RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI PROTOTIPE PENDETEKSI DAN PEMADAM API MENGGUNAKAN IMAGE PROCESSING PADA QUADCOPTER

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia. Perkembangan robot dari zaman ke zaman terus

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Rancang Bangun Sistem Takeoff Unmanned Aerial Vehicle Quadrotor Berbasis Sensor Jarak Inframerah

BAB III METODE PENELITIAN. tracking obyek. Pada penelitian tugas akhir ini, terdapat obyek berupa bola. Gambar 3.1. Blok Diagram Penelitian

SYAHIDAL WAHID

ABSTRAK Robovision merupakan robot yang memiliki sensor berupa indera penglihatan seperti manusia. Untuk dapat menghasilkan suatu robovision, maka

Sistem Ar Drone Pengikut Garis Menggunakan Algoritma Progressive Probabilistic Hough Transform

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PENGUJIAN SISTEM. pada PC yang dihubungkan dengan access point Robotino. Hal tersebut untuk

RIZKAR FEBRIAN. 1, SUWANDI 2, REZA FAUZI I. 3. Abstrak

Realisasi Perangkat Color Object Tracking Menggunakan Raspberry Pi

Sistem Deteksi Warna pada Quadcopter Ar.Drone Menggunakan Metode Color Filtering Hue Saturation and Value (HSV)

DETEKSI KEBAKARAN BERBASIS WEBCAM SECARA REALTIME DENGAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

I. PENDAHULUAN. UAV (Unnmaned Aerial Vehicle) secara umum dapat diartikan sebuah wahana udara

2 TINJAUAN PUSTAKA. Unmanned Surface Vehicle (USV) atau Autonomous Surface Vehicle (ASV)

Elvin Nur Afian, Rancang Bangun Sistem Navigasi Kapal Laut berbasis pada Image Processing metode Color Detection

DAFTAR ISI ABSTRAK... 7 KATA PENGANTAR... 8 DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN...

PERANCANGAN PENDETEKSI WAJAH DENGAN ALGORITMA LBP (LOCAL BINARY PATTERN) BERBASIS RASPBERRY PI

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Internasional Batam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir dilaksanakan mulai Agustus 2015

Implementasi OpenCV pada Robot Humanoid Pemain Bola Berbasis Single Board Computer

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RANCANG BANGUN SISTEM PELACAKAN OBJEK SECARA REAL TIME BERDASARKAN WARNA

Model Otomasi Penyortir Warna Barang dengan Metode Thresholding dan Bentuk Barang dengan Metode Pengenalan Pola

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KONTROL PID UNTUK KESEIMBANGAN SEPEDA. Design and Implementation of PID Control for Bicycle s Stability

Pengendalian Gerak Robot Penghindar Halangan Menggunakan Citra dengan Kontrol PID

SISTEM KONTROL GERAK SEDERHANA PADA ROBOT PENGHINDAR HALANGAN BERBASIS KAMERA DAN PENGOLAHAN CITRA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan penjelasan dari metode-metode yang

ABSTRAK. Kata Kunci : Infrared Camera, thresholding, deteksi tepi.

Pembuatan Model Quadcopter yang Dapat Mempertahankan Ketinggian Tertentu

III. METODE PENELITIAN

Bab III Perangkat Pengujian

Realisasi Robot Yang Mengikuti Objek Bergerak Menggunakan Kamera Wireless via Wifi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Parrot AR. Drone

PT.LINTAS ANANTARA NUSA DRONE MULTI PURPOSES.

Sistem Deteksi Bola Berdasarkan Warna Bola Dan Background Warna Lapangan Pada Robot Barelang FC

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGESAHAN PUBLIKASI HASIL PENELITIAN SKRIPSI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER

SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN SISTEM. Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut

BAB II KAJIAN LITERATUR...

TUGAS AKHIR - TE

DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONTROL ROBOT JARAK JAUH DENGAN KOMUNIKASI WIFI

Perancangan dan Implementasi Kontroler PID Gain Scheduling untuk Gerakan Lateral Way-to-Way Point pada UAVQuadcopter

BAB II DASAR TEORI. bentuk api dan lapangan pertandingan pada KRPAI. Pemadam Api (Setyawan, D.E dan Prihastono, 2012) [2]

RANCANG BANGUN ROBOT SEBAGAI ALAT BANTU PENJELAJAH BAWAH AIR

Studi Digital Watermarking Citra Bitmap dalam Mode Warna Hue Saturation Lightness

BAB III IMPLEMENTASI ALAT

Model Sistem Akses Tempat Parkir Berdasarkan Pengenalan Plat Nomor Kendaraan. Andry Jonathan ( )

BAB II LANDASAN TEORI

Implementasi Skeletal Tarcking dalam Sistem Navigasi Mobile Robot Menggunakan Sensor Kinect

Pendeteksian Arah Jalan pada Gps Googlemaps sebagai Navigasi Mobil Tanpa Pengemudi

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan teknologi mengubah setiap sendi kehidupan manusia

Rancang Bangun Prototype Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan Tiga Rotor

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SEGMENTASI WARNA CITRA DENGAN DETEKSI WARNA HSV UNTUK MENDETEKSI OBJEK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Rancang Bangun Sistem Pelacakan Obyek Menggunakan CCTV dan Webcam. Kampus ITS, Surabaya

PENERAPAN SEGMENTASI MULTI KANAL DALAM MENDETEKSI SEL PARASIT PLASMODIUM SP. I Made Agus Wirahadi Putra 1, I Made Satria Wibawa 2 ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN Tujuan. Merancang dan merealisasikan pesawat terbang mandiri tanpa awak dengan empat. baling-baling penggerak.

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. HALAMAN PERNYATAAN... iii. KATA PENGANTAR... iv. MOTO DAN PERSEMBAHAN... v. DAFTAR ISI...

RANCANG BANGUN SENSOR PARKIR MOBIL PADA GARASI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560

Kata kunci : citra, pendeteksian warna kulit, YCbCr, look up table

IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY SEBAGAI PERINTAH GERAKAN TARI PADA ROBOT HUMANOID KRSI MENGGUNAKAN SENSOR KAMERA CMUCAM4

BAB II DASAR TEORI. pemperbaiki kualitas citra agar mendapatkan hasil citra yang baik dan mudah

Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

PERANCANGAN PROTOTYPE ROBOT SOUND TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN METODE FUZZY LOGIC

PENDAHULUAN Latar Belakang Parrot AR.Drone

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS. Pengujian Modul Kamera Raspberry Pi v2

RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI PATH BUILDER PADA QUADCOPTER. Design and implementation mapping of certain waypoint on quadcopter

RANCANG BANGUN KENDALI PADA ROBOT PEMANJAT DINDING DESIGN CONTROL OF WALL CLIMBING ROBOT.

BAB I PENDAHULUAN I.1

MODEL OTOMASI SISTEM SORTIR BARANG BERDASARKAN WARNA DAN BENTUKNYA ABSTRAK

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV HASIL PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah (Austin, 2010).

BAB III ANALISA SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT. berasal dari motor. Selain kuat rangka juga harus ringan. Rangka terdiri dari beberapa bagian yaitu:

Perancangan Kontroler Fuzzy untuk Tracking Control Robot Soccer

EKO TRI WASISTO Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM AKUISISI DATA DAN PENGAMBILAN GAMBAR MELALUI GELOMBANG RADIO FREKUENSI

Aplikasi Thermopile Array untuk Thermoscanner Berbasis Mikrokontroler ATmega16. Disusun Oleh : Nama : Wilbert Tannady Nrp :

SISTEM KENDALI DAN MUATAN QUADCOPTER SEBAGAI SISTEM PENDUKUNG EVAKUASI BENCANA

KONTROL KESTABILAN QUADCOPTER DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR GYROSCOPE ITG 3205 LAPORAN AKHIR. oleh : NURMANSYAH

metode pengontrolan konvensional yaitu suatu metode yang dapat melakukan penalaan secara mandiri (Pogram, 2014). 1.2 Rumusan Masalah Dari latar

RANCANG BANGUN MOBILE ROBOT PENGIKUT MANUSIA BERDASARKAN WARNA MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING BERBASIS MINI PC

PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT PENDETEKSI WARNA CAT NIRKABEL

KONTROL ARAH DAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN ANDROID. Dyah Lestari, Andrik Rizki Ari Wijaya

PENGENALAN WAJAH DENGAN METODE TEMPLATE MATCHING SEBAGAI SISTEM STARTER SEPEDA MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 Oleh : Margito Hermawan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3990 RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI PROTOTIPE PENDETEKSI DAN PEMADAM API MENGGUNAKAN IMAGE PROCESSING PADA QUADCOPTER DESIGN AND IMPLEMENTATION PROTOTYPE OF FIRE DETECTION AND EXTINGHUISHER BASED IMAGE PROCESSING ON QUADCOPTER Sepfrans Josua Hutasoit 1, Erwin Susanto, S.T., M.T. 2, Ph.D., Ramdhan Nugraha, S.Pd., M.T. 3 1,2,3 Prodi S1 Teknik Elektro dan Komunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom 1 sepfrans.josua@gmail.com, 2 erwinelektro@telkomuniversity.ac.id, 3 ramdhan@telkomuniversity.ac.id Abstrak Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan robot penjelajah udara tanpa menggunakan pilot di dalamnya. Salah satu jenis UAV adalah quadcopter. Saat ini, quadcopter telah berkembang dengan sangat pesat. Keunggulan quadcopter dapat terbilang sangat membantu. Pemakaian quadcopter dapat dilakukan di berbagai macam tempat bahkan di tempat-tempat yang sulit sekalipun. Karena keunggulan tersebut, quadcopter banyak digunakan dalam berbagai macam aplikasi. Salah satu jenis aplikasi yang sedang dikembangkan adalah quadcopter pemadam api. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis akan merancang bangun dan mengimplementasi sebuah prototipe yaitu deteksi dan pemadam api menggunakan image processing pada quadcopter. Pada image processing, penulis akan memakai kamera sebagai visual gambar pada quadcopter. Hasil gambar tersebut juga akan dikirim langsung ke ground station. Dari setiap hasil gambar, quadcopter akan menganalisis apakah gambar yang diambil memiliki titik apinya atau tidak. Jika pada visual gambar terdapat titik api, quadcopter akan memadamkannya. Pada image processing, penulis akan memakai metode Color Filtering HSV (Hue, Saturation, Value) sebagai perbandingan warna pada area jangkauan quadcopter. Hasil tugas akhir ini adalah setiap area yang dapat dijangkau oleh quadcopter dapat mendeteksi api jika terdapat titik api maupun kebakaran. Riset ini akan digunakan di tempat yang rentan akan terjadi titik api sehingga api tidak menyebar lebih luas. Kata kunci : Unmanned Aerial Vehicle, quadcopter, remote control, image processing, Ground Station, Color Filtering, HSV (Hue, Saturation, Value). Abstract Unmanned Aerial Vehicle (UAV) is an air explorer robot without using a pilot inside. One kind of UAV is quadcopter. Currently, quadcopter has been growing very rapidly. Quadcopter excellence can be calculated very helpful. The use of quadcopter can be done in all kinds of places even in places that are difficult ones. Because of these advantages, quadcopter widely used in various applications. One type of application being developed is a fire extinguisher quadcopter. Based on this background, the author will design and implement a prototype that detects and extinguish a fire using image processing on quadcopter. On the image processing, the author will use the camera as a visual image on quadcopter. The image results are sent directly to a ground station. From each of the image results, quadcopter will analyze wheter the images taken have fire points or not. If on the visual contained fire points, quadcopter will extinguish it. On the image processing, the author will use a Color Filtering HSV (Hue, Saturation, Value) method as a comparison of the color on the coverage area of quadcopter. The results of this thesis are every area that can be reached by quadcopter can detect a fire if contained fire points or fires. This research will be used in places that are vulnerable to fire points so that the fire did not spread more widely. Keyword : Unmanned Aerial Vehicle, quadcopter, remote control, image processing, Ground Station, Color Filtering, HSV (Hue, Saturation, Value).

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3991 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Perubahan iklim dari musim dingin menuju musim panas membuat beberapa lokasi di Indonesia menjadi rentan terhadap kebakaran. Titik api yang semula sedikit di saat musim dingin bertambah pesat di musim kemarau, terutama titik api yang medannya sulit dijangkau seperti di hutan. Hal seperti inilah yang menjadi penyebab titik api di Indonesia semakin banyak. Berdasarkan informasi dari WWF Indonesia, Indonesia memiliki hamparan hutan yang luas, dengan luas sebesar 99,6 juta hektar atau dalam persentase 52,3% dari total wilayah Indonesia[1]. Pada abad ini, ilmu pengetahuan sudah dapat dibilang sangat berkembang, baik itu pada bidang kesehatan, industri, militer, dll. Hal ini menambah keuntungan pada masyarakat. Sejumlah pakar teknologi dunia mengembangkan robot sebagai alat dalam mempermudah pekerjaan manusia. Salah satunya adalah pengembangan robot quadcopter dalam mengamati tempat-tempat yang hampir tidak dapat dijangkau oleh manusia. Quadcopter ini masih dalam tahap penelitian lanjut dari dunia robotika. Quadcopter adalah pengembangan dari helicopter yang hanya memiliki sebuah rotor. Teknologi yang terdapat dalam quadcopter ini meggunakan sinkronisasi antara keempat rotor yang dikonfigurasikan dalam bentuk frame plus (+) dimana rotor depan dan belakang berputar searah jarum jam, sedangkan rotor sebelah kanan dan kiri bergerak berlawanan arah jarum jam[2]. Kegunaan quadcopter sudah banyak digunakan di berbagai aplikasi. Pada penelitian ini, aplikasi yang ingin dikembangkan adalah quadcopter dengan kemampuan image processing dalam mendeteksi dan memadamkan api. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut maka tugas akhir ini dirancang dan diimplementasikan pada prototipe yaitu deteksi dan pemadam api menggunakan image processing pada quadcopter. Sistem ini bertujuan mengambil deteksi api pada gambar di area quadcopter. Kemudian quadcopter menuju titik api dan setelah di titik api, quadcopter akan memadamkan api tersebut. Sistem menggunakan Raspberry Pi 2 sebagai otak dalam mengolah dan mengirim gambar yang ditangkap dari kamera. Untuk mendapatkan informasi koordinat yang tepat bagi pemetaan udara menggunakan Flight Controller yang terhubung ke modul GPS dan Compass. Metode dalam pengolahan gambar yang diambil dari kamera, menggunakan metode Color Filtering HSV (Hue, Saturation, Value). 2. Dasar Teori 2.1 Citra RGB NTSC (National Television System Comittee) adalah komite nasional yang menciptakan standar warna (R N, G N, B N ) untuk pesawat penerima televisi. Komite ini menentukan tiga buah phosphor utama dari spectrum sinar yang ada yaitu merah, hijau, dan biru. Untuk warna referensi adalah warna putih dimana merupakan gabungan (tristimulus) dari tiga buah warna utama dengan nilai R N = G N = B N = 1. Tabel 2.1 berikut menunjukkan nilai gabungan dari ketiga warna tersebut untuk beberapa warna-warna utama dari koordinat warna NTSC sedangkan r N,g N,b N adalah nilai-nilai krominannya[6]. Tabel 2.1 Gabungan Nilai Warna Dasar dan Krominan untuk Warna Pokok pada Sistem Penerima Utama NTSC[6]

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3992 Gambar 2.3 Tristimulus Warna dan Diagram Krominan Sistem Penerima Utama NTSC[6] Koordinat ruang warna untuk sistem transmisi NTSC (Y, I, Q) dibangun untuk fasilitas transmisi gambar berwarna yang menggunakan jalur televisi monochrome yang telah ada tanpa menambah lebar pita yang diperlukan. Koordinat Y adalah melambangkan luminance sedangkan I dan Q melambangkan hue dan saturation dari sebuah warna yang memiliki lebar pita jauh lebih kecil dibandingkan sinyal luminance. Komponen I, Q ditransmisikan pada sebuah jalur sub-pembawa menggunakan modulasi quadrature sehingga spectrum dari I, Q tidak saling tumpang tindih dengan spektrum Y dan lebar pita yang diperlukan untuk transmisi tidak berubah. Hubungan sistem Y, I, Q dengan sistem R N, G N, B N merupakan transformasi linear seperti berikut[6]. (2.1) Untuk menentukan sistem kebalikannya adalah dengan mentransformasinya terhadap matrik inversnya. 2.2 Ruang Warna HSV HSV(Hue, Saturation, Value) color model adalah transformasi non linear ruang warna pada RGB. Warna tersebut merupakan kombinasi dari 3 nilai, yaitu Hue (H), Saturation (S), dan Value (V). Nilai-nilai pada warna ini dapat dilihat pada representasi ruang warna HSV berikut. Gambar 2.4 Representasi Ruang Warna HSV[6] Penjelasan mengenai ketiga nilai tersebut sebagai berikut : Hue (H) : Jenis-jenis pada warna (misalnya merah, hijau, atau kuning). Ini direpresentasikan juga sebagai tingkat sudut yang nilainya berkisar dari 0 o sampai 360 o (meskipun untuk beberapa aplikasi dinormalisasi dari 0% sampai 100%) Saturation (S) : merupakan direpresentasikan sebagai jarak dari sumbu cahaya hitam-putih. Nilainya berkisar dari 0% sampai 100%. Value (V) : direpresentasikan sebagai tinggi pada poros hitam putih. Kemungkinan jarak nilai berkisar dari 0% sampai 100%. Nilai 0 selalu hitam. Berdasarkan pada saturation, 100 bisa menjadi putih atau tingkat saturation yang lebih bahkan kurang.

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3993 Suatu warna dengan nilai value 100% akan tampak secerah mungkin dan suatu warna dengan nilai value 0 akan tampak segelap mungkin. Sebagai contoh jika hue adalah merah dan value bernilai tinggi maka warna kelihatan cerah tetapi ketika nilai value rendah maka warna tersebut akan kelihatan gelap[6]. 3. Perancangan dan Implementasi 3.1 Perancangan Sistem Pada perancangan sistem di atas terdapat Raspberry Pi 2 sebagai otak dari seluruh sistem. Komunikasi Raspberry Pi 2 ke ground station menggunakan wifi modul yang dihubungkan melalui port USB di Raspberry Pi 2. Sedangkan komunikasi ke flight controller menggunakan USART (rx dan tx). Untuk input data, menggunakan webcam Logitech C525 yang dihubungkan juga ke Raspberry Pi 2 menggunakan kabel USB. Untuk sistem take off dan landing menggunakan Remote Control yang terhubung melalui frekuensi radio ke Radio Telemetry 433 MHz, kemudian dari Radio Telemetry 433MHz terhubung ke flight controller. Pada quadcopter digunakan GPS dan Compass yang terhubung ke Flight Controller melalui komunikasi I2C. Buzzer berfungsi sebagai sistem peringatan yang akan disetting pada flight controller. Flight controller juga berperan untuk mengatur kecepatan brushless motor DC. Agar quadcopter stabil, di flight controller terdapat sistem autotune yang akan mengkalibrasi kecepatan pwm motor saat melakukan yaw, pitch, roll, dan throttle. Untuk sistem pemadam api, menggunakan motor EDF yang terhubung ke Raspberry Pi 2.

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3994 3.2 Perancangan Perangkat Lunak (Software) Gambar 3.2 Flowchart Software dan Sistem Pada flowchart di atas menjelaskan mengenai cara kerja keseluruhan sistem dan software quadcopter. Pada komunikasi antara quadcopter dengan ground station menggunakan Radio Telemetry 433MHz. Pada tahap pertama, sistem akan melakukan inisialisasi. Kemudian sistem akan memeriksa koneksi Ground Station, GPS(Global Positioning System), dan Compass pada quadcopter. Jika Ground Station, GPS dan Compass tidak terdeteksi, maka sistem akan memeriksa ulang kembali koneksi tersebut. Jika sudah terdeteksi, sistem akan menuju perintah selanjutnya yaitu quadcopter melakukan take off(lepas landas) menggunakan Remote Control. Setelah quadcopter berhasil take off(lepas landas), quadcopter akan mulai mengambil gambar pada area yang dilaluinya menggunakan kamera webcam Logitech C525. Setelah mengambil gambar, quadcopter akan mendeteksi pada gambar apakah ada api atau tidak. Untuk melakukan perintah deteksi api tersebut terdapat pada pesan yang dikirim melalui Ground Station. Jika terdeteksi api, maka quadcopter menuju perintah selanjutnya yaitu quadcopter akan menuju titik api dan memadamkan api tersebut. Setelah melakukan perintah tersebut, quadcopter kembali mendeteksi gambar apakah masih ada api atau tidak. Jika tidak terdeteksi api, quadcopter akan melakukan perintah landing.

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3995 4. Pengujian dan Analisis Sistem 4.1 Pengujian Color Filtering HSV Pada pengujian color filtering HSV ini dilakukan setting nilai minimum dan maximum pada Hue, Saturation, dan Value. Sebelumnya batas nilai minimum dan maximum berkisar dari 0 hingga 255. Agar nilai tersebut dapat diubah sesuai dengan warna objek yang akan dideteksi yaitu menggunakan trackbar. Objek yang digunakan pada pengujian kali ini adalah lilin. Setelah mendapatkan nilai yang tepat untuk filtering HSV ini, penguji mendapatkan hasil filter gambar yang tepat untuk warna objek yang akan dideteksi. Untuk pengujian kali ini, nilai yang telah didapat adalah hmin(hue minimum) 0, hmax(hue maximum) 30, smin(saturation minimum) 0, smax(saturation maximum) 14, vmin(value minimum) 234, dan vmax(value maximum) 255. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada gambar 4.1. Gambar 4.1 Nilai Filtering Warna Objek Setelah mendapatkan hasil filter yang bagus pada deteksi objek tersebut, dilakukan penambahan fitur deteksi untuk melihat ketepatan objek yang akan dideteksi pada gambar asli. Fitur tersebut adalah Hough Circles. Fitur ini akan memberikan gambar lingkaran pada objek yang dideteksi. Sebelumnya, besar lingkaran tersebut telah disetting pada pemroragman. Lingkaran tersebut terbagi atas 2 yaitu titik pusat yang berwarna merah dan lingkaran objek yang berwarna hijau. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada gambar 4.2. Gambar 4.2 Fitur Hough Circles pada Deteksi Gambar Asli 4.2 Pengujian Intensitas Cahaya Pengujian ini dilakukan untuk melihat pengaruh intensitas cahaya terhadap color filtering HSV. Sebelumnya telah diberikan nilai HSV yaitu hmin 0, hmax 30, smin 0, smax 14, vmin 234, dan vmax 255. Pengujian dilakukan di dalam ruangan (indoor) dan pada 11.00 WIB. Untuk proses pengujian dilakukan berurutan sesuai pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Tahap Pengujian Intensitas Cahaya Pengujian Pintu Lampu 1 Tertutup Hidup 2 Terbuka Hidup 3 Terbuka Mati 4 Tertutup Mati

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3996 Pertama adalah pengujian saat pintu tertutup dan lampu menyala. Pengujian dilakukan dengan jarak 20 cm dari kamera ke objek. Hasil pengujian dapat dilihat pada gambar 4.3. Gambar 4.3 Pengujian 1 Intensitas Cahaya Pengujian kedua adalah kondisi saat pintu terbuka dan lampu menyala. Pengujian dilakukan dengan jarak 20cm dari kamera ke objek. Hasil pengujian dilihat pada gambar 4.4. Gambar 4.4 Pengujian 2 Intensitas Cahaya Pengujian selanjutnya adalah kondisi saat pintu terbuka dan lampu mati. Pengujian dilakukan dengan jarak 20cm dari kamera ke objek. Hasil pengujian dilihat pada gambar 4.5. Gambar 4.5 Pengujian 3 Intensitas Cahaya Pengujian yang terakhir adalah kondisi saat pintu tertutup dan lampu mati. Pengujian dilakukan dengan jarak 20cm dari kamera ke objek. Hasil pengujian dilihat pada gambar 4.6. Gambar 4.6 Pengujian 4 Intensitas Cahaya Hasil pengujian 1 sampai 4 menunjukkan bahwa ada 2 pengujian yang objeknya tidak terdeteksi dan 2 pengujian yang objeknya terdeteksi. Pengujian yang objeknya tidak terdeteksi adalah pengujian 2 dan pengujian 3. Persamaan pada kedua pengujian tersebut dilakukan dalam kondisi pintu terbuka. Hal ini bisa disimpulkan bahwa

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.3, No.3 December 2016 Page 3997 intensitas cahaya dari luar(outdoor) sangat berpengaruh terhadap deteksi objek karena kedua pengujian tersebut dilakukan dalam kondisi pintu terbuka. Pada objek yang terdeteksi terdapat pada pengujian 1 dan pengujian 4. Persamaan pada kedua pengujian tersebut adalah pintu dalam kondisi tertutup dan perbedaannya adalah lampu dalam kondisi hidup dan mati. Berdasarkan perbedaan yang telah didapat, dapat disimpulkan bahwa intensitas cahaya dalam ruangan(lampu), tidak berpengaruh dalam deteksi objek. 5. Penutup 5.1 Kesimpulan Kesimpulan berdasarkan pengujian dan analisis sistem yang telah dilakukan pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Mekanik quadcopter baik dimensi maupun berat sangat berpengaruh terhadap kestablian kontrol quadcopter, dimana saat terjadi perubahan mekanik, diperlukan autotune kembali agar quadcopter dapat bergerak dengan stabil sesuai nilai baru yang telah didapatkan. 2. Performansi terbaik kestabilan quadcopter yang telah didapat berdasarkan hasil dari autotune yang telah dilakukan adalah saat Roll (P sebesar 0.15, I sebesar 0.1, D sebesar 0.004, IMAX sebesar 200), saat Pitch (P sebesar 0.15, I sebesar 0.1, D sebesar 0.004, IMAX sebesar 200), saat Yaw (P sebesar 0.15, I sebesar 0.1, D sebesar 0, IMAX sebesar 100). 3. Sistem pendeteksian objek menggunakan metode HSV sudah dapat dilakukan jika nilai pada threshold objek tepat. Tetapi metode ini tidak dapat dilakukan pada kondisi yang terlalu terang atau gelap. Dapat dikatakan metode HSV ini sangat rentan terhadap intensitas cahaya. 4. Rata-rata error pada GPS sebesar 48,42 cm. 5. Komunikasi antara flight controller dengan Raspberry Pi 2 sudah sangat baik. 6. Penggunaan Raspberry Pi 2 sebagai sistem pengolah data gambar masih dapat dikatakan lambat dikarenakan spesifikasinya yang masih standar. 7. Sistem pemadam api pada quadcopter sudah dapat dikatakan akurat karena telah dapat memadamkan semua api dari total 7 kali percobaan. Daftar Pustaka [1] Kementrian Kehutanan, "Statistik Kehutanan Indonesia 2011,"2012.ISBN 979-606-073-6. [2] Quadcopter(2014). Terdapat di: http://www.udara.web.id/2014/quadcopter-adalah#.vklp1tirk00 (diakses pada tanggal 11 November 2015). [3] Kusuma, Whanindra, Effendi, Rusdhianto A.K. dan Iskandar, Eka. 2012. Perancangan dan Implementasi Kontrol Fuzzy-PID pada Pengendalian Auto Take-Off Quadcopter UAV. Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh November. [4] Altitude(2014). Terdapat di: http://www.socialledge.com/sjsu/images/thumb/2/26/cmpe244_s14_quadcopter_quad_motion1.jpg/450px- CmpE244_S14_Quadcopter_Quad_motion1.JPG (diakses pada tanggal 11 November 2015). [5] Raspberry Pi 2(2015). Terdapat di: https://en.wikipedia.org/wiki/raspberry_pi (diakses pada 20 Juli 2016) [6] Putra, Darma. 2010. Pengolahan Citra Digital. Yogyakarta : ANDI [7] DroneKit(2015). Terdapat di: http://python.dronekit.io/about/overview.html (diakses pada tanggal 20 Juli 2016) [8] Qgroundcontrol (2010). Tersedia di: http://qgroundcontrol.org/mavlink/start (diakses pada tanggal 24 Juli 2016) [9] Image Processing(2015). Terdapat di: http://dedyfitriandy.blogspot.co.id/2015/03/materi-imageprocessing.html (diakses pada tanggal 22 Juli 2016) [10] Morpholoy Operation(2016). Terdapat di: http://www.mathworks.com/help/images/morphologicalfiltering.html (diakses pada tanggal 25 Juli 2016)