbanding mengkoreksi negatif penerimaan uang dari pelunasan piutang sebesar Rp ,00 dari perhitungan Pemohon Banding sebesar Rp ,00 menjadi hanya sebesar Rp ,00 karena terdapat rekening koran yang tidak dipinjamkan Pemohon Banding dengan saldo akhir sebesar Rp0,00 namun terdapat mutasi debet dan kredit; b. bahwa Terbanding mengkoreksi positif penerimaan uang dari penghasilan dari luar usaha selain bunga bank sebesar Rp ,00 yang terdiri: 1) bahwa koreksi positif pendapatan promosi sebesar Rp ,00 berdasarkan rekapitulasi bukti transaksi konsinyasi (form kuning)berupa pembayaran dari Pemohon Banding kepada pemilik barang konsinyasi setelah dikurangi biaya promosi yang dibebankan kepada konsinyor sebesar 1% dari nilai barang konsinyasi yang terjual sehingga pendapatan promosi Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp ,00; 2) bahwa koreksi positif pendapatan komisi departemen store sebesar Rp ,00 berdasarkan rekapitulasi bukti transaksi konsinyasi (form putih) berupa pembayaran dari Pemohon Banding kepada pemilik barang konsinyasi setelah dikurangi komisi bagi Pemohon Banding diluar penerimaan dari konsinyasi dengan sistem sewa sehingga pendapatan komisi Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp ,00; 3) bahwa koreksi positif pendapatan lain-lain sebesar Rp ,00 berdasarkan rekapitulasi bukti transaksi konsinyasi (form kuning) berupa pembayaran dari Pemohon Banding kepada pemilik barang konsinyasi setelah dikurangi transaksi lain-lain yang dibebankan kepada konsinyor sehingga pendapatan lain-lain Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp ,00; 4) bahwa koreksi positif pendapatan kolam renang sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sehingga pendapatan kolam renang Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp ,00; 5) bahwa koreksi positif pendapatan Tunjung Sari sebsar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sehingga pendapatan Tunjung Sari Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; (Rp) (Rp)
3 6) bahwa koreksi positif pendapatan programmer sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sehingga pendapatan programmer Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; 7) bahwa koreksi positif pendapatan percetakan dan iklan sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sebesar Rp ,00 ditambah dengan akun (B. Keperluan Operasional) bersaldo negatif sebesar Rp ,00 sehingga pendapatan percetakan dan iklan Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; 8) bahwa koreksi positif pendapatan accounting & rec sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sebesar Rp ,00 ditambah dengan akun (B. Operasional Pengganti dari outlet) bersaldo negatif sebesar Rp ,00 sehingga pendapatan programmer Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; 9) bahwa koreksi pendapatan pusat hidangan sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sehingga pendapatan pusat hidangan Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; 10) bahwa koreksi pendapatan unit pembelian sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sebesar Rp ,00 ditambah dengan (B. Pengganti Operasional dr Outlet) bersaldo negatif sebesar Rp ,00 sehingga pendapatan unit pembelian Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; c. bahwa Terbanding mengkoreksi negatif penerimaan uang dari penjualan barang konsinyasi (form putih) sebesar Rp ,00 berdasarkan rekapitulasi penjualan per tanggal konsinyasi (TD-PDK / RP182Y.PRG) dan formulir pembayaran Tiara Dewata (BSN.KONS) Z.AKK ) yang jumlahnya sebesar Rp ,00, sedangkan Pemohon Banding melaporkan sebesar Rp ,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF termasuk omset konsinyasi fresh food (Unit Tanjung Sari) namun tidak didukung dengan bukti transfer barang dari Pemohon Banding ke Unit Tanjung Sari, rekening koran Unit Tanjung Sari; d. bahwa Terbanding mengkoreksi negatif penerimaan uang dari penjualan Tahun 2007 sebesar Rp ,00 karena tidak didukung dengan bukti pendukung dan kaitannya sebagai pengurang peredaran usaha; e. bahwa Terbanding mengkoreksi negatif penerimaan uang dari pengurangan/penambahan (diskon) sebesar Rp ,00 karena tidak didukung dengan bukti pendukung dan kaitannya sebagai pengurang peredaran usaha; bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding karena Pemohon Banding sudah melaporkan seluruh penjualannya dan disisi lain tidak ada koreksi atas Harga Pokok Penjualan sehingga perhitungan arus persediaan barang dagangan sudah benar karena tidak mungkin ada penjualan tambahan tanpa disertai dengan koreksi Harga Pokok Penjualan (persediaan), dengan demikian koreksi Terbanding hanya merupakan analisa yang tidak didasarkan dengan bukti-bukti, hal ini tidak sesuai dengan Penjelasan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 29 ayat 2 yang berbunyi: "Pendapat dan simpulan petugas pemeriksa harus didasarkan pada bukti yang kuat dan berkaitan serta berlandaskan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan"; bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap Kertas Kerja Pemeriksaan B Rincian Peredaran Usaha berdasarkan General Ledger SBTRANS.DBF disebutkan nilai Peredaran Usaha sebesar Rp ,00 bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis diketahui Terbanding melakukan koreksi penjualan tanpa melakukan koreksi Harga Pokok Penjualan, dan Terbanding tidak melakukan pengujian arus barang sehingga hanya berdasarkan pengujian arus uang dan arus piutang untuk melakukan koreksi Peredaran Usaha; bahwa Majelis berpendapat Pemohon Banding dapat membuktikan dan menjelaskan besarnya pelunasan piutang berdasarkan sisi debet bank (GL) yaitu sebesar Rp ,00 sedangkan menurut Terbanding lebih kecil yaitu sebesar Rp ,00, bahwa Pemohon Banding menghitung pelunasan piutang sebagai berikut: Bank (debet) Lippo Bank Rp , Sinarmas 0008 Rp , BAD 808 Rp , Danamon 483 Rp , Tab BCA 167 Rp , BBI 009 Rp , RG.B.Ekonomi 121 Rp , BCA 051 Rp , Tab. Lippo 55.1 Rp ,00
4 BAD 270 Rp , Bank Ekonomi 8077 Rp , Bank AR Rp , Bank PG Rp , Bank PH Rp , Bank KR Rp , Bank PD Rp , Bank BTR Rp 0, Bank PC Rp , Bank TS Rp ,00 Jumlah Rp ,00 (-) mutasi antar rekening Rp ,00 (-) pendapatan giro Rp ,00 Mutasi piutang Rp ,00 bahwa Terbanding menghitung pelunasan piutang berdasarkan sisi kredit yaitu sebesar Rp ,00, bahwa Majelis berpendapat Terbanding menghitung pelunasan piutang hanya berdasarkan mutasi kredit yang didalamnya terdapat mutasi antar rekening dan pendapatan giro dengan demikian pelunasan piutang yang dapat digunakan Majelis adalah yang lebih besar menurut Pemohon Banding yaitu sebesar Rp ,00 yang memperhitungkan mutasi antar rekening dan pendapatan giro dengan demikian Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas penerimaan uang dari pelunasan piutang sebesar Rp ,00 tidak tepat; bahwa Terbanding menghitung penghasilan di luar usaha sebesar Rp ,00 sedangkan Terbanding sedangkan Pemohon Banding menghitung pendapatan lain-lain sebesar Rp ,00 yang terdiri dari : Pendapatan di luar usaha: Pendapatan komisi supermarket Rp Pendapatan sewa ruangan non food & lobby Rp Pendapatan promosi Rp Pendapatan sewa lobby Rp Pendapatan sewa supermarket Rp Pendapatan sewa department store Rp Pendapatan komisi departemen store Rp Pendapatan lain-lain Rp Discount Penjualan Rp ( ) Pendapat Kolam Renang Rp Jumlah Rp bahwa Majelis berpendapat Terbanding tidak tepat dalam mengkoreksi positif penerimaan uang dari penghasilan dari luar usaha selain bunga bank sebesar Rp ,00 sebagai berikut: 1) bahwa koreksi positif pendapatan promosi sebesar Rp ,00 tidak tepat karena transaksi tersebut merupakan partisipasi supplier dalam turut serta pengadaan hadiah yang diberikan kepada konsumen apabila mengumpulkan stiker dalam jumlah tertentu yang sudah Pemohon Banding laporkan dalam akun Biaya Promosi yakni pada saat menerima uang partisipasi dari supplier dicatat dengan mengurangi Biaya Promosi sehingga pada dasarnya nilai netonya sudah sama; 2) bahwa koreksi positif pendapatan komisi departemen store sebesar Rp ,00 tidak tepat karena dalam perhitungannya belum dikurangi dengan diskon yang Pemohon Banding berikan ke pelanggan; 3) bahwa koreksi positif pendapatan lain-lain sebesar Rp ,00 tidak tepat karena merupakan biaya penggantian atas biaya cetak nota, penggantian atas biaya ekspedisi, penggantian atas biaya transfer, dimana Pemohon Banding menanggung terlebih dahulu, kemudian diganti oleh supplier sehingga tidak ada pendapatan/margin; 4) bahwa koreksi positif pendapatan kolam renang sebesar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding sudah laporkan seluruhnya pada Peredaran Usaha dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya serta Pendapatannya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; 5) bahwa koreksi positif pendapatan Tunjung Sari sebsar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding sudah laporkan seluruhnya pada Peredaran Usaha dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya serta Pendapatannya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; 6) bahwa koreksi positif pendapatan programmer sebesar Rp ,00 tidak tepat karena merupakan penggantian biaya operasional programmer dari unit unit yang lain dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah yang memberikan layanan kepada pihak ketiga sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; 7) bahwa koreksi positif pendapatan percetakan dan iklan sebesar Rp ,00 tidak tepat karena merupakan penggantian biaya operasional unit percetakan dan iklan dari unit unit yang lain dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah yang memberikan layanan kepada pihak ketiga
5 sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; 8) bahwa koreksi positif pendapatan accounting & rec sebesar Rp ,00 tidak tepat karena merupakan penggantian biaya operasional unit accounting & recruitment dari unit unit yang lain dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah yang memberikan layanan kepada pihak ketiga sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; 9) bahwa koreksi pendapatan pusat hidangan sebesar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding sudah laporkan seluruhnya pada Peredaran Usaha dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya serta Pendapatannya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; 10) bahwa koreksi pendapatan unit pembelian sebesar Rp ,00 tidak tepat karena merupakan penggantian biaya operasional unit pembelian dari unit unit yang lain dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah yang memberikan layanan kepada pihak ketiga sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; bahwa Pemohon Banding menghitung pendapatan konsinyasi lebih besar dibandingkan menurut Terbanding yaitu sebagai berikut: Pendapatan konsinyasi SPM Rp ,00 Pendapatan konsinyasi BSN Rp ,00 Pendapatan konsinyasi Fresh Food Rp ,00 Jumlah menurut Pemohon Banding Rp ,00 Pendapatan konsinyasi menurut Terbanding Rp ,00 Selisih Rp 40,240,641,658,00 bahwa Majelis berpendapat pendapatan konsinyasi yang dapat digunakan oleh Majelis adalah yang sesuai dengan pembukuan Pemohon Banding yaitu sebesar Rp ,00 dan jumlah tersebut merupakan objek Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan BKP yakni konsinyasi SPM dan BSN sedangkan konsinyasi Fresh Food adalah penyerahan Non BKP; bahwa Majelis berpendapat Pemohon Banding tidak dapat menjadikan alasan adanya penjualan Tahun 2007 sebesar Rp ,00 sebagai pengurang penerimaan uang dalam perhitungan arus piutang sebab Pemohon Banding tidak dapat membuktikan penjualan tersebut telah dilaporkan pada SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun 2007 dan tidak terdapat bukti jurnal penyesuaian atau perhitungan penyesuaian lainnya pada Laporan Keuangan Tahun 2008 terkait pernyataan Pemohon Banding bahwa pada mulanya (termasuk Tahun 2007) pembukuan Pemohon Banding selalu tutup buku dari tanggal 16 sampai dengan tanggal 15 setiap bulannya yang tujuannya untuk menghindari tutup buku di akhir bulan karena setiap akhir bulan pusat perbelanjaan selalu ramai, dan mulai akhir Tahun 2008 Pemohon Banding melakukan perubahan periode closing pembukuan menjadi dari tanggal 1 sampai dengan 31 sehingga pada General Ledger untuk Tahun 2008 adalah penjualan periode 16 Desember 2007 sampai dengan 31 Desember 2008; bahwa Majelis berpendapat meskipun Terbanding mengakui penjualan Tahun 2007 sebesar Rp ,00 sebagai pengurang dari objek PPN sebagai penyerahan barang/jasa Tahun 2007 yang telah dilaporkan pada SPT Masa PPN Tahun 2008 namun untuk perhitungan objek PPh karena koreksi Terbanding berdasarkan perhitungan arus piutang sehingga harus dapat dibuktikan bahwa penjualan sebesar Rp ,00 tidak termasuk dalam saldo awal piutang sebesar Rp ,00 yang sesuai dengan pelaporan Pemohon Banding dan tidak dikoreksi oleh Terbanding karena akan berakibat dikurangkan dua kali, dengan demikian Majelis berkesimpulan alasan Pemohon Banding tidak dapat dibuktikan bahwa penjualan tersebut merupakan penjualan dari tanggal 16 Desember 2007 sampai dengan 31 Desember 2007 sehingga harus dikurangkan dari perhitungan arus uang dan arus piutang Tahun 2008; bahwa Majelis berpendapat Pemohon Banding tidak dapat menjadikan pengurangan/penambahan (diskon) sebesar Rp ,00 sebagai pengurang penerimaan uang dalam perhitungan arus piutang sebab tidak terbukti pendukung yang disampaikan untuk membuktikan terdapat penambahan cash discount sebesar 2% yang diberikan setelah pencatatan piutang sebagaimana contoh pencatatan sebagai berikut: bahwa misalnya terdapat penjualan senilai 100 dan PPN 10, maka Pemohon Banding sebagai berikut: akan menjurnal Piutang (debet) 110 Penjualan (kredit) 100 PPN Keluaran (kredit) 10 bahwa apabila pada saat pembayaran piutang ada pembayaran berupa cash discount sebesar 2% atau tambahan discount lainnya maka jurnalnya adalah sebagai berikut: Bank (debet) 108
6 Tambahan diskon (debet) 2 Piutang (kredit) 110 bahwa Pemohon Banding tidak dapat membuktikan rincian transaksi penjualan yang dikurangi dengan cash discount baik pencatatan pada General Ledger dan arus uangnya serta bukti transaksi pendukungnya dengan demikian Majelis berkesimpulan alasan Pemohon Banding tidak dapat dibuktikan bahwa pengurangan/penambahan (diskon) sebesar Rp ,00 sehingga harus dikurangkan dari perhitungan arus uang dan arus piutang Tahun 2008; bahwa berdasarkan pendapat Majelis tersebut di atas, Majelis berketetapan untuk mengabulkan sebagian banding Pemohon Banding atas koreksi Peredaran Usaha sebesar Rp ,00 dan mempertahankan koreksi Terbanding atas Peredaran Usaha sebesar Rp ,00; 2. Koreksi atas Biaya Usaha Lainnya sebesar Rp ,00 Menurut Terbading Menurut Pemohon : bahwa pengeluaran atau biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan untuk mendapatkan, menagih, atau memelihara suatu penghasilan yang bersifat final dan penghasilan yang bersifat non final pembebanan atas pengeluaran atau biaya tersebut dialokasikan secara proporsional berdasarkan perbandingan jumlah penghasilan bruto yang merupakan Objek Pajak PPh non final terhadap total penghasilan bruto;; : bahwa berdasarkan data Pemohon Banding, biaya usaha lainnya yang berkaitan baik secara langsung dan tidak langsung untuk perolehan penghasilan final & non final adalah sebesar Rp ,00, sehingga koreksi fiskal positif atas biaya usaha lainnya adalah 5% x Rp ,00; Menurut Majelis : bahwa koreksi Terbanding atas Biaya Usaha Lainnya sebesar Rp ,00 berdasarkan koreksi biaya untuk memperoleh penghasilan yang bersifat final karena biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan untuk mendapatkan, menagih, atau memelihara suatu penghasilan yang bersifat final dan penghasilan yang bersifat non final pembebanan atas pengeluaran atau biaya tersebut dialokasikan secara proporsional berdasarkan perbandingan jumlah penghasilan bruto yang merupakan objek pajak PPh non final terhadap total penghasilan bruto berdasarkan ketentuan: - Pasal 4 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 138 Tahun 2000 bahwa besarnya jointcost menurut Terbanding adalah sebesar Rp ,00 dengan persentase penghasilan yang bersifat final sebesar 4% sehingga koreksi Biaya Usaha Lainnya yang merupakan biaya untuk memperoleh penghasilan bersifat final sebesar Rp ,00; bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding karena jointcost menurut Pemohon Banding adalah sebesar Rp ,00 terdiri dari biaya listrik dan biaya penyusutan saja dengan persentase penghasilan bersifat final sebesar 5% sehingga koreksi Biaya Usaha Lainnya yang merupakan biaya untuk memperoleh penghasilan bersifat final sebesar Rp ,00; bahwa perbandingan perhitungan jointcost menurut Terbanding dan Pemohon Banding dapat disampaikan sebagai berikut:
7 Joincost menurut No. Biaya Usaha Lainnya General Ledger Pemohon Terbanding Banding 1 Gaji Karyawan Keperluan Operasional Perusahaan Selisih Pembulatan Bahan Perawatan Inventaris Kerusakan/Pemusnahan Inventaris Surat Entertainment Lain-lain PAM Listrik Telepon Pajak Sewa Sumbangan Sumbangan PR PPh Pasal 4 ayat (2) Asuransi Kepersonaliaan Transportasi Barang Dagangan Tunjangan Keamanan THR Perjalanan Dinas Makan Karyawan di Tempat Kerja Tunjangan Kesehatan Dokter Spesialis Pesangon JHT Dana Kesehatan Prajurit Kodam Stalak P3K dan Hansip Training karyawan/survey/seminar Administrasi bank, bunga bank dan materai Bonus tahunan Bonus imbalan kerja Biaya Penyusutan Promosi Jasa Tenaga Kerja Seragam Bahan Perawatan Bangunan Jamsostek Bali Hospital club Askes Jumlah Biaya untuk memperoleh penghasilan final: Penghasilan Non Final Penghasilan Final Total Persentase penghasilan final 4 5 Biaya untuk memperoleh penghasilan final bahwa Majelis berpendapat penghasilan Pemohon Banding yang bersifat final adalah sama dengan pergitungan Pemohon Banding sebagai berikut: Penghasilan Bersifat Final - Pendapatan Bunga Bank Pendapatan Sewa Ruangan Non Food & Lobby FC Pendapatan Sewa Lobby Pendapatan Sewa Supermarket Pendapatan Sewa Departemen Store bahwa Majelis berpendapat penghasilan Pemohon Banding yang bersifat final berasal dari pendapatan bunga deposito dan pendapatan sewa yang berasal dari penjualan barang konsinyasi yang penjualannya dilakukan secara bersamaan/tidak terpisah dengan barang milik Pemohon Banding sendiri pada supermarket dan departmen store sehingga Majelis berpendapat jointcost-nya tidak hanya terbatas pada biaya listrik dan
8 biaya penyusutan oleh karenanya Majelis berkesimpulan untuk menggunakan perhitungan jointcost menurut Terbanding sebesar Rp ,00; bahwa dengan memperhatikan pendapat Majelis pada sengketa Peredaran Usaha dan Penghasilan di luar usaha maka persentase penghasilan Pemohon Banding yang bersifat final dan non-final adalah sebagai berikut: Penghasilan Non Final: - Peredaran Usaha Koreksi atas Peredaran Usaha yang dipertahankan ,33% Penghasilan Bersifat Final - Pendapatan Bunga Bank Pendapatan Sewa Ruangan Non Food & Lobby FC Pendapatan Sewa Lobby Pendapatan Sewa Supermarket Pendapatan Sewa Departemen Store ,67% Jumlah Penghasilan % bahwa berdasarkan perhitungan tersebut di atas maka besarnya biaya usaha lainnya yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan yang bersifat final adalah sebesar Rp ,00 oleh karena perhitungan Majelis lebih tinggi dari koreksi Terbanding dengan demikian Majelis berkesimpulan untuk menolak banding Pemohon Banding dan mempertahankan koreksi Terbanding atas biaya usaha lainnya sebesar Rp ,00; 3. Koreksi atas Penghasilan dari luar usaha sebesar Rp ,00 Menurut Terbanding : Terbanding berkesimpulan bahwa koreksi positif terhadap penghasilan dari luar usaha sebesar Rp ,00 yang dilakukan oleh Terbanding telah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku; Menurut Pemohon : Koreksi Pendapatan Promosi Rp ,00 bahwa koreksi ini adalah partisipasi supplier dalam turut serta pengadaan hadiah yang diberikan kepada konsumen apabila mengumpulkan stiker dalam jumlah tertentu, Pemohon Banding sudah mengakui ini dalam akun Biaya Promosi, pencatatan yang Pemohon Banding lakukan pada saat menerima partisipasi dari supplier adalah dengan mengurangi Biaya Promosi (sama saja dengan mengakui Pendapatan); Menurut Majelis : bahwa koreksi Terbanding atas Penghasilan dari luar usaha sebesar Rp ,00 berdasarkan ketentuan: - Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun Pasal 12 Ayat (3) dan Pasal 28 Ayat (3) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang undang Nomor 16 Tahun 2009 dengan perhitungan sebagai berikut: N o Uraian Menurut Pemohon Banding Menurut Terbanding Koreksi 1 Pendapatan Bunga Bank 809,845, ,845,913-2 Pendapatan Komisi Supermarket 304,380, ,380,570-3 Pendapatan Sewa Ruangan Non Food & 4,292,351,750 4,292,351,750 - Lobby 4 Pendapatan Promosi 26,374, ,939, ,565,231 5 Pendapatan Sewa Lobby 1,440,696,881 1,440,698,881 2,000 6 Pendapatan Sewa Supermarket 1,165,993,229 1,165,993,229-7 Pendapatan Sewa Departemen Store 6,502,816,691 6,502,816,691-8 Pendapatan Komisi Departemen Store 3,813,075,873 7,916,255,077 4,103,179,204 9 Pendapatan Lain-lain 9,841, ,732, ,891, Discount Penjualan -852, , Pendapatan Kolam Renang 751,064, ,666,874 10,602, Pendapatan Tunjung Sari 0 105,306, ,306, Pendapatan Programmmer 0 1,089,676 1,089, Pendapatan Baturiti Pendapatan Percetakan & Iklan 0 2,067,674,224 2,067,674, Pendapatan Accounting & Rec ,880, ,880, Pendapatan Pusat Hidangan 0 1,387,441,875 1,387,441, Pendapatan Unit Pembelian 0 1,527,930,483 1,527,930,483 Jumlah 19,115,589,097 29,354,152,552 10,238,563,455
9 Penghasilan diluar usaha 19,115,589,097 29,354,152,552 Pendapatan Bunga Bank 809,845, ,845,913 Penghasilan diluar usaha - kecuali bunga 18,305,743,184 28,544,306,639 10,238,563,455 bank bahwa penjelasan koreksi Terbanding sebagai berikut: a. bahwa koreksi positif pendapatan promosi sebesar Rp ,00 berdasarkan rekapitulasi bukti transaksi konsinyasi (form kuning)berupa pembayaran dari Pemohon Banding kepada pemilik barang konsinyasi setelah dikurangi biaya promosi yang dibebankan kepada konsinyor sebesar 1% dari nilai barang konsinyasi yang terjual sehingga pendapatan promosi Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp ,00; b. bahwa koreksi positif pendapatan komisi departemen store sebesar Rp ,00 berdasarkan rekapitulasi bukti transaksi konsinyasi (form putih) berupa pembayaran dari Pemohon Banding kepada pemilik barang konsinyasi setelah dikurangi komisi bagi Pemohon Banding diluar penerimaan dari konsinyasi dengan sistem sewa sehingga pendapatan komisi Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp ,00; c. bahwa koreksi positif pendapatan lain-lain sebesar Rp ,00 berdasarkan rekapitulasi bukti transaksi konsinyasi (form kuning) berupa pembayaran dari Pemohon Banding kepada pemilik barang konsinyasi setelah dikurangi transaksi lain-lain yang dibebankan kepada konsinyor sehingga pendapatan lain-lain Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp ,00; d. bahwa koreksi positif pendapatan kolam renang sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sehingga pendapatan kolam renang Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp ,00; e. bahwa koreksi positif pendapatan Tunjung Sari sebsar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sehingga pendapatan Tunjung Sari Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; f. bahwa koreksi positif pendapatan programmer sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sehingga pendapatan programmer Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; g. bahwa koreksi positif pendapatan percetakan dan iklan sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sebesar Rp ,00 ditambah dengan akun (B. Keperluan Operasional) bersaldo negatif sebesar Rp ,00 sehingga pendapatan percetakan dan iklan Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; h. bahwa koreksi positif pendapatan accounting & rec sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sebesar Rp ,00 ditambah dengan akun (B. Operasional Pengganti dari outlet) bersaldo negatif sebesar Rp ,00 sehingga pendapatan programmer Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; i. bahwa koreksi pendapatan pusat hidangan sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sehingga pendapatan pusat hidangan Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; j. bahwa koreksi pendapatan unit pembelian sebesar Rp ,00 terdapat selisih pada Neraca dan Laba Rugi berdasarkan analisa data pada Form AKSI sebesar Rp ,00 ditambah dengan (B. Pengganti Operasional dr Outlet) bersaldo negatif sebesar Rp ,00 sehingga pendapatan unit pembelian Pemohon Banding menjadi sebesar Rp ,00 dari yang dilaporkan Pemohon Banding sebesar Rp0,00 pada akun General Ledger SBTRANS.DBF; bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding karena alasan sebagai berikut: a. bahwa koreksi Pendapatan Promosi sebesar Rp ,00 bahwa koreksi ini adalah partisipasi supplier dalam turut serta pengadaan hadiah yang diberikan kepada konsumen apabila mengumpulkan stiker dalam jumlah tertentu, Pemohon Banding sudah mengakui ini dalam akun Biaya Promosi, pencatatan yang Pemohon Banding lakukan pada saat menerima partisipasi dari supplier adalah dengan mengurangi Biaya Promosi (sama saja dengan mengakui Pendapatan); b. bahwa koreksi Pendapatan Komisi Departemen Store sebesar Rp ,00 bahwa Terbanding salah merekap angka pendapatan komisi, angka yang direkap oleh Terbanding, belum dikurangi dengan diskon yang Pemohon Banding berikan ke pelanggan; c. bahwa koreksi Pendapatan Lain-Lain sebesar Rp ,00 bahwa nilai tersebut merupakan biaya penggantian atas biaya cetak nota, penggantian atas biaya ekspedisi, penggantian atas biaya transfer, dimana Pemohon Banding menanggung terlebih dahulu, kemudian diganti oleh supplier, menurut Pemohon Banding transaksi ini tidak ada pendapatan/margin. d. bahwa koreksi Pendapatan Kolam Renang sebesar Rp ,00 bahwa nilai tersebut merupakan pendapatan bunga bank dan pendapatan discount penjualan yang sudah Pemohon Banding laporkan
10 seluruhnya pada Laporan Keuangan Pemohon Banding; e. bahwa koreksi Pendapatan Tunjung Sari sebesar Rp ,00 bahwa nilai tersebut merupakan pendapatan bunga bank yang sudah Pemohon Banding laporkan seluruhnya pada Laporan Keuangan Pemohon Banding; f. bahwa koreksi Pendapatan Programmer sebesar Rp ,00 bahwa nilai tersebut merupakan pendapatan bunga bank dan pendapatan lain-lain yang sudah Pemohon Banding laporkan seluruhnya pada Laporan Keuangan Pemohon Banding; g. bahwa koreksi Pendapatan Percetakan dan Iklan sebesar Rp ,00 bahwa nilai tersebut merupakan penggantian biaya operasional unit percetakan dan iklan dari unit unit yang lain dan pendapatan lain-lain yang sudah Pemohon Banding laporkan seluruhnya pada Laporan Keuangan Pemohon Banding; h. bahwa koreksi Pendapatan Accounting & Rec sebesar Rp ,00 bahwa nilai tersebut merupakan penggantian biaya operasional unit accounting & recruitment dari unit-unit yang lain dan pendapatan lain-lain yang sudah Pemohon Banding laporkan seluruhnya pada Laporan Keuangan Pemohon Banding; i. bahwa koreksi Pendapatan Pusat Hidangan sebesar Rp ,00 bahwa nilai tersebut merupakan pendapatan bunga bank dan pendapatan sewa ruangan yang sudah Pemohon Banding laporkan seluruhnya pada Laporan Keuangan Pemohon Banding; j. bahwa koreksi Pendapatan Unit Pembelian sebesar Rp ,00 bahwa nilai tersebut merupakan penggantian biaya operasional unit pembelian dari unit-unit yang lain dan pendapatan lain-lain yang sudah Pemohon Banding laporkan seluruhnya pada Laporan Keuangan Pemohon Banding; bahwa Terbanding menghitung penghasilan di luar usaha sebesar Rp ,00 sedangkan Terbanding sedangkan Pemohon Banding menghitung pendapatan lain-lain sebesar Rp ,00 yang terdiri dari : Pendapatan di luar usaha: Pendapatan komisi supermarket Rp Pendapatan sewa ruangan non food & lobby Rp Pendapatan promosi Rp Pendapatan sewa lobby Rp Pendapatan sewa supermarket Rp Pendapatan sewa department store Rp Pendapatan komisi departemen store Rp Pendapatan lain-lain Rp Discount Penjualan Rp ( ) Pendapat Kolam Renang Rp Jumlah Rp bahwa Majelis berpendapat Terbanding tidak tepat dalam mengkoreksi positif penerimaan uang dari penghasilan dari luar usaha selain bunga bank sebesar Rp ,00 sebagaimana telah diungkapkan Majelis dalam sengketa Peredaran Usaha di atas sebagai berikut: a. bahwa koreksi positif pendapatan promosi sebesar Rp ,00 tidak tepat karena transaksi tersebut merupakan partisipasi supplier dalam turut serta pengadaan hadiah yang diberikan kepada konsumen apabila mengumpulkan stiker dalam jumlah tertentu yang sudah Pemohon Banding laporkan dalam akun Biaya Promosi yakni pada saat menerima uang partisipasi dari supplier dicatat dengan mengurangi Biaya Promosi sehingga pada dasarnya nilai netonya sudah sama; b. bahwa koreksi positif pendapatan komisi departemen store sebesar Rp ,00 tidak tepat karena dalam perhitungannya belum dikurangi dengan diskon yang Pemohon Banding berikan ke pelanggan; c. bahwa koreksi positif pendapatan lain-lain sebesar Rp ,00 tidak tepat karena merupakan biaya penggantian atas biaya cetak nota, penggantian atas biaya ekspedisi, penggantian atas biaya transfer, dimana Pemohon Banding menanggung terlebih dahulu, kemudian diganti oleh supplier sehingga tidak ada pendapatan/margin; d. bahwa koreksi positif pendapatan kolam renang sebesar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding sudah laporkan seluruhnya pada Peredaran Usaha dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya serta Pendapatannya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; e. bahwa koreksi positif pendapatan Tunjung Sari sebsar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding sudah laporkan seluruhnya pada Peredaran Usaha dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya serta Pendapatannya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; f. bahwa koreksi positif pendapatan programmer sebesar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding merupakan penggantian biaya operasional programmer dari unit unit yang lain dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah yang memberikan layanan kepada pihak ketiga sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; g. bahwa koreksi positif pendapatan percetakan dan iklan sebesar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding merupakan penggantian biaya operasional unit percetakan dan iklan dari unitunit yang lain dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah yang memberikan layanan kepada pihak ketiga sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian
11 dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; h. bahwa koreksi positif pendapatan accounting & rec sebesar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding merupakan penggantian biaya operasional unit accounting & recruitment dari unit unit yang lain dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah yang memberikan layanan kepada pihak ketiga sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; i. bahwa koreksi pendapatan pusat hidangan sebesar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding sudah laporkan seluruhnya pada Peredaran Usaha dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya serta Pendapatannya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; j. bahwa koreksi pendapatan unit pembelian sebesar Rp ,00 tidak tepat karena Pemohon Banding merupakan penggantian biaya operasional unit pembelian dari unit unit yang lain dan bukan merupakan unit usaha yang tidak terpisah yang memberikan layanan kepada pihak ketiga sehingga seluruh Asset, Hutang dan Biayanya tidak dilaporkan secara terpisah penyajian dalam Neraca dan Laba Rugi yang kemudian dijadikan dasar koreksi Terbanding hanya untuk laporan segmentasi saja untuk mengetahui kontribusi masing-masing segmen; bahwa berdasarkan pendapat Majelis tersebut di atas dengan demikian Majelis berkesimpulan untuk mengabulkan seluruh banding Pemohon Banding dan membatalkan koreksi Terbanding atas Penghasilan di luar usaha sebesar Rp ,00; Menimbang Menimbang Menimbang Menimbang Menimbang : bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai kompensasi kerugian; : bahwa dalam sengketa Banding ini tidak terdapat sengketa mengenai tarif pajak; : bahwa dalam sengketa Banding ini tidak terdapat sengketa mengenai kredit pajak; : bahwa dalam sengketa Banding ini tidak terdapat sengketa mengenai sanksi administrasi, kecuali bahwa besarnya sanksi administrasi tergantung pada penyelesaian sengketa lainnya; : bahwa atas hasil pemeriksaan dalam persidangan, Majelis berketetapan untuk menggunakan kuasa Pasal 80 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak untuk mengabulkan sebagian banding Pemohon Banding, sehingga perhitungan Pajak Penghasilan Badan Pemohon Banding untuk Tahun Pajak 2008 adalah sebagai berikut : No Uraian Pemohon Banding Terbanding Majelis Koreksi (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 1 Peredaran usaha Harga Pokok Penjualan Laba Bruto Biaya Usaha Penghasilan Netto Dalam Negeri ( ) Penghasilan Netto Dalam Negeri lainnya: Penyesuaian fiskal - a penyesuaian fiskal positif b penyesuaian fiskal negatif c jumlah ( ) ( ) ( ) - 8 Penghasilan neto luar negeri - 9 Jumlah Penghasilan Netto Kompensasi kerugian 11 Penghasilan Kena Pajak PPh Terutang Kredit Pajak - 14 a PPh Pasal b PPh Pasal c Jumlah kredit pajak Pajak Penghasilan yang kurang bayar Sanksi Administrasi - - Bunga Pasal 13 (2) KUP Jumlah PPh yang masih harus dibayar Memperhatikan : Surat Banding, Surat Uraian Banding, hasil pemeriksaan dan pembuktian dalam persidangan serta kesimpulan Majelis tersebut di atas;
12 Mengingat : Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, dan peraturan perundang-undangan lainnya serta peraturan hukum yang berlaku dan yang berkaitan dengan sengketa ini; Memutuskan : Mengabulkan sebagian banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Terbanding Nomor: KEP-569/WPJ.17/2014 tanggal 28 April 2014, tentang keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2008 Nomor: 00009/206/08/904/13 tanggal 25 Februari 2013, atas nama : xxx, sehingga Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2008 dihitung kembali sebagai berikut : Keterangan (Rp) Penghasilan netto ,00 Kompensasi kerugian 0,00 Penghasilan Kena Pajak ,00 PPh Terutang ,00 Kredit pajak ,00 PPh kurang (lebih ) bayar ,00 Sanksi Administrasi ,00 Jumlah PPh YMH Dibayar ,00 Demikian diputus di Jakarta pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2015 berdasarkan musyawarah Majelis XIIA Pengadilan Pajak yang ditunjuk dengan Penetapan Ketua Pengadilan Pajak Nomor : Pen.01224/PP/PM/XI/2014 tanggal 2 Desember 2014 juncto juncto Penetapan Ketua Pengadilan Pajak Nomor : Pen-32/PP/PM/VIII/PrbSM/2015 tanggal 11 Agustus 2015 dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2016 dengan susunan Majelis dan Panitera Pengganti sebagai berikut: Drs. A. Martin Wahidin Johantiono, SH. Drs. Djoko Joewono Hariadi, MSi Arif Wijono sebagai Hakim Ketua, sebagai Hakim Anggota, sebagai Hakim Anggota, sebagai Panitera Pengganti, dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota, Panitera Pengganti, tidak dihadiri oleh Terbanding dan dihadiri oleh Pemohon Banding ;
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2013/PP/M.IIIA Tahun 2018
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT108077.16/2013/PP/M.IIIA Tahun 2018 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2013 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah koreksi atas
Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah koreksi Positif atas Peredaran Usaha Tahun Pajak 2008 sebesar Rp
Putusan Pengadilan Pajak : Put.40641/PP/M.II/15/2012 Nomor Jenis Pajak : PPh Badan Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah koreksi Positif atas Peredaran Usaha Tahun
SEKRETARIAT PENGADILAN PAJAK. Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.80439/PP/M.XIIA/12/2017. Jenis Pajak : PPh Pasal 23. Tahun Pajak : 2009
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.80439/PP/M.XIIA/12/2017 Jenis Pajak : PPh Pasal 23 Tahun Pajak : 2009 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah koreksi Terbanding
SEKRETARIAT PENGADILAN PAJAK. Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.80435/PP/M.XIIA/12/2017. Tahun Pajak : 2009
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.80435/PP/M.XIIA/12/2017 Jenis Pajak Tahun Pajak : 2009 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon Menurut Majelis : PPh Pasal23 : bahwa nilai sengketa terbukti
SEKRETARIAT PENGADILAN PAJAK. Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.80436/PP/M.XIIA/12/2017. Jenis Pajak : PPh Pasal 23. Tahun Pajak : 2009
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.80436/PP/M.XIIA/12/2017 Jenis Pajak : PPh Pasal 23 Tahun Pajak : 2009 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah Koreksi Terbanding
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.29320/PP/M.I/15/2011. Tahun Pajak : 2006;
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.29320/PP/M.I/15/2011 Jenis Pajak : PPh Badan; Tahun Pajak : 2006; Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi sengketa dalam banding ini adalah Koreksi Terbanding atas penghasilan
1. Koreksi atas Piutang tak tertagih sebesar Rp ,00,
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.51701/PP/M.IIA/15/2014 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT /2012/PP/M.IIIA Tahun 2018
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT-108209.16/2012/PP/M.IIIA Tahun 2018 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah koreksi atas
Nomor Putusan Pengadilan Pajak : PUT.59219/PP/M.XIIA/16/2015. Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2006
Nomor Putusan Pengadilan Pajak : PUT.59219/PP/M.XIIA/16/2015 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2006 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap Koreksi positif atas
BAB IV PEMBAHASAN. Penjelasan mengenai akun akun dalam laporan keuangan PT Mitra Wisata Permata
BAB IV PEMBAHASAN Penjelasan mengenai akun akun dalam laporan keuangan PT Mitra Wisata Permata dan beberapa kebijakan akuntansi dan fiskal dalam menjalankan kegiatan bisnisnya yang perlu diketahui agar
Nomor Putusan Pengadilan Pajak. Put.55378/PP/M.VIA/15/2014. Jenis Pajak : PPh Badan. Tahun Pajak : 2009
Nomor Putusan Pengadilan Pajak Put.55378/PP/M.VIA/15/2014 Jenis Pajak : PPh Badan Tahun Pajak : 2009 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap Koreksi Penghasilan
Nomor Putusan Pengadilan Pajak : PUT /PP/M.XIII/16/2013. Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2008
Nomor Putusan Pengadilan Pajak : PUT- 49617/PP/M.XIII/16/213 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 28 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap koreksi Pajak Masukan
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.36985/PP/M.XIII/15/2012. : Pajak Penghasilan Badan. Tahun Pajak : 2007
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.36985/PP/M.XIII/15/2012 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : Koreksi positif atas Biaya Usaha Lainnya berupa Biaya yang dikoreksi
EVALUASI ATAS PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT SNI. Dalam rangka pemanfaatan Undang undang Perpajakan secara optimal untuk
BAB IV EVALUASI ATAS PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT SNI Dalam rangka pemanfaatan Undang undang Perpajakan secara optimal untuk meningkatkan efisiensi perusahaan pada PT SNI, penulis akan menguraikan
Putusan Pengadilan Pajak : PUT.36991/PP/M.X/15/2012. Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan. Tahun Pajak : 2007
Putusan Pengadilan Pajak : PUT.36991/PP/M.X/15/2012 Nomor Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah koreksi Penghasilan Neto Tahun
Menimbang, bahwa hasil pembahasan tiap pokok sengketa adalah sebagai berikut: Penjualan ke PT FKS Multi Agro Tbk. sebesar Rp
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.57329/PP/M.XVIIIB/15/2014 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding sebesar
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.44530/PP/M.XV/15/2013
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.44530/PP/M.XV/15/2013 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
Bulan Penerimaan Arus Uang/Piutang Pelunasan
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.52962/PP/M.XVIB/16/2014 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah Koreksi Penyesuaian Fiskal Negatif berupa Biaya Emisi sebesar Rp
Putusan Nomor : 80394/PP/M.IIA/15/2017 Jenis Pajak : Bea Masuk Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah Koreksi Penyesuaian Fiskal Negatif berupa Biaya Emisi sebesar
A. Dasar Hukum. Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.65755/PP/M.VIIIA/12/2015. Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 23. Tahun Pajak : 2008
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.65755/PP/M.VIIIA/12/2015 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 23 Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.40623/PP/M.XVI/15/2012
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.40623/PP/M.XVI/15/2012 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa dalam pemeriksaan yang menjadi pokok sengketa dalam sengketa
2. - Koreksi negatif atas biaya JHT (Rp ,00)
Putusan Nomor : Put.73686/PP/M.XVIIIA/10/2016 Jenis Pajak : PPh Pasal 21 Tahun Pajak : 2011 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam sengketa banding ini adalah koreksi positif Terbanding
Nomor Putusan Pengadilan Pajak. Put-4/PP/M.XIIA/99/2014. Jenis Pajak : Gugatan. Tahun Pajak : 2011
Nomor Putusan Pengadilan Pajak Put-4/PP/M.XIIA/99/2014 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 2011 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan gugatan terhadap permohonan Pengurangan
Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa : bahwa dalam sengketa banding ini terdapat sengketa mengenai Tarif Pajak, dengan rincian sebagai berikut:
Putusan Nomor : Put- 87938/PP/M.XVIB/25/2017 Jenis Pajak : PPh Final Pasal 4 ayat (2) Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa : bahwa dalam sengketa banding ini terdapat sengketa mengenai Tarif Pajak, dengan
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Beban dan Pendapatan Perusahaan Langkah pertama yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan koreksi fiskal atas laporan laba rugi perusahaan sesuai dengan undang-undang
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
76 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pajak Penghasilan Pasal 21 Sesuai dengan Undang-undang Perpajakan yang berlaku, PT APP sebagai pemberi kerja wajib melakukan pemotongan, penyetoran, dan pelaporan
bahwa equalisasi jumlah Penyerahan menurut SPT Masa PPN dengan Peredaran Usaha dalam
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.57020/PP/M.XVA/16/2014 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
: bahwa Terbanding mengusulkan untuk menolak permohonan banding Pemohon Banding Terbanding
Direktori : PUT.46543/PP/M.XII/12/2013 Putusan Maia Putusan Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 23 Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah
Nomor Putusan Pengadilan Pajak. : Put-50255/PP/M.XVI/16/2014. Jenis Pajak : PPN. Tahun Pajak : 2009
Nomor Putusan Pengadilan Pajak : Put-50255/PP/MXVI/16/2014 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2009 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap Dasar Pengenaan Pajak
BAB IV EVALUASI PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT NANO INFORMATION TECHNOLOGY
BAB IV EVALUASI PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT NANO INFORMATION TECHNOLOGY Pada bab ini penulis akan mengevaluasi atas keadaan perpajakan seperti yang telah diuraikan dalam Bab 3. Evaluasi
Koreksi Harga Pokok Penjualan yang terdiri dari :
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT-36431/PP/M.II/15/2012 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2006 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah, koreksi
BAB IV PEMBAHASAN. Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi pada PT QN
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi pada PT QN Pada prinsipnya terdapat perbedaan perhitungan penghasilan dan beban menurut Standar Akuntansi Keuangan dengan ketentuan peraturan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. berhubungan dengan penghasilan juga berhubungan dengan Pajak
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Akuntansi PPN PT. Biro ASRI PT. Biro ASRI dalam menjalankan operasi perusahaan selain berhubungan dengan penghasilan juga berhubungan dengan Pajak Pertambahan
BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS
BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS Pada laporan rugi laba yang telah dibuat oleh PT TGS yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 menunjukkan adanya unsur penjualan yang telah berhasil
bahwa beberapa ketentuan yang terkait dengan jasa perbankan antara lain adalah :
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-63263/PP/M.XIIIB/16/2015 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2011 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah koreksi
Nomor Putusan Pengadilan Pajak. : Put.50166/PP/M.XII/15/2014. Jenis Pajak : PPh Badan. Tahun Pajak : 2007
Nomor Putusan Pengadilan Pajak : Put.50166/PP/M.XII/15/2014 Jenis Pajak : PPh Badan Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap koreksi Harga
BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Kewajiban Perpajakan PT.Klinik Sejahtera PT.Klinik Sejahtera adalah salah satu klien dari KKP Adiyanto Consultant
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Kewajiban Perpajakan PT.Klinik Sejahtera PT.Klinik Sejahtera adalah salah satu klien dari KKP Adiyanto Consultant Management dimana wajib pajak badan ini bergerak di bidang kesehatan
1. Koreksi atas Jasa Audit sebesar Rp ,00 2. Koreksi atas Rebate Target Sales sebesar Rp ,00 Rp
Putusan : Put-44878/PP/M.V/12/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : PPh Pasal 23 Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap Koreksi Dasar
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Penerapan Perencanaan Pajak Penghasilan Pada PT Multi Indocitra Tbk
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Perencanaan Pajak Penghasilan Pada PT Multi Indocitra Tbk Penerapan perencanaan pajak yang dilakukan oleh PT Multi Indocitra Tbk, tidak dapat dipisahkan
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.43733/PP/M.XIII/99/2013. Tahun Pajak : 2010
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.43733/PP/M.XIII/99/2013 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap gugatan terhadap
Atas koreksi Peredaran Usaha sebesar Rp
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT- 61464/PP/M.VIB/15/2015 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2004 Pokok Sengketa Menurut Terbanding : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Perencanaan Pajak Penghasilan Dalam Rangka Meminimalkan Beban
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perencanaan Pajak Penghasilan Dalam Rangka Meminimalkan Beban Pajak pada PT. Malta Printindo. Perencanaan pajak yang dilakukan oleh perusahaan tidak dapat dipisahkan
Nomor Putusan Pengadilan Pajak. : Put.50171/PP/M.XII/15/2014. Jenis Pajak : PPh Badan. Tahun Pajak : 2007
Nomor Putusan Pengadilan Pajak : Put.50171/PP/M.XII/15/2014 Jenis Pajak : PPh Badan Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap koreksi sebesar
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT45363/PP/M.II/27/2013. : Pajak Penghasilan Pasal 15 Final. Tahun Pajak : 2010
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT45363/PP/M.II/27/2013 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 15 Final Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
: PUT.62748/PP/M.XIIA/99/2015
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.62748/PP/M.XIIA/99/2015 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 2000 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa gugatan ini adalah penolakan atas Permohonan Pengurangan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Perencanaan Pajak Sebagai Upaya Meminimalkan Beban Pajak Pada PT Abadi Karya Mulia Penerapan pajak yang dilakukan oleh PT Abadi Karya Mulia tidak dapat
Tabel Nilai Sengketa atas Objek Pajak sampai dengan Surat Banding N o. 1. Koreksi Positif Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut Rp
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-50514/PP/M.XIA/16/2014 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
: bahwa pokok sengketa adalah Koreksi Positif atas Dasar Pengenaan Pajak sebesar Rp ;
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-6579/PP/M.XIA/1/215 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak : 29 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon Menurut Majelis : bahwa pokok sengketa
Putusan Nomor : Put-68238/PP/M.IVB/10/2016. Jenis Pajak : PPh Pasal 21. Tahun Pajak : 2011
Putusan Nomor : Put-68238/PP/M.IVB/1/216 Jenis Pajak : PPh Pasal 21 Tahun Pajak : 211 Pokok Sengketa Pemohon Banding Majelis : bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam sengketa banding ini adalah Koreksi
BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Pendapatan dan Beban pada Laporan Laba Rugi PT MMS
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Pendapatan dan Beban pada Laporan Laba Rugi PT MMS Perbedaan antara perlakuan akuntansi dan pajak dalam pengakuan pendapatan dan beban akan mengakibatkan perbedaan laba
Putusan : PUT-44259/PP/M.VI/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Penyerahan BKP dan/atau JKP
Putusan : PUT-44259/PP/M.VI/16/2013 Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Penyerahan BKP dan/atau JKP Tahun Pajak : 2009 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa
BAB IV PEMBAHASAN. Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang bertujuan untuk menyajikan
BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Perhitungan Laba Rugi Secara Komersial Laporan keuangan komersial adalah laporan keuangan yang disusun berdasarkan Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang bertujuan untuk
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pencatatan atas Biaya Bunga yang dilaporkan dalam laporan Keuangan Berikut ini adalah komponen-komponen laba rugi yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
37 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Implementasi Tax Planning Pada PT. XYZ Penerapan pajak yang dilakukan oleh PT. XYZ tidak dapat dipisahkan dengan upayaupaya yang dilakukan pihak manajemen untuk
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-36150/PP/M.VIII/10/2012
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-36150/PP/M.VIII/10/2012 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Pajak : 2006 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi sengketa dalam gugatan ini adalah, Koreksi Dasar
Putusan Nomor : Put-64936/PP/M.VIIIB/15/2015. Jenis Pajak : PPh Badan. Tahun Pajak : 2010
Putusan Nomor : Put-64936/PP/M.VIIIB/15/2015 Jenis Pajak : PPh Badan Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam sengketa banding adalah Koreksi Jumlah Penghasilan Neto
Peredaran Usaha Arus Piutang cfm Pemeriksa Rp DPP PPN yang belum dilaporkan WP dalam SPM PPN nya tahun 2012 Rp
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-87217/PP/M.IA/16/2017 Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa Menurut Terbanding : bahwa Nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah Koreksi
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.43771/PP/M.VI/16/2013
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.43771/PP/M.VI/16/2013 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
BAB IV PEMBAHASAN. Dalam rangka pemanfaatan Undang-Undang Perpajakan secara optimal untuk
BAB IV PEMBAHASAN Dalam rangka pemanfaatan Undang-Undang Perpajakan secara optimal untuk meningkatkan efisien PT.KBI, penulis akan menguraikan perencanaan pajak yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan
BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Surat Permohonan Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang
BAB IV EVALUASI DAN PEMBAHASAN IV.1 Analisis Surat Permohonan Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPh Badan Perbedaan dalam pengakuan pendapatan dan beban antara perlakuan akuntansi
bahwa Terbanding melakukan koreksi terhadap Peredaran Usaha berdasarkan Analisis Arus Kas/Bank;
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-61809/PP/M.XIIIB/16/2015 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon Menurut Majelis : bahwa yang menjadi
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Perencanaan Pajak Dalam Upaya Meminimalkan Beban Pajak Pada PT Prima Multi Mineral 1. Rekonsiliasi Laporan keuangan dan Laporan fiskal Pendapatan merupakan
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA dengan akta notaris Adri Dwi Purnomo, SH. Nomor 24/2006. Yang
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data 4.1.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan PT. Ragam Anugerah Mandiri didirikan pada tanggal 20 April 2006 dengan akta notaris Adri Dwi Purnomo, SH. Nomor
: PUT.38579/PP/M.XIII/16/2012. Nomor Putusan Pengadilan Pajak Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai. Tahun Pajak : 2007
Nomor Putusan Pengadilan Pajak Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2007 : PUT.38579/PP/M.XIII/16/2012 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam banding ini adalah koreksi
PPN (Rupiah) CV Lubrima Pratama Agust
: Put. 43692/PP/M.XV/16/2013 Mahkamaa Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : PPN Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap koreksi Pajak Masukan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
62 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Koreksi Fiskal atas Laporan Laba Rugi Komersial dalam Penentuan Penghasilan Kena Pajak Laporan keuangan yang dibuat oleh PT. Madani Securities bertujuan
CONTOH SOAL DAN JAWABAN REKONSILIASI FISKAL
CONTOH SOAL DAN JAWABAN REKONSILIASI FISKAL KASUS 1 PT. RAFI bergerak dalam bisnis perdagangan Kain Batik yang merupakan Wajib Pajak Badan yang berdomisili di Pekalongan. Data laporan keuangan tahun 29
Neraca 1. Perhitungan Hasil Usaha 2. Laporan Perubahan Ekuitas 3. Laporan Arus Kas 4. Catatan Atas Laporan Keuangan 5
DAFTAR ISI Halaman LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN Neraca 1 Perhitungan Hasil Usaha 2 Laporan Perubahan Ekuitas 3 Laporan Arus Kas 4 Catatan Atas Laporan Keuangan 5 N E R A C A 31 Desember
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-52240/PP/M.XIB/15/2014. Koreksi Peredaran Usaha sebesar Rp ,00
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-52240/PP/M.XIB/15/2014 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-44533/PP/M.VI/16/2013
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-44533/PP/M.VI/16/2013 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data 4.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Metrokom Jaya berdiri pada tahun 2007, telah menjadi pemimpin dalam bidang penjualan komputer bekas. Memulai bisnis di
: bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah Koreksi Dasar Pengenaan Pajak
Putusan Nomor : Put.69128/PP/M.IA/16/2016 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Tahun Pajak : 2012 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon : bahwa nilai sengketa terbukti dalam
: bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan gugatan terhadap Surat
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.611/PP/M.XB/99/215 Jenis Pajak : Gugatan Tahun Pajak : 212 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan gugatan terhadap Surat Keputusan Tergugat
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.42761/PP/M.XVI/15/2013. : Pajak Penghasilan Badan. Tahun Pajak : 2007
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.42761/PP/M.XVI/15/2013 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah, pos Penghasilan Luar Usaha
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. dan dry clean. CV. Xpress Clean Bersaudara berdiri pada tahun 1995 dengan akta
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1. Penyajian Data 4.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan CV. Xpress Clean Bersaudara adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pada umumnya. Jasa yang diberikan
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN SURAT EDARAN DREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE-02/PJ/2015 TENTANG PENEGASAN ATAS PELAKSANAAN PASAL 31E AYAT (1) UNDANG- UNDANG NOMOR
Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap :
: Put-44250/PP/M.VIII/16/2013 Maia Pengadilan Pajak Nomor Jenis Pajak : PPN JLN Tahun Pajak : 2008 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap : Menurut Terbanding
BAB IV EVALUASI DAMPAK PERENCANAAN PAJAK TERHADAP OPTIMALISASI BEBAN PAJAK PT ARTHA DAYA COALINDO.
BAB IV EVALUASI DAMPAK PERENCANAAN PAJAK TERHADAP OPTIMALISASI BEBAN PAJAK PT ARTHA DAYA COALINDO. IV.1. Evaluasi Pelaksanaan dan Perencanaan Pajak PT Artha Daya Coalindo Perbedaan antara perlakuan akuntansi
BAB. 1V MANAJEMEN PAJAK SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN PADA PERUSAHAAN PI
BAB. 1V MANAJEMEN PAJAK SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMINIMALKAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN PADA PERUSAHAAN PI Pajak merupakan salah satu beban yang sangat material. Oleh karena itu, manajemen pajak harus dilakukan
1. Koreksi positif dividen sebesar Rp , Koreksi positif sewa mesin sebesar Rp ,00;
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : 51610/PP/M.XVIIIB/12/2014 Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 23 Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap
1. Koreksi Penjualan AYDA sebesar Rp ,00
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-63262/PP/M.XIIIB/16/2015 Jenis Pajak : Pajak Pertambahan Nilai Tahun Pajak : 2011 Pokok Sengketa : bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa banding ini adalah koreksi
BAB IV PEMBAHASAN. maksud agar perkembangan usaha pada akhir periode tertentu dapat diketahui.
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Penyajian Data Agar penyajian data dapat diketahui setiap kurun waktu (periode akuntansi) tertentu perusahaan perlu menyusun laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan adlah tahap
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Evaluasi atas Perencanaan Pajak Penghasilan Pada PT.Cipta Dermato.
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Evaluasi atas Perencanaan Pajak Penghasilan Pada PT.Cipta Dermato. Selain dalam pelaksanaan pembukuan yang sudah menggunakan komputer, dalam pembayaran atas pajak-pajak
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.51102/PP/M.IVB/16/2014
Direktori Putusan Mahkamaa Putusan Pengadilan Pajak Nomor : PUT.51102/PP/M.IVB/16/2014 Jenis Pajak Tahun Pajak : 2010 Pokok Sengketa Menurut Terbanding Menurut Pemohon : Pajak Pertambahan Nilai : bahwa
BAB IV PEMBAHASAN. IV.I Analisis Rekonsiliasi Laporan Laba Rugi Pada PT.NRI
BAB IV PEMBAHASAN IV.I Analisis Rekonsiliasi Laporan Laba Rugi Pada PT.NRI Di dalam prakteknya, ada perbedaan perhitungan laba menurut standar akuntansi keuangan menurut ketentuan peraturan perpajakan.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
72 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kesiapan Wajib Pajak saat dilakukan Pemeriksaan Pajak 1. Kelengkapan dokumen umum, dokumen perpajakan dan dokumen pembukuan. Kelengkapan dokumen umum, dokumen
Modul ke: PERPAJAKAN II BUNGA PINJAMAN. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Deden Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Program Studi Akuntansi.
Modul ke: PERPAJAKAN II BUNGA PINJAMAN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Deden Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Program Studi Akuntansi www.mercubuana.ac.id PENDAHULUAN Setiap entitas selalu berusaha agar entitas dapat
BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT. DS. Pada prinsipnya terdapat perbedaan pengakuan penghasilan dan beban antara
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisis Biaya Pada Laporan Laba Rugi PT. DS Pada prinsipnya terdapat perbedaan pengakuan penghasilan dan beban antara laporan keuangan komersial dengan peraturan perpajakan. Hal
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada Tahun 2002, perusahaan mempunyai 618 karyawan tetap dan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Hasil Perencanaan Pajak Tahun 2002 Pada Tahun 2002, perusahaan mempunyai 618 karyawan tetap dan penerima honorarium 4.277 orang. Biaya yang dikeluarkan
Putusan Pengadilan Pajak : Put-41148/PP/M.XIII/15/2012. Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan. Tahun Pajak : 2007
Putusan Pengadilan Pajak : Put-41148/PP/M.XIII/15/2012 Nomor Jenis Pajak : Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak : 2007 Pokok Sengketa : bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah koreksi atas Koreksi Penghasilan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat PT. Kencana Megah Logistik PT. Kencana Megah Logistik didirikan oleh Ibu Anggrek Meice pada tahun 2005 dan mulai menjalankan bisnis
BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Evaluasi Pada Laporan Laba Rugi PT Rysban Jaya Agung
BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Evaluasi Pada Laporan Laba Rugi PT Rysban Jaya Agung Dalam menghitung laporan laba rugi perusahaan, terdapat perbedaan antara laporan laba rugi berdasarkan peraturan yang sesuai
