Modul ke: Manajemen Persediaan PENENTUAN JUMLAH PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL STOKASTIK (PROBABILITAS) Fakultas EKONOMI & BISNIS Hidayat Wiweko,S.E.,M.Si. Program Studi Manajemen
MODUL 5 : PENENTUAN JUMLAH PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL STOKASTIK (PROBABILITAS) Istilah persediaan (inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukan segala sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan. Permintaan akan sumber daya mungkin internal atau pun eksternal.ini meliputi persediaan bahan mentah, bahan dalam proses, barang jadi atau produk akhir. Jenis persediaan ini sering disebut dengan istilah persediaan keluaran produk. Banyak organisasi juga menyimpan jenis-jenis persediaan lain, seperti uang, ruangan phisik (bangunan pabrik), peralatan dan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan akan produk dan jasa.
ADAPUN BEBERAPA MACAM MODEL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGHITUNG ATAU MENENTUKAN JUMLAH PERSEDIAAN DIANTARANYA YAITU : 1. EOQ Model Model Simple lot size Model Deterministik Model Sensitivitas Model Stokastis (Probabilistik) Model Angsuran
MODEL STOKASTIK (Probabilitas) bilit Model Stokastik mengandung unsur acak atau distribusi peluang, sehingga tidak hanya membuat penaksiran keluaran yang definitif tetapi juga disertai dengan deviasi (variance). Semakin besar ketidakpastian akan tingkah laku suatu sistem, semakin penting penerapan p model stokastik. Proses seperti kelahiran, migrasi, kematian dan konversi kimia cendrung terjadi secara acak. Tingkah laku sistem dapat terjadi deterministik apabila kuantitas besar dilibatkan, artinya variasi yang kecil tidak begitu berati dalam taksiran yang dihasilkan model.
TUJUAN Model-model yang dibahas sebelumnya semuanya merupakan model-model deterministik (yaitu semua parameter dianggap telah diketahui dengan pasti). Dalam kenyataannya adalah sering terjadi parameter-parameter tersebut merupakan nilai-nilai yang tidak pasti, satu atau lebih parameter-parameter berikut ini dapat merupakan variabel-variabel acak : PERMINTAAN TAHUNAN (D) PERMINTAAN HARIAN (d) PERMINTAAN PEMESANAN (S) PERMINTAAN HARIAN (d) BIAYA SHORTAGE (B) BIAYA PENYIMPANAN (H) HARGA (C)
TUJUAN Model-model d l EOQ sebelumnya dapat tidak peka terhadap perubahanperubahan D, H, S atau B. Suatu model persediaan stokastik (probabilistik) atau simulasi merupakan metoda yang valid dalam penentuan EOQ (Economic Order Quantity). Safety stock inii menyediakan sejumlah persediaan selama lead time. Tujuan dari model ini adalah menentukan besarnya safety stocks (persediaan pengaman) untuk meminimumkan expected cost of shortages (biaya kehabisan bahan) dan holding safety stocks atau menentukan kuantitas safety stock dimana E(MHC=E(MSC)
E(MHC) = Expected Marginal Holding Cost (Biaya penyimpanan tambahan yang diperkirakan) bila sejumlah n unit tambahan disimpan. E(MSC) = Expected Marginal Shortage Cost(Biaya tambahan karena kehabisan bahan yang diperkirakan) bila sejumlah dan unit diminta tetapi tidadk tersedia dalam persediaan. Karena persediaan pengaman disimpan sepanjang tahun, probabilitas penyimpanan unit terakhir dianggap =1. Jadi, E(MHC=1(MHC)=H. Kehabisan persediaan akan terjadi apabila permintaan selama lead-time (d L) lebih besar dari titik pemesanan kembali R. Sehingga, E(MSC) bpenyimpanan R unit padda waktu pemesanan kembali adalah sama dengan P (d L > R) (MSC). Hal ini menghasilkan : H = P (d L > R) (MSC) = [ 1 P (dl R )] (MSC)
Biaya penyimpanan marjinal setiap tambahan unit dalam persediaan pengaman untuk satu tahun adalah konstan dan sama dengan H (Rp/ unit/ tahun). Biaya kehabisan persediaan marjinal juga konstan dan sama dengan biaya kehabisan persediaan B (Rp/ Unit) kali jumlah kekurangan bahan yang terjadi dalam satu tahun (D/Q), yaitu : Biaya kehabisan bahan marjinal tahunan = B D/Q RUMUSAN PROBABILITASNYA : Biaya persediaan total yang diperkirakan (expected total cost): E (TC) = biaya penyimpanan + biaya pemesanan + E E (TC) = biaya penyimpanan + biaya pemesanan + E (Biaya kehabisan persediaan).
Any Questions?????
Terima Kasih Hidayat Wiweko,S.E.,M.Si.