MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajarn berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING)

Seminar Nasional Pakar ke 1 Tahun 2018 ISSN (P) : Buku 2 ISSN (E) :

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarakan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan : Hasil belajar siswa SMA Negeri 2 Serui Kabupaten Kepulauan Yapen,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi sangat diperlukan dalam

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BAGI SISWA SMP NEGERI 5 TEBING TINGGI

INOVASI PEMBELAJARAN DENGAN MENERAPKAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATA KULIAH PEMROGRAMAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF I

Model Pembelajaran Berbasis Proyek atau Tugas

Pertemuan 14 dan 15. Materi 1: Problem Based Learning. A. Pengertian Problem Based Learning (PBL)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

MODEL PEMBELAJARAN PBL ( PROBLEM BASED LEARNING)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI KELAS III SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. kini, dan pendidikan berkualitas akan muncul ketika pendidikan di sekolah juga

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Pasal 31 ayat 2 Undang-Undang

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Pembelajaran Berbasis Proyek (project-based learning) dan Zain (2006:83) metode proyek adalah cara penyajian pelajaran yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang

BAB II KAJIAN TEORITIK

BAB II KAJIAN PUSTAKA

STRATEGI PEMBELAJARAN PENDEKATAN SCL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang kompleks yang

2015 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP KREATIVITAS SISWA

PENDAHULUAN. Terjadinya perubahan paradigma dalam metode belajar mengajar yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia efektif adalah akibatnya atau pengaruhnya.

BAB I PENDAHULUAN. dalam mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang ada pada manusia

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat

BAB I PENDAHULUAN. budaya dalam bentuk pola pikir. Sebagai proses transformasi, sudah barang tentu

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015

BAB I PENDAHULUAN. Global Monitoring report, (2012) yang dikeluarkan UNESCO menyatakan bahwa

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR, AKTIVITAS DAN SIKAP PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI, MELALUI METODE DISKUSI, OBSERVASI, DAN EKSPERIMEN

BAB I PENDAHULUAN. dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu untuk. mengembangkan potensi diri dan sebagai katalisator bagi terjadinya

I. PENDAHULUAN. Sistem pendidikan nasional di era globalisasi seperti saat ini menghadapi

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pendekatan ilmiah atau scientific approach. Dalam implementasi kurikulum

II. TINJAUAN PUSTAKA. Guna memahami apa itu kemampuan pemecahan masalah matematis dan pembelajaran

II. TINJAUAN PUSTAKA. Penalaran menurut ensiklopedi Wikipedia adalah proses berpikir yang bertolak

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Menurut Muhaimin (2008: 333), kurikulum adalah seperangkat

PENGARUH PEMBERIAN TUGAS BERBASIS PROYEK TERHADAP PENGEMBANGAN LIFE SKILL MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO

BAB II KAJIAN PUSTAKA

KERANGKA ACUAN (Term of Reference) Student Centered Learning Internal Grant

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNIK KERJA BENGKEL DI SMKN 4 BANDUNG

KERANGKA ACUAN (Term of Reference) Student Centered Learning Internal Grant. Hibah Internal Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa

I. PENDAHULUAN. menyediakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik untuk. penting pada penentuan kemajuan suatu bangsa. Sesuai dengan tujuan

BAB I PENDAHULUAN. macam tantangan dalam berbagai bidang. Untuk menghadapi tantangan tersebut

BAB II KAJIAN PUSTAKA. melibatkan siswa secara aktif dalam merancang tujuan pembelajaran untuk

BAB II LANDASAN TEORI. berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS. Pada kajian teori akan dipaparkan teori dari beberapa ahli yang

Syifa ur Rokhmah. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Malang

II. TINJAUAN PUSTAKA. untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari

Bimafika, 2016, 8, 10 15

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu

KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

* Keperluan korespondensi, tel/fax : ,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. belajarnya dan dapat membangun pengetahuannya sendiri (student centered. digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran masih kurang.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Reni Rasyita Sari Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

BAB II KAJIAN TEORI. A. Hakikat Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) 1. Pengertian Contextual Teaching and Learning (CTL)

BAB I PENDAHULUAN. belajar untuk mencapai tujuan belejar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman

Oleh : Yeyen Suryani dan Sintia Dewiana. Abstrak

PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PEMROGRAMAN MAHASISWA

Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimengerti adalah kegiatan

BAB II LANDASAN TEORI. A. Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DENGAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL)

II. KERANGKA TEORETIS. pembelajaran fisika masalah dipandang sebagai suatu kondisi yang sengaja

MENANAMKAN KONSEP UKURAN PEMUSATAN DATA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASSED LEARNING

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nurningsih, 2013

PEMBEKALAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN. betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI)

2016 PERBAND INGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MOD EL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO D ENGAN MOD EL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK D I SMKN 1 SUMED ANG

2015 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PENCAPAIAN LITERASI KUANTITATIF SISWA SMA PADA KONSEP MONERA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat di era

Model Pembelajaran Konstekstual dalam Bidang Studi Ekonomi Pendahuluan

Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan memegang peranan yang penting dalam mempersiapkan

C. Asri Budiningsih FIP/PPS - UNY

NICO SATYA YUNANDA A54F100019

METODA PEMBELAJARAN STUDENT CENTRE LEARNING. yang relevan dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai dan media pembelajaran

Model pembelajaran dengan pendekatan SCL

II. TINJAUAN PUSTAKA. suatu proses pembelajaran. Perubahan yang terjadi pada siswa sejatinya

BAB I PENDAHULUAN. ditetapkan. Proses pembelajaran di dalam kelas harus dapat menyiapkan siswa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (Tugas Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran) Oleh Kelompok 4 Kelas B: Amer Syarifuddin 1311021039 Densa Nurtyas Anutara 1311021029 Sunaryadi 1311021043 Muhammad Irfan 1311021046 JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2014

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-nyalah penulis dapat menyelesaikan tuga Makalah perkuliahan Belajar dan Pembelajaran yang berjudul Model Pembelajaran Berbasis Proyek tepat pada waktunya. Harapan penulis semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan bagi orang lain yang mambutuhkan pada umumnya. Disamping itu penulis menyadari bahwa makalah ini dapat terselesaikan dengan baik berkat bantuan dan bimbingan serta arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu tidak lupa kami sampaikan ucapan banyak terima kasih kepada: 1. Yang terhormat Bapak Dr. I Komang Sudarma, M. Pd selaku dosen pengajar mata kuliah Belajar dan Pembelajaran yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam menyusun makalah ini. 2. Teman-teman semester 2 kelas B jurusanteknologi Pendidikan yang telah mendukung dan membantu dalam diskusi di kelas. 3. Anggota kelompok empat yang telah berperan aktif membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kasempurnaan, untuk itu penulis mengharap sumbangan saran serta kritik yang sifatnya membangun dari segenap pihak dan atas perhatiannya penulis mengucapkan terima kasih dengan segala kerendahan hati. Singaraja, 01 Mei 2014 Penulis i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 2 1.3 Tujuan... 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian model pembelajaran berbasis proyek... 3 2.2 Prinsip - prinsip model pembelajaran berbasis proyek... 5 2.3 Karakteristik - karakteristik model pembelajaran berbasis proyek... 7 2.4 Tahap tahap pembelajaran berbasis proyek... 7 2.5 Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran berbasis proyek... 9 BAB III PENUTUP 3.1 kesimpulan... 11 3.2 Saran... 12 DAFTAR PUSTAKA ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perkembangan dunia pendidikan yang sangat cepat seperti sekarang ini, peserta didik yang mampu menghadapinya adalah peserta didik yang berkembang pola pikirnya dan siswa yang mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dengan baik. Karena itu pendidik harus mampu mengkondisikan bagaimana supaya peserta didik dapat menjadi pemecah permasalahan yang baik. Di zaman sekarang ini yang serba fleksibel atau identik dengan perubahan. Oleh karenanya pendidik harus mampu menyiapkan peserta didiknya untuk mampu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Perubahan itu tidak dapat dihentikan, tetapi hanya dapat diikuti dengan meningkatkan kreatifitas dan daya saing peserta didik dalam dunia global. Maka peserta didik harus dididik sesuai dengan zaman yang akan dihadapinya. Dalam proses pembelajaran banyak sekali metode pembelajaran yang digunakan oleh para pendidik atau guru. Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut, maka secara khusus proses pembelajaran di kelas juga harus ikut berubah sesuai dengan tantangan zaman tersebut, sehingga satuan pendidikan mampu menyiapkan anak yang kreatif, kooperatif dan kompetitif. Salah satu inovasi pembelajaran untuk menjadikan anak kreatif dan kompetitif dan mampu bekerja sama ( kooperatif) adalah dengan menerapkan proses pembelajaan berbasis proyek. Dalam hal ini model pembelajaran berbasis proyek sangat tepat untuk digunakan sebagai pembelajaran yang baik untuk perkembangan peserta didik dalam meningkatkan kualiatas peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek sendiri merupakan pembelajaran yang berpusat pada proses, relatif berjangka waktu, berfokus pada masalah, unit pembelajaran bermakna dengan memadukan konsepkonsep dari sejumlah komponen baik itu pengetahuan, disiplin ilmu atau Model Pembelajaran Berbasis Proyek 1

lapangan.secara umum pembelajaran berbasis proyek menempuh tiga tahap yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, dan evaluasi proyek. Dari uraian diatas untuk mencapai hal tersebut diperlukan adanya pemahaman yang memadai tentang bagaimana sebuah model pembelajaran ini mampu diserap dan dimengerti oleh para peserta didik. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan dari latar belakang tersebut, maka berikut ini rumusan masalah yang didapatkan : 1. Apa pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek itu? 2. Bagaimanakah prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek itu? 3. Apa saja karakteristik-karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek? 4. Bagaimana tahapan-tahapan dalam Pembelajaran Berbasis Proyek? 5. Apa kelebihan dan kekurangan Pembelajaran Berbasis Proyek? 1.3. Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu : 1. Untuk menjelaskan pengertian pembelajaran berbasis proyek. 2. Untuk menyebutkan serta menjelaskan prinsip - prinsip pembelajaran berbasis proyek. 3. Untuk menjelaskan karakteristik - karakteristik pembelajaran berbasis proyek. 4. Untuk menjelaskan tahapan-tahapan dalam pembelajaran berbasis proyek. 5. Untuk menyebutkan kelebihan serta kekurangan model pembelajaran berbasis proyek. Model Pembelajaran Berbasis Proyek 2

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran berbasis proyek adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Proyek yang dikerjakan oleh siswa dapat berupa proyek perseorangan atau kelompok dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu secara kolaboratif, menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan. Pelaksanaan proyek dilakukan secara kolaboratif dan inovatif, unik, yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan kehidupan siswa. Pembelajaran berbasis proyek merupakan bagian dari metoda instruksional yang berpusat pada pembelajar. Model ini sebagai ganti penggunaan suatu model pembelajaran yang masih bersifat teacher-centered yang cenderung membuat pembelajar lebih pasif dibandingkan dengan guru. Hal tersebut mengakibatkan motivasi belajar siswa menjadi rendah sehingga kinerja ilmiah mereka pun menurun. Definisi tersebut sejalan dengan uraian yang dipaparkan oleh Bell (2005) yaitu sebagai berikut. a. Project Based Learning is curriculum fueled and standards based. Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menghendaki adanya standar isi dalam kurikulumnya. Melalui Pembelajaran berbasis proyek, proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun ( aguiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. b. Project Based Learning asks a question or poses a problem that each student can answer. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang menuntut pengajar dan atau peserta didik mengembangkan pertanyaan penuntun (a guiding Model Pembelajaran Berbasis Proyek 3

question). Mengingat bahwa masing-masing peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda, maka pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Hal ini memungkinkan setiap peserta didik pada akhirnya mampu menjawab pertanyaan penuntun. c. Project Based Learning asks students to investigate issues and topics addressing real-world problems while integrating subjects across the curriculum. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menuntut peserta didik membuat jembatan yang menghubungkan antar berbagai subjek materi. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata. d. Project Based Learning is a models that fosters abstract, intellectual tasks to explore complex issues. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memperhatikan pemahaman peserta didik dalam melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi dan mensintesis informasi melalui cara yang bermakna. Pembelajaran berbasis proyek juga merupakan suatu model pembelajaran yang menyangkut pemusatan pertanyaan dan masalah yang bermakna, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, proses pencarian berbagai sumber, pemberian kesempatan kepada anggota untuk bekerja secara kolaborasi, dan menutup dengan presentasi produk nyata. Pembelajaran berbasis proyek ini tidak hanya mengkaji hubungan antara informasi teoritis dan praktek, tetapi juga memotivasi siswa untuk merefleksi apa yang mereka pelajari dalam pembelajaran dalam sebuah proyek nyata serta dapat meningkatkan kinerja ilmiah mereka Grant (2008). Model Pembelajaran Berbasis Proyek 4

2.2. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek Sebagai sebuah model pembelajaran, menurut Thomas (2000) dalam Wena (2009:145), pembelajaran berbasis proyek memiliki berbagai prinsip, yaitu: 1) Prinsip Sentralistis (centrality) Prinsip ini menegaskan bahwa kerja proyek merupakan esensi dari kurikulum. Model ini merupakan pusat strategi pembelajaran, dimana siswa belajar konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Oleh karena itu, kerja proyek. Oleh karena itu, kerja proyek bukan merupakan praktik tambahan dan aplikasi praktis dari konsep yang sedang dipelajari, melainkan menjadi sentral kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran akan dapat dilaksanakan secara optimal. Dalam pembelajaran berbasis proyek, proyek adalah strategi pembelajaran; siswa mengalami dan belajar konsep-konsep inti suatu disiplin ilmu melalui proyek. 2) Prinsip Pertanyaan Pendorong/ Penuntun (driving question) Kerja proyek berfokus pada pertanyaan atau permasalahan yang dapat mendorong siswa untuk berjuang memperoleh konsep atau prinsip utama suatu bidang tertentu. Kaitan antara pengetahuan konseptual dengan aktivitas nyata dapat ditemui melalui pengajuan pertanyaan (Blumenfeld, dkk., 1991) ataupun dengan cara memberikan masalah dalam bentuk definisi yang lemah (Stepien & Gallagher, 1993). Jadi dalam hal ini kerja sebagai external motivation yang mampu menggugah siswa (internal motivation) untuk menumbuhkan kemandiriannya dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran (Clegg, 2001). 3) Prinsip Investigasi Konstruktif (contructive investigation) Merupakan proses yang mengarah pada pencapaian tujuan, yang mengandung kegiatan inkuiri, pembangunan konsep, dan resolusi. Dalam investigasi memuat proses perancangan, pembuatan keputusan, penemuan masalah, pemecahan masalah, discovery, dan pembentukan model. Di samping itu, dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini harus tercakup proses transformasi dan konstruksi pengetahuan (Bereiter & Scardamalia, 1999). Jika kegiatan utama dalam kerja proyek tidak menimbulkan masalah bagi siswa, atau permasalahan itu dapat dipecahkan oleh siswa memalui pengetahuan yang dimiliki sebelumnya, maka kerja proyek itu sekadar Model Pembelajaran Berbasis Proyek 5

latihan, bukan proyek dalam konteks pembelajaran berbasis proyek (Suhartadi, 2001). Oleh karena itu, penentuan jenis proyek haruslah dapat mendorong siswa untuk mengonstruksi pengetahuan sendiri untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya. Dalam hal ini guru harus mampu merancang suatu kerja proyek yang mampu menumbuhkan rasa ingin meneliti, rasa untuk berusaha memecahkan masalah, dan rasa ingin tahu yang tinggi. 4) Prinsip Otonomi (autonomy) Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek dapat diartikan sebagai kemandirian siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran, yaitu bebas menentukan pilihannya sendiri, bekerja dengan minimal supervisi, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, lembar kerja siswa, petunjuk kerja praktikum, dan yang sejenisnya bukan merupakan aplikasi dari prinsip pembelajaran berbasis proyek (Suhartadi, 2001). Dalam hal ini guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator untuk mendorong tumbuhnya kemandirian siswa. 5) Prinsip Realistis (realism) Proyek merupakan sesuatu yang nyata, bukan seperti di sekolah (Suhartadi, 2001). Pembelajaran Berbasis Proyek harus dapat memberikan perasaan realistis kepada siswa, termasuk dalam memilih topik, tugas dan peran konteks kerja, kolaborasi kerja, produk, pelanggan, maupun standar produknya Gordon (1998) membedakan antara tantangan akademis, tantangan yang dibuat-buat, dan tantangan nyata. Pembelajaran Berbasis Proyek mengandung tantangan yang berfokus pada permasalahan yang autentik (buka n simulasi), bukan yang dibuat-buat, dan solusinya dapat diimplementasikan di lapangan. Untuk itu, guru harus mampu merancang proses pembelajaran yang nyata, dan hal ini bisa dilakukan dengan mengajak siswa belajar pada dunia kerja yang sesungguhnya (Dryden & Vos, 2001). Jadi, guru harus mampu menggunakan dunia nyata sebagai sumber belajar bagi siswa. Kegiatan ini akan dapat meningkatkan motivasi, krativitas, sekaligus kemandirian siswa dalam pembelajaran. Model Pembelajaran Berbasis Proyek 6

2.3. Karakteristik karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran berbasis proyek memiliki potensi yang besar untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa (Gear, 1998).Sedangkan menurut Buck Institute For Education (1999) dalam Made (2000, 145) belajar berbasis proyek memiliki karakteristik yaitu : 1) Siswa membuat keputusan dan membuat kerangka kerja 2) Terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya 3) Siswa merancang proses untuk mencapai hasil 4) Siswa bertanggunga jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan 5) Siswa melakukan evaluasi secara kontinu 6) Siswa secara teratur melihat kembali apa yang meraka kerjakan 7) Hasil akhir berupa produk dan di evaluasi kualitasnya 8) Kelas memiliki atmosfir yang memberikan toleransi kesalahan dan perubahan. 2.4 Tahap - Tahap Pembelajaran Berbasis Proyek 1. Tahap Perencanaan Tahap perencanaan ini pada dasarnya sama dengan tahap perencanaan pembelajaran pada umumnya. Akan tetapi, karena dalam pembelajaran ini bertujuan untuk mengerjakan suatu proyek maka keluasan pembelajarannya tentu akan lebih bersifat kompleks. Tahap perencanaan pembelajaran merupakan tahap yang sangat penting dalam setiap proses pembelajaran. Dikatakan penting karena tahap perencanaan ini sangat mempengaruhi kualitas hasil pembelajaran. Apalagi untuk mengerjakan proyek-proyek pembelajaran yang kompleks, tahap perencanaan harus dirancang secara sistematis sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Langkah langkah perencanaan dirancang sebagai berikut: 1. Merumuskan tujuan pembelajaran atau proyek 2. Menganalisis karakteristik siswa 3. Merumuskan strategi pembelajaran 4. Membuat lembar kerja (jobsheet) Model Pembelajaran Berbasis Proyek 7

5. Merancang kebutuhan sumber belajar 6. Merancang alat evaluasi 2. Tahap Pelaksanaan Dalam strategi pembelajaran berbasis proyek, setelah segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran direncanakan, tahap berikutnya adalah tahap pelaksanaan. Agar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan serta dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, diperlukan bebagai macam persiapan pembelajaran. Tahap pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek merupakan tahap pembelajaran yang sangat penting. Hal ini karena melalui proses inilah peserta didik mampu merasakan penglaman belajar yang kompleks. Beberapa kegiatan yang harus dilakukan dalam tahap pelaksanaan: 1. Mempersiapkan sumber belajar yang diperlukan 2. Menjelaskan tugas proyek dan gambar kerja 3. Mengelompokkan peserta didik sesuai dengan tugas masing-masing 4. Mengerjakan proyek 3. Tahap Evaluasi atau Penilaian Tahap evaluasi merupakan tahap penting dalam pembelajaran berbasis proyek. Agar pendidik atau guru mengetahui seberapa jauh tujuan pembelajaran tercapai, maka pendidik atau guru harus melakukan evaluasi. Agar hasil evaluasi dapat mengukur pencapaian tujuan pembelajaran maka evaluasi harus dilakukan sesuai prosedur evaluasi yang benar. Jadi, pada dasarnya tiga langkah utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi harus diperhatikan dalam pembelajaran berbasis proyek. Pada dasarnya, evaluasi pembelajaran bertujuan untuk mengetahui efektifitas suatu kegiatan pembelajaran dan juga untuk menilai kemajuan belajar peserta didik. Mengingat yang digunakan adalah pembelajaran berbasis proyek, maka proyek yang dikerjakan peserta didik bersifat kompleks terdiri atas berbagai pekerjaan, sehingga setiap komponen jenis pekerjaan yang akan dilakukan peserta didik harus dibuatkan instrument evaluasinya secara lengkap. Model Pembelajaran Berbasis Proyek 8

2.5. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Berbasis Proyek 1. Kelebihan Moursund, Bielefeldt, & Underwood (1997) meneliti sejumlah artikel tentang proyek di kelas yang dapat dipertimbangkan sebagai bahan testimonial terhadap guru, terutama bagaimana guru menggunakan proyek dan persepsi mereka tentang bagaimana keberhasilannya. Kelebihan dari Pembelajaran Berbasis Proyek adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan motivasi. Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu, berusaha keras dalam mencapai proyek. Guru juga melaporkan pengembangan dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain. 2. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. 3. Meningkatkan kolaborasi. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif. 4. Meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat Model Pembelajaran Berbasis Proyek 9

alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. 2. Kelemahan Adapun kelemahan dari pembelajaran berbasiskan proyek ini antara lain: 1) Kebanyakan permasalahan dunia nyata yang tidak terpisahkan dengan masalah kedisiplinan, untuk itu disarankan mengajarkan dengan cara melatih dan memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah. 2) Memerlukan banyak waktu yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan masalah. 3) Membutuhkan biaya yang cukup banyak 4) Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, dimana instruktur memegang peran utama di kelas. 5) Banyaknya peralatan yang harus disediakan. Model Pembelajaran Berbasis Proyek 10

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Pembelajaran berbasis proyek atau tugas adalah sebuah metode penyajian bahan pembelajaran yang diberikan oleh guru kepada peserta didik berupa seperangkat tugas yang harus dikerjakan peserta didik, baik secara individual maupun secara kelompok. Penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektivitas dan efisiensi pembelajaran dan memberikan kesempatan peserta didik melakukan sendiri kegiatan belajar yang ditugaskan. Selain itu kompetensi yang dikembangkan selain kompetensi disiplin ilmu (discipline-based competencies) dan kompetensi interpersonal ( interpersonal competencies) dan kompetensi intrapersonal ( intrapersonal competencies) dalam diri siswa. Kompetensi disiplin ilmu berkaitan dengan pemahaman konsep, prinsip dan teori dari disiplin ilmu. Kompetensi interpersonal mencakup kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berperilaku sopan dan baik, menangani konflik, bekerjasama, membantu orang lain, dan menjalin hubungan dengan orang lain dan masyarakat. Kompetensi intrapersonal mencakup apresiasi terhadap keragaman, melakukan refleksi diri, disiplin, beretos kerja tinggi, membiasakan diri hidup sehat, mengendalikan emosi, tekun, mandiri, dan mempunyai motivasi. Model pembelajaran berbasis proyek mempunyai beberapa prinsip yaitu : Prinsip sentralistis (centrality), pertanyaan dan permasalahan, Prinsip investigasi konstruktif (constructive investigation), Prinsip otonomi (autonomi), Prinsip realistis (realism). Tahap pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 3 fase yaitu: 1. Tahap Perencanaan 2. Tahap Pelaksanaan 3. Tahap Evaluasi/Penilaian Model Pembelajaran Berbasis Proyek 11

3.2. Saran Dalam dunia pendidikan saat ini banyak model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kualitas seorang peserta didik.dalam hal ini model pembelajaran berbasis proyek sangat tepat untuk digunakan sebagai pembelajaran yang baik untuk perkembangan peserta didik dalam meningkatkan kualiatas peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek sendiri merupakan pembelajaran yang berpusat pada proses, relatif berjangka waktu, berfokus pada masalah, unit pembelajaran bermakna dengan memadukan konsep-konsep dari sejumlah komponen baik itu pengetahuan, disiplin ilmu atau lapangan.secara umum pembelajaran berbasis proyek menempuh tiga tahap yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, dan evaluasi proyek. Dalam penyusunan makalah ini pastinya banyak kekurangan dalam hal isi atau penyajian oleh karena saran serta kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan oleh penulis. Model Pembelajaran Berbasis Proyek 12

DAFTAR RUJUKAN Arikunto, S., 2005. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan: Edisi Kedua: Jakarta.Bumi Aksara. Aunurrahman. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung. Alvabeta. Brooks, J. G., & Brooks, M. G. 1993. In search of understanding: The case for constructivist classrooms. Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development. Herminarto Sofyan. 2006. Implementasi pembelajaran Berbasis Proyek Pada Bidang Kejuruan. Cakrawala Pendidikan. Yogyakarta. LPM UNY. Nolker, H. & Schoenfeldt, E. 1983. Pendidikan Kejuruan: Pembelajaran, Kurikulum, dan Perencanaan. Jakarta. Gramedia. Semiawan, C., Tangyong A. F., dkk. 1987. Pendekatan Keterampilan Proses Bagaimana Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar?. Jakarta. Gramedia. Sujana, N. & Arifin. 1988. Cara belajar siswa aktif dalam proses belajar mengajar. Bandung Sinar Baru. Supijono, Agus. 2009. Cooperative Learning (Teori Aplikasi PAIKEM). Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Sutirman. 2013. Media dan Model-model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta. Graha Ilmu Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: konseop, Landasan, dan Implementasinya pada kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Edisi Pertama. Jakarta. Kencana Prenada Media Group. Wena, Made. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer : suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta. Bumi Aksara. Model Pembelajaran Berbasis Proyek 13