INTI DAN RADIOAKTIVITAS

dokumen-dokumen yang mirip
KIMIA INTI DAN RADIOKIMIA. Stabilitas Nuklir dan Peluruhan Radioaktif

2. Dari reaksi : akan dihasilkan netron dan unsur dengan nomor massa... A. 6

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional

RADIOKIMIA Tipe peluruhan inti

RADIOKIMIA Pendahuluan Struktur Inti

FISIKA ATOM & RADIASI

Radioaktivitas dan Reaksi Nuklir. Rida SNM

BAB I Jenis Radiasi dan Interaksinya dengan Materi

FISIKA INTI DI BIDANG KEDOKTERAN, KESEHATAN, DAN BIOLOGI

PELURUHAN RADIOAKTIF. NANIK DWI NURHAYATI,S.Si,M.Si nanikdn.staff.uns.ac.id

U Th He 2

INTERAKSI RADIASI DENGAN MATERI NANIK DWI NURHAYATI,S.SI,M.SI

KIMIA (2-1)

PELURUHAN RADIOAKTIF

Jumlah Proton = Z Jumlah Neutron = A Z Jumlah elektron = Z ( untuk atom netral)

Kedua nuklida tersebut mempunyai nomor massa (A) yang sama dengan demikian nuklida-nuklida tersebut merupakan isobar.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Runusan Masalah

KEGIATAN BELAJAR 1 : KARAKTERISTIK INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD 01) FISIKA INTI

REAKSI NUKLIR NANIK DWI NURHAYATI,S.SI, M.SI

Partikel sinar beta membentuk spektrum elektromagnetik dengan energi

Kimia Inti dan Radiokimia

Xpedia Fisika. Soal Fismod 1

CHAPTER III INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS

PENEMUAN RADIOAKTIVITAS. Sulistyani, M.Si.

Radioaktivitas Henry Becquerel Piere Curie Marie Curie

CHAPTER iii INTI ATOM DAN RADIOAKTIVITAS

Pendahuluan Fisika Inti. Oleh: Lailatul Nuraini, S.Pd, M.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 01 )

Oleh ADI GUNAWAN XII IPA 2 FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

PENEMUAN RADIOAKTIVITAS. Sulistyani, M.Si.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDAHULUAN RADIOAKTIVITAS TUJUAN

Xpedia Fisika. Soal Fismod 2

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-16

Antiremed Kelas 12 Fisika

Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di dengan memasukkan kode 5976 ke menu search. Copyright 2017 Zenius Education

ENERGETIKA KESTABILAN INTI. Sulistyani, M.Si.

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK Kimia SMK KELAS X SEMESTER 1 SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO

Kimia Inti. B a b 4. Di unduh dari: ( Sumber buku : (bse.kemdikbud.go.id)

Laporan Praktikum Fisika Eksperimental Lanjut Laboratorium Radiasi. PERCOBAAN R2 EKSPERIMEN RADIASI β DAN γ Dosen Pembina : Drs. R. Arif Wibowo, M.

Inti atom Radioaktivitas. Purwanti Widhy H, M.Pd

PELURUHAN GAMMA ( ) dengan memancarkan foton (gelombang elektromagnetik) yang dikenal dengan sinar gamma ( ).

EKSPERIMEN SPEKTROSKOPI RADIASI ALFA

BAB II RADIASI PENGION

RADIOKIMIA Kinetika dan waktu paro peluruhan. Drs. Iqmal Tahir, M.Si.

BAB 2 STRUKTUR ATOM PERKEMBANGAN TEORI ATOM

Bab 1 STRUKTUR ATOM. Pada pelajaran bab pertama ini akan dipelajari tentang perkembangan teori atom, notasi unsur, Isotop, isobar, dan isoton.

BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

Kurikulum 2013 Kelas 12 Fisika

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA F A K U L T A S M I P A

TEORI ATOM. Awal Perkembangan Teori Atom

CATATAN KULIAH ATOM, INTI DAN RADIOAKTIF. Diah Ayu Suci Kinasih Departemen Fisika Universitas Diponegoro Semarang 2016

SILABUS PEMBELAJARAN

FISIKA MODERN UNIT. Radiasi Benda Hitam. Hamburan Compton & Efek Fotolistrik. Kumpulan Soal Latihan UN

VII. PELURUHAN GAMMA. Sub-pokok Bahasan Meliputi: Peluruhan Gamma Absorbsi Sinar Gamma Interaksi Sinar Gamma dengan Materi

REAKSI NUKLIR NANIK DWI NURHAYATI,S.SI, M.SI. nanikdn.staff.uns.ac.id nanikdn.staff.fkip.uns.ac.id / (0271)

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA F A K U L T A S M I P A SILABI

SOAL TENTANG SISTEM PERIODIK UNSUR DAN JAWABANNYA

5. KIMIA INTI. Kekosongan elektron diisi elektron pada kulit luar dengan memancarkan sinar-x.

SILABUS PEMBELAJARAN

BANK SOAL SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI BIDANG KIMIA 1 BAB I STRUKTUR ATOM

Fisika Umum (MA 301) Topik hari ini. Fisika Atom & Inti

CROSS SECTION REAKSI INTI. Sulistyani, M.Si.

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN

RADIASI BETA (β) RINGKASAN

MAKALAH APLIKASI NUKLIR DI INDUSTRI

TEORI DASAR RADIOTERAPI

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Dapat menambah informasi dan referensi mengenai interaksi nukleon-nukleon

Fisika EBTANAS Tahun 1996

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

BAB FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

KIMIA INTI. Inti atom: proton = sma 1 sma neutron = sma 1 sma. ket : Z = nomor atom = proton A = nomor massa = p + n.

Terdiri atas inti atom dan elektron yang berada diluar atom. Inti atom tersusun atas proton dan netron.

BAB II PROSES-PROSES PELURUHAN RADIOAKTIF

Materi. Radioaktif Radiasi Proteksi Radiasi

PREDIKSI UN FISIKA V (m.s -1 ) 20

RANGKUMAN MATERI. Struktur Atom

BAB 1 PERKEMBANGAN TEORI ATOM

YAYASAN PEMBINA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA SMA LABSCHOOL KEBAYORAN

ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

PELURUHAN SINAR GAMMA

MODEL ATOM. Atom : bagian terkecil suatu elemen yg merupakan suatu partikel netral, dimana jumlah muatan listrik positif dan negatif sama.

Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.

kimia KONFIGURASI ELEKTRON

Inti Atom dan Penyusunnya. Sulistyani, M.Si.

LEMBAR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER TAHUN (UTAMA) Mata Pelajaran (Beban) : Fisika 4 ( 4 sks) Hari/Tanggal : Rabu, 01 Desembar 2010

REAKSI INTI. HAMDANI, S.Pd

BORON NEUTRON CAPTURE THERAPY (BNCT)

Struktur Atom. Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi atom dan strukturnya berdasarkan Tabel Periodik Unsur.

LEMBAR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER (UTAMA) Mata Pelajaran (Beban) : Fisika 4 ( 4 sks) Hari/Tanggal : Senin, 30 Nopember 2009

BAB I INTI ATOM 1. STRUKTUR ATOM

PARTIKEL PENYUSUN ATOM

SPEKTROSKOPI-γ (GAMMA)

Radiologi Kedokteran Nuklir dan Radioterapi; oleh Dr. Ir. Hj Rusmini Barozi, AIM., M.M.; Daniel Kartawiguna, S.T., M.M., M.Acc. Hak Cipta 2015 pada

DETEKTOR RADIASI INTI. Sulistyani, M.Si.

PERCOBAAN PEMBELOKAN RADIASI SINAR BETA OLEH MEDAN MAGNET

Fisika II / II Page 1

STRUKTUR INTI ATOM DAN BINDING ENERGY RIDA SNM

Transkripsi:

KIMIA INTI DAN RADIOKIMIA INTI DAN RADIOAKTIVITAS Disusun oleh Kelompok A 1: Siti Lailatul Arifah 12030234021/ KB 2012 Nuril Khoiriyah 12030234022/ KB 2012 Nurma Erlita Damayanti 12030234204/ KB 2012 Amardi Suprasetyo 12030234208/ KA 2012 Amalia Nabilah 12030234224/ KA 2012 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN KIMIA PRODI KIMIA 2014

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... 1 DAFTAR ISI... 2 BAB I: KAJIAN TEORI 1.1 Inti dan Radiaktif... 3 1.2 Stabilitas Inti... 5 1.3 Jenis Emisi Radiaktif... 7 1.4 Reaksi Inti dan Persamaan Inti... 10 1.5 Laju Peluruhan Radioaktif... 15 BAB II: PENUTUP 2.1 Kesimpulan... 19 2.2 Soal Latihan... 19 Nukleus dan Radioaktivitas 2

BAB I KAJIAN TEORI 1.1 Inti dan Radioaktif Perjalanan kita menuju pembahasan inti atom dimulai dengan review singkat. Seperti yang telah dipelajari pada bab 2 dimana proton dan neutron pada tiap atom berukuran sangat kecil, pusat inti berukuran sekitar 1/100.000 dari diameter atom. Juga telah dipelajari bahwa atom tiap unsur tidak mesti sama. Dua atau lebih atom, dengan jumlah proton sama namun jumlah neutron berbeda, disebut dengan isotop. Perbedaan isotop dari unsur sama yang memiliki nomor atom sama, namun nomor massanya berbeda, yakni jumlah proton dan neutron dalam inti. Pada konteks sains nuklir, proton dan neutron disebut dengan nukleon (inti atom), karena mereka berada pada nukleus (inti). Nomor massa atom biasa disebut jumlah nukleon, dan ciri khusus dari inti, karakterisasi dari nomor atom spesifik dan jumlah nukleon, disebut nuklida. Nuklida dalam notasi kimia diwakili oleh penulisan nomor atom (Z) dan jumlah nukleon/ nomor massa (A) pada sisi kiri simbol unsur (X) Sebagai contoh, nuklida paling berlimpah dari uranium memiliki 92 proton dan 146 neutron, sehingga nomor atomnya adalah 92, nomor massanya adalah 238 (92+146), dan disimbolkan dengan 238 92U. Sering kali, nomor atom tidak dituliskan pada simbol unsur. Hal ini karena suatu nomor atom adalah tetap dan menjadi karakteristik masing-masing unsur. Misalnya, Nuklida juga dapat dituliskan dengan nama unsur diikuti dengan nomor massa. 238 92U juga dapat ditulis 238 U atau uranium 238. Contoh 1.1.1 dan 1.1.2 dapat digunakan sebagai latihan penulisan dan penerapan simbol nuklida. Nukleus dan Radioaktivitas 3

1.1.1 Contoh Simbol Nuklida Sebuah nuklida mempunyai 26 proton dan 33 neutron digunakan untuk mempelajari persenyawaan kimia dari darah. Tuliskan simbol nuklida dengan rumus A Z X. Tulis 2 cara lain untuk mewakili nuklida ini. Penyelesaian Karena nuklida ini memiliki 26 proton, nomor atomnya, Z, adalah 26, yang dapat diidentifikasi sebagai unsur besi, Fe. Inti atom dari Fe mempunyai total nukleon 59 (26 proton + 33 neutron), sehingga jumlah nukleonnya, A, adalah 59. 59 26Fe atau 59 Fe atau besi-59 1.1.2 Contoh Simbol Nuklida Dokter dapat menafsirkan fungsi paru-paru seorang pasien dengan bantuan kripton-81. Berapakah nomor atom dan nomor massa dari senyawa ini? Berapa banyak proton dan neutron yang ada dalam inti dari tiap atom? Tuliskan 2 cara lain untuk mewakili nuklida ini? Penyelesaian Tabel periodik menunjukkan bahwa nomor atom untuk kripton adalah 36, sehingga tiap kripton memiliki 36 proton. Nomor yang mengikuti nama unsur pada kripton-81 merupakan nomor masa nuklida. Selisih antara nomor massa (jumlah proton dan neutron) dan nomor atom (jumlah proton) menunjukkan banyaknya neutron, sehingga kripton-81 memiliki 45 neutron (81 36). Nomor atom = 36; nomor massa = 81; 36 proton dan 45 neutron 81 36Kr atau 81 Kr Nukleus dan Radioaktivitas 4

1.2 Stabilitas Inti Dua gaya bertindak atas partikel dalam inti untuk menghasilkan struktur inti. Gaya pertama, disebut gaya elektrostatik (atau gaya elektromagnetik), adalah gaya yang menyebabkan muatan listrik yang berlawanan saling menarik satu sama lain dan muatan yang sama saling menolak. Proton bermuatan positif dalam inti atom memiliki gaya elektrostatik yang mendorong untuk terpisah. Gaya lain dalam inti, disebut gaya kuat, menjaga nukleon (proton dan neutron) tetap bersama-sama. Jika suatu proton bertemu dengan proton yang lain, gaya elektrostatis yang mendorong untuk terpisah akan lebih besar daripada gaya kuat yang menarik mereka bersama-sama, dan dua proton akan terbang dalam arah yang terpisah. Oleh karena itu, inti yang mengandung lebih dari satu proton dan tidak ada neutron tidaklah ada. Neutron dapat digambarkan sebagai perekat nuklir yang memungkinkan proton untuk tetap bersama dalam inti. Karena neutron tidak bermuatan, tidak ada tolakan elektrostatik antara mereka dan partikel lainnya. Pada saat yang sama, setiap neutron dalam intiatom tertarik ke arah neutron lain dan proton oleh gaya kuat. Oleh karena itu, menambahkan neutron pada inti meningkatkan gaya tarik menarik yang menjaga partikel inti tetap bersama-sama tanpa meningkatkan jumlah tolakan antara partikelpartikel tersebut. Akibatnya, meskipun inti yang terdiri dari hanya dua proton tidak stabil, inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron sangatlah stabil. Stabilitas yang meningkat tercermin dalam jumlah yang signifikan dari energi yang dilepaskan ketika dua proton dan dua neutron bergabung membentuk inti helium. Gb 1. Dua proton dan dua neutron bergabung membentuk inti helium diikuti dengan pelepasan energi yang cukup besar Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18 Untuk unsur-unsur yang lebih ringan, kepemilikan jumlah yang samaantara proton dan neutron menyebabkan atom stabil. Sebagai contoh, atom karbon-12, dengan enam proton dan enam neutron, dan atom oksigen-16, 12 6 C, 16 8 O, dengan delapan proton dan delapan neutron, keduanya sangat stabil. Atom yang lebih besar dengan lebih banyak proton dalam inti mereka memerlukan rasio neutron yang lebih tinggi Nukleus dan Radioaktivitas 5

terhadap proton untuk menyeimbangkan peningkatan tolakan elektrostatik antar proton. Tabel 1 menunjukkan peningkatan yang stabil dalam rasio neutron-proton dari isotop berlimpah unsur-unsur dalam golongan 15 pada tabel periodik. Tabel 1. Ada 264 nuklida stabil yang ditemukan di alam. Grafik pada Gambar 2 menunjukkan rasio neutron-proton nuklida stabil tersebut. Secara kolektif, nuklida ini terdapat dalam apa yang dikenal sebagai pita stabilitas. Gb 2. Rasio proton-neutron 264 nuklida stabil di alam membentuk pita stabilitas. Bila pita dilanjutkan maka akan berakhir pada pulau stabilitas. Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18 Nukleus dan Radioaktivitas 6

Sebuah nuklida dengan jumlah proton dan neutron yang menempatkannya di luar pita stabilitas akan tidak stabil sampai mengalami satu atau lebih reaksi nuklir sehingga membawanya ke pita stabilitas. Atom tidak stabil ini disebut nuklida radioaktif, dan perubahan untuk mencapai stabilitas disebut peluruhan radioaktif. Perhatikan bahwa pita stabilitas berhenti pada proton 83. Semua nuklida dengan lebih dari 83 proton merupakan radioaktif, tetapi para ilmuwan telah berpostulat bahwa harus ada pulau stabilitas kecil di sekitar titik yang mewakili 114 proton dan neutron 184. Stabilitas relatif dari atom terberat yang sejauh ini telah disintesis di laboratorium menunjukkan bahwa ini benar. 1.3 Jenis Emisi Radioaktif 4 1.3.1 Emisi Alfa (, 2He) Salah satu cara yang nuklida dengan lebih dari 83 proton berubah untuk mencapai pita stabilitas adalah dengan melepaskan dua proton dan dua neutron dalam bentuk inti helium, yang dalam konteks ini disebut partikel alfa. Uranium alam, yang ditemukan dalam banyak formasi batuan di bumi, memiliki tiga isotop yang mengalami emisi alfa, pelepasan partikel alfa. Komposisi isotop uranium alam adalah 99,27% uranium-238, 0,72% uranium- 235, dan jejak uranium-234. Persamaan nuklir untuk emisi alfa dari uranium-238, isotop yang paling melimpah, adalah 238 234 4 Th + He 92U 90 2 Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18 Nukleus dan Radioaktivitas 7

Dalam persamaan nuklir untuk emisi alfa, partikel alfa ditulis sebagai αatau 4 2He. Perhatikan bahwa dalam emisi alfa, nuklida radioaktif berubah menjadi elemenberbeda, dengan nomor atom berkurang 2 dan nomor massa berkurang 4. 1.3.2 Emisi Beta (β, 1 0 e) Beberapa nuklida radioaktif memiliki rasio neutron-proton yang terlalu tinggi, menyebabkan mereka berada di atas pita stabilitas. Untuk mencapai keadaan yang lebih stabil mereka mengalami emisi beta (β - ). Dalam proses ini, neutron menjadi proton dan elektron. Proton tetap di inti, dan elektron, yang disebut partikel beta dalam konteks ini, dikeluarkan dari atom. n p + e - Dalam persamaan nuklir untuk emisi beta, elektron ditulis sebagai β, β -, atau 1 0 e. Iodin-131, yang memiliki beberapa kegunaan medis, termasuk pengukuran serapan yodium oleh tiroid, adalah emitor beta: 131 131 Xe + e 53I 54 1 0 Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18 Perhatikan bahwa dalam emisi beta, nuklida radioaktif berubah menjadi elemen yang berbeda, dengan nomor atom bertambah 1 namun nomor massanya sama. 1.3.3 Emisi Positron (β +, +1 0 e) Jika nuklida radioaktif memiliki rasio neutron-proton yang terlalu rendah, menyebabkan mereka berada di bawah pita stabilitas, maka dapat bergerak ke arah stabilitas dengan salah satu dari dua cara, emisi positron atau penangkapan elektron. Emisi positron (β + ) mirip dengan emisi beta, tetapi dalam kasus ini, proton menjadi neutron dan elektron anti-materi, atau anti-elektron. Anti-elektron juga disebut positron karena, meskipun menyerupai sebuah elektron di sebagian besar cara, ia memiliki Nukleus dan Radioaktivitas 8

muatan positif. Neutron tetap dalam inti, dan positron kecepatan dari inti dengan kecepatan tinggi. atau positron: p n + e + Dalam persamaan nuklir untuk emisi positron, elektron ditulis sebagai β +, +1 0 e, 0 1 e. Kalium-40, yang penting dalam penanggalan geologi, mengalami emisi 40 40 Ar + e 19K 18 +1 0 Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18 Perhatikan bahwa dalam emisi positron, nuklida radioaktif berubah menjadi elemen yang berbeda, dengan nomor atom berkurang 1 namun nomor massanya sama. 1.3.4 Penangkapan elektron (e ) Cara kedua yang atom dengan rasio neutron-proton rendah dapat mencapai keadaan yang lebih stabil adalah proton dalam intinya menangkap salah satu elektron atom. Dalam proses ini, yang disebut penangkapan elektron, elektron bergabung dengan proton untuk membentuk neutron. e - + p n Iodin-125, yang digunakan untuk menentukan kadar hormon darah, bergerak ke arah stabilitas melalui penangkapan elektron. 1 0 125 125 e + I Te 53 52 Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18 Nukleus dan Radioaktivitas 9

Seperti emisi positron, penangkapan elektron menyebabkan nuklida radioaktif untuk berubah menjadi elemen baru, dengan nomor atom berkurang 1 tetapi dengan nomor massa yang sama. 1.3.5 Emisi Sinar Gamma (γ) Oleh karena peluruhan radioaktif mengarah ke produk yang lebih stabil, maka selalu melepaskan energi. Beberapa energi ini dilepaskan dalam bentuk energi kinetik, menambah gerak anpartikel produk, tetapi sering sebagian dilepaskan sebagai bentuk energi radiasi yang disebut sinar gamma. Sinar gamma dapat dipandang sebagai aliran foton energi tinggi. Misalnya, cesium-137 adalah emitor beta yang juga melepaskan radiasi gamma. Energi yang dipancarkan pada emisi beta menyebabkan elemen produk, barium-137, dalam keadaan tereksitasi. Ketika barium-137 turun kekeadaan dasar, memancarkan fotondi wilayahsinar gamma dari spektrumenergi radiasi. Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18 1.4 Reaksi Inti dan Persamaan Inti Setelah melihat beberapa contoh reaksi inti, mari kita lihat lebih dekat bagaimana mereka berbeda dari reaksi kimia yang telah kita pelajari di seluruh teks ini. - Reaksi inti melibatkan perubahan dalam inti, sedangkan reaksi kimia melibatkan kehilangan, tambahan, dan berbagi elektron. - Isotop yang berbeda dari unsur yang sama dapat mengalami reaksi inti yang sangat berbeda, meskipun isotop unsur ini karakteristik kimianya sama. - Tidak seperti reaksi kimia, laju reaksi inti tidak dipengaruhi oleh suhu, tekanan, dan adanya atom lain yang dapat berikatan dengan atom radioaktif. - Reaksi inti, pada umumnya, mengeluarkan lebih banyak energi daripada reaksi kimia. Nukleus dan Radioaktivitas 10

Persamaan yang menggambarkan reaksi inti berbeda dengan yang menggambarkan reaksi kimia karena dalam persamaan nuklir muatan diabaikan. Jika mempelajari perubahan inti untuk emisi alfa, beta, dan positron sudah dijelaskan pada bagian ini, Anda akan melihat bahwa produk harus bermuatan. Sebagai contoh, ketika partikel alfa dilepaskan dari inti uranium-238, dua proton bermuatan positif hilang. Dengan asumsi bahwa atom uranium tidak bermuatan awalnya, atom torium yang terbentuk akan memiliki muatan -2. Karena partikel alfa terdiri dari dua proton bermuatan positif dan dua neutron tak bermuatan (dan tidak ada elektron), memiliki muatan +2 keseluruhan. Ion-ion kehilangan muatan mereka dengan cepat dengan bertukar elektron dengan partikel lain. Karena biasanya muatan diabaikan untuk reaksi inti, dan karena muatan ini tidak berlangsung lama, mereka biasanya tidak disebutkan dalam persamaan inti. Pada konteks kimia inti yang menjadi fokus adalah perubahan yang terjadi dalam inti partikel awal dan akhir. Oleh karena itu, persamaan inti harus jelas menunjukkan perubahan nomor atom nuklida (jumlah proton) dan perubahan nomor massa mereka (jumlah dari nomor proton dan neutron). Perhatikan bahwa dalam setiap persamaan berikut, jumlah dari superskrip (nomor massa, A) untuk reaktan sama dengan jumlah dari superskrip untuk produk. Demikian juga, jumlah dari subskrip (nomor atom, Z) untuk reaktan sama dengan jumlah dari subskrip untuk produk. Untuk menunjukkan bahwa hal tersebut benar, partikel beta dituliskan sebagai 1 0 e, dan positron dituliskan +1 0 e. Nukleus dan Radioaktivitas 11

Persamaan umum berikut menjelaskan perubahan inti: Tabel 2 merangkumkan perubahan inti yang dijelaskan dalam bab ini. Tabel 2. Perubahan Inti Jenis Perubahan Emisi alfa Simbol Perubahan Proton (Nomor Atom, Z) Perubahan Neutron Perubahan Nomor Massa, A 4 α atau 2He -2-2 4 Emisi beta β, β -, atau e 1 0 +1-1 0 Emisi positron β +, e +1 0, atau e 1 0-1 +1 0 Penangkapan elektron Emisi gamma E. C -1 +1 0 γ, atau γ 0 0 0 0 0 Nukleus dan Radioaktivitas 12

Contoh di bawah memberikan latihan dalam menulis persamaan inti untuk emisi alfa, emisi beta, emisi positron, dan penangkapan elektron. 1.4.1 Contoh Persamaan Inti Tulis persamaan inti untuk (a) emisi alfa oleh polonium-210, yang digunakan dalam terapi radiasi, (b) emisi beta oleh emas-198, yang digunakan untuk menilai aktivitas ginjal, (c) emisi positron oleh nitrogen-13, digunakan untuk menggambarkan otak, jantung, dan hati, dan (d) penangkapan elektronoleh gallium-67, digunakan untuk melakukan scan seluruh tubuh untuk tumor. Penyelesaian 210 a. Simbol untuk polonium-210 adalah 84Po, dan simbol untuk partikel alfa adalah 4 2He. Oleh karena itu, persamaan awal adalah 210 4 84Po + 2He Langkah pertama dalam menyelesaikan persamaan ini adalah menentukan subskrip dari formula yang hilang dengan menentukan nomor yang akan membuat jumlah dari bagian di sebelah kanan panah sama dengan bagian di sebelah kiri. Angka ini merupakan nomor atom dari nuklida yang hilang. Kemudian dari tabel periodik dapat diketahui elemen nuklida yang hilang. Dalam persamaan tertentu, bagian di sebelah kanan harus menambahkan hingga 84, sehingga subskrip untuk nuklida yang hilang harus 82. Ini merupakan nomor atom timbal, sehingga simbol untuk nuklida produk adalah Pb. Selanjutnya menentukan superskrip untuk formula hilang dengan menentukan nomor yang akanmembuat jumlah dari bagian di sebelah kanan panah sama dengan bagian di sebelah kiri. Nomor massa untuk nuklida produk harus 206. 210 206 4 84Po 82Pb + 2He 198 b. Simbol untuk emas-198 adalah 79Au, dan simbol untuk partikel beta 1 0 e. Oleh karena itu, persamaan awal adalah 198 79Au + 1 0 e Nukleus dan Radioaktivitas 13

Untuk menyeimbangkan bagian subskrip dalam persamaan ini, subskrip nuklida yang hilang harus 80, menunjukkan bahwa simbol untuk nuklida produk adalah Hg, merkuri. Nomor massa tetap sama dalam emisi beta, yaitu 198. 198 198 79Au 80Hg + 1 0 e c. Simbol untuk nitrogen-13 adalah 13 7 N, dan simbol untuk positron adalah +1 0 e. Oleh karena itu, persamaan awal adalah 13 7N + +1 0 e Untuk menyeimbangkan bagian subskrip dalam persamaan ini, superskrip nuklida yang hilang harus 6, menunjukkan bahwa simbol untuk nuklida produk adalah C, karbon. Nomor massa tetap sama dalam emisi positron, yaitu 13. 13 13 7N 6 C + +1 0 e 67 d. Simbol untuk gallium-67 adalah 31Ga, dan simbol untuk elektron adalah 1 0 e. Oleh karena itu, persamaan awal adalah 67 31Ga + 1 0 e Untuk menyeimbangkan bagian subskripdalam persamaan ini, bagian nuklida yang hilang harus 30, menunjukkan bahwa simbol untuk nuklida produk adalah Zn, seng. Nomor massa tetap sama dalam emisi positron, yaitu 67. 67 31Ga + 1 0 67 e 30Zn 1.4.2 Contoh Persamaan Inti Glenn Seaborg dan timnya, ilmuwan di Laboratorium Lawrence di Universitas California, Berkeley, menemukan sejumlah elemen baru, beberapa di antaranyaberkelium, kalifornium, lawrensium-telah dinamai untuk menghormati pekerjaan mereka. Lengkapi persamaan inti berikut yang menggambarkan proses yang digunakan untuk membuat elemen-elemen ini. 244 4 1 1 a. 96Cm + 2He + 1 H + 2 0 n 238 246 1 b. 92U + 98Cf + 4 0 n c. + 10 257 1 5 B 103Lr + 5 0 n Nukleus dan Radioaktivitas 14

Penyelesaian Pertama, menentukan subskrip untuk formula yang hilang dengan melihat nomor yang merupakan jumlah dari subskrip di kiri panah sama dengan di sebelah kanan. Angka itu merupakan nomor atom dari nuklida yang hilang sehingga diperoleh simbol unsur untuk nuklida tersebut. Selanjutnya, menentukan superskrip untuk formula hilang dengan menjumlah nomor dari superskrip di sebelah kiri panah sama dengan jumlah dari superskrip di sebelah kanan. 244 4 245 1 1 a. 96Cm + 2He Bk + 1 H + 2 0 n 97 238 b. 92U + 12 246 1 C 98Cf + 4 0 n 252 c. 98Cf 6 + 10 257 1 5 B 103Lr + 5 0 n 1.5 Laju Peluruhan Radioaktif Karena nuklida radioaktif yang berbeda memiliki kestabilan yang berbeda, laju peluruhannya berbeda juga. Angka ini dijelaskan dengan waktu paruh nuklida, waktu yang dibutuhkan untuk setengah dari sampel menghilang. Misalnya, radioaktif karbon- 14, yang meluruh untuk membentuk nitrogen-14 dengan memancarkan partikel beta, memiliki waktu paruh 5730 tahun. Setelah 5730 tahun, setengah dari sampel tetap, dan setengah telah menjadi nitrogen-14. Setelah 11,460 tahun (dua waktu paruh), setengah dari sisanya yang akan meluruh untuk membentuk nitrogen-14, membuat sampel menjadi seperempat dari jumlah aslinya. Setelah 17,190 tahun (tiga waktu paruh), setengah dari apa yang tersisa setelah 11,460 tahun akan meluruh untuk membentuk nitrogen-14, jadi seperdelapan dari sampel asli akan tetap. Ini terus berlanjut, dengan satu-setengah dari sampel meluruh setiap paruh. Bayangkan memiliki kue dan diberitahu bahwa Anda hanya diperbolehkan untuk makan setengah dari jumlah semua di piring per hari. Hari pertama Anda makan setengah dari kue. Hari berikutnya Anda makan setengah dari apa yang ada, tapi itu hanya seperempat dari kue (1/2 1/2). Keesokan harinya Anda hanya bisa makan seperdelapan dari kue asli (1/2 1/4 atau 1/2 1/2 1/2), dan pada hari berikutnya seperenam belas (1/2 1/8 atau 1/2 1/2 1/2 1/2). Pada hari kelima (setelah lima waktu paruh), potongan yang Anda makan hanya 1/32 dari kue asli (1/2 1/16 atau 1/2 1/2 1/2 1/2 1/2). Proses berlanjut sampai tidak ada cukup kue untuk dimakan. Nukleus dan Radioaktivitas 15

Ini adalah situasi yang sama dengan nuklida radioaktif. Setengah dari jumlah mereka menghilang setiap paruh sampai tidak ada jumlah yang signifikan yang tersisa. Lamanya waktu yang diperlukan untuk sampel radioaktif berkurang untuk tidak signifikan tergantung pada waktu paruh dan jumlah sampel yang ada untuk memulai peluruhan (Gambar 3). Dalam kimia atau fisika, Anda bisa belajar teknik umum untuk menggunakan waktu paruh nuklida untuk memprediksi lamanya waktu yang dibutuhkan untuk setiap persentase tertentu dari sampel meluruh. Contoh 18.5 memberikan sekilas dari prosedur ini dengan menunjukkan bagaimana untuk memprediksi lamanya waktu yang dibutuhkan untuk nuklida radioaktif tertentu (dengan paruh yang diberikan) untuk meluruh sampai 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, atau 1/32 dari jumlah aslinya. Contoh waktu paruh 1.5.2 menunjukkan bagaimana Anda dapat memprediksi apa fraksi sampel akan tetap setelah satu, dua, tiga, empat, atau lima waktu paruh. Gb 3. Ilustrasi peluruhan radioaktif dan waktu paruhnya Sumber: Nuclear Chemistry Chapter 18 Nukleus dan Radioaktivitas 16

Tabel 3 berikut menunjukkan waktu beberapa paruh nuklida radioaktif berikut jenis emisi yang dilakukan untuk berada pada keadaan stabil. Tabel 3. 1.5.1 Contoh Waktu Paruh Radon-222, yang ditemukan di udara dalam rumah yang dibangun di atas tanah yang mengandung uranium, memiliki paruh 3.82 hari. Berapa lama sebelum sampel meluruh hingga 1/32 dari jumlah awal? Penyelesaian: Dalam setiap paruh dari nuklida radioaktif, jumlah yang berkurang adalah setengah. Fraksi 1/32 adalah ½ x ½ x ½ x ½ x ½, sehingga diperlukan lima waktu paruh untuk membuat sampel menjadi 1/32. Untuk radon-222, lima waktu paruhnya adalah 19.1 hari (5 x 3.82 hari) 1.5.2 Contoh Waktu Paruh Salah satu masalah yang terkait dengan penyimpanan limbah radioaktif dari pembangkit listrik tenaga inti adalah bahwa beberapa nuklida radioaktif tetap ada dalam waktu yang sangat lama. Contohnya adalah plutonium-239, yang memiliki waktu paruh Nukleus dan Radioaktivitas 17

2.44 x 10 4 tahun. Berapa fraksi yang dibutuhkan oleh plutonium-239 sehingga tersisa setelah 9.76 x 10 4 tahun? Penyelesaian: Lamanya waktu dibagi dengan paruh menghasilkan jumlah paruh: 9.76 x 10 4 tahun 2.44 x 10 4 = 4 waktu paruh tahun Dalam setiap paruh dari nuklida radioaktif, jumlah yang berkurang adalah setengah, sehingga fraksi sisanya akan menjadi 1/16 (½ x ½ x ½ x ½). Nukleus dan Radioaktivitas 18

2.1 Kesimpulan BAB II PENUTUP Dari pembahasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan tentang inti dan radioaktivitas sebagai berikut: 1. Pada konteks sains nuklir, proton dan neutron disebut dengan nukleon (inti atom), karena mereka berada pada nukleus (inti). Nomor massa atom biasa disebut jumlah nukleon, dan karakterisasi dari nomor atom spesifik dan jumlah nukleon disebut nuklida. 2. Stabilitas inti atom dipengaruhi rasio proton-neutronnya. Atom yang tidak stabil memiliki rasio proton-neutron kurang dari 1 atau lebih dari 1 disebut nuklida radioaktif, dan perubahan untuk mencapai stabilitas disebut peluruhan radioaktif. 3. Beberapa jenis peluruhan radioaktif, yaitu emisi alfa untuk nuklida dengan jumlah proton lebih dari 83 dan berada di atas pita kestabilan, emisi beta untuk nuklida di atas pita kestabilan, emisi positron untuk nuklida di bawah pita, penangkapan elektron untuk nuklida di bawah pita, dan emisi sinar gamma pada pemancaran energi kinetik. 4. Reaksi dan persamaan inti, berbeda dengan reaksi dan persamaan kimia, tidak memperhatikan muatan unsur karena sifatnya yang sementara. 5. Nuklida radioaktif memiliki waktu tertentu yang diperlukan untuk meluruh menjadi sebagian dari massanya yaitu waktu paruh. 2.2 Soal Latihan Latihan 2.2.1 Simbol Nuklida Sebuah nuklida yang digunakan pada terapi radiasi untuk pengobatan kanker memiliki 39 proton dan 51 neutron. Tuliskan simbol nulida dengan rumus A Z X. Tulis 2 cara lain untuk mewakili nulida ini. Latihan 2.2.2 Simbol nuklida Sebuah atom dengan simbol 201 TI dapat digunakan untuk menafsirkan jantung pasien pada tes ketegangan. Berapakah nomor atom dan nomor massanya? Berapa jumlah Nukleus dan Radioaktivitas 19

proton dan jumlah neutron yang ada pada inti tiap atomnya? Tuliskan 2 cara lain untuk mewakili nuklida ini? Latihan 2.2.3 Persamaan Inti Tulis persamaan inti untuk (a) emisi alfa oleh plutonium-239, salah satu zat yang dibentuk pada pembangkit listrik tenaga inti, (b) emisi beta oleh natrium-24, digunakan untuk mendeteksi gumpalan darah, (c) emisi positron oleh oksigen-15, digunakan untuk menilai efisiensi paru-paru, dan (d) penangkapan elektron oleh tembaga-64, digunakan untuk mendiagnosa penyakit paru-paru. Latihan 2.2.4 Persamaan Inti Lengkapi persamaan inti berikut 14 4 a. 7 N + He + H 2 238 247 1 b. 92U + 99Es + 5 0 n c. + 2 239 1 1 H 93Np + 0 n 1 1 Nukleus dan Radioaktivitas 20