PENETAPAN TARIF SEWA & RETRIBUSI PETAK PASAR DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALMANTAN SELATAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENETAPAN TARIF SEWA & RETRIBUSI PETAK PASAR DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALMANTAN SELATAN"

Transkripsi

1 PENETAPAN TARIF SEWA & RETRIBUSI PETAK PASAR DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALMANTAN SELATAN Sri Hadi 1, I.Putu Artama W 2., dan Christiono Utomo 2 1 Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil FTSP-ITS, 2 Dosen Program Studi Teknik Sipil FTSP ITS ABSTRAK Pasar tradisional yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Tanah Laut pada Tahun 2010 berjumlah sembilan buah yang menyebar di sebelas kecamatan. Didalam pasar tersebut terdapat beberapa aset yang dugunakan oleh pedagang untuk berjualan, diantaranya adalah petak yang terdapat di seluruh pasar. Keterbatasan dana dapat menyebabkan kurangnya optimalisasi aset pasar, sehingga muncul usaha untuk memperbesar pendapatan. Salah satunya berasal dari hasil penarikan tarif sewa dan retribusi agar mampu menutup besarnya beaya, dan juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat atau pedagang. Penelitian ini bertujuan menetapkan besarnya tarif sewa dan retribusi yang dapat menutup beaya operasional dan pemeliharaan atau beaya pelayanan, tetapi juga memepertimbangkan masyarakat yang sebagai obyek dari tarif. Metode analisa yang digunakan untuk penetapan tarif adalah menggunakan pendekatan beaya dan pendekatan permintaan. Pendekatan beaya dihitung dengan metode analisa akuntansi dengan berdasarkan data skunder dari laporan penerimaan dan pengeluaran di Kantor Pengelola Pasar Kabupaten Tanah Laut dan laporan penjabaran APBD. Pendekatan permintaan ditentukan dengan menggunakan persepsi pedagang atas nilai, sehingga menghasilkan kurva permintaan. Dengan analisa regresi linier dan menggunakan pendekatan marginal diperoleh tarif yang sesuai dengan persepsi pedagang. Hasil yang diperoleh untuk tarif baru penggunaan petak pasar kabupaten yang beroperasi harian naik 36% dari tarif lama, sehingga informasi tarif baru sebesar Rp ,00 perbulan. Kemudian di pasar kecamatan yang beroperasi mingguan naik 51 % dari tarif sebelumnya, sehingga informasi tarif baru Rp.7.090,00 perbulan. Kata kunci : beaya, pasar, kurva permintaan, tarif

2 Sri Hadi 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap penyediaan pelayanan membutuhkan biaya pelayanan, dimana biaya penyediaan pelayanan ini dapat didanai dari penjualan pelayanan agar mendapatkan pendapatan untuk biaya operasi dan pemeliharaannya. Keputusan penentuan harga atau tarif pelayanan tidak dapat dilaksanakan secara sembarang berdasarkan subjektifitas, melainkan dengan pertimbangan yang rasional dan obyektif dan dapat menyertakan masyarakat sebagai penerima manfaat langsung. Kondisi umum ada anggapan bahwa pembiayaan dan pengelolaan infrastruktur berkesan merupakan murni aset sosial, dimana setiap orang dapat menggunakannya tanpa perlu membayar. Jika infrastruktur mengalami kerusakan dan perlu perbaikan, masyarakat menganggap sebagai kewajiban pemerintah (Rantetoding, 2010). Hal ini menjadi beban yang sangat besar pada pemerintah, diharapkan adalah pembiayaan layak yang dapat dikumpulkan dari jasa atas pelayanan. Kondisi yang terjadi dalam studi empiris di Kabupaten Tanah Laut, pendapatan yang diperoleh dari sewa dan retribusi berdasar pada kebijakan pada tahun Tarif sewa petak pasar kabupaten Rp.5.000,00 perbulan dan retribusi Rp. 300,00 perhari, kemudian untuk pasar kecamatan tarif sewa Rp.3.500,00 perbulan dan retribusi Rp.300,00 per minggu karena beroperasi mingguan. Pendapatan tersebut belum mampu menutupi biaya operasi dan pemeliharaan dalam pelayanan yang disebabkan nilai tarif yang diterapkan masih rendah. Dengan melihat permasalahan diatas, maka perlu ada penelitian tentang Penetapan Tarif Pasar di Kabupaten Tanah Laut (Obyek: petak pasar kabupaten dan kecamatan). Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi nilai sewa bulanan dan retribusi harian untuk di pasar kabupaten serta retribusi mingguan untuk pasar kecamatan yang beroperasi mingguan dengan obyek tarif petak (bangunan). Penetapan tarif tersebut dari sisi pembiayaan untuk pelayanan tidak merugikan pemerintah daerah dengan memperhatikan pedagang/masyarakat sebagai pengguna. 1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang dapat dirumuskan dan selanjutnya akan dibahas adalah penentuan nilai tarif sewa dan retribusi pasar kecamatan dan kabupaten dengan obyek tarif petak berdasarkan pendekatan biaya, permintaan, dan marginal Manfaat dan Batasan Penelitian Manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah memberikan informasi konsep penetapan harga dengan studi empiris pada infrastruktur pasar tradisional dalam lingkup wilayah kabupaten dan sebagai bahan informasi tentang penelitian lebih lanjut. Pembatasan masalah diperlukan agar peneliti lebih terarah, adalah; pertama, penelitian dilakukan di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan dengan wilayah pelayanan seluruh pasar milik Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (11 kecamatan). Kedua, survey kesediaan membayar terhadap tarif dilakukan terhadap masyarakat/ pedagang yang menggunakan fasilitas pasar untuk berdagang. Ketiga, tingkat pengguna jasa diukur berdasarkan lokasi pasar dan jenis fasilitas yang digunakan. 2. DASAR TEORI 2.1. Pengertian Harga Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang/jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter [9]. Tarif diartikan dengan besarnya pembayaran yang dikenakan atas pemberian jasa pelayanan atau barang dan bisa berbentuk retribusi, pajak ataupun iuran [2]. Kebijakan penetapan harga oleh manajemen idealnya memastikan pemulihan

3 Penetapan Tarif Sewa & Retribusi Petak Pasar di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalmantan Selatan (recovery) atas biaya, dalam kondisi yang sesulit apapun. Penetapan harga jual selain mempertimbangan atas biaya, permintaan juga merupakan faktor penentu [3]. Setiap penyediaan pelayanan publik selalu membutuhkan biaya pelayanan, dimana dapat didanai dari penjualan pelayanan tersebut kepada pengguna[8] Biaya Tetap dan Variabel Pengelompokan biaya berdasarkan karakteristik jumlahnya dikelompokkan menjadi; biaya biaya tetap dan biaya variable [10]. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output. Baiya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah sesuai dengan perubahan tingkat/volume produksi. Penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel akan menghasilkan biaya total [4], atau;tc = TFC + TVC (2.1) Dimana; TC = Biaya total; TFC = Biaya tetap total; TVC= Biaya variabel total 2.3. Penetapan Harga Berdasarkan Biaya Salah satu teknik pendekatan biaya dalam penetapan harga adalah analisis titik impas untuk mengetahui volume penjualan minimum agar suatu usaha tidak menderita rugi tetapi juga belum memperoleh laba [15]. Dalam perhitungan impas dapat dilakukan dari dua sisi [3] yaitu : Biaya tetap Titik impas (Unit) = (2.2) Harga - Biaya Variabel sedangkan rumus perhitungan impas dalam rupiah penjualan adalah Biaya tetap Titik impas (Rp,00) = (2.3) Biaya variabel 1 Harga jual 2.4. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan Menurut Dahl dan Hammond harga ditentukan oleh kekuatan permintaan di pasar [15]. Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Hubungan antara berbagai alternatif harga akibat permintaannya ditunjukkan dalam kurva permintaan[7]. Metode untuk menaksir permintaan yaitu: metode langsung dan metode tidak langsung. Metode langsung melibatkan konsumen dengan menanyakan secara langsung apa yang mereka lakukan jika terjadi perubahan dalam variabel tertentu [1]. Sedangkan tidak langsung dilakukan berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan kemudian dilakukan upayauntuk menemukan hubungan-hubungan statistik antara variabel. 2.5 Penetapan Harga Berdasarkan Marginal Pendekatan marginal dapat digunakan sebagai dasar harga jual, dengan menyamakan antara marginal cost (MC) dengan marginal revenue (MR) atau TR MR=MC. kemudian MR seperti dalam rumus berikut ini [9]; MR= (2.4) Q Dimana TR (Total Revenue) adalah penerimaan total dari hasil penjualan atau perkalian dari harga dan jumlah barang, kemudian MC (Marginal Cost) adalah perubahan ongkos total karena bertambah atau berkurangnya satu unit output. Untuk persamaan biaya yang linier maka MC dianggap tetap dan sama dengan variabel cost, dengan MR=MC maka dapat diperoleh output dan harga yang memaksimalkan laba Elastisistas Elastisitas harga menunjukkan derajat kepekaan jumlah produk yang diminta terhadap perubahan harga [12].. Elastisitas permintaan terhadap harga dinyatakan dalam rumus [12]:

4 Sri Hadi Elastisitas = %perubahan jumlah permintaan %perubahan harga (2.5) Elastisitas ini ditunjukkan dengan angka koefisien elastisitas adalah [4]; elastisitas > 1 disebut elastis, elastisitas < 1disebut tidak elastis, elastisitas = 1disebut unitary elastic, dan elastisitas = disebut elastis sempurna. Semakin tidak elastis semakin besar kemungkinan penjual menaikkan harga Dengan mengetahui informasi elastisitas, akan lebih mudah dalam menyusun strategi harga [10]. 3. METODOLOGI 3.1 Rancangan Penelitian Untuk mencapai tujuan diperlukan metoda dan cara sebagai berikut; Tabel Rancangan penelitian T ujuan M en e n tu k a n ta rif p asar d e n g a n p e n d e k a ta n b ia y a M en e n tu k a n ta rif p asar d e n g a n p e n d e k a ta n p e rm in ta a n M en g eta h u i tarif p asar y a n g d a p a t m e n u tu p biaya operasi dan p e m e lih a ra a n p a d a pengelola pasar dan tid a k m e m b e ra tk a n m a sy a ra k a t/p e d a g a n g D ata yang diperlu kan 1. B ia y a te ta p d a la m p e n y e le n g g a r a a n p a s a r 2. B ia y a v a r ia b e l d a la m p e n y e le n g g a r a a n p e la y a n a n p a s a r 3. J u m la h p e n g g u n a ja s a y a n g m e n g g u n a k a n fa silita s prasarana pasar 4. Pendapatan dari tarif yang berlaku saat ini T in g k a t k e s e d ia a n m e m b a y a r tarif pasar pada beberapa tin g k a t h a rg a y a n g d ita w a rk a n M arg in a l co st, M arg in a l re v en u e, B ia y a V a r ia b e l, P e rsa m a a n ta k sira n k u rv a p e rm in ta a n. T e k n i k P e n g u m p u la n D a ta D a ta sk u n d e r p e n e r im a a n d a n p e n g e lu a ra n b ia y a pelayanan pasar di K a b u p a te n T a n a h L a u t T a h u n s /d S u r v e y d e n g a n k u isio n e r kepada pedagang yang m e n g g u n a k a n fa silita s p ra sa r a n a p a sa r d i K a b T a n a h L a u t 1.H a s il P e r h itu n g a n ta r if d e n g a n p e n d e k a ta n b ia y a 2.H a s il p e rh itu n g a n ta rif d e n g a n p e n d e k a ta n p e rm in ta a n M e to d e A n a lis a P e n d e k a ta n b ia y a m e n g g u n a k a n m e to d e a k u n ta n si d e n g a n a n a lisa titik im p a s regresi P e n e ta p a n h a rg a d e n g a n p e n d e k a ta n m a rg in a l H a s il Tarif pasar b e rd a s a r k a n p e n d e k a ta n b ia y a Tarif pasar b e rd a s a r k a n p e n d e k a ta n p e rm in ta a n Tarif pasar b e rd a s a r k a n p e n d e k a ta n m a rg in a l Sumber: Arsyad, 2008; Mulyadi, 2009; Noor, 2007; Subaidah, 2007, Suparmoko, 2002; Tarquin and Blank, 1998; Carter dan Usry, 2004; Yogi, Pengumpulan Data dan Sistematika Penelitian Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dan primer. Data sekunder berupa data teknis dan keuangan. Kemudian data primer dari hasil survei terhadap responden untuk memperoleh jawaban kesediaan membayar tarif. Sistematika penelitian merupakan tahapan dalam analisis, yaitu; a. Perumusan masalah b. Studi pustaka dan pengumpulan data c. Pengolahan dan analisis data 1. Penetapan Tarif Dengan Pendekatan Titik Impas Biaya total operasi dan pemeliharaan pasar dipecah komposisi struktur biayanya menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Untuk biaya variabel dibagi dengan jumlah pengguna aset pasar akan dapat diketahui biaya variabel rata-rata, sedangkan biaya tetap rata-rata diperoleh dari hasil bagi biaya tetap total dengan jumlah bulan pengamatan. Hasil akhir dari proses ini adalah persamaan biaya yang akan digunakan untuk analisa titik impas dengan pendekatan grafis bersama dengan persamaan pendapatan. Dari sisi pendapatan, pendapatan yang diperoleh selama tahun pengamatan dibagi dengan jumlah pembayar dapat digunakan untuk membuat persamaan pendapatan. Titik impas dapat diketahui dengan pendekatan matematis dan grafis. Dengan pertimbangan unit maksimal yang terlayani sekarang maka dapat diketahui nilai harga atau tarif baru. 2. Penetapan Tarif dengan Pendekatan Permintaan Berdasarkan jawaban hasil survei tentang kesediaan membayar tarif pada beberapa harga yang ditetapkan, kemudian jawaban tersebut ditentukan probabilitasnya [1]. Jawabannya adalah (a) tidak membayar; (b) kurang membayar;

5 Penetapan Tarif Sewa & Retribusi Petak Pasar di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalmantan Selatan (c) mungkin membayar; (d) cukup membayar; (e) membayar; (f) sangat membayar. Ketentuan peluang adalah 0,0 untuk jawaban (a), 0,2 untuk jawaban (b), 0,4 untuk jawaban (c), 0,6 untuk jawaban (d), 0,8 untuk jawaban (e), dan 1,0 untuk jawaban (f). Setelah dapat dihitung probabilitas jawaban sebagai perkalian dengan jawaban, maka diperoleh nilai harapan jumlah yang diminta pada setiap tingkat harga. Kemudian dibuat regresi antara pendapatan dan tarif. Dari permintaan atau kesediaan membayar tarif dikalikan dengan tarif yang telah ditetapkan merupakan pendapatan pihak pengelola pasar, kemudian berdasarkan hal ini dibuat regresi antara pendapatan dan tarif dalam bentuk kuadratik, dengan 2 persamaan sebagai berikut [5]. y = x (3.1) x Dimana y : Total pendapatan (TR) x : tarif ; β i : koefisien ke i, i = 0, 1, 2 Untuk mendapatkan nilai harga tarif yang memberikan pendapatan optimum dilakukan dengan cara menurunkan pendapatan terhadap tarif, dan samadengankan 0, sehingga didapatkan nilai tarif, kemudian dihitung kenaikan dari tarif awal. 3. Penetapan Tarif dengan Pendekatan Marginal Pendekatan ini merupakan kombinasi dari pendekatan biaya dan permintaan. Berdasarkan hasil survey dibuat estimasi permintaan berdasarkan tarif dengan menggunakan regresi linear, sehingga akan diketahui sebuah persamaan sebagai fungsi permintaan, kemudian dapat dirubah menjadi persamaan tarif [1]; P = a + b Q (3.2) Keterangan: P : tarif sewa dan retribusi a, b : koefisien ke i, i = 0,1; Q : permintaan Disisi lain pada TR (Total Revenue) perkalian dari (Q) dan (P), sehingga TR Tarif = P tarif x Q (3.3) Dari persamaan 3.3, untuk mendapatkan Marginal Revenue (MR), TR tarif diturunkan terhadap kuantitas (Q). Pendekatan marginal adalah perpotongan (MR) dan MC [13], sehingga; MR Tarif = MC Tarif (3.4) Melalui persamaan ini diperoleh jumlah unit (Q) yang dapat memberikan laba yang maksimum [10], kemudian dimasukkan ke persamaan tarif 3.2, dan diperoleh nilai tarif berdasarkan pendekatan marginal. 4. HASIL DAN DISKUSI 4.1 Penetapan Harga Tarif dengan Pendekatan Biaya Biaya operasional dan pemeliharaan dalam bahsan ini, yaitu; Tabel 4.1. Biaya Operasi Pemeliharaan Pasar di Kab Tanah Laut Th N o ura ia n T ahun total 1 Belanja Pegawai Ga ji PNS dan Tunjangan Honorarium NON PN S B elanja untuk perawa tan Perawatan bangunan pasar dan peralatan B eba n Umum da n Ka ntor T elepon A ir Listrik Administrasi kantor Setoran rutin Sewa toko,kios, warung, petak, SPT Retribusi harian Setoran hasil WC jum la h Sumber: Kantor Pengelola Pasar Kabupaten Tanah Laut dan hasil olahan

6 Sri Hadi Dari tabel diatas kemudian dipecah menjadi biaya tetap dan variabel, yaitu; Tabel 4.2. Biaya Tetap Pada Operasi dan Pemeliharaan Pasar Th No uraian Tahun total 1 Belanja Pegawai Gaji PNS dan Tunjangan Honorarium NON PNS (petugas pungut dan kebersihan) Beban Umum dan Kantor - Telepon Air Listrik Administrasi kantor Setoran rutin WC JML Sumber: Kantor Pengelola Pasar Kabupaten Tanah Laut Kemudian biaya variabel seperti dalam tabel berikut; Tabel 4.3 Biaya Variabel Pada Operasi dan Pemeliharaan No uraian Tahun total 1 setoran Setoran rutin retribusi Sewa toko,kios, warung, petak, SPT Biaya perawatan dan pemeliharaan jumlah Sumber: Kantor pengelola pasar 1. Persamaan biaya Biaya tetap = Rp ,00 36 bulan =Rp ,667atau Rp ,00 Biaya variabel = Rp , = Rp.3.022,726 atau Rp ,00 Berdasarkan hasil perhitungan maka dapat diketahui persamaan biaya total; Biaya total = (3.023 x jumlah unit terlayani) (4.1) 2. Persamaan Pendapatan Tabel 4.4 Pendapatan Total Sewa dan Retribusi Pasar dan jumlah pembayar di Kab. Tanah Laut Tahun No Jenis/lokasi pasar Obyek/jenis sewa/retribusi PEMBAYAR (unit) NILAI 1 Toko/kios luas 18 m Toko/kios luas 12 m Kabupaten Toko/kios Warung luas 6 m Petak Pemakaian tanah dilokasi pasar milik Pemkab (ukuran 1m2) toko/kios luas16 m Toko/kios luas 12m Kecamatan Petak Pemakaian tanah dilokasi pasar milik Pemkab (ukuran 1m2) JUMLAH Sumber : Kantor Pengelola Pasar Kab. Tanah Laut Dari pendapatan yang diperoleh dari penjumlahan sewa, retribusi, dan setoran pengelola WC dibagi jumlah pengguna/pedagang selama Tahun , merupakan harga rata-rata saat ini, dengan perhitungan sebagai berkut; Harga rata-rata tiap unit saat ini = Rp ,00/ = Rp ,658/ unit Persamaan; pendapatan saat ini = 7.655,658x jml terlayani (4.2) 3. Penentuan titik impas Rumus yang digunakan adalah merujuk pada rumus 2.2 dan 2.3. BEP (unit) = ,667 (7.655, ,726) = unit BEP (Rupiah) = ,667 1-(3.022,726/ 7655,658) = Rp ,00

7 Penetapan Tarif Sewa & Retribusi Petak Pasar di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalmantan Selatan Analisa titik impas dapat juga dilakukan dengan mengunakan analisa grafis; Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Rp ,79 Keterangan bea. Tetap bea. Total pendapatan Rp Gambar 4.1. Grafik titik pulang pokok (BEP) (hasil pengolahan data). Dari gambar titik impas adalah unit obyek saat ini 7032 unit, maka untuk menutupi biaya dilakukan dengan cara menaikkan pendapatan, seperti berikut ini; biaya tetap ,667 Harga = biaya variabel, = 3.022,726 volume titik impas Sehingga harga (tarif dasar dengan pendekatan biaya) = Rp ,064 /unit Dengan pertimbangan tarif awal sebesar Rp.7.655,658 maka terjadi kenaikan tarif sebesar 4,094 % atau Rp.313,407. Dari prosentase kenaikan tarif tersebut diatas kemudian dijadikan dasar dalam penentuan prosentase kenaikan. Tabel 4.5 Informasi Tarif Baru dengan Pendekatan Biaya No Obyek/jenis sewa/retribusi TARIF SAAT INI TARIF BARU DENGAN PENDEKATAN BIAYA periode retribusi sewa perbulan retribusi sewa perbulan retribusi 1 Petak pasar kabupaten (harian) Rp 5.000,00 Rp 300,00 harian Rp 5.204,69 Rp 312,28 2 Petak pasar kecamatan (mingguan) Rp 3.500,00 Rp 300,00 mingguan Rp 3.643,28 Rp 312,28 Sumber: hasil analisis 3.2 Penetapan Harga dengan Pendekatan Permintaan Melalui pendekatan ini akan diketahui nilai harga baru berdasarkan permintaan pedagang/pengguna petak pasar kabupaten dan kecamatan. a. Estimasi Permintaan Hal ini dilakukan dengan pembuatan regresi antara tarif dan pendapatan, data diperoleh dari hasil survei terhadap responden tentang jawaban kesediaan membayar tarif pada beberapa harga yang ditawarkan, hasilnya sebagai berikut; Tabel 4.6 Rekapitulasi dan Pengolahan Jawaban Responden dalam Kesediaan Membayar Tarif Petak Pasar Kabupaten sewa & JAWABAN KESEDIAAN MEMBAYAR RESPONDEN kuantitas Estimasi perubah Perubaha sewa/ bulan retribusi/ hari retribusi yang ELASTISIT sangat cukup mungkin kurang tidak Pendapatan/ TR an harga n Jumlah perbulan diharapka AS (%) (%) n (UNIT) ,60 Rp ,00 Rp ,23 0, ,60 Rp ,80 0, ,20 Rp ,11 0, ,80 Rp ,69 0, ,80 Rp ,22 0, ,40 Rp ,80 0, ,60 Rp ,95 0, ,60 Rp ,75 0, ,80 Rp ,44 0, ,80 Rp ,78 0,78 Sumber: hasil pengolahan data survey

8 Sri Hadi Kemudian untuk petak pasar kecamatan adalah sebagai berikut; Tabel 4.7 Rekapitulasi dan Pengolahan Jawaban Responden dalam Kesediaan Membayar Tarif Petak Pasar Kecamatan NO sewa/ bulan retribusi/ hari sewa & retribusi perbulan sangat JAWABAN KESEDIAAN MEMBAYAR RESPONDEN cukup mungkin kurang tidak kuantitas yang diharapkan (UNIT) Estimasi Pendapatan/ TR perubahan harga sewa & retribusi (%) Perubahan Jumlah (%) ELASTISITAS , , ,95 0, , ,04 0, , ,30 0, , ,82 0, , ,21 0, , ,94 0, , ,42 0, , ,24 0, , ,36 0, , ,05 0,83 Sumber: hasil pengolahan data survey Dari perkalian jawaban yang diberikan dengan probabilitasnya (seperti penjelasan metodologi) diperoleh kuantitas yang diharapkan, kemudian dibuat kurva permintaan, dimana setiap tarif akan menghasilkan permintaan berbeda. Model regresi yang kemudian sebagai fungsi permintan, meliputi; Fungsi permintaan pengguna petak pasar kabupaten adalah sebagai berikut; Q petak psr kab = 54,57-0, P petak psr kab (4.3) Kemudian persamaan diatas diubah menjadi; P petak psr kab = 35093, ,087 Q petak psr kab (4.4) Fungsi permintaan pengguna petak pasar kecamatan adalah sebagai berikut; Q petak psr kec = 67,00-0, P petak psr kec (4.5) Kemudian persamaan diatas diubah menjadi; P petak psr kec = , ,556 Q petak psr kec (4.6) Model persamaan 4.4 dan 4.6 digunakan untuk menentukan rumus pendapatan (TR). b. Estimasi Pendapatan Berdasarkan survey yang dilakukan, estimasi pendapatan diperoleh dari tarif yang telah ditetapkan dikalikan dengan kuantitas yang diharapkan sebagai nilai harapan pendapatan (lihat tabel 4.6 dan 4.7). Untuk lebih mewakili pendapatan dari sisi responden diperlukan model regresi, dimana yang sebelumnya dibuat grafik untuk melihat pola hubungannya, seperti dibawah ini; estimasi pendapatan estimasi pendapatan Tarif Tarif Gambar 4.2. Diagram pencar tarif dan pendapatan petak pasar kabupaten dan kecamatan(hasil pengolahan data) Persamaan regresi kuadratik dari gambar diatas kemudian dilakukan pendekatan matematis, sebagai berikut; Petak pasar kabupaten; 2 TR petak = ,2 P petak - 0, P petak (4.7)

9 Penetapan Tarif Sewa & Retribusi Petak Pasar di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalmantan Selatan (TR tarif ) = 159,2-0, P; sehingga P= ,16 dibulatkan Rp ,00 Dengan pertimbangan tarif awal sewa dan retribusi sebesar Rp ,00 maka terjadi kenaikan tarif berdasarkan permintaan untuk penggunaan petak pasar kabupaten sebesar 39,15 % atau Rp ,00 Petak pasar kecamatan; 2 TR petak kec = ,6 P petak kec - 0,01571 P petak kec (4.8) (TR tarif ) = 201,6-0,03142 P P petak kec = Rp.6.416,00 Dengan pertimbangan tarif awal sewa dan retribusi sebesar Rp.4.700,00 maka terjadi kenaikan tarif berdasarkan permintaan untuk penggunaan petak pasar kecamatan sebesar 36,51 % atau Rp.1.716, Penetapan Harga dengan Pendekatan Pendekatan Marginal Berdasarkan hasil survey yang dilakukan kemudian telah dibuat model regresi antara tarif dengan kuantitas (lihat persamaan 4.4 dan 4.6). Disisi lain TR (Total Revenue) merupakan perkalian dari (Q) kuantitas dan (P) harga, sehingga; Untuk pasar kabupaten, TR = 35093,248 Q - 643,087 Q 2 (4.9) Untuk pasar kecamatan, TR = ,227Q -166,556 Q 2 (4.10) Dari persamaan 4.9 dan 4.10, untuk mendapatkan Marginal Revenue (MR) dilakukan dengan cara diturunkan terhadap kuantitas (Q) sehingga diperoleh; MR = , ,174 Q (4.11) MR = , ,112 Q (4.12) Pendekatan marginal dilakukan dengan mencari titik potong antara pendapatan marginal (MR) dan perubahan biaya terhadap perubahan jumlah yang terlayani atau biaya variabel, maka; Untuk pasar kabupaten; , ,174 Q = 3022,726, sehingga Q = 24,93 unit Untuk pasar kecamatan; , ,112 Q = 3022,726, sehingga Q = 24,43 unit Dengan memasukkan kembali Q (unit) ke persamaan 4.4 untuk pasar kabupaten dan 4.6 untuk pasar kecamatan, maka diperoleh tarif yang merupakan penjumlahan sewa dan retribusi; P petak psr kabupaten = Rp ,991 atau dibulatkan Rp ,00 P petak psr kecamatan = Rp ,976 atau dibulatkan Rp ,00 5. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh kesimpulan informasi tarif baru untuk petak pasar kabupaten sebesar Rp ,00, dengan pertimbangan tarif awal sewa dan retribusi sebesar Rp ,00, maka terjadi kenaikan tarif sebesar 36,128 % atau Rp 5.058,00. Kemudian untuk petak pasar kecamatan sebesar Rp.7.091,00, berdasarkan pertimbangan tarif awal sewa dan retribusi sebesar Rp.4.700,00, maka terjadi kenaikan tarif sebesar 50,871 %.atau Rp ,00. Nilai tersebut merupakan harga penjumlahan antara sewa dan retribusi yang dihitung dalam satuan bulan. Kemudian nilai tarif sewa dan retribusinya disajikan dalam tabel berikut ini Tabel 5.1. Harga Baru Sewa dan Retribusi Pasar Kabupaten di Kabupaten Tanah Laut No Obyek/jenis sewa/retribusi periode pasar Sewa/bulan Tarip lama/yang berlaku saat ini retribusi per (hari/minggu) sewa & retribusi perbulan sewa & retribusi perbulan informasi tarip baru retribusi per (hari/minggu) Sewa/bulan 1 Petak pasar kabupaten Harian ,99 430, ,98 2 Petak pasar kecamatan mingguan ,98 430, ,97 Sumber: hasil analisis

10 Sri Hadi Saran yang dari penulis, pertama, ada kajian lanjutan yang memungkinkan tiap pasar memiliki mekanisme pengelolaan sendiri sehingga lebih mudah untuk mengontrol kinerja tiap pasar termasuk didalamnya kinerja keuangan. Kedua, dengan penetapan tarif yang baru akan memenuhi biaya operasi dan pemeliharaan pasar, perlu diikuti dengan langkah-langkah sosialisasi kepada pedagang agar berpartisipasi dan perlu peningkatan pelayanan dari pihak pengelola agar tidak menimbulkan reaksi negatif dari pedagang. Ketiga, berdasarkan informasi dari Kantor Pengelola Pasar, akan dilaksanakan peningkatan dan penambahan bangunan pasar kabupaten, dengan demikian perlu penelitian lebih lanjut tentang taksiran kurva permintaan apabila melibatkan calon pengguna baru. DAFTAR PUSTAKA 1. Arsyad, L. (2008), Ekonomi Manajerial Ekonomi Mikro Terapan untuk Manajemen Bisnis, Edisi keempat, Penerbit BPFE Yogyakarta, Yogyakarta 2. Bambang, S dan Kertasapoetra, G. (1992), Kalkulasi Pengendalian Biaya Produksi, Edisi ke 2, Rineka Cipta, Jakarta. 3. Carter, W.K dan Usry, M.F. (2004), Akuntansi Biaya (terjemahan), Edisi 13, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. 4. Gaspersz, V. (2003), Ekonomi Manajerial, Pembuatan Keputusan Bisnis, Cetakan ke-5, Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 5. Iriawan, N. dan Astuti, S.P. (2006), Mengolah Data Statistik dengan Menggunakan Minitab 14, Penerbit Andi, Yogyakarta. 6. Kotler, P dan Armstrong, G. (1995), Dasar-Dasar Pemasaran (terjemahan), Penerbit Erlangga, Jakarta. 7. Kotler, P. (1998), Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol (terjemahan), Penerbit Prenhallindo, Jakarta. 8. Mahmudi (2010), Manajemen Keuangan Daerah, Penerbit Erlangga, Jakarta 9. Mulyadi (2009), Akuntansi Biaya, Edisi ke-5 cetakan kesembilan, Penerbit UPP- STIM YKPN, Yogyakarta. 10. Noor, H.F. (2007), Ekonomi Manajerial, Penerbit PT Rajagrafindo Persada, Jakarta. 11. Subaidah, S. (2007), Penetapan Retribusi Kebersihan Kabupaten Gresik, Tesis-S2 FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Surabaya. 12. Sukirno, S. (1997), Teori Mikroekonomi, Penerbit RajaGrafindo Persada, Jakarta. 13. Suparmoko, M. (2002), Ekonomika untuk Manajer, Edisi ke-2, Penerbit BPFE Yogyakarta, Yogyakarta. 14. Tarquin, A.J and Blank, L. (1998), Enggineering Economy. (4th ed), Mc Graw Hill Companies, New York. 15. Yogi, MS. (2006), Ekonomi Manajerial, Pendekatan Analisis Praktis, Edisi ke-2. Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Analisa Penetapan Harga Jual Perumahan Pondok Permata Suci Gresik

Analisa Penetapan Harga Jual Perumahan Pondok Permata Suci Gresik 1 Analisa Penetapan Harga Jual Perumahan Pondok Permata Suci Gresik Dwi Andi Mahendra dan Farida Rachmawati ST. MT. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh

Lebih terperinci

ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG.

ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG. MAKALAH TUGAS AKHIR ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG. Berlin Shelina Wardani 3107100011 Dosen Pembimbing: Christiono Utomo ST.,MT.,Ph.D JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah pada Proyek Perumahan Soka Park Bangkalan

Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah pada Proyek Perumahan Soka Park Bangkalan JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-173 Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah pada Proyek Perumahan Soka Park Bangkalan Fahad dan Christiono Utomo Jurusan Teknik

Lebih terperinci

Analisis Penetapan Harga Jual Unit Apartemen Bale Hinggil di Surabaya

Analisis Penetapan Harga Jual Unit Apartemen Bale Hinggil di Surabaya JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 4, No.1, (14) 337-35 (31-98X Print) 1 Analisis Penetapan Harga Jual Unit Apartemen Bale Hinggil di Surabaya Wahyu Ika Aprilia dan Christiono Utomo Jurusan Teknik Sipil,

Lebih terperinci

Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah di Perumahan Griya Agung Permata, Lamongan

Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah di Perumahan Griya Agung Permata, Lamongan JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-57 Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah di Perumahan Griya Agung Permata, Lamongan Muchamad Faridz Hidayat dan Christiono

Lebih terperinci

Analisa Biaya Dan Permintaan Pada Penetapan Harga Marginal Unit Rumah Di Perumahan Royal Regency, Lumajang

Analisa Biaya Dan Permintaan Pada Penetapan Harga Marginal Unit Rumah Di Perumahan Royal Regency, Lumajang JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D-36 Analisa Dan Permintaan Pada Penetapan Harga Marginal Unit Rumah Di Perumahan Royal Regency, Lumajang Rachma Damayanti dan

Lebih terperinci

Analisis Penetapan Harga Jual Unit Apartemen Bale Hinggil di Surabaya

Analisis Penetapan Harga Jual Unit Apartemen Bale Hinggil di Surabaya Analisis Penetapan Harga Jual Unit Apartemen Bale Hinggil di Surabaya D-59 Wahyu Ika Aprilia dan Christiono Utomo Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh

Lebih terperinci

(TUGAS AKHIR) ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH PADA PROYEK PERUMAHAN SOKA PARK, BANGKALAN. Fahad

(TUGAS AKHIR) ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH PADA PROYEK PERUMAHAN SOKA PARK, BANGKALAN. Fahad (TUGAS AKHIR) ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH PADA PROYEK PERUMAHAN SOKA PARK, BANGKALAN Fahad 3108 100 106 Dosen Pembimbing: Christiono Utomo, ST., MT., Ph.D JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

Lebih terperinci

Penetapan Harga Pokok Penjualan Berdasarkan Alokasi Biaya Terhadap Posisi Rumah Pada Perumahan Green Park Residence Sampang

Penetapan Harga Pokok Penjualan Berdasarkan Alokasi Biaya Terhadap Posisi Rumah Pada Perumahan Green Park Residence Sampang JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3,. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-76 Penetapan Berdasarkan Alokasi Biaya Terhadap Posisi Rumah Pada Perumahan Green Park Residence Sampang Triogo Utomo dan Christiono

Lebih terperinci

EVALUASI HARGA SEWA RUSUN PENJARINGANSARI DAN SIWALANKERTO

EVALUASI HARGA SEWA RUSUN PENJARINGANSARI DAN SIWALANKERTO EVALUASI HARGA SEWA RUSUN PENJARINGANSARI DAN SIWALANKERTO Disusun oleh : Evi Varida Mega Utari NRP : 3110106010 Dosen pembimbing : Farida Rachmawati, ST. MT. Program Sarjana Lintas Jalur Jurusan Teknik

Lebih terperinci

Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah Di Perumahan Pakuwon City Surabaya

Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah Di Perumahan Pakuwon City Surabaya JURNAL TEKNIK POMITS Vol.3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D-65 Analisa Penetapan Harga Jual Unit Rumah Di Perumahan Pakuwon City Surabaya Nila Oktafia, Retno Indryani dan Yusronia Eka

Lebih terperinci

Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar

Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar Selain berbentuk fungsi linier, permintaan dan penawaran dapat pula berbentuk fungsi non linier. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran yang kuadratik dapat

Lebih terperinci

PENETAPAN HARGA DALAM PRAKTEK. 3. Metode penggunaan taksiran biaya dan penerimaan inkremen C. PENENTUAN HARGA DALAM PASAR YANG MAPAN

PENETAPAN HARGA DALAM PRAKTEK. 3. Metode penggunaan taksiran biaya dan penerimaan inkremen C. PENENTUAN HARGA DALAM PASAR YANG MAPAN PENETAPAN HARGA DALAM PRAKTEK Ari Darmawan, Dr. S.AB, M.AB Email: aridarmawan_fia@ub.ac.id A. PENDAHULUAN B. METODE PENETAPAN HARGA 1. Metode biaya ditambah dengan laba yang diinginkan 2. Penentuan harga

Lebih terperinci

BAB V PERUSAHAAN dan PRODUKSI

BAB V PERUSAHAAN dan PRODUKSI BAB V PERUSAHAAN dan PRODUKSI 5.1. Perilaku Produsen Jika konsumen didefinisikan sebagai orang atau pihak yang mengkonsumsi (pengguna) barang dan jasa maka produsen adalah orang atau pihak yang memproduksi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Manajemen Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan sangat memerlukan informasi akuntansi. Untuk memenuhi kebutuhan

Lebih terperinci

PERILAKU KONSUMEN. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal

PERILAKU KONSUMEN. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal PERILAKU KONSUMEN Perilaku konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap untuk memuaskan kebutuhan mereka.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi Pengertian manajemen produksi dan operasi tidak terlepas dari pengertian manajemen. Menurut Assauri (2008:18), istilah manajemen

Lebih terperinci

D e skrip to r K u a lifik a si M a g ister S a in s/s 2 (L e v el 7 )

D e skrip to r K u a lifik a si M a g ister S a in s/s 2 (L e v el 7 ) m a sy a ra k a t M e n g h a rm o n ik a n sa in s (ilm u p e n g eta h u a n d a n te k n o lo g i k e d o k te ra n h e w a n ), re g u la si (le g is la s i v ete rin e r d a n siste m k e se h ata

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada PR. Kreatifa hasta mandiri, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

BAB V PENUTUP. Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada PR. Kreatifa hasta mandiri, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada PR. Kreatifa hasta mandiri, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Menentukan target keuntungan atau profit margin bagi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kewirausahaan Seiring dengan perkembangan zaman dan kualitas hidup masyarakat, banyak masyarakat yang ingin meningkatkan pendapatannya dengan berwirausaha. Menurut

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Break Even ( titik impas ) Break even point atau titik impas sampai saat ini belum bisa diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia secara pasti. Hal ini dikarenakan belum

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya dan Klasifikasi Biaya Menurut Perilaku Biaya Biaya merupakan unsur yang digunakan dalam melakukan analisis Break Even Point. Untuk dapat menentukan tingkat

Lebih terperinci

PENENTUAN HARGA JUAL KAMAR HOTEL SAAT LOW SEASON DENGAN METODE COST-PLUS PRICING PENDEKATAN VARIABEL COSTING

PENENTUAN HARGA JUAL KAMAR HOTEL SAAT LOW SEASON DENGAN METODE COST-PLUS PRICING PENDEKATAN VARIABEL COSTING PENENTUAN HARGA JUAL KAMAR HOTEL SAAT LOW SEASON DENGAN METODE COST-PLUS PRICING PENDEKATAN VARIABEL COSTING (Studi kasus pada Hotel Puri Artha Yogyakarta) Nama : Hesti Triyanto Dosen Pembimbing : H. Y.

Lebih terperinci

BAB VI FUNGSI KUADRAT (PARABOLA)

BAB VI FUNGSI KUADRAT (PARABOLA) BAB VI FUNGSI KUADRAT (PARABOLA) Secara umum, persamaan kuadrat dituliskan sebagai ax 2 + bx + c = 0 atau dalam bentuk fungsi dituliskan sebagai f(x) = ax 2 + bx + c, dengan a, b, dan c elemen bilangan

Lebih terperinci

Mata Kuliah : Pengantar Ekonomi Mikro Kode : IS304 SKS : 3 SKS Semester : 1 Dosen : Tim Jumlah TM : 16 x pertemuan

Mata Kuliah : Pengantar Ekonomi Mikro Kode : IS304 SKS : 3 SKS Semester : 1 Dosen : Tim Jumlah TM : 16 x pertemuan PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI DAN KOPERASI FPIPS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA ================================================== SATUAN PEMBELAJARAN Mata Kuliah : Mikro Kode : IS304 SKS : 3 SKS

Lebih terperinci

PENERAPAN EKONOMI FUNGSI NON LINIER

PENERAPAN EKONOMI FUNGSI NON LINIER PENERAPAN EKONOMI FUNGSI NON LINIER Pertemuan 3 LOGO Farah Alfanur Fungsi Penerimaan Fungsi Biaya Fungsi Penawaran Fungsi Permintaan 2 PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR Permintaan dan penawaran

Lebih terperinci

BAB VII APLIKASI TURUNAN FUNGSI DALAM EKONOMI DAN BISNIS. Sifat-sifat yang sering digunakan untuk turanan fungsi dalam ekonomi dan bisnis:

BAB VII APLIKASI TURUNAN FUNGSI DALAM EKONOMI DAN BISNIS. Sifat-sifat yang sering digunakan untuk turanan fungsi dalam ekonomi dan bisnis: BAB VII APLIKASI TURUNAN FUNGSI DALAM EKONOMI DAN BISNIS A. TURUNAN FUNGSI ALJABAR SATU VARIABEL f(x) = ax n Keterangan: f (x) = turunan pertama dari fungsi f(x) a dan n adalah suatu konstanta f (x) =

Lebih terperinci

PENGANTAR EKONOMI MIKRO

PENGANTAR EKONOMI MIKRO PENGANTAR EKONOMI MIKRO www.febriyanto79.wordpress.com LOGO Produksi Kegiatan memproses input menjadi output Produsen dalam melakukan kegiatan produksi mempunyai landasan teknis yang didalam teori ekonomi

Lebih terperinci

Makalah Tugas Akhir, Juni 2011 PENENTUAN HARGA SEWA RUANG KAPAS KRAMPUNG PLAZA (KAZA)

Makalah Tugas Akhir, Juni 2011 PENENTUAN HARGA SEWA RUANG KAPAS KRAMPUNG PLAZA (KAZA) PENENTUAN HARGA SEWA RUANG KAPAS KRAMPUNG PLAZA (KAZA) Ajeng Iswahyuningtyas Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh November ABSTRAK : Pembangunan pusat

Lebih terperinci

JURNAL ANALISIS PENERAPAN CVP (COST VOLUME PROFIT) UNTUK PERENCANAAN LABA PADA UD. TIDAR KEDIRI

JURNAL ANALISIS PENERAPAN CVP (COST VOLUME PROFIT) UNTUK PERENCANAAN LABA PADA UD. TIDAR KEDIRI JURNAL ANALISIS PENERAPAN CVP (COST VOLUME PROFIT) UNTUK PERENCANAAN LABA PADA UD. TIDAR KEDIRI ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION CVP (COST VOLUME PROFIT) PLANNING FOR PROFIT ON UD. TIDAR KEDIRI Oleh: TRI

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENGAJARAN ( SAP )

SATUAN ACARA PENGAJARAN ( SAP ) SEKO H NO MI KO LA SATUAN ACARA PENGAJARAN ( SAP ) GGI ILMU TIN E SERANG Mata Kode MK Program Studi Kredit Semester Semester : MANAJEMEN STRATEGIK : EK12.C406 : MANAJEMEN : 3 SKS : VIII (DELAPAN) Buku

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya merupakan salah satu pengeluaran yang pasti dalam suatu perusahaan, oleh karenanya, biaya sangat diperlukan dalam

Lebih terperinci

Matematika Ekonomi. Oleh: Osa Omar Sharif Institut Manajemen Telkom

Matematika Ekonomi. Oleh: Osa Omar Sharif Institut Manajemen Telkom Matematika Ekonomi Oleh: Osa Omar Sharif Institut Manajemen Telkom ELASTISITAS Elastisitas adalah pengukuran tingkat respon/kepekaan satu variabel terhadap variabel yang lainnya Menunjukkan perubahan satu

Lebih terperinci

Elastisitas Permintaan

Elastisitas Permintaan 06/1/010 Penerapan Diferensial Fungsi Sederhana dalam Ekonomi Diskripsi materi: Elastisitas Biaya Marjinal dan Penerimaan Marjinal Utilitas Marjinal Produk Marjinal Analisis Keuntungan Maksimum Matematika

Lebih terperinci

BIAYA PRODUKSI. I. Pengertian Biaya produksi. Nama : Abdul Wahab NPM : Kelas : 1 ID 05

BIAYA PRODUKSI. I. Pengertian Biaya produksi. Nama : Abdul Wahab NPM : Kelas : 1 ID 05 Nama : Abdul Wahab NPM : 38409532 Kelas : 1 ID 05 BIAYA PRODUKSI I. Pengertian Biaya produksi Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan factor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal,

Lebih terperinci

PELATIHAN OLIMPIADE EKONOMI PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS PROVINSI. HARI/TANGGAL : Kamis/ 24 MEI JUMLAH SOAL : 50 butir

PELATIHAN OLIMPIADE EKONOMI PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS PROVINSI. HARI/TANGGAL : Kamis/ 24 MEI JUMLAH SOAL : 50 butir PELATIHAN OLIMPIADE EKONOMI PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS PROVINSI HARI/TANGGAL : Kamis/ 24 MEI 2012 WAKTU : 120 MENIT JUMLAH SOAL : 50 butir Pilihlah satu jawaban yang paling tepat pada soal di bawah ini!

Lebih terperinci

VI. BIAYA PRODUKSI DAN PENERIMAAN

VI. BIAYA PRODUKSI DAN PENERIMAAN Nuhfil1 6.1. Macam-Macam Biaya Produksi VI. BIAYA PRODUKSI DAN PENERIMAAN Biaya produksi adalah semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktorfaktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan

Lebih terperinci

2.2.2 Penggolongan Biaya Menurut sifatnya, biaya dapat dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya

2.2.2 Penggolongan Biaya Menurut sifatnya, biaya dapat dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien

Lebih terperinci

PENERAPAN FUNGSI DALAM EKONOMI. Fungsi Linier

PENERAPAN FUNGSI DALAM EKONOMI. Fungsi Linier PENERAPAN FUNGSI DALAM EKONOMI Fungsi Linier Penerapan Fungsi Linear Dalam Teori Ekonomi Mikro 1. Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbangan pasar 2. Pengaruh pajak-spesifik terhadap keseimbangan

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVEN PADA PERUSAHAAN PABRIK MINUMAN UD. USAHA BARU MAKASSAR ZAINAL ABIDIN STIE YPUP MAKASSAR

ANALISIS BREAK EVEN PADA PERUSAHAAN PABRIK MINUMAN UD. USAHA BARU MAKASSAR ZAINAL ABIDIN STIE YPUP MAKASSAR ANALISIS BREAK EVEN PADA PERUSAHAAN PABRIK MINUMAN UD. USAHA BARU MAKASSAR ZAINAL ABIDIN STIE YPUP MAKASSAR ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untukk mengetahui volumen produksi dan penjualan minuman pada

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Biaya merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas

BAB II LANDASAN TEORI. Biaya merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas perusahaan. Biaya didefinisikan sebagai suatu sumber daya yang dikorbankan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) TATAP MUKA KE : 1

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) TATAP MUKA KE : 1 TATAP MUKA KE : 1 1. Jurusan : Manajemen 2. Mata Kuliah : Ekonomi Manajerial 3. Kode Mata Kuliah : MJN 4. Jumlah SKS : 3 SKS 5. Jumlah Tatap Muka : 1 kali 6. Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu mengaplikasikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hansen & Mowen (2005:274) Analisis biaya-volume-laba (costvolume-profit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hansen & Mowen (2005:274) Analisis biaya-volume-laba (costvolume-profit BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Analisis Cost Volume Profit a. Pengertian Analisis Cost Volume Profit Menurut Hansen & Mowen (2005:274) Analisis biaya-volume-laba (costvolume-profit analysis)

Lebih terperinci

Seminar Nasional IENACO ISSN:

Seminar Nasional IENACO ISSN: ANALISIS SENSITIVITAS HARGABAHAN BAKUIMPOR IMPLIKASINYA TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHATAHU-TEMPE (STUDI EMPIRIK PADA INDUSTRI KECIL TAHU-TEMPE DI JATINOM) Sutrisno Badri, Jarot Prasetyo, E Sugandiko Universitas

Lebih terperinci

MEKANISME PASAR A. Pengertian dan Bentuk Pasar PRODUKSI 1. Fungsi-fungsi Produksi

MEKANISME PASAR A. Pengertian dan Bentuk Pasar PRODUKSI 1. Fungsi-fungsi Produksi MEKANISME PASAR A. Pengertian dan Bentuk Pasar Dalam memajukan perekonomian suatu negara, pasar memiliki peranan yang sangat penting. Melalui aktifitas pasar, produksi dapat sampai ke tangan konsumen yang

Lebih terperinci

ANALISIS COST VOLUME PROFIT UNTUK PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA PT. ANEKA CARGO KHATULISTIWA KOTABARU

ANALISIS COST VOLUME PROFIT UNTUK PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA PT. ANEKA CARGO KHATULISTIWA KOTABARU ANALISIS COST VOLUME PROFIT UNTUK PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA PT. ANEKA CARGO KHATULISTIWA KOTABARU Rika Sylvia Politeknik Kotabaru ABSTRACT Information about changes in costs, volumes and revenues

Lebih terperinci

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Struktur Pasar Faktor-faktor yang membedakan bentuk pasar 1. Ciri-ciri barang yang dihasilkan 2. Banyaknya perusahaan dalam industri 3. Tingkat kesulitan perusahaan baru dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Tinjauan penelitian terdahulu yang dijadikan peneliti sebagai bahan pertimbangan pertama, penelitian yang dilakukan oleh Ade Zulfikar Abraham Iqbal

Lebih terperinci

1.Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbangan pasar. 2.Pengaruh pajak-spesifik terhadap keseimbangan pasar

1.Fungsi permintaan, fungsi penawaran dan keseimbangan pasar. 2.Pengaruh pajak-spesifik terhadap keseimbangan pasar Fungsi linear sangat lazim diterapkan dalam ilmu ekonomi, baik dalam pembahasan ekonomi mikro maupun makro. Dua variabel ekonomi maupun lebih yang saling berhubungan acapkali diterjemahkan kedalam bentuk

Lebih terperinci

a b Penawaran : Jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu

a b Penawaran : Jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu G. Aplikasi Fungsi dalam Bisnis dan Ekonomi. Permintaan (Demand) dan Penawaran (Supply) Permintaan : Sejumlah barang yang diminta konsumen pada tingkat harga tertentu. Hukum Permintaan (Demand): Apabila

Lebih terperinci

PERHITUNGAN LABA/RUGI SUATU USAHA

PERHITUNGAN LABA/RUGI SUATU USAHA Judul PERHITUNGAN LABA/RUGI SUATU USAHA Mata Pelajaran : Ekonomi Kelas : I (Satu) Nomor Modul : Eko.I.04 Penulis: Nurmawan, S.Pd Penyunting Materi: Dra. Endang Sri Rahayu Penyunting Media: Sandjaja Siswosoemarto,

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI KENDALA MODEL OPTIMASI JUMLAH UNIT RUMAH TIAP TIPE PADA PERUMAHAN

IDENTIFIKASI KENDALA MODEL OPTIMASI JUMLAH UNIT RUMAH TIAP TIPE PADA PERUMAHAN IDENTIFIKASI KENDALA MODEL OPTIMASI JUMLAH UNIT RUMAH TIAP TIPE PADA PERUMAHAN Yusroniya Eka Putri Jurusan Teknik Sipil FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Telp 031-5946094

Lebih terperinci

Telkom University Alamanda

Telkom University Alamanda Telkom University Alamanda 2 Tujuan Mahasiswa diharapkan mampu: Memahami fungsi non-linear Menerapkan fungsi non-linear dalam ilmu ekonomi 3 Hubungan Non-Linear Ada 4 macam bentuk fungsi non-linear yang

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL. laba yang ingin dicapai perusahaan juga mempengaruhi kelangsungan hidup

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL. laba yang ingin dicapai perusahaan juga mempengaruhi kelangsungan hidup 14 BAB II PENENTUAN HARGA JUAL Keputusan penentuan harga jual sangat penting, karena selain mempengaruhi laba yang ingin dicapai perusahaan juga mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena

Lebih terperinci

Biaya produksi jangka pendek vs biaya produksi jangka panjang. Biaya produksi jangka pendek (satu input bersifat variabel)

Biaya produksi jangka pendek vs biaya produksi jangka panjang. Biaya produksi jangka pendek (satu input bersifat variabel) Biaya Produksi Sayifullah sayiful1@gmail.com Materi Presentasi Konsep biaya dalam ilmu ekonomi Biaya produksi jangka pendek vs biaya produksi jangka panjang Biaya produksi jangka pendek (satu input bersifat

Lebih terperinci

PENYUSUNAN ANALISIS STANDAR BELANJA MELALUI PENDEKATAN REGRESI SEDERHANA DALAM MENYUSUN ANGGARAN

PENYUSUNAN ANALISIS STANDAR BELANJA MELALUI PENDEKATAN REGRESI SEDERHANA DALAM MENYUSUN ANGGARAN PENYUSUNAN ANALISIS STANDAR BELANJA MELALUI PENDEKATAN REGRESI SEDERHANA DALAM MENYUSUN ANGGARAN Memen Suwandi Jurusan Akuntansi, UIN Alauddin, Jl. ST. Alauddin No. 36, Samata-Gowa msuwandi19@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi Manajemen produksi dan operasi sering digunakan dalam suatu organisasi yang menghasilkan keluaran atau output, baik yang berupa barang

Lebih terperinci

PENYUSUNAN CASH FLOW BISNIS DAN LAPORAN LABA/RUGI DEPARTEMEN AGRIBISNIS FEM - IPB

PENYUSUNAN CASH FLOW BISNIS DAN LAPORAN LABA/RUGI DEPARTEMEN AGRIBISNIS FEM - IPB PENYUSUNAN CASH FLOW BISNIS DAN LAPORAN LABA/RUGI DEPARTEMEN AGRIBISNIS FEM - IPB Penerimaan dan pengeluaran dalam bisnis merupakan komponen yang sangat penting untuk melihat aktivitas yang berlangsung

Lebih terperinci

Penggunaan Turunan dalam Ekonomi Ir. Tito Adi Dewanto

Penggunaan Turunan dalam Ekonomi Ir. Tito Adi Dewanto Penggunaan Turunan dalam Ekonomi Ir. Tito Adi Dewanto Kegiatan Belajar 1 A. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen mengikuti Hukum permintaan : Bila harga barang naik, ceteris paribus (faktor lain tetap)

Lebih terperinci

TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA

TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA - Jurusan Teknik Industri TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA Teknik Industri Lesson 1 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Mata Kuliah : Kode : TID 4019 Semester : 3 Beban Studi : 3 SKS Capaian Pembelajaran (CPL): 1. Menguasai

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVENT POINT DALAM KEBIJAKAN PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi Pada PT Wonojati Wijoyo Kediri)

ANALISIS BREAK EVENT POINT DALAM KEBIJAKAN PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi Pada PT Wonojati Wijoyo Kediri) ANALISIS BREAK EVENT POINT DALAM KEBIJAKAN PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi Pada PT Wonojati Wijoyo Kediri) Yesy Okviana Ika Pratiwi Moch. Dzulkirom AR Devi Farah Azizah Fakultas Ilmu Administrasi

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING II.1. Harga Jual Penentuan harga jual suatu produk atau jasa merupakan salah satu keputusan penting manajemen karena harga yang ditetapkan

Lebih terperinci

ANALISIS TITIK IMPAS PADA HOTEL WISATA GRAND BARUMBAY & RESORT SAMARINDA KHAS KALIMANTAN TIMUR UNTUK TAHUN 2009, 2010 & 2011.

ANALISIS TITIK IMPAS PADA HOTEL WISATA GRAND BARUMBAY & RESORT SAMARINDA KHAS KALIMANTAN TIMUR UNTUK TAHUN 2009, 2010 & 2011. http://karyailmiah.polnes.ac.id ANALISIS TITIK IMPAS PADA HOTEL WISATA GRAND BARUMBAY & RESORT SAMARINDA KHAS KALIMANTAN TIMUR UNTUK TAHUN 2009, 2010 & 2011. Nor Fahman Tjetje (Staf Pengajar Jurusan Akuntansi

Lebih terperinci

ANALISIS PENETAPAN HARGA DALAM PRODUK PESANAN PADA USAHA KUE HANIF CAKE. Santi Pertiwi Hari Sandi ABSTRAK

ANALISIS PENETAPAN HARGA DALAM PRODUK PESANAN PADA USAHA KUE HANIF CAKE. Santi Pertiwi Hari Sandi ABSTRAK ANALISIS PENETAPAN HARGA DALAM PRODUK PESANAN PADA USAHA KUE HANIF CAKE Santi Pertiwi Hari Sandi ABSTRAK Tujuan utama suatu perusahaan didirikan selain untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, sejak bulan Februari sampai bulan April 2013 dengan lokasi penelitian di Kecamatan Tilongkabila,

Lebih terperinci

A. KONSEP DASAR TURUNAN

A. KONSEP DASAR TURUNAN Materi Derivatif MODUL DERIVATIF A. KONSEP DASAR TURUNAN Turunan (derivatif) membahas tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan dengan perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan. Turunan

Lebih terperinci

BAB VI Struktur Pasar

BAB VI Struktur Pasar BAB VI Struktur Pasar 6.1. Pengertian Struktur Pasar Di stasiun televisi sering kita melihat iklan yang mencerminkan persaingan di pasar produk masing-masing, misalnya persaingan yang sangat ketat di pasar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Akibat dari krisis sektor ekonomi yang berkelanjutan dan keadaan politik

BAB I PENDAHULUAN. Akibat dari krisis sektor ekonomi yang berkelanjutan dan keadaan politik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Akibat dari krisis sektor ekonomi yang berkelanjutan dan keadaan politik yang kian memanas, dapat diperkirakan keadaan ekonomi Indonesia mengalami penurunan

Lebih terperinci

ANALISIS PENETAPAN HARGA JUAL DALAM MENINGKATKAN LABA PADA RUMAH MAKAN ULU BETE LAUT DI MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA. I Ketut Patra¹ Agus Salim²

ANALISIS PENETAPAN HARGA JUAL DALAM MENINGKATKAN LABA PADA RUMAH MAKAN ULU BETE LAUT DI MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA. I Ketut Patra¹ Agus Salim² ANALISIS PENETAPAN HARGA JUAL DALAM MENINGKATKAN LABA PADA RUMAH MAKAN ULU BETE LAUT DI MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA I Ketut Patra¹ Agus Salim² No. HP 081355106244¹ ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk

Lebih terperinci

PENGARUH MODAL USAHA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA USAHA PADA PERUSAHAAN PENGGILINGAN PADI UD. SARI TANI TENGGEREJO KEDUNGPRING LAMONGAN

PENGARUH MODAL USAHA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA USAHA PADA PERUSAHAAN PENGGILINGAN PADI UD. SARI TANI TENGGEREJO KEDUNGPRING LAMONGAN PENGARUH MODAL USAHA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA USAHA PADA PERUSAHAAN PENGGILINGAN PADI UD. SARI TANI TENGGEREJO KEDUNGPRING LAMONGAN Mohamad Rizal Nur Irawan Universitas Islam Lamongan ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM MANAJEMEN USAHA PERIKANAN

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM MANAJEMEN USAHA PERIKANAN BUKU PANDUAN PRAKTIKUM MANAJEMEN USAHA PERIKANAN Disusun oleh Tim Asisten Manajemen Usaha Perikanan Nama : NIM : Kelompok : Kelas : Asisten : FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Lebih terperinci

MATEMATIKA EKONOMI. Oleh: Dosen STIE Ahmad Dahlan Jakarta

MATEMATIKA EKONOMI. Oleh: Dosen STIE Ahmad Dahlan Jakarta MATEMATIKA EKONOMI Oleh: Husnayetti Dosen STIE Ahmad Dahlan Jakarta DIFERENSIAL Diferensial mempelajari tentang tingkat perubahan rata-rata atau tingkat perubahan seketika dari suatu fungsi Metode Kalkulus

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA

ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi Pada PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk) Suci Mulya Wijayanti Darminto Muhammad Saifi Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

Analisis Biaya BIAYA TPPHP. distribusi dan merupakan pengorbanan. produksi-distribusi COST. Contoh:

Analisis Biaya BIAYA TPPHP. distribusi dan merupakan pengorbanan. produksi-distribusi COST. Contoh: Analisis Biaya TPPHP BIAYA Uang yang dikeluarkan untuk melakukan proses produksi-distribusi distribusi dan merupakan pengorbanan serta mengurangi profit perusahaan. COST a resource sacrificed or foregone

Lebih terperinci

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENCABUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PERTANAHAN

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Kerangka pemikiran teoritis meliputi penjelasan-penjelasan mengenai halhal

III. KERANGKA PEMIKIRAN. Kerangka pemikiran teoritis meliputi penjelasan-penjelasan mengenai halhal III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pemikiran teoritis meliputi penjelasan-penjelasan mengenai halhal yang berdasar pada teori yang digunakan dalam penelitian. Penelitian

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN PAJAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2009 ATAS PPH PASAL 21 CV FAZAR UTAMA DI SAMARINDA

PEMERIKSAAN PAJAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2009 ATAS PPH PASAL 21 CV FAZAR UTAMA DI SAMARINDA PEMERIKSAAN PAJAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2009 ATAS PPH PASAL 21 CV FAZAR UTAMA DI SAMARINDA Oleh : Ariany Pitaloka, H. Eddy Soegiarto K 2, Imam Nazarudin Latif 3 Fakultas Ekonomi Universitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi Pengertian manajemen produksi dan operasi tidak terlepas dari pengertian manajemen pada umumnya, yaitu mengandung unsur adanya kegiatan

Lebih terperinci

CENDEKIA AKUNTANSI Vol. 1 No. 2 Mei 2013 ISSN

CENDEKIA AKUNTANSI Vol. 1 No. 2 Mei 2013 ISSN VARIABEL COSTING SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PESANAN KHUSUS DI BAWAH HARGA NORMAL (Studi Kasus pada CV Tri Mulya Onix Tulungagung) Imroatus Sholikah Jurusan Akuntansi Fakultas

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH AKUNTANSI BIAYA*/** (EB) KODE / SKS : KK / 3 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH AKUNTANSI BIAYA*/** (EB) KODE / SKS : KK / 3 SKS KODE / SKS : KK-00 / SKS Minggu ke Pokok Bahasan Fungsi Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Biaya. Latar belakang timbulnya cabang akuntansi yang dikenal dengan akuntansi biaya. Pengertian, fungsi dan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh negara melalui penyertaan modal secara langsung yang berasal dari kekayaan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh negara melalui penyertaan modal secara langsung yang berasal dari kekayaan BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Menurut Mahmudi (2011, 196) menyatakan bahwa badan usaha milik negara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki

Lebih terperinci

Faktor Produksi, Fungsi Produksi dan Biaya Produksi. Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada

Faktor Produksi, Fungsi Produksi dan Biaya Produksi. Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada Faktor Produksi, Fungsi Produksi dan Biaya Produksi PRODUKSI Menurut Ilmu Ekonomi : produksi adalah kegiatan menghasilkan barang maupun jasa atau kegiatan menambah nilai kegunaan/manfaat suatu barang.

Lebih terperinci

Teori Biaya Produksi. Pengantar Ilmu Ekonomi

Teori Biaya Produksi. Pengantar Ilmu Ekonomi Teori Biaya Produksi Pengantar Ilmu Ekonomi Konsep Biaya Produksi (1) Biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membayar input yang dipakai dalam menghasilkan produknya Total

Lebih terperinci

Teori Biaya. Wawong Dwi Ratminah Prodi Teknik Pertambangan FTM, UPN Veteran Yogyakarta

Teori Biaya. Wawong Dwi Ratminah Prodi Teknik Pertambangan FTM, UPN Veteran Yogyakarta Teori Biaya Wawong Dwi Ratminah Prodi Teknik Pertambangan FTM, UPN Veteran Yogyakarta TEORI BIAYA Biaya Produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Hansen dan Mowen ( 2009 : 47 ) biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis LPG bagi pedagang martabak kaki lima dan warung tenda pecel lele di Kota Bogor adalah bahan bakar utama dalam proses produksinya. Kerangka pemikiran

Lebih terperinci

PENERAPAN FUNGSI LINIER A. FUNGSI PERMINTAAN, FUNGSI PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR

PENERAPAN FUNGSI LINIER A. FUNGSI PERMINTAAN, FUNGSI PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR ENERAAN FUNGSI LINIER Fungsi linier adalah suatu fungsi ang sangat sering digunakan oleh para ahli elonomi dan bisnis dalam menganalisa dan memecahkan masalah-masalah ekonomi. Hal ini dikarenakan bahwa

Lebih terperinci

Proses dimana tingkat harga dan output ditentukan sangat dipengaruhi oleh struktur pasarnya Pasar: terdiri atas pembeli dan penjual aktual maupun

Proses dimana tingkat harga dan output ditentukan sangat dipengaruhi oleh struktur pasarnya Pasar: terdiri atas pembeli dan penjual aktual maupun Proses dimana tingkat harga dan output ditentukan sangat dipengaruhi oleh struktur pasarnya Pasar: terdiri atas pembeli dan penjual aktual maupun potensial suatu produk tertentu Struktur Pasar: mengacu

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. KINERJA KEUANGAN MASA LALU Pemerintah Kabupaten gresik dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah berpedoman pada Undang-Undang

Lebih terperinci

STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM PDAM KECAMATAN KOTA KABUPATEN SUMENEP

STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM PDAM KECAMATAN KOTA KABUPATEN SUMENEP STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM PDAM KECAMATAN KOTA KABUPATEN SUMENEP Dedi Falahuddin 1 dan Wahyono Hadi 2 1 Mahasiswa Program Magister Teknik Prasarana Lingkungan Permukiman,

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI

BAB II KERANGKA TEORI BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Perencanaan Laba 2.1.1 Pengertian Perencanaan Laba Perencanaan laba sering digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi dan penilaian kinerja manajemen suatu

Lebih terperinci

Memaksimumkan laba. Meet -9. Hariyatno

Memaksimumkan laba. Meet -9. Hariyatno Memaksimumkan laba Meet -9 Hariyatno 1 Tujuan perusahaan : Melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan mereka mencapai jumlah yang maksimum Meningkatan volume penjualan Adanya

Lebih terperinci

~ ~~, Elisabet Siahaan

~ ~~, Elisabet Siahaan ~ ~~, Elisabet Siahaan .- DAFTARISI KATA PENGANTAR... DAFT AR lsi... DAFT AR GAMBAR...;... iii iv vi BAB 1 SIFAT-SIFAT MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS... 1 1.1 Matematika Ekonomi dan Matematika Murni...

Lebih terperinci

ANALISIS HARGA POKOK PENJUALAN BERAS PADA PT BAROKAH MAKMUR, KEC. SAMBOJA, KAB. KUTAI KARTANEGARA. Oleh :

ANALISIS HARGA POKOK PENJUALAN BERAS PADA PT BAROKAH MAKMUR, KEC. SAMBOJA, KAB. KUTAI KARTANEGARA. Oleh : ANALISIS HARGA POKOK PENJUALAN BERAS PADA PT BAROKAH MAKMUR, KEC. SAMBOJA, KAB. KUTAI KARTANEGARA Oleh : Intan Noviasari, LCA. Robin Jonathan, Titin Ruliana Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945

Lebih terperinci

ANALISIS TITIK IMPAS DALAM PENENTUAN HARGA JUAL PADA CV. SURABAYA LAS KABUPATEN MAROS

ANALISIS TITIK IMPAS DALAM PENENTUAN HARGA JUAL PADA CV. SURABAYA LAS KABUPATEN MAROS ANALISIS TITIK IMPAS DALAM PENENTUAN HARGA JUAL PADA CV. SURABAYA LAS KABUPATEN MAROS Muh. Alam Nasyrah Hanafi STIM YAPMI Maros email: muh.alamnasyrah@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB III PENGOLAHAN DATA PENELITIA N

BAB III PENGOLAHAN DATA PENELITIA N 39 BAB III PENGOLAHAN DATA PENELITIA N 3.1. Jenis Penelitian Penulisan penelitian ini menggunakan metode perhitungan dan data dokumentasi (observasi di lapangan), dimana cara (metode) pengumpulan data,

Lebih terperinci

BAB VIII Analisis BEP (Break Even Point)

BAB VIII Analisis BEP (Break Even Point) BAB VIII Analisis BEP (Break Even Point) A. Tujuan Instruksional : 1. Umum : Mahasiswa dapat menggunakan pendekatan titik impas secaraa grafis untuk membandingkan sumber pembiayaan alternatif 2. Khusus

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS ANDALAS BAHAN AJAR Mata Kuliah : Manajemen Keuangan Agribisnis Semester : IV Pertemuan Ke : 6 Pokok Bahasan : Keputusan Perencanaan Laba dan Dosen

Lebih terperinci

BAB IV FUNGSI KUADRAT. HUSNAYETTI Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta

BAB IV FUNGSI KUADRAT. HUSNAYETTI Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta BAB IV FUNGSI KUADRAT HUSNAYETTI Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta DEFENISI FUNGSI KUADRAT Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang variabel bebasnya maksimal berpangkat dua Bentuk umum fungsi kuadrat Y =

Lebih terperinci

Defined: Break-Even Point (BEP)

Defined: Break-Even Point (BEP) IE-401 Analisis dan Estimasi Biaya Analisis Biaya-Volume Volume-Laba / Cost-Volume-Profit (CVP) Outline Definisi Klasifikasi Biaya Pendekatan dalam analisa titik Impas Pengaruh pajak penghasilan thd analisis

Lebih terperinci