LAMPIRAN I{OTA KESEPAHAMAN ANTARA THE FEDERAL COURT OF AUSTRALIA THE FAMILY COURT OF AUSTRALIA DAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAMPIRAN I{OTA KESEPAHAMAN ANTARA THE FEDERAL COURT OF AUSTRALIA THE FAMILY COURT OF AUSTRALIA DAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA"

Transkripsi

1 LAMPIRAN ATAS I{OTA KESEPAHAMAN ANTARA THE FEDERAL COURT OF AUSTRALIA THE FAMILY COURT OF AUSTRALIA DAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTAit{G KERJASAMA YUDISIAL

2 UMUM l. Lampiran ini disusun berdasarkan Pasal 3 Nota Kesepahaman (MoU) antara Federal Court of Australia, Family Court of Australia dan Mahkamah Agung Republik Indonesia, yang ditandatangani pada2l Juli 2008 dan diubah pada29 September 2011, serta harus dibaca bersama sebagai bagian tidak terpisahkan dari Nota Kesepahaman tersebut. Tujuan Lampiran ini adalah: a) mengidentifikasi kegiatan yang akan dilakukan pada periode ; dan b) menetapkan mekanisme untuk konsultasi, administrasi, dan implementasi program ini pada periode 2OlZ ). Para Pihak mengakui peran AusAID dalam mendukung pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Nota Kesepahaman ini yang sejalan dengan program dan kegiatan di bawah Kemitraan Australia-Indonesia untuk Keadilan (Au.stralict Indonesia partnership fitr Justice/ AIPJ). BIDANG KERJASAMA Bidang kerjasamantara Peradilan Indonesia dan Australia telah dibangun sejalan den-qan Cetak Biru Pembaruan Peradilan Indonesia sesuai dengan Kerangka peradilan yang unggul (court Exr:ellence Framev,ork), yang mencakup 7 bidang peradilan yang unggul, yaitu (1) kepemimpinan dan manajemen peradilan; (2) kebijakan peradilan; (3) sumber daya manusia, material dan keuangan; (4) proses beracara di pengadilan; (5) kebutuhan dan kepuasan para klien (pengguna peradilan); (6) layanan peradilan yang terjangkau dan dapat diakses; serta (7) kepercayaan dan keyakinan masyarakat. Cetak Biru Pernbaruan Peradilan memuat inisiatif pembaruan pada tingkat Mahkamah Agung Republik Indonesia serta lingkungan peradilan yang berada di bawah pengawasannya (Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara dan peradilan Militer). Federal court of Australia dan Mahkamah Agung Republik Indonesia akan memaiukan bidang-bidang kerjasama berikut ini : 5.1. Perekayasaan-ulang Tata Laksana Kegiatarr (Business Process Re-engineering) dan Manajemen Perubahan a) Magang Pada tahun 2012, Federal court mengadakan program magang bagi tiga peserta dari Mahkamah Agung RI seba_eai bagian dari kerjasama yang terus berlanjut terkait dengan perekayasaan-ulang tata laksana kegiatan. para peserta program magang diharapkan akan mengambil peran penring dalam implementasi proses perekayasaan-ulang tata laksana kegiatan di Mahkamah

3 AgungRl,termasukterkaitdenganlayanankepaniteraan,manajemenperkara, dansistemkamaryangbaru.prosesperekayasaan-ulangtersebutdimaksudkan untuk terus meningkatkan layanan pengadilan yang dapat memenuhi kebutuhankliendengancarayangmudahdiakses'dijangkau,transparan,dan efisien. pada tahun 2013, Federal Court akan terus melanjutkan kerjasama dengan para peserta program magang serta membantu mereka mengoperasionalisasikan/mengadaptasi informasi dan pengalaman yang diperoleh dalam program magang tersebut sejalan dengan pembaruan yang terus berlangsung dimahkamahagungrl.kegiataniniakanmencakupforum-forumdiskusi dengan Mahkamah Agung yang secara umum terkait dengan pengurangan tunggakanperkaramelaluimanajemenberkaselektroniksertaprosestata laksana kegiatan yang lebih sederhana' <) KepercayaandanKeyakinanMasyarakat(KodeEtikbagiparaPanitera) Kerjasama ini akan meliputi memajukan pembuatan pedoman perilaku bagi para panitera dan staf pengadilan lainnya. Para petugas pengadilan, seperti misalnya panitera, memainkan peran penting dalam penyelenggaraan peradilan dan dalam memastikan akses terhadap keadilan bagi semua orang. Suatu kode etik akan menjadi langkah penting menuju tlpaya menjamin integritas pengadilan dan memastikan diraihnya kepercayaan dan keyakinan masyarakaterhadap pengadilan' Suatu draft kode/pedoman telah disiapkan, namun masih membutuhkan pengembangan dan penyempurnaanlebihlanjut.dengantiemikian,tujuankerjasamainiialah memfasilitasi pengembangan dan pengadopsian kode/pedoman tersebut' Meningkatkan Layanan Pengadilan (Mediasi dan Manajemen Perkara) peraruran Mahkamah Agung (PERMA) No.1/2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan memberikan pengakuan atas pentingnya mediasi sebagai suatu bentuk penyelesaiansengketayangcepat'murah,dandapatmeningkatkanaksesterhadap keadilan.mediasijugamerupakanperangkatmanajemenperkarayangefektif untuk mengatasi masalah tunggakan perkara di pengadilan. Pada saat yang bersamaan,mahkamahagungrljugamemahamiadanyakebutuhanuntuk melakukan perencanaan strategis lebih lanjut dalam menyusun kerangka kelembagaan untuk mediasi, termasuk kajian yang lebih mendalam tentang peran mediasi. manfaat mediasi,parapemangkukepentinganterkait,sertapelaksanaankesepakatanyang dicapai melalui mediasi. Kepaniteraan Federal court di negara bagian victoria dalam beberapa tahun ini telah rnengembangkan dan memandu pelaksanaan strategi mediasi yan-q komprehensif dari sudut pandang kelembagaan. oleh karenanya' tujuan keriasama ini ialah untuk memprakarsai beberapa diskusi tentang proses tersebut

4 melalui saling berbagi pengalaman dan metode praktik terbaik dalam menyusun dan mengoperasionalisasikan kerangka tersebut. Kerjasama ini akan bersifat jangka panjang dan selama beberapa tahun akan berjalan di tingkat kebijakan, tingkat manajemen perkara, dan akan meliputi peningkatan kapasitas dan pengetahuan Sumber Daya Manusia dan Keunggulan Pengetahuan: Akses terhadap Keadilan melalui Gugatan Perwakilan Kelompok (Class Actions) atau Pengadilan Acara Cepat untuk Perkara dengan Nilai Gugatan Kecil (Small Claim Procedures) Mahkamah Agung RI dan Federal Court mengakui pentingnya kerjasama dan saling tukar pengetahuan antara para hakim, termasuk pengembangan keunggulan pengetahuan yang terus-menerus. Dua bidang yang menarik perhatian Mahkamah Agung RI dan Federal Court ialah akses terhadap keadilan baik melalui gugatan perwakilan kelompok (class actions) maupun Pengadilan Acara Cepat untuk Perkara dengan Nilai Gugatan Kecil (small claim procedures). Mahkamah Agung RI mulai mengembangkan konsep gugatan perwakilan kelompok di Indonesia pada tahun Sebagai bagian dari proses tersebut, Mahkamah Agung RI melakukan beberapa studi perbandingan di Australia dan Amerika. Konsep ini kemudian dirumuskan dalam Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No.l/ 2O02 tentangacara Gugatan Perwakilan Kelompok. Beberapa perkara telah diajukan ke pengadilan, khususnya perkara yang menyangkut perlindungan konsumen dan lingkungan hidup. Setelah lebih dari l0 tahun pelaksanaan, Mahkamah Agung RI saat ini tengah mempertimbangkan mengevaluasi efektivitas dan kejelasan peraturan ini bagi para hakim dan pencari keadilan. Dalam upaya melanjutkan prakarsa pada isu-isu akses terhadap keadilan, Mahkamah Agung RI saat ini juga tengah mempertimbangkan untuk mengembangkan tata cara pengadilan acara cepat untuk perkara dengan nilai gugatan kecil. Melalui pertukaran pengetahuan dan informasi antara Mahkamah Agung RI dan Federal Court, kerjasama ini dimaksudkan untuk mengembangkan keunggulan pengetahuan di bidang tersebut, misalnya dengan menyempurnakan cara menentukan apa yang ditetapkan sebagai perkara dengan nilai gugatan kecil, kejelasan dalam tata cara penanganan perkara gugatan perwakilan kelompok dan perkara dengan nilai gugatan kecil dipengadilan, memastikan efektivitas putusan, dan lebih umum lagi untuk meningkatkan akses terhadap keadilan melalui digunakannya proses-proses tersebut. Hal ini juga dapat meliputi, bila perlu, dilakukannya perubahan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) tentang gugatan perwakilan kelompok, serta penyusunan peraturan tentang tata cara pengadilan acara cepat untuk perkara dengan nilai gugatan kecil.

5 Family Court of Australia dan Mahkamah Agung RI akan memajukan bidangbidang kerjasama berikut ini : 6.1. Layanan Pengadilan yang Terjangkau dan Mudah Diakses (mediasi) Pada tahun 2012, Mahkamah Agung dan Family Cor"rrt bekerja sama meningkatkan layanan dan proses beracara di pengadilan melalui kegiatan peningkatan kapasitas dalam teknik mediasi. Kerjasama ini difokuskan pada upaya mendorong dilakukannya proses mediasi yang efektif, efisien, peka terhadap kebutuhan para pengguna pengadilan (khususnya perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas) untuk perkara-perkara hukum keluarga serta mendorong pengambilan keputusan yang tepat waktu terkait dengan perkara-perkara hukum keluarga, hak asuh anak, dan pembagian harta. Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No.l/2008 memuat uraian prosedur umum mediasi yang berlaku pada seluruh perkara perdata. Setelah implementasi peraturan tersebut, jelas terlihat bahwa mediasi pada perkara hukum keluarga memerlukan pertimbangan dan peraturan yang lebih khusus. Hal ini mencakup, misalnya, menetapkan maksud dan tujuan mediasi, mengukur keberhasilan mediasi, serta mengakreditasi para mediator. Family Court selama bertahun-tahun telah berupaya menyempurnakan dan mengembangkan suatu kerangka yang digunakan sebagai acuan bagi cara kerja para mediator yang khusus bekerja di bidang perkara hukum keluarga. Pada tahun 2013 dan ke depannya, kedua Pengadilan akan melanjutkan kegiatan terkait mediasi pada perkara hukum keluarga. Kedua Pengadilan akan bekerja sama untuk menyempurnakan dan mengembangkan tata cara mediasi yang lebih disesuaikan dengan perkara hukum keluarga, termasuk penyusunan kebijakan, peningkatan kapasitas. serta monitoring dan evaluasi Layanan Pengadilan yang Terjangkau dan Mudah Diakses (prodeo, sidang keliling, dan posbakum) Family Court dan Mahkamah Agung telah bekerja sama memperkuat pemberian layanan pengadilan yang terjangkau dan mudah diakses selama beberapa tahun. Kegiatan ini mencakup dilakukannya survei data dasar di bidang hukum keluarga dan akta kelahiran yang dilakukan di Peradilan Umum dan Peradilan Agama (2OO7-2009) yang mengukur (i) kepuasan klien terhadap layanan yang diberikan pengadilan hukum keluarga (ii) kemampuan perempuan yang hidup di bawah garis kemiskinan Indonesia dalam mengakses pengadilan untuk perkara hukum keluarga mereka. Kerjasama ini akan berlanjut dengan fokus pada upaya rneningkatkan dan memperluas akses pada pengadilan di bidang hukum keluarga (seperti misalnya pernikahan, perceraian, dan akta kelahiran) bagi perernpuan, kaum miskin. warga di daerah terpencil, serta kelompok-kelompok terpinggirkan lainnya. Hal ini akan meliputi upaya terlrs memperkuat pemberian layanan bagi para pencari keadilan

6 I'ENGATURAN MANAJEMEN DAN IMPLEMENTASI 8. Kegiatan-kegiatan ini akan tunduk pada ketentuan mengenai konsultasi' administrasi' dan implementasi sebagaimana tercantum dalam Nota Kesepahaman' Ditandatangani dalam ttga rangkap di Brisbane podu tunggul 3 Oktober 2O12 dalam bahasa inggris dan bahasaindonesia. Kedua naskah memiliki nilai otentik yang sama' ATAS NAMA FEDERAL COURT AUTRALIA,a *"".,.,:,.S I $". ' Y.M. Patrick Keane Ketua ATAS NAMA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA pf Y.M.tu Dr. H.M. Hatta Ali, SH., MH' Ketua ATAS NAMA FAMIIJ COURT +usilrayia /, Y.M. Diana BrYant Ketua

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Bismillaahirrahmaanirrahiim Yang Mulia Ketua Family Court of Australia Yang Mulia Ketua Federal Court of Australia, Yang Mulia Duta Besar Australia untuk Republik

Lebih terperinci

Keikutsertaan Fakultas Syari ah dan Hukum UIN SGD Bandung dalam Program Layanan Hukum di Melbourne, Australia

Keikutsertaan Fakultas Syari ah dan Hukum UIN SGD Bandung dalam Program Layanan Hukum di Melbourne, Australia Keikutsertaan Fakultas Syari ah dan Hukum UIN SGD Bandung dalam Program Layanan Hukum di Melbourne, Australia Dr. Deni Kamaludin Yusup, MA, Direktur Pusat Kajian Ilmu Syari ah, Hukum, HAM, dan Kemasyarakatan

Lebih terperinci

MAKALAH ARAH REFORMASI PERADILAN BLUE PRINT PENGEMBANGAN MAHKAMAH AGUNG RI

MAKALAH ARAH REFORMASI PERADILAN BLUE PRINT PENGEMBANGAN MAHKAMAH AGUNG RI TRAINING RULE OF LAW SEBAGAI BASIS PENEGAKAN HUKUM DAN KEADILAN Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk - Jakarta, 2 5 November 2015 MAKALAH ARAH REFORMASI PERADILAN BLUE PRINT PENGEMBANGAN MAHKAMAH AGUNG RI.

Lebih terperinci

Unduh dalam bentuk berkas suara (MP3)

Unduh dalam bentuk berkas suara (MP3) Unduh dalam bentuk berkas suara (MP3) TRANSKRIPSI SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PERESMIAN PEMBUKAAN KONFERENSI REGIONAL IACA (INTERNATIONAL ASSOCIATION OF COURT ADMINISTRATOR) TAHUN 2011

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yaitu berdasarkan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yaitu berdasarkan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yaitu berdasarkan data dan fakta yang ada dengan berupaya dan meneliti dilapangan bagaimana bekerjanya

Lebih terperinci

PROGRAM KEGIATAN REFORMASI BIROKRASI DAN INDIKATOR KINERJA PENGADILAN AGAMA TUAL INDIKATOR KINERJA PROGRAM DAN No

PROGRAM KEGIATAN REFORMASI BIROKRASI DAN INDIKATOR KINERJA PENGADILAN AGAMA TUAL INDIKATOR KINERJA PROGRAM DAN No PROGRAM KEGIATAN REFORMASI BIROKRASI DAN INDIKATOR KINERJA PENGADILAN AGAMA TUAL 2016 2017 INDIKATOR KINERJA PROGRAM DAN No KELUARAN ( KEGIATAN HASIL (OUTCOMES) OUTPUTS) 1 2 3 4 I. PERUBAHAN MINDSET (POLA

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PERKARA PERMOHONAN

STANDAR PELAYANAN PERKARA PERMOHONAN Lampiran I STANDAR PELAYANAN PERKARA PERMOHONAN 1. Pemohon menyampaikan permohonan kepada Ketua Pengadilan Agama Lamongan. Pengadilan Agama Lamongan mendaftarkan permohonan dalam buku register dan memberi

Lebih terperinci

SAMBUTAN PELANTIKAN KETUA PENGADILAN TINGKAT BANDING Jakarta, 28 JULI 2017

SAMBUTAN PELANTIKAN KETUA PENGADILAN TINGKAT BANDING Jakarta, 28 JULI 2017 KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIAN SAMBUTAN PELANTIKAN KETUA PENGADILAN TINGKAT BANDING Jakarta, 28 JULI 2017 Bismillaahirrahmaanirrahiim, Assalamu alaikum Warahmatullahiwabarakaatuh, Salam Sejahtera,

Lebih terperinci

JL. PERINTIS KEMERDEKAAN KM.14 MAKASSAR Phone: (0411) Fax : (0411) Website :

JL. PERINTIS KEMERDEKAAN KM.14 MAKASSAR Phone: (0411) Fax : (0411) Website : JL. PERINTIS KEMERDEKAAN KM.14 MAKASSAR Phone: (0411) 4794556 Fax : (0411) 4794557 Website : www.pa-makassar.net E-mail : keu.pa.makassar@gmail.com 1 Meningkatnya penyelesaian Perkara 1.1. Persentase sisa

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA NGANJUK Nomor : W13-A22/25/OT.00/SK/I/2015

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA NGANJUK Nomor : W13-A22/25/OT.00/SK/I/2015 SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA NGANJUK Nomor : W13-A22/25/OT.00/SK/I/2015 TENTANG : PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA NGANJUK TAHUN 2015 KETUA PENGADILAN AGAMA NGANJUK Menimbang

Lebih terperinci

REVIU DOKUMEN RENCANA STRATEGIS TAHUN PENGADILAN NEGERI KLAS IB LHOKSEUMAWE TAHUN 2016

REVIU DOKUMEN RENCANA STRATEGIS TAHUN PENGADILAN NEGERI KLAS IB LHOKSEUMAWE TAHUN 2016 REVIU DOKUMEN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI KLAS IB LHOKSEUMAWE TAHUN 2016 1 REVIU RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI KLAS IB LHOKSEUMAWE TAHUN 2015-2019 Dalam sistem akuntabilitas

Lebih terperinci

AMANAT KETUA MAHKAMAH AGUNG RI PADA HARI JADI MAHKAMAH AGUNG KE Agustus 2014

AMANAT KETUA MAHKAMAH AGUNG RI PADA HARI JADI MAHKAMAH AGUNG KE Agustus 2014 KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA AMANAT KETUA MAHKAMAH AGUNG RI PADA HARI JADI MAHKAMAH AGUNG KE 69 19 Agustus 2014 Dengan Thema : DENGAN SEMANGAT PEMBARUAN KITA CIPTAKAN PERADILAN BERBASIS PELAYANAN

Lebih terperinci

DRAFT REVISI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN

DRAFT REVISI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN DRAFT REVISI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN 1. PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : ----- TAHUN ---------- TENTANG

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA JAKARTA UTARA

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA JAKARTA UTARA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA JAKARTA UTARA NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA PENJELASAN/FORMULASI PERHITUNGAN PENANGGUNG JAWAB SUMBER DATA 1. Meningkatnya penyelesaian perkara a. Persentase

Lebih terperinci

Rencana Strategik Tahun 2010 s/d 2014

Rencana Strategik Tahun 2010 s/d 2014 PENGADILAN AGAMA TANGERANG Rencana Strategik Tahun 2010 s/d 2014 Visi Misi : Menuju TERWUJUDNYA PENGADILAN AGAMA TANGERANG YANG TERHORMAT DAN BERMARTABAT : 1. Terwujudnya pelayanan prima dengan cara memperbaiki

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KERJA BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KERJA A. RENCANA STRATEGIS Mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 201 Mahkamah Agung RI telah mencanangkan Rencana Strategis 5 tahunan yang berarti tahun 2011 merupakan tahun

Lebih terperinci

RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN

RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN PENGADILAN AGAMA LAMONGAN RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2010-2014 SURAT KEPUTUSAN PANITERA/SEKRETARIS PENGADILAN AGAMA LAMONGAN Nomor : W13-A7/003/OT.00/SK/I/2012 TENTANG

Lebih terperinci

RUMUSAN HASIL DISKUSI KOMISI II BIDANG URUSAN LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA RAKERNAS MAHKAMAH AGUNG RI TAHUN 2010

RUMUSAN HASIL DISKUSI KOMISI II BIDANG URUSAN LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA RAKERNAS MAHKAMAH AGUNG RI TAHUN 2010 RUMUSAN HASIL DISKUSI KOMISI II BIDANG URUSAN LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA RAKERNAS MAHKAMAH AGUNG RI TAHUN 2010 A. Permasalahan Teknis Yustisial 1. Semua hasil rumusan Rekernas tahun 2009 di Palembang kecuali

Lebih terperinci

8. Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

8. Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN Nomor : W13-A7/25/OT.00/SK/I/2015 TENTANG : PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2015 KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN Menimbang

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJASAMA

PERJANJIAN KERJASAMA PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN DENGAN LEMBAGA ADVOKASI DAN BANTUAN HUKUM AL-BANNA LAMONGAN TENTANG PENYEDIAAN PEMBERI LAYANAN POS BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN AGAMA LAMONGAN NOMOR

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUN 2013

RENCANA KINERJA TAHUN 2013 RENCANA KINERJA TAHUN 2013 PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MALANG Jl. Panji No. 202 Kepanjen Malang Telp (0341) 397200 Faks. (0341) 395786 email. Pa.kab.malang@gmail.com KATA PENGANTAR Dokumen Penetapan Kinerja

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJASAMA

PERJANJIAN KERJASAMA PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN DENGAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM NAHDLATUL ULAMA CABANG LAMONGAN TENTANG PENYEDIAAN PEMBERI LAYANAN POS BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN AGAMA LAMONGAN NOMOR

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Cibinong, 17 Januari 2017 Ketua Pengadilan Negeri Cibinong BARITA SINAGA, S. H., M.H. NIP

KATA PENGANTAR. Cibinong, 17 Januari 2017 Ketua Pengadilan Negeri Cibinong BARITA SINAGA, S. H., M.H. NIP KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan Puji syukur kehadirat Allah SWT, sehingga kami dapat menyelesaikan Penetapan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Pengadilan Negeri Cibinong Tahun 2018, yang merupakan amanat

Lebih terperinci

1. Indikator Kinerja Utama

1. Indikator Kinerja Utama 1. Indikator Kinerja Utama No. Indikator Kinerja Target 1. 1. Prosentase Jumlah Penyelesaian Perkara 2. Jumlah Perkara Bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan yang diselesaikan tepat waktu. 3. Jumlah

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 PENGADILAN NEGERI KLAS IB CIBINONG RENCANA KINERJA TAHUN 2017 PN CIBINONG I KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan Puji syukur kehadirat Allah SWT, sehingga kami dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

Kertas Kerja Penyempurnaan Prosedur dan Penetapan Target Kinerja Penanganan Perkara pada Mahkamah Agung RI

Kertas Kerja Penyempurnaan Prosedur dan Penetapan Target Kinerja Penanganan Perkara pada Mahkamah Agung RI Kertas Kerja Penyempurnaan Prosedur dan Penetapan Target Kinerja Penanganan Perkara pada Mahkamah Agung RI Disusun oleh Lembaga Kajian & Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP) untuk Mahkamah Agung

Lebih terperinci

2. Indikator Kinerja Utama

2. Indikator Kinerja Utama 2. Indikator Kinerja Utama No Kinerja Utama Indikator Kinerja Utama Penjelasan Penanggung Jawab Sumber Data 1 Terwujudnya penyelesaian perkara yang sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabel Prosentase

Lebih terperinci

MEWUJUDKAN VISI PERADILAN MILITER YANG AGUNG

MEWUJUDKAN VISI PERADILAN MILITER YANG AGUNG MEWUJUDKAN VISI PERADILAN MILITER YANG AGUNG Oleh: Mayjen TNI Drs. Burhan Dahlan, S.H.,M.H. 1. Pengantar Dalam bulan Juli 2004 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 56 Tahun 2004, telah dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB II PERE CA AA DA PE ETAPA KI ERJA

BAB II PERE CA AA DA PE ETAPA KI ERJA BAB II PERE CA AA DA PE ETAPA KI ERJA A. RE CA A STRATEGIS Mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 Mahkamah Agung RI telah mencanangkan Rencana Strategis 5 tahunan yang berarti tahun 2011 merupakan tahun

Lebih terperinci

PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT Jl. Pesanggrahan Raya No.32 Kembangan Jakarta Barat Telp./Fax. (021) sd. 95

PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT Jl. Pesanggrahan Raya No.32 Kembangan Jakarta Barat Telp./Fax. (021) sd. 95 \ PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT Jl. Pesanggrahan Raya No.32 Kembangan Jakarta Barat 11610 Telp./Fax. (021) 58352092 sd. 95 E-Mail: info@pa-jakartabarat.go.id ; Website: www.pa-jakartabarat.co.id A. Dasar

Lebih terperinci

RUMUSAN HASIL KOMISI BIDANG TEKNIS YUSTISIAL. : 1. Pengarahan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI

RUMUSAN HASIL KOMISI BIDANG TEKNIS YUSTISIAL. : 1. Pengarahan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI RUMUSAN HASIL KOMISI BIDANG TEKNIS YUSTISIAL Rapat Kerja Daerah Pengadilan Tinggi Agama dengan Pengadilan Agama se wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten, dengan tema Meningkatkan peran Pengadilan Tinggi

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA ( I K U ) PENGADILAN AGAMA TAHUNA TAHUN 2015

INDIKATOR KINERJA UTAMA ( I K U ) PENGADILAN AGAMA TAHUNA TAHUN 2015 INDIKATOR KINERJA UTAMA ( I K U ) PENGADILAN AGAMA TAHUNA TAHUN 2015 SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA TAHUNA NOMOR :W18-A3/15.b/OT.01.2/I/2015 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA TUAL IKU. JLN. JEND. SOEDIRMAN, OHOIJANG LANGGUR Telp/Fax. (0916) 23572,

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA TUAL IKU. JLN. JEND. SOEDIRMAN, OHOIJANG LANGGUR Telp/Fax. (0916) 23572, INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA TUAL IKU JLN. JEND. SOEDIRMAN, OHOIJANG LANGGUR Telp/Fax. (0916) 23572, Email patual07@yahoo.co.id SURAT KEPUTUSAN KETUA NOMOR :W24-A3/724/OT.01.2/IX/2015 TENTANG

Lebih terperinci

Dalam melaksanakan tugasnya, Kelompok Kerja telah melakukan kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan proses penyusunan revisi PERMA tersebut.

Dalam melaksanakan tugasnya, Kelompok Kerja telah melakukan kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan proses penyusunan revisi PERMA tersebut. MEDIASI Pengertian Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah

Lebih terperinci

UPAYA PENYELESAIAN PERKARA MELALUI PERDAMAIAN PADA PENGADILAN AGAMA, KAITANNYA DENGAN PERAN BP4 1. Oleh. Wahyu Widiana 2

UPAYA PENYELESAIAN PERKARA MELALUI PERDAMAIAN PADA PENGADILAN AGAMA, KAITANNYA DENGAN PERAN BP4 1. Oleh. Wahyu Widiana 2 1 UPAYA PENYELESAIAN PERKARA MELALUI PERDAMAIAN PADA PENGADILAN AGAMA, KAITANNYA DENGAN PERAN BP4 1 Oleh Wahyu Widiana 2 PENDAHULUAN Penyelesaian perkara di Pengadilan Agama (PA) melalui perdamaian merupakan

Lebih terperinci

CAPAIAN MAHKAMAH AGUNG DI TAHUN 2011

CAPAIAN MAHKAMAH AGUNG DI TAHUN 2011 CAPAIAN MAHKAMAH AGUNG DI TAHUN 2011 JAKARTA HUMAS, Menengok setahun terakhir kiprah perjalanan pembaruan, boleh dikatakan cukup banyak terobosan dalam upaya mewujudkan agenda visi dan misi badan peradilan

Lebih terperinci

dengan hukum atau yang tidak dapat dilaksanakan atau yang memuat iktidak tidak baik (Pasal 17 ayat 3).

dengan hukum atau yang tidak dapat dilaksanakan atau yang memuat iktidak tidak baik (Pasal 17 ayat 3). MAKALAH : JUDUL DISAMPAIKAN PADA : MEDIASI DAN GUGAT REKONPENSI : FORUM DISKUSI HAKIM TINGGI MAHKAMAH SYAR IYAH ACEH PADA HARI/ TANGGAL : SELASA, 7 FEBRUARI 2012 O L E H : Dra. MASDARWIATY, MA A. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

SURAT EDARAN Nomor : 1 Tahun 1990 Tentang Petunjuk Pembuatan Penetapan Eks Pasal 71 ayat (2) Dan Akta Cerai Eks Pasal 84 ayat (4)

SURAT EDARAN Nomor : 1 Tahun 1990 Tentang Petunjuk Pembuatan Penetapan Eks Pasal 71 ayat (2) Dan Akta Cerai Eks Pasal 84 ayat (4) KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Nomor : MA/Kumdil/1375/III/1990 Lampiran : - JAKARTA, 12 Mei 1990 Kepada Yth. 1. Sdr. Ketua Pengadilan Tinggi Agama 2. Sdr. Ketua Pengadilan Agama Di Seluruh Indonesia.

Lebih terperinci

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar bagi peran Pengadilan Negeri Pangkajene dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya dibidang administrasi,

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Drs. H. Thabrani,

Lebih terperinci

PERATURAN BERSAMA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DAN KETUA KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA Nomor : 03/PB/MA/IX/ /PB/P.

PERATURAN BERSAMA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DAN KETUA KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA Nomor : 03/PB/MA/IX/ /PB/P. PERATURAN BERSAMA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DAN KETUA KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA Nomor : 03/PB/MA/IX/2012 03/PB/P.KY/09/2012 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN BERSAMA KETUA MAHKAMAH AGUNG

Lebih terperinci

RIVIU DOKUMEN RENCANA STRATEGIS PENGADILAN AGAMA LAMONGAN

RIVIU DOKUMEN RENCANA STRATEGIS PENGADILAN AGAMA LAMONGAN PENGADILAN AGAMA LAMONGAN RIVIU DOKUMEN RENCANA STRATEGIS PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2010-2014 KATA PENGANTAR Sehubungan dengan usaha penguatan akuntabilitas kinerja sebagaimana diatur dalam Intruksi

Lebih terperinci

Prosedur berperkara pada Pengadilan Agama Sungai Penuh, adalah sebagai berikut:

Prosedur berperkara pada Pengadilan Agama Sungai Penuh, adalah sebagai berikut: Prosedur Berperkara Prosedur berperkara pada Pengadilan Agama Sungai Penuh, adalah sebagai berikut: Tempat Pendaftaran : Kantor Pengadilan Agama Sungai Penuh Jl. Depati Parbo, Kota Sungai Penuh, Jambi

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015 2019 PENGADILAN AGAMA BANJARNEGARA Jl. Letnan Jendral Suprapto Banjarnegara - Jawa Tengah 53418 (0286) 592810 (0286) 591593 www.pa-banjarnegara.go.id, pa_bna@yahoo.co.id

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN RENCANA KINERJA TAHUNAN Pengadilan Agama Tulungagung Tahun 203 No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA 2 3. Terwujudnya penyelesaian perkara yang tepat waktu, transparan dan akuntabel.a. Prosentase pendaftaran

Lebih terperinci

REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA WATAMPONE TAHUN 2016

REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA WATAMPONE TAHUN 2016 REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA WATAMPONE TAHUN 2016 No Kinerja Utama Indikator Kinerja 1 Meningkatkan penyelesaian perkara Utama a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan b. Persentase

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Program Bantuan Hukum. Bantuan hukum disini dimaksudkan adalah

BAB I PENDAHULUAN. Program Bantuan Hukum. Bantuan hukum disini dimaksudkan adalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Bantuan hukum merupakan suatu media yang dapat digunakan oleh semua orang dalam rangka menuntut haknya atas adanya perlakuan yang tidak sesuai dengan kaedah

Lebih terperinci

Dra. Hj. Ernida Basry, M.H NIP PANITERA Judul SOP Pencabutan Perkara Tingkat Pertama

Dra. Hj. Ernida Basry, M.H NIP PANITERA Judul SOP Pencabutan Perkara Tingkat Pertama mor SOP SOP.D.02A Tanggal Pembuatan 01 Januari 2016 Tanggal Revisi Tanggal Efektif 01 April 2016 Disahkan Oleh Ketua DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA PENGADILAN AGAMA BEKASI KELAS I B Dra. Hj.

Lebih terperinci

2015, No tidaknya pembuktian sehingga untuk penyelesaian perkara sederhana memerlukan waktu yang lama; d. bahwa Rencana Pembangunan Jangka Mene

2015, No tidaknya pembuktian sehingga untuk penyelesaian perkara sederhana memerlukan waktu yang lama; d. bahwa Rencana Pembangunan Jangka Mene No.1172, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA MA. Gugatan Sederhana. Penyelesaian. PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GUGATAN SEDERHANA DENGAN

Lebih terperinci

diajukan oleh pihak :

diajukan oleh pihak : ------Pengadilan Agama Poso yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama telah menjatuhkan penetapan atas perkara Cerai Talak yang diajukan oleh pihak :-------------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

Perkara Tingkat Pertama Cerai Gugat. Langkah-langkah yang harus dilakukan Penggugat (Istri) atau kuasanya :

Perkara Tingkat Pertama Cerai Gugat. Langkah-langkah yang harus dilakukan Penggugat (Istri) atau kuasanya : Perkara Tingkat Pertama Cerai Gugat Langkah-langkah yang harus dilakukan Penggugat (Istri) atau kuasanya : 1. a. Mengajukan gugatan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iyah

Lebih terperinci

BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN AGAMA ENDE

BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN AGAMA ENDE PERJANJIAN KERJASAMA antara, PENGADILAN AGAMA ENDE dengan, POS BANTUAN HUKUM ADVOKAT INDONESIA ENDE tentang Penyediaan Pemberi Bantuan Hukum pada POS BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN AGAMA ENDE Pada hari ini...,

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PADA BADAN PERADILAN AGAMA (KMA

STANDAR PELAYANAN PADA BADAN PERADILAN AGAMA (KMA STANDAR PELAYANAN PADA BADAN PERADILAN AGAMA (KMA Nomor 026/KMA/SK/II/2012) A. Dasar Hukum 1. HIR/Rbg 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan 3. Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02 Tahun 2003 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02 Tahun 2003 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02 Tahun 2003 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa pengintegrasian

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Tabanan, 04 Januari 2017 Pengadilan Agama Tabanan, Drs. Zainal Arifin, M.H. NIP

KATA PENGANTAR. Tabanan, 04 Januari 2017 Pengadilan Agama Tabanan, Drs. Zainal Arifin, M.H. NIP KATA PENGANTAR Sehubungan dengan usaha penguatan akuntabilitas kinerja sebagaimana diatur dalam Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT SOP PENYELESAIAN BERKAS PERKARA GUGATAN

PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT SOP PENYELESAIAN BERKAS PERKARA GUGATAN SOP PENYELESAIAN BERKAS PERKARA GUGATAN Mediator H A K I M KETUA / WAKIL KETUA PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT 1. Menetapkan Majelis Hakim 2. Menetapkan Hakim Mediasi * Melaporkan Mediasi gagal / berhasil

Lebih terperinci

REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA BENGKULU KELAS IA

REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA BENGKULU KELAS IA REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016 PENGADILAN AGAMA BENGKULU KELAS IA JL. BASUKI RAHMAT NO.11, KOTA BENGKULU Website : www.pa-bengkulukota.go.id Email : info@pa-bengkulukota.go.id, pa_bengkulu@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN GUGATAN SEDERHANA (SMALL CLAIM COURT)

PEMERIKSAAN GUGATAN SEDERHANA (SMALL CLAIM COURT) PEMERIKSAAN GUGATAN SEDERHANA (SMALL CLAIM COURT) di INDONESIA Oleh : Wasis Priyanto Ditulis saat Bertugas di PN Sukadana Kab Lampung Timur Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata

Lebih terperinci

PANDUAN WAWANCARA. proses mediasi terhadap perkara perceraian? b. Apa ada kesulitan dalam menerapkan model-model pendekatan agama?

PANDUAN WAWANCARA. proses mediasi terhadap perkara perceraian? b. Apa ada kesulitan dalam menerapkan model-model pendekatan agama? PANDUAN WAWANCARA Mediator: 1. Apa saja model-model Pendekatan Agama dalam proses mediasi terhadap perkara perceraian? a. Bagaimana cara menerapkan model-model pendekatan agama dalam proses mediasi terhadap

Lebih terperinci

BAB IV. A. Analisa terhadap Prosedur Mediasi di Pengadilan Agama Bangkalan. cepat dan murah dibandingkan dengan proses litigasi, bila didasarkan pada

BAB IV. A. Analisa terhadap Prosedur Mediasi di Pengadilan Agama Bangkalan. cepat dan murah dibandingkan dengan proses litigasi, bila didasarkan pada BAB IV ANALISA TERHADAP PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA BANGKALAN DITINJAU DARI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN A. Analisa terhadap Prosedur Mediasi

Lebih terperinci

2015, No Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf

2015, No Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1169, 2015 MA. Sidang Keliling. PN.PA. Mahkamah Syariah. Akta Perkawinan. Buku Nikah. Akta Kelahiran. Pelayanan Terpadu PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

No Kinerja Utama Indikator Kinerja Utama Penjelasan Penanggung Jawab Sumber Data Meningkatnya penyelesaian perkara

No Kinerja Utama Indikator Kinerja Utama Penjelasan Penanggung Jawab Sumber Data Meningkatnya penyelesaian perkara REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA BULUKUMBA No Kinerja Utama Indikator Kinerja Utama Penjelasan Penanggung Jawab Sumber Data 1 Meningkatnya penyelesaian perkara a. Prosentase mediasi Jumlah

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI/TIPIKOR/HUBUNGAN INDUSTRIAL PALANGKA RAYA KELAS I A

PENGADILAN NEGERI/TIPIKOR/HUBUNGAN INDUSTRIAL PALANGKA RAYA KELAS I A PENGADILAN NEGERI/TIPIKOR/HUBUNGAN INDUSTRIAL PALANGKA RAYA KELAS I A Jalan P. Diponegoro Nomor 21 Kode Pos 73111 Palangka Raya - Kalimantan Tengah Telepon / Fax (0536) 3221940 Website : www.pn-pangkaraya.go.id

Lebih terperinci

MAKALAH PELUANG DAN TANTANGAN HAK PENYANDANG DISABILITAS DALAM SISTEM PERADILAN DI INDONESIA : KERANGKA KONSEP IDEAL PERAN APARAT PENEGAK HUKUM

MAKALAH PELUANG DAN TANTANGAN HAK PENYANDANG DISABILITAS DALAM SISTEM PERADILAN DI INDONESIA : KERANGKA KONSEP IDEAL PERAN APARAT PENEGAK HUKUM Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum dalam Pemenuhan Hak atas Peradilan yang Fair bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia Hotel Jogjakarta Plaza, 5-8 Oktober 2015 MAKALAH PELUANG DAN TANTANGAN HAK

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA No. Kinerja Utama Indikator Kinerja Utama Penjelasan 1 Peningkatan Penyelesaian Kepaniteraan Perkara a. Prosentase perkara yang diselesaikan a. Perbandingan

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2008 Tentang PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2008 Tentang PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2008 Tentang PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. Bahwa mediasi merupakan salah satu proses penyelesaian

Lebih terperinci

JUMLAH PENERIMAAN PENGELUARAN (Rp)

JUMLAH PENERIMAAN PENGELUARAN (Rp) KEUANGAN PERKARA TAHUN 2010 Bulan Desember 2010 1 1 Hakhak Kepaniteraan 1016000 645000 338000 59000 300.000 85000 50000 95000 720.000 Jumlah 1661000 630000 Saldo 103000 Jumlah 1661000 1661000 * Prodeo,

Lebih terperinci

DRAFT PIDATO KETUA MAHKAMAH AGUNG

DRAFT PIDATO KETUA MAHKAMAH AGUNG DRAFT PIDATO KETUA MAHKAMAH AGUNG PEMBUKAAN RAPAT KERJA NASIONAL KETUA MAHKAMAH AGUNG DENGAN PENGADILAN TINGKAT BANDING SE INDONESIA Manado, 29 Oktober 2012 Tema Pemantapan Sistem Kamar untuk Mewujudkan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Madiun, 13 Pebruari 2013 Ketua Pengadilan Agama Kab. Madiun, TTD. Drs. H. AMAM FAKHRUR, SH.,MH. NIP

KATA PENGANTAR. Madiun, 13 Pebruari 2013 Ketua Pengadilan Agama Kab. Madiun, TTD. Drs. H. AMAM FAKHRUR, SH.,MH. NIP IKHTISAR EKSEKUTIF KATA PENGANTAR Sehubungan dengan usaha penguatan akuntabilitas kinerja sebagaimana diatur dalam Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah,

Lebih terperinci

BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT

BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT PERJANJIAN KERJASAMA antara, PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT dengan, POS BANTUAN HUKUM ADVOKAT INDONESIA tentang Penyediaan Pemberi Bantuan Hukum pada POS BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT

Lebih terperinci

ACCESS TO JUSTICE FOR THE POOR: THE BADILAG EXPERIENCE

ACCESS TO JUSTICE FOR THE POOR: THE BADILAG EXPERIENCE ACCESS TO JUSTICE FOR THE POOR: THE BADILAG EXPERIENCE Oleh: WAHYU WIDIANA Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia IACA ASIA-PACIFIC CONFERENCE IN BOGOR MARET 2011 ACCESS

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2003 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIIK INDONESIA,

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2003 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIIK INDONESIA, PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2003 TENTANG PROSEDUR MEDIASI DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pengintegrasian mediasi ke dalam proses beracara

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA Pada Pengadilan Agama Tulungagung Tahun 2011

INDIKATOR KINERJA UTAMA Pada Pengadilan Agama Tulungagung Tahun 2011 INDIKATOR KINERJA UTAMA Pada Pengadilan Agama Tulungagung Tahun 2011 No INDIKATOR KINERJA 1 1a Prosentase pendaftaran perkara gugatan/ permohonan pada tingkat pertama b Prosentase pendaftaran perkara permohonan

Lebih terperinci

B A B P E N D A H U L U A N

B A B P E N D A H U L U A N B A B I P E N D A H U L U A N A. Latar Belakang Kekuasaan Kehakiman di lingkungan Peradilan Umum dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri sebagai pengadilan Tingkat pertama dan Pengadilan Tinggi sebagai pengadilan

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Assalamu alikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

KATA PENGANTAR. Assalamu alikum Warahmatullahi Wabarakatuh, KATA PENGANTAR Assalamu alikum Warahmatullahi Wabarakatuh, uji syukur ke hadirat Allah SWT. atas limpahan rahmat, taufiq, hidayah dan karunia-nya, akhirnya LAKIP Tahun 2014 Pengadilan Agama Sumbawa Besar

Lebih terperinci

2 c. bahwa untuk memberikan akses yang seluasluasnya kepada masyarakat yang tidak mampu maka Mahkamah Agung dan Badan-badan Peradilan yang berada di b

2 c. bahwa untuk memberikan akses yang seluasluasnya kepada masyarakat yang tidak mampu maka Mahkamah Agung dan Badan-badan Peradilan yang berada di b BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.59, 2014 MAHKAMAH AGUNG. Layanan Hukum. Masyarakat. Tidak Mampu. Pengadilan. Pencabutan. PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA Nomor: W.20-A.18/ HM.01 / 429 / II /2013

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA Nomor: W.20-A.18/ HM.01 / 429 / II /2013 KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA Nomor: W.20-A.18/ HM.01 / 429 / II /2013 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA KETUA PENGADILAN AGAMA SUNGGUMINASA

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 JL. BY PASS LINGGASARI KOMPLEK PERKANTORAN PEMKAB TASIKMALAYA DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TELEPON/FAKSMILE. (0265) 546059 WEBSITE

Lebih terperinci

REVISI RENCANA STRATEGIS PENGADILAN AGAMA PELAIHARI TAHUN

REVISI RENCANA STRATEGIS PENGADILAN AGAMA PELAIHARI TAHUN INSTANSI : Pengadilan Agama Pelaihari VISI : Terwujudnya Kesatuan Hukum dan Aparatur Pengadilan Agama Pelaihari yang profesional dan Ankuntabel menuju Badan Peradilan Indonesia Yang Agung MISI : 1. Menjaga

Lebih terperinci

PENETAPAN. NOMOR 58/Pdt.G/2013/PA.Pts DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Hulu, sebagai Penggugat; MELAWAN

PENETAPAN. NOMOR 58/Pdt.G/2013/PA.Pts DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Hulu, sebagai Penggugat; MELAWAN PENETAPAN NOMOR 58/Pdt.G/2013/PA.Pts DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Putussibau yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama telah menjatuhkan penetapan

Lebih terperinci

Reviu Renstra PA Watampone BAB I PENDAHULUAN

Reviu Renstra PA Watampone BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Kondisi Umum Pengadilan Agama Watampone merupakan lingkungan Peradilan Agama di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN SISTEM HUKUM ACARA PERDATA Oleh: Dwi Agustine * Naskah diterima: 11 Juni 2017; disetujui: 15 Juni 2017

PEMBAHARUAN SISTEM HUKUM ACARA PERDATA Oleh: Dwi Agustine * Naskah diterima: 11 Juni 2017; disetujui: 15 Juni 2017 PEMBAHARUAN SISTEM HUKUM ACARA PERDATA Oleh: Dwi Agustine * Naskah diterima: 11 Juni 2017; disetujui: 15 Juni 2017 Hukum acara perdata atau yang sering juga disebut hukum perdata formal adalah sekumpulan

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN PENGADILAN AGAMA MIMIKA JL. YOS SUDARSO KM 4 NAWARIPI TIMIKA PAPUA

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN PENGADILAN AGAMA MIMIKA JL. YOS SUDARSO KM 4 NAWARIPI TIMIKA PAPUA RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2010-2014 PENGADILAN AGAMA MIMIKA JL. YOS SUDARSO KM 4 NAWARIPI TIMIKA PAPUA BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM Reformasi sistem peradilan membawa perubahan yang mendasar

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGKAT PERTAMA. Lampiran SK.Ketua Pengadilan Agama Brebes Kelas IA No. W11-A2/0525/OT.01.

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGKAT PERTAMA. Lampiran SK.Ketua Pengadilan Agama Brebes Kelas IA No. W11-A2/0525/OT.01. INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGKAT PERTAMA PENGADILAN AGAMA BREBES KELAS IA Lampiran SK.Ketua Pengadilan Agama Brebes Kelas IA No. W11-A2/0525/OT.01.2/II/2013 No Kinerja Utama Indikator Kinerja

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA I. UMUM Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR 48/Pdt.G/2013/PA.Pts DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR 48/Pdt.G/2013/PA.Pts DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR 48/Pdt.G/2013/PA.Pts بسم الله الرحمن الرحیم DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Putussibau yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI PADANG Jl. Rasuna Said No 81 Padang REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI KLAS IA PADANG

PENGADILAN NEGERI PADANG Jl. Rasuna Said No 81 Padang  REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI KLAS IA PADANG PENGADILAN NEGERI PADANG Jl. Rasuna Said No 81 Padang www.pn-padang.go.id REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI KLAS IA PADANG 2016 NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA UTAMA 1 1. Peningkatan penyelesaian

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA. Pengadilan Agama Tulungagung Tahun c. Prosentase pendaftaran perkara permohonan kasasi 100%

PENETAPAN KINERJA. Pengadilan Agama Tulungagung Tahun c. Prosentase pendaftaran perkara permohonan kasasi 100% PENETAPAN KINERJA Pengadilan Agama Tulungagung Tahun 0 PROGRAM / 3 5. Terwujudnya penyelesaian perkara yang tepat waktu, transparan dan akuntabel.a. Prosentase pendaftaran perkara gugatan/permohonan pada

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI BANGLI LkjIP TAHUN 2015 KATA PENGANTAR

PENGADILAN NEGERI BANGLI LkjIP TAHUN 2015 KATA PENGANTAR PENGADILAN NEGERI BANGLI LkjIP TAHUN 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya, sehingga penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Lebih terperinci

Standar Operasional Prosedur Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengadilan Agama Tangerang Jl. Perintis Kemerdekaan II Cikokol - Tangerang

Standar Operasional Prosedur Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengadilan Agama Tangerang Jl. Perintis Kemerdekaan II Cikokol - Tangerang Standar Operasional Prosedur Mahkamah Agung Republik Indonesia 2013 Pengadilan Agama Tangerang Jl. Perintis Kemerdekaan II Cikokol - Tangerang Tanggal Pembuatan: 4 Januari 2013 Tanggal Revisi: 4 Januari

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI Nomor : W13-A9/899/OT.00/SK/II/2014 TENTANG : RENCANA KINERJA PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI TAHUN 2015 KETUA PENGADILAN AGAMA KAB. KEDIRI Menimbang : 1.

Lebih terperinci

PIDATO KETUA MAHKAMAH AGUNG PADA PEMBUKAAN RAPAT KERJA NASIONAL KETUA MAHKAMAH AGUNG DENGAN PENGADILAN TINGKAT BANDING SE INDONESIA

PIDATO KETUA MAHKAMAH AGUNG PADA PEMBUKAAN RAPAT KERJA NASIONAL KETUA MAHKAMAH AGUNG DENGAN PENGADILAN TINGKAT BANDING SE INDONESIA PIDATO KETUA MAHKAMAH AGUNG PADA PEMBUKAAN RAPAT KERJA NASIONAL KETUA MAHKAMAH AGUNG DENGAN PENGADILAN TINGKAT BANDING SE INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PIDATO KETUA MAHKAMAH AGUNG PADA

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI MEDAN (NIAGA, HAM, PHI, PERIKANAN DAN TIPIKOR) JL. PENGADILAN NO.8 MEDAN

PENGADILAN NEGERI MEDAN (NIAGA, HAM, PHI, PERIKANAN DAN TIPIKOR) JL. PENGADILAN NO.8 MEDAN PENGADILAN NEGERI MEDAN (NIAGA, HAM, PHI, PERIKANAN DAN TIPIKOR) JL. PENGADILAN NO.8 MEDAN - 20112 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) 2011 KATA PENGANTAR Sehubungan dengan usaha

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI PASURUAN NOMOR :W14-U9/001/OT/SK/I/2012 TENTANG REVIU PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI PASURUAN NOMOR :W14-U9/001/OT/SK/I/2012 TENTANG REVIU PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI PASURUAN Jl. Pahlawan No. 24 Telp Fax(0343) 421030 PASURUAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI PASURUAN NOMOR :W14-U9/001/OT/SK/I/2012 TENTANG REVIU PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN MAHKAMAH SYAR IYAH LHOKSUKON. Jl. Imam Bonjol No 1 Lhoksukon

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN MAHKAMAH SYAR IYAH LHOKSUKON. Jl. Imam Bonjol No 1 Lhoksukon RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2010 2014 MAHKAMAH SYAR IYAH LHOKSUKON Jl. Imam Bonjol No 1 Lhoksukon PERNYATAAN PENETAPAN KINERJA MAHKAMAH SYAR'IYAH LHOKSUKON PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014 Dalam rangka

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 PENGADILAN AGAMA PASURUAN Jl. Ir. H. Juanda No. 11 A Pasuruan i KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat

Lebih terperinci

Adapun dari sisi materi, perubahan materi buku II Edisi Revisi 2009, dibandingkan dengan Buku II Edisi 2009, adalah sebagai berikut :

Adapun dari sisi materi, perubahan materi buku II Edisi Revisi 2009, dibandingkan dengan Buku II Edisi 2009, adalah sebagai berikut : Perubahan Materi Adapun dari sisi materi, perubahan materi buku II Edisi Revisi 2009, dibandingkan dengan Buku II Edisi 2009, adalah sebagai berikut : 1. Penambahan 1 (satu) poin pada bagian Teknis Administrasi,

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (Suami) atau kuasanya :

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (Suami) atau kuasanya : Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (Suami) atau kuasanya : 1. a. Mengajukan permohonan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iyah (Pasal 118 HIR, 142 R.Bg jo Pasal

Lebih terperinci