BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Penggunaan Asuransi Pembiayaan Pada Bank Syariah Mandiri Pasar

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Penggunaan Asuransi Pembiayaan Pada Bank Syariah Mandiri Pasar"

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Penggunaan Asuransi Pembiayaan Pada Bank Syariah Mandiri Pasar Aur Kuning Bukittinggi Sejak berdirinya Bank Syariah Mandiri Pasar Aur Kuning bersaing dengan Bank Konvensional lainya yang berada di sekitar Pasar Aur Bukitinggi. Bank Syariah Mandiri Pasar Aur Kuning Bukittinggi adalah bank yang baru beberapa tahun berdiri dengan target utama untuk pembiayaan BSM adalah masyarakat yang berdagang di pasar aur, masyarakat yang ingin mengajukan pembiayaan untuk Produktif seperti modal kerja maupun konsumtif seperti pembelian sebuah rumah, serta masyarakat yang membeli mobil untuk pengangkutan barang dagangan mereka atau di gunakan untuk investasi. 1 Masyarakat sekitar pasar aur yang mayoritas pedagang banyak membutuhkan dana yang besar untuk menambah penghasilannya. Masyarakat pasar aur mayoritas meminjam uang di bank baik bank syariah maupun konvensional. Untuk mengantisipasi kredit macet yang akan terjadi bank meminta jaminan untuk menanggung pembiayaan nasabah. Apabila nasabah tidak mampu membayar kewajibannya, bank akan melelang jaminan nasabah. Jaminan nasabah juga harus diasuransikan ke lembaga asuransi untuk antisipasi nasabah mengalami musibah seperti kebakaran rumah, meninggal 1 Hari Purnama PW, Marketing Mikro BSM Kantor Cabang Pasar Aur Bukittinggi, Wawancara, tanggal 22 Februari

2 55 dunia, atau nasabah mengalami cacat akibat kecelakaan yang tidak bisa lagi bekerja dan membayar pembiayaan. Jaminan nasabah akan diasuransikan sesuai permintaan nasabah apakah rumah atau kendaraannya di asuransikan selama 5, 10, 15, 20 tahun atau selama masa pembiayaan pada bank tersebut. Jika nasabah hanya mengasuransikan sesuai dengan lama jangka waktu pembiayaan saja maka, setelah jangka waktu berakhir nasabah juga menyelesaikan asuransinya. Bank Syariah Mandiri Pasar Aur meminta kepada nasabah untuk mengasuransikan agunan ke pihak asuransi serta membolehkan masyarakat memilih untuk mengasuransikan agunannya apakah kepada perusahaan asuransi syariah maupun asuransi konvensional. 2 Nasabah yang sudah mengasuransikan terdahulu rumah atau kendaraannya ke perusahaan asuransi konvensional maupun asuransi syariah nasabah wajib memberikan polis asuransi ke bank syariah sebagai bukti telah mengasuransikan agunannya. Maka Bank syariah mandiri pasar aur memeriksa kembali kebenaran dari polis asuransi yang di berikan kepada bank Bank menjalin kerja sama dengan perusahaan konvensional yang menaggung agunan nasabah. Bank mendapat keuntungan dari pihak asuransi yang jadi rekanan dan sekaligus membantu mempromosikan produk asuransi kenasabah yang ingin mengajukan pembiayaan. Pada dasarnya nasabah yang ingin measuransikan bangunan atau kendaraannya mereka memilih premi yang lebih rendah dan proses yang lebih 2 Ibid.

3 56 cepat, karena nasabah ingin cepat mendapatkan dana untuk melanjutkan usaha mereka. Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh nasabah dalam mengajukan pembiayaan modal kerja dan serta perasuransian adalah : 1. Mengajukan surat permohonan pembiayaan (SPP) 2. Melengkapi data yang dibutuhkan 3. Penyerahan Agunan 4. Data asuransi yang dibutuhkan pihak asuransi Pada nasabah yang telah mengasuransikan agunan terlebih dahulu pihak bank akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap data nasabah yang ada pada pihak asuransi. Bank akan melakukan kerja sama dengan pihak asuransi yang akan menjamin agunan dan jiwa nasabah. Tujuan dari keharusan tersebut adalah memberikan pengamanan bagi pengembalian pembiayaan bank, terutama apabila terjadi kerugian atas benda jaminan. Polis yang ada pada nasabah akan di ambil alih oleh bank syariah mandiri syariah karena polis merupakan bukti bahwa agunan telah ditutup asuransi, untuk itu polis harus di terima dan disimpan oleh Bank. Dalam memastikan polis benar ada beberapa yang harus diyakini pihak bank diantaranya: 3 1. Hari tanggal pertanggungan 2. Nama pihak yang mengadakan pertanggungan 3 Standar Prosedur Operasional Bisnis Bank Syariah Mandiri

4 57 3. Perincian benda yang dipertanggungkan serta risiko yang ditanggung perusahaan asuransi 4. Nilai pertanggungan 5. Mulai dan berakhirnya pertanggungan 6. Klaussula : Bank Syariah Mandiri Clause 7. Keadaaan barang yang dipertanggungkan dan semua klausula yang ditetapkan dalam polis 8. Polis harus ditandatangani oleh penanggung. 4 B. Jenis-jenis Asuransi Yang Digunakan Oleh Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Bukittinggi 1. Asuransi Konvensional Disamping ketentuan yang terkait langsung dengan akad murabahah dalam pembiayaan murabahah, karena ada risiko terjadinya wanprestasi dapat terjadi, bank syariah juga meminta jaminan kepada nasabah. Salah satu bentuk jaminan yang diminta oleh Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur adalah adalah sejumlah dana premi asuransi yang besarnya tergantung berapa flafon pembiayaan yang diberikan, salah satu jaminan yang diminta oleh bank syariah adalah asuransi kerugian yaitu asuransi kebakaran, jiwa dan kendaraan bermotor. Saat pihak bank mewawancarai nasabah bank syariah mandiri akan meminta persetujuan nasabah untuk mengasuransikan kendaraan atau bagunannya di perusahaan asuransi untuk menghindari risiko kredit macet, 4 Ibid

5 58 yang mana kadang calon nasabah pembiayaan sudah mengasuransikan terlebih dahulu bangunan atau kendaraannya ke perusahaan asuransi yang terdekat yaitu 5 : a. Adira insurance (Asuransi kendaraan bermotor) b. Jasindo insurance (Asuransi kebakaran) c. Aca insurance (Asuransi kebakaran) 2. Asuransi Syariah Sama halnya dengan Asuransi konvensional Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi bekerja sama dengan asuransi syariah yang jadi keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank syariah wajib mengasuransikan nasabah dalam proses pembiayaan maupun menabung (tabungan berinvestasi). Bank syariah yang diwakilkan oleh pihak asuransi memasarkan produk asuransi dan menjelaskan secara lengkap kepada nasabah mengenai manfaat dan risiko produk asuransi yang ditawarkan dari pihak bank. 6 Perusahaan asuransi syariah yang bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri Kantor cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi adalah : a. Askrindo Syariah ( Asuransi jiwa ) b. Aca Syariah ( Asuransi Kebakaran ) c. Takaful syariah ( Asuransi jiwa ) d. Adira Syariah (Asuransi Kendaraan) e. Sinar Mas Syariah (Asuransi Jiwa) 5 Rayanim, Admin Mikro BSM Kantor Cabang Pasar Aur Bukittinggi, Wawancara, tanggal 22 Februari Buku Pedoman Pembiayaan BSM Kc Pasar Aur

6 59 C. Proses Dasar Perjanjian Asuransi Kerugian Pada Nasabah Pembiayaan Murabahah Modal Kerja Pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi Salah satu upaya pengamanan barang serta memperkecil untuk risiko atas penyaluran pembiayaan bank, maka bank yang bersifat insurable harus diasuransikan pada perusahaan asuransi rekanan bank. Untuk setiap penutupan asuransi harus mencantumkan banker s caluse atas nama bank. Pencantuman banker s clause berarti telah terjadi kesepakatan antara bank dengan tertanggung (nasabah) bahwa apabila terjadi kerugian yang harus dibayar berdasarkan kesepakatan dalam polis asuransi, maka perusahaan asuransi akan membayarkan seluruh klaim pada bank. Apabila terjadi selisih kurang maka nasabah wajib melunasi kewajibannya kepada bank dan apabila terdapat selisih lebih, maka bank akan mengembalikannya kepada nasabah. 7 Asuransi kerugian merupakan suatu pertanggungan terhadap suatu kerugian yang diderita tertanggung akibat kerusakan, kehilangan keuntungan yang diharapkan dan tanggung jawab hukum dari pihak ketiga atas kejadian yang tak pasti. Sedangkan asuransi kerugian syari ah merupakan suatu usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah pihak melalui investasi dalam bentuk aset-aset dan dana tabarru dengan akad sesuai dengan prinsip syariah. 8 Sebagai lembaga keuangan yang mempunyai banyak risiko seperti pembiayaan macet akibat nasabah mengalami suatu musibah yang tidak 7 Standar Prosedur Operasional Bisnis Bank Syariah Mandiri 8 Abdullah Amrin, Meraih Berkah Melalui Asuransi Syariah (PT Elex Media Komputindo : Jakarta, 2011), h.36

7 60 terduga dikemudian hari, Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi menawarkan kepada nasabah untuk mengasuransikan pembiayaan murabahah modal kerja nasabah dengan kepada perusahaan asuransi. Bank syariah bekerja sama dengan perusahaan asuransi Jasindo insurance (Asuransi kebakaran), Aca insurance (Asuransi kebakaran) dan Adira insurance (Asuransi kendaraan bermotor) untuk menjamin agunan nasabah dalam masa waktu pembiayaan berlangsung guna untuk menghindari nasabah wanprestasi. Kerjasama antara perusahaan asuransi dengan bank syariah meberikan keuntungan bagi bank syariah itu sendiri, bank yang memasarkan produk pembiayaan bisa sejalan dengan penjualan produk asuransi dengan imbalan fee bagi Bank Syariah Mandiri Pasar Aur. Dengan dasar perjanjian antara bank syariah dengan nasabah. Bank Syariah menetapkan syarat-syarat yang harus di penuhi oleh nasabah dalam penandatangani polis sebagai bukti otentik perjanjian antara nasabah dan perusahaan asuransi. 9 Adapun Syarat-syarat yang harus dilengkapi nasabah sebagai berikut: 1. Fotocopy calon identitas calon pemegang polis yang masih berlaku, KTP, SIM. 2. Pengisian formulir berdasarkan kartu identitas. Pada pertanggungan asuransi jiwa diadakan seleksi oleh perusahaan yaitu, apakah seorang calon tertanggung bisa atau tidaknya diterima oleh perusahaan. Dalam asuransi jiwa perusahaan harus teliti dalam memproses 9 Hari Purnama Pw, Marketing Mikro BSM Kantor Cabang Pasar Aur Bukittinggi, Wawancara, tanggal 23 Februari 2017

8 61 nasabah maupun risiko yang akan di hadapi suatu saat nanti untuk mengantisipasi pada nasabah yang melakukan kecurangan dalam menginginkan keuntungan dari perusahaan asuransi. Untuk melakukan penyeleksian terhadap risiko perusahaan menetapkan syarat-syarat tertentu yaitu: 1. Umur tertanggung 2. Jenis kelamin 3. Jenis asuransi apa yang diinginkan 4. Alamat atau tempat tinggal 5. Keadaan kesehatan badan 6. Pekerjaan 7. Keadaan struktur keluarga 8. Keadaan keuangan dan lain-lain 10 Penyerahan dibuat oleh calon nasabah yang akan diasuransikan oleh pihak bank dan menyerahkan dokumen untuk melengkapi syarat-syarat yang diminta pihak asuransi. Bank syariah mengansuransikan nasabahnya guna apabila suatu saat nanti nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya karena meninggal dunia, maka kewajiban tersebut akan terselesaikan oleh perusahaan asuransi. Polis yang sudah di serahkan kepada pemegang polis dengan data yang sebenarnya dan tidak ada untuk penipuan dan unsur gharar didalamnya dan didalam polis juga akan dicantumkan hal-hal pengecualian terhadap yang 10 Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Risiko, (Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada,2005),h.144

9 62 dilarang dalam polis asuransi. Biasanya dalam polis asuransi memuat hal sebagai berikut: 1. Tanggal diadakan pertanggungan/ jangka waktu akad dalam asuransi syariah. 2. Nama yang diasuransikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk pihak ketiga. 3. Objek yang di pertanggungkan. 4. Besarnya pertanggungan. 5. Besarnya pembayaran premi. Perjanjian atau akad bisa batal bila nasabah merekayasa isi dari syarat yang diminta pihak bank kepada nasabah contohnya : nasabah merekayasa kondisi badan/kesehatannya, keuangannya serta yang bisa menyebabkan akad berakhir. Dalam prinsip asuransi tidak boleh ada unsur gharar dalam asuransi atau merugikan salah satu pihak yaitu asuransi. 11 Pada asuransi kebakaran tidak jauh berbeda dengan syarat dari asuransi jiwa, hanya saja di tambah dengan informasi bagaimana kondisi barang yang akan dipertanggungkan oleh pemegang polis. Adapun penyebab batalnya suatu akad pada asuransi kerugian. Kebakaran ataupun kendaraan bermotor yaitu : 1. Calon Nasabah asuransi memberi keterangan yang tidak benar atau salah, ataupun merahasiakan beberapa hal. 11 Hari Purnama Pw, Marketing Mikro BSM Kantor Cabang Pasar Aur Bukittinggi, Wawancara, tanggal 23 Februari 2017

10 63 2. Terdapat asuransi ganda, maksudnya nasabah mengasuransi barang yang sama di perusahaan lain. 3. Bahaya risiko sudah ada sebelumnya waktu barang dipertanggungkan. 4. Barang yang diasuransikan dilarang dalam undang-undang. Bank Syariah Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi saat proses pemberian pembiayaan murabahah modal kerja, bank memastikan dulu kepada pihak asuransi yang akan menanggung calon nasabah yang akan menjadi nasabah pembiayaan pada Bank Syariah Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi. Karena bank tidak mau menanggung risiko dikemudian hari apabila nasabah mengalami masalah dengan pembiayaannya. Setelah proses dari pihak asuransi selesai dan penyerahan polis kepada bank yang disaksikan langsung oleh nasabah karena polis disimpan oleh bank maka, Bank bisa memproses pencairan pembiayaan nasabah. 12 D. Mulai Berlaku Perjanjian Dan Proses Akad Asuransi Pembiayaan 1. Mulai Berlakunya Perjanjian a. Polis berlaku sejak tanggal penerbitan polis. b. Mulai berlakunya perjanjian asuransi bagi tiap peserta adalah sesuai dengan tanggal yang tercantum dalam daftar peserta dengan ketentuan. 1) Premi setelah dibayar lunas dan telah diterima langsung oleh pihak Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Bukittinggi. 12 Rayanim, Admin Mikro Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi, Wawancara pada tanggal 26 februari 2017

11 64 2) Bank syariah telah menerima dan menyetujui formulir penyataan kesehatan peserta atau surat penyataan keadaan suatu barang yang dipertanggungkan, ini terdapat dalam asuransi kerugian. 2. Akad Asuransi Pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi. Akad yang digunakan oleh Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi adalah akad tabarru dalam bentuk pemberian dana dan santunan berdasarkan prinsip tolong menolong apabila diantara para peserta ada yang mengalami musibah. Sedangkan untuk pemberian hasil dari keuntungan menggunakan akad Mudharabah. Serta wakalah bil ujrah yaitu pemberian kuasa dari peserta kepada perusahaan asuransi untuk mengelola dana peserta dengan pemberian ujrah. Pada asuransi konvensional untuk memperoleh suatu keuntungan dari peserta asuransi, perusahaan menetapkan bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah sesuai dengan plafon pembiayaannya serta ditambah untuk keuntungan bank sekian persen (%). Contohnya bank yang mengasuransikan agunan nasabah yaitu sebuah rumah beserta mobil nasabah pada asuransi Jasindo ascurance (Asuransi kebakaran), dan asuransi Adira ascurance (Asuransi kendaraan bermotor). Selain pihak asuransi mendapatkan bunga dari nasabah maka Bank juga mendapatkan keuntungan dari perusahaan asuransi sebesar 0,294% atas pembayaran premi.

12 65 3. Ketentuan persetujuan dan kepesertaan a. Setiap calon pemegang polis wajib mengisi dan menandatangani aplikasi serta melampirkan dokumen pendukung sebagai berikut: 1) Daftar calon peserta asuransi (nasabah) Meliputi nama lengkap calon peserta, tanggal lahir, jenis kelamin, jenis produk, tanggal mulai pertanggungan dan tanggal akhir, dan manfaat asuransi. 2) Copy kartu identitas calon pemegang polis 3) Formulir peryataan kesehatan peserta (untuk asuransi jiwa) 4) Copy kartu keluarga 5) Data kendaraan seperti, jenis kendaraan merk/type, No. rangka, No. mesin, No polisi dan lain-lain, untuk asuransi kendaraan 6) Data bangunan untuk asuransi kebakaran 13 b. Setiap informasi yang berhubungan dengan polis c. Kepesertaan seseorang nasabah yang mengajukan permohonan sah bila yang bersangkutan tercantum dalam daftar peserta yang di keluarkan oleh Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi dan premi telah di bayar lunas setelah perjanjian. 13 Rayanim, Admin Mikro pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi, Wawancara pada tanggal 26 februari 2017

13 66 E. Ketentuan Usia Peserta dalam asuransi Jiwa Dalam asuransi jiwa perusahaan asuransi tidak mau mengambil risiko yang besar karena dalam menanggung hidup atau mati nasabah perusahaan menetapkan syarat-syarat tertentu bagi peserta yang mengasuransikan jiwanya syarat tersebut yaitu : 1. Usia minimal nasabah adalah 20 tahun 2. Usia maksimal 55 tahun untuk pekerjaan wirasuasta dan 60 untuk PNS F. Prosedur pengajuan klaim Klaim adalah hak peserta asuransi yang wajib diberikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad. Ketentuan klaim dalam asuransi syariah sebagai berikut: 1. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian. 2. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan. 3. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. 4. Klaim atas akad tabarru merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad. Adapun prosedur pengajuannya yang diatur dalam Standar Prosedur Operasional Bisnis Bank Syariah Mandiri sebagai berikut: 1. Dalam penyelesaian klaim penanggung akan melakukan penilaian kembali obyek pertanggungan atas dasar harga yang sebenarnya atau harga pasar.

14 67 2. Prinsip-prinsip penyelesaian klaim dari semua jenis asuransi adalah sebagai berikut : 14 a. Tertanggung yang mengalami kerugian harus benar ditanggung oleh perusahaan asuransi yang dinyatakan dalam polis yang masih berlaku. b. Barang-barang yang mengalami kerugian benar-benar merupakan milik tertanggung. c. Barang-barang yang mengalami kerugian benar-benar merupakan barang yang dipertanggungkan. d. Sebab-sebab kerugian harus dijamin oleh syarat-syarat pertanggungan yang tercantum dalam polis yang menutupinya. e. Jumlah penggantian kerugian yang diajukan harus disertai bukti-bukti yang cukup. f. Tertanggung harus melaporkan kerugian kepada penanggung, selambat-lambatnya 3 x 24 jam atau sesuai dengan perjanjian yang tercantum dalam polis dan menyerahkan polis asli kepada penanggung. 3. Klaim yang diajukan tertanggung dapat berupa : a. Klaim total loss Klaim total loss adalah klaim secara keseluruhan sebesar jumlah yang pertanggungnya. Maksudnya apabila obyek pertanggungan di atas harga/over insurance maka ganti rugi dibayar sesuai harga pasar, sehingga kerugian yang akan diganti lebih kecil dari harga yang tercantum dari polis. 14 Standar Prosedur Operasional Bisnis Bank Syariah Mandiri

15 68 Apabila obyek pertanggungan diasuransikan di bawah harga/under insurance, maka klaim akan dibayarkan sejumlah harga yang tercantum dalam polis. b. Klaim partial loss Klaim partial loss adalah klaim kerugian sebagian atau klaim yang jumlahnya lebih kecil dari nilai pertanggungan (dibawah 75% pertanggungan). Maksudnya apabila obyek pertanggungan diasuransikan diatas harga maka ganti rugi dibayar sesua kerugian yang diderita. 4. Kewajiban tertanggung jika terjadi accident a. Menyelamatkan dan menjaga serta mengijinkan orang lain untuk menolong menyelamatkan barang. b. Memberi kesempatan kepada penanggung untuk mengadakan penelitian. c. Memberikan segala keterangan dan bukti-bukti yang diminta oleh penanggung d. Tidak mengubah atau langsung memperbaiki barang sebelum diadakan penelitian oleh penanggung Dokumen klaim a. Hasil dokumen pertanggungan (asli polis, kuitansi, nota premi/bukti pembayaran premi. 15 Standar Prosedur Operasional Bisnis Bank Syariah Mandiri

16 69 b. Surat keterangan dari kepolisian RI berikut berita acara pemeriksaan kejadian. (jika di perlukan) c. Daftar terinci atas barang yang rusak dan daftar barang yang tersisa. d. Buku-buku, invoice, daftar stock, dan catatan lain yang membuktian kerugian tersebut. e. Dokumen pembiayaan. 6. Pembayaran klaim Pembayaran klaim dilakukan melalui bank apabila terdapat banker s clause. Karena itu perusahaan harus selalu memeriksa bahwa setiap polis telah terlekat bank s clause untuk BSM. Hasil klaim tersebut digunakan untuk baki debet nasabah. 16 G. Penetapan Asuransi Pembiayaan Pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi Sebagai lembaga keuangan yang mempunyai banyak risiko seperti macetnya pinjaman kredit dan risiko lainnya, pihak lembaga keuangan tertarik untuk menggunakan jasa asuransi untuk mengasuransikan pembiayaan nasabah mereka, salah satunya adalah Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi. Asuransi yang menjadi rekanan pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi akan menjamin pembiayaan nasabah apabila yang berkaitan dengan permasalahan agunan, serta jiwa nasabah apabila mengalami risiko suatu saat nanti. 16 Standar Prosedur Operasional Bisnis Bank Syariah Mandiri

17 70 Adapun data nasabah asuransi pembiayaan murabahah tahun sebagai berikut : Tabel 1.1 Data Pembiayaan murabahah dan data asuransi 31 Desember Desember 2016 Tahun Jumah Nasabah pembiayaan modal kerja (orang) Jenis asuransi Syariah Jiwa kendaraan kebakaran Jumlah % Asuransi konvensio nal ,97 55,55 jiwa kendaraan kebakaran Jumlah % ,02 44, Jiwa kendaraan kebakaran Jiwa kendaraan kebakaran Jiwa kendaraan kebakaran Jiwa kendaraan kebakaran Jumlah , ,75 92, , ,91 85,71 jiwa kendaraan kebakaran jiwa kendaraan kebakaran jiwa kendaraan kebakaran jiwa kendaraan kebakaran ,21 22,38 0 4,24 7, ,29 1,90 0 1,02 14,28 Sumber : BSM Kantor Cabang Pasar Aur Bukittinggi Dari tabel diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa selama tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 ada orang yang melakukan pembiayaan pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Bukittinggi. Semua nasabah telah mengikuti asuransi pembiayaan, untuk mengurangi risiko kerugian yang tidak diinginkan antara nasabah pembiayaan dengan BSM. Pada tahun 2012 terdapat 105 nasabah pembiayaan murabahah, dengan memakai jenis asuransi pembiayaan yaitu: asuransi jiwa terdapat 105 orang

18 71 dengan mana 100% memakai asuransi syariah, untuk asuransi kendaraan terdapat 98 kendaraan yang diasuransikan dengan menggunakan 98,97% diantaranya asuransi syariah, 1,02% asuransi konvensional. Sama halnya dengan asuransi kebakaran terdapat 9 Bangunan yang diasuransikan menggunakan 55,55% diantaranya memakai asuransi syariah, 44,44% memakai asuransi konvensional. Seperti itu penjelasan sampai tahun Dari tabel bisa penulis simpulkan bahwa khusus untuk asuransi jiwa untuk nasabah pembiayaan murabahah modal kerja Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi menggunakan asuransi syariah. Untuk asuransi kerugian yaitu asuransi kendaraan lebih banyak menggunakan asuransi syariah dari pada menggunakan asuransi konvensional. Untuk asuransi kebakaran lebih banyak menggunakan asuransi konvensional dari pada asuransi syariah. H. Proses Pembayaran Premi Premi adalah sejumlah uang yang dibayar tertanggung kepada penanggung untuk mengikat penanggung membayar ganti rugi atas kejadian risiko. Besarnya tarif premi asuransi ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara bank dengan perusahaan asuransi. 17 Dalam pembayaran premi ada dua pilihan yang bisa diterapkan dalam pelunasan premi oleh peserta. 1. Premi dihitung berdasarkan premi tahunan di bayar langsung maupun tidak langsung di potong pada saat pencairan. 17 Standar Prosedur Operasional Bisnis Bank Syariah Mandiri

19 72 2. Premi di bayar sekaligus oleh peserta. Contoh pembayaran premi asuransi jiwa pada perusahaan asuransi Askrindo syariah bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi oleh peserta (nasabah) setelah menandatangani akad yang telah di sepakati sebagai berikut: Contoh kasus : Tuan B pergi ke Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi untuk mengajukan surat permohonan pembiayaan, setelah pihak bank menjelaskan semuanya, Tuan B tertarik dengan pembiayaan tersebut serta melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan. Tuan B ingin mengajukan pembiayaan sebesar Rp selama jangka waktu 4 tahun di mulai pada tanggal 15 februari 2017 sampai 15 februari Setelah semua syarat terkumpul Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi menganalisa semua persyaratan nasabah dan melihat layak atau tidak layaknya untuk diberikan dana. Setelah pihak analis mikro menganalisa semua berkas dan pergi kelapangan untuk mensurvei apakah benar ada bangunan atau kendaraan yang dijadikan jaminan oleh nasabah kepada bank. Setelah semua sudah pasti, untuk sementara bank menghubungi nasabah memberitahu nasabah layak untuk di berikan pinjaman modal kerja. 18 Bank akan meminta persetujuan dari nasabah untuk diasuransikan ke perusahaan asuransi jiwa dan di jelaskan apa kegunaan asuransi bagi nasabah 18 Rayanim, Admin Mikro pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi, Wawancara pada tanggal 1 Maret 2017

20 73 maupun bagi Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Bukittinggi. Dari hasil kerjasama antara bank dan perusahaan asuransi Bank mendapat keuntungan persenan (%) dari premi nasabah yang dibayarkan kepada pihak asuransi. Disini yang diasuransikan pihak BSM ialah pembiayaan nasabah itu sendiri dan jiwa nasabah kemudian pihak asuransi menentukan besar premi yang harus dibayar oleh nasabah Adapun cara perhitungan untuk pembayaran premi sebagai berikut: 1. Jumlah pembiayaan : Rp Jumlah Nasabah : 1 Orang 3. Nasabah atas nama : Tuan B 4. Tempat Tanggal lahir : Bukittinggi, 26 juli Jumlah premi : 2,24% X Rp ,-(4 Tahun) = Rp Apabila nasabah bisa melunasi pembiayaannya sebelum tahun 2021 maka pihak asuransi berhak mengembalikan sisa premi yang belum terpakai, setelah di kurangi dengan biaya-biaya yang bersangkutan dengan penutupan asuransi syariah. Namun apabila nasabah mengalami musibah meninggal dunia maka pihak asuransi harus melaksanakan kewajibannya melunasi hutang Tuan B kepada BSM. Contoh pembayaran premi asuransi kebakaran pada perusahaan asuransi jasindo bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Aur Kuning Bukittinggi oleh peserta (nasabah) setelah menandatangani perjanjian yang telah di sepakati sebagai berikut.

21 74 Contoh kasus : Tuan X measuransikan satu ruko kepada perusahaan asuransi sebesar Rp dengan jangka waktu 15 Agustus 2016 sampai 15 Agustus 2017 Perhitungan kontribusi : Rp X 2,7% = Rp Biaya Materai =Rp Total = Rp Kick back ke Bank Syariah Mandiri =Rp X 5% = Rp Net Kontribusi yang dibayarkan ke Jasindo = Rp Rp =Rp Pada umumnya pembayaran premi adalah sebagai berikut: 1. Premi untuk tiap peserta dihitung berdasarkan premi tahunan yang harus dibayar, serta diterima oleh perusahaan sebelum mulai berlakunya perjanjian asuransi sekaligus. Perusahaan akan mengeluarkan kwitansi resmi atas pembayaran premi tersebut. 2. Pembayaran premi dengan menggunakan cek atau bilyet giro baru dianggap lunas setelah cek itu dapat diuangkan. 3. Tagihan premi yang belum dilakukan oleh perusahaan tidak berarti membebaskan pemegang polis dari kewajibannya untuk melunasi premi. 4. Bila premi belum dilunasi pada saat perjanjian mulai berlaku, maka kepersertaan asuransi menjadi batal dan perusahaan tidak berkewajiban membayar risiko apapun.

22 75 5. Bila pemegang polis menyatakan setuju memperpanjang masa berlakunya polis, maka premi untuk perpanjangan tersebut dapat dibayar dalam waktu 30 hari kalender terhitung sejak tanggal berakhirnya periode polis sebelumnya. 6. Bila dalam masa pembayaran sebagaimana dalam ketentuan pemegang polis tidak melakukan pembayaran premi maka perusahaan berhak membatalkan perpanjangan polis. 7. Tarif premi dibayar sekaligus. 8. Premi untuk tiap peserta dihitung dengan cara mengalikan manfaat awal peserta dengan tarif premi sekaligus. 9. Premi untuk tiap peserta adalah sebagaimana yang tercantum dalam daftar peserta polis. 10. Pemegang polis wajib membayar premi peserta yang telah disetujui permohonan kepada perusahaan selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung sejak tanggal persetujuan yang tercantum dalam nota tagihan yang dikeluarkan oleh perusahaan. 11. Minimal premi untuk setiap peserta adalah Rp Apabila berdasarkan pernyataan hasil pemeriksaan kesehatan berdasarkan jenis pekerjaan atau hobi peserta mengakibatkan peserta memiliki risiko berdasarkan ketentuan resiko perusahaan maka yang bersangkutan akan dikenakan biaya tambahan.

BAB I PENDAHULUAN. seperti halnya bank konvensional juga berfungsi sebagai suatu lembaga

BAB I PENDAHULUAN. seperti halnya bank konvensional juga berfungsi sebagai suatu lembaga BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bank berdasarkan prinsip syariah atau bank syariah atau bank Islam, seperti halnya bank konvensional juga berfungsi sebagai suatu lembaga intermediasi (intermediary

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP ASURANSI JIWA PADA PEMBIAYAAN MURA>BAH}AH DI BMT UGT SIDOGIRI CABANG LARANGAN SIDOARJO

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP ASURANSI JIWA PADA PEMBIAYAAN MURA>BAH}AH DI BMT UGT SIDOGIRI CABANG LARANGAN SIDOARJO BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP ASURANSI JIWA PADA PEMBIAYAAN MURA>BAH}AH DI BMT UGT SIDOGIRI CABANG LARANGAN SIDOARJO A. Aplikasi Akad Mura>bah}ah pada Pembiayaan di BMT UGT Sidogiri Cabang Larangan

Lebih terperinci

BAB IV. IMPLEMENTASI FATWA DSN-MUI No 52/DSN-MUI/III/2006 TENTANG AKAD WAKALAH BIL UJRAH PADA ASURANSI MOBIL

BAB IV. IMPLEMENTASI FATWA DSN-MUI No 52/DSN-MUI/III/2006 TENTANG AKAD WAKALAH BIL UJRAH PADA ASURANSI MOBIL BAB IV IMPLEMENTASI FATWA DSN-MUI No 52/DSN-MUI/III/2006 TENTANG AKAD WAKALAH BIL UJRAH PADA ASURANSI MOBIL DI PT ASURANSI SINAR MAS SYARIAH PEKALONGAN Dalam bab ini akan dipaparkan mengenai akad yang

Lebih terperinci

POLIS ASURANSI DEMAM BERDARAH SYARIAH

POLIS ASURANSI DEMAM BERDARAH SYARIAH POLIS ASURANSI DEMAM BERDARAH SYARIAH Bahwa Peserta telah mengajukan suatu permohonan tertulis yang menjadi dasar dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Polis ini, Pengelola akan membayar santunan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. pembiayaan untuk beragam keperluan, baik produktif (investasi dan modal

BAB IV PEMBAHASAN. pembiayaan untuk beragam keperluan, baik produktif (investasi dan modal BAB IV PEMBAHASAN A. Prosedur Pembiayan BSM Oto di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Batusangkar Perbankan syariah menjalankan fungsi yang sama dengan perbankan konvensional, yaitu sebagai lembaga intermediasi

Lebih terperinci

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. 1. Apa Visi, Misi PT.Bank BRI Cabang Krakatau Medan? Visi BRI : Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA. 1. Apa Visi, Misi PT.Bank BRI Cabang Krakatau Medan? Visi BRI : Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA 1. Apa Visi, Misi PT.Bank BRI Cabang Krakatau Medan? Visi BRI : Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Misi BRI : 1. Melakukan kegiatan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. setiap manusia dalam hidupnya tidak terlepas dari risiko, bahaya atau kerugian

BAB 1 PENDAHULUAN. setiap manusia dalam hidupnya tidak terlepas dari risiko, bahaya atau kerugian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asuransi merupakan salah satu lembaga yang memiliki peran penting, karena setiap manusia dalam hidupnya tidak terlepas dari risiko, bahaya atau kerugian material dan

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 69 /POJK.05/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PERUSAHAAN ASURANSI, PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH, PERUSAHAAN REASURANSI,

Lebih terperinci

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sesuai dengan kehendak syariah, seluruh perikatan yang dilakukan para pihak

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sesuai dengan kehendak syariah, seluruh perikatan yang dilakukan para pihak IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Perjanjian Asuransi Jiwa Syariah 1. Terjadinya Perjanjian Asuransi Jiwa Syariah Sesuai dengan kehendak syariah, seluruh perikatan yang dilakukan para

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN DANA BANTUAN SAHABAT

SYARAT DAN KETENTUAN DANA BANTUAN SAHABAT SYARAT DAN KETENTUAN DANA BANTUAN SAHABAT Syarat dan Ketentuan Dana Bantuan Sahabat ini berlaku bagi Nasabah Dana Bantuan Sahabat yang sebelumnya adalah Nasabah aktif ANZ Personal Loan pada saat produk

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN A. Upaya Pencegahan Pembiayaan Bermasalah di BMT Al Hikmah Ungaran BMT Al Hikmah merupakan sebuah lembaga keuangan syariah non bank yang menghimpun dana dari masyarakat

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Pembiayaan Mudharabah berdasarkan PSAK No. 105 dan PAPSI 2003. 1. Kebijakan umum pembiayaan mudharabah PT Bank Syariah Mandiri menetapkan sektor-sektor

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk

Ringkasan Informasi Produk Ringkasan Informasi Produk Selamat! Anda telah mengambil langkah tepat untuk mencapai hidup yang lebih berkualitas. Untuk membantu Anda semakin memahami produk asuransi yang Anda miliki, berikut adalah

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN KREDIT

CONTOH SURAT PERJANJIAN KREDIT CONTOH SURAT PERJANJIAN KREDIT PERJANJIAN KREDIT Yang bertanda tangan di bawah ini : I. ------------------------------------- dalam hal ini bertindak dalam kedudukan selaku ( ------ jabatan ------- ) dari

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk

Ringkasan Informasi Produk Ringkasan Informasi Produk Selamat! Anda telah mengambil langkah tepat untuk mencapai hidup yang lebih berkualitas. Untuk membantu Anda semakin memahami produk asuransi yang Anda miliki, berikut adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Prosedur Tabungan pada Bank Syariah Bukopin Capem UPI YPTK. Kegiatan Operasi, Skep.Dir.No : 197/Skep-DIR/BSB-JKT/VIII/2009

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Prosedur Tabungan pada Bank Syariah Bukopin Capem UPI YPTK. Kegiatan Operasi, Skep.Dir.No : 197/Skep-DIR/BSB-JKT/VIII/2009 31 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Prosedur Tabungan pada Bank Syariah Bukopin Capem UPI YPTK Padang 1. Pembukaan Tabungan Prosedur pembukaan tabungan terdapat pada buku Pedoman Kegiatan Operasi, Skep.Dir.No

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat besar. Sektor sektor ekonomi yang menopang perekonomian di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. sangat besar. Sektor sektor ekonomi yang menopang perekonomian di Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peranan perbankan dalam memajukan perekonomian suatu negara sangat besar. Sektor sektor ekonomi yang menopang perekonomian di Indonesia seperti sektor perdagangan,

Lebih terperinci

BAB III SK PNS SEBAGAI JAMINAN DALAM PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH. Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai

BAB III SK PNS SEBAGAI JAMINAN DALAM PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH. Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai BAB III SK PNS SEBAGAI JAMINAN DALAM PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH A. Pengertian SK Pegawai Negeri Sipil Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara memberikan pengertian tentang Pegawai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Mekanisme Pembiayaan Akad Murabahah di BMT Harapan Umat Juwana Secara umum pembiayaan murabahah di BMT Harapan Umat dilakukan untuk pembelian secara pesanan dimana pada umumnya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa industri perasuransian yang sehat, dapat diandalkan,

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN A. Penerapan Akad Bai Bitsaman Ajil Pada Pembiayaan Multiguna Di KSPPS BMT Walisongo Semarang

BAB IV PEMBAHASAN A. Penerapan Akad Bai Bitsaman Ajil Pada Pembiayaan Multiguna Di KSPPS BMT Walisongo Semarang BAB IV PEMBAHASAN A. Penerapan Akad Bai Bitsaman Ajil Pada Pembiayaan Multiguna Di KSPPS BMT Walisongo Semarang Dalam suatu produk pembiayaan yang telah dikembangkan di KSPPS BMT Walisongo adalah pembiayaan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD MURABAHAH DALAM PEMBIAYAAN KENDARAAN DI KOPERASI SIMPAN PINJAM (KOSPIN) JASA LAYANAN SYARIAH BULAKAMBA

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD MURABAHAH DALAM PEMBIAYAAN KENDARAAN DI KOPERASI SIMPAN PINJAM (KOSPIN) JASA LAYANAN SYARIAH BULAKAMBA BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD MURABAHAH DALAM PEMBIAYAAN KENDARAAN DI KOPERASI SIMPAN PINJAM (KOSPIN) JASA LAYANAN SYARIAH BULAKAMBA A. Mekanisme Akad Murabahah Dalam Pembiayaan Kendaraan Pembiayaan

Lebih terperinci

SALINAN NOMOR 18 /PMK.010/2010 TENTANG PENERAPAN PRINSIP DASAR PENYELENGGARAAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH

SALINAN NOMOR 18 /PMK.010/2010 TENTANG PENERAPAN PRINSIP DASAR PENYELENGGARAAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN NOMOR 18 /PMK.010/2010 TENTANG PENERAPAN PRINSIP DASAR PENYELENGGARAAN USAHA ASURANSI DAN USAHA REASURANSI DENGAN PRINSIP SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN 72 BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Pelaksanaan Pengajuan Anggota Polis Pada AJB Bumiputera Syariah 1912 cabang Sidoarjo Dalam setiap kegiatan asuransi diperlukan suatu perjanjian yang jelas agar tidak

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.337, 2014 EKONOMI. Asuransi. Penyelenggaraan. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5618). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Prosedur Pengikatan Jaminan Pada Pembiayaan Murabahah di BPRS

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Prosedur Pengikatan Jaminan Pada Pembiayaan Murabahah di BPRS BAB IV HASIL PENELITIAN A. Prosedur Pengikatan Jaminan Pada Pembiayaan Murabahah di BPRS SURIYAH Kc Kudus Sebagai lembaga keuangan syariah aktivitas yang tidak kalah penting adalah melakkukan penyaluran

Lebih terperinci

LAMPIRAN IV SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN

LAMPIRAN IV SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN LAMPIRAN IV SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN PERUSAHAAN ASURANSI YANG MENYELENGGARAKAN SEBAGIAN USAHANYA

Lebih terperinci

BAB IV MEKANISME DAN ANALISIS PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA SEKTOR PERTANIAN A.

BAB IV MEKANISME DAN ANALISIS PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA SEKTOR PERTANIAN A. BAB IV MEKANISME DAN ANALISIS PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA SEKTOR PERTANIAN A. Mekanisme Pembiayaan Murabahah 1. Prosedur Pembiayaan Murabahah Dalam melaksanakan fungsinya sebagai lembaga keuangan mikro syariah,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa industri perasuransian yang sehat, dapat diandalkan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Pengajuan Pembiayaan Murabahah di PT BPRS PNM Binama Semarang Dalam proses pengajuan pembiayaan murabahah di PT BPRS PNM Binama Semarang, terdapat beberapa

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk/Layanan

Ringkasan Informasi Produk/Layanan /Layanan Kredit Angsuran Berjangka Nama Produk/Layanan Jenis Produk/Layanan Nama Penerbit Data Ringkas Manfaat Kredit Angsuran Berjangka PaketMU BEBAS Paket Mitra Usaha yang merupakan gabungan dari produk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Mekanisme Akad Wakalah Di BMT Hudatama Semarang Hubungan antara BMT Hudatama dengan anggota adalah sebagai pihak yang mewakilkan dan pihak yang diwakili, anggota

Lebih terperinci

Kesimpulan dan Saran 47 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dan Saran 47 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dan Saran 47 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dari bab sebelumnya, mengenai Studi Tentang Analisis Keuangan untuk Menilai Kelayakan Pemberian Kredit

Lebih terperinci

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN PERUSAHAAN ASURANSI YANG MENYELENGGARAKAN SEBAGIAN USAHANYA

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Deposito 1. Pengertian Deposito Secara umum, deposito diartikan sebagai simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. 10 November 1998 tentang perbankan, menyatakan bahwa yang dimaksud

BAB II LANDASAN TEORI. 10 November 1998 tentang perbankan, menyatakan bahwa yang dimaksud 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Bank Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan bank adalah badan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. A. Implementasi gadai di PT. Bank BNI Syariah Cabang Dharmawangsa Surabaya

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. A. Implementasi gadai di PT. Bank BNI Syariah Cabang Dharmawangsa Surabaya BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Implementasi gadai di PT. Bank BNI Syariah Cabang Dharmawangsa Surabaya Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usahanya dengan berdasarkan prinsip

Lebih terperinci

BAB III PENERAPAN AKTA JAMINAN FIDUSIA DALAM PERJANJIAN AL QARDH. Pensyaratan adanya jaminan sebelum diadakan pembiayaan diterapkan oleh

BAB III PENERAPAN AKTA JAMINAN FIDUSIA DALAM PERJANJIAN AL QARDH. Pensyaratan adanya jaminan sebelum diadakan pembiayaan diterapkan oleh 36 BAB III PENERAPAN AKTA JAMINAN FIDUSIA DALAM PERJANJIAN AL QARDH A. Penerapan Jaminan dalam Pembiayaan Pensyaratan adanya jaminan sebelum diadakan pembiayaan diterapkan oleh pihak BMT Asy Syifa dalam

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk

Ringkasan Informasi Produk DATA CALON TERTANGGUNG / PEMEGANG POLIS RINCIAN PREMI INVESTASI Nama Tertanggung Bondan Arliado Premi Dasar Tunggal 400,000,000 Generali Money Market IV 0% Jenis Kelamin Pria Premi Top Up Tunggal - Generali

Lebih terperinci

Awal/Kepala Akta Perjanjian Kredit

Awal/Kepala Akta Perjanjian Kredit SKRIPSI HUKUM PIDANA Akta Perjanjian Kredit - Author: Swante Adi Krisna Akta Perjanjian Kredit Oleh: Swante Adi Krisna Tanggal dipublish: 18 Jan 2017 (one month ago) Tanggal didownload: 28 Feb 2017, Pukul

Lebih terperinci

BAB III KETENTUAN PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI JIWA AKIBAT TERTANGGUNG BUNUH DIRI PADA PT. ASURANSI JIWA BUMI ASIH JAYA SURABAYA

BAB III KETENTUAN PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI JIWA AKIBAT TERTANGGUNG BUNUH DIRI PADA PT. ASURANSI JIWA BUMI ASIH JAYA SURABAYA BAB III KETENTUAN PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI JIWA AKIBAT TERTANGGUNG BUNUH DIRI PADA PT. ASURANSI JIWA BUMI ASIH JAYA SURABAYA A. Gambaran Umum PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Surabaya 1. Sejarah Berdirinya.

Lebih terperinci

FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL NO.53/DSN-MUI/III/2006 TENTANG AKAD TABARRU

FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL NO.53/DSN-MUI/III/2006 TENTANG AKAD TABARRU Lampiran 1 FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL NO.53/DSN-MUI/III/2006 TENTANG AKAD TABARRU PADA ASURANSI SYARIAH DAN REASURANSI SYARIAH MEMUTUSKAN Menetapkan : FATWA TENTANG AKAD TABARRU PADA ASURANSI SYARIAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Pertumbuhan Industri Asuransi Jiwa Di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Pertumbuhan Industri Asuransi Jiwa Di Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia berkembang cukup pesat dan memainkan peranan yang cukup besar dalam perekonomian di Indonesia dewasa ini. Seiring dengan

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. Kata wanprestasi berasal dari bahasa Belanda yang diartikan buruk,

BAB III PEMBAHASAN. Kata wanprestasi berasal dari bahasa Belanda yang diartikan buruk, BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Wanprestasi Kata wanprestasi berasal dari bahasa Belanda yang diartikan buruk, tidak memenuhi, terlambat, ceroboh, atau tidak lengkap memenuhi suatu perikatan. Wanprestasi

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. A. Aplikasi akad ijarah di BSM KCP Pemalang. Contoh kasus yang terjadi di Bank Syariah Mandiri yaitu sebagai berikut:

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. A. Aplikasi akad ijarah di BSM KCP Pemalang. Contoh kasus yang terjadi di Bank Syariah Mandiri yaitu sebagai berikut: 59 BAB IV PEMBAHASAN MASALAH A. Aplikasi akad ijarah di BSM KCP Pemalang Aplikasi ijarah di Bank Syariah Mandiri berupa jasa karena digunakan untuk dana talangan haji dengan jangka waktu maksimal dua tahun.

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk

Ringkasan Informasi Produk DATA CALON TERTANGGUNG / PEMEGANG POLIS RINCIAN PREMI INVESTASI Nama Tertanggung Bondan Arliado Premi Dasar Tunggal 25,000,000 Generali Money Market IV 0% Jenis Kelamin Pria Premi Top Up Tunggal 375,000,000

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk

Ringkasan Informasi Produk Ringkasan Informasi Produk Selamat! Anda telah mengambil langkah tepat untuk mencapai hidup yang lebih berkualitas. Untuk membantu Anda semakin memahami produk asuransi yang Anda miliki, berikut adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Kelayakan Benda Jaminan Dalam Pembiayaan di KSU. KOTA SANTRI Cabang Karanganyar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Kelayakan Benda Jaminan Dalam Pembiayaan di KSU. KOTA SANTRI Cabang Karanganyar BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kelayakan Benda Jaminan Dalam Pembiayaan di KSU KOTA SANTRI Cabang Karanganyar Koperasi Serba Usaha KOTA SANTRI Cabang Karanganyar dalam memberikan kredit

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Implementasi Akad Mudharabah Pada Simpanan IJABAH Investasi Berjangka Mudharabah (IJABAH) adalah fasilitas penghimpunan dana dengan prinsip mudharabah mutlaqoh

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN FASILITAS DANA BANTUAN SAHABAT

SYARAT DAN KETENTUAN FASILITAS DANA BANTUAN SAHABAT SYARAT DAN KETENTUAN FASILITAS DANA BANTUAN SAHABAT Syarat dan Ketentuan Fasilitas Dana Bantuan Sahabat ( Syarat dan Ketentuan Umum ) ini berlaku bagi Nasabah yang permohonan Fasilitas Dana Bantuan Sahabat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terjadi. Tidak hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tetapi

BAB I PENDAHULUAN. terjadi. Tidak hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tetapi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Asuransi sebagai salah satu lembaga keuangan non bank yang bergerak dalam bidang usaha (bisnis) pengelolaan atau penanggulangan risiko, pada hakikatnya bertujuan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN APLIKASI PEMBIAYAAN MURABAHAH KONSUMTIF MOTOR PADA BMT AT-TAQWA CABANG BANDAR BUAT PADANG

BAB IV PEMBAHASAN APLIKASI PEMBIAYAAN MURABAHAH KONSUMTIF MOTOR PADA BMT AT-TAQWA CABANG BANDAR BUAT PADANG BAB IV PEMBAHASAN APLIKASI PEMBIAYAAN MURABAHAH KONSUMTIF MOTOR PADA BMT AT-TAQWA CABANG BANDAR BUAT PADANG A. Prosedur Pemberian Pembiayaan Murabahah Pada BMT At- Taqwa Muhammadiyah Cabang Bandar Buat

Lebih terperinci

Yth. 1. Direksi Perusahaan Asuransi; dan 2. Direksi Perusahaan Asuransi Syariah, di tempat.

Yth. 1. Direksi Perusahaan Asuransi; dan 2. Direksi Perusahaan Asuransi Syariah, di tempat. Yth. 1. Direksi Perusahaan Asuransi; dan 2. Direksi Perusahaan Asuransi Syariah, di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 32 /SEOJK.05/2016 TENTANG SALURAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

Lebih terperinci

2016, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PERUSAHAAN PIALANG ASURANSI, PERUSAHAAN PIALAN

2016, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PERUSAHAAN PIALANG ASURANSI, PERUSAHAAN PIALAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.303, 2016 KEUANGAN OJK. Asuransi. Reasuransi. Penyelenggaraan Usaha. Kelembagaan. Perusahaan Pialang. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

ISTILAH-ISTILAH DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARI AH

ISTILAH-ISTILAH DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARI AH ISTILAH-ISTILAH DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARI AH (Sulhan PA Bengkulu) 1. Perbankan Syari ah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syari ah dan Unit Usaha

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Pada bab ini, penulis akan menjabarkan mengenai hasil analisa yang telah dilakukan terhadap objek penelitian mengenai perlakuan akuntansi terhadap pendapatan kontribusi yang

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. syariah yaitu Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor

BAB V PENUTUP. syariah yaitu Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Keberadaaan prinsip indemnitas pada asuransi syariah sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Hal ini berdasarkan fatwa-fatwa yang terkait dengan asuransi syariah yaitu Fatwa

Lebih terperinci

Syarat dan Ketentuan Umum Fasilitas Commonwealth KTA PT Bank Commonwealth

Syarat dan Ketentuan Umum Fasilitas Commonwealth KTA PT Bank Commonwealth Syarat dan Ketentuan Umum Fasilitas Commonwealth KTA PT Bank Commonwealth Syarat dan Ketentuan Umum untuk Commonwealth KTA PT Bank Commonwealth 1. Definisi Syarat dan Ketentuan Umum ANGSURAN adalah suatu

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. Pegadaian Syariah Cabang Raden Intan Bandar Lampung. mendeskripsikan dan mengilustrasikan rangkaian pelaksaan gadai dari awal

BAB IV ANALISIS DATA. Pegadaian Syariah Cabang Raden Intan Bandar Lampung. mendeskripsikan dan mengilustrasikan rangkaian pelaksaan gadai dari awal BAB IV ANALISIS DATA A. Proses Penerapan Akad Rahn dan Ijarah dalam Transaksi Gadai pada Pegadaian Syariah Cabang Raden Intan Bandar Lampung Mendiskusikan sub tema ini secara gamblang, maka tidak ubahnya

Lebih terperinci

BAB 4 PEMBAHASAN. kontribusi yang dibayarkan oleh peserta, dana investasi dari akad mudharabah, hasil

BAB 4 PEMBAHASAN. kontribusi yang dibayarkan oleh peserta, dana investasi dari akad mudharabah, hasil BAB 4 PEMBAHASAN Dalam penelitian ini peneliti akan membahas mengenai evaluasi atas dana kontribusi yang dibayarkan oleh peserta, dana investasi dari akad mudharabah, hasil investasi yang menggunakan dana

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.05/2015 TENTANG PRODUK ASURANSI DAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER

Lebih terperinci

BAB III FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA TAKE OVER PEMBIAYAAN DI PT. BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MEDAN

BAB III FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA TAKE OVER PEMBIAYAAN DI PT. BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MEDAN 87 BAB III FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA TAKE OVER PEMBIAYAAN DI PT. BANK SYARIAH MANDIRI CABANG MEDAN A. Penyebab Terjadinya Take Over Pembiayaan di PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Take

Lebih terperinci

1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank merupakan badan usaha yang memiliki kegiatan pokok menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

1. Analisis Praktek Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Karangayu. akad rahn sebagai produk pelengkap yang berarti sebagi akad tambahan

1. Analisis Praktek Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Karangayu. akad rahn sebagai produk pelengkap yang berarti sebagi akad tambahan BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN PRAKTEK GADAI EMAS DI BANK SYARIAH MANDIRI CABANG KARANGAYU SEMARANG 1. Analisis Praktek Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri Cabang Karangayu Semarang Penerapan Ar-Rahn dalam

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN Syarat dan Ketentuan Pembiayaan Mikro Syariah Di KSPPS Tamzis Bina Utama Cabang Kejajar Wonosobo.

BAB IV PEMBAHASAN Syarat dan Ketentuan Pembiayaan Mikro Syariah Di KSPPS Tamzis Bina Utama Cabang Kejajar Wonosobo. BAB IV PEMBAHASAN A. Syarat dan Ketentuan Pembiayaan Mikro Syariah Di KSPPS Tamzis Bina Utama Cabang Kejajar Wonosobo. Pembiayaan bisnis TAMZIS disebut Pembiayaan Mikro Syariah diutamakan untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kredit 2.1.1.1 Pengertian Kredit Kegiatan bank yang kedua setelah menghimpun dana dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro,

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA BELI SEPEDA MOTOR

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA BELI SEPEDA MOTOR CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA BELI SEPEDA MOTOR SURAT PERJANJIAN JUAL BELI SEPEDA MOTOR (SECARA ANGSURAN) Nomer: ---------------------------------- Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : ----------------------------------------------------

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Risiko akan selalu ada dan mengikuti kehidupan manusia. Salah satu. pembangunan, terbakarnya bangunan dan lain sebagainya.

BAB I PENDAHULUAN. Risiko akan selalu ada dan mengikuti kehidupan manusia. Salah satu. pembangunan, terbakarnya bangunan dan lain sebagainya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Risiko akan selalu ada dan mengikuti kehidupan manusia. Salah satu risiko yang kerap terjadi dan menimpa kehidupan manusia adalah terkait harta benda. Adapun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan investasi yang di selenggarakan sesuai dengan syariah.

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan investasi yang di selenggarakan sesuai dengan syariah. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asuransi syariah merupakan prinsip perjanjian berdasarkan hukum islam antara perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi dengan pihak lain, dalam menerima amanah

Lebih terperinci

BAB V PENETAPAN MARGIN AKAD MURA<BAH>>}AH DI BNI SYARI AH CABANG PALANGKA RAYA. A. Presentase Margin Pada Akad Mura<bah{ah di Perbankan Syari ah

BAB V PENETAPAN MARGIN AKAD MURA<BAH>>}AH DI BNI SYARI AH CABANG PALANGKA RAYA. A. Presentase Margin Pada Akad Mura<bah{ah di Perbankan Syari ah 69 BAB V PENETAPAN MARGIN AKAD MURA>}AH DI BNI SYARI AH CABANG PALANGKA RAYA A. Presentase Margin Pada Akad Mura

Lebih terperinci

LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN

LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 18 /SEOJK.05/2016 TENTANG PELAPORAN PRODUK ASURANSI BAGI PERUSAHAAN ASURANSI SYARIAH DAN PERUSAHAAN ASURANSI YANG MENYELENGGARAKAN SEBAGIAN USAHANYA

Lebih terperinci

POLA KEBIJAKAN PENGURUS CREDIT UNION PANTURA LESTARI Alamat : Jl. Ketapang Siduk KM 33 Desa Sei. Putri Kec. Matan Hilir Utara, Kab.

POLA KEBIJAKAN PENGURUS CREDIT UNION PANTURA LESTARI Alamat : Jl. Ketapang Siduk KM 33 Desa Sei. Putri Kec. Matan Hilir Utara, Kab. POLA KEBIJAKAN PENGURUS CREDIT UNION PANTURA LESTARI 2010-2011 Alamat : Jl. Ketapang Siduk KM 33 Desa Sei. Putri Kec. Matan Hilir Utara, Kab. Ketapang VISI Persatuan Keuangan Masyarakat Pesisir Pantai

Lebih terperinci

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /SEOJK.03/2016

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /SEOJK.03/2016 Yth. 1. Direksi Bank Umum Konvensional; dan 2. Direksi Bank Umum Syariah, di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /SEOJK.03/2016 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PADA BANK YANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang mencolok agar anak-anak tertarik untuk mengisinya dengan tabungan

BAB I PENDAHULUAN. yang mencolok agar anak-anak tertarik untuk mengisinya dengan tabungan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada umumnya bank dikenal sebagai sebuah tempat dimana kita menyimpan uang kita, tempat yang sangat identik dengan kata menabung. Orang tua kita selalu mengajari kita

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN A. PENGERTIAN DAN LANDASAN SYARI AH BAI BITSAMAN AJIL. sebagai pembelian barang dengan pembayaran cicilan atau angsuran.

BAB III PEMBAHASAN A. PENGERTIAN DAN LANDASAN SYARI AH BAI BITSAMAN AJIL. sebagai pembelian barang dengan pembayaran cicilan atau angsuran. BAB III PEMBAHASAN A. PENGERTIAN DAN LANDASAN SYARI AH BAI BITSAMAN AJIL 1. Pengertian Bai Bitsaman Ajil Pengertian Al-Bai Bitsaman Ajil secara tata bahasa dapat diartikan sebagai pembelian barang dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perumahan mengakibatkan persaingan, sehingga membangun rumah. memerlukan banyak dana. Padahal tidak semua orang mempunyai dana yang

BAB I PENDAHULUAN. perumahan mengakibatkan persaingan, sehingga membangun rumah. memerlukan banyak dana. Padahal tidak semua orang mempunyai dana yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah merupakan salah satu kebutuhan paling pokok dalam kehidupan manusia. Rumah sebagai tempat berlindung dari segala cuaca sekaligus sebagai tempat tumbuh kembang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Implementasi akad Al-Qardh wal Murababahah pada Pembiayaan Mikro di Bank Syariah Mandiri KC Banyumanik Semarang Salah satu produk yang dimiliki oleh Bank Syariah

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Perum Pegadaian Kanwil Bandung merupakan tempat dimana penulis

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Perum Pegadaian Kanwil Bandung merupakan tempat dimana penulis 31 BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1. Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Perum Pegadaian Kanwil Bandung merupakan tempat dimana penulis melaksanakan kerja praktek dan penulis ditempatkan di Bagian Operasional.

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN A. Penerapan Akad Murabahah pada Produk Pembiayaan Untuk Karyawan KSPPS BINAMA Semarang 1. Prosedur Pembiayaan Karyawan KSPPS BINAMA Prosedur yang dilakukan pada

Lebih terperinci

BAB III TELAAH PUSTAKA. diharapkan dan dikaitkan dengan kedudukan seseorang 28. Seseorang dikatakan

BAB III TELAAH PUSTAKA. diharapkan dan dikaitkan dengan kedudukan seseorang 28. Seseorang dikatakan 33 BAB III TELAAH PUSTAKA A. Peranan Peran ialah sesuatu yang diharapkan dimiliki oleh yang memiliki kedudukan dalam masyarakat 26. Peranan ialah bagian dari tugas utama yang harus dilakukan 27. Pemeranan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang baik tetapi juga pada bentuk produk yang ditawarkan. Upaya bank untuk menarik

BAB I PENDAHULUAN. yang baik tetapi juga pada bentuk produk yang ditawarkan. Upaya bank untuk menarik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dunia perbankan masa sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya bank baru di Indonesia, sehingga persaingan

Lebih terperinci

PROPOSAL KERJASAMA PENUTUPAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR PT ADI SARANA ARMADA Tbk.

PROPOSAL KERJASAMA PENUTUPAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR PT ADI SARANA ARMADA Tbk. PROPOSAL KERJASAMA PENUTUPAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR PT ADI SARANA ARMADA Tbk. MATRIX PEMENUHAN SERVICE LEVEL AGREEMENT Service Level Agreement sesuai RFP A. Proses Penutupan Unit Penutupan atas unit

Lebih terperinci

seperti yang dimaksud dalam ketentuan Undang-Undang tentang definisi dari kredit ini sendiri

seperti yang dimaksud dalam ketentuan Undang-Undang tentang definisi dari kredit ini sendiri seperti yang dimaksud dalam ketentuan Undang-Undang tentang definisi dari kredit ini sendiri dapat dilihat dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Ada beberapa tahapan dalam pembiayaan mudharabah yang harus dilalui. sebelum dana itu diserahkan kepada nasabah :

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Ada beberapa tahapan dalam pembiayaan mudharabah yang harus dilalui. sebelum dana itu diserahkan kepada nasabah : BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Pembiayaan Mudharabah Ada beberapa tahapan dalam pembiayaan mudharabah yang harus dilalui sebelum dana itu diserahkan kepada nasabah : 1. Nasabah Melakukan Pengajuan

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN YURIDIS MENGENAI KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN KARTU KREDIT BANK MANDIRI, CITIBANK DAN STANDARD CHARTERED BANK

BAB III TINJAUAN YURIDIS MENGENAI KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN KARTU KREDIT BANK MANDIRI, CITIBANK DAN STANDARD CHARTERED BANK 44 BAB III TINJAUAN YURIDIS MENGENAI KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN KARTU KREDIT BANK MANDIRI, CITIBANK DAN STANDARD CHARTERED BANK 3.1 Hubungan Hukum Antara Para Pihak Dalam Perjanjian Kartu Kredit 3.1.1

Lebih terperinci

RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANA INSTANT

RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANA INSTANT RINGKASAN INFORMASI PRODUK DANA INSTANT DATA RINGKAS Penjelasan Produk Dana Instant adalah produk fasilitas pinjaman tanpa agunan bagi perorangan yang dapat digunakan untuk segala kebutuhan. Jenis Produk

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk

Ringkasan Informasi Produk Ringkasan Informasi Produk Selamat! Anda telah mengambil langkah tepat untuk mencapai hidup yang lebih berkualitas. Untuk membantu Anda semakin memahami produk asuransi yang Anda miliki, berikut adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian a) Implementasi Akad Murabahah Di Indonesia, aplikasi jual beli murabahah pada perbankan syariah di dasarkan pada Keputusan Fatwa Dewan Syariah

Lebih terperinci

Asuransi Syariah. Insurance Goes To Campus. Oleh: Subchan Al Rasjid. Universitas Muhammadiyah Malang Malang, 17 Oktober 2013

Asuransi Syariah. Insurance Goes To Campus. Oleh: Subchan Al Rasjid. Universitas Muhammadiyah Malang Malang, 17 Oktober 2013 Insurance Goes To Campus Universitas Muhammadiyah Malang Malang, 17 Oktober 2013 Asuransi Syariah Oleh: Subchan Al Rasjid Sharia Division Sharia - Marketing Manager PT. BNI Life Insurance Pengertian Asuransi-text

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HUTANG-PIUTANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM MULTIJASA DI PT. BPRS LANTABUR TEBUIRENG KANTOR CABANG MOJOKERTO

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HUTANG-PIUTANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM MULTIJASA DI PT. BPRS LANTABUR TEBUIRENG KANTOR CABANG MOJOKERTO BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HUTANG-PIUTANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM MULTIJASA DI PT. BPRS LANTABUR TEBUIRENG KANTOR CABANG MOJOKERTO A. Analisis Terhadap Praktek Hutang-Piutang Transaksi Multijasa

Lebih terperinci

TANYA-JAWAB SEPUTAR KUR

TANYA-JAWAB SEPUTAR KUR TANYA-JAWAB SEPUTAR KUR [ Senin, 25 Februari 2013 09:41:20 Oleh : Administrasi] TANYA JAWAB TENTANG KUR 1. Apakah Kredit Usaha Rakyat itu? Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/pembiayaan Modal Kerja

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN

SYARAT DAN KETENTUAN SYARAT DAN KETENTUAN 1. DEFINISI (1) Bank adalah PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk., yang berkantor pusat di Bandung, dan dalam hal ini bertindak melalui kantor-kantor cabangnya, meliputi kantor cabang,

Lebih terperinci

STRUKTUR ORGANISASI. PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk KANTOR CABANG MEDAN SYARIAH

STRUKTUR ORGANISASI. PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk KANTOR CABANG MEDAN SYARIAH STRUKTUR ORGANISASI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk KANTOR CABANG MEDAN SYARIAH --------------------------------------------------------------------------------------------- PEMIMPIN CABANG Pemimpin

Lebih terperinci

SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA. Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat

SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA. Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat No. 10/ 45 /DKBU Jakarta, 12 Desember 2008 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Perkreditan Rakyat Sehubungan dengan ditetapkannya

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Mekanisme Akad Mudharabah dalam Pembiayaan Modal Kerja di KJKS Mitra

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Mekanisme Akad Mudharabah dalam Pembiayaan Modal Kerja di KJKS Mitra 47 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Mekanisme Akad Mudharabah dalam Pembiayaan Modal Kerja di KJKS Mitra Sejahtera Subah-Batang Pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan yang disalurkan oleh lembaga keuangan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Penentuan Nilai Tunai Pada Asuransi Jiwa Unit Link Konvensional (PRU

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Penentuan Nilai Tunai Pada Asuransi Jiwa Unit Link Konvensional (PRU 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Penentuan Nilai Tunai Pada Asuransi Jiwa Unit Link Konvensional (PRU Link Assurance Account) PRU Link Assurance Account (PAA) adalah produk unit link yang ditawarkan

Lebih terperinci

Ringkasan Informasi Produk

Ringkasan Informasi Produk DATA CALON TERTANGGUNG / PEMEGANG POLIS RINCIAN PREMI INVESTASI Nama Tertanggung Bon Arliado Premi Dasar Berkala 65,000 Generali Money Market II 0% Jenis Kelamin Pria Premi Top Up Berkala 35,000 Generali

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan uraian serta analisis hasil penelitian yang telah dikemukakan

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan uraian serta analisis hasil penelitian yang telah dikemukakan BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian serta analisis hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka pada bagian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Konsep

Lebih terperinci

Persyaratan dan Ketentuan Pasal 1. DEFINISI

Persyaratan dan Ketentuan Pasal 1. DEFINISI Persyaratan dan Ketentuan Dengan menggunakan kartu, berarti Anda telah memahami, menerima, dan terikat pada ketentuan dan syarat yang tercantum berikut ini. Pasal 1. DEFINISI 1.1 BANK MEGA CARD CENTER

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. piutang ini dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (yang selanjutnya disebut

BAB I PENDAHULUAN. piutang ini dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (yang selanjutnya disebut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan di masyarakat sering kita mendapati perbuatan hukum peminjaman uang antara dua orang atau lebih. Perjanjian yang terjalin antara dua orang atau

Lebih terperinci