IV. KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Komunitas Kampanye Tertib Itu Baik ini dirancang guna merespon fakta bahwa toleransi dan kesadaran masyarakat terhadap ketertiban masih rendah, kampanye ini dapat dijadikan acuan bagi tempat pelayanan publik dan atau institusi pendidikan dalam mengatur kurikulum guna terjaganya ketertiban. Pengguna KRL bisa dikatakan Multikultural yaitu terdapat berbagai macam golongan baik dari strata sosial maupun ras dan budaya, cukup sulit menentukan target dari dari golongan manakah awalan informasi dalam kampanye ini di sampaikan. Lantas dari pengalamaan penulis yang sudah di jelaskan pada bab sebelumnya, penulis menarik target kalangan terdidik yang dapat memahami maksud isi pesan. Selanjutnya target diharapkan dapat mulai menyebarkan pesan tentang ketertiban dengan cara memulai dari diri sendiri dan mengingatkan penumpang lain yang berada dekat dengan target saat aktivitas mengantri dilakukan sehingga perlahan pengguna KRL dapat tertib. B. Tataran Sistem 1. Penyebaran Karya Dalam penyebarannya penulis turun ke lapangan membagikan guidebook langsung kepada target. Melihat respon target, seberapa sadarkah penumpang KRL akan ketertiban sebelum dan sesudah membaca guidebook di stasiun. Pembagian guidebook dapat dilakukan pada pintu masuk stasiun sebelum aktivitas mengantri di peron yang sering terdapat pelanggaran. Hal tersebut dilakukan guna tercakup secara maksimal penyebaran karya, sehingga informasi yang di sampaikan dapat lebih tersebar secara luas. 21
Selain menggunakan media cetak, penulis membuat media lain melalui media sosial menyampaikan video untuk menyasar kalangan yang gemar menggunakan gadged-nya untuk mencari-cari berita atau informasi tertentu. Penggunaan media sosial ini dapat mencakup sasaran lebih luas, sistem yang digunakan untuk penyebaran akun media sosial ini adalah share to share yang mana pengguna dapat saling berbagi kiriman yang telah di posting. 2. Pemanfaatan Karya / Produk Sebagai media edukasi umum pada tempat pelayanan publik yang kali ini di khususkan kepada lingkungan stasiun kereta, guna mengatasi permasalahan mengenai fenomena antrian yang kurang teratur. Guidebook dapat menjadi bahan bacaan di kala senggang selagi menunggu datangnya kereta. Dilihat dari kebiasaan penumpang membaca sesuatu melalui gadged, beberapa terlihatmembaca buku dan bersosialisasi atau berbincang kecit terhadap sesame pengguna di sela menunggu dan ataupun saat perjalanan. 3. Cara Memahami Karya Karya terdiri dari 4 macam media, yaitu : Guidebook, video, Poster dan stiker Tertib Itu Baik. Buku digunakan sebagai media penyampaian informasi tentang apa yang haus dilakukan supaya ketertiban dapat terjaga. Sedangkan poster digunakan untuk menambah awareness mengenai informasi utama yang ingin disampaikan dalam kampanye ini. Audiens dapat membawa dan membaca guidebook yang sudah di bagikan disela menunggu ataupun pada saat dalam perjalanan, ditambah media sosial sebagai pengingat dikala target sedang menggunakan gadged. 22
C. Tataran Produk 1. Identifikasi Produk a. Guide book Nama produk adalah Bahagia Karena Tertib Itu Baik, adalah guidebook yang berisi gambaran fenomena saat ini dan tips cara mengatasi fenomena antrian yang tidak teratur tersebut. Konsepnya ialah pocket book berukuran A6 yaitu 10,5 x 12,4 cm, yang sifatnya mudah untuk di bawa dan memungkinkan dapat disimpan dalam saku. Bersi 22 halaman dengaan material keseluruhan art paper 150 gram. Gambar 3. Sketsa Perancangan Guuidebook Gambar 4. Guidebook Tertib Itu Baik 23
b. Video Sebagai media tambahan, penulis membuat video motion yang di terapkan pada media sosial untuk memperluas sasaran dengan sistem share to share kepada sesama penguna media sosial. Berukuran 720 x 1080, dengan durasi 1 menit. 1) Storyboard Gambar 5. Sketsa Storyboard Motion Graphic Motion graphic tersebut menampilkan tips bahagia dalam berkereta, dimana itu adalah informasi utama dalam kampanye ini, diharapkan penumpang lebih dapat bertoleransi terhadap sesame penumpang untuk kepentingan bersama. Isi tips tersebut antara lain: Patuhi petugas; menunggu di belakang garis aman peron; tidak memaksa masuk gerbong; dahulukan penumpang yang turun; dan prioritaskan penumpang ibu hamil, lansia, dan difabel. Serta informasi bagaimana contoh ketertiban antrian dari negara lain. 24
2) Audio Dalam pembuatan motion graphic ini menggunakan audio berupa dubbing narator oleh penulis, dengan suara yang ramah dan jelas, untuk memberi informasi di luar teks yang tertera. Backsound yang dipilih sebagai pendukung audio visual ialah Get Outside! - Jason Farnham karena memikiki karakteristik music yang ceria dan semangat, selararas dengan konsep dasar perancangan visual kampanye ini. c. Poster Selain media utama, terdapat pula media pendukung yang berfungsi sebagai reminder para target kampanye untuk menambah awareness. Diantaraanya adalah poster dan stike. YUK TERTIB BERKERETA Ketika kita idak lagi mampu mengubah situasi, kita ditantang untuk mengubah diri kita sendiri. tor -Vic Frankl BAHAGIA KARENA TERTIB ITU BAIK Gambar 6. Media Pendukung Kampanye 25
D. Tataran Elemen 1. Karakter Dibuatnya karakter guna menjadi daya tarik plus menjadi tokoh sebagai gambaran penumpang yang menggunakan KRL. Karakter wanita disesuaikan dengan target audiens yang penulis buat. Gambar 7. Sketsa Optional Karakter 26
Gambar 8. Tokoh Karakter Karakter tersebut adalah mahasiswa yang aktif dan enerjik, semangat, praktis digambarkan dari pakaian yang di kenakan, kritis digambarkan dari rambutnya yang pendek dan ramah digambarkan dari matanya yang bulat oval. Alasannya dipilihnya karkter tersebut ialah supaya mudah diletakan dimanapun termasuk pada gerbong wanita. Penggunaan outline juga dimaksudkan untuk memberi kesan tegas. 27
2. Konsep Visual a. Gaya Illustrasi Illustrasi menggunakan gabungan foto dan digital paintng, menerapkan teknik gabungan color splash dan monocromatik, image dibuat ber-outline sehingga illustrasi menjadi tegas dan kontras antara tokoh yang ingin ditampilkan dengan latar belakang gambar. Tujuan digunakannya foto untuk mempetlihatkan kondisi asli yang ada di lapangan digabungkan dengan karakter yang menggambarkan sisi penumpang, sehingga pesan yang ingin di sampaikan lebih terasa. Gabungan antara kedua elemen desain tersebut diberi sentuhan efek colour splash untuk meminimalisir penggunaan warna juga memperlihatkan point of view secara jelas. b. Warna Gambar 9. Illutrasi Foto Warna yang digunakan setara dengan logo PT.KAI dimana terdapat warna biru yang melambangkan panutan dan oranye yang melambangkan suatu pertumbuhan, jadi dapat disimpulkaan warna biru dan oranye yang di gunakan pada karakter tersebut 28
menggambarkan panutan yang membawa pertumbuhan karakter disiplin pengguna KRL. c. Tipografi Jenis Huruf yang digunakan dalam kampanye ini ialah berjenis sans serif yaitu Roboto. Jenis huruf tersebut dapat dimaksimalkan dalam pembuatan headline juga untuk memaksimalkan ruang oleh ornament yang tidak diperlukan karena jenis huruf tersebut tidak memiliki dekorasi atau kait tambahan. d. Layout Tata letak isi konten diatur secarakonsisten seperti penetapan point informasi yang berada dibagian atas halaman, serta illustrasi foto yang diletakan bersebelahan dengan teks informasi. Gambar Isi di buat full 2 halaman untuk memaksimalkan gambar supaya mudah terlihat. Gambar Gambar 3. Proteksi Karya Gambar Gambar 10. Pengaturan Tata Letak Proteksi karya dibuat untuk menandakan sebuah data bahwa data yang ditampilkan merupakan data yang dibuat dan di teliti langsung oleh penulis. Proteksi dalam karya tersebut ada pada halaman terakhir. Bertuliskan nama penulis juga maksud dibuatnya karya tersebut. 29