4. HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
4. HASIL DAN PEMBAHASAN. dimana besar nilainya bisa sama panjang dengan panjang keseluruhan atau

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

3. METODE PENELITIAN

Gambar 8. Lokasi penelitian

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

HASIL DAN PEMBAHASAN

Scientific Echosounders

MIGRASI HARIAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) SECARA VERTIKAL DENGAN PENDEKATAN AKUSTIK

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

3. METODOLOGI PENELITIAN

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

AKUSTIK REMOTE SENSING/PENGINDERAAN JAUH

3. DISTRIBUSI IKAN DI LAUT CINA SELATAN

PENGUKURAN TARGET STRENGTH IKAN MAS DAN IKAN LELE PADA KONDISI TERKONTROL MENGGUNAKAN QUANTIFIED FISH FINDER. Muhammad Hamim

PENGOLAHAN DATA SINGLE BEAM ECHOSOUNDER. Septian Nanda dan Aprillina Idha Geomatics Engineering

III METODE PENELITIAN

2. TINJAUAN PUSTAKA. Sedimen adalah kerak bumi (regolith) yang ditransportasikan melalui proses

2. TINJUAUAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN. Tabel 2 Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. No. Alat dan Bahan Type/Sumber Kegunaan.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

3 METODE PENELITIAN. Gambar 8 Peta lokasi penelitian.

5. ESTIMASI STOK SUMBERDAYA IKAN BERDASARKAN METODE HIDROAKUSTIK

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

3. METODOLOGI PENELITIAN

6 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

HUBUNGAN TIPE DASAR PERAIRAN DENGAN DISTRIBUSI IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN PANGKAJENE SULAWESI SELATAN 2011

Oleh : HARDHANI EKO SAPUTRO C SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. banyak dieksplorasi adalah sumber daya alam di darat, baik itu emas, batu bara,

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. (suhu manual) dianalisis menggunakan analisis regresi linear. Dari analisis

HASIL DAN PEMBAHASAN

Oleh : PAHMI PARHANI C SKRIPSI Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

PERTEMUAN IV SURVEI HIDROGRAFI. Survei dan Pemetaan Universitas IGM Palembang

Kurikulum 2013 Kelas 12 SMA Fisika

PENERUSAN PANAS PADA DINDING GLAS BLOK LOKAL

3. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada koordinat 5º - 8 º LS dan 133 º º BT

Grafik tegangan (chanel 1) terhadap suhu

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

terdistribusi pada seluruh strata kedalaman, bahkan umumnya terdapat dalam frekuensi yang ringgi. Secara horisontal, nilai target strength pada

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

KELOMPOK 2 JUWITA AMELIA MILYAN U. LATUE DICKY STELLA L. TOBING

Soal GGB (Getaran, Gelombang & Bunyi)

DENI ACHMAD SOEBOER, S.Pi, M.Si

Dapat merambat melalui sebarang medium dengan kecepatan yang bergantung pada sifat-sifat medium

II. TINJAUAN PUSTAKA WRPLOT View (Wind Rose Plots for Meteorological Data) WRPLOT View adalah program yang memiliki kemampuan untuk

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

Arqi Eka Pradana Netro Handaru Fajar Lukman Hakim Muhammad Rizki Nandika Elok Puspa

Penilaian Akustika Ruang Kuliah TVST B Institut Teknologi Bandung

BAB 5 PEMBAHASAN. 39 Universitas Indonesia

2. TINJAUAN PUSTAKA. Metode hidroakustik adalah suatu metode yang digunakan dalam. pendeteksian bawah air yang menggunakan perangkat akustik (acoustic

01. Panjang gelombang dari gambar di atas adalah. (A) 0,5 m (B) 1,0 m (C) 2,0 m (D) 4,0 m (E) 6,0 m 02.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

INTERPRETASI SEB NILAI TARGET STRENGTH (TS) DAN DENSITAS DEmRSAL DENGAN BlETODE AIE)ROAKUSTIK DI TELUK PELABUWAN RATU

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Perairan Laut Arafura di lokasi penelitian termasuk ke dalam kategori

Antiremed Kelas 12 Fisika

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. RUMAH TINGGAL PERUMAHAN YANG MENGGUNAKAN PENUTUP ATAP MATERIAL GENTENG CISANGKAN

3 METODOLOGI PENELITIAN

PEMANASAN BUMI BAB. Suhu dan Perpindahan Panas. Skala Suhu

HASIL DAN PEMBAHASAN

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - GELOMBANG - GELOMBANG

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

V. INTERPRETASI DAN ANALISIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Line follower robot pada dasarnya adalah suatu robot yang dirancang agar

III. MATERI DAN METODE

HIDROMETEOROLOGI TATAP MUKA KEEMPAT (RADIASI SURYA)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENENTUAN PERBEDAAN ANTARA IKAN DENGAN MEGAPLANKTON MELALUI ANALISIS BEDA MEAN VOLUME BACKSCATTERING STRENGTH ( MVBS) Oleh: Fahad C

1. Mendeskripsikan proses pelolosan ikan pada tiga jenis BRD yaitu TED super shooter, square mesh window dan fish eye

DETEKSI SCHOOLING IKAN PELAGIS DENGAN METODE HIDROAKUSTIK DI PERAIRAN TELUK PALU, SULAWESI TENGAH

DETEKSI SEBARAN IKAN PADA KOLOM PERAIRAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIDROAKUSTIK INTEGRASI KUMULATIF DI KECAMATAN SUMUR, PANDEGLANG BANTEN

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

PERCOBAAN VIII TRANSDUSER UNTUK PENGUKURAN SUARA

HASIL DAN PEMBAHASAN

INSTRUKSI KERJA LABORATORIUM PEMBAYANGAN MATAHARI

SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

M-5 PENENTUAN PANJANG GELOMBANG CAHAYA TAMPAK

METODE. 3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan. 3.2 Alat dan Bahan Bahan Alat

ANTIREMED KELAS 11 FISIKA

BAB IV ANALISIS DATA PENGUKURAN JARAK MENGGUNAKAN INFRA MERAH DAN ULTRASONIK

Angin Meridional. Analisis Spektrum

TEKNOLOGI AKUSTIK BAWAH AIR: SOLUSI DATA PERIKANAN LAUT INDONESIA

D. massa E. volume. D. mhv E. h/(mv) 3. Warna-warna yang tampak pada gelembung sabun menunjukkan gejala : A. diraksi B. refraksi C.

I. MATERI DAN METODE

Antiremed Kelas 12 Fisika

Antiremed Kelas 12 Fisika

Analisis Sebaran Schooling Ikan Demersal Di Perairan Tarakan Kalimantan Utara Menggunakan Metode Hidroakustik. Oleh

LATIHAN UJIAN NASIONAL

Sifat gelombang elektromagnetik. Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i

3. METODE PENELITIAN

Variasi Temporal dari Penyebaran Suhu di Muara Sungai Sario

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

MATERI DAN METODE. Materi Penelitian

Transkripsi:

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Analisis Nilai Target Strength (TS) Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) Nilai target strength (TS) merupakan parameter utama pada aplikasi metode akustik dalam menduga kelimpahan ikan di suatu perairan. Nilai TS dari ikan mas per waktu di tunjukkan pada grafik (Lampiran 2) dan pada tabel sebaran TS per waktu (Lampiran 3). Nilai TS ikan mas (cyprinus carpio) yang berbeda pada jarak 1m memiliki rata rata yaitu -53.87 db, dimana pada jarak 2m memiliki rata- rata yaitu -60.59 db, pada jarak 3m memiliki rata- rata yaitu -60.34 db, dan pada jarak 4m memiliki rata- rata -59.94 db. Pada pukul 08:27 pada jarak 1 meter memiliki TS rata rata -54,76 db, pada jarak 2 meter memiliki TS rata rata -61,58 db, pada jarak 3 meter memiliki TS rata rata -61,11 db, pada jarak 1 meter memiliki TS rata rata 60,54 db. Pada pukul 08:27 memiliki nilai standard deviasi yang tidak beraturan seperti pada jarak 1m memliki nilai TS terbesar yaitu -51,07 db dan pada jarak 3m yaitu -63,57 db. Pada pukul 11:37 nilai TS ikan mas pada jarak 1m memiliki TS rata rata -57,95 db, pada jarak 2m memiliki rata- rata -62,36 db, pada jarak 3 m memiliki rata- rata -57,71 db, pada jarak 1m memiliki rata- rata -60,06 db. Pada pukul 11:37 memiliki standard deviasi paling besar pada jarak 1m yaitu 55,87 db. 4.2.Hasil Grafik 3D TS linear Dari Pengolahan Data Statisitica Migrasi ikan merupakan pergerakan perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain yang mempunyai arti penyesuaian terhadap kondisi alam yang 17

18 menguntungkan untuk eksistensi hidup. Ikan mengadakan migrasi dengan tujuan untuk pemijahan, mencari makanan dan mencari daerah yang cocok untuk kelangsungan hidupnya. Hasil dari data yang di dapat dari sounder merupakan migrasi harian ikan mas secara vertikal. Data data yang kemudian di olah dari software echoview dan statistica dapat dilihat migrasi harian ikan mas dengan kebiasaan makan dan tingkah laku. Pola tingkah laku ikan mas secara vertikal salah satunya dapat dilihat dengan hasil pengolahan data berupa grafik 3D TS linear waktu dan kedalaman terukur dari permukaan. Hubungan TS linear, waktu, kedalaman jarak dari transducer ditampilkan dalam 3D (Gambar 6). Gambar 6.Hubungan TS linear, waktu dan jarak dari dasar Hubungan dari TS linear terhadap waktu dan kedalaman jaring (Gambar 6) menunjukkan pada jarak dari dasar 4m sampai dengan 2,5m ikan hanya berada pada pukul 08:37 hingga 09:58 dan pukul 11:10 hingga 12:00. Pada jarak dari dasar 2m sampai dengan 0,5m ikan berada dari pukul 08:00 hingga 12:00. Pada kedalaman

19 0,75 m -1,5 m memiliki nilai TS yang tinggi, ini disebabkan oleh salah satu faktor kedalaman yg masih dekat dengan transducer sehingga menghasilkan nilai hambur balik yang besar karena masih memiliki nilai TS yang maksimum yaitu -51,07 db, pada saat ikan mengambil udara diduga ikan memiliki tilt angle 0 0 sehingga memiliki nilai TS yang besar. Ikan rentan dengan kedalaman ini untuk mengambil udara ke permukaan dan makan. Kemudian, pada kedalaman 2m- 3m target strength (TS) mulai stabil dan memililiki sebaran target strength (TS) yang baik yaitu pada rata-rata -57,95 db sampai dengan -62,36 db, diduga kehidupan ikan mas berkisar pada kedalaman 1 m hingga 2 m. Hubungan dari TS linear terhadap waktu dan kedalaman jaring (Gambar 6) menunjukkan bahwa ikan mas pada yang merupakan demersal fishes memiliki pola migrasi harian. Hasil dari pengamatan dan pengolahan grafik memperlihatkan bahwa ikan berada pada kedalaman 0,5m 1,5m. Pada kedalaman 0,5m 1,5m memiliki nilai TS linear yang besar hal ini diduga dalam penelitian 2 sampai 4, ikan sedang mencari makan sehingga posisi memiliki sudut pantul dengan nilai hambur balik yang besar. Grafik sebaran TS terkuat dan menggambarkan migrasi ikan mas tersebut, dari Gambar 7 terlihat pada kedalaman 0,5-1,5 m memiliki nilai hambur balik yang kasar karena belum memiliki nilai TS yang beraturan yaitu -51,07 db; 57,71 db; -63,57 db pada kedalaman 2 m 4 m menunjukkan mulainya aktivitas ikan yang stabil. Pada waktu siang hari ikan mulai menunjukkan ke permukaan. Gambar 7 menggambarkan hubungan TS linear, waktu dan kedalaman dengan olahan dari software surfer 9.

20 Gambar 7. Grafik 3D surface plot hubungan dari TS linear, waktu (Time) dan jarak dari transduser (Depth) Pada pagi hari ikan lebih banyak pada kedalaman 0,2 m 0,4 m. Pada pengolahan memperlihatkan pada kedalaman 0,5 m 0,35 m memperlihatkan hasil yang masih berhamburan dengan nilai backscaterring yang tidak stabil. Pada jarak 0,4 m- 0,6 m dari transduser bentuk dari gambar sudah mulai stabil karena pada kedalaman tersebut sinyal yang di tampilkan menunjukkan sebuah aktivitas ikan. Pada kedalaman 0,4 m 0.6 m dari transducer nilai hambur balik tersebut mudah untuk diolah dan di bahas karena ikan mas gemar mengaduk-aduk dasar perairan untuk mencari makan larva dan organisme lainnya yang ada di dasar perairan. Ikan mas cenderung aktif mencari makan di pagi hari saat sinar matahari menghangati perairan dan menjelang sore hari. Bagian atas sangat berfluktuasi karena sinyal yang didapat relatif tidak stabil. Pada jarak dari 0,4m -0,5m transducer sinyal dari ikan mulai stabil di bagian bawah karena posisi ikan mempunyai beda sudut gelombang renang dengan line literalis (LL) (Pitcher,1986).

21 4.3. Hasil Sebaran Target dalam TS (db) Schooling fish yang kebiasaannya berkumpul untuk aktivitas mencari makan dan untuk kelangsungan hidup, school atau kawanan merupakan struktur paling penting dalam kehidupan beberapa populasi ikan demersal. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa ikan mas memiliki sinyal terkuat pada jarak 100 cm dari transducer, dalam rangkaian waktu, terlihat bahwa nilai backscaterring sinyal terkuat yaitu -54,76 db pada waktu pukul 08:27 (Lampiran 2). Pada pukul 08:48 sinyal terbesar terdapat pada jarak 4m dari transducer yaitu dengan TS rata rata -58,97 dan standard deviasi -58,49, sedangkan ada pukul 08:59 memiliki sinyal (db) yang kuat yaitu -60,53dB dan standartd deviasi -62,25. Pada pukul 09:57 memiliki nilai sinyal yang besar yaitu pada jarak 1m dengan nilai (db) -53,56 dan standard deviasi -52,34 pada pukul tersebut jarak 4m tidak terdapat ikan, dari pukul 09:09 sampai dengan pukul 11:05 menunjukkan tidak adanya aktivitas ikan karena tidak terdeteksi. Ikan pada pukul ini bermigrasi untuk mencari makan dan cenderung bertahan hidup di permukaan. Pada pukul 08:27 sampai dengan pukul 08:59 ikan masih berkumpul di dasar permukaan yang pada penelitian ini merupakan jaring. Pada pukul 11:26 sampai 11:58 nilai dari hambur balik ikan mas sudah stabil, didapat data pada pukul ini disemua jarak dan memiliki nilai (db) -59,94 dan standard deviasi -60,30. Pada hasil pengolahan dan pengamatan ikan mas tersebut bermigrasi dan cenderung mencari makan di pagi hari saat sinar matahari menghangati perairan dan menjelang siang hari. Hasil dari pengolahan dengan melinearkan TS dapat dengan grafik sebagai berikut:

22 Jarak dari transducer dengan kedalaman 1meter TS linear µ 4.00E-06 3.80E-06 3.60E-06 3.40E-06 3.20E-06 3.00E-06 2.80E-06 2.60E-06 2.40E-06 2.20E-06 2.00E-06 1.80E-06 1.60E-06 1.40E-06 1.20E-06 1.00E-06 8.00E-07 6.00E-07 4.00E-07 2.00E-07 0.00E+00 Gambar 8. Hubungan 11.6 11.45 11.3 11.15 11 10.85 10.7 10.55 10.4 10.25 10.1 9.95 9.8 9.65 9.5 9.35 9.2 9.05 8.9 8.75 8.6 8.45 8.3 8.15 8 Pukul ke- Jarak dari transducer dengan kedalaman 2meter dengan waktu pengambilan data pada jarak ke-1m Gambar 9. Hubungan dengan waktu pengambilan data pada jarak ke-2m

23 Jarak dari transducer ke- 3 4.00E-06 3.80E-06 3.60E-06 3.40E-06 3.20E-06 3.00E-06 2.80E-06 2.60E-06 2.40E-06 2.20E-06 2.00E-06 1.80E-06 1.60E-06 1.40E-06 1.20E-06 1.00E-06 8.00E-07 6.00E-07 4.00E-07 2.00E-07 0.00E+00 Gambar 10. Hubungan 11.6 11.45 11.3 11.15 11 10.85 10.7 10.55 10.4 10.25 10.1 9.95 9.8 9.65 9.5 9.35 9.2 9.05 8.9 8.75 8.6 8.45 8.3 8.15 8 pukul ke- dengan waktu pengambilan data pada jarak ke-3m Jarak dari transducer ke- 4 4.00E-06 3.80E-06 3.60E-06 3.40E-06 3.20E-06 3.00E-06 2.80E-06 2.60E-06 2.40E-06 2.20E-06 2.00E-06 1.80E-06 1.60E-06 1.40E-06 1.20E-06 1.00E-06 8.00E-07 6.00E-07 4.00E-07 2.00E-07 0.00E+00 11.55 11.4 11.25 11.1 10.95 10.8 10.65 10.5 10.35 10.2 10.05 9.9 9.75 9.6 9.45 9.3 9.15 9 8.85 8.7 8.55 8.4 8.25 8.1 Gambar 11. Hubungan pukul ke- dengan waktu pengambilan data pada jarak ke-4m

24 4.00E-06 3.80E-06 3.60E-06 3.40E-06 3.20E-06 3.00E-06 2.80E-06 2.60E-06 2.40E-06 2.20E-06 2.00E-06 1.80E-06 1.60E-06 1.40E-06 1.20E-06 1.00E-06 8.00E-07 6.00E-07 4.00E-07 2.00E-07 0.00E+00 11.6 11.45 11.3 11.15 11 10.85 10.7 10.55 10.4 10.25 10.1 9.95 9.8 9.65 9.5 9.35 9.2 9.05 8.9 8.75 8.6 8.45 8.3 8.15 8 Pukul Ke- jarak tranduser ke- 1 jarak tranduser ke- 2 jarak tranduser ke- 3 jarak tranduser ke- 4 Gambar 12. Hubungan dengan waktu pengambilan data terhadap jarak dari tranduser Waktu makan efesien ikan mas seperti pada pagi menjelang siang, ikan mas juga merupakan jenis ikan yang aktif mencari makan pada siang hari. Aktivitas makan ikan ini banyak dilakukan pada siang hari. Ikan mas dapat dikategorikan memakan segala pakan yang terdapat di dasar air, pertengahan dan permukaan air. Berdasarkan tabel tiap waktu (Lampiran 2) menunjukkan aktivitas ikan mas yang banyak dilakukan per waktu. Pada waktu pagi 08:27 ikan mas di kedalaman 3 dari jarak transduser memiliki standard deviasi TS dan antilog max lebih kelihatan stabil. Pada pukul 08:48 standard deviasi TS 6 dan antilog max memilki nilai yang besar dan stabil di kedalaman 4 dari jarak transduser. Pada waktu pagi 11:37 ikan mas di kedalaman 4 dari jarak transduser memiliki standard deviasi TS dan nilai antilog max terlihat lebih kecil dari kedalaman yang lain. Ikan mas melakukan

25 hal tersebut dengan posisi yang miring hingga gelembung renang dari ikan tersebut menghadap hampir tegak lurus terhadap transduser. Pada grafik hubungan (db) dengan waktu pengambilan data pada jarak ke-1 menunjukkan puncak tertinggi ada pada pukul 10.34 yaitu pada max dan hubungan (db) dengan waktu pengambilan data pada jarak ke-2 puncak tertinggi pada pukul 10.12 dan pada. Hubungan (db) dengan waktu pengambilan data pada jarak ke-3 puncak tertinggi pukul 11.37 pada. Pada hubungan (db) dengan waktu pengambilan data pada jarak ke- 4 puncak tertinggi pukul 08.48 pada max. Perbedaan nilai amplitudo ini disebabkan karena pantulan suara yang mengenai target ikan pada posisi yang berbeda akan menghasilkan nilai target yang berbeda juga. Menurut Simmonds dan Mclennan (2005) Target Strength dari suatu objek sangat dipengaruhi dari posisi sudut ikan. Pada perubahan sudut positif, ikan berorientasi ke arah atas dimana ketika posisi ikan tegak lurus kepala ikan berada diatas. Grafik tiap waktu juga menunjukkan banyaknya sebaran target pada pukul 10.00-12.00, menunjukkan sebaran ikan dengan posisi makan akan berubah dengan nilai pantulan suaranya.