CATATAN TUTORIAL OPTIMA

dokumen-dokumen yang mirip
UKURAN ASOSIASI DALAM EPIDEMIOLOGI. Putri Handayani, M. KKK

STUDI EPIDEMIOLOGI ANALITIK (OBSERVASIONAL DAN EKSPERIMENTAL) Putri Handayani, M. KKK

Pemberian nilai untuk I yaitu : Nilai 5 : Sangat penting Nilai 4 : Penting NIlai 3 : Agak penting Nilai 2 : Kurang penting Nilai 1 : Tidak penting

Cross sectional Case control Kohort

Business Statistics: A Decision-Making Approach 7 th Edition

Penyusunan Proposal - 2

HUBUNGAN ANTAR PEUBAH

Metode kuantitatif: Randomisasi 12 O K TO BER 2016

Statistics for Managers Using Microsoft Excel Chapter 1 Introduction and Data Collection

BAB III METODE PENELITIAN

DESAIN STUDI EPIDEMIOLOGI

PENELITIAN OBSERVASIONAL. DR. Titiek Sumarawati,MKes

III. METODE PENELITIAN. 3.1 Rancangan Penelitian Tempat dan waktu penelitian. 3.3 Populasi dan sampel penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Statistik Non-Parametrik. Saptawati Bardosono

BAB III METODE PENELITIAN. analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian yang hanya dilakukan

KATA PENGANTAR. Penyusun. Kelompok 1

ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015

Pada sebuah penelitian potong lintang berbasis populasi peneliti ingin mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi.

POPULASI, SAMPLING DAN BESAR SAMPEL

BAB III METODE PENELITIAN. analitik cross-sectional dan menggunakan pendekatan observasional.

Introduction to Biostatistics

Observasional study. Nani Kartinah, S.Farm, M.Sc, Apt. Department of Pharmacy Faculty of Mathematics and Science Lambung Mangkurat University

Pertemuan Kesepuluh Populasi & Sampel. Metode Riset Dr. Muhamad Yunanto, MM. Fak. Ekonomi Universitas Gunadarma

Universitas Sumatera Utara

Introduksi. Disain penelitian Epidemiologi

Tipe Contoh/Sample yang Digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan case control

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik. Diikuti prospektif. Perawatan terbuka (Kontrol)

DATA. Arum Handini Primandari, M.Sc.

Analisis Data Kategorikal

BAB III METODE PENELITIAN

PERUMUSAN MASALAH DAN PENYEBABNYA. DYAH UMIYARNI P,SKM,M.Si

5. The removed-treatment design with pretest & posttest Design: O 1 X O 2 O 3 X O 4 Problem: O 2 - O 3 not thesame with O 3 - O 4 construct validity o

Kuliah BIOSTATISTIKA. Pokok Bahasan : SAMPLING. Teknik Pengambilan Sampel

Oleh: Esti Widiasari S

HUBUNGAN SKOR APRI DENGAN DERAJAT VARISES ESOFAGUS PASIEN SIROSIS HATI KARENA HEPATITIS B

Statistik & Hipotesis

UKURAN DAMPAK DALAM EPIDEMIOLOGI. Putri Handayani, M.KKK

1. Relatif cepat dan murah untuk mendeteksi adanya kejadian luar biasa.

Pengukuran Kejadian Penyakit

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Hubungan Kesejahteraan Psikologis Dengan Self Esteem Pada Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Wilayah Kecamatan Tebet

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH STATUS GIZI DAN FREKUENSI SENAM DIABETES TERHADAP PROFIL LIPID PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 TESIS

HUBUNGAN ANTARA STATUS ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH LAPORAN AKHIR HASIL KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA DI SMA WARGA KOTA SURAKARTA SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

Sampling. Non-Probability. Sampling. Definisi Sampling. Jurusan Matematika Universitas Negeri Jakarta

III. METODE PENELITIAN

Studi Epidemiologi Analitik. DISUSUN OLEH KELOMPOK 1 Adelia Adi setya Rizky Maisar Putra Romayana Simanungkalit Rozika Amalia Siti Susanti Yusfika

Analisis Multivariat Analisis multivariat adalah suatu studi tentang bb beberapa variabel random dependent d secara simultan. Analisis ini merupakan a

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian studi analitik,

Unsur-unsur Metodologi Penelitian

UJI CHI SQUARE DAN FISHER EXACT

POPULASI & SAMPEL. Prof.Dr.dr.Rizanda Machmud MKes

Teknik Sampling. Hipotesis. Populasi: parameter. Inferensial. Sampel:statistik Diolah di analisis

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian observasional analitik dan dengan pendekatan cross sectional. Sakit Umum Daerah Dr.Moewardi Kota Surakarta.

Materi KBK sem 7 Prinsip data Prinsip statistik dalam penelitian Statistik deskriptif Statistik inferensial

6/5/2010. Analytic. Descriptive Case report Case series Survey. Observational Cross sectional Case-control Cohort studies

Statistik Farmasi Probabilitas

PENGANTAR BIOSTATISIK SAPTAWATI BARDOSONO

STUDI EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF. Putri Handayani, SKM., M.KKK

1. Konsep sampling 2. Terminologi sampling 3. Prinsip sampling 4. Tujuan melakukan sampling 5. Jenis sampling 6. Besar sampel

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE TUTOR SEBAYA DALAM PENCAPAIAN KOMPETENSI MEMBUAT KONSTRUKSI POLA BUSANA PADA KELAS X DI SMK PIUS X MAGELANG

Studi Eksperimental membandingkan data dari sekelompok manusia/obyek yang dengan

Statistik Bisnis 1. Week 9 Discrete Probability

BAB 5 PENENTUAN POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau

ABSTRAK. Kata kunci: Kooperatif, Numbered Heads Together, Student Team Achievement Division, hasil belajar

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertempat di wilayah kerja puskesmas Motoboi Kecil

ABSTRAK Kata kunci :

METODE PENELITIAN. Penelitian Survey. MR Alfarabi Istiqlal, SP MSi

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat keparahan gingivitis pada tunanetra dan tidak tunanetra usia 9-14 tahun.

KULIAH 2 : UJI NON PARAMETRIK 1 SAMPEL. Tim Pengajar STATSOS Lanjutan

ABSTRAK PERBANDINGAN KAPASITAS VITAL PARU PADA PRIA DEWASA NORMAL YANG RUTIN BEROLAHRAGA FUTSAL DAN YANG TIDAK RUTIN BEROLAHRAGA

ABSTRAK. Kata Kunci: Karakteristik Umum Responden, Perilaku Mencuci Tangan, Diare, Balita

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN FEAR OF FAILURE DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SKRIPSI

UJI CHI SQUARE. (Uji data kategorik)

ANALISIS DEMAND MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN RAWAT INAP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN DELI, PUSKESMAS BROMO DAN PUSKESMAS KEDAI DURIAN TAHUN 2013

Distribusi probabilitas dan normal. Statisitik Farmasi 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA BASKET

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SEPSIS PADA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT MOEHAMMAD HOESIN PALEMBANG. Enderia Sari 1), Mardalena 2)

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS DATA STUDI KOHORT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Milik

Bermaksud membuktikan suatu hipotesa

BAB III METODE PENELITIAN

PENGANTAR EPIDEMIOLOGI KLINIK

UNIVERSITAS UDAYANA KEJADIAN OBESITAS PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR UTARA IDA AYU LAKSMI UTAMI

HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN STROKE DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA PASEIN POST-STROKE ISKEMIK AKUT SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GOUTHY ARTHRITIS

ABSTRAK. Kata Kunci: Kreativitas, Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar Matematika

Penentuan prioritas masalah dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang dilakukan oleh

ALUR KERJA DENGAN SAMPLE SAMPEL POPULASI TEMUAN

Transkripsi:

CATATAN TUTORIAL OPTIMA

Quantitative Qualitative Analytic Descriptive Experimental Non-experimental Observational Randomizes Clinical Trial Non-randomized Clinical Trial Survey Case report Cross-sectional Cohort Case-Series Case-control Cross-sectional

Case Control Cohort study Case Report l i n e T i m e Case `Series Cross Sectional Clinical Trial

Deskriptif Penelitian yang bertujuan melakukan deskripsi mengenai fenomena yang ditemukan. Hasil penelitian disajikan apa adanya, peneliti tidak menganalisis mengapa fenomena tersebut dapat terjadi Cohort Analisa faktor risiko, dengan mengikuti kelompok yang tidak/belum menderita penyakit dengan faktor risiko dan tidak dengan faktor risiko. Hasilnya : incidence rate & relative risks Keuntungan : Dapat menentukan faktor risiko terjadinya penyakit karena bersifat longitudinal observation Kelemahan : Mahal, memakan waktu yang lama, drop-out rasio yang tinggi Case Control Menganalisa faktor risiko dengan menentukan dua kelompok yang memiliki perbedaan outcome (penyakit), kemudian dihubungkan dengan causal attribute- nya Keuntungan : Membutuhkan sumber daya, dana yang lebih sedikit, serta waktu yang lebih singkat. Good for rare cases, long latent period, ethical related cases Useful when epidemiologists investigate an outbreak of a disease Hasil Odds ratio Kelemahan : provide less evidence for causal inference Cross sectional Peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel pada satu saat tertentu; tiap subjek hanya diobservasi satu kali saja dan pengukuran variabel subjek dilakukan pada saat pemeriksaan tersebut

Clinical trial Merupakan studi intervensi, yaitu suatu penelitian eksperimental terencana yang dilakukan pada manusia. Peneliti memberikan perlakukan pada subyek penelitian, kemudian efek perlakuan diukur dan dianalisis. Hasil Kohort Relative Risk RR = a/(a+b) : c/(c+d) RR > 1 menunjukkan bahwa resiko untuk mengalami penyakit lebih tinggi pada orang yang terpajan dengan faktor resiko Case Control Odds ratio Odds ratio = (a/b)/(c/d) Cross sectional Prevalence Ratio PR = a/(a+b) : c/(c+d)

Sensitivitas = a : (a+c) Spesifitas = d : (b+d) Nilai prediksi postif = a : (a+b) Nilai prediksi negatif = d : (c+d)

Sampling Dibedakan jadi 2 probabilitas dan nonprobabilitas

When population is small, homogeneous & readily available. All subsets of the frame are given an equal probability. The frame organized into separate "strata." Each stratum is then sampled as an independent subpopulation, out of which individual elements can be randomly selected In this technique, the total population is divided into these groups (or clusters) and a simple random sample of the groups is selected (two stage) Ex. Area sampling or geographical cluster sampling

Members are selected from the population in some nonrandom manner. Sampling Methods Convenience Sampling Purposive/Judgment Sampling Snowball Sampling Quota Sampling Description Sample is obtained by any group of individuals that available for the study. Used when you cannot proactively seek out subjects. Sample is obtained from individuals who have special qualification/expertise. Using judgment to select sample. Used when you are studying particular groups Relies on referrals from initial subjects to generate additional subjects. Used when the desired sample characteristic is rare The researcher first identifies the stratums and their proportions as they are represented in the population. Then convenience or judgment sampling is used to select the required number of subjects from each stratum. When you are studying a number of groups and when subgroups are small

Surveilans: pengumpulan,analisis, dan analisis data secara terus - menerus dan sistematis yang kemudian didiseminasikan (disebarluaskan) kepada pihak - pihak yang bertanggungjawab dalam pencegahan penyakit dan masalah kesehatan lainnya

Leavell and Clark s 3 Levels of Prevention I II III http://dc120.4shared.com/doc/7ade2xg7/preview.html

Variabel Kategorik vs Numerik Kategorik : Memiliki kategori variabel. Nominal (kategori sederajat, cth laki-lakiperempuan)/ordinal (kategori bertingkat, cth baiksedang-buruk) Numerik : Dalam angka numerik, rasio (memiliki nilai nol alami, cth tinggi badan)/interval (tidak memiliki nilai nol alami, cth suhu) Hipotesis Komparatif vs Korelatif Komparatif : perbedaan/hubungan (cth. Apakah terdapat/hubungan antara kadar gula darah dengan jenis pengobatam?) Korelasi : Cth. Berapa besar korelasi antara kadar trigliserida dan kadar gula darah?

Skala Pengukuran Komparatif : Dianggap skala kategorikal bila kedua variabel kategorik. Skala numerik jika salah satu variabel numerik Korelatif : Dianggap skala kategorikal bila salah satu variabel kategorik. Skala numerik jika kedua variabel numerik Berpasangan vs Tidak Berpasangan Berpasangan : Dua atau lebih kelompok data berasal dari subyek yang sama atau yang berbeda tapi telah dilakukan matching Tidak berpasangan : Data berasal dari kelompok subyek yang berbeda, tanpa matching

Uji Parametrik vs Non-parametrik Syarat uji parametrik : Skala numerik, sebaran data normal, untuk >2 kelompok data tidak berpasangan kesamaan varians merupakan syarat mutlak (Uji varians, p>0.05) UJI Keterangan Chi-square Fisher Kolmogorov-Smirnov Uji statistik terhadap hipotesis. Distribusi data harus normal dan jumlah sampel besar untuk mendekati yang diinginkan. Uji tidak dapat digunakan ketika expected value kurang dari 10 Test kemaknaan statistik yang digunakan pada analisis tabel kontingensi. Digunakan ketika ukuran sampel kecil. Uji ini dapat digunakan pada semua ukuran sampel Uji normalitas yang membandingkan distribusi data (yang akan diuji) dengan distribusi normal baku. Bila nilai p>=0,05 dikatakan terdapat

I. Membuat Prioritas Masalah Priority = Importance x Technological Feasibility x Resources Pentingnya masalah (Importancy = I) yang terdiri dari: Prevalence = P. Merupakan besarnya masalah Severity = S.Akibat yang ditimbulkan oleh masalah Rate of Increase = RI. Merupakan suatu kenaikan besarnya masalah Degree of unmeet need = DU. Yaitu derajat kebutuhan masyarakat yang tidak terpenuhi Social Benefit = SB. Adalah keuntungan sosial karena selesainya masalah Public Concern = PB. Merupakan rasa prihatin masyarakat terhadap masalah Political Climate = PC. Adalah suasana politik Importance = Prevalence + Severity +Rate of Increase + Degree of unmet need + Political Climate + Social Benefit + Public Concern

Technology = T. Merupakan kelayakan teknologi. Makin layak teknologi yang tersedia dan dapat dipakai untuk mengatasi masalah, makin diprioritaskan masalah tersebut. Sumber daya yang tersedia (Resources = R). Terdiri dari tenaga (man), dana (money), dan sarana (material). Penyelesaian masalah akan semakin diprioritaskan bila sumber daya yang diperlukan tersedia. (P = priority, T = technology, I =importancy, R=resources), dengan memberi nilai antara 1 (tidak penting) sampai dengan 5 (sangat penting).

II. Alternatif Pemecahan Masalah III. Prioritas Pemecahan Masalah = Efektivitas Jalan keluar (MxIxV) Efisiensi jalan keluar (C) Efektifitas jalan keluar : Magnitude x Importancy x Velocity Magnitude : Besarnya masalah yang dapat diatasi Importancy : Pentingnya jalan keluar untuk permasalahan Velocity : Kecepatan jalan keluar mengatasi masalah Efisiensi jalan keluar berkaitan dengan cost Nilai diberikan 1-5

Indikator Indonesia Sehat 2010, DepKes RI