SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK
|
|
|
- Budi Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 RENCANA STRATEGIS SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK TAHUN SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK Jl. Otto Iskandardinata No. 64C, Jakarta Telp. (021) , , Fax Web:
2 Kata Pengantar Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan tinggi di bidang statistic. Dalam melaksanakan tugas dimaksud tetap mengarah pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Untuk dapat melaksanakan tugas, maka STIS perlu menentukan arah kebijakan yang strategis melalui penetapan program dan kegiatan yang teukur. Buku ini merupakan Rencana Strategis (Renstra) STIS Tahun untuk perencanaan penyelenggaraan pendidikan di bidang statistik lima tahun ke depan. Buku ini menjadi pedoman dan pegangan bagi seluruh sivitas akademika di STIS, sehingga dapat dijadikan landasan untuk mewujudkan visi dan misi STIS yang efisien dan efektif. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih kepada Senat STIS, tim penyusun, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan Renstra STIS Tahun Semoga Buku perencanaan ini bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dalam pendidikan di bidang statistik. Pada akhirnya Buku ini akan bermanfaat bagi upaya peningkatan mutu program studi di bidang statistik, khususnya bagi STIS-BPS. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa meridhoi segala yang kita kerjakan, Aamiin. Rencana Strategis STIS-BPS i
3 ii Rencana Strategis STIS-BPS
4 DAFTAR ISI halaman Kata Pengantar i Daftar Isi iii Bab I. Pendahuluan Latar Belakang Kondisi Umum Potensi dan Permasalahan 6 Bab II. Visi, Misi, dan Tujuan STIS Visi STIS Misi STIS Tujuan STIS Sasaran Strategis STIS 16 Bab III. Arah Kebijakan, Strategi, Kerangka Regulasi, dan Kerangka Kelembagaan Arah kebijakan dan Strategi Nasional Arah Kebijakan dan Strategi STIS Kerangka Regulasi Kerangka Kelembagaan 36 Bab IV. Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan Target Kinerja Kerangka Pendanaan 43 Bab V. Penutup 45 Lampiran 47 Tabel 1. Tujuan, Sasaran Strategis, Indikator, dan Target Kinerja STIS 47 Tabel 2. Alokasi Anggaran Menurut Program 48 Rencana Strategis STIS-BPS iii
5
6 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Badan Pusat Statistik Republik Indonesia sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) membutuhkan investasi sumber daya manusia (SDM) aparatur yang profesional dan berintegritas. Hal ini penting untuk menunjang terwujudnya visi BPS yaitu Pelopor Data Statistik Terpercaya untuk Semua. Untuk memenuhi kebutuhan SDM aparatur, BPS melakukan rekrutmen pegawai melalui dua jalur yaitu jalur umum dan jalur khusus. Jalur umum merupakan penerimaan pegawai baru Pegawai Negeri Sipil (PNS) terbuka secara langsung untuk umum. Sedangkan jalur khusus adalah calon PNS bersumber dari lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Dengan demikian, STIS memegang peranan penting dalam menghasilkan SDM aparatur yang profesional, berintegritas, dan amanah dalam bidang statistik untuk BPS. STIS, dulunya bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS) didirikan pada tahun 1958 berdasarkan Dekrit No. 37/PM/1958 yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Ir. H. Djuanda pada Tanggal 11 Agustus 1958 dengan program studi Sarjana Muda Statistika. Kemudian pada tahun 1997 dilakukan peningkatan program Diploma III menjadi Diploma IV dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Nomor 295/D/T/97 Tanggal 24 Pebruari 1997 tentang Ijin Operasional Penyelenggaraan Program Diploma IV Statistika. Selanjutnya dengan Keputusan Rencana Strategis STIS-BPS
7 Presiden No. 163 Tahun 1998, status kelembagaan AIS berubah menjadi STIS. Status STIS adalah perguruan tinggi kedinasan yang pembinaan teknisnya dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan pembinaan secara fungsional dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. Lulusan STIS mendapat gelar Sarjana Sains Terapan (S.S.T), dan sesuai peraturan yang berlaku mereka dapat langsung diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III/a dan ditempatkan di unit kerja BPS seluruh Indonesia sampai dengan tingkat Kabupaten/Kota. Luasnya medan pekerjaan statistik sampai wilayah terkecil di seluruh Indonesia, dan keinginan publik terhadap adanya data statistik yang berkualitas dan terpercaya menuntut BPS ntuk memiliki SDM aparatur atau insan statistik yang professional, berintegritas, dan amanah. STIS harus siap dan tanggap mengantisipasi tuntutan tersebut melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi statistik terapan secara profesional. Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, maka STIS perlu menyusun Renstra sebagai rencana kerja agar pelaksanaan program dan kegiatan menjadi lebih terarah, efisien, dan efektif selama 5 tahun ke depan, dari Tahun Renstra STIS Tahun mengacu pada Renstra BPS Tahun yang disusun berlandaskan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun Sesuai Peraturan Presiden No. 5 tahun 2010, Renstra BPS Tahun merupakan dokumen perencanaan pembangunan nasional di bidang statistik untuk kurun waktu Renstra BPS juga sebagai dasar bagi BPS 2 Rencana Strategis STIS-BPS
8 dalam melaksanakan kewajiban sebagai penyedia data dan informasi statistik. Untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam Renstra perlu dijabarkan secara lebih rinci ke dalam dokumen Renstra STIS- BPS Tahun Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, maka ketersediaan sumber daya manusia (pegawai) BPS yang profesional, integritas, dan amanah merupakan tuntutan BPS kepada STIS untuk dapat menyelenggarakan proses pembelajaran dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkualitas dan unggul. Untuk itu, STIS menetapkan visi, misi, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pokok penyelenggaraan pendidikan di bidang statistik yang tertuang dalam Renstra STIS-BPS Tahun Kondisi Umum Permasalahan besar yang dihadapi BPS dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, proses globalisasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan adalah menyediakan data statistik terpercaya bagi proses pembangunan, khususnya dapat digunakan untuk formulasi kebijakan, dan program serta evaluasi pembangunan berbasis empiris (empirical-based policy formulation and evaluation). Sehingga BPS memerlukan ahli statistika terapan yang profesional, berintegritas, dan amanah. Salah satu harapannya adalah melalui STIS sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan di bawah naungan BPS. Sejak berdirinya Tahun 1998 sampai sekarang, status STIS dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pengajaran, Rencana Strategis STIS-BPS
9 penelitian, dan pengabdian masyarakat) masih menemui hambatan dalam banyak hal, terutama dalam hal tenaga pengajar, dan pembiayaan penelitian. STIS masih kekurangan dosen, sehingga dosen masih disibukkan dengan pemenuhan kebutuhan kelas mengajar. Sangat urgen terhadap tuntutan kualifikasi dosen dengan kemampuan berstandar internasional. Hal ini penting, karena ke depan STIS diminta untuk membuka kelas internasional. Banyak organisasi internasional, seperti OIC (the organisation of islamic cooperation) berkeinginan mengirimkan calon mahasiswa dari negara-negara tertentu (Benua Afrika ) untuk dapat kuliah di STIS, dan demikian hal yang sama dari ASEAN yang juga berminat mengirimkan calon mahasiswa dari negara lingkup ASEAN. Hambatan kekurangan dosen mengganggu aktivitas penelitian, dan pengabdian masyarakat oleh dosen, karena kurangnya waktu mereka untuk itu. Selama ini kekurangan dosen STIS ditutupi dengan menggunakan tenaga pengajar kompeten yang berasal dari pegawai/pejabat struktural yang ada di lingkungan Direktorat yang ada di BPS, dan pensiunan pegawai BPS yang berkualitas. Peningkatan kualitas dosen juga menjadi perhatian utama, karena menyangkut kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran di STIS. Kesempatan untuk seminar, workshop, konferensi, dan studi banding ke dalam maupun luar negeri masih sangat kurang. Kesempatan untuk pengembangan diri dosen dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan statistik di BPS juga perlu menjadi perhatian utama. 4 Rencana Strategis STIS-BPS
10 Hambatan lainnya adalah masalah pembiayaan seperti: (1). Kurangnya anggaran pendidikan untuk pencapaian terhadap tuntutan STIS Go International, dan atau harapan STIS menjadi Centre of Excellence in Statistics ; (2). Berubahnya status STIS sejak tahun 2014 menjadi satuan kerja (Satker) sebagai Fungsi Pendidikan. Hal ini berimplikasi pada kebutuhan pengelolaan anggaran sekitar 20 persen dari APBN BPS. Penjelasan butir (2) di atas berdasarkan UUD Negara RI Tahun 1945 dan UU N0. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang telah mengamanatkan ketentuan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN dan APBD. Pasal 31 Ayat (4) UUD Negara RI Tahun 1945 berbunyi: Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga menyebut ketentuan tentang anggaran 20 persen melalui Pasal 49 Ayat (1) yang berbunyi: Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan kata lain, banyak pembenahan dan pengembangan yang harus dilakukan STIS dalam rangka mewujudkan visi dan misi STIS dan BPS, serta perlunya penyusunan Rencana Strategis (Renstra) STIS Tahun Rencana Strategis STIS-BPS
11 1.3. Potensi dan Permasalahan Dalam hal pemenuhan SDM aparatur yang profesional, integritas, dan amanah, BPS memberikan kewenangan kepada STIS untuk mengelola Perguruan Tinggi secara profesional sehingga dapat menghasilkan ahli statistika. Ke depan, potensi STIS terus dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan ahli statistik di BPS. STIS yang dikenal saat ini mempunyai riwayat yang cukup menarik mulai dari pembentukan Akademi Ilmu Statistik (AIS) sampai menjadi STIS. Pada Tanggal 11 Agustus Tujuan utama pendidikan AIS adalah mendidik tenaga pelaksana kegiatan statistik pada tingkat ahli madya statistik atau Diploma III statistik, yang mampu mengembangkan perstatistikan nasional. Pada awalnya AIS mendapat bantuan dana dan tenaga ahli dari Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB). Bantuan disalurkan melalui Statistical Research and Development Centre yaitu lembaga yang didirikan oleh pemerintah Indonesia c.q. BPS bekerjasama dengan Badan PBB, United Nations Development Program (UNDP). Pada tahun 1964, BPS selanjutnya membuka Perguruan Tinggi Ilmu Statistik (PTIS) dengan mahasiswa yang terdiri dari lulusan AIS dan dosen berasal dari PBB serta alumni AIS. Tujuannya adalah meningkatkan tingkat pendidikan lulusan AIS. Pada tahun 1965 bantuan ini terhenti karena Indonesia keluar dari PBB, dan sejak saat itu PTIS ditutup. Walau pun PTIS sudah tidak beroperasi, AIS tetap melaksanakan proses pendidikan. Pada tahun dilakukan usaha meningkatkan pendidikan Ahli Madya Statistik setingkat D-III menjadi pendidikan 6 Rencana Strategis STIS-BPS
12 ahli statistik setingkat D-IV dalam rangka merespon era Digital Economy. Dengan persetujuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melalui Surat Keputusan No. 295/D/T/97 tanggal 24 Pebruari 1997, BPS diijinkan menyelenggarakan Program Diploma IV Statistika. Kemudian dengan diterbitkannya Keppres No. 163 Tahun 1998 tentang STIS di bawah naungan BPS, maka sejak saat itu berdirilah STIS. Sesuai dengan Keppres di atas, status STIS adalah perguruan tinggi kedinasan yang pembinaan teknisnya dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan pembinaan secara fungsional dilaksanakan oleh Kepala BPS. Dalam pengelolaannya STIS tetap konsisten memberikan ikatan dinas (ID) kepada mahasiswa, dan lulusannya diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di BPS seluruh Indonesia. Jurusan yang ada di STIS adalah Statistika (peminatan sosial kependudukan dan ekonomi) dan Komputasi Statistik. A. Kekuatan (strength) 1) STIS sudah terakreditasi B; 2) Dosen STIS sudah bersertifikasi dosen; 3) Sarana dan prasarana mumpuni untuk penyelenggaraan pendidikan; 4) Lokasi kampus strategis di tengah kota; 5) STIS sekolah kedinasan yang memberikan uang saku ikatan dinas tertinggi dibandingkan dengan PTK lainnya; 6) Lulusan STIS langsung diterima menajadi CPNS sesuai aturan Rencana Strategis STIS-BPS
13 yang berlaku; B. Kelemahan (weakness) B.1. Lemahnya Kinerja Institusi Pendidikan Kedinasan STIS: a) Lulusan STIS belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pegawai di BPS; b) Kemampuan STIS belum optimal dalam menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang ilmiah dalam rangka pemecahan masalah-masalah statistik yang dihadapi oleh BPS serta pemerintah pusat dan daerah dan umum; c) STIS belum optimalnya dalam menghasilkan kurikulum acuan jurusan statistik terapan, khususnya statistik sosial, statistik ekonomi, dan komputasi statistik, bagi perguruan tinggi umum lainnya; d) STIS belum memenuhi kebutuhan jumlah dosen yang memadai; e) STIS masih kurang memiliki kemampuan dosen berstandar internasional. B.2. Kurang Optimalnya Kinerja Jurusan: a) Kurikulum jurusan komputasi statistik belum sepenuhnya berbasis ilmu statistik; b) Kurikulum jurusan statistik belum sepenuhnya berorientasi pada statistik terapan; c) Pengembangan kurikulum belum berdasarkan proses evaluasi atas hasil didik, atau komparasi dengan penyelenggara pendidikan tinggi statistik terapan di negara- 8 Rencana Strategis STIS-BPS
14 negara maju; d) Belum optimalnya kedua jurusan yang ada di STIS dalam memberdayakan kapasitas dosen-dosen. B.3. Kualitas Sarana dan Prasarana masih perlu pembenahan a) Masih banyak mata kuliah yang belum mempunyai modul/bahan ajar dan atau belum dimutakhirkan; b) Bahan ajar belum standar; c) Masih ada mata kuliah yang SAP-nya belum dimutakhirkan secara reguler; d) Masih banyak mata kuliah yang belum mempunyai power point seragam untuk kelompok dosen mata kuliah yang sama (paralel class); e) Jumlah bahan pustaka (buku, jurnal statistik terapan, dan publikasi-publikasi statistik sosial dan ekonomi) masih terbatas; f) Soal ujian masih banyak yang kurang memberikan penjelasan pada makna hasil hitungan; g) Rasio mahasiswa/dosen dan rasio mahasiswa/kelas masih cukup tinggi. B.4. Kualitas Dosen masih belum optimal a) Fungsional dosen masih ada yang belum bersertifikasi dosen; b) Masih ada dosen yang mengajar tidak tepat waktu; c) Masih ada dosen yang mengajar dengan metode komunikasi satu arah; Rencana Strategis STIS-BPS
15 d) Masih ada dosen yang tidak memenuhi target tatap muka; e) Masih cukup banyak terjadinya penggantian kelas; f) Masih rendahnya jumlah working paper/jurnal yang ditulis oleh dosen tetap; g) Masih rendahnya penelitian dosen tetap; h) Masih ada dosen tetap yang tidak melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat; i) Dosen tetap yang secara linier berpendidikan S2/S3 ilmu statistik dan bidang ilmu terkait secara linier masih sangat kurang; j) Fungsional dosen yang berpangkat lektor kepala masih relatif sedikit; k) Masih banyak dosen yang belum mempunyai kapasitas dalam bidang penelitian atau kurang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan keadaan dunia nyata; l) Karir dosen sebagai calon pemikir dan pemimpin di BPS belum jelas; m) Masih cukup banyak mahasiswa yang DO (drop-out). B.5. Koordinasi Kerja Internal dan Eksternal STIS a) Kegiatan wisuda belum mempunyai SOP yang baku, khususnya tema pidato ilmiah yang aktual; b) Kegiatan Dies Natalis belum mempunyai SOP: Kurang efisien dan efektif, serta terlalu sering; c) Kegiatan penelitian dan pengembangan statistik belum bersinergi dengan kegiatan pengembangan statistik di masing-masing subject matter di BPS; 10 Rencana Strategis STIS-BPS
16 d) Kebutuhan Pengembangan Organisasi yakni RAB belum optimal mendukung kegiatan dosen, khususnya dalam kegiatan penelitian, workshop/seminar, serta proses pendidikan. C. Peluang (opportunities) 1) Organisasi internasional seperti ASEAN, OIC, dan lainnya berminta mengirimkan calon mahasiswa dari negara berkembang tertentu; 2) BPS masih membutuhkan banyak tenaga trampil statistika dari STIS; 3) Banyak Pemda yang minta diadakan In House Education di daerahnya; 4) Badan Pengembangan SDM Provinsi Papua dan Papua Barat selalu mengirimkan putera daerah untuk dididik di STIS. D. Tantangan yang Dihadapi (threats) 1) STIS menjadi satker sendiri untuk menjalankan funsgi pendidikan; 2) Pencapaian STIS untuk akreditasi A atau unggul; 3) Menjadikan dosen (civitas akademika) bertaraf nasional dan internasional. Rencana Strategis STIS-BPS
17 12 Rencana Strategis STIS-BPS
18 BAB II VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS STIS 2.1. Visi STIS Visi STIS merupakan visi yang dibangun oleh SENAT STIS, seluruh civitas akademika STIS, dan beberapa masukan dari stakeholder serta kolega sesama perguruan tinggi kedinasan melalui analisis SWOT. Penyusunan Visi STIS Tahun juga mengacu pada misi 3 BPS yakni Membangun insan statistik yang profesional, berintegritas, dan amanah untuk kemajuan perstatistikan Indonesia. STIS sebagai institusi pendidikan tinggi yang profesional berupaya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang dapat menghasilkan insan statistik/statistisi yang profesional, integritas, dan amanah. Implikasi dari hal tersebut adalah STIS harus mampu memberikan sumbangsih yang nyata untuk mewujudkan pembangunan nasional di bidang statistika. Dengan mempertimbangkan berbagai hal tersebut di atas, maka Visi STIS disepakati adalah: Menjadi Institusi pendidikan tinggi yang berkualitas dan unggul di bidang statistika Kata institusi pendidikan tinggi mempunyai makna bahwa STIS sebagai salah satu penyelenggara proses pendidikan tinggi dapat menghasilkan hasil didik se-tingkat sarjana. Kata yang berkualitas dan unggul mempunyai makna bahwa STIS sebagai Rencana Strategis STIS-BPS
19 institusi pendidikan tinggi mampu menghasilkan lulusan STIS berkualitas dalam menjalankan profesi sebagai statistisi yang profesional, dan unggul dalam berpikir (aspek kognitif), dan bertindak (aspek konatif) secara konsisten (integritas), serta unggul dan berbudaya (amanah). Dengan visi tersebut, eksistensi STIS dalam menghasilkan tenaga-tenaga ahli statistik menjadi semakin penting, karena dapat mensukseskan program-program pembangunan dan pengembangan ilmu serta teknologi di bidang statistik, yang pada akhirnya dapat memajukan perstatistikan nasional (Indonesia). STIS bukan hanya bagian dari BPS semata, tapi juga bagian dari pemegang peran dalam memberikan pelayanan statistik melalui proses pendidikan, dan membantu masyarakat dalam pengabdian masyarakat serta memberikan masukan-masukan berarti dalam aspek kehidupan melalui hasil-hasil penelitian statistik yang dilakukan. Di samping itu, visi ini juga memberikan ruang yang cukup bagi seluruh civitas akademika STIS untuk selalu berupaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang maju dan modern, sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam menyediakan, memanfaatkan, dan menggunakan data dan informasi statistik Misi STIS Pernyataan misi merupakan penjabaran serta rencana pelaksanaan program dan kegiatan agar mampu mencapai visi yang sudah ditetapkan. 14 Rencana Strategis STIS-BPS
20 Berdasarkan visi STIS, maka misi STIS adalah: 1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam rangka menghasilkan ahli statistika yang profesional, berintegritas, dan amanah; 2. Melaksanakan penelitian dalam rangka penerapan dan pengembangan Ilmu dan teknologi di bidang statistika, untuk kemajuan perstatistikan Indonesia; 3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka memasyarakatkan ilmu statistik. Misi pertama merujuk pada nilai inti (core value) BPS, yaitu: profesional, integritas, dan amanah, sehingga penyelenggaraan pendidikan di STIS diarahkan untuk menghasilkan sarjana statistika terapan yang unggul, berkualitas, dan berintegritas. Misi kedua, penelitian merupakan bagian penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi bidang statistika. Dalam hal ini civitas akademika STIS dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan sehingga menghasilkan solusi berdasarkan kajian ilmiah. Solusi ini akan digunakan dalam pengambilan keputusan sehingga dapat memberikan manfaat bagi kemajuan perstatistikan Indonesia. Misi ketiga, STIS dalam melaksanakan pengabdian masyarakat berupaya menyebarluaskan arti dan kegunaan statistik Rencana Strategis STIS-BPS
21 kepada masyarakat/publik, sehingga ilmu statistik menjadi lebih bermakna dan berguna bagi masyarakat Tujuan Dalam Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 101 Tahun 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), disebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas, STIS menyelenggarakan fungsi: (i). Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan; (ii). Pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang statistik; (iii) pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat; (iv). Pelaksanaan pembinaan civitas akademika; dan (v). Pelaksanaan kegiatan layanan akademik dan kemahasiswaan, administrasi umum, serta pengelolaan terhadap sarana dan prasarana. Tujuan penyelenggaraan pendidikan tinggi di STIS meliputi : 1). Peningkatan kuantitas dan kualitas ahli statistika yang profesional, integritas, dan amanah; 2). Peningkatan kuantitas dan kualitas hasil penelitian yang bermanfaat dalam pengembangan keilmuan bidang statistika; 3). Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang arti dan kegunaan statistik. Dalam rangka mengantisipasi lingkungan strategis yang berkembang, maka penyelenggaraan pendidikan statistik oleh STIS dilakukan melalui reformasi birokrasi yakni pilar pembinaan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia serta penyelarasan 16 Rencana Strategis STIS-BPS
22 dengan misi ke 3 BPS yakni Membangun insan statistik yang profesional, berintegritas, dan amanah untuk kemajuan perstatistikan Indonesia. Tujuan dimaksud terkait dengan peningkatan kapasitas SDM BPS untuk mendukung peningkatan kualitas data dan informasi statistik. Dengan kata lain, peningkatan kualitas ahli statistika yang akan dihasilkan STIS tetap harus terus dilakukan Sasaran Strategis Secara ringkas sasaran strategis penyelenggaraan pendidikan di STIS dapat dirumuskan sebagai berikut: A. Sasaran strategis dari tujuan pertama: Peningkatan kuantitas dan kualitas ahli statistika yang profesional, integritas, dan amanah, adalah : 1. Meningkatnya status akreditasi STIS dan Program Studi yang ada di STIS; Dengan indikator sasaran : Status Akreditasi STIS dan Program Studi Sangat Baik (A). 2. Terwujudnya kelas internasional untuk program studi statistika terapan; Dengan indikator sasaran : a. Jumlah kelas internasional. b. Tersedianya kurikulum kelas internasional c. Persentase dosen yang memiliki toefl Terwujudnya program S2 statistika terapan; Rencana Strategis STIS-BPS
23 Dengan indikator sasaran : a. Tersedianya kurikulum program S2 statistika terapan. b. Dimilikinya izin operasional program S2 statistika terapan c. Jumlah kelas S2 statistik terapan 4. Meningkatnya persentase mahasiswa STIS yang lulus tepat waktu (dalam waktu 4 tahun). Dengan indikator sasaran : a) Persentase mahasiswa yang DO (drop out) setiap tahun; b) Persentase mahasiswa yang tidak naik tingkat setiap tahun; c) Persentase mahasiswa yang lulus tiap tahun; 5. Meningkatnya kualitas/kompetensi mahasiswa STIS Dengan indikator sasaran: d. Persentase mahasiswa yang memperoleh Indeks Prestasi (IP) e. Persentase mahasiswa yang mendapat penghargaan lomba bidang akademik (statistika dan komputasi statistik) dari kejuaraan berskala nasional yang diikuti. f. Persentase mahasiswa yang mendapat penghargaan lomba bidang non akademik seperti olahraga dan seni 18 Rencana Strategis STIS-BPS
24 dari kejuaraan berskala nasional yang diikuti. g. Peningkatan Jumlah buku referensi yang ada di perpustakaan STIS 6. Meningkatnya disiplin mahasiswa STIS Dengan indikator sasaran: a. Persentase mahasiswa yang terkena sanksi pelanggaran akademik (terlambat kuliah, tidak mengikuti kuliah tanpa kabar). b. Persentase mahasiswa yang terkena sanksi pelanggaran non akademik (penggunaan atribut, tidak mengikuti apel/upacara bendera, dan peraturanperaturan lainnya). 7. Meningkatnya kuantitas, kualitas, dan disiplin dosen STIS Dengan indikator sasaran: a. Rasio dosen terhadap mahasiswa; b. Persentase dosen dengan kompetensi akademik bidang statistika dan komputasi statistik c. Persentase dosen yang memiliki sertifikasi pendidik; d. Jumlah dosen dan calon dosen yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi; e. Persentase dosen yang memiliki pangkat akademik Lektor Rencana Strategis STIS-BPS
25 dan Lektor Kepala; f. Persentase dosen yang mengajar tepat waktu; g. Persentase dosen yang menyerahkan nilai tepat waktu; 8. Terwujudnya kurikulum yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan stake holder (BPS) dan regulasi kurikulum bidang statistika yang berlaku. Dengan indikator sasaran : a) Persentase pengguna/stake holder (atasan langsung) lulusan STIS yang puas terhadap kinerja lulusan; b) Persentase lulusan STIS yang berpendapat bahwa ilmu yang diperoleh sesuai dengan bidang tugasnya; c) Tersusunnya kurikulum baru yang berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia); d) Persentase Silabus dan SAP yang telah tersusun berdasarkan kurikulum baru; 9. Tersedianya bahan ajar yang berkualitas secara berkelanjutan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang statistik (dalam 3 tahun). Dengan indikator sasaran : Persentase modul/buku ajar mata kuliah yang dihasilkan 20 Rencana Strategis STIS-BPS
26 B. Sasaran strategis dari tujuan kedua: Peningkatan kuantitas dan kualitas hasil penelitian yang bermanfaat dalam pengembangan keilmuan bidang statistika adalah: Meningkatnya hasil penelitian ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan keilmuan bidang statistika; Dengan indikator sasaran : a. Persentase dosen yang melakukan penelitian b. Jumlah artikel yang ditulis dosen/mahasiswa yang dimuat dalam jurnal ilmiah; c. Jumlah artikel yang dipresentasikan dosen/mahasiswa dalam seminar nasional/internasional. d. Rata-rata jumlah seminar/workshop/konferensi yang diikuti dosen dalam waktu 1 tahun; e. Jumlah dosen yang menjadi reviewer jurnal; C. Sasaran strategis dari tujuan ketiga: Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang arti dan kegunaan statistik adalah: 1. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang arti dan kegunaan statistik Dengan indikator sasaran : a) Indeks persepsi pemahaman tentang manfaat statistik b) Jumlah pengabdian kepada masyarakat berbasis riset; c) Jumlah pengabdian kepada masyarakat berbasis instruktur/tutor/penyuluhan; Rencana Strategis STIS-BPS
27 2. Meningkatnya jejaring kerja sama institusi tingkat nasional/internasional Dengan indikator sasaran : a) Jumlah keanggotaan aktif institusi dalam organisasi profesi, pendidikan dan riset nasional/internasional; b) Jumlah kerja sama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan badan nasional/ internasional; 22 Rencana Strategis STIS-BPS
28 BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN 3.1. Arah Kebijakan dan Strategi SDM BPS Arah kebijakan prioritas pembangunan jangka menengah di bidang statistik adalah meningkatkan kualitas statistik nasional, yaitu data yang dihasilkan memenuhi kriteria: akurat, relevan, tepat waktu/timeliness, mudah diakses/accessibility, koheren/coherence yang berarti konsisten antar sektor dan antar periode dan spasial, serta mudah diinterpretasi/interpretability. Salah satu upaya mewujudkan arah kebijakan tersebut adalah Pertama, yaitu meningkatkan kapasitas SDM yang terkait dengan kapasitas dan kemampuan tenaga statistik di pusat maupun daerah melalui strategi pencapaian tujuan peningkatan kapasitas SDM. Strategi ini merupakan sarana untuk mencapai apa yang diharapkan dari misi BPS. Kedua, yaitu menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, serta didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia. Salah satu upaya menempuh langkahlangkah tersebut adalah meningkatkan kualitas pendidikan di STIS Arah Kebijakan dan Strategi STIS Berdasarkan visi, misi tujuan, dan sasaran yang telah ditetapkan STIS, maka selanjutnya perlu penjabaran yang sistematis melalui perumusan arah kebijakan, strategi, program, dan kegiatan. Pada akhirnya semua itu dilengkapi dengan penyusunan indikator Rencana Strategis STIS-BPS
29 sebagai tolok ukur kinerja. Adapun arah kebijakan, strategi, program, dan kegiatan, serta indikator berdasarkan masing-masing misi adalah sebagai berikut: Arah Kebijakan, Strategi, Program, dan Kegiatan dari Misi 1: Menyelenggarakan pendidikan dalam rangka menghasilkan ahli statistika yang profesional, integritas, dan amanah. 1) Arah Kebijakan: a) Menyediakan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan prima; b) Meningkatkan kemampuan akademis civitas akademika; c) Meningkatkan standar manajemen mutu STIS dan kualitas civitas akademika; d) Mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi; e) Mengembangkan kerjasama dan jejaring pendidikan dengan institusi pendidikan/lembaga dan lain-lain untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelolaan pendidikan; f) Mendorong kegiatan ekstrakurikuler civitas akademika; g) Meningkatkan dan memfasilitasi keterlibatan civitas akademika untuk STIS lebih baik; h) Meningkatkan peran Senat STIS dalam pengambilan keputusan, kebijakan, dan lain-lain. β Rencana Strategis STIS-BPS
30 2) Strategi: a) Peningkatan kualitas dan profesionalisme civitas akademika (mahasiswa, dosen, staf); b) Peningkatan fasilitas sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan pendidikan; c) Peningkatan mutu pendidikan untuk mencapai standar nasional dan internasional; d) Efisiensi penggunaan anggaran untuk peningkatan mutu pendidikan; e) Peningkatan pelayanan prima perpustakaan, dan manajerial; f) Penciptaan lingkungan akademis yang ilmiah, kondusif dan inovatif; g) Revitalisasi peraturan yang terkait dengan visi dan misi; h) Reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi (sistem); i) Peningkatan kerjasama dengan institusi lainnya; 3) Program: Program yang dilakukan di STIS adalah: a). Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya (DMPTTL). b). Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS (PSPA). 4) Kegiatan: Kegiatan yang dilakukan di STIS untuk mendukung program Rencana Strategis STIS-BPS
31 DMPTTL adalah kegiatan penyelenggaraan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik dengan sub kegiatan: a). Layanan pendidikan STIS dengan sumber biaya dari rupiah murni dan PNBP (pendapatan negara bukan pajak); b). Layanan perkantoran; Sedangkan kegiatan yang dilakukan di STIS untuk mendukung program PSPA adalah kegiatan peningkatan sarana dan prasarana aparatur negara BPS serta operasional perkantoran lainnya dengan sub kegiatan: a). Perangkat pengolah data dan komunikasi; b). Peralatan dan fasilitas perkantoran; Arah Kebijakan, Strategi, Program, dan Kegiatan dari Misi 2: Melaksanakan penelitian dalam rangka penerapan dan pengembangan ilmu dan teknologi di bidang Statistik. 1) Arah Kebijakan: a) Mengalokasikan anggaran untuk meringankan biaya penelitian; b) Menguatkan peran aktif UPPM baik di dalam maupun di luar STIS; c) Meningkatkan kapasitas meneliti para civitas akademika d) Aktif mengajukan proposal penelitian; e) Aktif melakukan kerja sama penelitian; β 2) Strategi: a) Pemberdayaan civitas akademika aktif meneliti; Rencana Strategis STIS-BPS
32 b) Peningkatan kapasitas civitas akademika untuk mampu meneliti; c) Peningkatan jurnal STIS untuk terakreditasi; d) Peningkatan keterlibatan civitas akademika dalam kegiatan tim penelitian di BPS dan lainnya. 3) Program: Program yang dilakukan di STIS adalah: Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya (DMPTTL). 4). Kegiatan: Kegiatan yang dilakukan di STIS untuk mendukung program DMPTTL adalah kegiatan penyelenggaraan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik dengan sub kegiatan: Layanan pendidikan STIS dengan sumber biaya dari rupiah murni dan PNBP (pendapatan negara bukan pajak); Strategi, Arah Kebijakan, Program Kegiatan, dan indikator dari Misi 3: Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pemanfaatan Statistik. 1) Arah Kebijakan: a) Mengalokasikan anggaran untuk meringankan biaya pengabdian masyarakat; b) Membantu dan memudahkan komunikasi dengan pihak institusi luar STIS (termasuk BPS) dalam melakukan pengabdian masyarakat; c) Mendorong dan memberdayakan sivitas akademika untuk Rencana Strategis STIS-BPS
33 partisipasi aktif dalam pengabdian masyarakat; 2) Strategi: a) Pemberdayaan civitas akademika partisipasi aktif b) Melaksanakan pengabdian masyarakat; c) Peningkatan peran serta masyarakat dalam aplikasi statistika; d) Pemberdayaan UPPM untuk kegiatan pengabdian masyarakat; e) Peningkatan kerjasama/kemitraan/kolaborasi dengan institusi luar STIS dalam pengabdian masyarakat; 3). Program: Program yang dilakukan di STIS adalah: Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya (DMPTTL). 4). Kegiatan: Kegiatan yang dilakukan di STIS untuk mendukung program DMPTTL adalah kegiatan penyelenggaraan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik dengan sub kegiatan: Layanan pendidikan STIS dengan sumber biaya dari rupiah murni dan PNBP (pendapatan negara bukan pajak); 3.3. Kerangka Regulasi Kerangka Regulasi dibuat dalam 2 bentuk (format) yaitu: 1. Jangka Menengah (5 tahun), Kerangka Regulasi dengan menggunakan Backbound Study pada tiap-tiap direktorat sector. Dalam hal ini lebih bersifat aplikatif karena akan masuk ke β Rencana Strategis STIS-BPS
34 dalam bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk dapat dimasukkan regulasi yang akan disusun untuk jangka waktu 5 tahun maupun arah kerangka regulasi; 2. Road Map/gambaran utuh seperti Stranas Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, MP3EI, MP3KI (10 tahun) atau menyesuaikan dengan berakhirnya RPJP, Dalam road map ini konsep Kerangka Regulasi atau dalam bentuk yang lebih besar (Reformasi Regulasi) dapat dimasukan; 3. Untuk Dokumen Besar KR (10 tahun) di dalamnya dapat diinput sbb: a.rancang Bangun Sistem (Kelembagaan, SDM); b.membangun SOP; c.matriks kebutuhan KR untuk jangka waktu 10 tahun; d.substansi. Rencana Strategis STIS-BPS
35 Gambar 1. Keranga Konseptual Permasalahan Pelaksanaan Kebijakan dan Regulasi Sampai Dengan Tahun Penyusunan rumusan kebijakan bersifat sektoral 2. Proses perumusan kebijakan kurang partisipatif 3. Minimnya pemahaman antara kebijakan dan regulasi 4. Regulasi/peraturan perundang-undangan yang multi tafsir; berpotensi konflik; tumpang tindih; tidak harmonis/tidak sinkron; tidak adanya aturan pelaksanaannya; tidak konsisten; dan menimbulkan beban yang tidak perlu, baik terhadap kelompok sasaran maupun kelompok yang terkena dampak. β Rencana Strategis STIS-BPS
36 Kebijakan dan Regulasi Kebijakan 1. Pilihan tindakan di antara sejumlah alternative tindakan 2. Kebijakan terpilih tidak harus/selalu menjadi norma regulasi 3. Bebas norma Regulasi 1. Instrumen operasional dari tindakan yang terpilih. 2. Regulasi selalu bersubstansi kan kebijakan 3. Terkait norma, mengacu pada strata regulasi (tidak boleh ada konflik norma), harus konsisten dan harmonis dengan norma yang lain, dsb. Perlu control dari aspek perencanaan kebijakan, koordinasi, monitoring, dan evaluasi. Berdasarkan rekomendasi Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) harus mempunyai agenda dan program untuk melakukan evaluasi terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan lingkup tugas dan tanggung jawabnya. Rencana Strategis STIS-BPS
37 Permasalahan Pelaksanaan Regulasi BPS/Indonesia Kurang Pemahaman Tidak ada otoritas tunggal pengelola Regulasi Masalah/Problem Regulasi BPS/Indonesia Kuantitas tidak Terkontrol Kualitas Buruk Landasan Hukum Kerangka Regulasi 1. UU Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik 2. UU Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan β Pembangunan Nasional Pasal 4 ayat (2): RPJM Nasional merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Presiden yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Nasional, yang memuat strategi pembangunan Nasional, kebijakan umum, program Kementerian/Lembaga dan lintas Kementerian/Lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan, serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif ayat (3): RKP merupakan penjabaran dari RPJM Nasional, memuat prioritas Rencana Strategis STIS-BPS
38 pembangunan, rancangan kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal, serta program Kementerian/Lembaga, lintas Kementerian/Lembaga, kewilayahan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. 3. UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun ; 4. PP Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik; 5. PP Nomor 40 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional Pasal 13 ayat (1), (4), dan (6): Ayat (1): Pimpinan K-L menyusun Rancangan Renstra K-L yang memuat visi, misi, tujuan, trategi, kebijakan, serta program dan kegiatan pokok sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga dengan berpedoman pada Rancangan Awal RPJM Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (6) Ayat (4): Kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan arah tindakan yang akan diambil oleh Kementerian/Lembaga dalam bentuk kegiatan dalam kerangka regulasi, kerangka Pelayanan Umum dan Investasi Pemerintah Ayat (6): Kegiatan pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (2 mencakup Kegiatan dalam Kerangka Regulasi dan/atau Kegiatan dalam kerangka Pelayanan Umum dan Investasi Pemerintah. 6. Keputusan Presiden Nomor 163 Tahun 1998 tentang Sekolah Tinggi Ilmu Statistik; 7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2007 Rencana Strategis STIS-BPS
39 tentang Badan Pusat Statistik; 8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun ; 9. Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 101 Tahun 1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Ilmu Statistik; 10. Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 002 Tahun 2002 tentang Uraian Tugas Satuan Kerja Sekolah Tinggi Ilmu Statistik; 11. Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik; 12. Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Badan Pusat Statistik ; 13. Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Badan Pusat Statistik ; 14. Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 40 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Badan Pusat Statistik ; β Rencana Strategis STIS-BPS
40 Gambar 2. Hubungan Kerangka Anggaran dan Kerangka Regulasi dalam Perencanaan Gambar 3. Hubungan antara Kerangka Kebijakan, Kerangka Regulasi, dan Kerangka Pendanaan Rencana Strategis STIS-BPS
41 Visi dan Misi STIS/BPS Gambar 4. Gambaran Besar Konsep Kerangka Regulasi 3.4. Kerangka Kelembagaan Blueprint Satker STIS Tujuan Strategis (Strategic Indikator Kunci (Key Indicators) Objectives) 1. Kewenangan Kelembagaan 1. Satker STIS harus dijamin peraturan perundangundangan 2. Terdapat Garis komando dan arah laporan pertanggung jawaban yang jelas. 3. Kewenangan harus tercermin dalam struktur lembaga dan kewenangan yang dimiliki. 4. Kemandirian dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan operasional. β Rencana Strategis STIS-BPS
42 2. Tanggung jawab lembaga tertuang dengan jelas dalam Visi, Misi, dan Tujuan Organisasi 3. Memiliki struktur dan kewenangan untuk mengatur sendiri hal hal yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi organisasi 4. Lembaga (STIS) harus memiliki sumber daya yang memadai untuk dapat melaksanakan tugas secara optimal 5. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta tanggung jawab dijabarkan dengan jelas untuk semua level unit organisasi. 1. Semua tugas dan tanggung jawab harus sejalan dengan visi dan misi organisasi. 2. Setiap kegiatan dalam rangka mencapai tujuan harus dilaksanakan berdasarkan strategi, pedoman dan rencana yang telah ditetapkan. 3. Misi dan tugas organisasi harus dikomunikasikan dan dipahami dengan baik oleh seluruh stakeholder organisasi (eskternal dan internal) 1. Struktur organisasi harus sesuai dan dapat memenuhi seluruh tugas dan tanggung jawab organisasi. 2. Desentralisasi kewenangan ke level yang lebih rendah atau lokasi harus dilakukan dengan mempertimbangkan pelayanan yang lebih baik kepada pihak yang dilayani (stakeholder). 1. Lembaga harus diberikan sumber daya yang memadai dan kecukupan anggaran untuk memastikan setiap implementasi kebijakan berjalan secara efisien dan menghasilkan kinerja yang optimal. 2. Anggaran harus disusun berdasarkan komitmen bersama berdasarkan target kinerja yang telah ditetapkan 3. Rencana anggaran juga harus disusun dengan Rencana Strategis STIS-BPS
43 5. Lembaga harus didukung oleh sumber dan akses terhadap data yang memadai untuk menjamin pencapaian kinerja mempertimbangkan kegiatan yang mencakup lebih dari 1 siklus anggaran 4. Lembaga harus diberi kewenangan untuk mengalihkan sisa lebih anggaran dengan mempertimbangkan rencana strategis organisasi. 1. Memiliki sistem informasi dan manajemen data yang handal. 2. Secara operasional maupun kelembagaan mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait penyediaan dan akses terhadap data. Dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai sasaran-sasaran visi dan misi yang tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2014, STIS/BPS wajib menerapkan prinsipprinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas dan partisipasi. Pelaksanaan kegiatan, baik dalam kerangka regulasi maupun dalam kerangka kelembagaan, mensyaratkan keterpaduan dan sinkronisasi antar kegiatan, baik di antara kegiatan dalam satu program maupun kegiatan antar program, dalam satu instansi dan antar instansi, dengan tetap memperhatikan tugas pokok dan fungsi yang melekat pada masing-masing lembaga/unit kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka mewujudkan keterpaduan dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan yang telah diprogramkan, telah dilaksanakan proses koordinasi antar pelaku kegiatan melalui forum rapat koorinasi (rakor) STIS dan Rapat Pimpinan (Rapim) BPS. β Rencana Strategis STIS-BPS
44 BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN 4.1. Target Kinerja Target kinerja institusi STIS berlandaskan pencapaian visi dan misi STIS melalui arah kebijakan, strategi, programd an kegiatan yang redahulu sudah dijelaskan pada bab sebelumnya. Kemudian target kinerja disusun berdasarkan tujuan dan sasaran strategis serta indikator kinerja terlampir. Tabel 1. Tujuan, Sasaran Strategis, Indikator, dan Target Kinerja STIS TUJUAN (T) DAN SASARAN STRATEGIS (SS) T1 Peningkatan kuantitas dan kualitas ahli statistika yang profesional, integritas, dan amanah INDIKATOR KINERJA (IKU) IKU T1. Persentase jumlah lulusan setiap tahun TARGET KINERJA (RATA-RATA) 98 % SS1 Meningkatnya status akreditasi STIS dan Program Studi yang ada di STIS - Status akreditasi A (sangat baik) SS2 Terwujudnya kelas internasional untuk program studi statistika terapan SS3 Terwujudnyaa program S2 statistika terapan - Jumlah kelas internasional. - Tersedianya kurikulum kelas internasional - Persentase dosen yang memiliki toefl Tersedianya kurikulum program S2 statistika terapan. 1 kelas tersedia 60 % tersedia Rencana Strategis STIS-BPS
45 - Dimilikinya izin operasional tersedia program S2 statistika terapan - Jumlah kelas S2 statistik terapan 1 kelas SS4 Meningkatnya - Persentase mahasiswa yang 2 % persentase mahasiswa DO (drop out) setiap tahun; STIS yang lulus tepat waktu (dalam waktu 4 tahun) - Persentase mahasiswa yang tidak naik tingkat setiap tahun; - Persentase mahasiswa yang lulus tiap tahun 2 % 98% SS5 Meningkatnya kualitas/ - Persentase mahasiswa yang 75% kompetensi mahasiswa memperoleh Indeks Prestasi (IP) STIS Persentase mahasiswa yang mendapat penghargaan lomba 70% bidang akademik (statistika dan komputasi statistik) dari kejuaraan berskala nasional yang diikuti. - Persentase mahasiswa yang mendapat penghargaan lomba 50% bidang non akademik seperti olahraga dan seni dari kejuaraan berskala nasional yang diikuti. - Peningkatan Jumlah buku referensi yang ada di 30% perpustakaan STIS SS6 Meningkatnya disiplin mahasiswa STIS - Persentase mahasiswa yang terkena sanksi pelanggaran akademik (terlambat kuliah, tidak mengikuti kuliah tanpa kabar). - Persentase mahasiswa yang terkena sanksi pelanggaran non 5% 5% β Rencana Strategis STIS-BPS
46 akademik (penggunaan atribut, tidak mengikuti apel/upacara bendera, dan peraturanperaturan lainnya). SS7 Meningkatnya - Rasio dosen terhadap 1:25 kuantitas, kualitas, dan mahasiswa; disiplin dosen STIS - Persentase dosen dengan kompetensi akademik bidang 60% statistika dan komputasi statistik - Persentase dosen yang memiliki sertifikasi pendidik; 70% - Jumlah dosen yang melanjutkan pendidikan ke 5 orang jenjang yang lebih tinggi; - Persentase dosen yang memiliki pangkat akademik 60% Lektor dan Lektor Kepala; - Persentase dosen yang mengajar tepat waktu; 85% - Persentase dosen yang 75% menyerahkan nilai tepat waktu; SS8 Terwujudnya kurikulum - Persentase pengguna/stake 90% yang berkualitas sesuai holder (atasan langsung) lulusan dengan kebutuhan stake STIS yang puas terhadap kinerja holder (BPS) dan lulusan; regulasi kurikulum bidang statistika yang berlaku - Persentase lulusan STIS yang berpendapat bahwa ilmu yang diperoleh sesuai dengan bidang 85% tugasnya; - Tersusunnya kurikulum baru yang berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia); Tersedia - Persentase Silabus dan SAP yang telah tersusun berdasarkan kurikulum baru; 85% Rencana Strategis STIS-BPS
47 SS9 Tersedianya bahan ajar Persentase modul/buku ajar 40% yang berkualitas secara mata kuliah berkelanjutan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang statistik (dalam 3 tahun) T2 Meningkatnya hasil penelitian ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan keilmuan bidang statistika T3 Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang arti dan kegunaan statistik - Persentase dosen yang melakukan penelitian - Jumlah artikel yang ditulis dosen/mahasiswa yang dimuat dalam jurnal ilmiah dalam 1 tahun; - Jumlah artikel yang dipresentasikan dosen/mahasiswa dalam seminar nasional/internasional dalam 1 tahun. - Rata-rata jumlah seminar/workshop/konferensi yang diikuti dosen dalam waktu 1 tahun; - Jumlah dosen yang menjadi reviewer jurnal; IKUT3. Indeks persepsi pemahaman tentang manfaat statistik 60% 12 artikel 15 artikel (skala 1-5) SS1 Meningkatnya - Indeks persepsi pemahaman 4 (skala 1-5) pengetahuan dan tentang manfaat statistik pemahaman masyarakat tentang arti dan kegunaan statistik - Jumlah pengabdian kepada masyarakat berbasis riset; - Jumlah pengabdian kepada masyarakat berbasis instruktur/tutor/penyuluhan SS2 Meningkatnya jejaring kerja sama institusi tingkat - Jumlah keanggotaan aktif institusi dalam organisasi profesi, pendidikan dan riset 2 β Rencana Strategis STIS-BPS
48 nasional/internasional nasional/internasional; - Jumlah kerja sama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan badan nasional/ internasional Kerangka Pendanaan Pendanaan untuk pencapaian kinerja STIS dibebankan pada anggaran BPS program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (PMPTTL). Pendanaan terdiri dari 2 (dua) sumber yakni rupiah murni dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak). DPMTL: Tabel 2. Alokasi Anggaran Menurut Program PROGRAM*)/KEGIATAN ALOKASI (juta rupiah) (1) (2) (3) (4) (5) (6) PENYELENGGARAAN STIS B. LAYANAN PENDIDIKAN STIS (RUPIAH MURNI) A. PENYELEKSIAN CALON MAHASISWA BARU STIS (PNBP) LAYANAN PERKANTORAN Catatan: TOTAL Rencana Strategis STIS-BPS
49 β Rencana Strategis STIS-BPS
50 BAB V PENUTUP Saat ini, mulai tahun 2014 STIS sudah terakreditasi B, sebagian besar dosen (sekitar 70 persen dosen) sudah tersertifikasi. Kemajuan ini masih belum prima, mengingat masih banyak aktivitasaktivitas STIS yang belum dapat dijalankan karena terbentur anggaran, seperti; revisi statuta, modernisasi perpustakaan, penelitian dan pengabdian masyarakat berskala internasional, modernisasi institusi untuk go internasional, dan lain-lain. Sehingga STIS perlu melakukan percepatan untuk pembenahan proses pembelajaran yang bertaraf internasional. Selanjutnya STIS menentukan strategi-strategi dan arah kebijakan yang jelas dan dituangkan dalam Rencana Strategis STIS Tahun Renstra STIS merujuk acuan Renstra BPS Tahun dalam program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BPS. Reformasi birokrasi bidang Statistik yang dituangkan dalam Renstra STIS Tahun merujuk pada pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Semua pihak diharapkan komit dalam melaksanakan seluruh pencapaian indikator yang ada dalam Renstra STIS. Ini penting untuk STIS dapat mewujudkan pencapaian visi dan misi STIS, dan sekaligus dapat melaksanakan program RB BPS yakni meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Komitmen ini dirumuskan sebagai antisipasi menghadapi tantangan global maupun regional pada periode lima tahun ke depan. Rencana Strategis STIS-BPS
51
52
53 Lampiran Tabel 1. Tujuan, Sasaran Strategis, Indikator, dan Target Kinerja STIS TUJUAN (T) DAN SASARAN STRATEGIS (SS) T1 Peningkatan kuantitas dan kualitas ahli statistika yang profesional, integritas, dan amanah INDIKATOR KINERJA (IKU) IKU T1. Persentase jumlah lulusan setiap tahun TARGET KINERJA (RATA-RATA) 98 % SS1 Meningkatnya status akreditasi STIS dan Program Studi yang ada di STIS - Status akreditasi A (sangat baik) SS2 Terwujudnya kelas internasional untuk program studi statistika terapan SS3 Terwujudnyaa program S2 statistika terapan - Jumlah kelas internasional. - Tersedianya kurikulum kelas internasional - Persentase dosen yang memiliki toefl Tersedianya kurikulum program S2 statistika terapan. 1 kelas tersedia 60 % tersedia - Dimilikinya izin operasional program S2 statistika terapan - Jumlah kelas S2 statistik terapan tersedia 1 kelas SS4 Meningkatnya - Persentase mahasiswa yang 2 % persentase mahasiswa DO (drop out) setiap tahun; STIS yang lulus tepat waktu (dalam waktu 4 tahun) - Persentase mahasiswa yang tidak naik tingkat setiap tahun; - Persentase mahasiswa yang lulus tiap tahun 2 % 98%
54 SS5 Meningkatnya kualitas/ - Persentase mahasiswa yang 75% kompetensi mahasiswa memperoleh Indeks Prestasi (IP) STIS Persentase mahasiswa yang mendapat penghargaan lomba 70% bidang akademik (statistika dan komputasi statistik) dari kejuaraan berskala nasional yang diikuti. - Persentase mahasiswa yang mendapat penghargaan lomba 50% bidang non akademik seperti olahraga dan seni dari kejuaraan berskala nasional yang diikuti. - Peningkatan Jumlah buku referensi yang ada di 30% perpustakaan STIS SS6 Meningkatnya disiplin mahasiswa STIS - Persentase mahasiswa yang terkena sanksi pelanggaran akademik (terlambat kuliah, tidak mengikuti kuliah tanpa kabar). - Persentase mahasiswa yang terkena sanksi pelanggaran non akademik (penggunaan atribut, tidak mengikuti apel/upacara bendera, dan peraturanperaturan lainnya). 5% 5% SS7 Meningkatnya - Rasio dosen terhadap 1:25 kuantitas, kualitas, dan mahasiswa; disiplin dosen STIS - Persentase dosen dengan kompetensi akademik bidang 60% statistika dan komputasi statistik - Persentase dosen yang memiliki sertifikasi pendidik; 70% - Jumlah dosen yang
55 melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi; 5 orang - Persentase dosen yang memiliki pangkat akademik Lektor dan Lektor Kepala; 60% - Persentase dosen yang mengajar tepat waktu; - Persentase dosen yang menyerahkan nilai tepat waktu; 85% 75% SS8 Terwujudnya kurikulum - Persentase pengguna/stake 90% yang berkualitas sesuai holder (atasan langsung) lulusan dengan kebutuhan stake STIS yang puas terhadap kinerja holder (BPS) dan lulusan; regulasi kurikulum bidang statistika yang berlaku - Persentase lulusan STIS yang berpendapat bahwa ilmu yang diperoleh sesuai dengan bidang 85% tugasnya; (Lihat hasil tracer studi LPMI) - Tersusunnya kurikulum baru yang berbasis KKNI (Kerangka Tersedia Kualifikasi Nasional Indonesia); - Persentase Silabus dan SAP yang telah tersusun 85% berdasarkan kurikulum baru; SS9 Tersedianya bahan ajar Persentase modul/buku ajar 40% yang berkualitas secara mata kuliah berkelanjutan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang statistik (dalam 3 tahun) T2 Meningkatnya hasil penelitian ilmiah yang bermanfaat dalam pengembangan keilmuan bidang statistika - Persentase dosen yang melakukan penelitian - Jumlah artikel yang ditulis dosen/mahasiswa yang dimuat dalam jurnal ilmiah dalam 1 tahun; - Jumlah artikel yang dipresentasikan 60% 12 artikel 15 artikel
56 dosen/mahasiswa dalam seminar nasional/internasional dalam 1 tahun. - Rata-rata jumlah seminar/workshop/konferensi yang diikuti dosen dalam waktu 1 tahun; - Jumlah dosen yang menjadi reviewer jurnal; 2 5 T3 Peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang arti dan kegunaan statistik IKUT3. Indeks persepsi pemahaman tentang manfaat statistik 4 (skala 1-5) SS1 Meningkatnya - Indeks persepsi pemahaman 4 (skala 1-5) pengetahuan dan tentang manfaat statistik pemahaman masyarakat tentang arti dan kegunaan statistik - Jumlah pengabdian kepada masyarakat berbasis riset; - Jumlah pengabdian kepada masyarakat berbasis instruktur/tutor/penyuluhan SS2 Meningkatnya jejaring kerja sama institusi tingkat nasional/internasional - Jumlah keanggotaan aktif institusi dalam organisasi profesi, pendidikan dan riset nasional/internasional; - Jumlah kerja sama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan badan nasional/ internasional 2 3
57 Tabel 2. Alokasi Anggaran Menurut Program PROGRAM*)/KEGIATAN ALOKASI (juta rupiah) (1) (2) (3) (4) (5) (6) DPMTL: PENYELENGGARAAN STIS B. LAYANAN PENDIDIKAN STIS (RUPIAH MURNI) A. PENYELEKSIAN CALON MAHASISWA BARU STIS (PNBP) LAYANAN PERKANTORAN TOTAL
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Tata kepemerintahan yang baik merupakan suatu konsepsi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan akuntabel. Upaya untuk mewujudkan suatu
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2016
SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2016 Jl. Otto Iskandardinata No. 64C Jakarta 13330, Telp. (021)8191437, 8508812, Fax. (021) 8197577 Homepage: http://www.stis.ac.id E-mail:
BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung mempunyai tugas menyediakan data statistik dan informasi yang berkualitas, lengkap, akurat, mutakhir, berelanjutan dan relevan
Rancangan Teknokratik RENSTRA BAB I. Kondisi Umum dan Permasalahan Satker
BAB I Kondisi Umum dan Permasalahan Satker 1.1. Kondisi Umum Tujuan utama pembangunan statistik BPS Kabupaten Luwu Utara Periode sebelumnya (2010-2014) adalah meningkatkan ketersediaan data dan informasi
RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BPS KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2015-2019 Kata Pengantar Undang-undang No. 16 tahun 1997 dan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1999, menyatakan bahwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2007 ditetapkan BPS Propinsi dan BPS Kabupaten/Kota merupakan instansi vertikal BPS yang berada di bawah dan bertanggung jawab
Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ketersediaan data dan informasi statistik yang beragam, tepat waktu, dan makin cepat disajikan merupakan tuntutan permintaan masyarakat dewasa ini. Disamping itu kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tolitoli adalah perwakilan BPS di daerah Kabupaten yang bertugas menyelenggarakan tugas dan fungsi BPS dan berada dibawah BPS Propinsi
KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan
BAB I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah
KATA PENGANTAR Dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan suatu hal yang penting bagi terselenggaranya tatakelola kinerja yang baik, oleh karenanya, RKT menjadi suatu hal yang cukup kritikal yang harus
RENCANA STRATEGIS TAHUN BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TAHUN ANGGARAN 2013
RENCANA STRATEGIS TAHUN 2010-2014 BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TAHUN ANGGARAN 2013 BADAN PUSAT STATISTIK 2013 RENCANA STRATEGIS TAHUN 2010 2014 BPS KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW 2.1.
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa dalam
BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
BAB III GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. KONDISI UMUM SEKARANG DAN IDENTIFIKASI PERMASALAHAN Perubahan peraturan di bidang pemerintahan daerah yang berdampak pada bidang kepegawaian membutuhkan antisipasi
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA Jakarta, 21 Maret 2011 Kepada, Nomor : 050 / 883 / SJ Yth. 1. Gubernur. Sifat : Penting 2. Bupati/Walikota. Lamp : Satu berkas di - Hal : Pedoman Penyusun Program
- 1 - BAB I PENDAHULUAN
- 1 - BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP); Rencana
Rencana Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pelalawan 2016 BAB. I PENDAHULUAN
BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksanaan Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab
LAPORAN KINERJA BADAN PUSAT STATISTIK KOTA CIMAHI TAHUN 2016 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA CIMAHI
LAPORAN KINERJA BADAN PUSAT STATISTIK KOTA CIMAHI TAHUN 2016 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA CIMAHI 2017 KATA PENGANTAR Laporan Kinerja Badan Pusat Statistik Kota Cimahi ini dibuat berdasarkan Peraturan Pemerintah
Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya. Tim Penyusun
Laporan Rencana Strategis Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya Periode 2013 2017 Tim Penyusun Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya 2013 11 Daftar Isi Executive Summary Bab I. Pendahuluan...
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RPJMN 2010-2014 Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) menjelaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.174, 2014 PENDIDIKAN. Pelatihan. Penyuluhan. Perikanan. Penyelenggaraan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5564) PERATURAN PEMERINTAH
- 1 - BAB I PENDAHULUAN
- 1 - BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP); Rencana
BAB II PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Strategis BAB II Renstra Tahun 2015 2019 merupakan panduan pelaksanaan tugas dan fungsi pada periode 2015 2019 yang disusun berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Renstra Tahun 2010
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU
KEBIJAKAN AKADEMIK FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i KATA PENGANTAR ii BAB I. PENDAHULUAN 1 BAB II. ARAH KEBIJAKAN 2 2.1 Kebijakan
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BPS KOTA PALOPO Tahun 2015-2019 Rancangan Teknokratik Renstra BPS Kota Palopo Tahun 2015-2019 ii Kata Pengantar Undang-undang No. 16 tahun 1997 dan Peraturan
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BIRO HUKUM DAN ORGANISASI 2015-2019 SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 KATA PENGANTAR Rencana strategis (Renstra) 2015 2019 Biro Hukum dan Organisasi
Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA. Tahun
Kopertis Wilayah III Jakarta RENSTRA Tahun 2015-2019 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pembahasan isu-isu strategis dan analisis situasi dalam penyusunan rencana strategis (Renstra) Kopertis Wilayah
BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI
BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor
JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN REFORMASI BIROKRASI. Oleh Opong Sumiati. Dasar Hukum
JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN REFORMASI BIROKRASI Oleh Opong Sumiati Dasar Hukum Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian
DAFTAR ISI BAB III ISU-ISU STRATEGIS.
BAB I PENDAHULUAN DAFTAR ISI 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan 1.3. Landasan Hukum 1.4. Hubungan Hubungan Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Daerah dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1.5.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Disampaikan dalam Rapat Kerja/Sosialisasi Reformasi Birokrasi kepada Pemerintah Daerah Regional I (Provinsi/Kabupaten/Kota se-sumatera, DKI
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 B A D A N P E N J A M I N
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Keberadaan BKN secara yuridis formal termuat di dalam Undang- Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor
1 KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2017 a.n Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan, Kepala Bidang Sinkronisasi Kebijakan
( REVISI I ) KATA PENGANTAR Rencana Strategis Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA) 205 209 merupakan turunan dari Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk
PROGRAM KERJA UNRAM YANG MAJU, RELEVAN DAN BERDAYA SAING
PROGRAM KERJA 2017 2021 UNRAM YANG MAJU, RELEVAN DAN BERDAYA SAING 1 landasan pikir ProgramProfYusufAkhyarS2013 2 PRIORITAS NASIONAL RPJP (2005-2025) RPJM 1 (2005-2009) Menata Kembali NKRI, membangun Indonesia
PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN
PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN, Menimbang
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA Jakarta, 28 Maret 2012 Kepada Nomor : 070 / 1082 / SJ Yth. 1. Gubernur Sifat : Penting 2. Bupati/Walikota Lampiran : Satu berkas di Hal : Pedoman Penyusunan Program
BUKU STANDAR PENELITIAN
BUKU STANDAR PENELITIAN POLTEKNIK KESEHATAN KEMENKES KUPANG KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KUPANG JL. PIET A TALLO, LILIBA KUPANG Tlp. (0380) 881880, 881881 Fax. (0380) 8553418
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Indonesia sebagai Negara terbesar keempat dari jumlah penduduk, memiliki peran strategis dalam pembangunan
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Identifikasi Permasalahan Berdasar Tugas Dan Fungsi Pelayanan SKPD
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasar Tugas Dan Fungsi Pelayanan SKPD Identifikasi permasalahan dilakukan untuk melihat kompleksitas permasalahan
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) MEDAN KATA PENGANTAR Perencanaan kinerja merupakan proses penetapan target kinerja berikut kegiatan-kegiatan
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1000, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Tugas Belajar. Kesehatan. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015
KABUPATEN BADUNG DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BADUNG KATA PENGANTAR Syukur kami panjatkan
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 2017 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 27 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG DESA BALUNIJUK KECAMATAN
KATA PENGANTAR. 2) Kegiatan pengabdian pada masyarakat merupakan implementasi hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh civitas akademika.
KATA PENGANTAR Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat harus berperan dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Departemen Hukum dan HAM RI Teks tidak dalam format asli. Kembali LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 67, 2006 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43/PERMEN-KP/2017 TENTANG PENGANGKATAN, PEMINDAHAN, DAN PEMBERHENTIAN PEMIMPIN DAN PENDIDIK PADA SATUAN PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
SALINAN PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2018 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DENGAN
- 1 - PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN TUGAS BELAJAR SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
- 1 - PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN TUGAS BELAJAR SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
BAB II PERENCANAAN KINERJA
BAB II PERENCANAAN KINERJA B adan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Probolinggo menjalankan amanat Misi Kedua dari RPJMD Kabupaten Probolinggo Tahun 2013 2018 yaitu MEWUJUDKAN MASYARAKAT
KEBIJAKAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI PADANG TAHUN
KEBIJAKAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI PADANG TAHUN 2014-2019 A. Pendahuluan A.1 Latar Belakang Sesuai dengan visi dan misi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang terus berupaya berperan
RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN Pembinaan dan Supervisi - Uang Makan Mahasiwa yang di asramakan
RENCANA KINERJA POLTEKKES KEMENKES BANTEN TAHUN 2015 1 2 No Sasaran Indikator Kinerja Meningkatnya lulusan tepat waktu Meningkatnya prestasi akademik peserta didik Persentase lulusan tepat waktu target
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI DENGAN RAHMAT
MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
buku 1 PEDOMAN pengajuan dokumen usulan reformasi birokrasi kementerian/lembaga Peraturan menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 7 tahun 2011 kementerian pendayagunaan
2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.491, 2015 KEMENKOMINFO. Akuntabilitas Kinerja. Pemerintah. Sistem. Penyelenggaraan. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13
STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN. Studi, Serta Pihak-Pihak Yang Dilibatkan.
STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Serta Strategi Pencapaian. 1.1.1 Jelaskan Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Program
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,
PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN
VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN
VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN 4 V i s i. 4.1. Visi da n Misi. B adan Kepegawaian Daerah (BKD) sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah mengemban tugas dalam menjamin kelancaran penyelenggaraan
KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, 30 Januari Plt. Kepala Biro Perencanaan. Suharyono NIP
KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggungjawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi.
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BONDOWOSO
Rencana Strategis Badan Pusat Statistik Kabupaten Bondowoso 2010-2014 BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BONDOWOSO KATA PENGANTAR Perencanaan yang baik merupakan dasar yang baik dalam menentukan arah kebijakan
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
PEMERINTAH KABUPATEN TULANG BAWANG BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Komp.Perkantoran Pemda Tulang Bawang Jl. Cendana Gunung Sakti Kec. Menggala Kab.Tulang Bawang Provinsi Lampung 34596 Telp (0726)
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 JAKARTA, FEBRUARI 2016 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 260 menyebutkan bahwa Daerah sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan Daerah
I. PENDAHULUAN. organisasi (Hasibuan, 2011:10). Walaupun suatu organisasi telah memiliki visi,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujudnya tujuan organisasi (Hasibuan,
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Menurut pasal 373 ayat (4) UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pembinaan yang bersifat umum dan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dilakukan
B A D A N P E N J A M I N A N M U T U
STANDAR ISI Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 Standar Isi Universitas Respati Yogyakarta Page 0 B A D
MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA
SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2018 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENYUSUNAN
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2014 TENTANG
SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN
Rencana Strategis Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIE Kusuma Negara 2016
Rencana Strategis Pengabdian Kepada Masyarakat 2016-2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIE Kusuma Negara 2016 Kata Pengantar Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri
Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat harus berperan dalam memajukan
V Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat harus berperan dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain
PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN
BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
KATA PENGANTAR. Kepala Badan Pengawasan, Dr. H.M. SYARIFUDDIN, SH., MH.
KATA PENGANTAR Penyusunan Renstra (Rencana Strategis) Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI Tahun 200 204, dimaksudkan guna mencapai tujuan dan sasaran strategis dalam rangka pencapaian visi dan pelaksanaan
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TAHUN 2016 TENTANG
KONSEP/DRAFT (II) RAPAT TGL 22 DES 2016 MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN KARIER LULUSAN INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI
BAB III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
BAB III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG FEBRUARI 2016 UNIVERSITAS ISLAM MALANG KEBIJAKAN SPMI Kode : 01/SPMI/PPM/II/2016
Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Rencana Kerja (Renja) adalah dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) serta disusun mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Rencana Kerja
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN TUGAS BELAJAR SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN TUGAS BELAJAR SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,
KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
KAIDAH PERUMUSAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Disampaikan dalam acara: Workshop Perencanaan Pembangunan Daerah Metro Lampung, 30-31 Oktober 2017 Digunakan dalam perumusan: Rancangan awal RPJPD
Universitas Respati Yogyakarta. Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : ; Fax :
STANDAR PEMBIAYAAN Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 B A D A N P E N J A M I N A N M U T U Standar Pembiayaan
BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU
BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI ROKAN HULU NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ROKAN HULU,
BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas proses..., Hani Khotijah Susilowati, FISIP UI, Universitas Indonesia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada awal abad XXI, dunia pendidikan di Indonesia menghadapi tiga tantangan besar. Tantangan pertama, sebagai akibat dari krisis ekonomi, dunia pendidikan dituntut
BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH
BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH A. KONDISI UMUM 1. PENCAPAIAN 2004 DAN PRAKIRAAN PENCAPAIAN 2005 Pencapaian kelompok
No.860, 2014 BAPPENAS. Rencana Strategis Kementerian/ Lembaga Penelaahan. Penyusunan. Pedoman.
No.860, 2014 BAPPENAS. Rencana Strategis Kementerian/ Lembaga. 2015-2019. Penelaahan. Penyusunan. Pedoman. PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
BUPATI DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 55 TAHUN 2015 TENTANG
SALINAN BUPATI DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 55 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN KETERANGAN BELAJAR, IZIN BELAJAR, TUGAS BELAJAR, SURAT KETERANGAN TANDA LAPOR TELAH MEMILIKI
PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004
PENGINTEGRASIAN KERANGKA REGULASI DALAM DOKUMEN PERENCANAAN
PENGINTEGRASIAN KERANGKA REGULASI DALAM DOKUMEN PERENCANAAN DIREKTORAT ANALISA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BAPPENAS Jakarta, 25 November 2013 Kebijakan Regulasi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya mendorong penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, Majelis Permusyawaratan Rakyat telah menetapkan Tap MPR RI Nomor : XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan
KATA PENGANTAR. Tebing Tinggi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Empat Lawang,
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan ridho-nya penyusunan Rencana Kerja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Empat tahun
BUPATI AGAM PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 05 TAHUN 2012 T E N T A N G
BUPATI AGAM PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 05 TAHUN 2012 T E N T A N G PELAKSANAAN PEMBERIAN TUGAS BELAJAR, TUGAS BELAJAR MANDIRI DAN IZIN BELAJAR BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN
PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN KOMITE PENILAIAN DAN/ATAU REVIEWER DAN TATA CARA PELAKSANAAN PENILAIAN PENELITIAN PADA PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 2952 TAHUN 2017 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN KOMITE PENILAIAN DAN/ATAU REVIEWER DAN TATA CARA PELAKSANAAN PENILAIAN PENELITIAN PADA PERGURUAN TINGGI
BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH
BAB 12 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH A. KONDISI UMUM 1. PENCAPAIAN 2004 DAN PRAKIRAAN PENCAPAIAN 2005 Pencapaian kelompok Program Pengembangan Otonomi Daerah pada tahun 2004, yaitu
PROPOSAL PROGRAM HIBAH PERGURUAN TINGGI NEGRI BARU ( PHPTNB) Tahun 2011 POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS
PROPOSAL PROGRAM HIBAH PERGURUAN TINGGI NEGRI BARU ( PHPTNB) Tahun 20 POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional 20 Lembar Identifikasi Nama Perguruan
DRAFT RENCANA STRATEGIS
DRAFT RENCANA STRATEGIS UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2012-2017 DISCLAIMER: Draft ini diedarkan dalam mailing list DosenUGM dalam rangka mensukseskan Pemilihan Dekan di lingkungan UGM Tahun 2012. Materi
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN
RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016-2021 Kata Pengantar Alhamdulillah, puji syukur kehadirat ALLAH SWT, atas limpahan rahmat, berkat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
