BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA 4.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya adalah mencari lokasi dan alamat outlet penjualan roti tawar citarasa bakery yang diantarkan oleh Samsudin yang merupakan sales roti tawar KMBU yang telah bekerja sejak Tanggal 17 April 2013. Data yang akan diamati dalam penelitian ini yaitu rute pendistribusian yang dilakukan oleh sales roti tawar citarasa bakery. Pendistribusian roti tawar citarasa bakery dibagi menjadi dua wilayah diantaranya adalah wilayah Bontang yang jadwal pendistribusiannya dilakukan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, sedangkan untuk hari Selasa, Kamis, dan Sabtu merupakan jadwal pendistribusian wilayah Loktuan. KMBU hanya menyediakan satu kendaraan untuk pendistribusian roti tawar citarasa bakery ke setiap outlet, kendaraan yang digunakan adalah mobil kijang LX, dengan status kepemilikan KMBU. Kode kendaran tersebut adalah KMBU.04 dengan nomor polisi KT 1835 DE. Pengukuran jarak tempuh dari lokasi awal yaitu depot (dapur citarasa bakery) keseluruh tempat pendistribusian outlet dan jarak antar lokasi outlet. Pengukuran jarak antar lokasi outlet dilakukan dengan menggunakan alat ukur yaitu odometer yang ada pada motor Honda Blade dan menggunakan wikimapia untuk menentukan titik lokasi depot dan outlet. Berdasarkan data yang telah diperoleh peneliti melakukan perhitungan jarak yang ditempuh oleh sales roti tawar citarasa bakery dari lokasi awal pendistribusian ke setiap outlet dan jarak antar outlet, sehingga terbentuk sebuah rute pendistribusian yang optimal dengan menggunakan metode nearest neighbour. Data yang diamati dalam penelitian ini adalah data pada Hari Kamis, 22 Mei 2014 dengan rute pendiastribusian di wilayah Loktuan. Jadwal pendistribusian roti tawar citarasa bakery rutin dilakukan setiap hari dari jam 09.00-12.00 WITA. 21
4.1.1 Data Outlet Roti Tawar Citarasa Bakery Data outlet yang digunakan adalah data bulan Mei 2014 dengan asumsi tidak terdapat perubahan daftar nama dan alamat outlet selama penelitian. Data ini diperlukan guna untuk mengetahui jumlah titik yang harus dilalui pada rute distribusi dan untuk menentukan titik-titik lokasi yang akan dikunjungi sehingga proses penentuan rute distribusi dengan menggunakan metode nearest neighbour dapat dilakukan dengan baik. Data outlet roti tawar citarasa bakery dapat dilihat pada Tabel 4.1 sebagai berikut: Tabel 4.1 Data outlet roti tawar citarasa bakery No. Nama Alamat Kode 1 Depot Komplek Kopkar PKT A 2 Menjangan Mart Jalan Menjangan B 3 Lavender Mart Jalan Slamet Riadi C 4 Rifky Jalan Kapal Pinisi 7 D 5 Nova Jalan Kapal Pinisi 7 E 6 Cinta Damai Jalan Kapal Pinisi 7 F 7 Nabila Jalan Kapal Pinisi 7 G 8 Latifah Jalan R.E Martadinata H 9 King Snack Jalan R.E Martadinata I 10 H. Badak Jalan R.E Martadinata J 11 Suharni Jalan Slamet Riadi K 12 Sudi Mampir Jalan R.E Martadinata L 13 H. Ismail Jalan Slamaet Riadi M 14 Hasni BSD N 15 Kahar BSD O 16 Mama Idam Guntung P 17 Romas Guntung Q Dapur roti tawar citarasa bakery KMBU berlokasi di jalan Catelya, Kompleks Pujasera Koperasi Pupuk Kaltim Kota Bontang, dapat dilihat pada Gambar 4.1 sebagai berikut: Gambar 4.1 Lokasi dapur roti tawar citarasa bakery KMBU 22
4.1.2 Data Titik Koordinat Garis Khayal Bumi dan Koordinat Cartesius Pada penelitian ini, jarak yang diukur menggunakan jarak aktual. Pengukuran jarak dilakukan dengan bantuan odometer pada kendaraan motor Honda Blade. Jarak bolakbalik kendaraan dari depot ke outlet dan sebaliknya maupun jarak antar outlet tidak selalu sama, dikarenakan pada kondisi aktual terdapat jalan-jalan yang dapat dilewati maupun jalan yang tidak dapat dilewati. Acuan tersebut diperoleh dari hasil wawancara dengan sales roti tawar citarasa bakery yang sangat mengetahui lokasi dan jalur jalan raya yang dilewati dari masing-masing outlet yang menjadi pelanggan dari KMBU. Selain data jarak, dilakukan pula pengumpulan data letak lokasi depot maupun outlet berdasarkan koordinat garis khayal bumi (garis bujur timur (BT) dan garis lintang selatan (LS)). Data koordinat untuk seluruh lokasi disajikan pada Tabel 4.2 berikut ini: Tabel 4.2 Data lokasi berdasarkan garis khayal bumi No Kode Outlet Nama Outlet Koordinat-BT Koordinat-LS 1 A Depot 117.27,45 0.8,33 2 B Menjangan Mart 117.28,16 0.8,49 3 C Lavender Mart 117.28,9 0.10,13 4 D Rifky 117.28,44 0.10,15 5 E Nova 117.28,44 0.10,21 6 F Cinta Damai 117.28,44 0.10,19 7 G Nabila 117.28,45 0.10,20 8 H Latifah 117.28,54 0.10,9 9 I King Snack 117.28,55 0.10,7 10 J H. Badak 117.28,58 0.10,5 11 K Suharni 117.28,39 0.10,13 12 L Sudi Mampir 117.28,52 0.10,9 13 M H. Ismail 117.28,39 0.10,10 14 N Hasni 117.28,38 0.9,1 15 O Kahar 117.28,39 0.9,2 16 P Mama Idam 117.28,33 0.11,24 17 Q Romas 117.28,35 0.11,26 Setelah diketahui lokasi depot maupun outlet-outlet berdasarkan garis khayal bumi, selanjutnya data koordinat garis khayal bumi tersebut dikonversikan ke dalam koordinat- 23
X maupun koordinat-y, dengan lokasi depot (117.27,45 BT; 0.8,33 LS ) sebagai titik pusat (0,0). Dengan menggunakan Persamaan 2.1 dan 2.2 maka dilakukan perhitungan sebagai berikut: 1. Pengukuran koordinat-x lokasi outlet B (Menjangan Mart) yaitu: X1 = BT2 BT1 =117.28,16 117.27,45 = 0,71 2. Pengukuran koordinat-x lokasi outlet C (Lavender Mart) yaitu: X2 = BT3 BT1 = 117.28,9 117.27,45 = 1,45 3. Pengukuran koordinat-x lokasi outlet D (Tk. Rifky) yaitu: X3 = BT4 BT1 = 117.28,44 117.27,45 = 0,99 4. Pengukuran koordinat-y lokasi outlet B (Menjangan Mart) yaitu: Y1 = LS1 LS2 = 8,33 8,49 = -0,16 5. Pengukuran koordinat-y lokasi outlet C (Lavender Mart) yaitu: Y2 = LS1 LS3 = 8,33 10,13 = -1,80 6. Pengukuran koordinat-y lokasi outlet D (Tk. Rifky) yaitu: Y3 = LS1 LS4 = 8,33 10,15 = -1,82 Perhitungan yang sama dilanjutkan untuk penentuan seluruh lokasi lainnya guna mengkonversikan letak lokasi ke dalam bentuk koordinat cartesius tersebut 24
menggunakan Persamaan 2.1 dan Persamaan 2.2 yang disajikan pada Tabel 4.3 berikut ini: Tabel 4.3 Letak lokasi berdasarkan koordinat cartesius No Kode Nama Outlet Koordinat-X Koordinat-Y 1 A Depot 0,00 0,00 2 B Menjangan Mart 0,71-0,16 3 C Lavender Mart 1,45-1,80 4 D Rifky 0,99-1,82 5 E Nova 0,99-1,88 6 F Cinta Damai 1,00-1,86 7 G Nabila 1,00-1,87 8 H Latifah 1,09-2,57 9 I King Snack 1,10-2,37 10 J H. Badak 1,13-2,17 11 K Suharni 0,94-1,80 12 L Sudi Mampir 1,07-2,57 13 M H. Ismail 0,94-1,77 14 N Hasni 0,93-0,77 15 O Kahar 0,94-0,87 16 P Mama Idam 0,88-2,91 17 Q Romas 0,90-2,93 Selanjutnya, letak seluruh lokasi berdasarkan Tabel 4.3 tersebut kemudian digambarkan ke dalam sebuah scatter diagram yang berfungsi untuk menunjukkan letak lokasi depot maupun seluruh outlet yaitu ditunjukkan pada Gambar 4.2 berikut ini: 25
Gambar 4.2 Pemetaan wilayah lokasi depot dan outlet 26
Setelah dilakukan pemetaan untuk seluruh lokasi, baik depot maupun outlet-outlet ke dalam sebuah peta, kemudian dilakukan pembentukan rute berdasarkan metode nearest Neighbour. 4.1.3 Data Jarak Dari Lokasi Awal Pendistribusian ke Outlet Pengamatan dan pengambilan jarak yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengambilan jarak secara langsung ke lapangan dari satu titik lokasi ke titik lokasi yang lainnya sehingga diperoleh jarak tempuh untuk seluruh lokasi outlet. Pengamatan dan pengambilan jarak yang pertama kali dilakukan adalah mengukur jarak dari lokasi awal pendistribusian ke alamat dari masing-masing outlet yang menerima roti tawar citarasa bakery dari sales roti bernama Samsudin. Berdasarkan pengukuran jarak yang telah dilakukan dengan menggunakan alat pengukur jarak yang terdapat pada kendaraan yang digunakan pada saat melakukan penelitian yakni sepeda motor Honda Blade, diperoleh jarak dari lokasi awal pendistribusian ke lokasi outlet untuk masing-masing wilayah pendistribusian. Hasil perhitungan jarak dapat dilihat pada Tabel 4.4 sebagai berikut: Tabel 4.4 Data jarak dari lokasi awal pendistribusian ke outlet Dari Ke Jarak (Km) Depot Menjangan Mart 1,9 Depot Lavender Mart 3,3 Depot Rifky 4,5 Depot Nova 4,6 Depot Cinta Damai 4,6 Depot Nabila 4,6 Depot Latifah 4,7 Depot King Snack 5,0 Depot H. Badak 4,9 Depot Suharni 4,1 Depot Sudi Mampir 4,6 Depot H. Ismail 4,2 Depot Hasni 2,9 Depot Kahar 3,3 Depot Mama Idam 6,7 Depot Romas 6,8 27
4.1.4 Data Jarak Antara Masing-masing Outlet Pengukuran jarak selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah mengukur jarak antara masing-masing outlet yang menerima roti tawar citarasa bakery dari sales roti bernama Samsudin. Pengukuran jarak ini diperlukan untuk mengetahui urutan rute yang akan terbentuk berdasarkan jarak tempuh terdekat dari suatu lokasi tertentu dengan menggunakan metode nearest neighbour. Hasil pengukuran jarak yang telah dilakukan dengan menggunakan alat pengukur jarak yang terdapat pada kendaraan yang digunakan pada saat melakukan penelitian yaitu sepeda motor Honda Blade, hasil perhitungan jarak dari outlet Menjangan Mart kepada outlet lainnya dapat dilihat pada Tabel 4.5 sebagai berikut: Tabel 4.5 Jarak dari outlet Menjangan Mart kepada outlet lainnya Dari Ke Jarak (Km) Menjangan Mart Lavender Mart 3,0 Menjangan Mart Rifky 4,2 Menjangan Mart Nova 4,3 Menjangan Mart Cinta Damai 4,3 Menjangan Mart Nabila 4,3 Menjangan Mart Latifah 4,5 Menjangan Mart King Snack 5,0 Menjangan Mart H. Badak 4,9 Menjangan Mart Suharni 3,8 Menjangan Mart Sudi Mampir 4,4 Menjangan Mart H. Ismail 3,9 Menjangan Mart Hasni 1,6 Menjangan Mart Kahar 2,0 Menjangan Mart Mama Idam 6,2 Menjangan Mart Romas 6,3 Tabel di atas yaitu merupakan salah satu dari tabel jarak antara masing-masing outlet yang digunakan untuk melihat dan menentukan jarak terdekat antar tiap-tiap lokasi satu ke lokasi lainnya, unutk tabel jarak antara masing-masing lokasi outlet lainnya dapat dilihat pada lampiran 2. 28
4.1.5 Matriks Jarak Berdasarkan data jarak dari lokasi awal pendistribusian ke seluruh outlet maupun jarak antara masing-masing outlet, maka diperoleh matriks jarak antar semua titik lokasi distribusi yang ada. Adapun matriks jarak antar semua titik lokasi distribusi dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut ini: Tabel 4.6 Matriks jarak antar semua titik lokasi outlet A B C D E F G H I J K L M N O P Q A - 1,9 3,3 4,5 4,6 4,6 4,6 4,7 5,0 4,9 4,1 4,6 4,2 2,9 3,3 6,7 6,8 B 1,9-3,0 4,2 4,3 4,3 4,3 4,5 5,0 4,9 3,8 4,4 3,9 1,6 2,0 6,2 6,3 C 3,3 3,0-1,2 1,3 1,3 1,3 1,5 2,0 1,9 0,8 1,4 0,9 4,6 5,0 3,2 3,3 D 4,5 4,2 1,4-0,1 0,1 0,1 0,3 0,7 0,6 0,4 0,2 0,5 5,2 5,6 2,3 2,4 E 4,6 4,3 1,5 0,1-0,1 0,1 0,4 0,8 0,7 0,5 0,3 0,6 5,3 5,7 2,2 2,3 F 4,6 4,3 1,5 0,1 0,1-0,1 0,4 0,8 0,7 0,5 0,3 0,6 5,3 5,7 2,2 2,3 G 4,6 4,3 1,5 0,1 0,1 0,1-0,4 0,8 0,8 0,5 0,3 0,6 5,3 5,7 2,2 2,3 H 4,9 4,7 1,7 0,4 0,5 0,5 0,5-0,5 0,4 0,8 0,2 0,9 5,7 6,1 2,9 3,0 I 4,7 4,7 1,6 0,5 0,6 0,6 0,6 0,4-0,3 0,6 0,2 0,7 5,4 5,8 2,7 2,8 J 4,8 4,8 1,9 0,6 0,7 0,7 0,7 0,5 0,1-0,7 0,3 0,8 5,5 5,9 2,8 2,9 K 4,1 3,8 0,9 0,4 0,5 0,5 0,5 0,5 0,9 0,8-0,8 0,1 4,8 5,2 2,7 2,8 L 4,4 4,2 1,5 0,2 0,3 0,3 0,3 0,1 0,5 0,4 0,5-0,6 5,2 5,6 2,5 2,6 M 4,2 3,9 1,0 0,5 0,6 0,6 0,6 0,6 1,0 0,9 0,1 0,6-4,9 5,3 2,8 2,9 N 2,9 1,6 4,9 5,2 5,3 5,3 5,3 5,5 5,7 5,6 4,8 5,2 4,9-0,4 7,8 7,9 O 3,3 2,0 5,0 5,6 5,7 5,7 5,7 5,9 6,0 6,0 5,2 5,6 5,3 0,4-8,2 8,3 P 6,7 6,2 3,2 2,3 2,2 2,2 2,2 2,7 2,9 2,8 2,7 2,7 2,8 7,8 8,2-0,1 Q 6,8 6,3 3,3 2,4 2,3 2,3 2,3 2,8 2,6 2,9 2,8 2,6 2,9 7,9 8,3 0,1 - dengan: A = depot, B = menjangan mart, C = lavender mart, D = rifky, E = nova, F = cinta damai, G = nabila, H = latifah, I = king snack, J = h.badak, K = suharni, L = sudi mampir, M = h. ismail, N = hasni, O = kahar P = mama idam, dan Q = romas. 29
Tabel 4.6 diatas menunjukkan hasil bahwa setiap outlet memiliki jarak tempuh pulang dan pergi yang berbeda pada saat pendistribusian dari outlet satu ke outlet lainnya. 4.2 Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan salah satu cara penyelesaian masalah untuk menentukan rute pendistribusian yaitu Travelling Salesman Problem (TSP) dengan metode nearest neighbour. Prinsip kerja metode nearest neighbour pada penelitian ini adalah mencari jarak terdekat antara satu lokasi ke lokasi lainnya yang paling terdekat dengan melihat matriks jarak yang telah dibuat sebelumnya. 4.2.1 Rute Pendistribusian Awal Sistem distribusi roti tawar citarasa bakery yang telah diterapkan oleh KMBU telah memiliki rute tetap, dimana rute ini digunakan oleh sales roti bernama Samsudin selama penelitian. Rute distribusi roti tawar citarasa bakery dimulai dari Depot ( dapur roti tawar citarasa bakery ) menuju ke outlet Menjangan Mart kemudian menuju ke toko Kahar selanjutnya menuju ke Hasni kemudian ke lavender mart setelah itu menuju ke Rifky kemudian dilanjutkan menuju ke Cinta Damai kemudian menuju ke Nabila lalu menuju ke Nova setelah itu ke Mama Idam lalu menuju ke Ramos setelah itu ke Latifah selanjutnya menuju ke H. Badak kemudian dilanjutkan ke King Snack lalu menuju ke Sudi Mampir kemudian ke Suharni setelah itu menuju ke H. Ismail kemudian kembali menuju ke depot (dapur roti tawar citarasa bakery ). Untuk urutan rute yang telah dilalui oleh Samsudin dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut ini: 30
Gambar 4.3 Rute distribusi yang dilakukan sales roti tawar citarasa bakery Gambar 4.3 diatas memiliki rute distribusi dimulai dari A (Depot) B (Menjangan Mart) O (Kahar) - N (Hasni ) C (Lavender Mart) D (Rifky) F (Cinta Damai) G (Nabila) E (Nova) P (Mama Idam)- Q (Ramos) H (Latifah) - J (H. Badak) - I (King Snack) L (Sudi Mampir) K (Suharni) - M (H. Ismail) A (Depot). Total jarak yang ditempuh oleh sales roti tawar citarasa bakery adalah sebagai berikut: 1,9 km + 2,0 km + 0,4 km + 4,9 km + 1,2 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,1 km +2,2 km + 0,1 km + 2,8 km + 0,4 km + 0,1 km + 0,2 km + 0,5 km + 0,1 km + 4,2 km = 22,3 km Total jarak yang ditempuh oleh Samsudin yang merupakan sales roti tawar citarasa bakery yaitu sejauh 22,3 km. Rute tersebut merupakan rute yang telah diterapkan Samsudin pada perusahaan KMBU selama melakukan proses proses pendistribusian roti 31
tawar citarasa bakery menuju ke lokasi masing-masing outletnya. Dari rute yang telah diterapkan tersebut, penelitian ini bermaksud untuk menggunakan metode nearest neighbour untuk menentukan rute yang optimal atau jarak terdekat antar lokasi yang kemudian akan dihitung total dari keseluruhan jarak yang ditempuh oleh sales roti tawar citarasa bakery tersebut dan kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan total jarak tempuh dengan menggunakan metode nearest neighbour. 4.2.2 Perhitungan Rute Distribusi Alternatif Hasil pengumpulan data yang diperoleh yaitu jarak dari depot menuju outlet ataupun sebaliknya dari outlet. Dari data tersebut, langkah selanjutnya adalah menentukan rute distribusi yang optimal dengan menggunakan metode nearest neighbour dengan melihat nilai jarak terpendek dari masing-masing lokasi outlet dimulai dari depot yang menjadi lokasi awal dari rute pendistribusian sales roti tawar citarasa bakery. Proses pengolahan data untuk menentukan rute distribusi sales roti tawar citarasa bakery dengan menggunakan metode nearest neighbour dapat dilihat sebagai berikut: 1. Menentukan Outlet Terdekat dari Lokasi Awal Pendistribusian Langkah awal yang dilakukan dalam menyusun rute distribusi dengan menggunakan metode nearest neighbour adalah dengan menentukan titik awal rute, dimana pada penelitian ini yang menjadi titik awal rute distribusi adalah lokasi awal pendistribusian roti tawar citarasa bakery sendiri. Setelah menetapkan lokasi awal pendistribusian sebagai titik awal rute, langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi outlet yang memiliki jarak terdekat dengan lokasi awal pendistribusian. Berdasarkan tabel jarak di atas, maka outlet yang memiliki jarak terdekat dari lokasi awal pendistribusian adalah Menjangan mart dengan jarak tempuh sebesar 1,9 km. 2. Menentukan Lokasi Outlet Selanjutnya Langkah selanjutnya adalah menentukan outlet selanjutnya yang memiliki nilai jarak tempuh terpendek dari lokasi tersebut. Langkah ini dilakukan terus menerus hingga semua outlet masuk dalam penyusunan rute yang ingin dibentuk. Berdasarkan nilai jarak tempuh pada tabel jarak yang terdapat pada Tabel 4.5 diatas, jarak antar outlet, terdapat beberapa lokasi yang memiliki lokasi terdekat yang lebih dari satu 32
lokasi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan penentuan rute alternatif yang dapat terbentuk dengan menggunakan jarak terpendek dari semua outlet. Alternatif rute yang telah dilakukan berdasarkan jarak terdekat antar outlet adalah sebagai berikut: 1. Rute 1 Alternatif rute yang pertama adalah sebagai berikut: A B N O C K M D E F G L H J I P Q A Total jarak tempuh = 1,9 km + 1,6 km + 0,4 km + 5,0 km + 0,8 km + 0,1 km + 0,5 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,3 km + 0,1 km + 0,4 km + 0,1 km + 2,7 km + 0,1 km + 6,8 km = 21,1 km 2. Rute 2 Alternatif rute yang kedua adalah sebagai berikut: A B N O C K M D E G F L H J I P Q A Total jarak tempuh = 1,9 km + 1,6 km + 0,4 km + 5,0 km + 0,8 km + 0,1 km + 0,5 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,3 km + 0,1 km + 0,4 km + 0,1 km + 2,7 km + 0,1 km + 6,8 km = 21,1 km 3. Rute 3 Alternatif rute yang ketiga adalah sebagai berikut: A B N O C K M D F E G L H J I P Q A Total jarak tempuh = 1,9 km + 1,6 km + 0,4 km + 5,0 km + 0,8 km + 0,1 km + 0,5 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,3 km + 0,1 km + 0,4 km + 0,1 km + 2,7 km + 0,1 km + 6,8 km = 21,1 km 4. Rute 4 Alternatif rute yang keempat adalah sebagai berikut: A B N O C K M D F G E L H J I P Q A 33
Total jarak tempuh = 1,9 km + 1,6 km + 0,4 km + 5,0 km + 0,8 km + 0,1 km + 0,5 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,3 km + 0,1 km + 0,4 km + 0,1 km + 2,7 km + 0,1 km + 6,8 km = 21,1 km 5. Rute 5 Alternatif rute yang kelima adalah sebagai berikut: A B N O C K M D G F E L H J I P Q A Total jarak tempuh = 1,9 km + 1,6 km + 0,4 km + 5,0 km + 0,8 km + 0,1 km + 0,5 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,3 km + 0,1 km + 0,4 km + 0,1 km + 2,7 km + 0,1 km + 6,8 km = 21,1 km 6. Rute 6 Alternatif rute yang kenam adalah sebagai berikut: A B N O C K M D G E F L H J I P Q A Total jarak tempuh = 1,9 km + 1,6 km + 0,4 km + 5,0 km + 0,8 km + 0,1 km + 0,5 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,1 km + 0,3 km + 0,1 km + 0,4 km + 0,1 km + 2,7 km + 0,1 km + 6,8 km = 21,1 km Dengan menggunakan cara yang sama pada semua kemungkinan rute alternatif yang dapat terbentuk, pada penelitian ini diperoleh sebanyak 6 rute alternatif. Total jarak tempuh keenam rute alternatif dengan perhitungan menggunakan metode nearest neighbour yaitu sejauh 21,1 km. Rute tersebut merupakan rute yang telah dihitung oleh peneliti menggunakan metode nearest neighbour. Adapun salah satu rute alternatif yang dapat digunakan untuk mendistribusikan roti tawar citarasa bakery dapat dilihat pada Gambar 4.4 berikut ini: 34
Gambar 4.4 Rute alternatif dengan metode nearest neighbour Gambar 4.4 di atas merupakan salah satu dari enam alternatif rute yang dapat digunakan untuk mendistribusikan roti tawar citarasa bakery. Untuk kelima rute alternatif yang lainnya dapat dilihat pada Lampiran 6. Hasil perhitungan yang diperoleh pada total jarak tempuh yang dilalui oleh seorang sales roti tawar citarasa bakery dan total jarak tempuh yang dilalui peneliti dengan menggunakan metode nearest neighbour, maka akan dihitung persentase penghematan total jarak tempuh keduannya sebagai berikut: Total Jarak Rute Awal-Total Jarak Rute Terpilih Persentase Penghematan Jarak = x 100% Total Jarak Rute Awal 22,3 km 21,1 km Persentase Penghematan Jarak = x 100% 22,3 km = 5,38 % 35
Berdasarkan perhitungan persentase penghematan jarak yang telah dihitung yaitu didapatkan persentase sebesar 5,38 %. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terlalu jauh perbedaan antara total jarak antara rute yang diterapkan sales roti tawar citarasa bakery dengan rute yang dihitung peneliti dengan menggunakan metode nearest neighbour. 4.3 Analisa Data Berdasarkan hasil pengolahan data jarak tempuh antar outlet roti tawar citarasa bakery dengan menggunakan metode nearest neighbour, maka dapat dilakukan analisa sebagai berikut: 1. Rute yang Diterapkan oleh Sales Roti Tawar Citarasa Bakery Gambar 4.3 tanpak jelas bahwa rute yang diterapkan oleh sales roti tawar citarasa bakery masih belum optimal karena masih terdapat outlet yang seharusnya disinggahi yaitu dari outlet Menjangan Mart menuju ke Hasni kemudian ke Kahar, dan dari outlet Lavender Mart ke Suharni kemudian ke H. Ismail yang seharusnya disinggahi karena memiliki jarak terdekat, namun sales roti tersebut melewatinya untuk menuju ke outlet selanjutnya, hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip metode nearest neighbour yang diperoleh dengan cara selalu menuju ke outlet yang jaraknya paling dekat dengan outlet yang telah dilewati sebelumnya. 2. Rute Alternatif Hasil perhitungan dengan menggunakan metode nearest neighbour diperoleh enam rute alternatif, karena terdapat beberapa jarak antara outlet satu ke outlet lain sama. Outlet tersebut adalah Cinta Damai, Nova dan Nabila, sehingga keenam rute alternatif tersebut memiliki jarak tempuh yang sama yaitu sebesar 21,1 km. Parameter yang diukur dalam metode nearest neighbour adalah jarak, sehingga keenam alternatif rute distribusi roti tawar citarasa bakery yang terbentuk dapat digunakan oleh sales roti tersebut. Letak perbedaan dari keenan rute alternatif diatas terdapat pada rute yang dimulai dari Rifky ke masing-masing outlet yaitu Cinta Damai, Nova dan Nabila. sehingga dari keenam rute alternatif tersebut akan ditentukan satu rute yang dapat memberikan solusi yang optimal. Dimana soulusi optimal tersebut diartikan sebagai pencarian atau penyelesaian masalah yang baik dalam penentuan rute yang paling tepat. Sehingga dilakukan analisa untuk masing-masing rute alternatif yang telah 36
terbentuk diantaranya adalah rute alternatif 1, 2, 3, 5, dan 6. Kelima rute alternatif ini dapat digunakan dalam proses pendistribusian roti tawar citarasa bakery namun belum optimal karena rute yang dilewati terdapat persimpangan jalan yang dapat membuat mobil berhenti dikarenakan harus menyeberang jalan untuk ke outlet selanjutnya. Sedangkan rute yang dapat memberikan solusi optimal dalam proses pendistribusian roti tawar citarasa bakery adalah rute alternatif 4, dimana rute yang terbentuk dimulai dari Depot Menjangan Mart Hasni Kahar Lavender Mart Suharni H. Ismail Rifky Cinta Damai Nabila Nova Sudi Mampir Latifah H. Badak King Snack Mama Idam Romas Depot. Meskipun pada rute Rifky Cinta Damai Nova Nabila terdapat persimpangan jalan, namun mobil dapat langsung berjalan tanpa harus berhenti untuk menyeberang jalan, karena rute dari Rifky ke Cinta Damai lalu ke Nabila kemudian ke Nova merupakan rute jalan yang melewati persimpangan jalan yang dapat langsung belok ke kiri karena sesuai dengan lajur kendaraan. Hasil perhitungan total jarak tempuh rute distribusi roti tawar citarasa bakery yang dipeorleh lebih kecil, maka waktu pendistribusian roti tawar citarasa bakery akan lebih cepat dan dihasilkan pula waktu tersingkat untuk mencapai tujuan. Karena total jarak tempuh yang berbanding lurus dengan waktu tempuh. 3. Perbandingan Total Jarak Tempuh Rute Hasil yang didapatkan dari perhitungan total jarak tempuh yang telah diterapkan seorang sales roti tawar citarasa bakery yaitu sejauh 22,3 km, persentase antara total jarak yang diterapkan oleh sales roti tawar citarasa bakery dengan metode nearest neighbour yaitu sebesar 5,38 %. Hal itu menunjukkan bahwa total jarak yang telah diterapkan sales roti tawar citarasa bakery pada saat ini masih diperlukan perbaikan, untuk meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada outlet roti tawar citarasa bakery. 37