BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. 23,2 cm merupakan jarak untuk 1 sinyal pulsa yang dihasilkan oleh sensor Vehicles Speed. Dimana angka ini didapat dari:

Save this PDF as:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. 23,2 cm merupakan jarak untuk 1 sinyal pulsa yang dihasilkan oleh sensor Vehicles Speed. Dimana angka ini didapat dari:"

Transkripsi

1 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dijelaskan pengujian dari sensor yang digunakan, dan kemudian akan dilakukan analisis dari data yang didapat tersebut. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui data-data yang dikeluarkan oleh setiap sensor, yang nantinya digunakan untuk melakukan perhitungan dari data yang didapat 4.1. Pengujian Sensor Vehicles Speed Sensor Vehicles Speed akan mengeluarkan sinyal apabila magnet yang terdapat pada sensor terkena gerigi besi yang berada pada poros roda. Dengan menghitung jumlah sinyal yang dikeluarkan oleh sensor maka bisa didapatkan jarak yang telah ditempuh oleh kendaraan. Hal ini bisa didapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut: s = n 23,2 (2) Dengan: s = Jarak Tempuh (cm) n = Jumlah sinyal 23,2 cm merupakan jarak untuk 1 sinyal pulsa yang dihasilkan oleh sensor Vehicles Speed. Dimana angka ini didapat dari: D = d v + 2 t (3) Dengan : D = Diameter roda (cm) dv = Diameter velg (cm) t = Tinggi ban dari velg (cm) Diameter velg = 17 inci = 43,2 cm Tinggi ban = % = 80 mm = 8 cm kendaraan.[8] Untuk perhitungan tinggi ban didapat dari kode yang tertera pada ban 29

2 Gambar 4.1. Kode yang tertera pada ban kendaraan Sehingga untuk keliling roda didapat dari rumus: K = D π (4) Dengan : K = Keliling roda (cm) D = Diameter roda (cm) Sehingga dari rumus di atas diperoleh hasil keliling roda adalah 185,9 cm. Untuk 1 putaran roda dari hasil pengujian didapat sinyal dari sensor sebanyak 8 buah sinyal. Sehingga untuk setiap sinyal yang dihasilkan oleh sensor jarak yang ditempuh kendaraan adalah 185,9 / 8 = 23,2 cm. 30

3 Gambar 4.2 Keluaran sensor pada osiloskop Berdasarkan pada data perhitungan di atas mikrokontroler akan mengolah jumlah pulsa yang dihasilkan oleh sensor ke dalam jarak yang ditempuh oleh kendaraan. Hasil perhitungan ini nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk menghitung konsumsi bahan bakar tiap jarak yang ditempuh oleh kendaraan. Untuk pengujian hasil perhitungan jarak yang terukur oleh mikrokontroler, data yang didapat dibandingkan dengan jarak yang terukur pada odometer bawaan kendaraan bermotor dan jarak yang terukur pada aplikasi smart phone berbasis android yaitu My Tracks. Dengan menggunakan sinyal GPS (Global Positioning System) aplikasi ini dapat menghitung jarak yang ditempuh pengguna serta menampilkan rute selama berkendara. Sedangkan untuk odometer motor digunakan fitur trip meter yang terdapat pada kendaraan. Fitur ini merupakan fitur perhitungan jarak yang dapat direset untuk menghitung jarak yang ditempuh oleh kendaraan dalam km. Untuk data hasil perbandingan antara perhitungan dari mikrokontroler, odometer bawaan dari sepeda motor dan aplikasi My Tracks dapat dilihat dari Tabel 4.1 dan Gambar

4 Tampilan pada My Tracks yang diperbesar (a) 32

5 Tampilan pada My Tracks yang diperbesar (b) Gambar 4.3. (a) dan (b) Contoh tampilan hasil perhitungan jarak serta jalur yang ditempuh dengan menggunakan aplikasi My Tracks serta hasil dari alat dan odometer motor 33

6 Tabel 4.1. Hasil pengukuran jarak no Hasil Hasil Hasil My Ralat Ralat Ralat Odometer Motor Mikrokontroler Tracks terhadap Odometer Motor terhadap My Tracks terhadap My Tracks (%) 1 2,9 3,096 3,25 0,196-0,154 4,97 2 3,1 3,303 3,16 0,203 0,143 4,32 3 3,9 4,205 4,34 0,305-0,135 3,21 4 4,5 4,822 4,77 0,322 0,052 1,07 5 5,3 5,603 5,47 0,303 0,133 2,37 6 5,3 5,648 5,59 0,348 0,058 1,02 7 6,2 6,511 6,52 0,311-0,009 0,13 8 6,2 6,541 6,56 0,341-0,019 0,29 9 7,0 7,315 7,31 0,315 0,005 0, ,2 7,512 7,56 0,312-0,048 0,06 Pengujian perhitungan jarak dilakukan dengan cara pengambilan sampel data sebanyak 10 kali dengan jarak tempuh dan rute yang berbeda. Selain itu selama pengambilan data rata-rata kecepatan kendaraan berubah-ubah. Pengujian pengukuran jarak dilakukan dengan mengkombinasikan kecepatan tinggi dan kecepatan rendah. Hal ini terlihat pada perbandingan Gambar 4.3 (a) dan (b) dimana kecepatan rata-rata dan kecepatan maksimal dapat dilihat pada gambar. Pengujian pada kondisi kecepatan tinggi dilakukan untuk menguji apabila ada pengaruh kecepatan kendaraan terhadap perhitungan jarak yang dilakukan oleh mikrokontroler. Karena dalam menentukan jarak tempuh kendaraan mikrokontroler 34

7 menghitung jumlah total sinyal yang dihasilkan oleh sensor Vehicles Speed. Sedangkan semakin tinggi kecepatan putaran roda (kecepatan kendaraan) maka frekuensi yang dihasilkan oleh sensor akan semakin besar pula. Maka dilakukan pengujian dalam kecepatan tinggi untuk mengecek ada tidaknya pengaruh frekuensi keluaran sinyal dalam kecepatan tinggi. Untuk analisa perbandingan hasil perhitungan antara pengujian alat dengan odometer motor dan alat dengan aplikasi My Tracks dilakukan secara terpisah karena diperlukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab perbedaan ralat antara alat dengan odometer motor yang tehitung cukup besar yaitu hingga 0,348km. Dan dikarenakan tampilan pada odometer motor hanya sampai 1 angka dibelakang koma. Sehingga ketelitian data yang ditampilkan berbeda bila dibandingkan dengan alat yang sampai 3 angka dibelakang koma. Untuk analisa perhitungan data yang didapat antara alat dengan aplikasi My Tracks, berdasarkan dari data yang didapat terlihat bahwa alat masih dapat berjalan normal dikondisi kendaran dalam keadaan kecepatan tinggi. Hal ini terlihat dari data yang didapat hasil perhitungan masih mendekati perhitungan dari aplikasi My Tracks. Untuk ralat maksimal pengujian alat dengan aplikasi My Track adalah 0,154km atau 4,97%. Sedangkan rata-rata ralatnya adalah 0,0756km, atau sebesar 1,74%. Sedangkan untuk analisa perhitungan data yang didapat antara alat dengan odometer yang terdapat pada kendaraan dilakukan pengujian lebih lanjut, yaitu dengan cara mencatat nilai yang tertampil pada alat saat nilai odometer kendaraan mengalami kenaikan nilai tepat 0,1km. Tabel hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel

8 Tabel 4.2. Hasil pengukuran alat dengan odometer motor tiap 100m no Odometer motor Hasil mikrokontroler 1 3,3 3, ,4 3, ,5 3, ,6 3,715 Dari data Tabel 4.2 di atas terlihat bahwa untuk setiap kenaikan 100m jarak yang terukur pada odometer motor, jarak yang terukur pada alat mengalami kenaikan kurang lebih sebesar 104m. Dimana dari data di atas terlihat bahwa saat odometer motor naik sebesar 300m jarak yang terukur pada alat naik sebesar 313m. Dengan menggunakan persamaan (2) dapat dihitung jumlah sinyal total yang terukur pada alat yaitu: Dengan: s = cm n = s 23,2 cm Sehingga didapat sinyal total yang terbaca oleh alat 1349,873 buah sinyal. Untuk menghitung beda perhitungan data untuk tiap sinyal bisa didapat dari pembagian beda perhitungan jarak odometer dengan alat (beda perhitungan 1300cm) dengan jumlah sinyal total yang terhitung oleh alat. Didapatkan 0,96 beda jarak yang terukur untuk 1 buah sinyal. Sehingga didapat variabel pengali pada odometer motor untuk tiap 1 sinyal adalah 23,2 0,96 = 22,24 cm. Dengan menggunakan persamaan (3) dan (4) maka dapat dihitung diameter roda yang digunakan sebagai acuan variabel pengkali odometer motor. Dimana hasil akhir didapat 56,6 cm. Diketahui bahwa diameter velg tidak berubah yaitu 17 inchi= 43,1 cm. Maka tinggi ban dari velg didapat mendekati 7cm. Sehingga ukuran ban yang digunakan 36

9 sebagai acuan perhitungan pada odometer motor adalah 100/70. Sepeda motor yang digunakan adalah New CBR150R(Thailand), untuk spesifikasi lengkap dari sepeda motor yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3. Spesifikasi motor yang digunakan sebagai alat uji [9] Selain perbedaan variabel pengali antara odometer kendaraan dengan alat yang dibuat, pada odometer motor saat fitur trip meter direset, fitur ini akan mulai menghitung data sensor setelah kendaraan berjalan sejauh 100m. sehingga untuk membandingkan hasil akhir pembacaan odometer motor dengan alat yang dibuat perlu dilakukan perhitungan J = Jt + dl + (Jt /0,1) 0,004 (5) Dengan: J = Jarak Jt dl = Jarak terukur = Delay trip meter=0,1km Setelah dilakukan perhitungan diatas pada data tabel 4.1 semua data yang didapat pada odometer motor hampir mendekati perhitungan dari alat dan juga perhitungan dari aplikasi My Tracks. Hal ini dapat dilihat dari Tabel

10 Tabel 4.4. Hasil pengukuran odometer setelah dilakukan perhitungan no Hasil Hasil Hasil My Hasil Ralat Ralat Odometer Motor Mikrokontroler Tracks Odometer setelah perhitungan terhadap Odometer terhadap Odometer (%) 1 2,9 3,096 3,25 3,116-0,02 0,64 2 3,1 3,303 3,16 3,324-0,021 0,63 3 3,9 4,205 4,34 4,156 0,049 1,16 4 4,5 4,822 4,77 4,78 0,042 0,87 5 5,3 5,603 5,47 5,612 0,009 0,16 6 5,3 5,648 5,59 5,612 0,036 0,63 7 6,2 6,511 6,52 6,548 0,037 0,56 8 6,2 6,541 6,56 6,548-0,007 0,1 9 7,0 7,315 7,31 7,38 0,065 0, ,2 7,512 7,56 7,588-0, Pada Tabel 4.4 di atas terlihat bahwa setelah hasil yang tertampil pada odometer kendaraan diolah dengan menggunakan perhitungan yang telah didapat maka hasil pada odometer dibandingkan dengan alat memiliki ralat terbesar 1,16%. Sedangkan untuk ratarata ralatnya adalah sebesar 0,66% Pengujian Injecor Pada pengujian injector ini pertama yang dilakukan adalah mengecek perbedaan sinyal yang dikirimkan oleh ECU ke injector untuk setiap kondisi kendaraan. Injector akan berada pada posisi ON apabila mendapatkan tegangan sebesar 12V. Untuk melihat 38

11 perbedaan sinyal yang dikirimkan ECU ke injector untuk setiap kondisi kendaraan dapat dilihat dari Gambar 4.4 dan Gambar 4.5 dibawah ini. Gambar 4.4. Sinyal ECU saat kendaraan berada dalam kondisi stasioner (tidak di gas) Gambar 4.5. Sinyal ECU saat kendaraan berada dalam kondisi gas menyala 39

12 Dari Gambar 4.4 dan Gambar 4.5 terlihat bahwa perbedaan sinyal yang dikirimkan oleh ECU ke injector pada saat stasioner (gas tidak menyala) dengan pada saat gas menyala hanya terletak pada jumlah frekuensi sinyal saja. Pada kondisi gas menyala frekuensi sinyal yang dikirimkan oleh ECU lebih besar sehingga injector akan lebih banyak menyemprotkan bahan bakar ke mesin kendaraan guna mendapatkan tenaga lebih untuk mesin. Sedangkan untuk besaran tegangan yang dikirimkan oleh ECU relatif sama yaitu berkisar antara 12Vrms. 12Vrms ini merupakan tegangan yang dibutuhkan oleh injector untuk berada pada kondisi ON. Sehingga injector akan terbuka dan menyemprotkan bahan bakar ke mesin kendaraan. Dengan menggunakan mikrokontroler dapat dihitung jumlah sinyal yang dikeluarkan oleh ECU ke injector, sehingga dapat diketahui jumlah bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector dengan cara mengkalikan sinyal dengan bahan bakar yang disemprotkan untuk 1 buah sinyal. Untuk mengetahui bahan bakar yang disemprotkan oleh injector untuk 1 buah sinyal dilakukan dengan cara melakukan sebuah percobaan, yaitu dengan cara memberikan tegangan DC 12V langsung ke injector selama beberapa detik. Dan dihitung jumlah bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector. Sehingga nanti dapat dihitung keluaran bahan bakar yang disemprotkan injector untuk 1 sinyal masukan dari ECU. Dimana diketahui 1 sinyal ECU sebesar 1ms. Hasil pengujian keluaran bahan bakar dari injector dapat dilihat dari Tabel

13 Tabel 4.5. Hasil pengukuran keluaran injector Percobaan Waktu (detik) Volume bahan bakar (milliliter) Data Tabel 4.5 adalah data keluaran injector yang diberikan tegangan DC selama 10 detik. Sehingga dari pengujian di atas didapat rata-rata 29,5 mililiter bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector selama 10 detik. Sehingga didapat untuk setiap 1 pulsa ECU bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector sebesar 0,00295 mililiter. Untuk menghitung bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector didapat dengan menggunakan rumus: b = n 0,00295ml (6) Dengan: b = bahan bakar yang dikeluarkan injector (ml) n = Jumlah pulsa ECU 0,00295ml merupakan jumlah bahan bakar yang dikeluarkan injector untuk 1 sinyal pulsa. 41

14 Hasil pengukuran pada alat Hasil pengukuran pada gelas ukur sebesar 5ml lebih sedikit Gambar 4.6. Jumlah bahan bakar yang terukur pada gelas ukur dan hasil data perhitungan mikrokontroler yang ditampilkan pada LCD Data akhir mikrokontroler yang terbaca pada PC Gambar 4.7. Data dari mikrokontroler yang dibaca pada PC 42

15 Pada Gambar 4.7 waktu perhitungan merupakan lama pengambilan sampel dalam milidetik, perhitungan merupakan sinyal dari ECU untuk tiap detik sedangkan jumlah bensin adalah perhitungan bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector oleh mikrokontroler. Tabel 4.6. Pengujian volume bahan bakar secara keseluruhan Percobaan Volume yang terukur pada mikrokontroler (ml) Volume yang terukur pada gelas ukur (ml) Ralat (%) 1 5,01 5 0,2 2 5,1 5, ,03 6 0,5 4 7,53 7,5 0,4 5 10, ,9 Dari ketiga gambar diatas yaitu Gambar 4.6 dan Gambar 4.7 serta Tabel 4.6 terlihat bahwa perhitungan yang dilakukan oleh mikrokontroler telah sesuai dengan keluaran bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector yang diukur dengan menggunakan gelas ukur. Dikarenakan ralat terbesar yang didapat adalah 0,9% sedangkan ralat rataratanya adalah 0,4%. Dimana gelas ukur yang dipakai sebagai pembanding memiliki ralat 0,1ml, sedangkan terlihat pada tabel ralat perhitungan yang dilakukan oleh mikrokontroler tidak ada yang melebihi 0,1ml. Sehingga bisa dikatakan hasil perhitungan pada mikrokontroler telah sesuai dengan bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector Pengujian Sensor Pelampung Bensin Hambatan pada sensor pelampung akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi bahan bakar pada tangki. Pengujian keluaran dari sensor pelampung bensin dilakukan dengan cara mengukur nilai keluaran sensor untuk tiap 100ml bahan bakar yang diisikan 43

16 ke tangki. Hasil pengukuran dari keluaran sensor apung bensin dapat dilihat dari grafik Gambar 4.8 dan Gambar 4.9. Besaran Data Sensor Data Sensor Volume dalam tangki (ml) data 1 data 2 data 3 Gambar 4.8. Grafik hasil pengukuran sensor apung 1200 Data rata-rata sensor apung 1000 Besaran Data Sensor Volume dalam tangki (ml) rata-rata Data rata-rata Gambar 4.9. Grafik rata-rata keluaran sensor apung 44

17 Data dari sensor ini digunakan untuk mengecek jumlah bahan bakar yang terdapat pada tangki kendaraan. Selain itu data sensor ini digunakan untuk mengecek apabila terjadi kesalahan perhitungan data yang dilakukan oleh mikrokontroler 4.4. Pembahasan dan Analisis Dengan data yang diperoleh dari tiap sensor di atas selanjutnya data-data tersebut akan diolah oleh mikrokontroler sebagai dasar perhitungan untuk menentukan sisa bahan bakar pada tangki kendaraan serta menentukan sisa jarak tempuh yang dapat dilalui oleh kendaraan. Data sisa bahan bakar yang terdapat pada tangki kendaraan didapat dengan rumus sebagai berikut Y = y b (7) Dengan: Y = Sisa bahan bakar sekarang (ml) y = Sisa bahan bakar sebelumnya (ml) b = Bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector(ml) Dengan mengurangi jumlah sisa bahan bakar pada tangki dengan bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector yang didapat dari persamaan (6), maka akan diketahui sisa bahan bakar yang terdapat pada tangki bahan bakar sekarang. Sedangkan untuk menghitung sisa jarak tempuh yang dapat dilalui oleh kendaraan dapat dicari dengan rumus sebagai berikut: J = Y l (8) Dengan: J = Sisa jarak yang dapat di tempuh kendaraan Y = Sisa bahan bakar sekarang (l) l = Jarak tempuh untuk tiap 1 liter bahan bakar (km/l) nilai l dapat kita cari dengan menggunakan persamaan (2) yaitu jarak tempuh kendaraan dibagi dengan jumlah bahan bakar yang dikeluarkan oleh injector dalam persamaan (6). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rumus di bawah l = s b (9) 45

18 Dengan: l = jarak tempuh untuk tiap 1 liter bahan bakar (km/l) s = jarak yang di tempuh oleh kendaraan b = bahan bakar yang di keluarkan oleh injector (l) Untuk pengujian perhitungan sisa jarak tempuh dapat dilihat pada Tabel 4.7 dan Gambar 4.10 sampai dengan Gambar Gambar Rute pengambilan data 0,5 Liter pertama. Panah menunjukan waktu pengambilan gambar, kecepatan rata-rata dan jarak yang di tempuh dari start 46

19 Gambar Rute pengambilan data 0,5 liter ke dua. Panah menunjukan waktu pengambilan gambar, kecepatan rata-rata dan jarak yang di tempuh dari start. 47

20 Gambar Rute pengambilan data 0,5 liter ke tiga. Panah menunjukan waktu pengambilan gambar, kecepatan rata-rata dan jarak yang di tempuh dari start. 48

21 Gambar Rute total pengambilan data perkiraan sisa jarak tempuh. 49

22 Tabel 4.7. Hasil pengujian pengambilan data perhitungan sisa jarak tempuh Sisa jarak pada alat Jarak yang telah di tempuh Total jarak (alat + yg telah di tempuh) Ralat terhadap jarak tiap 0,5 liter Ralat (%) Data 0,5 liter pertama dengan total jarak 14,6km 3,57 15,39 0,79 5,41 11,82 Data 0,5 liter kedua dengan total jarak 15,1km 1,36 15,21 0,11 0,72 13,85 6,73 16,09 0,99 6,55 9,36 8,34 14,17-0,93 6,15 5,83 10,7 15,52 0,42 2,78 4,82 Data 0,5 liter ketiga dengan total jarak 13,6km 6,36 14,04 0,44 3,23 7,68 7,74 13,54-0, ,8 8,4 12,42-1, ,02 10,8 14,86 1, ,06 11,5 14,33 0, ,83 Pengujian sisa jarak tempuh dilakukan dengan cara menempuh rute total 43,3km dengan total waktu pengambilan data hampir 1 jam. Pengambilan data ini dibagi menjadi 3 tahap yang dibagi tiap 0,5 liter konsumsi bahan bakar. Hal ini dapat dilihat pada gambar pengambilan data Gambar sampai dengan Gambar Dimana sampel untuk tiap data diambil pada kondisi acak, untuk membandingkan sisa jarak 50

23 tempuh yang terukur dengan jarak yang ditempuh oleh kendaraan. Hasil pengambilan data secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 4.7. Dari tabel yang didapat terlihat bahwa ralat maksimal dari sisa jarak yang terukur pada alat adalah sebesar 1,26km. Dengan rata-rata ralat untuk semua sampel data adalah 0,691km. Ralat terbesar terukur pada rute ketiga dikarenakan rute yang ditempuh merupakan rute campuran antara jalan antar kota dengan jalan pedesaan, sehingga kendaraan sering melakukan pengereman dan akselerasi yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar km/l rata-rata yang terukur. Sedangkan dalam persen ralat terbesar adalah sebesar 9,26% yaitu pada pengukuran 0,5liter ketiga dengan pengukuran sisa jarak tempuh 4,06km dengan ralat rata-rata adalah sebesar 4,85% 51

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan tentang perancangan perangkat keras dan perangkat lunak yang ada pada alat ini. Bahasan perancangan akan dimulai dari penjelasan singkat cara kerja alat

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dijelaskan tentang hasil keluaran flowsensor, hasil data yang ditampilkan oleh LCD dan pengiriman SMS sebagai pemberitahuan, hasil pengiriman biaya oleh

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI Arduino UNO

BAB II DASAR TEORI Arduino UNO BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan secara singkat komponen-komponen elektronik yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini. Komponen elektronik yang digunakan antara lain mikrokontroler jenis

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini antara lain : 1. Motor Bensin 4-langkah 110 cc Pada penelitian ini, mesin uji yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini antara lain :. Motor Bensin 4-langkah 5 cc Pada penelitian ini, mesin uji yang digunakan

Lebih terperinci

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004 24 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 0 cc, dengan merk Suzuki

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. uji yang digunakan adalah sebagai berikut.

III. METODOLOGI PENELITIAN. uji yang digunakan adalah sebagai berikut. III. METODOLOGI PENELITIAN 3. Alat dan Bahan Pengujian. Motor bensin 4-langkah 50 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 50 cc, dengan merk Yamaha Vixion. Adapun

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. : 4 langkah, SOHC, 4 klep

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. : 4 langkah, SOHC, 4 klep III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 135 cc, dengan merk Yamaha

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan dan pembahasan dimulai dari proses pengambilan data dan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan meliputi data spesifikasi obyek penelitian dan hasil pengujian. Data-data

Lebih terperinci

tempuh 5 km sepeda motor 4-langkah tipe karburator Konsumsi Bahan Bakar (ml)

tempuh 5 km sepeda motor 4-langkah tipe karburator Konsumsi Bahan Bakar (ml) LAMPIRAN A A. Data hasil konsumsi bahan bakar (ml) pada kecepatan konstan terhadap jarak tempuh 5 km sepeda motor -langkah tipe karburator No Bahan Bakar Konsumsi Bahan Bakar (ml) rata-rata selisih persentase

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan elektronika di segala bidang menjadi semakin penting dewasa ini. Dimulai dari yang diterapkan dalam rangkain elektronika analog, kemudian digital dan kini hampir

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4. 1 Konsumsi Bahan Bakar

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4. 1 Konsumsi Bahan Bakar Konsumsi Bahan Bakar (ml/s) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Konsumsi Bahan Bakar (ml/s) Pada grafik 4.1 menunjukkan perbandingan konsumsi bahan bakar pada putaran mesin standar dan mesin bore up, yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebuah motor atau mesin lainnya. Alat ini biasanya menampilkan revolutions per

BAB I PENDAHULUAN. sebuah motor atau mesin lainnya. Alat ini biasanya menampilkan revolutions per 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tachometer adalah sebuah instrumen atau alat yang mampu untuk mengukur kecepatan putaran dari poros engkol atau piringan, seperti yang terdapat pada sebuah

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. langkah 115 cc, dengan merk Yamaha New Jupiter Z. Adapun spesifikasi. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut.

METODOLOGI PENELITIAN. langkah 115 cc, dengan merk Yamaha New Jupiter Z. Adapun spesifikasi. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. 2 III. METODOLOGI PENELITIAN. Alat dan Bahan Pengujian.. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 5 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 5 cc, dengan merk Yamaha New

Lebih terperinci

Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor 4-

Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor 4- III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi Sepeda Motor 4-langkah Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor 4- langkah. Adapun spesifikasi dari mesin uji

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 100 cc. uji yang digunakan adalah sebagai berikut :

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 100 cc. uji yang digunakan adalah sebagai berikut : III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian 1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 100 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4 langkah 100 cc, dengan merk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan dan pembahasan dimulai dari proses pengambilan dan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan meliputi data spesifik objek penelitian dan hasil pengujian. Data-data

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. langkah 110 cc, dengan merk Yamaha Jupiter Z. Adapun spesifikasi mesin uji

METODOLOGI PENELITIAN. langkah 110 cc, dengan merk Yamaha Jupiter Z. Adapun spesifikasi mesin uji 4 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 0 cc, dengan merk Yamaha

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Grafik perbandingan Daya dengan Variasi ECU Standar, ECU BRT (Efisiensi), ECU BRT (Performa), ECU BRT (Standar).

Gambar 4.1 Grafik perbandingan Daya dengan Variasi ECU Standar, ECU BRT (Efisiensi), ECU BRT (Performa), ECU BRT (Standar). Daya (HP) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan dan pembahasan dimulai dari proses pengambilan dan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan meliputi data spesifik objek penelitian dan hasil pengujian.

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pengujian alat, dan kemudian dilakukan analisis dari hasil pengujian tersebut. Pengujian tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Grafik percobaan perbandingan Daya dengan Variasi ECU Standar, ECU BRT (Efisiensi), ECU BRT (Performa), ECU BRT (Standar).

Gambar 4.1 Grafik percobaan perbandingan Daya dengan Variasi ECU Standar, ECU BRT (Efisiensi), ECU BRT (Performa), ECU BRT (Standar). Daya (HP) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan dan pembahasan dimulai dari proses pengambilan dan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan meliputi data spesifik objek penelitian dan hasil pengujian.

Lebih terperinci

ANALISA VARIASI UKURAN VENTURI KARBURATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA RX-KING 135cc

ANALISA VARIASI UKURAN VENTURI KARBURATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA RX-KING 135cc ANALISA VARIASI UKURAN VENTURI KARBURATOR TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA RX-KING 135cc Kurnia Dwi Artika, Yusuf Akbar Jurusan Mesin Otomotif, Politeknik Negeri Tanah Laut email:

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan ini menjelaskan perhitungan dari proses pengambilan data pengumpulan data yang dikumpulkan meliputi data spesifikasi obyek penelitian dan hasil pengujian.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL UJI DAN PERHITUNGAN MENGETAHUI KINERJA MESIN MOTOR PADA KENDARAAN GOKART

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL UJI DAN PERHITUNGAN MENGETAHUI KINERJA MESIN MOTOR PADA KENDARAAN GOKART BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL UJI DAN PERHITUNGAN MENGETAHUI KINERJA MESIN MOTOR PADA KENDARAAN GOKART 4.1. Analisa Performa Perhitungan ulang untuk mengetahui kinerja dari suatu mesin, apakah kemampuan

Lebih terperinci

Pengaruh Variasi Beban Pengemudi Terhadap Penggunaan Bahan Bakar dan Akselerasi Mobil Urban Concept Nusantara 2

Pengaruh Variasi Beban Pengemudi Terhadap Penggunaan Bahan Bakar dan Akselerasi Mobil Urban Concept Nusantara 2 Pengaruh Variasi Beban Pengemudi Terhadap Penggunaan Bahan Bakar dan Akselerasi Mobil Urban Concept Nusantara 2 Rizky Hindarwan, Mufti Fathonah Muvariz, S.T., M.Eng. and Nugroho Pratomo Ariyanto, ST. MSc.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini meliputi : mesin

III. METODOLOGI PENELITIAN. Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini meliputi : mesin III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini meliputi : mesin bensin 4-langkah, alat ukur yang digunakan, bahan utama dan bahan tambahan..

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 4 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Penelitian. Alat penelitian a. Sepeda motor. Dalam penelitian ini, mesin yang digunakan untuk pengujian adalah motor bensin 4-langkah 0 cc. Adapun spesifikasi

Lebih terperinci

1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 110 cc. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah sepeda motor

1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 110 cc. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah sepeda motor 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah sepeda motor bensin 4-langkah 0 cc, dengan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT 36 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT 4.1 Pengujian Alat Secara Keseluruhan Motor DC Photodioda LCD Modem Buzzer LED Reminder Gambar 4.1 Alat Secara Keseluruhan Alat limit speed ini bekerja dengan sistem

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian Didalam melakukan pengujian diperlukan beberapa tahapan agar dapat berjalan lancar, sistematis dan sesuai dengan prosedur dan literatur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sepeda merupakan salah satu alat transportasi yang mudah dipakai dan harganya terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah. Sebagai alat transportasi, sepeda sering digunakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Nama Alat : Alat Kalibrasi Cenrtifuge non Contact Berbasis. c. Ukuran : panjang 14,5 cm X tinggi 6 cm X lebar 9 cm

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Nama Alat : Alat Kalibrasi Cenrtifuge non Contact Berbasis. c. Ukuran : panjang 14,5 cm X tinggi 6 cm X lebar 9 cm BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Spesifikasi Alat a. Nama Alat : Alat Kalibrasi Cenrtifuge non Contact Berbasis Microcontroler ATMega8 b. Tegangan : 5 V (DC) c. Ukuran : panjang 14,5 cm X tinggi 6 cm X

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram alir penelitian Diagram alir penelitian yang dilakukan dengan prosedur adalah sebagai berikut seperti pada Gambar 3.1 MULAI Persiapan Penelitian 1. Sepeda motor standar

Lebih terperinci

Gambar 4.1. Kalibrasi Vacuum/Blower pada Air Sampler 1

Gambar 4.1. Kalibrasi Vacuum/Blower pada Air Sampler 1 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pengujian alat, dan kemudian dilakukan analisis dari hasil pengujian tersebut. Pengujian tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan dan pembahasan dari proses pengambilan data dan pengumpulan data yang dikumpulkan meliputi data spesifikasi obyek penelitian dan hasil pengujian. Data data tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan dan pembahasan dari proses pengambilan data dan pengumpulan data yang dikumpulkan meliputi data spesifikasi obyek penelitian dan hasil pengujian. Data-data tersebut

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Penelitian. Alat penelitian a. Sepeda Motor Dalam penelitian ini, mesin yang digunakan untuk pengujian adalah motor bensin 4-langkah 0 cc. Adapun spesifikasi

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian BAB III METODOLOGI PENGUJIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian MULAI STUDI PUSTAKA PERSIAPAN MESIN UJI PEMERIKSAAN DAN PENGESETAN MESIN KONDISI MESIN VALIDASI ALAT UKUR PERSIAPAN PENGUJIAN PEMASANGAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Tempat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berada di Motocourse Technology (Mototech) Jl. Ringroad Selatan, Kemasan, Singosaren, Banguntapan,

Lebih terperinci

DIGITAL FUEL FLOW CONSUMPTION METER BERBASIS µc AT89C4051

DIGITAL FUEL FLOW CONSUMPTION METER BERBASIS µc AT89C4051 DIGITAL FUEL FLOW CONSUMPTION METER BERBASIS µc AT89C4051 Oleh : Roli Ananda Putra Rusli Dosen Pembimbing : Dr. Ir Feri Yusivar, M.Eng Teknik Elektro Fakutas Teknik Universitas Indonesia ABSTRAK Persaingan

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PENGAPIAN DUA BUSI PADA KENDARAAN HONDA GL PRO

PERANCANGAN SISTEM PENGAPIAN DUA BUSI PADA KENDARAAN HONDA GL PRO PERANCANGAN SISTEM PENGAPIAN DUA BUSI PADA KENDARAAN HONDA GL PRO Robby Arianto Salim 1) Philip Kristanto 2) Program Otomotif Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dipaparkan data hasil dari percobaan yang telah dilakukan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh tersebut meliputi data spesifikasi objek penelitian dan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 110 cc. spesifikasi mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut:

III. METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 110 cc. spesifikasi mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut: 6 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Penelitian. Alat Penelitian a. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4-langkah 0 cc,

Lebih terperinci

Gambar 3.1. Diagram alir percikan bunga api pada busi

Gambar 3.1. Diagram alir percikan bunga api pada busi BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Pengujian Proses pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini meliputi 3 bagian yang dapat ditunjukkan pada gambar-gambar di bawah ini : 1.1.1. Diagram

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat serta analisis dari hasil pengujian. Tujuan dilakukan pengujian adalah mengetahui sejauh mana kinerja hasil perancangan sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Aliran Pengujian Proses pengambilan data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari 3 bagian yang dapat ditunjukan pada gambar gambar dibawah ini : A. Diagram

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 50 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan ini menjelaskan tentang hasil dan perhitungan dari proses pengambilan data, pengambilan data ini meliputi data spesifik obyek penelitian dan hasil dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. digital untuk menunjang dunia teknologi industri. mengukur kecepatan kendaraan, yang merupakan perlengkapan standar setiap

BAB I PENDAHULUAN. digital untuk menunjang dunia teknologi industri. mengukur kecepatan kendaraan, yang merupakan perlengkapan standar setiap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dijaman teknologi industri yang semakin pesat kemajuan sebuah alat pengukuran yang menujang sebuah sistem. Merancang sebuah sistem pengukuran sebuah kecepatan, jarak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dipaparkan data hasil dari percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh tersebut meliputi data spesifikasi obyek penelitian dan hasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan ini menjelaskan tentang hasil yang didapatkan dari percobaan dan berisi tentang perhitungan dari hasil tersebut. Hasil data yang dikumpulkan meliputi data

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berada di Motocourse Technology (Mototech) Jl. Ringroad Selatan, Kemasan, Singosaren,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Tempat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berada di Motocourse Technology (Mototech) Jl. Ringroad Selatan, Kemasan, Singosaren, Banguntapan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENGUJIAN

BAB III METODE PENGUJIAN BAB III METODE PENGUJIAN Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan pengaruh dari penggunaan Piston standard dan Piston Cavity pada mesin mobil mazda biante. Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini ialah dengan metode eksperimen, dimana data yang dikumpulkan adalah hasil dari percobaan

Lebih terperinci

Modifikasi Transmisi dan Final Gear pada Mobil Prototype Ronggo Jumeno

Modifikasi Transmisi dan Final Gear pada Mobil Prototype Ronggo Jumeno Modifikasi Transmisi dan Final Gear pada Mobil Prototype Ronggo Jumeno Noorsakti Wahyudi Program Studi Mesin Otomotif Politeknik Negeri Madiun (PNM) Madiun, Indonesia ns.wyudi@yahoo.com Indah Puspitasari

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan mekanik, cara kerja sistem alat dan metode pengujian alat. 3.1 Perancangan Mekanik Menggunakan Box yang di buat dari akrilik,

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pengujian dilakukan untuk mengetahui nilai yang dihasilkan oleh pengukuran sensor ultrasonic yang sudah diolah oleh arduino dan dibandingkan dengan ketinggian air sebenarnya.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitiannya adalah tentang perbandingan premium etanol dengan pertamax untuk mengetahui torsi daya, emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar untuk

Lebih terperinci

BAB II KONSEP DASAR SISTEM METERAN AIR DIGITAL DENGAN KOMUNIKASI DATA WIRELESS

BAB II KONSEP DASAR SISTEM METERAN AIR DIGITAL DENGAN KOMUNIKASI DATA WIRELESS BAB II KONSEP DASAR SISTEM METERAN AIR DIGITAL DENGAN KOMUNIKASI DATA WIRELESS Konsep dasar dari sistem ini terdiri dari tiga buah komponen utama yang saling berkaitan. Komponen pertama adalah pelanggan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4-langkah

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4-langkah BAB III METODE PENELITIAN 3. Alat dan Bahan Pengujian. Motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4-langkah 0 cc dengan merk Honda Blade. Adapun spesifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di tempat di bawah ini: 1. HMMC (Hendriansyah Margo Motor Center), Ruko Permai 4-5, Jl.Parangtritis KM. 3,3, Bangunharjo, Sewon,

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Kalibrasi Load Cell & Instrumen Hasil kalibrasi yang telah dilakukan untuk pengukuran jarak tempuh dengan roda bantu kelima berjalan baik dan didapatkan data yang sesuai, sedangkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan dan pembahasan dari proses pengambilan data dan pengumpulan data yang dikumpulkan meliputi data spesifikasi obyek penelitian dan hasil pengujian. Data data tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Pengujian Proses pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari 3 bagian yang dapat ditunjukkan pada gambar-gambar di bawah ini: A. Diagram

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 125 cc

III. METODE PENELITIAN. Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 125 cc III. METODE PENELITIAN 3.1. Alat dan Bahan Penelitian Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.1.1. Alat Penelitian a. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 125 cc Dalam Penelitian ini,

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Setelah pelaksanaan dari perancangan dibuat dan dijelaskan pada bab 3,

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Setelah pelaksanaan dari perancangan dibuat dan dijelaskan pada bab 3, BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Setelah pelaksanaan dari perancangan dibuat dan dijelaskan pada bab 3, perancangan tersebut diimplementasikan ke dalam bentuk yang nyata (secara hardware). Hasil implementasi

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dijelaskan mengenai pengujian alat dan kemudian dilakukan analisis dari hasil pengujian tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana alat bekerja, dan mengetahui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitiannya adalah tetang perbandingan Premium ethanol dengan Pertalite untuk mengetahui perbandingan torsi, daya, emisi gas buang dan konsumsi bahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bahan dan Alat Penelitian 3.1.1 Bahan Penelitian 1. Bahan yang digunakan pada penelitian a. Premium, Pertamax, Pertamax plus b. Karburator standar PWL dengan lubang venturi

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN Perancangan Mekanik. Perancangan mekanik terdiri dari perancangan media tanam dan perancangan penampungan air.

BAB III PERANCANGAN Perancangan Mekanik. Perancangan mekanik terdiri dari perancangan media tanam dan perancangan penampungan air. BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan mekanik, perancangan perangkat keras, dan perancangan elektronik dari sistem hidroponik. 3.1. Perancangan Mekanik Perancangan mekanik

Lebih terperinci

SISTEM KONTROL PADA KENDARAAN RODA DUA BERPENGGERAK HIBRIDA

SISTEM KONTROL PADA KENDARAAN RODA DUA BERPENGGERAK HIBRIDA SISTEM KONTROL PADA KENDARAAN RODA DUA BERPENGGERAK HIBRIDA Didi Widya Utama 1), Kennard Dhammabhakti 1) dan Asrul Aziz 2) 1) Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara 2) Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1. Tempat Eksperimen untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai macam zat aditif bahan bakar dan alat penghemat bahan bakar terhadap kinerja

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat BAB III PERANCANGAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai perancangan dan realisasi alat pasteurisasi susu dengan menggunakan metode LTLT (Low Temperature, Long Time). Bahasan perancangan dimulai

Lebih terperinci

SISTEM AKUISISI DATA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN JARAK YANG DITEMPUH BERBASIS ARDUINO

SISTEM AKUISISI DATA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN JARAK YANG DITEMPUH BERBASIS ARDUINO Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 15 Nomor 1 2016 ISSN 123.456.7890 SISTEM AKUISISI DATA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN JARAK YANG DITEMPUH BERBASIS ARDUINO Bram Anggita Putra 1* dan Djoko Untoro Suwarno 2

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Pada Bab IV ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem, rancang bangun keseluruhan sistem, prosedur pengoperasian sistem, implementasi dari sistem dan evaluasi hasil pengujian

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Bab ini akan membahas mengenai pengujian dan analisis pada alat Pengendali Ketinggian Meja Otomatis Dengan Kontrol Smartphone Android Menggunakan Media Koneksi Bluetooth.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Dalam memlakukan penelitian ini, mesin yang digunakan adalah sepeda

III. METODOLOGI PENELITIAN. Dalam memlakukan penelitian ini, mesin yang digunakan adalah sepeda 7 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi Sepeda Motor 4-Langkah 5cc Dalam memlakukan penelitian ini, mesin yang digunakan adalah sepeda motor bensin 4-langkah. Adapun spesifikasinya

Lebih terperinci

PENGARUH PERUBAHAN TITIK BERAT POROS ENGKOL TERHADAP PRESTASI MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH

PENGARUH PERUBAHAN TITIK BERAT POROS ENGKOL TERHADAP PRESTASI MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH PENGARUH PERUBAHAN TITIK BERAT POROS ENGKOL TERHADAP PRESTASI MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH Budiyanto, Rusdi, Sugiyanto, Sutriyono, Dedi Kurnia Rakhman Prodi Teknik Mesin, Institut Teknologi Nasional Malang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil pengujian Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Oli

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil pengujian Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Oli Viskositas (mpa.s) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil pengujian 4.1.1 Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Oli Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui viskositas sampel oli, dan 3100 perubahan

Lebih terperinci

KONTROL SISTEM BAHAN BAKAR PADA ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI) Oleh Sutiman, M.T

KONTROL SISTEM BAHAN BAKAR PADA ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI) Oleh Sutiman, M.T KONTROL SISTEM BAHAN BAKAR PADA ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI) Oleh Sutiman, M.T Pendahuluan Tujuan dari penggunaan sistem kontrol pada engine adalah untuk menyajikan dan memberikan daya mesin yang optimal

Lebih terperinci

BAB IV PROSES ANALIS DAN PENINGKATAN KOMPONEN SISTEM PENDINGIN. pengambilan data awal untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan tenaga

BAB IV PROSES ANALIS DAN PENINGKATAN KOMPONEN SISTEM PENDINGIN. pengambilan data awal untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan tenaga BAB IV PROSES ANALIS DAN PENINGKATAN KOMPONEN SISTEM PENDINGIN 4.1 Data Awal Sebelum melalukan pembongkaran pada sistem pendingin radiator mesin katana SJ410, maka terlebih dahulu melakukan pengujian dan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia mencapai 1 juta unit per tahun, jumlah

I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia mencapai 1 juta unit per tahun, jumlah I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan sepeda motor di Indonesia mencapai 1 juta unit per tahun, jumlah populasi kendaraan bermotor akan berbanding lurus. Estimasinya, pertumbuhan terjadi sekitar

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian BAB III PROSEDUR PENGUJIAN Start Studi pustaka Pembuatan mesin uji Persiapan Pengujian 1. Persiapan dan pengesetan mesin 2. Pemasangan alat ukur 3. Pemasangan sensor

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian Pada penelitian ini, terdapat beberapa bahan yang digunakan dalam proses penelitian diantaranya adalah : 3.1.1. Sepeda Motor Sepeda motor yang digunakan

Lebih terperinci

DAFTAR SINGKATAN. ADC : Analog Digital Converter GPS : Global Positioning System HUD : Head Up Display RPM : Revolution Per Minute

DAFTAR SINGKATAN. ADC : Analog Digital Converter GPS : Global Positioning System HUD : Head Up Display RPM : Revolution Per Minute DAFTAR SINGKATAN ADC : Analog Digital Converter GPS : Global Positioning System HUD : Head Up Display RPM : Revolution Per Minute xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kendaraan pribadi sudah menjadi

Lebih terperinci

Rancang Bangun Sistem Informasi Servis Oli Sepeda Motor Dengan Menggunakan Odometer Berbasis Located Based Service

Rancang Bangun Sistem Informasi Servis Oli Sepeda Motor Dengan Menggunakan Odometer Berbasis Located Based Service KINETIK, Vol. 2, No.1, Februari 2017, Hal. 17-26 ISSN : 2503-2259, E-ISSN : 2503-2267 17 Rancang Bangun Sistem Informasi Servis Oli Sepeda Motor Dengan Menggunakan Odometer Berbasis Located Based Service

Lebih terperinci

BAB III METODE PENGUJIAN

BAB III METODE PENGUJIAN BAB III METODE PENGUJIAN 3.1 Mesin-mesin dan Alat Uji Pengujian kendaraan bermotor menggunakan bermacam-macam jenis standarisasi diantaranya BSN, ISO, IEC, DIN, NISO, ASTM, JIS, SNI, dll. Sebelum melakukan

Lebih terperinci

JURNAL FEMA, Volume 1, Nomor 1, Januari 2013 PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF ALAMI PADA BENSIN TERHADAP PRESTASI SEPEDA MOTOR 4-LANGKAH

JURNAL FEMA, Volume 1, Nomor 1, Januari 2013 PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF ALAMI PADA BENSIN TERHADAP PRESTASI SEPEDA MOTOR 4-LANGKAH PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF ALAMI PADA BENSIN TERHADAP PRESTASI SEPEDA MOTOR 4-LANGKAH Wahyu Eko Saputra 1, Harmen Burhanuddin 2, M. Dyan Susila ES 2 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik

Lebih terperinci

3.1. Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

3.1. Waktu dan Tempat Bahan dan Alat III. METODOLOGI 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga bulan September 2011 bertempat di Bengkel Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Leuwikopo dan lahan percobaan Departemen Teknik

Lebih terperinci

Teknologi Motor Injeksi YMJET-FI

Teknologi Motor Injeksi YMJET-FI Teknologi Motor Injeksi YMJET-FI Apakah YMJET-FI itu? YMJET FI singkatan dari Yamaha Mixture JET-Fuel Injection adalah teknologi Fuel Injection yang yang dimiliki Yamaha Motor dalam mengembangkan teknologi

Lebih terperinci

Jurnal FEMA, Volume 2, Nomor 1, Januari 2014

Jurnal FEMA, Volume 2, Nomor 1, Januari 2014 Jurnal FEMA, Volume 2, Nomor 1, Januari 2014 STUDI KOMPARASI DARI ZAT ADITIF SINTETIK DENGAN ZAT ADITIF ALAMI TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MESIN GENSET MOTOR BENSIN 4-LANGKAH

Lebih terperinci

JURNAL FEMA, Volume 1, Nomor 3, Juli Pengaruh Penggunaan Tabung Induksi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor Bensin 4 Langkah

JURNAL FEMA, Volume 1, Nomor 3, Juli Pengaruh Penggunaan Tabung Induksi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor Bensin 4 Langkah JURNAL FEMA, Volume 1, Nomor 3, Juli 2013 Pengaruh Penggunaan Tabung Induksi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor Bensin 4 Langkah Junaidi Supratman 1), Herry Wardono 2) dan M. Dyan Susila 2) 1)

Lebih terperinci

NAMA : NO PRESENSI/ KELAS : SOAL ULANGAN HARIAN IPA Gerak pada Benda

NAMA : NO PRESENSI/ KELAS : SOAL ULANGAN HARIAN IPA Gerak pada Benda NAMA : NO PRESENSI/ KELAS : SOAL ULANGAN HARIAN IPA Gerak pada Benda I. Pilihan ganda Berilah tanda silang pada pilihan jawaban yang menurutmu tepat. Setiap nomor yang benar menghasilkan poin 1. Berdoalah

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Atmel (www.atmel.com).

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Atmel (www.atmel.com). BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Sistem 4.1.1 Spesifikasi Perangkat Keras Proses pengendalian mobile robot dan pengenalan image dilakukan oleh microcontroller keluarga AVR, yakni ATMEGA128

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL

BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL 3.1 DESKRIPSI PERALATAN PENGUJIAN. Peralatan pengujian yang dipergunakan dalam menguji torsi dan daya roda sepeda motor Honda Karisma secara garis besar dapat digambarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah selesai pengambilan data percikan bunga api, torsi, daya dan konsumsi bahan bakar dengan variasi 2 jenis CDI dan 2 jenis busi pada sepeda motor Honda Supra X 125 cc

Lebih terperinci

BAB I 1.1 Latar Belakang

BAB I 1.1 Latar Belakang BAB I 1.1 Latar Belakang Metrologi merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengukuran. Metrologi berasal dari bahasa Yunani yaitu metros yang berarti pengukuran dan logos yang berarti ilmu. Metrologi dibagi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini antara lain : 1. Motor Bensin 4-langkah 110 cc Pada penelitian ini, mesin uji yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Pengujian Proses pengambilan data yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari 3 bagian yang dapat ditunjukkan pada gambar-gambar di bawah ini: A. Diagram

Lebih terperinci

BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN

BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN 12.1. Pendahuluan Bab ini berisi sistem kelistrikan bodi yang berhubungan dengan suatu pengukur bagi pengemudi yang sebagian atau keseluruhannya berada pada panel

Lebih terperinci