BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1 SDN Mangunsari 07 Salatiga Eksperimen % 2 SDN 03 Karangrejo Kontrol

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

an SDN Giyanti Kelompok Kontrol SDN 01 Mungseng Kelompok Eksperimen Jumlah sampel penelitaian 50

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Minimu Maximum Mean

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada materi Himpunan MTs Aswaja

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan Eksperimen Kontrol Jumlah Seluruhnya 59

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. peneliti melakukan dokumentasi berupa foto-foto selama penelitian berlangsung.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kec. Kedungwaru Tulungagung tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini berlokasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cilegon yang berlokasi di Jl.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitiam. Variabel-variabel yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1 IVA 23 50% Kontrol 2 1VB 23 50% Eksperimen Jumlah %

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN. hanya pada ranah kognitif. Tes hasil belajar sebelum diperlakukan diberi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

Tabel 18 Deskripsi Data Tes Awal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Al Huda Bandung Kabupaten Tulungagung.

SURAT PERSETUJUAN MENJADI SAMPLE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya. sedangkan di kelas kontrol tidak diberi perlakuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2012/2013. SMP Negeri 3 Kaloran terletak 6 KM dari pusat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data Hasil Belajar Pretest Kelas Van Hiele dan Bruner

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskripsi Subjek dan Pelaksanaan Penelitian Gambaran Umum Subjek penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah. Jumlah Seluruhnya 60. Tabel 10.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. pengaruh metode pembelajaran kooperatif Team Assisted

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Gambaran Subyek Penelitian Penelitian adalah jenis penelitian quasi eksperimen atau eksperimen semu dimana ada dua kelompok yang dijadikan sebagai subyek penelitian; pertama adalah kelompok eksperimen dan kedua adalah kelompok kontrol. Subyek yang dijadikan dalam penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Pendowo 03 dan Sekolah Dasar Negeri Pendowo 02 Kab Temanggung, dimana siswa SDN Pendowo 03 Kab Temanggung dijadikan sebagai kelompok eksperimen dan siswa SDN Pendowo 02 Kab Temanggung dijadikan sebagai kelompok kontrol. Total subyek penelitian dari masing-masing kelompok ini berjumlah 13 siswa untuk kelompok eksperimen, dan 17 siswa untuk kelompok kontrol. Untuk lebih memperjelas gambaran subyek, berikut disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian No Kelompok Sekolah Jumlah Siswa 1 Eksperimen SDN Pendowo 03 Kab Temanggung 13 2 Kontrol SDN Pendowo 02 Kab Temanggung 17 Total Subyek Penelitian 30 Selain itu, deskripsi lain yang dapat disajikan dalam tabel berikut ini adalah distribusi subyek berdasarkan jenis kelamin. Adapun rinciannya dapat dilihat pada tabel berikut ini: 45

46 Tabel 4.2 Deskripsi Subyek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin No Kelompok Sekolah 1 Eksperimen SDN Pendowo 03 Kab Temanggung 2 Kontrol SDN Pendowo 02 Kab Temanggung Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan 8 5 13 7 10 17 Berdasarkan pada tabel di atas diketahui bahwa pada kelompok eksperimen, subyek penelitian dari kelompok eksperimen yaitu siswa kelas V SDN Pendowo 03 Kab Temanggung, siswa yang laki-laki berjumlah 8 siswa dan perempuan berjumlah 5 siswa. Pada kelompok kontrol, yaitu pada siswa kelas V SDN Pendowo 02 Kab Temanggung, siswa berjenis kelamin laki-laki berjumlah 7 siswa dan siswa perempuan berjumlah 10 siswa. 4.1.2. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian pada SDN Pendowo 03 Kab Temanggung dan SDN 02 Pendowo Kab Temanggung tahun pelajaran 2012/2013 dilakukan empat kali pertemuan. Jadwal kegiatan yang dilaksanakan dicantumkan pada tabel berikut ini: Tabel 4.3 Jadwal Kegiatan Penelitian di SDN Pendowo 03 dan SDN Pendowo 02 Kab Temanggung tahun pelajaran 2011/2012 No Hari/tanggal Uraian Kegiatan 1 Kamis, 28 Maret 2012 Uji validitas data 2 Sabtu, 31 Maret 2012 Perkenalan dengan siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol 3 Sabtu, 7 April 2012 Memberikan pretest pada

47 kelas eksperimen dan kelas kontrol 4 Kamis, 12 April 2012 Pemberian pengajaran dengan model pembelajaran cooperatitive tipe Jigsaw pada kelompok eksperimen Pengajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol Memberikan posttest 4.1.3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Tahap yang perlu dilakukan sebelum melakukan uji beda hasil belajar antara sebelum dan setelah menerima perlakuan dengan metode pembelajaran eksperimen, maka perlu dilakukan uji normalitas data. Dalam statistik non parametrik, normalitas dibutuhkan untuk melihat sebaran data terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas menggunakan Analyze non parametric test One Sampel Kolmogorov Smirnov. Hasil pengujiannya tersajikan pada tabel berikut di bawah ini: Tabel 4.4 Uji Normalitas Data S t One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Eksperimen kontrol N 13 17 Normal Parameters a Mean 84.6154 56.4706 Std. Deviation 11.62998 8.79714 Most Extreme Differences Absolute.129.187 Positive.108.122 Negative -.129 -.187 Kolmogorov-Smirnov e Z.464.770 Asymp. Sig. (2-tailed).983.593 a. Test distribution is Normal.

48 esetelah dilakukan pengujian dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, diketahui bahwa data hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan signifikansi 2 tailed sebesar 0.983 atau lebih besar dari p 0.05. Demikian juga hasil belajar pada kelompok kontrol. Setelah dilakukan pengujian ditemukan bahwa hasil belajar pada kelompok kontrol juga berdistribusi normal. Ini dibuktikan dengan signifikansi 2 tailed sebesar 0.953 atau lebih besar dari p 0.05. b. Uji Homogenitas Setelah dilakukan uji normalitas, syarat berikut yang perlu dipenuhi untuk melakukan uji beda dalam penelitian ini adalah menguji homogenitas. Uji homogenitas dimaksudkan apakah suatu data mempunyai varians yang sama di antara anggota grup data tersebut. Untuk pengujian homogenitas, digunakan alat uji yang disebut Levene s Test. Hasil pengujian homogenitas data hasil belajar siswa kelas V SDN Pendowo 03 Kab Temanggung, dan data hasil belajar siswa kelas V Pendowo 03 Kab Temanggung, tersaji pada tabel berikut ini: Tabel 4.5 Uji Homogenitas Data Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Hasilbelajar Equal variances assumed.523.476 Equal variances not assumed Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa F 0.523 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.476 atau lebih besar dari p 0.05. Dengan

49 demikian dapat dikatakan bahwa data hasil belajar siswa baik pretest maupun posttest memiliki variansi yang homogen. 4.2. Analisis Data Dalam penelitian ini, diawali dengan memberikan tes yaitu pretest kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pretest yang diberikan dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar awal dari kedua kelompok ini. Hasil belajar awal inilah yang kemudian nantinya diperbandingkan dengan hasil belajar (posttest) setelah diberikan perlakuan. Untuk melakukan analisis data, langkah-langkah lewati antara lain: (1) melakukan skoring dalam tabulasi data (2) input data pada komputer; (3) perhitungan dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows; (4) analisis data. 4.2.1. Analisis Deskripitif Variabel Penelitian a. Analisis deskriptif hasil belajar pretest kelas eksperimen Sebelum dilakukan analisis deskriptif, perlu dilakukan distribusi frekuensi hasil pretest kelas eksperimen. Untuk menggunakan tinggi rendahnya perolehan pada variabel kelas eksperimen, digunakan 5 kategori pada SDN Pendowo 03 yaitu: baik sekali, baik, cukup, hampir cukup dan kurang. Sedangkan penentuan interval kelas, digunakan persamaan berikut ini: Berikut disajikan distribusi frekuensi hasil belajar pretest pada kelompok eksperimen, dalam tabel di bawah ini:

50 Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Eksperimen SDN Pendowo 03 Kab Temanggung No Kategori Interval Frekuensi Prosentase 1 Baik sekali 81 100 0 0 % 2 Baik 61 80 0 0 % 3 Cukup 41 60 2 15.38 % 4 Hampir 21 40 11 84.62 % cukup 5 Kurang 0 20 0 0 % Berdasarkan pada tabel 4.6 di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan nilai 0 20 tidak ada, siswa yang mendapat nilai antara 21 40, ada 11 siswa (84,62%), siswa yang mendapat nilai 41 60 ada 2 siswa (15,38%), siswa yang mendapat nilai 61 80 tidak ada, demikian juga tidak ada siswa yang mendapatkan nilai antara 81 100. Dari tabel ini dapat dikatakan bahwa perolehan hasil belajar pretest pada siswa SDN 03 Kab Temanggung berada pada kategori hampir cukup. Adapun hasil belajar pretest disajikan pada grafik berikut ini:

51 Distribusi Hasil Pretest Siswa Kelas V SDN Pendowo 03 0% 0% 15% 85% 0-20 21-40 41-60 61-80 81-100 b. Analisis deskripitf hasil belajar posttest kelas eksperimen Sama seperti pada hasil pretest, pada hasil belajar posttest, untuk menentukan tinggi rendahnya perolehan pada variabel kelas eksperimen, digunakan 5 kategori pada SDN Pendowo 03 yaitu: baik sekali, baik, cukup, hampir cukup dan kurang. Distribusi frekuensi hasil belajar posttest disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Posttest Kelas Eksperimen SDN Pendowo 03 Kab Temanggung No Kategori Interval Frekuensi Prosentase 1 Baik sekali 81 100 8 61.54 % 2 Baik 61 80 5 38.46 % 3 Cukup 41 60 0 0 % 4 Hampir 21 40 0 0 % cukup 5 Kurang 0 20 0 0 % Berdasarkan tabel 4.7 di atas, ditemukan bahwa hasil belajar posttest siswa kelas V SDN Pendowo 03 tidak ada yang berada

52 pada interval nilai 0 60. Siswa yang mendapatkan nilai antara 61 80 adalah 5 siswa atau berada pada 38.46 %, dan siswa yang mendapatkan nilai antara 81 100 berjumlah 8 siswa atau berada pada prosentase 61.54 %. Distribusi frekuensi hasil belajar posttest disajikan dalam grafik berikut ini: Distribusi Frekuensi Posttest Siswa SDN Pendowo 03 0% 0% 62% 38% 0-20 21-40 41-60 61-80 81-100 Diagram Lingkaran 2. Distribusi frekuensi posttest kelas eksperimen c. Analisis Deskriptif Pretest Kelas Kontrol Sebelum dilakukan analisis deskriptif, perlu dilakukan distribusi frekuensi hasil pretest kelas kontrol. Untuk menggunakan tinggi rendahnya perolehan pada variabel kelas kontrol, digunakan 5 kategori pada SDN Pendowo 03 yaitu: baik sekali, baik, cukup, hampir cukup dan kurang. Hasil distribusi frekuensi disajikan pada tabel di bawah ini:

53 Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Pretest SDN Pendowo 02 Kab Temanggung No Kategori Interval Frekuensi Prosentase 1 Baik sekali 81 100 0 0 % 2 Baik 61 80 0 0 % 3 Cukup 41 60 8 47.06 % 4 Hampir 21 40 9 52.94 % cukup 5 Kurang 0 20 0 0 % Berdasarkan tabel 4.8 di atas, diketahui bahwa tidak ada siswa yang memperoleh nilai 0 20, demikian juga tidak ada siswa yang berada pada nilai 61 100. Siswa yang berada pada nilai 20 40 berjumlah 9 siswa dengan prosentase 52.94 % dan siswa yang berada pada nilai 41 60 berjumlah 8 siswa dengan prosentase 47.06 %. Berdasarkan distribusi frekuensi tersebut, maka perolehan nilai pretest siswa pada kelompok kontrol dikatakan hampir cukup. Hasil distribusi frekuensi perolehan hasil pretest pada kelompok kontrol akan disajikan pada grafik berikut: Distribusi Frekuensi Hasil Pretest Siswa Kelas V SDN Pendowo 02 0% 0% 47% 53% 0-20 21-40 41-60 61-80 81-100 Diagram Lingkaran 3. Distribusi frekuensi pretest kelas control

54 d. Analisis Deskriptif Posttest Kelas Kontrol Masih sama seperti pada distribusi frekuensi hasil belajar sebelumnya, pada distribusi posttest juga dilakukan frekuensi hasil posttest kelas kontrol. Untuk menggunakan tinggi rendahnya perolehan pada variabel kelas kontrol, digunakan 5 kategori pada SDN Pendowo 03 yaitu: baik sekali, baik, cukup, hampir cukup dan kurang. Berikut disajikan distribusi frekuensi hasil posttest kelompok kontrol. Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Posttest SDN Pendowo 02 Kab Temanggung No Kategori Interval Frekuensi Prosentase 1 Baik sekali 81 100 0 0 % 2 Baik 61 80 6 35.29 % 3 Cukup 41 60 11 64.71 % 4 Hampir 21 40 0 0 % cukup 5 Kurang 0 20 0 0 % Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas diketahui bahwa tidak ada siswa yang mendapatkan nilai antara 0 40, demikian juga tidak ada siswa yang mendapatkan nilai antara 81 100. Siswa yang mendapatkan nilai pada interval 41 60 berjumlah 11 siswa dengan prosentase 64.71 %, dan siswa yang mendapatkan nilai antara 61 80 berjumlah 6 orang dengan prosentase 35.29 %. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perolehan hasil posttest pada siswa kelas V SDN Pendowo 02 berada pada kategori cukup. Hasil belajar posttest disajikan pada grafik berikut ini:

55 Distribusi Frekuensi Posttest Siswa Kelas V SDN Pendowo 02 0% 0% 0% 35% 65% 0-20 21-40 41-60 61-80 81-100 Diagram Lingkaran 4. Distribusi frekuensi posttest kelas kontrol 4.3. Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas data, maka langkah terakhir yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menguji perbedaan. Apakah ada perbedaan hasil belajar pada siswa kelas V SDN Pendowo 03 dan SDN Pendowo 02 Kab Temanggungan sesudah diberikan model pembelajaran cooperatitive tipe Jigsaw dan model belajar konvensional. Untuk melakukan uji perbedaan digunakan teknik Independent Sample T- test. Hasil pengujiannya disajikan pada tabel berikut ini:

56 Tabel 4.10 Uji Hipotesis Penelitian Hasilbelajar Equal variances assumed Equal variances not assumed Independent Samples Test t df Sig. (2-tailed) t-test for Equality of Means Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 7.557 28.000 28.14480 3.72450 20.51550 35.77409 7.277 21.685.000 28.14480 3.86739 20.11756 36.17203 Berdasarkan hasil pengujian yang tersaji pada tabel di atas, diketahui bahwa t hitung 7.557 pada hasil belajar pada kelompok eksperimen, dan t hitung p hasil belajar pada kelompok kontrol 7.277. Adapun signifikansi 2 tailed yang diperlihatkan pada tabel di atas adalah 0.000 dan lebih kecil dari 0.05. Berdasarkan hipotesis yang dibangun bahwa jika signifikansi lebih kecil dari 0.05, maka hipotesis (H 0 ) yang menyatakan bahwa tidak ada keefektivan Model Kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS siswa SD kelas V Pendowo 03 Kab Temanggung ditolak, sedangkan hipotesis (H 1 ) yang menyatakan bahwa ada keefektivan Model cooperative tipe jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS siswa SD kelas V Pendowo 03 Kab Temanggung, diterima. 4.4. Pembahasan 4.4.1. Pelaksanaan Penelitian Sebelum dilakukan penelitian, penulis terlebih dahulu mengkonsultasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang didesain. Konsultasi dilakukan dengan pembimbing, juga dengan guru kelas yang membantu penulis untuk melakukan penelitian ini. Setelah disetujui oleh pembimbing untuk dapat dilaksanakan RPP yang direncanakan penulis kemudian melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran

57 cooperative tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPS materi usaha persiapan Kemerdekaan Indonesia. Penelitian dilakukan selama satu kali yaitu pada tanggal 30 Maret 2012. Sebelum dilakukan penelitian, penulis bersama dengan guru yang mendampingi sekaligus menjadi observer, melakukan pretest untuk mengetahui hasil belajar siswa. Setelah dilakukan pretest, penulis kemudian melakukan penelitian dengan melakukan tahap-tahap perencanaan pembelajaran seperti yang telah di desain di RPP. Setelah masuk ke dalam kelas, siswa diberikan apersepsi dan juga motivasi tentang materi tentang materi yang akan diberikan pada hari itu. Selain itu, siswa juga diberitahukan tentang tujuan pembelajaran dan metode pembelajaran yang akan digunakan pada hari tersebut. Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran, guru membagi siswa dalam tiga kelompok, kemudian masing-masing kelompok diberikan sub topik dari Pelajaran IPS materi Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang akan digunakan pada hari itu. Pada pelaksanaan eksperimen pertama, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki. Seperti pengarahan yang diberikan oleh guru untuk mengadakan langkah-langkah pembelajaran cooperative tipe Jigsaw, siswa yang belum terbiasa diajarkan dengan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw sehingga terjadi keributan ketika siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Selain itu, dalam diskusi tim ahli masih terlihat bahwa hanya perwakilan dari kelompok yang benar-benar menguasai subtopik yang diberikan mendominasi arah diskusi, sehingga anggota kelompok ahli yang lain hanya pasif dan mendengarkan yang aktif. Meskipun begitu, secara garis besar pelaksanaan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw yang direncanakan pada rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal ini terbukti dengan meningkatnya hasil belajar siswa kelas V SDN Pendowo 03 dari rata-rata pretest 35 menjadi rata-rata posttest 86,62 pada mata pelajaran IPS materi usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hasil penelitian ini, sesuai dengan pendapat Isjoni (2007:54)

58 yang mengemukakan bahwa pembelajaran cooperative tipe jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran cooperative yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. 4.4.2. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Pendowo 03 dan Siswa Siswa Kelas V SDN Pendowo 02 Kab Temanggung Untuk mengetahui ada atau tidak ada keefektivan penggunan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw terhadap hasil belajar, maka langkah yang dilakukan adalah dengan membandingkan hasil belajar yang diperoleh oleh kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dalam hal ini yang diperbandingkan adalah hasil belajar siswa kelas V SDN Pendowo 03 kab Temanggung yang diajar dengan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw, dan hasil belajar siswa kelas V SDN Pendowo 02 Kab Temanggung yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. Adapun perbandingan hasil belajar disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.11 Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Pendowo 03 dan Pendowo 02 Kab Temanggung Perolehan Eksperimen Kontrol Eksperimen Kontrol Pretest Pretest Posttest Posttest Nilai Ratarata 35 42.94 86.62 56.47 Nilai 25 25 65 40 Minimum Nilai 45 60 100 70 Maksimum Jumlah Siswa 13 17 13 17

59 Berdasarkan tabel 4.11 di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata kelas sebelum diadakan pembelajaran dengan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw pada kelompok eksperimen adalah 35, dan pembelajaran dengan metode konvesional pada kelompok kontrol adalah 42.94. Perolehan nilai terendah pada kelompok eksperimen adalah 25 dan pada kelompok kontrol juga 25. Sedangkan perolehan nilai tertinggi pada kelompok eksperimen adalah 45 dan pada kelompok kontrol adalah 60. Berdasarkan data ini, diketahui bahwa sebelum diberikan perlakuan dengan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw maupun metode konvensional, tidak ada siswa yang mencapai hasil belajar maksimum yaitu 100, bahkan dapat dikatakan perolehan nilai dari kedua kelompok ini sangat rendah. Setelah diketahui nilai rata-rata kelas dan perolehan nilai minimum dan maksimum dari kedua kelompok, selanjutnya diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw pada kelompok eksperimen dan metode pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol. Setelah pembelajaran, diperoleh bahwa nilai rata-rata kelas pada kelompok eksperimen meningkat menjadi 86.62, sedangkan pada kelompok kontrol juga terjadi kenaikan 56. 47. Sementara itu perolehan nilai minimum juga mengalami peningkatan baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan dengan pembelajaran model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw, perolehan nilai minimum meningkat dari 25 menjadi 65. Demikian juga pada kelompok kontrol. Terjadi peningkatan perolehan nilai minimum dari 25 menjadi 40. Pada kelompok eksperimen, berdasarkan data pada tabel di atas, diketahui bahwa ada siswa yang memperoleh nilai maksimum yaitu 100, sementara pada kelompok kontrol, perolehan nilai maksimum hanya mencapai 70. Dari data ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran cooperative tipe Jigsaw

60 sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Pendowo 03 Kab Temanggung. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya peningkatan nilai rata-rata kelas, peningkatan nilai minimum dan pencapaian nilai maksimum oleh siswa, dimana meskipun hal ini juga terjadi pada kelompok kontrol, peningkatan tersebut tidak mencapai kategori yang maksimal, bahkan dapat dikatakan peningkatan yang terjadi pada kelompok kontrol masih berada pada kategori kurang. Hal ini berkebalikan dengan peningkatan hasil belajar pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini, sesuai dengan pendapat Isjoni (2007:54) yang mengemukakan bahwa pembelajaran cooperative tipe jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran cooperative yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Menurut Wardani (2002:87) dengan menerapkan model pembelajaran cooperative tipe jigsaw siswa lebih aktif dan kreatif serta memiliki tanggung jawab secara individual, memiliki kesempatan berinteraksi sosial dengan temannya.