BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU"

Transkripsi

1 BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI ROKAN HULU NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ROKAN HULU, Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan pasal 20 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan pasal 264 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan, maka Pemerintah wajib menyusun rencana pembangunan daerah untuk jangka waktu 1 (satu) tahun; b. bahwa rencana kerja pembangunan daerah, selanjutnya disebut RKPD, merupakan penjabaran dari RPJM untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat; c. bahwa Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta menjadi pedoman penyusunan RAPBD; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b dan c diatas, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Pelalawan,, Rokan Hilir, Siak,

2 Karimun, Natuna, Kuantan Sengingi dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 181, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3902) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2008, tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4250); 3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 6. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 7. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penetaan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,

3 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4385); 10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 1165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang laporan Penyelenggaraan Pemerintah Kepada Pemerintah, laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Kepada Dewan Perwakilan Rakyat, dan Informasi Laporan Penyelanggaraan Pemerintah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693); 15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah /Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah

4 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815); 18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816); 19. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 21. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun ; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan ; 24. Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Tahun 2011 tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengesahan Pengangkatan Bupati Provinsi Riau; 25. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/1854/SJ tanggal 14 April 2015 hal Skala Prioritas Penyusunan RKPD Tahun 2016; 26. Peraturan Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Tahun ; 27. Peraturan Nomor 7 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Tahun ;

5 28. Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2010 tentang Penetapan Utama di Lingkungan Pemerintah ; 29. Peraturan Bupati Nomor 84 Tahun 2011 tentang Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Tahun ; 30. Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2012 tentang Sistem dan Prosedur Perencanaan Tahunan ; 31. Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2012 tentang Utama Pemerintah. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2016 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah adalah Bupati dan Perangkat sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan ; 2. Bupati adalah Bupati ; 3. Wakil Bupati adalah Wakil Bupati ; 4. Badan Perencanaan Pembangunan, yang selanjutnya disingkat BAPPEDA adalah Badan Perencanaan Pembangunan Rokan Hulu; 5. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia; 6. Pembangunan daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun peningkatan indeks pembangunan manusia; 7. Perencanaan Pembangunan adalah suatu proses penyusunan tahapantahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu;

6 8. Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2025; 9. Rencana Pembangunan Jangka Menengah, yang selanjutnya di sebut RPJMD adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai dengan 2016, yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Kepala dengan berpedoman pada RPJP serta memperhatikan RPJM Nasional; 10. Rencana Kerja Pemerintah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun. 11. Satuan Kerja Perangkat selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan urusan pemerintahan di ; 12. Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat (Renja- SKPD), adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat untuk periode 1 (satu) tahun; 13. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan; 14. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi; 15. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi; 16. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/ untuk mencapai tujuan; 17. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan ; 18. adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program; 19. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan; 20. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasarn dantujuan program dan kebijakan; 21. Hasil (outcome) adalah segala seuatu yang mencerminkan berfungsinya dari kegiatan-kegiatan dalam satu program; 22. Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang selanjutnya disingkat Musrenbang adalah forum antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Nasional dan rencana pembangunan ;

7 23. Pemangku Kepentingan adalah pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. BAB II KEDUDUKAN Pasal 2 RKPD merupakan penjabaran dari RPJM, yang rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan dan kewajiban daerah, rencana kerja yang terukur dan pendanaannya untuk Tahun 2016, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. BAB III MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 3 (1) Penetapan RKPD dimaksudkan sebagai pedoman bagi: a. Satuan Kerja Perangkat dalam menyusun Rencana Kerja SKPD Tahun b. Pemerintah dalam menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun (2) Penetapan RPKD mempunyai tujuan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang sinergis dan terpadu antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan. BAB IV SISTEMATIKA Pasal 4 (1) Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 disusun dengan sistematika sebagai berikut: a. BAB I : PENDAHULUAN Menjelaskan mengenai latar belakang penyusunan RKPD, landasan hukum penyusunan RKPD, hubungan antar dokumen, sistematika dokumen RKPD, maksud dan tujuan penyusunan RKPD. b. BAB II : EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2014 DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Menjelaskan mengenai evaluasi pencapaian kinerja indikator makro pembangunan daerah dan evaluasi pelaksanaan program

8 dan kegiatan RKPD tahun lalu dengan memperhatikan dokumen RPJMD dan dokumen RKPD tahun berjalan sebagai bahan acuan serta isu strategis dan masalah mendesak. Capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan menguraikan tentang kondisi geografi demografi, pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan, dan permasalahan pembangunan. c. BAB III : RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Memuat penjelasan tentang kondisi ekonomi tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan, yang antara lain mencakup indikator pertumbuhan ekonomi daerah, sumber-sumber pendapatan dan kebijakan pemerintah daerah yang diperlukan dalam pembangunan perekonomian daerah meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. d. BAB IV : PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016 Mengemukakan secara eksplisit perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil analisis terhadap hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD, identifikasi isu strategis dan masalah mendesak ditingkat daerah dan nasional, rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah serta indikasi prioitas kegiatannya, juga memperhatikan apa yang diusulkan oleh SKPD berdasarkan prakiraan maju pada RKPD tahun sebelumnya. e. BAB V : RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH f. BAB VI : PENUTUP Menjelaskan mengenai perencanaan program dan kegiatan, indikator kinerja, target, satuan, pagu indikatif, lokasi, SKPD penanggung jawab dan keterkaitannya dengan prioritas dan sasaran pembangunan yang ditetapkan. Telah dijelaskan tahapan-tahapan sistematika penyajian rancangan awal pada bab-bab diatas, sehingga memberikan gambaran pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dalam penyusunan RKPD beserta lampiran.

9 (2) RKPD Tahun 2016 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran dan merupakan suatu dokumen resmi sebagai suatu yang tidak dapat dipisahkan dari peraturan Bupati ini. BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 5 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita. Ditetapkan di Pasirpengaraian Pada Tanggal 11 Sya ban 1436 H 29 Mei 2015 BUPATI ROKAN HULU, H. A C H M A D Diundangkan di Pasir Pengaraian Pada Tanggal 11 Sya ban 1436 H 29 Mei 2015 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU, D A M R I BERITA DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2015 NOMOR : 23

10 DAFTAR ISI Daftar Isi i Daftar Tabel iii Daftar Gambar vi Daftar Lampiran vii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dasar Hukum Hubungan Antara RKPD dengan Dokumen Perencanaan 5 Lainnya 1.4 Sistematika Dokumen RKPD Maksud Dan Tujuan 9 BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2013 DAN 12 CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN 2.1 Gambaran Umum Kondisi Aspek Geografi dan Demografi Aspek Kesejahteraan Masyarakat Aspek Pelayanan Umum Aspek Daya Saing Evaluasi Pelaksanaan Program dan RKPD sampai 47 Tahun 2014 dan Realisasi RPJMD 2.3 Permasalahan Pembangunan Permasalahan yang Berhubungan dengan 66 Prioritas dan Sasaran Pembangunan Identifikasi Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan 68 BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 70 i

11 3.1 Arah Kebijakan Ekonomi Kondisi Ekonomi Tahun 2014 dan Perkiraan 71 Tahun Tantangan dan Prospek Perekonomian Tahun 2016 Dan Tahun Arah Kebijakan Keuangan Proyeksi Keuangan dan Kerangka Pendanaan Arah Kebijakan Keuangan 78 BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH Tujuan dan Sasaran Pembangunan Prioritas Pembangunan 95 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH 115 BAB VI PENUTUP 131 ii

12 DAFTAR TABEL Tabel 1 Perkembangan PDRB 73 Tabel 2 Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Tahun Tabel 3 Realisasi dan Proyeksi Belanja Tahun Tabel 4 Realisasi dan Proyesi Pembiayaan Tahun Tabel 5 Hubungan Visi/Misi dan Tujuan/Sasaran Pembangunan 88 Tabel 6 Prioritas Pembangunan 98 Tabel 7 Keterkaitan Prioritas RPJMD dan Prioritas RKPD Tahun Tabel 8 Penjelasan Program Pembangunan 105 iii

13 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Bagan Hubungan Antar Berbagai Dokumen Perencanaan 6 Gambar 2 Bagan Pola Pikir Proses Penyusunan RKPD Rokan 7 Hulu iv

14 BUPATI ROKAN HULU PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI ROKAN HULU NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ROKAN HULU, Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan pasal 20 ayat (2) Undangundang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan pasal 264 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan, maka Pemerintah wajib menyusun rencana pembangunan daerah untuk jangka waktu 1 (satu) tahun; b. bahwa rencana kerja pembangunan daerah, selanjutnya disebut RKPD, merupakan penjabaran dari RPJM untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat; c. bahwa Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta menjadi pedoman penyusunan RAPBD; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b dan c diatas, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016.

15 Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Pelalawan,, Rokan Hilir, Siak, Karimun, Natuna, Kuantan Sengingi dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 181, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3902) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2008, tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4250); 3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 6. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 7. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penetaan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

16 8. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4385); 10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 1165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang laporan Penyelenggaraan Pemerintah Kepada Pemerintah, laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Kepada Dewan Perwakilan Rakyat, dan Informasi Laporan Penyelanggaraan Pemerintah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693);

17 15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah /Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815); 18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816); 19. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 21. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun ; 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan ; 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Tahun 2016;

18 24. Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Tahun 2011 tentang Pengesahan Pemberhentian dan Pengesahan Pengangkatan Bupati Provinsi Riau; 25. Peraturan Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Tahun ; 26. Peraturan Nomor 7 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Tahun ; 27. Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2010 tentang Penetapan Utama di Lingkungan Pemerintah ; 28. Peraturan Bupati Nomor 84 Tahun 2011 tentang Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Tahun ; 29. Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2012 tentang Sistem dan Prosedur Perencanaan Tahunan ; 30. Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2012 tentang Utama Pemerintah. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2016 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah adalah Bupati dan Perangkat sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan ; 2. Bupati adalah Bupati ; 3. Wakil Bupati adalah Wakil Bupati ; 4. Badan Perencanaan Pembangunan, yang selanjutnya disingkat BAPPEDA adalah Badan Perencanaan Pembangunan ;

19 5. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia; 6. Pembangunan daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun peningkatan indeks pembangunan manusia; 7. Perencanaan Pembangunan adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu; 8. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Rokan Hulu, yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2025; 9. Rencana Pembangunan Jangka Menengah, yang selanjutnya di sebut RPJMD adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai dengan 2016, yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program Kepala dengan berpedoman pada RPJP serta memperhatikan RPJM Nasional; 10. Rencana Kerja Pemerintah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun. 11. Satuan Kerja Perangkat selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan urusan pemerintahan di ; 12. Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat (Renja-SKPD), adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat untuk periode 1 (satu) tahun; 13. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan; 14. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi; 15. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi; 16. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/ untuk mencapai tujuan;

20 17. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan ; 18. adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program; 19. Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan; 20. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasarn dantujuan program dan kebijakan; 21. Hasil (outcome) adalah segala seuatu yang mencerminkan berfungsinya dari kegiatan-kegiatan dalam satu program; 22. Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang selanjutnya disingkat Musrenbang adalah forum antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Nasional dan rencana pembangunan ; 23. Pemangku Kepentingan adalah pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. BAB II KEDUDUKAN Pasal 2 RKPD merupakan penjabaran dari RPJM, yang rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan dan kewajiban daerah, rencana kerja yang terukur dan pendanaannya untuk Tahun 2016, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. BAB III MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 3 (1) Penetapan RKPD dimaksudkan sebagai pedoman bagi: a. Satuan Kerja Perangkat dalam menyusun Rencana Kerja SKPD Tahun b. Pemerintah dalam menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun (2) Penetapan RPKD mempunyai tujuan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang sinergis dan terpadu antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan.

21 BAB IV SISTEMATIKA Pasal 4 (1) Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 disusun dengan sistematika sebagai berikut: a. BAB I : PENDAHULUAN Menjelaskan mengenai latar belakang penyusunan RKPD, landasan hukum penyusunan RKPD, hubungan antar dokumen, sistematika dokumen RKPD, maksud dan tujuan penyusunan RKPD. b. BAB II : EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2014 DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Menjelaskan mengenai evaluasi pencapaian kinerja indikator makro pembangunan daerah dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD tahun lalu dengan memperhatikan dokumen RPJMD dan dokumen RKPD tahun berjalan sebagai bahan acuan serta isu strategis dan masalah mendesak. Capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan menguraikan tentang kondisi geografi demografi, pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan, dan permasalahan pembangunan. c. BAB III : RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Memuat penjelasan tentang kondisi ekonomi tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan, yang antara lain mencakup indikator pertumbuhan ekonomi daerah, sumber-sumber pendapatan dan kebijakan pemerintah daerah yang diperlukan dalam pembangunan perekonomian daerah meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

22 d. BAB IV : PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016 Mengemukakan secara eksplisit perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil analisis terhadap hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD, identifikasi isu strategis dan masalah mendesak ditingkat daerah dan nasional, rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah serta indikasi prioitas kegiatannya, juga memperhatikan apa yang diusulkan oleh SKPD berdasarkan prakiraan maju pada RKPD tahun sebelumnya. e. BAB V : RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Menjelaskan mengenai perencanaan program dan kegiatan, indikator kinerja, target, satuan, pagu indikatif, lokasi, SKPD penanggung jawab dan keterkaitannya dengan prioritas dan sasaran pembangunan yang ditetapkan. f. BAB VI : PENUTUP Telah dijelaskan tahapan-tahapan sistematika penyajian rancangan awal pada bab-bab diatas, sehingga memberikan gambaran pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dalam penyusunan RKPD beserta lampiran. (2) RKPD Tahun 2016 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran dan merupakan suatu dokumen resmi sebagai suatu yang tidak dapat dipisahkan dari peraturan Bupati ini.

23 BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 5 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita. Ditetapkan di Pasirpengaraian Pada Tanggal 11 Sya ban 1436 H 29 Mei 2015 BUPATI ROKAN HULU, H. A C H M A D Diundangkan di Pasir Pengaraian Pada Tanggal 11 Sya ban 1436 H 29 Mei 2015 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU, D A M R I BERITA DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2015 NOMOR :

24 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Hal ini untuk mewujudkan sinergi perencanaan pembangunan tahunan antara pusat dan daerah serta antardaerah dalam pencapaian tujuan nasional. Sinkronisasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah hal yang sangat penting untuk jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan yang dirumuskan dalam sembilan agenda prioritas (Nawa Cita). Penyusunan RKPD harus dilakukan setiap tahun agar dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi sosial ekonomi, kebiakan pemerintah dan kemampuan dana pada tahun perencanaan. Penyusunan RKPD dimulai dengan penyiapan rancangan awal melalui penjabaran RPJMD dengan memperhatikan isu-isu dan permasalahan mendesak yang terdapat pada tahun perencanaan. Dengan mempertimbangkan kedua hal tersebut dan dengan memperhatikan kondisi keuangan daerah dan ketersediaan dana pembangunan pada tahun perencanaan, dirumuskan prioritas-prioritas pembangunan. Penyusunan RKPD Tahun 2016 dilakukan melalui 2 (dua) tahapan kegiatan yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan, yaitu: tahap perumusan rancangan awal RKPD yang merupakan awal dari seluruh proses penyusunan rancangan RKPD untuk memberikan panduan kepada seluruh SKPD menyusun rancangan Renja SKPD dan berfungsi sebagai koridor perencanaan pembangunan daerah dalam kurun waktu 1 (satu) tahun yang disusun menggunakan pendekatan teknokratis dan partisipatif dan tahap penyajian rancangan awal RKPD. Proses perencanaan dilaksanakan dengan memasukkan prinsip pemberdayaan, pemerataan, demokratis, desentralistik, transparansi, akuntabel, responsif, dan partisipatif 1

25 dengan melibatkan seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Tujuan utama perencanaan pembangunan daerah adalah: 1. Meningkatkan konsistensi antar kebijakan yang dilakukan berbagai organisasi publik dan antara kebijakan makro dan mikro maupun antara kebijakan dan pelaksanaan; 2. Meningkatkan transparansi dan partisipasi dalam proses perumusan kebijakan dan perencanaan program; 3. Menyelaraskan perencanaan program dan penganggaran; 4. Meningkatkan akuntabilitas pemanfaatan sumber daya dan keuangan publik; 5. Terwujudnya penilaian kinerja kebijakan yang terukur, perencanaan dan pelaksanaan, sesuai RPJMD sehingga tercapai efektivitas perencanaan. RKPD merupakan dokumen yang memadukan perencanaan pembangunan jangka menengah yang kurang operasional dengan perencanaan program dan kegiatan yang sangat operasional sesuai dengan kemampuan anggaran tahun perencanaan. RKPD Tahun 2016 ini merupakan tahun kelima/transisi dari pelaksanaan RPJMD Tahun Hal ini diserasikan dengan Rencana Kerja Pemerintah, diacu dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) SKPD yang pada akhirnya menjadi pedoman dalam penyusunan RAPBD. Karenanya sebagai dokumen perencanaan daerah, RKPD mempunyai kedudukan yang sangat penting, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan. Dokumen RKPD secara umum mempunyai nilai sangat strategis dan penting, antara lain: 1. Merupakan instrumen pelaksanaan RPJMD; 2. Menjadi acuan penyusunan Rencana Kerja SKPD, berupa program/kegiatan SKPD dan/atau lintas SKPD; 3. Mewujudkan konsistensi program dan sinkronisasi pencapaian sasaran RPJMD; 4. Menjadi landasan penyusunan KUA dan PPAS untuk menyusun RAPBD; 5. Menjadi pedoman dalam mengevaluasi rancangan peraturan daerah tentang APBD. Dalam upaya mencapai berbagai sasaran pembangunan di Rokan Hulu, maka diperlukan penyelarasan antara perencanaan pembangunan Nasional, 2

26 Provinsi dan dengan baik dalam rencana pembangunan jangka menengah dan tahunan. Oleh sebab itu disusunlah dokumen Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 yang merupakan penjabaran tahun kelima pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun RKPD Tahun 2016 ini memuat sasaran dan arah kebijakan daerah, capaian dan kinerja pembangunan serta isu strategis pembangunan di. Berbagai isu strategis seperti sumber air, ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan serta listrik, hingga sarana dan prasarana, serta kebutuhan untuk pelayanan dasar lain terutama pendidikan dan kesehatan di berbagai daerah masih belum tercapai secara maksimal. Meskipun terbatasnya anggaran yang seharusnya dijadikan sebagai tantangan, bukan hambatan bagi pembangunan dan pemerintah wajib memberikan hasil maksimal meski dengan anggaran terbatas DASAR HUKUM Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD Tahun 2016 adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan ; 3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional; 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan ; 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan ; 6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan ; 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana 3

27 Pembangunan ; 9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun ; 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan ; 12. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/1854/SJ Tanggal 14 April 2015 tentang Skala Prioritas Penyusunan RKPD Tahun 2016; 13. Peraturan Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Rokan Hulu Tahun ; 14. Peraturan Nomor 4 Tahun 2011 tentang Organisasi Perangkat ; 15. Peraturan Nomor 7 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun ; 16. Peraturan Bupati Nomor 84 Tahun 2011 tentang Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Tahun ; 17. Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2012 tentang Sistem dan Prosedur Perencanaan Tahunan ; 18. Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2012 tentang Utama Pemerintah HUBUNGAN ANTARA RKPD DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA 4

28 Untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif di bidang perencanaan pembangunan daerah, diperlukan adanya tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah diperlukan suatu pedoman atau sistem dan prosedur perencanaan pembangunan daerah agar perencanaan tahunan daerah dapat dirumuskan secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan dan berkelanjutan. Oleh sebab itu fokus pembangunan daerah tahun 2016, diperlukan adanya daya dorong dalam rangka peningkatan fokus pembangunan dan dibutuhkan sinergitas lintas SKPD lingkup Pemerintah, baik Pemerintah, sampai pada Desa/Kelurahan serta sinergitas antar pelaku pembangunan baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 memuat arah kebijakan pembangunan yang merupakan komitmen Pemerintah untuk memberikan kepastian kebijakan dalam melaksanakan pembangunan daerah yang berkesinambungan. Sebagai pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, RKPD Tahun 2016 merupakan dokumen perencanaan pembangunan untuk periode 1 (satu) tahun yaitu Tahun 2016 yang dimulai tanggal 1 Januari 2016 dan berakhir pada tanggal 31 Desember Selanjutnya RKPD Tahun 2016 akan menjadi acuan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) Tahun RKPD Tahun 2016 disusun mengacu pada Rencana Strategis SKPD yang akan dilaksanakan tahun Dalam menyusun RKPD 2016 dilaksanakan dengan menggunakan empat pendekatan, yaitu politik, teknokratik, partisipatif, bottom-up dan top-down. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar wilayah, antar ruang, antar waktu, antar urusan pemerintahan maupun antara Pemerintah dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Berikut ini hubungan dokumen perencanaan antara pusat dan daerah: 5

29 Gambar 1 Bagan Hubungan Antar Berbagai Dokumen Perencanaan RPJP NASIONAL RPJP DAERAH 20 TAHUN RPJM NASIONAL RPJM DAERAH 5 TAHUN RENSTRA-KL RENSTRA-SKPD 5 TAHUN RKP NASIONAL RKP DAERAH 1 TAHUN RENJA-RKL RENJA-SKPD 1 TAHUN Perencanaan yang sinergis dan harmonis dalam penyusunannya dapat diperoleh dengan proses: 1. Pendekatan teknokratik Perencanaan dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berfikir ilmiah oleh satuan kerja perangkat daerah yang berdasarkan RPJMD, Renstra SKPD dan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. 2. Pendekatan partisipatif Perencanaan melibatkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) terhadap pembangunan daerah di secara transparan dan akuntabel untuk mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa saling memiliki sehingga tujuan pembangunan daerah terarah dan tepat sasaran. 3. Pendekatan politik Perencanaan pembangunan merupakan penjabaran dari agenda-agenda pembangunan yang tertuang didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun sehingga visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan dapat diterjemahkan secara tepat dan sistematis kedalam program dan kegiatan pembangunan daerah tahun Pendekatan atas-bawah (top-down) dan bawah-atas (bottom-up) Pendekatan ini dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. Rencana hasil proses atas-bawah dan bawah atas diselaraskan melalui musyawarah yang dilaksanakan baik di tingkat Nasional, Provinsi,, dan Desa/Kelurahan. 6

30 Dari uraian di atas, nampak sekali keterkaitan dan sinergitas pusat dan daerah dalam aspek perencanaan yang dibungkus dalam sebuah perencanaan partisipatif yang merupakan kombinasi antara top-down dan bottom-up planning. Dalam konteks ini, RKPD merupakan penjabaran dari RPJM dan/atau Rencana Strategis Pemerintah dengan mengacu pada RKPD Provinsi dan RKP Nasional. Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2015 memuat arah kebijakan pembangunan yang merupakan komitmen Pemerintah untuk memberikan kepastian kebijakan dalam melaksanakan pembangunan daerah yang berkesinambungan. RKPD yang disusun dengan berlandaskan pada Rencana Kerja seluruh SKPD tetap mengacu pada visi, misi, dan arah kebijakan Kepala /Wakil Kepala. Disamping itu penyusunan RKPD ini juga mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), RPJP Provinsi, RPJP Nasional, RPJM, RPJM Nasional, serta berbagai kebijakan dan prioritas program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Tujuan merujuk pada semua dokumen perencanaan tersebut adalah untuk menjamin terciptanya sinergi kebijakan dan sinkronisasi program secara vertikal antar tingkat pemerintahan yang berbeda. Hasil akhir dari RKPD berfungsi sebagai pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Gambar 2 Bagan Pola Pikir Proses Penyusunan RKPD RENSTRA SKPD RENJA SKPD RKPD RANCANGAN KUA KUA RANCANGAN PPAS PPAS Rancangan KUA disampaikan Bupati kepada DPRD untuk dibahas Berdasarkan KUA yang telah disepakati Pemda menyusun Rancangan PPAS Dalam kaitan dengan perencanaan pembangunan daerah, maka RKPD Tahun 2016 merupakan satu bagian yang utuh dari manajemen kerja di lingkungan Pemerintah khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan yang telah tertuang dalam RPJM Rokan Hulu. Setiap tahunnya selama periode perencanaan akan dijabarkan dalam bentuk RKPD, yang selanjutnya akan dijadikan acuan bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan umum anggaran (KUA) Tahun

31 Selain itu, penyusunan RKPD Tahun 2016 dilakukan dengan melihat hasil kinerja pembangunan yang dicapai pada tahun sebelumnya, fenomena yang ada, isu strategis yang akan dihadapi pada tahun pelaksanaan RKPD, serta mempertimbangkan sinergitas antar sektor dan antar wilayah. Selanjutnya dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya yang terbatas, ditetapkan prioritas pembangunan daerah yang terbagi menjadi commons goals yang memerlukan kegiatan lintas sektor dan sinergitas yang tinggi lintas SKPD dan institusi pada tingkatan pemerintahan dan non common goals yaitu kegiatan pendukung yang menjadi tupoksi SKPD guna pencapaian common goals SISTEMATIKA DOKUMEN RKPD Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) Tahun 2016, yang mengimplementasikan perencanaan pembangunan jangka menengah dan penganggaran tahunan, disusun dalam sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Dasar Hukum 1.3. Hubungan antara RKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya 1.4. Sistematika Dokumen RKPD 1.5. Maksud dan Tujuan BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2014 DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN 2.1. Gambaran Umum Kondisi Aspek Geografi dan Demografi Aspek Kesejahteraan Masyarakat Aspek Pelayanan Umum Aspek Daya Saing 2.2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan RKPD sampai Tahun 2015 dan Realisasi RPJMD 2.3. Permasalahan Pembangunan Permasalahan daerah yang berhubungan dengan prioritas dan 8

32 sasaran pembangunan daerah Identifikasi permasalahan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 3.1. Arah Kebijakan Ekonomi Kondisi Ekonomi Tahun 2015 dan Perkiraan Tahun Tantangan dan Prospek Perekonomian Tahun 2016 dan Tahun Arah Kebijakan Pendapatan Arah Kebijakan Belanja Arah Kebijakan Pembiayaan BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH 4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan 4.2. Prioritas dan Pembangunan BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH BAB VI PENUTUP 1.5. MAKSUD DAN TUJUAN Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 merupakan kunci penting dalam menentukan kualitas seluruh proses penyusunan RKPD yang menginformasikan rancangan kerangka ekonomi daerah, arah kebijakan keuangan daerah, arah prioritas pembangunan daerah dan rencana kerja program dan kegiatan yang dilengkapi dengan rancangan pagu indikatif untuk setiap SKPD untuk tahun yang direncanakan sebagai acuan bagi setiap SKPD dalam menyiapkan rancangan Renja SKPD. RKPD berfungsi sebagai koridor perencanaan pembangunan indikatif untuk tahun yang direncanakan. Arah kebijakan keuangan daerah dalam RKPD memuat indikasi belanja bagi hasil pemerintah kabupaten kepada pemerintah desa serta indikasi bantuan keuangan pemerintah kabupaten kepada pemerintah desa. Di dalam penyusunan RKPD dilakukan review RPJMD, review usulan program dan kegiatan SKPD dari usulan tahun lalu dan prioritas pembangunan untuk tahun rencana, kajian terhadap RKP, analisis isu strategis dan prioritas pembangunan daerah untuk tahun yang 9

33 direncanakan bersama para pemangku kepentingan yang terkait, merumuskan rancangan awal RKPD, dan pembahasan RKPD dengan SKPD. Penyusunan RKPD merupakan tanggung jawab Kepala Bappeda, untuk itu Bappeda membentuk tim penyusun RKPD yang bertugas melaksanakan seluruh proses penyusunan dokumen RKPD. Maksud penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Rokan Hulu Tahun 2016 adalah sebagai kerangka kerja bagi Kepala dalam melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan kondisi dan permasalahan pokok yang sedang dihadapi baik di tingkat maupun pada tingkat Nasional, khususnya: 1. Menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat (Renja SKPD); 2. Renja SKPD akan menjadi bahan dalam penyusunan rancangan akhir RKPD yang dibahas dalam penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan dari tingkat sampai dengan Provinsi; 3. Mensinergikan program-program sektoral dan spasial dengan menguraikan rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja serta pendanaan yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Adapun tujuan penyusunan RKPD adalah sebagai berikut: 1. Melakukan sinkronisasi program, kegiatan pokok, lokasi kegiatan dan pagu anggaran yang disusun oleh SKPD yang bersifat penting dan mendesak untuk segera dilaksanakan, mempunyai dampak nyata, terukur dan langsung dirasakan oleh masyarakat; 2. Memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan Pemerintah, baik melalui kerangka regulasi (peraturan perundang-undangan) dan kerangka anggaran yang bersumber dari dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta dana perimbangan, agar terwujud penggunaan sumber daya secara lebih efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan; 3. Mewujudkan program pembangunan yang sejalan, selaras, seimbang, dan berkesinambungan; 4. Memberikan arah bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah dalam melakukan perencanaan serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah Tahun 2015; 10

34 5. Memberikan pedoman untuk dasar pengawasan dan evaluasi pada perencanaan serta penganggaran tahun-tahun berikutnya. 11

35 BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2014 DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN 2.1. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Gambaran umum kondisi daerah akan menjelaskan tentang kondisi geografi dan demografi pserta indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan di. Adapun indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang penting dianalisis meliputi 4 (empat) aspek utama, yaitu aspek geografi dan demografi, aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah. Analisis gambaran umum kondisi daerah memberikan pemahaman awal sejauh mana keberhasilan pembangunan daerah yang dilakukan selama ini dan mengidentifikasi faktor-faktor atau berbagai aspek yang nantinya perlu ditingkatkan untuk optimalisasi pencapaian berhasilan pembangunan di. Gambaran umum kondisi daerah memberikan basis atau pijakan dalam merencanakan pembangunan, baik dari aspek geografi dan demografi, serta capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah beserta interpretasinya. Bab II ini disusun dengan maksud menguraikan gambaran umum tentang kondisi daerah, lengkap dengan data dan statistik tentang kondisi Rokan Hulu saat ini yang meliputi aspek geografi dan demografi serta indikator kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah Aspek Geografi dan Demografi, dengan Ibu kota Pasirpengaraian, terletak dalam wilayah Provinsi Riau dan terbentuk sebagai hasil pemekaran dari Kampar. Secara juridis formal, terbentuk sejak diberlakukannya Undangundang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Pelalawan,, Rokan Hilir, Siak, Karimun, Natuna, Kuantan Sengingi dan Kota Batam sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2008, tentang Perubahan Ketiga atas Undangundang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun

36 a. Karakteristik lokasi dan wilayah Luas dan Batas Wilayah Administrasi memiliki wilayah seluas ,56 ha atau ± 8% dari luas Provinsi Riau. Secara administratif pemerintahan terbagi dalam 16, 6 Kelurahan dan 147 Desa. Di sebelah Utara berbatasan dengan Rokan Hilir dan Provinsi Sumatra Utara, di sebelah Selatan berbatasan dengan XII Koto Kampar dan Bangkinang Barat Kampar, disebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, dan di sebelah Timur berbatasan dengan Bangkinang dan Tapung Kampar. Letak dan Kondisi Geografis Secara geografis, terletak diantara o 52 Bujur Timur dan Lintang Utara. Morfologi dapat dibagi menjadi dataran, perbukitan (landai, bergelombang, terjal) dan gunung/pegunungan. Morfologi berupa dataran mendominasi wilayah Rokan Hulu dengan area mencakup 77,35%, perbukitan (landai, terjal dan bergelombang) sebesar 22,64%, sedangkan morfologi gunung/pegunungan hanya mencakup area seluas 0.01% dari luas wilayah. Secara geomorfologi, di daerah ini dapat dibedakan empat satuan geomorfologi, yaitu satuan morfologi pedataran aluvium sungai dan pantai, perbukitan rendah, perbukitan bergelombang, dan perbukitan geantiklin barisan. Satuan geomorfologi pedataran aluvium sungai dan pantai terdiri dari daratan dan meander sepanjang sungai-sungai besar dan pantai yang umumnya berhutan lebat dan rawa-rawa, umumnya terdiri dari endapan-endapan alluvium (pasir, kerikil, kerakal, lanau, dan lempung). Satuan morfologi ini menutupi sebagian besar wilayah kedua kabupaten, terutama di bagian utara daerah. Satuan geomorfologi perbukitan rendah umumnya berupa perbukitan dan timbulan rendah di antara pedataran aluvium. Satuan geomorfologi ini menutupi sebagian kecil daerah terutama di bagian barat laut dan bagian tengah Rokan Hilir, tersusun dari endapan pasir konglomeratan. Satuan geomorfologi perbukitan bergelombang, menempati bagian tengah wilayah yang tersebar dari kota Dalu-dalu dan 13

37 Pasirpengaraian di barat laut memanjang ke arah tenggara melalui kota-kota Ujungbatu, Tandun, dan Kabun. Satuan morfologi ini ditempati oleh endapanendapan batuan sedimen berumur tersier. Satuan geomorfologi perbukitan geantiklin barisan berupa perbukitan dengan puncak dan lembah berelief kasar, menempati bagian barat daya dari wilayah. Ditempati oleh satuan-satuan metasedimen dan terobosan granit yang berumur pra tersier. Sungai-sungai yang mengalir di daerah ini pada umumnya mempunyai pola aliran semi dendritik yang secara umum mempunyai arah aliran dari selatan ke arah utara. Topografi mempunyai keadaan topografi yang cukup bervariasi, mulai dari dataran tinggi hingga dataran yang relatif rendah di bagian utara, dengan ketinggian berkisar antara 100 meter hingga di atas meter dari permukaan air laut. dengan ketinggian antara 100 sampai 500 meter diatas permukaan laut meliputi sekitar 80%, kawasan yang berada pada ketinggian 500 sampai meter meliputi 17,5% dan kawasan yang berada pada ketinggian lebih dari meter meliputi sekitar 2,5% dari luas keseluruhan. Ketinggian wilayah di dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelas ketinggian, yaitu: 1. Ketinggian antara meter diatas permukaan air laut; tersebar di Tambusai Utara, Tambusai, Kepenuhan, Kepenuhan Hulu, Rambah Hilir, Bonai Darussalam, Pagaran Tambah, Tandun, Kabun, Bangun Purba, sebagian Rokan IV Koto dan Pendalian IV Koto. 2. Ketinggian antara meter diatas permukaan air laut; tersebar di bagian utara, yaitu sebagian kecil Pendalian IV Koto dan Rokan IV Koto. 3. Ketinggian lebih dari meter diatas permukaan air laut; tersebar di sebagian kecil Pendalian IV Koto dan Rokan IV Koto. Kemiringan lahan lahan bervariasi dari 0 hingga diatas 40%. Kemiringan lahan antara 0-15% mendominasi seluruh wilayah kecamatan 14

38 dengan luasan mencapai 95,77%, kemiringan lahan antara 15-40% mencapai 4,22% sedangkan kemiringan diatas 40% hanya berada di Rokan IV Koto sebesar 0.01% dari total luas. Geologi berada pada Cekungan Sumatera Tengah, yang mempunyai batuan dasar berumur pra tersier. Struktur geologi yang terdapat di daerah ini adalah berupa struktur antiklin, sinklin, dan sesar yang umumnya berarah barat laut-tenggara, yaitu searah dengan arah umum pulau Sumatera. Hidrologi Di daerah terdapat dua buah sungai besar dan beberapa sungai kecil yaitu Sungai Rokan bagian Hulu mempunyai panjang ±100 km dengan kedalaman rata-rata 6 meter dengan lebar rata-rata 92 meter. Sedangkan di bagian hilir sungai ini termasuk daerah Rokan Hilir. Aliran sungai ini di bagian hulunya melalui Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Tandun, Kunto Darussalam, Rambah, Tambusai, Kepenuhan, dan Kepenuhan Hulu. Sungai-sungai besar yang terdapat di ini sebagian masih berfungsi baik sebagai prasarana perhubungan, sumber air bersih budi daya ikan. Klimatologi pada umumnya beriklim tropis dengan temperatur maksimum rata-rata 31ºC 32ºC dengan jumlah hari hujan dalam tahun 2013 yang terbanyak adalah disekitar Ujung batu dan Rambah dan yang paling tinggi curah hujannya adalah sekitar Tandun. Iklim di sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin. Berdasarkan arah angin musim di wilayah dibagi dalam 4 periode yaitu periode Januari - Maret: bertiup angin Utara dan Timur laut, hujan turun sekali-kali dengan temperatur udara sedang, periode April - Juni: bertiup angin Timur Laut/Tenggara, hujan sedikit dengan temperatur udara agak panas (lebih kurang 34 C), periode Juli-September: bertiup angin tenggara, hujan turun agak banyak dengan temperatur udara sedang (lebih kurang 30 C), periode Oktober - Desember: bertiup angin barat/utara, hujan banyak turun pada bulan September, 15

39 Oktober dan November, temperatur agak dingin dan lembab pada malam hari. Curah hujan rata-rata setahun berkisar 193,2 milimeter dengan rata-rata kelembaban udara sekitar 90,4% dan temperatur berkisar antara 25,80 celcius. Penggunaan Lahan Penggunaan lahan di terdiri dari lahan hutan, perkebunan, permukiman, perdagangan dan jasa, pertanian dan lain-lain. Dari semua itu yang paling mendominasi ada peruntukan perkebunan dengan luas lahan ha atau hampir 51,17% dari total luas. Selanjutnya peruntukan terbesar lainnya adalah hutan, padang rumput, rawa tidak ditanami seluas 248,295 ha (32,65%), bangunan, pekarangan dan lahan sekitarnya dengan luas sekitar 119,178 ha (15,67%), serta tanah sawah seluas 3,877 ha (0,51%). b. Potensi Pengembangan Wilayah Kawasan Peruntukan Hutan Produksi Kawasan peruntukan hutan produksi dimaksudkan untuk menyediakan komoditas hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan untuk keperluan industri. Hal ini juga sekaligus untuk melindungi kawasan hutan yang ditetapkan sebagai hutan lindung dan hutan konservasi dari kerusakan akibat pengambilan hasil hutan yang tidak terkendali. Dengan memperhatikan hasil dari analisis kesesuaian lahan, maka rencana peruntukan luas lahan untuk kawasan hutan produksi di adalah ,57 ha menurut wilayah kecamatan adalah sebagai berikut: Bonai Darussalam seluas ,57 ha, Rokan IV Koto seluas ,02 ha, Tambusai Utara seluas ,15 ha, Kunto Darussalam seluas ,55 ha, Rambah seluas ,64 ha, Rambah Samo seluas ,60 ha, Tambusai seluas ,97 ha, Kab1un seluas 7.707,32 ha, Kepenuhan seluas 4.486,44 ha, Pendalian IV Koto seluas 4.292,72 ha, Bangun Purba seluas 4.137,86 ha, Kepenuhan Hulu seluas 3.787, 98 ha, Rambah Hilir seluas 1.645,70 ha, Tandun seluas 235,62 ha, Ujungbatu seluas 194,68 dan Pagaran Tapah Darussalam seluas 125,76 ha. 16

40 Kawasan Peruntukan Hutan Rakyat Rencana sebaran kawasan hutan rakyat dapat dikembangkan di seluruh wilayah kecamatan dalam lingkup wilayah. Pemanfatan lahan di kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan hutan rakyat yang dimungkinkan untuk berlokasi pada peruntukan lahan kawasan perkebunan, pertanian tanaman pangan dan holtikultura. Luas kawasan hutan rakyat di seluas , 68 ha dan Tambusai Utara merupakan kawasan hutan rakyat yang terluas yaitu seluas 6.162, 99 ha. Kawasan Peruntukan Perkebunan Kawasan perkebunan di dikembangkan berdasarkan fungsi kawasan dan potensi yang ada pada daerah yang memiliki prospek ekonomi cepat tumbuh. Rencana pengembangan kawasan perkebunan diarahkan pada seluruh wilayah kecamatan di dengan luasan mencapai ,08 ha. Luasan terbesar untuk rencana pengembangan kawasan perkebunan terdapat di Kunto Darussalam seluas ,10 ha, Tambusai Utara seluas ,71, Bonai Darussalam seluas ,26 ha, Tambusai seluas ,46 ha, Kepenuhan seluas ,45 ha, Kabun seluas ,38 ha, Pagaran Tapah Darussalam seluas ,56 ha, Rokan IV Koto seluas ,22 ha, Tandun seluas ,06 ha, Kepenuhan Hulu seluas ,85 ha, Rambah Samo seluas ,56, Rambah Hilir seluas ,83 ha, Pendalian IV Koto seluas 9.606, 46 ha, Bangun Purba seluas 7.766,54 ha, Rambah seluas 2.980,40 ha dan Ujungbatu seluas 1.793,23 ha. Kawasan Peruntukan Pertanian Pangan Pada dasarnya peruntukam pertanian pangan mencakup kawasan pertanian tanaman pangan lahan basah, pertanian pangan lahan kering (holtikultura) dan peternakan. Sebaran pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan di mencakup seluruh wilayah kecamatan dengan luas rencana mencapai ,39 ha. Rencana pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan yang relatif besar luasannya meliputi Bonai Darussalam seluas 5.523,04 ha, Tambusai Utara seluas 4.511,05 ha, 17

41 Rambah Hilir seluas 2.403,17 ha dan Rambah Samo seluas 2.071,02 ha. Selain itu, kedepannya juga dicadangkan lahan pertanian pangan untuk menjaga keberlanjutan pangan di. Kawasan cadangan untuk lahan pertanian pangan berkelanjutan dengan luas kurang lebih ha berada di Tambusai seluas ha dan Bonai Darussalam seluas ha. Untuk pengembangan pertanian lahan kering, sebaran lahannya meliputi seluruh wilayah kecamatan di, dengan luasan mencapai 77, ha. Rambah Samo dan Kunto Darussalam merupakan kecamatan dengan luasan rencana kawasan pertanian lahan kering terbesar, yaitu mencapai 10, ha untuk Kunto Darussalam dan 9, ha untuk Rambah Samo. Kawasan Peruntukan Peternakan Kawasan peruntukan peternakan di wilayah memiliki luas kurang lebih ha tersebar di Tambusai dan Tambusai Utara dengan komoditas unggulan sapi, kerbau, kambing, ayam dan itik. Kawasan Peruntukan Perikanan Rencana pengembangan peruntukan perikanan di diarahkan pada perikanan tangkap dan budidaya. Kawasan perikanan tangkap berada di Rambah, Ujungbatu, Rokan IV Koto, Kunto Darussalam, Tambusai, Kepenuhan, Tambusai Utara, Rambah Hilir, Bangun Purba, Tandun, Pagaran Tapah Darussalam, Bonai Darussalam dan Kepenuhan Hulu. Sedangkan kawasan perikanan budidaya berada di seluruh kecamatan di Rokan Hulu. Kawasan Peruntukan Pertambangan Berdasarkan data Dinas Pertambangan dan Energi, beberapa jenis bahan galian telah diidentifikasi yaitu antara lain granit, felspar, kuarsit, kaolin, bentonit, sirtu, ballclay, lempung, dan pasir kuarsa. Pengembangan kawasan pertambangan diarahkan untuk pengelolaan potensi sumber daya alam secara berimbang dan berkelanjutan dengan memprioritaskan 18

42 aspek keseimbangan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup. Kawasan peruntukan pertambangan di memiliki luas kurang lebih ha meliputi pertambangan mineral dan batubara di Rokan IV Koto, Rambah Samo, Bangun Purba, Kunto Darussalam, Rambah Hilir, Tambusai Utara, Kabun dan Rambah. Kawasan peruntukan pertambangan migas tersebar di seluruh kecamatan. Kawasan Peruntukan Industri Pengembangan kawasan industri di terdiri dari kawasan industri besar, menengah dan kecil/mikro. Industri besar sebagaimana diarahkan berada di Tambusai, Kunto Darussalam, Pagaran Tapah Darussalam, Kabun dan Tandun. Industri menengah diarahkan di Tambusai, Tambusai Utara, Kepenuhan, Kunto Darussalam dan Ujung Batu. Sedangkan industri kecil dan mikro diarahkan tersebar di seluruh. Kawasan Peruntukan Pariwisata Peruntukan kawasan pariwisata di wilayah dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu kawasan pariwisata alam (air panas hapanasan, air panas suaman, air panas rokan, air terjuan aek matua, air terjun rura limbat, air terjun berseri, air terjun sungai tolang, air terjun rura pamontasan, air terjun bukik paninjauan, air terjun hujan lobek, air terjun landasan, goa mata dewa, goa tujuh serangkai, goa huta sikapir, goa sei nigi, goa sei puo, danau cipogas, danau kembang, danau kobu, danau puar, danau ombak, pantai rengas, rumah batu serombow, arung jeram sungai rokan kiri), kawasan pariwisata buatan (taman simare, arena terbang laying, pemandian bongkaran, pasar agro wisata, pasar wisata, komplek Islamic centre dan pamong praja, pawan resort, kampong seni tradisional suku sakai bonai ulak patina, desa wisata sungai bungo, taman bungo) dan kawasan pariwisata budaya (luhak Rokan IV Koto, komplek kerajaan Rantau Binuang Sakti, surau suluk Naqsambandiyah, benteng tujuh lapis, luhak Tambusai, luhak Rambah, jembatan batang lubuh I dan II, rumah peninggalan Sultan Zainal Abidin, nogori tingga, komplek kerajaan dan makam raja-raja 19

43 Rambah, komplek surau suluk Ismailiyah, luhak Kepenuhan, luhak Kunto Darussalam, kawasan budaya dan sejarah Lubuk Bendaharo, rumah harangan dan makam Suri Andung Jati, istana kerajaan Kunto Darussalam, komplek istana dan Masjid Tuo Kunto bersama makam Syekh Burhanuddin dan makam keramat, prosesi pemandian mayat, bangunan LKA Ujungbatu, rumah berarsitektur tradisional, bangunan LKA Tandun, rumah sopo godang, tugu janji raja, situs kerajaan bukit langgak, istana kersik putih). Kawasan Peruntukan Pemukiman Pengembangan kawasan permukiman diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat-pusat kegiatan dan pusat pelayanan. Secara keseluruhan luas lahan untuk pengembangan kawasan permukiman di Rokan Hulu sebesar ,59 ha, yang terdiri atas kawasan permukiman perdesaan dan kawasan permukiman perkotaan. Rencana kawasan pemukiman tersebar diseluruh kecamatan adalah Rambah seluas 4.494,07 ha, Tambusai Utara seluas 3.742,07 ha, Kepenuhan seluas 3.379,91 ha, Tambusai seluas 3.163,03 ha, Kunto Darussalam seluas 3.090,36 ha, Rambah Hilir seluas 2.844,69, Rambah Samo seluas 2.719,16 ha, Pagaran Tapah Darussalam seluas 2.489,17 ha, Rokan IV Koto seluas 2.175,55 ha, Kepenuhan Hulu seluas 2.146,51 ha, Tandun seluas 2.139,75 ha, Bangun Purba seluas 2.062,39 ha, Kabun seluas 1.944,10 ha, Ujungbatu seluas 1.893,58 ha, Bonai Darussalam seluas 1.434,07 ha dan Pendalian IV Koto seluas 773,18 ha. Kawasan Peruntukan Perdagangan dan Jasa Kawasan perdagangan dan jasa di terdiri dari kawasan perdagangan dan jasa skala wilayah berada di Pasir Pengaraian, kawasan perdagangan dan jasa skala kabupaten berada di Rambah, Tambusai Utara, Kepenuhan, Ujungbatu, kawasan perdagangan dan jasa skala kecamatan meliputi semua kecamatan di serta kawasan perdagangan dan Jasa skala lingkungan meliputi semua desa di. 20

44 Kawasan Peruntukan Perkantoran Kawasan perkantoran di terletak di Rambah, dimana kawasan ini difungsikan sebagai pusat perkatoran pemerintah daerah. Kawasan Andalan Kawasan andalan yang ada di meliputi wilayah yang berada di sepanjang koridor Ujungbatu sampai dengan perbatasan di Tambusai Utara. Kawasan andalan ini meliputi perkebunan, pertanian, pertambangan, industry serta perdagangan dan jasa. Kawasan Peruntukan Lainnya Kawasan peruntukan lainnya berupa kawasan yang digunakan untuk kawasan bandara dan terletak di Rambah Samo. c. Wilayah Rawan Bencana Potensi rawan bencana di berdasarkan karakteristik wilayah, dapat diidentifikasi wilayah yang berpotensi rawan bencana alam, seperti banjir dan longsor. Wilayah yang termasuk dalam kawasan rawan bencana longsor adalah Bangun Purba, Pendalian IV Koto, Rambah, Rokan IV Koto, Kabun dan Rambah Samo. Sedangkan wilayah yang termasuk dalam kawasan rawan bencana banjir adalah Bangun Purba, Kepenuhan, Kepenuhan Hulu, Bonai Darussalam, Kunto Darussalam, Tambusai Utara, Tambusai, Rambah, Rambah Hilir dan Ujungbatu Aspek Kesejahteraan Masyarakat a. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi - Pertumbuhan PDRB Tanpa Migas Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2013 tercatat sebesar 7,54 persen dimana pertumbuhan ekonomi tahun 2012 sebesar 7,48 persen. Hal ini menggambarkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 mengalami kenaikan. Pertumbuhan terbesar adalah sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan sebesar 10,56 persen. Pertumbuhan pada sektor ini disumbang terbesar oleh 21

45 sub sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar persen dan 10,37 persen. Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan ini terus meningkat tajam sejak tahun Pada tahun 2011 pertumbuhan sektor keuangan,persewaan dan jasa perusahaan sebesar 11,01 persen dengan pertumbuhan pada tahu 2010 hanya 8,13 persen. Berikut ini diagram kenaikan ketiga sektor ini sejak tahun Pada tahun 2013 sektor industri pengolahan naik sebesar 10,32 persen. Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi ketiga pada tahun Sejak tahun 2011 sektor industri pengolahan terus naik. Industri pengolahan tanpa migas yang terbesar ada di adalah industri pengolahan kelapa sawit. Industri pengolahan kelapa sawit di terdapat 20 perusahaan yang menyebar dibeberapa kecamatan yaitu 12 kecamatan. Perusahaan industri pengolahan kelapa sawit terbanyak terdapat di Tambusai yaitu sebanyak 4 perusahaan. Dari 20 perusahaan ini hanya 3 perusahaan yang tidak memiliki perusahaan perkebunan kelapa sawit sedangkan perusahaan yang lain juga memiliki perusahaan perkebunan. Sektor bangunan juga meningkat setiap tahunnya. Sektor bangunan ini bisa dilihat dari peningkatan pembangunan jalan, jembatan, gedung, bangunan perumahan, bangunan air, pembangkit listrik, bangunan jaringan komunikasi dan lai sebagainya. Sektor bangunan akan terus meningkat seiring dengan semakin majunya daerah dan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Pada tahun 2013 ini sektor bangunan meningkat sebesar 8,21 persen dimana pada tahun 2012 pertumbuhan sektor bangunan sebesar 7,87 persen. Sektor pertanian setiap tahunnya mengalami pertumbuhan namun selalu mengalami perlambatan pertumbuhan. Pada tahun 2013 ini sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 5,78 persen dimana pada tahun 2012 pertumbuhan sektor pertanian sebesar 6,09 persen. Sub sektor tanaman bahan makanan seperti padi dan palawija semakin tahun terus mengalami perlambatan pertumbuhan. Sedangkan sub sektor perkebunan tetap terus tumbuh setiap tahunnya. Banyaknya masyarakat yang beralih kekegiatan perkebunan membuat produksi sub sektor tanaman bahan makanan mengalami penurunan dan alih fungsi lahan terus meningkat. 22

46 Sub sektor penggalian di tumbuh sebesar 8,85 persen. Penggalian di utamanya adalah galian C yang dilakukan oleh rumah tangga. Penggalian pasir dan batu (sirtu) dilakukan di aliran Sungai Batang Lubuh, Sungai Rokan, dan Sungai Batang Kumu yang tersebar dibeberapa kecamatan. Selain itu ada juga penggalian yang dilakukan didarat. Sektor perdagangan, hotel dan restoran merupakan sektor yang juga terus setiap tahunnya mengalami kenaikan pertumbuhan. Pada tahun 2013 sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 10,37 persen. Pada tahun 2012 pertumbuhan sektor ini pada angka 9,48 persen. Perdangan terbesar di terbesar berada di Ujung Batu. Setiap tahunnya nilai perdagangan di Rambah juga semakin meningkat. Sektor jasa-jasa juga terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2013 ini pertumbuhan sektor jasa-jasa sebesar 9,35 persen. Pada tahun 2012 sektor ini tumbuh sebersa 8,78 persen. Pertumbuhan sektor listrik setiap tahunnya terus meningkat. Jumlah konsumen pengguna listrik baik listrik PLN maupun non PLN terus meningkat. Produksi dari pembangkit listrik juga terus meningkat. Perbaikan sektor listrik dimulai sejak tahun Pada beberapa kecamatan seperti Tambusai Utara dibangun pembangkit listrik swadaya desa. Dengan Migas Secara umum laju pertumbuhan ekonomi dengan migas tetap mengalami kenaikan walaupun sektor pertambangan itu sendiri tidak mengalami pertumbuhan bahkan minus. Pada tahun 2013 pertumbuhan sektor minyak bumi dan gas sebesar -10,12 persen. Untuk membandingkan pertumbuhan antar kabupaten sebaiknya dilihat dari laju pertumbuhan tanpa migas karena tidak setiap kabupaten memiliki pertambangan minyak bumi dan gas. Selain itu sektor ini dikuasi oleh perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja professional. Secara umum laju pertumbuhan ekonomi dengan migas tetap mengalami kenaikan walaupun sektor pertambangan itu sendiri tidak mengalami pertumbuhan bahkan minus. Laju pertumbuhan ekonomi dengan migas sangat berfluktuasi sejalan dengan produksi pertambangan minyak bumi yang juga berfluktuasi. Puncaknya pada tahun 2011 dimana sumur minyak baru ditemukan sehingga laju pertumbuhan ekonomi dengan migas juga melampaui laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas. - PDRB dan Pendapatan Perkapita 23

47 Tanpa Migas PDRB perkapita dan pendapatan per kapita tanpa migas baik berdasarkan harga berlaku maupun harga konstan selalu mengalami kenaikan. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita penduduk pada tahun 2013 adalah sebesar Rp ,15 per tahun untuk atas dasar harga konstan dan Rp ,27 per tahun untuk atas dasar harga berlaku. Pendapatan perkapita penduduk setiap tahun meningkat yang dapat menggambarkan semakin tahun kehidupan penduduk semakin baik. Dengan Migas Tidak jauh berbeda dengan tanpa migas, PDRB dan pendapatan per kapita dengan migas selalu mengalami kenaikan yang positif. Pada tahun 2013 PDRB per kapita naik menjadi 34,6 juta rupiah dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya 31,1 juta rupiah. Sedangkan dengan harga konstan naik menjadi 6 juta pada tahun Pendapatan perkapita pada tahun 2013 dengan migas naik tinggi menjadi 31,6 juta rupiah untuk harga berlaku sedangkan untuk harga konstan naik menjadi 5,5 juta. b. Fokus Kesejahteraan Sosial - Angka Melek Huruf Angka Melek Huruf menunjukkan persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya. Pembangunan sektor pendidikan di /Kota se-provinsi Riau terbilang sukses. Untuk, Angka Melek Huruf dari tahun 2008 sampai dengan Tahun 2013 menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari 97,38 pada Tahun 2008 meningkat menjadi 98,44 di tahun Dapat pula dinyatakan bahwa di masih terdapat 1,56 persen penduduk yang tidak bisa baca-tulis alias buta huruf. - Angka Rata-Rata Lama Sekolah Rata-rata lama sekolah menunjukkan jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 15 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal. Capaian rata-rata lama sekolah di tahun 2013 yakni 7,96 tahun dan mengalami peningkatan dari tahun 2012 sebesar Namun jika dilihat capaian rata-rata lama sekolah di menunjukkan peningkatan sejak tahun 2008 sampai 24

48 dengan tahun Angka ini naik setiap tahunnya yang berarti tingkat pendidikan di semakin baik. - Angka Harapan Hidup Angka Harapan Hidup penduduk Tahun 2013 berada di usia 67,28 tahun dan di Tahun 2012 berada pada usia 67,26 tahun. Berarti rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh sejak seseorang lahir di Rokan Hulu adalah sampai usia 67 tahun. Terjadinya peningkatan Angka Harapan Hidup dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun Hal ini menunjukkan perbaikan pembangunan di sektor kesehatan, yang indikatornya antara lain kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan dan pemanfaatannya, penolong kelahiran sudah menggunakan tenaga medis, dan sanitasi. c. Fokus Seni Budaya dan Olahraga Analisis kinerja atas seni budaya dan olahraga dilakukan terhadap indikatorindikator jumlah grup kesenian, jumlah klub olahraga dan jumlah gedung olahraga. Pertumbuhan dan perkembangan dibidang olahraga begitu pesat seiring dengan telah dilaksanakannya PON tahun 2012 yang lalu Aspek Pelayanan Umum Menjelaskan kondisi umum aspek pelayanan umum sebagai bagian dari indikator kinerja pembangunan secara keseluruhan, khususnya indikator yang paling dapat menjelaskan kondisi dan perkembangan aspek pelayanan umum di Rokan Hulu. Lebih lanjut dipaparkan tentang fokus urusan layanan wajib dan fokus urusan layanan pilihan. a. Fokus Layanan Urusan Wajib 1. Pendidikan No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Persentase sekolah yang memiliki sarana 250 sekolah 481 sekolah dan prasarana memadai 2 Jumlah gedung sekolah yang dibangun 30 sekolah 12 sekolah 3 Jumlah perijinan kursus yang dilayani 23 sekolah 0 sekolah 4 Angka partisipasi kasar seluruh jenjang pendidikan SD/MI persen persen SMP/MTs persen persen SMU persen persen 25

49 5 Angka partisipasi murni seluruh jenjang pendidikan SD/MI persen persen SMP/MTs persen persen SMU persen persen 6 Angka partisipasi sekolah seluruh jenjang pendidikan SD/MI persen persen SMP/MTs 101 persen persen SMU persen persen 7 Angka putus sekolah seluruh jenjang pendidikan SD/MI 0.13 persen 0.11 persen SMP/MTs 2.31 persen 2.22 persen SMU 3.17 persen 3.15 persen 8 Angka kelulusan seluruh jenjang pendidikan SD/MI persen persen SMP/MTs persen persen SMU persen persen 9 Angka mengulang seluruh jenjang pendidikan SD/MI 0.09 persen 3.82 persen SMP/MTs 0.30 persen 0.13 persen SMU 0.15 persen 0.06 persen 10 Persentase sekolah yang terakreditasi SD/MI persen persen SMP/MTs persen persen SMU persen persen 11 Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan 7892 orang 5050 orang yang dibina 12 Angka rata-rata lama sekolah seluruh jenjang pendidikan SD/MI 6 tahun 6 tahun SMP/MTs 3 tahun 3 tahun SMU 3 tahun 3 tahun 13 Jumlah sekolah yang dibina seluruh jenjang pendidikan SD/MI 358 sekolah 475 sekolah SMP/MTs 113 sekolah 145 sekolah SMU 63 sekolah 63 sekolah 14 Jumlah perijinan yang diberikan atas pendirian sekolah 15 Pemberian bantuan kepada penyelenggara paud dan play group 4 izin 5 izin 16 paud 17 paud 26

50 16 Angka transisi SMP ke SMA/SMK/MA 6500 siswa 7117 siswa 17 Persentase guru yang telah bersertifikasi persen persen 18 Jumlah guru berprestasi tingkat provinsi 4 orang - orang dan nasional 19 Jumlah warga belajar seluruh jenjang kependidikan keaksaraan fungsional yang dilayani 1221 orang 1221 orang 20 Jumlah penyelenggara program keaksaraan fungsional seluruh jenjang pendidikan 19 penyelengg ara 16 penyelenggara 21 Jumlah kelompok Paket A, B dan C yang dibina Paket A 8 8 Paket B Paket C Jumlah tutor pendidikan kesetaraan yang 417 orang 88 orang dilayani 23 Jumlah peserta didik kursus 650 orang orang 2. Kesehatan Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1 dan persen persen K4) 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang di 78 persen 29,10 persen tangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga 90 persen 91,90 persen kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 90 persen persen 5 Cakupan kunjungan bayi 90 persen persen 6 Cakupan pelayanan anak balita 98 persen persen 7 Cakupan ibu hamil risti yang dirujuk 95 persen persen 8 Cakupan desa/kelurahan UCI persen persen 9 Cakupan pemberian Makanan Pendamping persen 0.00 persen Asi pada anak usia 6 s/d 24 bulan dari keluarga miskin 10 Balita gizi buruk yang mendapat perawatan persen persen 11 Cakupan pemberian vitamin A persen persen 12 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD persen persen dan setingkat 13 Cakupan peserta KB aktif persen persen 14 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan persen persen pasien masyarakat miskin 15 Cakupan posyandu aktif persen persen 16 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit 27

51 a). Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 3 orang/tahun 4 orang/tahun penduduk < 15 tahun b). Penemuan penderita pneumonia balita 98 persen persen c). Penemuan pasien baru TB BTA positif 70 persen persen yang ditemukan d). Cakupan penemuan dan penanganan persen persen penderita DBD e). Penemuan penderita diare persen persen 17 Persentase kasus baru TB baru (BTA) 80 persen persen positif yang disembuhkan 18 Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB persen persen yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 19 Cakupan pelayanan kesehatan dasar persen persen masyarakat miskin 20 Cakupan desa siaga aktif persen persen 21 Pembangunan dan peningkatan sarana dan 21 puskesmas 21 puskesmas prasarana puskesmas 22 Cakupan pelayan gawat darurat level satu di RSUD persen per 23 Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan 24 Rata-rata kunjungan poliklinik (rawat jalan)per hari 25 Bed Ocupancy Rate (BOR) yaitu persentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu Nilai Parameter BOR yang ideal adalah 60-85% 26 Average Length of Stay (ALOS) yaitu ratarata lama rawat seorang pasien. Secara umum nilai ALOS yang ideal antara 6-9 hari 27 Bed Turn Over (BTO) yaitu frekwensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur di pakai dalam satu satuanwaktu (biasanya dalam periode 1 tahun) Idealnya dalam setahun satu tempat tidur rata-rata dipakai kali 28 Turn Over Interval (TOI) yaitu rata -rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah disi ke saat terisi berikutnya 29 Net death Rate (NDR) yaitu angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap tipa 1000 penderita keluar. Nilai NDR yang dianggap dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per Gross Death Rate (GDR) yaitu angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1000 penderita kunjungan/ hari 132 kunjungan/ hari 69 persen persen 6 hari 4 hari 50 kali 82 kali 3 hari 2 hari 9 persen penderita 2.00 persen penderita 27 persen penderita 2.00 persen penderita 28

52 keluar 31 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin di RSUD 2565 orang 8130 orang 3. Pekerjaan Umum No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Persentase peningkatan jalan persen persen (89.60 km) 2 Persentase peningkatan jembatan persen persen (2 dokumen) 3 Persentase pemeliharaan jalan persen persen ( km) 4 Persentase pemeliharaan jembatan persen persen (200 m ) 5 Persentase peralatan berat dalam kondisi baik 6 Persentase pembangunan turap/ talud/bronjong persen persen (43 unit) persen persen (177 m ) 7 Persentase pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya Normalisasi sungai persen m dan m 3 Pemeliharaan jaringan irigasi persen 1441 ha dan 5600 m 8 Persentase pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya 9 Jumlah rumah ibadah, surau suluk, balai adat, LKA dan sarana prasarana olah raga yang terbangun persen 0 persen 21 kegiatan, 13 unit 50 kegiatan, 11 unit, 321,46 meter 10 Jumlah penataan areal pemakaman 210 meter 14 kegiatan, 2651 meter 11 Jumlah los pasar yang tersedia 55 unit 6 unit, 7 kegiatan 12 Jumlah tempat pembuangan sampah 2 kota 2 kota 13 Jumlah panjang jalan lingkungan/ hamparan semenisasi dalam kondisi baik 7336 meter meter, 4 kegiatan 14 Jumlah panjang drainase dalam kondisi yang baik 15 Jumlah gedung kantor dan rumah dinas aparatur pemerintah yang sesuai pemanfaatannya 4. Perumahan 4950 meter meter, 5 kegiatan 7 unit 3 unit, 19 kegiatan No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun 29

53 1 Jumlah unit pengolahan air bersih pada setiap kecamatan 2 Jumlah retribusi air bersih perkotaan dan perdesaan 3 Jumlah retribusi kebersihan dan persampahan 4 Jumlah ruang terbuka hijau dan ruang publik yang tersedia 5 Jumlah desa yang mendapat kegiatan pembangunan pada Program RIS-PNPM / PPIP, PAMSIMAS dan Pembangunan Rumah Layak Huni serta jumlah pemukiman perumahan unit 8 unit 65 desa 15 desa 10 lokasi 10 lokasi 7 kawasan 7 kawasan RIS PNPM 24 desa Pansimas 3 desa PPIP 15 desa Rumah layak huni 20 unit RIS PNPM 24 desa Pansimas 6 desa PPIP 11 desa Rumah layak huni 2 unit 5. Penataan Ruang No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Jumlah bangunan yang memiliki IMB 65 unit 48 unit 2 Persentase kawasan dan lingkungan yang 12 kota dan 4.2 ha 12 kota tertata dengan baik 6. Perencanaan Pembangunan No Utama 1 Jumlah dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disusun tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku 2 Jumlah dokumen hasil monitoring dan evaluasi sebagai pengendalian pelaksanaan pembangunan 3 Persentase program/ kegiatan fisik SKPD yang dievaluasi pertahun 4 Jumlah aparatur yang mengikuti diklat perencanaan 5 Kualitas kelengkapan data dan informasi pendukung perencanaan pembangunan 6 Tahapan dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah Target Tahun 2014 Capaian Tahun dokumen 4 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 100 persen 100 persen 11 orang 11 orang 7 dokumen 7 dokumen 100 persen 100 persen 7. Perhubungan No Utama 1 Jumlah rambu-rambu lalu lintas yang terpasang Target Tahun 2014 Capaian Tahun unit 0 unit 30

54 2 Persentase pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana lalulintas 3 Jumlah terminal angkutan yang sesuai standar pelayanan 4 Jumlah fasilitas fisik sisi darat dan sisi udara Bandara Pasir Pengaraian 5 Persentase jumlah kendaraan angkutan barang dan penumpang yang uji 6 Persentase beroperasinya alat pengujian kendaraan secara layak 7 Persentase pelayanan jasa perijinan usaha angkatan 8 Persentase penurunan pelanggaran angkutan barang dan penumpang persen persen 2 terminal dari 3 - terminal 1 unit 1 unit persen 96,76 persen persen 92,31 persen persen 45,66 persen 8.00 persen 4,80 persen 8. Lingkungan Hidup No Utama 1 Pemenuhan baku mutu air sungai, limbah industri, limbah rumah sakit 2 Pemenuhan baku mutu udara lokasi padat lalu lintas dan cerobong industri 3 Persentase perusahaan yang memiliki dokumen UKL-UPL dan perusahaan yang menggunakan IPAL 4 Persentase perusahaan yang memiliki dokumen AMDAL dan cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL 5 Presentasi penanganan limbah B3 (bahan, berbahaya dan beracun) yang dihasilkan oleh pabrik atau industri Target Tahun 2014 Capaian Tahun persen persen persen persen persen persen persen persen persen persen 6 Penegakan hukum lingkungan persen persen 7 Pencegahan pencemaran lingkungan persen persen 8 Pelestarian lingkungan hidup persen persen 9. Pertanahan No Utama 1 Persentase realisasi lahan untuk kepentingan umum dan perkantoran 2 Persentase panjang batas daerah yang ditetapkan 3 Persentase penyelesaian bidang tanah sengketa Target Tahun 2014 Capaian Tahun 2014 masing-masing - SKPD persen persen (10 konflik) persen (10 konflik) 10. Kependudukan dan Catatan Sipil 31

55 No Utama 1 Persentase penduduk yang memiliki KK dan e-ktp Target Tahun persen persen Capaian Tahun persen persen 2 Jumlah akta capil yang diterbitkan per tahun: akta kelahiran lembar lembar akta kematian 250 lembar 331 lembar akta perkawinan 390 lembar pasang akta perceraian 5 lembar - pencatatan pengangkatan anak/ adopsi 5 lembar - pencatatan pengakuan/ pengesahan anak 5 lembar - 3 Jumlah penduduk kabupaten jiwa jiwa berbasis IT 4 Persentase penerapan e-ktp persen persen 5 Jumlah peserta pelatihan administrasi 25 orang 50 orang kependudukan 6 Persentase Kebijakan pelayanan yang persen persen disosialisasikan 7 Pengarsipan administrasi kependudukan 1400 lembar lembar 11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No Utama 1 Persentese peningkatan pengarustamaan gender yang tertuang dalam kebijakan pemerintah 2 Persentase peningkatan kualitas hidup perempuan baik dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan sosial budaya 3 Persentase peningkatan perlindungan perempuan dan anak Target Tahun 2014 Capaian Tahun orang peserta 165 peserta 113 peserta 113 peserta 12. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Prevalensi KB aktif pada pasangan usia PUS PUS subur 2 Perlindungan hak reproduksi Individu 112 remaja 112 remaja 3 Keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I 13. Sosial 153 desa/ kelurahan 153 desa/ kelurahan No Utama Target Tahun Capaian Tahun 32

56 Persentase penanganan masalah PMKS di Persentase KAT yang diberdayakan - - Persentase pemberdayaan fakir miskin dan PMKS lainnya Persentase pelayanan terhadap korban bencana Persentase pelayanan terhadap anak terlantar dan lanjut usia dari keluarga rentan dan tidak mampu melalui panti dan luar panti Persentase pelayanan bagi penyandang cacat dan mental Jumlah Kelompok ORSOS, PSM dan lembaga sosial lainnya yang telah diberdayakan 2.10 persen persen 16 kecamatan 16 kecamatan 219 orang 393 orang 9.17 persen 4.00 persen 42 orsos 72 orsos 14. Ketenagakerjaan No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Persentase pengangguran usia produktif persen persen 2 Tingkat partisipasi angkatan kerja 7.70 persen 9.14 persen 3 Persentase perusahaan/ pengusaha yang mentaati peraturan persen persen 4 Persentase penyelesaian dan perselisihan perburuhan/ industrial persen (24 kasus) persen (30 kasus) 15. Koperasi Usaha Kecil dan Menengah No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Persentase koperasi aktif dan koperasi yang persen 86,30 persen berbadan hukum 2 Jumlah koperasi berkualifikasi berkualitas 195 koperasi 185 koperasi 3 Persentase koperasi yang SDMnya terlatih persen 63,69 persen 4 Persentase koperasi yang bermitra dengan persen 20,65 persen BUMN/S 5 Jumlah volume usaha UKM UKM UKM 6 Persentase UMK dibanding UMKM persen persen 7 Persentase UKM yang SDM-nya terlatih persen - 8 Persentase UKM yang bermitra dengan BUMN/S persen 2,32 persen 16. Penanaman Modal 33

57 No Utama 1 Jumlah investor yang masuk melalui promosi investasi didalam dan luar negeri, nilai investasi PMA dan PMDN 2 Jumlah perusahaan yang menyampaikan Laporan Penanaman Modal (LKPM) tepat waktu 3 Jumlah koordinasi yang baik antar lembaga dalam pelaksanaan PMDN dan PMA 4 Jumlah Koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan instansi pemerintahan dan dunia usaha Target Tahun 2014 Capaian Tahun investor 4 investor 15 perusahaan 6 perusahaan 4 kali 1 kali 5 kali 1 kali 17. Kebudayaan No Utama 1 Jumlah pelaksanaan pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah 2 Jumlah pengelolaan dan data peninggalan sejarah purbakala, museum dan peninggalan bawah air 3 Jumlah perkembangan alat musik tradisional di Target Tahun 2014 Capaian Tahun kegiatan 3 kegiatan set 55 set 18. Kepemudaan dan Olahraga No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Jumlah kegiatan pembinaan paskibraka, 35 orang 35 orang kepemudaan dan kepramukaan yang dilakukan 2 Jumlah cabang olah raga yang dibina 10 cabang olahraga 10 cabang olahraga 3 Jumlah lomba/ festival yang dilaksanakan Jumlah tenaga keolahragaan yang dibina 80 orang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Angka konflik 20 konflik 4 konflik 2 Jumlah unjuk rasa yang dilakukan 15 unjuk rasa - masyarakat 3 Pembinaan politik daerah 4 kali 4 kali 4 Pembinaan terhadap LSM, Ormas dan OKP 75 anggota LSM, Ormas dan OKP - 34

58 20. Otonomi, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan, No Perangkat, Kepegawaian dan Persandian Utama 1 Jumlah pembinaan bidang usaha ekonomi kerakyatan 2 ujian sertifikasi keahlian barang/jasa pemerintah pertahun 3 Persentase pelaksanaan program/ kegiatan SKPD yang terealisasi 4 Ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja penyelenggraan pemerintahan daerah 5 Penurunan keluhan masyarakat terhadap pelaksanaan pemerintahan di kelurahan dan dikecamatan 6 Persentase Peraturan, Peraturan Bupati dan Keputusan Bupati yang disahkan 7 Persentase produk hukum yang diterima masyarakat 8 Persentase diseminasi peraturan daerah baru Target Tahun 2014 Capaian Tahun orang 176 orang 1 kali persen persen 4 dokumen 4 dokumen 1 dokumen 1 dokumen 20 perda, 30 perbub persen (20 perda, 30 perbub) persen (120 produk hukum daerah) 5 perda, 65 perbub 5 perda, 65 perbub persen (696 produk hukum) 9 Jumlah peserta penyuluhan hukum 500 orang 800 orang 10 Persetase kasus hukum yang diselesaikan 2 perkara 4 perkara dan frekwensi pendampingan penyelesaian perkara 11 Persentase penyusunan analisis jabatan dan 52 SKPD 52 SKPD analisis beban kerja 12 Jumlah tempat ibadah yang menerima 300 unit 270 unit bantuan 13 Terselenggaranya pelayanan jemaah haji 1 kali 1 kali 14 Terselenggaranya MTQ Tingkat 1 kali 1 kali dan Provinsi 15 peringatan hari besar Islam 9 kali 9 kali tingkat 16 Jumlah SKPD yang memiliki website 52 SKPD 52 SKPD 17 Persentase paket yang dilelang menggunakan sistem LPSE persen persen 18 Jumlah SKPD yang telah terkoneksi dengan jaringan Internet/intranet 19 Jumlah pelayanan protokoler kepada Bupati dan wakil bupati dan sederetan muspida 20 Frekwensi penyelenggaraan konsultasi dan koordinasi DPRD dengan Pemerintah dan DPR 30 SKPD, 16 kecamatan 30 SKPD, 16 kecamatan 340 kali 362 kali 70 kali 56 kali 35

59 21 Persentase aspirasi masyarakat yang masuk dan ditindaklanjuti oleh DPRD 22 Persentase kegiatan DPRD yang dipublikasikan ke masyarakat 23 Jumlah rapat paripurna dan alat kelengkapan DPRD setiap tahun 24 Jumlah rancangan peraturan daerah yang diselesaikan menjadi peraturan daerah 25 Rasio pendidikan formal pegawai berbagai tingkatan (SD, SMP, SMA, D1/D2, D3, D4/S1, S2/S3) persen persen persen persen 314 kali rapat 297 kali 8 perda 5 perda Total PNS 6702 orang Total PNS 6521 prang SD 74 orang 53 orang SMP 53 orang 53 orang SMA 1679 orang 1465 orang D1 54 orang 54 orang D2 591 orang 506 orang D3 714 orang 526 orang D4/S orang 3506 orang S2 185 orang 357 orang S3 1 orang 1 orang 26 Terdapat data base pegawai dan tenaga honorer data base setiap tahun seluruh data PNS dan tenaga honorer telah terdata secara komputerisasi seluruh data PNS dan tenaga honorer telah terdata secara komputerisasi 27 Jumlah pegawai negeri sipil yang akan naik pangkat dan yang akan memasuki masa pensiun setiap tahunnya Pegawai yang naik pangkat 1200 orang 1065 orang Pegawai yang memasuki pensiun 130 orang 120 orang 28 Persentase jumlah pegawai yang mengikuti diklat pengembangan karir dan tugas belajar bagi pegawai negeri sipil Diklatpim Tk.II 3 orang 1 orang Diklatpim Tk.III 10 orang 6 orang Diklatpim Tk.IV 30 orang 0 orang Tugas belajar 2 orang 2 orang 29 Persentase jumlah pegawai yang tidak memenuhi aturan yang berlaku dan jumlah kasus pelanggaran disipilin pegawai Persentase jumlah pegawai yang memenuhi persen persen aturan yang berlaku Jumlah kasus pelanggaran disiplin 100 kasus 80 kasus 30 Kontribusi PAD terhadap APBD APBD Rp ,65 Rp ,69 Realisasi Rp Rp , 36

60 Terhadap APBD Melebihi dari PAD APBD tahun Melebihi dari PAD APBD-P tahun Persentase peningkatan pajak dan retribusi daerah Target PAD Rp Rp , 10 Realisasi Lebih dari tahun 2013 Lebih dari tahun Tersedianya peraturan daerah tentang pajak tersedia tersedia daerah dan retribusi daerah 33 Peningkatan penerimaan sektor PBB Rp Rp Meningkatnya kualitas PPK dan bendahara persen persen SKPD dibidang penyusun laporan keuangan daerah menurut standar akutansi pemerintah 35 Penyusunan APBD tepat waktu persen persen 36 Dokumen pertanggung jawaban keuangan 1 dokumen Masih di audit daerah (WTP) 37 Tersedianya dokumen KUA dan PPAS 4 dokumen 6 dokumen 38 Tersedianya sistem dan prosedur 1 dokumen 1 dokumen pengelolaan keuangan daerah 39 Meningkatnya kualitas aparatur dibidang persen persen perpajakan dalam pertanggungjawaban keuangan SKPD 40 Terdatanya dan terjaminnya kondisi aset/ persen persen barang daerah 41 Persentase penerapan analisa standar satuan harga persen persen 42 Tersedianya standar belanja sebagai pedoman penyusunan anggaran tersedia 43 Tertib pelaksanaan APBD sesuai dengan aturan yang berlaku 44 Jumlah pedoman/ kebijakan pengawasan yang terbit 45 Reviu laporan keuangan Pemerintah yang tepat waktu 46 Laporan informasi kinerja Pemerintah 47 Evaluasi kinerja SKPD di lingkungan Pemerintah 48 Persentase aparatur Inspektorat yang memenuhi syarat sebagai auditor melalui pembentukan Jabatan Fungsional Auditor (JFA)/Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan (P2UP) tersedia sesuai dengan aturan yang berlaku 2 dokumen 2 dokumen 2 LHR 2 LHR 1 dokumen 1 dokumen 12 LHE 12 LHE persen persen 37

61 49 Persentase SDM yang mempunyai sertifikasi auditor dan P2UPD 50 Persentase penyelesaian dan pelaksanaan tindak lanjut oleh SKPD atas temuan dan rekomendasi hasil pemeriksaan APIP dan aparat pengawasan lainnya 51 Persentase setemuan hasil pengawasan yang ditindaklanjuti 52 Persentase jumlah pemeriksaan PKPT yang diterbitkan persen persen persen persen persen persen 18 LHP SKPD, 16 LHP kecamatan, 6 LHP kelurahan 23 LHP SKPD, 16 LHP kecamatan, 6 LHP kelurahan 53 Indeks kepuasan masyarakat persen - 54 Persentase Izin yang waktu penerbitannya persen persen lebih cepat dari ketentuan (SOP) 55 Jumlah aparatur yang telah memiliki 36 orang 34 orang sertifikasi 56 Persentase perizinan yang diselenggarakan persen persen 57 Persentase izin yang diterbitkan 2050 izin 2044 izin 58 Tersedianya sistem informasi penanaman Tersedia Tersedia modal 59 Peningkatan kualitas dan kemampuan 120 orang 120 orang anggota Korpri 60 Rapat kerja dan koordinasi Korpri 138 orang dewan pengurus - 61 Tersedianya bantuan hukum dan kesadaran hukum bagi anggota KORPRI 62 Peningkatan kesejahteraan bagi anggota KORPRI aktif dan yang memasuki masa pensiun 63 fasilitasi kegiatan olah raga bagi, seni dan budaya dan kerohanian anggota KORPRI 6 kali 3 kali 1 jenis usaha - 76 jemaah haji, 10 kejadian, 2 event 44 jemaah haji, 2 kejadian, 2 event 64 Rasio aparat tramtib terhadap jumlah 0.48 persen 0.82 persen penduduk 65 Angka kriminalitas 296 kali 272 kali 66 Jumlah unjuk rasa yang dilakukan 3 kali 4 kali masyarakat 67 Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 1 dibanding dibanding penduduk 68 Jumlah pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan 8 orang 144 orang 21. Ketahanan Pangan No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Jumlah cadangan pangan masyarakat 15 ton beras 4.5 ton beras 2 Jumlah informasi ketersediaan pangan

62 daerah Kkal/kap/hari Kkal/kap/hari 3 Jumlah desa rawan pangan yang dibina 3 desa 2 desa 4 Jumlah sumber pangan alternatif batang sukun batang sukun 5 Jumlah event promosi yang diikuti 3 kali 3 kali 6 Jumlah kelompok tani yang menerapkan 300 poktan - paket teknologi tepat guna 7 Persentasepeningkatan modal gabungan 7.00 persen 5.98 persen kelompok tani (gapoktani) pengembangan usaha agribisnis perdesaan (puap) 8 Jumlah kantor balai penyuluhan yang 1 unit BP 0.65 unit BP memenuhi standar minimal sesuai dengan Permentan Nomor 51 tahun Jumlah kelompok tani yang meningkat kemampuannya 250 poktan 250 poktan 22. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa No Utama 1 Tingkat kemampuan baik secara perorangan (kemandirian) maupun kelembagaan untuk berpatisipasi dalam pembangunan 2 Tingkat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan 3 Tingkat kapasitas aparatur pemerintah desa/kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa/kelurahan 4 Tingkat Perkembangan jumlah, volume usaha dan kapasitas kelembagaan usaha ekonomi produktif masyarakat Target Tahun 2014 Capaian Tahun desa 147 desa 6 kecamatan 6 kecamatan 147 desa 147 desa 16 desa 16 desa 23. Kearsipan No Utama Target Tahun Persentase instansi yang sudah menerapkan sistem kearsipan secara baku 2 Jumlah SKPD yang mengelola arsip statis dan dinamis yang utuh, autentik dan handal 3 Jumlah instansi yang menyerahkan dokumen/arsip 4 Jumlah SDM pengelola naskah dinas yang mengikuti diklat/bintek kearsipan 24. Komunikasi dan Informatika Capaian Tahun persen persen 24 SKPD 13 SKPD 10 SKPD 6 SKPD 40 orang - No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun 39

63 1 Persentase program/ kegiatan pemerintah daerah yang dipublikasikan 2 Frekuensi pelayanan pemberian informasi kepada stakeholder 3 Jumlah media massa yang mempublikasikan program kegiatan pemerintah 4 Jumlah rekomendasi menara telekomunikasi dan warung internet yang dikeluarkan 5 Dokumen pengawasan tingkat kelayakan sarana prasarana telekomunikasi 6 Jumlah SDM bidang perhubungan, komunikasi dan informatika yang dibina kali 350 kali 125 lembar 125 lembar 45 media massa 40 media massa 12 rekomendasi 8 rekomendasi 1 dokumen 1 dokumen 6 orang Perpustakaan No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Persentase pengunjung perpustakaan 2500 orang orang dibanding cakupan layanan perpustakaan 2 Peningkatan minat dan budaya baca persen 6.00 persen masyarakat 3 Jumlah koleksi buku buku buku 4 Persentase perpustakaan yang baik persen persen 5 Jumlah petugas dan peserta pelatihan tenaga pengelola perpustakaan binaan 32 orang - b. Fokus Layanan Urusan Pilihan 1. Pertanian No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Luas areal tanam, panen, produktivitas dan produksi padi, palawija Tanam padi ha ha Panen padi ha ha Produktivitas padi kw/ha kw/ha Produksi padi ,63 ton ton Tanam palawija ha ha Panen palawija ha ha Produktivitas palawija kw/ha kw/ha Produksi palawija ,85 ton 9.830,82 ton 2 Tersedianya benih/bibit, pupuk dan pestisida tanaman padi sawah, padi gogo, 40

64 jagung dan kedele Benih kg 770 kg Pupuk NPK kg kg Pupuk POG kg - Pupuk POC liter - 3 Persentase penggunaan alat dan mesin pertanian 4 Persentase luas areal sawah yang mampu diairi air irigasi 5 Persentase pengendalian hama dan penyakit tanaman 6 Persentase luas lahan yang terjangkau sarana transportasi 7 Persentase kelembagaan pertanian yang aktif persen (39 unit) persen (2600 ha) persen (250 ha) persen (2785 ha) persen (1282 kelembagaan) persen (7 unit) persen (1535 ha) persen (517 ha) persen (2150 ha) persen (1282 kelembagaan) 8 Persentase peningkatan pengetahuan dan persen persen keterampilan petani 9 Bertambahnya kelompok tani yang 40 kelompok 21 kelompok didampingi 10 Bertambahnya kelompok tani yang terlatih 40 kelompok 21 kelompok 11 Luas areal tanam, panen, produktivitas dan produksi tanaman holtikultura Tanaman buah-buahan (salak pondoh, lengkeng, mangga madu) Tanam 4000 batang 445 batang Tanaman biofarmaka (obat-obatan) Tanam 4600 rumpun rumpun Panen 4600 rumpun rumpun Tanaman hias Tanam 3960 rumpun rumpun Panen 3960 rumpun rumpun Tanaman sayur-sayuran Tanam 1 ha 1.50 ha Panen 1 ha 1.50 ha 12 Tersedianya benih/bibit tanaman holtikultura Tanaman buah-buahan (salak pondoh, batang 445 batang lengkeng, mangga madu) Tanaman biofarmaka (obat-obatan) rumpun rumpun Tanaman hias 4000 rumpun rumpun Tanaman sayur-sayuran kg 5.95 kg 13 Jumlah pelatihan teknologi tepat guna 5 kelompok 2 kelompok 14 Jumlah kemitraan dalam pembangunan 18 KKPA 18 KKPA perkebunan 15 Jumlah pembinaan terhadap kelompok tani 5 kelompok 5 kelompok 41

65 16 Persentase peningkatan produktifitas kebun persen 5.00 persen rakyat 17 Persentase peningkatan penggunaan bibit persen persen bersertifikat 18 Jumlah serangan OPT terhadap kebun 5 jenis OPT 5 jenis OPT masyarakat 19 Luas lahan perkebunan rakyat 300 ha - 2. Kehutanan No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Jumlah kasus ilegal loging 5 kasus 5 kasus 2 Jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan 5 kasus 2 kasus 3 Jumlah kasus serangan hama gajah/satwa 2 lokasi/ kasus 5 lokasi/ kasus liar 4 Jumlah kelompok masyarakat yang 10 kelompok 10 kelompok berperan serta dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan 5 Luas lahan kritis 300 ha 30 ha 6 Jumlah dokumen peredaran hasil hutan 40 dokumen 90 dokumen 7 Persentase peningkatan produksi hasil persen persen hutan kayu dan non kayu 8 Jumlah kelompok yang mengembangkan 3 kelompok 5 kelompok hasil hutan kayu dan non kayu 9 Jumlah izin hutan tanaman rakyat 1 izin - 3. Energi dan Sumber Daya Mineral No Utama Target Tahun Regulasi mengenai kegiatan pertambangan bahan galian non logam/ batuan 2 Monitoring dan pengendalian kegiatan pertambangan bahan galian non logam /batuan 3 Meningkatnya penertiban kegiatan pertambangan rakyat 4 Tersedianya software untuk peningkatan sistem pengelolaan bidang pertambangan 5 Persentase ketersediaan data potensi sumber daya mineral, batuan, logam, ABT/AP dan sumur minyak serta tertibnya pendistribusian minyak dan gas Ketersediaan data potensi sumber daya mineral, batuan, logam, ABT/AP dan sumur minyak Capaian Tahun regulasi (draft - reguslasi) 16 kecamatan - 16 kecamatan 16 kecamatan 1 software potensi tambang, 3 potensi yang terinventarisasi 13 potensi tambang, 3 potensi yang terinventarisasi Tertibnya pendistribusian minyak dan gas persen persen 42

66 6 Jumlah perusahaan penambangan dan produksinya serta kontribusinya terhadap PAD sektor pertambangan umum 4 (empat) perusahaan 4 (empat) perusahaan 7 Ketersediaan penerangan listrik perkotaan dan perdesaan Listrik perkotaan 6 km - Listrik pedesaan 28 km 25.3 km 8 Pendayagunaan energi baru dan terbarukan PLTS 25 unit PLTS 25 unit 4. Pariwisata No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Jumlah ajang bagi masyarakat seni untuk mengekspresikan diri Penampilan kesenian dalam daerah 84 kali penampilan 94 kali penampilan, 3 kegiatan, 6 set Festival budaya - - Event budaya 4 event 4 event Pawai budaya 5 event 5 event 2 Jumlah pengelolaan aset kebudayaan dan pariwisata 5. Kelautan dan Perikanan No Utama Target Tahun Konsumsi protein hewani asal ikan dan ternak 2 Produksi perikanan dan populasi ternak serta peningkatan kesehatan masyarakat veteriner 5 objek 5 objek ikan: kg/kapita/tahun daging: 8.92 kg/kapita/tahun ikan: ,04 ton ternak: ekor 3 Peningkatan pendapatan petani Rp / tahun 4 Peningkatan kelompok/ jumlah rumah tangga petani ikan dan peternak 5 Peningkatan usaha-usaha agrobisnis dan agroindustri perikanan dan peternakan 6 Peningkatan Penerapan teknologi tepat guna di bidang perikanan dan peternakan RTP peternak: RTP petani ikan: Capaian Tahun 2014 ikan: kg/kapita/tahun daging: 8.47 kg/kapita/tahun ikan: ,04 ton ternak: ekor Rp / tahun RTP peternak: RTP petani ikan: kelompok 20 kelompok 2 jenis teknologi tepat guna (350 orang yang dilatih) 2 jenis teknologi tepat guna (350 orang yang dilatih) 43

67 7 Terlindunginya kawasan konservasi perikanan di perairan umum dan pengembangan budidaya ternak lokal 3 kawasan 3 kawasan 6. Perdagangan No Utama Target Tahun Meningkatnya kesadaran pelaku usaha yang melaksanakan tera ulang alat ukur, timbang, takar, perlengkapan 2 Persentase kasus perlindungan konsumen yang ditindaklanjuti Capaian Tahun pelaku usaha 143 pelaku usaha persen (25 kasus) persen (25 kasus) 3 Jumlah sarana dan prasarana pasar yang 103 pasar 103 pasar tersedia 4 Jumlah pasar yang ditertibkan 80 pasar 80 pasar 7. Industri No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Nilai produksi industri, jumlah industri yang kuat dan persentase tenaga kerja di sektor industri: a. Industri mikro - - b. Industri kecil 795 IKM 738 IKM c. Industri menengah 8 IKM 7 IKM d. Industri besar Jumlah produk industri yang memenuhi standar: a. SNI 1 IKM 1 IKM b. Departemen Kesehatan 36 IKM 36 IKM 3 Persentase IKM yang menggunakan persen 9,21 persen teknologi tepat guna 4 Jumlah SDM pelaku industri yang terampil 70 IKM 165 IKM 5 Jumlah hasil IKM yang dipromosikan 35 jenis 35 IKM 8. Ketransmigrasian No Utama Target Tahun 2014 Capaian Tahun Tingkat pembinaan daerah transmigrasi 2 UPT 2 UPT Aspek Daya Saing 44

68 Menjelaskan kondisi umum aspek daya saing daerah sebagai bagian dari indikator kinerja pembangunan secara keseluruhan, khususnya indikator yang paling dapat menjelaskan kondisi dan perkembangan aspek daya saing di, yang berfokus pada kemampuan ekonomi daerah, fasilitas wilayah/infrastuktur, iklim berinvestasi, dan sumber daya manusia. a. Fokus Kemampuan Ekonomi Sumber penghasilan utama penduduk pada tahun 2013 masih mengandalkan usaha ekonomi yang bergerak disektor primer seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. Purchasing Power Parity (PPP) didefinisikan sebagai gambaran daya beli masyarakat yang telah disesuaikan sehingga memungkinkan dilakukan perbandingan harga-harga riil antar wilayah. Kemampuan daya beli tersbut merupakan kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk dapat hidup secara layak. b. Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur 1. Ketaatan Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW yang pernah berlaku sebelumnya telah disahkan pada tahun 2003 melalui Peraturan (Perda Nomor 9 Tahun 2003 tentang RTRW ), yang menghasilkan produk RTRW dengan rentang tahun rencana Tinjauan terhadap RTRW periode , dapat dilihat berdasarkan tinjauan faktor eksternal dan tinjauan faktor internal. Dalam dokumen RTRW yang telah disusun sebelumnya, terdapat uraian pokok-pokok pengembangan yang perlu diperhatikan sebagai masukan penting dalam merumuskan perencanaan tata ruang selama 20 tahun ke depan. Pokok-pokok penting pengembangan Rokan Hulu terkait dengan pengaruh kondisi di luar (peluang dan tantangan) maupun akibat kondisi yang dimiliki oleh sendiri (potensi dan masalah). Pokok-pokok penting pengembangan tersebut, diantaranya: - Kondisi fisik terbatas untuk pengembangan terbangun akibat rawan bencana; - Kondisi topografi dan keberadaan kawasan limitasi (hutan lindung dan Taman Nasional); 45

69 - Aksesibilitas dan infrastruktur transportasi yang ada belum mampu secara optimal membuka keterisolasian sebagian wilayah; - Belum berkembangnya upaya pengolahan hasil produksi pertanian di ; - Perkembangan sektor pariwisata kurang pesat walaupun sangat berpotensi; - Perkembangan sektor pertambangan belum dieksploitasi dengan baik; - Perikanan belum menjadi sub sektor potensial. 2. Luas Wilayah Produktif Kawasan budidaya merupakan daratan yang berpotensi untuk dikembangkan baik untuk kepentingan usaha produksi maupun pemukiman penduduk. Kawasan budidaya dapat dibedakan menjadi kawasan budidaya pertanian dan budidaya non pertanian. Kawasan budidaya pertanian terdiri dari kawasan pertanian lahan basah, pertanian lahan kering, perkebunan, peternakan dan perikanan; sedangkan kawasan budidaya non pertanian terdiri dari kawasan hutan produksi, pertambangan, perindustrian, pariwisata dan kawasan permukiman. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa luas kawasan budidaya suatu wilayah adalah selisih antara luas wilayah daratan secara keseluruhan dikurangi dengan luas wilayah kawasan lindung. Rasio luas lahan produktif adalah persen dimana luas wilayah produktif sebesar ,90 ha dan luas seluruh wilayah budidaya ,56. c. Fokus Iklim Investasi Analisis kinerja atas iklim investasi dilakukan terhadap indikator angka kriminalitas yang terjadi sehingga bisa menjadi faktor penghambat investasi. Pemerintah terus melakukan upaya pencegahan sehingga iklim investasi di dapat terus meningkat. Angka kriminalitas di Tahun 2013 berjumlah 444 kasus dan dapat diselesaikan. d. Fokus Sumber Daya Manusia Masalah Kependudukan selalu berkaitan dengan ketenagakerjaan. Salah satu contoh adalah tingginya tingkat pertumbuhan penduduk akan berpengaruh juga pada tingginya penyediaan tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja yang tinggi tanpa diikuti penyediaan kesempatan kerja yang cukup dan memadai akan menyebabkan terjadinya peningkatan pengangguran. 46

70 TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) merupakan rasio antara angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja. Pada tahun 2013 sebanyak 59,81% dari total penduduk usia kerja sedang aktif secara ekonomi. Pada tahun 2013 sebanyak 5,03 persen dari total angkatan kerja menjadi pengangguran terbuka. Angka ini jauh naik dibandingkan tahun 2012 dimana pada tahun 2012 tingkat pengangguran terbuka hanya 2,87 persen. Pengangguran yang dimaksud disini adalah penduduk yang berada diusia produktif tahun sukarela, orang (tidak termasuk pelajar, ibu rumah tangga, pengangguran cacat) dan sedang aktif mencari kerja. Tingkat pengangguran terbuka di sangat berfluktuasi seperti tergambar pada diagram disamping ini. Pada tahun 2013 nilai TPT naik dari 2,87 persen menjadi 5,03 persen. Sebagai daerah agraris maka didominasi oleh bidang pertanian terutama perkebunan dan industri pengolahan. Perkebunan banyak menyerap tenaga kerja terutama buruh perkebunan. Usaha industri pengolahan bukan migas menjadi andalan kedua bagi masyarakat. Sektor jasa menjadi penyumbang ketiga dalam menyerap tenaga kerja EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN RKPD SAMPAI TAHUN 2014 DAN REALISASI RPJMD Evaluasi kinerja pembangunan daerah merupakan suatu proses untuk menilai kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. Melalui evaluasi kinerja pelaksanaan pembangunan akan dihasilkan informasi kinerja yang dapat menjadi masukan bagi proses perencanaan dan penganggaran yang didukung oleh ketersediaan informasi dan data yang lebih akurat. Dengan demikian, program pembangunan menjadi lebih efisien, efektif, disertai dengan akuntabilitas pelaksanaannya yang jelas. Keberhasilan pencapaian sasaran pada semua tingkat pelaksana pembangunan akan dapat diukur dengan menggunakan indikator kinerja yang telah didefinisikan secara tepat sebelumnya. Untuk menjaga kesinambungan pembangunan, RKPD Tahun 2016 disusun dengan mencermati keberhasilan pembangunan yang diperoleh dalam tahun 2014 dan perkiraan pencapaian hasil pembangunan pada tahun 2015, serta mempertimbangkan permasalahan dan tantangan yang diperkirakan terjadi pada tahun Perpaduan berbagai faktor ini selanjutnya dituangkan menjadi Tema Pembangunan tahun 2016, yang mewarnai rencana aksi berupa program dan kegiatan dalam RKPD tahun

71 Perkembangan indikator makro sebagai representasi keberhasilan pembangunan di, menggambarkan tingkat capaian seluruh bidang pembangunan. Pencapaian indikator tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan daya beli masyarakat, tetapi dipengaruhi juga oleh semua bidang pembangunan. Disamping itu pencapaian indikator makro bukan semata-mata intervensi dari program dan kegiatan yang dibiayai oleh Pemerintah tetapi dipengaruhi juga oleh semua program dan kegiatan yang dilakukan dan didanai oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi. Evaluasi terhadap pencapaian kinerja pembangunan daerah dilakukan dengan menggunakan Utama yang mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan. Oleh karena itu, perkembangan pembangunan di dihasilkan melalui evaluasi terhadap indikator makro dan terhadap kinerja pembangunan secara umum dari kurun waktu Tahun 2006, yang kemudian menjadi dasar dalam menentukan isu-isu strategis yang akan menjadi rujukan utama dalam menentukan Prioritas Pembangunan. Penyelenggaraan urusan desentralisasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah terdiri dari 25 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Berikut akan disajikan capaian kinerja dan keuangan penyelenggaraan urusan desentralisasi di Tahun Secara detail penyelenggaraan urusan desentralisasi adalah sebagai berikut: URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN 1. Pendidikan No Utama Target Tahun Persentase sekolah yang memiliki sarana dan prasarana memadai 300 sekolah 2 Jumlah gedung sekolah yang dibangun 30 sekolah 3 Jumlah perijinan kursus yang dilayani 23 sekolah 4 Angka partisipasi kasar seluruh jenjang pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU 5 Angka partisipasi murni seluruh jenjang pendidikan SD/MI persen persen persen persen 48

72 SMP/MTs SMU 6 Angka partisipasi sekolah seluruh jenjang pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU 7 Angka putus sekolah seluruh jenjang pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU 8 Angka kelulusan seluruh jenjang pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU 9 Angka mengulang seluruh jenjang pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU 10 Persentase sekolah yang terakreditasi SD/MI SMP/MTs SMU persen persen persen persen persen 0.11 persen 2.22 persen 3.15 persen persen persen persen 0.08 persen 0.20 persen 0.14 persen persen persen persen 11 Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang dibina 7892 orang 12 Angka rata-rata lama sekolah seluruh jenjang pendidikan SD/MI 6 tahun SMP/MTs 3 tahun SMU 3 tahun 13 Jumlah sekolah yang dibina seluruh jenjang pendidikan SD/MI SMP/MTs SMU 360 sekolah 114 sekolah 63 sekolah 14 Jumlah perijinan yang diberikan atas pendirian sekolah 3 izin 15 Pemberian bantuan kepada penyelenggara paud dan play 16 paud group 16 Angka transisi SMP ke SMA/SMK/MA 7000 siswa 17 Persentase guru yang telah bersertifikasi persen 18 Jumlah guru berprestasi tingkat provinsi dan nasional 4 orang 19 Jumlah warga belajar seluruh jenjang kependidikan 1221 orang keaksaraan fungsional yang dilayani 20 Jumlah penyelenggara program keaksaraan fungsional 19 penyelenggara seluruh jenjang pendidikan 21 Jumlah kelompok Paket A, B dan C yang dibina Paket A 8 49

73 Paket B 13 Paket C Jumlah tutor pendidikan kesetaraan yang dilayani 417 orang 23 Jumlah peserta didik kursus 680 orang 2. Kesehatan Utama Target Tahun Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1 dan K4) persen 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang di tangani persen 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang persen memiliki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas persen 5 Cakupan kunjungan bayi persen 6 Cakupan pelayanan anak balita persen 7 Cakupan ibu hamil risti yang dirujuk persen 8 Cakupan desa/kelurahan UCI persen 9 Cakupan pemberian Makanan Pendamping Asi pada anak persen usia 6 s/d 24 bulan dari keluarga miskin 10 Balita gizi buruk yang mendapat perawatan persen 11 Cakupan pemberian vitamin A persen 12 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat persen 13 Cakupan peserta KB aktif persen 14 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat persen miskin 15 Cakupan posyandu aktif persen 16 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit a). Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per penduduk 3 orang/tahun < 15 tahun b). Penemuan penderita pneumonia balita persen c). Penemuan pasien baru TB BTA positif yang ditemukan persen d). Cakupan penemuan dan penanganan penderita DBD persen e). Penemuan penderita diare persen 17 Persentase kasus baru TB baru (BTA) positif yang persen disembuhkan 18 Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan persen penyelidikan epidemiologi < 24 jam 19 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin persen 20 Cakupan desa siaga aktif persen 21 Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana 21 puskesmas puskesmas 22 Cakupan pelayan gawat darurat level satu di RSUD persen 23 Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan - 24 Rata-rata kunjungan poliklinik (rawat jalan)per hari 120 kunjungan/ hari 25 Bed Ocupancy Rate (BOR) yaitu persentase pemakaian persen 50

74 tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu Nilai Parameter BOR yang ideal adalah 60-85% 26 Average Length of Stay (ALOS) yaitu rata-rata lama rawat seorang pasien. Secara umum nilai ALOS yang ideal antara 6-9 hari 27 Bed Turn Over (BTO) yaitu frekwensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur di pakai dalam satu satuanwaktu (biasanya dalam periode 1 tahun) Idealnya dalam setahun satu tempat tidur rata-rata dipakai kali 28 Turn Over Interval (TOI) yaitu rata -rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah disi ke saat terisi berikutnya 29 Net death Rate (NDR) yaitu angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap tipa 1000 penderita keluar. Nilai NDR yang dianggap dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per Gross Death Rate (GDR) yaitu angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1000 penderita keluar 31 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin di RSUD 6 hari 50 kali 3 hari 8 persen penderita 26 persen penderita 2565 orang 3. Pekerjaan Umum Utama Target Tahun Persentase peningkatan jalan persen (20 km) 2 Persentase peningkatan jembatan persen (60 m ) 3 Persentase pemeliharaan jalan persen (400 km) 4 Persentase pemeliharaan jembatan persen (150 m ) 5 Persentase peralatan berat dalam kondisi baik persen (230 unit) 6 Persentase pembangunan turap/ talud/bronjong persen (775 m ) 7 Persentase pembangunan saluran drainase/ gorong-gorong persen (5 unit) 8 Persentase pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya Normalisasi sungai persen (500 m') Pemeliharaan jaringan irigasi persen ( ha) 9 Persentase pengembangan, pengelolaan dan konservasi persen (120 m') sungai, danau dan sumber daya air lainnya 10 Jumlah rumah ibadah, surau suluk, balai adat, LKA dan 13 unit sarana prasarana olah raga yang terbangun 11 Jumlah penataan areal pemakaman 3 unit, 400 meter 12 Jumlah los pasar yang tersedia 10 unit 13 Jumlah tempat pembuangan sampah 2 kota 14 Jumlah panjang jalan lingkungan/ hamparan semenisasi 1600 meter dalam kondisi baik 15 Jumlah panjang drainase dalam kondisi yang baik 1600 meter 51

75 16 Jumlah gedung kantor dan rumah dinas aparatur pemerintah yang sesuai pemanfaatannya 12 unit 4. Perumahan No Utama Target Tahun Jumlah unit pengolahan air bersih pada setiap kecamatan 8 unit 2 Jumlah retribusi air bersih perkotaan dan perdesaan 67 desa 3 Jumlah retribusi kebersihan dan persampahan 10 lokasi 4 Jumlah ruang terbuka hijau dan ruang publik yang tersedia 7 kawasan 5 Jumlah desa yang mendapat kegiatan pembangunan pada Program RIS-PNPM / PPIP, PAMSIMAS dan Pembangunan Rumah Layak Huni serta jumlah pemukiman perumahan RIS PNPM 66 desa Pansimas 3 desa PPIP 11 desa Rumah layak huni 25 unit 5. Penataan Ruang No Utama Target Tahun Jumlah bangunan yang memiliki IMB 67 unit 2 Persentase kawasan dan lingkungan yang tertata dengan baik - 6. Perencanaan Pembangunan No Utama Target Tahun Jumlah dokumen perencanaan pembangunan daerah yang 6 dokumen disusun tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku 2 Jumlah dokumen hasil monitoring dan evaluasi sebagai 1 dokumen pengendalian pelaksanaan pembangunan 3 Persentase program/ kegiatan fisik SKPD yang dievaluasi persen pertahun 4 Jumlah aparatur yang mengikuti diklat perencanaan 7 orang 5 Kualitas kelengkapan data dan informasi pendukung 25 dokumen perencanaan pembangunan 6 Tahapan dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah persen 7. Perhubungan No Utama Target Tahun Jumlah rambu-rambu lalu lintas yang terpasang 340 unit 2 Persentase pengembangan dan pemeliharaan sarana dan persen prasarana lalulintas 3 Jumlah terminal angkutan yang sesuai standar pelayanan 2 terminal dari 3 terminal 4 Jumlah fasilitas fisik sisi darat dan sisi udara Bandara Pasir Pengaraian 1 unit 52

76 5 Persentase jumlah kendaraan angkutan barang dan persen penumpang yang uji 6 Persentase beroperasinya alat pengujian kendaraan secara persen layak 7 Persentase pelayanan jasa perijinan usaha angkatan persen 8 Persentase penurunan pelanggaran angkutan barang dan penumpang 6.00 persen 8. Lingkungan hidup No Utama Target Tahun Pemenuhan baku mutu air sungai, limbah industri, limbah rumah sakit 2 Pemenuhan baku mutu udara lokasi padat lalu lintas dan cerobong industri 3 Persentase perusahaan yang memiliki dokumen UKL-UPL dan perusahaan yang menggunakan IPAL 4 Persentase perusahaan yang memiliki dokumen AMDAL dan cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL 5 Presentasi penanganan limbah B3 (bahan, berbahaya dan beracun) yang dihasilkan oleh pabrik atau industri persen persen persen persen persen 6 Penegakan hukum lingkungan persen 7 Pencegahan pencemaran lingkungan persen 8 Pelestarian lingkungan hidup persen 9. Pertanahan No Utama Target Tahun Persentase realisasi lahan untuk kepentingan umum dan masing-masing SKPD perkantoran 2 Persentase panjang batas daerah yang ditetapkan persen (160 km) 3 Persentase penyelesaian bidang tanah sengketa persen (10 fasilitas konflik) 10. Kependudukan dan Catatan Sipil No Utama Target Tahun Persentase penduduk yang memiliki KK dan e-ktp persen persen 2 Jumlah akta capil yang diterbitkan per tahun: akta kelahiran lembar akta kematian 300 lembar akta perkawinan 507 lembar akta perceraian - pencatatan pengangkatan anak/ adopsi 5 lembar pencatatan pengakuan/ pengesahan anak 5 lembar 53

77 3 Jumlah penduduk kabupaten berbasis IT jiwa 4 Persentase penerapan e-ktp persen 5 Jumlah peserta pelatihan administrasi kependudukan 25 orang 6 Persentase Kebijakan pelayanan yang disosialisasikan persen 7 Pengarsipan administrasi kependudukan 1500 lembar 11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak No Utama Target Tahun Persentese peningkatan pengarustamaan gender yang 59 orang tertuang dalam kebijakan pemerintah 2 Persentase peningkatan kualitas hidup perempuan baik 165 peserta dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan sosial budaya 3 Persentase peningkatan perlindungan perempuan dan anak 113 peserta 12. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera No Utama Target Tahun Prevalensi KB aktif pada pasangan usia subur PUS 2 Perlindungan hak reproduksi Individu 128 remaja 3 Keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I 153 desa/ kelurahan 13. Sosial No Utama Target Tahun Persentase penanganan masalah PMKS di Persentase KAT yang diberdayakan - Persentase pemberdayaan fakir miskin dan PMKS lainnya 3.77 persen Persentase pelayanan terhadap korban bencana 16 kecamatan Persentase pelayanan terhadap anak terlantar dan lanjut usia dari keluarga rentan dan tidak mampu melalui panti dan luar panti Persentase pelayanan bagi penyandang cacat dan mental Jumlah Kelompok ORSOS, PSM dan lembaga sosial lainnya yang telah diberdayakan 14. Ketenagakerjaan 350 orang persen 52 orsos No Utama Target Tahun Persentase pengangguran usia produktif persen 2 Tingkat partisipasi angkatan kerja 8.10 persen 3 Persentase perusahaan/ pengusaha yang mentaati peraturan persen 4 Persentase penyelesaian dan perselisihan perburuhan/ persen (24 kasus) industrial 54

78 15. Koperasi Usaha Kecil dan Menengah No Utama Target Tahun Persentase koperasi aktif dan koperasi yang berbadan persen hukum 2 Jumlah koperasi berkualifikasi berkualitas 200 koperasi 3 Persentase koperasi yang SDMnya terlatih persen 4 Persentase koperasi yang bermitra dengan BUMN/S persen 5 Jumlah volume usaha UKM UKM 6 Persentase UMK dibanding UMKM persen 7 Persentase UKM yang SDM-nya terlatih persen 8 Persentase UKM yang bermitra dengan BUMN/S persen 16. Penanaman Modal No Utama Target Tahun Jumlah investor yang masuk melalui promosi investasi didalam dan luar negeri, nilai investasi PMA dan PMDN 2 Jumlah perusahaan yang menyampaikan Laporan Penanaman Modal (LKPM) tepat waktu 3 Jumlah koordinasi yang baik antar lembaga dalam pelaksanaan PMDN dan PMA 4 Jumlah Koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan instansi pemerintahan dan dunia usaha 17. Kebudayaan 7 investor 15 perusahaan 4 kali 6 kali No Utama Target Tahun Jumlah pelaksanaan pelestarian dan aktualisasi adat budaya 4 kegiatan daerah 2 Jumlah pengelolaan dan data peninggalan sejarah purbakala, 1 dokumen museum dan peninggalan bawah air 3 Jumlah perkembangan alat musik tradisional di 100 set 18. Kepemudaan dan Olahraga No Utama Target Tahun Jumlah kegiatan pembinaan paskibraka, kepemudaan dan 35 orang kepramukaan yang dilakukan 2 Jumlah cabang olah raga yang dibina 10 cabang olahraga 3 Jumlah lomba/ festival yang dilaksanakan - 4 Jumlah tenaga keolahragaan yang dibina 80 orang 19. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri No Utama Target Tahun Angka konflik 20 konflik 2 Jumlah unjuk rasa yang dilakukan masyarakat 15 unjuk rasa 55

79 3 Pembinaan politik daerah 4 kali 4 Pembinaan terhadap LSM, Ormas dan OKP 75 anggota LSM, Ormas dan OKP 20. Otonomi, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan, Perangkat, Kepegawaian dan Persandian No Utama Target Tahun Jumlah pembinaan bidang usaha ekonomi kerakyatan 224 orang 2 ujian sertifikasi keahlian barang/jasa 1 kali pemerintah pertahun 3 Persentase pelaksanaan program/ kegiatan SKPD yang persen terealisasi 4 Ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja 4 dokumen penyelenggraan pemerintahan daerah 5 Penurunan keluhan masyarakat terhadap pelaksanaan 1 dokumen pemerintahan di kelurahan dan dikecamatan 6 Persentase Peraturan, Peraturan Bupati dan 25 perda, 40 perbub Keputusan Bupati yang disahkan 7 Persentase produk hukum yang diterima masyarakat persen (120 produk hukum daerah) 8 Persentase diseminasi peraturan daerah baru persen (25 perda, 40 perbub) 9 Jumlah peserta penyuluhan hukum 500 orang 10 Persetase kasus hukum yang diselesaikan dan frekwensi 2 perkara pendampingan penyelesaian perkara 11 Persentase penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja 12 Jumlah tempat ibadah yang menerima bantuan 325 unit 13 Terselenggaranya pelayanan jemaah haji 1 kali 14 Terselenggaranya MTQ Tingkat dan Provinsi 1 kali 15 peringatan hari besar Islam tingkat 9 kali 16 Jumlah SKPD yang memiliki website 52 SKPD 17 Persentase paket yang dilelang menggunakan sistem LPSE persen 18 Jumlah SKPD yang telah terkoneksi dengan jaringan Internet/intranet 30 SKPD, 16 kecamatan, 6 kelurahan, 21 puskesmas, 24 UPTD 19 Jumlah pelayanan protokoler kepada Bupati dan wakil bupati 400 kali dan sederetan muspida 20 Frekwensi penyelenggaraan konsultasi dan koordinasi 80 kali DPRD dengan Pemerintah dan DPR 21 Persentase aspirasi masyarakat yang masuk dan persen ditindaklanjuti oleh DPRD 22 Persentase kegiatan DPRD yang dipublikasikan ke persen masyarakat 23 Jumlah rapat paripurna dan alat kelengkapan DPRD setiap 313 kali rapat - 56

80 tahun 24 Jumlah rancangan peraturan daerah yang diselesaikan menjadi peraturan daerah 25 Rasio pendidikan formal pegawai berbagai tingkatan (SD, SMP, SMA, D1/D2, D3, D4/S1, S2/S3) SD SMP SMA D1 D2 D3 D4/S1 S2 S3 26 Terdapat data base pegawai dan tenaga honorer data base setiap tahun 27 Jumlah pegawai negeri sipil yang akan naik pangkat dan yang akan memasuki masa pensiun setiap tahunnya Pegawai yang naik pangkat Pegawai yang memasuki pensiun 28 Persentase jumlah pegawai yang mengikuti diklat pengembangan karir dan tugas belajar bagi pegawai negeri sipil Diklatpim Tk.II Diklatpim Tk.III Diklatpim Tk.IV Tugas belajar 29 Persentase jumlah pegawai yang tidak memenuhi aturan yang berlaku dan jumlah kasus pelanggaran disipilin pegawai Persentase jumlah pegawai yang memenuhi aturan yang berlaku Jumlah kasus pelanggaran disiplin 8 perda Total PNS 6971 orang 74 orang 53 orang 1679 orang 54 orang 591 orang 764 orang 3570 orang 186 orang 1 orang seluruh data PNS dan tenaga honorer telah terdata secara komputerisasi 1000 orang 75 orang 3 orang 10 orang 30 orang 3 orang persen 100 kasus 30 Kontribusi PAD terhadap APBD APBD Rp ,28 Realisasi Rp Terhadap APBD Melebihi dari PAD APBD tahun Persentase peningkatan pajak dan retribusi daerah Target PAD Rp Realisasi Lebih dari tahun Tersedianya peraturan daerah tentang pajak daerah dan tersedia retribusi daerah 33 Peningkatan penerimaan sektor PBB Rp

81 34 Meningkatnya kualitas PPK dan bendahara SKPD dibidang persen penyusun laporan keuangan daerah menurut standar akutansi pemerintah 35 Penyusunan APBD tepat waktu persen 36 Dokumen pertanggung jawaban keuangan daerah 1 dokumen (WTP) 37 Tersedianya dokumen KUA dan PPAS 4 dokumen 38 Tersedianya sistem dan prosedur pengelolaan keuangan 1 dokumen daerah 39 Meningkatnya kualitas aparatur dibidang perpajakan dalam persen pertanggungjawaban keuangan SKPD 40 Terdatanya dan terjaminnya kondisi aset/ barang daerah persen 41 Persentase penerapan analisa standar satuan harga persen 42 Tersedianya standar belanja sebagai pedoman penyusunan tersedia anggaran 43 Tertib pelaksanaan APBD sesuai dengan aturan yang berlaku 44 Jumlah pedoman/ kebijakan pengawasan yang terbit 2 dokumen 45 Reviu laporan keuangan Pemerintah Rokan 2 LHR Hulu yang tepat waktu 46 Laporan informasi kinerja Pemerintah Rokan 1 dokumen Hulu 47 Evaluasi kinerja SKPD di lingkungan Pemerintah 12 LHE 48 Persentase aparatur Inspektorat persen yang memenuhi syarat sebagai auditor melalui pembentukan Jabatan Fungsional Auditor (JFA)/Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan (P2UP) 49 Persentase SDM yang mempunyai sertifikasi auditor dan persen P2UPD 50 Persentase penyelesaian dan pelaksanaan tindak lanjut oleh persen SKPD atas temuan dan rekomendasi hasil pemeriksaan APIP dan aparat pengawasan lainnya 51 Persentase setemuan hasil pengawasan yang ditindaklanjuti persen 52 Persentase jumlah pemeriksaan PKPT yang diterbitkan 22 LHP SKPD, 16 LHP kecamatan, 6 LHP kelurahan 53 Indeks kepuasan masyarakat persen 54 Persentase Izin yang waktu penerbitannya lebih cepat dari persen ketentuan (SOP) 55 Jumlah aparatur yang telah memiliki sertifikasi 36 orang 56 Persentase perizinan yang diselenggarakan persen (62 izin) 57 Persentase izin yang diterbitkan 2100 izin 58 Tersedianya sistem informasi penanaman modal Tersedia 59 Peningkatan kualitas dan kemampuan anggota Korpri 120 orang 60 Rapat kerja dan koordinasi Korpri 138 orang dewan pengurus 61 Tersedianya bantuan hukum dan kesadaran hukum bagi 6 kali 58

82 anggota KORPRI 62 Peningkatan kesejahteraan bagi anggota KORPRI aktif dan yang memasuki masa pensiun 63 fasilitasi kegiatan olah raga bagi, seni dan budaya dan kerohanian anggota KORPRI 1 jenis usaha 76 jemaah haji, 10 kejadian, 2 event 64 Rasio aparat tramtib terhadap jumlah penduduk 0.48 persen 65 Angka kriminalitas 296 kali 66 Jumlah unjuk rasa yang dilakukan masyarakat 3 kali 67 Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per penduduk 1 dibanding Jumlah pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan 8 orang 21. Ketahanan Pangan No Utama Target Tahun Jumlah cadangan pangan masyarakat 15 ton beras 2 Jumlah informasi ketersediaan pangan daerah Kkal/kap/hari 3 Jumlah desa rawan pangan yang dibina 3 desa 4 Jumlah sumber pangan alternatif batang sukun 5 Jumlah event promosi yang diikuti 3 kali 6 Jumlah kelompok tani yang menerapkan paket teknologi 350 poktan tepat guna 7 Persentasepeningkatan modal gabungan kelompok tani 8.00 persen (gapoktani) pengembangan usaha agribisnis perdesaan (puap) 8 Jumlah kantor balai penyuluhan yang memenuhi standar 1 unit BP minimal sesuai dengan Permentan Nomor 51 tahun Jumlah kelompok tani yang meningkat kemampuannya 300 poktan 22. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa No Utama Target Tahun Tingkat kemampuan baik secara perorangan (kemandirian) maupun kelembagaan untuk berpatisipasi dalam pembangunan 2 Tingkat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan 3 Tingkat kapasitas aparatur pemerintah desa/kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa/kelurahan 4 Tingkat Perkembangan jumlah, volume usaha dan kapasitas kelembagaan usaha ekonomi produktif masyarakat 23. Kearsipan 160 desa 10 kecamatan 160 desa 61 desa No Utama Capaian Tahun Persentase instansi yang sudah menerapkan sistem kearsipan secara baku 2 Jumlah SKPD yang mengelola arsip statis dan dinamis yang utuh, autentik dan handal persen 28 SKPD 59

83 3 Jumlah instansi yang menyerahkan dokumen/arsip 20 SKPD 4 Jumlah SDM pengelola naskah dinas yang mengikuti 40 orang diklat/bintek kearsipan 24. Komunikasi dan Informatika No Utama Target Tahun Persentase program/ kegiatan pemerintah daerah yang dipublikasikan 2 Frekuensi pelayanan pemberian informasi kepada stakeholder 3 Jumlah media massa yang mempublikasikan program kegiatan pemerintah 4 Jumlah rekomendasi menara telekomunikasi dan warung internet yang dikeluarkan 5 Dokumen pengawasan tingkat kelayakan sarana prasarana telekomunikasi 6 Jumlah SDM bidang perhubungan, komunikasi dan informatika yang dibina 25. Perpustakaan 400 kali 125 lembar 45 media massa 8 rekomendasi 1 dokumen 4 orang No Utama Target Tahun Persentase pengunjung perpustakaan dibanding cakupan 3500 orang layanan perpustakaan 2 Peningkatan minat dan budaya baca masyarakat persen 3 Jumlah koleksi buku buku 4 Persentase perpustakaan yang baik persen 5 Jumlah petugas dan peserta pelatihan tenaga pengelola perpustakaan binaan - URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. Pertanian No Utama Target Tahun Luas areal tanam, panen, produktivitas dan produksi padi, palawija Tanam padi Panen padi Produktivitas padi Produksi padi ha ha kw/ha ton Tanam palawija Panen palawija Produktivitas palawija Produksi palawija ha ha kw/ha ton 60

84 2 Tersedianya benih/bibit, pupuk dan pestisida tanaman padi sawah, padi gogo, jagung dan kedele Benih Pupuk NPK Pupuk POG Pupuk POC kg kg kg liter 3 Persentase penggunaan alat dan mesin pertanian persen (43 unit) 4 Persentase luas areal sawah yang mampu diairi air irigasi persen (2800 ha) 5 Persentase pengendalian hama dan penyakit tanaman persen (325 ha) 6 Persentase luas lahan yang terjangkau sarana transportasi persen (2900 ha) 7 Persentase kelembagaan pertanian yang aktif persen (1282 kelembagaan) 8 Persentase peningkatan pengetahuan dan keterampilan persen petani 9 Bertambahnya kelompok tani yang didampingi 48 kelompok 10 Bertambahnya kelompok tani yang terlatih 48 kelompok 11 Luas areal tanam, panen, produktivitas dan produksi tanaman holtikultura Tanaman buah-buahan (salak pondoh, lengkeng, mangga madu) Tanam 4000 batang Tanaman biofarmaka (obat-obatan) Tanam Panen Tanaman hias Tanam Panen Tanaman sayur-sayuran Tanam Panen 12 Tersedianya benih/bibit tanaman holtikultura Tanaman buah-buahan (salak pondoh, lengkeng, mangga madu) Tanaman biofarmaka (obat-obatan) Tanaman hias Tanaman sayur-sayuran 5060 rumpun 5060 rumpun 4360 rumpun 4360 rumpun 2 ha 2 ha 4400 batang 5060 rumpun 4400 rumpun kg 13 Jumlah pelatihan teknologi tepat guna 3 kelompok 14 Jumlah kemitraan dalam pembangunan perkebunan 18 KKPA 15 Jumlah pembinaan terhadap kelompok tani 3 kelompok 16 Persentase peningkatan produktifitas kebun rakyat 5.00 persen 17 Persentase peningkatan penggunaan bibit bersertifikat persen 18 Jumlah serangan OPT terhadap kebun masyarakat 5 jenis OPT 19 Luas lahan perkebunan rakyat 300 ha 61

85 2. Kehutanan No Utama Target Tahun Jumlah kasus ilegal loging 3 kasus 2 Jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan 50 kasus 3 Jumlah kasus serangan hama gajah/satwa liar 2 lokasi/ kasus 4 Jumlah kelompok masyarakat yang berperan serta dalam 5 kelompok kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan 5 Luas lahan kritis 300 ha 6 Jumlah dokumen peredaran hasil hutan 40 dokumen 7 Persentase peningkatan produksi hasil hutan kayu dan non persen kayu 8 Jumlah kelompok yang mengembangkan hasil hutan kayu 3 kelompok dan non kayu 9 Jumlah izin hutan tanaman rakyat 1 izin 3. Energi dan Sumber Daya Mineral No Utama Target Tahun Regulasi mengenai kegiatan pertambangan bahan galian non - logam/ batuan 2 Monitoring dan pengendalian kegiatan pertambangan bahan 16 kecamatan galian non logam /batuan 3 Meningkatnya penertiban kegiatan pertambangan rakyat 16 kecamatan 4 Tersedianya software untuk peningkatan sistem pengelolaan 1 software bidang pertambangan 5 Persentase ketersediaan data potensi sumber daya mineral, batuan, logam, ABT/AP dan sumur minyak serta tertibnya - pendistribusian minyak dan gas Ketersediaan data potensi sumber daya mineral, batuan, logam, ABT/AP dan sumur minyak Tertibnya pendistribusian minyak dan gas 6 Jumlah perusahaan penambangan dan produksinya serta kontribusinya terhadap PAD sektor pertambangan umum 7 Ketersediaan penerangan listrik perkotaan dan perdesaan Listrik perkotaan Listrik pedesaan 13 potensi tambang, 4 potensi yang terinventarisasi persen 4 (empat) perusahaan 6 km 30 km 8 Pendayagunaan energi baru dan terbarukan PLTS 25 unit 4. Pariwisata No Utama Target Tahun Jumlah ajang bagi masyarakat seni untuk mengekspresikan diri Penampilan kesenian dalam daerah 92 kali penampilan 62

86 Festival budaya Event budaya Pawai budaya 2 Jumlah pengelolaan aset kebudayaan dan pariwisata Rokan Hulu 2 kegiatan 6 event 5 event 7 lokasi 5. Kelautan dan Perikanan No Utama Target Tahun Konsumsi protein hewani asal ikan dan ternak ikan: 31.9 kg/kapita/ tahun 2 Produksi perikanan dan populasi ternak serta peningkatan kesehatan masyarakat veteriner daging: 9.02 kg/kapita/ tahun ikan: ,14 ton ternak: ekor 3 Peningkatan pendapatan petani Rp / tahun 4 Peningkatan kelompok/ jumlah rumah tangga petani ikan dan peternak RTP peternak: RTP petani ikan: Peningkatan usaha-usaha agrobisnis dan agroindustri perikanan dan peternakan 6 Peningkatan Penerapan teknologi tepat guna di bidang perikanan dan peternakan 7 Terlindunginya kawasan konservasi perikanan di perairan umum dan pengembangan budidaya ternak lokal 6. Perdagangan 20 kelompok 2 jenis teknologi tepat guna (320 orang yang dilatih) 3 kawasan No Utama Target Tahun Meningkatnya kesadaran pelaku usaha yang melaksanakan 363 pelaku usaha tera ulang alat ukur, timbang, takar, perlengkapan 2 Persentase kasus perlindungan konsumen yang persen (27kasus) ditindaklanjuti 3 Jumlah sarana dan prasarana pasar yang tersedia 113 pasar 4 Jumlah pasar yang ditertibkan 88 pasar 7. Industri No Utama Target Tahun Nilai produksi industri, jumlah industri yang kuat dan persentase tenaga kerja di sektor industri: a. Industri mikro - b. Industri kecil 797 IKM c. Industri menengah 9 IKM d. Industri besar - 63

87 2 Jumlah produk industri yang memenuhi standar: a. SNI 1 IKM b. Departemen Kesehatan 38 IKM 3 Persentase IKM yang menggunakan teknologi tepat guna persen 4 Jumlah SDM pelaku industri yang terampil 75 IKM 5 Jumlah hasil IKM yang dipromosikan 37 jenis 8. Ketransmigrasian No Utama Target Tahun Tingkat pembinaan daerah transmigrasi 2 UPT 2.3. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH Isu Strategis dan Masalah Mendesak Dengan memperhatikan berbagai kemajuan yang dicapai dan kendala yang dihadapi, maka masalah dan tantangan utama yang harus dipecahkan dan dihadapi adalah: 1. Upaya lanjut untuk menanggulangi kemiskinan akibat masih rendahnya kapasitas produksi dan akses terhadap sumber daya produktif bagi masyarakat. 2. Upaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, mengingat masih terdapat anak usia 7-15 tahun yang tidak mengikuti pendidikan dasar akibat faktor sosial ekonomi, budaya dan geografi. Selain itu realita menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi pendidikan belum sepenuhnya mengikuti partisipasi kualitas pendidikan. 3. Upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan, mengingat masih terdapatnya status kesehatan dan gizi masyarakat yang relatif rendah dan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan yang berakibat sulitnya masyarakat menggapai kualitas kesehatan yang memadai termasuk upaya untuk memanfaatkan revitalisasi program keluarga berencana. Berdasarkan pada perkembangan situasi dan kondisi sebagaimana dikemukakan di atas, dan sesuai dengan visi dan misi periode yang diselaraskan dengan Prioritas Pembangunan Tahun 2016, maka dirumuskan beberapa isu strategis yang perlu mendapat perhatian khusus yaitu: 1. Peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan, ditandai dengan masih rendahnya mutu penyelenggaraan pendidikan, masih rendahnya sarana dan prasarana 64

88 pendidikan dan masih kurangnya kualitas dan kuantitas pendidik dan kependidikan, yang disertai distribusinya yang belum merata. 2. Peningkatan dan pemerataan kesehatan, ditandai dengan masih tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, masih rendahnya kondisi derajat kesehatan masyarakat, masih rendahnya mutu dan kuantitas pelayanan kesehatan dan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat masih relatif rendah. 3. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, ditandai dengan rendahnya kesempatan dan lapangan kerja, rendahnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja, investasi yang ada masih belum mampu mendorong tumbuhnya sektor swasta/sektor riil, belum optimalisasi iklim investasi dan rendahnya sarana dan prasarana pedukung investasi. 4. Peningkatan pembangunan perdesaan, ditandai dengan belum optimalnya peran serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan untuk turut berperan serta dalam proses pembangunan, belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat desa, rendahnya kualitas dan kuantitas infrastruktur pedesaan dan potensi desa belum dimanfaatkan secara optimal. 5. Pengembangan ekonomi potensial dan UMKM, ditandai dengan kurangnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk industri, iklim berusaha masih belum kondusif, Koperasi belum dikelola secara profesional sebagai unit bisnis yang sekaligus berfungsi sosial; masih sangat kecilnya peranan Koperasi dalam kegiatan ekonomi masyarakat, kompentensi (inovasi, kreatifitas, kewirausahaan, kerjasama dan networking) pengelola Koperasi dan pengusaha UMKM masih rendah, dan penguasaan teknologi serta manajemen dan informasi pasar yang masih rendah. 6. Infrastruktur yang kurang sehingga masih adanya daerah yang agak sulit dijangkau, ditandai dengan sebagian besar ruas jalan kabupaten dalam kondisi tidak layak dan kritis, masih rendahnya cakupan dan kualitas pelayanan irigasi, masih rendahnya cakupan pelayanan listrik dan air minum, masih kurangnya ketersediaan perlengkapan jalan dan fasilitas lalu lintas seperti rambu, marka, pengaman jalan, dan terminal, belum optimalnya penataan jalur dan moda angkutan darat, belum optimalnya cakupan layanan infrastruktur telekomunikasi, masih terdapatnya rumah dan bangunan gedung yang tidak memenuhi persyaratan standar kesehatan 65

89 dan teknis bangunan dan belum optimalnya pelayanan persampahan dan perkembangan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan. 7. Pengelolaan sumber daya yang belum efektif, efisien dan proporsional demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan, ditandai dengan pengelolaan terhadap sumber daya yang ada belum maksimal, pertumbuhan sektor pertanian dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi, belum diikuti oleh peningkatan nilai tambah produk pertanian; belum optimalnya pengelolaan potensi perikanan budidaya dan perikanan tangkap, masih kurangnya penataan dan pengamanan objek pariwisata dan belum optimalnya pemanfaatan dan pengembangan sumber daya alam yang ada. 8. Kinerja aparatur pemerintah yang belum maksimal sehingga belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, ditandai dengan pelayanan publik belum sesuai dengan tuntutan masyarakat, terabaikannya nilainilai etika dan budaya kerja dalam birokrasi sehingga melemahkan disiplin kerja, etos kerja, dan produktivitas kerja dan kelembagaan pemerintah masih belum sepenuhnya berdasarkan prinsip organisasi yang efisien dan rasional, sehingga struktur organisasi kurang proporsional. 9. Peningkatan kualitas lingkungan, ditandai dengan belum optimalnya upaya pengendalian terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan, belum efektifnya pengelolaan dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup dan masih kurangnya pemahaman masyarakat dan dunia usaha dalam implementasi pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan Permasalahan yang Berhubungan dengan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Tingginya Angka Kemiskinan Pada umumnya kondisi kesehatan keluarga miskin relatif lebih rendah bila dibanding dengan kondisi kesehatan rumah tangga lainnya. Selain kecukupan pangan, masalah lain yang juga menyebabkan rendahnya derajat kesehatan masyarakat miskin adalah rendahnya akses terhadap layanan kesehatan dasar. Tantangan ke depan, koperasi dan UKM harus mampu bersaing di era perdagangan pasar bebas, baik pasar domestik maupun pasar ekspor yang keduanya 66

90 sangat ditentukan oleh dua kondisi utama. Pertama, lingkungan internal UKM yang harus diperbaiki, yang mencakup aspek kualitas sumber daya manusia, terutama kewirausahaan, penguasaan teknologi dan informasi, struktur organisasi, sistem manajemen, budaya bisnis, kekuatan modal dan jaringan bisnis dengan pihak luar. Kedua, lingkungan eksternal harus kondusif, yang terkait dengan kebijakan pemerintah, aspek hukum, kondisi persaingan pasar, kondisi ekonomi-sosial kemasyarakatan, kondisi infrastruktur, tingkat pendidikan masyarakat dan perubahan ekonomi global. Hal lain yang perlu dilakukan untuk menanggulangi kemiskinan adalah mempertahankan program dan kegiatan yang antara lain revitalisasi program bantuan beras untuk keluarga miskin, program jaminan kesehatan keluarga miskin, menghapuskan biaya pendidikan dasar dan menengah dan beasiswa, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan pendidikan informal serta keterampilan bagi keluarga miskin. Keterbatasan Infrastruktur Keterbatasan infrastruktur telah dirasakan sejak berdirinya terutama infrastruktur jalan dan jembatan, listrik dan telekomunikasi yang sampai dengan saat ini baru mampu membangun jalan poros yang menghubungkan ibukota kecamatan ke ibukota kabupaten. Rendahnya pelayanan infrastruktur wilayah baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih merupakan persoalan besar di Rokan Hulu. Pada aspek transportasi, tingkat pelayanan jalan masih perlu ditingkatkan yang ditunjukkan belum optimalnya indeks aksebilitas, mobilitas dan tingkat kemantapan jalan. Selain itu, keberadaan bandar udara yang merupakan hal yang terpenting dirasakan masih belum memadai. Dalam rangka mempercepat proses pembangunan di daerah dan memperkuat landasan pembangunan ekonomi yang sedang berjalan dan berkelanjutan diperlukan dukungan penyediaan prasarana, yang pada prinsipnya dapat dilakukan melalui penyediaan prasarana berdasarkan kebutuhan termasuk pemeliharaan prasarana yang telah ada maupun penyediaan prasarana untuk mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi pada suatu daerah tertentu. Untuk meningkatkan akses terhadap sarana dan prasarana maka prioritas pembangunan ditujukan pada peningkatan kapasitas pelayanan serta perluasan jaringan dan jangkauan pelayanan yang sangat dibutuhkan atas pertimbangan peningkatan efisiensi. 67

91 Rendahnya Sumber Daya Manusia Peningkatan sumber daya manusia memerlukan perhatian seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah. Masih rendahnya kualitasnya sumber daya manusia Rokan Hulu terutama terlihat dari kualifikasi dan kompetensi sumber daya aparatur Pemerintah, menjadikan kelemahan yang signifikan bagi berkembangnya. Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia. Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan pelayanan bidang pendidikan yang merata dan bermutu masih saja menghadapi permasalahan. Permasalahan tersebut antara lain belum meratanya penyediaan fasilitas pendidikan, rendahnya kualitas dan relevansi pendidikan, lemahnya pelaksanaan manajemen sistem pendidikan serta krisis ekonomi yang belum berhenti. Peningkatan Otonomi Desa Untuk diketahui bersama bahwa pengertian dari otonomi desa adalah hak, kewenangan dan kewajiban desa untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melihat dari kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan desa tidak hanya bisa didekati dari dimensi hukum dan politik saja, tetapi juga sosial, ekonomi bahkan budaya. Skema otonomi desa berbasis modal sosial yang kuat, diharapkan mampu memberi efek bagi perluasan kewenangan desa dan penguatan struktur pemerintah desa dengan berbagai fungsi yang menyertainya. Harapan kita diterapkannya otonomi desa di dengan tujuan yang dicapai: Desa mempunyai kewenangan, perencanaan dan keuangan sebagai pilar kelembagaan ekonomi; Desa mempunyai kekuatan menjalankan pembangunan berskala desa secara mandiri; Desa mempunyai inisiatif lokal dan kapasitas yang baik Identifikasi Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Berdasarkan uraian tentang analisis lingkungan internal dan analisis lingkungan eksternal dimaksud, terdapat sejumlah faktor yang berfungsi sebagai determinan atau 68

92 penentu keberhasilkan. Beberapa diantara faktor penentu keberhasilan dimaksud antara lain adalah: a. kemitraan antara Pemda dengan DPRD dalam setiap proses pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program; b. pembangunan dan pembudayaan semangat good governance dan clean goverment; c. orientasi pada pelayanan umum; d. penerapan kebijakan dan program otonomi desa dan peningkatan kapasitas kelembagaan pemda; e. peningkatan kapasitas kelembagaan kecamatan; f. penerapan kebijakan investasi dengan sistem dan prosedur administratif yang mudah dan sederhana; g. menjamin tegaknya hukum, keamanan, ketentraman dan ketertiban sosial politik daerah; h. pembangunan dengan berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup dan keseimbangan ekosistem; i. pengembangan budaya Melayu yang sejuk dan toleran dalam kerangka kehidupan sosial masyarakat majemuk yang modern dan toleran; j. membangun semangat kewirausahaan yang kompetitif dalam kerangka silaturahmi sosial. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Rokan Hulu Tahun telah dicanangkan bahwa visi adalah Menjadikan Sebagai yang Terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam Rangka Menuju Visi Riau Sesuai dengan visi tersebut menempatkan masyarakat sebagai subyek dan sekaligus obyek pembangunan, dalam hal ini Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan dinamisator pembangunan. 69

93 BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Rancangan kerangka ekonomi daerah dan pendanaan menggambarkan kondisi dan analisis statistik perekonomian daerah, sebagai gambaran umum untuk situasi perekonomian berikut karakteristiknya serta prospek pendanaan Tahun Bab ini juga membahas mengenai tantangan dan prospek perekonomian, arah kebijakan ekonomi daerah, analisis dan perkiraan sumber-sumber pendapatan daerah dan arah kebijakan keuangan daerah. Kerangka ekonomi makro dan pendanaan pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 memberikan gambaran ekonomi makro Tahun 2016 dan proyeksi Tahun 2017, dimana pendanaan pembangunannya dilaksanakan melalui langkah-langkah kebijakan untuk menghadapi tantangan pembangunan dalam rangka pencapaian pembangunan Tahun ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH Arah kebijakan ekonomi daerah ditujukan untuk mengimplementasikan program dan mewujudkan visi dan misi RPJMD, serta isu strategis daerah, sebagai payung untuk perumusan prioritas program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun Banyak hal yang harus dibenahi agar ekonomi terus bergerak dan tumbuh karena jika tidak bergerak cepat akan sulit mengantisipasi dampak negatif bagi perekonomian daerah. Pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan basis yang kuat dan berkualitas. Terdapat 9 (sembilan) agenda program prioritas nawacita yang salah satunya adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dengan cara mengurangi ketergantungan pada hal/produk impor agar ekonomi mandiri. Sebagai tahun kelima/transisi dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun , kebijakan ekonomi makro Tahun 2016 masih tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdimensi pemerataan (growth and equity) untuk mencapai sasaran pengurangan kemiskinan di. Hal ini sesuai juga dengan arahan nasional di 70

94 bidang ekonomi yang bersumber dari dokumen RKP (Nasional), yakni percepatan pembangunan ekonomi secara menyeluruh diberbagai bidang dengan menekankan pada pecapaian daya saing kompetitif perekonomian. Untuk mencapai hal tersebut dengan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 6,6 persen dan inflasi diharapkan dapat terkendali pada kisaran 4,0 dan bertambah atau berkurang 1 persen dengan cara pemantapan perekonomian, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemeliharaan stabilitas sosial dan politik pertumbuhan ekonomi didorong terutama dengan meningkatkan investasi dan ekspor pada komoditas non migas dan pertambangan, serta mendorong daya saing industri pengolahan. Beberapa kesepakatan pokok antara pemerintah pusat dan daerah sebagian besar masih fokus pada upaya peningkatan ketahanan pangan, peningkatan ketahanan energi, peningkatan ketahanan kesejahteraan rakyat, penyiapan landasan pembangunan dan infrastruktur. Isu strategis pembangunan dibidang ekonomi yaitu transformasi struktur industri dan peningkatan daya saing tenaga kerja. Dalam upaya mendukung pencapaian laju pertumbuhan ekonomi, pemerintah merumuskan kegiatan didalam RKPD Tahun 2016 yaitu antara lain (1) pengembangan potensi ekonomi daerah melalui produk unggulan daerah dan pemetaan potensi daerah; (2) melakukan koordinasi Tim Pengendali Inflasi (TPID) daerah untuk menjaga keterjangkauan barang dan jasa di daerah; (3) promosi dan pemasaran produk khas daerah, unggulan daerah dan peluang jenis-jenis investasi daerah; (4) peningkatan iklim investasi dan iklim usaha yang kondusif melalui pemberian kemudahan pelayan perizinan dan non perizinan satu pintu; (5) pengembangan kerjasama ekonomi daerah melalui pola kemitraan Kondisi Ekonomi Tahun 2014 dan Perkiraan Tahun Struktur perekonomian didominasi oleh 2 (dua) sektor yaitu pertanian dan industri pengolahan. Selama 5 (lima) tahun terakhir pertanian tetap mendominasi struktur perekonomian. Perkebunan kelapa sawit dan karet yang menjadi penunjang di sektor pertanian ini. Pertumbuhan ekonomi dengan migas secara umum tetap mengalami kenaikan walaupun sektor pertambangan tidak mengalami pertumbuhan. memiliki 3 sumur pengeboran minyak dimana yang terbesar adalah Chevron Pasifik Indonesia Rokan. Namun semenjak tahun 2011 produksi hasil tambang migas terus menurun drastis untuk ketiga 71

95 sumur tersebut. Karena terus menurunnya hasil produksi hasil tambang membuat indeks pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian tidak tumbuh. Pada tahun 2013 pertumbuhan sektor ini sampai dengan minus 10,12 persen. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2013 tercatat sebesar 7,54 persen dimana pertumbuhan ekonomi tahun 2012 sebesar 7,48 persen. Hal ini menggambarkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 10,56 persen pada tahun Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan ini meningkat dikarenakan dengan meningkatnya sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor perdagangan, hotel dan restoran pada tahun 2013 ini mengalami pertumbuhan 10,37 persen dan sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan 10,32 persen. Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan ini terus meningkat tajam sejak tahun Pada tahun 2011 pertumbuhan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 11,01 persen dengan pertumbuhan pada tahu 2010 hanya 8,13 persen. Sektor industri pengolahan terdiri dari dua sub sektor yaitu sub sektor industri migas dan industri tanpa migas. tidak memiliki industri migas, hanya memiliki sub sektor tanpa migas. Pada tahun 2013 sektor industri pengolahan naik sebesar 10,32 persen. Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi ketiga pada tahun Sejak tahun 2011 sektor industri pengolahan terus naik. Industri pengolahan tanpa migas yang terbesar ada di adalah industri pengolahan kelapa sawit. Industri pengolahan kelapa sawit di terdapat 20 perusahaan yang menyebar dibeberapa kecamatan yaitu 12 kecamatan. Perusahaan industri pengolahan kelapa sawit terbanyak terdapat di Tambusai yaitu sebanyak 4 perusahaan. Dari 20 perusahaan ini hanya 3 perusahaan yang tidak memiliki perusahaan perkebunan kelapa sawit sedangkan perusahaan yang lain juga memiliki perusahaan perkebunan. Sektor bangunan juga meningkat setiap tahunnya. Sektor bangunan ini bisa dilihat dari peningkatan pembangunan jalan, jembatan, gedung, bangunan perumahan, bangunan air, pembangkit listrik, bangunan jaringan komunikasi dan lai sebagainya. Sektor bangunan akan terus meningkat seiring dengan semakin 72

96 majunya daerah dan semakin meningkatnya jumlah penduduk. Pada tahun 2013 ini sektor bangunan meningkat sebesar 8,21 persen dimana pada tahun 2012 pertumbuhan sektor bangunan sebesar 7,87 persen. Sektor pertanian setiap tahunnya mengalami pertumbuhan namun selalu mengalami perlambatan pertumbuhan. Pada tahun 2013 ini sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 5,78 persen dimana pada tahun 2012 pertumbuhan sektor pertanian sebesar 6,09 persen. Sub sektor tanaman bahan makanan seperti padi dan palawija semakin tahun terus mengalami perlambatan pertumbuhan. Sedangkan sub sektor perkebunan tetap terus tumbuh setiap tahunnya. Banyaknya masyarakat yang beralih kekegiatan perkebunan membuat produksi sub sektor tanaman bahan makanan mengalami penurunan dan alih fungsi lahan terus meningkat. Sub sektor penggalian di tumbuh sebesar 8,85 persen. Penggalian di utamanya adalah galian C yang dilakukan oleh rumah tangga. Penggalian pasir dan batu (sirtu) dilakukan di aliran Sungai Batang Lubuh, Sungai Rokan, dan Sungai Batang Kumu yang tersebar dibeberapa kecamatan. Selain itu ada juga penggalian yang dilakukan didarat. Sektor perdagangan, hotel dan restoran merupakan sektor yang juga terus setiap tahunnya mengalami kenaikan pertumbuhan. Pada tahun 2013 sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 10,37 persen. Pada tahun 2012 pertumbuhan sektor ini pada angka 9,48 persen. Perdangan terbesar di terbesar berada di Ujung Batu. Setiap tahunnya nilai perdagangan di Rambah juga semakin meningkat. Sektor jasa-jasa juga terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2013 ini pertumbuhan sektor jasa-jasa sebesar 9,35 persen. Pada tahun 2012 sektor ini tumbuh sebersa 8,78 persen. Pertumbuhan sektor listrik setiap tahunnya terus meningkat. Jumlah konsumen pengguna listrik baik listrik PLN maupun non PLN terus meningkat. Produksi dari pembangkit listrik juga terus meningkat. Perbaikan sektor listrik dimulai sejak tahun Pada beberapa kecamatan seperti Tambusai Utara dibangun pembangkit listrik swadaya desa. Tabel Perkembangan PDRB No Uraian PDRB ADHK (Juta Rp) , ,13 2 PDRB ADHB (Juta Rp) , ,69 73

97 3 Pendapatan Regional/Kapita ADHK , ,37 4 Pendapatan Regional/Kapita ADHB , ,16 5 Pertumbuhan Ekonomi Dengan Migas 5,83 6,49 6 Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Migas 7,48 7, Tantangan dan Prospek Perekonomian Tahun 2016 dan Tahun 2017 Pembangunan ekonomi masih dihadapkan pada sejumlah tantangan akibat pengaruh dari dinamika internal maupun lingkungan perekonomian global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Beragam tantangan dimaksud perlu disikapi secara arif dan komprehensif serta dengan langkah-langkah yang lebih nyata. Tantangan dimaksud antara lain mencakup: 1. Persoalan pemantapan kinerja dan stabilitas ekonomi makro sebagai prasyarat bagi kesinambungan pembangunan ekonomi. Upaya yang sungguh-sungguh untuk menjaga dan memantapkan stabilitas ekonomi makro dimaksud merupakan keharusan, mengingat masih adanya potensi gejolak eksternal terkait dengan tingginya harga minyak dunia dan ketidakseimbangan global (global imbalances) pada aliran likuiditas jangka pendek. Hal tersebut akan mempengaruhi stabilitas moneter dan ketahanan fiskal dalam negeri. Pemerintah, dalam rangka menjaga dan memantapkan kinerja ekonomi makro, terus berupaya untuk mengatasi dampak gejolak ekonomi domestik dan global, seperti laju inflasi dan suku bunga yang masih relatif tinggi. Upaya ini perlu didukung oleh langkah konkrit dan sungguh-sungguh dalam memperkuat koordinasi dan efektivitas kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil di dalam negeri; 2. Percepatan pertumbuhan ekonomi akan terus dipacu dengan mengembangkan pertumbuhan yang lebih berimbang, yang bertumpu pada peran investasi dan ekspor non migas. Memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, stabilitas ekonomi makro yang terjaga, dan pembenahan yang sungguh-sungguh pada sektor riil, diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dengan fokus utama untuk menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Dalam hal ini diperlukan strategi kebijakan yang tepat dengan menempatkan prioritas pengembangan pada sektor-sektor yang mempunyai efek pengganda tinggi dalam menciptakan kesempatan kerja; 74

98 3. Perhatian pada perbaikan peraturan perundang-undangan, pelayanan, dan penyederhanaan prosedur termasuk penyederhanaan birokrasi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif; 4. Ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai akan menjadi kendala bagi masuknya investasi, sehingga perlu menyediakan infrastruktur yang cukup dan berkualitas, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan; 5. Meningkatkan daya saing ekspor, untuk mencapai peningkatan pertumbuhan ekspor yang tinggi. Pertumbuhan ekspor yang tinggi tidak saja sebagai penopang pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan juga untuk merangsang penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan bermutu; 6. Meningkatkan partisipasi swasta melalui kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan swasta (public-private partnership). Tantangan ini menjadi cukup penting karena terbatasnya sumber daya pemerintah dalam pembiayaan pembangunan, terutama terkait dengan efisiensi pembiayaan investasi dan penyediaan infrastruktur yang bervariasi dan berkualitas; 7. Membangun landasan yang kokoh bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu, tantangan tersebut harus dapat diatasi secara tepat dan proporsional melalui upaya-upaya sebagai berikut: 1. Perlunya meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus pemerataan hasil pembangunan ekonomi; 2. Perlunya memantapkan kinerja perekonomian melalui pemberdayaan masyarakat, untuk pengembangan ekonomi lokal dan mendorong kemandirian ekonomi yang berbasis masyarakat, dalam rangka menopang perekonomian daerah yang kuat; 3. Perlunya meningkatkan pemberdayaan Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) agar mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan perekonomian, dan mampu memperbesar daya serapnya terhadap tenaga kerja; 4. Perlunya menciptakan iklim kondusif bagi perekonomian daerah, sebagai salah satu prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan (terpercaya, memiliki kemudahan, dan efisien); 75

99 5. Perlunya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, dalam upaya menjaga kelancaran kegiatan ekonomi, transaksi bisnis, dan investasi; 6. Perlunya menyediakan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian daerah termasuk peningkatan efisiensi distribusi barang dan jasa. Infrastruktur jalan raya perlu ditingkatkan baik volume maupun kualitasnya. Sebagai tahun keempat dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun , dan berdasarkan kondisi capaian kinerja perekonomian daerah serta tantangan yang dihadapi dimasa mendatang, maka untuk menciptakan perekonomian daerah yang memiliki kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan, diperlukan: 1. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdimensi pemerataan untuk mencapai sasaran pengurangan kemiskinan; 2. Investasi dan ekspor pada komoditas non migas dan pertambangan, serta daya saing industri pengolahan yang semakin kuat; 3. Produktivitas dan akses UKM pada sumberdaya produktif; 4. Infrastruktur dan penyediaan energi termasuk listrik yang menyebar dan merata; 5. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas dilakukan melalui pengembangan industri input untuk memperkuat subsistem hilir, meningkatkan nilai tambah dan produktivitas, pada kegiatan agribisnis maupun industri pengolahan. Peningkatan kemitraan antar usaha kecil dan menengah dan jejaringnya merupakan kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi. Penguasaan teknologi informasi yang didukung pembangunan infrastruktur wilayah yang strategis merupakan upaya akselerasi perwujudan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Agar dana pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat digunakan efektif dan efisien maka diperlukan kebijakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Arah kebijakan berisi uraian tentang kebijakan yang akan dipedomani oleh Pemerintah dalam mengelola pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah. Tujuan utama kebijakan keuangan daerah adalah bagaimana meningkatkan kapasitas (riil) keuangan daerah dan mengefisiensikan penggunaannya. 76

100 Proyeksi Keuangan dan Kerangka Pendanaan Dalam menetapkan pendapatan bagi hasil yang diterima dari provinsi pada Tahun Anggaran 2016 menggunakan pagu Tahun Anggaran Hasil analisis dan perkiraan sumber-sumber pendapatan daerah dan realisasi serta proyeksi pendapatan daerah dalam 3 tahun terakhir dan 2 tahun yang akan datang dalam rangka perumusan arah kebijakan penerimaan daerah. No Uraian 1 PENDAPATAN 1.1 Pendapatan asli daerah Tabel Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Tahun Jumlah ,064,234, , , ,801,429, ,820,888, ,137,071, Pajak daerah 14,678,672, ,394,339, ,626,000, ,928,000, ,359,500, Retribusi daerah 10,923,353, ,704,629, ,108,300, ,880,100, ,194,500, Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 2,956,873, ,935,138, ,583,071, ,583,000, ,583,071, ,505,335, ,855,607, ,484,058, ,429,788, ,900,000, Pendapatan transfer Transfer pemerintah pusat - Dana Perimbangan Dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak Dana bagi hasil sumber daya alam Dana alokasi umum Dana alokasi khusus Trasfer pemerintahan pusat lainnya Dana bantuan operasi sekolah (BOS) Dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah Alokasi dana tunjangan kependidikan Transfer pemerintah provinsi 1,229,223,364, ,351,576,985, ,294,708,102, ,391,038, ,230,358,498, ,082,035,256, ,188,131,601, ,294,708,102, ,391,038, ,078,613,425, ,180,216, ,041,934, ,345,277, ,639,503, ,028,688, ,094,297, ,985,136, ,840,751, ,055,973, ,854,782, ,522,210, ,751,535, ,751,535, ,528,764, ,905,960, ,582,320, ,611,290, ,268,930, ,180,613, ,268,930, ,180,613, ,919,178, ,264,771,

101 Pendapatan bagi hasil pajak 84,919,178, ,264,771, Lain-lain pendapatan daerah yang sah Pendapatan hibah Bantuan keuangan pemerintah Pendapatan lainnya dari Dana penyesuaian dan otonomi khusus JUMLAH PENDAPATAN DAERAH 25,133,180, ,378,600, ,318,173, ,604,430, ,592,563, ,378,600, ,787,325, ,888,000, ,274,640, ,133,180, ,891,975, ,252,557, ,180,134, ,311,420,778, ,638,873, ,463,873, ,137,789, ,351,576,985, ,601,827,705, ,139,816,356, ,367,343,060, Arah Kebijakan Keuangan Kebijakan pengelolaan keuangan dapat dilihat dari kebijakan pendapatan, kebijakan belanja dan kebijakan pembiayaan daerah yang tertuang dalam dokumen RPJMD Tahun yang dijabarkan dalam dokumen RKPD setiap tahunnya. Kebijakan keuangan daerah periode tahun anggaran diarahkan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah baik yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan maupun dari penerimaan pembiayaan Arah Kebijakan Pendapatan Kebijakan pengelolaan pendapatan daerah tahun anggaran 2016 diarahkan pada mobilisasi sumber-sumber PAD, mengigat komponen ini lebih mudah diprediksi dan dikontrol penuh oleh Pemerintah melalui kebijakankebijakan ekstensifikasi dan intensifikasi sumber-sumber PAD. Pertumbuhan komponen pajak daerah, retribusi daerah dan hasil perusahaan daerah menjadi faktor yang penting dalam mendorong pertumbuhan PAD. Upaya-upaya yang telah dilakukan dalam mendongkrak pendapatan daerah antara lain sebagai berikut: 1. Intensifikasi penerimaan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) baik pajak, retribusi dan pendapatan lain yang sah. a. Pajak, terdiri atas: - Pajak hotel dengan melakukan kegiatan pemberlakuan tarif sesuai perda dan pengawasan terhadap omset hotel; 78

102 - Pajak restoran dengan melakukan pengawasan terhadap omset hotel dan peninjauan tarif pajak restoran; - Pajak hiburan dengan melakukan sosialisasi perda tentang pajak hiburan dan peninjauan tarif pajak hiburan; - Pajak reklame dengan melakukan penegakan perda dengan cara pemberlakuan sanksi, denda, syarat administrasi dan perizinan; - Pajak penerangan jalan dengan melakukan pengawasan terhadap laporan pemakaian Kwh lsitrik, pemberian penghargaan kepada wajib pajak, perbaikan pelayanan kepada wajib pajak dan penegakan perda; - Pajak MBLB dengan melakukan pembentukan asosiasi pengusaha kuari dan menetapkan SOP perizinan mengenai standar biaya dan anggaran; - Pajak parkir dengan menggali potensi pajak parkir diluar pasar modern dan RSUD; - Pajak air tanah dengan melakukan peninjauan ulang terhadap NPA yang telah ditetapkan; - Pajak sarang burung walet dengan melakukan sosialisasi perda pajak daerah, pembentukan asosiasi pengusaha sarang burung walet dan penertiban tarif dan perizinan sarang burung walet; - Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dengan melakukan sosialisasi perda pajak daerah BPHTB serta pengawasan terhadap keabsahan transaksi jual beli/hibah/lelang/merger dan lain-lain; - Pajak bumi bangunan P2 dengan melakukan sosialisasi perda pajak daerah PBBP2 dan pengawasan terhadap keabsahan transaksi jual beli tanah dimasyarakat. b. Retribusi terdiri atas: - Retribusi jasa umum yang terdiri dari retribusi pelayanan persampahan/kebersihan, retribusi parkir ditepi jalan umum, retribusi pelayanan pasar, retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran, retribusi penyediaan atau penyedotan kakus dan retribusi pengendalian menara telekomunikasi. Upaya intensifikasi yang dilakukan adalah sosialisasi perda tentang retribusi daerah oleh SKPD yang bersangkutan, menindaklanjuti perda dalam bentuk 79

103 perbup tentang petunjuk pelaksanaan pemungutan retribusi daerah, kerjasama dengan pihak ketiga dalam rangka menentukan potensi atau target retribusi daerah dalam setiap SKPD serta pengawasan terhadap realisasi penerimaan over target yang tidak disetorkan oleh SKPD. - Retribusi perizinan tertentu terdiri atas retribusi IMB, retribusi gangguan/keramaian, retribusi rumah potong hewan dan retribusi izin trayek dengan melakukan koordinasi pembuatan Peraturan Bupati terhadap pelaksanaan Peraturan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu. c. Hasil Pengelolaan Kekayaan dengan melakukan penambahan penyertaan modal terhadap beberapa perusahaan antara lain PT. Bank Riau Kepri, PD BPR Rohul, PD Rohul Jaya dan pembinaan sehingga perusahaan berkembang dan memberikan keuntungan kepada pemda (investasi permanen). d. Lain-Lain Pendapatan Asli Yang Sah terdiri atas penjualan aset daerah yang tidak dipisahkan; jasa giro; pendapatan bunga deposito; tuntutan ganti rugi keuangan daerah; komisi, potongan dan selisih nilai tukar rupiah; pendapatan denda atas cicilan penjualan; pendapatan denda pajak; pendapatan denda retribusi; pendapatan hasil eksekusi atas jaminan; pendapatan dari pengembalian; fasilitas sosial fasilitas umum dan pendapatan dari angsuran/cicilan penjualan. Upaya intensifikasi perlunya dilakukan manajemen anggaran kas yang baik sehingga dana yang tersedia di kas daerah yang belum dimanfaatkan bisa dimanfaatkan dan didepositokan dalam bentuk deposito on call (DOC) dengan catatan tidak mengganggu likuiditas APBD. 2. Ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah dengan menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah yang baru dan yang sah. a. Pajak, terdiri atas: - Pajak penerangan jalan dengan melakukan pendataan terhadap wajib pajak baru dan sosialisasi terhadap wajib pajak yang belum taat membayar pajak daerah; 80

104 - Pajak air tanah dengan melakukan pendataan terhadap wajib pajak baru dan studi orientasi terhadap perda mengenai NPA air tanah; - Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dengan melakukan pendataan objek pajak baru, pemberlakuan NJOP baru serta menyamakan komitmen dalam peningkatan PAD dengan instansi terkait; - Pajak bumi bangunan P2 dengan melakukan pendataan objek pajak baru/upgrade data, pemberlakuan NJOP baru serta menyamakan komitmen dalam peningkatan PAD dengan instansi terkait. b. Retribusi terdiri atas retribusi jasa usaha yang meliputi retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi terminal, retribusi rumah potong hewan, retribusi tempat rekreasi dan olahraga dan retribusi penjualan produksi usaha daerah. Program ekstensifikasi yang dilakukan dengan menyusun perda yang mengatur tentang penerimaan yang berasal dari jasa periklanan pada radio pemerintah dan perbup tentang petunjuk pelaksanaan pemungutan retribusi pemakaian kekayaan daerah khususnya taman kota dan gedung daerah, termasuk pengelolaan oleh SKPD tertentu. c. Hasil Pengelolaan Kekayaan dengan melakukan penyertaan modal baru pada PT.Bumi Siak Pusako dimana area produksinya termasuk di wilayah untuk memperoleh bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik negara. d. Lain-lain Pendapatan Asli Yang Sah terdiri atas pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan dan pendapatan hasil eksekusi atas jaminan dengan melakukan kajian dan koordinasi terhadap keberadaan jaminan pelaksanaan kegiatan yang terjadi pemutusan kontrak. 3. Memberikan bimbingan teknis pengelolaan sumber-sumber pendapatan kepada aparatur penerimaan; 4. Pemutakhiran data potensi dan pendukung sebagai dasar perhitungan bagi hasil dana perimbangan; 5. Mendorong berkembangnya badan usaha milik daerah agar menghasilkan penerimaan yang terus meningkat. Untuk dana perimbangan, komponen bagi hasil pajak/dana bagi hasil bukan pajak menjadi komponen utama pendapatan daerah, sedangkan untuk dana DAU dan 81

105 DAK berfluktuasi setiap tahunnya sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat yang sulit diprediksi sebelumnya. Sedangkan untuk Lain-lain Pendapatan yang Sah perkembangannya sangat baik dari tahun ke tahun, pertumbuhan terjadi pada dana bagi hasil pajak dari Provinsi yang diharapkan periode berikutnya akan terus meningkat dari tahun ke tahun Arah Kebijakan Belanja Belanja daerah disusun dengan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan, oleh karena itu dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2016 agar Pemerintah berupaya menetapkan target capaian baik dalam kontek daerah, satuan kerja, dan kegiatan sejalan dengan urusan yang menjadi kewenangannya. Untuk itu penggunaan anggaran agar dapat diarahkan pada Belanja Langsung dengan porsi alokasi yang lebih besar dari Belanja Tidak Langsung dan Belanja Modal mendapat porsi alokasi yang lebih besar dari Belanja Pegawai atau Belanja Barang dan Jasa. No Uraian 2 BELANJA Tabel Realisasi dan Proyeksi Belanja Tahun 2013 s.d Tahun 2017 Jumlah Belanja operasi 1,007,617,465, ,042,015,420, ,190,257,469, ,247,394,339, Belanja pegawai 543,566,959, ,346,579, ,048,456, ,048,456, Belanja barang 343,813,726, ,645,238, ,557,152, ,557,152, Belanja bunga Belanja subsidi Belanja hibah 62,508,970, ,570,583, ,107,800, ,107,800,000, Belanja bantuan sosial Belanja bantuan kepada pemerintah desa Belanja bantuan keuangan 405,000, ,698,000, ,523,870, , ,363,440, ,500,000, ,500,000, ,322,810, ,391,579, ,657,060,524 78,657,060, Belanja modal 299,857,287, ,667,029, ,433,366, ,433,366, ,456, Belanja tanah 23,361,676, ,543,010, Belanja peralatan dan mesin Belanja gedung dan bangunan Belanja jalan, irigasi dan jaringannya Belanja aset tetap lainnya Belanja aset lainnya 64,124,011, ,018,956, ,746,360, ,995,604, ,228,662, ,941,439, ,575, ,168,013,

106 Belanja tak terduga 1,005,521, ,464,951, ,000,000, ,000,000, ,060,000, Belanja tak terduga 1,005,521, ,464,951, ,000,000, ,000,000, ,060,000, JUMLAH BELANJA DAERAH 1,136,422,827, ,374,147,400, ,616,827,705, ,616,827,705, ,665,332,537, Belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan yang terdiri dari urusan wajib, urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan. Belanja daerah diarahkan pada peningkatan proporsi belanja untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasiltas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial, disamping tetap menjaga eksistensi penyelenggaraan pemerintahan. Dalam penggunaannya, belanja daerah harus tetap mengedepankan efisiensi, efektivitas dan penghematan sesuai dengan prioritas, yang diharapkan dapat memberikan dukungan program-program strategis daerah Arah Kebijakan Pembiayaan Pembiayaan daerah merupakan semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutupi selisih antara pendapatan dan belanja daerah. Adapun pembiayaan tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, peneriman pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah. Sampai dengan sekarang Rokan Hulu belum menetapkan arah kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah, sehingga bila terjadi surplus anggaran belum dapat diantisipasi dengan kebijakan-kebijakan yang dapat berdampak pada jenis-jenis pengeluaran pembiayaan daerah seperti penyelesaian pembayaran pokok utang dan penyertaan modal. Tabel Realisasi dan Proyeksi Pembiayaan Tahun 2013 s.d Tahun

107 No Uraian 3 PEMBIAYAAN 3.1 Penerimaan Pembiayaan Sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA) Jumlah ,874,525, ,351, ,000,000, ,000,000, ,500,000, ,677,886, ,263,169, ,000,000, ,000,000, ,500,000, Pencairan dana cadangan Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah Penerimaan piutang daerah Penerimaan pengembalian perusda dari Jumlah Penerimaah Pembiayaan ,638, ,670, ,874,525, ,351, ,000,000, ,000,000, ,500,000, Pengeluaran pembiayaan Pembentukan dana cadangan Penyertaan modal pemerintah daerah Pembayaran pokok utang Pemberian pinjaman daerah Pembayaran utang lainnya - - Jumlah Pengeluaran Pembiayaan JUMLAH PEMBIAYAAN DAERAH 90,061,095, ,351, ,000,000, ,000,000, ,500,000,

108 BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH Pada Tahun kelima pelaksanaan RPJMD Tahun prioritas pembangunan daerah tetap diarahkan pada penyelesaian isu-isu strategis yang dilandaskan pada pencapaian visi dan misi serta mempertimbangkan permasalahan yang muncul dari hasil evaluasi pembangunan Tahun 2014 dan Tahun 2015 dengan melihat fakta dan tantangan Tahun Disamping itu, penyusunan prioritas-prioritas pembangunan daerah juga memperhatikan pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan provinsi Riau secara umum. Sesuai dengan tema RKP Tahun 2016 yaitu Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Meletakkan Fondasi Pembangunan yang Berkualitas dimana permasalahan utama yang menghambat percepatan realisasi investasi adalah adanya keterbatasan infrastruktur termasuk pasokan listrik. Pemenuhan ketersediaan infrastruktur merupakan salah satu prasyarat utama yang harus dilakukan dalam pembangunan yang bekualitas. Pembangunan yang berkualitas itu membangun untuk manusia dan masyarakat yang inklusif dan berbasis luas serta mengurangi ketimpangan antar wilayah. Aktivitas pembangunan tidak boleh merusak, menurunkan daya dukung lingkungan dan keseimbangan ekosistem akan tetapi harus menghasilkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Pembangunan ekonomi yang inklusif dan peningkatan rasa keadilan juga perlu dilanjutkan untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan. Pembangunan infrastruktur ini utamanya diperlukan untuk mendukung agenda prioritas kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kemaritiman, pariwisata dan industri dengan sasaran kelompok sosial yang luas dan wilayah dalam rangka meningkatkan pemerataan. Sebagai penjabaran RPJMN nantinya, RKPD Tahun 2016 meliputi 7 (tujuh) Prioritas Pembangunan, termasuk didalamnya prakarsa-prakarsa baru yang terintegrasi dengan RKP Nasional dan RKPD Provinsi untuk menanggapi situasi terkini dan menjaga momentum positif yang telah dicapai sebagai hasil pembangunan selama ini. Hal ini menunjukkan bahwa selalu siap dalam mengantisipasi 85

109 dan merespon berbagai perkembangan yang terjadi serta melakukan perubahan untuk mencapai kemajuan dan hasil pembangunan yang lebih baik. Adapun tema dan prioritas pembangunan Tahun 2016 adalah sebagai berikut: PEMENUHAN INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNAN EKONOMI YANG KOKOH DAN BERKELANJUTAN Pemenuhan infrastruktur memiliki kontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan dan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Prioritas Pembangunan Tahun 2016 adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur; 2. Meningkatkan ketersediaan prasarana pendidikan; 3. Meningkatkan derajat dan mutu kesehatan; 4. Meningkatkan ketersediaan pangan dan perkebunan; 5. Terwujudnya tata pemerintahan yang baik, demokratis dan partisipatif; 6. Pengembangan sektor-sektor ekonomi, pariwisata dan inovasi daerah serta memantapkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup; 7. Mengurangi kemiskinan dan menyediakan lapangan pekerjaan. Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan dipandang sebagai lokomotif pembangunan nasional dan daerah. Infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja. Peningkatan infrastruktur dapat mendukung laju pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing. Infrastruktur yang lebih baik dapat meningkatkan hasil pembangunan bagi sektor lainnya seperti bidang kesehatan dan pendidikan serta meningkatkan aksebilitas bagi masyarakat. Pembangunan dibidang ekonomi ditujukan untuk menjawab berbagai masalah dan tantangan dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat memerlukan terciptanya kondisi pertumubuhan ekonomi yang berkelanjutan, penciptaan stabilitas ekonomi yang kokoh dan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Stabilitas ekonomi sangat 86

110 penting dalam mendukung pencapaian pertumbuhan yang inklusif berkelanjutan dan memberikan pondasi fundamental yang kuat agar perekonomian daerah bisa tumbuh sesuai harapan. Penyediaan infrastruktur yang meliputi transportasi (jalan, jembatan, bandara), perumahan, air bersih dan energi listrik apabila mengalami penurunan baik kuantitas maupun kualitasnya akan menyebabkan berkurangnya kualitas dan pelayanan, dan tertundanya pembangunan infrastruktur baru serta dapat menghambat laju pembangunan daerah. Oleh karena itu, pembangunan dan perbaikan infrastruktur harus memperoleh perhatian serius dalam rangka menciptakan pemerataan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Prioritas pembangunan daerah telah disinergikan dengan RKP Nasional, memuat prioritas pembangunan, terdiri prioritas pokok, prioritas wajib dan prioritas pemerataan. Prioritas pokok sendiri terdiri dari kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kemaritiman, pariwisata, dan industri. Untuk prioritas wajib, terdiri pembangunan sektor pendidikan, kesehatan dan penanggulangan kemiskinan. Sedangkan untuk prioritas pemerataan terdiri pemerataan antar wilayah dan antar kelompok pendapatan. Pemerintah bertekad melakukan pembangunan yang berkualitas. Pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan tiga dimensi pembangunan dalam rangka menciptakan daya saing, peningkatan kualitas pembangunan manusia, ekonomi, kelautan dan kemaritiman, ketimpangan wilayah maupun untuk memajukan kehidupan masyarakat. Terdapat 3 (tiga) dimensi pembangunan yaitu dimensi pembangunan manusia (pendidikan, kesehatan, mental dan karakter), dimensi pembangunan sektor unggulan (kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan kelistrikan, kemaritiman, pariwisata dan industri) dan dimensi pemerataan dan kewilayahan (antar kelompok pendapatan, antar wilayah) TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN Sasaran pembangunan yang akan kita capai pada akhir tahun 2016 yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 6,6 persen, inflasi diharapkan dapat terkendali pada kisaran 3,0 5,0, tingkat kemiskinan 9 10 persen dan tingkat pengangguran 5,2 5,5 persen. Untuk mencapai sasaran tersebut terdapat beberapa kesepakatan antara pemerintah pusat dan daerah yaitu sebagai berikut: 87

111 1. Tercapainya peningkatan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, tersedianya perumahan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan jaminan sosial, serta pembentukan mental/karakter bangsa, budi pekerti, nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air serta semangat bela negara; 2. Mendukung terwujudnya stabilitas dan kedaulatan pangan melalui reformasi agraria, untuk pengendalian pemanfaatan lahan pertanian, pendistribusian bibit dan pupuk, peningkatan biaya operasi dan pemeliharaan irigasi dalam upaya peningkatan produktifitas pertanian dan nilai tambah petani untuk hidup layak dan lebih sejahtera; 3. Terciptanya pemerataan pendapatan antar kelompok masyarakat, antarwilayah, antar desa dan pinggiran serta antar kawasan. Hal tersebut bertujuan agar tercapai pemerataan pembangunan antarwilayah yang seimbang, yang dapat mengurangi kesenjangan pembangunan dimasing-masing wilayah; 4. Terpelihara dan terbangunnya jaringan infrastruktur perhubungan baik dibidang energi, pariwisata, maupun stabilitas dan kedaulatan pangan. Hal tersebut bertujuan agar tersedia jaringan infrastruktur perhubungan dengan berbagai moda transportasi yang mengedepankan pelayanan cepat, tepat, murah dan aman, sehingga akan mendorong efisiensi dan efekifitas kelancaran arus orang dan distribusi barang serta jasa yang dapat mengurangi ekonomi biaya tinggi dan menekan angka inflasi; 5. Penguatan dan peningkatan kapasitas aparatur daerah antara lain melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan dan sosialisasi regulasi dalam upaya peningkatan kinerja sesuai dengan bidang tugas dan fungsi masing-masing. Prioritas-prioritas pembangunan Tahun 2016 sebagai arahan bagi SKPD dalam menentukan program dan kegiatan pada Tahun 2016 disusun dengan tujuan dan sasaran seperti pada tabel berikut: Tabel Hubungan Visi/Misi dan Tujuan/Sasaran Pembangunan Prioritas Pembangunan Tahun 2016 Korelasi dengan Misi Tujuan Sasaran Visi: Menjadikan Sebagai yang Terbaik di Provinsi Riau Tahun 2016 dalam Rangka Menuju Visi Riau 2020 Meningkatkan ketersediaan infrastruktur Misi ke 5 Menyediakan kebutuhan masyarakat terhadap sarana dan prasarana dasar secara proporsional di setiap wilayah sehingga mampu mendorong aktivitas sosial - Meningkatnya pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik - Meningkatnya kualitas lingkungan perumahan dan 88

112 ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti: jalan, jembatan, irigasi, drainase, perumahan, permukiman, tata ruang, energi listrik, serta fasilitas sosial ekonomi lainnya pemukiman - Tersedianya data, prasarana, fasilitas, dan norma standar dalam peningkatan dan pengelolaan pelayanan perhubungan - Pembangunan dan perbaikan jalan dan jembatan - Meningkatnya kinerja dan berkurangnya tingkat kerusakan jaringan irigasi sehingga dapar meningkatkan efesiensi dan efektivitas pengelolaan banjir - Meningkatnya pembangunan sarana dan prasarana aparatur pemerintah Meningkatkan ketersediaan prasarana pendidikan Misi 3 Menyelenggarakan pelayanan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, berkesinambungan di tiap jenjang - Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan - Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan - Peningkatan proporsi guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan standar kompetensi yang disyaratkan - Menurunnya angka buta aksara penduduk bersamaan dengan makin berkembangnya budaya baca Meningkatkan peran serta kepemudaan - Peningkatan prestasi dan pembinaan olahraga, kepemudaan dan kepramukaan Meningkatkan derajat dan mutu kesehatan Misi 3 Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, berkeadilan di setiap strata sosial ekonomi masyarakat, yang dilakukan dengan pendekatan kuratif, - Meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan - Meningkatkan derajat kesehatan, pelayanan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan - Peningkatan kuantitas dan 89

113 Meningkatkan ketersediaan pangan perkebunan dan preventif, dan promotif kualitas sarana serta prasarana kesehatan pada Puskesmas dan RSUD Misi 3 Meningkatkan keluarga sejahtera dan perlindungan anak dan remaja serta persamaan gender Misi 2 Meningkatkan struktur perekonomian daerah yang lebih tangguh berlandaskan keunggulan kompetitif lokal Mewujudkan berbagai jenis produk unggulan yang bisa menjadi ciri khas daerah terutama dari sektor sektor yang memanfaatkan potensi - Menjamin mutu dan peningkatan pengawasan terhadap penggunaaan bahan berbahaya - Meningkatkan pengetahuan masyarakat meningkatkan kesehatan dalam status - Menurunkan kasus gizi kurang dan gizi buruk - Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular - Meningkatkan mutu dan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat - Menurunkan angka kematian ibu nifas dan ibu bersalin - Meningkatnya jumlah peserta KB aktif menurunnya angka keluarga prasejahtera - Meningkatnya pengerasutamaan gender dan perlindungan anak dan remaja - Peningkatan ketahanan pangan - Peningkatan kemampuan petani lembaga - Tertibnya peruntukan dan penggunaan kawasan - Meningkatnya produksi dan sentra-sentra pertanian tanaman pangan dan holtikultura - Meningkatnya pengelolaan hutan secara 90

114 Terwujudnya tata pemerintahan yang baik, demokratis dan partisipatif lokal (comparative advantage) seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan kehutanan Misi 1 Mewujudkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) menuju pemerintahan yang bersih (clean goverment) melalui penataan birokrasi, peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparatur adil dan berkelanjutan - Meningkatnya produksi perikanan dan peternakan - Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas unggulan daerah yang bernilai tambah dan berdaya saing - Terwujudnya peningkatan kualitas dan transparansi informasi pembangunan daerah yang terpadu dan aspiratif - Meningkatnya kemampuan profesionalisme pemerintahan memberikan prima masyarakat dan aparatur guna pelayanan kepada - Terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik dan bersih - Mewujudkan kenyamanan dan kelancaran dalam pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efesien kepada masyarakat - Meningkatnya tertib administrasi penyelenggaraan pemerintahan - Meningkatkan kemampuan manajemen aparatur - Meningkatnya efektifitas pengawasan audit/ - Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah - Meningkatnya pemanfaatan informasi penyelenggaraan pemerintahan teknologi dalam - Meningkatkan sistem 91

115 Pengembangan sektor-sektor ekonomi, pariwisata dan inovasi daerah serta memantapkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup Meningkatkan supremasi hukum serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban Meningkatnya potensi sumber-sumber PAD untuk pembiayaan pembangunan daerah Misi 2 Mewujudkan berbagai jenis produk unggulan yang bisa menjadi ciri khas daerah terutama dari sektor sektor yang memanfaatkan potensi lokal (comparative advantage) seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan kehutanan Menyediakan, memberikan dan memfasilitasi kepada pelaku koperasi, usaha pengawasan pengendalian internal dan - Meningkatnya kualitas pelayanan kependudukan dan catatan sipil - Meningkatnya disiplin bagi pegawai negeri sipil dan peningkatan sistem informasi manajemen kepegawaian - Terwujudnya pengelolaan arsip dinamis yang utuh, autentik dan handal - Meningkatnya kemampuan profesionalisme pemerintahan memberikan pelayanan perlindungan aparatur dan guna dan kepada - Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk hukum daerah - Meningkatanya ketentraman, ketertiban, keamanan dalam penegakan peraturan daerah - Peningkatan pendapatan dan pengelolaan daerah kualitas keuangan - Meningkatnya pengelolaan hutan secara adil dan berkelanjutan - Meningkatnya pertumbuhan perindustrian perdagangan dan 92

116 mikro, usaha kecil dan menengah terhadap sumber daya (permodalan, keberlanjutan pasar, kelembagaan, kapasitas dan kualitas produk) Meningkatnya perekonomian lokal melalui peningkatan iklim usaha yang kondusif yang dapat menarik investasi Misi 3 Meningkatnya kualitas pengelolaan lingkungan hidup Misi 4 Meningkatkan kesiapsiagaan kemampuan penanganan kedaruratan kesiapan melakukan rekonstruksi rehabilitasi bencana kapasitas dan dalam serta dan akibat Mewujudkan pengembangan budaya Melayu yang islami, sejuk dan toleran dalam kerangka kehidupan sosial masyarakat majemuk yang modern dan berkelanjutan Meningkatnya peran sektor pariwisata dan - Meningkatnya kinerja perkoperasian - Meningkatnya pengawasan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang telah di tera - Meningkatnya jumlah dan nilai investasi - Meningkatkan peran serta dunia usaha dan masyarakat dalam upaya pencegahan pencemaran serta kerusakan lingkungan sumber daya alam - Pelestarian lingkungan hidup - Terwujudnya upaya rehabilitasi dan rekonstruksi lebih baik pasca terjadinya bencana - Terwujudnya kesadaran, kesiapan dan kemampuan pemerintah dan masyarakat serta dunia usaha dalam upaya penanggulangan bahaya kebakaran melalui peningkatan kapasitas aparatur - Terwujudnya sistem penanganan bencana yang handal - Meningkatnya kemudaha beragama menjalankan ibadah umat dalam - Mengembangan dan pembinaan objek dan daya tarik budaya dan wisata religi - Pembinaan kualitas pembinaan agama islam - Peningkatan kunjungan wisatawan 93

117 meningkatnya kontribusi pariwisata terhadap PDRB - Peningkatan pelestarian adat dan budaya daerah Mengurangi kemiskinan menyediakan lapangan pekerjaan dan Misi 3 Meningkatnya keterampilan pencari kerja serta pengembangan kemampuan lembaga terkait dalam hal keamanan, keselamatan kerja dan jaminan sosial pekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku - Peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja - Meningkatnya pengembangan pemberdayaan masyarakat transmigrasi dan kawasan Mengembalikan dan meningkatkan kemampuan fungsi sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dengan didukung partisipasi masyarakat - Meningkatnya kualitas hidup serta kesejahteraan penyandang masalah kesejahteraan sosial - Meningkatnya perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Meningkatkan keluarga sejahtera dan perlindungan anak dan remaja serta persamaan gender - Meningkatnya jumlah peserta KB aktif menurunnya angka keluarga prasejahtera - Meningkatnya pengerasutamaan gender dan perlindungan anak dan remaja Misi 6 Mewujudkan keseimbangan pembangunan daerah, pembangunan antar wilayah desa dan wilayah perkotaan. Wujud keseimbangan pembangunan antar wilayah ditandai oleh adanya peningkatan kapasitas pemerintahan desa, pemenuhan sarana prasarana tingkat desa, serta mendorong terbentuknya desa - Meningkatnya kemandirian masyarakat pembangunan - Penguatan infrastruktur pedesaan dalam - Penguatan kelembagaan desa dan kemandirian desa 94

118 mandiri dan sejahtera 4.2. PRIORITAS DAN PEMBANGUNAN Dalam RKPD Tahun 2016 Pemerintah akan fokus pada 7 (tujuh) prioritas pembangunan daerah. Kesemua prioritas pembangunan daerah tersebut diarahkan terutama untuk mendukung nawa cita dan 3 (tiga) dimensi pembangunan khususnya dimensi pembangunan sektor unggulan. Keberhasilan pembangunan daerah adalah keberhasilan dari semua prioritas dan program pembangunan yang dilaksanakan secara nyata oleh semua pemangku kepentingan. Semuanya secara utuh mengacu kepada RPJMD dan pelaksanaannya secara terpadu dan sinergis dalam RKP Nasional dan RKPD Propinsi Riau. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun telah dicanangkan bahwa visi adalah Menjadikan Sebagai yang Terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam Rangka Menuju Visi Riau Sesuai dengan visi tersebut menempatkan masyarakat sebagai subyek dan sekaligus obyek pembangunan, dalam hal ini Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan dinamisator pembangunan. Tema pembangunan Tahun 2016 adalah PEMENUHAN INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNAN EKONOMI YANG KOKOH DAN BERKELANJUTAN. Sebagai penjabaran RPJMD , RKPD Tahun 2016 meliputi 7 (tujuh) Prioritas Pembangunan, termasuk didalamnya prakarsa-prakarsa baru yang terintegrasi dengan RKP Nasional dan RKPD Provinsi untuk menanggapi situasi saat ini dan menjaga momentum positif yang telah dicapai sebagai hasil pembangunan selama ini. Hal ini menunjukkan bahwa selalu siap dalam mengantisipasi dan merespon berbagai perkembangan yang terjadi serta melakukan perubahan untuk mencapai kemajuan dan hasil pembangunan yang lebih baik. Prioritas Pembangunan tahun 2016 adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur dibidang transportasi (jalan, jembatan, bandara), perumahan, air bersih dan energi listrik serta infrastruktur pemerintahan dalam rangka 95

119 meningkatkan pelayanan publik serta menyediakan kebutuhan masyarakat terhadap sarana dan prasarana dasar secara proporsional di setiap wilayah sehingga mampu mendorong aktivitas sosial ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pembangunan: Pemenuhan pasokan listrik bagi rumah tangga dan wilayah perdesaan; Pemenuhan akses jalan dan jembatan perdesaan; Pemenuhan prasarana dan sarana dasar perumahan, pemukiman dan fasilitas umum; Pemenuhan infrastruktur pemerintahan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik; Pemenuhan jaringan infrastruktur perhubungan di yang terpadu dan merata keseluruh wilayah kecamatan; Pemenuhan air bersih dan pengelolaan sumber daya air secara efesien; Pemenuhan aksebilitas transportasi darat yang mendukung terhadap distribusi barang dan jasa. 2. Meningkatkan ketersediaan prasarana pendidikan bertujuan untuk menyelenggarakan pelayanan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, berkesinambungan di tiap jenjang dengan fokus pembangunan: Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan; Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. 3. Meningkatkan derajat dan mutu kesehatan bertujuan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, berkeadilan di setiap strata sosial ekonomi masyarakat, yang dilakukan dengan pendekatan kuratif, preventif, dan promotif, dengan fokus pembangunan: Pengembangan sistem dan pelayanan kesehatan yang terintegrasi; Pemenuhan tenaga medis sampai kepelosok perdesaan; Penurunan AKB dan AKI. 4. Meningkatkan ketersediaan pangan dan perkebunan bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan dan perkebunan dengan fokus pembangunan: Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi; Pencetakan sawah baru pada lokasi potensial; 96

120 Peningkatan kelayakan, dan rehabilitasi jaringan irigasi/pengairan dan bendung/ bendungan; Meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk pertanian/perkebunan, perikanan dan peternakan; Pemantapan dan peningkatan produksi pangan domestik melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pada lahan yang sesuai dan masih potensial. 5. Terwujudnya tata pemerintahan yang baik, demokratis dan partisipatif bertujuan untuk melakukan penatakelolaan pemerintahan yang lebih baik melalui peningkatan kinerja aparatur dengan landasan dedikasi, integritas, the right man the right place, pemenuhan formasi pegawai secara bertahap, akuntabel, transparan sehingga dapat terselenggara secara efektif dan efisien, dengan fokus pembangunan: Meningkatnya kapasitas aparat pemerintahan yang profesional, kompeten, bersih, andal, berwibawa dan bertanggung jawab; Memantapkan implementasi reformasi birokrasi; Meningkatkan kualitas pelayanan publik. 6. Pengembangan sektor-sektor ekonomi, pariwisata dan inovasi daerah serta memantapkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup bertujuan untuk mewujudkan berbagai jenis produk unggulan yang bisa menjadi ciri khas daerah terutama dari sektor sektor yang memanfaatkan potensi lokal (comparative advantage) seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan kehutanan serta menyediakan, memberikan dan memfasilitasi kepada pelaku koperasi, usaha mikro, usaha kecil dan menengah terhadap sumber daya (permodalan, keberlanjutan pasar, kelembagaan, kapasitas dan kualitas produk) serta mewujudkan keseimbangan pengelolaan sumber daya alam dipedesaan secara optimal dan pemerataan pembangunan daerah, pembangunan antar wilayah desa dan wilayah perkotaan. Wujud keseimbangan pembangunan antar wilayah ditandai oleh adanya peningkatan kapasitas pemerintahan desa, pemenuhan sarana prasarana tingkat desa, serta mendorong terbentuknya desa mandiri dan sejahtera, dengan fokus pembangunan: Memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi; Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal; 97

121 Pemetaan wilayah sumberdaya alam dan kearifan pemanfaatannya; Menjaga kelestarian lingkungan hidup. 7. Mengurangi kemiskinan dan menyediakan lapangan pekerjaan bertujuan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja sehingga pengangguran menurun serta kemiskinan pun menurun, dengan fokus pembangunan: Pemetaan wilayah kemiskinan; Akurasi data angkatan kerja dan lapangan pekerjaan. Program Prioritas Tahun Rencana (RPJMD) Tabel Prioritas Pembangunan Prioritas Pembangunan (RKPD) 1 Peningkatan sarana dan prasarana aparatur 1 Meningkatkan ketersediaan infrastruktur 2 Pembangunan jalan dan jembatan 3 Pembangunan saluran drainase/goronggorong 4 Pembangunan turap/talud/bronjong 5 Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan 6 Inspeksi kondisi jalan dan jembatan 7 Pembangunan sistem informasi/database jalan dan jembatan 8 Peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan 9 Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi rawa dan jaringan pengairan lainnya 10 Penyediaan dan pengelolaan air baku 11 Pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya 12 Pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah 13 Pengendalian banjir 14 Pembangunan infrastruktur perdesaan 15 Pengelolaan areal pemakaman 16 Pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan 17 Rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas LLAJ 18 Peningkatan pelayanan angkutan 19 Pembangunan sarana dan prasarana perhubungan 20 Pengendalian dan pengamanan lalu lintas 21 Peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor 98

122 22 Pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan 23 Pembinaan dan pengembangan bidang energi baru dan terbarukan 1 Pendidikan anak usia dini 2 Meningkatkan ketersediaan prasarana pendidikan 2 Wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun 3 Pendidikan menengah 4 Pendidikan non formal 5 Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan 6 Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan 7 Peningkatan peran serta kepemudaan 8 Pengembangan kebijakan dan manajemen olah raga 9 Pembinaan dan pemasyarakatan olagraga 10 Peningkatan sarana dan prasarana olahraga 1 Obat dan perbekalan kesehatan 3 Meningkatkan derajat dan mutu kesehatan 2 Upaya kesehatan masyarakat 3 Pengawasan obat dan makanan 4 Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 5 Perbaikan gizi masyarakat 6 Pengembangan lingkungan sehat 7 Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular 8 Standarisasi pelayanan kesehatan 9 Pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya 10 Pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata 11 Pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit Jiwa/rumah sakit paruparu/rumah sakit mata 12 Peningkatan kesehatan ibu melahirkan dan anak 13 Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan 14 Keserasian kebijakan peningkatan kualitas 99

123 anak dan perempuan 15 Penguatan kelembagaan pengarusutaman gender dan anak 16 Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan 17 Keluarga berencana 18 Pelayanan kontrasepsi 19 Pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri 20 Pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling KRR Peningkatan penanggulangan narkoba, PMS termasuk HIV/ AIDS 21 Pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak 21 Penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga 1 Peningkatan kesejahteraan petani 4 Meningkatkan ketersediaan pangan dan perkebunan 2 Peningkatan kesejahteraan petani 3 Peningkatan ketahanan pangan (pertanian/ perkebunan) 4 Peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan 5 Peningkatan penerapan teknologi pertanian/ perkebunan 6 Peningkatan produksi pertanian/perkebunan 7 Peningkatan dan pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan 8 Pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak 9 Peningkatan produksi hasil peternakan 10 Peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan 11 Peningkatan penerapan teknologi peternakan 12 Pengembangan jaringan irigasi pertanian 13 Peningkatan pemasaran hasil pertanian 14 Pengembangan agribisnis 1 Perencanaan tata ruang 5 Terwujudnya tata pemerintahan yang baik, demokratis dan partisipatif 2 Pemanfaatan ruang 3 Pengendalian pemanfaatan ruang 100

124 4 Pengembangan data/informasi 5 Kerjasama pembangunan 6 Peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah 7 Perencanaan pembangunan daerah 8 Perencanaan pembangunan ekonomi 9 Perencanaan sosial dan budaya 10 Penelitian dan pengembangan 11 Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah 12 Penyelesaian konflik-konflik pertanahan 13 Penataan administrasi kependudukan 14 Peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan 15 Pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal 16 Pengembangan wawasan kebangsaan 17 Kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan 18 Peningkatan pemberatasan penyakit masyarakat (Pekat) 19 Pendidikan politik masyarakat 20 Peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah 21 Peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah 22 Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah 23 Pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan kabupaten/kota 24 Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH 25 Peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan 26 Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi 27 Mengidentifikasikan penanganan pengaduan masyarakat 28 Penataan peraturan perundang-undangan 29 Penataan daerah otonomi baru 30 Pendidikan kedinasan 31 Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 32 Pembinaan dan pengembangan aparatur 33 Perbaikan sistem administrasi kearsipan 34 Penyelamatan dan pelestarian dokumen/ 101

125 arsip daerah 35 Pengembangan komunikasi, informasi dan media massa 36 Pengkajian dan penelitian bidang informasi dan komunikasi 37 Penerangan dan bimbingan agama islam 38 Peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa 1 Pendataan, penertiban perizinan dan pembinaan ekonomi kerakyatan 2 Pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah 3 Pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil menengah 4 Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi 5 Peningkatan promosi dan kerjasama investasi 6 Peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi 7 Pemanfaatan potensi sumber daya hutan 8 Rehabilitasi hutan dan lahan 9 Perlindungan dan konservasi sumber daya hutan 10 Perencanaan dan pengembangan hutan 11 Pengamanan dan pengendalian satwa liar yang di lindungi 12 Pengembangan budidaya perikanan 13 Pengembangan perikanan tangkap 14 Optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan 15 Perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan 16 Peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri 17 Pembinaan pedagang kaki lima dan asongan 18 Pengembangan industri kecil dan menengah 19 Peningkatan kemampuan teknologi industri 20 Pengembangan sentra-sentra industri potensial 21 Pengembangan lembaga ekonomi pedesaan 22 Pengembangan nilai budaya 23 Pengelolaan kekayaan budaya 24 Pengelolaan keragaman budaya 6 Pengembangan sektor-sektor ekonomi, pariwisata dan inovasi daerah serta memantapkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup 102

126 25 Pengembangan pemasaran pariwisata 26 Pengembangan destinasi pariwisata 27 Pengembangan kemitraan 28 Peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan 29 Peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa 30 Pembinaan otonomi desa 31 Pengembangan kinerja pengelolaan persampahan 32 Pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) 33 Pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi merusak lingkungan 34 Peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran 35 Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup 36 Perlindungan dan konservasi sumber daya alam 37 Peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan 38 Peningkatan pengendalian polusi 39 Pengendalian kebakaran hutan 40 Pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan 41 Pengembangan bidang pertambangan umum 1 Pengembangan perumahan 7 Mengurangi kemiskinan dan menyediakan lapangan pekerjaan 2 Perbaikan perumahan akibat bencana alam/sosial 3 Pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana aalam 103

127 4 Pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil (KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya 5 Pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial 6 Pembinaan anak terlantar 7 Pembinaan para penyandang cacat dan trauma 8 Pembinaan panti asuhan/panti jompo 9 Pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana, PSK, narkoba dan penyakit sosial lainnya) 10 Pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial 11 Peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja 12 Peningkatan kesempatan kerja 13 Perlindungan dan pengembangan lembaga ketenagakerjaan 14 Pengembangan wilayah transmigrasi Tabel Keterkaitan Prioritas RPJMD dan Prioritas RKPD Tahun 2016 Prioritas RPJMD Penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal Peningkatan peranan pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan sarana peribadatan dan pendidikan agama, penciptaan kerukunan intern agama dan antar umat beragama, serta pembinaan terhadap umat beragama dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Peningkatan otonomi desa dalam mewujudkan keseimbangan pembangunan daerah antar wilayah desa dan wilayah perkotaan. Wujud keseimbangan pembangunan antar wilayah ditandai oleh adanya peningkatan kapasitas pemerintahan desa, pemenuhan sarana prasarana tingkat desa, serta mendorong terbentuknya desa mandiri dan sejahtera Peningkatan sumber daya manusia Tercukupinya sarana dan prasarana umum secara Prioritas RKPD Terwujudnya tata pemerintahan yang baik, demokratis dan partisipatif Meningkatkan ketersediaan pangan dan perkebunan Pengembangan sektor-sektor ekonomi, pariwisata dan inovasi daerah serta memantapkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup Mengurangi kemiskinan dan menyediakan lapangan pekerjaan Meningkatkan ketersediaan prasarana pendidikan Meningkatkan derajat dan mutu kesehatan Meningkatkan ketersediaan infrastruktur 104

128 integratif dan komprehensif dalam rangka peningkatan daya dukung terhadap pembangunan daerah yang diupayakan melalui peningkatan pembangunan infrastruktur daerah dengan memperhatikan tata ruang dan lingkungan hidup Tabel Penjelasan Program Pembangunan No Prioritas Pembangunan 1 Meningkatkan ketersediaan infrastruktur Program/ Pembangunan Pemenuhan pasokan listrik bagi rumah tangga dan wilayah perdesaan Pemenuhan akses jalan dan jembatan perdesaan Pemenuhan prasarana dan sarana dasar perumahan, pemukiman dan fasilitas umum Indikator Kinerja Ketersediaan penerangan listrik perkotaan dan perdesaan Pendayagunaan energi baru dan terbarukan Persentase peningkatan jalan Persentase peningkatan jembatan Jumlah panjang jalan lingkungan/ hamparan semenisasi dalam kondisi baik Jumlah rumah ibadah, surau suluk, balai adat, LKA dan sarana prasarana olah raga yang terbangun Jumlah pasar tersedia los yang Jumlah tempat pembuangan sampah Jumlah desa yang mendapat kegiatan pembangunan Target 2 km, 2 kegiatan SKPD Distamben 1 kegiatan Distamben 20 km BMP 60 m BMP 1600 meter Dinas TRCK 14 unit Dinas TRCK 10 unit Dinas TRCK 2 kota Dinas TRCK RIS PNPM 68 desa, PPIP 10 desa, Dinas TRCK 105

129 Pemenuhan infrastruktur pemerintahan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik Pemenuhan jaringan infrastruktur perhubungan di yang terpadu dan merata keseluruh wilayah kecamatan Pemenuhan air bersih dan pengelolaan sumber daya air secara efesien Pemenuhan aksebilitas transportasi darat yang mendukung terhadap distribusi barang dan jasa pada Program RIS-PNPM / PPIP, PAMSIMAS dan Pembangunan Rumah Layak Huni serta jumlah pemukiman perumahan yang memiliki MCK yang layak Jumlah gedung kantor dan rumah dinas aparatur pemerintah yang sesuai pemanfaatannya Jumlah ramburambu lalu lintas yang terpasang Persentase pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana lalulintas Jumlah rekomendasi menara telekomunikasi dan warung internet yang dikeluarkan Jumlah unit pengolahan air bersih pada setiap kecamatan Jumlah terminal angkutan yang sesuai standar pelayanan Pansimas 16 desa, rumah layak huni 30 unit 13 unit Dinas TRCK 180 unit Dishub, kominfo 50 persen Dishub, kominfo 10 rekomendasi Dishub, kominfo 10 unit Dinas TRCK 2 terminal dari 3 terminal Dishub, kominfo Persentase 70 persen Dishub, 106

130 pelayanan jasa perijinan usaha angkatan kominfo 2 Meningkatkan ketersediaan prasarana pendidikan Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan Persentase sekolah yang memiliki sarana dan prasarana memadai 100 persen (481 sekolah) Disdikpora Jumlah gedung sekolah yang dibangun 15 unit Disdikpora Peningkatan pendidikan berkualitas akses yang Jumlah sekolah yang dibina seluruh jenjang pendidikan Disdikpora SD 480 sekolah SMP 147 sekolah SMU 63 sekolah Pemberian bantuan kepada penyelenggara paud dan play group 17 paud Disdikpora 3 Meningkatkan derajat dan mutu kesehatan Pengembangan sistem dan pelayanan kesehatan yang terintegrasi Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana puskesmas Dinas Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 100 persen Dinas Kesehatan Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100 persen Dinas Kesehatan Cakupan pelayan gawat darurat level satu di RSUD 100 persen Dinas Kesehatan Rata-rata kunjungan poliklinik (rawat 120 kunjungan/ hari RSUD 107

131 jalan)per hari Pemenuhan tenaga medis sampai kepelosok perdesaan Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Cakupan posyandu aktif 70 persen Dinas Kesehatan Cakupan siaga aktif desa 80 persen Dinas Kesehatan Penurunan AKB dan AKI Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1 dan K4) 96 persen Dinas Kesehatan Cakupan komplikasi kebidanan yang di tangani 80 persen Dinas Kesehatan Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 90 persen Dinas Kesehatan Cakupan kunjungan bayi 90 persen Dinas Kesehatan Cakupan pelayanan anak balita 100 persen Dinas Kesehatan Cakupan pemberian Makanan Pendamping Asi pada anak usia 6 s/d 24 bulan dari keluarga miskin 100 persen Dinas Kesehatan Balita gizi buruk yang mendapat perawatan 100 persen Dinas Kesehatan 4 Meningkatkan ketersediaan pangan dan perkebunan Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi Persentase luas areal sawah yang mampu diairi air irigasi 100 persen (2.900 ha) Distanholti Pencetakan sawah baru pada lokasi potensial Tersedianya benih/bibit, kg Distanholti 108

132 Peningkatan kelayakan, dan rehabilitasi jaringan irigasi/pengairan dan bendung/ bendungan Meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk pertanian/ perkebunan, perikanan dan peternakan pupuk dan pestisida tanaman padi sawah, padi gogo, jagung dan kedele Persentase pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya Luas areal tanam, panen, produktivitas dan produksi padi, palawija Padi Palawija Luas areal tanam, panen, produktivitas dan produksi tanaman holtikultura Tanaman buahbuahan Tanaman biofarmaka 100 persen (1169,25 ha) ha ha batang rumpun Tanaman hias 4360 rumpun Tanaman sayur-sayuran Tersedianya benih/bibit tanaman holtikultura Tanaman buahbuahan Tanaman biofarmaka 5 ha batang rumpun Tanaman hias rumpun Tanaman sayur-sayuran 25 kg BMP Distanholti Distanholti Distanholti 109

133 Persentase peningkatan produktifitas kebun rakyat 10 persen Dishutbun Pemantapan dan peningkatan produksi pangan domestik melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pada lahan yang sesuai dan masih potensial Produksi perikanan dan populasi ternak serta peningkatan kesehatan masyarakat veteriner Ikan ,26 ton Daging ekor Jumlah cadangan pangan masyarakat Jumlah informasi ketersediaan pangan daerah Persentase luas lahan yang terjangkau sarana transportasi Diskanak 15 ton beras BKPPP 3000 Kkal/ kap/hari ha Distanholti 5 Terwujudnya tata pemerintahan yang baik, demokratis dan partisipatif Meningkatnya kapasitas aparat pemerintahan yang profesional, kompeten, bersih, andal, berwibawa dan bertanggung jawab Reviu laporan keuangan Pemerintah yang tepat waktu 2 LHR Inspektorat Evaluasi kinerja SKPD di lingkungan Pemerintah 12 LHE Inspektorat Persentase penyelesaian dan pelaksanaan tindak lanjut oleh SKPD atas temuan dan 100 persen Inspektorat 110

134 Memantapkan implementasi reformasi birokrasi rekomendasi hasil pemeriksaan APIP dan aparat pengawasan lainnya Persentase setemuan hasil pengawasan yang ditindaklanjuti Tersedianya sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah Jumlah dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disusun tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku Jumlah pedoman/ kebijakan pengawasan yang terbit Persentase kegiatan DPRD yang dipublikasikan ke masyarakat Tertib pelaksanaan APBD Persentase program/ kegiatan pemerintah daerah yang dipublikasikan 70 persen Inspektorat 1 dokumen DPKA 23 LHP SKPD, 16 LHP kecamatan, 6 LHP kelurahan Sesuai dengan peraturan yang berlaku Bappeda Inspektorat Sekretariat DPRD DPKA 400 kali Sekretariat Penyusunan 100 persen DPKA 111

135 APBD waktu tepat Meningkatkan kualitas pelayanan publik Persentase penduduk yang memiliki KK dan e-ktp 100 persen Disdukcapil Indeks kepuasan masyarakat 100 persen BPTPPM Persentase izin yang waktu penerbitannya lebih cepat dari ketentuan (SOP) 100 persen (2100 izin) BPTPPM 6 Pengembangan sektor-sektor ekonomi, pariwisata dan inovasi daerah serta memantapkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup Memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi Persentase IKM yang menggunakan teknologi tepat guna 10,84 persen (80 IKM) Diskoperindag Jumlah hasil IKM yang dipromosikan 40 IKM Diskoperindag Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal Jumlah volume usaha UKM UKM Diskoperindag Persentase UKM yang bermitra dengan BUMN/S 22,18 persen (71 koperasi) Diskoperindag Jumlah investor yang masuk melalui promosi investasi didalam dan luar negeri, nilai investasi PMA dan PMDN 6 investor BPTPPM Pemetaan wilayah sumberdaya alam dan kearifan pemanfaatannya Jumlah pengelolaan dan data peninggalan sejarah purbakala, museum dan peninggalan 1 dokumen Disbudpar 112

136 bawah air Menjaga kelestarian lingkungan hidup Jumlah pengelolaan aset kebudayaan dan pariwisata Jumlah kasus ilegal loging Jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan Jumlah kelompok masyarakat yang berperan serta dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan Luas kritis lahan Presentasi penanganan limbah B3 (bahan, berbahaya dan beracun) yang dihasilkan oleh pabrik atau industri Penegakan hukum lingkungan Pencegahan pencemaran lingkungan Persentase kawasan dan lingkungan yang tertata dengan baik Jumlah tempat pembuangan sampah Jumlah terbuka dan publik tersedia ruang hijau ruang yang 8 lokasi Disbudpar 5 kasus Dishutbun 5 kasus Dishutbun 10 kelompok Dishutbun 300 ha Dishutbun 100 persen BLH 100 persen BLH 100 persen BLH 12 kota, 4,2 ha Dinas TRCK 2 kota Dinas TRCK 7 kawasan Dinas TRCK 113

137 7 Mengurangi kemiskinan dan menyediakan lapangan pekerjaan Pemetaan kemiskinan wilayah Persentase penanganan masalah PMKS di Disosnaker trans Persentase pemberdayaan fakir miskin dan PMKS lainnya Persentase pelayanan terhadap korban bencana Persentase pelayanan terhadap anak terlantar dan lanjut usia dari keluarga rentan dan tidak mampu melalui panti dan luar panti Disosnaker trans Persentase pelayanan bagi penyandang cacat dan mental Disosnaker trans Akurasi data angkatan kerja dan lapangan pekerjaan Persentase pengangguran usia produktif Disosnaker trans Tingkat partisipasi angkatan kerja Disosnaker trans 114

138 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 yang tertuang didalam bab ini memberikan gambaran dan penjelasan tentang program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah yang sistematis dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Program dan kegiatan prioritas daerah tahun 2016 merupakan penjabaran tahun kelima pelaksanaan RPJMD Tahun untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pada keunggulan kompetitif perekonomian. Strategi penyusunan program yang berbasis pada norma pembangunan yang terdiri dari: (1) membangun untuk manusia dan masyarakat, (2) upaya peningkatan kesejahteraan, kemakmuran, produktivitas, tidak boleh menciptakan ketimpangan yang makin melebar dan (3) aktivitas pembangunan tidak boleh merusak, menurunkan daya dukung lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Pembangunan merupakan proses yang terus menerus dan membutuhkan waktu yang lama. Karena itu dibutuhkan output cepat yang dapat dijadikan contoh dan acuan bagi masyarakat tentang arah pembangunan yang sedang berjalan, sekaligus untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi masyarakat. Prioritas pembangunan daerah Tahun 2016 telah disinergikan dengan RKP Tahun 2016, yang terdiri dari prioritas pokok (dimensi pembangunan sektor unggulan), prioritas wajib (dimensi pembangunan manusia) dan prioritas pemerataan (dimensi pemerataan dan kewilayahan). Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga dibutuhkan agar kebijakan berjalan dengan efektif. Salah satunya adalah melalui upaya pengutan Kepala dalam rangka percepatan pertumbuhan. Hal ini diperlukan untuk menciptakan sinergi antara pembangunan di tataran pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga cakupan wilayah terkecil (desa). Peran Kepala juga penting dalam menciptakan koordinasi efektif antara pemerintah daerah dan instansi vertikal. 115

139 PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 1. Prioritas Pokok (Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan) Prioritas pokok (dimensi pembangunan sektor unggulan) terdiri dari kedaulatan pangan, kedaulatan energi serta pariwisata dan industri. - Kedaulatan Pangan Pangan merupakan kebutuhan pokok (dasar) manusia, dimana pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat yaitu mencakup kewajiban menjamin ketersediaan, keterjangkauan dan memenuhi konsumsi pangan yang cukup, aman dan bermutu. Selain itu pangan juga memiliki peran yang strategis bagi suatu daerah yang dapat mempengaruhi kondisi sosial, ekonomi dan politik. Pada tahun 2016 di produksi beras diperkirakan ,37 ton dan kebutuhan diperkirakan ,75 ton sehingga masih terdapat kekuarangan produksi beras sebesar ,38 ton. Upaya yang dilakukan untuk mencapai swasembada beras adalah dengan (1) memaksimalkan kawasan sentra produksi padi melalui pendekatan indek pertanaman padi dari IP 200 menjadi IP 300 dan tidak menutup kemungkinan menjadi IP 400; (2) Terselesaikannya pembangunan Irigasi Sei Duo Okak di Rambah Samo sehingga dapat menambah areal tanam seluas ha tahun 2016; (3) meningkatkan produktivitas rata-rata pertahun untuk padi sawah 3 persen dan padi gogo 2,4 persen. memiliki potensi pengembangan lahan pertanian, khususnya potensi untuk pengembangan lahan tanaman padi dan palawija menjadi ha. Meliputi Rambah Samo dengan ibukota Danau Sati. Kawasan ini merupakan daerah yang memiliki potensi perluasan areal persawahan. - Kedaulatan Energi Kedaulatan energi merupakan suatu kondisi terjaminnta ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh gejolak regional maupun internasional. Pengembangan energi dengan mempertimbangkan keseimbangan keekonomian energi, keamanan pasokan energi dan pelestarian fungsi lingkungan hidup. Dengan memprioritaskan penyediaan energi bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap energi listrik, gas rumah tangga dan energi untuk transpotasi, industri dan pertanian. Hal yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dengan 116

140 memperhatikan tingkat keekonomian dan menjadikan energi baru sebagai andalan masa depan. Di dari 153 desa/kelurahan masih terdapat 39 desa yang belum teraliri listrik dimana potensi energi alternatif yang dimiliki belum dimanfaatkan secara optimal. Upaya yang dilakukan Pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan listrik dalam rangka menunjang Program Nasional adalah (1) memanfaatkan Limbah Cair Sawit untuk Bahan Bakar Pembangkit ( PLTBg); (2) melakukan komitmen kerjasama antara Pemerintah, Pabrik Kelapa Sawit (PKS), PT.PLN Persero, investor untuk melaksanakan dan mendukung pemanfaatan limbah sebagai sumber energi listrik; serta (3) mengupayakan programprogram listrik pedesaan yang ada di APBN dan APBD Provinsi untuk di. Pada tahun 2015 terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan untuk pemenuhan listrik di yaitu sebagai berikut: bersumber dana APBN untuk listrik pedesaan di 15 (lima belas) desa sebesar ± 40 milyar; bersumber dana APBD Provinsi Riau untuk jaringan JTM/JTR sebesar ± 11,3 milyar; bersumber dana APBD sebesar ± 9 milyar; pembangunan JTM/JTR ± 6 km yang didanai oleh pihak swasta sebesar ± 2,2 milyar; pembangunan PLTBg 10 MW yang didanai oleh pihak swasta sebesar ± 300 milyar. - Pariwisata dan Industri Potensi keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang unik merupakan modal untuk pengembangan pariwisata daerah di. Sedangkan industri diprioritaskan agar tercipta ekonomi yang berbasiskan penciptaan nilai tambah dengan muatan iptek, keterampilan, keahlian, dan SDM yang unggul. Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai buah dari usaha ekonomi daerah yang mandiri, maka mengembangkan industri pariwisata beserta industri kreatifnya merupakan suatu keharusan dimasa sekarang. Pengembangan industri ini sangat dimungkinkan mengingat begitu kayanya dengan 117

141 banyaknya ragam pesona, mulai dari alam, sejarah, hingga budaya. Terdapat beberapa cara untuk pengembangan pariwisata dan industri adalah adanya komitmen bersama sebagai pemangku kepentingan dari industri pariwisata, yaitu kalangan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Selanjutnya bergeraknya kinerja ekonomi secara lebih sinergis dalam memajukan industri pariwisata dan industri kreatif. Untuk membangun daya saing ini Pemerintah melakukan pengembangan terhadap bagaimana agar objek-objek wisata yang ada dan yang akan dikembangkan, terjamin keamanannya dan terpelihara kebersihannya serta sangat peduli terhadap lingkungan hidup, seperti gerakan penghijauan dan rehabilitasi hutan. Dengan adanya pengembangan industri pariwisata akan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah, menumbuhkan kearifan lokal serta terpeliharanya keindahan alam dan keberlanjutannya lingkungan hidup. - Infrastruktur Pemerintah juga melakukan percepatan pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan. Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memperkuat konektivitas daerah untuk mencapai keseimbangan pembangunan (jalan dan jembatan), mempercepat penyediaan infrastruktur perumahan dan kawasan pemukiman (air minum dan sanitasi) serta infrastruktur kelistrikan dan transportasi. Terdapat beberapa permasalan infrastruktur jalan dan jembatan di yaitu tonase kendaraan yang berlebihan, curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan susahnya untuk mencapai wilayah-wilayah yang terjal dan mudah longsor. Untuk tahun 2016 Pemerintah Rokan Hulu melakukan kegiatan pembangunan jalan sepanjang 10 km dan jembatan sepanjang 60 m, peningkatan jalan sepanjang 30 km serta pemeliharaan jalan sepanjang 400 km dan jembatan sebanyak 6 unit. Pemerintah berperan dalam menyediakan dan memberikan kemudahan dan bantuan perumahan dan pemukiman bagi masyarakat melalui penyelenggaraan perumahan dan pemukiman. Tahun 2016 Pemerintah akan membangun 30 rumah layak huni berdasarkan hasil musrenbang Tahun

142 - Lingkungan Hidup Kebijakan upaya perbaikan kualitas lingkungan hidup diarahkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menyeluruh di setiap sektor pembangunan dan daerah, yang tercermin pada meningkatnya kualitas air, udara dan lahan/hutan, yang didukung oleh kapasitas pengelolaan lingkungan yang kuat, antara lain mencakup: kelembagaan, sumber daya manusia, penegakan hukum lingkungan, dan kesadaran masyarakat, sehingga terwujud pembangunan yang ramah lingkungan serta kehidupan masyarakat dalam lingkungan yang bersih dan sehat. Luas kawasan hutan berdasarkan fungsi di adalah seluas ,62 ha yang terdiri dari (1) hutan lindung seluas ,66 ha; (2) hutan produksi terbatas seluas ,22 ha; (3) hutan produksi seluas ,07 ha; (4) hutan produksi yang dapat dikonversi seluas ,22 ha; (5) areal penggunaan lainnya seluas ,28 ha; dan (6) kawasan suaka alam/kawasan pelestarian alam seluas 1.355,17 ha. Permasalahan yang dihadapi adalah (1) luasnya lahan kritis mencapai ha; (2) tingginya kejadian tindak kejahatan bidang kehutanan; (3) tingginya intensitas kejadian kebakaran hutan dan lahan; (4) kurangnya kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Terdapat beberapa komoditas unggulan sektor kehutanan hasil hutan non kayu berupa tanaman gaharu, lebah madu, rotan dan lainnya. 2. Prioritas Wajib (Dimensi Pembangunan Manusia) Dimensi pembangunan manusia adalah kunci dari dimensi-dimensi pembangunan lainnya yang terdiri dari pendidikan dan kesehatan. Pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan terkait dimensi pembangunan manusia dalam hal mengubah pola pikir dan melalukan revolusi karakter. Pembangunan sumber daya manusia sangat penting dilakukan karena menjadi modal utama dalam melakukan pembangunan kearah yang lebih baik. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu diarahkan untuk menciptakan lulusan pendidikan yang lebih berkualitas dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja. - Kependudukan dan Keluarga Berencana Pembangunan kependudukan dan keluarga berencana diarahkan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB yang merata di setiap wilayah dan kelompok masyarakat. Pemerintah mempunyai tanggung jawab lebih besar tidak 119

143 hanya sebatas pengendalian kelahiran saja, tetapi juga mencakup penurunan angka kematian dan pengarahan mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk yang masuk ke harus dikendalikan, sebab bila yang datang dari keluarga mampu dan berkualitas bisa dipastikan akan menjadi modal bagi daerah, namun sebaliknya seandainya yang masuk keluarga miskin dan tak berkualitas ini menjadi beban pembangunan karena kondisi keluarga sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Kepadatan penduduk pada tahun 2013 sebesar 73 jiwa per km 2 sedangkan pada tahun 2012 yaitu 69 jiwa per km 2. Kepadatan tertinggi di Ujungbatu sebesar 540 jiwa per km 2 karena kecamatan ini merupakan pusat perdagangan di dan kepadatan terendah di Rokan IV Koto sebesar 25 jiwa per km 2. Jika dilihat dari kepadatan penduduk maka Pendalian IV Koto walaupun memiliki jumlah penduduk terkecil namun kedapatannya sampai 56 jiwa per km 2. Pencapaian peserta Keluarga Berencana (KB) baru sampai 2014 lalu jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak jiwa, dengan jumlah PUS keseluruhan jiwa, dimana realisasi pencapaian akseptor KB baru mencapai 98,32 persen. Masih terdapatnya jumlah PUS tidak ber KB di terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang alat kontrasepsi untuk ber KB karena tidak adanya penyuluh KB dilapangan. Sasaran utama adalah meningkatnya jumlah peserta KB aktif menurunnya angka keluarga prasejahtera. - Pendidikan Upaya-upaya pembangunan di bidang pendidikan pada dasarnya diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan manusia itu sendiri. Pendidikan merupakan jalan menuju kemajuan dan pencapaian kesejahteraan sosial dan ekonomi serta merupakan aspek penting pembangunan yang dapat menjadi pemicu berkembangnya pembangunan bidang lainnya. Tantangan yang dihadapi dalam bidang pendidikan adalah bagaimana meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan pendidikan dan bagaimana mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua warga masyarakat. Dalam hal ini, diperlukan model layanan pendidikan yang inovatif, kreatif, dan partisipatif dengan memperhatikan kondisi 120

144 daerah masing-masing dan mengacu pada pencapaian standar pendidikan yang telah ditetapkan secara nasional. Upaya dilakukan dalam meningkatkan pembangunan dibidang pendidikan adalah menyelenggarakan pelayanan pendidikan yang berkualitas,berkeadilan dan berkesinambungan di tiap jenjang serta meningkatkan peranserta kepemudaan. Upaya ini dilakukan dengan cara (1) perbaikan sarana dan prasarana pendidikan; (2) peningkatan mutu dan kualitas pendidikan; (3) peningkatan proporsi guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan standar kompetensi yang diisyaratkan; (4) menurunnya angka buta aksara penduduk bersama dengan makin berkembangnya budaya baca; dan (5) Meningkatan prestasi dan pembinaan olahraga, kepemudaan dan kepramukaan. Untuk tahun 2016 target jumlah sekolah yang memiliki sarana dan prasarana memadai menjadi 481 sekolah dan gedung sekolah yang dibangun sebanyak 15 unit serta meningkatkan proporsi guru yang memenuhi standar kompetensi sehingga angka kelulusan seluruh jenjang pendidikan mencapai 100 persen. - Kesehatan Dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah. Komitmen Pemerintah tercermin dari indikator pencapaian visi dan misi tahun 2016 dibidang kesehatan yakni, menurunkan angka kematian bayi menjadi, 16/1000 kelahiran hidup, menurunkan angka kematian ibu menjadi, 100/ kelahiran hidup, status gizi, gizi buruk 2% dan Gizi Kurang 10 persen, umur harapan hidup 72 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir ini, berkat pelaksanaan pembangunan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan, tampak adanya kecenderungan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pencapaian sasaran target global (MDGs), yaitu: angka kematian bayi (AKB), sejak tiga tahun terakhir juga terjadi kecenderungan penurunan yang signifikan yaitu tahun ,16/1000 kelahiran hidup kemudian tahun 2010 sebesar 9,1/1000 kelahiran hidup dan pada tahun 2011 terjadi lagi penurunan yaitu sebesar 8/1000 kelahiran hidup. Artinya kabupaten sudah mencapai target Nasional yaitu 16/1000 kelahiran hidup dan target global (MDGs) yaitu 24/1000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu sejak tiga tahun terakhir terjadi kecendrungan penurunan secara signifikan, yaitu, tahun 2009, 193/ kelahiran hidup kemudian tahun 121

145 2010 sebesar 140,4/ kelahiran hidup dan pada tahun 2011 terjadi lagi penurunan yaitu sebesar 66,3/ kelahiran hidup, artinya Rokan Hulu tahun 2011 sudah mencapai target Nasional yaitu 100/ kelahiran hidup dan target global (MDGs) yaitu 118/ kelahiran hidup. Sejak tiga tahun terakhir penanganan gizi buruk di Rohul, dinilai terjadi kecenderungan penurunan yang signifikan. Pada tahun 2009 sebesar 2,4%, tahun ,16% dan pada tahun 2011 terjadi lagi penurunan yaitu sebesar 1,14% dan Gizi Kurang juga cenderung menurun yaitu pada tahun 2009 sebesar 11,55%, tahun 2010 sebesar 7,9% dan pada tahun 2011 yerjadi lagi penurunan sebesar 7,46%. Artinya bila diakumulasi gizi kurang dan gizi buruk tahun 2011 sekitar 8,54% sedangkan target MDGs sebesar 15%. Sehingga derajat kesehatan masyarakat dan pemerataan pembangunan sudah mulai berhasil ditingkatkan dalam tahun-tahun terakhir. Dan keberhasilan tersebut ditunjukkan dengan kinerja birokrasi dan delapan focus pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan Kementrian Kesehatan. Komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita ditunjukkan antara lain, cakupan akses pelayanan K4 atau ibu hamil yang sudah memeriksakan lengkap empat kali kunjungan tahu 2006 sebesar 81,52% sedangkan pada tahun 2011 meningkat 92,2%, artinya telah diatas target SPM tahun 2011 sebesar 90%. Kemudian, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, pada tahun 2006 sebesar 63,70 %. Sedangkan pada tahun 2011 meningkat menjadi 92,1%. Capaian ini lebih tinggi dari target nasional yakni sebesar 90% dan target MDGs sebasar 86%. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani, pada tahun 2011 adalah 42,88%. Capaian ini meningkat bila dibandingkan tahun 2010 yaitu sebesar 20,58%. Untuk menjamin akses penduduk miskin atau kurang mampu terhadap pelayanan kesehatan, tersedia program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin yang dikenal dengan JAMKESMAS. Namun masih banyaknya masalah dilapangan sehingga kepesertaan Jamkesmas tersebut masih ada yang belum tepat sasaran. Oleh karna itu untuk menampung penduduk yang secara nyata miskin dan kurang mampu, Pemerintah, tahun 2010 telah melakukan terobosan mengembangkan Program Jaminan Kesehatan (JAMKESDA) bagi penduduk miskin dan hampir miskin diluar quota yang ditanggung Jamkesmas. 122

146 Adapun sasaran Jamkesmas sebesar, jiwa, sedangkan Jamkesda 2010 sebesar jiwa. Tahun 2011 ditingkatkan lagi sebesar jiwa. Jadi jumlah peserta Jamkesmas dan Jamkesda sebesar jiwa (39%) dari jumlah penduduk. Pada tahun 2016 fokus pembangunan dibidang kesehatan adalah (1) menurunkan AKI dan AKB; (2) peningkatan pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat; (3) promosi/pemasyarakatan pola hidup bersih dan sehat; (4) pencegahan dan pemberantasan penyakit menular; (5) penanganan gizi kurang dan gizi buruk; dan (6) peningkatan sarana, prasarana dan fasilitas pelayanan kesehatan dasar. 3. Prioritas Pemerataan (Dimensi Pemerataan dan Kewilayahan) Arah pembangunan ke depan adalah dengan memilih prioritas-prioritas, baik prioritas sektoral, prioritas kewilayahan, dan prioritas keadilan sosial dalam rangka membangun ekonomi yang lebih kokoh. Membangun pondasi yang kuat sehingga Rokan Hulu bisa tumbuh stabil dan berkelanjutan. Dimensi pemerataan dan kewilayahan, menjadi tugas dan kewajiban pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayahnya. Dengan adanya pemerataan pembangunan berupa infrastruktur dan prasaranya, akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang nantinya diharapkan juga berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kesenjangan pembangunan berkaitan dengan sebaran demografi yang tidak seimbang dan ketersediaan infrastruktur yang tidak memadai. Upaya-upaya pembangunan yang lebih berpihak kepada kawasan yang memiliki infrastruktur yang rendah menjadi suatu keharusan untuk ditangani sehingga tantangan ketimpangan dan kesenjangan pembangunan dapat teratasi. Ketimpangan ini pada awalnya disebabkan oleh adanya perbedaan kandungan sumber daya alam dan perbedaan kondisi demografi yang terdapat pada masing-masing wilayah. Akibat dari perbedaan ini, kemampuan suatu daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong proses pembangunan juga menjadi berbeda. Terjadinya ketimpangan pembangunan antar wilayah ini selanjutnya membawa implikasi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat pada wilayah bersangkutan. Biasanya implikasi ini ditimbulkan adalah dalam bentuk kecemburuan dan ketidakpuasan masyarakat yang dapat pula berlanjut dengan implikasi politik dan 123

147 ketentraman masyarakat. Karena itu, aspek ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah ini perlu ditanggulangi melalui formulasi kebijakan pembangunan wilayah yang dilakukan oleh pemerintah daerah. a. Kawasan Budidaya Perkebunan Tanaman perkebunan merupakan salah satu primadona komoditi perdagangan di antara lain karet, kelapa sawit, kelapa, kopi dan lain-lain. Pada tahun 2013 luas areal tanaman perkebunan di seluas ha. Dari luas areal tersebut seluas ha (19,95%) lahan karet, ha (79,73%) lahan kelapa sawit, 595 ha (0,22%) kelapa dan 279 ha (0,10%) lainnya. Meliputi hampir seluruh kecamatan dengan areal tanam terluas yaitu Tambusai Utara dengan luas ha (28,58%) yang terdiri dari komoditi karet seluas ha, komoditi Kelapa Sawit seluas ha dan komoditi kepala seluas 284 ha. Program pengembangan kawasan perkebunan yaitu: (1) Melakukan pendataan luas perkebunan rakyat yang sudah tua dan rusak; (2) Membuat rencana lokasi prioritas peremajaan perkebunan rakyat; (3) Membuat usulan peremajaan tanaman perkebunan (APBD Provinsi dan APBN); (4) Bekerja sama dengan BKPPP dalam rangka melakukan penyuluhan kepada petani kebun tentang usaha perkebunan yang baik; (5) Mengusulkan penambahan kuota pupuk bersubsidi bagi petani kebun/kelompok tani; (6) Melaksanakan sosialisasi penggunaan asam semut/deorob sebagai bahan pembeku karet guna meningkatkan kualitas bokar; (7) Memantau dan membantu masyarakat dalam pengendalian OPT Perkebunan; (8) Melakukan pendataan lokasi pasar lelang karet untuk mengetahui produksi karet secara periodik; (9) Mendorong petani kebun untuk membentuk gapoktan; (10) Mendorong gapoktan untuk melakukan kerjasama supply bahan baku karet dengan pabrik karet; (11) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka menyusun peraturan tentang tata niaga harga karet di ; (12) Melakukan pemutakhiran data perusahaan perkebunan kelapa sawit; (13) Mendorong perusahaan agar memanfaatkan limbahnya sebagai sumber energi; dan (14) Mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit agar mengurus perizinan yang dipersayarakatkan. b. Kawasan Sentra Peternakan dan Perikanan Target sektor peternakan adalah swasembada daging sapi di tahun 2015 dan sejuta ekor sapi tahun 2016 serta menjadikan sebagai pusat pembibitan sapi diwilayah Indonesia bagian barat. Upaya yang dilakukan untuk mencapai target diatas adalah (1) 124

148 pengembangan wilayah berdasarkan komoditas ternak unggulan; (2) pengembangan kelembagaan petani; (3) peningkatan usaha dan industri peternakan; (4) Optimalisasi pemanfaatan dan pengamanan serta perlindungan SDA lokal; (5) pengembangan kemitraan yang lebih luas dan saling menguntungkan; (6) mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Pengembangan kawasan peternakan untuk mendukung program sejuta ekor sapi dan swasembada daging lebih diarahkan kepada kawasan darat memanfaatkan lahan perkebunan sawit yang tersebar dominan pada Rambah Samo, Tambusai Utara, Kunto Darussalam dan Rokan IV Koto. Berbagai upaya yang dilakukan untuk pengembangan sektor perikanan dalam rangka mencapai swasembada ikan dengan cara peningkatan produksi perikanan budidaya mencapai 353% adalah (1) pengembangan bibit ikan unggul; (2) pembinaan dan pendampingan pada kelompok tani pembudidaya; (3) pemanfaatan lahan pekarangan untuk bududaya ikan (kolam terpal); (4) pembuatan/perluasan areal budidaya; (5) penumbuhan usaha pembenihan rakyat (UPR); (6) subsidi benih dan pakan untuk masyarakat pembudidaya pemula; (7) pembuatan pabrik pakan mini, bantuan mesin pembuatan pakan untuk kelompok pembudidaya; (8) optimalisasi balai benih ikan dan peningkatan SDM aparatur dan pembudidaya. Pengembangan sentra budidaya perikanan jenis ikan mas, nila, bawal, patin, baung dan gurami di wilayah dataran tinggi ( Rokan IV Koto, Rambah, Rambah Samo, Bangun Purba, Tandun, Kabun) dan wilayah dataran menengah ( Rambah Hilir, Ujungbatu, Pagaran Tapah dan Tambusai), ikan jenis baung dan patin di wilayah dataran rendah ( Bonai Darussalam, Kepenuhan dan Kunto Darussalam). Pengembangan perikanan tangkap di perairan Danau, meliputi Danau Sipogas ( Rambah), Danau Ombak ( Kunto Darussalam), Danau Baru ( Kepenuhan), Danau Pomutuh ( Bonai Darussalam). Pengembangan pengelolaan Balai Benih Ikan di Rokan IV Koto, Rambah dan di Kepenuhan. c. Kawasan Sentra Pertanian Menuju Lumbung Pangan memiliki potensi pengembangan lahan pertanian,khususnya potensi untuk pengembangan lahan tanaman padi dan palawija seluas ha. Meliputi Rambah Samo dengan ibukota Danau Sati. Kawasan ini merupakan daerah 125

149 yang memiliki potensi perluasan areal persawahan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai swasembada beras dengan memaksimalkan kawasan sentra produksi padi melalui pendekatan indek pertanaman padi dari IP 200 menjadi IP 300 dan tidak menutup kemungkinan menjadi IP 400. Program pengembangan kawasan pertanian lahan basah, yaitu: (1) Penetapan kawasan pertanian lahan basah sebagai kawasan pertanian pangan berkelanjutan yang perlu dilindungi dari alih fungsi lahan; (2) Peningkatan produktivitas lahan padi sawah yang ada di ; (3) Pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian lahan basah; (4) Pengembangan manajemen pengelolaan kegiatan pertanian lahan basah yang lebih terorganisir; (5) Pengembangan dan perluasan pertanian lahan kering dan hortikultura; (6) Pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian lahan kering dan holtikultura; (7) Pengembangan manajemen pengelolaan kegiatan pertanian lahan kering dan holtikultura yang lebih terorganisir. d. Kawasan Sentra Pertambangan Meliputi kawasan pertambangan mineral dan batubara serta minyak bumi. Hampir seluruh wilayah di memiliki potensi pengembangan pertambangan mineral dan batubara. Pertambangan batubara terdapat di Rambah Samo dan Rokan IV Koto. Pertambangan timah terdapat di Rambah, Kabun dan Rokan IV Koto. Batu gamping terdapat di Rokan IV Koto. Sirtu terdapat di Rambah, Ujungbatu, Rokan IV Koto, Kunto Darussalam, Kepenuhan, Rambah Hilir, Bangun Purba dan Pagaran Tapah. Program pengembangan kawasan pertambangan yaitu: (1) Inventarisasi daerah yang berpotensi untuk usaha pertambangan; (2) Penetapan aturan zonasi penambangan rakyat yang diijinkan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan; (3) Relokasi dan lokalisasi tambang rakyat; (4) Rehabilitasi lahan pasca tambang; (5) Pelarangan dan penghentian kegiatan penambangan yang menimbulkan kerusakan lingkungan. kaya akan bahan tambang namun saat ini yang baru dimanfaatkan terbatas pada bahan galian C atau pasir dan tanah sebagai bahan bangunan maupun industri batu bata. Eksplorasi minyak di Pendalian IV Koto dengan tiga sumur minyak mampu menghasilkan barel perhari minyak mentah. Potensi tambang batu bara yang ada mencapai ha yang tersebar di dua kecamatan. 126

150 Selain itu, cadangan batu kapur, timah dan granit yang cukup besar menunggu untuk digali dan dimanfaatkan. e. Kawasan Pusat Pemerintahan Rambah sebagai ibukota didorong untuk pemenuhan kebutuhan akan infrastruktur jalan, sarana prasarana aparatur pemerintah, penerangan jalan umum, rumah sakit dan ruang terbuka hijau. Secara kewilayahan arah kebijakan pembangunan daerah diselaraskan dengan prioritas pembangunan wilayah sesuai dengan potensi lokal dan keunggulan wilayah tersebut. MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDG s) MDG s merupakan suatu komitmen nasional dan global dalam upaya memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui pengurangan kemiskinan dan kelaparan, pendidikan, pemberdayaan perempuah, kesehatan dan kelestarian lingkungan. Rencana Aksi Percepatan Pencapaian Target MDG s memiliki 7 (tujuh) tujuan pembangunan dilaksanakan oleh masing-masing SKPD sesuai dengan tupoksinya untuk mencapai seluruh tujuan pembangunan diatas, antara lain, yaitu: 1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; dengan target menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah $1 perhari menjadi setengahnya antara tahun serta dan menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun Untuk menjawab keberhasilan MDG s pada tujuan pertama ini, maka diperlukan data proporsi penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan, kesenjangan kemiskinan, prevalensi balita kurang gizi, dan proporsi penduduk yang berada dibawah garis konsumsi minimum (2,100 kkal/kapita/hari). Tahun No Uraian Persentase Penduduk Miskin (P0) 10,66 10,13 10,42 2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) 1,95 1,41 1,43 3 Konsumsi Penduduk Dibawah 1400 kkal 13,01 14,17 16,49 4 Konsumsi Penduduk Dibawah 2000 kkal 54,94 61,30 61,86 5 Bekerja/Penduduk Umur 15 Tahun Keatas 65,09 56,80 56,80 6 Berusaha Sendiri, Pekerja Bebas dan Pekerja Keluarga 47,71 44,06 44,59 127

151 2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua dengan target memastikan bahwa semua anak pada tahun 2015 dimanapun, laki-laki maupun perempuan, dapat menyelesaikan pendidikan dasar. Tentunya harus dijamin, bahwa tidak ada lagi anak lagi yang tidak sekolah atau putus sekolah pada saat usianya 7-15 tahun. Tahun No Uraian Angka Partisipasi Murni (APM) SD 90,61 94,43 97,93 2 Angka Partisipasi Murni (APM) SMP 65,63 63,11 67,69 3 Angka Partisipasi Murni (APM) SMA 45,30 49,55 59,63 4 Angka Partisipasi Murni (APM) PT Angka Melek Huruf Umur ,06 99,83 100,00 3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dengan target tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005 dan di semua jenjang pendidikan sebelum tahun Dalam bahasa sederhana, jangan sampai terjadi situasi dimana 100 dari 100 anak laki-laki tercatat bersekolah di SD dan SLTP, sementara dari 100 anak perempuan masih ada sebagian yang tidak sekolah SD dan SLTP. Tahun No Uraian Rasio APM SD Perempuan/Laki-laki 98,76 102,98 98,32 2 Rasio APM SMP Perempuan/Laki-laki 87,66 133,98 105,47 3 Rasio APM SMA Perempuan/Laki-laki 121,15 109,22 113,76 4 Rasio APM PT Rasio Melek Huruf Perempuan/Laki-laki Umur Tahun 99,71 100,31 100,00 6 Buruh Perempuan Non Pertanian 44,48 40,83 41,08 4. Menurunkan angka kematian anak dengan target menurunkan angka kematian balita. Targetnya adalah bahwa pada tahun tahun 2015, angka kematian balita tahun 1990 sudah turun dua pertiganyanya. No Uraian Tahun

152 1 Imunisasi campak anak Meningkatkan kesehatan ibu dengan target menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara tahun 1990 hingga Tahun No Uraian Balita Ditolong Tenaga Medis 72,09 75,47 86,48 2 PUS KB 57,32 60,71 61,92 3 PUS KB Cara Modern 56,76 59,34 61,40 6. Memastikan keberlanjutan lingkungan hidup dengan target memastikan kelestarian lingkungan hidup, melalui target memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasional, menurunkan separuh penduduk yang tidak punya akses terhadap sumber air minum yang aman dan fasilitas sanitasi dasar pada tahun 2015, serta memperbaiki kehidupan penduduk miskin di kawasan kumuh. Beberapa indikator penting untuk mengevaluasi pencapaian target tentang lingkungan hidup antara lain data mengenai luas lahan yang tertutup hutan, luas kawasan lindung, emisi CO2 (kg Per kapita), serta konsumsi zat perusak ozon CFCs (ODP metric ton). Tahun No Uraian Ruta Air Minum Layak 41,61 42,47 53,35 2 Ruta Sanitasi Layak 46,75 53,65 46,27 3 Ruta Kumuh 12,43 11,30 10,54 7. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan dengan target melakukan upaya-upaya kerjasama khususnya terkait dengan pembangunan di. Tahun No Uraian Ruta Pemilik Telepon Rumah 1,87 1,61 2,50 2 Ruta Pemilik Telepon Seluler 88,18 88,28 88,30 129

153 3 Ruta Mengakses Internet 16,28 17,70 24,42 4 Ruta Memiliki Komputer 6,75 12,45 12,44 130

154 BAB VI PENUTUP Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) Tahun 2016 merupakan pengejawantahan perencanaan tahunan tahap kelima dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun , guna mencapai Visi dan Misi Kepala. Pencapaian target pembangunan yang direncanakan dalam satu tahun anggaran menunjukkan pencapaian rencana jangka pendek yang merupakan bagian dari rencana jangka menengah dan jangka panjang, dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat melalui forum Musrenbang, dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan daerah, termasuk kinerja pelayanan yang telah dicapai dalam tahun-tahun sebelumnya. Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) tahun 2016 ini akan menjadi acuan dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), yang merupakan pedoman dalam penyusunan RAPBD Tahun Anggaran Seluruh Satuan Kerja Perangkat (SKPD) didalam lingkungan Pemerintah wajib menerapkan prinsip-prinsip efektif, efesien, transparansi, akuntabel dan partisipatif dalam melaksanakan kegiatannya untuk pencapaian sasaran program-program yang yang tertuang dalam Rencana Kerja Perangkat (RKPD) Tahun 2016 ini. Pelaksanaan semua kegiatan baik dalam kerangka regulasi maupun dalam kerangka anggaran mensyaratkan pentingnya sinergitas dan sinkronisasi antar SKPD dengan tetap memperhatikan tanggung jawab masingmasing SKPD sesuai bidang tugasnya. Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 ini disusun oleh pemerintah kabupaten sebagai upaya untuk meningkatkan dan menciptakan kinerja pemerintah yang lebih efektif, optimal dan mencapai sasaran. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional merupakan dasar secara yuridis formal untuk menyusun dokumen perencanaan ini. Hal ini lebih di stream-line dengan dokumen-dokumen perencanaan penganggaran yang akan tergambar 131

155 pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun Anggaran Tindak lanjut dari RKPD Tahun 2016 ini adalah yaitu bahwa Bupati dan para penyelenggara pemerintahan Rokan Hulu akan membahas lebih lanjut agar dapat melaksanakan program pembangunan sesuai dengan program yang telah dituangkan dalam RPJMD. Dalam kaitan itu, seluruh pihak diharapkan dapat memberikan dukungan sepenuhnya agar program-program tersebut dapat direalisasikan secara optimal dan mencapai sasaran karena keberhasilan pelaksanaan RKPD Tahun 2016 ini sangat tergantung pada sikap mental, tekad, semangat, ketaatan, keinginan untuk maju dan disiplin dari semua rakyat dan Pemerintah. 132

156 LAMPIRAN II RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2016 KABUPATEN ROKAN HULU KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target URUSAN WAJIB + PILIHAN URUSAN WAJIB PENDIDIKAN Program pendidikan Prioritas 2 Perbaikan sarana Persentase sekolah Kualitas anak usia dini dan prasarana yang memiliki sarana pendidikan bagi pendidikan dan prasarana seluruh anak usia memadai pendidikan usia dini Peningkatan mutu Jumlah gedung dan kualitas sekolah yang pendidikan dibangun Angka rata-rata lama sekolah seluruh jenjang pendidikan Peningkatan Persentase guru yang proporsi guru yang telah bersertifikasi memenuhi kualifikasi pendidikan dan standar kompetensi yang disyaratkan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Pagu Indikatif Prakiraan Maju Jenis SKPD Pembangunan gedung sekolah Pembangunan gedung PAUD (ruang kelas, ruang guru, WC, pakai terali) Pembangunan gedung paud Dusun 2 RT 9 Pembangunan gedung TK- ALHIKMAH (pembangunan paving block dan ruang terbuka) Pembangunan sarana air bersih dan sanitary MCK TK Mekar Jaya Rambah MCK TK Pembina Rambah Hilir Desa Tanjung Medan Desa Kota Raya Pasir Pengaraian Rambah Rambah Hilir Tersedianya gedung sekolah Tersedianya MCK sekolah paud/ TK 3 unit Meningkatnya daya 75 murid A Disdikpora tampung murid TK 1 unit unit unit unit Meningkatnya kebersihan sekolah paud/ TK 2 sekolah A Disdikpora 1 unit unit Pengadaan mebeluer sekolah Mebeluer Paud Maju Bersama Dusun I Desa Tanjung Medan Tambusai Utara Tersedianya mebeluer sekolah TK 3 ruang Meningkatnya 2 sekolah A Disdikpora jumlah kursi dan meja sekolah TK 1 ruang Page 1 of 106

157 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Mebeluer gedung Paud Desa Tanjung Medan Rehabilitasi sedang/ berat ruang kelas sekolah Rehab lantai TK Budiluhur Desa Marga Mulya Pelatihan kompetensi tenaga pendidik Pengembangan pendidikan anak usia dini Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Tambusai Utara rehab ruang kelas sekolah uji kompetensi guru paud/tk Tersedianya media pengembangan program paud/ TK Pembangunan pagar pembangunan pagar sekolah paud/tk Paud Negeri Pembina Ujungbatu Ujungbatu Pembangunan turap Tersedianya turap beton dilingkungan TK Khalifah Achmad Desa Aur Betung Rambah Hilir 2 ruang Jenis SKPD 2 ruang Meningkatnya jumlah ruang kelas A Disdikpora sekolah dalam kondisi baik 2 ruang 1 sekolah kegiatan Meningkatnya 32 guru A Disdikpora jumlah guru yang mengikuti uji kompetensi 1 kegiatan Meningkatnya 32 guru A Disdikpora pengetahuan guru dalam pengembangan program paud/ TK 41 meter Meningkatnya 1 sekolah A Disdikpora jumlah sekolah paud/tk yang memiliki pagar 41 meter 1 sekolah meter Meningkatnya 1 sekolah A Disdikpora jumlah lingkungan sekolah yang aman 56 meter 1 sekolah Perencanaan Pengawasan Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun Prioritas 2 Perbaikan sarana Persentase sekolah dan prasarana yang memiliki sarana pendidikan dan prasarana memadai Peningkatan mutu Jumlah dan kualitas sekolah pendidikan dibangun gedung yang Kualitas pendidikan bagi seluruh anak usia pendidikan SD dan SMP Peningkatan Angka putus sekolah proporsi guru yang seluruh jenjang memenuhi pendidikan kualifikasi pendidikan standar kompetensi yang disyaratkan dan Angka seluruh kelulusan jenjang pendidikan Persentase guru yang telah bersertifikasi Menurunnya angka Jumlah kelompok buta aksara Paket B dan C yang penduduk dibina bersamaan dengan makin berkembangnya budaya baca Page 2 of 106

158 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pembangunan gedung sekolah Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Tersedianya gedung sekolah SD dan SMP 2 unit Meningkatnya daya tampung murid SD dan SMP Jenis SKPD 64 murid A Disdikpora Pembangunan gedung SDN 017 Desa Lubuk Kerapat Pembangunan gedung SD UPT Bumi Asih Desa Kabun Penambahan ruang kelas sekolah Rambah Hilir Kabun Tersedianya ruang kelas baru SD dan SMP 1 unit unit ruang Meningkatnya ruang kelas belajar murid SD dan SMP 2240 murid A Disdikpora Pembangunan RKB SDN 027 Rambah (lantai II) Pembangunan RKB SDN 028 Rambah (penyelesaian lantai I dan lanjutan lantai II) Pasir Pengaraian Pasir Pengaraian 4 ruang, 1 pustaka 4 ruang, 1 pustaka Pembangunan RKB SDN 018 Desa Cipang Kiri Hulu RKB SD Marginal Tangkulio Desa Cipang Kiri Hilir RKB SDN 018 Desa Rambah Samo RKB SDN 012 Desa Batu Langkah Besar SDN 005 Tambusai Utara Pembangunan RKB SDN 038 Desa Bangun Jaya RKB SDN 001 Desa Rantau Kasai SDN 019 Kuala Tambusai RKB SD 028 Dusun Kumu Baru Desa Rambah RKB SDN 013 Desa Rimbo Makmur RKB SDN 022 Kelurahan Kota Lama RKB SDN 017 Desa Muara Intan RKB SDN 015 Desa Kepenuhan Makmur RKB SDN 03 Desa Kasang Mungkal Rokan IV Koto Rokan IV Koto Rambah Samo Kabun Tambusai Utara Tambusai Utara Tambusai Utara Tambusai Rambah Hilir Pagaran Tapah Darussalam Kunto Darussalam Kunto Darussalam Kepenuhan Bonai Darussalam 2 ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang ruang Page 3 of 106

159 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju RKB SDN 004 Desa Bangun Purba Barat RKB SDN 015 Desa Tandun RKB SDN 005 Desa Tambusai Timur Bangun Purba Tandun Tambusai 3 ruang ruang ruang Jenis SKPD RKB SDN 006 Dalu - 3 ruang dalu Tambusai RKB SMP Negeri 7 3 ruang Desa Rambah Rambah Tengah Hilir RKB SDN 011 Desa 2 ruang Kepayang Kepenuhan Hulu RKB SDN 011 Desa 2 ruang Muara Pawan Rambah RKB SMPN 4 Desa 2 ruang Marga Mulya Rambah Tambahan Samo SDN 006 Tambusai Tambusai 3 ruang SDN 017 Kunto 1 ruang Darussalam Kunto Darussalam SDN 015 Kunto 1 ruang Darussalam Kunto Darussalam SDN 018 Rambah 1 ruang Samo Rambah Samo SDN 012 Kabun 2 ruang Kabun SDN 029 Tambusai 3 ruang Utara Tambusai Utara Perencanaan 1 dokumen Pengawasan 1 dokumen Penambahan ruang Tersedianya 2 unit Meningkatnya 2 sekolah A Disdikpora guru sekolah ruang guru jumlah ruang guru sekolah SD dan sekolah SD dan SMP SMP yang SDN 014 Ujungbatu (ruang kepala, guru, TU dan MCK) RKB SDN 016 Rambah (Sungai Bungo) Pembangunan perpustakaan sekolah Pembangunan gedung perpustakaan SMPN 4 Tandun (ruang baca, ruang pustakawan, MCK, terali) Pembangunan sarana air bersih dan sanitary Desa Suka Damai Desa Sungai Bungo Desa Tapung Jaya Tersedianya perpustakaan sekolah Tersedianya MCK sekolah SD dan SMP dibangun 1 unit 1 sekolah unit 1 sekolah unit Meningkatnya jumlah perpustakaan sekolah 1 sekolah A Disdikpora 1 unit 1 sekolah 5 unit Meningkatnya kebersihan SD dan SMP 5 sekolah A Disdikpora Page 4 of 106

160 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan MCK SMP Negeri 7 Desa Rambah Tengah Hilir Rambah 1 unit Jenis SKPD Pembangunan MCK SD 024 Desa Pasir Jaya Pembangunan MCK SDN 005 Desa Air Panas Pembangunan MCK SDN 005 Desa Kasang Mungkal Pembangunan MCK SDN 011 Desa Libo Kandis Pengadaan bukubuku dan alat tulis siswa Pembangunan labor bahasa SMPN 3 Desa Bencah Kesuma Rambah Hilir Pendalian IV Koto Bonai Darussalam Bonai Darussalam Kabun pengadaan bukubuku dan alat tulis siswa 1 unit unit unit unit unit Tersedianya bukubuku dan alat tulis siswa 1 unit sekolah A Disdikpora Pembangunan labor SMPN 4 Rambah Pengadaan alat praktik dan peraga siswa SDN 028 Rambah Pengadaan mebeluer sekolah Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah Revitalisasi SDN 007 Desa Pasir Intan Revitalisasi SDN 001Kelurahan Ujungbatu (bertingkat) Revitalisasi SDN 017 Desa Lubuk Kerapat Rambah Rambah Bangun Purba Ujungbatu Rambah Hilir pengadaan alat praktik dan peraga siswa Tersedianya mebeluer SD dan SMP rehab bangunan sekolah 1 unit set Tersedianya alat praktik dan peraga siswa 2 set 1 sekolah A Disdikpora 62 ruang Terpenuhinya kursi dan meja SD dan SMP 62 sekolah A Disdikpora 50 unit Meningkatnya 12 sekolah A Disdikpora jumlah bangunan sekolah dalam kondisi baik 4 unit unit unit Revitalisasi SDN 016 Desa Sungai Bungo Rambah 4 unit Revitalisasi SDN 014 Desa Karya Mulya Rehab SDN 002 Desa Tibawan Revitalisasi SDN 013 Desa Tanjung Medan Rambah Samo Rokan IV Koto Tambusai Utara 3 unit unit unit Page 5 of 106

161 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Revitalisasi SDN 006 Dusun Muara Ngamu Rambah Hilir 3 unit Jenis SKPD Rehab Sedang SDN 008 Kepenuhan Hulu Rehabilitasi SDN 005 Pendalian IV Koto Desa Air Panas Rehabilitasi SDN 011 Desa Rambah Hilir Kepenuhan Hulu Pendalian IV Koto Rambah Hilir 4 unit unit unit Perencanaan 1 dokumen Pengawasan 1 dokumen Revitalisasi SDN 004 Rambah Hilir Rambah Hilir 4 unit Perencanaan 1 dokumen Pengawasan 1 dokumen Pelatihan kompetensi uji 3 kegiatan Meningkatnya 960 orang A Disdikpora tenaga pendidik kompetensi guru jumlah guru yang SD dan SMP mengikuti uji kompetensi Penyediaan Bantuan 1 kabupaten Meningkatnya 12 bulan A Disdikpora Operasional Sekolah program pengetahuan (BOS) jenjang SD/ keagamaan pada keagaamaan siswa MI/ SDLB dan tingkat SMP dan SMP dan SMA SMP/ MTS serta SMA pesantren salafiyah dan Santuan Pendidikan Non Islam setara SD dan SMP Penyelenggaraan paket A setara SD program paket A 1 kegiatan Menurunnya angka buta huruf 400 orang A Disdikpora Penyelenggaraan paket B setara SMP Pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan dasar Pembangunan pagar pembangunan pagar SD dan SMP Pembangunan pagar SD 005 Desa Suka Maju Pembangunan pagar SD 010 Desa Bono Tapung Pembangunan pagar SD 007 Desa Kepenuhan Hilir Rambah Tandun Kepenuhan setara SD 1 kegiatan Menurunnya angka 480 orang A Disdikpora program paket B buta huruf setara SMP Tersedianya 9 kegiatan Meningkatnya 100 persen A Disdikpora sarana jumlah siswa peningkatan berprestasi minat, bakat dan kreativitas siswa Tersedianya dana 1 kegiatan Meningkatnya 455 sekolah A Disdikpora BOS pegelolaan dana BOS yang tepat sasaran 1250 meter Meningkatnya 6 sekolah A Disdikpora jumlah SD dan SMP yang memiliki pagar 300 meter meter meter Page 6 of 106

162 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan pagar SD 011 Desa Pauh Pembangunan pagar SMPN 10 Desa Suka Damai Pembangunan pagar SMPN 4 Pasir Pengaraian Bonai Darussalam Tambusai Utara Rambah 100 meter meter meter Jenis SKPD Program pendidikan menengah Prioritas 2 Perbaikan sarana Persentase sekolah dan prasarana yang memiliki sarana pendidikan dan prasarana memadai Peningkatan mutu Jumlah dan kualitas sekolah pendidikan dibangun gedung yang Kualitas pendidikan bagi seluruh anak usia pendidikan SMA dan SMK Peningkatan Angka kelulusan proporsi guru yang seluruh jenjang memenuhi kualifikasi pendidikan Persentase sekolah pendidikan dan yang terakreditasi standar kompetensi yang disyaratkan Persentase guru yang telah bersertifikasi Pembangunan gedung sekolah Jumlah kelompok Paket B dan C yang dibina Tersedianya gedung sekolah menengah 1 unit Meningkatnya daya tampung murid sekolah menengah 22 murid A Disdikpora SMAN 1 Rambah penyempurnaan ruangan aula, labor dan MCK Pasir Pengaraian Penambahan ruang kelas sekolah RKB SMAN 1 Rambah Samo SMK 1 Rambah Samo SMK 2 Tambusai Utara SMA 2 Rambah Hilir Rambah Rambah Samo Rambah Samo Tambusai Utara Rambah Hilir Tersedianya ruang kelas baru sekolah menengah 1 unit ruang Meningkatnya 198 murid A Disdikpora ruang kelas belajar murid sekolah menengah 1 ruang ruang ruang ruang Perencanaan 1 dokumen Pengawasan 1 dokumen Pelatihan kompetensi uji 1 kegiatan Meningkatnya 510 orang A Disdikpora tenaga pendidik kompetensi guru jumlah guru yang sekolah menengah mengikuti uji kompetensi Page 7 of 106

163 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Pagu Indikatif Prakiraan Maju Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pelatihan penyusunan 1 kegiatan Meningkatnya 102 orang A Disdikpora kurikulum pelatihan jumlah guru yang penyusunan mahir dalam kurikulum menyusun kurikulum Penyelenggaraan 1 kegiatan Menurunnya angka 480 orang A Disdikpora paket C setara SMU program paket C buta huruf setara SMU Penjaringan siswa 10 cabang Meningkatnya 1183 orang A Disdikpora berprestasi penjaringan siswa jumlah siswa berprestasi berprestasi Pembangunan pagar 602 m' Meningkatnya 3 sekolah A Disdikpora pembangunan jumlah sekolah pagar sekolah menengah yang menengah memiliki pagar Pagar tembok SMA m' Rambah Rambah Turap SMA m' Rambah Rambah Turap SMK 2 Rokan 100 m' IV Koto Rokan IV Pengelolaan pelaksanaan pendidikan SMA Koto Turap SMKN m' Rokan IV Koto Rokan IV Koto Perencanaan 1 dokumen Pengawasan 1 dokumen sekolah A Disdikpora Tersedianya biaya tambahan operasional siswa Meningkatnya jumlah siswa miskin yang bersekolah Jenis SKPD Program pendidikan non formal Prioritas 2 Peningkatan mutu Angka kelulusan dan kualitas seluruh jenjang pendidikan pendidikan Kualitas pendidikan non formal bagi seluruh anak usia pendidikan Pemberdayaan tenaga pendidik non formal jambore pendidikan non formal 15 kegiatan Tersedianya sarana pemberdayaan tenaga pendidik non formal 15 kegiatan A Disdikpora Program Prioritas 2 Peningkatan Persentase guru yang peningkatan mutu proporsi guru yang telah bersertifikasi pendidik dan tenaga memenuhi kependidikan kualifikasi Pelaksanaan sertifikasi pendidik pendidikan standar kompetensi yang disyaratkan Jumlah guru dan berprestasi tingkat provinsi dan nasional Terwujudnya peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan ujian sertifikasi tenaga pendidik 1 kegiatan Meningkatnya jumlah guru yang lulus ujian sertifikasi orang A Disdikpora Pelaksanaan uji kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan uji kompetensi tenaga pendidik 1 kegiatan Meningkatnya jumlah tenaga pendidik yang mengikuti uji kompetensi 33 orang A Disdikpora Page 8 of 106

164 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pelatihan kompetensi 1 kegiatan Meningkatnya 119 orang A Disdikpora tenaga pengelola pelatihan standar kompetensi kependidikan kompetensi tenaga pendidik tenaga pengelola kependidikan Pelatihan penilaian 1 kegiatan Meningkatnya 200 orang A Disdikpora angka kredit bagi pelatihan jumlah kepala tenaga pendidik penilaian angka sekolah yang kredit bagi tenaga mampu pendidik memberikan penilaian angka kredit Jenis SKPD Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan Prioritas 2 Menurunnya angka Persentase buta aksara pengunjung penduduk perpustakaan bersamaan dengan dibanding cakupan makin layanan perpustakaan berkembangnya budaya baca Peningkatan minat dan budaya baca masyarakat Persentase perpustakaan yang baik Jumlah petugas dan peserta pelatihan tenaga pengelola perpustakaan binaan Terwujudnya pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan 2500 orang persen 20 persen 32 orang Jumlah koleksi buku buah Pengembangan minat dan budaya baca Supervisi, pembinaan dan stimulasi pada perpustakaan umum, sekolah dan perpustakaan masyarakat lomba mendongeng dan lomba pidato bahasa inggris pembinaan dan stimulasi pada seluruh perpustakaan 3 lomba Meningkatnya keikutsertaan masyarakat dalam pelaksanaan lomba 4 kali Meningkatnya budaya baca masyarakat melalui event 50 orang, 20 pustaka A KPA 4000 orang A KPA Pelaksanaan koordinasi pengembangan perpustakaan Penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum daerah Monitoring, evaluasi dan pelaporan koordinasi pengembangan perpustakaan pengadaan buku untuk perpustakaan daerah monitoring dan evaluasi 1 kali Meningkatnya kualitas perpustakaan 1 kegiatan Tersedianya beragam buku di perpustakaan daerah 16 kecamatan Tersedianya laporan monitoring dan evaluasi peningkatan kualitas perpustakaan 12 bulan A KPA 330 eksemplar A KPA 1 laporan A KPA Page 9 of 106

165 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Diklat perpustakaan Pasir 1 kali Meningkatnya 30 orang A KPA Pengaraian diklat kualitas aparatur perpustakaan dibidang perpustakaan Pengadaan buku A KPA perpustakaan desa eksemplar penyediaan bahan pustaka desa 6 kegiatan Meningkatnya jumlah buku di pustaka desa Jenis SKPD 1 02 KESEHATAN Program obat dan Prioritas 2 Meningkatkan Cakupan peserta KB Terwujudnya perbekalan kesehatan derajat kesehatan, aktif penyediaan obat puskesmas pelayanan dan dan perbekalan keterjangkauan kesehatan pelayanan kesehatan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan Puskesmas orang Terpenuhinya pengadaan obat kebutuhan obat di dan perbekalan puskesmas kesehatan 21 puskesmas A Dinas Kesehatan Program upaya kesehatan masyarakat Prioritas 2 Meningkatkan Cakupan pelayanan derajat kesehatan, kesehatan rujukan pelayanan dan pasien masyarakat keterjangkauan miskin pelayanan kesehatan Cakupan posyandu aktif Peningkatan Cakupan pelayan kuantitas dan gawat darurat level kualitas sarana serta satu di RSUD prasarana kesehatan pada Puskesmas dan RSUD Terwujudnya peningkatan kesehatan masyarakat 200 orang posyandu jiwa Menurunkan angka Cakupan penemuan kesakitan dan dan penanganan kematian akibat penderita penyakit penyakit menular 10 desa Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya (sharing budget) Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan Peningkatan kesehatan masyarakat Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan Puskesmas Puskesmas Puskesmas Puskesmas pemeliharaan dan pemulihan kesehatan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan peningkatan kesehatan usila dan perkesmas Tersedianya biaya operasional pelayanan kesehatan dasar 21 puskesmas Terpeliharanya kesehatan masyarakat 7 kegiatan Terpeliharanya kesehatan masyarakat 153 posyandu Tersedianya honor kader usila dan kegiatan perkesmas 140 pokesdes Terlayaninya pelayanan kesehatan di puskesmas orang A Dinas Kesehatan 200 orang A Dinas Kesehatan 12 bulan A Dinas Kesehatan 21 puskesmas C3 Dinas Kesehatan Page 10 of 106

166 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Penyelenggaran penyehatan lingkungan Penyediaan jasa pelayanan kesehatan Pembinaan kesehatan kerja, olahraga dan MATRA Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Puskesmas Puskesmas RSUD Dinas dan Puskesmas penyehatan lingkungan jaminan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan masyarakat pemeriksaan calon jemaah haji 16 kecamatan Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat 12 bulan Tersedianya jaminan pelayanan kesehatan penduduk miskin diluar jamkesmas 1 kegiatan Meningkatnya jumlah pasien yang dilayani 21 unit kerja Tersedianya data kesehatan calon jemaah haji Jenis SKPD 15 desa A Dinas Kesehatan jiwa A Dinas Kesehatan 170 kunjungan perhari A RSUD 400 jemaah A Dinas Kesehatan Program pengawasan obat dan makanan Prioritas 2 Menurunkan angka Cakupan penemuan kesakitan dan dan penanganan kematian akibat penderita penyakit penyakit menular Terwujudnya pengawasan obat dan makanan 1 unit Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya Peningkatan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan Labkesda Labkesda pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya pengadaan reagen untuk kualitas air labkesda 1 kegiatan Meningkatnya keamanan pangan dan bahan berbahaya 1 kali Meningkatnya kinerja pelayanan laboratorium 16 kecamatan A Dinas Kesehatan 1 set A Dinas Kesehatan Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Prioritas 2 Meningkatkan Cakupan desa siaga mutu dan cakupan aktif pelayanan kesehatan masyarakat Terwujudnya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat seluruh desa Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat Penyuluhan masyarakat hidup sehat Peningkatan pemanfaatan kesehatan pola sarana Dinas Kesehatan RSUD Puskesmas Posyandu penyuluhan 9 kali penyuluhan Meningkatnya pengetahuan melalui radio masyarakat media cetak 1 kegiatan Tersedinya sarana penyediaan media informasi pelayanan promosi dan kesehatan informasi sadar hidup sehat seluruh desa Meningkatnya penyuluhan pengetahuan masyarakat pola masyarakat hidup sehat seluruh kader Terbinanya kader pembinaan kader posyandu dan kesehatan di desa kesehatan poskesdes seluruh desa A Dinas Kesehatan 2 sarana promosi 663 orang, 5 kegiatan A RSUD A Dinas Kesehatan 3786 kader A Dinas Kesehatan Page 11 of 106

167 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Program perbaikan gizi masyarakat Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Prioritas 2 Menurunkan kasus Cakupan pemberian gizi kurang dan gizi makanan buruk pendamping ASI pada anak usia 6 s/d 24 bulan dari keluarga miskin Terwujudnya 100% balita peningkatan gizi masyarakat Jenis SKPD Balita gizi buruk yang mendapat perawatan Cakupan pemberian vitamin A seluruh desa <2% balita Pemberian tambahan makanan dan vitamin Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang vitamin A dan kekurangan zat gizi mikro lainnya Puskesmas Puskesmas pemberian makanan tambahan pada balita pelatihan penanggulangan gizi 100% balita Meningkatnya status gizi balita 3 kegiatan Meningkatnya pengetahuan tenaga gizi Balita gizi buruk dan kurang <2% balita A Dinas Kesehatan <2% balita A Dinas Kesehatan Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi Dinas Kesehatan pemberdayaan gizi melalui pelatihan 123 peserta Meningkatnya pemberdayaan masyarakat mencapai keluarga sadar gizi seluruh desa A Dinas Kesehatan Program pengembangan lingkungan sehat Prioritas 2 Menurunkan angka Cakupan penemuan kesakitan dan dan penanganan kematian akibat penderita penyakit penyakit menular Terwujudnya lingkungan sehat 1 kecamatan Sosialisasi kebijakan lingkungan sehat Puskesmas sosialisasi kebijakan lingkungan sehat 5 kegiatan Tercapainya tingkat kesehatan masyarakat 5 kecamatan A Dinas Kesehatan Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular Prioritas 2 Menjamin mutu Cakupan desa/ dan peningkatan kelurahan UCI pengawasan terhadap penggunaaan bahan berbahaya Meningkatkan Cakupan penjaringan pengetahuan kesehatan siswa SD masyarakat dalam dan setingkat meningkatkan status kesehatan Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular Penemuan pasien baru TB BTA positf Penderita DBD yang ditangani Terwujudnya penurunan angka penyebaran penyakit menular 100% desa SD dan balita 70 % penduduk terdeteksi TB 50 fokus Page 12 of 106

168 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Cakupan pengobatan penderita TB 100 kiur Jenis SKPD Penyemprotan/ fogging sarang nyamuk Pengadaan vaksin penyakit menular Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam Desa Dinas Kesehatan 50 kejadian Terlaksanayan fogging fokus DBD pengadaan logistik imunisasi VAR, coldchain dan coldroom 50 fokus Terkontrolnya DBD didaerah endemis 100 kiur Tersedianya logistik imunisasi, coldchain, coldroom dan VAR 50 fokus A Dinas Kesehatan var, coldchain dan coldroom A Dinas Kesehatan Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anakanak sekolah Pelayanan pencegahan dan penanggulan penyakit menular Puskesmas Puskesmas vaksinasi bagi balita dan anakanak sekolah penanggulangan penyakit menular TB,malaria, kusta dan filaria 377 sekolah, balita/ tahun 70 % penduduk terdeteksi TB Terlindunginya balita dan anak sekolah dari penyakit menular Menurunnya angka kesakitan penyakit menular 377 SD dan balita 4 jenis penyakit A Dinas Kesehatan A Dinas Kesehatan Peningkatan imunisasi Peningkatan surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah Surveyland penyakit tidak menular Puskesmas Puskesmas Puskesmas Pelaksanaan sweeping imunisasi penanggulangan wabah penyakit menular surveyland penyakit tidak menular 153 desa Meningkatnya jumlah desa UCI 12 bulan Meningkatnya kesehatan masyarakat 5 jenis penyakit Meningkatnya kesehatan masyarakat 100% desa A Dinas Kesehatan 50 kejadian A Dinas Kesehatan 21 puskesmas A Dinas Kesehatan Program standarisasi pelayanan kesehatan Prioritas 2 Peningkatan Pembangunan dan kuantitas dan peningkatan sarana kualitas sarana serta dan prasarana prasarana kesehatan puskesmas pada Puskesmas dan RSUD Terwujudnya 100 peningkatan handout, 1 kualitas dokumen, 2 pelayanan rumah puskesmas sakit Penyusunan standar pelayanan kesehatan Pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan Sertifikasi ISO dan akreditasi rumah sakit RSUD Dinas Kesehatan Puskesmas akreditasi rumah sakit update data kesehatan audit ISO 1 kegiatan Tersedianya standar 100 handout A RSUD pelayanan rumah sakit 1 kegiatan Tersedianya data 4 dokumen A Dinas yang akurat Kesehatan 5 kali Meningkatnya mutu 5 puskesmas A Dinas pelayanan kesehatan Kesehatan Page 13 of 106

169 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Pagu Indikatif Prakiraan Maju Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Program pengadaan, Prioritas 2 Peningkatan Pembangunan dan Terwujudnya 21 unit peningkatan dan kuantitas dan peningkatan sarana peningkatan perbaikan sarana dan kualitas sarana serta dan prasarana sarana dan prasarana prasarana kesehatan puskesmas prasarana puskesmas/ pada Puskesmas kesehatan puskesmas pembantu dan RSUD dan jaringannya Jenis SKPD Pembangunan puskesmas pembantu Pengadaan puskesmas keliling Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas Dinas Kesehatan pembangunan poskesdes pengadaan puskesmas keliling pengadaan sarana dan prasarana puskesmas 5 unit Tersedianya bangunan poskesdes 2 kegiatan Tersedianya kendaraan puskesmas keliling 1 kali Tersedianya alat kesehatan dan mebeleur 5 desa A Dinas Kesehatan 2 ambulan, 10 puskes roda A Dinas Kesehatan 8 puskesmas A Dinas Kesehatan Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas pembantu Dinas Kesehatan pengadaan sarana dan prasarana puskesmas pembantu 1 kali Tersedianya alat kesehatan dan mebeleur 20 unit pustu A Dinas Kesehatan Pengadaan sarana dan prasarana posyandu Dinas Kesehatan pengadaan sarana dan prasarana posyandu 1 kali Tersedianya sarana dan prasarana posyandu 40 posyandu A Dinas Kesehatan Rehabilitasi sedang/berat puskesmas Rehabilitasi sedang/ berat puskesmas pembantu Desa Puskesmas rehab puskesmas pembantu rehab puskesmas 16 kecamatan Terpeliharanya puskesmas pembantu 10 kali Terpeliharanya puskesmas 13 pustu A Dinas Kesehatan 10 puskesmas A Dinas Kesehatan Program pengadaan, Prioritas 2 Peningkatan Average Length of peningkatan sarana kuantitas dan Stay (ALOS) dan prasarana rumah kualitas sarana serta Turn Over Interval sakit/rumah sakit prasarana kesehatan (TOI) jiwa/rumah sakit pada Puskesmas Net death Rate paru-paru/rumah dan RSUD (NDR) sakit mata Gross Death Rate (GDR) Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin di RSUD Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit seluruh pasien miskin Pembangunan rumah sakit Lanjutan pembangunan rumah sakit RSUD pengembangan rumah sakit 1 kegiatan Meningkatnya sarana dan prasarana rumah sakit 1 unit C2 RSUD Perencanaan Pengawasan Page 14 of 106

170 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pembangunan rumah dinas dokter Rehabilitasi bangunan rumah sakit Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Biaya jasa konsultansi pengawasan rehab kelas I, II, III RSUD rehab bangunan kelas I, II dan III 4 kegiatan Meningkatnya sarana dan prasarana rumah sakit 2 unit Jenis 1 unit A RSUD SKPD Biaya jasa konsultansi pengawasan pembangunan rumah dinas dokter Pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit Pengadaan obatobatan rumah sakit Pengadaan ambulance/mobil jenazah Pengadaan mebeleur rumah sakit Pengadaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit (dapur, ruang pasien, laundry, ruang tunggu dan lain-lain) RSUD RSUD RSUD RSUD RSUD pengadaan alatalat kesehatan rumah sakit pengadaan obatobatan rumah sakit pengadaan ambulance rumah sakit pengadaan mebeleur rumah sakit pengadaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit 1 kegiatan Meningkatnya sarana dan prasarana rumah sakit 1 kegiatan Meningkatnya ketersediaan obatobatan rumah sakit 1 kegiatan Meningkatnya ketersediaan ambulance rumah sakit 1 kegiatan Meningkatnya ketersediaan mebeleur rumah sakit 2 kegiatan Meningkatnya ketersediaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit 20 unit, 60 kotak, 51 pack 2127 buah, unit, vial A RSUD A RSUD 1 unit A RSUD 180 unit, buah, set botol, bungkus, pak, gulung A RSUD A RSUD Program Prioritas 2 Peningkatan Bed Turn Over pemeliharaan sarana kuantitas dan (BTO) rawat inap dan prasarana rumah kualitas sarana serta Net death Rate sakit/rumah sakit prasarana kesehatan (NDR) Pemeliharaan rutin/ berkala instalasi pengolahan limbah rumah sakit Pemeliharaan rutin/ berkala alat-alat kesehatan rumah sakit Pemeliharaan rutin/ berkala mobil ambulance/ jenazah RSUD RSUD RSUD Terwujudnya pemeliharaan sarana dan prasarana rumah pemeliharaan IPAL rumah sakit pemeliharaan alatalat kesehatan rumah sakit pemeliharaan mobil ambulance rumah sakit 1 kegiatan Terpeliharanya IPAL rumah sakit 1 kegiatan Tersedianya alatalat kesehatan yang siap pakai 1 kegiatan Lancarnya pelayanan operasional sakit dan rumah kg, tablet A RSUD 12 bulan A RSUD 10 unit A RSUD Program Prioritas 2 Menurunkan angka Cakupan kunjungan peningkatan kematian ibu nifas Ibu hamil (K4) kesehatan ibu dan ibu bersalin melahirkan dan anak Cakupan komplikasi kebidanan yang di tangani Terwujudnya penurunan angka kematian ibu 96 persen persen Page 15 of 106

171 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan Cakupan pelayanan nifas Cakupan kunjungan bayi Cakupan pelayanan anak balita 90 persen 90 persen 90 persen 98 persen Jenis SKPD Cakupan ibu hamil risti yang dirujuk 90 persen Pertolongan persalinan bagi keluarga kurang mampu Pertolongan persalinan bagi ibu dari keluarga kurang mampu Dinas dan Puskesmas Dinas dan Puskesmas persalinan bagi keluarga kurang mampu persalinan bagi ibu dari keluarga kurang mampu jumlah ibu hamil jumlah ibu hamil Tersedianya 16 kecamatan A Dinas jampersal JKN dan Kesehatan kegiatan KIA Tersedianya pelayanan jampersal jiwa A Dinas Kesehatan Program pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan Prioritas 2 Pelaksanaan pendidikan pelatihan kesehatan Jumlah dan kesehatan tenaga terlatih tenaga yang Terwujudnya peningkatan sumber daya manusia di bidang kesehatan 102 orang Pelaksanaan pendidikan pelatihan kesehatan dan tenaga Dinas Kesehatan pelatihan PPGDON, SDITK dan BBLR 4 pelatihan Meningkatnya pengetahuan tenaga kesehatan 15 peserta A Dinas Kesehatan Program peningkatan pelayanan kesehatan pada BLUD Prioritas 2 Terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas Pelayanan kesehatan RSUD pelayanan kesehatan rumah sakit di 12 bulan Tersedianya sarana dan prasarana buah, pelayanan kesehatan pada rumah sakit tabung, kali, rol C3 RSUD 1 03 PEKERJAAN UMUM Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Prioritas 4 Meningkatnya Jumlah gedung pembangunan kantor dan rumah sarana dan dinas aparatur prasarana aparatur pemerintah yang pemerintah sesuai pemanfaatannya Terwujudnya peningkatan sarana dan prasarana aparatur Page 16 of 106

172 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Meningkatnya Jumlah rumah pembangunan dan ibadah, surau suluk, pemeliharaan sarana balai adat, LKA dan dan sarana prasarana olah prasarana publik raga yang terbangun termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik Jenis SKPD Pembangunan gedung kantor Lanjutan pembangunan Kantor UPTD Badan Kepegawaian pembangunan gedung kantor 19 kegiatan Terbangunnya 19 unit A Dinas TRCK sarana prasarana perkatoran 1 kegiatan 1 unit Lanjutan pembangunan Kantor BLH Lanjutan pembangunan. Kantor Dinas Sosial Lanjutan pembangunan. Kantor BPMPD Kecmatan Rambah Samo Pembangunan kantor kepala desa Pembangunan kantor kepala desa Pembangunan kantor kepala desa Desa Marga Mulya Desa Pasir Makmur Desa Rambah Utama 1 kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit Rambah Hilir Pembangunan kantor desa Tandun Desa Sungai Sitolang 1 kegiatan 1 unit Pembangunan kantor kepala desa Konto Darussalam Pembangunan kantor desa Pembangunan kantor desa Kepenuhan Pembangunan kantor kepala desa Pembangunan kantor kepala desa Pendalian IV Koto Desa Tandun 1 kegiatan 1 unit Desa Intan Jaya Desa Muara Intan Desa Kepenuhan Baru Desa Kepenuhan Makmur 1 kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit Page 17 of 106

173 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan kantor kepala desa Pembangunan kantor kepala desa Bonai Darussalam Pembangunan kantor kepala desa Pembangunan kantor kepala desa Tambusai Utara Pembangunan kantor desa Pagaran Tapah Darussalam Desa Bengkolan Salak Desa Sei Kandis 1 kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit Desa Pauh 1 kegiatan 1 unit Desa Rawa Makmur Desa Simpang Harapan 1 kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit Jenis SKPD Pembangunan kantor kepala desa Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor Rambah Hilir Rehap atap Kantor Camat Rambah Hilir Desa Rimba Jaya rehab kantor 1 kegiatan 1 unit kegiatan Terpeliharanya gedung kantor 1 kegiatan 1 unit unit A Dinas TRCK Rokan IV Koto Rehab rumah dinas Camat Pembangunan gedung sosial kemasyarakatan Rambah pembangunan gedung sosial kemasyarakatan 1 kegiatan 1 unit kegiatan Terbangunnya sarana prasarana gedung sosial kemasyarakatan 8 unit, 60 meter A Dinas TRCK Pembangunan musholla dan tempat wudhu Kantor Camat Rambah Ramba Samo Lanjutan pembangunan LKA Rambah Samo Pembangunan gedung MDA Kantor Camat Rambah Desa Rambah Samo Desa Rambah Samo 1 kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit Rambah Hilir Pembangunan pagar Masjid Dusun Muara Ngamu Permai Desa Sei Dua Indah 1 kegiatan 60 meter Pembangunan lanjutan LKA Rambah Hilir Rehab berat astaka Rambah Hilir Rambah Hilir 1 kegiatan 1 unit Rambah Hilir 1 kegiatan 1 unit Page 18 of 106

174 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Ujungbatu Rehab Masjid Darul Iman Tambusai Utara Penataan lapangan bola kaki Pagaran Tapah Darussalam Desa Pematang Tebih Desa Mahato Sakti 1 kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit Jenis SKPD Lanjutan pembangunan stadion mini Dalu-Dalu Tambusai 1 kegiatan 1 unit Program Pembangunan dan Jembatan Jalan Prioritas 1 Pembangunan dan Persentase perbaikan jalan dan peningkatan jalan jembatan Persentase peningkatan jembatan Jumlah panjang jalan lingkungan/ hamparan semenisasi dalam kondisi baik Terwujudnya pembangunan jalan dan jembatan Perencanaan pembangunan jalan perencanaan pembangunan jalan 5 kegiatan Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan jalan 5 dokumen A Dinas BMP Pembangunan jalan pembangunan jalan Rambah 13 kegiatan Tersedianya akses jalan yang lebih baik 31 km A Dinas BMP Pembukaan jalan baru (jalan PPIP - jalan SRDP) Rambah Samo Pembukaan badan jalan tembus dari Dusun Sukajadi - jalan lingkar kabupaten Rambah Hilir Pembangunan jalan penghubung Desa Muara Musu - Sei Sitolang - Lubuk Kerapat Tandun Pembukaan jalan desa ke kecamatan Desa Tanjung Belit Desa Rambah Baru Desa Muara Musu Desa Sei Kuning 1 kegiatan 1 km kegiatan 1 km kegiatan 3 km kegiatan 3 km Page 19 of 106

175 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Tambusai Pembangunan jalan baru Dusun II Danau Desa Tingkok 1 kegiatan 1 km Jenis SKPD Bangun Purba Penyambungan jalan baru menuju aek martua Kepenuhan Pembukaan jalan lingkungan Dusun 1 dan 2 Rokan IV Koto Pembukaan jalan Kabun Desa Bangun Purba Desa Rantau Binuang Sakti Desa Rokan Koto Ruang 1 kegiatan 1 km kegiatan 2 km kegiatan 1 km Pembangunan jalan lingkar Kepenuhan Hulu Pembukaan jalan baru dari Desa Kepenuhan Hulu - Desa Kepenuhan Jaya Ujungbatu Pembukaan jalan baru Pagaran Tapah Pembukaan jalan baru Dusun II - Dusun I Bonai Darussalam Pembangunan jalan lintas dusun Perencanaan pembangunan jembatan Pembangunan jembatan Kabun Pembangunan jembatan beton menuju pemakaman Tambusai Pembangunan jembatan Sei Tolan pada ruas jalan pelajar Dalu-Dalu Desa Kabun 1 kegiatan 6 km Desa Kepenuhan Hulu Desa Pematang Tebih Desa Kembang Damai 1 kegiatan 4 km kegiatan 2 km kegiatan 1 km Desa Bonai 1 kegiatan 4 km perencanaan pembangunan jembatan pembangunan jembatan 5 kegiatan Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan jembatan 2 kegiatan Tersedianya akses jembatan yang lebih baik 5 dokumen A Dinas BMP 27 m' dan 2 unit A Dinas BMP Desa Aliantan 1 kegiatan 15 m' Kelurahan Tambusai Tengah 1 kegiatan 12 m' Page 20 of 106

176 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Monitoring, evaluasi dan pelaporan Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Jenis 16 kecamatan Tersedianya laporan 1 dokumen A Dinas BMP monitoring dan monitoring dan evaluasi evaluasi SKPD Peningkatan jalan peningkatan jalan 1 kegiatan Tersedianya Sistem Informasi Keciptakaryaan (SIK) 11 kegiatan Tersedianya akses jalan yang lebih baik 1 dokumen Dinas TRCK 10,90 km A Dinas BMP Rambah Hilir Peningkatan jalan dalam ibu kota Rambah Hilir Tambusai Peningkatan jalan Kopi Peningkatan jalan dalam ibu kota Dalu- Dalu Peningkatan jalan lingkar Dalu-Dalu Tambusai Utara Peningkatan jalan dalam ibu kota Tambusai Utara Kepenuhan Peningkatan jalan dalam ibu kota Kepenuhan Kabun Peningkatan jalan Kabun - Kota Ranah Peningkatan jalan dalam ibu kota Kabun Pendalian IV Koto Peningkatan jalan dalam ibu kota Pendalian IV Koto Bangun Purba Peningkatan jalan dalam ibu kota Bangun Purba Tandun Rambah Hilir Keluarahan Tambusai Tengah Keluarahan Tambusai Tengah Keluarahan Tambusai Tengah Desa Suka Damai Kepenuhan Desa Koto Ranah Kabun Desa Pendalian Desa Pasir Agung 1 kegiatan 1 km kegiatan 0,4 km kegiatan 1 km kegiatan 0,5 km kegiatan 1 km kegiatan 1 km kegiatan 1,5 km kegiatan 1 km kegiatan 1,5 km kegiatan 1 km Page 21 of 106

177 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Peningkatan jalan dalam ibu kota Tandun Peningkatan jalan lingkungan Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Rambah Tandun peningkatan jalan lingkungan 1 kegiatan 1 km Jenis SKPD 16 kecamatan Meningkatnya meter A Dinas TRCK ketersediaan jalan lingkungan yang baik Semenisasi jalan di perumahan Dusun Ngarai Pembangunan semenisasi Dusun Pasir Putih Timur RT 02 RW 03 Desa Pematang Berangan L= 4 M Pembangunan semenisasi jalan lingkungan Mesjid Lenggopan L=4 Pembangunan semenisasi jalan lingkungan dari jalan Di Ponegoro menuju stadion mini Tulang Gajah L=3 Rambah Samo Semenisasi jalan lingkungan Dusun Sido Rejo Rambah Hilir Peningkatan jalan lingkungan Dusun Suka Makmur Peningkatan jalan PPK Desa Koto Tinggi Desa Pematang Berangan Kelurahan Pasir Pengaraian Desa Marga Mulya 150 meter meter meter meter meter Desa Sejati 200 meter Desa Rambah Hilir 200 meter Bangun Purba Semenisasi jalan setapak menuju puskesmas Semenisasi jalan lingkungan menuju pemakaman Tandun Desa Bangun Purba Desa Bangun Purba Timur Jaya 150 meter meter Semenisasi/rabat Desa Tandun 160 meter beton Barat Tambusai Semenisasi jalan Desa Batas 200 meter lingkar pasar Batas Rokan IV Koto Semenisasi jalan Desa Lubuk 200 meter Bendahara Semenisasi jalan Desa Alahan 200 meter Page 22 of 106

178 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Kunto Darussalam Semenisasi L3 ke pemakaman desa Kepenuhan Semenisasi jalan setapak PembangunansSeme nisasi jalan lingkungan L= 3 Desa Kepenuhan Barat Desa Bagan Tujuh Desa Kepenuhan Sei Mandian Desa kepenuhan Barat 200 meter meter meter Jenis SKPD Kabun Semenisasi jalan lingkungan Dusun II Pendalian IV Koto Semenisasi jalan lingkungan desa (Dusun I, II dan III) Kepenuhan Hulu Semenisasi jalan lingkungan Semenisasi jalan lingkungan Bonai Darussalam Semenisasi jalan lingkungan Dusun I Sei Sagang Tambusai Utara Semenisasi jalan lingkungan Semenisasi jalan lingkungan desa Semenisasi jalan ke pemakaman umum desa Desa Batu Langkah Besar Desa Pendalian Desa Kepayang Desa Kepenuhan Jaya Desa Kasang Mungkal Desa Pagar Mayang Desa Mekar Jaya Desa Tanjung Medan 200 meter meter meter meter meter meter meter meter Program Prioritas 1 Pembangunan dan Persentase pembangunan perbaikan jalan dan peningkatan saluran drainase/ jembatan jembatan gorong-gorong Jumlah panjang drainase dalam kondisi yang baik Monitoring, evaluasi dan pelaporan Terwujudnya pembangunan saluran drainase/ gorong-gorong 16 kecamatan Tersedianya laporan monitoring dan monitoring dan evaluasi evaluasi dokumen A Dinas BMP Pembangunan box culvert Pengadaan aramco diameter 3 M,T + 5 MM pembangunan box culvert 16 kecamatan Tersedianya saluran air yang lebih baik 150 m' A Dinas BMP 80 m' Page 23 of 106

179 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pengadaan aramco diameter 2.4 M, T = 3 MM Pembangunan saluran drainase Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Rambah pembangunan saluran drainase 16 kecamatan Tersedianya sanitasi semakin baik 70 m' Jenis SKPD 4900 meter A Dinas TRCK Drainase jalan Boncah Poran Drainase Kantor Camat Rambah Pembuatan drainase Batang Samo Hilir Pembangunan drainase Sei Babi Dusun Luba Hulu Pembangunan drainase Sei Cupak Dusun Wonosri Barat Rambah Samo Lanjutan pembangunan drainase dilingkungan Pasar Agropolitan Desa Babussalam Kelurahan Pasir Pengaraian Desa Suka Maju Desa Koto Tinggi Desa Koto Tinggi Desa Rambah Samo barat 200 meter meter meter meter meter Ls Parit jalan menuju kantor desa Rambah Hilir Pembangunan drainase jalan lingkungan Pembangunan drainace jalan lingkungan Dusun Sempurna Alam Pembuatan drainase Dusun Suka Makmur Desa Sei Kuning Desa Pasir Jaya Desa Serombou Indah 300 meter meter meter Desa Sejati 200 meter Pembangunan drainase di Dusun Muara Nikum Bangun Purba Pembangunan drainase Desa Rambah Hilir Desa Bangun Purba Timur Jaya 200 meter meter Ujungbatu Drainase jalan desa Desa Ngaso 200 meter Tandun Drainase Tambusai Pembangunan drainase Dusun II Desa Puo Raya Desa Rantau Panjang 200 meter meter Page 24 of 106

180 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Rokan IV Koto Pembangunan drainase Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan drainase Pembangunan drainase Kepenuhan Pembangunan drainase Dusun Suka Maju Kabun Desa Lubuk Bendahara Timur Desa Rokan Koto Ruang Kelurahan Rokan Desa Kepenuhan Barat 200 meter meter meter meter Jenis SKPD Drainase jalan lingkungan Dusun Sei Cawan Pendalian IV Koto Desa Kabun 200 meter Pembangunan drainase jalan poros dan lingkungan Kepenuhan Hulu Drainase jalan lingkungan Pembangunan drainase Pembangunan drainase Tambusai Utara Drainase Dusun Rawa Sari dan Bukit Sari Pagaran Tapah Darussalam Drainase jalan lingkungan pasar Desa Air Panas Desa Muara Jaya Desa Kepenuhan Hulu Desa Pekan Tebih Desa Suka Damai Desa Rimbo Makmur 200 meter meter meter meter meter meter Program pembangunan turap/talud/ bronjong Prioritas 1 Meningkatnya kinerja Persentase dan pembangunan berkurangnya turap/ talud/ tingkat kerusakan bronjong jaringan irigasi sehingga dapar meningkatkan efesiensi dan efektivitas pengelolaan banjir Terwujudnya pembangunan turap/talud/ bronjong Perencanaan turap/talud/ bronjong perencanaan pembangunan turap 5 kegiatan Tersedian dokumen perencanaan pembangunan turap 5 dokumen A Dinas BMP Page 25 of 106

181 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Perencanaan pengaman tebing Sei Batang Sosah di Desa Tali Kumain Perencanaan pengaman tebing Sei Batang Sosah di Desa Pekan Tebih Perencanaan pengaman tebing Sei Rokan di Desa Rantau Binuang Sakti Tambusai Kepenuhan Hulu Kepenuhan Jenis SKPD Perencanaan pengaman tebing Sei Rokan di Desa Kepenuhan Timur Perencanaan pengaman tebing Sei Rokan di Desa Rokan Koto Ruang Perencanaan pengaman tebing Sei Rokan di Cipang Kiri Hilir Pembangunan turap/ talud/ bronjong Rambah Kepenuhan Rokan IV Koto Rokan IV Koto pembangunan turap 11 kegiatan Menurunnya pengikisan longsor terhadap tebing sungai serta mencegah terjadinya banjir m' A Dinas BMP Pembangunan tembok penahan tebing Sei Kaiti di hilir dan di hulu jembatan Desa Koto Tinggi Pembangunan tembok penahan tebing Sei Batang Lubuh di Lingkungan Tanjung Harapan Pembangunan saluran pembuang beton bertulang Sei Babi di Desa Koto Tinggi Pembangunan saluran pembuang beton bertulang Sei Cupak di Desa Koto Tinggi Tambusai Utara Pembangunan saluran pembuang beton bertulang Sei Gondok dekat SMP di Desa Payung Sekaki Desa Koto Tinggi Kelurahan Pasir Pengaraian Desa Koto Tinggi Desa Koto Tinggi Desa Payung Sekaki 1 kegiatan 100 m' kegiatan 200 m' kegiatan 100 m' kegiatan 130 m' kegiatan 150 m' Page 26 of 106

182 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Kepenuhan Hulu Pembangunan Desa Pekan 1 kegiatan 100 m' tembok penahan Tebih tebing Sei Batang Sosah di Pasar Pekan Tebih Desa Pekan Tebih Rokan IV Koto Pembangunan Desa Cipang 1 kegiatan 100 m' tembok penahan Kiri Hulu tebing Sei Telaok di Lubuk Ulat Desa Cipang Kiri Hulu Pembangunan Desa Tanjung 1 kegiatan 50 m' tembok penahan Medan tebing Sei Pondom di Desa Tanjung Medan Jenis SKPD Rambah Hilir Pembangunan tembok penahan tebing Sei Rokan di Dusun Mura Nikum (Surau Suluk) Desa Rambah Hilir Tengah Desa Rambah Hilir Tengah 1 kegiatan 50 m' Pembangunan tembok penahan tebing Sei Dua dekat Surau Suluk di Desa Sei Dua Indah Desa Sei Dua Indah 1 kegiatan 50 m' Rambah Samo Pembangunan tembok penahan tebing Sei Duo dekat MDA di Desa Teluk Aur Rambah Samo Turap pasar Langkitin Ujungbatu Turap tebing Tambusai Pembangunan turap lapangan bola kaki Turap kantor desa Rokan IV Koto Desa Teluk Aur Desa Langkitin Desa Suka Damai Desa Tambusai Barat Desa Rantau Panjang pembangunan turap 1 kegiatan 100 m' kecamatan Menurunnya pengikisan longsor 100 meter meter meter meter A Dinas TRCK Page 27 of 106

183 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Turap kantor desa Pembangunan turap Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Kepenuhan Pembanguan turap Dusun 1 Pembangunan turap Dusun Seroja Kabun Desa Cipang Kanan Desa Lubuk Bendara Timur Desa Ulak Patian Desa Kepenuhan Barat Sei Rokan Jaya 40 meter meter meter meter Jenis SKPD Pembangunan turap Mesjid Nurul Iman Kepenuhan Hulu Tembok penahan tebing pasar pekan tebih Monitoring, evaluasi dan pelaporan Desa Giti 150 meter Desa Pekan Tebih 150 meter kecamatan Tersedianya laporan 1 dokumen A Dinas BMP monitoring dan monitoring dan evaluasi evaluasi Program Prioritas 1 Pembangunan dan Persentase rehabilitasi/ perbaikan jalan dan pemeliharaan jalan pemeliharaan jalan jembatan dan jembatan Persentase pemeliharaan jembatan Rehabilitasi/ pemeliharaan jalan Pemeliharaan jalan seluruh kecamatan di Rokan Hulu (swakelola) Pemeliharaan jalan aspal seluruh kecamatan di Rokan Hulu (swakelola) Rehabilitasi/ pemeliharaan jembatan Pemeliharaan jembatan Se- Rokan Hulu (awakelola) Terwujudnya pemeliharaan jalan dan jembatan Terpeliharanya jalan Terpeliharanya jembatan 16 kecamatan Meningkatnya kualitas jalan 16 kecamatan Meningkatnya kualitas jembatan km A Dinas BMP m' A Dinas BMP Page 28 of 106

184 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Program Prioritas 1 Meningkatnya Persentase pengembangan dan kinerja dan pengembangan dan pengelolaan jaringan berkurangnya pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan tingkat kerusakan irigasi, rawa dan jaringan pengairan jaringan irigasi jaringan pengairan lainnya sehingga dapar lainnya meningkatkan efesiensi dan efektivitas pengelolaan banjir Terwujudnya pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi Jenis SKPD Meningkatnya Jumlah retribusi air pembangunan dan bersih perkotaan dan pemeliharaan perdesaan sarana dan prasarana publik termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik Pembangunan jaringan air bersih/ air minum Terlengkapinya jaringan irigasi, rawa dan pengairan lainnya 26 kegiatan Terlengkapinya jaringan irigasi, rawa dan pengairan lainnya 1759 unit A Dinas TRCK Perencanaan turap intake PAB Rokan IV Koto Perencanaan turap intake PAB Pendalian IV Koto Perencanaan turap intake PAB Bonai Darussalam Perencanaan turap intake PAB Desa Bono Tapung Kecanatan Tandun Perencanaan bak reservoar, Dalu- Dalu dan Rambah Samo Perencanaan bak reservoar, Ujung Batu dan Bono Tapung Perencanaan bak reservoar, Kabun dan Tandun Perencanaan intake PAB Dalu-Dalu Perencanaan pagar IPA Pematang Berangan Pasir Pengaraian Rokan IV koto Pendalian IV Koto Bonai Darussalam 1 kegiatan kegiatan kegiatan Bono Tapung 1 kegiatan Dalu-dalu dan Rambah Samo Ujung Batu dan Bono Tapung Kabun dan Tandun 1 kegiatan kegiatan kegiatan Dalu-dalu 1 kegiatan Pematang Berangan 1 kegiatan Page 29 of 106

185 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pengawasan pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air bersih Pengawasan penambahan kapasitas IPA Tandun Kab. Rokan Hulu 1 kegiatan Tandun 1 kegiatan Jenis SKPD Pengawasan pembangunan intake Dalu-Dalu UNIT PASIR PENGARAIAN Pengadaan pompa centrifugal Kap. 20 liter/ detik H;70 m UNIT RAMBAH SAMO Pengadaan pompa centrifugal Kap. 20 liter/ detik H;70 m UNIT KUNTO DARUSSALAM Pengadaan pompa submersible Kap. 20 liter/ detik H;70 m Pengadaan pompa centrifugal Kap. 20 liter/detik H;70 m UNIT DALU- DALU Pengadaan pompa centrifugal Kap. 10 liter/detik H;70 UNIT BANGUN PURBA Pengadaan pompa centrifugal Kap. 10 liter/ detik H;30 m Pengadaan pompa centrifugal Kap. 10 liter/ detik H;100 m Pengadaan pompa submersible Kap. 20 liter/detik H;70 m Perkakas bengkel kerja dan lain-lain Pengadaan asesoris pemasangan pipa Pengadaan peralatan pemasangan pipa dan perbaikan kebocoran pipa Pembangunan pagar IPA Pematang Berangan Pasir Pengaraian Pembangunan jalan Masuk IPA Kunto Darussalam Dalu-dalu 1 kegiatan Pasir Pengaraian Rambah Samo Kunto Darussalam Kunto Darussalam 1 unit unit unit unit Dalu-dalu 1 unit Bangun Purba Bangun Purba Bangun Purba Rokan hulu Rokan hulu Rokan hulu Kunto Darussalam 2 unit unit unit kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan Page 30 of 106

186 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pengadaan dan pemasangan pipa distribusi Kota Pasir Pengaraian Pengadaan dan pemasangan pipa distribusi Pengadaan dan pemasangan pipa distribusi (DDUB) Pengadaan dan pemasangan pipa distribusi (DDUB) Desa Bono Tapung Penambahan kapasitas IPA Tandun Pembangunan intake Dalu-Dalu Tambusai Pasir Pengaraian 1 kegiatan Kepenuhan 1 kegiatan Bonai Darussalam 1 kegiatan Tandun 1 kegiatan Tandun 1 kegiatan Dalu-dalu 1 kegiatan Jenis SKPD Pengadaan SR PAB Bonai Darussalam Pengadaan SR PAB Tandun Pengadaan SR PAB Dalu-Dalu Pengadaan SR PAB Kabun Pengadaan SR PAB Pendalian IV Koto Pengadaan SR PAB Kabun Pengadaan SR PAB Ujungbatu Pengadaan pipa PVC Pasir Pengaraian Bonai 250 unit Darussalam Bono Tapung 250 unit Dalu-dalu 250 unit Kabun 250 unit Pendalian IV 250 unit Koto Kabun 250 unit Ujungbatu 250 unit Pasir Pengaraian 1 kegiatan Pengadaan pipa galvanis medium Pengadaan gate valve dan air valve Penimbunan tanah intake Pelaksanaan normalisasi saluran sungai Normalisasi sungai Se- Rokan Hulu Pengerukan embung/check dam/ bendung Se- Rokan Hulu Rehabilitasi/ pemeliharaan jaringan irigasi Rambah Pasir Pengaraian Rokan hulu Pematang Berangan normalisasi saluran sungai pemeliharaan jaringan irigasi 1 kegiatan kegiatan kegiatan kecamatan Lancarnya aliran air m' dan sungai m3 16 kecamatan Terpeliharanya jaringan irigasi A Dinas BMP m' m ha, m', 1 unit A Dinas BMP Rehabilitasi saluran irigasi Sei Menaming Sei Menaming 1500 m' Page 31 of 106

187 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Operasi dan Sei Menaming 400 ha pemeliharaan jaringan irigasi DI. Sei. Menaming (swakelola) Pemeliharaan Sei. Sei Pupat, Sei m' Pupat, Sei. Pogang Pogang, Sei dan Sei. Batang Batang Lubuh (4.000 m¹ x 4 Lubuh kali) (swakelola) Rambah Samo Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Sei. Kaiti Samo (swakelola) Sei Kaiti Samo 400 ha Jenis SKPD Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Karya Mulya (SKPB) (swakelola) Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Pasir Makmur (swakelola) Karya Mulya 40 ha Pasir Makmur 30 ha Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Masda Makmur (swakelola) Masda Makmur 10 ha Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Pasir Baru (swakelola) Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Pasir Maju (swakelola) Pasir Baru 10 ha Pasir Maju 10 ha Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Rambah Utama (swakelola) Rambah Utama 50 ha Rehabilitasi pintu air chek dam Desa Pasir Makmur (swakelola) (1 unit) Rambah Hilir Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Pasir Jaya (swakelola) Pasir Makmur 1 unit Pasir Jaya 50 ha Bangun Purba Page 32 of 106

188 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Operasi dan Sei Perak 60 ha pemeliharaan jaringan irigasi DI. Sei. Perak (swakelola) Jenis SKPD Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Gunung Intan (swakelola) Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Gunung Intan Mudik (swakelola) Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Gunung Intan Hilir (swakelola) Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Tangun (swakelola) Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Rambah Jaya (swakelola) Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Pasir Agung (swakelola) Gunung Intan 40 ha Gunung Intan Mudik Gunung Intan Hilir 54 ha ha Tangun 40 ha Rambah Jaya 40 ha Pasir Agung 20 ha Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Sungai Pinang (swakelola) Sungai Pinang 20 ha Rokan IV Koto Operasi dan rehabilitasi jaringan irigasi DI. Sei. Palis (swakelola) Operasi dan rehabilitasi jaringan irigasi DI. Sei. Kijang (swakelola) Operasi dan rehabilitasi jaringan irigasi DI. Pakis Uban (swakelola) Operasi dan rehabilitasi jaringan irigasi DI. Air Mancur (swakelola) Operasi dan rehabilitasi jaringan irigasi DI. Banjar Padang (swakelola) Sei Palis 180 ha Sei Kijang 110 ha Pakis Uban 27 ha Air Mancur 75 ha Banjar Padang 70 ha Page 33 of 106

189 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Operasi dan Rimbo Batu 30 ha rehabilitasi jaringan Kudo irigasi DI. Rimbo Batu Kudo (swakelola) Operasi dan Gantiang 25 ha rehabilitasi jaringan Batu irigasi DI. Gantiang Batu (swakelola) Operasi dan Sei Rumbia 50 ha rehabilitasi jaringan irigasi DI. Sei. Rumbia (swakelola) Operasi dan Tibawan 100 ha rehabilitasi jaringan irigasi DI. Tibawan (swakelola) Operasi dan Sei Duku 25 ha rehabilitasi jaringan irigasii DI. Sei. Duku (swakelola) Kepenuhan Operasi dan Boncah Kubu 21 ha pemeliharaan jaringan Padang irigasi DI. Boncah Kubu Padang (swakelola) Operasi dan Rawa Ombik 50 ha pemeliharaan jaringan irigasi DI. Rawa Ombik (swakelola) Jenis SKPD Kepenuhan Hulu Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi DI. Sei. Kepayang (swakelola) Sei Kepayang 30 ha Monitoring, evaluasi dan pelaporan 16 kecamatan Tersedianya laporan monitoring dan monitoring dan evaluasi evaluasi 1 dokumen A Dinas BMP Penyusunan dokumen perancanaan tata tanam tahunan yang mencakup Rencana Tata Tanam Global (RTTG) dan Rencana Tata Tanam Detail (RTTD) penyusunan dokumen Rencana Tata Tanam Global (RTTG) dan Rencana Tata Tanam Detail (RTTD) 1 kegiatan Tersedianya dokumen Rencana Tata Tanam Global (RTTG) dan Rencana Tata Tanam Detail (RTTD) 1 dokumen C2 Dinas BMP Penyusunan dokumen perencanaan kebutuhan air irigasi per musim tanam penyusunan dokumen perencanaan kebutuhan air irigasi per musim tanam 1 kegiatan Tersedianya dokumen perencanaan kebutuhan air irigasi per musim tanam 1 dokumen C2 Dinas BMP Page 34 of 106

190 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Program penyediaan dan pengelolaan air baku Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Prioritas 1 Penguatan infrastruktur pedesaan Jumlah desa yang mendapat kegiatan pembangunan pada Program RIS- PNPM / PPIP, PAMSIMAS dan Pembangunan Rumah Layak Huni serta jumlah pemukiman perumahan yang memiliki MCK yang layak Terwujudnya pengelolaan air baku 6 desa Jenis SKPD Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air Terlaksanannya pembangunan berpola pamsimas 6 desa Terlayaninya kebutuhan masyarakat dengan fasilitas umum yang disediakan oleh kegiatan pamsimas 6 desa A Dinas TRCK Honorarium panitia pelaksana kegiatan Honorarium pegawai honorer/tidak tetap Belanja alat tulis kantor Belanja bahan bakar minyak/gas Belanja cetak Belanja penggandaan Belanja sewa sarana mobilitas darat Belanja makanan dan minuman rapat Belanja perjalanan dinas dalam daerah Belanja perjalanan dinas luar daerah Pamsimas Pamsimas reword Pengadaan kamera foto Pengadaan pipa PVC untuk pamsimas Pengadaan SR untuk Desa Pamsimas APBN Pengadaan SR untuk Desa Pamsimas APBD Rambah Pemasangan jaringan air bersih Rambah Samo Desa Rambah Tengah Hilir km Page 35 of 106

191 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan bak penampung air bersih Desa Teluk Aur 48 meter Jenis SKPD Air bersih (pansimas) Rambah Hilir Pembangunan saluran air bersih (PDAM) Rokan IV Koto Pengadaan sumur bor Tambusai Utara Pamsimas (Dusun III dan IV) Desa Rambah Samo Desa Sungai Sitolang Desa Rokan Timur Desa Tambusai Utara 1 Ls KK kegiatan kegiatan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Prioritas 1 Meningkatnya Jumlah unit pembangunan dan pengolahan air bersih pemeliharaan pada setiap sarana dan kecamatan prasarana publik termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik Terwujudnya pengelolaan air minum dan air limbah Rehabilitasi/ pemeliharaan sarana dan prasarana air minum pemeliharaan sarana dan prasarana air minum 4 unit BPAB Terpeliharanya sarana prasarana minum dan air 12 bulan A Dinas TRCK Program pembangunan infrastruktur perdesaan Prioritas 1 Meningkatnya Jumlah los pasar pembangunan dan yang tersedia pemeliharaan sarana dan prasarana publik termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik Terwujudnya pembangunan infrastruktur perdesaan Page 36 of 106

192 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Penguatan infrastruktur pedesaan Jumlah desa yang mendapat kegiatan pembangunan pada Program RIS- PNPM / PPIP, PAMSIMAS dan Pembangunan Rumah Layak Huni serta jumlah pemukiman perumahan yang memiliki MCK yang layak Jenis SKPD Pembangunan pasar pedesaan pembangunan los pasar pedesaan 20 kegiatan Meningkatnya jumlah los pasar yang dibangun 16 unit A Dinas TRCK Rambah Samo Turap beton pasar Langkitin Rambah Hilir Pembangunan los pasar Penambahan los pasar Rokan IV Koto Rehabilitas los pasar Rokan Kunto Darussalam Pembangunan los pasar Pembangunan los pasar Renovasi los pasar Renovasi los pasar Pembangunan los pasar Pembangunan los pasar Kepenuhan Los pasar baru desa Kabun Desa Langkitin Desa Pasir Utama Desa Pasir Jaya Kelurahan Rokan Desa Intan Jaya Kelurahan Kota Lama Desa Muara Dilam Desa Bagan Tujuh Desa Sungai Kuti Desa Pasir Indah Desa Kepenuhan Hilir 1 kegiatan 100 meter kegiatan 2 unit kegiatan 2 unit kegiatan 1 Ls kegiatan 2 unit kegiatan 1 unit kegiatan 2 unit kegiatan 2 unit kegiatan 2 unit kegiatan 2 unit kegiatan 2 unit Pembangunan los pasar Kabun Pembangunan los pasar Dusun IV Pendalian IV Koto Desa Kabun 1 kegiatan 1 unit Desa Aliantan 1 kegiatan 2 unit Page 37 of 106

193 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan los pasar Dusun I Bonai Darussalam Penambahan los pasar desa Penambahan los pasar desa Tambusai Pembangunan los Pasar lama Semenisasi los Pasar Lama Tambusai Utara Pembangunan los pasar Penambahan los pasar Desa Sei Kandis 1 kegiatan 2 unit Desa Pauh 1 kegiatan 2 unit Desa Sontang 1 kegiatan 2 unit Tambusai 1 kegiatan 2 unit Tambusai 1 kegiatan 1 unit Desa Simpang Harapan Desa Suka Damai 1 kegiatan 2 unit kegiatan 2 unit Jenis SKPD 1 4 PERUMAHAN Program pengembangan perumahan Prioritas 3 Penguatan infrastruktur pedesaan Jumlah desa yang mendapat kegiatan pembangunan pada Program RIS- PNPM / PPIP, PAMSIMAS dan Pembangunan Rumah Layak Huni serta jumlah pemukiman perumahan yang memiliki MCK yang layak Terwujudnya pembangunan perumahan bagi masyarakat kurang mampu 50 unit Fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu Pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat Pembangunan rumah layak huni Pola OMS Terlaksanya pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu Terlaksanya pembangunan rumah sederhana sehat 16 kecamatan Terbangunnya perumahan masyarakat kurang mampu/ warga KAT 2 kegiatan Terbangunnya perumahan masyarakat kurang mampu 100 unit A Disosnaker trans 100 unit, 10 desa 100 unit A Dinas TRCK PPIP 10 desa Page 38 of 106

194 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Program peningkatan kesiagaan pencegahan kebakaran Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju dan bahaya Prioritas 3 Terwujudnya Jumlah personil dan kesadaran, kesiapan pencegahan bahaya dan kemampuan kebakaran pemerintah dan masyarakat serta dunia usaha dalam upaya penanggulangan bahaya kebakaran melalui peningkatan kapasitas aparatur Terwujudnya pemenuhan sarana dan prasarana pencegahan bahaya kebakaran Jenis SKPD Pengadaan sarana dan prasarana pencegahan bahaya kebakaran pengadaan sarana dan prasarana pencegahan bahaya kebakaran 1 kegiatan Tersedianya sarana dan prasarana pemadam kebakaran 68 unit A BPBD Pengadaan mobil pemadam kebakaran fire truck Pengadaan mobil pemadam kebakaran fire jeep/ komando Pengadaan floating pump/pompa apung Pengadaan pos pemadam kebakaran Radio rig untuk pos pemadam Radio HT Smoke ejektor Matras Pemeliharaan sarana dan prasarana pencegahan bahaya kebakaran pemeliharaan sarana dan prasarana pencegahan bahaya kebakaran 1 kegiatan Terpeliharanya kendaraan operasional pemadam kebakaran 4 unit damkar A BPBD Penyuluhan pencegahan kebakaran Penyuluhan pencegahan kebakaran masyarakat bahaya bahaya kepada penyuluhan pencegahan bahaya kebakaran 1 kegiatan Penyuluhan 1 kali A BPBD mengadakan bahaya kebakaran kepada masyarakat Program pengelolaan areal pemakaman Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah penataan pembangunan dan areal pemakaman pemeliharaan sarana dan prasarana publik termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik Terwujudnya penataan areal pemakaman Page 39 of 106

195 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan sarana 28 kegiatan Meningkatnya pagar TPU A Dinas TRCK dan prasarana pembangunan sarana dan meter, pemakaman sarana dan prasarana 18 unit prasarana pemakaman pemakaman Rambah Samo Gapura dan Desa Pasir 1 kegiatan 1 unit pemagaran TPU Makmur Rambah Hilir Pembangunan pagar Desa Rambah 1 kegiatan 1 unit kuburan Dusun Hilir Tengah Muara Nikum Liposos Tambusai Pagar pemakaman umum muslim Dusun Tandihat Kepenuhan Pagar TPU Pendalian IV Koto Desa Tambusai Barat Desa Kepenuhan Sei Mandian 1 kegiatan 175 meter kegiatan 1 unit Jenis SKPD Pembangunan gapura TPU Pembangunan gapura TPU Tambusai Utara Pembangunan rumah keranda TPU Perencanaan pembangunan sarana dan prasarana pemakaman Se Rokan Hulu Pengawasan pembangunan sarana dan prasarana pemakaman Se Rokan Hulu Pembangunan sarana dan prasarana TPU belakang pasar Rokan Desa Pendalian Desa Bengkolan Salak Desa Payung Sekaki Rokan IV Koto 1 kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit Pembangunan sarana dan prasarana TPU Desa Batas 1 kegiatan 1 unit Pembangunan sarana dan prasaranaa TPU Pasir Putih Desa Pematang Berangan 1 kegiatan 1 unit Page 40 of 106

196 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan sarana dan prasaranaa TPU Simpang Tiga Desa Rambah Tengah Hilir 1 kegiatan 1 unit Jenis SKPD Pembangunan sarana dan prasarana TPU Kaiti I Pembangunan sarana dan prasarana TPU Pembangunan semenisasi TPU Kali Tuo Dusun Tanjung Godang P=100 m L= 3 m Pembangunan semenisasi areal TPU Pasir Panjang P= 200 m L= 2 m Pembangunan sarana dan prasarana Desa Rambah Tengah Barat Desa Pasir Jaya Desa Menaming Desa Muara Musu Desa Tanjung Medan 1 kegiatan 1 unit kegiatan 1 unit kegiatan 100 meter kegiatan 200 meter kegiatan 1 unit Pembangunan semenisasi arah TPU Surau Munai P= 350 m L= 2 m Pembangunan semenisasi Arah TPU Dusun I P= 300 m L= 2 m Pembangunan sarana dan prasarana pemakaman umum Dusun Pasar Muara Rumbai Pembangunan semenisasi arah TPU Al Mukhlisin P= 200 m L= 2 m Pembangunan semenisasi arah TPU Al Falah P= 100 m L= 2 m Pembangunan semenisasi arah TPU P= 250 m L= 2 m Desa Rambah Hilir Timur 1 kegiatan 350 meter Desa Mahato 1 kegiatan 300 meter Dusun Pasar Muara Rumbai Desa Pagaran Tapah Desa Kembang Damai Desa Air Panas 1 kegiatan 1 unit kegiatan 200 meter kegiatan 100 meter kegiatan 250 meter Pembangunan semenisasi arah pemakaman Teluk Bintungan P= 440 m L= 2 m Pembangunan semenisasi TPU P = 150 m L = 2 m Pembangunan sarana dan prasarana pemakaman umum Dusun Muara Nikum Desa Rambah Tengah Hilir Desa Rokan Koto Ruang Desa Rambah Hilir Tengah 1 kegiatan 440 meter kegiatan 150 meter kegiatan 1 unit Page 41 of 106

197 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan sarana dan prasaranaa TPU Lenggopan Kelurahan Pasir Pengaraian 1 kegiatan 1 unit Jenis SKPD 1 05 PENATAAN RUANG Program perencanaan ruang tata Prioritas 4 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Jumlah dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disusun tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku Jumlah aparatur yang mengikuti diklat perencanaan Terarahnya perencanaan detail tata ruang kawasan Sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang rencana tata ruang sosialisasi perda RTRW 16 kecamatan Meningkatnya pemahaman tentang rencana tata ruang wilayah 16 kecamatan A Bappeda Penyusunan rencana teknis ruang kawasan Bappeda penyusunan rencana teknis ruang kawasan 1 dokumen Tersedianya acuan pengembangan pariwisata, data base peta resiko bencana dan peta jaringan irigasi 1 perda A Bappeda Pelatihan aparat dalam perencanaan tata ruang Penetapan revisi RTRW Koordinasi Penataan Ruang (BKPRD) Luar Bappeda Bappeda pelatihan aparat dalam perencanaan tata ruang revisi RTRW penataan ruang daerah 1 kali Meningkatnya pengetahuan 2 orang A Bappeda aparatur tentang perencanaan tata ruang 1 kali Tersedianya perda 1 perda A Bappeda RTRW 4 kali Terarahnya 1 dokumen A Bappeda perencanaan detail tata ruang kawasan Penetapan rencana tata ruang kawasan strategis Penyusunan rencana induk pengembangan pariwisata daerah Bappeda Bappeda penetapan rencana tata ruang kawasan strategis penyusunan rencana induk pengembangan pariwisata daerah 1 kali Tersedianya 1 perda A Bappeda peraturan daerah tentang rencana tata ruang kawasan strategis 1 kali Terarahnya 1 dokumen A Bappeda perencanaan detail tata ruang kawasan Page 42 of 106

198 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Penyusunan rencana Bappeda 1 kali Terarahnya 1 dokumen A Bappeda induk jaringan lalu penyusunan perencanaan detail lintas angkutan jalan rencana induk tata ruang kawasan jaringan lalu lintas angkutan jalan Jenis SKPD Program pemanfaatan ruang Prioritas 4 Meningkatnya Persentase kawasan kualitas lingkungan dan lingkungan yang perumahan dan tertata dengan baik pemukiman Terwujudnya pemanfaatan ruang yang baik Survey dan pemetaan Sosialisasi kebijakan norma, standar, dan manual pemanfaatan ruang penyediaan data citra satelit sosialisasi kebijakan norma, standar, dan manual pemanfaatan ruang 1 kali Tersedianya data pengguna lahan/land use di 5 kecamatan 4 kegiatan Tersedianya sarana informasi peraturan pemanfaatan ruang 6 kecamatan A Bappeda 5 buah baleho A Dinas TRCK 1 06 PERENCANAAN PEMBANGUNAN Program pengembangan data/informasi Prioritas 4 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Kualitas kelengkapan data dan informasi pendukung perencanaan pembangunan Terwujudnya penyediaan data dan informasi yang akurat Penyusunan dan pengumpulan data/ informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan Pengembangan sistem informasi profil daerah Penyempurnaan dan pengembangan data statistik Bappeda Tersusunnya data/ informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan Tersusunnya dokumen profil daerah Tersusunnya dokumen data statistik daerah 1 kali Tersedianya data/ informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan 1 dokumen Tersedianya buku profil daerah 4 dokumen Tersedianya dokumen data statistik daerah yang tepat dan akurat 1 dokumen, website A Bappeda 60 eksemplar A Bappeda 90 eksemplatr A Bappeda Program kerjasama pembangunan Prioritas 4 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Persentase program/ kegiatan fisik SKPD yang dievaluasi pertahun Terarahnya kerjasama pembangunan dibidang fisik Koordinasi perencanaan pembangunan prasarana koordinasi perencanaan pembangunan prasarana 46 kali Tersedianya laporan 1 dokumen A Bappeda koordinasi bidang sarana prasarana Page 43 of 106

199 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah Peningkatan kemampuan teknis aparat perencana Sosialisasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah Bimbingan teknis tentang perencanaan pembangunan daerah Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Prioritas 4 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Jumlah aparatur yang mengikuti diklat perencanaan Terwujudnya peningkatan kapasitas aparat perencanaan pembangunan daerah peningkatan kemampuan teknis aparat perencana sosialisasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah bimbingan teknis tentang perencanaan pembangunan daerah 1 kali Meningkatkan kualitas teknis aparat perencana 1 kali Mengikuti bimtek perencanaan pembangunan daerah 1 kali Mengikuti bimtek perencanaan pembangunan daerah Jenis SKPD 150 orang A Bappeda 150 orang A Bappeda 20 orang A Bappeda Program perencanaan pembangunan daerah Prioritas 4 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Jumlah dokumen perencanaan pembangunan daerah yang disusun tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku Tahapan dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah Jumlah dokumen hasil monitoring dan evaluasi sebagai pengendalian pelaksanaan pembangunan Penyusunan rancangan RPJMD Bappeda penyusunan rancangan RPJMD 1 kali Tersusunnya perencanaan 1 dokumen A Bappeda tahunan program dan kegiatan pembangunan daerah lima tahunan Penyelenggaraan musrenbang RPJMD Bappeda musrenbang RPJMD Penetapan RPJMD Bappeda penetapan RPJMD 1 kali Tersedianya usulan program dan kegiatan lima tahunan 1 kali Tersedianya perda RPJMD Tahun dokumen A Bappeda 1 perda A Bappeda Page 44 of 106

200 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Penyusunan Bappeda 1 kali Tersusunnya 1 dokumen A Bappeda rancangan RKPD penyusunan perencanaan dokumen RKPD tahunan program tahun 2017 dan kegiatan pembangunan daerah tahun Penyelenggaraan Bappeda 1 kali Tersedianya usulan 1 dokumen A Bappeda musrenbang RKPD Musrenbang musrenbang desa RKPD tahun dan kecamatan 2016 tahun Monitoring, evaluasi, pengendalian, dan pelaporan pelaksanaan rencana pembangunan daerah Forum Satuan Perangkat (SKPD) Penyusunan dokumen perencanaan daerah Bappeda monitoring, evaluasi, pengendalian, dan pelaporan pelaksanaan rencana pembangunan daerah wahana konsultasi publik antar pihak - pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan pembangunan penyusunan dokumen perencanaan daerah Evaluasi RPJMD Bappeda evaluasi RPJMD Penyusunan renstra SKPD Penyusunan sistem dan prosedur perencanaan pembangunan daerah Bappeda Bappeda penyusunan renstra SKPD penyusunan sistem dan prosedur perencanaan pembangunan daerah 16 kecamatan Tersedianya laporan monitoring, evaluasi, pelaksanaan pembangunan daerah tahun kali Tersedianya dokumen perencanaan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD Jenis SKPD 1 dokumen A Bappeda 1 dokumen A Bappeda 3 kali Tersedianya 3 dokumen A Bappeda Rencana Kinerja pemerintah Rokan Hulu Tahun 2017, Penetapan Kinerja Pemerintah Rokan Hulu Tahun 2016 dan Rencana Kerja Bappeda Tahun 1 kali 2017 Tersedianya 1 dokumen A Bappeda dokumen evaluasi RPJMD 1 kali Tersedianya 52 SKPD A Bappeda dokumen renstra SKPD tahun kali Tersedianya 1 dokumen A Bappeda dokumen sistem dan prosedur perencanaan pembangunan daerah Page 45 of 106

201 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Program perencanaan pembangunan ekonomi Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Prioritas 4 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Persentase program/ kegiatan fisik SKPD yang dievaluasi pertahun Terarahnya kerjasama pembangunan dibidang ekonomi Jenis SKPD Penyusunan indikator ekonomi daerah Koordinasi perencanaan pembangunan bidang ekonomi Koordinasi penangggulangan kemiskinan Koordinasi tanggung jawab sosial perusahaan Bappeda Bappeda Bappeda Bappeda penyusunan indikator ekonomi daerah koordinasi perencanaan bidang ekonomi koordinasi penanggulangan kemiskinan dan pendataan masyarakat miskin Rokan Hulu koordinasi tanggung jawab sosial perusahaan 1 kali Tersedianya dokumen indikator ekonomi daerah 36 kali Tersedianya laporan koordinasi bidang ekonomi 1 kali Tersedianya data angka kemiskinan di Rokan Hulu 1 kali Meningkatnya tanggung jawab sosial perusahaan di Rokan Hulu 1 dokumen A Bappeda 1 dokumen A Bappeda 2 dokumen C3 Bappeda 1 dokumen C3 Bappeda Program perencanaan dan budaya sosial Prioritas 4 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Persentase program/ kegiatan fisik SKPD yang dievaluasi pertahun Terarahnya kerjasama pembangunan dibidang sosial budaya Koordinasi perencanaan pembangunan bidang sosial dan budaya Penyusunan rencana aksi daerah pemberantasan korupsi Bappeda Bappeda koordinasi perencanaan bidang sosial budaya penyusunan aksi daerah pencegahan dan pemberantasan korupsi 27 kali Tersedianya laporan koordinasi bidang sosial budaya 1 kali Tersedianya dokumen rencana aksi daerah pemberantasan korupsi 1 dokumen A Bappeda 1 dokumen A Bappeda Program penelitian dan pengembangan Prioritas 4 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Kualitas kelengkapan data dan informasi pendukung perencanaan pembangunan Terarahnya kerjasama pembangunan dibidang penelitian pengembangan 3 dokumen Koordinasi bidang penelitian pengembangan Bappeda koordinasi perencanaan bidang penelitian pengembangan 27 kali Tersedianya laporan 1 dokumen A Bappeda koordinasi bidang penelitian pengembangan Page 46 of 106

202 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Kajian bidang sumber daya alam Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju pengkajian bidang sumber daya alam Jenis SKPD 1 kali Tersedianya 1 dokumen A Bappeda dokumen kajian pengembangan wilayah berbasis potensi sumber daya alam di Kajian bidang lembaga dan sumber daya manusia pengkajian bidang lembaga dan sumber daya manusia 1 kali Tersedianya dokumen sumber manusia kajian daya 1 dokumen A Bappeda 1 07 PERHUBUNGAN Program Prioritas 1 Tersedianya data, Persentase Terwujudnya pembangunan prasarana, fasilitas, penurunan pembangunan prasarana dan dan norma standar pelanggaran sarana dan fasilitas perhubungan dalam peningkatan angkutan barang dan fasilitas dan pengelolaan penumpang perhubungan pelayanan perhubungan sosialisasi kebijakan dibidang perhubungan Pengadaan papan iklan himbauan keselamatan lalulintas dan angkutan jalan keselamatan transportasi dan tertib lalu lintas 1 kegiatan Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tertib lalulintas dan keselamatan jalan 10 unit A Dishub Kominfo Program rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas LLAJ Prioritas 1 Meningkatnya Persentase pembangunan dan pengembangan dan pemeliharaan pemeliharaan sarana sarana dan dan prasarana prasarana publik lalulintas termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik Meningkatnya kualitas prasarana dan fasilitas LLAJ Tersedianya data, Persentase jumlah prasarana, fasilitas, kendaraan angkutan dan norma standar barang dan dalam peningkatan penumpang yang uji dan pengelolaan pelayanan perhubungan Persentase beroperasinya alat pengujian kendaraan secara layak Rehabilitasi/ pemeliharaan sarana alat pengujian kendaraan bermotor UPTD PKB pemeliharaan pelatan pengujian kendaraan bermotor 1 kali Terpeliharanya tera alat pengujian kendaraan bermotor 1 unit A Dishub Kominfo Page 47 of 106

203 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Tera rutin dan pemeliharaan alat uji kendaraan bermotor UPTD PKB Jenis SKPD Rehabilitasi/ pemeliharaan ramburambu lalu lintas Rehab berat traffic light Sp.3 Ngaso Terpeliharanya traffic light 1 kegiatan Meningkatnya pemanfaatan fasilitas rambu jalan A Dishub Kominfo 1 titik Pemeliharaan rutin rambu lalu lintas Terpeliharanya rambu-rambu lalulintas jalan 1 kegiatan Meningkatnya pemanfaatan fasilitas rambu jalan 1 paket Pemeliharaan light traffic Terpeliharanya traffic light 1 kegiatan Meningkatnya pemanfaatan fasilitas rambu jalan 10 titik Program peningkatan pelayanan angkutan Prioritas 1 Tersedianya data, Persentase pelayanan prasarana, fasilitas, jasa perijinan usaha dan norma standar angkutan dalam peningkatan dan pengelolaan pelayanan perhubungan Terwujudnya peningkatan pelayanan angkutan Penyediaan jasa angkutan Tersedianya operasional bus bantuan angkutan kota 1 kali Meningkatnya pelayanan angkutan kota perintis 1 unit A Dishub Kominfo Program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan Prioritas 1 Meningkatnya Jumlah fasilitas fisik pembangunan dan sisi darat dan sisi pemeliharaan sarana udara Bandara Pasir dan Pengaraian prasarana publik termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik Terwujudnya pembangunan sarana dan prasarana perhubungan Pembangunan jembatan penyeberangan/ gedung terminal Rehabilitasi/ pemeliharaan fasilitas bandar udara Honorarium teknisi dan operasional bandara Penebasan rumput, semak belukar dan penebangan pohon di kawasan Bandara Bandara Pasir Pengaraian Bandara Pasir Pengaraian Tersedianya jembatan penyeberangan pembersihan kawasan bandara dan perluasan lahan 1 kegiatan Meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan Meningkatnya fasilitas bandara yang memadai 1 unit A Dishub Kominfo 10 orang 12 bulan kegiatan 12 bulan A Dishub Kominfo Page 48 of 106

204 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pemeliharaan dan 1 kegiatan 12 bulan suku cadang peralatan, perlengkapan, dan utilitas prasarana Bandara Pembangunan sarana Tersedianya lahan C2 Dishub dan fasilitas bandara penimbunan parkir di bandara Kominfo lahan didepan terminal bandara Pembangunan Bandara Pasir 1 kegiatan 1 Ls hanggar Bandar Pengaraian Udara Pasir Pengaraian tahap I Pengawasan Bandara Pasir 1 kegiatan 1 Ls pembangunan Pengaraian hanggar Bandar Udara Pasir Pengaraian tahap I Jenis SKPD Program pengendalian pengamanan lintas dan lalu Prioritas 1 Meningkatnya Jumlah ramburambu pembangunan dan lalu lintas pemeliharaan yang terpasang sarana dan prasarana publik termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik Terwujudnya pengendalian dan pengamanan lalu lintas Pengadaan ramburambu lalu lintas pengadaan ramburambu lalu lintas, plang nama jalan dan RPPJ 9 kegiatan Tersedianya fasilitas keselamatan jalan 33 titik, 380 unit, 700 buah, 80 m' A Dishub Kominfo Pengadaan 1 kegiatan 2 titik pembangunan traffic light (Sp. 3 RSUD, Sp.3 Siabu) dan pengawasan Pengadaan rambu 1 kegiatan 200 unit lalulintas Pengadaan plang 1 kegiatan 180 unit nama jalan Pengadaan RPPJ 1 kegiatan 3 titik ortogonal dan pengawasan Pengadaan RPPJ F 1 kegiatan 18 titik Pengadaan cermin 1 kegiatan 10 titik tikungan Pengadaan paku 1 kegiatan 500 buah marka dan pengawasan Pagar pengaman 1 kegiatan 80 m' jalan/ quardrail dan pengawasan Pagar deliniator dan pengawasan 1 kegiatan 200 buah kegiatan Meningkatnya pengadaan marka keselamatan pada jalan lalu lintas jalan Pengadan marka jalan 750 m A Dishub Kominfo Page 49 of 106

205 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Jenis SKPD Program peningkatan kelayakan pengoperasian kendaraan bermotor Prioritas 1 Tersedianya data, Persentase jumlah prasarana, fasilitas, kendaraan angkutan dan norma standar barang dan dalam peningkatan penumpang yang uji dan pengelolaan pelayanan perhubungan Terwujudnya peningkatan kelayakan balai pengujian kendaraan bermotor Pembangunan balai pengujian kendaraan bermotor UPTD PKB pembangunan turap pada UPTD pengujian kendaraan bermotor 1 kegiatan Terbangunnya tembok penahan tebing dan mushalla pada UPTD pengujian kendaraan bermotor 1 unit A Dishub Kominfo Lanjutan pembangunan area parkir UPTD PKB Pengadaan alat pengujian kendaraan bermotor Pengadaan alat uji CO/HC UPTD PKB Tersedianya alat uji 1 kegiatan Terpenuhinya ketersediaan alat uji PKB 1 set A Dishub Kominfo 1 08 LINGKUNGAN HIDUP Program Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah tempat pengembangan kualitas lingkungan pembuangan sampah kinerja pengelolaan perumahan dan persampahan pemukiman Jumlah retribusi kebersihan dan persampahan Penyediaan prasarana dan sarana pengolahan persampahan Pagaran Tapah Darussalam Terwujudnya peningkatan kinerja pengelolaan persampahan kota kota penyediaan prasarana dan sarana persampahan 5 kegiatan Terpeliharanya kebersihan di Rokan Hulu 403 unit, 3 kota A Dinas TRCK Pembangunan bak penampungan sampah di pasar Pembangunan pagar TPA Tanjung Belit Pasir Pengaraian Pembangunan turap TPA Kota Ujungbatu Pengadaan tong sampah untuk Pasir Pengaraian dan Ujungbatu Pemeliharaan TPA Pasir Pengaraian dan Ujungbatu Desa Rimba Jaya 1 kegiatan 1 unit Tanjung Belit 1 kegiatan Ujungbatu 1 kegiatan Pasir Pengaraian dan Ujungbatu 1 kegiatan 400 unit Ujungbatu 1 kegiatan Page 50 of 106

206 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembangunan semenisasi jalan menuju TPA Tanjung Belit (wermes) Pembangunan pagar TPA Kota Ujungbatu Tanjung Belit 1 kegiatan Ujungbatu 1 kegiatan Jenis SKPD Pembangunan semenisasi jalan menuju TPA Kota Ujungbatu (wermes) Pengadaan mobil penumpang petugas kebersihan dan pertamanan Ujungbatu 1 kegiatan TRCK 1 kegiatan 2 unit Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup Prioritas 3 Meningkatkan Persentase peran serta dunia perusahaan yang usaha dan memiliki dokumen masyarakat dalam UKL-UPL dan upaya pencegahan perusahaan yang pencemaran serta menggunakan IPAL kerusakan lingkungan sumber daya alam Persentase perusahaan yang memiliki dokumen AMDAL dan cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL Terkendalinya pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup Pelestarian lingkungan hidup Penegakan lingkungan hukum Koordinasi penilaian kota sehat/adipura Peningkatan kapasitas laboratorium lingkungan hidup Pasir Pengaraian koordinasi penilaian kota sehat/ adipura pelayanan dan pengendalian pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup 1 kegiatan Tersedianya laporan penilaian kota sehat/ adipura 1 kali Tersedianya laporan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup 1 paket laporan evaluasi A BLH 1 laporan A BLH Penerapan standar pelayanan minimal lingkungan hidu penerapan standar pelayanan minimal lingkungan hidup 1 kegiatan Meningkatnya kinerja dibidang lingkungan hidup 4 pelayanan/ tahun A BLH Koordinasi penilaian sekolah (adiwiyata) penilaian sekolah (adiwiyata) 1 kali Meningkatnya jumlah sekolah berwawasan lingkungan/ adiwiyata 5 sekolah A BLH Page 51 of 106

207 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Prioritas 3 Pelestarian lingkungan hidup Penegakan lingkungan hukum Meningkatnya kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan Jenis SKPD Penyusunan status lingkungan hidup daerah BLH Tersusunnya laporan kualitas dan akses informasi SDA dan lingkungan hidup 3 laporan Tersedianya laporan SLHD, kualitas air dan laporan periodik volume sampah 100 eksemplar A BLH Program pengelolaan Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah ruang ruang terbuka hijau kualitas lingkungan terbuka hijau dan (RTH) perumahan dan ruang publik yang pemukiman tersedia Pelestarian lingkungan hidup Penataan RTH Penataan jalan Penataan jalan Penataan jalan median median median Kabun Tandun Rambah Hilir Terciptanya kawasan RTH 12 kota, 7,2 ha 2 kali penataan lingkungan median jalan kegiatan Meningkatnya penataan RTH dan lingkungan median jalan 5 kota A Dinas TRCK 1 kegiatan kegiatan kegiatan Penataan jalan Penataan jalan median median Pengawasan pembangunan median jalan kecamatan Penataan median jalan arah Universitas Pasir Pengaraian Pengawasan pembangunan median jalan arah Universitas Pasir Pengaraian Penataan median jalan Boter arah Simpang Kumu Pengawasan penataan median jalan Boter arah Simpang Kumu Penataan taman Istana Rokan Lanjutan penataan Taman Median Okak - Pasir Pengaraian Kepenuhan Bangun Purba 1 kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan Page 52 of 106

208 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pemeliharaan RTH Pasir 3 ha Terpeliharanya 2 lokasi A Dinas TRCK Pengaraian pemeliharaan RTH dan taman dan RTH hijau kota Pasir Ujungbatu Pengaraian dan pemeliharaan RTH Jenis Ujungbatu 1 kali Tersedianya pupuk 1 kegiatan C4 BLH tanaman pada RTH SKPD 1 09 PERTANAHAN Program penataan Prioritas 1 Meningkatkan Persentase realisasi Terwujudnya penguasaan, sistem pengawasan lahan untuk penataan pemilikan, dan pengendalian kepentingan umum penguasaan, penggunaan dan internal dan perkantoran pemilikan, pemanfaatan tanah penggunaan dan pemanfaatan tanah secara baik Penyuluhan hukum pertanahan Pembakuan dan penetapan nama rupa bumi Perencanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum Persiapan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum penyuluhan hukum pertanahan pembakuan dan penetapan nama rupa bumi perencanaan pengadaan tanah untuk sekunder daerah irigasi Okak Samo Kaiti (OSAKA) persiapan pengadaan tanah untuk sekunder daerah irigasi Okak Samo Kaiti (OSAKA) 1 kali Meningkatnya pengetahuan 16 kecamatan A Sekretariat tentang hukum pertanahan 1 kali Tersedianya data 2 dokumen A Sekretariat dan informasi terhadap nama rupa bumi 1 kegiatan Tersedianya 1 lokasi C3 Dinas BMP dokumen perencanaan pengadaan tanah untuk sekunder daerah irigasi Okak Samo Kaiti (OSAKA) 1 kegiatan Tersedianya 1 dokumen C3 Dinas BMP dokumen persiapan pengadaan tanah untuk sekunder daerah irigasi Okak Samo Kaiti (OSAKA) Pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum Penyerahan hasil kegiatan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum RSUD pembebasan lahan untuk sekunder daerah irigasi Okak Samo Kaiti (OSAKA) pembebasan lahan untuk pengembangan rumah sakit pengadaan tanah untuk sekunder daerah irigasi Okak Samo Kaiti (OSAKA) 1 kegiatan Tersedianya dokumen 1 dokumen C3 Dinas BMP pembebasan lahan untuk sekunder daerah irigasi Okak Samo Kaiti (OSAKA) 1 kegiatan Tersedianya 1 dokumen C3 RSUD dokumen pembebasan lahan untuk pengembangan rumah sakit 1 kegiatan Tersedianya lahan 1 dokumen C3 Dinas BMP pembangunan untuk sekunder daerah irigasi Okak Samo Kaiti (OSAKA) Page 53 of 106

209 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Penegasan tanah ulayat Penataan dan penetapan zona nilai tanah Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju penegasan tanah ulayat penataan dan penetapan zona nilai tanah 1 kali Tersedianya data luas tanah ulayat 1 kali Tersedianya perda penetapan zona nilai tanah Jenis SKPD 1 perda A Sekretariat 1 perbub A Sekretariat Program penyelesaian konflikkonflik pertanahan Prioritas 3 Meningkatkan Persentase sistem pengawasan penyelesaian bidang dan pengendalian tanah sengketa internal Terwujudnya penyelesaian konflik-konflik pertanahan 20 konflik Fasilitasi penyelesaian konflik-konflik pertanahan Sekretariat fasilitasi penyelesaian konflik pertanahan antar masyarakat dengan pemerintah, antar masyarakat dengan perusahaan 20 konflik Terfasilitasinya pengaduan penyelesaian konflik pertanahan di kabupaten Rokan Hulu 20 konflik A Sekretariat 1 10 KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL Program penataan administrasi kependudukan Prioritas 4 Meningkatnya kualitas pelayanan kependudukan dan catatan sipil Persentase penduduk yang memiliki KK dan e-ktp Jumlah akta capil yang diterbitkan per tahun Jumlah penduduk kabupaten Rokan Hulu berbasis IT Persentase penerapan e-ktp Jumlah peserta pelatihan administrasi kependudukan Persentase Kebijakan pelayanan yang disosialisasikan Terciptanya penataan administrasi kependudukan Pembangunan dan pengoperasian SIAK secara terpadu Penyimpanan dokumen administrasi kependudukan Dinas dan Tersedianya perangkat dan pemeliharaan perekaman KTPelektronik Tersedianya disign interior dan sarana penyimpanan dokumen administrasi kependudukan 53 unit Meningkatnya pelayanan administrasi kependudukan 16 kecamatan A Disdukcapil 1 kegiatan Untuk menjaga 1 dokumen A Disdukcapil kerahasiaan dan kelestarian arsip administrasi kependudukan Page 54 of 106

210 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pengolahan dalam 16 kecamatan Tersedianya laporan 1 dokumen A Disdukcapil penyusunan laporan pelatihan informasi informasi penyusunan kependudukan kependudukan laporan informasi dalam bentuk profil kependudukan perkembangan kependudukan Jenis SKPD Penyediaan informasi yang dapat diakses masyarakat Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan Pengembangan data base kependudukan Disdukcapil Disdukcapil Tersedianya 1 kegiatan Meningkatnya 16 kecamatan A Disdukcapil media informasi pengetahuan dalam pelayanan masyarakat dalam administrasi bidang informasi kependudukan pelayanan melalui media administrasi elektronik atau kependudukan media cetak Terwujudnya 1 kegiatan Meningkatnya 16 kecamatan A Disdukcapil desa lengkap pelayanan dalam administrasi bidang pendaftaran kependudukan penduduk up 16 kecamatan Meningkatnya KTP A Disdukcapil to date database kuantitas database kependudukan kependudukan melalui pelayanan untuk wajib KTPelektronik perekaman KTPelektronik dan usia reguler dibawah wajib KTPelektronik secara offline Penyusunan kebijakan kependudukan Sosialisasi kebijakan kependudukan Monitoring, evaluasi dan pelaporan Disdukcapil Tersedianya dokumen kebijakan kependudukan dalam bentuk kajian akademik, produk hukum daerah dan nota kesepahaman 16 kecamatan Tersosialisasikann ya kebijakan kependudukan kepada Camat, Lurah/Kepala Desa, RT/RW/, perusahaan, organisasi sosial keagamaan serta 1 kegiatan Meningkatnya keserasian kebijakan nasional dan daerah, keserasian antara kepentingan publik dan aparatur 16 kecamatan Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya administrasi kependudukan 3 dokumen A Disdukcapil 1000 orang A Disdukcapil bidan desa Tersedianya data 16 kecamatan Meningkatnya 5 dokumen A Disdukcapil kinerja pelayanan kualitas pelayanan administrasi aparat kependudukan kependudukan dan berupa data catatan sipil pelayanan, IKM dan data pencapaian SPM 1 11 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Page 55 of 106

211 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Program keserasian Prioritas 3 Meningkatnya Persentase Meningkatnya kebijakan pengerasutamaan peningkatan kualitas kualitas anak dan peningkatan kualitas gender dan hidup perempuan perempuan anak dan perempuan perlindungan anak baik dibidang dan remaja pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan sosial budaya Persentase peningkatan perlindungan perempuan dan anak Jenis SKPD Sosialisasi peraturan peningkatan kualitas anak dan perempuan 3 kecamatan sosialisasi UU No. 12 kecamatan Meningkatnya pengetahuan 35 Tahun 2014 masyarakat tentang tentang perlindungan anak perlindungan anak dan UU No. dan KDRT 23 Tahun 2004 tentang KDRT dan Gerakan Sayang Ibu 4 kecamatan/ 220 orang A BKBPP Fasilitasi pembentukan Kota Layak Anak (KLA) Provinsi dan Kaltim sosialisasi Kota Layak Anak 1 kegiatan Tersusunnya dokumen kebijakan pembentokan Kota Layak Anak (KLA) Kab. 1 dokumen A BKBPP Program penguatan kelembagaan pengarusutaman gender dan anak Advokasi dan fasilitasi PUG bagi perempuan Fasilitasi pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan (P2TP2) Peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak Prioritas 3 Meningkatnya Persentase pengerasutamaan peningkatan gender dan perlindungan perlindungan anak perempuan dan anak dan remaja Terwujudnya kualitas hidup dan perlindungan perempuan sosialisasi pengarusutamaan gender pendampingan kasus anak dan perempuan serta terkelolanya P2TP2A pelatihan perlindungan anak 1 kali Meningkatnya pengarusutamaan gender di Rokan Hulu 50 peserta Meningkatnya kualitas hidup perempuan dan perlindungan terhadap perempuan 75 peserta Meningkatnya perlindungan anak 3 kecamatan/ 104 orang A BKBPP 1 kegiatan C3 BKBPP 1 kegiatan C2 BKBPP Penyusunan data terpilah penyusunan data terpilah 1 kali Tersedianya data terpilah 1 dokumen A BKBPP Page 56 of 106

212 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Program peningkatan kualitas Prioritas 3 Meningkatnya pengerasutamaan Persentese peningkatan hidup dan gender dan pengarustamaan perlindungan perlindungan anak gender yang tertuang perempuan dan remaja dalam kebijakan pemerintah Terwujudnya peningkatan kualitas hidup dan perlindungan anak Jenis SKPD P2WKSS dan PHBS pelatihan P2WKSS dan PHBS Pelaksanaan kegiatan hari ibu peringatan hari ibu 1 12 KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA 4 desa/ 2 kecamatan Meningkatnya pengetahuan P2WKSS dan PHBS 1 kali Sukses penyelenggraan peringatan hari ibu 80 peserta A BKBPP 1 kegiatan A BKBPP Program keluarga berencana Prioritas 2 Meningkatnya Prevalensi KB aktif jumlah peserta KB pada pasangan usia aktif menurunnya subur angka keluarga prasejahtera Keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I Terwujudnya pelayanan keluarga berencana Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin Pelayanan KIE Pembinaan keluarga berencana Rakerda program keluarga berencana tingkat kabupaten Pendataan keluarga pelayanan keluarga berencana dan Harganas sosialisasi KIE lomba institusi keluarga berencana rakerda tingkat sosialisasi pendataan keluarga berencana 16 kecamatan Meningkatnya pelayanan IBI, KB KES, TNI KB KES, PKK KB KES 6635 PUS miskin A BKBPP 16 kali Meningkatnya pelayanan KIE 16 kecamatan A BKBPP 6 lomba Meningkatnya 168 PPKBD A BKBPP jumlah keluarga berencana yang sejahtera dan harmonis 1 kegiatan Meningkatnya 16 kecamatan A BKBPP pengelolaan KB yang lebih baik 462 kader Tersedianya data 154 desa/ A BKBPP keluarga yang kelurahan mengikuti program KB Program pelayanan kontrasepsi Prioritas 2 Meningkatnya Prevalensi KB aktif jumlah peserta KB pada pasangan usia aktif menurunnya subur angka keluarga prasejahtera Terwujudnya pelayanan KB medis operasi Pelayanan KB medis operasi pelayanan KB medis operasi 1 kegiatan Terlayaninya pelayanan medis operasi KB 20 MOP/ 30 MOW A BKBPP Page 57 of 106

213 Urusan/Bidang KODE Urusan Prioritas Jenis Pemerintahan Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Pagu Indikatif Prakiraan Maju dan SKPD Program/ Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Program Prioritas 2 Meningkatnya Perlindungan hak Meningkatnya peningkatan jumlah peserta KB reproduksi Individu pengetahuan penanggulangan aktif menurunnya remaja dalam narkoba, PMS angka keluarga penanggulangan termasuk HIV/ prasejahtera narkoba dan AIDS PMS Penyuluhan penanggulangan penyuluhan 1 kegiatan Meningkatnya pengetahuan remaja 16 sekolah/ 300 orang A BKBPP narkoba dan PMS di bahaya narkoba tentang narkoba dan sekolah dan PMS di HIV AIDS sekolah Pelaksanaan ajang Terselenggaranya 1 kegiatan, 128 Sukses pelaksanaan 2 kegiatan A BKBPP prestasi remaja tingkat ajang prestasi siswa ajang prestasi kabupaten dan remaja tingkat remaja tingkat propinsi kabupaten dan kabupaten dan mengikuti ajang mengikuti ajang prestasi remaja prestasi remaja tingkat provinsi tingkat provinsi Program penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga Prioritas 2 Meningkatnya Keluarga pra jumlah peserta KB sejahtera dan aktif menurunnya keluarga sejahtera I angka keluarga prasejahtera Terwujudnya penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga remaja Pelatihan tenaga pendamping kelompok bina keluarga di kecamatan pelatihan tenaga pendamping kelompok bina keluarga di kecamatan 153 peserta Tersedianya pendamping kelompok bina keluarga remaja 153 kader, 16 kecamatan A BKBPP 1 13 SOSIAL Program Prioritas 3 Meningkatnya Persentase KAT Meningkatnya pemberdayaan fakir kualitas hidup serta yang diberdayakan pemberdayaan miskin, komunitas kesejahteraan keluarga fakir adat terpencil (KAT) penyandang miskin, KAT dan dan penyandang masalah PMKS lainnya masalah kesejahteraan sosial kesejahteraan sosial Persentase (PMKS) lainnya pemberdayaan fakir miskin dan PMKS lainnya Pengadaan sarana dan prasarana pendukung usaha bagi keluarga miskin bantuan paket usaha bagi keluarga fakir miskin, KAT dan PMKS lainnya melalui usaha KUBE 1 kegiatan Meningkat pendapatan ekonomi keluarga fakir miskin 5 kube A Disosnaker trans Program pelayanan Prioritas 3 Meningkatnya Persentase dan rehabilitasi kualitas hidup serta pemberdayaan fakir kesejahteraan sosial kesejahteraan miskin dan PMKS penyandang lainnya masalah Persentase pelayanan kesejahteraan sosial terhadap korban bencana Terwujudnya pelayanan kesejahteraan sosial Page 58 of 106

214 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pelaksanaan KIE 1 kali Meningkatnya 3764 KK A Disosnaker konseling dan sosialisasi pemahaman tentang trans kampanye sosial bagi program keluarga program keluarga Penyandang Masalah harapan harapan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Jenis SKPD Pendataan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) Penanganan masalahmasalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa 1 kali Tersedianya data pendataan penyandang masalah penyandang masalah kesejahteraan sosial kesejahteraan (PMKS) dan sosial (PMKS) potensi sumber dan potensi kesejahteraan sosial sumber (PSKS) kesejahteraan sosial (PSKS) Terbantunya 16 kecamatan Meningkatnya masyarakat pelayanan terhadap korban bencana masyarakat korban bencana 16 kecamatan A Disosnaker trans 7017 KK A Disosnaker trans Program pembinaan anak terlantar Prioritas 3 Meningkatnya Persentase pelayanan kualitas hidup serta terhadap anak kesejahteraan terlantar dan lanjut penyandang usia dari keluarga masalah rentan dan tidak kesejahteraan sosial mampu melalui panti dan luar panti Terwujudnya pembinaan anak terlantar Pelatihan keterampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar PSBR dan PSKW Pekanbaru pelatihan anak terlantar/ remaja putus sekolah 1 kali Meningkatnya keterampilan anak terlantar/ remaja putus sekolah 30 orang A Disosnaker trans Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma Prioritas 3 Meningkatnya Persentase pelayanan kualitas hidup serta bagi penyandang kesejahteraan cacat dan mental penyandang masalah kesejahteraan sosial Terwujudnya pembinaan para penyandang cacat dan trauma 30 orang Pendataan penyandang cacat dan penyakit kejiwaan Trauma center Pekanbaru dan Bengkulu pelayanan bagi penyandang cacat dan penyakit kejiwaan 1 kegiatan Tersedianya pelayanan penyandang dan kejiwaan bagi cacat 25 orang A Disosnaker trans Program pembinaan panti asuhan/panti jompo Prioritas 3 Meningkatnya Persentase pelayanan kualitas hidup serta terhadap anak kesejahteraan terlantar dan lanjut penyandang usia dari keluarga masalah rentan dan tidak kesejahteraan sosial mampu melalui panti dan luar panti Terwujudnya pembinaan panti asuhan/ panti jompo 1 panti asuhan Page 59 of 106

215 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Rehabilitasi sedang/ Panti Asuhan 1 panti asuhan Terpeliharanya 1 unit A Disosnaker berat bangunan panti Al Khoiriyah rehabilitasi bangunan panti trans asuhan/jompo bangunan panti asuhan asuhan Operasi dan Panti Asuhan Tersedianya 1 kegiatan Meningkatnya 40 orang A Disosnaker pemeliharaan sarana Al Khoiriyah sarana dan kesejahteraan anak trans dan prasarana panti prasarana panti panti asuhan asuhan/jompo asuhan Jenis SKPD Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah Kelompok perlindungan dan ORSOS, PSM dan kesejahteraan sosial lembaga sosial bagi masyarakat lainnya yang telah diberdayakan Terwujudnya pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial 405 orang Pengembangan modal kelembagaan perlindungan sosial Peningkatan penyadaran pemahaman pelayanan dan penyantunan veteran, janda perintis kemerdekaan, kepahlawanan, keperintisan serta peningkatan kesetiakawanan sosial Pasir Pengaraian operasional LK3 pelayanan dan penyantunan veteran/janda perintis kemerdekaan dalam rangka peningkatan kesetiakawanan sosial 1 kali Meningkatnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat 1 kali Meningkatnya pelayanan dan penyantunan veteran/janda perintis kemerdekaan dalam rangka peningkatan kesetiakawanan sosial 125 orang A Disosnaker trans 86 orang C2 Disosnaker trans KETENAGAKER JAAN Program peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja Pendidikan dan keterampilan bagi pencari kerja Prioritas 3 Peningkatan kualitas produktivitas tenaga kerja Tingkat partisipasi dan angkatan kerja Terwujudnya peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja pelatihan dibidang outomotif dan permesinan 1 kali Tersedianya tenaga kerja siap pakai di bidang otomotif dan permesinan kelompok A Disosnaker trans Program Prioritas 3 Peningkatan perlindungan dan kualitas pengembangan produktivitas lembaga tenaga kerja ketenagakerjaan Fasilitasi penyelesaian prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial Persentase dan perusahaan/ pengusaha yang metaati peraturan Persentase penyelesaian dan perselisihan perburuhan /industrial Terwujudnya perlindungan terhadap tenaga kerja penyelesaian kasus perselisihan hubungan industrial 1 kegiatan Terselesainya kasus perselisihan hubungan industrial kasus A Disosnaker trans Page 60 of 106

216 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Fasilitasi penyelesaian 19 kasus Tersedianya 1 dokumen A Disosnaker prosedur pemberian prosedur peraturan tentang trans perlindungan hukum pemberian standar pengupahan dan jaminan sesuai perlindungan tahun ketenagakerjaan hukum dan 2015 jaminan tenaga kerja Sosialisasi berbagai Pasir Terlakasananya 1 kali Meningkatnya 100 orang A Disosnaker peraturan pelaksanaan Pengaraian sosialisasi pengetahuan tenaga trans tentang peraturan kerja tentang aturan ketenagakerjaan pelaksanaan yang berlaku tentang tenaga Peningkatan pengawasan, perlindungan dan penegakan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja kerja pengawasan dan penegakan hukum terhadap norma K3 12 perusahaan Terciptanya Rokan Hulu berbudaya K3 Jenis SKPD 1 dokumen A Disosnaker trans 1 15 KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah Prioritas 3 Meningkatnya kinerja perkoperasian Persentase yang terlatih koperasi SDMnya Terciptanya wirausaha baru yang mampu melihat dan menagkap potensi dan peluang yang ada Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan Peningkatan keterampilan teknis UKM unggulan Pasir Pengaraian Pasir Pengaraian pelatihan kewirausahaan dalam upaya peningkatan SDM UKM keterampilan teknis UKM unggulan 1 kegiatan Meningkatnya jumlah UKM yang mempunyai jiwa kewirausahaan 1 kegiatan Meningkatnya jumlah UKM yang berkualitas 50 UKM A Dinas Koperindag 10 UKM A Dinas Koperindag Program Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah volume pengembangan kinerja usaha UKM sistem pendukung perkoperasian Persentase UMK usaha bagi usaha dibanding UMKM mikro kecil menengah Persentase UKM yang bermitra dengan BUMN/S Penyelenggaraan promosi produk UMKM Mewujudkan wirausaha baru yang kompetitif pameran produk UKM 2 kali Meningkatnya jumlah produk UMKM dan IKM yang dipromosikan produk A Dinas Koperindag Temu konsultasi dalam rangka pengembangan jaringan usaha kecil menengah pelatihan dalam upaya peningkatan SDM UKM 1 kegiatan Meningkatnya pengembangan jaringan usaha kecil menengah 50 UKM A Dinas Koperindag Page 61 of 106

217 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Penyusunan profil UKM Bantuan permodalan usaha kecil menengah produk unggulan Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju penyusunan profil UKM Tersedianya bantuan permodalan usaha kecil menengah produk unggulan 1 kali Tersedianya profil KUMKM 10 UKM Meningkatnya modah usaha kecil menengah Jenis SKPD 1 dokumen A Dinas Koperindag 10 UKM Dinas Koperindag Pembinaan dan pengembangan permodalan pedagang kaki lima pembinaan dan pengembangan permodalan pedagang kaki lima 30 PKL Berkembanganya permodalan pedagang kaki lima 30 PKL Dinas Koperindag Program peningkatan kualitas kelembagaan Prioritas 3 Meningkatnya kinerja perkoperasian koperasi Persentase koperasi aktif dan koperasi yang berbadan hukum Terwujudnya koperasi yang tangguh dan mandiri Persentase koperasi berkualifikasi "berkualitas" Koordinasi pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan koperasi Persentase yang terlatih koperasi SDMnya rapat koordinasi koperasi Se- Rokan Hulu 1 kali Tersosialisasinya program dan kegiatan pengembangan koperasi 216 koperasi/ tahun A Dinas Koperindag Sosialisasi prinsipprinsip pemahaman perkoperasian Pembinaan pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi Monitoring, evaluasi dan pelaporan sosialisasi prinsipprinsip pemahaman perkoperasian pembinaan, pemberdayaan dan pengembangan koperasi penertiban rentenir yang berkedok koperasi 1 kali Meningkatnya pengetahuan pengurus tentang prinsip-prinsip perkoperasian 1 kali Mewujudkan koperasi berpretasi 16 kecamatan Tercapainya penertiban rentenir yang berkedok koperasi 50 koperasi A Dinas Koperindag 100 koperasi A Dinas Koperindag 1 dokumen A Dinas Koperindag Pelatihan peningkatan kualitas kelembagaan koperasi A Dinas Koperindag Pelatihan koperasi pengurus, dan koperasi akuntansi bagi pengelola pengawas pelatihan akuntansi koperasi bagi pengurus, pengelola dan pengawas koperasi 1 kali Meningkatnya kemampuan pengurus, pengelola dan pengawas dibidang akuntansi koperasi 50 orang Page 62 of 106

218 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pelatihan manajemen koperasi Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju kali Meningkatnya 50 orang pelatihan kemampuan manajemen pengurus koperasi koperasi dibidang manajemen koperasi Jenis SKPD 1 16 PENANAMAN MODAL Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah investor yang jumlah dan nilai masuk melalui investasi promosi investasi didalam dan luar negeri, nilai investasi PMA dan PMDN Jumlah koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan instansi pemerintahan dan dunia usaha Meningkatnya koordinasi dan kerjasama dibidang penanaman modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha Peningkatan koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha Peningkatan kegiatan pemantauan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal sosialisasi di bidang penanaman modal kepada pelaku usaha di Rokan Hulu pemantauan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal 1 kali Tersedianya data investasi 1 kegiatan Tersedianya laporan pemantauan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal 1 dokumen, 15 pelaku usaha A BPTPPM 2 kali A BPTPPM Penyelenggaraan pameran investasi Dalam dan luar daerah Provinsi Riau pameran promosi investasi daerah 5 kegiatan Meningkatnya promosi investasi daerah 5 kegiatan A BPTPPM 1 17 KEBUDAYAAN Program pengelolaan kekayaan budaya Prioritas 3 Peningkatan pelestarian adat dan budaya daerah Jumlah pengelolaan dan data peninggalan sejarah purbakala, museum dan peninggalan bawah air Terwujudnya pengelolaan kekayaan budaya Page 63 of 106

219 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pengelolaan dan 1 kali Tersedianya data 1 dokumen A Disbudpar pengembangan pengelolaan dan BCB pelestarian pengembangan peninggalan sejarah pelestarian purbakala, museum peninggalan dan peninggalan sejarah purbakala, bawah air museum dan peninggalan bawah air yang sifatnya bergerak Jenis SKPD Program pengelolaan keragaman budaya Prioritas 3 Mengembangan Jumlah ajang bagi dan pembinaan masyarakat seni objek dan daya tarik untuk budaya dan wisata mengekspresikan diri religi Peningkatan Jumlah pelestarian adat dan perkembangan alat budaya daerah musik tradisional di Terwujudnya pengelolaan keragaman budaya Penampilan kesenian dalam daerah penampilan kesenian dalam daerah 2 kegiatan Meningkatnya penampilan budaya dalam rangka pelestarian budaya 94 penampilan A Disbudpar Pawai budaya Luar pawai budaya dalam rangka MTQ Tingkat Provinsi Riau 1 kali Meningkatnya peran serta dalam rangka pelestarian budaya 1 kegiatan A Disbudpar 1 18 KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA Program peningkatan peran serta kepemudaan Pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan Prioritas 2 Peningkatan prestasi pembinaan olahraga, kepemudaan kepramukaan Jumlah kegiatan dan pembinaan paskibraka, kepemudaan dan dan kepramukaan yang dilakukan Terwujudnya peningkatan peran serta kepemudaan 5 kegiatan diklat dasar kepemimpinan bagi siswa sekolah 9 kegiatan Meningkatnya jumlah siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan 20 persen A Disdikpora Program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga Penyelenggaraan kompetensi olahraga Prioritas 2 Peningkatan prestasi pembinaan olahraga, kepemudaan kepramukaan dan dan Jumlah cabang olah raga yang dibina Terwujudnya pembinaan dan pemasyarakatan olahraga pembinaan prestasi olahraga 3 cabang Meningkatnya prestasi olahraga persen C3 Disdikpora Page 64 of 106

220 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ 1 19 KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Jenis SKPD Program peningkatan keamanan kenyamanan lingkungan Pelatihan pengendalian keamanan kenyamanan lingkungan dan dan Pengendalian keamanan lingkungan Prioritas 3 Meningkatanya ketentraman, ketertiban, keamanan dalam penegakan peraturan daerah Rasio aparat tramtib terhadap jumlah penduduk 30 orang pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan rapat KOMINDA dan tim terpadu penanganan gangguan keamanan dalam negeri 1 kali Tersedianya tenaga pengendali keamanan dan kenyamanan lingkungan 12 bulan Terciptanya koordinasi yang baik dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan 62 orang A Satpol PP 6 kali A Badan Kesbangpol koordinasi pengendalian keamanan lingkungan 434 orang Terciptanya pengendalian keamanan lingkungan 1 kegiatan C Satpol PP Program Prioritas 3 Meningkatanya Rasio jumlah Polisi pemeliharaan ketentraman, Pamong Praja per kantrantibmas dan ketertiban, penduduk pencegahan tindak keamanan dalam kriminal penegakan Angka kriminalitas peraturan daerah Jumlah unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Terwujudnya pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal 40 orang bulan 8 kali/ lokasi Pengawasan pengendalian dan evaluasi kegiatan Polisi Pamong Praja Pasir Pengaraian pengawasan, pengendalian dan evaluasi kegiatan Satpol PP 1 dokumen Meningkatnya kinerja Satpol PP 40 orang A Satpol PP Peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan 12 kali Terciptanya kerjasama yang baik dalam pencegahan kejahatan 12 bulan A Satpol PP Peningkatan pengembangan kemampuan aparat polisi pamong praja dengan TNI/Polri dan Kejaksaan pengembangan kemampuan aparat polisi pamong praja dengan TNI/ Polri dan Kejaksaan 12 kali Terciptanya kerjasama aparat polisi pamong praja dengan TNI/Polri dan Kejaksaan 12 bulan A Satpol PP Page 65 of 106

221 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Peningkatan kapasitas 7 kali/ lokasi Terciptanya 28 orang A Satpol PP aparat dalam rangka siskamswakarsa pelaksanaan pelaksanaan siskamswakarsa di siskamswakarsa di daerah daerah Jenis SKPD Monitoring, evaluasi dan pelaporan Pelatihan Satpol PP monitoring dan evaluasi pelatihan Satpol PP 90 orang Tersedianya laoran monitoring dan evaluasi Satpol PP 1 kegiatan Meningkatnya kemampuan aparat Satpol PP 1 laporan A Satpol PP 90 orang A Satpol PP Program pengembangan wawasan kebangsaan Prioritas 3 Mewujudkan Jumlah unjuk rasa kenyamanan dan yang dilakukan kelancaran dalam masyarakat pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efesien kepada masyarakat Terwujudnya pengembangan wawasan kebangsaan Peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama Peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial dikalangan masyarakat Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa sosialisasi dalam rangka menciptakan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama sosialisasi dalam rangka menciptakan solidaritas dan ikatan sosial dikalangan masyarakat pengukuhan Forum Pembauran Kebangaan dan Puat Pendidikan Wawasan Kebangsaan 2 kali Meningkatnya rasa kebangsaan masyarakat 2 kali Meningkatnya rasa kewaspadaan di kalangan masyarakat 2 kali Terbentuknya kepenguruan FPK dan PPWK Rokan Hulu 85 orang A Badan Kesbangpol 210 orang A Badan Kesbangpol 2 kegiatan A Badan Kesbangpol Program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan Prioritas 3 Mewujudkan Pembinaan terhadap kenyamanan dan LSM, Ormas dan kelancaran dalam OKP pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efesien kepada masyarakat Terwujudnya peningkatan wawasan kebangsaan Page 66 of 106

222 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Pagu Indikatif Prakiraan Maju Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Seminar, talk show, 1 kali Meningkatnya 200 orang A Badan diskusi peningkatan sosialisasi wawasan Kesbangpol wawasan kebangsaan peningkatan kebangsaan bagi wawasan tenaga pendidik di kebangsaan bagi Rokan tenaga pendidik Hulu Pentas seni dan 1 kali Meningkatnya 100 orang A Badan budaya, festival, pentas seni dan wawasan Kesbangpol lomba cipta dalam budaya tingkat kebangsaan bagi upaya peningkatan SLTA se siswa di wawasan kebangsaan Rokan hulu Jenis SKPD Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) Pencegahan dan pemberantasan pekat Prioritas 3 Meningkatanya ketentraman, ketertiban, keamanan dalam penegakan peraturan daerah Angka kriminalitas Terwujudnya pemberantasan pekan 12 bulan Terkendalinya penyakit masyarakatnya 288 kali Berkurangnya volume pekat yang ada di 200 orang A Satpol PP Program kemitraan Prioritas 3 Mewujudkan Pembinaan politik pengembangan kenyamanan dan daerah wawasan kebangsaan kelancaran dalam Pembinaan terhadap pemerintahan LSM, Ormas dan untuk memberikan OKP Koordinasi forumforum diskusi politik Pembinaan ormas, LSM dan OKP Meningkatnya partisipasi politik masyarakat Rokan hulu koordinasi forumforum diskusi politik pembinaan ORMAS, LSM, dan OKP 12 kali Tersedianya dana verifikasi dan bantuan PARPOL 3 kali Terbinanya ORMAS, LSM, dan OKP bulan A Badan Kesbangpol 75 orang A Badan Kesbangpol Program pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam Prioritas 3 Terwujudnya Jumlah masyarkat sistem penanganan yang tangguh dalam bencana yang menghadapi bencana handal dan berkurangnya resiko bencana Terwujudnya pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam 1 kali, 40 kejadian Pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana alam pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana alam 1 kegiatan Tersebarluaskannya informasi potensi bencana alam 1 kali A BPBD Pengadaan sarana dan prasarana evakuasi penduduk dari ancaman/ korban bencana alam pengadaan sarana dan prasarana evakuasi 1 kegiatan Tersedianya sarana dan prasarana evakuasi 20 kejadian A BPBD Page 67 of 106

223 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pengadaan logistik 1 kegiatan Tersedianya logistik 20 kejadian A BPBD dan obat-obatan bagi pengadaan logistik dan obat-obatan penduduk di tempat dan obat-obatan bagi korban penampungan bagi penduduk di bencana sementara tempat penampungan sementara Jenis SKPD OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN, DAN PERSANDIAN Program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah Prioritas 4 Terwujudnya peningkatan kualitas transparansi informasi pembangunan daerah terpadu aspiratif dan Frekuensi penyelenggaraan konsultasi dan koordinasi DPRD dengan Pemerintah dan DPR yang dan Persentase aspirasi masyarakat yang masuk dan ditindaklanjuti oleh DPRD Terwujudnya peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat daerah Meningkatkan Jumlah rapat sistem pengawasan paripurna dan alat dan pengendalian kelengkapan DPRD internal setiap tahun Meningkatkan Jumlah rancangan kualitas dan peraturan daerah kuantitas produk yang diselesaikan hukum daerah menjadi peraturan daerah Pembahasan rancangan peraturan daerah Rapat-rapat alat kelengkapan dewan Rapat-rapat paripurna pembahasan rancangan peraturan daerah rapat-rapat alat kelengkapan dewan rapat-rapat paripurna 13 kegiatan Tersedianya peraturan daerah Rokan Hulu 233 kali rapat Tersedianya kebijakan/ keputusan 60 kali rapat Tercapainya keputusan/ kebijakan DPRD yang dihasilkan melalui kegiatan rapat paripurna 13 peraturan daerah 40 kebijakan/ keputusan 20 keputusan/ kebijakan A Sekretariat DPRD A Sekretariat DPRD A Sekretariat DPRD Page 68 of 106

224 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju reses tugas reses pimpinan dan anggota DPRD 3 kali reses Tertampung nya aspirasi masyarakat melalui reses pimpinan dan anggota DPRD Jenis SKPD 45 orang A Sekretariat DPRD Kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD dalam daerah Peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan DPRD fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan DPRD 45 orang 6 kali kunker Terciptanya yang 48 profesional dalam kebijakan/ melaksanaan tugas rekomendasi dan wewenang 5 kali Terciptanya anggota DPRD yang profesional dalam melaksanakan tugas dan wewenang A Sekretariat DPRD 45 orang A Sekretariat DPRD Penyediaan tenaga ahli fraksi penyediaan tenaga ahli fraksi 96 orang/ bulan Tersedianya tenaga ahli dalam mendukung tugas dan fungsi fraksi DPRD 8 fraksi A Sekretariat DPRD Program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah Prioritas 4 Meningkatkan Jumlah pelayanan sistem pengawasan protokoler kepada dan pengendalian Bupati dan Wakil internal Bupati dan sederetan muspida Terwujudnya pelayanan kedinasan Kepala / Wakil Kepala 327 kali Ketepatan waktu penyampaian laporan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah 5 dokumen Penurunan keluhan masyarakat terhadap pelaksanaan pemerintahan di kelurahan dan dikecamatan 20 dokumen dan 20 ranperda Dialog/audiensi dengan tokoh-tokoh masyarakat dengan pimpinan/ anggota dengan pimpinan/ anggota organisasi sosial dan kemasyarakatan dialog antara KDH/ WKDH denngan tokoh masyarakat, agama, mahasiswa dan anggota organisasi sosial serta kelompok masyarakat lainnya 12 bulan Terciptanya komunikasi yang baik antara KDH/ WKDH denngan tokoh masyarakat, agama, mahasiswa dan anggota organisasi sosial serta kelompok masyarakat lainnya 12 kali A Sekretariat Page 69 of 106

225 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Penerimaan 12 bulan Terciptanya 8 kali A Sekretariat kunjungan kerja penerimaan hubungan yang baik pejabat negara/ kunker pejabat antara pejabat dan departemen/ lembaga negara/departeme masyarakat Rokan pemerintahah non n/lembaga Hulu dengan para departemen/ luar pemerintahan non pejabat dan negeri departemen/ luar pemerintah daerah negeri lainnya Jenis SKPD Rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah Kunjungan kerja/ inspeksi/kepala daerah/wakil kepala daerah Koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemda lainnya Hari ulang tahun Republik Indonesia Hari ulang tahun Penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah Sekretariat Luar Pasir Pengaraian Pasir Pengaraian Sekretariat rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa kunker KDH/ WKDH ke 16 kecamatan koordinasi dan konsultasi yang baik dengan pemerintah daerah lainnya penyelenggaraan hari ulang tahun Republik Indonesia penyelenggaraan hari ulang tahun evaluasi, LPPD, ILPPD dan LKPj akhir anggaran tahun 2015 atas penyelenggaraan pemerintah daerah 12 bulan Meningkatkan koordinasi kinerja pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan dan desa 12 bulan Meningkatnya koordinasi pemerintah daerah dengan masyarakat 12 bulan Meningkatnya koordinasi dengan baik dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya 1 kali Sukses pelaksanaan hari ulang tahun Republik Indonesia 1 kali Sukses pelaksanaan hari ulang tahun 4 kali Tersedianya dokumen kinerja penyelenggaraan pemerinttah daerah Rokan Hulu 4 kali A Sekretariat 48 kali A Sekretariat 229 kali A Sekretariat 1 kali A Sekretariat 1 kali A Sekretariat 4 dokumen A Sekretariat Penyusunan kebijakan pelimpahan kewenangan pemerintah kabupaten kepada kecamatan, lurah dan desa Sekretariat Tersusunnya kebijakan pelimpahan kewenangan pemerintah kabupaten kepada kecamatan, lurah dan desa 25 kegiatan Tersedianya pedoman dan evalauai pelaksanaan penyerahan urusan pemerintah kabupaten kepada desa sebagai wewenang Bupati kepada Camat dan Lurah 25 ranperda/ perbub A Sekretariat Peringatan hari otonomi daerah Sekretariat peringatan hari otonomi daerah 10 kegiatan Sukses pelaksanaan hari otonomi daerah 1 kali A Sekretariat Page 70 of 106

226 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pelaksanaan kegiatan forum komunikasi pimpinan daerah Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Sekretariat forum komunikasi pimpinan daerah 12 bulan Terciptanya forum komunikasi antar pimpinan daerah Jenis SKPD 24 kali A Sekretariat Program Prioritas 4 Peningkatan Kontribusi PAD peningkatan dan pendapatan dan terhadap APBD pengembangan kualitas pengelolaan Persentase pengelolaan keuangan daerah peningkatan pajak keuangan daerah dan retribusi daerah Peningkatan penerimaan sektor PBB Meningkatnya kualitas PPK dan bendahara SKPD dibidang penyusun laporan keuangan daerah menurut standar akutansi pemerintah Terwujudnya peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah Penyusunan tepat waktu APBD Tersedianya dokumen KUA dan PPAS Tersedianya sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah Terdatanya dan terjaminnya kondisi aset/ barang daerah Persentase penerapan analisa standar satuan harga Tertib APBD pelaksanaan Penyusunan standar satuan harga Penyusunan kebijakan akuntasi pemerintah daerah DPKA DPKA penyusunan standar satuan harga barang dan jasa penyusunan kebijakan akuntasi pemerintah daerah 1 dokumen Tersedianya standar satuan harga barang dan jasa 1 dokumen Tersedianya kebijakan akuntasi pemerintah daerah 150 buku A DPKA 100 buku A DPKA Penyusunan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah DPKA penyusunan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah 2 dokumen Tersedianya sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah 150 buku A DPKA Page 71 of 106

227 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Penyusunan Pasir 4 dokumen Tersusunnya Perda 360 buku A DPKA rancangan peraturan Pengaraian penyusunan tentang APBD daerah tentang APBD APBD 2015 dan 2016, Ranperda APBD 2016 tentang APBD 2016 dan Perda APBD Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran APBD Pasir Pengaraian penyusunan penjabaran APBD 2016 dan APBD dokumen Tersusunnya Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD 2016, Ranperda KDH tentang Penjabaran APBD 2017 dan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD 2017 Jenis 385 buku A DPKA SKPD Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Pasir Pengaraian penyusunan Ranperda tentang PAPBD 2016 dan Perda tentang PAPBD dokumen Tersusunnya Ranperda tentang PAPBD 2016 dan Perda tentang PAPBD buku A DPKA Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran perubahan APBD Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pertangungjawaban pelaksanaan APBD Pasir Pengaraian Pasir Pengaraian penyusunan Ranperda KDH tentang Penjabaran Perubahan APBD 2016 dan Penjabaran Perubahan APBD 2016 penyusunan Ranperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2 dokumen Tersusunnya Ranperda KDH Perubahan APBD 2016 dan Peraturan KDH Perubahan APBD dokumen Tersusunnya Ranperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 180 buku A DPKA 450 buku A DPKA Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang penjabaran pertangungjawaban pelaksanaan APBD Penyusunan sistem informasi keuangan daerah Pasir Pengaraian DPKA penyusunan rancangan Peraturan KDH tentang penjabaran pertanggung jawaban pelaksanaan APBD aplikasi simbadda 2 dokumen Tersusunnya rancangan Peraturan KDH tentang penjabaran pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 450 buku A DPKA 12 bulan Tertibnya 1 kabupaten C4 DPKA administrasi PAD dan meningkatnya PAD Page 72 of 106

228 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Sekretariat 1 kegiatan Tersedianya laporan 1 aplikasi A Sekretariat penyusunan keuangan laporan keuangan semesteran dan akhir tahun serta penyajian laporan keuangan yang benar Peningkatan 100% Meningkatnya 1 kali/ A DPKA manajemen aset/ peningkatan manajemen aset/ orang barang daerah manajemen aset/ barang daerah barang daerah Revaluasi/ appraisal 1 kegiatan Tersedianya sarana 100% A DPKA aset/barang daerah pendapatan dan informasi penilaian terjaminnya aset kondisi aset Jenis SKPD Intensifikasi dan ekstensifikasi sumbersumber pendapatan daerah Sosialisasi pajak dan retribusi daerah Pembekalan tata cara penyusunan pelaporan keuangan daerah bagi SKPD Perbaikan data administrasi PBB pedesaan dan perkotaan Penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran 1 kegiatan Meningkatnya PAD 1 tahun A DPKA instensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah 16 kecamatan 16 kecamatan Meningkatnya PAD 1 tahun A DPKA sosialisasi Perda tentang pajak daerah DPKA 2 kali Meningkatnya 54 orang A DPKA sosialisasi PP 71 kemampuan tahun 2011 dan aparatur dalam penerapan pengelolaan kebijakan keuangan daerah akuntansi serta asistensi penyusunan laporan keuangan SKPD dan konsolidasi 16 kecamatan 16 kecamatan Tersedianya data perbaikan data administrasi PBB administrasi PBB yang akurat perdesaan dan perkotaan DPKA penyusunan DPA SKPD 2016, DPPA SKPD 2016, DPA SKPD dokumen Tersusunnya DPA SKPD 2016, DPPA SKPD 2016, DPA SKPD objek pajak A DPKA 520 buku A DPKA Bimbingan perpajakan dalam pertanggungjawaban keuangan SKPD DPKA bimbingan perpajakan dalam pertanggungjawa ban keuangan SKPD 1 kali Meningkatnya pengetahuan aparatur dalam perpajakan 100 orang A DPKA Penyusunan KUA dan PPAS DPKA penyusunan KUA dan PPAS Perubahan 2016 dan KUA dan PPAS dokumen Tersedianya KUA 770 buku A DPKA dan PPAS Perubahan 2016 dan KUA dan PPAS 2017 Page 73 of 106

229 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Penyusunan petunjuk DPKA 1 dokumen Tertibnya 120 buku A DPKA teknis penatausahaan penyusunan administrasi dan laporan petunjuk teknis pertanggung pertanggung jawaban penatausahaan jawaban bendahara bendahara dan laporan pertanggung jawaban Perawatan dan 16 kecamatan Terawat dan 16 kecamatan Terjaminnya pematokan A DPKA pemeliharaan terpeliharanya kondisi aset/ barang 950 buah dan aset/barang milik aset/barang milik daerah sertifikasi daerah daerah tanah 150 persil Jenis SKPD Pengembangan/ perbaikan aplikasi software/ program keuangan Penyusunan laporan Bendahara Umum (BUD) DPKA Pasir Pengaraian pengembangan aplikasi keuangan Tersusunnya Laporan Bendahara Umun (BUD) 1 kegiatan Tersedianya aplikasi software/ program keuangan 1 laporan Tersedianya laporan dan tercapainya rekonsiliasi data 1 kali A DPKA 558 buku A DPKA Pekan panutan PBB pedesaan dan perkotaan Penyusunan database PAD Penghapusan dan pelelangan/ penjualan barang milik daerah Pendelegasian perizinan 16 kecamatan Tercetaknya SPPT PBB tahun kecamatan penyusunan data base PAD penghapusan dan penjualan barang milik daerah pendelegasian seluruh perizinan dari SKPD terkait kepada BPTPPM 1 kegiatan Meningkatnya 16 kecamatan A DPKA penerimaan daerah terhadap PBB perdesaan dan perkotaan 1 dokumen Tersedianya data 1050 blok A DPKA base PAD yang akurat barang milik Terealisasinya 40 unit C4 DPKA daerah penghapusan dan penjualan barang milik daerah 1 kegiatan Terciptanya 72 izin C4 BPTPPM pelayanan satu atap Program pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan kabupaten/kota Prioritas 4 Peningkatan Meningkatnya pendapatan dan kualitas PPK dan kualitas pengelolaan bendahara SKPD keuangan daerah dibidang penyusun laporan keuangan daerah menurut standar akutansi pemerintah Terwujudnya pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan daerah SKPD Fasilitasi dan asistensi penyiapan administrasi penggajian pegawai DPKA proses penggajian pegawai yang tepat waktu 1 kabupaten Tersedianya amprah gaji SKPD se Rokan Hulu 795 buku A DPKA Pembelian bahan komputerisasi penerbitan SP2D DPKA pembelian bahan komputerisasi SP2D 1 kabupaten Tersedianya bahan komputerisasi SP2D 120 blok A DPKA Page 74 of 106

230 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Evaluasi rancangan Pasir 1 dokumen Tersedianya 1075 buku A DPKA peraturan daerah Pengaraian perubahan perubahan tentang pajak daerah Peraturan Peraturan dan retribusi daerah dan Peraturan dan Peraturan Bupati tentang Bupati tentang Pajak Pajak Jenis SKPD Program Prioritas 4 Meningkatanya Jumlah pegawai yang peningkatan pengawasan sistem internal ketentraman, ketertiban, mengikuti pendidikan dan dan pengendalian keamanan dalam pelatihan pelaksanaan kebijakan KDH penegakan peraturan daerah Meningkatnya Persentase efektifitas audit/ penyelesaian dan pengawasan pelaksanaan tindak lanjut oleh SKPD atas temuan dan rekomendasi hasil pemeriksaan APIP dan aparat pengawasan lainnya Terwujudnya peningkatan pengawasan internal dan pengendalian kebijakan KDH 30 orang LHP Riksus Meningkatkan Persentase sistem pengawasan pelaksanaan dan pengendalian program/kegiatan internal SKPD yang teralisasi ujian sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah pertahun 3 dokumen, 400 paket 1 kali, 52 orang Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala Penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah Inspektorat Terindikasi ada 23 LHP atau tindakan SKPD, 16 penyimpangan melalui pengawasan LHP, 6 LHP internal secara Kelurahan. 2 Tersedianya laporan hasil pemeriksaan SKPD, laporan hasil reviu atas laporan keuangan pemerintah daerah berkala LHR LKPD Ditindaklanjutiny 2 LHP Riksus Tersedianya laporan a kasus hasil pemeriksaan pengaduan yang (LHP) khusus/ dilaporkan ke kasus Inspektorat 2 dokumen A Inspektorat 2 dokumen A Inspektorat Page 75 of 106

231 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pengendalian manajemen pelaksanaan kebijakan kepala daerah Inventarisasi temuan pengawasan Tindak lanjut hasil temuan pengawasan Koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Sekretariat Inspektorat Tersusunnya dokumen pengendalian dan realisasi pelaksanaan pembangunan/r FK, hasil koordinasi pengendalian pelaksanaan kebijakan bidang ekonomi pembangunan dan evaluasi dan pengawasan penyerapan d h inventarisasi temuan pengawasan Ditindaklanjutiny a hasil temuan pemeriksaan aparat pengawas internal dan eksternal koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pengawasan 3 dokumen Tersedianya dokumen pengendalian dan realisasi pelaksanaan pembangunan/rf K, hasil koordinasi pengendalian pelaksanaan kebijakan bidang ekonomi pembangunan dan evaluasi dan pengawasan penyerapan anggaran daerah 1 aplikasi SIM-Tersedianya aplikasi HP, 1 aplikasi berbasis komputer website meliputi perencanaan, pelaksanaan dan 4 laporan LHP, 2 laporan TP- TGR 6 kali laporan semester pelaporan Terselesaikannya temuan tahun 2016 dan pending tahuntahun sebelumnya yang belum ditindaklanjuti pada SKPD Diterapkannya Inpres Nomor 5 Tahun eksemplar 1 aplikasi SIM-HP, 1 aplikasi website 4 laporan LHP, 2 laporan TP- TGR 6 kali laporan semester Jenis SKPD A Sekretariat Inspektorat A Inspektorat A Inspektorat Evaluasi berkala hasil temuan pengawasan Terarahnya penyelesaian temuan yang belum ditindaklanjuti oleh SKPD 30 SKPD, 16 kecamatan dan 6 kelurahan Tersedianya informasi temuan pemeriksaan APIP yang belum/ sudah ditindaklanjuti oleh SKPD 30 SKPD, 16 kecamatan dan 6 kelurahan A Inspektorat Pelaksanaan dan penelitian LP2P Evaluasi LAKIP SKPD evaluasi berkala temuan hasil pengawasan penilaian LP2P evaluasi Lakip SKPD 2 dokumen Ditindak lanjutinya temuan hasil pengawasan BPK 2 kali A Sekretariat DPRD 1 kegiatan Tersedianya data 2300 orang A Inspektorat LP2P PNS dalam memenuhi sistem dan prosedur kenaikan pangkat 16 LHE 16 LHE A Inspektorat LAKIP LAKIP Meningkatnya hasil kinerja SKPD di lingkungan pemerintah daerah Pelaksanaan petunjuk teknis pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Sekretariat penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengadaan barang dan jasa 1 kali Tersedianya petunjuk teknis pelaksanaan pengadaan barang dan jasa 1 dokumen A Sekretariat Page 76 of 106

232 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah Sosialisasi peraturan perundang-undangan Pembinaan jasa konstruksi Pelaksanaan unit layanan pengadaan Rokan Hulu Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target sosialisasi peraturan perundangundangan pembinaan kontruksi Pagu Indikatif Prakiraan Maju Sekretariat 5 kali Meningkatnya 250 orang A Sekretariat sertifikasi barang jumlah aparatur dan jasa yang memiliki sertifikat barang dan jasa 1 kali Meningkatnya hasil 52 SKPD A Inspektorat kinerja SKPD di lingkungan pemerintah daerah Sekretariat Sekretariat jasa unit layanan pengadaan Rokan Hulu 5 kali Terciptanya pembinaan terhadap penyedia jasa konstruksi 1 kegiatan Terciptanya unit layanan pengadaan Rokan Hulu Jenis SKPD 75 orang A Sekretariat 400 paket A Sekretariat Program peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan Prioritas 4 Meningkatnya Persentase aparatur efektifitas audit/ Inspektorat pengawasan Rokan Hulu yang memenuhi syarat sebagai auditor melalui pembentukan Jabatan Fungsional Auditor (JFA)/Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan (P2UP) Terwujudnya peningkatan kemampuan dan keterampilan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan Persentase SDM yang mempunyai sertifikasi auditor dan P2UPD Pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur Pelatihan teknis pengawasan dan penilaian akuntabilitas kinerja Pasir Pengaraian Pasir Pengaraian pelatihan teknis jabatan fungsional dan P2UPD studi orientasi pengawasan 1 kali Terbinanya kemampuan dan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan 1 kali Terbinanya kemampuan dan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan 35 orang A Inspektorat 35 orang A Inspektorat Page 77 of 106

233 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Program penataan Prioritas 4 Terwujudnya tata Jumlah pedoman/ Terwujudnya dan penyempurnaan kelola kebijakan administrasi kebijakan sistem dan kepemerintahan pengawasan yang pemerintahan prosedur yang baik dan terbit yang baik dengan pengawasan bersih tertatanya sistem Laporan informasi dan prosedur kinerja Pemerintah pengawasan Rokan Hulu Jenis SKPD Penyusunan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan Penyusunan LAKIP Rokan Hulu penyusunan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan penyusunan LAKIP Rokan Hulu 2 kali Tersedianya sistem dan prosedur pengawasan/ audit di lingkungan Inspektorat Rokan Hulu 1 kali Tersedianya informasi hasil pembangunan dalam wilayah Rokan Hulu 2 dokumen A Inspektorat 1 dokumen A Bappeda Program optimalisasi Prioritas 4 Meningkatnya Tersedianya sistem pemanfaatan pemanfaatan informasi teknologi informasi teknologi informasi penanaman modal dalam penyelenggaraan Persentase paket pemerintahan yang dilelang menggunakan sistem LPSE Jumlah SKPD yang memiliki website Sosialisasi pelayanan terpadu Terwujudnya pemanfaatan teknologi informasi 300 pelaku usaha, 6 kecamatan 80 persen 32 SKPD dan 16 kecamatan sosialisasi pelayanan terpadu 1 kali Meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi oleh pelaku usaha 300 pelaku usaha A BPTPPM Pendataan dan penertiban perizinan Optimalisasi layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Sekretariat pendataan dan penertiban perizinan pelaku usaha layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) 2 kali Tersedianya data penertiban perizinan pelaku usaha 1 kegiatan Terwujudnya pengadaan barang/jasa elektronik, akuntabel, dan efisien secara efektif 1 dokumen A BPTPPM 80 persen A Sekretariat Penyediaan sistem informasi terhadap layanan publik Tersedianya sistem informasi terhadap layanan publik 12 bulan Terpenuhinya kebutuhan informasi terhadap kegiatan DPRD 2 media informasi A Sekretariat DPRD Page 78 of 106

234 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Penyusunan dan pengelolaan sistem informasi data elektronik daerah Pengembangan sistem informasi terhadap layanan publik Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Sekretariat penyusunan dan pengelolaan sistem informasi data elektronik daerah pengembangan sistem informasi terhadap layanan publik 1 kegiatan Tersedianya data data teknis 30 SKPD dan 16 yang akan disajikan pada beranda informasi Bupati 1 kegiatan Tersedianya data penertiban perizinan pelaku usaha 32 SKPD dan 16 kecamatan Jenis SKPD A Sekretariat 1 aplikasi A BPTPPM Program mengidentifikasikan penanganan pengaduan masyarakat Prioritas 4 Meningkatnya kemampuan Persentase izin yang dan waktu penerbitannya profesionalisme lebih cepat dari aparatur ketentuan (SOP) pemerintahan guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Terwujudnya peningkatan pelayanan publik Pembentukan unit BPTPPM khusus penanganan pembentukan pengaduan unit khusus masyarakat penanganan pengaduan masyarakat Sertifikasi ISO BPTPPM udit sertifikasi ISO 1 kegiatan Terbentuknya unit khusus penanganan pengaduan masyarakat 1 kegiatan Update sertifikasi ISO 1 kali A BPTPPM 1 kali A BPTPPM Program penataan Prioritas 4 peraturan perundangundangan Meningkatkan Persentase Peraturan kualitas dan, Peraturan kuantitas produk Bupati dan hukum daerah Keputusan Bupati yang disahkan Terwujudnya penataan peraturan perundangundangan 15 ranperda, 30 perbup Persentase produk hukum yang diterima masyarakat 162 buku Persentase diseminasi peraturan daerah baru 16 kali Jumlah peserta penyuluhan hukum 960 orang Persetase kasus hukum yang diselesaikan dan frekwensi pendampingan penyelesaian perkara 4 perkara TUN Page 79 of 106

235 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Legislasi rancangan Sekretariat 12 bulan Tersusunnya 15 ranperda, A Sekretariat peraturan perundangundangan produk hukum daerah penyusunan produk hukum 30 perbup daerah Jenis SKPD Fasilitasi sosialisasi peraturan perundangundangan Publikasi peraturan perundang-undangan Penyuluhan hukum dengan sistem terpadu Bantuan hukum pemerintah daerah Rokan Hulu 16 kecamatan sosialisasi peraturan perundangundangan Rokan Hulu Sekretariat Sekretariat Sekretariat publikasi peraturan perundangundangan penyuluhan hukum pada masyarakat Tersedianya bantuan hukum pemerintah daerah 16 kali Meningkatnya jumlah peraturan perundangundangan Rokan Hulu yang disosialisasikan 1 kegiatan Tersedianya dokumentasi produk hukum daerah 32 desa Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat 20 perkara Terselesaikannya bantuan hukum di PTUN bagi Pemerintah Rokan Hulu 16 lokasi A Sekretariat 162 buku A Sekretariat 960 orang A Sekretariat 4 kecamatan A Sekretariat Program penataan daerah otonomi baru Prioritas 4 Meningkatkan Persentase panjang sistem pengawasan batas daerah yang dan pengendalian ditetapkan internal Terwujudnya penataan daerah otonomi baru 85 persen Fasilitasi penyiapan data dan informasi pendukung proses pemekaran daerah penyiapan data dan informasi pendukung proses pemekaran daerah 1 kegiatan Tersedianya data dan informasi pendukung proses pemekaran daerah 4 dokumen A Sekretariat Fasilitasi percepatan penyelesaian tapal batas wilayah administrasi antar daerah percepatan penyelesaian tapal batas wilayah administrasi kecamatan, kelurahan dan desa 125 km Tersedianya batas wilayah administrasi kecamatan, kelurahan dan desa 85 persen A Sekretariat Program pendataan, penertiban perizinan dan pembinaan ekonomi kerakyatan Prioritas 3 Mewujudkan Jumlah pembinaan kenyamanan dan bidang usaha kelancaran dalam ekonomi kerakyatan pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efesien kepada masyarakat Terwujudnya pendataan, penertiban perizinan dan pembinaan ekonomi kerakyatan 480 orang Page 80 of 106

236 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pembinaan dan motivasi usaha dagang produksi daerah Pembinaan dan motivasi usaha ekonomi kerakyatan Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Sekretariat Sekretariat 1 kegiatan Meningkatnya pembinaan usaha pembinaan kepada dagang produksi usaha dagang daerah produksi daerah 1 kegiatan Meningkatnya pembinaan usaha pembinaan usaha ekonomi ekonomi kerakyatan kerakyatan Jenis SKPD 200 orang A Sekretariat 176 orang A Sekretariat Program penerangan Prioritas 3 Pembinaan kualitas Terselenggaranya dan bimbingan pembinaan agama pelayanan jemaah agama islam islam haji Terselenggaranya MTQ Tingkat dan Provinsi peringatan hari besar Islam tingkat Terwujudnya penerangan dan bimbingan agama islam 2 kali kali 28 kali Pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dan Kota Batam pemberangkatan dan pemulangan jema'ah haji 2 kegiatan Sukses dan lancarnya pemberangkatan dan pemulangan jema'ah haji 1437 H 2 kali A Sekretariat Pelaksanaan MTQ Tingkat MTQ Tingkat Rokan Hulu 1 kegiatan Sukses dan lancarnya pelaksanaan MTQ Tingkat 1 kali A Sekretariat Pengiriman peserta mengikuti MTQ Tingkat Propinsi Pelaksanaan safari ramadhan Peringatan hari besar islam menyambut bulan suci ramadhan 2 kegiatan Ikut sertanya Kepulauan pengiriman Rokan Meranti peserta mengikuti Hulu pada MTQ MTQ Tingkat tingkat Propinsi Propinsi Riau 16 kecamatan 16 kecamatan Sukses dan kunjungan safari lancarnya ramadhan pelaksanaan safari Pemerintah ramadhan ke kecamatan dan desa Pasir 5 kegiatan Sukses dan Pengaraian acara peringatan lancarnya acara hari besar Islam di peringatan hari Rokan besar Islam di Hulu Rokan Hulu Pasir 4 kegiatan Suksesnya acara dan Pengaraian pelaksanaan kegiatan kegiatan menyambut bulan menyambut bulan suci Ramadhan suci ramadhan tingkat 1 kali A Sekretariat 16 kali A Sekretariat 6 kali A Sekretariat 4 kegiatan A Sekretariat Page 81 of 106

237 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pelaksanaan malam Pasir 2 kegiatan Terjalinnya 2 kali A Sekretariat takbiran Hari Raya Pengaraian kegiatan acara hubungan yang baik Idul Fitri dan Idul malam takbiran antara pemerintah Adha Hari Raya Idul dan masyarakat Fitri dan Idul Adha Pelepasan jemaah haji bagi anggota Korpri Luar dan Dalam pelepasan jemaah haji bagi anggota Korpri 1 kegiatan Meningkatnya pelayanan kepada anggota Korpri Jenis SKPD 1 kegiatan A Sekretariat Korpri Program Pendidikan Kedinasan Prioritas Pendidikan dan pelatihan teknis BPTPPM peningkatan keterampilan dan profesionalisme aparatur 1 kegiatan Meningkatnya keterampilan dan profesionalisme aparatur 20 orang A BKD peningkatan keterampilan dan profesionalisme aparatur 1 kali Meningkatnya keterampilan dan profesionalisme aparatur 30 orang BPTPPM Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur Prioritas 4 Meningkatkan kemampuan manajemen aparatur Persentase jumlah pegawai yang mengikuti diklat pengembangan karir dan tugas belajar bagi pegawai negeri sipil Tercapainya pembinaan dan pengembangan aparatur 161 orang Meningkatnya Terdapat data base tertib administrasi pegawai dan tenaga penyelenggaraan honorer data base pemerintahan setiap tahun Meningkatnya Persentase jumlah disiplin bagi pegawai yang pegawai negeri sipil memenuhi aturan dan peningkatan yang berlaku dan sistem informasi jumlah kasus manajemen kepegawaian pelanggaran disipilin pegawai 500 orang 60 persen Pendidikan dan pelatihan prajabatan bagi calon PNS Proses penanganan kasus-kasus pelanggaran disiplin PNS BKD BKD pendidikan dan pelatihan prajabatan bagi CPNS daerah golongan I, II dan III Terselesaikannya kasus-kasus pelanggaran disiplin PNS 1 kali Meningkatnya jumlah aparatur yang baik 100 kasus Meningkatnya disiplin PNS 700 orang A BKD 60 persen A BKD Page 82 of 106

238 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pemberian BKD 1 kali Pemberian satya 500 orang A BKD penghargaan satya pemberian lencana kepada lencana bagi PNS penghargaan satya PNS berdasarkan lencana bagi PNS masa bhakti Jenis SKPD Program pembinaan dan pengembangan aparatur Prioritas 4 Meningkatnya Terdapat data base tertib administrasi pegawai dan tenaga penyelenggaraan honorer data base pemerintahan setiap tahun Terwujudnya pembinaan dan pengembangan aparatur Meningkatkan kemampuan manajemen aparatur Jumlah Pegawai Negeri Sipil yang akan naik pangkat dan yang akan memasuki masa pensiun setiap tahunnya Persentase jumlah pegawai yang mengikuti diklat pengembangan karir dan tugas belajar bagi pegawai negeri sipil Meningkatnya kemampuan dan fasilitasi kegiatan profesionalisme olah raga bagi, seni pemerintahan guna dan budaya dan memberikan kerohanian anggota pelayanan dan Korpri perlindungan kepada aparatur Seleksi penerimaan calon PNS Pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas BKD Jakarta seleksi penerimaan calon PNS formasi umum pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas Bapperjakat BKD bapperjakat Pengambilan sumpah janji/ pegawai negeri sipil Bantuan pengiriman peserta diklatpim Tk.III BKD Luar Luar Propinsi Pengambilan sumpah janji/ pegawai negeri sipil pengiriman diklat kepemimpinan Tk. III 6000 berkas seleksi Meningkatnya jumlah PNS formasi umum 1 kegiatan Tersedianya bantuan tugas belajar dan ikatan dinas 3 kali Terwujudnya pendistribusian PNS sesuai kompetensi disiplin ilmu 1 kali Terwujudnya sumpah janji/ pegawai negeri sipil 1 kali Meningkatnya kualitas dan kinerja aparatur 10 persen A BKD 18 orang A BKD 75 persen A BKD 500 orang A BKD 40 orang A BKD Page 83 of 106

239 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Bantuan pengiriman Luar 1 kali Meningkatnya 7 orang A BKD peserta diklatpim Luar Propinsi pengiriman kualitas dan kinerja Tk.II peserta diklatpim aparatur Tk. II Pelaksanaan HUT Pasir 2 kegiatan Sukses pelaksanaan 1 kali A Sekretariat Korpri Pengaraian HUT Korpri HUT Korpri Korpri Rokan Rokan Hulu Hulu Diklat kepemimpinan Pasir 1 kali Meningkatnya 80 orang A BKD tingkat IV Pengaraian diklatpim Tk. IV kualitas dan kinerja Sosialisasi pelaksanaan peraturan kepegawaian Rapat kerja dan koordinasi Korpri Rokan Hulu BKD Pasir Pengaraian sosialisasi peraturan pemerintah Nomor 53 tahun 2010 Terselenggaranya rapat kerja dan koordinasi Korpri Rokan Hulu Jenis aparatur 1 kali Meningkatnya 300 orang A BKD kualitas dan kinerja aparatur 12 bulan Meningkatnya kinerja anggota Korpri 138 orang pengurus SKPD A Sekretariat Korpri Pelaksanaan upacara persemayaman dan pemakaman bagi anggota korpri yang meninggal dunia Fasilitasi bantuan hukum dan kesadaran hukum bagi anggota korpri Luar dan dalam Luar dan dalam Terselenggaranya upacara persemayaman dan pemakaman bagi anggota Korpri yang meninggal dunia fasilitasi bantuan hukum dan kesadaran hukum bagi anggota korpri 12 bulan Meningkatnya pelayanan kepada anggota Korpri yang meninggal dunia 12 bulan Tersedianya bantuan dan kesadaran hukum bagi anggota Korpri 10 kali A Sekretariat Korpri 4 kasus A Sekretariat Korpri 1 22 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Program peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan Prioritas 3 Penguatan infrastruktur pedesaan Jumlah desa yang mendapat kegiatan pembangunan pada Program RIS- PNPM / PPIP, PAMSIMAS dan Pembangunan Rumah Layak Huni serta jumlah pemukiman perumahan yang memiliki MCK yang layak Terwujudnya pemberdayaan masyarakat pedesaan Page 84 of 106

240 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Meningkatnya Tingkat kemampuan kemandirian baik secara masyarakat dalam perorangan pembangunan (kemandirian) maupun kelembagaan untuk berpatisipasi dalam pembangunan Jenis SKPD Pembinaan, monitoring dan evaluasi pos pelayanan teknologi pedesaan pembinaan dan posyantekdes 112 peserta/16 posyantek desa Meningkatnya 3 kecamatan A BPMPD pengetahuan dan pemahaman dalam kelembagaan posyantekdes Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan Prioritas 3 Penguatan kelembagaan Tingkat desa perkembangan dan kemandirian jumlah, volume desa usaha dan kapasitas kelembagaan usaha ekonomi produktif masyarakat Terwujudnya pengembangan lembaga ekonomi pedesaan Pendistribusian raskin 153 desa/ kelurahan Fasilitasi pengembangan BUMDes Bimbingan teknis pengelolaan pasar desa BUMDes Pasir pengaraian pendistribusian raskin di Rokan Hulu Terfasilitasi pengembangan BUMDes di Rokan Hulu bimbingan teknis pasar desa 16 kecamatan Tersedianya raskin bagi RTS di Rokan Hulu 9 fasilitator /16 pendamping kecamatan Tercapainya pembentukan BUMDes Hulu 1 kali Meningkatnya pengetahuan manajemen di Rokan pasar desa bagi pengelola pasar desa RTS A BPMPD 18/84 BUMDes 40 peserta /20 pasar desa A BPMPD A BPMPD Program peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa Prioritas 3 Penguatan infrastruktur pedesaan Tingkat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan Terwujudnya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Page 85 of 106

241 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembinaan kelompok kecamatan 14 kali Tercapainya sasaran 14 kecamatan A BPMPD masyarakat pengendalian pemanfaatan pembangunan desa dalam kegiatan program nasional PNPM Mandiri pemberdayaan Perdesaan dengan masayarakat terbangunnya mandiri perdesaan sarana dan serta meningkatnya prasarana di ekonomi masyarakat perdesaan melalui simpan pinjam perempuan (SPP) Jenis SKPD Pelatihan unit pengelola kegiatan (UPK) PNPM mandiri pedesaan Pelaksanaan bulan bhakti gotong-royong masyarakat (BBGRM) tingkat kabupaten Pasir pengaraian Desa, Provinsi, Nasional pelatihan Unit Pengelolan (UPK) PNPM MP bulan bhakti gotong royong 9 kecamatan Meningkatnya pengetahuan pengelola kecamatan di 27 peserta A BPMPD 1 kegiatan Meningkatnya semangat 16 kecamatan A BPMPD masyarakat dalam bergotong royong Pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat pedesaan (LPM) Pasir pengaraian kelembagaan dan organisasi masyarakat pedesaan 153 desa/ kelurahan Meningkatnya SDM kelembagaan masyarakat pedesaan 84 BP SPAMS A BPMPD Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa Bimbingan teknis penyusunan RPJM Desa Profil desa dan kelurahan Prioritas 3 Penguatan infrastruktur pedesaan Tingkat kapasitas aparatur pemerintah desa/ kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa/kelurahan Pasir pengaraian Pasir pengaraian Terwujudnya peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa penyusunan RPJM Desa penyusunan profill desa dan kelurahan 147 orang Tersedianya RPJMDesa 153 peserta Tersedianya sistim informasi profil desa / kelurahan se Rokan Hulu orang A BPMPD 153 desa/ kelurahan A BPMPD Program pembinaan otonomi desa Prioritas 3 Penguatan infrastruktur pedesaan Tingkat kapasitas aparatur pemerintah desa/kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa/kelurahan Terwujudnya pembinaan otonomi desa Fasilitasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan penyusunan APBDes 153 desa/ kelurahan 16 kecamatan Terfasilitasinya fasilitasi Alokasi pelaksanaan ADD Dana Desa dan penyusunan (ADD) dan APBDes penyusunan APBDes 153 desa/ kelurahan A BPMPD Page 86 of 106

242 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju KEARSIPAN Program perbaikan Prioritas 4 Terwujudnya Jumlah SKPD yang Terwujudnya 24 SKPD sistem administrasi pengelolaan arsip mengelola arsip statis perbaikan kearsipan dinamis yang utuh, dan dinamis yang administrasi autentik dan handal utuh, autentik dan kearsipan andal Jenis SKPD Pengumpulan data KPA pengumpulan data Penyusunan sistem KPA katalog data penyusunan sistem katalog data Supervisi kearsipan KPA supervisi kearsipan Pengadaan peralatan KPA jaringan informasi pengadaan kearsipan peralatan jaringan informasi kearsipan 1 kegiatan Tersedianya data untuk akuisisi arsip 1 kegiatan Tersedianya sistem katalog data 8 SKPD A KPA 5 SKPD A KPA 1 kegiatan Tertibnya arsip 23 kali A KPA 1 kegiatan Tersedianya peralatan sistem perpustakaan digital dan jaringan internet 1 kali A KPA Program Prioritas 4 Terwujudnya Pesentase instansi penyelamatan dan pengelolaan arsip yang kehilangan pelestarian dinamis yang utuh, dokumen/arsip dokumen/arsip autentik dan handal daerah Jumlah SDM pengelola naskah dinas yang mengikuti diklat/ bintek kearsipan Terwujudnya penyelamatan dan pelestarian arsip daerah 10 SKPD orang Diklat pemberkasan arsip in aktif Akuisisi dan penelusuran arsip statis yang bernilai guna pada SKPD KPA KPA diklat arsiparis akuisisi arsip 1 kali Meningkatnya kualitas aparatur dalam bidang kearsipan 1 kegiatan Terkumpulnya arsip yang bernilai guna pada SKPD 40 orang A KPA 10 SKPD A KPA 1 25 KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Program pengembangan komunikasi, informasi dan media massa Prioritas 4 Terwujudnya peningkatan kualitas transparansi informasi pembangunan daerah terpadu Jumlah media massa yang dan mempublikasikan program kegiatan pemerintah yang dan aspiratif Meningkatnya Jumlah SKPD yang pemanfaatan telah terkoneksi teknologi informasi dengan jaringan dalam Internet/ intranet penyelenggaraan pemerintahan Terwujudnya pengembangan komunikasi, informasi dan media massa media SKPD Page 87 of 106

243 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembinaan dan 1 kali Meningkatnya 5 orang Sekretariat pengembangan pelatihan kemampuan sumber daya kehumasan dan aparatur dibidang komunikasi dan jurnalistik kehumasan dan informasi jurnalistik Pengadaan alat studio Bandara Pasir Tersedianya 1 kali Meningkatnya akses 1 kegiatan A Dishub dan komunikasi Pengaraian peralatan komunikasi kominfo jaringan/ hotspot dishubkominfo Jenis SKPD Pengadaan jaringan/ hotspot E-Government/ internet Sekretariat penerapan seluruh aplikasi e- gov yang efektif dan efisien 10 kegiatan Tersedianya jaringan internet komplek bina praja dan 16 kecamatan, dan design web seluruh SKPD 52 SKPD A Sekretariat Penyediaan dana operasional Radio Pelangi Darussalam (RPD) suara lima luhak Sekretariat Tersedianya dana operasional Radio Pemerintah (RPD) suara lima luhak 16 orang Terciptanya penyebaran informasi pemerintah daerah 1 kegiatan A Sekretariat Program pengkajian dan penelitian bidang informasi dan komunikasi Prioritas 4 Meningkatnya Jumlah rekomendasi pemanfaatan menara teknologi informasi telekomunikasi dan dalam warung internet yang penyelenggaraan dikeluarkan pemerintahan Terwujudnya pengkajian dan penelitian bidang informasi dan komunikasi 1 media Pengawasan dan pengendalian frekuensi siaran radio, pos dan telekomunikasi Pengawasan menara telekomunikasi dan warung internet Pemetaan BTS (Base Tranceiver Station) pengawasan menara telekomunikasi dan warung internet pemetaan menara telekomunikasi A Dishub kominfo 1 kegiatan Meningkatnya PAD 16 kecamatan dari menara telekomunikasi dan warung internet 1 kegiatan Tersedianta peta 16 kecamatan dan data menara telekomunikasi Program kerjasama informasi dengan mas media Prioritas 4 Terwujudnya peningkatan kualitas transparansi informasi pembangunan daerah terpadu aspiratif dan yang dan Frekuensi pelayanan pemberian informasi kepada stakeholder Jumlah media massa yang mempublikasikan program kegiatan pemerintah Kerjasama informasi dengan mas media 12 bulan media cetak, 2 media elektronik Page 88 of 106

244 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Persentase program/ kegiatan pemerintah daerah yang dipublikasikan 1 tahun iklan, 11 kali liputan, 22 media Jenis SKPD Meningkatnya Jumlah rekomendasi pemanfaatan menara teknologi informasi telekomunikasi dan dalam warung internet yang penyelenggaraan dikeluarkan pemerintahan Penyebarluasan informasi yang bersifat penyuluhan bagi masyarakat Kerjasama mas media dan elektronik Propoganda dan pameran Penyebarluasan informasi kegiatan pada satuan kerja perangkat daerah Sekretariat Sekretariat Sekretariat Sekretariat informasi pembangunan daerah kerjasama mas media dan elektronik propoganda dan pameran penyebarluasan informasi kegiatan pada satuan kerja perangkat daerah 1 kegiatan Meningkatnya sajian informasi kondisi daerah 1 kegiatan Meningkatnya kerjasama mas media dan elektronik 1 kegiatan Meningkatnya sajian informasi kondisi daerah 1 kegiatan Meningkatnya sajian informasi kegiatan pada satuan kerja perangkat daerah 635 lembar spanduk/ baliho 3 media cetak, 2 media elektronik 1 tahun iklan, 11 kali liputan, 22 media 3 media cetak, 2 media elektronik A Sekretariat A Sekretariat A Sekretariat A Sekretariat 2 URUSAN PILIHAN PERTANIAN Program Prioritas 3 Peningkatan Jumlah kelompok Meningkatnya peningkatan kesejahteraan petani kemampuan lembaga petani tani yang meningkat kemampuannya kesejahteraan petani Persentasepeningkat an modal gabungan kelompok tani (gapoktani) pengembangan usaha agribisnis perdesaan (puap) Jumlah kemitraan dalam pembangunan perkebunan Persentase kelembagaan pertanian yang aktif Persentase peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani Page 89 of 106

245 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Jumlah pembinaan terhadap kelompok tani Jenis SKPD Pelatihan petani dan pelaku agribisnis sosialisasi kegiatan dan pelatihan petani 12 kali Meningkatnya pengetahuan petani 12 kelompok A Distanholti dalam pengolahan dan pemasaran hasil pertanian Penyuluhan dan pendampingan petani dan pelaku agribisnis Peningkatan kemampuan lembaga petani penyuluhan dan pendampingan petani dan pelaku agribisnis pertemuan apresiasi tertib administrasi dan pembinaan gapoktan dalam melakukan usaha produktif pertanian peningkatan kemampuan kelembagaan petani Terbinanya kelompok tani peningkatan pengetahuan dan SDM petani serta penyuluh lapangan 2 kali Peningkatkan pengetahuan petani 18 kelompok A Dishutbun dan pelaku agribisnis dalam budidaya tanaman perkebunan 4 angkatan Meningkatnya 50 gapoktan A BKPPP jumlah modal gapoktan dan petani pengguna melalui perguliran 9 unit Menjadikan kelompok tani yang 9 kelompok A Distanholti mandiri dan tangguh 5 kali Terbentuknya 5 kelompok A Dishutbun kelompok tani kebun 1 kegiatan Meningkatnya kelas 250 poktan, A BKPPP kemampuan 60 orang kelompok tani serta bertambahnya pengetahuan, wawasan dan kerjasama kelompok KTNA Registrasi perkebunan rakyat registrasi perkebunan rakyat 1 kegiatan Tersedianya data 4 kecamatan A Dishutbun luas perkebunan rakyat Program peningkatan ketahanan (pertanian/ perkebunan) pangan Prioritas 3 Peningkatan ketahanan pangan Luas areal tanam, panen, produktivitas dan produksi padi, palawija Tersedianya benih/bibit, pupuk dan pestisida tanaman padi sawah, padi gogo, jagung dan kedele Peningkatan ketahanan pangan Jumlah cadangan pangan masyarakat Page 90 of 106

246 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Jumlah informasi ketersediaan pangan daerah Jumlah desa rawan pangan yang dibina Jenis SKPD Penyusunan database potensi produk pangan Monitoring, evaluasi dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian Jumlah sumber pangan alternatif Distanholti Distanholti penyusunan database potensi produksi pangan monitoring evaluasi dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian 3 kali Tersedianya data tingkat produksi dan produktivitas tanaman padi dan palawija 12 bulan Tersedianya laporan monitoring pencegahan penyimpangan pupuk dan pestisida 1 dokumen A Distanholti 1 dokumen A Distanholti Pemantauan dan analisis harga pangan pokok Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian 16 kecamatan pemantauan dan analisis harga pangan pokok Distanholti pengadaan sarana dan prasarana peningkatan penerapan teknologi pertanian 3 kali Tersedianya laporan analisis harga pangan pokok 7x` unit Meningkatnya produksi tanaman padi 16 pasar utama padi 5 ton/ha A BKPPP A Distanholti Power Thresser Desa Cipang 5 unit 100 ha Reaper Kiri Hulu, 2 unit 40 ha Pengembangan 1 kegiatan Terpenuhinya 10 ton A BKPPP cadangan pangan pengadaan cadangan pangan daerah cadangan pangan daerah daerah Pengembangan desa Desa 1 kegiatan Meningkatnya 4 desa A BKPPP mandiri pangan Pemandang, pengembangan ketahanan pangan Cipang Kiri desa mandiri masyarakat miskin Hilir, pangan pada desa mandiri Tanjung pangan Medan, Sei Duo Indah Pengembangan Desa Pasir Tersedianya 255 ha Meningkatnya padi A Distanholti intensifikasi tanaman Makmur, sarana produksi produktifitas padi ton/ha padi, palawija Desa Rambah Samo Barat, Desa Pasir Utama padi Page 91 of 106

247 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pengembangan Desa Suligi, 1 kegiatan Tersedianya pangan 6500 batang, A BKPPP diversifikasi tanaman Air Panas, Sei penanaman alternatif (non 7 desa Kandis, sumber pangan beras) Bengkolan alternatif (sukun) Salak, di pekarangan Pendalian, Serombou Indah, Tanjung Medan (Tambusai Utara) Pengembangan pertanian pada lahan kering Pengembangan lumbung pangan desa Distanholti Desa Pagaran Tapah, Pasir Utama, Sungai Sitolang, Kelurahan Rokan, Kelurahan Kota Lama pengembangan pertanian pada lahan kering pembangunan lumbung pangan di 255 ha Tersedianya pertanian lahan kering pada 1 kegiatan Meningkatnya cadangan pangan masyarakat padi 5 ton/ha 4 unit lumbung Jenis SKPD A Distanholti A BKPPP Pengembangan model distribusi pangan yang efisien Pengembangan perbenihan/ pembibitan Peningkatan mutu dan keamanan pangan Desa Bangun Purba Timur Jaya, Bangun Purba, Cipang Kiri Hulu, Kelurahan Rokan, BBU Tali Kumain model distribusi pangan yang efisien melalui lembaga distribusi pangan masyarakat 1 kegiatan Meningkatnya gapoktan yang memiliki model distribusi pangan yang efisien Tersedianya padi sawah 50 Meningkatnya sarana produksi ha, kedelai 25 produktivitas padi penangkar padi ha dan kedelai dan kedelai 1 kali Tercapainya pengawasan dan penerapan standar pembinaan mutu dan keamanan pangan keamanan pangan 4 gapoktan A BKPPP kg A Distanholti 40 orang A BKPPP Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu produk perkebunan, produk pertanian Penyuluhan sumber pangan alternatif Distanholti Tersedianya sarana produksi padi peningkatan IP Lomba Cipta Menu (LCM) berbasis sumber daya lokal tingkat Rokan Hulu, Propinsi dan nasional 50 ha Meningkatnya produktifitas padi 16 kecamatan Terciptanya resep menu baru khas padi 5 ton/ha A Distanholti 16 resep A BKPPP Page 92 of 106

248 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Monitoring, evaluasi Distanholti 16 kecamatan Tersedianya laporan 1 dokumen A Distanholti dan pelaporan monitoring, pelaksanaan evaluasi program dan kegiatan Jenis SKPD Pendampingan diversifikasi pangan Desa Pasir Intan, Rambah Utama, Lubuk Napal, Rambah Tengah Hulu, Pekan Tebih, Rantau Panjang, Suka Maju, Pagar Mayang, Rantau Sakti, Tapung Jaya pembinaan ibuibu rumah tangga dalam penyusunan menu 1 kegiatan Terciptanya resep menu baru khas 16 resep menu A BKPPP Percetakan lahan persawahan Rambah Hilir cetak sawah baru 1 kecamatan Meningkatnya luas areal persawahan 260 ha A Distanholti Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/ perkebunan Prioritas 3 Peningkatan kemampuan lembaga petani Jumlah event promosi yang diikuti Terwujudnya promosi produk unggulan daerah Promosi atas hasil produksi pertanian/ perkebunan unggulan daerah Distanholti Propinsi Riau, dan Indra Giri Hulu promosi produk pertanian unggulan daerah serta tanam perdana dan panen raya promosi produk unggulan daerah 16 kali Dikenalnya produk unggulan daerah 4 kegiatan Dikenalnya produk unggulan daerah 12 produk A Distanholti 4 kali A BKPPP Program peningkatan Prioritas 3 Peningkatan ketahanan pangan penerapan teknologi pertanian/ perkebunan Pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/ perkebunan tepat guna Peningkatan kemampuan lembaga petani Persentase penggunaan alat dan mesin pertanian Bertambahnya kelompok tani yang terlatih Distanholti Meningkatnya penggunaan teknologi tepat guna pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian tepat guna 9 unit Meningkatnya produksi tanaman padi padi 5 ton/ha A Distanholti Page 93 of 106

249 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Hidrotiller Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Rambah, Ramo Samo, Rambah Hilir, Bangun Purba, Rokan IV Koto dan Ujungbatu 6 unit 120 ha Jenis SKPD Cultivator Pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi pertanian/ perkebunan tepat guna Pelatihan dan bimbingan Sekolah Apang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHAT) Sekolah Lapang Iklim (SL-Iklim) Ujung Batu, Bangun Purba dan Rambah Samo pelatihan pengoperasian teknologi pertanian tepat guna pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi tepat guna pelatihan dan bimbingan Sekolah Apang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHAT) pelatihan dan bimbingan sekolah lapang iklim 3 unit 60 ha unit Terlatihnya anggota kelompok tani SL PTT 3 kali Bertambahnya kelompok tani yang menggunakan teknologi tepat guna 5 kelompok A Distanholti 3 kelompok A Dishutbun 4 kali Terlatihnya anggota 4 kelompok A Distanholti kelompok tani SLPHAT 1 kali Meningkatkan pengetahuan 4 kelompok A Distanholti petugas dalam pemahanan iklim Program peningkatan produksi pertanian/ perkebunan Prioritas 3 Peningkatan ketahanan pangan Persentase pengendalian hama dan penyakit tanaman Peningkatan kualitas produksi pertanian Meningkatnya produksi perkebunan Persentase peningkatan produktifitas kebun rakyat Persentase peningkatan penggunaan bibit bersertifikat Jumlah serangan OPT terhadap kebun masyarakat Luas lahan perkebunan rakyat Page 94 of 106

250 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Penyediaan sarana 1 kegiatan Tersedianya sarana 700 liter A Distanholti produksi pertanian/ penyediaan sarana penggandaan perkebunan produksi produksi pertanian pertanian Pengembangan bibit 1 kegiatan Tersedianya bibit A Dishutbun unggul pertanian/ penyediaan bibit unggul tanaman batang perkebunan unggul tanaman perkebunan perkebunan Sertifikasi bibit 1 kegiatan Tersedianya bibit A Dishutbun unggul pertanian/ sertifijasi bibit unggul bersertifikat batang perkebunan unggul Penyediaan dan 1 kegiatan Terlindunginya 16 kecamatan A Dishutbun perlindungan perlindungan tanaman tanaman tanaman perkebunan rakyat perkebunan Pengembangan/ pemeliharaan tanaman perkebunan rakyat pembangunan kebun bagi masyarakat 1 kegiatan Tersedianya kebun bagi masyarakat Jenis SKPD 200 ha A Dishutbun Program Prioritas 3 peningkatan dan pemberdayaan penyuluh pertanian/ perkebunan Peningkatan kemampuan lembaga petani Jumlah kelompok tani yang menerapkan paket teknologi tepat guna Jumlah kantor balai penyuluhan yang memenuhi standar minimal sesuai dengan Permentan Nomor 51 tahun 2009 Terwujudnya pemberdayaan 17 programa penyuluh di 3 BPP Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian perkebunan Penyuluhan dan pendampingan bagi pertanian/ perkebunan Peningkatan sarana dan prasarana penunjang kegiatan teknis penyuluhan pertanian (DAK) dan Propinsi Riau Bonai Darussalam, Rokan IV Koto, Kunto Darussalam 1 kali, 4 Meningkatnya 130 BOP A BKPPP pertemuan teknis angkatan pengetahuan dan penyuluh dan diklat dasar keterampilan bagi penyuluh penyuluh pertanian 17 programa Tersusunnya 17 programa A BKPPP programa balai programa balai penyuluhan dan penyuluhan dan kabupaten kabupaten 1 kegiatan Meningkatnya 3 BPP A BKPPP pengadaan ketersediaan sarana mobiler dan dan prasarana perlengkapan penyuluhan di kantor serta tingkat kecamatan pembangunan pagar lahan Balai Penyuluhan Program peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan Prioritas 3 Meningkatnya Peningkatan usahausaha produksi agrobisnis dan dan produktivitas agroindustri komoditas perikanan dan unggulan daerah peternakan yang bernilai tambah dan berdaya saing Terwujudnya peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan Page 95 of 106

251 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pemeliharaan Dumai, 12 bulan Tersedianya obatobatan dosis A Diskanak kesehatan dan Pekanbaru, pemeliharaan ternak pencegahan penyakit Kampar dan kesehatan dan menular ternak Jawa Timur pencegahan penyakit menular ternak Pemusnahan ternak Dumai, 12 bulan Dilakukannya 200 ekor A Diskanak yang terjangkit Pekanbaru, pemusnahan eliminasi hewan penyakit endemik Kampar dan ternak yang terindikasi rabies Jawa Timur terjangkit penyakit endemik Jenis SKPD Program peningkatan produksi peternakan hasil Prioritas 3 Meningkatnya Produksi perikanan produksi perikanan dan populasi ternak dan peternakan serta peningkatan kesehatan masyarakat veteriner Terwujudnya peningkatan produksi hasil peternakan Konsumsi protein hewani asal ikan dan ternak Peningkatan kelompok/ jumlah rumah tangga petani ikan dan peternak Pembangunan sarana dan prasarana pembibitan ternak Meningkatnya Peningkatan usahausaha produksi agrobisnis dan dan produktivitas agroindustri komoditas perikanan dan unggulan daerah peternakan yang bernilai tambah dan berdaya saing rehab gedung dan fasilitas bio gas serta hasil gas di distribusikan ke masyarakat 1 kali Tersedianya gedung dan fasilitas bio gas 1 unit A Diskanak Pendistribusian bibit ternak kepada masyarakat Pembelian dan pendistribusian vaksin dan pakan ternak Pengembangan agribisnis peternakan Pelatihan pengelolaan bibit ternak yang didistribusikan kepada masyarakat penyerahan bibit ternak kepada masyarakat penyerahan vaksin dan pakan ternak kepada masyarakat pengadaan pakan rumput pelatihan ternak sapi 110 ekor Meningkatnya 11 kelompok A Diskanak perekonomian masyarakat peternak dosis Meningkatnya 30 kelompok A Diskanak dan kg perekonomian pakan masyarakat peternak 1 lokasi, 5 ha Tersedianya pakan rumput 1 kali Meningkatnya pengetahuan peternak sapi 4 kelompok A Diskanak 450 orang A Diskanak Page 96 of 106

252 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Program Prioritas 3 Meningkatnya Peningkatan usahausaha peningkatan produksi agrobisnis dan dan pemasaran hasil produktivitas agroindustri produksi peternakan komoditas perikanan dan unggulan daerah peternakan yang bernilai tambah dan berdaya saing Promosi atas hasil Luar daerah peternakan unggul daerah Terwujudnya peningkatan pemasaran hasil produksi peternakan Pameran MTQ, Riau Expo, PENAS dan Dumai Expo 4 kali Meningkatnya promosi hasil peternakan unggul daerah Jenis SKPD 4 produk A Diskanak Program peningkatan penerapan teknologi peternakan Pengadaan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna Pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi peternakan tepat guna Prioritas 3 Meningkatnya Peningkatan produksi dan penerapan teknologi produktivitas tepat guna di bidang komoditas perikanan dan unggulan daerah peternakan yang bernilai tambah dan berdaya saing Luar Luar Propinsi Terwujudnya penerapan teknologi peternakan pengadaan sarana dan prasarana teknologi peternakan tepat guna pelatihan ATR/PKB 2000 ekor Tersedianya N2 cair, semen beku dan alat-alat IB 2 jenis pelatihan Meningkatnya pengetahuan peternak dalam menggunakan alat peternakan 139 kelompok A Diskanak 10 orang A Diskanak Program pengembangan jaringan irigasi pertanian Prioritas 3 Peningkatan ketahanan pangan Persentase luas areal sawah yang mampu diairi air irigasi Terwujudnya pengembangan jaringan irigasi pertanian Pembangunan/ rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani pemeliharaan jaringan irigasi tingkat usaha tani 250 meter, 3 unit, 2 kegiatan Meningkatnya produktivitas tanaman pertanian padi 5 ton/ha A Distanholti Program peningkatan pemasaran pertanian hasil Prioritas 3 Peningkatan ketahanan pangan Persentase luas lahan yang terjangkau sarana transportasi Terwujudnya peningkatan pemasaran hasil pertanian Pembangunan/ rehabilitasi usaha tani jalan Rambah Baru dan Menaming pembangunan jalan usaha tani 800 meter Meningkatnya jalan usaha tani 3 kecamatan A Distanholti Program pengembangan agribisnis Prioritas 3 Meningkatnya Luas areal tanam, produksi dan sentra-panensentra pertanian dan produksi produktivitas tanaman pangan tanaman holtikultura dan holtikultura Tersedianya benih/bibit tanaman holtikultura Terwujudnya pengembangan tanaman agribisnis 3600 batang, 10 komoditi, 205 ha 4700 rumpun Page 97 of 106

253 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pengembangan 4 kecamatan Meningkatnya luas 60 ha A Distanholti tanaman buahbuahan baru tanaman buahan penambahan areal areal tanaman buah- buah-buahan Jenis SKPD Jeruk Mangga Manggis Lengkeng Rokan IV Koto Rambah Samo Pendalian IV Koto Rambah Hilir dan Kunto Darussalam 20 ha ha ha ha Pengembangan tanaman sayuran Pengembangan sayuran dan saprodi lainnya Cabe merah Cabe rawit Semangka Mentimun Terong Kacang panjang Pengembangan tanaman hias dan biofarmaka Desa Ujungbatu Timur, Rambah, Serombau Indah, Rambah Hilir Tengah, Sejati Desa Sialang Jaya, Desa Lubuk Kerapat 10 komoditi Meningkatnya luas penambahan areal areal tanaman baru tanaman sayuran sayuran penambahan areal baru tanaman hias dan biofarmaka 1 unit, 2 ha Meningkatnya luas areal tanaman hias dan biofarmaka 14 ha A Distanholti 6400 rumpun A Distanholti Pengembangan tanaman palawija Bantuan sarana produksi tanaman palawija Bantuan sarana produksi tanaman kedelai Bantuan sarana produksi tanaman jagung Bantuan sarana produksi tanaman kacang tanah Pengembangan tanaman umbiumbian Desa Batas, Rambah Samo, Rambah Hilir Timur, Serombau Indah, Rambah Hilir, Sungai Dua Indah, Rambah, Muara Musu, Rambah Hilir Timur, Serobau Indah, Ulak Patian, Kepenuhan Barat, K h penambahan areal baru tanaman palawija penambahan areal baru tanaman umbi-umbian 500 ha Meningkatnya luas jagung 3 areal tanaman ton/ha, palawija kacang kedele 1 ton/ha, kacang tanah 1 ton/ha 1 kegiatan Meningkatnya luas areal tanaman umbiumbian A Distanholti 14 ha A Distanholti Tanaman ubi kayu Page 98 of 106

254 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Tanman ubi jalar Tanaman bingkuang Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Jenis SKPD 2 02 KEHUTANAN Program pemanfaatan potensi sumber daya hutan Prioritas 3 Meningkatnya Persentase pengelolaan hutan peningkatan secara adil dan produksi hasil hutan berkelanjutan kayu dan non kayu Terwujudnya pemanfaatan potensi sumber daya hutan Pengembangan hasil hutan non-kayu Pengelolaan dan pemanfaatan hutan Pengembangan pengujian dan pengendalian peredaran hasil hutan Tertibnya peruntukan penggunaan kawasan Jumlah kelompok yang mengembangkan hasil hutan kayu dan non kayu Jumlah dokumen dan peredaran hasil hutan pengembangan hasil hutan nonkayu penyuluhan pengelolaan dan pemanfaatan hutan pemantauan peredaran hasil hutan 1 kegiatan Bertambahnya 3 kelompok A Dishutbun jumlah kelompok yang mengembangkan hasil hutan non kayu 1 kegiatan Terkelolanya 10 kali A Dishutbun kawasan hutan oleh masyarakat 1 kegiatan Terpantaunya penggunaan dokumen peredaran hasil hutan 100 dokumen A Dishutbun Program rehabilitasi hutan dan lahan Prioritas 3 Tertibnya peruntukan penggunaan kawasan Jumlah kelompok dan masyarakat yang berperan serta dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan Terwujudnya rehabilitasi hutan dan lahan Luas lahan kritis yang di rehabilitasi Pembuatan bibit/ benih tanaman kehutanan Penghijauan Rehabilitasi hutan Dana pendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan Dishutbun 1 kegiatan Tersedianya bibit pembuatan bibit tanaman kehutanan tanaman kehutanan batang Bertambahnya luas penghijauan, lahan yang pengkayaan dan direhabilitasi penyisipan kanan kiri jalan 1 kegiatan Bertambahnya luas rehabilitasi hutan kawasan hutan yang Tersedianya dana pendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan batang A Dishutbun 200 ha A Dishutbun 300 ha A Dishutbun direhailitasi 1 tahun Terselenggaranya 1 kegiatan A Dishutbun kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan Page 99 of 106

255 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Pagu Indikatif Prakiraan Maju Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Program Prioritas 3 Tertibnya Jumlah kasus Terwujudnya 20 persen, perlindungan dan peruntukan dan kebakaran hutan dan pencegahan dan lokasi/ 150 konservasi sumber penggunaan lahan pengendalian orang daya hutan kawasan kebakaran hutan dan lahan Jenis SKPD Pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan Sosialisasi pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan pencegahan kebakaran hutan dan lahan sosialisasi kebakaran hutan dan lahan 1 tahun Berkurangnya kasus kebakaran hutan dan lahan 1 kegiatan Meningkanya kesadaran masyarakat tentang dampak kebakaran hutan dan lahan 20 persen A Dishutbun 3 lokasi/ 150 orang A Dishutbun Program perencanaan pengembangan hutan dan Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah izin hutan pengelolaan hutan tanaman rakyat secara adil dan berkelanjutan Terwujudnya tertib peruntukan dan penggunaan kawasan Pendampingan kelompok usaha perhutanan rakyat Evaluasi potensi sumber daya hutan Terbentuknya kelompok usaha perhutanan rakyat evaluasi potensi sumber daya hutan 10 kelompok Meningkatnya 10 kelompok A Dishutbun peran serta kelompok/ masyarakat dalam pemanfaatan dan pelestraian hutan 1 kali Tersedianya data 1 dokumen A Dishutbun potensi sumber daya hutan Program Prioritas 3 Tertibnya Jumlah kasus ilegal pengamanan dan peruntukan dan loging pengendalian satwa penggunaan Jumlah kasus liar yang di lindungi kawasan serangan hama gajah/satwa liar Pengamanan kawasan hutan Terciptanya pengamanan kawasan hutan Meningkatnya pengamanan kawasan hutan 1 tahun Berkurangnya kasus tindak pidana bidang kehutanan persen A Dishutbun Pengendalian satwa liar yang dilindungi pengendalian serangan gajah 2 lokasi Berkurangnya kasus serangan gajah diareal perkebunan rakyat/ perusahaan 20 persen A Dishutbun 2 03 ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Page 100 of 106

256 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Program pembinaan Prioritas 1 Meningkatnya Ketersediaan dan pengembangan pembangunan dan penerangan bidang ketenagalistrikan pemeliharaan sarana perkotaan dan perdesaan prasarana publik termasuk transportasi, air bersih serta energi listrik listrik dan Terwujudnya pengembangan listrik di kota dan desa Jenis SKPD Penataan listrik perkotaan Pengembangan listrik pedesaan penataan listrik perkotaan pengembangan listrik pedesaan 1 kegiatan Meningkatnya penataan listrik diperkotaan 3 kegiatan Meningkatnya penerangan di pedesaan dan kecamatan 2,5 km A Distamben 4 unit A Distamben Program Pengembangan Bidang Pertambangan Umum Sistem Informasi Geografis (SIG) bidang pertambangan Rokan Hulu Prioritas sistem Informasi Geografis (SIG) bidang pertambangan Rokan Hulu 1 kegiatan Tersedianya 1 dokumen A Distamben software untuk peningkatan sistem pengelolaan bidang pertambangan 2 04 PARIWISATA Program Prioritas 3 Peningkatan Jumlah pengelolaan Terwujudnya pengembangan kunjungan aset kebudayaan dan pengembangan pemasaran pariwisata wisatawan pariwisata Rokan pemasaran Hulu pariwisata Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara di dalam dan diluar negeri promosi pariwisata nusantara di dalam dan diluar negeri 1 kegiatan Tersedianya informasi dan bahanbahan informasi pariwisata 1500 eksemplar A Disbudpar Program pengembangan destinasi pariwisata Prioritas 3 Peningkatan kunjungan wisatawan Jumlah pengelolaan aset kebudayaan dan pariwisata Rokan Hulu Terwujudnya pengembangan destinasi pariwisata Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana wisata peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata 8 objek/ tahun Terlengkapinya kebutuhan sarana dan prasarana pariwisata pada objek-objek wisata 8 lokasi A Disbudpar 2 05 KELAUTAN DAN PERIKANAN Page 101 of 106

257 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Program pengembangan budidaya perikanan Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Prioritas 3 Meningkatnya Produksi perikanan produksi perikanan dan populasi ternak dan peternakan serta peningkatan kesehatan masyarakat veteriner Terwujudnya pengembangan budidaya perikanan Jenis SKPD Peningkatan pendapatan petani Meningkatnya Peningkatan usahausaha produksi produktivitas agrobisnis dan dan agroindustri komoditas perikanan dan unggulan daerah peternakan yang bernilai tambah dan berdaya Terlindunginya saing kawasan konservasi perikanan di perairan umum dan pengembangan budidaya ternak lokal Pengembangan bibit ikan unggul Pendampingan pada kelompok tani budidaya ikan pengembangan bibit ikan unggul pendampingan pada kelompok tani budidaya ikan 2 lokasi Tersedianya pakan ikan dan calon induk 22 kelompok Tersedianya benih dan pakan ikan kg pakan dan 250 ekor ekor, kg A Diskanak A Diskanak Pembinaan dan pengembangan perikanan Peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya pembinaan dan pengembangan perikanan pengadaan sarana dan prasarana perikanan budidaya 12 kelompok Tersedianya 72 keramba, keramba, benih dan ekor, pakan ikan kg pakan 5 kecamatan Tersedianya kolam terpal, benih ikan dan pakan 100 unit, ekor, kg A Diskanak A Diskanak Peningkatan sarana dan prasarana BBI Pengembangan usaha mina pedesaan perikanan budidaya (PUMP-BP) Domestifikasi ikan langka BBI Rambah dan BBI Kepenuhan Diskannak 2 BBI/ tahun Tersedianya kolam peningkatan dan saluran sarana dan pembuangan prasarana BBI 30 orang Meningkatnya pelatihan pengetahuan petani budidaya ikan perikanan pengembangan jenis ikan langka 5 jenis Tersedianya ikan arwana, belida dan tapah 20 buah kolam dan 20 meter saluran A Diskanak 3 kelompok A Diskanak 70 ekor A Diskanak Program pengembangan perikanan tangkap Prioritas 3 Meningkatnya Peningkatan produksi perikanan pendapatan petani dan peternakan Terwujudnya pengembangan perikanan tangkap Page 102 of 106

258 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Pembinaan dan 70 RTP Tersedianya sampan 70 buah A Diskanak pengembangan pembinaan dan dan jala perikanan tangkap pengembangan perikanan tangkap Jenis SKPD Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan Penanganan pasca panen dan pengolahan produk perikanan dan peternakan Prioritas 3 Meningkatnya Peningkatan usahausaha produksi agrobisnis dan dan produktivitas agroindustri komoditas perikanan dan unggulan daerah peternakan yang bernilai tambah dan berdaya saing Terwujudnya optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan penanganan pasca panen dan pengelolaan produk kali Meningkatnya 15 kelompok A Diskanak kemampuan petani dalam pengolahan produk perikanan 2 06 PERDAGANGAN Program Prioritas 3 Meningkatnya Meningkatnya Terwujudnya perlindungan pengawasan alat kesadaran pelaku perlindungan konsumen dan ukur, takar, usaha yang terhadap pengamanan timbang dan melaksanakan tera konsumen dan perdagangan perlengkapannya ulang alat ukur, pedagang yang telah di tera timbang, takar, perlengkapan Peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa Monitoring harga sembilan bahan pokok dan barang-barang esensisal lainnya Tera alat UTTP (ukuran, takar, timbang dan perlengkapannya) Persentase kasus perlindungan konsumen yang ditindaklanjuti pengawasan peredaran barang dan jasa monitoring sembako dan barang esensial lainnya bimtek dan sidang tera/tera ulang alat UTTP 16 kecamatan Tersedianya dokumen peredaran barang dan jasa 16 kecamatan Tersedianya dokumen monitoring Sembako 800 UTTP/ tahun Tersedianya alat UTTP yang telah ditera ulang 1 dokumen A Dinas Koperindag 1 dokumen A Dinas Koperindag 16 kecamatan A Dinas Koperindag Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah sarana dan pengawasan alat prasarana pasar yang ukur, takar, tersedia timbang dan perlengkapannya yang telah di tera Terwujudnya sarana dan prasarana pasar yang memadai 1 unit Peningkatan sarana dan prasarana pasar pembangunan pasar lelang karet 1 paket Meningkatnya sarana dan prasarana pasar lelang karet 3 unit A Dinas Koperindag Page 103 of 106

259 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pengembangan distribusi sembilan bahan pokok kepada masyarakat kurang mampu/ miskin Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju pendidtribusian sembilan bahan pokok kepada masyarakat kurang mampu/ miskin 1 kegiatan Meningkatnya kesejahteraan masyarakat miskin Jenis SKPD 16 kecamatan C2 Dinas Koperindag 2 07 INDUSTRI Program Prioritas 3 Meningkatnya Jumlah produk Terwujudnya Pengembangan pertumbuhan industri yang pengembangan kemasan/ industri kecil dan perindustrian dan memenuhi standar IKM 20 sertifikat menengah perdagangan SNI dan Departemen Kesehatan Nilai produksi 3 IKM industri, Jumlah Industri yang kuat dan persentase tenaga kerja di sektor industri Pengembangan mutu dan kemasan produk olahan Pelatihan dan bantuan mesin peralatan IKM Bantuan mesin peralatan bordir Terciptanya kemasan dan legalitas yang memenuhi standar bantuan mesin peralatan bordir 4 produk/ tahun Tersedianya kemasan yang telah kemasan/ 20 memiliki legalitas sertifikat dan memenuhi standar 3 kali Tersedianya tenaga terampil dan mesin peralatan bordir A Dinas Koperindag 3 IKM A Dinas Koperindag Bantuan mesin peralatan tahu tempe bantuan mesin peralatan tahu tempe 10 kali Tersedianya tenaga terampil dan mesin peralatan tahu tempe 10 IKM Pembinaan dan pengadaan mebeleur Bantuan mesin peralatan tahu tempe Pembinaan dan pengadaan alat kerajinan songket pembinaan dan pengadaan alat pembuatan mebeleur bantuan mesin peralatan tahu tempe pembinaan dan pengadaan alat kerajinan songket 1 kali Tersedianya tenaga terampil dan pembuat mebeleur 1 kali Tersedianya tenaga terampil dan mesin peralatan mebeleur 1 kali Tersedianya tenaga terampil dan mesin alat kerajinan songket 1 IKM IKM IKM Program peningkatan kemampuan teknologi industri Prioritas 3 Meningkatnya pertumbuhan perindustrian perdagangan Persentase IKM yang menggunakan dan teknologi tepat guna Terwujudnya pemanfaatan penggunaan teknologi tepat guna 2 kelompok IKM Page 104 of 106

260 KODE 1 Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Pembinaan kemampuan teknologi industri Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju peningkatan mutu usaha pengolahan ikan 1 kali Terciptanya peningkatan mutu pengolahan ikan salai dan ikan asin dengan penggunaan teknologi tepat guna 2 kelompok IKM Jenis SKPD A Dinas Koperindag Peningkatan mutu usaha pengolahan ikan Peningkatan mutu usaha sablon dan percetakan Program pengembangan sentra-sentra industri potensial Prioritas 3 Meningkatnya pertumbuhan perindustrian perdagangan dan Jumlah hasil IKM yang dipromosikan Terciptanya pengembangan sentra-sentra industri potensial 4 kali Partisipasi pameran Luar dan Dalam partisipasi pameran Riau Expo, MTQ Propinsi, Rohul Expo dan pameran diluar Rokan Hulu 4 kali Meningkatnya jumlah produk yang dipromosikan 4 kali A Dinas Koperindag Pelatihan peningkatan industri potensial pelatihan AMT bagi pengrajin IKM 1 kegiatan Meningkatnya AMT bagi pengrajin IKM 1 kali A Dinas Koperindag 2 08 TRANSMIGRASI Program Prioritas 3 Tingkat pembinaan 2 UPT pengembangan daerah transmigrasi wilayah transmigrasi Meningkatnya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat kawasan transmigrasi Terwujudnya pengembangan wilayah transmigrasi Peningkatan kerjasama antar wilayah, antar pelaku dan antar sektor dalam rangka pengembangan kawasan transmigrasi UPT I Kabun dan UPT V Kota Tengah pendataan sarana fasilitas umum, sosial dan belajar mengajar di kawasan transmigrasi 2 UPT Tersedianya data fasilitas umum, sosial dan tenaga pendidik di kawasan transmigrasi 25 orang A Disosnaker trans Page 105 of 106

261 KODE Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan dan Program/ Prioritas Sasaran Utama Program dan Lokasi Hasil Program Keluaran Hasil Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Tolok Ukur Target Pagu Indikatif Prakiraan Maju Penyediaan dan UPT I Kabun 2 UPT Tersedianya sarana 2 unit C Disosnaker pengelolaan prasarana dan UPT V penyediaan sarana dan prasarana sosial trans dan sarana sosial dan Kota Tengah dan prasarana dan ekonomi ekonomi di kawasan sosial dan dikawasan transmigrasi ekonomi di transmigras kawasan transmigrasi Jenis SKPD Ket : A Sedang berjalan, yaitu program dan kegiatan satu tahun sebelum tahun yang direncanakan yang B C Alternatif, yaitu program dan kegiatan SKPD, lintas SKPD dan kewilayahan yang berdasarkan baru, yaitu program dan kegiatan yang tidak tercantum pada Renstra-SKPD dengan kriteria 1) tidak bisa ditunda karena dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemerintah 2) dalam rangka mempercepat capaian target sasaran renstra-skpd 3) adanya kebijakan pemerintah yang menjadi prioritas nasional yang mendukung percepatan pembangunan daerah; dan/atau 4) dilakukan jika kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya belum memberikan keluaran dan hasil yang sesuai dengan sasaran RenstraSKPD Page 106 of 106

DESA MENATA KOTA DALAM SEBUAH KAWASAN STRATEGI PEMBANGUNAN ROKAN HULU.

DESA MENATA KOTA DALAM SEBUAH KAWASAN STRATEGI PEMBANGUNAN ROKAN HULU. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai Kabupaten yang baru berusia 17 tahun, sudah banyak yang dilakukan pemerintah untuk mengisi pembangunan, dapat dilihat akses-akses masyarakat yang terpenuhi

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH SALINAN BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO, Menimbang: a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 260 menyebutkan bahwa Daerah sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan Daerah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah adalah dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran,

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085 PERATURAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM

Lebih terperinci

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN. tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN. tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,

Lebih terperinci

RKPD Tahun 2015 Pendahuluan I -1

RKPD Tahun 2015 Pendahuluan I -1 1.1 Latar Belakang Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, Menimbang : a. bahwa agar kegiatan pembangunan

Lebih terperinci

TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG Bagian Hukum Setda Kabupaten Bandung

Lebih terperinci

BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA

BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA BUPATI SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA DAN PEDOMAN PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

RKPD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2015

RKPD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN 2015 i BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN R encana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. RPJMD memuat visi, misi, dan program pembangunan dari Bupati

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna pemanfaatan

Lebih terperinci

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak Tahun

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak Tahun B AB I P E N D AH U L U AN 1.1 Latar Belakang Perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat dengan mempertimbangkan urutan pilihan dan ketersediaan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2013

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2013 Lampiran I : Peraturan Bupati Pekalongan Nomor : 33 Tahun 2012 Tanggal : 28 Juni 2012 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP); Rencana

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARIMUN NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN KARIMUN TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARIMUN NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN KARIMUN TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARIMUN NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN KARIMUN TAHUN 2011 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARIMUN, Menimbang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2017 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Undang-Undang

Lebih terperinci

BUPATI JEMBRANA, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI JEMBRANA, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2011-2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI BANDUNG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN GRESIK TAHUN 2018 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN GRESIK TAHUN 2018 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN BUPATI GRESIK NOMOR : TAHUN 2017 TANGGAL : MEI 2017 1.1. Latar Belakang RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN GRESIK TAHUN 2018 BAB I PENDAHULUAN Rencana Kerja Pemerintah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN BAB I PENDAHULUAN

ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN BAB I PENDAHULUAN - 1 - LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2013-2017 ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perencanaan pembangunan merupakan tahapan awal dalam proses pembangunan sebelum diimplementasikan. Pentingnya perencanaan karena untuk menyesuaikan tujuan yang ingin

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014 Lampiran I : Peraturan Bupati Pekalongan Nomor : 21 Tahun 2013 Tanggal : 31 Mei 2013 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan implementasi dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang

Lebih terperinci

SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NO. 6 2009 SERI. E PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 6 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI BALI TAHUN

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI BALI TAHUN PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI BALI TAHUN 2008-2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2012-2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 01 TAHUN 2006

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 01 TAHUN 2006 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 01 TAHUN 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 01 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN Lampiran Peraturan Bupati Lamongan Nomor : 44 Tahun 2016 Tanggal : 25 Oktober 2016. RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Undang-Undang

Lebih terperinci

SALINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,

SALINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL, SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah

Lebih terperinci

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I P E N D A H U L U A N BAB I P E N D A H U L U A N 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015 merupakan dokumen perencanaan daerah tahun keempat RPJMD Kabupaten Tebo tahun 2011 2016, dalam rangka mendukung Menuju

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR : 39 TANGGAL : 14 Mei 2013 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemerintah Daerah Provinsi

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG Nomor : 1 Tahun 2009 PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG Nomor : 1 Tahun 2009 PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG Nomor : 1 Tahun 2009 PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN SERTA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2012-2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR LAMPIRAN NOMOR : 40 TAHUN 2012 LAMPIRAN TANGGAL : 30 MEI 2012

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR LAMPIRAN NOMOR : 40 TAHUN 2012 LAMPIRAN TANGGAL : 30 MEI 2012 1 LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR LAMPIRAN NOMOR : 40 TAHUN 2012 LAMPIRAN TANGGAL : 30 MEI 2012 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA I-0 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2010 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KOTA SUKABUMI Tanggal : 26 Nopember 2010 Nomor : 6 Tahun 2010 Tentang : TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN

Lebih terperinci

BUPATI JEPARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI JEPARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN BUPATI JEPARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

11 LEMBARAN DAERAH Januari KABUPATEN LAMONGAN 1/E 2006 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR : 01 TAHUN 2006 TENTANG

11 LEMBARAN DAERAH Januari KABUPATEN LAMONGAN 1/E 2006 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR : 01 TAHUN 2006 TENTANG 11 LEMBARAN DAERAH Januari KABUPATEN LAMONGAN 1/E 2006 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR : 01 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH

Lebih terperinci

BUPATI BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN

BUPATI BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN BUPATI BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARRU NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2016-2021 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARRU,

Lebih terperinci

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH -1- BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SIAK NOM OR 31 TAHUN

PERATURAN BUPATI SIAK NOM OR 31 TAHUN PROVINSI RIAU PERATURAN BUPATI SIAK NOMOR 31 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SIAK TAHUN 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, M enimbang : a. bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN NGAWI TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN NGAWI TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR : 31 TAHUN 2011 TANGGAL : 24 MEI 2011 1.1. Latar Belakang RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN NGAWI TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan tahunan Pemerintah Daerah, yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemerintahan yang

Lebih terperinci

WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR 14 TAHUN 2014 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MATARAM TAHUN 2015

WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR 14 TAHUN 2014 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MATARAM TAHUN 2015 WALIKOTA MATARAM PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MATARAM TAHUN 2015 TIM PENYUSUN RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA MATARAM TAHUN 2014

Lebih terperinci

BUPATI BANGLI, PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGLI NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BANGLI, PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGLI NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI BANGLI PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGLI NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH SEMESTA BERENCANA KABUPATEN BANGLI TAHUN 2016-2021 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu kesatuan dari sistem perencanaan pembangunan nasional dan provinsi yang disusun dengan memperhitungkan sumber daya daerah

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2016 2021 DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, 1 BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa untuk lebih menjamin ketepatan dan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUKOMUKO,

Lebih terperinci

SURAKARTA KOTA BUDAYA, MANDIRI, MAJU, DAN SEJAHTERA.

SURAKARTA KOTA BUDAYA, MANDIRI, MAJU, DAN SEJAHTERA. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mengamanatkan kepada

Lebih terperinci

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH KABUPATEN BANGKALAN TAHUN BAB I PENDAHULUAN

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH KABUPATEN BANGKALAN TAHUN BAB I PENDAHULUAN -1- Lampiran Peraturan Daerah Kabupaten Bangkalan Tanggal : 09 Desember 2010 Nomor : 12 Tahun 2010 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2005 2025 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN BREBES TAHUN 2012 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BREBES, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun I-1

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun I-1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam penyelenggaraan pembangunan perlu disusun beberapa dokumen yang dijadikan pedoman pelaksanaan sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional,

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH 1 PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG TATA LAKSANA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) RKPD KABUPATEN BERAU TAHUN 2013 BAB I - 1

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) RKPD KABUPATEN BERAU TAHUN 2013 BAB I - 1 LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2013 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN BERAU TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

-1- BUPATI BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

-1- BUPATI BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG -1- BUPATI BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUDUS DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan pembangunan yang berkualitas menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan yang baik dalam skala nasional maupun daerah. Undang-Undang Nomor 25 Tahun

Lebih terperinci

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG

BAB 1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2016-2021 RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2016-2021 BAB 1. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN CILACAP TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN CILACAP TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN CILACAP TAHUN 2012 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP, Menimbang :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, selaras,

Lebih terperinci

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CIREBON, Menimbang

Lebih terperinci

Pemerintah Kabupaten Wakatobi

Pemerintah Kabupaten Wakatobi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kabupaten Wakatobi memiliki potensi kelautan dan perikanan serta potensi wisata bahari yang menjadi daerah tujuan wisatawan nusantara dan mancanegara. Potensi tersebut

Lebih terperinci

RPJMD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN

RPJMD KABUPATEN LAMANDAU TAHUN i BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,

Lebih terperinci

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLORA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR, PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG

PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO

PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 14 TAHUN 2007 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG ESA BUPATI KULON PROGO, Menimbang :

Lebih terperinci

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang BAB PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang kepada daerah berupa kewenangan yang lebih besar untuk mengelola pembangunan secara mandiri

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA MATARAM TAHUN 2016

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA MATARAM TAHUN 2016 PEMERINTAH KOTA MATARAM 2016 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA MATARAM TAHUN 2016 idoel Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah private (RKPD) 1/1/2016 Kota Mataram WALIKOTA MATARAM PROVINSI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH, RENCANA STRATEGIS DAN RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH SERTA MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 15 2005 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 7 TAHUN 2005 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT DENGAN MENGHARAP

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu PERATURAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN, PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG TIMUR, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR : 32 Tahun 2014 TANGGAL : 23 Mei 2014 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemerintah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2010 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURBALINGGA,

Lebih terperinci

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I P E N D A H U L U A N BAB I P E N D A H U L U A N 1.1 Latar Belakang Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang SIstem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah mengamanatkan

Lebih terperinci

GUBERNUR SULAWESI BARAT

GUBERNUR SULAWESI BARAT GUBERNUR SULAWESI BARAT RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR TAHUN 2017 TENTANG PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN PENGANGGARAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SULAWESI BARAT,

Lebih terperinci

I - 1 BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I - 1 BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR : 2 TAHUN 2009 TANGGAL : 14 MARET 2009 TENTANG : RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2008-2013 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

B U P A T I B I M A PERATURAN DAERAH KABUPATEN BIMA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

B U P A T I B I M A PERATURAN DAERAH KABUPATEN BIMA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG B U P A T I B I M A PERATURAN DAERAH KABUPATEN BIMA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN BIMA TAHUN 2011-2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci