Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 25 Sambutan terhadap Kapal Laut

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 25 Sambutan terhadap Kapal Laut"

Transkripsi

1 Pelajaran 25 Sambutan terhadap Kapal Laut Redaktur berusaha mengungkapkan arti kata "getürkt". Mereka mengunjungi pelabuhan yang spesial. Di sana setiap kapal disambut dengan cara tersendiri. Di pelabuhan "Willkomm Höft" semua kapal akan disambut dengan lagu kebangsaannya. dan memeriksa asal tradisi ini dalam sandiwara radio. Pengertian "getürkt" juga terkait dengan tradisi ini. Sementara di kantor redaksi, membaca buku tentang burung hantu. Karena tidak bisa membaca, membacakan buku. Pelajaran ini juga membahas mengenai awalan kata kerja. Bagaima arti kata kerja berubah dengan penambahan awalan kata kerja? Naskah Episode 25 Deutsche Welle dan Goethe-Institut mempersembah-kan Radio D karangan Herrad Meese sebuah kursus bahasa Jerman melalui radio bagi pemula, yang melengkapi kursus Redaktion D. Selamat berjumpa dalam bagian ke-25 kursus Radio D. Bagaimana, saudara pendengar, Anda masih ingat istilah yang dipakai berkenaan dengan cerita bohong mengenai ikan hiu di Hamburg? Oh Mann, alles getürkt! Wie bitte? Was hast du gesagt? Istilah itu terasa tidak enak di telinga. Maka diceritakannya kepada, dari mana asal kata itu. Ikutilah ceritanya dalam adegan pertama. dan duduk dengan santai di sebuah restoran di tepi Sungai Elbe sambil melakukan permainan yang diingat dari masa kanak-kanaknya. Mereka memperhatikan bendera kapal-kapal yang lewat dan menerka, dari negara mana asal kapal yang bersangkutan. Situasi yang mirip pernah terjadi di masa lalu, tepatnya pada tahun 1895, tetapi dalam suasana yang sama sekali tidak santai. Ketika itu kepala negara Jerman, Kaisar Wilhelm II, meresmikan hubungan perairan yang penting, yaitu terusan dari Laut Baltik ke Laut Utara. Untuk upacara pada tahun 1895 itu diundang kapal dari berbagai negara. Masing-masing kapal yang mengibarkan bendera nasional disambut dengan lagu kebangsaannya yang dimainkan oleh orkes di atas kapal penyambut. Bagus sekali, tetapi Seite 1 von 9

2 Hallo, liebe Hörerinnen und Hörer. apa yang dapat dilakukan, kalau ada negara yang tak diketahui lagu kebangsaannya? Situasi seperti itu terjadi pada waktu masuknya sebuah kapal yang benderanya menunjukkan bulan sabit, lambang Turki. Dengarkan apa yang terjadi pada tahun 1895 itu. Willkommen bei Radio D. Radio D das Hörspiel. Coba menangkap solusi yang ditemukan para musisi. Perhatikanlah kata bulan MOND. Szene 1: Kanaleinweihung Ansager Aufgepasst. Da kommt ein Schiff. Und die türkische Hymne. Los geht s die türkische Hymne. Musiker 1 Türkisch? Türkisch? Hast du die Noten? Musiker 3 Ich auch nicht. Mehrere Musiker Ich auch nicht. Ich auch nicht. Kennt jemand die türkische Hymne? Mehrere Musiker Und was spielen wir jetzt? Seite 2 von 9

3 Wir improvisieren. Auf der Flagge ist ein Halbmond. Also spielen wir ein Mondlied. Los geht s: Der Mond ist aufgegangen... Wir improvisieren. Auf der Flagge ist ein Halbmond. Also spielen wir ein Mondlied. Saya kira Anda dapat menangkap bahwa para musisi itu berimprovisasi. Tema improvisasi tidak dipilih secara kebetulan: Bendera kapal itu menunjukkan bulan sabit. Oleh karena itu pemimpin orkes memutuskan untuk memainkan lagu yang syairnya berhubungan dengan bulan. Tentu saja orang Jerman yang berjiwa romantis itu memiliki syair mengenai bulan yang dijadikan lagu. Para musisi memainkan lagu Telah Terbitnya Bulan yang masih terkenal sampai sekarang. Ansager Aufgepasst. Da kommt ein Schiff. Pada awal adegan para musisi disuruh siap karena ada lagi kapal yang masuk. Orkes disuruh memainkan lagu kebangsaan Turki. Los geht s die türkische Hymne. Musiker 1 Türkisch? Türkisch? Hast du die Noten? Akan tetapi tak ada musisi yang memiliki notnya. Musiker 3 Ich auch nicht. Seite 3 von 9

4 Szene 2: Im Restaurant von Willkomm-Höft Türken etwas improvisieren, hm, klingt ja interessant. Weiß das wohl? Das ist doch egal.? Wieso? Ich bin doch hier. Tidak ada yang mengenal lagu kebangsaan Turki. Hal itu tidak mengherankan, sebab Kerajaan Turki pada waktu itu memang tidak memiliki lagu kebangsaan. Dengan sendirinya juga tidak ada notnya... Jadi verba TÜRKEN dalam bahasa Jerman mula-mula dipakai secara positif, dalam arti kata menemukan, mengimprovisasi. Dewasa ini kata tersebut dipakai dalam arti berpura-pura atau memalsukan, jadi dengan konotasi negatif. Di samping cerita tadi ada keterangan lain mengenai riwayat verba TÜRKEN. Namun kita ketahui bahwa peristiwa pada peresmian Terusan Laut Utara Laut Baltik inilah yang diceritakan kepada. Mari kita dengarkan akhir percakapan mereka. Apa yang meyebabkan sikap tiba-tiba berubah? Sehr romantisch. Suasana hati berubah karena nama disebut. Seperti kita ketahui, adalah rekan dan di Radio D. Orang tua berasal dari Turki. Oleh karena itu timbul pertanyaan, apakah mengetahui arti positif istilah TÜRKEN. Weiß das wohl?? Wieso? Ich bin doch hier. Kasihan. Dengan penuh perhatian telah diikutinya cerita, bahkan lengannya ditaruh pada bahu tetapi yang diingat ialah. Tentu saja timbul pertanyaan dalam benak, mengapa memikirkan, padahal ia sendiri sedang menemani. Kita pun bertanya dalam hati: Apakah dalam perasaan berarti lebih daripada seorang rekan yang Seite 4 von 9

5 Sehr romantisch. simpatik? Adakah kisah cinta yang masih terselubung? Apakah mengetahuinya atau apa yang dimaksudkannya dengan kata romantis? dan harus kembali ke Berlin, ke redaksi Radio D. sedang berada di situ. Mari kita dengarkan apa yang dilakukan di redaksi. sudah sampai lebih awal dan sangat heran mengenai bacaan yang sedang dipegang. Dapatkah Anda menangkap apa itu? Szene 3: In der Redaktion Hallo. Hallo,. Was liest du denn da? Zeig mal. Oh, ein Buch über Eulen. Komme ich da auch vor? Das weiß ich nicht. Willst du mitlesen? Ich kann doch nicht lesen. Liest du mir vor? Bitte! Na klar. Also Die Eulen fliegen vor allem nachts. Sie fliegen leise und sind klug und weise. Das stimmt,. Aber das steht hier nicht! Oh, ein Buch über Eulen. membaca buku kiranya Anda dapat menyimpulkan hal itu melalui hubungan dengan verba membaca. Seite 5 von 9

6 Komme ich da auch vor? Willst du mitlesen? Buku itu berilustrasi foto-foto burung hantu. Tidak mengherankan kalau ingin mengetahui ada tidaknya foto dirinya pula. Saya kira kemungkinannya kecil; namun yang bersikap diplomatis itu bertanya kepada, apakah ia mau ikut membaca. Karena buta huruf, meminta agar membacakan untuknya. Ich kann doch nicht lesen. Liest du mir vor? Bitte! Und nun kommt unser Professor. baru mulai membacakan, ketika kembali dari Hamburg. Ia kelihatan senang, dan pasti ceritanya banyak. Sayang kita tidak dapat mengikutinya, karena sudah tiba gilirannya Pak Profesor kita. Radio D Gespräch über Sprache. Ich kann doch nicht lesen. Liest du mir vor? Bitte! Professor Jadi membaca buku mengenai burung hantu. Berkenaan dengan hal itu saya ingin membahas verba LE- SEN. kan tidak dapat membaca. Professor Justru karena itu ia harus meminta kepada untuk membacakan baginya. O begitu, Pak Profesor. Saya mengerti fokus Anda di mana. Ada dua hal yang perlu diperhatikan: VORLESEN merupakan verba dengan prefiks VOR yang terpisahkan. Sprecher vorlesen Seite 6 von 9

7 Sprecher lesen Sprecherin Was liest du? Was liest du denn da? Professor Betul. Hal yang kedua, LESEN tergolong verba yang mengalami perubahan huruf vokal pada akarnya: Pada persona ketiga dan kedua, e menjadi ie, yang dieja i, e, dan dilafalkan seperti i panjang. Dengarkannya sekali lagi. Sprecher vorlesen Sprecherin Liest du mir vor? Ansager Aufgepasst. Da kommt ein Schiff. Und die türkische Hymne. Los geht s die türkische Hymne. Musiker 1 Türkisch? Türkisch? Hast du die Noten? Musiker 3 Ich auch nicht. Mehrere Musiker Ich auch nicht. Ich auch nicht. Verba-verba yang vokalnya berubah, mengalami perubahan yang sama kalau ditambahkan prefiks kepadanya. Contohnya LESEN dan VORLESEN tadi. Terima kasih banyak, Pak Profesor. Nah, kami tidak akan membacakan apa-apa lagi untuk Anda, saudara pendengar. Tetapi ada kesempatan untuk mendengarkan adegan-adegan sekali lagi. Dengarkan improvisasi sebuah lagu kebangsaan. Seite 7 von 9

8 Kennt jemand die türkische Hymne? Mehrere Musiker Und was spielen wir jetzt? Wir improvisieren. Auf der Flagge ist ein Halbmond. Also spielen wir ein Mondlied. Los geht s: Der Mond ist aufgegangen... Türken etwas improvisieren, hm, klingt ja interessant. Weiß das wohl? Das ist doch egal.? Wieso? Ich bin doch hier. Sehr romantisch. Hallo. Hallo,. Was liest du denn da? Zeig mal. Oh, ein Buch über Eulen. Komme ich da auch vor? Das weiß ich nicht. Willst du mitlesen? Ich kann doch nicht lesen. Liest du mir vor? Bitte! Na klar. Also Die Eulen fliegen vor allem nachts. Sie fliegen leise... Dengarkan dialog dan di restoran. Dengarkan apa yang dilakukan. Seite 8 von 9

9 ... und sind klug und weise. Das stimmt,. Aber das steht hier nicht! Bis zum nächsten Mal, liebe Hörerinnen und Hörer. Und tschüs. Dalam siaran berikutnya terjadi hal yang tidak terduga. Khususnya tidak senang mengalaminya. Herrad Meese Seite 9 von 9

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 08 Penyamaran Orang Tak Dikenal Terkuak

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 08 Penyamaran Orang Tak Dikenal Terkuak Pelajaran 08 Penyamaran Orang Tak Dikenal Terkuak dan bertanya kepada laki-laki yang dianggap sebagai Raja Ludwig di istana Schloss Neuschwanstein. Tetapi secara kebetulan menemukan sesuatu yang menarik.

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 06 Bagaimana Raja Ludwig Meninggal?

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 06 Bagaimana Raja Ludwig Meninggal? Pelajaran 06 Bagaimana Raja Ludwig Meninggal? Di istana Schloss Neuschwanstein dan bertemu dengan orang misterius yang memakai mantel Raja Ludwig. Mereka melakukan penyelidikan, apa hubungannya dengan

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 03 Perjalanan ke Berlin

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 03 Perjalanan ke Berlin Pelajaran 03 Perjalanan ke Berlin berangkat ke Berlin. Tetapi perjalanannya ternyata tidak semudah apa yang diharapkan, karena cuaca yang buruk. Sementara itu, beberapa orang memperkenalkan diri mereka.

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 24 Surat Kabar Hamburg

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 24 Surat Kabar Hamburg Pelajaran 24 Surat Kabar Hamburg Eulalia membimbing para redaktur ke jejak benar. Mereka menemukan, teman kerja mereka dari surat kabar Hamburg terkait dalam kasus ini. Satu ucapan Paul meyebabkan marah.,

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 12 Surat Pendengar

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 12 Surat Pendengar Pelajaran 12 Surat Pendengar Kalau Anda tidak mengerti sesuatu, bertanya kembali adalah pemecahan terbaik. Profesor menjawab pertanyaan pendengar tentang cerita sebelumnya: ini kesempatan yang baik sekali

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 16 Ikarus

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 16 Ikarus Pelajaran 16 Ikarus Pahlawan tragis Ikarus dari mitologi Yunani sangat menarik kedua journalis, dan. Namun, apakah pendengar mengetahui siapa Ikarus? dan bercerita tentang Ikarus. dan mendapat ide dari

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 15 Kostum Karnaval

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 15 Kostum Karnaval Pelajaran 15 Kostum Karnaval dan memberitakan lagi acara marnava, langsung dari jalan. Mereka melihat berbagai macam kostum, juga mengenal berbagai dialek Jerman yang berbeda-beda. Sesampainya di kantor

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 02 Radio D menelpon

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 02 Radio D menelpon Pelajaran 02 Radio D menelpon tidak bisa beristirahat. Setelah diganggu nyamuk-nyauk, sekarang tetangganya yang berisik. Telpon tak terduga dari Berlin menyebabkan dia lari tergopoh-gopoh menuju Radio

Lebih terperinci

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 01 Pulang Kampung

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 01 Pulang Kampung Pelajaran 01 Pulang Kampung mengendarai mobilnya menuju sebuah desa, di mana ibunya, Hanne, tinggal. Di sana, ia berharap bisa bersantai. Tetapi tidak lama kemudian, di desa yang tampak tenang ini, ia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (percakapan) untuk mengungkapkan suatu informasi dari pembicara, sebab kata

BAB I PENDAHULUAN. (percakapan) untuk mengungkapkan suatu informasi dari pembicara, sebab kata 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tata bahasa memiliki cakupan yang begitu luas, meliputi huruf, kata, frasa dan kalimat. Kata merupakan bagian yang penting dalam suatu tulisan dan lisan (percakapan)

Lebih terperinci

BAHAN AJAR / RPP. C. Metode Pembelajaran : Inquiri I. Kegiatan Pembelajaran :

BAHAN AJAR / RPP. C. Metode Pembelajaran : Inquiri I. Kegiatan Pembelajaran : BAHAN AJAR / RPP Bidang Studi : Bahasa Jerman Pokok Tema : Erste Kontake Sub Tema :Erste Kontakte mit Deutschen ( ich, du, sie/er/es (sing), Sie, sie (pl)) Kelas / Semester: X / gasal Standar Kecakapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat untuk dapat berinteraksi dengan manusia yang lain. Bahasa adalah

BAB I PENDAHULUAN. bermasyarakat untuk dapat berinteraksi dengan manusia yang lain. Bahasa adalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat untuk dapat berinteraksi dengan manusia yang lain. Bahasa adalah salah satu alat komunikasi.

Lebih terperinci

SILABUS. Alokasi Waktu. Sumber Belajar Kompetensi. Standar Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian

SILABUS. Alokasi Waktu. Sumber Belajar Kompetensi. Standar Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian SILABUS Nama Sekolah : SMA N 3 Kediri Program : Pilihan/ Umum Mata Pelajaran : Bahasa Jerman Kelas : XI Semester : 2 Tahun Pelajaran : 2007-2008 : 19 minggu x 2 JP Standar Dasar Materi Pembelajaran Indikator

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA BAHASA JERMAN PROGRAM STUDI BAHASA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan

Lebih terperinci

Erste Wörter. Auf Wiedersehen. Selamat tinggal

Erste Wörter. Auf Wiedersehen. Selamat tinggal Hallo Erste Wörter Auf Wiedersehen Ja Halo Selamat tinggal Ya Nein Bitte Vielen Dank Tidak Silahkan Terima kasih banyak links rechts 8 die Damentoilette 9 Kiri Kanan Kamar kecil Wanita die Herrentoilette

Lebih terperinci

BAB 4 KESIMPULAN. Tabel Personifikasi Album tahun 1970an,,Ich hab die Liebe geseh n (Vicky Leandros)

BAB 4 KESIMPULAN. Tabel Personifikasi Album tahun 1970an,,Ich hab die Liebe geseh n (Vicky Leandros) BAB 4 KESIMPULAN Berdasarkan analisis metafora dari keseluruhan lirik lagu cinta tahun 1970an yang dinyanyikan Vicky Leandros yang berjudul,,ich hab die Liebe geseh n, dan tahun 2000an yang dinyanyikan

Lebih terperinci

SILABUS. Alokasi Waktu (menit) Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian

SILABUS. Alokasi Waktu (menit) Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian SILABUS Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Kediri Program : Pilihan / Umum Mata Pelajaran : Bahasa Jerman Kelas : XII Semester : 1 Tahun Pelajaran : 2008-2009 : 17 minggu x 4 JP Standar Dasar Materi Pembelajaran

Lebih terperinci

SILABUS DAN SISTIM PENILAIAN

SILABUS DAN SISTIM PENILAIAN SILABUS DAN SISTIM PENILAIAN Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Kediri Program : Pilihan Mata Pelajaran : Bahasa Jerman Kelas : X Semester : 2 ( dua ) Tahun Pelajaran : 2008-2009 : 15 minggu x 2 JP Standar Dasar

Lebih terperinci

REFLEKSI TINGKAH LAKU BERBAHASA MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA 1. Oleh: Sulis Triyono 2

REFLEKSI TINGKAH LAKU BERBAHASA MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA 1. Oleh: Sulis Triyono 2 REFLEKSI TINGKAH LAKU BERBAHASA MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA 1 Oleh: Sulis Triyono 2 Abstrak Tulisan ini merupakan pengantar untuk memahami tingkah laku berbahasa masyarakat tutur. Berdasarkan kajian

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 Instrumen penelitian, Kunci Jawaban, Lembar Jawaban, RPP

LAMPIRAN 1 Instrumen penelitian, Kunci Jawaban, Lembar Jawaban, RPP LAMPIRAN 1 Instrumen penelitian, Kunci Jawaban, Lembar Jawaban, RPP 91 INSTRUMEN PENELITIAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN Buatlah surat sederhana dalam bahasa Jerman yang ditujukan kepada temanmu.

Lebih terperinci

LEKTION 3 DIE UHRZEIT

LEKTION 3 DIE UHRZEIT LEKTION 3 DIE UHRZEIT WAKTU STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari. B. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk paparan

Lebih terperinci

LEKTION 3 DIE UHRZEIT

LEKTION 3 DIE UHRZEIT LEKTION 3 DIE UHRZEIT SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse X 1 STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari. B. Mendengarkan

Lebih terperinci

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 8 MALANG SEBAGAI PROGRAM NON PASCH

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 8 MALANG SEBAGAI PROGRAM NON PASCH KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 8 MALANG SEBAGAI PROGRAM NON PASCH DAN SMA NEGERI 5 MALANG SEBAGAI PROGRAM PASCH Esty Prastyaningtias Pembimbing I: Desti Nur Aini,

Lebih terperinci

ANGKET PENELITIAN. Identitas Responden Nama : Kelas : NIS :

ANGKET PENELITIAN. Identitas Responden Nama : Kelas : NIS : 100 ANGKET PENELITIAN Identitas Responden Nama : Kelas : NIS : 1. Petunjuk Pengisian a. Isilah identitas anda secara lengkap dan benar! b. Bacalah dengan seksama semua butir pertanyaan! c. Jawablah pertanyaan

Lebih terperinci

BAB II PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE SCRAMBLE, KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENELITIAN YANG RELEVAN

BAB II PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE SCRAMBLE, KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENELITIAN YANG RELEVAN BAB II PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE SCRAMBLE, KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENELITIAN YANG RELEVAN A. Pembelajaran Kooperatif Dalam sebuah pembelajaran, pemilihan model pembelajaran

Lebih terperinci

ANALISIS RAGAM BAHASA PRIA DAN RAGAM BAHASA WANITA DALAM NOVEL DAS SUPERWEIB KARYA HERA LIND DITINJAU DARI IMPLIKATUR PERCAKAPAN

ANALISIS RAGAM BAHASA PRIA DAN RAGAM BAHASA WANITA DALAM NOVEL DAS SUPERWEIB KARYA HERA LIND DITINJAU DARI IMPLIKATUR PERCAKAPAN ANALISIS RAGAM BAHASA PRIA DAN RAGAM BAHASA WANITA DALAM NOVEL DAS SUPERWEIB KARYA HERA LIND DITINJAU DARI IMPLIKATUR PERCAKAPAN PURWIATI RAHAYU FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA UNIVERSITAS INDONESIA 2008

Lebih terperinci

PENGGUNAAN PARTIKEL MODALITAS DALAM ARTIKEL WAWANCARA RUBRIK ENTERTAINMENT

PENGGUNAAN PARTIKEL MODALITAS DALAM ARTIKEL WAWANCARA RUBRIK ENTERTAINMENT PENGGUNAAN PARTIKEL MODALITAS DALAM ARTIKEL WAWANCARA RUBRIK ENTERTAINMENT MAJALAH FOCUS DAN ARTIKEL WAWANCARA MAJALAH TREFF EDISI JANUARI-AGUSTUS 2007 SARA CHRISTIANTI SIHALOHO FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

TELAAH KOMPONEN TUJUAN DAN PENILAIAN DALAM RPP DAN IMPLEMENTASINYA PADA MATA PELAJARAN BAHASA JERMAN DI TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (SMA) DI KOTA MALANG

TELAAH KOMPONEN TUJUAN DAN PENILAIAN DALAM RPP DAN IMPLEMENTASINYA PADA MATA PELAJARAN BAHASA JERMAN DI TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (SMA) DI KOTA MALANG TELAAH KOMPONEN TUJUAN DAN PENILAIAN DALAM RPP DAN IMPLEMENTASINYA PADA MATA PELAJARAN BAHASA JERMAN DI TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (SMA) DI KOTA MALANG Sawitri Retnantiti Jurusan Sastra Jerman Fak. Sastra

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS. Deskripsi toleransi..., Dias Rifanza Salim, FIB UI, 2008

BAB 3 ANALISIS. Deskripsi toleransi..., Dias Rifanza Salim, FIB UI, 2008 23 BAB 3 ANALISIS 3.1 UND WENN SCHON! Und Wenn Schon! adalah karya Karen-Susan Fessel yang terbit pada tahun 2002. Buku cerita remaja ini merupakan sebuah karya yang menampilkan kehidupan sulit seorang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mempelajari bahasa Jerman terdapat beberapa aspek penting yang harus dikuasai. Aspek-aspek tersebut terdiri dari keterampilan menyimak, berbicara, membaca,

Lebih terperinci

JENDELA PENGETAHUAN JURNAL ILMIAH ISSN : ANALISIS KEBIASAAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 11 AMBON

JENDELA PENGETAHUAN JURNAL ILMIAH ISSN : ANALISIS KEBIASAAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 11 AMBON ISSN : 1979-7842 JURNAL ILMIAH JENDELA PENGETAHUAN ANALISIS KEBIASAAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 11 AMBON Oleh Stevie Sahusilawane PENGGUNAAN TEKNIK CERITA BERANTAI DALAM

Lebih terperinci

Tidak diperjualbelikan

Tidak diperjualbelikan BAHASA JERMAN (BAHASA) KATA PENGANTAR Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 153/U/2003, tanggal 14 Oktober 2003, tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004, antara lain menetapkan bahwa

Lebih terperinci

Kesalahan Pembentukan Finalsatz Bahasa Jerman Oleh Mahasiswa Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang

Kesalahan Pembentukan Finalsatz Bahasa Jerman Oleh Mahasiswa Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang Kesalahan Pembentukan Finalsatz Bahasa Jerman Oleh Mahasiswa Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang Taufan Reza Achmadi Drs.Tiksno Widiytmoko, M.A. Edy Hidayat, S. Pd., M. Hum. Universitas

Lebih terperinci

KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN

KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN Ahmad Bengar Harahap Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Dalam kaidah percakapan, ajasensi atau pasangan bersesuaian dirumuskan

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN MENENTUKAN GRAMMATIKAL KASUS DI DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN

ANALISIS KESALAHAN MENENTUKAN GRAMMATIKAL KASUS DI DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN ANALISIS KESALAHAN MENENTUKAN GRAMMATIKAL KASUS DI DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN Herlina Jasa Putri Harahap Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS 1 Semester 1 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, IPS

Lebih terperinci

LEKTION 3. Menschen und Häuser. SMA ST ANGELA BANDUNG Der deutsche Modul Klasse XII 1

LEKTION 3. Menschen und Häuser. SMA ST ANGELA BANDUNG Der deutsche Modul Klasse XII 1 LEKTION 3 Menschen und Häuser SMA ST ANGELA BANDUNG Der deutsche Modul Klasse XII 1 STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari.

Lebih terperinci

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu

Kami sering melakukan kegiatan bersama, yaitu Sebutkan anggota keluargamu di rumah? Sebutkan sifat-sifat anggota keluargamu tersebut! Ceritakan dalam bahasa tulis sederhana mengenai kebersamaan keluargamu! Anggota keluargaku adalah Sifat-sifat mereka

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE MENYANYI BAHASA JERMAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN DI KELAS X-3 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENGGUNAAN METODE MENYANYI BAHASA JERMAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN DI KELAS X-3 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG PENGGUNAAN METODE MENYANYI BAHASA JERMAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN DI KELAS X-3 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG E-mail: gie_sister4u@yahoo.com Ufin Juni Muji Listyowati Universitas Negeri

Lebih terperinci

Cara Mengatasi Kecemasan

Cara Mengatasi Kecemasan Cara Mengatasi Kecemasan S etiap manusia pasti pernah merasa cemas. Perasaan cemas tersebut sering disertai dengan gejala tubuh seperti: jantung berdetak lebih cepat, otot otot menegang, berkeringat, gemetar,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah bahasa Inggris. Dalam. bahasa Jerman baik secara lisan maupun tulisan.

BAB I PENDAHULUAN. tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah bahasa Inggris. Dalam. bahasa Jerman baik secara lisan maupun tulisan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa Jerman merupakan salah satu bahasa asing yang dipelajari di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah bahasa Inggris. Dalam pengajaran bahasa Jerman, pembelajar

Lebih terperinci

LEKTION 1. SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse XI 1

LEKTION 1. SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse XI 1 LEKTION 1 SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse XI 1 STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari. B. Mendengarkan

Lebih terperinci

Pemahaman Protokoler dan Pembawa Acara Untuk Kesuksesan Penyelenggaraan Acara Resmi

Pemahaman Protokoler dan Pembawa Acara Untuk Kesuksesan Penyelenggaraan Acara Resmi Pemahaman Protokoler dan Pembawa Acara Untuk Kesuksesan Penyelenggaraan Acara Resmi Oleh: Lena Satlita *) Pendahuluan Setiap institusi baik pemerintah maupun swasta pasti akan menyelenggarakan acara baik

Lebih terperinci

Kesalahan Penggunaan Konjungsi als dan wenn Pada Karangan Mahasiswa Semester Empat Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang.

Kesalahan Penggunaan Konjungsi als dan wenn Pada Karangan Mahasiswa Semester Empat Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Kesalahan Penggunaan Konjungsi als dan wenn Pada Karangan Mahasiswa Semester Empat Angkatan 2009 Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Ninuk Rahayu, Rosyidah, dan Edy Hidayat Universitas Negeri

Lebih terperinci

Modalitas Können dalam Kalimat Bahasa Jerman

Modalitas Können dalam Kalimat Bahasa Jerman Modalitas Können dalam Kalimat Bahasa Jerman oleh Sulis Triyono Abstrak Tulisan ini merupakan pengantar untuk memahami pengertian dasar penggunaan modalitas können dapat dalam kalimat bahasa Jerman. Satuan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5/PERMEN-KP/2013 TENTANG KEPROTOKOLAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5/PERMEN-KP/2013 TENTANG KEPROTOKOLAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5/PERMEN-KP/2013 TENTANG KEPROTOKOLAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

LEKTION 1 SICH VORSTELLEN PERKENALAN. SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse X 1

LEKTION 1 SICH VORSTELLEN PERKENALAN. SMA St Angela Bandung Der Deutsche Modul Klasse X 1 LEKTION 1 SICH VORSTELLEN PERKENLN SM St ngela Bandung Der Deutsche Modul Klasse X 1 STNDR KOMPETENSI. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Permainan komputer saat ini telah membudaya dan menjadi ciri khusus

BAB I PENDAHULUAN. Permainan komputer saat ini telah membudaya dan menjadi ciri khusus BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permainan komputer saat ini telah membudaya dan menjadi ciri khusus manusia modern. Dalam bermain seorang pemain harus dapat mengerti aturan dan tujuan dari

Lebih terperinci

Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Table Dalam. Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Table Dalam. Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Table Dalam Sekar Chandra Ratnasari, Amir, Azis Mahfuddin. Abstaksi Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai dalam

Lebih terperinci

Hakikat Keterampilan Membaca Teks Bahasa Jerman

Hakikat Keterampilan Membaca Teks Bahasa Jerman Hakikat Keterampilan Membaca Teks Bahasa Jerman Oleh: Iman Santoso, M.Pd 1 A. Hakekat Membaca Dari sudut pandang ketrampilan berbahasa, membaca dapat digolongkan dalam ketrampilan berbahasa yang bersifat

Lebih terperinci

Program Audio. Penulisan Naskah. Program Audio JUDUL NASKAH UNSUR BAHASA MUSIK FX ISTILAH LANGKAH. Copyright by Asep Herry Hernawan

Program Audio. Penulisan Naskah. Program Audio JUDUL NASKAH UNSUR BAHASA MUSIK FX ISTILAH LANGKAH. Copyright by Asep Herry Hernawan Drs., M.Pd. KURTEK FIP - UPI Program Audio Penulisan Naskah Program Audio Drs., M.Pd. KURTEK FIP - UPI Naskah Program Audio Program audio meliputi program radio dan program kaset suara, penulisan naskah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Selama manusia menggunakan bahasa yang berbeda, maka selama itu pula

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Selama manusia menggunakan bahasa yang berbeda, maka selama itu pula BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Selama manusia menggunakan bahasa yang berbeda, maka selama itu pula kegiatan penerjemahan dianggap sebagai hal yang sangat penting dan perlu dilakukan. Kebutuhan

Lebih terperinci

BLUSUKAN SANG KHALIFAH ADIL UMAR BIN KHATTAB

BLUSUKAN SANG KHALIFAH ADIL UMAR BIN KHATTAB BLUSUKAN SANG KHALIFAH ADIL UMAR BIN KHATTAB Istilah blusukan belakangan menjadi sangat populer di telinga kita. Meski bukan istilah baru, blusukan kian dikenal setelah seorang gubernur di republik ini

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, dengan cara mengumpulkan data-data berbagai bentuk latihan-latihan yang

Lebih terperinci

Warta Persekutuan. Persekutuan Kristen Indonesia Aachen Indonesische Christliche Gemeinde Aachen

Warta Persekutuan. Persekutuan Kristen Indonesia Aachen Indonesische Christliche Gemeinde Aachen Warta Persekutuan Persekutuan Kristen Indonesia Aachen Indonesische Christliche Gemeinde Aachen T e r a n g y a n g s e s u n g g u h n y a, y a n g m e n e r a n g i s e t i a p o r a n g, s e d a n g

Lebih terperinci

PENGGUNAAN JENIS DEIKSIS DALAM KITAB INJIL MARKUS SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat. mencapai gelar Sarjana Sastra. Oleh: ANDARIAS WAIMBO

PENGGUNAAN JENIS DEIKSIS DALAM KITAB INJIL MARKUS SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat. mencapai gelar Sarjana Sastra. Oleh: ANDARIAS WAIMBO PENGGUNAAN JENIS DEIKSIS DALAM KITAB INJIL MARKUS SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Sastra Oleh: ANDARIAS WAIMBO 100913003 SASTRA JERMAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB II MEDIA KARTU BERGAMBAR, KERANGKA BERFIKIR DAN PENELITIAN YANG RELAVAN

BAB II MEDIA KARTU BERGAMBAR, KERANGKA BERFIKIR DAN PENELITIAN YANG RELAVAN 8 BAB II MEDIA KARTU BERGAMBAR, KERANGKA BERFIKIR DAN PENELITIAN YANG RELAVAN 2.1 Hakikat Media Bergambar 2.1.1 Pengertian Media Bergambar Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk dari

Lebih terperinci

cinta lingkungan pelajaran 3

cinta lingkungan pelajaran 3 cinta lingkungan pelajaran 3 cinta lingkungan berarti sayang kepada sesama tumbuhan hewan manusia harus memelihara tumbuhan alam hewan semua adalah ciptaan tuhan apakah kamu cinta lingkungan cinta lingkungan

Lebih terperinci

Saudara Tidak Membutuhkan Meja Tulis

Saudara Tidak Membutuhkan Meja Tulis Saudara Tidak Membutuhkan Meja Tulis Bila kita percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat, kita menerima kesukaan yang besar. Ingatkah saudara ketika ini terjadi dalam hidup saudara? Saudara segera mau menceritakannya

Lebih terperinci

Kesalahan Ortografi pada Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Siswa Kelas X-9 SMAN 1 Kepanjen

Kesalahan Ortografi pada Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Siswa Kelas X-9 SMAN 1 Kepanjen Kesalahan Ortografi pada Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Siswa Kelas X-9 SMAN 1 Kepanjen Eko Jayanto Pembimbing I: Dewi Kartika Ardiyani, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II: Deddy Kurniawan S.Pd., M.A. E-mail:

Lebih terperinci

Penelitian yati n isti sept 09 BAB I PENDAHULUAN

Penelitian yati n isti sept 09 BAB I PENDAHULUAN 1 Penelitian yati n isti sept 09 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan salah satu produk budaya masyarakat, yang proses kelahirannya sering merupakan respon terhadap kondisi

Lebih terperinci

Penggunaan Emoticon dalam Forum

Penggunaan Emoticon dalam Forum Penggunaan Emoticon dalam Forum www.mädchen.de Faninda Meilisa Putri Abstrak Karya Ilmiah ini berjudul Penggunaan Emoticon dalam Forum www.mädchen.de. Forum ini merupakan forum remaja putri Jerman. Masalah

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA/) MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA JERMAN

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA/) MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA JERMAN SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA/) MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA JERMAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA, 2016 DAFTAR ISI DAFTAR ISI i I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

2

2 1 2 3 4 5 6 Suatu siang di Desa Tantular... 7 Akhirnya Sampai juga di desaku. Syukurlah. Lumayan juga perjalanan kita Kamu serius akan meninggalkan usaha kita di kota? Aku serius. Ini saatnya aku mengabdi

Lebih terperinci

Goenawan Mohamad Don Quixote

Goenawan Mohamad Don Quixote Sajak Goenawan Mohamad Don Quixote Goenawan Mohamad Don Quixote Ia menangis Ia menangis untuk lelaki di atas kuda kurus yang akhirnya sampai di sebuah dataran di mana fantasi adalah hijau hujan yang hilang

Lebih terperinci

PERAN STEREOTIPE DALAM KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA: KASUS INDONESIA-JERMAN

PERAN STEREOTIPE DALAM KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA: KASUS INDONESIA-JERMAN PERAN STEREOTIPE DALAM KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA: KASUS INDONESIA-JERMAN Setiawati Darmojuwono Universitas Indonesia Abstract The ability to communicate interculturally refers to someone's ability to exchange

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. beberapa Sekolah Mengengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan

BAB I PENDAHULUAN. beberapa Sekolah Mengengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asing yang diajarkan pada beberapa Sekolah Mengengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbeda dengan

Lebih terperinci

Surat Yohanes yang pertama

Surat Yohanes yang pertama 1 Surat Yohanes yang pertama Kami ingin memberitakan kepada kalian tentang Dia yang disebut Firman a yaitu Dia yang memberikan hidup kepada kita dan yang sudah ada sebelum dunia diciptakan. Kami sudah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempelajari bahasa asing terutama bahasa Jerman, salah satu aspek

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempelajari bahasa asing terutama bahasa Jerman, salah satu aspek BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mempelajari bahasa asing terutama bahasa Jerman, salah satu aspek yang harus dikuasai dan dipelajari adalah kosakata. Kosakata merupakan salah satu unsur

Lebih terperinci

I D E N T I T Ä T JURNAL BAHASA DAN SASTRA JERMAN

I D E N T I T Ä T JURNAL BAHASA DAN SASTRA JERMAN ISSN : 2302-2841 I D E N T I T Ä T JURNAL BAHASA DAN SASTRA JERMAN Vol. IV, Nomor 1, Februari 2015 Identitaet Vol. IV No. 1 Hal. 1-97 Surabaya Februari 2015 ISSN 2302-2841 Diterbitkan oleh: Program Studi

Lebih terperinci

SIKAP BAHASA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG

SIKAP BAHASA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG SIKAP BAHASA MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI JURUSAN SASTRA JERMAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Iwa Sobara dan Dewi Kartika Ardiyani Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Abstract:

Lebih terperinci

Maksimum. 1. Kebenaran jawaban Bahasa (ejaan dan tambahan) Ketepatan waktu 20. Pagerpelah, 13 Juli Mengetahui

Maksimum. 1. Kebenaran jawaban Bahasa (ejaan dan tambahan) Ketepatan waktu 20. Pagerpelah, 13 Juli Mengetahui Pertemuan Ke- : 1 Standar Kompetensi : Memahami penjelasan narasumber dan cerita rakyat secara lisan. Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya. Indikator

Lebih terperinci

BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA

BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA BAPA SURGAWI BERFIRMAN KEPADA SAUDARA Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Allah Ingin Berbicara kepada Saudara Allah Berfirman dalam Berbagai-bagai Cara Bagaimana Kitab Allah Ditulis Petunjuk-petunjuk

Lebih terperinci

Yang Harus Saudara Kerjakan

Yang Harus Saudara Kerjakan YESUS DIKUBURKAN Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea, penghulupenghulu agama yang percaya kepada Yesus, mendapat izin dari Pilatus untuk menguburkan Yesus. Mereka tahu bahwa Dia telah meninggal karena salah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bermain peran dalam mengatasi masalah belajar siswa memerankan

Lebih terperinci

LEKTION 4 Der Alltag. Keseharian STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR. A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog

LEKTION 4 Der Alltag. Keseharian STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR. A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog LEKTION 4 Der Alltag Keseharian STANDAR KOMPETENSI A. Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang kehidupan sehari-hari. B. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk

Lebih terperinci

EVALUASI PENYAMPAIAN PESAN DALAM KOMUNIKASI

EVALUASI PENYAMPAIAN PESAN DALAM KOMUNIKASI EVALUASI PENYAMPAIAN PESAN DALAM KOMUNIKASI Primardiana H. Wijayati Jurusan Sastra Jerman Fak. Sastra Universitas Negeri Malang Abstract: Communication is a sender-receiver process of transferring information

Lebih terperinci

Gereja Beribadah Kepada Allah

Gereja Beribadah Kepada Allah Gereja Beribadah Kepada Allah Segala sesuatu yang dilakukan gereja ditujukan ke salah satu dari ketiga arah ini: ke atas kepada Allah dalam ibadah; ke dalam dirinya sendiri dalam pertumbuhan; atau ke luar

Lebih terperinci

Oleh: Sulis Triyono Wening Sahayu

Oleh: Sulis Triyono Wening Sahayu D-i-k-t-a-T Oleh: Sulis Triyono Wening Sahayu FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2004 Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh SWT atas rakhmat-nya yang telah dilimpahkan,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan :... Kelas : 5 Tema / Topik : Bermain dengan Benda-Benda di Sekitarnya Minggu ke : 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan :... Kelas : 5 Tema / Topik : Bermain dengan Benda-Benda di Sekitarnya Minggu ke : 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan :... Kelas : 5 Tema / Topik : Bermain dengan Benda-Benda di Sekitarnya Minggu ke : 1 Semester : 1 (satu) Alokasi Waktu : 1 Hari A. KOMPETENSI INTI

Lebih terperinci

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEKNIK MIND MAP PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 IMOGIRI BANTUL

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEKNIK MIND MAP PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 IMOGIRI BANTUL KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN TEKNIK MIND MAP PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 IMOGIRI BANTUL SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas

Lebih terperinci

Kesesuaian Tipologi Latihan Buku Jung 1 Dengan KTSP Bahasa Jerman

Kesesuaian Tipologi Latihan Buku Jung 1 Dengan KTSP Bahasa Jerman Kesesuaian Tipologi Latihan Buku Jung 1 Dengan KTSP Bahasa Jerman Widyarini Megawati, Dewi Kartika Ardiyani, S.Pd., M.Pd, dan Sri Prameswari Indriwardhani, M.Pd Universitas Negeri Malang dingdassifunf@gmail.com

Lebih terperinci

Kebanyakan dari apa yang saya amati dan diceritakan oleh klien-klien saya, mereka mengatakan bahwa sebenar-nya mereka itu kesal dengan dirinya

Kebanyakan dari apa yang saya amati dan diceritakan oleh klien-klien saya, mereka mengatakan bahwa sebenar-nya mereka itu kesal dengan dirinya Sekarang kita akan membahas satu topik yang sangat seru sekali yaitu tentang kedisiplinan. Anda mungkin sering mendengar bahwa banyak orang tua atau mungkin Anda sendiri yang mengatakan saya akan mendisiplinkan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2013

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2013 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA PENYELENGGARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2013. PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI

Lebih terperinci

Metode SQ3R untuk Meningkatkan Kemampuan. Membaca Pemahaman Teks Bahasa Jerman

Metode SQ3R untuk Meningkatkan Kemampuan. Membaca Pemahaman Teks Bahasa Jerman Metode SQ3R untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Bahasa Jerman Trie Utami Hardianti Cahyana, Setiawan, Hafdarani Abstrak Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang

Lebih terperinci

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Surana MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Aku Cinta Bahasa Indonesia Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 3A untuk Kelas III SD dan MI Semester 1 Berdasarkan Permendiknas Nomor 22

Lebih terperinci

Teguran Allah kepada Musa. Ditulis oleh Wiki

Teguran Allah kepada Musa. Ditulis oleh Wiki Kisah Musa dan Khiḍr dituturkan oleh Al-Qur'an dalam Surah Al-Kahf ayat 65-82. Menurut Ibnu Abbas, Ubay bin Ka'ab menceritakan bahawa beliau mendengar nabi Muhammad bersabda: Sesungguhnya pada suatu hari,

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 98 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Setelah melalui uraian terdahulu, sampailah pada bagian kesimpulan. Simpulan ini akan menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah. Bagaimana struktur cerpen Relung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sebagian besar orang pasti mengetahui bahwa bunga adalah perlambang keindahan,

BAB I PENDAHULUAN. Sebagian besar orang pasti mengetahui bahwa bunga adalah perlambang keindahan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagian besar orang pasti mengetahui bahwa bunga adalah perlambang keindahan, cinta kasih, dan cinta tulus yang universal. Kata bunga berasal dari bahasa Perancis

Lebih terperinci

ROMAN BERSURAT DIE LEIDEN DES JUNGEN WERTHER KARYA JOHANN WOLFGANG VON GOETHE SEBAGAI KRITIK SOSIAL TERHADAP NORMA-NORMA MASYARAKAT JERMAN ABAD KE-18

ROMAN BERSURAT DIE LEIDEN DES JUNGEN WERTHER KARYA JOHANN WOLFGANG VON GOETHE SEBAGAI KRITIK SOSIAL TERHADAP NORMA-NORMA MASYARAKAT JERMAN ABAD KE-18 ROMAN BERSURAT DIE LEIDEN DES JUNGEN WERTHER KARYA JOHANN WOLFGANG VON GOETHE SEBAGAI KRITIK SOSIAL TERHADAP NORMA-NORMA MASYARAKAT JERMAN ABAD KE-18 ATINA HASANAH NPM : 180810080035 UNIVERSITAS PADJADJARAN

Lebih terperinci

Soli Deo Gloria, Penulis IBADAH KELUARGA

Soli Deo Gloria, Penulis IBADAH KELUARGA PRAKATA Penulis tidak ingat dengan pasti kapan keluarga kami mulai melakukan ibadah keluarga. Hanya penulis ingat bahwa ibadah keluarga kami dimulai ketika kami mendengar suatu khotbah yang mengajak jemaat

Lebih terperinci

Peluang. Penawaran. Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan

Peluang. Penawaran. Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan Wawancara Kerja Peluang Penawaran Menjelaskan lebih detil Siapa dan Kemampuan Anda serta kesesuaiannya dg kebutuhan Perusahaan Tujuan Wawancara Kerja Untuk mengetahui kepribadian pelamar Mencari informasi

Lebih terperinci

Resfinta Yudhi Rosanti Pembimbing I Edy Hidayat, S.Pd, M.Hum. Pembimbing II Deddy Kurniawan, S.Pd, M.A.

Resfinta Yudhi Rosanti Pembimbing I Edy Hidayat, S.Pd, M.Hum. Pembimbing II Deddy Kurniawan, S.Pd, M.A. Kesalahan Penggunaan Konjungsi da, weil, dan denn pada Pembentukan Kalimat Kausal oleh Mahasiswa Sastra Jerman Universitas Negeri Malang Angkatan 2010 pada Matakuliah Aufsatz 1 Resfinta Yudhi Rosanti Pembimbing

Lebih terperinci

FRIENDS AROUND THE WORLD

FRIENDS AROUND THE WORLD Freunde friends YOU + ME FRIENDS AROUND THE WORLD teman KEBAKTIAN ANAK-ANAK ANTAR BANGSA KEBAKTIAN ANAK-ANAK ANTAR BANGSA Bernyanyi, berdoa dan berkarya bersama: Di manamana di seluruh dunia anak-anak

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 A. UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, B. HASIL VALIDITAS & RELIABILITAS C. INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, DAN

LAMPIRAN 1 A. UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, B. HASIL VALIDITAS & RELIABILITAS C. INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, DAN LAMPIRAN LAMPIRAN 1 A. UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, DAN KUNCI JAWABAN B. HASIL VALIDITAS & RELIABILITAS C. INSTRUMEN PENELITIAN, LEMBAR JAWAB, DAN KUNCI JAWABAN 105 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR KELAS VI SEMESTER 2

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR KELAS VI SEMESTER 2 PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR KELAS VI SEMESTER 2 1 PROGRAM SEMESTER TAHUN PELAJARAN 20 / 20 MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia KELAS / SEMESTER : VI (Enam) / 2 (dua) Standar Kompetensi

Lebih terperinci

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan EMPAT RAHASIA Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Terjemahan, metode dan pergeseran pada penerjemahan buku Johnny schweigt BAB 1

LAMPIRAN 1. Terjemahan, metode dan pergeseran pada penerjemahan buku Johnny schweigt BAB 1 LAMPIRAN 1. Terjemahan, metode dan pergeseran pada penerjemahan buku Johnny schweigt BAB 1 KALIMAT TEKS SUMBER TEKS SASARAN METODE PENERJEMAHAN PERGESERAN 1 2 Im Sommer kamen Austauschüler aus England

Lebih terperinci

SEKOLAH DASAR (SD) / MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)

SEKOLAH DASAR (SD) / MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA KELAS IV SEMESTER 1 SEKOLAH DASAR (SD) / MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) PROGRAM TAHUNAN Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Satuan Pendidikan : Tahun Pelajaran : Kelas : IV Smt

Lebih terperinci