BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN"

Transkripsi

1 BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN Pendahuluan Bab ini berisi sistem kelistrikan bodi yang berhubungan dengan suatu pengukur bagi pengemudi yang sebagian atau keseluruhannya berada pada panel instrumen atau dashboard. Sistem peringatan memberi peringatan kepada pengemudi akan kondisi tertentu yang sedang terjadi pada kendaraan. Instrumen dan sistem peringatan terdiri dari meter bahan bakar, penunjuk temperatur mesin, putaran mesin dan kecepatan kendaraan. Instrumen ini ada yang menggunakan jarum penunjuk (model analog), grafik, huruf atau angka (model digital) dan lampu penunjuk. Gambar Instrumen dan sistem peringatan pada meter kombinasi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 481

2 Tabel Lampu penunjuk pada panel instrumen Lampu Penunjuk Simbol Keterangan Peringatan tekanan oli Menunjukkan bahwa tekanan oli normal Peringatan pengisian Lampu jauh Menunjukkan bahwa sistem pengisian bekerja normal Menujukkan bahwa lampu kepala pada posisi jauh Lampu tanda belok Menunjukkan bahwa lampu tanda belok kanan atau kiri berkedip Lampu tanda bahaya Menunjukkan bahawa kedua lampu tanda belok menyala bersamaan Peringatan bahan bakar Menunjukkan bahwa sisa bahan bakar dalam tangki tidak cukup Peringatan rem Indikator pintu Menunjukkan bahwa rem parkir sedang aktif atau jumlah minyak rem tidak cukup Menunjukkan bahwa salah satu pintu terbuka / tidak tertutup rapat Macam-macam Instrumen dan Sistem Peringatan Meter Bahan Bakar Meter bahan bakar memberi petunjuk kepada pengemudi tentang jumlah bahan bakar yang tersimpan pada tangki bahan bakar. Kondisi yang umum diperlihatkan pada sistem ini adalah apakah bahan bakar pada tangki dalam kondisi penuh atau kosong atau di antaranya. Meter bahan bakar terdiri dari dua komponen utama alat ukur yaitu pengirim sinyal dan penerima sinyal. Pengirim sinyal berada pada tangki bahan bakar dan penerima sinyal berada pada papan instrumen atau dashboard. Gambar Tampilan meter penunjuk bahan bakar Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 482

3 Pengukur bahan bakar yang umum dipakai terdiri dari dua macam yaitu tipe bimetal dan tipe cross coil. Perbedaan di antara kedua tipe tersebut selain konstruksinya, pada tipe cross coil jarum penunjuk yang dihasilkan tidak akan kembali ke angka nol meskipun kunci kontak posisi OFF. Sekarang ini tipe cross coil lebih banyak digunakan selain tipe digital. Keistimewaan tipe cross coil dibandingkan dengan tipe bimetal: a. Ketelitian yang tinggi b. Sudut jarum penunjuk cukup luas c. Kelanjutan karakteristiknya baik sekali d. Tidak memerlukan pengatur tegangan Meter Temperatur Meter temperatur menginformasikan kepada pengemudi tentang temperatur mesin. Pengukuran temperatur mesin dilakukan oleh sensor temperatur yang umumnya terpasang pada saluran pendingin air. Alat ukur ini menunjukkan temperatur mesin dalam kondisi panas (hot) atau dingin (cool). Jika penerima sinyal temperatur mesin menunjuk pada kondisi anata hot dan cool maka saat itu mesin sedang dalam kondisi kerjanya (70-80 o C). Seperti meter pengukur bahan bakar, pengukur temperatur mesin juga terdiri dari dua macam. Untuk model analog ada yang menggunakan bimetal atau cross coil. Cara kerja tipe cross coil hampir sama dengan meter pengukur bahan bakar. Gambar Tampilan meter penunjuk temperatur Meter Putaran Mesin (Tachometer) Meter putaran mesin menunjukkan kepada pengemudi besarnya kecepatan mesin sesuai dengan bukaan pedal akselerator saat mesin hidup. Kecepatan mesin dihitung menggunakan satuan rotation per minute (putaran engkol mesin dalam tiap menitnya). Tampilan meter putaran mesin ada yang berupa analog dengan gerakan jarum atau model digital. Umumnya meter putaran mesin mengambil sinyal dari sistem pengapian. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 483

4 Gambar Tampilan meter putaran mesin Pengukur Minyak Pelumas Pengukur minyak pelumas mengukur tekanan minyak pelumas dalam saluran pelumas di dalam mesin. Hal ini mempermudah untuk mendeteksi permasalahan dalam sistem pelumasan. Alat ini terdiri dari pengirim sinyal dan penerima sinyal. Pengirim sinyal dipasangkan pada sisi luar dekat pompa minyak pelumas atau saringan pelumas dan penerima sinyal pada meter kombinasi. Elemen bimetal pada pengirim sinyal tekanan oli terbuat dari dua buah logam dengan koefisien muai berbeda yang disatukan. Apabila bimetal dipanaskan akan melengkung ke bagian yang koefisien muainya kecil. Gerakan melengkung ini dimanfaatkan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik melalui titik kontak. Pemanasan bimetal dilakukan menggunakan kawat pemanas. Gambar Tampilan meter pengukur tekanan minyak pelumas Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 484

5 Gambar Rangkaian pengukur tekanan minyak pelumas Speedometer Speedometer terdiri dari speedometer itu sendiri untuk menginformasikan kepada pengemudi tentang kecepatan kendaraan, odometer untuk menunjukkan jarak tempuh kendaraan dan tripmeter yang dapat disetel ke angka nol. Satuan yang dipakai pada speedometer adalah km/jam (km/hour) atau mil/jam (mile/hour). Umumnya negara-negara Asia termasuk Indonesia menggunakan km/jam (km/hour). Sensor pengirim sinyal kecepatan kendaraan terpasang pada sistem transmisi atau pada poros roda-roda penggerak. Tampilan speedometer seperti juga rpm meter ada yang model analog dengan jarum penunjuk atau model digital berupa angka atau grafik batang. Data yang diperoleh dari speedometer selama selang waktu tertentu digunakan sebagai sinyal tripmeter untuk menghitung jarak tempuh kendaraan. Gambar Tampilan meter kecepatan kendaraan analog Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 485

6 Gambar Tampilan meter digital kecepatan kendaraan Gambar Tampilan tripmeter Selain trip meter tunggal ada juga trip meter ganda (twin tripmeter) yang dapat mengukur jarak tempuh kendaraan pada dua satuan yang berbeda, km/jam atau mil/jam Komponen dan Fungsi Instrumen dan Sistem Peringatan Gambar Konstruksi meter kombinasi dan sistem peringatan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 486

7 Komponen instrumen dan sistem peringatan sebagian besar terdiri dari dua komponen utama: 1. Pengirim sinyal (pengirim sinyal) Pengirim sinyal berfungsi memberitahukan kepada penerima sinyal bahwa ada perubahan kondisi pada tempat yang disensor. Sinyal yang diberikan biasanya dalam bentuk sinyal elektrik namun ada juga sinyal mekanis. Sinyal elektrik biasanya dihasilkan dari rangkaian NTC, PTC atau variable resistor dimana perubahan hambatan pada rangkaian pengirim sinyal akan mempengaruhi arus yang mengalir. Besar arus inilah yang dipakai sebagai masukan bagi penerima sinyal. Letak komponen pengirim sinyal berbeda-beda tergantung fungsinya. Pengirim sinyal jumlah bahan bakar dipasang di dalam tangki bahan bakar. Pengirim sinyal temperatru mesin dipasang pada saluran keluar air pendingin dari mesin yang menuju radiator. Pengirim sinyal kecepatan kendaraan dipasang pada poros keluar roda gigi transmisi atau pada roda-roda penggerak lain. Pengirim tekanan minyak pelumas dipasang pada saluran pelumas di dalam mesin. Gambar Pengirim sinyal jumlah bahan bakar Pengirim sinyal jumlah bahan bakar bekerja berdasarkan tinggi rendah permukaan bahan bakar di dalam tangki. Bila jumlah bahan bakar berkurang maka pelampung akan turun dan menambah hambatan pada rangkaian sehingga arus yang mengalir pada pengirim sinyal jumlah bahan bakar akan turun. Sebaliknya bila jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam tangki bertambah atau penuh, hambatan rangkaian akan turun sehingga arus yang mengalir dari rangkaian pengirim sinyal bahan bakar akan naik. Bila jumlah bahan bakar pada posisi sedang maka hambatan rangkaian akan mempengaruhi penunjukan jarum penunjuk bahan bakar berada di antara posisi F (Full) dan E (Empty). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 487

8 Gambar Sensor temperatur mesin Gambar Karakteristik thermistor Temperatur mesin memiliki pengirim sinyal berupa sensor temperatur (thermistor) dengan prinsip NTC (Negatif Temperature Coefisient) dimana tahanan listrik thermistor akan turun bila temperatur naik dan sebaliknya tahanan listrik akan naik bila temperatur turun. Perubahan besar arus inilah yang dikirimkan ke penerima sinyal temperatur mesin dan mempengaruhi penunjukan jarum penunjuk temperatur mesin. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 488

9 Gambar Pengirim sinyal kecepatan kendaraan Pada sistem pengukur kecepatan kendaran, pengirim sinyal berupa photocoupler yang tersusun dari phototransistor, lampu LED dan piringan bercelah (slot). Lampu LED akan mengemisikan cahaya dan diterima oleh phtotransistor melewati piringan bercelah. Piringan bercelah dihubungkan dengan kabel speedometer sehingga saat kendaraan berjalan maka piringan bercelah akan berputar untuk meneruskan cahaya ke phototransistor secara terputus-putus. Sinyal ini selanjutnya dikirim ke peneriima sinyal pada dashboard untuk diolah menjadi tampilan kecepatan kendaraan. 2. Penerima sinyal (penerima sinyal) Penerima sinyal menerima masukan dari pengirim sinyal dan mengolahnya ke dalam kerja rangkaian pada penerima sinyal berupa tampilan yang dapat dikenali oleh pengemudi dengan mudah dalam suatu display pada panel instrumen. Gambar Penerima sinyal meter bahan bakar Penerima sinyal bahan bakar terdiri dari empat kumparan yang dibagi menjadi dua kumparan digulung mengelilingi poros yang sama. Antara kumparan yang satu dan yang lainnya saling berlawanan arah dengan posisi tegak lurus. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 489

10 Gambar Penerima sinyal kecepatan kendaraan analog Penerima sinyal kecepatan kendaraan tipe analog terdiri dari jarum penunjuk, pegas coil, rotor magnet dan dudukan kabel speedometer. Gerakan kabel speedometer diterima oleh rotor magnet yang akan mempengaruhi gerakan tutup kecepatan (speed cup) yang akan menggerakkan jarum penujuk kecepatan kendaraan melawan gaya tarik pegas coil. Pada saat kendaraan berhenti maka pegas coil akan mengembalikan penunjukkan jarum ke posisi kecepatan nol Prinsip Kerja Instrumen dan Sistem Peringatan Meter Bahan Bakar Gambar Rangkaian meter bahan bakar tipe cross coil Kutub-kutub magnet N (utara) dan S (selatan) terbentuk pada rotor magnet. Bila arus mengalir pada cross coil, medan magnet dibangkitkan oleh masing-masing kumparan menyebabkan rotor magnet berputar dan jarum penunjuk bahan bakar bergerak. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 490

11 Cara kerja bila bahan bakar penuh: Pada saat bahan bakar penuh, maka pelampung pada pengirim sinyal jumlah bahar bakar akan naik sehingga hambatan pada pengirim sinyal bahan bakar minimum dan arus mengalir dari beterai ke kunci kontak menuju kumparan L1 dan L2, pengirim sinyal jumlah bahan bakar dan menuju ke massa sedangkan L3 dan L4 tidak dialiri arus sehingga hanya kumparan L1 dan L2 saja yang membentuk medan magnet. Kemagnetan yang besar terbentuk pada kumparan L1 dan L2 untuk menggerakkan jarum penunjuk jumlah bahan bakar ke kanan ke arah posisi F (FULL). Gambar Pengaruh perubahan jumlah bahan bakar pada tangki bahan bakar terhadap medan magnet pada crosscoil Saat bahan bakar habis Pada saat jumlah bahan bakar kosong, maka hambatan pada pengirim sinyal jumlah bahan bakar akan maksimum sehingga arus mengalir dari baterai ke kunci kontak, kumparan L1, L2 dilanjutkan ke L3, L4 dan menuju massa. Dengan arus yang mengalir ke kumparan L3 dan L4 yang lebih besar (I2) dibandingkan arus yang mengalir ke kumparan L1 dan L2 (I1) maka kemagnetan terbentuk pada kumparan L1 dan L4 sehingga menarik jarum penunjuk jumlah bahan bakar ke arah E (EMPTY). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 491

12 Meter temperatur Gambar Rangkaian meter temperatur Cara kerja meter temperatur mesin Pada saat temperatur mesin rendah Saat temperatur rendah, tahanan thermistor naik sehingga arus mengalir dari baterai ke kunci kontak, titik kontak pengatur tegangan dan menuju massa. Karena arus yang mengalir ke kawat pemanas pada pengirim sinyal temperatur kecil maka kawat pemanas belum cukup mampu menbengkokkan bimetal dan jarum penunjuk temperatur mesin menunjuk pada C (COOL). Pada saat temperatur mesin tinggi Saat temperatur tinggi tahanan thermistor turun sehingga arus mengalir dari baterai ke kunci kontak, tiik kontak, kumparan penbgatur tegangan, kawat pemanas penerima sinyal temperatur, penerima sinyal temperatur dan menuju massa. Kawat pemanas bekerja dan membengkokkan bimetal sehingga jarum penunjuk bergerak ke kanan ke arah H (HOT). Selanjutnya kumparan pada pengatur tegangan mulai melepaskan titik kontak dan kawat pemanas tidak bekerja dan bimetal penerima sinyal temperatur kembali ke posisi semula. Titik kontak menutup kembali akibat arus yang mengalir ke kumparan terputus. Hal ini terjadi berulang-ulang sehingga jarum penunjuk pada posisi stabil jika temperatur mesin tidak berubah Pengukur Tekanan Oli Cara kerja pengukur tekanan oli Pada saat kunci kontak posisi ON dan mesin belum hidup sehingga pompa oli belum bekerja maka arus dari baterai mengalir ke kunci kontak, kumparan pemanas penerima sinyal tekanan, kumparan pemanas dan titik kontak pengirim sinyal tekanan dan menuju massa. Kawat pemanas pada pengirim dan penerima sinyal dengan segera bekerja membuat elemen bimetal melengkung. Karena melengkung maka titik Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 492

13 kontak pada pengirim sinyal terbuka dan arus yang menuju ke massa terputus. Karena terputus maka kawat pemanas kembali tidak bekerja dan menjadi dingin. Selanjutnya titik kontak menutup kembali dan arus kembali mengalir. Hal ini terjadi berulang-ulang sehingga jarum penunjuk pada penerima sinyal tekanan hanya bergerak sedikit. Gambar Cara kerja pengukur tekanan oli saat tidak ada tekanan Setelah mesin hidup dan pompa oli bekerja maka tekanan minyak pelumas mendorong diafragma pada pengirim sinyal tekanan oli dan mendiring titik kontak untuk terus menutup. Selanjutnya arus yang mengalir dari baterai akan segera memanaskan kawat pemanas untuk menggerakan bimetal dan jarum penunjuk pada penerima sinyal tekanan oli akan bergerak ke kanan. Semakin besar tekanan minyak pelumas maka semakin lama titik kontak terhubung dan semakin besar penunjukan jarum pada penerima sinyal tekanan oli. Gambar Cara kerja pengukur tekanan oli saat tekanan oli tinggi Dengan demikian elemen bimetal penerima sinyal melengkung secara proporsional dengan melengkungnya bimetal pada pengirim sinyal. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 493

14 Sistem Kelistrikan dan Elektronika pada Kendaraan Pengukur kecepatan kendaraan Gambar Rangkaian pengukur kecepatan kendaraan digital Cara kerja Arus mengalir dari terminal C1 menuju lampu LED photocoupler dan terminal C3 sehingga lampu LED menyala. Sinar lampu LED akan diterima oleh phototransistor dan diteruskan ke terminal C2 komputer. Sinyal yang masuk ke terminal C2 dipengaruhi oleh kecepatan putaran piringan bercelah yang mempengaruhi kerja phototransistor. Saat menerima cahaya, phototransistor bekerja sehingga sinyal diteruskan ke terminal C2. Dengan adanya piringan bercelah maka phototransistor akan on dan off secara bergantian. Perubahan kerja phototransistor digunakan oleh komputer untuk menghitung kecepatan kendaraan dan menampilkannya secara digital pada pnael instrumen Gangguan dan Pemeriksaan Tabel Gangguan, penyebab dan cara mengatasi pada instrumen dan sistem peringatan Gangguan Penyebab Meter bahan bakar tidak Sekering ENGINE putus bekerja Meter bahan bakar rusak Pengirim sinyal rusak Rangkaian kabel atau massa, rusak Meter temperatur air Sekering ENGINE putus tidak bekerja Meter temperatur air putus Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Cara Mengatasi Ganti sekering Ganti meter bahan bakar Periksa pengirim sinyal Perbaiki bila perlu Ganti sekering Periksa meter 494

15 Lampu tanda oli tidak menyala Lampu tanda peringatan rem parkir tidak menyala Lampu tanda pengisian tidak menyala Pengirim sinyal rusak Rangkaian kabel atau massa, rusak Sekering ENGINE putus Lampu putus Saklar oli rusak Rangkaian kabel atau massa, rusak Sekering ENGINE putus Lampu putus Saklar rem parkir rusak Rangkaian kabel atau massa, rusak Sekering ENGINE atau CHARGE putus Lampu CHARGE putus Rangkaian kabel atau massa, rusak Periksa pengirim sinyal Perbaiki bila perlu Ganti sekering Ganti lampu Periksa saklar Perbaiki bila perlu Ganti sekering Ganti lampu Periksa saklar Perbaiki bila perlu Ganti sekering Ganti lampu Perbaiki bila perlu Memeriksa speedometer pada kendaraan 1. Dengan menggunakan speedometer tester, periksa kesalahan penunjukkan speedometer. Keausan dan tekanan ban (berlebihan atau kurang) akan mempengaruhi pembacaan. Tabel Penunjukan standar speedometer Penunjukkan standar (km/jam) Rentang kecepatan yang diijinkan (km/jam) , , ,5 145,5 151,5 Bila penunjukan jauh dari nilai spesifikasinya, ganti speedometer. 2. Periksa jarum speedometer dari kemungkinan adanya getaran atau suara tidak normal. Jarum speedometer bergetar disebabkan oleh kendornya kabel speedometer. Periksa pula kemungkinan kabel speedometer bergerak tidak lancar atau macet Memeriksa tachometer pada kendaraan 1. Pasangkan tune up tester dan hidupkan mesin. Menyambung terbalik pada tachometer akan merusak transistor dan dioda. Bila melepas atau memasang tachometer, agar berhati-hati jangan jatuh atau terkena benturan keras. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 495

16 Tabel Penunjukkan standar tachometer Penunjukkan standar (rpm) Rentang putaran mesin yang diijinkan (rpm) Bandingkan pembacaan tester dengan penunjuk tachometer. Bila penunjukan jauh dari nilai spesifikasinya, ganti speedometer Pemeriksaan Sistem Kelistrikan Bodi Seperti biasanya, pemeriksaan sistem kelistrikan pada kendaraan selalu diawali dengan melepas terminal negatif baterai. Hal ini dilakukan demi keamanan akibat timbulnya percikan bunga api saat menggunakan peralatan. Gambar Melepas terminal negatif baterai Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 496

17 Lepas meter kombinasi Gambar Memeriksa cakar pengikat meter kombinasi Melepas klip pengikat meter kombinasi Gambar Cara melepas klip pengikat meter kombinasi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 497

18 Lepas konektor meter kombinasi Gambar Melepas meter kombinasi Pastikan letak konektor meter kombinasi Gambar Posisi konektor meter kombinasi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 498

19 Kenali terminal pada konektor meter kombinasi Gambar Mengenali terminal konektor pada meter kombinasi Periksa rangkaian listrik meter kombinasi Gambar Memeriksa rangkaian listrik meter kombinasi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 499

20 Periksa tegangan kunci kontak Gambar Memeriksa tegangan kunci kontak Gambar Rangkaian listrik dari kunci kontak yang menuju meter kombinasi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 500

21 Periksa sirkuit iluminasi Gambar Memeriksa tegangan sirkuit iluminasi Gambar Rangkaian pemeriksaan sirkuit iluminasi Setelah semua pemeriksaan dijalankan dan memberi hasil yang baik maka selanjutnya komponen meter kombinasi dipasang kembali dengan urutan kebalikan dari pelepasan komponen. Terakhir kali dilakukan pemeriksaan kerja saklar apakah lampu iluminasi menyala dan komponen bekerja benar. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 501

22 Memeriksa kerja komponen meter kombinasi Gambar Memeriksa kerja meter kombinasi dan lampu iluminasi Ringkasan Instrumen dan sistem peringatan merupakan sistem yang memberi tanda pada pengemudi akan kondisi tertentu pada kendaraan. Sistem peringatan terdiri dari meter bahan bakar, penunjuk temperatur, putaran mesin dan kecepatan kendaraan. Komponen utama sistem peringatan adalah alat ukur pengirimn sinyal dan penerima sinyal. Sinyal yang dikirimkan bisa berupa sinyal elektrik maupun mekanis. Penerima sinyal terdapat pada meter kombinasi berupa tampilan dalam bentuk digital, analog atau nyala lampu peringatan. Instrumen dan siste peringatan memiliki fungsi yang penting terhadap kelangsungan sistem kelistrikan pada kendaarn. Gangguan atau perubahan kondisi sistem yang digambarkan pada meter kombinasi perlu mendapat perhatian yang cukup dari pengemudi untuk menghindari kegagalam sistem yang fatal Soal-soal latihan 1. Jelaskan sistem yang termasuk dalam instrumen dan sistem peringatan 2. Sebutkan komponen instrumen dan sistem peringatan 3. Gambarkan rangkaian: a. Meter bahan bakar b. Meter temperatur c. Pengukur tekanan oli 4. Bagaimana prinsip penerima sinyal tipe cross coil? 5. Bagaimana melakukan pemeriksaan pada instrumen dan sistem peringatan! Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 502

Gambar Lampu kepala

Gambar Lampu kepala BAB 10 SISTEM PENERANGAN (LIGHTING SYSTEM) 10.1. Pendahuluan Penerangan yang digunakan di kendaraan diklasifikasikan berdasarkan tujuannya: untuk penerangan, untuk tanda atau informasi. Contoh, lampu depan

Lebih terperinci

BAB 13 SISTEM KELISTRIKAN TAMBAHAN (ASESORIS)

BAB 13 SISTEM KELISTRIKAN TAMBAHAN (ASESORIS) BAB 13 SISTEM KELISTRIKAN TAMBAHAN (ASESORIS) 13.1. Pendahuluan Sistem kelistrikan tambahan merupakan sistem di luar sistem utama namun memiliki fungsi yang tidak kalah penting. Faktor keamanan dan kenyamanan

Lebih terperinci

ECS (Engine Control System) TROOT024 B3

ECS (Engine Control System) TROOT024 B3 ECS (Engine Control System) TROOT024 B3 Diagnosa Ignition Control Sistem Tujuan Umum : Peserta dapat mengidentifikasi fungsi, konstruksi, cara kerja sistem control ngine Peserta dapat mendiagnosa dan memperbaiki

Lebih terperinci

Tabel 4.1. Komponen dan Simbol-Simbol dalam Kelistrikan. No Nama Simbol Keterangan Meter analog. 1 Baterai Sumber arus

Tabel 4.1. Komponen dan Simbol-Simbol dalam Kelistrikan. No Nama Simbol Keterangan Meter analog. 1 Baterai Sumber arus BAB 4 RANGKAIAN LISTRIK DAN PERBAIKANNYA 4.1. Pendahuluan Rangkaian listrik merupakan satu sistem yang terdiri dari beberapa komponen kelistrikan dan kabel-kabel penghantar yang menghubungkan satu komponen

Lebih terperinci

BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN

BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN BAB 6 SISTEM PENGAMAN RANGKAIAN KELISTRIKAN 6.1. Pendahuluan Listrik mengalir dalam suatu rangkaian dengan besar arus tertentu sesuai dengan besarnya tahanan pada rangkaian tersebut. Penghantar atau kabel

Lebih terperinci

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. Aspek Perancangan Dalam Modifikasi Sebuah modifikasi dan aplikasi suatu sistem tentunya membutuhkan perencanaan, pemasangan dan pengujian. Dalam hal tersebut timbul

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian Didalam melakukan pengujian diperlukan beberapa tahapan agar dapat berjalan lancar, sistematis dan sesuai dengan prosedur dan literatur

Lebih terperinci

BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS

BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS 4.1. Tujuan Perawatan Perawatan dan perbaikan merupakan suatu hal yang sangat penting agar suatu alat atau mesin dapat bekerja dengan baik. Karena dengan sistem perawatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL & PEMBAHASAN

BAB IV HASIL & PEMBAHASAN BAB IV HASIL & PEMBAHASAN 4.1 Pembahasan Sistem Kelistrikan Bodi 1. Lampu kepala Jika lampu kepala memiliki spesifikasi 12V-25/25W maka tahananya adalah sebagai berikut : a. Tahanan lampu dekat 25 = 7

Lebih terperinci

Bersihkan Socket. Pengetesan Socket

Bersihkan Socket. Pengetesan Socket Pemecahan Auto Light Mari kita asumsikan mobil atau truk ringan terkendala dengan lampu atau dua yang tidak bekerja. Di mana tepatnya Anda mulai? Mari kita mulai dari awal dan meneliti bagaimana pencahayaan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II PENDAHULUAN BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Motor Bakar Bensin Motor bakar bensin adalah mesin untuk membangkitkan tenaga. Motor bakar bensin berfungsi untuk mengubah energi kimia yang diperoleh dari

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. uji yang digunakan adalah sebagai berikut.

III. METODOLOGI PENELITIAN. uji yang digunakan adalah sebagai berikut. III. METODOLOGI PENELITIAN 3. Alat dan Bahan Pengujian. Motor bensin 4-langkah 50 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 50 cc, dengan merk Yamaha Vixion. Adapun

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN ALAT 25 BAB IV PENGUJIAN ALAT Pembuatan alat pengukur sudut derajat saat pengapian pada mobil bensin ini diharapkan nantinya bisa digunakan bagi para mekanik untuk mempermudah dalam pengecekan saat pengapian

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian BAB III METODOLOGI PENGUJIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian MULAI STUDI PUSTAKA PERSIAPAN MESIN UJI PEMERIKSAAN DAN PENGESETAN MESIN KONDISI MESIN VALIDASI ALAT UKUR PERSIAPAN PENGUJIAN PEMASANGAN

Lebih terperinci

Adapun cara kerja mikrokontroler adalah sebagai berikut: mikrokontroler akan mengambil data hand brake switch

Adapun cara kerja mikrokontroler adalah sebagai berikut: mikrokontroler akan mengambil data hand brake switch Semakin pesatnya teknologi, kadang membuat banyak orang kurang memahami dengan seksama atas hasil teknologi tersebut Contoh seorang pengemudi mobil yang tidak tahu persis dunia otomotif yang akhirnya kurang

Lebih terperinci

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR/TOL)

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR/TOL) Thermal Over Load Relay (TOR/TOL) 1. Thermal Over Load Relay (TOR/TOL) Instalasi motor listrik membutuhkan pengaman beban lebih dengan tujuan menjaga dan melindungi motor listrik dari gangguan beban lebih

Lebih terperinci

Prosedur Pengetesan Injektor

Prosedur Pengetesan Injektor Prosedur Servis, Pengetesan dan Perbaikan Injektor Diesel Menentukan Kerusakan Injektor Sesuai penjelasan dalam buku yang ditulis oleh May and Crouse, sebuah kesalahan pada injektor akan dapat di identifikasikan

Lebih terperinci

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung UJIAN TEORI PRAKTEK ENGINE

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. langkah 110 cc, dengan merk Yamaha Jupiter Z. Adapun spesifikasi mesin uji

METODOLOGI PENELITIAN. langkah 110 cc, dengan merk Yamaha Jupiter Z. Adapun spesifikasi mesin uji 4 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 0 cc, dengan merk Yamaha

Lebih terperinci

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004 24 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 0 cc, dengan merk Suzuki

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. mobil seperti motor stater, lampu-lampu, wiper dan komponen lainnya yang

BAB II LANDASAN TEORI. mobil seperti motor stater, lampu-lampu, wiper dan komponen lainnya yang 7 BAB II LANDASAN TEORI A. LANDASAN TEORI 1. Pembebanan Suatu mobil dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik selalu dilengkapi dengan alat pembangkit listrik berupa generator yang berfungsi memberikan tenaga

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Hasil pengukuran kelistrikan bodi Yamaha Mio. No. Pengukuran Hasil / Kondisi Standar

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Hasil pengukuran kelistrikan bodi Yamaha Mio. No. Pengukuran Hasil / Kondisi Standar BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pemeriksaan Tabel 4.1. Hasil pengukuran kelistrikan bodi Yamaha Mio No. Hasil / Kondisi Standar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 tahanan sekering voltase battery Tegangan pada

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PENGERTIAN SPEED LIMITER Kecepatan tinggi merupakan salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu-lintas darat. Disisi lain banyak perusahaan otomotif yang saling berlomba

Lebih terperinci

Pembakaran. Dibutuhkan 3 unsur atau kompoenen agar terjadi proses pembakaran pada tipe motor pembakaran didalam yaitu:

Pembakaran. Dibutuhkan 3 unsur atau kompoenen agar terjadi proses pembakaran pada tipe motor pembakaran didalam yaitu: JPTM FPTK 2006 KONSENTRASI OTOMOTIF JURUSAN PENDIDIKAN TEKIK MOTOR FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BUKU AJAR NO 2 Motor Bensin TANGGAL : KOMPETENSI Mendeskripsikan

Lebih terperinci

Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik

Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik 1. Saklar Elektro Mekanik (KONTAKTOR MAGNET) Motor-motor listrik yang mempunyai daya besar harus dapat dioperasikan dengan momen kontak yang cepat agar tidak menimbulkan

Lebih terperinci

Mesin Diesel. Mesin Diesel

Mesin Diesel. Mesin Diesel Mesin Diesel Mesin Diesel Mesin diesel menggunakan bahan bakar diesel. Ia membangkitkan tenaga yang tinggi pada kecepatan rendah dan memiliki konstruksi yang solid. Efisiensi bahan bakarnya lebih baik

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. : 4 langkah, SOHC, 4 klep

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. : 4 langkah, SOHC, 4 klep III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 135 cc, dengan merk Yamaha

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL

BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL 3.1 DESKRIPSI PERALATAN PENGUJIAN. Peralatan pengujian yang dipergunakan dalam menguji torsi dan daya roda sepeda motor Honda Karisma secara garis besar dapat digambarkan

Lebih terperinci

1. EMISI GAS BUANG EURO2

1. EMISI GAS BUANG EURO2 1. EMISI GAS BUANG EURO2 b c a Kendaraan Anda menggunakan mesin spesifikasi Euro2, didukung oleh: a. Turbocharger 4J 4H Turbocharger mensuplai udara dalam jumlah yang besar ke dalam cylinder sehingga output

Lebih terperinci

Gambar 2.20 Rangkaian antarmuka Hall-Effect

Gambar 2.20 Rangkaian antarmuka Hall-Effect D = Konstanta ketebalan Gambar 2.19 Cara kerja Hall-Effect Sensor Gambar 2.20 Rangkaian antarmuka Hall-Effect Dari persamaan terlihat V H berbanding lurus dengan I dan B. Jika I dipertahankan konstan maka

Lebih terperinci

Tune Up Mesin Bensin TUNE UP MOTOR BENSIN

Tune Up Mesin Bensin TUNE UP MOTOR BENSIN TUNE UP MOTOR BENSIN 1 Membersihkan Saringan Udara Ganti bila sudah kotor belebihan Semprot dengan udara tekan dari arah berlawanan dengan arah aliran udara masuk 2 Periksa Oli Mesin Periksa : Jumlah Oli

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram alir penelitian Diagram alir penelitian yang dilakukan dengan prosedur adalah sebagai berikut seperti pada Gambar 3.1 MULAI Persiapan Penelitian 1. Sepeda motor standar

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Prinsip Kerja Turbin Angin Prinsip kerja dari turbin angin adalah mengubah energi mekanis dari angin menjadi energi putar pada kincir. Lalu putaran kincir digunakan untuk memutar

Lebih terperinci

Gambar Sistem pengunci pintu (door lock)

Gambar Sistem pengunci pintu (door lock) BAB11 SISTEM KELISTRIKAN BODI KONTROL ELEKTRONIK 11.1. Pendahuluan Sistem kelistrikan bodi kontrol elektronik pada bab ini merupakan sistem kontrol pengunci pintu (door lock system), jendela (power window

Lebih terperinci

BAB II SISTEM PENGONTROLAN MOTOR LISTRIK PADA INDUSTRI. pengendalian terhadap operasi motor listrik yang di pergunakan untuk

BAB II SISTEM PENGONTROLAN MOTOR LISTRIK PADA INDUSTRI. pengendalian terhadap operasi motor listrik yang di pergunakan untuk BAB II SISTEM PENGONTROLAN MOTOR LISTRIK PADA INDUSTRI 2.1 Pengertian Pengontrolan Pengontrolan dapat diartikan sebagai pengaturan dan pengendalian terhadap operasi motor listrik yang di pergunakan untuk

Lebih terperinci

Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu

Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu Brilliant Adhi Prabowo Pusat Penelitian Informatika, LIPI brilliant@informatika.lipi.go.id Abstrak Motor dc lebih sering digunakan

Lebih terperinci

BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK

BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK 24.1 Sistem EPS (ELEKTRONIK POWER STEERING) Elektronik Power Steering merupakan sistem yang membantu pengoperasian stering waktu dibelokkan dengan menggukan motor

Lebih terperinci

PENGENALAN TEKNIK PENGENDALI ALAT LISTRIK INDUSTRI

PENGENALAN TEKNIK PENGENDALI ALAT LISTRIK INDUSTRI PENGENALAN TEKNIK PENGENDALI ALAT LISTRIK INDUSTRI 1. Saklar magnet (Kontaktor) Kontaktor adalah sejenis saklar atau kontak yang bekerja dengan bantuan daya magnet listrik dan mampu melayani arus beban

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder

Lebih terperinci

PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3

PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3 PERAWATAN FORKLIFT FD20ST-3 PERAWATAN FORKLIFT Oleh FD20ST-3 Ady Prasetya (210345025) Hasan Basri (210345035) Muhamad Maulana (210345039) Apa itu forklift??? Forklift adalah sebuah alat bantu berupa kendaraan

Lebih terperinci

SISTEM PENGISIAN SIRKUIT SISTEM PENGISIAN

SISTEM PENGISIAN SIRKUIT SISTEM PENGISIAN SISTEM PENGISIAN SIRKUIT SISTEM PENGISIAN PEMERIKSAAN PADA KENDARAAN Periksa komponen-komponen system berikut: 1. Penyimpangan (defleksi) tali kipas: Defleksi tali kipas: 7 11 mm dengan gaya tekan 10 kg.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebuah motor atau mesin lainnya. Alat ini biasanya menampilkan revolutions per

BAB I PENDAHULUAN. sebuah motor atau mesin lainnya. Alat ini biasanya menampilkan revolutions per 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tachometer adalah sebuah instrumen atau alat yang mampu untuk mengukur kecepatan putaran dari poros engkol atau piringan, seperti yang terdapat pada sebuah

Lebih terperinci

1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH )

1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH ) 1. OVERLOADING ( MUATAN BERLEBIH ) Memuat berlebihan tidak hanya memperpendek usia kendaraan anda, tetapi juga berbahaya, oleh sebab itu hindarkanlah. Berat muatan harus dibatasi oleh GVM ( berat kotor

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. proses aplikasi power window dan central door lock pada mobil Mitsubishi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. proses aplikasi power window dan central door lock pada mobil Mitsubishi BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab - bab sebelumnya serta pelaksanaan proses aplikasi power window dan central door lock pada mobil Mitsubishi Colt T120 tahun 1977, maka

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini antara lain : 1. Motor Bensin 4-langkah 110 cc Pada penelitian ini, mesin uji yang

Lebih terperinci

TOPIK 5 PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

TOPIK 5 PENGUKURAN BESARAN LISTRIK TOPIK 5 PENGUKURAN BESARAN LISTRIK Pengukuran sering dilakukan dalam melakukan analisis rangkaian. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan nilai besaran listrik, seperti : nilai arus yang melalui suatu

Lebih terperinci

: Memelihara/servis engine dan komponen-komponenya(engine. (Engine Tune Up)

: Memelihara/servis engine dan komponen-komponenya(engine. (Engine Tune Up) SMK MA ARIF SALAM KABUPATEN MAGELANG JOBSHEET (LEMBAR KERJA) KODE : /PMO/VIII/12 Mata Pelajaran : Motor Otomotif (PMO) Guru : Edi Purwanto Memelihara/servis engine dan komponen-komponenya (Engine Tune

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL

BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL BAB III METODOLOGI KAJI EKSPERIMENTAL 3.1 Deskripsi Peralatan Pengujian Peralatan pengujian yang dipergunakan dalam menguji torsi dan daya roda sepeda motor Yamaha Crypton secara garis besar dapat digambarkan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengujian ini antara lain :. Motor Bensin 4-langkah 5 cc Pada penelitian ini, mesin uji yang digunakan

Lebih terperinci

SISTIM PENGAPIAN. Jadi sistim pengapian berfungsi untuk campuran udara dan bensin di dalam ruang bakar pada.

SISTIM PENGAPIAN. Jadi sistim pengapian berfungsi untuk campuran udara dan bensin di dalam ruang bakar pada. SISTIM PENGAPIAN Pada motor bensin, campuran bahan bakar dan udara yang dikompresikan di dalam silinder harus untuk menghasilkan tenaga. Jadi sistim pengapian berfungsi untuk campuran udara dan bensin

Lebih terperinci

HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK

HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK OLEH: DRS. SUKIR, M.T JURUSAN PT ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA A. Dasar Sistem Pengendali Elektromagnetik. Materi dasar sistem pengendali elektromagnetik

Lebih terperinci

Standar Keselamatan Sepeda Motor Roda Dua

Standar Keselamatan Sepeda Motor Roda Dua Standar Keselamatan Sepeda Motor Roda Dua Daftar Isi Daftar Isi.. i Prakata. ii 1. Ruang Lingkup 1 2. Acuan Normatif 1 3. Istilah Dan Definisi.. 1 4. Komponen Keselamatan 2 4.1. Peralatan.. 2 4.2. Sistem

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Pengujian BAB III PROSEDUR PENGUJIAN Start Studi pustaka Pembuatan mesin uji Persiapan Pengujian 1. Persiapan dan pengesetan mesin 2. Pemasangan alat ukur 3. Pemasangan sensor

Lebih terperinci

Gerak translasi ini diteruskan ke batang penghubung ( connectiing road) dengan proses engkol ( crank shaft ) sehingga menghasilkan gerak berputar

Gerak translasi ini diteruskan ke batang penghubung ( connectiing road) dengan proses engkol ( crank shaft ) sehingga menghasilkan gerak berputar Mesin Diesel 1. Prinsip-prinsip Diesel Salah satu pengegrak mula pada generator set adala mesin diesel, ini dipergunakan untuk menggerakkan rotor generator sehingga pada out put statornya menghasilkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL. i. HALAMAN LEMBAR PERSOALAN... ii. HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN. iv. HALAMAN MOTTO..

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL. i. HALAMAN LEMBAR PERSOALAN... ii. HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN. iv. HALAMAN MOTTO.. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL. i HALAMAN LEMBAR PERSOALAN...... ii HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN...... iii HALAMAN PERSEMBAHAN. iv HALAMAN MOTTO..v KATA PENGANTAR.vi ABSTRACT viii DAFTAR ISI ix DAFTAR NAMA SIMBOL..

Lebih terperinci

BAB I DASAR-DASAR KELISTRIKAN

BAB I DASAR-DASAR KELISTRIKAN BAB I DASAR-DASAR KELISTRIKAN 1. Pengertian Listrik adalah salah satu bentuk energi yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tetapi dapat dirasakan akibat dan manfaatnya. Listrik berasal dari kata electric

Lebih terperinci

Trouble shooting Air Conditioner AQA-FC2400BG AQA-FC4800BG. Standing Floor Type Air Conditioner TROUBLE SHOOTING AIR CONDITIONER

Trouble shooting Air Conditioner AQA-FC2400BG AQA-FC4800BG. Standing Floor Type Air Conditioner TROUBLE SHOOTING AIR CONDITIONER Trouble shooting Air Conditioner Standing Floor Type Air Conditioner AQA-FC2400BG AQA-FC4800BG Unit indoor tidak dapat menerima sinyal dari remote kontrol atau remote kontrol tidak berfungsi Trouble shooting

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pengertian Rekondisi dan modifikasi

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pengertian Rekondisi dan modifikasi BAB II DASAR TEORI Pendekatan pemecahan masalah dapat digunakan untuk merekondisi sepeda motor Honda C86 tahun 1986. Salah satu hal yang menyangkut pendekatan pemecahan masalah adalah dasar teori. Dasar

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 100 cc. uji yang digunakan adalah sebagai berikut :

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 100 cc. uji yang digunakan adalah sebagai berikut : III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian 1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 100 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4 langkah 100 cc, dengan merk

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan,

TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan, 5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem kontrol (control system) Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan, memerintah dan mengatur keadaan dari suatu sistem. [1] Sistem kontrol terbagi

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT 3.1 Tujuan Perancangan Adapun tujuan dari perancangan alat ini adalah untuk menghasilkan suatu model electrical trainer yang diharapkan dapat mempermudah dalam proses

Lebih terperinci

UNIT IV MENJALANKAN DAN MEMBALIK PUTARAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR DALAM HUBUNGAN-BINTANG

UNIT IV MENJALANKAN DAN MEMBALIK PUTARAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR DALAM HUBUNGAN-BINTANG UNIT IV MENJALANKAN DAN MEMBALIK PUTARAN MOTOR INDUKSI TIGA FASE DENGAN MAGNETIC CONTACTOR DALAM HUBUNGAN-BINTANG I. TUJUAN 1. Praktikan dapat melakukan pengasutan serta membalik putaran motor tiga fase

Lebih terperinci

3.1. Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

3.1. Waktu dan Tempat Bahan dan Alat III. METODOLOGI 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga bulan September 2011 bertempat di Bengkel Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Leuwikopo dan lahan percobaan Departemen Teknik

Lebih terperinci

: Suzuki Satria F 150 cc. : 150 cc, 4 langkah, DOHC pendingin udara. : Cakram depan belakang

: Suzuki Satria F 150 cc. : 150 cc, 4 langkah, DOHC pendingin udara. : Cakram depan belakang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Bahan penelitian Dibawah ini adalah spesifiksi dari motor 4 langkah Suzuki Satria F 150 cc : Gambar 3.1 Suzuki Satria F 150 cc 1. Motor 4 Langkah 150 cc : Jenis kendaraan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bahan dan Alat Penelitian 3.1.1 Bahan Penelitian 1. Bahan yang digunakan pada penelitian a. Premium, Pertamax, Pertamax plus b. Karburator standar PWL dengan lubang venturi

Lebih terperinci

Lampiran. Struktur Pohon Keputusan K0010 K0060

Lampiran. Struktur Pohon Keputusan K0010 K0060 Lampiran Struktur Pohon Keputusan K0010 K0060 A0010 B0010 C0010 C0020 C0030 C0040 C0050 C0060 K0010 K0020 K0030 K0040 K0050 K0060 Mesin motor mati Tidak ada api pada busi Ujung elektroda rata dengan keramik

Lebih terperinci

1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 110 cc. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah sepeda motor

1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 110 cc. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah sepeda motor 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 0 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah sepeda motor bensin 4-langkah 0 cc, dengan

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. JST/OTO/OTO410/14 Revisi : 02 Tgl : 6 Februari 2014 Hal 1 dari 10 I. Kompetensi : Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar, kontrol

Lebih terperinci

Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor 4-

Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor 4- III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian. Spesifikasi Sepeda Motor 4-langkah Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor 4- langkah. Adapun spesifikasi dari mesin uji

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 4 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Penelitian. Alat penelitian a. Sepeda motor. Dalam penelitian ini, mesin yang digunakan untuk pengujian adalah motor bensin 4-langkah 0 cc. Adapun spesifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian Pada penelitian ini, terdapat beberapa bahan yang digunakan dalam proses penelitian diantaranya adalah : 3.1.1. Sepeda Motor Sepeda motor yang digunakan

Lebih terperinci

Standar Keselamatan Sepeda Motor Roda Tiga

Standar Keselamatan Sepeda Motor Roda Tiga Standar Keselamatan Sepeda Motor Roda Tiga Daftar Isi Daftar Isi.. i Prakata. ii 1. Ruang Lingkup 1 2. Acuan Normatif 1 3. Istilah Dan Definisi.. 1 4. Komponen Keselamatan 2 4.1. Peralatan.. 2 4.2. Sistem

Lebih terperinci

Petunjuk : Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat

Petunjuk : Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat Petunjuk : Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat 1. Menurut gambar di bawah ini jaket air (water jacket) ditunjukkan oleh 1 5 7 2 8 9 6 3 4 a. No. 1 b. No. 2 c. No. 3 d. No.

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. JST/OTO/OTO410/13 Revisi: 03 Tgl: 22 Agustus 2016 Hal 1 dari 10 I. Kompetensi: Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengidentifikasi komponen sistem bahan bakar, kontrol udara

Lebih terperinci

D. LANGKAH KERJA a. Langkah awal sebelum melakukan Engine Tune Up Mobil Bensin 4 Tak 4 silinder

D. LANGKAH KERJA a. Langkah awal sebelum melakukan Engine Tune Up Mobil Bensin 4 Tak 4 silinder JOB SHEET DASAR TEKNOLOGI A. TUJUAN : Setelah menyelesaikan praktek ini diharapkan siswa dapat : 1. Dapat menjelaskan prosedur tune up 2. Dapat melakukan prosedur tune up dengan benar 3. Dapat melakukan

Lebih terperinci

TEST KEMAMPUAN AUTOMATIC TRANSMISSION

TEST KEMAMPUAN AUTOMATIC TRANSMISSION TEST KEMAMPUAN AUTOMATIC TRANSMISSION Tes Jalan Berfungsi untuk memeriksa tingkat kecepatan yang digunakan pada posisi L, 2 atau D saat sistem pengontrolan perpindahkan gigi tidak berfungsi. Lakukan tes

Lebih terperinci

Gambar Sistem pengkondisian udara

Gambar Sistem pengkondisian udara BAB 14 SISTEM PENGKONDISIAN UDARA (AIR CONDITIONER) 14.1. Pendahuluan Air conditioner merupakan peralatan untuk memelihara udara di dalam ruangan agar temperatur dan kelembabannya sesuai dengan yang dikehendaki.

Lebih terperinci

MESIN PENDINGIN. Gambar 1. Skema cara kerja mesin pendingin.

MESIN PENDINGIN. Gambar 1. Skema cara kerja mesin pendingin. Mengenal Cara Kerja Mesin Pendingin MESIN PENDINGIN Mesin pendingin adalah suatu rangkaian rangkaian yang mampu bekerja untuk menghasilkan suhu atau temperature dingin. Mesin pendingin bisanya berupa kulkas,

Lebih terperinci

12/1/2012. Belitan medan. Sumber AC 1 Fasa. Sikat-sikat dihubungsingk atkan. Jangkar DC

12/1/2012. Belitan medan. Sumber AC 1 Fasa. Sikat-sikat dihubungsingk atkan. Jangkar DC 12/1/2012 Sumber AC 1 Fasa Sikat-sikat dihubungsingk atkan Belitan medan U S Jangkar DC 1 Motor tidak dapat start, sedangkan sakelar tertutup. 1. Sekering putus 2. Bantalan aus 3. Sikat melekat pada pemegang

Lebih terperinci

AC (AIR CONDITIONER)

AC (AIR CONDITIONER) AC (AIR CONDITIONER) AC adalah suatu jenis mesin pendingin yang berfungsi sebagai penyejuk ruangan. Ditinjau dari konstruksi, AC bias dibagi menjadi dua bagian, yakni sisi luar dan sisi dalam. Sisi luar

Lebih terperinci

PENGGUNAAN IGNITION BOOSTER

PENGGUNAAN IGNITION BOOSTER PENGGUNAAN IGNITION BOOSTER DAN VARIASI JENIS BUSI TERHADAP TORSI DAN DAYA MESIN PADA YAMAHA MIO SOUL TAHUN 2010 Ilham Fahrudin, Husin Bugis, dan Ngatou Rohman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

ECS (Engine Control System) TROOT024 B3

ECS (Engine Control System) TROOT024 B3 ECS (Engine Control System) TROOT024 B3 Ragkaian Sistem Pengapian Tujuan Umum : Peserta dapat mengidentifikasi fungsi, konstruksi, cara kerja sistem control ngine Peserta dapat mendiagnosa dan memperbaiki

Lebih terperinci

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK 2.1 Lingkup Kerja Praktek di PT. Safari Dharma Sakti Lingkup kerja praktek di PT.Safari Dharma Sakti pemeliharaan secara berkala kendaraan bus Mercedes Benz dan Hino meliputi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN BAB III METODOLOGI PENGUJIAN Percobaan yang dilakukan adalah percobaan dengan kondisi bukan gas penuh dan pengeraman dilakukan bertahap sehingga menyebabkan putaran mesin menjadi berkurang, sehingga nilai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan dalam penelitian ditunjukkan pada gambar berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan dalam penelitian ditunjukkan pada gambar berikut : BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Bahan dan Alat 3.1.1. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ditunjukkan pada gambar berikut : a. Yamaha Jupiter MX 135 1) Sepesifikasi Gambar 3.1 Yamaha Jupiter MX 135

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY

BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY BAB IV PENGUJIAN PROPELLER DISPLAY 4.1 Hasil Perancangan Setelah melewati tahap perancangan yang meliputi perancangan mekanik, elektrik, dan pemrograman. Maka terbentuklah sebuah propeller display berbasis

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN STUDI PUSTAKA KONDISI MESIN DALAM KEADAAN BAIK KESIMPULAN. Gambar 3.1. Diagram alir metodologi pengujian

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN STUDI PUSTAKA KONDISI MESIN DALAM KEADAAN BAIK KESIMPULAN. Gambar 3.1. Diagram alir metodologi pengujian BAB III PROSEDUR PENGUJIAN 3.1 Diagram alir Metodologi Pengujian STUDI PUSTAKA PERSIAPAN MESIN UJI DYNO TEST DYNOJET PEMERIKSAAN DAN PENGETESAN MESIN SERVICE MESIN UJI KONDISI MESIN DALAM KEADAAN BAIK

Lebih terperinci

Gambar 7.1. Sistem starter pada kendaraan

Gambar 7.1. Sistem starter pada kendaraan BAB 7 SISTEM STARTER (STARTING SYSTEM) 7.1. Pendahuluan Saat mesin dalam keadaan mati, tidak ada tenaga yang dihasilkannya. Karena itu mesin tidak dapat memutarkan dirinya sediri pada saat akan dihidupkan.

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK MESIN DC MOTOR DC PENGUATAN TERPISAH

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK MESIN DC MOTOR DC PENGUATAN TERPISAH LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK MESIN DC MOTOR DC PENGUATAN TERPISAH Kelompok : 1 Nama Praktikan : Ainun Nidhar Nama Anggota Kelompok : 1. Adi Putra Utama 8. Faisal Azhari 2. Adri Pribagusdri 9. Fajry

Lebih terperinci

Universitas Medan Area

Universitas Medan Area BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan teori Generator listrik adalah suatu peralatan yang mengubah enersi mekanis menjadi enersi listrik. Konversi enersi berdasarkan prinsip pembangkitan tegangan induksi

Lebih terperinci

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor. 7 Gambar Sistem kalibrasi dengan satu sensor. Besarnya debit aliran diukur dengan menggunakan wadah ukur. Wadah ukur tersebut di tempatkan pada tempat keluarnya aliran yang kemudian diukur volumenya terhadap

Lebih terperinci

DAFTAR SINGKATAN. ADC : Analog Digital Converter GPS : Global Positioning System HUD : Head Up Display RPM : Revolution Per Minute

DAFTAR SINGKATAN. ADC : Analog Digital Converter GPS : Global Positioning System HUD : Head Up Display RPM : Revolution Per Minute DAFTAR SINGKATAN ADC : Analog Digital Converter GPS : Global Positioning System HUD : Head Up Display RPM : Revolution Per Minute xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kendaraan pribadi sudah menjadi

Lebih terperinci

4.3 Sistem Pengendalian Motor

4.3 Sistem Pengendalian Motor 4.3 Sistem Pengendalian Motor Tahapan mengoperasikan motor pada dasarnya dibagi menjadi 3 tahap, yaitu : - Mulai Jalan (starting) Untuk motor yang dayanya kurang dari 4 KW, pengoperasian motor dapat disambung

Lebih terperinci

BAB III PROSES ANALISIS SISTEM EFI YAMAHA VIXION. Mulai. Pembuatan Engine Stand. Proses Perbaikan. Pengujian Engine Stand.

BAB III PROSES ANALISIS SISTEM EFI YAMAHA VIXION. Mulai. Pembuatan Engine Stand. Proses Perbaikan. Pengujian Engine Stand. BAB III PROSES ANALISIS SISTEM EFI YAMAHA VIXION 3.1. Tempat Pelaksanaan Tugas Akhir Proses analisis sistem EFI Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.. 3.2. Diagram

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Proses alur penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa tahap atau langkah-langkah yang peneliti lakukan mulai dari proses perancangan model hingga hasil akhir dalam

Lebih terperinci

SISTEM STATER ELEKTRIK

SISTEM STATER ELEKTRIK SISTEM STATER ELEKTRIK Fungsi dan Jenis Sistem Stater System stater berfungsi sebagai penggerak mula agar mesin bias bekerja. Ada beberapa jenis stater, diantarannya : a. Stater mekanik Adalah stater yang

Lebih terperinci

TROUBLE SHOOTING PADA SISTEM PENGAPIAN CDI - AC SEPEDA MOTOR HONDA ASTREA GRAND TAHUN Abstrak

TROUBLE SHOOTING PADA SISTEM PENGAPIAN CDI - AC SEPEDA MOTOR HONDA ASTREA GRAND TAHUN Abstrak TROUBLE SHOOTING PADA SISTEM PENGAPIAN CDI - AC SEPEDA MOTOR HONDA ASTREA GRAND TAHUN 1997 Indra Joko Sumarjo 1, Agus Suprihadi 2, Muh. Nuryasin 3 DIII Teknik Mesin Politeknik Harapan Bersama Jln. Mataram

Lebih terperinci

BAB IV SISTEM PENGAPIAN (IGNITION SYSTEM)

BAB IV SISTEM PENGAPIAN (IGNITION SYSTEM) 30 BAB IV SISTEM PENGAPIAN (IGNITION SYSTEM) 1. Dasar Pada motor bakar yang menggunakan bahan bakar bensin, yang masuk keruang bahan bakar adalah gas campuran udara dan bensin, sedangkan untuk pembakarannya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Waktu dan tempat pelaksanaan percobaan serta analisis sebagai berikut :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Waktu dan tempat pelaksanaan percobaan serta analisis sebagai berikut : BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Waktu dan tempat pelaksanaan percobaan serta analisis sebagai berikut : 1. Tempat pengujian :Dynotest center Mototech Jalan Ringroad Selatan,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2012 - April 2013 di Laboratorium Motor Bakar Teknik Mesin Universitas Lampung. B. Alat dan bahan

Lebih terperinci