BAB II BAHAN RUJUKAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II BAHAN RUJUKAN"

Transkripsi

1 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aktiva Tetap Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang relatif permanen dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau lebih dari satu periode akuntansi, seperti tanah, gedung, peralatan dan lain-lain, yang merupakan aktiva tetap secara fisik (berwujud). Tidak ada aturan standar yang menyangkut masa manfaat minimum yang diperlukan bagi suatu aktiva agar bisa diklasifikasikan sebagai aktiva tetap. Aktiva tetap juga berbeda dari investasi jangka panjang. Meskipun keduanya dimiliki untuk masa lebih dari satu periode akuntansi, investasi jangka panjang tidak digunakan dalam operasi perusahaan. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.1) paragraph 6: Aset tetap adalah aset berwujud yang: a. dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau tujuan administratif; dan b. diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode. Menurut Fees et al (2006:504), menjelaskan bahwa: Fixed asset are long term or relatively permanent assets. They are tangible assets because they exist physically. They are not offered for sale as part of normal operation. Aset tetap adalah aset jangka panjang atau aset yang relatif permanen. Aset tetap merupakan aset berwujud karena aset tetap ada secara fisik. Aset tetap tidak ditawarkan untuk dijual sebagai bagian dari operasi normal. 6

2 7 Menurut Soemarso S. R (2005:20), aktiva tetap adalah: Aktiva berwujud yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun, digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan, serta nilainya cukup besar. Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa aktiva tetap memiliki ciri-ciri: 1. Aktiva tetap merupakan barang-barang yang ada secara fisik yang diperoleh dan digunakan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan atau memproduksi barang-barang atau memberikan jasa pada perusahaan lain atau pelanggannya dalam usaha bisnis yang normal 2. Aktiva tetap memiliki masa manfaat yang lama, akan tetapi manfaat yang diberikan aktiva tetap umumnya semakin lama semakin menurun dan diakhir masa manfaatnya harus diganti atau dibuang, kecuali manfaat yang diberikan oleh tanah. 3. Aktiva tetap bersifat non monetary. Dalam artian manfaat yang dihasilkan dan bukan dari mengkonversi aktiva ini ke dalam sejumlah uang tertentu. 4. Pada umumnya manfaat yang diterima dari aktiva tetap meliputi suatu periode yang lebih panjang dari satu tahun atau lebih dari periode akuntansi. Aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan sangat beragam, untuk membedakan antar aktiva-aktiva yang lain dengan aktiva tetap maka perlu untuk mengklasifikasikan aktiva tetap sesuai dengan jenis, manfaat dan kelompoknya agar tidak tercampur dengan aktiva lain Klasifikasi Aktiva Tetap Menurut Skousen et al (2005:429), klasifikasi dari aktiva tetap adalah: 1. Aktiva Tetap Berwujud Aktiva tetap berwujud memiliki bentuk fisik dan dengan demikian dapat diamati dengan satu alat atau lebih panca indera dan memiliki karakteristik umum, yaitu memberi manfaat ekonomi pada masa mendatang bagi perusahaan. Aktiva tertentu yang umum dilaporkan di dalam kategori ini meliputi:

3 8 a. Tanah, merupakan harta yang digunakan untuk tujuan usaha dan tidak dikenai penyusutan, maka biaya yang dikenakan pada tanah merupakan biaya yang secara langsung berhubungan dengan masa manfaat yang tidak terbatas. b. Perbaikan Tanah, merupakan peningkatan kegunaan dari tanah tersebut. Unsur-unsur dari tanah, seperti: pemetaan tanah, pengaspalan, pemagaran, saluran air, instalasi listrik, dan lain-lain. c. Bangunan yang digunakan untuk menempatkan operasi perusahaan. Baik bangunan untuk kantor, toko, pabrik, maupun gudang yang digunakan dalam kegiatan utama perusahaan. Akan tetapi bangunan yang tidak digunakan dalam kegiatan perusahaan yaitu bangunan yang belum jadi (dalam tahap pembangunan) tidak dapat diklasifikasikan sebagai aktiva tetap. d. Mesin dan Peralatan, merupakan aktiva yang dipergunakan perusahaan dalam proses produksi atau penyediaan jasa. e. Kendaraan, merupakan aktiva yang dipergunakan sebagai alat transportasi atau sebagai penyedia jasa dan lain-lain seperti truk, mobil, motor. 2. Aktiva Tak Berwujud Aktiva tak berwujud didefinisikan sebagai aktiva yang tidak memiliki bentuk fisik. Bukti adanya aktiva ini terdapat dalam bentuk perjanjian, kontrak atau paten. Hal ini memenuhi definisi aktiva karena adanya manfaat mendatang. Aktiva berikut umumnya dilaporkan sebagai aktiva tak berwujud: a. Paten, suatu hak eksklusif yang memungkinkan seorang penemu/pencipta untuk mengendalikan produksi, penjualan atau penggunaan dari suatu temuan/ciptaannya. b. Merk Dagang, suatu hak ekslusif yang mengizinkan suatu simbol, label dan rancangan khusus.

4 9 c. Hak Cipta, suatu hak ekslusif yang mengizinkan seorang untuk menjual, memberi izin atau mengendalikan pekerjaannya. d. Goodwill, adalah sumber daya, faktor dan kondisi tak berwujud lain yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan laba di atas laba normal dengan aktiva yang dapat diidentifikasi. Aset tetap meliputi yang tidak dapat disusutkan. Hal tersebut dinyatakan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.10) paragraf 61, bahwa: Tanah dan bangunan merupakan aset yang berbeda dan harus diperlakukan sebagai aset yang terpisah, meskipun diperoleh sekaligus. Bangunan memiliki umur manfaat yang terbatas, oleh karena itu harus disusutkan. Peningkatan nilai tanah dimana di atasnya didirikan bangunan tidak mempengaruhi penentuan jumlah yang dapat disusutkan dari bangunan tersebut. Tanah yang diperoleh dengan Hak Guna Bangunan, atau lainnya, diperlakukan sesuai dengan PSAK No. 47 tentang Akuntansi Tanah Perolehan dan Pencatatan Aktiva Tetap Aktiva tetap dapat diperoleh perusahaan dengan berbagai cara, diantaranya diuraikan dibawah ini: 1. Pembelian Tunai Pembelian tunai adalah cara perolehan aktiva tetap dengan cara perusahaan mengeluarkan sejumlah uang tunai, aktiva yang dicatat dalam perkiraan akuntansi adalah senilai kas yang dibayarkan. Nilai kas yang dibayar ini akan termasuk pula biaya-biaya yang dikeluarkan selama pembelian aktiva tetap tersebut dan dikurangi diskon atau potongan-potongan sehubungan dengan pembelian aktiva tetap tersebut. Jurnal yang dibuat adalah: Dr. Aktiva Tetap Cr. Kas

5 10 2. Pembelian Angsuran Pada pembelian dengan angsuran (kredit) dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga. Bunga selama masa angsuran harus dikeluarkan dari harga perolehan dan pembebanan sebagai biaya bunga selama masa angsuran. Jurnal yang dibuat adalah: Dr. Aktiva Tetap Cr. Utang Usaha Angsuran pertama = harga pokok : jumlah cicilan = Bunga pertama = % x sisa cicilan = + Jumlah yang harus dibayar = Jurnal yang dibuat saat pembayaran angsuran: Dr. Utang Usaha Bunga Cr. Kas 3. Perolehan Aktiva Tetap dengan Cara Pertukaran Pertukaran dapat terjadi antara aktiva tidak sejenis dengan aktiva yang sejenis. Pertukaran aktiva yang tidak sejenis adalah pertukaran aktiva yang sifat dan fungsinya tidak sama, misalnya tanah dengan kendaraan. Yang digunakan sebagai dasar pencatatan aktiva yang diperoleh pada tanggal transaksi terjadi harus diakui sebagai Laba atau Rugi. Pencatatan harga perolehannya yaitu harga pasar aktiva yang diserahkan ditambah uang yang dibayarkan. Apabila harga tidak diketahui maka harga perolehan aktiva tetap berwujud yang sejenis adalah pertukaran aktiva yang sifat dan fungsinya sama, misalnya mesin dengan mesin. Jurnal yang dibuat untuk pertukaran aktiva yang tidak sejenis dalam keadaan laba adalah: Dr. Tanah Akum. Penyusutan Kendaraan Cr. Kendaraan

6 11 Keuntungan dari Pelepasan Kendaraan Kas Laba dari pertukaran adalah selisih antara harga pasar dengan nilai buku, sedangkan jurnal yang dibuat jika terdapat kerugian pertukaran aktiva yang tidak sejenis adalah: Dr. Tanah Akum. Penyusutan Kendaraan Kerugian dari Pelepasan Kendaraan Cr. Kendaraan Kas 4. Perolehan Aktiva Tetap dengan Cara Membangun Sendriri Pada saat suatu aktiva tetap dirakit atau dibangun oleh suatu perusahaan untuk digunakan sendiri, maka biaya perolehan (cost) adalah biaya aktiva tetap tersebut. Biaya-biaya tersebut dapat berupa biaya konstruksi selama masa pembangunan dan biaya adminsitrasi, biaya asuransi selama pembangunan dan biaya kontraktor, jika menggunakan jasa kontraktor. Selain itu, bunga yang harus dibayar atas pinjaman-pinjaman yang mungkin dipakai untuk mendanai pembangunan tersebut harus pula dimasukan sebagai biaya perolehan aktiva tetap. Kapitalisasi biaya adalah semua biaya yang dicatat sebagai bagian dari biaya perolehan aktiva dan disusutkan selama masa manfaat aktiva. Perlu diperhatikan adalah adanya konsep conservatism, dalam akuntansi. Apabila biaya membangun sendiri lebih rendah daripada harga pasar, maka adanya keuntungan atau laba tidak boleh diakui tetapi bila hanya membangun sendiri lebih tinggi daripada harga pasar yang berlaku, maka kerugian yang terjadi harus dicatat dan akiva tersebut dilaporkan dengan nilai pasar yang berlaku. 5. Penerbitan Surat-surat Berharga Perusahaan dapat memperoleh aktiva tetap dengan cara mengeluarkan obligasi atau sahamnya sendiri. Pertukaran aktiva tetap dengan saham atau obligasi perusahaan akan dicatat dalam akuntansi modal saham atau utang

7 12 obligasi sebesar nilai nominalnya, selisih nilai pertukarannya dengan nilai nominal dicatat dalam akuntansi agio atau disagio. Jurnal yang dibuat jika laba adalah: Dr. Aktiva Tetap Cr. Modal Saham/Obligasi Agio Sedangkan jika rugi adalah: Dr. Aktiva Tetap Disagio Cr. Modal Saham/Obligasi 6. Diperoleh dari Sumbangan Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan atau donasi akan dicatat sebesar harga pasarnya, saat menerima donasi mungkin dikeluarkan biaya-biaya yang jauh lebih kecil dari nilai aktiva yang diterima, sehingga jika dicatat sebesar biaya yang sudah dikeluarkan, maka hal ini akan menyebabkan jumlah aktiva terlalu kecil, juga beban penyusutan terlalu kecil. Jurnal yang dibuat adalah: Dr. Aktiva Tetap Cr. Modal Donasi 7. Perolehan dengan Cara Sewa Guna Usaha (Leasing) Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:30.1) paragraf 4, menjelaskan: Sewa (lease) adalah suatu perjajian dimana lessor memberikan hak kepada lesee untuk menggunakan suatu aset selama periode waktu yang disepakati. Sebagai imbalannya, lesee melakukan pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada lessor. Pencatatan cara perolehan ini tergantung dari jenis leasing yang diambil oleh perusahaan. Ada dua cara sewa guna usaha, menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:30.1) paragraf 4, menjelaskan:

8 13 Sewa pembiayaan (finance lease) adalah sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset. Hak milik pada akhirnya dapat dialihkan, dapat juga tidak dialihkan. Sewa operasi (operating lease) adalah sewa selain sewa pembiayaan Biaya Selama Masa Perolehan Aktiva Tetap Harga perolehan aktiva tetap meliputi semua jumlah yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap dan membuatnya siap digunakan, ada beberapa faktor yang merupakan bagian dari penentuan harga perolehan aktiva tetap yang harus diperhatikan, yaitu: 1. Tanah yang dimiliki dan digunakan sebagai tempat berdirinya perusahaan dicatat dalam rekening tanah. Apabila tanah itu tidak digunakan dalam usaha perusahaan maka dicatat dalam rekening investasi jangka panjang. Harga perolehan tanah terdiri dari berbagai elemen seperti: a. Harga beli b. Komisi pembelian c. Bea balik nama d. Biaya penelitian tanah e. Iuran-iuran (pajak-pajak) selama tanah belum dipakai f. Biaya merobohkan bangunan lama g. Biaya perataan tanah, pembersihan dan pembagian h. Pajak-pajak yang jadi beban pembelian pada waktu pembelian tanah 2. Bangunan yang diperoleh dari pembelian, harga perolehannya harus dialokasikan pada tanah dan gedung. Biaya yang dikaptalisasi sebagai harga perolehan bangunan adalah: a. Harga beli b. Biaya perbaikan sebelum gedung itu dipakai c. Komisi pembelian d. Bea balik nama e. Pajak-pajak yang menjadi tanggungan pembeli pada waktu pembelian

9 14 3. Mesin dan Alat-alat a. Harga beli b. Pajak-pajak yang menjadi beban pembeli c. Biaya angkut d. Asuransi selama dalam perjalanan e. Biaya pemasangan f. Biaya-biaya yang dikeluarkan selama masa percobaan mesin 4. Kendaraan, yang termasuk harga perolehan kendaraan adalah harga faktur, bea balik nama dan biaya angkut. Pajak-pajak yang dibayar setiap periode seperti pajak kendaraan bermotor, jasa raharja, dan lain-lain dibebankan sebagai biaya pada periode yang bersangkutan. Harga perolahan kendaraan ini didepresiasi selama masa kegunaannya. 5. Perbaikan tanah, harga perolehan perbaikan tanah meliputi semua pengeluaran yang dilakukan sebagaimana dimaksud dengan perbaikan tersebut. Sebagai contoh, harga perolehan tempat parkir kendaraan yang baru dibangun, meliputi semua pengeluaran untuk pengerasan dan pengaspalan, saluran air dan pembuatan fasilitas penerangan, serta pemagaran di seputar wilayah tempat parkir. Perbaikan tanah agar dapat digunakan sebagai tempat parkir di atas, mempunyai masa pemakaian yang terbatas, sebab dalam waktu beberapa tahun akan rusak karena dipakai atau dimakan usia. Oleh karena itu, pengeluaranpengeluaran di atas didebetkan ke rekening Perbaikan Tanah (bukan pada rekening Tanah) dan akan disusutkan selama umur pemakaian aktiva. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.2) paragraf 7, tercantum sebagai berikut: Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika: a. besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan b. biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal. Pencatatan akuntansi terhadap pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

10 15 1. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expanditure) Menurut Soemarso S. R (2005:52), bahwa: Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran-pengeluaran yang hanya mendatangkan manfaat untuk tahun dimana pengeluaran tersebut dilakukan. Oleh karena itu, pengeluaran pendapatan akan dicatat sebagai beban. Pengeluaran pendapatan itu meliputi: a. Reparasi (Repairs) Pengeluaran untuk memperbaiki Fixed Asset yang mengalami kerusakan sebagian atau seluruhnya, agar dapat dipergunakan dan menjalankan fungsinya lagi sebagaimana mestinya. Apabila sifat repair ini hanya mengembalikan Fixed Asset yang rusak menjadi seperti keadaan semula, tanpa mengadakan penggantian terhadap bagian-bagian tertentu dari Fixed Asset tersebut yang lainnya cukup besar, maka pengeluaran ini dibukukan sebagai biaya dan dicatat dalam perkiraan Repair Expense. b. Pemeliharaan (Maintenance) Pengeluaran untuk memelihara agar aktiva tetap yang besangkutan tidak cepat usang atau rusak dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, Maintenance tidak secara langsung menaikan nilai Fixed Asset itu sendiri, maka pengeluaran ini dibukukan sebagai biaya dan dicatat dalam perkiraan Repair Expense. c. Penggantian Penggantian sebagai aktiva tetap, yang biasanya tergantung karena komponennya yang diganti sudah dalam keadaan rusak, pengeluaran semacam ini tidak dicatat sebagai tambahan nilai ke dalam perkiraan aktiva yang bersangkutan. 2. Pengeluaran Modal (Capital Expanditure) Menurut Soemarso S. R (2005:52), bahwa: Pengeluaran modal adalah pengeluaran-pengeluaran yang harus dicatat sebagai aset (dikapitalisir). Pengeluaran-pengeluaran yang akan

11 16 mendatangkan manfaat lebih dari satu periode akuntansi termasuk dalam kategori ini. Pengeluaran modal ini meliputi: a. Reparasi besar dan mempunyai manfaat selama sisa umur penggunaan, tetapi tidak menambah umur penggunaannya Pengeluaran ini adalah untuk memperbaiki aktiva tetap yang mengalami kerusakan sebagian atau seluruhnya, agar dapat menjalankan fungsinya kembali dengan mengadakan penggunaan dari bagian-bagian tertentu dari aktiva tersebut yang cukup besar. b. Reparasi besar yang menambah umur manfaat aktiva tetap Pengeluaran untuk reparasi ini adalah penggantian dari aktiva tetap yang disebabkan karena bagian yang diganti dalam keadaan rusak berat. Pengeluaran ini memberikan manfaat pada periode operasi di luar periode sekarang juga menambah umur penggunaan aktiva tetap yang bersangkutan. Pengeluaran ini tidak dibukukan sebagai biaya, tetapi dikapitalisasikan dengan mendebet perkiraan akumulasi penyusutan. c. Perbaikan Pengeluaran yang meningkatkan efisiensi atau kapasitas operasi aktiva tetap selama umur manfaatnya. Jika manfaatnya lebih dari satu periode akan dikapitalisir dalam cost aktiva. d. Penambahan (Addition) Suatu penambahan biasanya mengakibatkan bertambah besarnya fasilitas fisik. Penambahan dicatat dengan mendebet rekening aktiva yang mengalami penambahan aktiva pengeluaran tersebut, dan penyusutan selama umur ekonomis. 2.2 Penyusutan Aktiva Tetap Pengertian Penyusutan Aktiva tetap yang digunakan oleh perusahaan dalam kegiatan usahanya akan mengalami keausan dan setelah jangka waktu tertentu aktiva tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi dan harus dikeluarkan dari pembukuan. Cara yang

12 17 dapat digunakan dalam pencatatan tersebut adalah dengan mengalokasikan harga perolehan aktiva tetap tersebut, yang lazim disebut dengan penyusutan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai penyusutan, dapat kita lihat beberapa definisi mengenai penyusutan di bawah ini. Menurut Kieso et al (2010:540), penyusutan adalah: Depreciation is the accounting process of allocating the cost of tangible assets to expense in a systematic and rational manner to those periods expected to benefit from the use of the asset. Penyusutan adalah proses akuntansi yang mengalokasikan biaya aktiva tetap pada beben dengan cara yang sistematis dan rasional untuk periode yang diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari penggunaan asset. Menurut Horngen et al (2005:403), penyusutan adalah: Depreciation is allocation of a plan asset s cost to expense its useful life. Penyusutan adalah alokasi dari biaya asset tetap untuk biaya masa manfaatnya. Sedangkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.2) paragraf 6, bahwa: Penyusutan adalah alokasi sistematis yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya. Menurut Skousen et al (2009:784), penyusutan adalah: Penyusutan adalah alokasi sistematis dari harga perolehan aset selama periode-periode tertentu yang merasakan manfaat penggunaan suatu aset. Dari berbagai definisi tentang penyusutan tersebut, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penyusutan adalah suatu metode pengalokasian harga perolehan aktiva tetap setelah dikurangi nilai sisa, yang dialokasikan untuk periode-periode yang menerima manfaat dari aktiva tersebut. Total penyusutan merupakan saldo kredit yang disebut akumulasi penyusutan yang menunjukan bahwa penyusutan bukan merupakan suatu proses pencadangan, melainkan proses pengalokasian harga perolehan akiva tetap.

13 Faktor-faktor Dalam Menentukan Beban Penyusutan Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam menentukan beban penyusutan adalah: 1. Harga Perolehan Aktiva Tetap (Cost) Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.2) paragraf 6, bahwa: Biaya perolehan (cost) adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi, atau jika dapat diterapkan, jumlah yang didistribusikan ke aset pada saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.4) paragraf 16 dan 17, bahwa: Biaya perolehan aset tetap meliputi: a. harga perolehannya, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potonganpotongan lain; b. biaya-biaya yang dapat didistribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen; dan c. estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan. Contoh dari biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah: a. biaya imbalan kerja (seperti yang telah didefinisikan dalam PSAK No. 24 tentang Imbalan Kerja) yang timbul secara langsung dari pembangunan atau akuisisi aset tetap; b. biaya penyiapan lahan untuk pabrik; c. biaya handling dan penyerahan awal; d. biaya perakitan dan instalasi; e. biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik, setelah dikurangi hasil bersih penjualan produk yang dihasilkan sehubungan dengan pengujian tersebut (misalnya, contoh yang diproduksi dari peralatan yang sedang diuji); dan f. komisi profesional.

14 19 Menurut Skousen et al (2009:785), adalah: Harga perolehan sebuah aset meliputi semua pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan persiapan untuk penggunaan aset tersebut. 2. Nilai Residu atau Nilai Sisa (Residual Value) Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.2) paragraf 6, nilai residu adalah: Nilai sisa adalah jumlah neto yang diperkirakan akan diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset, setelah dikurangi taksiran biaya pelepasan, jika aset tersebut telah mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya. 3. Umur Manfaat (Useful Life) Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.2) paragraf 6, bahwa: Masa manfaat (useful life) adalah: a. suatu periode dimana aset diharapkan akan digunakan oleh entitas; atau b. jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan akan diperoleh dari aset tersebut oleh entitas. Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) (2009:16.10) paragraf 59, menyatakan bahwa: Manfaat ekonomis masa depan melekat pada aset yang dikonsumsi oleh entitas, terutama melalui penggunaan aset itu sendiri. Namun, beberapa faktor lain seperti keusangan teknis, keusangan komersial, dan keausan selama aset tersebut tidak terpakai, sering mengakibatkan menurunnya manfaat ekonomis yang dapat diperoleh dari aset tersebut. Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, seluruh faktor berikut ini diperhitungkan dalam menentukan umur manfaat dari setiap aset: a. prakiraan daya pakai dari aset yang bersangkutan. Daya pakai atau daya guna tersebut dinilai dengan merujuk pada prakiraan kapasitas atau kemampuan fisik aset tersebut untuk menghasilkan sesuatu; b. prakiraan tingkat keausan fisik, yang tergantung pada faktor pengoprasian aset tersebut, seperti jumlah penggiliran (shift) penggunaan aset dan program pemeliharaan aset dan perawatannya serta perawatan

15 20 dan pemeliharaan aset pada saat aset tersebut tidak digunakan (menganggur); c. keusangan teknis dan keusangan komersial yang diakibatkan oleh perubahan atau peningkatan produksi, atau karena perubahan permintaan pasar atas produk atau jasa yang diasilkan oleh aset tersebut; dan d. pembatasan penggunaan aset karena aspek hukum atau peraturan tertentu, seperti berakhirnya waktu penggunaan sehubungan dengan sewa Metode Perhitungan Penyusutan Seperti yang telah diuraikan di atas, penyusutan adalah pengalokasian harga perolehan aktiva tetap setelah dikurangi nilai sisa, yang dialokasikan untuk periode-periode yang menerima manfaat dari aktiva tetap tersebut. Dalam melakukan pengalokasian harga perolehan tersebut, diperlukan suatu metode untuk menghitungnya, metode tersebut disebut metode perhitungan penyusutan. Metode penyusutan yang digunakan oleh perusahaan merupakan hasil pertimbangan dan harus diseleksi agar sedapat mungkin mendekati pola penggunaan yang diperkirakan atas aktiva yang bersangkutan. Menurut Skousen et al (2009:787), menjelaskan bahwa metode dapat dikelompokkan menjadi: 1. Metode Penyusutan Berdasarkan Faktor Waktu a. Metode Garis Lurus (Straight Line Method) b. Metode Akselerasi (Accelerated Method) 1) Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the Year s Digit Method) 2) Metode Saldo Menurun Ganda (Declining Balance Method) 2. Metode Penyusutan Berdasarkan Faktor Penggunaan a. Metode Jumlah Jam Jasa (Service Hours Method) b. Metode Jumlah Unit Produksi (Productive Output Method) 3. Metode Penyusutan Kelompok dan Gabungan Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (2009:16.11) paragraf 65, dijelaskan bahwa penyusutan dapat dilakukan dengan berbagai metode yang dapat dikelompokkan menurut kriteria berikut: Berbagai metode penyusutan dapat digunakan untuk mengalokasikan jumlah yang disusutkan secara sistematis dari suatu aset selama umur manfaatnya. Metode tersebut antara lain metode garis lurus (straight line method), metode saldo menurun (declining balance method), dan metode jumlah unit (sum of the unit method). Metode garis lurus menghasilkan pembebanan yang tetap selama umur manfaat aset jika nilai residunya tidak

16 21 berubah. Metode saldo menurun menghasilkan pembebanan yang menurun selama umur manfaat aset. Metode jumlah unit menghasilkan pembebanan berdasarkan pada penggunaan atau output yang diharapkan dari suatu aset. Metode penyusutan aset dipilih berdasarkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan dari aset dan diterapkan secara konsisten dari periode ke periode, kecuali ada perubahan dalam ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut. Dari berbagai macam metode di atas, dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut: 1. Metode Penyusutan Berdasarkan Faktor Waktu Metode alokasi biaya yang paling banyak digunakan adalah metode yang berhubungan dengan waktu. Sebuah aset produktif digunakan dalam jangka waktu tertentu dan kemungkinan ketinggalan jaman akibat perubahan teknologi juga merupakan suatu fungsi dari waktu. Dari metode penyusutan faktor yang ada, metode garis luruslah yang paling sering digunakan. Metode akselerasi yang paling sering digunakan adalah metode saldo menurun; metode jumlah angka tahun terkadang juga digunakan. a. Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Depreciation Method) Metode garis lurus menghubungkan penyusutan dengan waktu berjalan dan mengakui jumlah penyusutan yang sama untuk tiap tahun selama masa manfaat aset. Asumsi sederhana di balik metode garis lurus adalah aset memiliki manfaat yang sama dalam tiap periode dan penyusutan tidak dipengaruhi oleh produktivitas aset atau perbedaan efisiensi. Dalam menerapkan metode garis lurus, dibuat suatu perkiraan tentang umur ekonomis aset dan dasar penyusutan (harga perolehan aset nilai residu) dan dibagi berdasarkan masa manfaat aset sehingga menghasilkan jumlah penyusutan tahunan. Contoh: Pada awal tahun 2008, PT TOP membeli sebuah mesin seharga Rp ,-, perkiraan nilai sisa sebesar Rp ,- dan usia ekonomis selama 5 tahun. Maka penyusutan per tahunnya adalah:

17 22 Penyusutan = (Rp Rp ) = Rp Tahun Tabel 2.1 Beban Penyusutan per Tahun Metode Garis Lurus (Staright Line Method) Penyusutan Akum. Penyusutan Nilai Buku (Rp) (Rp) (Rp) b. Metode Akselerasi Penggunaan metode penyusutan akselerasi didasarkan pada pengurangan efisiensi, produktivitas, dan keuntungan lain dari aset terjadi paling besar pada masa-masa awal perolehan aset. Setelah aset melewati usia tertentu, aset tersebut akan memerlukan biaya tambahan seperti perbaikan dan perawatan. Pembebanan penyusutan berkurang seiring dengan keuntungan ekonomis aset tersebut yang juga berkurang. a) Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun (Sum of the Year s Digit Depreciation Method) Metode penyusutan jumlah angka tahun mengakui jumlah penyusutan semakin menurun. Perhitungan dilakukan dengan menerapkan serangkaian pecahan dengan jumlah yang semakin mengecil pada harga perolehan aset yang disusutkan (dasar penyusutan). Angka pembaginya adalah jumlah semua angka masa manfaat aset dari satu sampai umur terakhirnya. Pertimbangan konseptual hebat pada metode ini tidak ada, melainkan hanya skema aritmatika cerdas yang memberikan penyusutan tahunan yang semakin menurun yang berakhir dengan alokasinya harga perolehan yang dapat disusutkan pada seluruh masa manfaat aset.

18 23 Contoh: Pada contoh PT TOP, usia ekonomisnya adalah 5 tahun, sehingga pembaginya adalah ( = 15). Tahun Tabel 2.2 Beban Penyusutan per Tahun Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the Year s Digit Method) Penyusutan Akum. Keterangan Nilai Buku (Rp) (Rp) Penyusutan (Rp) /15 x /15 x /15 x /15 x /15 x b) Metode Penyusutan Saldo Menurun/Saldo Menurun Ganda (Declining/Double Declining Balance Depreciation Method) Metode penyusutan saldo menurun memberikan beban penyusutan yang terus menurun dengan mengalikan suatu tarif persentase konstan pada nilai buku yang menurun. Persentase yang paling umum adalah dua kali persentase pada metode garis lurus yang disebut penyusutan saldo menurun ganda. Pada metode ini, nilai residu tidak digunakan tetapi secara umum diakui bahwa penyusutan tidak dilanjutkan ketika nilai buku telah menyamai nilai residu. Contoh: Sesuai dengan data PT TOP, berikut perhitungan penyusutan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda: Perhitungan tarif penyusutan garis lurus: = 1/5= 20% Perhitungan tarif saldo menurun ganda: = 2 x tarif penyusutan garis lurus = 2 x 20 % = 40%

19 24 Tahun Tabel 2.3 Beban Penyusutan per Tahun Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Balance Method) Penyusutan Akum. Keterangan Nilai Buku (Rp) (Rp) Penyusutan (Rp) x 40% x 40 % x 40% x 40% x 40% Metode Penyusutan Berdasarkan Faktor Penggunaan a. Metode Jumlah Jam Jasa (Service Hours Method) Metode penyusutan jam jasa didasarkan pada teori yang menyatakan pembelian aset menggambarkan jumlah jam jasa yang dibeli. Metode ini memerlukan perkiraan umur aset dalam satuan jam jasa. Harga perolehan yang dapat disusutkan dibagi dengan total jam jasa menghasilkan tarif penyusutan yang dialokasikan pada tiap jam penggunaan aset. Penggunaan aset selama suatu periode diukur dan jumlah jam jasa dikalikan dengan tarif penyusutan menghasilkan biaya penyusutan periodik. Biaya penyusutan yang terjadi berfluktuasi setiap periode sesuai penggunaan aset. Contoh: Dengan menggunakan data pada PT TOP dan perkiraan masa manfaat selama jam, dengan perkiraan jam jasa tahun 2008 selama jam, 2009 selama jam, 2010 selama jam, 2011 selama jam dan 2012 selama jam, tarif untuk tiap jam jasanya ditentukan sebagai berikut: Penyusutan per jam = Rp Rp jam = Rp per jam

20 25 Tahun Tabel 2.4 Beban Penyusutan per Tahun Metode Jam Jasa (Service Hours Method) Penyusutan Akum. Keterangan Nilai Buku (Rp) (Rp) Penyusutan (Rp) x Rp x Rp x Rp x Rp x Rp b. Metode Jumlah Unit Produksi (Productive Output Method) Metode penyusutan unit produski pada teori bahwa suatu aset diperoleh untuk jasa yang dapat diberikannya dalam bentuk hasil produksi. Metode ini memerlukan perkiraan tentang total unit yang dihasilkan suatu aset. Harga perolehan yang dapat disusutkan dibagi dengan total perkiraan hasil menghasilkan biaya yang sama untuk tiap unit produksi. Produksi selama suatu periode dikalikan dengan biaya per unit menghasilkan beban penyusutan. Penyusutan berfluktuasi tiap periode menurut kontribusi yang dibuat oleh suatu aset dalam unit yang dihasilkan. Contoh: Dengan menggunakan data PT TOP dan perkiraan umur produktif sebanyak unit, dengan perkiraan unit yang dihasilkan tahun 2008 sebanyak unit, 2009 sebanyak unit, 2010 sebanyak unit, 2011 sebanyak unit dan 2012 sebanyak unit, tarif yang akan digunakan untuk tiap unit yang dihasilkan ditentukan sebagai berikut: Penyusutan per unit = Rp Rp unit = Rp per unit

21 26 Tahun Keterangan Tabel 2.5 Beban Penyusutan per Tahun Metode Jumlah Unit Produksi (Productive Output Method) Penyusutan Akum. Nilai Buku (Rp) (Rp) Penyusutan (Rp) x Rp x Rp x Rp x Rp x Rp Metode Penyusutan Kelompok dan Gabungan Pada pembahasan sebelumnya diasumsikan bahwa beban penyusutan dihubungkan dengan tiap-tiap aset dan diperlakukan untuk setiap unit yang terpisah. Praktik ini disebut penyusutan per unit. Dari sudut pandang praktis, dimungkinkan untuk menghitung penyusutan dari sekelompok aset seolah-olah kelompok aset tersebut adalah satu aset. Prosedur pengalokasian harga perolehan kelompok disebut penyusutan kelompok, jika kelompok aset tersebut sejenis (misalkan, semua mobil truk pengiriman perusahaan) dan disebut penyusutan gabungan, jika kelompok aset tersebut saling berhubungan, tetapi dengan jenis yang berbeda-beda (misalnya, semua meja, kursi dan komputer perusahaan). Dalam pembahasan berikut, istilah penyusutan kelompok mengacu pada kedua macam penyusutan tersebut. Prosedur penyusutan kelompok memperlakukan sekumpulan aset sebagai satu kelompok. Penyusutan diakumulasi dalam satu akun dan tarif penyusutan didasarkan pada masa manfaat rata-rata dari kelompok aset tersebut. Penyusutan kelompok biasanya dihitung sebagai adaptasi dari metode garis lurus, dan contoh pada pembahasan ini mengasumsikan pendekatan tersebut. Tarif penyusutan kelompok ditentukan dengan menganalisis berbagai aset atau kelompok aset yang digunakan dan menghitung penyusutan sebagai rata-rata dari penyusutan garis lurus tahunan.

22 27 Contoh: Aset Harga Perolehan (Rp) Tabel 2.6 Metode Kelompok dan Gabungan Harga Perolehan Nilai Sisa yang Dapat (Rp) Disusutkan (Rp) Perkiraan Masa Manfaat dalam Tahun Beban Penyusutan Tahunan (Rp) (Garis Lurus) A B C Jumlah Tarif penyusutan kelompok yang digunakan pada harga perolehan: = Rp = 12,5% Rp Umur rata-rata asset: = Rp Rp = tahun Persentase 12,5% digunakan pada harga perolehan aset yang ada sebesar Rp ,-, dan menghasilkan penyusutan tahunan sebesar Rp ,- akan terakumulasi hingga mencapai jumlah total Rp ,- dalam waktu tahun. Setelah persentase kelompok sebesar 12,5% ditetapkan, persentase tersebut digunakan untuk menghitung penyusutan tahunan dari seluruh aset dalam kelompok tersebut. Persentase kelompok biasanya akan selalu sama jika tidak ada perubahan umur aset dalam kelompok tersebut. Karena diterapkan pada seluruh kelompok aset, prosedur akun akumulasi penyusutan pada kelompok tidak mengacu pada aset tertentu. Dengan demikian, tidak ada nilai buku yang dapat dihitung untuk aset tertentu dan tidak ada aset yang disusutkan secara penuh.

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Definisi Aset Tetap Aset tetap merupakan aset jangka panjang atau aset yang relatif permanen yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau lebih dari satu

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan.

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan disebut aset atau harta. Aset merupakan sumber daya bagi perusahaan untuk melakukan usaha, sumber pembelanjaan, dilain pihak menunjukan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aktiva Tetap 2.1.1 Definisi Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang relatif permanen, seperti peralatan, tanah, bangunan, gedung, dimana merupakan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Aktiva Tetap 2.1.1. Definisi Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang relatif permanen dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau lebih

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Aset Tetap Pengertian Aset Tetap

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Aset Tetap Pengertian Aset Tetap BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan dalam oprasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan.

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap Aset tetap merupakan aset tidak lancar yang diperoleh untuk digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan, serta merupakan komponen aset yang paling besar nilainya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aktiva Tetap Setiap perusahaan menggunakan berbagai aktiva tetap, seperti peralatan, perabotan, alat-alat, mesin-mesin, bangunan, dan tanah. Aset tetap (fix asset)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap merupakan aset yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan aktivitas usaha dan sifatnya relatif tetap atau jangka waktu perputarannya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan bagian dari harta kekayaan perusahaan yang memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu periode akuntansi. Manfaat menunjukkan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Sebelum membahas lebih khusus mengenai aset tetap, perlu dipahami

BAB II BAHAN RUJUKAN. Sebelum membahas lebih khusus mengenai aset tetap, perlu dipahami BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap Sebelum membahas lebih khusus mengenai aset tetap, perlu dipahami pengertian aset. Definisi aset menurut Weygant, et all (2007:11-12), Aset

Lebih terperinci

Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah :

Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah : BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Kriteria Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap Setiap perusahaan apapun jenis usahanya pasti memiliki kekayaan yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Aktiva Tetap 2.1.1. Pengertian Aktiva Tetap Beberapa pendapat ahli dan sumber lain memberikan pengertian mengenai aktiva tetap, antara lain : Dalam Standar Akuntansi Keuangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Akuntansi Akuntansi sering disebut sebagai bahasanya dunia usaha karena akutansi akan menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang menyelenggarakannya dan pihak

Lebih terperinci

BAB III SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN NEGERI MEDAN

BAB III SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN NEGERI MEDAN BAB III SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN NEGERI MEDAN A. Pengertian Aset Tetap Menurut Widjajanto (2008:2), pengertian sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Kebijakan Akuntansi Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tercantum sebagai berikut : Kebijakan akuntansi meliputi pilihan prinsip-prinsip, dasardasar, konvensi peraturan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Aktiva Tetap 2.1.1. Definisi Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang relatif permanen dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun atau lebih

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap merupakan harta kekayaan perusahaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menjalankan operasionalnya

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pada bab ini akan dikemukakan teori-teori yang dikutip dari literatur

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pada bab ini akan dikemukakan teori-teori yang dikutip dari literatur BAB II BAHAN RUJUKAN Pada bab ini akan dikemukakan teori-teori yang dikutip dari literatur sebagai landasan untuk melakukan pembahasan dalam permasalahan yang dijadikan topik tugas akhir ini. 2.1. Kebijakan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Kebijakan Akuntansi Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tercantum sebagai berikut: Kebijakan akuntansi meliputi pilihan-pilihan, dasar-dasar, konvensi peraturan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap Menurut Reeve, Warren, dkk (2013:2) Aset tetap (fixed asset) adalah aset yang bersifat jangka panjang atau secara relatif memiliki sifat permanen serta

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan utuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan selama

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Aset Tetap Definisi Aset Tetap

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Aset Tetap Definisi Aset Tetap BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Aset Tetap 2.1.1. Definisi Aset Tetap Aset tetap merupakan aset jangka panjang atau aset yang relatif permanen dan memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi, seperti

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teori-teori a. Pengertian Akuntansi Manfaat akuntansi dalam menyediakan informasi keuangan sangat berguna untuk perencanaan dan pengelolaan keuangan serta memudahkan pengendalian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi keuangan Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis (bussnines language). Akuntansi menghasilkan informasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. adalah bahasa bisnis(business language). Akuntansi menghasilkan informasi yang

BAB II LANDASAN TEORI. adalah bahasa bisnis(business language). Akuntansi menghasilkan informasi yang 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Akuntansi Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis(business language). Akuntansi menghasilkan informasi yang menjelaskan kinerja

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Aset adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi atau peristiwa masa

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Aset adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi dan peristiwa masa

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS BAB II LANDASAN TEORITIS A. Pengertian Aset Tetap Pengertian aset tetap menurut IAI, PSAK No 16 (2011 : 16.2) adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.1 Pengertian dan Kriteria Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap Setiap perusahaan baik perusahaan yang bergerak dibidang industri, dagang, dan jasa pasti memiliki harta kekayaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap BAB II TINJAUAN PUSTAKA Aset tetap merupakan harta kekayaan perusahaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menjalankan operasionalnya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap Aset tetap merupakan harta kekayaan perusahaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menjalankan kegiatan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Definisi Aset Tetap Definisi aset tetap berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (2011:16) paragraf 06, adalah Aset tetap adalah aset berwujud yang: (a)

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. Aktiva tetap memiliki pengertian yang berbeda-beda tapi pada prinsipnya

BAB III PEMBAHASAN. Aktiva tetap memiliki pengertian yang berbeda-beda tapi pada prinsipnya BAB III PEMBAHASAN A. AKTIVA TETAP 1. Definisi Aktiva Tetap Aktiva tetap memiliki pengertian yang berbeda-beda tapi pada prinsipnya pengertian aktiva tetap ini memiliki makna dan tujuan yang sama. Ada

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap Aset tetap (fixed assets) merupakan aset jangka panjang atau aset yang relatif permanen. Aset tetap sering disebut aset berwujud (tangible assets) karena

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Keuangan Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis (business language). Akuntansi menghasilkan informasi yang

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Akuntansi dan Perlakuan Akuntansi. Pengertian akuntansi memiliki definisi yang berbeda-beda, tergantung dari

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Akuntansi dan Perlakuan Akuntansi. Pengertian akuntansi memiliki definisi yang berbeda-beda, tergantung dari BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi dan Perlakuan Akuntansi 2.1.1 Pengertian Akuntansi Pengertian akuntansi memiliki definisi yang berbeda-beda, tergantung dari sudut pandang seseorang, akan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS 5 BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teori-teori 1. Pengertian dan Karakteristik Aset Tetap Aset tetap adalah aset yang memiliki masa manfaatnya lebih dari satu tahun, digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. Aset tetap termasuk bagian yang sangat signifikan dalam perusahaan. Jika

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. Aset tetap termasuk bagian yang sangat signifikan dalam perusahaan. Jika BAB 2 LANDASAN TEORITIS A. Pengertian, Penggolongan dan Perolehan Aset Tetap 1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap termasuk bagian yang sangat signifikan dalam perusahaan. Jika suatu aset digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap Berbagai definisi aset tetap yang dikemukakan oleh para ahli, semuanya mempunyai maksud dan tujuan yang sama yaitu merumuskan pengertian aset tetap agar

Lebih terperinci

AKTIVA TETAP (FIXED ASSET)

AKTIVA TETAP (FIXED ASSET) AKTIVA TETAP (FIXED ASSET) PENGERTIAN AKTIVA TETAP sebagai aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis dan Kebijakan 2.1.1 Pengertian Analisis dan Kebijakan Pengertian analisis menrut Kamus Akuntansi (2000;) Analisis adalah melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Aktiva Tetap A. Definisi Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva jangka panjang atau aktiva yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Carl (2015:3), Akuntansi (accounting) dapat diartikan sebagai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Carl (2015:3), Akuntansi (accounting) dapat diartikan sebagai BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Akuntansi Menurut Carl (2015:3), Akuntansi (accounting) dapat diartikan sebagai sistem informasi yang menyediakan laporan untuk para pemangku kepentingan mengenai aktivitas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan

Lebih terperinci

AKTIVA TETAP BERWUJUD (FIXED ASSETS)

AKTIVA TETAP BERWUJUD (FIXED ASSETS) Dosen : Christian Ramos Kurniawan AKTIVA TETAP BERWUJUD (FIXED ASSETS) INTERMEDIATE ACCOUNTING L/O/G/O Referensi : Donald E Kieso, Jerry J Weygandt, Terry D Warfield, Intermediate Accounting Definisi Aktiva

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Akuntansi Keuangan Eksistensi suatu perusahaan sangat tergantung pada transaksitransaksi yang dilakukannya. Perusahaan yang dapat melakukan transaksi dengan baik berdasarkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Aktiva Tetap Tanaman Menghasilkan. menghasilkan, ada beberapa defenisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Aktiva Tetap Tanaman Menghasilkan. menghasilkan, ada beberapa defenisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Aktiva Tetap Tanaman Menghasilkan Untuk mengetahui pengertian yang jelas mengenai aktiva tetap tanaman menghasilkan, ada beberapa defenisi yang dikemukakan oleh beberapa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aktiva Tetap Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, dalam buku Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan nomer 16 tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain paragraf 5 tahun

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN Tujuan Laporan Keuangan

BAB II BAHAN RUJUKAN Tujuan Laporan Keuangan BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi pada suatu periode waktu tertentu yang merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data keuangan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang

BAB II LANDASAN TEORI. Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Penjelasan Umum Aset Tetap Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no 16 adalah Standar Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS. 1. Pengertian Dan Latar Belakang Konvergensi. usaha harmonisasi) standar akuntansi dan pilihan metode, teknik

BAB II LANDASAN TEORITIS. 1. Pengertian Dan Latar Belakang Konvergensi. usaha harmonisasi) standar akuntansi dan pilihan metode, teknik BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teori - teori 1. Pengertian Dan Latar Belakang Konvergensi a. Pengertian Konvergensi Konvergensi dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk menyatukan pandangan/ perspektif

Lebih terperinci

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets)

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets) BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets) Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian aktiva tetap berwujud 2. Menerangkan penentuan harga

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem berasal dari bahasa Latin (systẻma) dan bahasa Yunani (sustẻma),

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem berasal dari bahasa Latin (systẻma) dan bahasa Yunani (sustẻma), BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem informasi Akuntansi Sistem berasal dari bahasa Latin (systẻma) dan bahasa Yunani (sustẻma), artinya suatu kesatuan komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan

Lebih terperinci

Implementasi PSAK 16 Tentang Aset Tetap pada PT. SBP

Implementasi PSAK 16 Tentang Aset Tetap pada PT. SBP Implementasi PSAK 16 Tentang Aset Tetap pada PT. SBP Listian Nurbaeni Program Studi Akuntansi STIE STEMBI, listian.nurbaeni@gmail.com Abstrak Tujuan_Untuk mengetahui bagaimana implementasi PSAK 16 tentang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam kedaan siap dipakai atau dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aktiva Tetap 2.1.1 Definisi Aktiva Tetap Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam operasi perusahaan yang memiliki masa manfaat lebih dari satu

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. equipment, machinery, building, and land.

BAB II LANDASAN TEORI. equipment, machinery, building, and land. 9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Aktiva Tetap 2.1.1 Pengertian Aktiva Tetap According to the opinion of Carl S. Warren (2011 :415 ) Fixed assets are long-term or relatively permanent assets such as equipment,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA digilib.uns.ac.id BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Aset Tetap Sebelum membahas mengenai perlakuan akuntansi terhadap aset tetap, perlu kita ketahui terlebih dahulu beberapa teori mengenai aset tetap.

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Asset Berbagai pendapat telah dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian asset dalam bukunya berbagai pengertian muncul dengan keanekaragamanya. Adapun salah satunya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. entitas pada tanggal tertentu. Halim (2010:3) memberikan pengertian bahwa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. entitas pada tanggal tertentu. Halim (2010:3) memberikan pengertian bahwa BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Akuntansi Menurut Dwi (2012:4) Akuntansi adalah informasi yang menjelaskan kinerja keuangan entitas dalam suatu periode tertentu dan kondisi keuangan entitas pada

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. jangka waktu kurang dari 1 tahun (seperti tagihan) modal, semua milik usaha yang

BAB II KAJIAN TEORI. jangka waktu kurang dari 1 tahun (seperti tagihan) modal, semua milik usaha yang BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Aktiva Menurut Mardiasmo (2009:158) Aktiva merupakan (harta) kekayaan, baik yang berupa uang maupun benda lain yang dapat dinilai dengan uang ataupun yang tidak berwujud

Lebih terperinci

TINJAUAN ATAS PENGAKUAN DAN PENGUKURAN ASET TETAP PADA WIN S HOTEL

TINJAUAN ATAS PENGAKUAN DAN PENGUKURAN ASET TETAP PADA WIN S HOTEL TINJAUAN ATAS PENGAKUAN DAN PENGUKURAN ASET TETAP PADA WIN S HOTEL TUGAS AKHIR Oleh : AMANDA DANIELA NPM : 11900007 PROGRAM DIPLOMA III AKUNTANSI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KESATUAN BOGOR 2014 TINJAUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Seiring dengan kemajuan zaman sekarang ini, persaingan dunia usaha semakin berkembang dengan pesat. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan termotivasi

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Aktiva Tetap Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia, dalam buku Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (ETAP) (2010:68) bahwa yang dimaksud dengan Aktiva Tetap adalah: Aktiva

Lebih terperinci

TINJAUAN ATAS PEROLEHAN DAN PENYUSUTAN ASET TETAP PADA PT. JAMSOSTEK (PERSERO) CABANG BANDUNG I LAPORAN TUGAS AKHIR

TINJAUAN ATAS PEROLEHAN DAN PENYUSUTAN ASET TETAP PADA PT. JAMSOSTEK (PERSERO) CABANG BANDUNG I LAPORAN TUGAS AKHIR TINJAUAN ATAS PEROLEHAN DAN PENYUSUTAN ASET TETAP PADA PT. JAMSOSTEK (PERSERO) CABANG BANDUNG I LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi dan Melengkapi Salah Satu Syarat dalam Menempuh Ujian Akhir Program

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Aset Tetap Aset tetap merupakan salah satu harta kekayaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menjalankan operasionalnya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aset Aset sebagai sumber ekonomi sangat diharapkan oleh seluruh perusahaan dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk mencapai tujuan perusahaan di kemudian hari. Hal ini

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian, Pengakuan, dan Penggolongan Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva Tetap Aktiva adalah sumber daya ekonomi yang diperoleh dan dikuasai oleh suatu perusahaan sebagai hasil

Lebih terperinci

BAB III SISTEM AKUNTANSI PENYUSUTAN ASET TETAP BERWUJUD PADA PT HERFINTA FRAM AND PLANTATION

BAB III SISTEM AKUNTANSI PENYUSUTAN ASET TETAP BERWUJUD PADA PT HERFINTA FRAM AND PLANTATION BAB III SISTEM AKUNTANSI PENYUSUTAN ASET TETAP BERWUJUD PADA PT HERFINTA FRAM AND PLANTATION A. Pengertian Sistem Akuntansi Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan Teori 1. Aktiva a. Pengertian Aktiva Aktiva/harta adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, yang lebih dikenal dengan istilah asset perusahaan. Jadi, aktiva (asset)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PENELITIAN. 1. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap. milik perusahaan dan dipergunakan secara terus-menerus dalam kegiatan

BAB II TINJAUAN PENELITIAN. 1. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap. milik perusahaan dan dipergunakan secara terus-menerus dalam kegiatan BAB II TINJAUAN PENELITIAN A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva operasional yang digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasinya

Lebih terperinci

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN.

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN. ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN (Skripsi) OLEH Nama : Veronica Ratna Damayanti NPM : 0641031138 No Telp :

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS BAB II LANDASAN TEORITIS A. Aset Tetap 1. Pengertian Aset Tetap Menurut IAI, PSAK No.16 (2011:16) aset tetap merupakan aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 4 BAB II LANDASAN TEORI A. Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva Tetap PSAK No. 16 (revisi 2007) menjelaskan definisi aset tetap sebagai berikut: Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan

Lebih terperinci

ASET TETAP, PSAK 16 (REVISI 2011) ANALISIS PADA PT. BUMI SERPONG DAMAI TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TAHUN 2013

ASET TETAP, PSAK 16 (REVISI 2011) ANALISIS PADA PT. BUMI SERPONG DAMAI TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TAHUN 2013 ASET TETAP, PSAK 16 (REVISI 2011) ANALISIS PADA PT. BUMI SERPONG DAMAI TBK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TAHUN 2013 Kelompok 7 : DANANG INDRA KURNIAWAN (7) GADING BAGASKORO (14) R. AHMAD FISKA ALBA FUAD

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap. menentukan bagaimana sederhana dan kompleknya suatu badan usaha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap. menentukan bagaimana sederhana dan kompleknya suatu badan usaha BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Penggolongan Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva Tetap Peranan aktiva tetap sangat penting dalam suatu bentuk badan usaha untuk menentukan bagaimana sederhana dan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sebagaimana menurut Grady (2000 : 12) transaksi atau kejadian dalam suatu cara tertentu dan dalam ukuran uang yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sebagaimana menurut Grady (2000 : 12) transaksi atau kejadian dalam suatu cara tertentu dan dalam ukuran uang yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Akuntansi Ada banyak pengertian akuntansi yang diartikan oleh para ahli akuntansi, sehingga memberikan pengetian yang berbeda sesuai pandangan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RERANGKA PEMIKIRAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RERANGKA PEMIKIRAN BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RERANGKA PEMIKIRAN A. Kajian Pustaka 1. Aset tetap a. Definisi aset tetap Definisi aset tetap menurut Standar Akuntansi Keuangan No 16 (2011:16.2) adalah aset berwujud yang dimiliki

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap adalah suatu aktiva yang berwujud yang dipergunakan dalam operasi perusahaan sehari-hari dan merupakan aktiva tahan lama yang secara berangsur-angsur

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Setiap perusahaan pada umumnya memiliki aset tetap dalam

BAB II LANDASAN TEORI. Setiap perusahaan pada umumnya memiliki aset tetap dalam BAB II LANDASAN TEORI A. Aset tetap 1. Pengertian Aset tetap Setiap perusahaan pada umumnya memiliki aset tetap dalam pengoperasiannya, terlepas apakah perusahaan tersebut adalah perusahaan berskala besar

Lebih terperinci

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak atas Aktiva Berwujud

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak atas Aktiva Berwujud AKUNTANSI PERPAJAKAN Modul ke: Akuntansi Pajak atas Aktiva Berwujud Fakultas EKONOMI Program Studi MAGISTER AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA : 081218888013 Email

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk dipergunakan dalam operasional perusahaan bukan untuk diperjualbelikan,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk dipergunakan dalam operasional perusahaan bukan untuk diperjualbelikan, BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Aktiva Tetap Menurut peneliti aktiva tetap adalah harta milik perusahaan yang bertujuan untuk dipergunakan dalam operasional perusahaan bukan untuk diperjualbelikan,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian akuntansi Menurut Accounting Principle Board (ABP) Statement

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian akuntansi Menurut Accounting Principle Board (ABP) Statement BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Akuntansi Pengertian akuntansi Menurut Accounting Principle Board (ABP) Statement No.4 dalam Smith Skousen (1995:3), pengertian akuntansi adalah

Lebih terperinci

ANALISIS AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA PT. SRI AGUNG MULIA PEKANBARU

ANALISIS AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA PT. SRI AGUNG MULIA PEKANBARU SKRIPSI ANALISIS AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA PT. SRI AGUNG MULIA PEKANBARU Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana pada Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Islam Negeri Sultan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini, dunia usaha telah mengalami perubahan dengan kecepatan yang luar biasa. Selain globalisasi dan perubahan teknologi, kita juga dapat menyaksikan

Lebih terperinci

Materi: 11 ASET (ASSETS) (PEROLEHAN, DEPRESIASI & KLASIFIKASI BIAYA ASET)

Materi: 11 ASET (ASSETS) (PEROLEHAN, DEPRESIASI & KLASIFIKASI BIAYA ASET) Materi: 11 ASET (ASSETS) (PEROLEHAN, DEPRESIASI & KLASIFIKASI BIAYA ASET) TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menentukan aset tetap dan akuntansinya 2. Menghitung depresiasi menggunakan metode berikut: metode garis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dan digunakan oleh perusahaan untuk membantu operasi perusahaan dalam. Menurut Kieso, Weygandt, Warfield (2010) mengemukakan :

BAB II LANDASAN TEORI. dan digunakan oleh perusahaan untuk membantu operasi perusahaan dalam. Menurut Kieso, Weygandt, Warfield (2010) mengemukakan : BAB II LANDASAN TEORI II.1 Kerangka Teori II.1.1 Pengertian Aset Tetap Pengertian aset tetap dalam akuntansi yaitu semua aset berwujud yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk membantu operasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Bank Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 pasal 1 ayat 2 Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan selalu berusaha untuk mencapai tujuannya. Untuk menunjang tercapainya tujuan itu, setiap perusahaan mempunyai aktiva tetap tertentu untuk memperlancar

Lebih terperinci

30/06/2010 MARKETABLE SECURITIES STOCKS BONDS NERACA SHORT-TERM INVESTMENTS STOCKS BONDS OTHER SECURITIES LONG-TERM INVESTMENTS

30/06/2010 MARKETABLE SECURITIES STOCKS BONDS NERACA SHORT-TERM INVESTMENTS STOCKS BONDS OTHER SECURITIES LONG-TERM INVESTMENTS INVESTASI & AKTIVA TETAP PERTEMUAN 4 INSTRUKTUR : HENDRO SASONGKO ARIEF TRI HARYANTO INVESTASI ( INVESTMENT ) DEFINISI Harta (aset) yang dimiliki oleh suatu perusahaan dengan tujuan untuk menambah kekayaan

Lebih terperinci

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I Modul ke: AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I DEFINISI ASET TETAP, AKUISISI ASET TETAP, PENILAIAN ASET TETAP, BIAYA SETELAH AKUISISI, DISPOSISI ASET TETAP Fakultas FEB Angela Dirman, SE., M.Ak Program Studi

Lebih terperinci

AKTIVA TETAP BERWUJUD

AKTIVA TETAP BERWUJUD AKTIVA TETAP BERWUJUD A. PENGERTIAN Aktiva tetap berwujud adalah aktivaaktiva yang mempunyai wujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam kegiatan perusahaan yang normal. Karakteristik utama

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap adalah barang fisik yang dimiliki perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa dalam operasi normalnya, memiliki unsur yang terbatas, pada

Lebih terperinci

BAB II I LANDASAN TEORI

BAB II I LANDASAN TEORI BAB II I LANDASAN TEORI A. Aset Tetap Menurut PSAK No. 16 (2009; 16.2 16.13) 1. Aset Tetap (16.2; 6) Aset tetap merupakan salah satu alat yang penting dan pokok dalam suatu perusahaan. Aset tetap dimiliki

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap Aset tetap merupakan Aset tidak lancar yang diperoleh untuk digunakan dalam operasi perusahaan yang memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi serta tidak

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap Setiap perusahaan menggunakan berbagai aset tetap, seperti peralatan alatalat, mesin, bangunan, dan tanah. Aset tetap merupakan aset jangka

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. keharusan untuk berhubungan dengan pihak pihak lain yang terkait dengan

BAB II LANDASAN TEORI. keharusan untuk berhubungan dengan pihak pihak lain yang terkait dengan BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Akuntansi Perusahaan adalah sebagai suatu organisasi pencari laba yang memiliki keharusan untuk berhubungan dengan pihak pihak lain yang terkait dengan perusahaan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) Secara umum Standar Akuntansi Keuangan merupakan pedoman pokok penyusunan dan penyajian laporan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Rudianto (2009:4), menjelaskan bahwa Akuntansi dapat

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Rudianto (2009:4), menjelaskan bahwa Akuntansi dapat BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Akuntansi Menurut Rudianto (2009:4), menjelaskan bahwa Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem informasi yang menghasilkan informasi keuangan kepada pihak-pihak

Lebih terperinci