BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif, yaitu untuk menjelaskan hubungan antara jumlah zat gizi pada makanan balita, frekuensi makan balita, jenis zat gizi yang dikonsumsi balita dengan status gizi balita. B. Tempat dan Waktu Penelitian Pengambilan data dilakukan di desa Somakaton kecamatan Somagede kabupaten Banyumas pada bulan Mei sampai Agustus 2005. C. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang tinggal di desa Somakaton, berumur 2 sampai dengan 5 tahun, dan sudah disapih. Seluruh unit populasi dijadikan sampel penelitian, sebanyak 34 balita. D. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Sumber data yang diperoleh meliputi : 1. Data Primer Data yang diperoleh langsung dari obyek yang diteliti yaitu balita dan orang tua balita di desa Somakaton. Data tersebut diantaranya: a Berat badan balita, dikumpulkan dengan cara pengukuran langsung pada balita, menggunakan timbangan dacin dengan kapasitas 25 Kg, ketelitian 0,1 Kg. b Umur balita, ditanyakan berdasarkan kuesioner dan KMS balita c Jenis kelamin, diperoleh dari kuesioner dan KMS balita. d Pendidikan orangtua dikumpulkan dengan cara wawancara langsung dengan ibu balita. e Konsumsi makanan balita dikumpulkan dengan cara recall 24 jam. 15
2. Data Sekunder Data yang dikutip dari Pemerintahan Desa Somakaton dan Puskesmas. Data tersebut meliputi : a. Data jumlah penduduk, sumber berasal dari Pemerintahan Somakaton b. Data jumlah populasi, sumber berasal dari Puskesmas. c. Mata Pencaharian penduduk sumber berasal dari Pemerintahan Desa Somakaton. E. Pengolahan dan Analisis Data Data yang diperoleh diedit, untuk diperiksa data diolah menggunakan alat bantu komputer program SPSS for Windows versi 10. Proses pengolahan data sebagai berikut : 1. Tingkat Konsumsi Energi Data konsumsi makanan balita didapatkan dari hasil recall 24 jam selama 10 hari. Tingkat Konsumsi Energi dihitung dengan menggunakan rumus : Konsumsi Energi Balita Tingkat Konsumsi Energi Balita = X 100% AKG energi balita AKG energi balita = BB Aktual X AKG energi pada tabel BB Standar (dalam tabel) Hasil dari tingkat konsumsi energi dikategorikan menjadi defisit dan tidak defisit. Defisit meliputi : defisit tingkat berat apabila < 70 %, defisit tingkat sedang apabila 70-79 %, defisit tingkat ringan apabila 80 89 %.Tidak defisit meliputi normal apabila 90 119 %, dan lebih apabila >119. 2. Tingkat Konsumsi Protein Data konsumsi protein untuk balita didapatkan dari hasil recall 24 jam. Setelah diedit, diolah menggunakan rumus : Konsumsi Protein Balita Tingkat Konsumsi Protein Balita X 100%
AKG Protein balita BB Aktual AKG Protein balita = X AKG protein pada tabel BB Standar (dalam tabel) Hasil dari tingkat konsumsi protein dikategorikan menjadi defisit dan tidak defisit. Defisit meliputi : defisit tingkat berat apabila < 70 %, defisit tingkat sedang apabila 70-79 %, defisit tingkat ringan apabila 80 89 %.Tidak defisit meliputi normal apabila 90 119 %, dan lebih apabila >119. 3. Jenis makanan di Konsumsi Balita Makan makanan yang beraneka ragam sabngat bermanfaat bagi kesehatan sebab kekurangan atau kelangkaan zat tertentu, pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Makan makanan yang lengkap yaitu yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, buah. Kategori yang dipakai dalam pengolahan data ini yaitu lengkap dan tidak lengkap. 4. Frekuensi Makan Balita Frekuensi makan yang baik untuk anak 2 sampai dengan 5 tahun adalah 3 kali dalam sehari atau lebih. Untuk mempermudah pengolahan data kategori yang dipakai adalah berapa kali balita makan dalam sehari. 5. Status Gizi - Pengolahan data untuk status gizi dihitung berdasarkan WHO NCHS, kategori yang dipakai yaitu gizi baik, meliputi gizi lebih dengan Z_scor >+2SD dan gizi baik dengan dengan Z_score terletak antara - 2 SD sampai dengan +2 SD. KEP, meliputi gizi kurang bila Z_Score terletak antara - 3 SD sampai dengan < -2 SD dan gizi buruk bila Z_Score terletak < -3 SD
Setelah data diolah dilakukan analisis data dengan uji statistik. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square. F. Definisi Operasional TABEL 2 DEFINISI OPERSIONAL No Variabel Definisi Operasional Instrumen Skala 1 Variabel Keadaan yang diakibatkan oleh Data BB : Terikat : seimbang atau tidak seimbangnya Dacin Status Gizi antara asupan gizi dengan zat Data U; yang dibutuhkan diukur dengan Akte Kelahiran cara antropometri dan dianalisis dan KMS dengan cara Z scor indeks BB/U standar WHO NCHS, kemudian dikategorikan menjadi gizi baik dan KEP. Bahan makanan yang dikonsumsi 2. Variabel bebas: balita yang berpengaruh terhadap Nominal Jenis bahan pertumbuhan balita, dinilai makanan dikonsumsi berdasarkan banyaknya macam makanan yang dikonsumsi balita sehari-hari berdasarkan patokan makanan seimbang yaitu lengkap dan tidak lengkap. Jumlah berapa kali makanan Frekuensi utama balita dalam waktu 24, makan diaktegorikan menjadi baik dan kurang. Jumlah energi yang dikonsumsi
Tingkat perorang perhari dibandingkan konsumsi energi dengan angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG) energi dikalikan 100 %, dikategorikan menjadi defisit dan tidak defisit. Jumlah protein yang dikonsumsi perorang perhari dibandingkan dengan angka kecukupan gizi (AKG) Protein, dikalikan 100 %, Tingkat dikategorikan menjadi defisit dan konsumsi tidak defisit. protein