SIMPULAN UNIT I BAGAN ISM

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SIMPULAN UNIT I BAGAN ISM"

Transkripsi

1 KATA BENDA UNIT

2 SIMPULAN UNIT I BAGAN ISM Jins (jenis kelamin) Mudzakkar (jenis laki-laki) Mu annats (jenis perempuan) : Tâ ta nîts marbûthah ( ) Mufrad (tunggal) ISM (Kata Benda) `Adad (bilangan) 3 Mutsannâ (dualis) : aani Jam` (jamak) ayni 3 Shifat (sifat) Nakirah (tidak tertentu) Ma`rifah (tertentu) if/im Jam` mudzakkar sâlim : uwna Jam` mu annats sâlim : aat(un/in) iyna Jam` taksîr 3 Almu`arraf bi-al (diawali AL)

3 mulai di sini! Ikuti sesuai nomor urut! Pahami dan ingat-ingatlah istilah yang digunakan! Tiga kelas kata. Ism, kata benda. Fi`l, kata kerja 3. Harf, kata tugas # Menguasai kelas kata merupakan modal dasar untuk membentuk kalimat yang baik; memahami penggunaan atau fungsi kata; memafhumi dan mengurai kalimat. # Dua penanda ism. Awalan AL ( ). tâ ta nits marbûthah ( ) # Ism merupakan kata yang menunjuk pada nama orang, benda, tempat, binatang, bilangan, kata sifat atau kata ganti (dhamîr).# DUA PENANDA ISM Ism dapat dikenali dengan:. Awalan AL ( ) di depan kata. Kata sebelum diawali AL adalah dan kata sebelum diawali AL adalah. Kedua kata tersebut adalah ism, sebab diawali AL.. Diakhiri dengan tâ ta nîts marbûthah ( ) pada akhir kata. Bentuk tâ tan nîts marbûthah adalah ( ). Kata adalah ism, sebab diakhiri dengan tâ ta nits marbûthah. 3 Tadribat Unit I lbr. 0-

4 4 Unit I ~ Lughatunâ Edisi VI MUDZAKKAR & MU ANNATS Jika pembedaan berdasarkan jins ( jenis kelamin), ism dibedakan menjadi dua, yaitu: () Mudzakkar ( ), jenis laki-laki. Mudzakkar adalah setiap ism yang menunjukkan jenis laki-laki, baik manusia atau lainnya. () Mu annats ( ), jenis perempuan. Mu annats adalah setiap ism yang menunjukkan jenis perempuan, baik manusia atau lainnya. Bagaimana cara membedakan antara mudzakkar dengan mu annats? Cara membedakan antara mudzakkar dengan mu annats adalah dengan mengenali penanda mu annats.. Penanda mu annats Di antara penanda mu annats -yang paling umum- adalah tâ ta nîts marbûthah ( ) pada akhir kata. 4 Kategori jins (jenis) ism. Mudzakkar, jenis laki-laki. Mu annats, jenis perempuan #Istilah mudzakkar atau mu'annats tidak selalu mengacu pada keberadaan kelamin pada ism (kata benda) tersebut, tetapi ism -umumnya- dianggap mudzakkar atau dianggap mu'annats dengan penanda yang dimiliki, semisal ism yang diakhiri dengan tâ' ta'nîts marbûthah disebut mu'annats, atau ism yang tidak diakhiri dengan tâ' ta'nîts marbûthah dinamakan mudzakkar.# Kata disebut mu annats, karena diakhiri dengan tâ ta nîts marbûthah ( ).. Penanda mudzakkar Umumnya, ism dianggap sebagai mudzakkar jika tidak memiliki penanda mu annats. 5 Penanda mu annats (ة ( marbûthah - Tâ ta nits Kata disebut mudzakkar, sebab tidak memiliki penanda mu annats. 6 Tadribat Unit I lbr. -3

5 Unit I ~ Lughatunâ Edisi VI #Apabila pembedaan berdasarkan `adad ( jumlah), ism dibedakan menjadi tiga, yaitu:# Kategori `Adad (jumlah) ism. Mufrad, tunggal. Mutsannâ, dualis 3. Jam`, jamak # Mufrad tidak dapat dikenali dengan sendirinya. Pelajari mutsannâ dan jam` untuk mengenali mufrad. # Dua penanda/akhiran mutsannâ ) ان ( aani. ) ين ( ayni. # Mutsannâ merupakan kata yang dibentuk dari mufrad. Setiap mufrad dapat diubah menjadi mutsannâ.# Contoh mutsannâ Mutsannâ () Mufrad () Tadribat Unit I lbr MUFRAD Mufrad adalah kategori jumlah untuk menunjukkan satu hal atau benda.. kepala.3 leher. lutut.4 kaki. MUTSANNÂ Mutsannâ adalah kategori jumlah untuk menunjukkan dua hal atau benda. Bagaimana cara membentuk mutsannâ? Terdapat dua bentuk perubahan mufrad menjadi mutsannâ, yaitu:. Menambahkan akhiran alif +nûn ( aani) Caranya: Ubah harakat huruf terakhir dari mufrad menjadi fathah. Imbuhkan akhiran (ANi). Menambahkan akhiran yâ +nûn ( ayni) Caranya: Ubah harakat huruf terakhir dari mufrad menjadi fathah. Imbuhkan akhiran (YNi)

6 3. JAM` MUDZAKKAR SÂLIM Jam` mudzakkar sâlim adalah jamak untuk jenis laki-laki yang mempunyai pola teratur. Bagaimana cara membentuk jam` mudzakkar sâlim? Ism yang dapat dibentuk menjadi jam` mudzakkar sâlim harus ism mudzakkar dan termasuk ismul-fâ`il atau ismul-maf`ûl. Lembar Kosakata (hal. 3) menggunakan label if (dibaca: if) untuk ismul-fâ`il dan label im (dibaca: im) untuk ismul-maf`ûl. Terdapat dua bentuk perubahan mufrad menjadi jam` mudzakkar sâlim, yaitu:. Menambahkan akhiran wâwu + nûn ( _ uwna) Caranya: Ubah harakat huruf terakhir dari mufrad menjadi dhammah. Imbuhkan akhiran (WNa). Menambahkan akhiran yâ +nûn ( iyna) Caranya: Ubah harakat huruf terakhir dari mufrad menjadi kasrah. Imbuhkan akhiran (YNa) 0 0 Tiga jam`. Jam` mudzakkar sâlim. Jam` mu annats sâlim 3. Jam` taksîr. Jamak adalah kategori jumlah yang menunjukkan lebih dari satu. Dalam bahasa Arab jamak menunjukkan lebih dari dua.. Setiap mufrad dapat dibentuk jamak, tetapi menentukan jamak untuk suatu mufrad sesuai ketentuan berikut: a. Bentuk jamak untuk mufrad yang berlabel if atau im adalah jam` mudzakkar sâlim atau jam` mu annats sâlim. b. Bentuk jamak untuk mufrad yang tidak berlabel if atau im adalah jam` taksîr, umumnya. Dua penanda/akhiran jam` mudzakkar sâlim ) ون ( uwna. ) ين ( iyna. Contoh jam` mudzakkar sâlim _ Jam` mudzakkar sâlim () _ 6 Unit I ~ Lughatunâ Edisi VI Mufrad () Tadribat Unit I lbr. 7-9

7 4 3 Tiga jam`. Jam` mudzakkar sâlim. Jam` mu annats sâlim 3. Jam` taksîr Tadribat Unit I lbr. 0- Satu penanda/akhiran jam` mu annats sâlim ) ات ( aat - Contoh jam` mudzakkar sâlim Jam` mu annats sâlim () Mufrad () Keterangan: Harakat huruf dari akhiran jam` mu annats sâlim dapat berbentuk dhammah atau kasrah 5 7 Unit I ~ Lughatunâ Edisi VI # Bentuk jamak untuk ism yang tidak berlabel if dan im adalah jam` taksîr. # Tadribat Unit I lbr JAM` MU ANNATS SÂLIM Jam` mu annats sâlim adalah jamak untuk jenis perempuan yang mempunyai pola teratur. Cara membentuk jam` mu annats sâlim Ism yang dapat dibentuk menjadi jam` mu annats sâlim harus ism mu annats dan termasuk ismul-fâ`il atau ismul-maf`ûl. Cara membentuk jam` mu annats sâlim dengan mengimubhkan akhiran alif + tâ ( aat ) Ikuti dua langkah berikut dalam membentuk jam` mu annats sâlim! () Sisihkan akhiran ta ta nîts marbûthah. () Lalu imbuhkan akhiran alif + tâ ( ) pada akhir kata. () 3.3 JAM` TAKSÎR Jam` taksîr adalah jamak untuk nama benda dan hewan yang tidak mempunyai pola teratur, umumnya untuk ism mudzakkar. Untuk mengetahui bentuk jam` taksîr harus melihat ke kamus. Kamus bahasa Arab umumnya menggunakan lambang jîm ( / ) untuk menjelaskan jam` (taksîr).. lelaki () () (). kaki Kata yang terletak sebelum lambang jîm (dibaca dari kanan) merupakan mufrad, sedangkan kata yang terletak setelah lambang jîm adalah jam` taksîr.

8 8 Unit I ~ Lughatunâ Edisi VI NAKIRAH & MA`RIFAH Jika pembedaan berdasarkan sifat ( ), ism dibedakan menjadi dua, yaitu:. Nakirah ( ) Nakirah adalah ism yang menunjukkan atas sesuatu yang tidak tertentu. Suatu ism dianggap nakirah -umumnya- jika tidak diawali AL.... Ma`rifah ( ) Ma`rifah adalah ism yang menunjukkan atas sesuatu yang tertentu. Suatu ism dianggap ma`rifah jika diawali AL... Bagaimana cara mengubah nakirah menjadi ma`rifah atau sebaliknya? Di antara cara mengubah nakirah menjadi ma`rifah adalah dengan mengimbuhkan awalan AL ( ) di awal ism. 6 Kategori sifat (shifat) ism. Nakirah, taktentu. Ma`rifah, tertentu Ism ma`rifah yang diawali AL dapat diubah menjadi nakirah dengan menyisihkan awalan AL. 7 Tadribat Unit I lbr. 5-6

MAKALAH ALIF LAYYINAH DI TENGAH KATA

MAKALAH ALIF LAYYINAH DI TENGAH KATA MAKALAH ALIF LAYYINAH DI TENGAH KATA Disusun guna memenuhi tugas Qowa idul Imla yang diampu oleh : Bapak Muhammad Mas ud M.Pd.I. Oleh : 1. Umi Mahmudah / 111-13-040 2. ShintaYuniati / 111-13-052 SEKOLAH

Lebih terperinci

MAKALAH. Hamzah di Akhir Kalimat. Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Qowa idul Imla. Dosen : Muhammad Mas ud, S.Pd.I.

MAKALAH. Hamzah di Akhir Kalimat. Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Qowa idul Imla. Dosen : Muhammad Mas ud, S.Pd.I. MAKALAH Hamzah di Akhir Kalimat Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Qowa idul Imla Dosen : Muhammad Mas ud, S.Pd.I. Disusun Oleh : Hamidah Nur Vitasari 111-13-262 Lailia Anis Afifah 111-13-264

Lebih terperinci

Tulisan & Tanda Mushhaf

Tulisan & Tanda Mushhaf Tulisan & Tanda Mushhaf Ãvíπ]

Lebih terperinci

MAKALAH HAMZAH DIAWAL KALIMAT

MAKALAH HAMZAH DIAWAL KALIMAT MAKALAH HAMZAH DIAWAL KALIMAT Disusun Guna Memenuhi Tugas Qow aidul Imla Dosen Pengampu : Muhammad Mas ud, M.Pd.I Disusun Oleh : 1. Andrean Odiansyah Irawan : 111-13-270 2. Jazuli : 111-13-092 SEKOLAH

Lebih terperinci

HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DAN TINGKAH LAKU SISWA KELAS II DI MTs. NEGERI TEMPEL SKRIPSI

HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DAN TINGKAH LAKU SISWA KELAS II DI MTs. NEGERI TEMPEL SKRIPSI HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AQIDAH AKHLAK DAN TINGKAH LAKU SISWA KELAS II DI MTs. NEGERI TEMPEL SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperolehgelar Sarjana Pendidikan Agama

Lebih terperinci

APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA

APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA SKRIPSI Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan

Lebih terperinci

Catatan Tajwid Sederhana nan Praktis

Catatan Tajwid Sederhana nan Praktis Catatan Tajwid Sederhana nan Praktis ii Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Yang telah mengijinkan penyusun menyelesaikan catatan tajwid ini. Sesuai namanya, catatan ini menyuguhkan materi tajwid

Lebih terperinci

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,

Lebih terperinci

Apa pengertian hominim, homograf, dan homofon? Bagimana tingkatan homonim? Periksa kata-kata yang berhomonim di dalam kamus?

Apa pengertian hominim, homograf, dan homofon? Bagimana tingkatan homonim? Periksa kata-kata yang berhomonim di dalam kamus? HOMONIMI Apa pengertian hominim, homograf, dan homofon? Bagimana tingkatan homonim? Periksa kata-kata yang berhomonim di dalam kamus? Bagaimana proses terjadinya homonim? Istilah homonimi (Inggris: homonymy

Lebih terperinci

PENGERTIAN. 3. Pengertian, adalah tanggapan atau gambaran akal budi yang abstrak, yang batiniah, tentang inti sesuatu.

PENGERTIAN. 3. Pengertian, adalah tanggapan atau gambaran akal budi yang abstrak, yang batiniah, tentang inti sesuatu. PENGERTIAN 1. Kegiatan akal budi yang pertama adalah menangkap sesuatu sebagaimana adanya. 2. Mengerti berarti menangkap inti sesuatu yang dapat dibentuk oleh akal budi. Apa yang dibentuk akal budi tersebut

Lebih terperinci

TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH

TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH Oleh: رحمه اهلل Imam Ibnu Katsir Download > 300 ebook Islam, Gratis!!! kunjungi. سورة الشرح TAFSIR SURAT ALAM NASYRAH (Bukankah Kami telah Melapangkan) 1 "Dengan menyebut Nama

Lebih terperinci

i Buku Guru Kelas X MA

i Buku Guru Kelas X MA i Buku Guru Kelas X MA Hak Cipta 2014 pada Kementerian Agama Republik Indonesia Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku guru ini dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN DAN PELAKSANAAN

BAB II LANDASAN DAN PELAKSANAAN BAB I PENDAHULUAN Keberadaan Tri Dharma di dalam sebuah Perguruan Tinggi laksana motor yang menggerakkan mekanisme kerja yang mengarahkan perguruan tersebut kepada tujuan yang dikehendaki sehingga eksistensinya

Lebih terperinci

ANALISIS KONTRASTIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA ARAB BERDASARKAN KALA, JUMLAH, DAN PERSONA SKRIPSI. disusun dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I

ANALISIS KONTRASTIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA ARAB BERDASARKAN KALA, JUMLAH, DAN PERSONA SKRIPSI. disusun dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I ANALISIS KONTRASTIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA ARAB BERDASARKAN KALA, JUMLAH, DAN PERSONA SKRIPSI disusun dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra Oleh: Nama : Miftahur

Lebih terperinci

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4 RinGkasan MaTeri Persen adalah perseratus atau sebuah pecahan yang penyebutnya 00, misal Menyatakan dalam persen (%) 7 % = 7 00 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 00% balok ubin dibagi 4 menjadi

Lebih terperinci

BAB XV K E A D I L A N

BAB XV K E A D I L A N A. PENGERTIAN TENTANG KEADILAN BAB XV K E A D I L A N Keadilan berasal dari kata adil yang memiliki arti : a. Dapat menempatkan sesuatu dengan tempatnya, sesuai dengan fungsinya. Contoh : ke sekolah membawa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang harf jar di Program studi Bahasa Arab Fakultas Ilmu Budaya USU, telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yaitu : Analisis makna harf jar ala pada surah Al- Baqarah

Lebih terperinci

a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari jari r lintasannya Gambar 1

a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari jari r lintasannya Gambar 1 . Pengantar a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Gerak melingkar adalah gerak benda yang lintasannya berbentuk lingkaran dengan jari jari r Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari

Lebih terperinci

Tabel A1. Jumlah dan Persentase SDM Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II menurut Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin, Tahun 2013

Tabel A1. Jumlah dan Persentase SDM Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II menurut Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin, Tahun 2013 Tabel A1. Jumlah dan ersentase SDM Balai Besar elaksanaan Jalan Nasional II menurut Status Kepegawaian dan Jenis Kelamin, Tahun 2013 Status Kepegawaian Jumlah egawai 1 Struktural 11 3 14 78.57 21.43 10

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii. HALAMAN PENGESAHAN... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN... v. MOTTO... vii. ABSTRAK...

DAFTAR ISI. LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii. HALAMAN PENGESAHAN... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN... v. MOTTO... vii. ABSTRAK... DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN JUDUL... ii LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v MOTTO... vii ABSTRAK... viii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

Bab IV Kesimpulan. 38 Universitas Kristen Maranatha

Bab IV Kesimpulan. 38 Universitas Kristen Maranatha Bab IV Kesimpulan Imbuhan yang muncul dalam penerjemahan kalimat pasif Bahasa Mandarin dengan kata depan bei ( 被 )ke dalam Bahasa Indonesia adalah imbuhan di-, di- -kan, di- -i, ter, dan ke- -an. Dari

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 17 Tahun 2013 Tentang BERISTRI LEBIH DARI EMPAT DALAM WAKTU BERSAMAAN (MUI), setelah : MENIMBANG : a. bahwa dalam Islam, pernikahan adalah merupakan bentuk ibadah yang

Lebih terperinci

KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA )and KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BANTU BILANGAN BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA TINGKAT III SASTRA CHINA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Selvi Suviana, Cindy Karlina, Yi Ying Binus University, Jl Kemanggisan Illir

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00-

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00- BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian akan dilakukan di peternakan ayam CV. Malu o Jaya Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa dan peternakan ayam Risky Layer Desa Bulango

Lebih terperinci

Hidup Rukun. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 1. Buku Guru SD/MI Kelas II

Hidup Rukun. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 1. Buku Guru SD/MI Kelas II Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Tema 1 Hidup Rukun Buku Temati k Terpadu Kuri kulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I VEKTOR DALAM BIDANG

BAB I VEKTOR DALAM BIDANG BAB I VEKTOR DALAM BIDANG I. KURVA BIDANG : Penyajian secara parameter Suatu kurva bidang ditentukan oleh sepasang persamaan parameter. ; dalam I dan kontinue pada selang I, yang pada umumnya sebuah selang

Lebih terperinci

RAMBU LALU LINTAS JALAN

RAMBU LALU LINTAS JALAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 4 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 4 TAHUN 2013 T E N T A N G RAMBU LALU LINTAS JALAN DISUSUN OLEH BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPETEN BONE PEMERINTAH

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA Agustian SDN 02 Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam

Lebih terperinci

SENSUS PENDUDUK TIMOR-LESTE JULI 2004 KUESIONER RUMAH TANGGA

SENSUS PENDUDUK TIMOR-LESTE JULI 2004 KUESIONER RUMAH TANGGA SENSUS PENDUDUK TIMOR-LESTE JULI 200 KUESIONER RUMAH TANGGA Bagian 1. Informasi Rumah Tangga Indentifikasi Lokasi Kode Khusus Rumah Tangga 1 1. Distrik 2. Sub-Distrik 3. Wilayah Pencacahan. Area Pencacahan.

Lebih terperinci

akurat ringkas A.Kesepadanan dan Kesatuan B.Keparalelan C.Ketegasan dan Keutamaan kepenulisan E. Variasi

akurat ringkas A.Kesepadanan dan Kesatuan B.Keparalelan C.Ketegasan dan Keutamaan kepenulisan E. Variasi BAB 3 KALIMAT EFEKTIF jelas akurat ringkas A.Kesepadanan dan Kesatuan B.Keparalelan C.Ketegasan dan Keutamaan konvensional tulisan ilmiah padu/utuh D.Kehematan bahasa kepenulisan E. Variasi pungtuasi diksi

Lebih terperinci

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dilindungi Undang-Undang

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dilindungi Undang-Undang Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

SURVEI LEMBAGA KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM 2010-2011

SURVEI LEMBAGA KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM 2010-2011 RAHASIA REPUBLIK INDONESIA SURVEI LEMBAGA KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM 2010-2011 PERHATIAN 1. Daftar isian ini digunakan untuk mencatat Keterangan dan Laporan Keuangan Usaha Koperasi Simpan Pinjam Tahun

Lebih terperinci

Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan

Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan ال ح م د هلل و الص ال ة و الس ال م ع لى ر س و ل هلل و ع لى آل ه و ص ح ب ه و م ن و اال ه أ م ا ب ع د Keutamaan basmallah untuk melindungi diri dari gangguan syaitan بسم اهلل الرحمن الرحيم basmallah: Bacaan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia KESALAHAN PENULISAN TANDA BACA SERTA PENULISAN ANGKA DAN LAMBANG BILANGAN PADA KARANGAN SISWA KELAS V SDN 1 SAWAHAN KECAMATAN JUWIRING KABUPATEN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG PERKAWINAN ADAT GANTI SUAMI SKRIPSI

PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG PERKAWINAN ADAT GANTI SUAMI SKRIPSI PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG PERKAWINAN ADAT GANTI SUAMI (Studi Kasus di Desa Pugungraharjo Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung) SKRIPSI Oleh Syafriadi NIM 06210019 JURUSAN AL-AHWAL

Lebih terperinci

PERILAKU NOL DAN TAK-HINGGA SERTA BENTUK TAK-TENTU

PERILAKU NOL DAN TAK-HINGGA SERTA BENTUK TAK-TENTU PERILAKU NOL DAN TAK-HINGGA SERTA BENTUK TAK-TENTU Sumardyono, M.Pd. A. PENDAHULUAN Aritmetika dimulai dari perhitungan bilangan asli yang masih sederhana. Kemudian berkembang dengan menggunakan bilangan

Lebih terperinci

Pemrograman Dekstop Pulut Suryati

Pemrograman Dekstop Pulut Suryati Pemrograman Dekstop Pulut Suryati Komponen jradiobutton, jcheckbox JCheckBox dan JRadioButton hanya bisa mempunyai dua buah kemungkinan nilai, benar atau salah. Kedua komponen ini digunakan untuk merepresentasikan

Lebih terperinci

NO. PENDAFTARAN. TANGGAL DAFTAR : / /20 PERIODE : Gel1 Gel2 Gel3 PETUGAS : PILIHAN KOMPETENSI KEJURUAN/JURUSAN : / / / /

NO. PENDAFTARAN. TANGGAL DAFTAR : / /20 PERIODE : Gel1 Gel2 Gel3 PETUGAS : PILIHAN KOMPETENSI KEJURUAN/JURUSAN : / / / / YAYASAN BAKTI NUSA BANGSA INDONESIA SMK INFORMATIKA BINA GENERASI 2 FORMULIR PENDAFTARAN Jalan Taman Pagelaran No.2, Padasuka-Ciomas, Kab. Bogor 16610 Telp: 0251-8636694/7520426, Email: smkibgbogor2@gmail.com,

Lebih terperinci

TAHUN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITURGI SABDA

TAHUN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITURGI SABDA TAHN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITRGI SABDA Bacaan pertama (Bil. 11 : 25-29) Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi! Bacaan diambil dari

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Examples Non Examples Pembelajaran kooperatif merupakan pemanfaatan kelompok kecil dua hingga lima orang dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja

Lebih terperinci

Mendeskripsikan denah/tempat

Mendeskripsikan denah/tempat Mendeskripsikan denah/tempat Denah adalah gambar yang menunjukkan letak kota, jalan dan sebagainya. Denah adalah bagian kecil dari sebuah peta, sehingga denah mempunyai fungsi yang sama dengan peta. Namun

Lebih terperinci

Bahasa Indonesia. Level 1 indonesian Level 1. Curriculum Text. Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso.

Bahasa Indonesia. Level 1 indonesian Level 1. Curriculum Text. Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso. Bahasa Indonesia Curriculum Text Level 1 indonesian Level 1 Indonesian Indonesio Indonésien Indonesisch Indonesiano Curriculum Text Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso RosettaStone.com

Lebih terperinci

JADW AL ACARA MU S YAW AR AH DAE R AH I DH AR MA W ANI T A P ER S AT U AN P R OVI NS I DKI JAKARTA

JADW AL ACARA MU S YAW AR AH DAE R AH I DH AR MA W ANI T A P ER S AT U AN P R OVI NS I DKI JAKARTA JADW AL ACARA MU S YAW AR AH DAE R AH I DH AR MA W ANI T A P ER S AT U AN P R OVI NS I DKI JAKARTA H ar i Pertama S elas a, 3 Mei 2005 A. 08.00-10.00 P E MB U K AAN MU S DA I 2. Pembukaan Hymne Dharma

Lebih terperinci

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 Variabel: suatu objek yang dapat memiliki lebih dari satu nilai. Contoh variabel: Jenis kelamin: ada dua

Lebih terperinci

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku Ayo Amati Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku 55 Beri tanda pada kotak. 1. Menyebutkan nama-nama anggota tubuh. 2.

Lebih terperinci

PENGGUNAAN TANDA BACA. Oleh AHMAD WAHYUDIN

PENGGUNAAN TANDA BACA. Oleh AHMAD WAHYUDIN PENGGUNAAN TANDA BACA Oleh AHMAD WAHYUDIN TANDA TITIK (.) 1. Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. 2. Tanda titik digunakan di belakang angka atau huruf dalam satu

Lebih terperinci

Statistika untuk Pustakawan

Statistika untuk Pustakawan Statistika untuk Pustakawan Pertemuan 1 Helmy Prasetyo Y BERBAGAI PENGERTIAN DATA DATA --- JAMAK DARI DATUM DATA KUANTITATIF DATA YANG BERUPA ANGKA DATA KUALITATIF DATA YANG TIDAK BERUPA ANGKA, DAN BIASANYA

Lebih terperinci

dari atau sama dengan S2 ( S2) yaitu 291 orang (0,9%) pengajar (Gambar 4.12). A.2. Program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (DIKTERAPAN)

dari atau sama dengan S2 ( S2) yaitu 291 orang (0,9%) pengajar (Gambar 4.12). A.2. Program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (DIKTERAPAN) dari atau sama dengan S2 ( S2) yaitu 291 orang (0,9%) pengajar (Gambar 4.12). A.2. Program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (DIKTERAPAN) Program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (DIKTERAPAN) adalah proses

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana

Lebih terperinci

INSTRUKSI KERJA. Penggunaan Kursi Antropometri Tiger Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri

INSTRUKSI KERJA. Penggunaan Kursi Antropometri Tiger Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri INSTRUKSI KERJA Penggunaan Kursi Antropometri Tiger Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2014 DAFTAR REVISI Revisi ke 00 : Rumusan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. SUBJEK PENELITIAN Subyek dari penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas VIIA MTs NU Tamrinut Thullab Undaan Lor Kudus tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 Survei ini merupakan survey mengenai kesehatan dan hal-hal yang yang mempengaruhi kesehatan. Informasi yang anda berikan akan digunakan

Lebih terperinci

3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendayagunaan konteks dalam

3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendayagunaan konteks dalam 29 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendayagunaan konteks dalam tindak tutur anak usia tujuh tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Dalam KBBI, definisi dari tanda baca adalah tan da n 1 yang menjadi alamat

Bab 2. Landasan Teori. Dalam KBBI, definisi dari tanda baca adalah tan da n 1 yang menjadi alamat Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Tanda Baca Dalam KBBI, definisi dari tanda baca adalah tan da n 1 yang menjadi alamat atau yang menyatakan sesuatu: dari kejauhan terdengar sirene -- bahaya; 2 gejala: sudah

Lebih terperinci

Catatan Kuliah KALKULUS II BAB V. INTEGRAL

Catatan Kuliah KALKULUS II BAB V. INTEGRAL BAB V. INTEGRAL Anti-turunan dan Integral TakTentu Persamaan Diferensial Sederhana Notasi Sigma dan Luas Daerah di Bawah Kurva Integral Tentu Teorema Dasar Kalkulus Sifat-sifat Integral Tentu Lebih Lanjut

Lebih terperinci

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 9 Agustus 200 di PPPG Matematika Oleh: Dra. Sukayati, M.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Manga Dalam www.wikipedia.com (20 April 2006) dituliskan bahwa: まんが 漫 画 おおく (まんが)とは 多 く ぎおん どうさせん ( 擬 音 ) 動 作 線 集 中 線 しゅうちゅうせん ばあい の 場 合 わ り はコマ 割 り とくゆう ちゅうしん じょうほう とし

Lebih terperinci

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI LAMPIRAN 5 BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI Laporan 2 Pelaksanaan OSN-PERTAMINA 2012 69 Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2012 Petunjuk : 1. Tuliskan secara lengkap Nama, Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.14/Menhut-II/2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.14/Menhut-II/2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.14/Menhut-II/2014 TENTANG PAKAIAN DINAS DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN, SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH, DAN BADAN USAHA MILIK NEGARA BIDANG KEHUTANAN

Lebih terperinci

Beb, Ganti Gaya Dong Majalah Teen Online - teen.co.id. Written by Doddy Irawan Tuesday, 05 June 2012 09:21

Beb, Ganti Gaya Dong Majalah Teen Online - teen.co.id. Written by Doddy Irawan Tuesday, 05 June 2012 09:21 Rubrik Oh Boy! edisi ini sueerrr beda dari biasanya. Giliran cowok-cowok niy yang wajib pasrah di makeover seenak udelnya sesuai request ceweknya. Mungkin selama ini si cowok udah pede abis ma dandanannya,

Lebih terperinci

SENI LIPAT MELIPAT DAN ARTI SIMBOLIS

SENI LIPAT MELIPAT DAN ARTI SIMBOLIS SENI LIPAT MELIPAT DAN ARTI SIMBOLIS Oleh : Dra. Widarwati, M.Sn. WIDYAISWARA ============================================================ Abstrak Seni lipat melipat merupakan bahan yang akan dibentuk

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dalam suatu lingkungan sosial yang berbeda satu sama lainnya. Struktur sosial

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dalam suatu lingkungan sosial yang berbeda satu sama lainnya. Struktur sosial I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia adalah mahkluk sosial yang hidup dalam masyarakat. Sejak kecil sampai dengan kematiannya, manusia tidak pernah hidup sendiri tetapi selalu berada dalam suatu lingkungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menganggapnya sebagai pelajaran favorit, bukan hal yang sulit untuk

BAB I PENDAHULUAN. menganggapnya sebagai pelajaran favorit, bukan hal yang sulit untuk 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika sepertinya sulit untuk dilepaskan dari permasalahan operasi hitungan, penjumlahan, pengurangan, dan sebagainya. Bagi siswa tertentu yang menganggapnya

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku punya

Lebih terperinci

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Dengan lincah, Amirizal (33 tahun) mengangkat saringan pembuat kopi. Gerakannya gesit dan penuh semangat. Meskipun, pada saat tsunami terjadi di Aceh di penghujung 2004,

Lebih terperinci

B A B I V H A S I L P E N E L I T I A N D A N P E M B A H A S A N

B A B I V H A S I L P E N E L I T I A N D A N P E M B A H A S A N B A B I V H A S I L P E N E L I T I A N D A N P E M B A H A S A N 4. 1 D e s k r i p s i H a s i l P e n e l i t i a n P r e T e s t d a n P o s t T e s t D a r i h a s i l p e n g u j i a n d i p e r

Lebih terperinci

UPAYA PERBAIKAN KESALAHAN SISWA MENYEDERHANAKAN OPERASI BENTUK ALJABAR DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKTUAL

UPAYA PERBAIKAN KESALAHAN SISWA MENYEDERHANAKAN OPERASI BENTUK ALJABAR DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKTUAL UPAYA PERBAIKAN KESALAHAN SISWA MENYEDERHANAKAN OPERASI BENTUK ALJABAR DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKTUAL Yusuf Octaviano F.M. Mahasiswa S1 Universitas Negeri Malang Pembimbing: Drs. Slamet, M.Si Dosen Universitas

Lebih terperinci

CIRI CIRI ORANG YANG BER-SQ TINGGI

CIRI CIRI ORANG YANG BER-SQ TINGGI Disarikan dari Quantum Quotient (Hal. 123 141) By. Agus Nggermanto CIRI CIRI ORANG YANG BER-SQ TINGGI Manusia dengan kemampuan dan kompetensi yang dimilikinya terdiri dari 3 kemampuan yaitu : Kemampuan

Lebih terperinci

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus ] ندونييس Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bâz Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193]

UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193] UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193] BAB VIII KETENTUAN PIDANA Pasal 32 (1) Barangsiapa melakukan perbuatan yang tercantum dalam Pasal 25 1, Pasal 26 2, Pasal

Lebih terperinci

M A K R A M E (KERAJINAN DENGAN TEKNIK SIMPUL)

M A K R A M E (KERAJINAN DENGAN TEKNIK SIMPUL) M A K R A M E (KERAJINAN DENGAN TEKNIK SIMPUL) Disampaikan dalam Kegiatan Magang Program D2 dan S1 Dosen UNSRI Palembang tanggal 1 Agustus - 30 September 2006 di Kampus Bumi Siliwangi Oleh: BANDI SOBANDI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Materi penjumlahan pada kelas rendah adalah materi yang harus benarbenar

BAB I PENDAHULUAN. Materi penjumlahan pada kelas rendah adalah materi yang harus benarbenar 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Materi penjumlahan pada kelas rendah adalah materi yang harus benarbenar dipahami oleh Peserta didik, sebab materi tersebut merupakan materi yang sangat dasar yang

Lebih terperinci

Cara membuat Label Gambar, Persamaan, dan Tabel, serta Lampiran pada Office 2003

Cara membuat Label Gambar, Persamaan, dan Tabel, serta Lampiran pada Office 2003 Cara membuat Label Gambar, Persamaan, dan Tabel, serta Lampiran pada Office 2003 Ini tips yang saya buat, silahkan gunakan bagi yang merasa membutuhkannya. Namun jika anda ingin menyebarkannya ke orang

Lebih terperinci

1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai

1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai 1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai tempat. Menggunakan sistem desimal (dari kata decem, bahasa

Lebih terperinci

KUESIONER. Variabel Dependen. wawancara dengan responden sesuai pada option jawaban yaitu : 1. Ya bobot nilai 1 2. Tidak bobot nilai 0

KUESIONER. Variabel Dependen. wawancara dengan responden sesuai pada option jawaban yaitu : 1. Ya bobot nilai 1 2. Tidak bobot nilai 0 KUESIONER Variabel Independen Petunjuk : Beri tanda checklist ( ) pada kolom ng telah disediakan terhadap hasil pengamatan anda sesuai dengan option jawaban : 1. Sesuai bobot nilai 1 2. Tidak sesuai bobot

Lebih terperinci

BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU

BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU Minggu 1 UNTUK KEPEMIMPINAN BARU PAKAI CARA BARU! Yosua 3:4, hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bilangan, (b) aljabar, (c) geometri dan pengukuran, (d) statistika dan peluang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bilangan, (b) aljabar, (c) geometri dan pengukuran, (d) statistika dan peluang 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemahaman Konsep Matematika Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), disebutkan bahwa standar kompetensi mata pelajaran

Lebih terperinci

Oleh : Shaykh Hisham Al-Kabbani. Langkah Pertama Untuk Membasuh [niyyat]

Oleh : Shaykh Hisham Al-Kabbani. Langkah Pertama Untuk Membasuh [niyyat] Kekuatan Tangan dengan ilustrasi Oleh : Shaykh Hisham Al-Kabbani Illustrasi oleh SALIM Langkah Pertama Untuk Membasuh [niyyat] Al Quran 67:1 {Asma Allah ke-67 adalah Ahad, nama ke-1 (pertama) Rasul adalah

Lebih terperinci

Pengintegralan Fungsi Rasional

Pengintegralan Fungsi Rasional Pengintegralan Fungsi Rasional Ahmad Kamsyakawuni, M.Kom Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember 25 Maret 2014 Pengintegralan Fungsi Rasional 1 Pengintegralan Fungsi Rasional 2

Lebih terperinci

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah ] إندوني Indonesian [ Indonesia Abu Ishaq al-huwaini al-atsari Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2013-1434 من

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG PAKAIAN DINAS HARIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY

APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY Latar belakang Masalah Pada setiap awal semester bagian pendidikan fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas

Lebih terperinci

LAPORAN AUDI TOR ATAS LAPORAN KEUANGAN AUDI TAN

LAPORAN AUDI TOR ATAS LAPORAN KEUANGAN AUDI TAN SA Seksi 508 LAPORAN AUDI TOR ATAS LAPORAN KEUANGAN AUDI TAN Sumber: PSA No. 29 Lihat SA Seksi 9508 untuk interpretasi Seksi ini PENDAHULUAN 01 Seksi ini berlaku untuk laporan auditor yang diterbitkan

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN MENEMUKAN MAKNA DAN INFORMASI SECARA TEPAT DALAM KAMUS DENGAN MEMBACA MEMINDAI

PEMBELAJARAN MENEMUKAN MAKNA DAN INFORMASI SECARA TEPAT DALAM KAMUS DENGAN MEMBACA MEMINDAI PEMBELAJARAN MENEMUKAN MAKNA DAN INFORMASI SECARA TEPAT DALAM KAMUS DENGAN MEMBACA MEMINDAI Suhardi SD Negeri 007 Ranai Bunguran Timur Natuna Abstrak: Siswa kelas IV SDN 007 Ranai cenderungmengalami kesulitan

Lebih terperinci

8 AKHLAK BAB. Dr. Marzuki, M.Ag. Dosen PKn dan Hukum FIS UNY STANDAR KOMPETENSI 11: Membiasakan perilaku terpuji.

8 AKHLAK BAB. Dr. Marzuki, M.Ag. Dosen PKn dan Hukum FIS UNY STANDAR KOMPETENSI 11: Membiasakan perilaku terpuji. Dr. Marzuki, M.Ag. Dosen PKn dan Hukum FIS UNY BAB 8 AKHLAK STANDAR KOMPETENSI 11: Membiasakan perilaku terpuji. KOMPETENSI DASAR: 11.1. Menjelaskan arti kerja keras, tekun, ulet, dan teliti. 11.2. Menampilkan

Lebih terperinci

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai Lampiran Petunjuk Pelaksanaan TKJI Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Petunjuk Pelaksanaan Tes 1. Lari 40 meter a. Tujuan Tes lari ini adalah untuk mengetahui atau mengukur kecepatan.

Lebih terperinci

KUESIONER TENTANG HUBUNGAN MINAT MASYARAKAT TERHADAP RUMAH SUSUN SEDERHANA DENGAN AKSESIBILITAS DAN LOKASI

KUESIONER TENTANG HUBUNGAN MINAT MASYARAKAT TERHADAP RUMAH SUSUN SEDERHANA DENGAN AKSESIBILITAS DAN LOKASI KUESIONER TENTANG HUBUNGAN MINAT MASYARAKAT TERHADAP RUMAH SUSUN SEDERHANA DENGAN AKSESIBILITAS DAN LOKASI. (STUDI KASUS: RUMAH SUSUN SEDERHANA DI KECAMATAN TANAH ABANG) PENGANTAR Dengan segala kerendahan

Lebih terperinci

Hukum Memakai Celana Panjang yang Lebar

Hukum Memakai Celana Panjang yang Lebar Hukum Memakai Celana Panjang yang Lebar ] إندوني - Indonesian [ Indonesia - Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Dinukil dari Buku Kumpulan Fatwa Untuk Wanita Muslimah (hal. 851-852) Disusun oleh : Amin

Lebih terperinci

Pengertian Kalimat Efektif

Pengertian Kalimat Efektif MENULIS EFEKTIF Pengertian Kalimat Efektif Kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. 1 Syarat-syarat secara tepat mewakili

Lebih terperinci

Metode Koefisien Tak Tentu untuk Penyelesaian PD Linier Homogen Tak Homogen orde-2 Matematika Teknik I_SIGIT KUSMARYANTO

Metode Koefisien Tak Tentu untuk Penyelesaian PD Linier Homogen Tak Homogen orde-2 Matematika Teknik I_SIGIT KUSMARYANTO Metode Koefisien Tak Tentu untuk Penyelesaian Persamaan Diferensial Linier Tak Homogen orde-2 Solusi PD pada PD Linier Tak Homogen ditentukan dari solusi umum PD Linier Homogen dan PD Linier Tak Homogen.

Lebih terperinci

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Pedoman Tugas Akhir

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Pedoman Tugas Akhir Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Pedoman Tugas Akhir JURUSAN TEKNIK SIPIL i KATA PENGANTAR Tugas akhir merupakan karya ilmiah mahasiswa pada tingkat akhir program

Lebih terperinci

DAFTAR ISIAN UNTUK SURAT KETERANGAN SEHAT BAGI DOKTER/DOKTER GIGI

DAFTAR ISIAN UNTUK SURAT KETERANGAN SEHAT BAGI DOKTER/DOKTER GIGI DAFTAR ISIAN UNTUK SURAT KETERANGAN SEHAT BAGI DOKTER/DOKTER GIGI A. IDENTITAS: NO. REGISTRASI KKI: 1 NAMA LENGKAP DENGAN GELAR: 2 JENIS KELAMIN: 1. Laki-laki 2. Perempuan 3 TEMPAT/TANGGAL LAHIR: 4 ALAMAT

Lebih terperinci

Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran

Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran Definisi Pengukuran Adalah pengukuran nilai properti dari suatu obyek. Obyek merupakan suatu entitas yang akan diteliti, dapat berupa perusahaan,

Lebih terperinci

LAMPIRAN KUISONER. Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib

LAMPIRAN KUISONER. Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib LAMPIRAN Lampiran 1 : Kuisoner pelajaran KUISONER Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib (UN)? a. b. Bahasa Indonesia c. Bahasa

Lebih terperinci

KUESIONER Pertanyaan Untuk Pebelanja. Kelurahan :.. Kecamatan :.. Kota :.. DKI Jakarta

KUESIONER Pertanyaan Untuk Pebelanja. Kelurahan :.. Kecamatan :.. Kota :.. DKI Jakarta Lampiran 1 KUESIONER Pertanyaan Untuk Pebelanja A. Identitas Responden 1. Nama : 2. Alamat : Jl. RT./ RW. Kelurahan :.. Kecamatan :.. Kota :.. DKI Jakarta 3. Status gender : 1. Lelaki / 2. Perempuan 4.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI

Lebih terperinci

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR Pada arena balap mobil, sebuah mobil balap mampu melaju dengan kecepatan (x + 10) km/jam selama 0,5 jam. Berapakah kecepatannya jika jarak yang ditempuh mobil tersebut 00

Lebih terperinci

TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA

TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA Oleh: Muhammad Surur, S.Pd JEMBER 2012 TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT 1. KUDA-KUDA

Lebih terperinci