Pengertian Persediaan

dokumen-dokumen yang mirip
Pengujian Substantif Persediaan

BAB II LANDASAN TEORI

Prosedur Audit Persediaan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II BAHAN RUJUKAN

Chapter 20-a Audit terhadap Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Assets)

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN

BAB 6 Pertanggungjawaban & Tujuan Audit. Amir Fasichurochman Ayu Mawada Muhammad Syukri Duwila Rahmat Setiawan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II BAHAN RUJUKAN. Setiap perusahaan, baik itu perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur,

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengendalian internal merupakan kebijakan dan prosedur yang

Akuntansi Persediaan (INVENTORY)

BAB II LANDASAN TEORI

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 PERSEDIAAN

Materi: 06 INVENTORIES (PERSEDIAAN) (Sistem Pencatatan & Metode Persediaan)

BAB II LANDASAN TEORI

AKUNTANSI PERPAJAKAN. Akuntansi Pajak Persediaan. Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA :

BAB II LANDASAN TEORI

Standar Audit SA 501. Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan

BAB II LANDASAN TEORI Definisi atau Pengertian Persediaan. persediaan dapat diartikan sebagai berikut :

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORITIS. Istilah akuntansi untuk persediaan yang digunakan untuk menunjukkan

BUKTI AUDIT Sumber: PSA No. 07 PENDAHULUAN. 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi:

alasan kuat dalam pengambilan kesimpulan mengenai laporan keuangan, apakah telah disajikan secara wajar atau tidak.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Sistem Akuntansi Persediaan

BAB 4 Persediaan (inventory)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut Standar Akuntansi Keuangan PSAK No. 14 (IAI,2015) persediaan adalah aset yang tersedia untuk dijual

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Akuntansi Biaya. Materials : Controlling, Costing, and Planning. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen S1

BAB II LANDASAN TEORI

COST ACCOUNTING (Akuntansi Biaya) Metode Harga Pokok Pesanan

BAB IV Hasil Kegiatan Magang

SA Seksi 326 BUKTI AUDIT. Sumber: PSA No. 07 PENDAHULUAN. 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi:

Latihan Soal Akuntansi Biaya & Praktek (1)

PERSEDIAAN (Penilaian Berdasar Harga Pokok)

AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA AKUN DAN TRANSAKSI DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA

Ada 2 metode yang umum digunakan dalam akumulasi biaya, yaitu : 1. Metode Akumulasi Biaya Pesanan. 2. Metode Akumulasi Biaya Proses.

AKUNTANSI BIAYA. Lukita Tri Permata, SE., M.SI, Ak, CA

COST ACCOUNTING MATERI-9 BIAYA BAHAN BAKU. Universitas Esa Unggul Jakarta

Penilaian Persediaan: Pendekatan Kos (Inventory Valuation: Cost Method)

BAB 3 GAMBARAN PROSES BISNIS BIDANG USAHA

Biaya persediaan = Rp ,-

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Chapter 14 Audit terhadap Siklus Penjualan dan Penagihan Piutang

Bahan atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam proses produksi;

Soal Pilihan Ganda (bobot 30)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Ekonomi dan Bisnis Akuntnasi S1

AUDIT SIKLUS PENJUALAN P E N J U A L A N P I U T A N G PPN P E R S E D I A A N H P P R E T U R P E N J U A L A N

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

COST ACCOUNTING (Akuntansi Biaya) Metode Harga Pokok Pesanan

BAB II LANDASAN TEORI

Tujuan Auditing. AUDITING 1 (Pemeriksaan Akuntansi 1) REFERENSI: Arens/Elder/Beasley, Auditing, Prentice Hall Business Publishing (BOOK)

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Analisis Estimasi Biaya. Hanna Lestari, M.Eng Teknik Industri-UDINUS-2014

BAB II DASAR TEORI Konsep dan Definisi Konsep. 1. Sistem Akuntansi. Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU. Akuntansi Biaya TIP FTP UB Mas ud Effendi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 4 PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN

PERTEMUAN KEEMPAT PERSEDIAAN BARANG (1) Pengertian Persediaan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. keakuratan data dan penelitian yang dilakukan saat ini. Dalam penelitian

BAB II LANDASAN TEORI. karena akuntan publik sebagai pihak yang ahli dan independen pada akhir

PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASANTEORI

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Pengertian Akuntansi Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2001 : 1198 )

BAB II LANDASAN TEORI

Analisis Sistem Persediaan dalam Akuntansi Mina Sari dan Muhammad Dahria

Keterangan Ref KK Per Klien 31/12/2007 PARE

Oleh :Rr Indah Mustikawati PSAK 14 PERSEDIAAN IAS 2 - INVENTORIES

TUJUAN & TANGGUNG JAWAB AUDIT

BAB II BAHAN RUJUKAN. Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk

BAB II LANDASAN TEORI. 1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi. Sistem informasi akuntansi diperlukan oleh pihak manajemen

Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan Sekaligus Alurnya

PT. X Pengujian Terinci atas Akunn Persediaan

Chapter 19 Audit terhadap Siklus Pembelian dan Pembayaran: Tests of Controls, Substantive Tests of Transactions, dan Hutang Usaha

TABEL 1 DAFTAR PERTANYAAN EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. This page was created using BCL ALLPDF demo software. To purchase, go to

BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Dalam pelaksanaan Kerja Praktek di PT Industri Telekomunikasi

BAB II LANDASAN TEORI. oleh beberapa ilmuan dalam ruang lingkup yang berbeda, antara lain :

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya

BAB II LANDASAN TEORI. mengenai definisi akuntansi terlebih dahulu. Penjelasan mengenai definisi

BAB IV PEMBAHASAN. dilakukan penulis untuk mengetahui jenis usaha yang dijalankan oleh perusahaan,

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR (DENGAN METODE HARGA POKOK PESANAN)

BAB II BAHAN RUJUKAN

Transkripsi:

Pengertian Persediaan Persediaan adalah aset: (a) tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, (b) dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan; atau (c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. Biaya persediaan Biaya persediaan harus meliputi biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau dipakai (present, location and condition) Biaya persediaan harus dihitung menggunakan rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP atau FIFO), rata-rata tertimbang (weight average cost method) atau masuk terakhir keluar pertama (MTKP atau LIFO)

Metode Pencatatan Persediaan Metode Buku Yaitu mencatat seluruh transaksi mutasi dan saldo persediaan baik kuantitas dan harga Metode Phisik Yaitu mencatat seluruh transaksi persediaan hanya pada saat pembelian. Fungsi-fungsi dalam siklus persediaan dan pergudangan Proses pesanan pembelian, Proses penerimaan bahan baku, Proses penyimpanan bahan baku, Proses produksi, Proses penyimpanan barang jadi, Proses pengiriman barang jadi

Kerumitan Audit Persediaan Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerumitan audit persediaan: 1. Persediaan umumnya merupakan komponen utama dalam neraca yang memiliki nilai yang material 2. Persediaan dapat tersebar di beberapa lokasi yang menyulitkan pengendalian fisik dan penghitungannya 3. Persediaan umumnya memiliki jenis yang sangat beragam dan kuantitas yang banyak 4. Persediaan dapat mencakup bahan baku (raw material), bahan penolong (indirect material), barang dalam proses (work in process), dan barang jadi (finished goods) 5. Penilaian persediaan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, karena faktor umur persediaan dan alokasi biaya pabrikasi 6. Adanya kewajiban menerapkan metode penilaian persediaan secara konsisten

Pengujian atas Akuntansi Biaya Dalam melaksanakan audit atas akuntansi biaya, auditor harus memperhatikan empat aspek: 1. Pengendalian fisik atas persediaan Dilakukan dengan pengamatan fisik dan wawancara untuk dapat menentukan apakah sudah dilakukan pengendalian fis ik persediaan secara memadai 2. Dokumen dan catatan terkait dengan transfer atau pemindahan barang Dilakukan dengan memahami pengendalian intern yang terkait dan melakukan pengujian keberadaan dan akurasi pemindahan barang untuk menentukan kebenaran jumlah, deskripsi, dan tanggal. 3. Berkas induk persediaan perpetual (perpetual inventory master file) Pengujian master file dilakukan dengan pemeriksaan dokumen yang terkait dengan mutasi pada master file. Master file yang akurat dapat mengurangi pengujian fisik inventory. 4. Pencatatan harga per unit Pengujian harga per unit dilakukan dengan menil ai akurasi data biaya baha baku, tenaga kerja langsung, dan overhead; serta metode akumul asi biaya yang digunakan

I. Pengamatan Fisik Persediaan Paragraf 3 SA Se ks i 331 (PSA No. 07) m eny ataka n: Jika kuantitas sediaan hanya ditentukan melalui penghitungan fisik, dan semua penghitungan dilakukan pada tanggal neraca atau pada suatu tanggal dalam periode yang tepat, baik sebe lum maupun sesudah tanggal neraca, maka perlu bagi auditor untuk hadir pada saat penghitungan fisik sediaan dan, melalui pengamatan, pengujian dan permintaan keterangan memadai, untuk meyakinkan dirinya tentang efektivitas metode penghitungan fisik sediaan dan mengukur keandalan yang dapat diletakkan atas representasi klien, kuanti tas dan kondisi fisik sediaan Artinya: - Ada perbedaan antara pengam atan (observasi) dengan penghitungan fisik - Klien bertangg ung jawab untuk menyusun prosedur yang akurat untuk perhitungan fisik - Tanggung jawab auditor adalah mengevaluasi dan mengamati prosedur penghitungan fisik yang dilakukan oleh klien dan mangambil kesimpulan mengenai eksistensi fisik persediaan

Merancang Detail Test of Balances untuk Persediaan Existence Accuracy Completeness Classification Cut-off Realizable Value Right

Existence (Keberadaan) Audi t objec tive : - Persediaan y ang dicatat secara fisik ada Prosedur pengam atan f isik : - Pilih sam ple seca ra acak tag number pada catatan dan banding kan dengan tag number yang ditempel kan pada persed iaan aktual - Amati apakah ada pemindahan persediaan selama penghitungan fisik persediaan Comment: tujuanny a a dalah u ntuk menemu kan persed iaan fiktif yang dimasukkan dalam catatan persediaan

Accuracy (Keakuratan) Audi t objective : Persediaan dihitung dengan akurat Prosedur pengamatan fisik : - Hitung ulang perhitungan fisik persediaan y ang dibuat klien - Bandingkan hasil penghitungan dengan perpetual inventory master file - Catat hasil penghitungan klien untuk pengujian berikutnya Comment: mencatat hasil penghitungan klien pada kertas kerja untuk mendokumentasikan dan agar klien tidak mengubah hasi l perhitungan

Completeness (Kelengkapan) Audi t objective : - Persediaan y ang ada telah dihitung dan diberikan tag Prosedur pengam atan f isik : - Examine (periksa) persediaan untu k mem astikan sudah di-tagged - Observe (amati) apakah ada pemindahan persediaan selama penghitungan fisik persediaan - Inquire (tany akan) apakah ada persediaan di tempat lain - Hitung dan bukukan nomor tag Comment: perhatian khusus diberikan pada kelom pok persediaan dengan kuantitas besar

Classification (Klasifikasi) Audi t objective : - Persediaan di klasifikasi kan secara benar dalam tag Prosedur pengam atan f isik : - Examine (periksa) deskripsi pada tag dan banding kan dengan fisik persediaan - Evaluasi apakah persentase penyelesaian untuk barang dalam proses (WIP) pada tag adalah rasional Comment: pengujian ini merupa kan ta hap awal dari tujuan akurasi

Cut-off (Pisah Batas) Audit objective : Pembelian dan penjualan persediaan dicatat pada periode yang tepat. Prosedur pengamatan fisik : 1. Catat dalam kertas kerja, nomor-nomor dokumen pengangkutan (shipping document) yang diguna kan pada akhir tahun 2. Pastikan bahwa persediaan untuk dokumen di atas sudah dikeluar kan dari catatan persediaan 3. Amati area pengiriman untuk melihat persediaan yang akan dikirim 4. Catat dalam kertas kerja, nomor-nomor dokumen penerimaan (receiving report) y ang digunakan pada akhir tahun. Pastikan bahwa persediaan untuk dokumen di atas sudah dimasukkan dalam catatan persediaan (goods intransit) 5. Amati area penerimaan untuk melihat persediaan yang seharusnya dimasukkan dalam catatan persediaan Comment: mendapatkan informasi cut-off yang benar mengenai penerimaan dan pengiriman persediaan merupakan hal yang sangat penting dalam pengujian persediaan

Realizable Value (Nilai yang Dapat Direalisasikan) Audi t objective : Persediaan yang usang atau tidak terpakai dikeluarkan dari catatan atau dilakukan pencatatan terpisah. Prosedur pengamatan fisik : Inquire (tanyakan) pegawai atau manajemen klien untuk menentukan persediaan yang usang, rusak, berkarat, atau ditempat kan pada tempat yang tidak semestiny a

Right (Hak) Audi t objective : Klien memiliki hak atas persediaan yang tercatat dalam tag Prosedur pengam atan fisik : 1. Inquire (tanyakan) tentang konsinyasi atau persediaan konsumen yang mungkin dimasukkan dalam persediaan klien 2. Waspadai persediaan yang dipisahkan atau ditandai sebagai bukan milik klien

Audit atas Penetapan Harga (Pricing) dan Kompilasi Inventory price tes t: mencakup seluruh pengujian untu k menilai apakah unit price yang ditetap kan oleh klien sudah tepat(fifo,lifo dll) Inventory compilation tes t: mencakup pengujian terhadap ikhtisar fisik persediaan, perkalian ulang harga dengan kuantitas, footing ikhtisar persediaan, dan trace (penelusuran) jumlah totalny a ke ledger. 1. Klien bertanggung jawab untuk menyusun prosedur yang akurat untuk perhitungan fisik 2. Tanggung jawab auditor adalah mengevaluasi dan mengamati prosedur penghitungan fisik yang dilakukan oleh klien dan mengambil kesimpulan mengenai eksisten si fisik persediaan

Functions in the inventory and Warehousing Cycle Fungsi Pesanan Penerimaan Penyimpanan Proses Penyimpanan Pengiriman Pembelian Bahan baku Bahan baku Produksi Barang jadi Barang jadi Arus Barang Penerimaan Bahan baku Penyimpanan Bahan baku Penyerahan Bahan baku Penyimpanan Barang jadi Pengiriman Barang jadi Dokumen Permintaan Laporan Kartu Permintaan Kartu Bukti Pembelian Penerimaan Persediaan Bahan baku Persediaan Pengiriman Barang Pesanan Faktur Akuntansi Akuntansi Kartu Pembelian Pembelian Biaya Biaya Persediaan Akuntansi Biaya

Arus Persediaan dan Biaya Saldo awal Pembelian Bahan Baku Pemakaian bahan baku Upah Langsung Aktual Pembebanan Saldo awal Barang Dlm Proses Barang jadi Harga Pokok Penjualan Saldo awal Biaya Overhead CGM CGS Aktual Pembebanan

Bagian-bagian audit persediaan Pembelian dan pencatatan Persediaan, upah dan overhead Siklus yang diuji Perolehan dan pembayaran dan Personalia dan penggajian Transfer internal Aset dan biaya Persediaan dan Pergudangan Pengiriman barang dan Pencatatan pendapatan dan biaya Penjualan dan Penerimaan Observasi phisik persediaan Persediaan dan Pergudangan Persediaan dan Pergudangan Penilaian dan kompilasi persediaan

Audit Akuntansi Biaya Pengendalian akuntansi biaya, Pengujian akuntansi biaya, Pencatatan perpetual, Pencatatan unit cost. Prosedur Analitis Bandingkan prosentasi gross margin tahun berjalan dengan tahun lalu, Bandingkan perputaran persediaan tahun berjalan dengan tahun lalu, Bandingkan unit cost persediaan tahun berjalan dengan tahun lalu, Bandingkan besarnya nilai persediaan tahun berjalan dengan tahun lalu Bandingkan biaya manufaktur tahun berjalan dengan tahun lalu.

Observasi phisik persediaan Pengendalian persediaan, Keputusan audit : Waktu, sampel dan seleksi item yang dipilih Pengujian observasi phisik Audit pricing dan kompilasi Pengendalian pricing dan kompilasi, Prosedur pricing dan kompilasi Penilaian persediaan : Pada waktu pembelian dan pemakaian

Hubungan diantara berbagai test Pengujian Siklus Perolehan dan pembayaran Bahan baku Saldo awal + Pembelian - Saldo akhir = Pemakaian Barang Dlm Proses Saldo awal + Bahan baku + Upah + Overhead - Saldo akhir = CGM Barang Jadi Pengujian Siklus Personalia Dan penggajian Saldo awal + CGM - Saldo akhir = CGS Pengujian Persediaan: Test akuntansi biaya Test observasi phisik Test pricing dan kompilasi Pengujian Siklus penjualan Dan penerimaan