BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Tempat : Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Waktu : Januari s.d Juni 013. B. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dengan desain studi Cross sectional. Dalam penelitian Cross sectional peneliti mencari hubungan antara variabel bebas (faktor risiko) dengan variabel tergantung (efek), dengan melakukan pengukuran sesaat, tidak semua subyek harus diperiksa pada hari ataupun saat yang sama. Faktor risiko serta efek diukur menurut keadaan atau statusnya pada waktu observasi (gambar 3.1), jadi tidak ada tindak lanjut (follow up). Struktur dasar studi Cross Sectional (Gambar 3.1) untuk menilai peran faktor risiko dalam terjadinya efek. Pengukuran faktor risiko dan efek dilakukan satu kali A Efek (+) Faktor Risiko B. Efek (-) C Efek (+) Sumber : Sastroasmoro, 00 D Efek (-) Gambar 3.1 Struktur commit dasar to user studi cross sectional 57
C. Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi Populasi dari penelitian ini adalah sapi yang dipelihara di TPA sampah Putri Cempo. 3.3. Sampel Teknik pengambilan sampel darah digunakan Random Sampling. Pengambilan Sampel darah sapi dilakukan oleh Dokter Hewan, sampel sapi yang digunakan berdasar info yang didapat dari peternak yang dimintai pertolongan untuk dapat terlaksananya penelitian hal ini dilakukan karena tidak semua peternak bersedia diwawancarai. Jumlah sampel dihitung dengan dasar jumlah sapi potong yang ada di TPA sampah Putri Cempo sebanyak 1000 ekor sapi. Besar sampel yang digunakan menurut Lameshow (1997) dengan rumus : n z pq d nf n 1 n/n Keterangan: p = proporsi sapi yang tidak terpapar Timbal q = proporsi sapi yang terpapar Timbal N = besar populasi n = besarnya sampel d = tingkat kepercayaan = 0,15 z = derajat kebebasan : 95% (z = 1,96) nf = minimal sampel size Dengan hasil perhitungan sebagai berikut: 43 nf 41 1,96 x (0.5) (0.5) 43 1/1000 4,6 43 0.15 n Berdasarkan perhitungan dengan rumus di atas maka diperoleh sampel minimal sebanyak 41 sampel 58
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Penelitian bertujuan untuk menganalisis pencemaran bahan toksik Timbal dan Kadmiun pada sapi potong di TPA sampah Putri Cempo Surakarta. 1. Variabel bebas : - Umur sapi sampel (1,5 sampai dengan 8 tahun ) - Sistem Pemeliharaan. Variabel terikat : Kandungan Timbal dan Kadmium dalam darah Sapi 3. Variabel perancu : Musim, jenis tanah, topografi, geografi, curah hujan, Asal sapi, pemberian pakan tambahan, dan Volume sampah. 4. Variabel dan Definisi Operasional Tabel 3.1 Variabel dan Defini Operasional Variabel 1 Variabel bebas - Umur Sapi - Sistem pemeliharaan Variabel terikat - Kandungan Timbal, Kadmium dalam darah sapi di TPA Sampah Putri Cempo. Variabel Perancu / pengganggu - asal sapi/sumber sapi - pemberian pakan tambahan - umur sapi - volume sampah Definisi Opersional Mendeskripsikan umur sapi dan sistem pemeliharaan dengan mewawancarai pemilik sapi Analisis AAS, kadar Timbal dan Kadmium dalam darah sapi di Laboratorium Wawancara dan pengamatan di lapangan. Skala Pengukuran Rasio (thn) Rasio (ppm) Rasio 59
E. Teknik pengumpulan data Data yang dikumpulkan atau diperoleh dari obyek penelitian sesuai dengan masalah yang dihadapi dan tujuan yang ingin dicapai dengan cara: 1. Wawancara dengan pemilik sapi, untuk mengetahui umur sapi.. Dokumentasi. 3. Observasi (pengamatan). 4. Pemeriksaan kandungan timbal dan kadmium pada sampel darah sapi potong di laboratorium Pusat MIPA UNS Surakarta dan LPPT UGM Yogyakarta. F. Instrumen untuk mengumpulkan data 1. Kandungan timbal dan kadmium dalam darah sapi potong dengan pemeriksaan laboratorium dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).. Mendiskripsikan Umur sapi dengan wawancara pemilik sapi potong di TPA sampah Putri Cempo. G. Prosedur Penelitian Alur tahapan penelitian yang dilakukan pada bahan yang diduga mengandung kandungan logam berat timbal dan kadmium pada sampel darah sapi : 1. Pengumpulan sampel. Pengumpulan sampel darah sapi berasal dari TPA Putri Cempo Surakarta.. Setelah sampel terkumpul dilakukan pengujian kandungan logam berat timbal dan kadmium dengan prosedur kerja sebagai berikut : 60
Prosedur Kerja : 1. Persiapan sampel yaitu menimbang berat basah kemudian di oven dengan suhu 105 0 C sampai kering, kemudian ditimbang berat kering sampel. Masingmasing sampel dipisahkan dan diberi label.. Penyucian alat-alat, semua peralatan yang terbuat dari gelas dicuci, dibilas dengan aquades dan aquabides, ditiriskan, dikeringkan, dibungkus kemudian disimpan. 3. Analisa kandungan timbal dan kadmium yaitu masing-masing sampel yang telah diberi kode dimasukkan ke dalam erlenmeyer sebanyak 5 ml setiap sampelnya. Tahapan ekstraksi yaitu 5 ml sampel darah ditambahkan 10 ml HNO3 (asam nitrat) dan 5 ml HSO4, kemudian destruksi diatas hot plate dalam ruang asam selama -3 jam dengan suhu 115 0 C. Disaring dengan whatman 41 dan didapat filtrat jernih, simpan ke dalam labu volumetrik + aquades 10 ml lalu pindahkan ke dalam tabung reaksi dan diukur kandungan Timbal dan Kadmium dengan AAS. Perhitungan AAS yaitu : Kadar logam (ppm) = C x fp C = Kadar yang didapat dari hasil pengukuran fp = faktor pengenceran Prinsip kerja AAS adalah : AAS (AA-6300 Shimadzu Atomic Absorption Spectrophotometry) adalah merupakan salah satu metoda analisis yang dapat digunakan untuk menentukan unsur-unsur logam di dalam suatu bahan dengan kepekaan tinggi berdasarkan 61
(absorbance) radiasi resonansi oleh atom bebas unsur tersebut. Berdasarkan penguapan larutan sampel, kemudian logam yang terkandung didalamnya diubah menjadi atom bebas. Sampel diatomisasi pada alat atomizer melalui nyala api dengan bahan bakar asetilen murni. Atom tersebut mengabsorpsi radiasi dari sumber cahaya yang dipancarkan dari lampu katoda (hollow cathode lamp) yang mengandung unsur yang ditentukan. Banyaknya penyerapan radiasi kemudian diukur pada panjang gelombang tertentu menurut jenis logamnya, dengan panjang gelombang untuk timbal 17 nm dan kadmium adalah 8,8 nm (Khopkar, 010, Bassett, dkk, 1994; BSN, 009; BSN, 004). H. Teknik Analisis Data 1. Pengolahan data: data diinterpretasikan dengan menguji hipotesa menggunakan program komputer SPSS yang dilakukan pada masing- masing variabel untuk mengetahui karakteristik variabel. Variabel ditampilkan dalam bentuk tabel.. Analisis Data. Analisis menggunakan uji korelasi Parsial (Partial Corelation Coefficients) untuk mengetahui pengaruh atau mengetahui hubungan antara variabel independent dan dependent. Korelasi parsial merupakan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih setelah satu variabel yang diduga dapat mempengaruhi hubungan variabel tersebut. 3. Analisis Risiko Lingkungan (ARL) adalah proses memperkirakan risiko pada organisme, sistem, atau populasi (sub) dengan segala ketidakpastian yang 6
menyertainya, setelah terpapar oleh agen tertentu, dengan memperhatikan karakteristik agen dan sasaran yang spesifik. Pada prinsipnya Analisis Risiko Lingkungan adalah Proses prediksi kemungkinan dampak negatif yang terjadi terhadap lingkungan sebagai akibat dari kegiatan tertentu. 4. Bioakumulasi adalah Proses pengambilan dan retensi pencemar oleh mahluk hidup dari lingkungan melalui suatu mekanisme atau lintasan. 5. Biokonsentrasi adalah pengambilan dan retensi pencemar langsung dari massa air oleh mahluk hidup melalui jaringan seperti insang atau jaringan epitel (Connel, dkk.1995). 6. Biomagnifikasi adalah Proses dimana pencemar bergerak dari suatu tingkat trofik ke tingkat lainnya dan menunjukkan peningkatan kepekatan dalam mahluk hidup sesuai dengan keadaan trofik mereka (Connel, dkk. 1995). 63