BAB II METODE PERANCANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II METODE PERANCANGAN"

Transkripsi

1 BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Pada konsep perancangan media pencegahan HIV/AIDS ini, penulis mencoba membuatnya dengan media Motion Graphic tentang bagaimana cara melakukan pencegahan hiv/aids. Beberapa video yang menjadi referensi dan inspirasi dalam perancangan video. Dalam perancangan ini penulis mencari referensi karya sejenis sebagai pembanding karya, sebagai berikut: 1. Kampanye Terdahulu a. Motion Graphic Pencegahan HIV/AIDS Gambar 1. Screenshot Motion Graphic pencegahan hiv/aids (Sumber: Tigaorang Corp Semarang 2014) Target ditujukan kepada usia muda Persepsi visual, yang dimunculkan pada motion graphic ini yaitu menjelaskan tentang apa itu hiv,bagaimana virus hiv dapat masuk kedalam tubuh,bagaimana cara penularan hiv,apa saja yang tidak dapat menularkan hiv,bagaimana proses virus hiv tumbuh didalam tubuh,dan bagaimana cara melakukan pencegahan hiv/aids. Kekuatan karya, pada karya motion graphic ini penyampaian pesan yang disampaikan cukup jelas dan terperinci dengan adanya visualisasi berupa ikon,warna,dan teks,serta diberi back vocal. 3

2 b. Infographic Peduli HIV Gambar 2. Screenshot Infographic Peduli HIV (Sumber: Defika Hendri 2014) Target,ditujukan kepada semua umur atau orang yang tidak menderita hiv/aids.persepsi visual, yang dimunculkan pada infographic ini yaitu menggambarkan tentang seseorang yang terkena hiv,perlakuan orang-orang terhadap seseorang yang terkena hiv ini seperti dijauhi,dihina,dan tidak mempunyai teman,dan pesan yang disampaikan pada infographic ini mengajak kita untuk peduli kepada orang yang terkena hiv dengan cara tidak menjauhinya,tidak menghinanya,dan tidak menakutnakutinya. Kekuatan karya, pada karya infographic ini penyampaian pesan yang disampaikan melalui ikon orang yang berwarna merah dan hitam,ikon orang yang berwarna merah meunjukkan bahwa ia yang terkena virus hiv/aids. Kelemahan karya, penjelasan teks yang ada pada infographic ini teralu sedikit c. Motion Graphic Pencegahan HIV/AIDS Gambar 3. Screenshot Motion Graphic pencegahan hiv/aids (Sumber: inoue miho 2015) 4

3 Persepsi visual, yang dimunculkan pada motion graphic ini yaitu menjelaskan tentang apa itu hiv,menjelaskan bagaimana cara penularan,melalui apa saja yang tidak menularkan hiv/aids dan pencegahan hiv/aids. Kekuatan karya, pada karya motion graphic ini penyampaian pesan yang disampaikan cukup jelas dan terperinci dengan adanya visualisasi berupa ikon,warna,dan teks,serta diberi back vocal. Kelemahan karya,teks yang dimunculkan terlalu sedikit dan pada pengisi suara terlalu cepat saat menjelaskan apa yang ada pada gambar. d. Infographic Penyuluhan HIV/AIDS Gambar 4. Screenshot Infographic Penyuluhan HIV/AIDS (Sumber: Ali Masaupi 2016) Target,ditujukan kepada remaja wanita dan pria usia sekolah. Persepsi visual, yang dimunculkan pada infographic ini yaitu menjelaskan tentang dampak seks bebas yang terjadi dikalangan remaja yang mengakibatkan hamil diluar nikah,dan menggambarkan virus hiv yang menyerang kekebalan tubuh manusia yang menyebabkan mudah jatuh sakit dan berujung kematian. Kekuatan karya, pada karya infographic ini penyampaian pesan yang disampaikan melalui ikon orang laki-laki dan perempuan yang berawal dari seks bebas kemudian berdampak ke hiv/aids. Kelemahan karya, pesan yang disampaikan pada infographic ini masih kurang banyak 5

4 e. Infographic Pencegahan HIV/AIDS Gambar 5. Screenshot Infographic Pencegahan HIV/AIDS (Sumber: Target,ditujukan kepada semua usia. Persepsi visual, yang dimunculkan pada infographic ini yaitu menjelaskan tentang informasi dasar mengenai hiv,apa itu hiv,melalui apa saja hiv tidak menulardan bagaimana cara mencegah hiv/aids.kekuatan karya, pada karya infographic ini penyampaian pesan yang disampaikan melalui icon orang dan informasi pesan melalui teks dan back vocal. Kelemahan karya, pesan yang disampaikan pada infographic ini masih kurang banyak f. Infographic Fakta tentang HIV/AIDS Gambar 6. Screenshot Infographic Fakta tentang HIV/AIDS (Sumber: KPA Kabupaten Tangerang) Target,ditujukan kepada semua usia terutama usia remaja yang belum mengetahui apa itu hiv/aids.persepsi visual, yang dimunculkan pada infographic ini yaitu menjelaskan tentang informasi fakta tentang hiv/aids,apa itu hiv,melalui apa saja hiv tidak menular dan bagaimana cara mencegah hiv/aids. Kekuatan karya, pada karya infographic ini penyampaian pesan yang disampaikan melalui icon orang dan informasi pesan melalui teks dan back vocal. 6

5 Kelemahan karya, pesan yang disampaikan pada infographic ini pada pengisi suara terlalu lama dan teks yang dihadirkan terlalu banyak. g. Poster Kampanye Pencegahan HIV/AIDS Gambar 7. Poster pencegahan HIV/AIDS (Sumber: Yayasan Aids Indonesia) Target,ditujukan kepada semua usia terutama usia remaja yang belum mengetahui apa itu hiv/aids. Persepsi visual, yang dimunculkan pada poster ini menggambarkan bahwa kita harus melakukan pencegahan dengan melakukan hubungan seks yang aman agar tidak terkena virus hiv/aids dengan dihadirkan ikon virus dan alat kontrasepsi. Kekuatan karya, pada karya poster ini penyampaian pesan yang disampaikan melalui ikon orang,virus,dan alat kontrasepsi yang menunjukkan bahwa kita harus mencegah Kelemahan karya, teks yang disampaikan pada poster ini belum cukup tersampaikan. 7

6 h. Poster Kampanye Pencegahan HIV/AIDS Gambar 8. Poster pencegahan HIV/AIDS (Sumber: kpap.jakarta.go.id) Target,ditujukan kepada semua usia terutama usia remaja yang belum mengetahui bagaimana cara mencegah hiv/aids. Persepsi visual, yang dimunculkan pada poster ini menggambarkan bagaimana cara melakukan pencegahan penularan hiv/aids. Kekuatan karya, pada karya poster ini penyampaian pesan yang disampaikan melalui ikon dan teks yang cukup jelas digambarkan bagaimana cara mencegah penularan hiv/aids. i. Poster Mitos penularan HIV dan AIDS Gambar 9. Poster Mitos penularan HIV dan AIDS (Sumber: kpap.jakarta.go.id) Gambar 10. Poster cara cerdas cegah hiv dan aids (Sumber: kpap.jakarta.go.id) 8

7 Gambar 9, Target,ditujukan kepada semua usia terutama usia remaja yang belum mengetahui apa hal yang tidak dapat ditularkan.persepsi visual, yang dimunculkan pada poster ini menggambarkan mitos penularan hiv/aids yaitu hal yang tidak dapat ditularkan.kekuatan karya, pada karya poster ini penyampaian pesan yang disampaikan melalui ikon dan teks yang cukup jelas digambarkan cara apa saja yang tidak dapat menularkan hiv. Gambar 10,Target,ditujukan kepada semua usia terutama usia remaja yang belum mengetahui bagaimana cara mencegah hiv dan aids.persepsi visual, yang dimunculkan pada poster ini menggambarkan perilaku-perilaku positif anak sekolah dengan menerapkan pencegahan di kehidupan sehari-hari.kekuatan karya, pada karya poster ini penyampaian pesan yang disampaikan melalui ikon anak sekolah yang sedang berada di sekolah dengan memikirkan cita-cita mereka. 2. State Of The Art Berdasarkan bedah referensi kampanye, penulis tidak menemukan kampanye yang mengangkat mengenai edukasi dan informasi tentang pencegahan hiv aids, selain itu penulis menemukan gagasan untuk mengaitkan hasil penelitian mengenai hiv aids. Penulis mendapat ide bahwa dalam sebuah karya, penulis akan membuat sebuah tagline kepada target audience agar pesan dalam video kampanye dapat mudah diingat. Dan aksi kampanye yang akan diaksikan langsung ke masyarakat dapat lebih efektif di terapkan agar dapat melihat respon langsung dari target audience. Selain itu sebagai karya orisinalitas penulis akan membuat video motion graphic dengan menggunakan informasi ikon dan tanda yang dihadirkan pada setiap pesan yang ditampilkan kepada target audience. Selain itu video ini akan dikemas dengan unsur visual yaitu gambar, animasi dan backsound. 9

8 A. Kelompok Pengguna Produk 1. Target Audience Target Audience dari perancangan Motion Graphic ini adalah masyarakat usia tahun,karena dilihat dari usia mahasiswa yang banyak terjangkit pergaulan bebas seperti menggunakan narkoba terutama narkoba yang menggunakan jarum sukses dan seks bebas. B. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan a) Merancang Motion Graphic yang dapat dipahami masyarakat untuk memberikan informasi dalam mengenal virus HIV/AIDS dan melakukan pencegahan hiv/aids sejak dini. b) Mendukung kegiatan tim pengabdian masyarakat ke Desa Sukakerta Cianjur dan bekerja sama dengan program tersebut. 2. Manfaat a) Membantu tim pengabdian masyarakat melakukan kampanye b) Menjadi refrensi bagi desainer lainnya C. Relevansi dan Konsekuensi Studi 1. Logika Dasar Perancangan Dengan dilihat dari hasil riset bahwa masih banyak masyarakat khususnya anak muda yang masih belum mengetahui apa resiko yang disebabkan jika tertular virus hiv/aids. Dan dari data tersebut munculah ide untuk membuat karya motion graphic Pencegahan HIV/AIDS,video motion graphic dipilih karena lebih cocok untuk sebuah penyuluhan yang ada di dalam ruangan, dan juga para audience lebih bisa memahami apa yang disampaikan pada visualisasi yang ada di motion graphic,karena terdapat visualisasi yang menarik dengan ikon,teks,warna,serta pengiring music backsound. 10

9 2. Teknologi yang di Butuhkan a. Komputer Berfungsi sebagai alat untuk mengumpulkan data,membuat konsep,hingga perancangan. Pada pengolahan ikon gambar, penulis menggunakan software pengolah digitalisasi berbasis vector, yang penulis gunakan dalam media ikon isi video. Seperti pembuatan ikon logo, ikon konten materi, dan semua gambar yang dijadikan bahan motion graphic. b. Software mendukung proses olah data dan visual untuk mendesain dan merancang Motion Graphic. Pada pembuatan materi pesan, penulis menggunakan software pengolah professional video untuk membuat materi isi video, yang penulis gunakan untuk menggerakkan konten vektor video. Seperti penggolahan objek menjadi animasi yang bergerak. c. Software Desain Pengolah Video Pada pembuatan materi pesan, penulis menggunakan software pengolah professional video untuk membuat materi isi video, yang penulis gunakan untuk menggerakkan konten vektor video. Seperti penggolahan objek menjadi animasi yang bergerak. d. Software Desain Pengolah Audio Pada pembuatan materi pesan, penulis menggunakan software pengolah audio untuk membuat backsound latar video. Seperti pembuatan audio untuk bumper hingga pembuatan audio pada isi pesan. e. Print A3+ Offset Printer A3+ digunakan untuk mencetak semua media pendukung kampanye. Seperti X-baner, Sticker, dan Pin. 3. Material yang akan dipergunakan a. Gambar 1. Garis 11

10 Untuk mewujudkan suatu tampilan visual yang menarik, ada beberapa unsur yang diperlukan antara lain : Garis, Bentuk, Warna, Layout. 2. Bentuk Bentuk juga disebut shape, dihasilkan dari garis-garis yang tersusun sedemikian rupa. Ada yang berbentuk 2 dimensi (dwimatra) dan 3 dimensi (trimata). Dalam pengolahan bentuk penulis menggunakan software berbasis vektor. Dalam pengolahan bentuk penulis membuat bentuk berdasarkan wujud asli gambarnya. 3. Huruf atau Tipografi Tipografi adalah seni menyusun huruf huruf sehingga dapat terbaca, tetapi masih mempunyai nilai desain. Tipografi digunakan sebagai metode untuk menerjemahkan kata-kata (lisan) ke dalam bentuk tulisan (visual). Tipografi merupakan bagian penting dalam desain grafis selain ilustrasi dan warna seperti yang telah dijelaskan diatas. Dengan adanya pemilihan jenis huruf yang tepat akan dapat menghasilkan rancangan yang sesuai dengan karakteristik yang di inginkan. Dengan begitu huruf harus mempuyai perpaduan nilai fungsional dan nilai estetika. Oleh karena itu penulis menggunakan tipografi yang penulis peroleh dari pilihan di computer. b. Warna Warna adalah salah satu elemen yang cukup penting dalam pembuatan desain. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya tersebut sehingga kesan dari karya. Warna juga mewakili suatu makna yang ingin di ungkapkan atau dijelaskan. (David,1987:135) 12

11 c. Backsound Backsound adalah musik pengiring penyampaian pesan untuk memberi kesan yang lebih indah pada pesan yang disampaikan. Disini penulis membuat backsound dengan musik. 1. Backsound Isi Pesan Penulis membuat backsound isi pesan sebagai audio pendukung penyampaian materi pesan. 4. Biaya Perancangan dan Produksi No. Keperluan Jumlah Biaya 1. Poster A3+ 2. Sticker A3+ Rp x 2 lembar Rp x 2 lembar Rp ,- Rp ,- 3. PIN Rp x 70 buah Rp ,- 4. X-Banner 1 buah Rp ,- 5. Spanduk 1 Buah Rp ,- 6. Kaos Rp x 10 buah Rp ,- 7 Internet - Rp ,- 8 Akomodasi - Rp ,- 9 Biaya tak terduga - Rp ,- Tabel 1. Biaya produksi karya Sumber : Data Pribadi Tresna Festi, 2017 Total Rp ,- 13

12 5. Skema Proses Kerja Mencari Data Brainstorming Konsep Desain Sketsa Manual Finishing/ Display Pameran Produksi Pra Produksi Digitalisasi Bagan 1. Skema proses kerja Sumber : Data Pribadi Tresna Festi, 2017 a. Mencari Data Dalam proses ini sangat di perlukan untuk mengetahui gambaran materi tentang pencegahan hiv/aids. b. Brainstorming Gambar 11. Brainstorming Sumber : Data Pribadi Tresna Festi, 2017 Dalam proses ini bertujuan untuk pemilihan point-point utama dari hasil data yang telah terkumpul dan akan menjadi gambaran untuk konsep 14

13 dasar. Kemudian dari point-point utama tersebut terbentuklah ide untuk membuat karya motion graphic pencegahan hiv/aids dan targetnya adalah usia tahun. Dan menghadirkan pesan bagaimana hiv bisa menular, melalui apa hiv tidak tertular,gejala-gejala terkena hiv,cara pencegahan hiv melalui ikon,warna,dan teks. c. Konsep Desain Dalam proses ini sangat di perlukan konsep desain untuk dapat membuat visualisasi gambar yang akan dihadirkan dalam video motion graphic pencegahan hiv/aids. Video motion graphic di desain dengan bermacam-macam bentuk ikon,teks,dan warna. Ciri dari video iklan layanan masyarakat ini adalah menyampaikan isi pesan kepada target sasaran audience dengan menggunakan ikon atau symbol yang dapat mewakilkan isi pesan kepada target audience. Di dalam motion graphic tersebut terdapat ikon-ikon yang menunjukkan/menyampaikan pesan dari cara hiv aids menular,gejala-gejala hiv,dari apa saja hiv tidak dapat ditularkan,dan bagaimana cara mencegah hiv. d. Sketsa Manual Dalam melakukan proses ini di mana penulis membuat sebuah sketsa kasar dalam perancangan visualisasi pencegahan hiv/aids. e. Digitalisasi 15

14 Gambar 12. Digitalisasi Sumber : Data Pribadi Tresna Festi, 2017 Setelah melakukan proses sketsa manual, penulis melakukan proses selanjutnya yaitu digitalisasi yang dimana nantinya akan di tentukan karya yang final. f. Pra Produksi Setelah melakukan proses digitalisasi, penulis melakukan proses selanjutnya yaitu pra produksi yaitu mempersiapkan karya sebelum cetak/sebelum di aplikasikan. g. Produksi/Proses cetak final. Dalam proses cetak ini melakukan proses produksi karya yang sudah h. Finishing & Display Pameran Dalam proses yang terakhir, penulis di tuntut untuk melakukan persiapan karya yang final dan melakukan display karya pameran. Uji Desain dilakukan pada acara Pengabdian Masyarakat yang terdapat penyuluhan Pencegahan HIV/AIDS yang di lakukan pada tanggal 6-7 Mei bertempat di Desa Sukakerta,Cianjur. Uji desain kedua dilakukan di Universitas Mercubuana untuk pameran Tugas Akhir yang dilakukan pada tanggal Mei. 16

15 Gambar 13. Uji Desain 1 Desa Sukakerta,Cianjur Sumber : Data Pribadi Tresna Festi, 2017 Gambar 14. Uji Desain 2 Mercubuana Sumber : Data Pribadi Tresna Festi,

II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Karya kampanye anti narkoba sudah ada sebelumnya, bahkan sudah banyak yang memproduksinya. Beberapa karya kampanye anti narkoba bisa dilihat melalui situs website

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Komunitas / Lingkungan Perancangan kampanye ini untuk merespon fakta bahwa adanya resiko terkena virus HIV/AIDS dikalangan remaja karena dilihat dari peragaulan bebas

Lebih terperinci

II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas (State Of The Art) Jenis karya seperti buku ilustrasi bergambar khusus anak sudah ada sebelumnya, bahkan sudah banyak yang memproduksinya. Banyak juga rupa, bentuk

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Gambar 2.1 Animasi edukasi KOK BISA Sumber : Youtube Animasi yang digunakan sebagai media edukasi ini pernah dibuat oleh kanal Youtube asal Indonesia yang bernama

Lebih terperinci

PERANCANGAN MEDIA KAMPANYE MOTION GRAPHIC MATIKAN ROKOKMU ATAU ROKOK MEMATIKANMU

PERANCANGAN MEDIA KAMPANYE MOTION GRAPHIC MATIKAN ROKOKMU ATAU ROKOK MEMATIKANMU TUGAS AKHIR PERANCANGAN MEDIA KAMPANYE MOTION GRAPHIC MATIKAN ROKOKMU ATAU ROKOK MEMATIKANMU Diajukan Guna Melengkapi Sebagai Syarat Dalam Mencapai Gelar Strata Satu (S1) Disusun Oleh: Arsri Agusti 42313010035

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Orisinalitas (State of the Art)

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Orisinalitas (State of the Art) I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semakin berkurangnya sabuk hijau (green belt) di Indonesia terutama didaerah Jakarta, disebabkan oleh gelombang air laut yang langsung mengenai daratan sehingga mengakibatkan

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Gambar 2.1 Animasi Adab Berpakaian Sumber : Youtube Selama ini animasi 2D berbasis bitmap dengan konten adab - adab Islami yang beredar memiliki alur cerita yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Video Corporate Profile merupakan salah satu bentuk bagian media yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Video Corporate Profile merupakan salah satu bentuk bagian media yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Video Corporate Profile merupakan salah satu bentuk bagian media yang berfungsi untuk memperkuat identitas suatu perusahaan pada masyarakat, Video Corporate profile

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Di Indonesia saat ini sudah banyak perkembangan pesat untuk media informasi pariwisata Alam. Baik yang melalui Media Cetak, Elektronik, Digital ataupun Internet

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Dengan berkembangnya berbagai brand atau merek dagang yang banyak di jumpai di berbagai acara event, bazar maupun festival, banyaknya brand produk sejenis yang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Judul Perancangan 2. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Judul Perancangan 2. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Judul Perancangan Film Pendek Passing note merupakan salah satu media Audio Visual yang menceritakan tentang note cinta yang berlalu begitu saja tanpa sempat cinta itu

Lebih terperinci

II. METODE PERANCANGAN

II. METODE PERANCANGAN II. METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS (State of Art) Para kreator film 8 detik saat ini sudah mulai banyak memproduksi karya nya. Durasi yang singkat membuat siapapun bias membuat film 8 detik. Namun

Lebih terperinci

II METODE PERANCANGAN

II METODE PERANCANGAN II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Perancangan kampanye video animasi ini menginformasikan bagaimana jajanan berbahaya dan jajanan yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak dengan menghadirkan dua tokoh

Lebih terperinci

IV. KONSEP PERANCANGAN

IV. KONSEP PERANCANGAN IV. KONSEP PERANCANGAN A. Ide Atau Gagasan Perancangan 1. Ide Desain Fokus utama perancangan ini adalah tentang desain grafis kaos yang mengacu pada nilai-nilai pergaulan Budaya Timur sebagai media sosialisasi

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Setelah mengetahui bahwa PT. Earth Color tidak memiliki Graphic Standard Manual, Penulis melakukan riset dan menanyakan

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Ilustrasi berasal dari kata latin illustrare yang berarti menerangi atau memurnikan, Ilustrasi adalah sebuah citra yang dibentuk untuk memperjelas sebuah informasi

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Ide / Gagasan Perancangan 4.1.1. Ide Desain Atas dasar Gagasan iklan yang datang dari pihak produsen produk, disini penulis bertugas sebagai team kreatif yang menerjemahkan

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Film animasi merupakan salah satu media hiburan berbasis audio visual yang cukup efektif dan efisien untuk mengenalkan dan menyampaikan sebuah pesan kepada masyarakat

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP DESAIN DAN TEKNIS PRODUKSI. cerita dan konsep yang dipadukan dengan elemen audio visual dan

BAB IV KONSEP DESAIN DAN TEKNIS PRODUKSI. cerita dan konsep yang dipadukan dengan elemen audio visual dan BAB IV KONSEP DESAIN DAN TEKNIS PRODUKSI 4.1 Konsep Desain Desain iklan layanan masyarakat yang berupa media utama yang berbasis media elektronik sebagai sarana untuk mensosialisasikan iklan layanan masyarakat

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PERANCANGAN DESAIN SPANDUK PECEL LELE

TUGAS AKHIR PERANCANGAN DESAIN SPANDUK PECEL LELE TUGAS AKHIR PERANCANGAN DESAIN SPANDUK PECEL LELE Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Oleh : Trendi Wijaya NIM 42313010111 Program Studi Desain Komunikasi

Lebih terperinci

MEDIA PEMBELAJARAN EDITING VIDEO UNTUK PEMULA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA

MEDIA PEMBELAJARAN EDITING VIDEO UNTUK PEMULA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA TUGAS AKHIR MEDIA PEMBELAJARAN EDITING VIDEO UNTUK PEMULA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Oleh: Andri Susanto NIM

Lebih terperinci

PERANCANGAN LOGO DAN GAPURA PADA FESTIVAL RAMADHAN BAKUL UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015

PERANCANGAN LOGO DAN GAPURA PADA FESTIVAL RAMADHAN BAKUL UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015 TUGAS AKHIR PERANCANGAN LOGO DAN GAPURA PADA FESTIVAL RAMADHAN BAKUL UNIVERSITAS MERCU BUANA 2015 Diajukan sebagai salah satu syarat dalam mencapai Gelar Sarjana Strata 1 (S1) Desain Program Studi Desain

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan BAB V KONSEP PERANCANGAN A. Ide dan Gagasan Perancangan Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan media promosi, sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD

Lebih terperinci

BAB II. METODE PERANCANGAN

BAB II. METODE PERANCANGAN BAB II. METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Ada sebagian animator yang membuat karya tentang diabetes, namun durasi yang disuguhkan relatif lebih lama sekitar 2 menit, padahal dalam ruang publik audiens

Lebih terperinci

IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Komersil (Perusahaan) Sasaran Karya Perancangan Branding pada produk sayuran hidroponik dan organik merek AVA FARM. AVA FARM merupakan usaha penjualan sayur yang bergerak

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan yang akan dibuat adalah mengenai tentang media informasi yang berhubungan dengan masalah yang dibahas sebelumnya

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. hidup sehat untuk mencegah penyakit cacingan pada anak, adalah

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. hidup sehat untuk mencegah penyakit cacingan pada anak, adalah BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan yang akan dibuat dalam kampanye sosial hidup sehat untuk mencegah penyakit cacingan pada anak, adalah mengkampanyekan

Lebih terperinci

Konsep Dasar DKV sebagai Sarana Informasi Pencegahan Hiv/Aids Kiriman: I Putu Gede Mertanaya, Mahasiswa PS. DKV ISI Denpasar Konsep merupakan

Konsep Dasar DKV sebagai Sarana Informasi Pencegahan Hiv/Aids Kiriman: I Putu Gede Mertanaya, Mahasiswa PS. DKV ISI Denpasar Konsep merupakan Konsep Dasar DKV sebagai Sarana Informasi Pencegahan Hiv/Aids Kiriman: I Putu Gede Mertanaya, Mahasiswa PS. DKV ISI Denpasar Konsep merupakan kerangka atau menterjemahkan ide kedalam bentuk karya. Tanpa

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Berbagai jenis media saat ini sangat beragam, mulai dari media umum yang bersifat tekstual seperti buku sampai media dalam bentuk miniatur. Setiap media memiliki

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN

BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN BAB IV DESKRIPSI PEKERJAAN 4.1 Penentuan Konsep Konsep merupakan dasar utama dalam membuat perancangan desain sebagai acuan pembuatan desain. Untuk itu dalam pembuatan desain Company Profile CV.Hensindo

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK RANCANGAN Buku merupakan salah satu media yang bisa digunakan dalam hal penyampaian informasi. Diantara faktor-faktor

Lebih terperinci

ABSTRAK. xiii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. xiii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Laporan tugas akhir ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan tugas akhir dengan membuat project Kampanye Menyanyi Untuk Membantu Mengatasi Stres. Dalam kampanye ini penulis

Lebih terperinci

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN BAB III METODE PERANCANGAN Metodologi perancangan yang di gunakan selama kerja praktek di PT. Centro Media Indonesia (bedrock hotel) adalah : 1.1 Metodologi Dalam kerja praktek ini, penulis berusaha menemukan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Ide / GagasanDesain 1. Ide Desain Dalam Karya Desain ini, saya akan merealisasikannya ke dalam bentuk sebuah Buku Biografi, dimana di dalamnya terdapat Karya Karya illustrasi

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Dari hasil perancangan video motion graphic ini dapat menjadi sarana informasi yang mengenalkan serta memberitahukan tentang manfaat donor darah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa sehingga orang tua perlu

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa sehingga orang tua perlu BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa sehingga orang tua perlu untuk memperhatikan tumbuh kembang anak baik dalam perkembangan moral, fisik, kognitif, bahasa,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Kusrianto, Adi Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Offset halaman

BAB I PENDAHULUAN Kusrianto, Adi Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Offset halaman BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1. Sejarah Perkembangan Desain Komunikasi Visual di Dunia Pada awalnya, media desain grafis hanya terbatas pada media cetak dwi matra. Namun, seiring dengan perkembangan

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL. Tujuan komunikasi untuk merancang media promosi event BIG MEET

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL. Tujuan komunikasi untuk merancang media promosi event BIG MEET 48 BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL 3.1 Tujuan Komunikasi Tujuan komunikasi untuk merancang media promosi event BIG MEET UP Fingerboard Contest sangatlah penting, sebagai pembenahan dari rancangan media

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN A. Keaslian (Orisinalitas) Dalam membuat perancangan animasi interaktif cerita rakyat, didapatkan referensi aplikasi sejenis yang telah ditemukan, salah satu yang menjadi referensi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI ABSTRACK KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

DAFTAR ISI ABSTRACK KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL ABSTRAK ABSTRACK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISI i ii iii v ix xi BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 3 1.3 Batas Lingkup Perancangan 3 1.3.1 Batas

Lebih terperinci

RAK SEPATU POP ART : BENTUK SEPATU

RAK SEPATU POP ART : BENTUK SEPATU TUGAS AKHIR RAK SEPATU POP ART : BENTUK SEPATU Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Oleh : Vanny Octa Syahvilia NIM 41912120038 Program Studi Desain Produk

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Sulitnya ditemukan buku braile yang banyak memuat konten illustrasi menjadikan buku ini sangat membantu tuna netra khususnya anak sekolah dasar dalam melatih imajinasi

Lebih terperinci

IV. KONSEP PERANCANGAN

IV. KONSEP PERANCANGAN IV. KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Komunitas Kampanye Tertib Itu Baik ini dirancang guna merespon fakta bahwa toleransi dan kesadaran masyarakat terhadap ketertiban masih rendah, kampanye ini dapat dijadikan

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN 3.1 Strategi Promosi Pada perancangan promosi wisata edukasi Saung Angklung Udjo ini menggunakan strategi pendekatan pada konsumen yaitu dengan suatu pendekatan

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI. Latar Belakang. Rumusan Masalah. Tujuan Perancangan. Riset Bakso. Materi. Data Perancangan. Identifikasi dan Analisa

BAB II METODOLOGI. Latar Belakang. Rumusan Masalah. Tujuan Perancangan. Riset Bakso. Materi. Data Perancangan. Identifikasi dan Analisa BAB II METODOLOGI A. Kerangka Berfikir Studi Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Perancangan Riset Bakso Materi Data Visual Data Perancangan Data Verbal Identifikasi dan Analisa Pemecahan Masalah Konsep

Lebih terperinci

Gambar III.1 SWOT Sumber: Data Pribadi (15 juni 2016)

Gambar III.1 SWOT Sumber: Data Pribadi (15 juni 2016) BAB III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN III.1 Strategi Perancangan Untuk memberikan pemahaman K3 kepada pekerja tentang pentingnya pemakaian alat pelindung diri maka dibutuhkan suatu komunikasi

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA

BAB III DATA DAN ANALISA BAB III DATA DAN ANALISA A. Kelompok data berkaitan dengan aspek fungsi produk rancangan Pembuatan motion graphic Seller center ini bertujuan untuk mengedukasi para penjual di tokopedia yang kesulitan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus ialah virus yang

BAB I PENDAHULUAN. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus ialah virus yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus ialah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga membuat tubuh manusia rentan terhadap

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PERANCANGAN ILUSTRASI BUKU CERITA RAKYAT ANAK SI BENER. Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Strata Satu (S1)

TUGAS AKHIR PERANCANGAN ILUSTRASI BUKU CERITA RAKYAT ANAK SI BENER. Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Strata Satu (S1) TUGAS AKHIR PERANCANGAN ILUSTRASI BUKU CERITA RAKYAT ANAK SI BENER Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Strata Satu (S1) Oleh : Rifki Wismoyo NIM 42313010031 Jurusan Desain Komunikasi

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Di Indonesia sudah banyak acara atau event yang menggunakan media promosi sebagai media untuk mempromosikan acara. Dalam proses pembuatan media promosi sudah seharusnya

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan 5.1.1 Konsep Tema Perancangan Pada perancangan Desain Label Kemasan Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) Susu Kacang Kedelai Milky Soya akan dirancang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. laut. Hutan bakau atau mangrove ini tumbuh terutama di tempat tempat yang. ikan blodok, kepiting, burung kuntul, kera, dan ular.

I. PENDAHULUAN. laut. Hutan bakau atau mangrove ini tumbuh terutama di tempat tempat yang. ikan blodok, kepiting, burung kuntul, kera, dan ular. I. PENDAHULUAN Latar Belakang Hutan bakau merupakan hutan yang bisa tumbuh di atas rawa berair payau kemudian terletak di pesisir pantai serta dipengaruhi oleh adanya pasang surut dari air laut. Hutan

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1. Strategi Perancangan Strategi perancangan yang akan dilakukan disimpulkan dari beberapa pemecahan masalah dari bahaya minuman beralkohol pada remaja

Lebih terperinci

BAB III METODE PERANCANGAN. sebagai upaya memperkuat konsep perancangan layout website. Brief Client Observasi Wawancara. Brainstorming.

BAB III METODE PERANCANGAN. sebagai upaya memperkuat konsep perancangan layout website. Brief Client Observasi Wawancara. Brainstorming. BAB III METODE PERANCANGAN 3.1 Metodologi Laporan ini menggunakan metodologi wawancara dan observasi untuk mendapatkan permasalahan yang terdapat di lapangan. Wawancara berfokus pada konsep yang telah

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN / KOMUNITAS Dari hasil rancangan Kampanye Hemat Kertas Demi Hutan Indonesia di harapkan dapat berpengaruh besar bagi target audience yaitu seluruh pihak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ASI adalah makanan pertama bayi. Menurut WHO ASI adalah sumber gizi terbaik untuk bayi dan batita. Seorang pakar dari WHO yaitu Carmen Cassanovas dalam Schlein (2013)

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI. Struktur organisasi yang terdapat di Pusat Pengembangan Multi Media ;

BAB II METODOLOGI. Struktur organisasi yang terdapat di Pusat Pengembangan Multi Media ; BAB II METODOLOGI A. Kerangka Berpikir Studi Struktur organisasi yang terdapat di Pusat Pengembangan Multi Media ; Gambar 2.1 Struktur organisasi Pusat Pengembangan Multi Media B. Strategi Desain Proses

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori Teori Psikologi Anak. Psikologis anak dan orang dewasa tentu berbeda, oleh karena itu

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori Teori Psikologi Anak. Psikologis anak dan orang dewasa tentu berbeda, oleh karena itu 14 BAB 4 KONSEP 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Psikologi Anak Psikologis anak dan orang dewasa tentu berbeda, oleh karena itu pada buku yang berjudul Perkembangan Anak karangan Elizabeth B. Hurlock menjelaskan,

Lebih terperinci

II. METODOLOGI.

II. METODOLOGI. II. METODOLOGI A. Tujuan Dan Manfaat Perancangan 1. Tujuan Perancangan a. Membuat media grafis kaos mulai dari grafis ilustrasi tipografi, bentuk desain kaos sampai dengan pengemasannya, sehingga media

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Pemilihan Hewan

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Pemilihan Hewan BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Komunitas/Lingkungan Dari hasil Perancangan media kampanye berupa katalog dan informasi mengenai edukasi hewan hewan langka yang berada di Fauna Land Indonesia, dapat

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN KERJA PRAKTEK. Kerja Praktek yang penulis lakukan adalah meliputi : Pemilihan jenis warna dan huruf (font)

BAB IV LAPORAN KERJA PRAKTEK. Kerja Praktek yang penulis lakukan adalah meliputi : Pemilihan jenis warna dan huruf (font) BAB IV LAPORAN KERJA PRAKTEK 4.1. Peranan Dalam Perusahaan Selama penulis melakukan kerja praktek di Direktorat Jendral PMD Kementerian Dalam Negeri di divisi Bagian Umum, penulis memposisikan diri sebagai

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Untuk memberikan informasi mengenai penanggulangan insomnia dan pentingnya mengetahui gejala-gejala dari insomnia agar dapat mengindentifikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sekilas Sejarah Istilah Desain Komunikasi Visual di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Sekilas Sejarah Istilah Desain Komunikasi Visual di Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di era modern sekarang ini, kita sering mendengar istilah Desain Komunikasi Visual, tetapi banyak orang masih kurang memahami peranan dari Desain Komunikasi

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 61 BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1 Teknis Produksi Media Utama Pada perancangan iklan layanan masyarakat ini media utama dalam penyebaran pesan yaitu media elektronik yang berupa televisi. Semua media

Lebih terperinci

IV. KONSEP PERANCANGAN

IV. KONSEP PERANCANGAN IV. KONSEP PERANCANGAN A. Gagasan Perancangan Pemilihan Media pada pengenalan komunitas kineforum ini menggunakan majalah sebagai media utama, media tersebut terbilang karena mudah untuk masuk ke golongan

Lebih terperinci

II. METODOLOGI. Budaya Lokal Betawi. Ondel-ondel. Bentuk Ondel-ondel. Data. Video, Artikel, Buku dan lain-lain. Macam-macam aplikasi ondel-ondel

II. METODOLOGI. Budaya Lokal Betawi. Ondel-ondel. Bentuk Ondel-ondel. Data. Video, Artikel, Buku dan lain-lain. Macam-macam aplikasi ondel-ondel II. METODOLOGI A. Kerangka Berpikir Studi Budaya Lokal Betawi Ondel-ondel Sejarah Ondel-ondel Bentuk Ondel-ondel Ornamen pada ondel-ondel dan pakaiannya. Data Ondel-ondel Boneka besar Topeng Rambut (kembang

Lebih terperinci

Perancangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 6

Perancangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 6 TUGAS AKHIR Perancangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas 6 Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Oleh: Hafaz

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi tidak terlepas dari kehidupan manusia sehari-hari, baik itu dilakukan secara hubungan sadar maupun tidak sadar, sebagai contoh menggunakan indera manusia

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 1.1 Deskripsi Konsep Perancangan Poster 1.1.1 Langkah perancangan poster kampanye Kampanye Langlah- langkah dalam proses perancangan poster kampanye pelestarian hutan mangrove,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Halaman antar muka program terdapat pada tampilan hasil. Tampilan hasil tersebut menjadi interface program yang menghubungkan aplikasi animasi iklan HIV

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL. nantinya disampaikan melalui media poster. Perancangan yang lebih

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL. nantinya disampaikan melalui media poster. Perancangan yang lebih BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan akan dibuat penulis melalui beberapa tahapan yang nantinya disampaikan melalui media poster. Perancangan yang lebih mengutamakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Di dalam desain komunikasi visual mempunyai cakupan yang sangat

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Di dalam desain komunikasi visual mempunyai cakupan yang sangat BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA 3.1 Metode Penelitian Di dalam desain komunikasi visual mempunyai cakupan yang sangat luas, oleh karena itu dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif,

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. alat-alat elektronik dibandingkan bermain bersama teman-temannya dilapangan

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. alat-alat elektronik dibandingkan bermain bersama teman-temannya dilapangan 27 BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Tujuan Komunikasi Iklan ini dibuat berdasarkan pada fenomena perubahan pola permainan anakanak pada masa sekarang ini yang lebih sering terlihat bermain

Lebih terperinci

BAB IV. PENGALAMAN KERJA PRAKTEK

BAB IV. PENGALAMAN KERJA PRAKTEK BAB IV. PENGALAMAN KERJA PRAKTEK 4.1. Keterlibatan Praktikan dalam Proyek Kreatif Selama masa kerja praktek pada PT. Alternative Media Group (AMG) mendapatkan bermacam pekerjaan yang bermanfaat dalam pengembangan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA BAB IV IMPLEMENTASI KARYA Sesuai konsep yang diangkat, dalam visualisi media iklan menggunakan gambar sebagai Ilustrasi dari model dan produk Batik Surabaya dalam upaya untuk mengenalkan Batik Surabaya

Lebih terperinci

II. METODE PERANCANGAN

II. METODE PERANCANGAN II. METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS 1. Ulasan Karya Sejenis Untuk referensi konsep proses perancangan buku ilustrasi pop-up saya jadikan panduan adalah contoh desain Majalah Best Of Superbus (2010)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kehidupan di masa yang akan datang. Anak-anak memiliki proses

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kehidupan di masa yang akan datang. Anak-anak memiliki proses BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Anak dalam usia dini mempunyai proses perkembangan tahap yang mempengaruhi kehidupan di masa yang akan datang. Anak-anak memiliki proses perkembangan yang unik dikarenakan

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Perancangan 5.1.1 Judul Perancangan CD Interaktif Judul perancangan CD Interaktif ini adalah Promosi Yuli Batik Motif Pekalongan. 5.1.2 Tema Perancangan Tema perancangannya

Lebih terperinci

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. pihak lain, agar dapat saling mempengaruhi diantara keduanya.

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. pihak lain, agar dapat saling mempengaruhi diantara keduanya. BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Komunikasi Pengertian komunikasi yaitu sebuah proses dalam penyampaian sebuah informasi baik itu sebuah pesan, ide ataupun gagasan dari pihak

Lebih terperinci

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1 Teknik Media Teknik perancangan media utama dan media pendukung menggunakan ilustrasi dengan warna-warna yang cerah. Dimana target audiencenya merupakan anak tingkat Sekolah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hal yang penting dalam hidup seseorang, namun

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hal yang penting dalam hidup seseorang, namun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan merupakan hal yang penting dalam hidup seseorang, namun masih banyak orang yang belum menyadari bahwa begitu pentingnya kesehatan di dalam kehidupannya.

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN Pada hasil perancangan video promosi Rocradiolive.co mampu menarik perhatian kepada komunitas pecinta rock. Dengan melihat video tersebut, mampu membangkitkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL KERJA PRAKTER

BAB IV HASIL KERJA PRAKTER BAB IV HASIL KERJA PRAKTER 4.1 Alur Pekerjaan Client Client Service Account Executive Creative Director Internal Meeting Meeting Result Job Request Associate Art Director Art Director Copy Writer Graphic

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI & KONSEP VISUAL 3.1 Tujuan Komunikasi Dalam perancangan media berupa kartu edukasi atau flashcard origami seri hewan ini, penulis mencoba menjabarkan tujuan dari perancangan kartu edukasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang mengakomodasi kesehatan seksual, setiap negara diharuskan untuk

BAB I PENDAHULUAN. yang mengakomodasi kesehatan seksual, setiap negara diharuskan untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan yang ditetapkan

Lebih terperinci

IV KONSEP PERANCANGAN

IV KONSEP PERANCANGAN IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN / KOMUNITAS 1. Pengguna / Komunitas Karya Dari hasil rancangan video motion graphic sosialisasi prosedur pelayanan pengaduan (Komplain) di Universitas mercu

Lebih terperinci

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. III.1.1 Pendekatan komunikasi (pendekatan visual dan verbal)

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL. III.1.1 Pendekatan komunikasi (pendekatan visual dan verbal) BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Strategi perancangan terdiri dari dua kata yaitu strategi dan perancangan, yang masing-masing kata mempunyai pengertian tersendiri.

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL III.1 Strategi Perancangan Agar permasalahan bisa diatasi dan tujuan dapat dicapai maka dibutuhkan strategi. Permasalahan yang ditemukan mengenai pengetahuan

Lebih terperinci

MEDIA PEMBELAJARAN HURUF AKSARA JAWA UNTUK SISWA KELAS III VI SEKOLAH DASAR BERBASIS GAME EDUKASI

MEDIA PEMBELAJARAN HURUF AKSARA JAWA UNTUK SISWA KELAS III VI SEKOLAH DASAR BERBASIS GAME EDUKASI MEDIA PEMBELAJARAN HURUF AKSARA JAWA UNTUK SISWA KELAS III VI SEKOLAH DASAR BERBASIS GAME EDUKASI Amin Fahrul, Edi Mulyanto, Godham Eko Saputro Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Ilmu Komputer,

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Berdasarkan latar belakang diatas dapat diketahui bahwa UKM membutuhkan sebuah edukasi mengenai cara untuk mengsukseskan bisnis mereka di era digital ini. Terdapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejak revolusi industri, seni dan desain merupakan dua hal yang memiliki kaitan.

BAB I PENDAHULUAN. Sejak revolusi industri, seni dan desain merupakan dua hal yang memiliki kaitan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak revolusi industri, seni dan desain merupakan dua hal yang memiliki kaitan. Hal ini berhubungan dengan perkembangan teknologi yang menuntut seni untuk tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Desain grafis pada awalnya hanya terbatas pada media cetak dwi matra

BAB I PENDAHULUAN. Desain grafis pada awalnya hanya terbatas pada media cetak dwi matra BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENCIPTAAN Desain grafis pada awalnya hanya terbatas pada media cetak dwi matra saja. Karena perkembangan teknologi bahkan sudah masuk ke dunia multimedia (diantaranya

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Proses pembuatan media promosi sudah seharusnya sesuai dengan tema yang di buat dari segi visualisasi, layout ataupun tipografinya, seperti media promosi untuk

Lebih terperinci