Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 24 Surat Kabar Hamburg

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 24 Surat Kabar Hamburg"

Transkripsi

1 Pelajaran 24 Surat Kabar Hamburg Eulalia membimbing para redaktur ke jejak benar. Mereka menemukan, teman kerja mereka dari surat kabar Hamburg terkait dalam kasus ini. Satu ucapan Paul meyebabkan marah., dan Eulalia menemukan, bahwa surat kabar Hamburg memmbuat cerita mengenai hiu di pelabuhan untuk menaikkan oplah mereka. dan berdebat mengenai penggunaan satu kata tertentu. mengungandang ke pelabuhan "Willkomm-Höft" untuk menenangkannya. Jika saja memperhatikan pemilihan katanya, pasti tidak akan marah. Harus diperhatikan, pemisahan awalan kata kerja ke bentuk finitif. Neskah Episode 24 Deutsche Welle dan Goethe-Institut mempersembah-kan Radio D karangan Herrad Meese sebuah kursus bahasa Jerman melalui radio bagi pemula, yang melengkapi kursus Redaktion D Der hat eine Hai..., eine Haiflosse. Hallo, liebe Hörerinnen und Hörer. Selamat berjumpa dalam bagian ke-24 kursus Radio D. Kedua redaktur kita dan telah menemukan bahwa ikan hiu yang diberitakan berada di pelabuhan Hamburg, sebenarnya berupa sirip ikan hiu saja yang terpasang pada punggung seorang penyelam. Anda masih ingat, bukan? Dari sudut pandangnya sebagai burung, Eulalia telah melihat sesuatu yang menarik. dan diantarkannya kembali ke sekolah olahraga selancar dan selam, tempat mereka tadi bertanya kepada seorang petugas mengenai penyelam yang hilang. Lelaki itu kelihatan segan memberi keterangan kepada mereka dan memang ada alasannya. Alasan apa? Pertanyaan itu terjawab dalam adegan pertama. Willkommen bei Radio D. Seite 1 von 10

2 Radio D die Reportage. Dengarkan peristiwa apa yang dirayakan di sekolah selancar itu. Szene 1: Feier in der Tauchschule Eulalia Da sind sie alle: die Chefin der Hamburger Zeitung der der Mann... Ruhe bitte, Ruhe! Also, herzlichen Glückwunsch. Das hast du gut gemacht, mein Hai. Alle haben die Hamburger Zeitung gekauft, alle das war eine Riesenauflage, bravo! Also, Prost! Prost! Also, herzlichen Glückwunsch. Bayangkan! Penipuan yang dirayakan di situ. Si penyelam, petugas sekolah selancar dan direktris Hamburger Zeitung telah berkomplot untuk melansir berita mengenai ikan hiu itu. Mula-mula pemimpin surat kabar itu mengucapkan selamat kepada si penyelam. Ia memuji si penyelam, karena tugas diselesaikannya dengan baik. Das hast du gut gemacht, mein Hai. Alle haben die Hamburger Zeitung gekauft, alle. Sebagai alasan untuk pujiannya dikemukakan oleh pemimpin surat kabar itu, bahwa semua orang telah membeli Hamburger Zeitung. Seite 2 von 10

3 Das war eine Riesenauflage, bravo! Also, Prost! Surat kabar itu dapat diterbitkan dalam tiras raksasa; jadi jumlah koran yang terjual jauh melampaui jumlah biasa. Dengan riang diangkatnya gelas untuk si penyelam. Pesta dilanjutkan, tetapi tiba-tiba suasana berubah soalnya si penyelam ingin mendapat andil dalam sukses yang diraih oleh surat kabar itu. Radio D die Reportage. Dapatkah Anda menangkap, apa yang dipertikaikan mereka? Szene 2: in der Tauchschule Und mein Geld? Du hast 100 Euro bekommen. Das ist nicht genug. Mein Surfbrett ist kaputt. Das kostet noch mal 100 Euro oder... Oh Mann, alles getürkt! Wie bitte? Was hast du gesagt? Und mein Geld? Du hast 100 Euro bekommen. Seperti biasa, orang bertengkar mengenai uang. Hal itu kiranya dapat Anda simpulkan dari kata Ero EURO, mata uang Eropa. Rupanya si penyelam sudah mendapat 100 Ero. Namun jumlah itu dianggap tidak cukup oleh si penyelam. Argumentasinya, papan selancarnya sudah rusak. Jadi ada tambahan biaya 100 Ero. Seite 3 von 10

4 Das ist nicht genug. Mein Surfbrett ist kaputt. Das kostet noch mal 100 Euro oder... Oh Mann, alles getürkt! Wie bitte? Was hast du gesagt? Kata atau dipakai si penyelam untuk mengancam direktris surat kabar itu. Kita tidak tahu ancamannya berupa apa. Namun dapat diperkirakan bahwa ia mengancam akan mengumumkan seluruh penipuan itu, walaupun ia sendiri ikut terlibat di dalamnya dengan sirip ikan hiu yang dibawanya, dan rupanya juga dengan papan selancarnya. mengomentari aksi yang jelek itu dengan ungkapan yang berbau diskriminasi. Dalam hubungan ini perhatikanlah PARTIZIP II yang terkait dengan nomina orang Turki TÜRKE. Aduh, sepertinya salah memilih istilah. Ia heran mendengar tanggapan yang ketus. Kemungkinan besar reaksi itu berhubungan dengan Ayhan yang rupanya sedang diingat oleh maklum, orang tua Ayhan berasal dari Turki. berusaha mengalihkan perhatian yang lagi marah itu. Ia mengajaknya ikut tur dengan kapal kecil ke sebuah instalasi penyambutan kapal yang letaknya di tepi Sungai Elbe dekat Hamburg. Oleh instalasi bernama WILLKOMM-HÖFT itu, kapal-kapal yang masuk dan keluar disambut dengan bendera dan lagu kebangsaan negara masing-masing. Dengarkan adegan tersebut: Apa yang diinginkan oleh dan apa yang diinginkan oleh? Szene 3: Am Schiffsanlegesteg hier hier fahren die Schiffe ab. Ja und? Ich möchte dich einladen. Einladen? Wohin? Seite 4 von 10

5 Nach Willkomm-Höft. Da war ich oft als Kind. Willst du das nicht mal sehen? Wieso denn? Komm doch bitte, mir zuliebe. Dort kannst du viele Schiffe sehen. Du hörst die Nationalhymne, du siehst die Flagge... und wir machen ein Spiel. Komm, ich lade dich ein. Na ja, gut., aber ich erzähle die Geschichte zu getürkt und du musst gut zuhören. Abgemacht? Abgemacht! Da war ich oft als Kind. Sudah dapat dimengerti? Yang ingin ditunjukkan kepada adalah tempat yang sering dikunjunginya ketika masih kecil. Karena sambutan atas kenangan manis itu tidak begitu antusias, ia mencoba menarik hati dengan permintaan supaya ia ikut demi dirinya. Komm doch bitte, mir zuliebe. Na ja, gut., aber ich erzähle die Geschichte zu getürkt und du... Ich möchte dich einladen. menyerah, namun ia bersikeras bahwa ialah yang akan menceritakan asal-usul kata GETÜRKT kepada. Baiklah kita kembali ke awal adegan itu: mau mengajak untuk perjalanan kecil dengan kapal. Akan tetapi reaksinya tidak seperti yang diharapkan. Einladen? Wohin? Seite 5 von 10

6 Baru setelah ditanya, mengucapkan nama tempat yang mau dikunjunginya bersama, dan apa sebabnya. Nach Willkomm-Höft. Da war ich oft als Kind. Nach Willkomm-Höft. Du hörst die Nationalhymne... Barangkali Anda mengenali istilah Selamat datang WILLKOMMEN dalam nama tersebut? Sejak tahun 1952 di tempat ini setiap hari disambut kapalkapal yang masuk dan keluar. Caranya cukup khidmat: Dikumandangkan lagu kebangsaan negara yang bersangkutan dari pita rekaman. Lagu kebangsaan apa yang harus diputarkan dapat diketahui dari bendera yang dikibarkan kapal masing-masing. Du siehst die Flagge und wir machen ein Spiel. Abgemacht? Tentu acara penyambutan kapal itu dapat dijadikan permainan. Saya kira yang dimaksud adalah permainan seperti yang dimainkan oleh pada waktu kecil umpamanya dengan menerka dari mana asal kapal-kapal yang lewat. Akan tetapi yang menarik bagi bukanlah ajakan untuk ikut dalam permainan. Undangan diterimanya karena tertarik oleh pengertian lagu kebangsaan dan bendera. Soalnya kedua istilah itu berhubungan dengan asal-usul kata GETÜRKT tersebut. Kisah itulah yang mau diceritakan oleh. Mereka berdua naik kapal sambil memperkuat perjanjiannya dengan ucapan setuju. Abgemacht! Seite 6 von 10

7 Und nun kommt unser Professor. Ayhan Radio D Gespräch über Sprache. Sprecher einladen Sprecherin Ich möchte dich einladen. Sprecher zuhören Kita tinggalkan mereka untuk sementara, karena sekarang tiba gilirannya Pak Profesor kita. Jadi mengundang, suatu hal yang menarik juga dilihat dari segi bahasa, bukan, Pak Profesor? Professor Betul, hal yang sangat menarik. Verba mengundang itu mengandung struktur khusus yang dimungkinkan oleh bahasa Jerman: Banyak verba Jerman memiliki prefiks yang berfungsi merinci makna verba asli, atau yang memberi makna khusus kepadanya. Dengarkan verba mengundang EINLADEN sekali lagi dan perhatikanlah prefiks EIN. Prefiks itu ditekankan, karena makna khusus tersebut diungkapkan olehnya. Verba mendengarkan ZUHÖREN juga memiliki prefiks yang ditekankan. Sprecherin Du musst gut zuhören. Professor Betul. Melalui imbuhan pada verba dasar HÖREN, ditekankan oleh ZUHÖREN bahwa orang harus mendengar dengan penuh perhatian. Jadi kita harus melihat konteks dan mungkin juga padanan dalam bahasa ibu; apalagi prefiks dikenal dalam bahasa Indonesia juga. Mestinya cukup begitu mengapa kita harus mengenali prefiks itu? Seite 7 von 10

8 Ich möchte dich einladen. Professor Soalnya verba-verba tersebut mempunyai ciri khas lagi di bidang sintaksis. Dalam contoh yang kita dengarkan sampai sekarang, verba-verba itu selalu tampil dalam bentuk infinitif karena disertai verba modal. Mari memperhatikan hal itu. Und du musst gut zuhören. Bagaimana kalau ungkapan itu tidak mengandung verba modal? Professor Dalam hal itu prefiks memisahkan diri dari verba dasar dan pindah ke akhir kalimat. Dengarkan contoh dengan verba mengundang. Sprecher einladen Sprecherin Ich lade dich ein. Atau kapal-kapal yang berangkat. Sprecher abfahren Sprecherin Hier fahren die Schiffe ab. Terima kasih banyak, Pak Profesor. Bagi Anda, saudara pendengar, masih ada kesempatan mendengarkan adegan-adegan sekali lagi. Dengarkan pesta di sekolah olahraga selancar. Eulalia Da sind sie alle: die Chefin der Hamburger Zeitung der der Mann... Ruhe bitte, Ruhe! Seite 8 von 10

9 Also, herzlichen Glückwunsch. Das hast du gut gemacht, mein Hai. Alle haben die Hamburger Zeitung gekauft, alle das war eine Riesenauflage, bravo! Also, Prost! Prost! Und mein Geld? Du hast 100 Euro bekommen. Das ist nicht genug. Mein Surfbrett ist kaputt. Das kostet noch mal 100 Euro oder... Oh Mann, alles getürkt! Wie bitte? Was hast du gesagt? hier hier fahren die Schiffe ab. Ja und? Ich möchte dich einladen. Einladen? Wohin? Nach Willkomm-Höft. Da war ich oft als Kind. Willst du das nicht mal sehen? Wieso denn? Komm doch bitte, mir zuliebe. Dort kannst du viele Schiffe sehen. Du hörst die Nationalhymne, du siehst die Flagge... und wir machen ein Spiel. Komm, ich lade dich ein. Dengarkan undangan yang disampaikan. Seite 9 von 10

10 Na ja, gut., aber ich erzähle die Geschichte zu getürkt und du musst gut zuhören. Abgemacht? Abgemacht! Bis zum nächsten Mal, liebe Hörerinnen und Hörer. Dalam siaran berikutnya akan kami jelaskan, dari mana asalnya makna istilah GETÜRKT, dan mengapa begitu berminat terhadapnya. Ayhan Und tschüs. Herrad Meese Seite 10 von 10

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 25 Sambutan terhadap Kapal Laut

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 25 Sambutan terhadap Kapal Laut Pelajaran 25 Sambutan terhadap Kapal Laut Redaktur berusaha mengungkapkan arti kata "getürkt". Mereka mengunjungi pelabuhan yang spesial. Di sana setiap kapal disambut dengan cara tersendiri. Di pelabuhan

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 08 Penyamaran Orang Tak Dikenal Terkuak

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 08 Penyamaran Orang Tak Dikenal Terkuak Pelajaran 08 Penyamaran Orang Tak Dikenal Terkuak dan bertanya kepada laki-laki yang dianggap sebagai Raja Ludwig di istana Schloss Neuschwanstein. Tetapi secara kebetulan menemukan sesuatu yang menarik.

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 06 Bagaimana Raja Ludwig Meninggal?

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 06 Bagaimana Raja Ludwig Meninggal? Pelajaran 06 Bagaimana Raja Ludwig Meninggal? Di istana Schloss Neuschwanstein dan bertemu dengan orang misterius yang memakai mantel Raja Ludwig. Mereka melakukan penyelidikan, apa hubungannya dengan

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 12 Surat Pendengar

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 12 Surat Pendengar Pelajaran 12 Surat Pendengar Kalau Anda tidak mengerti sesuatu, bertanya kembali adalah pemecahan terbaik. Profesor menjawab pertanyaan pendengar tentang cerita sebelumnya: ini kesempatan yang baik sekali

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 03 Perjalanan ke Berlin

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 03 Perjalanan ke Berlin Pelajaran 03 Perjalanan ke Berlin berangkat ke Berlin. Tetapi perjalanannya ternyata tidak semudah apa yang diharapkan, karena cuaca yang buruk. Sementara itu, beberapa orang memperkenalkan diri mereka.

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 15 Kostum Karnaval

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 15 Kostum Karnaval Pelajaran 15 Kostum Karnaval dan memberitakan lagi acara marnava, langsung dari jalan. Mereka melihat berbagai macam kostum, juga mengenal berbagai dialek Jerman yang berbeda-beda. Sesampainya di kantor

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 16 Ikarus

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 16 Ikarus Pelajaran 16 Ikarus Pahlawan tragis Ikarus dari mitologi Yunani sangat menarik kedua journalis, dan. Namun, apakah pendengar mengetahui siapa Ikarus? dan bercerita tentang Ikarus. dan mendapat ide dari

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 01 Pulang Kampung

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 01 Pulang Kampung Pelajaran 01 Pulang Kampung mengendarai mobilnya menuju sebuah desa, di mana ibunya, Hanne, tinggal. Di sana, ia berharap bisa bersantai. Tetapi tidak lama kemudian, di desa yang tampak tenang ini, ia

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 02 Radio D menelpon

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 02 Radio D menelpon Pelajaran 02 Radio D menelpon tidak bisa beristirahat. Setelah diganggu nyamuk-nyauk, sekarang tetangganya yang berisik. Telpon tak terduga dari Berlin menyebabkan dia lari tergopoh-gopoh menuju Radio

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (percakapan) untuk mengungkapkan suatu informasi dari pembicara, sebab kata

BAB I PENDAHULUAN. (percakapan) untuk mengungkapkan suatu informasi dari pembicara, sebab kata 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tata bahasa memiliki cakupan yang begitu luas, meliputi huruf, kata, frasa dan kalimat. Kata merupakan bagian yang penting dalam suatu tulisan dan lisan (percakapan)

Lebih terperinci

BAHAN AJAR / RPP. C. Metode Pembelajaran : Inquiri I. Kegiatan Pembelajaran :

BAHAN AJAR / RPP. C. Metode Pembelajaran : Inquiri I. Kegiatan Pembelajaran : BAHAN AJAR / RPP Bidang Studi : Bahasa Jerman Pokok Tema : Erste Kontake Sub Tema :Erste Kontakte mit Deutschen ( ich, du, sie/er/es (sing), Sie, sie (pl)) Kelas / Semester: X / gasal Standar Kecakapan

Lebih terperinci

SILABUS. Alokasi Waktu. Sumber Belajar Kompetensi. Standar Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian

SILABUS. Alokasi Waktu. Sumber Belajar Kompetensi. Standar Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian SILABUS Nama Sekolah : SMA N 3 Kediri Program : Pilihan/ Umum Mata Pelajaran : Bahasa Jerman Kelas : XI Semester : 2 Tahun Pelajaran : 2007-2008 : 19 minggu x 2 JP Standar Dasar Materi Pembelajaran Indikator

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat untuk dapat berinteraksi dengan manusia yang lain. Bahasa adalah

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat untuk dapat berinteraksi dengan manusia yang lain. Bahasa adalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat untuk dapat berinteraksi dengan manusia yang lain. Bahasa adalah salah satu alat komunikasi.

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA BAHASA JERMAN PROGRAM STUDI BAHASA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan

Lebih terperinci

REFLEKSI TINGKAH LAKU BERBAHASA MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA 1. Oleh: Sulis Triyono 2

REFLEKSI TINGKAH LAKU BERBAHASA MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA 1. Oleh: Sulis Triyono 2 REFLEKSI TINGKAH LAKU BERBAHASA MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA 1 Oleh: Sulis Triyono 2 Abstrak Tulisan ini merupakan pengantar untuk memahami tingkah laku berbahasa masyarakat tutur. Berdasarkan kajian

Lebih terperinci

KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN

KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN Ahmad Bengar Harahap Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Dalam kaidah percakapan, ajasensi atau pasangan bersesuaian dirumuskan

Lebih terperinci

Kesalahan Penggunaan Konjungsi als dan wenn Pada Karangan Mahasiswa Semester Empat Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang.

Kesalahan Penggunaan Konjungsi als dan wenn Pada Karangan Mahasiswa Semester Empat Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Kesalahan Penggunaan Konjungsi als dan wenn Pada Karangan Mahasiswa Semester Empat Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Ninuk Rahayu, Rosyidah, dan Edy Hidayat Universitas Negeri

Lebih terperinci

BAB 4 KESIMPULAN. Tabel Personifikasi Album tahun 1970an,,Ich hab die Liebe geseh n (Vicky Leandros)

BAB 4 KESIMPULAN. Tabel Personifikasi Album tahun 1970an,,Ich hab die Liebe geseh n (Vicky Leandros) BAB 4 KESIMPULAN Berdasarkan analisis metafora dari keseluruhan lirik lagu cinta tahun 1970an yang dinyanyikan Vicky Leandros yang berjudul,,ich hab die Liebe geseh n, dan tahun 2000an yang dinyanyikan

Lebih terperinci

Modalitas Können dalam Kalimat Bahasa Jerman

Modalitas Können dalam Kalimat Bahasa Jerman Modalitas Können dalam Kalimat Bahasa Jerman oleh Sulis Triyono Abstrak Tulisan ini merupakan pengantar untuk memahami pengertian dasar penggunaan modalitas können dapat dalam kalimat bahasa Jerman. Satuan

Lebih terperinci

Erste Wörter. Auf Wiedersehen. Selamat tinggal

Erste Wörter. Auf Wiedersehen. Selamat tinggal Hallo Erste Wörter Auf Wiedersehen Ja Halo Selamat tinggal Ya Nein Bitte Vielen Dank Tidak Silahkan Terima kasih banyak links rechts 8 die Damentoilette 9 Kiri Kanan Kamar kecil Wanita die Herrentoilette

Lebih terperinci

Kesalahan Pembentukan Finalsatz Bahasa Jerman Oleh Mahasiswa Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang

Kesalahan Pembentukan Finalsatz Bahasa Jerman Oleh Mahasiswa Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang Kesalahan Pembentukan Finalsatz Bahasa Jerman Oleh Mahasiswa Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang Taufan Reza Achmadi Drs.Tiksno Widiytmoko, M.A. Edy Hidayat, S. Pd., M. Hum. Universitas

Lebih terperinci

PENGGUNAAN PARTIKEL MODALITAS DALAM ARTIKEL WAWANCARA RUBRIK ENTERTAINMENT

PENGGUNAAN PARTIKEL MODALITAS DALAM ARTIKEL WAWANCARA RUBRIK ENTERTAINMENT PENGGUNAAN PARTIKEL MODALITAS DALAM ARTIKEL WAWANCARA RUBRIK ENTERTAINMENT MAJALAH FOCUS DAN ARTIKEL WAWANCARA MAJALAH TREFF EDISI JANUARI-AGUSTUS 2007 SARA CHRISTIANTI SIHALOHO FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Selama manusia menggunakan bahasa yang berbeda, maka selama itu pula

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Selama manusia menggunakan bahasa yang berbeda, maka selama itu pula BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Selama manusia menggunakan bahasa yang berbeda, maka selama itu pula kegiatan penerjemahan dianggap sebagai hal yang sangat penting dan perlu dilakukan. Kebutuhan

Lebih terperinci

SILABUS. Alokasi Waktu (menit) Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian

SILABUS. Alokasi Waktu (menit) Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian SILABUS Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Kediri Program : Pilihan / Umum Mata Pelajaran : Bahasa Jerman Kelas : XII Semester : 1 Tahun Pelajaran : 2008-2009 : 17 minggu x 4 JP Standar Dasar Materi Pembelajaran

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN MENENTUKAN GRAMMATIKAL KASUS DI DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN

ANALISIS KESALAHAN MENENTUKAN GRAMMATIKAL KASUS DI DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN ANALISIS KESALAHAN MENENTUKAN GRAMMATIKAL KASUS DI DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN Herlina Jasa Putri Harahap Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 Instrumen penelitian, Kunci Jawaban, Lembar Jawaban, RPP

LAMPIRAN 1 Instrumen penelitian, Kunci Jawaban, Lembar Jawaban, RPP LAMPIRAN 1 Instrumen penelitian, Kunci Jawaban, Lembar Jawaban, RPP 91 INSTRUMEN PENELITIAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN Buatlah surat sederhana dalam bahasa Jerman yang ditujukan kepada temanmu.

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 8 MALANG SEBAGAI PROGRAM NON PASCH

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 8 MALANG SEBAGAI PROGRAM NON PASCH KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 8 MALANG SEBAGAI PROGRAM NON PASCH DAN SMA NEGERI 5 MALANG SEBAGAI PROGRAM PASCH Esty Prastyaningtias Pembimbing I: Desti Nur Aini,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE MENYANYI BAHASA JERMAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN DI KELAS X-3 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENGGUNAAN METODE MENYANYI BAHASA JERMAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN DI KELAS X-3 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG PENGGUNAAN METODE MENYANYI BAHASA JERMAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN DI KELAS X-3 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG E-mail: gie_sister4u@yahoo.com Ufin Juni Muji Listyowati Universitas Negeri

Lebih terperinci

Tidak diperjualbelikan

Tidak diperjualbelikan BAHASA JERMAN (BAHASA) KATA PENGANTAR Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 153/U/2003, tanggal 14 Oktober 2003, tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004, antara lain menetapkan bahwa

Lebih terperinci

BAB II MEDIA KARTU BERGAMBAR, KERANGKA BERFIKIR DAN PENELITIAN YANG RELAVAN

BAB II MEDIA KARTU BERGAMBAR, KERANGKA BERFIKIR DAN PENELITIAN YANG RELAVAN 8 BAB II MEDIA KARTU BERGAMBAR, KERANGKA BERFIKIR DAN PENELITIAN YANG RELAVAN 2.1 Hakikat Media Bergambar 2.1.1 Pengertian Media Bergambar Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk dari

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MAHASISWA JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2009/2010 OFFERING AA DALAM ANALISIS KALIMAT BAHASA JERMAN BERDASARKAN

KEMAMPUAN MAHASISWA JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2009/2010 OFFERING AA DALAM ANALISIS KALIMAT BAHASA JERMAN BERDASARKAN KEMAMPUAN MAHASISWA JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2009/2010 OFFERING AA DALAM ANALISIS KALIMAT BAHASA JERMAN BERDASARKAN IC GRAMMATIK Hanum Surya Dewi Pembimibng (I): Edy Hidayat,

Lebih terperinci

LEKTION 3. Menschen und Häuser. SMA ST ANGELA BANDUNG Der deutsche Modul Klasse XII 1

LEKTION 3. Menschen und Häuser. SMA ST ANGELA BANDUNG Der deutsche Modul Klasse XII 1 LEKTION 3 Menschen und Häuser SMA ST ANGELA BANDUNG Der deutsche Modul Klasse XII 1 STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari.

Lebih terperinci

JENDELA PENGETAHUAN JURNAL ILMIAH ISSN : ANALISIS KEBIASAAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 11 AMBON

JENDELA PENGETAHUAN JURNAL ILMIAH ISSN : ANALISIS KEBIASAAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 11 AMBON ISSN : 1979-7842 JURNAL ILMIAH JENDELA PENGETAHUAN ANALISIS KEBIASAAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 11 AMBON Oleh Stevie Sahusilawane PENGGUNAAN TEKNIK CERITA BERANTAI DALAM

Lebih terperinci

LEKTION 3 DIE UHRZEIT

LEKTION 3 DIE UHRZEIT LEKTION 3 DIE UHRZEIT WAKTU STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari. B. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk paparan

Lebih terperinci

LEKTION 3 DIE UHRZEIT

LEKTION 3 DIE UHRZEIT LEKTION 3 DIE UHRZEIT SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse X 1 STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari. B. Mendengarkan

Lebih terperinci

SILABUS DAN SISTIM PENILAIAN

SILABUS DAN SISTIM PENILAIAN SILABUS DAN SISTIM PENILAIAN Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Kediri Program : Pilihan Mata Pelajaran : Bahasa Jerman Kelas : X Semester : 2 ( dua ) Tahun Pelajaran : 2008-2009 : 15 minggu x 2 JP Standar Dasar

Lebih terperinci

ANGKET PENELITIAN. Identitas Responden Nama : Kelas : NIS :

ANGKET PENELITIAN. Identitas Responden Nama : Kelas : NIS : 100 ANGKET PENELITIAN Identitas Responden Nama : Kelas : NIS : 1. Petunjuk Pengisian a. Isilah identitas anda secara lengkap dan benar! b. Bacalah dengan seksama semua butir pertanyaan! c. Jawablah pertanyaan

Lebih terperinci

ANALISIS RAGAM BAHASA PRIA DAN RAGAM BAHASA WANITA DALAM NOVEL DAS SUPERWEIB KARYA HERA LIND DITINJAU DARI IMPLIKATUR PERCAKAPAN

ANALISIS RAGAM BAHASA PRIA DAN RAGAM BAHASA WANITA DALAM NOVEL DAS SUPERWEIB KARYA HERA LIND DITINJAU DARI IMPLIKATUR PERCAKAPAN ANALISIS RAGAM BAHASA PRIA DAN RAGAM BAHASA WANITA DALAM NOVEL DAS SUPERWEIB KARYA HERA LIND DITINJAU DARI IMPLIKATUR PERCAKAPAN PURWIATI RAHAYU FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA UNIVERSITAS INDONESIA 2008

Lebih terperinci

Kesalahan Ortografi pada Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Siswa Kelas X-9 SMAN 1 Kepanjen

Kesalahan Ortografi pada Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Siswa Kelas X-9 SMAN 1 Kepanjen Kesalahan Ortografi pada Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Siswa Kelas X-9 SMAN 1 Kepanjen Eko Jayanto Pembimbing I: Dewi Kartika Ardiyani, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II: Deddy Kurniawan S.Pd., M.A. E-mail:

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS. Deskripsi toleransi..., Dias Rifanza Salim, FIB UI, 2008

BAB 3 ANALISIS. Deskripsi toleransi..., Dias Rifanza Salim, FIB UI, 2008 23 BAB 3 ANALISIS 3.1 UND WENN SCHON! Und Wenn Schon! adalah karya Karen-Susan Fessel yang terbit pada tahun 2002. Buku cerita remaja ini merupakan sebuah karya yang menampilkan kehidupan sulit seorang

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 A. UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, B. HASIL VALIDITAS & RELIABILITAS C. INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, DAN

LAMPIRAN 1 A. UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, B. HASIL VALIDITAS & RELIABILITAS C. INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, DAN LAMPIRAN LAMPIRAN 1 A. UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, DAN KUNCI JAWABAN B. HASIL VALIDITAS & RELIABILITAS C. INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, DAN KUNCI JAWABAN 105 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

Lebih terperinci

PERAN STEREOTIPE DALAM KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA: KASUS INDONESIA-JERMAN

PERAN STEREOTIPE DALAM KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA: KASUS INDONESIA-JERMAN PERAN STEREOTIPE DALAM KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA: KASUS INDONESIA-JERMAN Setiawati Darmojuwono Universitas Indonesia Abstract The ability to communicate interculturally refers to someone's ability to exchange

Lebih terperinci

Penggunaan Emoticon dalam Forum

Penggunaan Emoticon dalam Forum Penggunaan Emoticon dalam Forum www.mädchen.de Faninda Meilisa Putri Abstrak Karya Ilmiah ini berjudul Penggunaan Emoticon dalam Forum www.mädchen.de. Forum ini merupakan forum remaja putri Jerman. Masalah

Lebih terperinci

PENGGUNAAN JENIS DEIKSIS DALAM KITAB INJIL MARKUS SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat. mencapai gelar Sarjana Sastra. Oleh: ANDARIAS WAIMBO

PENGGUNAAN JENIS DEIKSIS DALAM KITAB INJIL MARKUS SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat. mencapai gelar Sarjana Sastra. Oleh: ANDARIAS WAIMBO PENGGUNAAN JENIS DEIKSIS DALAM KITAB INJIL MARKUS SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Sastra Oleh: ANDARIAS WAIMBO 100913003 SASTRA JERMAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI FAKULTAS

Lebih terperinci

Peristiwa 75. Bab 7. Peristiwa

Peristiwa 75. Bab 7. Peristiwa Peristiwa 75 Bab 7 Peristiwa Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) menanggapi cerita pengalaman teman. 2) melakukan percakapan melalui telepon. 3) membaca teks dengan

Lebih terperinci

Irma Indriani, Azis Mahfuddin, Irma Permatawati

Irma Indriani, Azis Mahfuddin, Irma Permatawati Efektivitas Penggunaan Metode Talking Stick dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman (Studi Penggunaan Metode Talking Stick di SMAN 3 Cimahi) Irma Indriani, Azis Mahfuddin, Irma Permatawati

Lebih terperinci

LEKTION 1. SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse XI 1

LEKTION 1. SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse XI 1 LEKTION 1 SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse XI 1 STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari. B. Mendengarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mempelajari bahasa Jerman terdapat beberapa aspek penting yang harus dikuasai. Aspek-aspek tersebut terdiri dari keterampilan menyimak, berbicara, membaca,

Lebih terperinci

LEKTION 1 SICH VORSTELLEN PERKENALAN. SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse X 1

LEKTION 1 SICH VORSTELLEN PERKENALAN. SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse X 1 LEKTION 1 SICH VORSTELLEN PERKENLN SM St ngela Bandung Der Deutsche Modul Klasse X 1 STNDR KOMPETENSI. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Permainan komputer saat ini telah membudaya dan menjadi ciri khusus

BAB I PENDAHULUAN. Permainan komputer saat ini telah membudaya dan menjadi ciri khusus BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permainan komputer saat ini telah membudaya dan menjadi ciri khusus manusia modern. Dalam bermain seorang pemain harus dapat mengerti aturan dan tujuan dari

Lebih terperinci

Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Table Dalam. Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Table Dalam. Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Table Dalam Sekar Chandra Ratnasari, Amir, Azis Mahfuddin. Abstaksi Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai dalam

Lebih terperinci

SIKAP BAHASA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG

SIKAP BAHASA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG SIKAP BAHASA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Iwa Sobara dan Dewi Kartika Ardiyani Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Abstract:

Lebih terperinci

Informasi 107. Bab 10. Informasi

Informasi 107. Bab 10. Informasi Informasi 107 Bab 10 Informasi Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu: 1) menirukan percakapan teks drama yang dibacakan guru; 2) menceritakan peristiwa yang pernah dialami;

Lebih terperinci

NDO 2012 Nationale Deutscholympiade in Indonesien 2012 Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2012 di Indonesia

NDO 2012 Nationale Deutscholympiade in Indonesien 2012 Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2012 di Indonesia G O E T H E - I N S T I T U T I N D O N E S I E N Nationale Deutscholympiade in Indonesien 2012 Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional 2012 di Indonesia Goethe-Institut Jakarta, 25.- Goethe-Institut

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA/) MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA JERMAN

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA/) MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA JERMAN SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA/) MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA JERMAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA, 2016 DAFTAR ISI DAFTAR ISI i I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEKNIK MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JERMAN DI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN SKRIPSI

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEKNIK MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JERMAN DI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN SKRIPSI KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEKNIK MAKE A MATCH DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA JERMAN DI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk

Lebih terperinci

LEKTION 4 Der Alltag. Keseharian STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR. A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog

LEKTION 4 Der Alltag. Keseharian STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR. A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog LEKTION 4 Der Alltag Keseharian STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari. B. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Terjemahan, metode dan pergeseran pada penerjemahan buku Johnny schweigt BAB 1

LAMPIRAN 1. Terjemahan, metode dan pergeseran pada penerjemahan buku Johnny schweigt BAB 1 LAMPIRAN 1. Terjemahan, metode dan pergeseran pada penerjemahan buku Johnny schweigt BAB 1 KALIMAT TEKS SUMBER TEKS SASARAN METODE PENERJEMAHAN PERGESERAN 1 2 Im Sommer kamen Austauschüler aus England

Lebih terperinci

I D E N T I T Ä T JURNAL BAHASA DAN SASTRA JERMAN

I D E N T I T Ä T JURNAL BAHASA DAN SASTRA JERMAN ISSN : 2302-2841 I D E N T I T Ä T JURNAL BAHASA DAN SASTRA JERMAN Vol. IV, Nomor 1, Februari 2015 Identitaet Vol. IV No. 1 Hal. 1-97 Surabaya Februari 2015 ISSN 2302-2841 Diterbitkan oleh: Program Studi

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN. Lampiran 1. Daftar Wawancara dengan Siswa

LAMPIRAN-LAMPIRAN. Lampiran 1. Daftar Wawancara dengan Siswa LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1. Daftar Wawancara dengan Siswa NO. NAMA KELAS 1. ADN III 2. FNR III 3. AA III 4. DIKS III 5. DSR III 6. DN III 7. MRS III 8. MRY III 9. NAM III 10. SM III 11. WDR III 12. WDT

Lebih terperinci

BENTUK BENTUK WAWANCARA Berdasarkan bentuk kegiatan yang dilakukan, wawancara dapat dibedakan : Man in the street interview

BENTUK BENTUK WAWANCARA Berdasarkan bentuk kegiatan yang dilakukan, wawancara dapat dibedakan : Man in the street interview TEKNIK PENGUMPULAN DATA - WAWANCARA DEFINISI WAWANCARA Wawancara adalah suatu teknik pengambilan data menggunakan format pertanyaan yang terencana dan diajukan secara lisan kepada responden dengan tujuan-tujuan

Lebih terperinci

SILABUS. Alokasi Waktu (menit) Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian

SILABUS. Alokasi Waktu (menit) Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian SILABUS Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Kediri Program : Pilihan Mata Pelajaran : Bahasa Jerman Kelas : XI Semester : 1 Tahun Pelajaran : 2008-2009 : 24 minggu x 2 JP Standar MENDENGARKAN 5. Memahami wacana

Lebih terperinci

Sambutan Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, 2 September 2010 Kamis, 02 September 2010

Sambutan Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, 2 September 2010 Kamis, 02 September 2010 Sambutan Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, 2 September 2010 Kamis, 02 September 2010 SAMBUTAN PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SIDANG KABINET PARIPURNA DI KANTOR KEPRESIDENAN,

Lebih terperinci

Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03

Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03 Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03 Ibu Utha berjualan gorengan di tepi jalan. Di sana ada pisang, bakwan, tahu, dan cireng tersedia. Rasanya? Kata para pembelinya, gorengan Ibu Utha renyah dan

Lebih terperinci

Merupakan salah satu bentuk konstruksi sintaksis yang tertinggi. Secara tradisional: suatu rangkaian kata yang mengandung pengertian dan pikiran yang

Merupakan salah satu bentuk konstruksi sintaksis yang tertinggi. Secara tradisional: suatu rangkaian kata yang mengandung pengertian dan pikiran yang KALIMAT Merupakan salah satu bentuk konstruksi sintaksis yang tertinggi. Secara tradisional: suatu rangkaian kata yang mengandung pengertian dan pikiran yang lengkap. Secara struktural: bentuk satuan gramatis

Lebih terperinci

Penelitian yati n isti sept 09 BAB I PENDAHULUAN

Penelitian yati n isti sept 09 BAB I PENDAHULUAN 1 Penelitian yati n isti sept 09 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan salah satu produk budaya masyarakat, yang proses kelahirannya sering merupakan respon terhadap kondisi

Lebih terperinci

WORLDWIDE BROTHERHOOD

WORLDWIDE BROTHERHOOD Ambassadors of a WORLDWIDE BROTHERHOOD LECTIO / BACAAN : MARKUS 2: 1-12 MEDITASI 5 : ORANG LUMPUH DISEMBUHKAN 1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar,

Lebih terperinci

SMA NEGERI 2 WONOSARI

SMA NEGERI 2 WONOSARI BAB I PENDAHULUAN Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu universitas yang memiliki tugas mencetak tenaga kependidikan yang handal dan profesional dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan

Lebih terperinci

KARAKTERISASI TOKOH ELINA KARAKTERISASI TOKOH ELINA PADA NOVEL ICH SPÜR MICH NICHT KARYA JANA FREY

KARAKTERISASI TOKOH ELINA KARAKTERISASI TOKOH ELINA PADA NOVEL ICH SPÜR MICH NICHT KARYA JANA FREY KARAKTERISASI TOKOH ELINA KARAKTERISASI TOKOH ELINA PADA NOVEL ICH SPÜR MICH NICHT KARYA JANA FREY Lia Prastika Program Studi Sastra Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Lprastika94@gmail.com

Lebih terperinci

Metode SQ3R untuk Meningkatkan Kemampuan. Membaca Pemahaman Teks Bahasa Jerman

Metode SQ3R untuk Meningkatkan Kemampuan. Membaca Pemahaman Teks Bahasa Jerman Metode SQ3R untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Bahasa Jerman Trie Utami Hardianti Cahyana, Setiawan, Hafdarani Abstrak Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang

Lebih terperinci

Apakah bahasa roh boleh dipakai dalam acara doa bersama? Apa artinya bahasa roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman (lih. 1Kor 14:22)?

Apakah bahasa roh boleh dipakai dalam acara doa bersama? Apa artinya bahasa roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman (lih. 1Kor 14:22)? PENDAHULUAN Artikel ini bermaksud menyoroti dua pertanyaan tentang karunia bahasa roh yang sempat menghebohkan. Kenapa menghebohkan? Karena dua pertanyaan itu sempat menimbulkan keraguan beberapa pihak

Lebih terperinci

Program Audio. Penulisan Naskah. Program Audio JUDUL NASKAH UNSUR BAHASA MUSIK FX ISTILAH LANGKAH. Copyright by Asep Herry Hernawan

Program Audio. Penulisan Naskah. Program Audio JUDUL NASKAH UNSUR BAHASA MUSIK FX ISTILAH LANGKAH. Copyright by Asep Herry Hernawan Drs., M.Pd. KURTEK FIP - UPI Program Audio Penulisan Naskah Program Audio Drs., M.Pd. KURTEK FIP - UPI Naskah Program Audio Program audio meliputi program radio dan program kaset suara, penulisan naskah

Lebih terperinci

Resfinta Yudhi Rosanti Pembimbing I Edy Hidayat, S.Pd, M.Hum. Pembimbing II Deddy Kurniawan, S.Pd, M.A.

Resfinta Yudhi Rosanti Pembimbing I Edy Hidayat, S.Pd, M.Hum. Pembimbing II Deddy Kurniawan, S.Pd, M.A. Kesalahan Penggunaan Konjungsi da, weil, dan denn pada Pembentukan Kalimat Kausal oleh Mahasiswa Sastra Jerman Universitas Negeri Malang Angkatan 2010 pada Matakuliah Aufsatz 1 Resfinta Yudhi Rosanti Pembimbing

Lebih terperinci

Sejarah sebagai Kisah, Peristiwa, Ilmu, dan Seni

Sejarah sebagai Kisah, Peristiwa, Ilmu, dan Seni Sejarah sebagai Kisah, Peristiwa, Ilmu, dan Seni MODUL 1 MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X SEMESTER 1 Penyusun : Yayan Syalviana, S.Pd. Wiwi Wiarsih, SS. SMA Negeri 26 Bandung Jalan Sukaluyu No. 26 Cibiru

Lebih terperinci

SOLUSI PR ONLINE MATA UJIAN: BAHASA INDONESIA (KODE: S07)

SOLUSI PR ONLINE MATA UJIAN: BAHASA INDONESIA (KODE: S07) Program: XII IPS TP 2013/2014 Kode: G07 SOLUSI PR ONLINE MATA UJIAN: BAHASA INDONESIA (KODE: S07) 1. Jawaban : E Kalimat pengumuman yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah Dalam upaya memperingati Bulan

Lebih terperinci

Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar

Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/MTs Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar 1. Dalam tayangan suatu berita pasti ada pokok berita yang disampaikan. Pokok berita

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. beberapa Sekolah Mengengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan

BAB I PENDAHULUAN. beberapa Sekolah Mengengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asing yang diajarkan pada beberapa Sekolah Mengengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbeda dengan

Lebih terperinci

Analisis Perbandingan Dongeng Die Bremer Stadtmusikanten dan Der Wolf und Die sieben jungen Geißlein.

Analisis Perbandingan Dongeng Die Bremer Stadtmusikanten dan Der Wolf und Die sieben jungen Geißlein. Analisis Perbandingan Dongeng Die Bremer Stadtmusikanten dan Der Wolf und Die sieben jungen Geißlein. Jurnal Skripsi Oleh : Frangky. F. Manariangkuba 010913017 UNIVERSITAS SAM RATULANGI FAKULTAS ILMU BUDAYA

Lebih terperinci

SUSUNAN DEWAN REDAKSI JURNAL INDENTITÄT

SUSUNAN DEWAN REDAKSI JURNAL INDENTITÄT SUSUNAN DEWAN REDAKSI JURNAL INDENTITÄT JURNAL BAHASA DAN SASTRA JERMAN PROGRAM STUDI S-1 SASTRA JERMAN FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Jurnal Identität * (ISSN: 2302-2841) diterbitkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempelajari bahasa asing terutama bahasa Jerman, salah satu aspek

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempelajari bahasa asing terutama bahasa Jerman, salah satu aspek BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mempelajari bahasa asing terutama bahasa Jerman, salah satu aspek yang harus dikuasai dan dipelajari adalah kosakata. Kosakata merupakan salah satu unsur

Lebih terperinci

SUSUNAN DEWAN REDAKSI JURNAL LATERNE

SUSUNAN DEWAN REDAKSI JURNAL LATERNE SUSUNAN DEWAN REDAKSI JURNAL LATERNE JURNAL PENDIDIKAN BAHASA JERMAN PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN BAHASA JERMAN FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Jurnal Laterne (ISSN: 2302-2833) diterbitkan

Lebih terperinci

PREPOSISI AKKUSATIV DAN DATIV DALAM KITAB INJIL LUKAS JURNAL. Oleh ELIKOHEN REBA. Sastra Jerman

PREPOSISI AKKUSATIV DAN DATIV DALAM KITAB INJIL LUKAS JURNAL. Oleh ELIKOHEN REBA. Sastra Jerman PREPOSISI AKKUSATIV DAN DATIV DALAM KITAB INJIL LUKAS JURNAL Oleh ELIKOHEN REBA 090913001 Sastra Jerman UNIVERSITAS SAM RATULANGI FAKULTAS ILMU BUDAYA MANADO 2014 1 ABSTRAKTION Diese Untersuchung behandelt

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Astri Rahmayanti, 2013

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Astri Rahmayanti, 2013 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap hari media massa dapat memberikan aneka sajian yang dapat dinikmati para pembaca setianya. Dalam satu edisi para pembaca mendapatkan berbagai informasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, dengan cara mengumpulkan data-data berbagai bentuk latihan-latihan yang

Lebih terperinci

PEMBENTUKAN KATA BENDA BAHASA JERMAN DALAM JUGEND MAGAZIN (JUMA) JURNAL. diajukan sebagai salah satu. syarat mencapai gelar.

PEMBENTUKAN KATA BENDA BAHASA JERMAN DALAM JUGEND MAGAZIN (JUMA) JURNAL. diajukan sebagai salah satu. syarat mencapai gelar. PEMBENTUKAN KATA BENDA BAHASA JERMAN DALAM JUGEND MAGAZIN (JUMA) JURNAL diajukan sebagai salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Sastra Jurusan Sastra Jerman Oleh: Opi Sipora Rahangiar 100913004 Sastra

Lebih terperinci

Bagi orang cina, huruf cina dan nomor kode/für die Chinese, chinesischen Zeichen, kodenummer

Bagi orang cina, huruf cina dan nomor kode/für die Chinese, chinesischen Zeichen, kodenummer KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA VIENNA AUSTRIA No.: FORMULIR PERMOHONAN VISA KUNJUNGAN USAHA/JUNJUNGAN BEBERAPA KALI PERJALANAN BUSINES/MULTIPLE VISA APPLICATION FORM ANTRAGSFOMULAR ZUR ERLANGUNG EINES

Lebih terperinci

ROMAN BERSURAT DIE LEIDEN DES JUNGEN WERTHER KARYA JOHANN WOLFGANG VON GOETHE SEBAGAI KRITIK SOSIAL TERHADAP NORMA-NORMA MASYARAKAT JERMAN ABAD KE-18

ROMAN BERSURAT DIE LEIDEN DES JUNGEN WERTHER KARYA JOHANN WOLFGANG VON GOETHE SEBAGAI KRITIK SOSIAL TERHADAP NORMA-NORMA MASYARAKAT JERMAN ABAD KE-18 ROMAN BERSURAT DIE LEIDEN DES JUNGEN WERTHER KARYA JOHANN WOLFGANG VON GOETHE SEBAGAI KRITIK SOSIAL TERHADAP NORMA-NORMA MASYARAKAT JERMAN ABAD KE-18 ATINA HASANAH NPM : 180810080035 UNIVERSITAS PADJADJARAN

Lebih terperinci

IDENTITAS RESPONDEN. Umur :.

IDENTITAS RESPONDEN. Umur :. LAMPIRAN 76 IDENTITAS RESPONDEN Isilah identitas Anda dengan lengkap pada kolom yang telah disediakan untuk nama diperbolehkan menggunakan inisial/disingkat. Nama :. Umur :. A. Petunjuk Pengisian Dalam

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi adalah suatu pernyataan antar manusia, baik secara perorangan maupun berkelompok, yang bersifat umum dengan menggunakan lambang-lambang yang berarti, maka akan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. dan analisis, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis verba berprefiks ber- dalam

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. dan analisis, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis verba berprefiks ber- dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena bersifat deskriptif dan analisis, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis verba berprefiks ber- dalam

Lebih terperinci

Oleh: Sulis Triyono Wening Sahayu

Oleh: Sulis Triyono Wening Sahayu D-i-k-t-a-T Oleh: Sulis Triyono Wening Sahayu FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2004 Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh SWT atas rakhmat-nya yang telah dilimpahkan,

Lebih terperinci

EVALUASI PENYAMPAIAN PESAN DALAM KOMUNIKASI

EVALUASI PENYAMPAIAN PESAN DALAM KOMUNIKASI EVALUASI PENYAMPAIAN PESAN DALAM KOMUNIKASI Primardiana H. Wijayati Jurusan Sastra Jerman Fak. Sastra Universitas Negeri Malang Abstract: Communication is a sender-receiver process of transferring information

Lebih terperinci

Penggunaan Artikel pada Majalah Juma dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Bahasa Jerman Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang

Penggunaan Artikel pada Majalah Juma dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Bahasa Jerman Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang Penggunaan Artikel pada Majalah Juma dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Bahasa Jerman Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Tumpang Maimun Fariziah 108241416351 Pembimbing I: Deddy Kurniawan, S.Pd.,

Lebih terperinci

Teknologi Pertanian. Belajar Apa di Pelajaran 6?

Teknologi Pertanian. Belajar Apa di Pelajaran 6? 6 Teknologi Pertanian Teknologi informasi semakin cepat berkembang. Informasi yang cepat dan akurat dapat kamu peroleh dari siaran berita di televisi atau radio. Bagaimana memahami berita dari televisi

Lebih terperinci

Silabus. 30 Silabus. Kompetensi Dasar. makna imbuhan. Unsur cerita (tokoh dan latar) Pembelajaran. Materi Pokok/ ter- Menuliskan kalimat

Silabus. 30 Silabus. Kompetensi Dasar. makna imbuhan. Unsur cerita (tokoh dan latar) Pembelajaran. Materi Pokok/ ter- Menuliskan kalimat 30 Silabus Silabus Sekolah : SD dan MI Kelas/Semester : V/2 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Tema : Kegiatan Standar : Mendengarkan 5. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang

Lebih terperinci

Dari cuplikan berita di atas, maka yang keliru ada lah penggunaan istilah kantor»pemerintah«(lihat bab II, III dan IV).

Dari cuplikan berita di atas, maka yang keliru ada lah penggunaan istilah kantor»pemerintah«(lihat bab II, III dan IV). 1 VII. Netralitas Negara (dan Lembaga Negara) Ingat kasus larangan pengunaan jilbab di sekolah-sekolah Perancis dan Jerman sekitar 2 atau tiga tahun lalu? Sayangnya, perdebatan di tanah air dalam soal

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Memahami penjelasan nara sumber dan cerita rakyat secara lisan. 1.1. Menanggapi penjelasan nara sumber (petani, pedagang, nelayan, karyawan dll). 1. Mencatat pokok-pokok pembicaraan nara sumber. 2.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah :... Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : IX/1 Standar Kompetensi : 1. Memahami dialog interaktif pada tayangan televise / siaran radio

Lebih terperinci

Jemaat Kristen Imanuel Berlin

Jemaat Kristen Imanuel Berlin Jemaat Kristen Imanuel Berlin Christliche Gemeinde Immanuel Berlin c/o FeG Moabit, Stephanstr. 44 10559 Berlin Warta Jemaat Edisi Mei 2014 Johanes 3 : 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA Analisis Penggunaan Kata Sifat lieb dan schön serta Kata Kerja lieben dalam Dongeng Konrad oder das Kind aus der Konservenbüchse karya Christine Nöstlinger MAKALAH NONSEMINAR HANUM

Lebih terperinci