EFEK EKSTRAK AIR DAUN KIRINYUH

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "EFEK EKSTRAK AIR DAUN KIRINYUH"

Transkripsi

1 EFEK EKSTRAK AIR DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata [L.] R.M. King & H.Rob.) TERHADAP PERTUMBUHAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS MEKONGGA PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN (Skripsi ) Oleh SARTI WAHYUNI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG TAHUN 2018

2 ABSTRAK EFEK EKSTRAK AIR DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata [L.] R.M. King & H.Rob.) TERHADAP PERTUMBUHAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS MEKONGGA PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN Oleh SARTI WAHYUNI Padi Mekongga merupakan varietas padi sawah yang tumbuh baik apabila ditanam pada lahan yang memiliki kecukupan air. Pada musim kemarau lahan atau tanah menjadi kering akibat kekurangan air. Hal ini menyebabkan penyerapan unsur hara dan juga proses fotosintesis terhambat sehinga pertumbuhan dan perkembangan padi terganggu. Kirinyuh (Chromolaena odorata) mengandung unsur hara Nitrogen yang tinggi dan dapat menghasilkan biomassa tinggi sehingga cukup potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak air daun kirinyuh dapat memperbaiki pertumbuhan kecambah padi sawah Varietas Mekongga dibawah kondisi cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Botani Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung dari bulan September - Oktober Penelitian ini dilakukan dalam percobaan faktorial 3 x 2. Faktor A adalah PEG 6000 dengan 3 taraf konsentrasi : 0 % b/v, 15% b/v, dan 30% b/v. Faktor B adalah ekstrak air daun kirinyuh dengan 2 taraf konsentrasi: 0% b/v dan 2% b/v. Sebagai parameter adalah panjang tunas, berat segar, berat kering, dan kadar air relatif kecambah padi. Uji Levene, analisis ragam pada taraf nyata 5%. Analisis ragam dilakukan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun kirinyuh tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tunas, berat segar kecambah dan berat kering kecambah padi, namun berpengaruh terhadap kadar air relatif kecambah padi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak air daun kirinyuh tidak dapat memperbaiki pertumbuhan kecambah padi sawah Varietas Mekongga pada kondisi cekaman kekeringan. Kata Kunci : Kirinyuh, Padi sawah Varietas Mekongga, Cekaman kekeringan i

3 EFEK EKSTRAK AIR DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata [L.] R.M. King & H.Rob) TERHADAP PERTUMBUHAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS MEKONGGA PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN Oleh Sarti Wahyuni Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA SAINS Pada Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2018

4

5

6 iv RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Sendang Mulyo, Kecamatan Sendang Agung Lampung Tengah pada tanggal 19 Desember 1995, sebagai putri kedua dari dua bersaudara, dari Bapak Subani dan Ibu Sariyem. Penulis menempuh pendidikan pertamanya di Taman Kanak-Kanak 1 Bratasena Mandiri kec. Dente Teladas pada tahun Pada tahun 2001, penulis melanjutkan pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri 1 Bratasena Mandiri. Selanjutnya, penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sendang Agung pada tahun 2008, dan pada tahun 2011 penulis melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas 1 Kalirejo. Pada tahun 2014, penulis terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Lampung melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan tercatat sebagai penerima Beasiswa Bidik Misi. Semasa kuliah, penulis pernah menjadi asisten praktikum Biologi Umum dan Struktur Perkembangan Tumbuhan jurusan Biologi FMIPA, serta menjadi asisten Biologi Umum Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian. Penulis juga aktif di Organisasi Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) sebagai Bendahara Bidang Komunikasi dan Informasi periode , dan sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Periode 2016.

7 v Penulis Melaksanakan Kuliah Kerja Nyata pada bulan Januari-Februari tahun 2017 di desa Wirata Agung kec. Seputih Mataram, kab. Lampung Tengah. Pada bulan Juli-Agustus 2017, penulis melaksanakan kerja Praktik di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung dengan judul Uji Mikrobiologi (Identifikasi Salmonella, MPN E.coli dan Angka S.Aureus) pada Sampel Pangan di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Bandar Lampung). Penulis melaksanakan penelitian pada bulan November 2017 di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung.

8 vi Persembahan Segala puji hanya milik ALLAH SWT, yang telah memberikan segala kenikmatan, dan kemudahan sehingga karya ini dapat terselesaikan,,maka dengan rasa bahagia dan rasa syukur kupersembahkan karya ini untuk : Ayah dan Ibuku tercinta yang senantiasa mengucap namaku dalam doa,mencurahkan kasih sayang yang tiada hentinya,yang telah berjuang begitu kerasnya demi mencukupi segala kebutuhanku, dan yang selalu memberikan dukungan,dan motivasi disetiap langkahku. Kakakku tersayang yang selalu menyayangiku,memberikan nasehat, dukungan dan banyak keceriaan selama ini Bapak Ibu Guru dan Dosen yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat dan bimbingan serlama ini Sahabat-Sahabatku atas kebersamaan,bantuan,dan hiburan selama ini Dan untuk seseorang yang selalu kudoakan untuk menjadi pendampingku kelak dan yang selalu mendoakanku. Almamater tercinta

9 vii MOTTO Jika engkau tidak sanggup menahan perihnya belajar, maka engkau akan menanggung perihnya kebodohan (Imam Syafi i) Barang siapa ingin mutiara harus berani terjun dilautan yang dalam (Ir.Soekarno) Jangan bersedih, sesungguhnya allah bersama kita (Q.S At Taubah ; 40) Berkaryalah, karna karya itu akan menemukan nasibnya sendiri (Andrea Hirata)

10 viii SANWACANA Puji Syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Efek Ekstrak Air Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata [L.] R.M. King & H.Rob) terhadap Pertumbuhan Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas Mekongga pada Kondisi Cekaman Kekeringan. Shalawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis teah banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, untuk itu penulis menyampaikan ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada : 1. Ayah dan Ibu Tercinta, Bapak Subani dan Ibu Sariyem, yang tak pernah berhenti berdoa untuk penulis, yang selalu mencurahkan segala kasih sayangnya, pengorbanan, keringat dan air mata, serta senantiasa memberikan semangat, dukungan, dan perhatian yang sangat luar biasa kepada penulis. 2. Kakakku tersayang, Muji Prasetio Asih, terimakasih atas kasih sayangnya selama ini, serta pengertian, semangat, kebersamaan, dukungan dan bantuan yang selalu diberikan.

11 ix 3. Ibu Dra. Martha L.Lande, M.P. selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing, memberikan waktu dan perhatian meskipun dalam keadaan sakit, yang selalu memberikan arahan, saran dan motivasi kepada penulis. 4. Bapak Ir. Zukifli,M.Sc. selaku dosen pembimbing II yang juga telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing penulis dengan penuh kesabaran, memberikan waktu dan pemikirannya, serta nasihat dan saran kepada penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini. 5. Ibu Dra. Tundjung Tripeni Handayani, M.S selaku pembahas yang telah banyak memberikan arahan, nasihat, dan saran yang sangat berharga bagi penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini 6. Ibu Dra.Yulianty,M.Si selaku Pembimbing Akademik yang telah memberikan bimbingan dan nasihat dalam menempuh pendidikan di Jurusan Biologi. 7. Bapak Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 8. Ibu Dr. Nuning Nurcahyani, M.Sc., selaku Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung. 9. Bapak dan Ibu Dosen serta karyawan di jurusan Biologi FMIPA UNILA atas ilmu, bimbingan dan bantuannya kepada penulis. 10. Sahabat hebatku, Indah Yusni, Mitha Triyana, Tara Sesafia Paletri, Fesya Salma Putri, Davina Nathania Prasetya dan Mia Aulina Agustin, yang selalu bisa diandalkan dan

12 x selalu paling mengerti, terimakasih atas bantuan, perjuangan, kebersamaan dan semangat yang selalu diberikan kepada penulis. 11. Wanda Sukmaja, terimakasih sudah bersedia selalu ada, memberikan banyak yang aku butuhkan dan sekali lagi, selalu ada. 12. Teman-teman biologi angakatan 2014 atas dukngan, kritikan, serta kebersamaanya selama ini. 13. Seluruh kakak dan adik tingkat jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung 14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan saran, motivasi, dan dukungan serta bantuannya. 15. Almamater tercinta, Universitas Lampung Semoga segala kebaikan yang telah diberikan oleh semua pihak dibalas oleh Allah SWT. Akhir kata, semoga skripsi yang jauh dari kata sempurna ini dapat memberikan keluasan ilmu bagi semua pihak dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Bandar Lampung, Februari 2018 Penulis, Sarti Wahyuni

13 xi DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK...i HALAMAN PERSETUJUAN...ii HALAMAN PENGESAHAN...iii RIWAYAT HIDUP...iv PERSEMBAHAN...vi MOTTO...vii SANWACANA...viii DAFTAR ISI...xi DAFTAR TABEL...xiii DAFTAR GAMBAR...xvi I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Tujuan Penelitian... 5 C. Manfaat Penelitian... 5 D. Kerangka Pikir... 5 E. Hipotesis... 7 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Tanaman Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) Klasifikasi Tanaman Kirinyuh Penyebaran Tanaman Kirinyuh Morfologi Tanaman Kirinyuh Kandungan Daun Kirinyuh B. Deskripsi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Klasifikasi Tanaman Padi... 14

14 xii 2. Deskripsi Padi Sawah Varietas Mekongga C. Pengaruh Defisit Air Terhadap Perkecambahan Tanaman D. Efek Pemberian Polietilen Glikol (PEG) III. IV. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian B. Alat dan Bahan C. Variabel dan Parameter D. Rancangan Percobaan E. Cara Kerja Pembuatan Ekstrak Air Air Daun Kirinyuh Pembuatan Larutan PEG Pengecambahan Benih Study Pertumbuhan Kecambah F. Pengamatan Panjang Tunas Berat Segar (Akar, Tunas, Total) Berat Kering (Akar, Tunas, Total) Kadar Air Relatif G. Analisis Data HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Panjang Tunas Berat Segar Akar Berat Segar Tunas Berat Segar Total Berat Kering Akar Berat Kering Tunas Berat Kering Total Kadar Air Relatif B. Pembahasan V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN... 56

15 xiii DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Notasi factor, taraf dan kombinasi perlakuan Rata-rata panjang tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Rata-rata berat segar akar kecambah padi sawah varietas Mekongga Rata-rata berat segar tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Rata-rata berat segar total kecambah padi sawah varietas Mekongga Rata-rata berat kering akar kecambah padi sawah varietas Mekongga Rata-rata berat kering tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Rata-rata berat kering total kecambah padi sawah varietas Mekongga Rata-rata kadar air relatif kecambah padi sawah varietas Mekongga Rata-rata, standar deviasi, ragam, standar eror, dan koefisien keragaman Uji homogenitas ragam panjang tunas (Uji Levene pada taraf nyata 5%) Rata-rata, standar deviasi, ragam, standar eror, dan koefisien keragaman Uji homogenitas ragam berat segar akar (Uji Levene pada taraf nyata 5%) Rata-rata, standar deviasi, ragam, standar eror, dan koefisien keragaman Uji homogenitas ragam berat segar tunas (Uji Levene pada taraf nyata 5%) Rata-rata, standar deviasi, ragam, standar eror, dan koefisien keragaman Uji homogenitas ragam berat segar total (Uji Levene pada taraf nyata 5%) Rata-rata, standar deviasi, ragam, standar eror, dan koefisien keragaman... 64

16 xiv 19. Uji homogenitas ragam berat kering akar (Uji Levene pada taraf nyata 5%) Rata-rata, standar deviasi, ragam, standar eror, dan koefisien keragaman Uji homogenitas ragam berat kering tunas (Uji Levene pada taraf nyata 5%) Rata-rata, standar deviasi, ragam, standar eror, dan koefisien keragaman Uji homogenitas ragam berat kering total (Uji Levene pada taraf nyata 5%) Rata-rata, standar deviasi, ragam, standar eror, dan koefisien keragaman Uji homogenitas ragam kadar air relative (Uji Levene pada taraf nyata 5%) Analisis ragam panjang tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Analisis ragam berat segar akar kecambah padi sawah varietas Mekongga Analisis ragam berat segar tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Analisis ragam berat segar total kecambah padi sawah varietas Mekongga Analisis ragam berat kering akar kecambah padi sawah varietas Mekongga Analisis ragam berat kering tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Analisis ragam berat kering total kecambah padi sawah varietas Mekongga Analisis ragam kadar air relatif kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect panjang tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect berat segar akar kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect berat segar tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect berat kering akar kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect berat kering tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga... 82

17 39. Main effect berat kering total kecambah padi sawah varietas Mekongga xv

18 xvi DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Tumbuhan dan bunga kirinyuh Padi Sawah varietas Mekongga Struktur kimia Polietilen Glikol Main effect PEG 6000 terhadap panjang tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect PEG 6000 terhadap berat segar akar kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect PEG 6000 terhadap berat segar tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect ekstrak air daun kirinyuh terhadap berat segar tunas padi sawah varietas Mekongga Main effect PEG 6000 terhadap berat kering akar kecambah padi sawah vaerietas mekongga Main effect PEG 6000 terhadap berat kering tunas kecambah padi sawah varietas Mekongga Main effect PEG 6000 terhadap berat kering total kecambah padi sawah varietas Mekongga Interksi antara PEG 6000 dengan Ekstrak Air Daun Kirinyuh terhadap Kadar Air Relative Padi Sawah Varietas Mekongga Interksi antara PEG 6000 dengan Ekstrak Air Daun Kirinyuh terhadap Kadar Air Relative Padi Sawah Varietas Mekongga Benih padi sawah varietas Mekongga...84

19 xvii 14. Perendaman Benih Padi Perkecambahan benih dalam nampan plastik Benih setelah 7 hari perkecambahan Pemindahan benih dalam gelas plastik Letak satuan percobaan kecambah padi sawah varietas Mekongga Penimbangan bubuk daun kirinyuh untuk dijadikan ekstrak Proses pembuatan ekstrak air daun kirinyuh Proses penyaringan ekstrak air daun krinyuh Proses pembuatan larutan PEG Proses pengukuran kecambah padi Proses penimbangan kecambah padi...88

20 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang menjadi komoditas utama dalam menyokong pangan masyarakatdi Indonesia.Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Oleh karena itu, kebijakan ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam pembangunan pertanian. Menurut data Badan Pusat Statistik (2011), konsumsi beras pada tahun 2011 mencapai 139 kg perkapita dalam setahun dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa, sehingga konsumsi beras nasional pada tahun 2011 mencapai 34 juta ton. Kebutuhan akan beras terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dari pertumbuhan produksi pangan yang tersedia. Varietas Padi Mekongga merupakan persilangan antara padi jenis Galur A2970 yang berasal dari Arkansas Amerika Serikat dengan varietas yang sangat populer di Indonesia yaitu IR64. Secara fisik, bentuk tanamannya tegak dengan tinggi tanaman berkisar antara 91 sampai 106 cm. Varietas padi Mekongga ini baik ditanam di sawah dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl, memiliki umur

21 2 tanaman hari. Padi Mekongga peka terhadap hama wereng coklat biotipe 2 dan 3, serta peka terhadap hawar daun bakteri strain IV (BB Padi, 2016) Permasalahan yang dihadapi dalam penanaman padi terutama padi sawah salah satunya adalah lahan kering. Lahan kering disebabkan oleh adanya perubahan pola iklim yang menjadi tantangan serius pada saat ini dan masa-masa yang akan datang.rusaknya infrastuktur pengairan menyebabkan resiko kekeringan bukan hanya terjadi di lahan gogo dan sawah tadah hujan, tetapi mengancam juga pertanaman padi sawah irigasi terkendali. Meluasnya areal dengan resiko gagal panen karena cekaman kekeringan dapat mengancam produksi beras dan ketahanan pangan nasional. Cekaman kekeringan dapat menjadi faktor pembatas pertumbuhan tanaman yang menghambat aktivitas fotosintesis dan translokasi fotosintat selanjutnya mempengaruhi produktifitas tanaman (Savin dan Nicolas, 1996). Istilah kekeringan ini menunjukkan bahwa tanaman mengalami kekurangan air akibat keterbatasan air dari lingkungan tumbuhnya yaitu media tanam. Menurut Bray (1997) cekaman kekeringan yang biasa disebut drought stress pada tanaman dapat disebabkan oleh dua hal yaitu (1) kekurangan suplai air di daerah perakaran dan (2) permintaan air yang berlebihan oleh daun akibat laju evapotranspirasi melebihi laju absorpsi air walaupun keadaan air tanah tersedia cukup. Pada lahan kering, cekaman kekeringan pada tanaman terjadi karena suplai air yang tidak mencukupi.

22 3 Untuk menghadapi permasalahan terhadap cekaman kekeringan pada tanaman, petani harus menemukan usaha untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman yang terhambat akibat cekaman kekeringan. Usaha yang biasa dilakukan petani diantaranya adalah dengan penggunaan pupuk untuk menyediakan unsur hara guna mendorong peertumbuhan tanaman. Pupuk kimia memiliki harga relatif mahal dan tidak ramah lingkungan mendorong petani menemukan alternatif lain dalam penyediaan unsur hara bagi tanaman yaitu dengan menggunakan bahan organik yang mengandung unsur hara. Bahan organik tersebut dapat ditemukan pada tanaman salah satunya adalah Kirinyuh. Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) merupakan tanaman liar yang berpotensi sebagai sumber bahan organik (pupuk hijau) yang ketersediaannya cukup melimpah di beberapa sentra produksi tanaman sayuran (Sudiarto dan Gusmaini, 2004). Kirinyuh mengandung unsur hara Nitrogen yang tinggi (2,65%) sehingga cukup potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik karena produksi biomassanya tinggi. Menurut Jamilah (2008), biomassa kirinyuh mengandung usnur hara Nitrogen 2,65% N, mengandung unsur hara fosfor 0,53% P dan mengandung hara kalium 1,9% sehingga biomassa kirinyuh dapat dijadikan sumber bahan organik yang potensial untuk perbaikan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil serta produksi tanaman. Hasil penelitian yang dilakukan Setyowati et al (2008) menunjukkan bahwa pupuk organik kirinyuh (Chromolaena odorata L.) apat memperbaiki pertumbuhan dan

23 4 hasil tanaman sawi (Brassica chinensis L.) dan hasilnya lebih baik dibandingkan dengan penggunaan Urea. Sementara itu Murdaningsih dan Yosefa Sapo Mbu u (2014) melaporkan bahwa pupuk organik kirinyuh dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun, panjang umbi dan berat umbi segar tanaman wortel (Daucus carota). Salah satu cara untuk menguji ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan adalah dengan cara mengecambahkan benih dalam larutan yang memiliki potensial osmotilk yang tinggi. Senyawa kimia yang biasa digunakan untuk menghasilkan larutan dengan potensial osmotic tinggi adalah PEG (polyethylene Glycol) PEG 6000 merupakan bahan kimia yang bersifat inert, stabil, dan diserap dalam jumlah yang sedikit oleh tanaman. Larutan PEG mampu menahan air sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Oleh karna itu, PEG dapat dijadikan alternative untuk seleksi tanaman terhadap cekaman kekeringan. Dalam penelitiannya Sani and Bouremia (2014) menyatakan bahwa tunas lebih sensitif terhadap defisit air yang disebabkan oleh pemberian PEG 6000 sehingga mengakibatkan penurunan terhadap panjang tunas tersebut. Agustina (2015) dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa konsentrasi PEG % dan 20 % menurunkan kadar air relatif tanaman padi sebesar 5 %.

24 5 B. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak air daun kirinyuh dapat memperbaiki pertumbuhan padi sawah Varietas Mekongga pada kondisi cekaman kekeringan. C. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah tentang efek ekstrak air daun kirinyuh terhadap pertumbuhan kecambah padi sawah Varietas Mekongga pada cekaman kekeringan. Selain itu diharapkan dapat membantu perencanaan penanaman padi sawah dilahan kering dalam segi pengembangan pertanian. D. Kerangka Pikir Padi sawah merupakan tanaman yang tumbuh baik apabila ditanam pada lahan yang memiliki kecukupan air. Salah satu tanaman padi sawah yang banyak ditanam pada kondisi cukup air atau saat musim hujan adalah padi sawah Varietas Mekongga. Pada saat musim kemarau, lahan atau tanah menjadi kering akibat kekurangan air yang dapat mengakibatkan tanaman mengalami cekaman kekeringan, cekaman kekeringan menyebabkan penyerapan unsur hara terhambat

25 6 serta dapat menghambat proses fotosintesis yang dapat menjadikan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Untuk itu perlu dilakukan alternatif untuk memperbaiki pertumbuhan padi sawah pada kondisi cekaman kekeringan salah satunya adalah dengan penambahan unsur hara dari sumber bahan organik. Kandungan unsur hara yang terdapat dalam kirinyuh diprediksi mampu memperbaiki pertumbuhan tanaman padi sawah Varietas Mekongga pada kondisi cekaman kekeringan. PEG ( Polyethylene Glycol ) merupakan senyawa kimia yang dapat meningkatkan potensial osmotik air dan menurunkan potensial air. Sifat PEG yang demikian dapat dimanfaatkan untuk melakukan simulasi penurunan potensial air. Dengan penggunaan senyawa PEG inilah akan diperoleh tanaman dengan kondisi cekaman kekeringan dan dapat dilakukan pengujian kemampuan daun kirinyuh dalam memperbaiki pertumbuhan tanaman sehinga tanaman yang mengalam kondisi cekaman kekeringan dapat diatasi dan dapat tumbuh dengan baik meskipun pada lahan mengalami defisit air. Untuk menguji kemampuan daun kirinyuh dalam memperbaiki pertumbuhan tanaman, peneliti mengevaluasi efek ektrak air daun kirinyuh terhadap pertumbuhan kecambah padi sawah Varietas Mekongga dalam kondisi cekaman kekeringan. Sebagai parameter adalah panjang kecambah, berat segar, berat kering, kadar air relatif, rasio tunas akar, dan kandungan klorofl a, b dan total yang dievaluasi setelah 7 hari periode pertumbuhan.

26 7 E. Hipotesis Pada kondisi stres air pertumbuhan kecambah padi sawah Varietas Mekongga dapat diperbaiki dengan pemberian ekstrak air daun kirinyuh. Hipotesis statistik yang diajukan pada penelitian ini adalah : 1. Nilai tengah semua variabel petumbuhan kecambah padi sawah Varietas Mekongga yang diberi perlakuan PEG 6000 lebih kecil dari nilai tengah semua variabel pertumbuhan padi sawah Varietas Mekongga yang tidak diberi perlakuan PEG H o : µ o = µ 1 H 1 :µ o > µ 1 Keterangan : µ o = variabel pertumbuhan kontrol µ 1 = variabel pertumbuhan perlakuan Hipotesis diterima jika H 0 ditolak atau H 1 diterima. 2. Nilai tengah semua variabel pertumbuhan kecambah padi sawah Varietas Mekongga yang diberi perlakuan ekstrak air daun kirinyuh lebih tinggi dari nilai tengah semua veriabel pertumbuhan padi sawah Varietas Mekongga yang tidak diberi perlakuan ekstrak air daun kirinyuh. H o : µ o = µ 1 H 1 :µ o < µ 1 Keterangan : µ o = variabel pertumbuhan kontrol

27 8 µ 1 = variabel pertumbuhan perlakuan Hipotesis diterima jika H 0 ditolak atau H 1 diterima. 3. Terjadi interaksi antara ekstrak air daun kirinyuh dan PEG 6000 terhadap pertumbuhan kecambah padi sawah Varietas Mekongga.

28 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Tanaman Kirinyuh 1. Klasifikasi Menurut Natural Resources Conservation service, USDA (2017), tanaman kirinyuh diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom Subkingdom Superdivision Division Class Subclass Order Family Genus Species : Plantae : Tracheobionta : Spermatophyta : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Asteridae : Asterales : Asteraceae : Chromolaena : Chromolaena odorata (L.) R.M. King & H. Rob. Jack in the bush P

29 10 2. Penyebaran Kirinyu adalah gulma yang awalnya berasal dari Amerika Selatan dan Tengah, menyebar ke daerah tropis Asia, Afrika dan Pasifik, digolongkan sebagai gulma invasif, semak berkayu yang berkembang cepat, juga dikenal sebagai gulma siam, berdiri membentuk padat yang dapat mencegah pertumbuhan jenis tumbuhan lainnya serta memiliki efek allelopati (Prawiradiputra, 2007). Kirinyuh menyebar di kepulauan Indonesia sejak Perang Dunia II.Dengan penyebaran itu kini Ki rinyuh dapat dijumpai di semua pulau-pulau besar di Indonesia. Kirinyuh tidak hanya ditemukan di Pulau Jawa, tetapi juga ditemukan di seluruh Indonesia seperti di Sumatera, Kalimantan, Lombok, Sumbawa, Flores, Timor, Sulawesi dan Irian Jaya. Di Afrika, gulma padang rumput ini digolongkan pada gulma yang paling berbahaya selain dari alangalang (Imperata cylindrica), puteri malu (Mimosa sp.), sadagori (Sida acuta), Commelina sp., Hyptis sp. Dansaliara (Lantana camara) karena mengganggu padang rumput dengan mengurangi produktivitas dan mengurangi diversitas jenis-jenis rumput (Francais, 2002). Perkembangbiakan dan daya tumbuh kirinyuh sangat cepat sehingga dengan kecepatan tumbuhnya itu kirinyuh dapat membentuk komunitas yang rapat yang dapat menghalangi tumbuhnya tumbuhan lain melalui persaingan. Kirinyuh dapat tumbuh di ketinggian mdpl, namun di Indonesia kirinyuh ditemukan di dataran rendah (0-500 mdpl) seperti di perkebunan karet dan kelapa

30 11 serta di padang penggembalaan (FAO,2006). Kirinyuh berbunga serentak selama 3-4 minggu pada musim kemarau. Pada saat biji masak, tumbuhan akan mengering. Pada saat itu biji pecah dan terbang terbawa angin. Potongan batang, cabang, dan pangkal batang akan bertunas kembali kira-kira sebulan setelah awal musim hujan. Dalam waktu dua bulan berikutnya, biji yang jatuh ketanah mulai berkecambah dan tunas-tunas terlihat mendominasi area (Prawiradiputra, 2007). 3. Morfologi Kirinyuh memiliki daun berbentuk oval dengan bagian bawah lebih lebar dan makin keujung semakin runcing.panjang daun 6-10 cm dan lebarnya 3-6 cm. Tepi daun bergerigi menghadap kepangkal dan letaknya berhadapan. Karangan bunga terletak di ujung cabang (terminal) dan setiap karangan terdiri atas bunga.warna bunga pada saat muda kebiruan dan semakin tua menjadi cokelat.kirinyuh berbunga serentak pada musim kemarau selama 3-4 minggu (Prawiradiputra, 2007). Tinggi tumbuhan kirinyuh dewasa dapat mencapai 5 meter atau bahkan lebih.batang muda berwarna hijau agak lunak yang nantinya berubah menjadi coklat dan keras ketika sudah tua.jumlah cabang sangat banyak dan letaknya biasanya berhadap-hadapan (oposit). Percabangannya yang rapat menyebabkan tumbuhan lain yang ada dibawahnya seperti rumput terhambat pertumbuhannya

31 12 akibat kurangnya cahaya matahari yang masuk. Dengan demikian gulma kirinyuh dapat tumbuh dengan cepat dan mendominasi area. Kemampuannya mendominasi area juga disebabkan oleh produksi bijinya yang sangat banyak (Departement of Natural Resources Mines and Water,2006) Bentuk tanaman dan bunga kirinyuh dapat dilihat pada Gambar 1. Daun Batang Bunga Gambar 1. Tumbuhan dan Bunga Kirinyuh (Anonymous, 2009)

32 13 4. Kandungan Daun Kirinyuh Tekelan merupakan salah satu jenis tumbuhan dari famili Asteraceae. Daunnya mengandung beberapa senyawa utama seperti tanin, fenol, flavonoid, saponin dan steroid. Minyak essensial dari daun tekelan memiliki kandungan α- pinen, cadinen, kampora, limonen, β-karyopilen dan candinol isomer (Yenti, 2011). Pengujian kualitatif fitokimia ekstrak etanol daun kirinyuh terhadap beberapa senyawa kimia oleh mendapatkan hasil bahwa daun kirinyuh mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan seskuiterpenoid (Hadi dkk., (2001) dalam Hadi dan Rully (2004); Hadi dkk. (2000) dalam Hadi (2008)). Senyawa-senyawa tersebut merupakan bahan aktif sebagai pengendali hama dan menyebabkan adanya aktivitas biologi yang khas seperti penghambat makan dan insektisidal. Menurut Suntoro (2001),bahan organik kirinyuh mengandung unsur C (50,4%), N (2,42%), P (0,26%), N (2,42%), P (0,26%), K (1,6%), dan Mg (0,78%). Kandungan unsur hara Nitrogen yang tinggi pada kirinyuh cukup potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik karna biomassanya tinggi. Pada umur 6 bulan, kirinyuh dapat menghasilkan biomassa sebanyak 11,2 ton/ha dan setelah berumur 3 tahun mampu menghasilkan biomassa sebanyak 27,7 ton/ha sehingga biomassa kirinyuh merupakan sumber bahan organik yang sangat potensial. Wardhani (2006) dalam penelitiananya juga menjelaskan bahwa produksi biomassa Chromolaena odorata L. adalah 18,7 ton/ha dalam bentuk segar dan 3,7

33 14 kg/ha dalam bentuk kering. Kadungan N 103,4 kh/ha ; P 15,4 kg/ha ; K 80,9 kg/ha dan Ca 63,9 kg/ha. Chromolaena odorata L. memiliki P total yang lebih tinggi (0,53%) dibandingkan gulma Ficus subulata, Albizia lebeck, Macarangasp. Dan Trycospermum sp. B. Deskripsi Tanaman Padi 1. Klasifikasi Menurut Natural Resources Conservation Service, USDA (2017) tanaman padi diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom Subkingdom Superdivision Division Class Subclass Order Family : Plantae : Tracheobionta : Spermatophyta : Magnoliophyta : Liliopsida : Commelinidae : Cyperales : Poaceae Genus : Oryza L. Species : Oryza sativa L. var. Mekongga

34 15 2. Deskripsi Padi Sawah Varietas Mekongga Padi Mekongga merupakan persilangan antara padi jenis Galur A2970 yang berasal dari Arkansas Amerika Serikat, dengan varietas yang sangat populer di Indonesia yaitu IR 64. Umur tanam Mekongga cukup singkat yaitu hanya 116 hingga 125 hari. Secara fisik, bentuk tanamannya tegak dengan tinggi tanaman berkisar antara 91 sampai 106 cm. Anakan produktif batang. Bentuk gabahnya sendiri ramping panjang dengan tekstur rasa beras yang pulen karena kadar amilosanya mencapai 23 persen. Bobot 1000 butir gabah Mekongga yaitu 28 gram sehingga kurang lebih potensi hasil varietas ini mencapai 8,4 ton per hektar dengan budidaya yang tepat tentunya (Purnomo, 2013). Padi Varietas Mekongga dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Padi Sawah Varietas Mekongga ( Purnomo, 2013)

35 16 Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) (2017), deskripsi padi sawah varietas mekonggga adalah sebagai berikut : Nomor seleksi Asal persilangan Golongan Umur tanaman Bentuk tanaman Tinggi tanaman Anakan produktif Warna kaki Warna batang Warna telinga daun Warna lidah daun Warna daun Muka daun Posisi daun Daun bendera Bentuk gabah Warna gabah Kerontokan Tekstur nasi : S4663-5D-KN : A2790/2*IR64 : Cere : hari : Tegak : cm : batang : Hijau : Hijau : Tidak berwarna : Tidak berwarna : Hijau : Agak kasar : Tegak : Tegak : Ramping panjang : Kuning bersih : Sedang : Pulen Kadar amilosa : 23 % Indeks glikemik : 88

36 17 Bobot 1000 butir Rata-rata hasil Potensi hasil : 28 g : 6,0 t/ha : 8,4 t/ha Ketahanan terhadap Hama : Agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3 Penyakit Anjuran tanam : Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain IV : Baik ditanam di lahan sawah dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl Instansi pengusul Pemulia : Balitpa dan BPTP Sultra : Z. A. Simanullang, Idris Hadade, Aan A.Daradjat, dan Sahardi Tim peneliti : B. Suprihatno, Y. Samaullah, Atito DS., Ismail B. P., Triny S. Kadir, dan A. Rifki Teknisi : M. Suherman, Abd. Rauf Sery, Uan D., S. Toyib S. M., Edi S. MK, M. Sailan, Sail Hanafi, Z. Arifin, Suryono, Didi dan Neneng S. Dilepas Tahun : 2004 C. Pengaruh Defisit Air Terhadap Perkecambahan Tanaman Respon tanaman terhadap stres air sangat ditentukan oleh tingkat stres yang dialami dan fase pertumbuhan tanaman saat mengalami cekaman. Respon tanaman yang mengalami cekaman kekeringan mencakup perubahan di tingkat

37 18 seluler dan molekuler seperti perubahan pada pertumbuhan tanaman, volume sel menjadi lebih kecil, penurunan luas daun, daun menjadi tebal, adanya rambut pada daun, peningkatan rasio akar tajuk, sensitivitas stomata, penurunan laju fotosintesis, perubahan metabolisme karbon dan nitrogen, perubahan produksi aktivitas enzim dan hormon, serta perubahan ekspresi (Sinaga, 2008). Keadaan defisit air dapat menimbulkan pengaruh secara morfologi dan fisiologi terhadap tanaman antara lain seperti penampilan luas daun, kecepatan muncul daun, aktvitas asimiliasi CO 2, membuka dan menutupnya stomata, kecepatan pengisisan biji dan pertumbuhan biji (Sinclair et al, 2001). Faktor air dalam fisiologi tanaman merupakan faktor utama yang sangat penting. Tanaman tidak akan dapat hidup tanpa air karena air adalah matrik dari kehidupan. Kekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan. Defisiensi air yang terus menerus akan menyebabkan perubahan yang irreversibel (tidak dapat balik) dan pada gilirannya tanaman akan mati (Haryati, 2003). Cekaman kekeringan akan mengurangi pertumbuhan akar dan bagian tanaman diatas permukaan tanah,menurunkan luas daun dan berat kering, mengurangi laju fotosintesis dan transpirasi serta merusak asam amino, enzim dan protein lainnya (Pugnaire et al, 1999) Cekaman kekeringan terjadi jika tanaman sudah tidak mampu lagi menghisap dan memompa air ke bagian atas tanaman yang ditandai oleh kelayuan tetap.

38 19 Ketahanan tanaman terhadap kekeringan ditunjukkan oleh kemampuannya berproduksi pada kondisi kekeringan, yang dapat diukur sebagai penurunan hasil pada kondisi kekeringan dibanding pada kondisi normal (Nugraheni, 2002). D.Efek Pemberian Polietilen Glikol (PEG) 6000 Polietilen Glikol atau dengan nama IUPEC Alpha-Hydro-Omega- Hydroxypoly (oxy-1,2-ethanadiol) merupakan senyawa dengan rumus kimia (C2H4O)N+1H2O dan rumus struktur HOCH2-(CH2-O-CH2)N-CH2OH. Polietilen Glikol merupakan senyawa polimer berantai panjang, tidak berubah (inert) dengan berat molekul antara Da (Jecfa,1987). Struktur bangun PEG 6000 disajikan pada Gambar 3. Gambar 3. Struktur kimia Polietilen Glikol 6000 (Anonymous, 2015) PEG merupakan senyawa polimer yang penggunaannya paling banyak untuk menurunkan potensial air pada tanaman, yaitu dengan mengekspose system akar tanaman sehingga tanaman menjadi stress air (Zgallai et all, 2005). Tanaman yang mengalami defisit air akan memebrikan respon terhadap

39 20 perubahan kandungan klorofil dan akumulasi oksigen reaktif yang tidak dapat dihindari oleh sel-sel normal (Moussa,2008). Perendaman benih dalam larutan Polietilen Glikol 6000 dengan konsentrasi 10% w/v dan 20% w/v terlalu tinggi dapat menyebabkan tekanan osmotik di dalam sel menjadi negatif sehingga air sulit diserap oleh benih karena air yang terserap oleh benih dalam jumlah sedikit. Konsentrasi Polietilen Glikol 6000 yang tinggi menyebabkan proses metabolisme pada tanaman tidak berjalan dengan baik, terutama proses transfer nutrisi ke embrio yang terhambat karena keterbatasan air (Candra, 2011). Vercules et all (2006) melaporkan bahwa banyak penelitian mengenai perkecambahan tanaman salah satunya adalah padi yang dipengaruhi oleh cekaman air menggunakan PEG 6000, tetapi hasil yang ditunjukkan belum konsisten. Selain itu, dari penelitian afa dkk (2012) disimpulkan bahwa penggunaan PEG 6000 dengan konsentrasi 25% (w/v) pada saat kecambah muncul radikula dapat mendeteksi secara dini genotip padi hibrida toleran terhadap kekeringan.

40 21 III.METODE PENELITIAN A.Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. B. Alat dan Bahan 1. Alat Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah Beaker glass, Erlenmeyer, gelas ukur, corong, blender, pipet tetes, botol semprot, spatula, batang pengaduk, nampan plastik, gelas plastik, gunting, penggaris, kain kasa, kertas saring Whatman no.1, tisu, kertas label, timbangan digital, oven, dan spektrofotometer UV.

41 22 2. Bahan Bahan-bahan yan digunakan pada penelitian ini adalah daun Chromolaena odorata L. dari sekitar Bandar Lampung, benih padi sawah Varietas Mekongga yang diperoleh dari UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPSB-TPH) provinsi Lampung, Polietilen Glikol (PEG) 6000, ethanol 96 %, dan aquades. C. Variebel dan Parameter Variabel dalam peneitian ini adalah panjang tunas, berat segar, berat kering, dan kadar air relatif kecambah padi sawah Varietas Mekongga. Parameter dalam penelitian ini adalah semua nilai tengah (µ) semua variabel pertumbuhan kecambah padi mekongga. D. Rancangan Percobaan Penelitian ini dilakukan dalam percobaan faktorial 2 x 3. Faktor A adalah PEG 6000 dengan 3 taraf konsentrasi : 0% b/v, 15% b/v, dan 30 % b/v. Faktor B adalah ekstrak air daun kirinyuh dengan 2 taraf konsentrasi : 0% b/v dan 10% b/v. Setiap kombinasi perlakuan diulang 4 kali sehingga jumlah satuan percobaan adalah 24. Notasi faktor, taraf, dan kombinasi perlakuan ditunjukkan pada tabel 1.

42 23 Tabel 1. Notasi factor, taraf, dan kombinasi perlakuan Faktor B Taraf b 1 b 2 A a 1 a 1 b 1 a 1 b 2 a 2 a 2 b 1 a 2 b 2 Keterangan : A = Konsentrasi PEG 6000 a 3 a 3 b 1 a 3 b 2 B = Konsentrasi Ekstrak Air Daun Kirinyuh a 1 b 1 = PEG 0%, Kirinyuh 0% a 1 b 2 = PEG 0%, Kirinyuh 10% a 2 b 1 = PEG 15%, Kirinyuh 0% a 2 b 2 = PEG 15%, Kirinyuh 10% a 3 b 1 = PEG 30%, Kirinyuh 0% a 3 b 2 = PEG 30%,Kirinyuh 10% E. Cara Kerja 1. Pembuatan Ekstrak Air Daun Kirinyuh Pembutan ekstrak dilakukan berdasarkan metode yang dilakukan oleh Teteki (2010) dengan sedikit modifikasi. Daun kirinyuh dikering anginkan dibawah panas matahari kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender. Setelah itu ditapiskan dengan pengayak sampai mendapatkan bubuk yang halus.

43 24 Bubuk yang telah halus ditimbang 20 gr dengan neraca digital kemudian dilarutkan dalam 200 ml aquades. Dibiarkan selama 24 jam pada suhu ruang dan diaduk sesekali. Larutan disaring dengan kain kasa dan disaring kembali dengan kertas saring Whatmanno.1. sehingga diperoleh larutan stok untuk diencerkan menjadi 10 % b/v. 2. Pembuatan Larutan PEG gram serbuk PEG 6000 dilarutkan dalam 100 ml aquades, sehingga diperoleh konsentrasi 15 % b/v. Untuk memperoleh konsentrasi PEG % b/v maka 30 gram serbuk PEG 6000 dilarutkan dalam 100 ml aquades. 3. Pengecambahan Benih Benih diseleksi dengan merendam benih dalam aquades selama 10 menit. Benih yang mengapung dan sampah dibuang, sedangkan benih yang tenggelam diambil untuk dikecambahkan. Wadah yang digunakan untuk perkecambahan benih adalah nampan plastik. Nampan plastik dilapisi dengan tisu dan kertas saring dan dibasahi dengan aquades. Setiap nampan diisi benih sebanyak 100 biji. Nampan dibasahi dengan aquades setiap hari untuk menjaga kelembaban. Pengamatan benih yang berkecambah dilakukan setelah 7 hari periode perkecambahan.

44 25 4. Studi Pertumbuhan Kecambah Benih yang berkecambah diseleksi sebanyak 48 kecambah dengan pertumbuhan normal. Wadah yang digunakan untuk petumbuhan kecambah selanjutnya adalah gelas plastik. Sebanyak 24 gelas plastik dicuci bersih dan dilap kering. Selanjutnya gelas plastik dilapisi tisu dan kertas saring dan dibasahi dengan 5 ml PEG dan 5 ml ekstrak air daun kirinyuh. Kecambah dimasukkan kedalam plastik masingmasing gelas diisi 2 kecambah. Gelas plastik dilabel dengan notasi perlakuan dan ulangan. Pengamatan variable perkecambahan dilakukan setelah 7 hari periode pertumbuhan. Tata letak satuan percobaan setelah pengacakan dapat dilihat pada gambar berikut : a 1 b 1 u 1 a 2 b 2 u 3 a 1 b 2 u 1 a 3 b 1 u 3 a 2 b 1 u 2 a 3 b 2 u 4 a 2 b 1 u 3 a 1 b 3 u 1 a 2 b 2 u 1 a 1 b 1 u 3 a 3 b 1 u 4 a 1 b 2 u 3 a 3 b 1 u 2 a 1 b 1 u 4 a 2 b 1 u 1 a 1 b 2 u 4 a 2 b 2 u 2 a 3 b 2 u 3 a 1 b 2 u 2 a 2 b 2 u 4 a 3 b 2 u 2 a 2 b 1 u 4 a 1 b 1 u 2 a 3 b 1 u 1

45 26 F. Pengamatan 1. Panjang Tunas Panjang tunas diukur dari pangkal kecambah sampai ujung kecambah dengan menggunakan penggaris dan dinyatakan dalam sentimeter (cm). 2. Berat Segar Berat segar ditentukan dengan cara menimbang kecambah dengan neraca digital dan dinyatakan dengan milligram (mg). 3. Berat kering Kecambah yang sudah diukur berat segarnya kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven selama 2 jam dengan suhu 130 o C untuk menghilangkan kadar air dalam kecambah. Setelah itu ditimbang kembali dan dinyatakan dalam milligram (mg). 4.Kadar Air Relatif Kadar air relatif rumput teki ditentukan menurut Yamasaki dan Dillenburg (1999) dengan rumus : Kadar Air Relatif = x 100%

46 27 Keterangan : M1 = Berat segar M2 = Berat kering G.Analisis Data Homogenitas ragam ditentukan dengan uji Levene pada taraf nyata 5%. Analisis ragam dilakukan pada taraf nyata 5%. Jika interaksi faktor A dan B tidak nyata, maka ditentukan main effect dari faktor A dan B dengan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Jika interaksi nyata maka ditentukan simple effect ektsrak air kirinyu pada setiap konsentrasi PEG 600 pada taraf nyata 5 %.

47 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa : 1. Pemberian Ekstrak air daun kirinyuh tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pertumbuhan padi sawah Varietas Mekongga pada kondisi cekaman kekeringan. 2. Pemberian PEG 6000 belum memberikan pengaruh nyata terhadap cekaman kekeringan tanaman dikarenakan konsentrasi PEG 6000 yang digunakan masih terlalu rendah pada penelitian ini. 3. Interaksi antara PEG 6000 dan ekstrak air daun kirinyuh hanya terdapat pada variabel kadar air relatif. B. Saran Perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap efek ekstrak air daun kirinyuh pada kondisi cekaman kekeringan pada tanaman padi sawah dengan meningkatkan konsentrasi PEG 6000 sehingga tanaman dapat mengalami cekaman dengan baik dan pengaruh ektsrak kirinyuh pada tanaman dapat terlihat lebih maksimal.

48 50 DAFTAR PUSTAKA Afa, LO., Bambang S. Purwoko, Ahmad Junaedi, Oteng Haridjaja dan Iswari S. Dewi Pendugaan Toleransi Padi Hibrida Terhadap Kekeringan dengan Polyetilen Glikol (PEG) Jurnal Agrivigor. 11(2) : Agustina, R Adaptasi Kecambah padi Sawah (Oryza sativa L.) varietas Ciherang dan Ciliwung terhadap Defisit Air yang Diinduksi dengan PolietilenGlikol6000. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. UniversitasLampung. Lampung. Anonymous Chromolaena odorata. Diakses 07 Februari 2018 pukul WIB. Anonymous Poly Ethylene Glykol. Diakses 17 September 2017 pukul WIB. BadanPusatStatistik,2011,KajianKonsumsidanCadanganBerasNasional 2011, Badan Pusat Statistik.Jakarta. Banyo, Yunia E., Nio Song Ai., Parluhutan Siahaan., Agustina M. Tangapo Konsentrasi Klorofil Daun Padi pada Saat Kekurangan Air yang Diinduksi dengan Polietilen Glikol. Jurnal Ilmiah Sains Vol. 13 No. 1. Bramasto, Y. Putri,P.K. dan Rustam, E Simulasi Kekeringan dengan Polietilen Glikol (PEG) pada Benih Bambang Lanang ( (Michelia champaca ) terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Hara Makro Bibit. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan. Bogor. Brevedan, R.E., M.G. Klich, E.E. Sanchez, and M.N. Fioretti Effects of water stress on germination and seedling growth of lovegrass species. Plant Physiology and Growth. Session 7. ID No. 774 (7):35-36.

49 51 Brown and Lugo Long-term tillage and nitrogen effects on wheat production in a wheat fallow rotation. In Agronomy Abstracts. Annual Meetings ASA, CSSA, and SSSA, Denver Colorado, 27 October 1 November pp. Candra, Agus Tanggapan Benih Kedelai (Glycine max. [L] Merr.) Terhadap Invigorasi Dengan PEG 6000 dan Pupuk NPK Susulan Dalam Pertumbuhan dan Hasil [Skripsi]. Agronomi FP Universitas Lampung. Bandar Lampung. Damanik Junaidi Pengaruh Pupuk Hijau Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays). Skripsi,Medan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Damayanti, N Perkecambahan dan Pertumuhan Sawi Hijau (Brassica rapa L.var. parachinensis L.H. Bailey) setelah pemberian ekstrak Kirinyuh (Cromolaenaodora[L.] R.M King & H. Rob). Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam.Universitas Sebelas Maret. Surakarta. DEPARTMENT OFNATURAL RESOURCES,MINES andwater, Siam Weed Declared no 1.Natural Resources, Mines and Water, Pesr Series, Queensland, Australia. pp.1 4. Balitbangtan, Mekongga. Diakses pada 5 Oktober 2017 pukul 22 : 41 WIB FAO Alien Invasive Species: Impacts on Forests and Forestry- A Review. j6854e/j6854e00.htm.(25oktober2007) Francaiz, Anti-cholesterolemic Efect of Aqueous Extractof the Leaves of Chromolaena odorata (l) King and Robinson (Asteraceae):Potential for the Reduction of Cardiovascular Risk. The Pacifc Journal ofscience and Technology 12 (2): Hadi, M., J.W. Hidayat, K. Baskoro Uji Potensi Ekstrak Daun Eupatorium odoratum sebagai Bahan Insektisida Alternatif: Toksisitas dan Efek Antimakan Terhadap Larva Heliothis armigera Hubner. Jurnal Sains dan Matematika.Fakultas MIPA Undip. Semarang. Hanolo, W Tanggapan Tanaman Selada dan Sawi terhadap Dosis dan Cara Pemberian Pupuk Cair Stimulan. Jurnal Agrotopika 1 (1) : Haryati Pengaruh Cekaman Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Diakses pada tanggal 4 Januari 2018.

50 52 Ikhimiyoya,2003. Acceptability of selected common shrubs/tree leaves in Nigeria by West African Dwarf Goats. Departement of Animal Science, Faculty of Agriculture, Ambrose Alli University, Ekpoma, Nigeria. Jamilah Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang dan Kelengasan Terhadap Perubahan Bahan Organik dan Nitrogen Total Entisol. Universitas Sumatera Utara. Medan. Jecfa Metals and arsenic specifications revised at the 61st. published in FNP 38 (1988) dan FNP 52 (1992). Kastono, Dody Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam Terhadap Penggunaan Pupuk Organik dan Biopestisida Gulma Siam (Chromolaena odorata L.). Ilmu Pertanian Vol.12 No.2. Hal Lawlor, Photosynthesis Molecular, Physiological and Environmental Processes. 2nd Ed. Longman Scientific andtechnical: England. Litbang Pertanian Diakses pada 5 Desember 2017 pukul WIB Miazek, Mgr inz Krystian Chlorophill extraction from harvested plant material. Supervisor: Prof. Dr hab. Inz Stanislaw Ledakowics. Murdaningsih dan Yosefa, Sapo Mbu'u Pemanfaatan Kirinyu (Chromolaena odorata) Sebagai Bahan Orgnaik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota). Buana Sains Vol.14 No 2 : Universitas Flores. Meneses, C.H.S.G., R.L.A. Bruno, P.D. Fernandes, W.E. Pereira, L.H.G.M. Lima, M.M.A. Lima, And M.S. Vidal Germination Of Cotton Cultivar Seeds Under Water Stress Induced By Polyethyleneglycol Crop Science. 68(2): Moussa, H.R. and S.M.A. Aziz Comparative Responses of Drought Tolerant and Drought sensitive Maize Genotypes to Water Stress. Australian J. Crop.Sci. 1(1):31-36 Nio dan Kandou Respons Pertumbuhan Padi (Oryza sativa L.) Sawah dan Gogo pada Fase Vegetatif Awal terhadap Cekaman Kekeringan. Eugenia 6: (NRCS) Natural Resources Conservation Service USDA. 2017

51 53 Nugraheni, Ismemi Tri Pertumbuhan dan Akumulasi Prolin Tanaman Orokorok (Crotalaria funcea L.) pada Salinitas CaCl2 Berbeda. F MIPA UNS. Okcu, G., M.D. Kaya, and M. Atak Effects of salt and drought stresses on germination and seedling growth of pea (Pisum sativum L.). Turk J. Agric. 29: Pugnaire, F.I., L. Serrano dan J. Pardos Constraints by water stress on plant growth. Dalam: Passarakli, M.(Ed.). Handbook of Plant and CropStress. 2nd edn, Revised and expanded.marcel Dekker Inc, New York, Basel. PRAWIRADIPUTRA, B.R Perubahan Komposisi Vegetasi Padang Rumput Alam akibat Pengendalian Ki Rinyuh ( Chromolaenaodorata(L)R.M.King and H.Robinson) di Jonggol, JawaBarat.Thesis, Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.79hlm. Purnomo, A. B Macam Varietas Padi di Indonesia. indonesia.html. Diakses pada tanggal 07 Februari 2018 pukul 22:01 WIB Rahayu, E.S., E. Guhardja, S. Ilyas, dan Sudarsono Polietilena Glikol (Peg) Dalam Media In Vitro Menyebabkan Kondisi Cekaman Yang Menghambat Tunas Kacang Tanah (Arachis Hypogeal L). Berk. Penel. Hayati:11 (39-48). Rumbaugh, M.D., Screening Alfalfa Germplasm for Seedling Drought Resistance. Crop Sci Sani, Daoda Ousmane and Mouhamadou Mounkaila Bouremia (2014). Effect of Polyethylene Glycole PEG 6000 on Germination and seedlin growth of pear Millet[Pennicetum galucum(l.)r.br.] and LD50 for In Vitro Screening for droutghttolerance.africanjournal Biotechnology. Vol.13 (37),pp Sarasmi, D Uji Ketahanan pada Kecambah Padi Gogo (Oryza sativa L.) terhadap Cekaman Kekeringan yang Diinduksi oleh Polietilen Glikol Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Lampung. Lampung Sastroutomo, S.S EkologiGulma. Jakarta: GramediaPustakaUtama Savin R, Nicolas ME Effect of short periods of drought and high temperature on grain growth and starch accumulation of two malting barley cultivas. Aust J. Plant Physiol.

52 54 Sihombing A, Fatonah S and Silviana F Pengaruh Alelopati Calopogonium mucunoides Desv.Terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Anakan Gulma Asystasia gangetica (L.) T. Anderson. Jurnal Biospecies, Volume 5 (2): 5 11 Sinclair, R.R and Russel C.Muscow, System Analysis of Plant Traits to increase Grain Yield on Limited Water Supplies. Agronomy Journal 93: American Society of Aronomy Sinaga, Hubungan Tanah, Air dan Tanaman. IKIP Semarang Press. Semarang. Hal Setyowati. N, Nurjanah. U dan Haryanti. D Gulma Tusuk Konde (Wedelia trilobata) dan Kirinyu (Chlomolaena odorata) sebagai Pupuk Organik Pada Sawi. (Brassica chinensis L ). Akta Agrosia Vol. 11. No. 1 Hal Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Bengkulu. Sudiarto dan Gusmaini Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Suntoro Penggunaan Bahan Pangkasan Kirinyu (Chromolaena odorata L.) untuk meningkatkan ketersediaan P, K, Ca, dan Mg pada Oxic Dystrudeph di Jumupalo,Karanganyar, Jawa Tengah, Agrivita. XXIII(I): Sutjahjo SH., Abdul K dan Ika M Efektifitas Polietelena Glikol Sebagai Bahan Penyeleksi Kalus Nilam yang diradiasi Sinar Gamma untuk Toleransi Terhadap Cekaman Kekeringan. Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia. Vol 9, No. 1. Pp : Suwal,M.M,A. Devkota and H.D.Lekhak Allelopathic effect of Cromolaena odorata (L.) King & Robinson on Seed Germination Seedling Growth of Paddy and Barnyard Grass. Scientific World 8 (8) : Teteki, G.S Pengaruh Ekstrak Pegagan (Centalla asiatica L.) Urban.) sebagai Alelokemi terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Bayam duri (Amaranthus spinosus) serta Tomat ( Lycopersicum esculentum). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Verslues, P.E., M. Agrawal, K.S. Agrawal, and J. Zhu Methods and concepts in quantifying resistance to drought, salt and freezing, and abiotic streses that affect plant water status. The Plant Journal. 45:

II.TINJAUAN PUSTAKA. Taksonomi tanaman padi menurut Tjitrosoepomo (2004) adalah sebagai

II.TINJAUAN PUSTAKA. Taksonomi tanaman padi menurut Tjitrosoepomo (2004) adalah sebagai 9 II.TINJAUAN PUSTAKA A. Biologi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Taksonomi tanaman padi menurut Tjitrosoepomo (2004) adalah sebagai berikut : Regnum Divisio Sub Divisio Class Ordo Family Genus : Plantae

Lebih terperinci

Lampiran 1. BaganPenelitian U I U II U III S1 S2 S3 V1 V2 V3 V2 V1 V cm V3 V3 V1 S2 S3 S1 V cm. 50 cm V1. 18,5 m S3 S1 S2.

Lampiran 1. BaganPenelitian U I U II U III S1 S2 S3 V1 V2 V3 V2 V1 V cm V3 V3 V1 S2 S3 S1 V cm. 50 cm V1. 18,5 m S3 S1 S2. Lampiran 1. BaganPenelitian U I U II U III T V1 V2 V3 U S V2 V1 V2 B 150 cm V3 V3 V1 100 cm V3 V3 V1 50 cm V1 V2 V3 18,5 m V2 V1 V2 V3 V1 V1 V2 V2 V2 5,5 m V1 V3 V3 80 cm 300 cm Lampiran 2.Bagan Tanaman

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. kandungan karbondioksida mengakibatkan semakin berkurangnya lahan. subur untuk pertanaman padi sawah (Effendi, 2008).

I. PENDAHULUAN. kandungan karbondioksida mengakibatkan semakin berkurangnya lahan. subur untuk pertanaman padi sawah (Effendi, 2008). 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jumlah penduduk yang semakin bertambah pesat setiap tahunnya justru semakin memperparah permasalahan di bidang pertanian. Bukan hanya dari tingkat kebutuhan beras yang

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Polietilen Glikol atau dengan nama IUPEC Alpha-Hydro-Omega- (inert) dengan berat molekul antara Da (Jecfa,1987).

TINJAUAN PUSTAKA. Polietilen Glikol atau dengan nama IUPEC Alpha-Hydro-Omega- (inert) dengan berat molekul antara Da (Jecfa,1987). II. TINJAUAN PUSTAKA A. Polietilen Glikol (PEG) 1. Sifat Kimia Polietilen Glikol atau dengan nama IUPEC Alpha-Hydro-Omega- Hydroxypoly (oxy-1,2-ethanadiol) merupakan senyawa dengan rumus kimia (C 2 H 4

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. merupakan makanan pokok lebih dari separuh penduduk dunia. Berdasarkan

I. PENDAHULUAN. merupakan makanan pokok lebih dari separuh penduduk dunia. Berdasarkan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Padi merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi sangat penting, dan merupakan makanan pokok lebih dari separuh penduduk dunia. Berdasarkan nilai ekonomi

Lebih terperinci

KK : 2.4% Ket: ** ( sangat nyata) tn (tidak nyata) Universitas Sumatera Utara

KK : 2.4% Ket: ** ( sangat nyata) tn (tidak nyata) Universitas Sumatera Utara Lampiran 1. Data pengamatan tinggi tanaman padi (cm) pada umur 3 MST pada P0V1 60.90 60.33 59.33 180.57 60.19 P0V2 53.33 59.00 58.33 170.67 56.89 P0V3 62.97 61.33 60.97 185.27 61.76 P1V1 61.57 60.03 59.33

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dibudidayakan karena padi merupakan tanaman sereal yang paling banyak

I. PENDAHULUAN. dibudidayakan karena padi merupakan tanaman sereal yang paling banyak I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Sebagian besar petani menjadikan tanaman padi sebagai pilihan utama untuk dibudidayakan karena padi merupakan tanaman sereal yang paling banyak dibutuhkan oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Padi merupakan tanaman pangan pokok penduduk Indonesia. Di samping

BAB I PENDAHULUAN. Padi merupakan tanaman pangan pokok penduduk Indonesia. Di samping BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Padi merupakan tanaman pangan pokok penduduk Indonesia. Di samping itu Indonesia merupakan daerah agraris dengan profesi utama penduduknya sebagai petani terutama

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. A. Kacang Hijau

TINJAUAN PUSTAKA. A. Kacang Hijau 4 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kacang Hijau Kacang hijau termasuk dalam keluarga Leguminosae. Klasifikasi botani tanman kacang hijau sebagai berikut: Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Classis

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani FMIPA Universitas

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani FMIPA Universitas 26 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani FMIPA Universitas Lampung dari bulan Februari-Juni 2015. B. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam

Lebih terperinci

Deskripsi Padi Varietas Cigeulis Informasi Ringkas Bank Pengetahuan Padi Indonesia Sumber: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Deskripsi Padi Varietas Cigeulis Informasi Ringkas Bank Pengetahuan Padi Indonesia Sumber: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Deskripsi Padi Varietas Cigeulis Informasi Ringkas Bank Pengetahuan Padi Indonesia Sumber: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi 2008 Nama Varietas Tahun Tetua Rataan Hasil Pemulia Golongan Umur tanaman

Lebih terperinci

V4A2(3) V3A1(1) V2A1(2) V3A1(2) V1A1(1) V5A2(1) V3A2(3) V4A1(3) V1A2(2)

V4A2(3) V3A1(1) V2A1(2) V3A1(2) V1A1(1) V5A2(1) V3A2(3) V4A1(3) V1A2(2) 64 Lampiran 1. Lay Out Penelitian V4A2(3) V3A1(1) V2A1(2) V2A1(3) V4A1(2) V1A1(3) V3A1(3) V2A2(2) V3A1(2) V1A1(1) V5A2(1) V3A2(3) V4A1(3) V4A1(1) V5A1(2) V4A2(1) V2A2(1) V1A2(3) V3A2(2) V4A2(2) V2A1(1)

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya penting dalam

I. PENDAHULUAN. Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya penting dalam I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya penting dalam peradaban manusia. Padi sudah dikenal sebagai tanaman pangan sejak jaman prasejarah.

Lebih terperinci

27 SIMULASI KEKERINGAN DENGAN POLIETILEN GLIKOL(PEG) PADA BENIH BAMBANG LANANG

27 SIMULASI KEKERINGAN DENGAN POLIETILEN GLIKOL(PEG) PADA BENIH BAMBANG LANANG 1 Makalah No. 27 SIMULASI KEKERINGAN DENGAN POLIETILEN GLIKOL(PEG) PADA BENIH BAMBANG LANANG (Michelia champaca ) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN HARA MAKRO BIBIT Drought simulation with Polyethylen

Lebih terperinci

Sumber : Deskripsi Varietas Padi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Sumber : Deskripsi Varietas Padi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi 22 Lampiran 1 Deskripsi Varietas Inpari 13 INPARI 13 Nomor seleksi : OM 1490 Golongan : Cere Umur tanaman : 103 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 101 cm Anakan produktif : 17 Warna kaki : Hijau

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA A. Asam Salisilat 1. Struktur Kimia Asam Salisilat Struktur kimia asam salisilat dan turunannya dapat dilihat pada Gambar 2 : Gambar 2. Struktur kimia asam salisilat dan turunannya

Lebih terperinci

: Kasar pada sebelah bawah daun

: Kasar pada sebelah bawah daun Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Varietas : Ciherang Nomor Pedigree : S 3383-1d-Pn-41-3-1 Asal/Persilangan : IR 18349-53-1-3-1-3/IR Golongan : Cere Bentuk : Tegak Tinggi : 107 115 cm Anakan

Lebih terperinci

LAMPIRAN U1 U2 U3 T2 T3 T1 T3 T1 T2 T1 T2 T3 U4 U5 U6 T1 T3 T2 T1 T3 T2 T2 T3 T1 U7 U8 U9 T3 T1 T2 T2 T1 T3 T3 T1 T2

LAMPIRAN U1 U2 U3 T2 T3 T1 T3 T1 T2 T1 T2 T3 U4 U5 U6 T1 T3 T2 T1 T3 T2 T2 T3 T1 U7 U8 U9 T3 T1 T2 T2 T1 T3 T3 T1 T2 LAMPIRAN Lampiran 1. Bagan Penelitian U U1 U2 U3 T2 T3 T1 T3 T1 T2 T1 T2 T3 U4 U5 U6 T1 T3 T2 T1 T3 T2 T2 T3 T1 U7 U8 U9 T3 T1 T2 T2 T1 T3 T3 T1 T2 Keterangan: U T1 T2 T3 : : Padi Sawah : Padi Gogo : Rumput

Lebih terperinci

Tabel Lampiran 1. Komposisi Kimia Blast Furnace Slag dan Electric Furnace Slag

Tabel Lampiran 1. Komposisi Kimia Blast Furnace Slag dan Electric Furnace Slag LAMPIRAN 38 39 Tabel Lampiran 1. Komposisi Kimia Blast Furnace Slag dan Electric Furnace Slag Kadar total Satuan BF Slag Korea EF Slag Indonesia Fe 2 O 3 g kg -1 7.9 431.8 CaO g kg -1 408 260.0 SiO 2 g

Lebih terperinci

: tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, 3 dan Sumatera Utara Ketahanan terhadap penyakit

: tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, 3 dan Sumatera Utara Ketahanan terhadap penyakit LAMPIRAN 52 Lampiran 1. Deskripsi Varietas Aek Sibundong Nomor pedigri : BP1924-1E-5-2rni Asal persilangan : Sitali/Way Apo Buru//2*Widas Golongan : Cere Umur tanaman : 108-125 hari Bentuk tanaman : Tegak

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang

Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Nama Varietas : Ciherang Kelompok : Padi Sawah Nomor Seleksi : S3383-1d-Pn-41 3-1 Asal Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-3-1//IR19661-131- 3-1///IR64

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Deskripsi Kacang Hijau Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi rakyat Indonesia. Kacang hijau termasuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dibudidayakan. Padi termasuk dalam suku padi-padian (Poaceae) dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dibudidayakan. Padi termasuk dalam suku padi-padian (Poaceae) dan 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Padi Padi merupakan tanaman pertanian kuno yang sampai saat ini terus dibudidayakan. Padi termasuk dalam suku padi-padian (Poaceae) dan merupakan tanaman pangan yang dapat

Lebih terperinci

Lampiran 1. Bagan Lahan Penelitian BLOK IV BLOK III BLOK II BLOK I. 1 m V6 V4 V2 V1 V5 V3 V4 V6 V4 V5 V6 V3 V1 V2 V5

Lampiran 1. Bagan Lahan Penelitian BLOK IV BLOK III BLOK II BLOK I. 1 m V6 V4 V2 V1 V5 V3 V4 V6 V4 V5 V6 V3 V1 V2 V5 Lampiran 1. Bagan Lahan Penelitian BLOK IV BLOK III BLOK II BLOK I V2 a 1 m V1 V3 V5 b 50 cm V6 V4 V2 V1 V5 V3 V4 V6 V4 V5 V6 V3 V1 V2 V5 V4 V3 V6 V1 V2 Keterangan : U a = Jarak antar ulangan. b = Jarak

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deskripsi Karakteristik Varietas Ciherang (Suprihatno et al., 2007).

Lampiran 1. Deskripsi Karakteristik Varietas Ciherang (Suprihatno et al., 2007). LAMPIRAN 29 Lampiran 1. Deskripsi Karakteristik Varietas Ciherang (Suprihatno et al., 2007). CIHERANG Nomor seleksi : S3383-1D-PN-41-3-1 Asal persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/2*IR19661-131-3-1-3//4*IR64

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman dan di Green

METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman dan di Green III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman dan di Green House Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, di Desa Tamantirto,

Lebih terperinci

Lampiran 1. Bagan Penelitian di Rumah Kasa FP USU

Lampiran 1. Bagan Penelitian di Rumah Kasa FP USU Lampiran 1. Bagan Penelitian di Rumah Kasa FP USU U P7 P3 P5 P4 P0 P2 P8 P5 P3 P5 P8 P4 P1 P6 P8 P3 P7 P6 P6 P1 P7 P0 P2 P1 P2 P4 P0 U1 U2 U3 Lampiran 2. Prosedur Metode Bray II Prinsip : P tersedia tanah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Botani Tanaman Bayam Bayam (Amaranthus sp.) merupakan tanaman semusim dan tergolong sebagai tumbuhan C4 yang mampu mengikat gas CO 2 secara efisien sehingga memiliki daya adaptasi

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam sistem taksonomi tumbuhan, menurut Stennis (2010) sorgum

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam sistem taksonomi tumbuhan, menurut Stennis (2010) sorgum 38 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Dalam sistem taksonomi tumbuhan, menurut Stennis (2010) sorgum diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom: Plantae, Divisio: Spermatophyta, Subdivisio: Angiospermae, Class:

Lebih terperinci

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di lahan kering, Desa Gading PlayenGunungkidul Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Bawang Merah

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Bawang Merah II. TINJAUAN PUSTAKA A. Bawang Merah Menurut Rahayu dan Berlian (1999) tanaman bawang merah dapat di klasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Divisio : Plantae : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan jagung. Kedelai termasuk komoditas pertanian yang sangat penting dan

BAB I PENDAHULUAN. dan jagung. Kedelai termasuk komoditas pertanian yang sangat penting dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tanaman kedelai di Indonesia merupakan tanaman pangan setelah padi dan jagung. Kedelai termasuk komoditas pertanian yang sangat penting dan memiliki multi guna karena

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Varietas Burangrang berasal dari segregat silangan alam, diambil

II. TINJAUAN PUSTAKA. Varietas Burangrang berasal dari segregat silangan alam, diambil II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Varietas Kedelai (1) Varietas Burangrang Varietas Burangrang berasal dari segregat silangan alam, diambil dari tanaman petani di Jember, Seleksi lini murni, tiga generasi asal

Lebih terperinci

I. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pertumbuhan Tanaman. tinggi tanaman dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Rerata Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun

I. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pertumbuhan Tanaman. tinggi tanaman dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Rerata Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun 16 1. Tinggi Tanaman (cm) I. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pertumbuhan Tanaman Hasil sidik ragam tinggi tanaman ( lampiran 6 ) menunjukkan perlakuan kombinasi limbah cair industri tempe dan urea memberikan pengaruh

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. vegetasinya termasuk rumput-rumputan, berakar serabut, batang monokotil, daun

II. TINJAUAN PUSTAKA. vegetasinya termasuk rumput-rumputan, berakar serabut, batang monokotil, daun II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Padi Tanaman padi merupakan tanaman tropis, secara morfologi bentuk vegetasinya termasuk rumput-rumputan, berakar serabut, batang monokotil, daun berbentuk pita dan berbunga

Lebih terperinci

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) DENGAN PEMBERIAN KOMPOS BERBAHAN DASAR DAUN KRINYU (Chromolaena odorata L.) Puja Kesuma, Zuchrotus Salamah ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Padi Gogo

TINJAUAN PUSTAKA Padi Gogo 3 TINJAUAN PUSTAKA Padi Gogo Padi gogo adalah budidaya padi di lahan kering. Lahan kering yang digunakan untuk tanaman padi gogo rata-rata lahan marjinal yang kurang sesuai untuk tanaman. Tanaman padi

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Benih Pengertian 2.2. Klasifikasi Umum Tanaman Padi

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Benih Pengertian 2.2. Klasifikasi Umum Tanaman Padi II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Benih 2.1.1. Pengertian Benih adalah biji tanaman yang dipergunakan untuk keperluan dan pengembangan di dalam usaha tani, yang mana memiliki fungsi secara agronomis atau merupakan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi Tanaman Klasifikasi tanaman padi adalah sebagai berikut: Divisi Sub divisi Kelas Keluarga Genus Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Monotyledonae : Gramineae (Poaceae)

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merr.) merupakan tanaman pangan terpenting ketiga

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merr.) merupakan tanaman pangan terpenting ketiga 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kedelai (Glycine max [L.] Merr.) merupakan tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Kebutuhan kedelai terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keluarga remput-rumputan dengan spesies Zea mays L. Secara umum, klasifikasi jagung dijelaskan sebagai berikut :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keluarga remput-rumputan dengan spesies Zea mays L. Secara umum, klasifikasi jagung dijelaskan sebagai berikut : 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Klasifikasi Jagung Menurut Purwono dan Hartono (2005), jagung termasuk dalam keluarga remput-rumputan dengan spesies Zea mays L. Secara umum, klasifikasi jagung dijelaskan

Lebih terperinci

Persilangan IR /IR /Kpts/TP.2240/2/2000, tanggal 25 Februari 2000

Persilangan IR /IR /Kpts/TP.2240/2/2000, tanggal 25 Februari 2000 83 Lampiran 1. Deskripsi Tanaman Padi Varietas Ciherang Asal Golongan No. SK Pelepasan Umur tanaman Bentuk tanaman Tinggi tanaman Anakan produktif Warna kaki Warna batang Warna teling daun Warna lidah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pisang raja bulu (Musa paradisiaca L var. sapientum) merupakan salah

I. PENDAHULUAN. Pisang raja bulu (Musa paradisiaca L var. sapientum) merupakan salah I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Pisang raja bulu (Musa paradisiaca L var. sapientum) merupakan salah satu tanaman buah tropis yang dapat tumbuh baik pada dataran tinggi dengan kisaran ketinggian

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deskripsi varietas padi Inpago 4. Nama varietas : Inpago 4. Anakan produktif : 11 batang

Lampiran 1. Deskripsi varietas padi Inpago 4. Nama varietas : Inpago 4. Anakan produktif : 11 batang LAMPIRAN 48 49 Lampiran 1. Deskripsi varietas padi Inpago 4 Nama varietas : Inpago 4 Nomor seleksi : TB490C-TB-1-2-1 Asal persilangan : Batutegi/Cigeulis/Ciherang Golongan : cere Umur tanaman : 124 hari

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Taksonomi Kedelai Berdasarkan klasifikasi tanaman kedelai kedudukan tanaman kedelai dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) diklasifikasikan sebagai berikut (Cahyono, 2007):

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Penapisan ketahanan 300 galur padi secara hidroponik 750 ppm Fe. Galur terpilih. Galur terpilih

BAHAN DAN METODE. Penapisan ketahanan 300 galur padi secara hidroponik 750 ppm Fe. Galur terpilih. Galur terpilih BAHAN DAN METODE Ruang Lingkup Penelitian Penelitian tentang penapisan galur-galur padi (Oryza sativa L.) populasi RIL F7 hasil persilangan varietas IR64 dan Hawara Bunar terhadap cekaman besi ini dilakukan

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 2. Hasil Analisis Pupuk Kandang Kambing

LAMPIRAN. Lampiran 2. Hasil Analisis Pupuk Kandang Kambing LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil Analisis Awal Tanah Sawah No. Jenis Analisis Nilai* Kriteria** 1. ph (H2O) 4.75 Masam 2. C-Organik (%) 2.18 Sedang 3. N-total (%) 0.20 Rendah 4. P-tersedia (ppm) 6.22 Sangat

Lebih terperinci

J3V3 J1V3 J3V2 J1V2 J3V4 J1V5 J2V3 J2V5

J3V3 J1V3 J3V2 J1V2 J3V4 J1V5 J2V3 J2V5 Lampiran 1. Bagan Percobaan 1 2 3 J2V5 J1V2 J3V1 X X X X X X X X X X J1V4 J2V2 J3V3 X X X X X X X X X X J3V1 J3V4 J1V1 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X J2V3 J1V5 J2V4 X X X X X X X X X X J1V2 J3V5

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deksripsi Varietas Padi CISADANE

Lampiran 1. Deksripsi Varietas Padi CISADANE Lampiran 1. Deksripsi Varietas Padi CISADANE Nomor seleksi : B2484B-PN-28-3-MR-1 Asal persilangan : Pelita I-1/B2388 Golongan : Cere, kadang-kadang berbulu Umur tanaman : 135-140 hari Bentuk tanaman :

Lebih terperinci

Lampiran 1. Bagan penelitian pengambilan sampel

Lampiran 1. Bagan penelitian pengambilan sampel Lampiran 1. Bagan penelitian pengambilan sampel plot 1 plot 2 plot 3 plot 4 plot 5 plot 6 plot 7 Lampiran 2. Prosedur pengamatan jumlah kromosom PENGAMATAN JUMLAH KROMOSOM Metode : Darnaedi (1992), Lin

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian 10 BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikarawang, Dramaga, Bogor. Sejarah lahan sebelumnya digunakan untuk budidaya padi konvensional, dilanjutkan dua musim

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. peranan penting dalam pembangunan nasional. Keberhasilan pembangunan

I. PENDAHULUAN. peranan penting dalam pembangunan nasional. Keberhasilan pembangunan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Sektor pertanian tanaman pangan merupakan sektor pertanian yang memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Keberhasilan pembangunan sektor pertanian

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Teknologi Benih dan Pemuliaan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Teknologi Benih dan Pemuliaan 30 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Teknologi Benih dan Pemuliaan Fakultas Pertanian Universitas Lampung mulai bulan Agustus sampai Oktober

Lebih terperinci

PENGARUH KONSENTRASI ETANOL DAN LAMA PENDERAAN PADA VIABILITAS BENIH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) VARIETAS OVAL

PENGARUH KONSENTRASI ETANOL DAN LAMA PENDERAAN PADA VIABILITAS BENIH TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) VARIETAS OVAL J. Agrotek Tropika. ISSN 27-4 24 Jurnal Agrotek Tropika 1():24-251, 21 Vol. 1, No. : 24 251, September 21 PENGARUH KONSENTRASI ETANOL DAN LAMA PENDERAAN PADA VIABILITAS BENIH TOMAT (Lycopersicon esculentum

Lebih terperinci

Analisis Kinerja Pita Tanam Organik sebagai Media Perkecambahan Benih Padi (Oryza sativa L.) Sistem Tabela dengan Desain Tertutup dan Terbuka

Analisis Kinerja Pita Tanam Organik sebagai Media Perkecambahan Benih Padi (Oryza sativa L.) Sistem Tabela dengan Desain Tertutup dan Terbuka (In Press) Analisis Kinerja Pita Tanam Organik sebagai Media Perkecambahan Benih Padi (Oryza sativa L.) Sistem Tabela dengan Desain Tertutup dan Terbuka Nurwahyuningsih, Musthofa Lutfi, Wahyunanto Agung

Lebih terperinci

Pertumbuhan tanaman dan produksi yang tinggi dapat dicapai dengan. Pemupukan dilakukan untuk menyuplai unsur hara yang dibutuhkan oleh

Pertumbuhan tanaman dan produksi yang tinggi dapat dicapai dengan. Pemupukan dilakukan untuk menyuplai unsur hara yang dibutuhkan oleh 45 4.2 Pembahasan Pertumbuhan tanaman dan produksi yang tinggi dapat dicapai dengan memperhatikan syarat tumbuh tanaman dan melakukan pemupukan dengan baik. Pemupukan dilakukan untuk menyuplai unsur hara

Lebih terperinci

INDUKSI PEMBENTUKAN SENYAWA SEKUNDER TANAMAN SIDAGURI (Sida rhombifolia Linn) MELALUI PERLAKUAN CEKAMAN AIR

INDUKSI PEMBENTUKAN SENYAWA SEKUNDER TANAMAN SIDAGURI (Sida rhombifolia Linn) MELALUI PERLAKUAN CEKAMAN AIR tanaman sudah mengalami recovery setelah perlakuan cekaman. Analisis Data Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 10 ulangan. Untuk mengetahui

Lebih terperinci

LAMPIRAN. No. Parameter Tanah Gambut* Keterangan **

LAMPIRAN. No. Parameter Tanah Gambut* Keterangan ** 46 LAMPIRAN Lampiran 1. Analisis Awal Tanah Gambut No. Parameter Tanah Gambut* Keterangan ** 1. 2.. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. ph (H 2 O) DHL (mmhos/cm) K-dd (me/100 g); (%) Na-dd (me/100 g); (%) Ca-dd

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. yang digunakan pada saat pengamatan adalah alat ukur/penggaris, timbangan

III. BAHAN DAN METODE. yang digunakan pada saat pengamatan adalah alat ukur/penggaris, timbangan III. BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih dari 60 hari, bertempat di Laboratorium Agronomi dan Green House Kebun Percobaan Universitas Muhammadiyah Malang,

Lebih terperinci

PENGUJIAN KERAGAAN KARAKTER AGRONOMI GALUR-GALUR HARAPAN PADI SAWAH TIPE BARU (Oryza sativa L) Oleh Akhmad Yudi Wibowo A

PENGUJIAN KERAGAAN KARAKTER AGRONOMI GALUR-GALUR HARAPAN PADI SAWAH TIPE BARU (Oryza sativa L) Oleh Akhmad Yudi Wibowo A PENGUJIAN KERAGAAN KARAKTER AGRONOMI GALUR-GALUR HARAPAN PADI SAWAH TIPE BARU (Oryza sativa L) Oleh Akhmad Yudi Wibowo A34403066 PROGRAM STUDI PEMULIAAN TANAMAN DAN TEKNOLOGI BENIH FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Padi Varietas Way Apoburu Pupuk dan Pemupukan

TINJAUAN PUSTAKA Padi Varietas Way Apoburu Pupuk dan Pemupukan 4 TINJAUAN PUSTAKA Padi Varietas Way Apoburu Padi sawah dapat dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu : padi sawah (lahan yang cukup memperoleh air, digenangi waktu-waktu tertentu terutama musim tanam sampai

Lebih terperinci

I. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian telah dilaksanakan dengan percobaan rumah kaca pada bulan

I. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian telah dilaksanakan dengan percobaan rumah kaca pada bulan I. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian telah dilaksanakan dengan percobaan rumah kaca pada bulan Februari-Juli 2016. Percobaan dilakukan di Rumah Kaca dan laboratorium Kimia

Lebih terperinci

PENUNTUN PRAKTIKUM EKOFISIOLOGI TUMBUHAN. Disusun oleh: Ni Luh Arpiwi, S.Si., M.Sc., Ph.D

PENUNTUN PRAKTIKUM EKOFISIOLOGI TUMBUHAN. Disusun oleh: Ni Luh Arpiwi, S.Si., M.Sc., Ph.D PENUNTUN PRAKTIKUM EKOFISIOLOGI TUMBUHAN Disusun oleh: Ni Luh Arpiwi, S.Si., M.Sc., Ph.D PRODI BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 04 DAFTAR ISI. CEKAMAN GARAM TERHADAP PERTUMBUHAN KCANG

Lebih terperinci

Reagen (PA) Konsentrasi mg/l CaCl 2.2H 2 O K 2 SO mm. 195 mg/l MgSO 4.7H 2 O. 12 mg/l Ket: 1 mm = 300 mg/l.

Reagen (PA) Konsentrasi mg/l CaCl 2.2H 2 O K 2 SO mm. 195 mg/l MgSO 4.7H 2 O. 12 mg/l Ket: 1 mm = 300 mg/l. 47 Lampiran 1. Komposisi Media Larutan Hara Minimum Miftahudin (00). Reagen (PA) Konsentrasi mg/l CaCl.H O 0,40 mm 10 mg/l K SO4 0.65 mm 195 mg/l MgSO 4.7H O 0.8 mm 75 mg/l NH 4 Cl 0.01 mm 3 mg/l NH 4

Lebih terperinci

KOLEKSI VARIETAS UNGGULAN PROVINSI SUMATERA BARAT

KOLEKSI VARIETAS UNGGULAN PROVINSI SUMATERA BARAT KOLEKSI VARIETAS UNGGULAN PROVINSI SUMATERA BARAT Obyek koleksi varietas Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMB-TPH) pada Tahun 2016, selain berupa

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1 Deskripsi dan gambar varietas tanaman padi. 1. Deskripsi Varietas Padi Ciherang (Suprihatno et al. 2009)

LAMPIRAN. Lampiran 1 Deskripsi dan gambar varietas tanaman padi. 1. Deskripsi Varietas Padi Ciherang (Suprihatno et al. 2009) 40 LAMPIRAN Lampiran 1 Deskripsi dan gambar varietas tanaman padi 1. Deskripsi Varietas Padi Ciherang (Suprihatno et al. 2009) Nomor seleksi : S3383-1D-PN-41-3-1 Asal persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/3*IR19661-131-3-1-3//4*IR64

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman sayur yang dikonsumsi

I. PENDAHULUAN. Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman sayur yang dikonsumsi 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman sayur yang dikonsumsi masyarakat dalam bentuk segar. Warna, tekstur, dan aroma daun selada dapat

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN TIGA JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capssicum annum L.)

PENGARUH PEMBERIAN TIGA JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capssicum annum L.) J. Agrotek Tropika. ISSN 2337-4993 172 Vol. 1, No. 2: 172 178, Mei 2013 PENGARUH PEMBERIAN TIGA JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capssicum annum L.) Mutiara

Lebih terperinci

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung.

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. I. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2010 sampai dengan panen sekitar

Lebih terperinci

J u r n a l A g r o h i t a V o l u m e 2 N o m o r 1 T a h u n

J u r n a l A g r o h i t a V o l u m e 2 N o m o r 1 T a h u n J u r n a l A g r o h i t a V o l u m e 2 N o m o r 1 T a h u n 2 0 1 8 38 PENGARUH PENGAIRAN DAN PEMBERIAN PUPUK (N) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI SALIBU ( Oryza sativa L.) Syawaluddin

Lebih terperinci

Pengaruh Asam Sitrat terhadap Pertumbuhan Kecambah Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas Situ Bagendit di Bawah Cekaman Aluminium

Pengaruh Asam Sitrat terhadap Pertumbuhan Kecambah Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas Situ Bagendit di Bawah Cekaman Aluminium Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 16 (3): 139-146 http://www.jptonline.or.id ISSN 141-52 eissn Online 247-178 Pengaruh Asam Sitrat terhadap Pertumbuhan Kecambah Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2011 sampai dengan panen sekitar

Lebih terperinci

PENGARUH JARAK TANAM DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Oleh : Budi Al Hadi.

PENGARUH JARAK TANAM DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Oleh : Budi Al Hadi. PENGARUH JARAK TANAM DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Oleh : Budi Al Hadi Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon antara perlakuan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman kailan sebagai berikut:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman kailan sebagai berikut: 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kailan (Brassica oleracea) Klasifikasi tanaman kailan sebagai berikut: Kingdom Divisi Subdivisi Kelas Famili Genus : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledonae

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan bijibijian

I. PENDAHULUAN. Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan bijibijian I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan bijibijian dari keluarga rumput-rumputan. Jagung merupakan tanaman serealia yang menjadi

Lebih terperinci

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan waktu penelitian. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Dusun Tegalrejo, Taman Tirto,

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan waktu penelitian. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Dusun Tegalrejo, Taman Tirto, III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Dusun Tegalrejo, Taman Tirto, Kasihan, Bantul dan di Laboratorium Penelitian Fakultas Pertanian Universitas

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN VARIETAS KELAPA SAWIT DENGAN PERLAKUAN DOSIS PUPUK NITROGEN DI PEMBIBITAN UTAMA

PERTUMBUHAN VARIETAS KELAPA SAWIT DENGAN PERLAKUAN DOSIS PUPUK NITROGEN DI PEMBIBITAN UTAMA PERTUMBUHAN VARIETAS KELAPA SAWIT DENGAN PERLAKUAN DOSIS PUPUK NITROGEN DI PEMBIBITAN UTAMA Muhammad Afrillah 1*, Chairani Hanum 2, Abdul Rauf 2 1 Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Agroteknologi, Fakultas

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA A.

II. TINJAUAN PUSTAKA A. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Padi (Varietas Ciherang) Padi merupakan kebutuhan vital bagi manusia Indonesia sehari-hari, disebabkan setiap hari orang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Untuk menjaga

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian. Bahan dan Alat. Metode Penelitian

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian. Bahan dan Alat. Metode Penelitian BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikarawang, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Penelitian dimulai pada bulan Desember 2010 sampai dengan April 2011.

Lebih terperinci

Lampiran 1. Deskripsi padi varietas Ciherang (Supriatno et al., 2007)

Lampiran 1. Deskripsi padi varietas Ciherang (Supriatno et al., 2007) Lampiran 1. Deskripsi padi varietas Ciherang (Supriatno et al., 2007) Asal persilangan : IR 18349-53-1-3-1-3/IR 19661-131-3-1//IR 19661-131-3-1///IR 64////IR 64 Umur tanaman : 116-125 hari Bentuk tanaman

Lebih terperinci

Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai Oktober 2014 di Rumah Kaca. Lapangan Terpadu dan Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman

Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai Oktober 2014 di Rumah Kaca. Lapangan Terpadu dan Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai Oktober 2014 di Rumah Kaca Lapangan Terpadu dan Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pokok bagi sebagian besar rakyat di Indonesia. Keberadaan padi sulit untuk

I. PENDAHULUAN. pokok bagi sebagian besar rakyat di Indonesia. Keberadaan padi sulit untuk 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman terpenting di Indonesia. Hal ini karena padi merupakan tanaman penghasil beras. Beras adalah makanan pokok bagi sebagian

Lebih terperinci

Potensi Hasil : 5-8,5 ton/ha Ketahanan : Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3 Terhadap Hama. Ketahanan. Terhadap Penyakit

Potensi Hasil : 5-8,5 ton/ha Ketahanan : Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3 Terhadap Hama. Ketahanan. Terhadap Penyakit LAMPIRAN 30 31 Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Nama Varietas : Ciherang Kelompok : Padi sawah Nomor Seleksi : S3383-1d-Pn-41 3-1 Asal persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-31//IR19661131-3-

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Terpadu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Terpadu 14 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Oktober 2014 hingga Maret

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan turut meningkatkan

I. PENDAHULUAN. Pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan turut meningkatkan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan turut meningkatkan kebutuhan makanan yang bernilai gizi tinggi. Bahan makanan yang bernilai gizi tinggi

Lebih terperinci

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI VARIETAS MEKONGGA TERHADAP KOMBINASI DOSIS PUPUK ANORGANIK NITROGEN DAN PUPUK ORGANIK CAIR

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI VARIETAS MEKONGGA TERHADAP KOMBINASI DOSIS PUPUK ANORGANIK NITROGEN DAN PUPUK ORGANIK CAIR RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI VARIETAS MEKONGGA TERHADAP KOMBINASI DOSIS PUPUK ANORGANIK NITROGEN DAN PUPUK ORGANIK CAIR Oleh : Yudhi Mahmud Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra, Jawa Barat

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Terpadu dan Laboratorium

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Terpadu dan Laboratorium 13 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari

Lebih terperinci

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teoritis 2.1.1. Tanaman Gandum Tanaman gandum (Triticum aestivum L) merupakan jenis dari tanaman serealia yang mempunyai tektur biji yang keras dan bijinya terdiri dari

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. A. Kacang Tunggak. Kacang tunggak (Vigna unguiculata L. Walp) termasuk keluarga

TINJAUAN PUSTAKA. A. Kacang Tunggak. Kacang tunggak (Vigna unguiculata L. Walp) termasuk keluarga II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kacang Tunggak Kacang tunggak (Vigna unguiculata L. Walp) termasuk keluarga Leguminoceae. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Afrika Barat yang didasarkan atas keberadaan tetuanya,

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 32 meter di atas permukaan

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat ± 32 meter di atas permukaan 13 diinduksi toleransi stres dan perlindungan terhadap kerusakan oksidatif karena berbagai tekanan (Sadak dan Mona, 2014). BAHAN DAN METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan

Lebih terperinci

J u r n a l A g r o h i t a V o l u m e 2 N o m o r 1 T a h u n

J u r n a l A g r o h i t a V o l u m e 2 N o m o r 1 T a h u n J u r n a l A g r o h i t a V o l u m e 2 N o m o r 1 T a h u n 2 0 1 8 44 PENGARUH TINGGI PEMOTONGAN DAN PEMBERIAN PUPUK BIOBOOST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI SALIBU (Oryza sativa L.)

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dan laboratorium Ilmu Tanah Fakultas

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dan laboratorium Ilmu Tanah Fakultas 21 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dan laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Waktu penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April hingga

Lebih terperinci

HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN STAF LAB. ILMU TANAMAN

HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN STAF LAB. ILMU TANAMAN HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN STAF LAB. ILMU TANAMAN FUNGSI AIR Penyusun tubuh tanaman (70%-90%) Pelarut dan medium reaksi biokimia Medium transpor senyawa Memberikan turgor bagi sel (penting untuk pembelahan

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Januari 2014 di

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Januari 2014 di BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2013- Januari 2014 di Laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Lampung dan Laboratorium Rekayasa Sumber

Lebih terperinci

PENGARUH BENTUK DAN DOSIS PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) LOKAL MADURA SKRIPSI

PENGARUH BENTUK DAN DOSIS PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) LOKAL MADURA SKRIPSI PENGARUH BENTUK DAN DOSIS PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) LOKAL MADURA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Padi merupakan komoditas utama penduduk Indonesia. Kebutuhan beras terus meningkat setiap tahun seiring dengan peningkatan penduduk (Sinar Tani 2011). Beras merupakan bahan

Lebih terperinci

TATA CARA PENELITIN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian

TATA CARA PENELITIN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian III. TATA CARA PENELITIN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di areal perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Lebih terperinci

Lampiran 1. Jadwal Kerja Penelitian

Lampiran 1. Jadwal Kerja Penelitian Lampiran 1. Jadwal Kerja Penelitian Bulan dan Minggu Pelaksanaan Penelitian (Tahun 2012/2013) No. Kegiatan Oktober Nopember Desember Januari Pebruari Maret April 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) memiliki sistem perakaran yang

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) memiliki sistem perakaran yang 17 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) memiliki sistem perakaran yang terdiri dari akar tunggang, akar sekunder yang tumbuh dari akar tunggang, serta akar cabang yang

Lebih terperinci