PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA. 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas Bina Marga

RENCANA STRATEGIS TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DESA ( BPMPD )

2.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG RENCANA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA KABUPATEN MALANG TAHUN 2018

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa

PEMERINTAH KOTA TEGAL DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN Jalan Lele Nomor 6 (0283) Tegal BAB I

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 39 TAHUN 2016 TENTANG

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN SIAK 2.1 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUMBAWA.

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017

KATA PENGANTAR. Bontang, Desember 2015 Kepala, Ir. Hj. Yuli Hartati, MM NIP LAKIP 2015, Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang

BAB II GAMBARAN UMUM PELAYANAN SKPD Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

Rencana Strategis (Renstra) Perubahan Tahun

RENCANA KERJA DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2016

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 52 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS BINA MARGA DAN PENGAIRAN KABUPATEN SITUBONDO

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA MADIUN

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

Kegiatan perencanaan dan penganggaran Pemerintah Daerah yang diatur

Rencana Strategis (Renstra) Tahun

BAB II GAMBARAN PELAYANAN

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS BINA MARGA DAN PENGAIRAN KABUPATEN SITUBONDO

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA )

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN MALANG TAHUN

Renstra Dinas Pertanian Kab. Soppeng KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Soppeng

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN TAHUN ANGGARAN 2016

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

RENJA BAGIAN PERTANAHAN TAHUN 2015 (REVIEW)

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

GAMBARAN PELAYANAN SKPD. Penyusunan dan Pelaksanaan Kebijakan Daerah di bidang perhubungan. (1) Dinas Perhubungan menyelenggarakan fungsi :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang - undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem. Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang- Undang Nomor

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

RENSTRA- SKPD BAPPEDA KABUPATEN KARANGASEM

KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

LAMPIRAN IX. 1. KEPALA DINAS Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karangasem mempunyai tugas :

transparansi, partisipasi, penegakan hukum, dan akuntabilitas

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA STRATEGIS

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG

KATA PENGANTAR. Soreang, Desember 2011 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG Kepala,

BAB I PENDAHULUAN. Rappang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2008 tentang

B a b I I G a m b a r a n P e l a y a n a n S K P D Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS TATA RUANG, PERMUKIMAN DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN ANGGARAN 2018

BAB II TUGAS DAN FUNGSI SKPD

BAB I REVIEW RENSTRA SETDA KALTIM

RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Kata Pengantar. Kepanjen, Januari 2015 SEKRETARIS DPRD KABUPATEN MALANG. Drs. IRIANTORO, M. Si Pembina Tk. I NIP

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUKABUMI NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN

RENCANA KERJA BAGIAN PERTANAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALANG BAB I PENDAHULUAN

IKHTISAR EKSEKUTIF. Tidak tercapainya beberapa sasaran tersebut diatas disebabkan karena beberapa hal, antara lain : PROSE NTASE

PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA ) ( B A P P E D A )

RENCANA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2015

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 66 SERI D

RANCANGAN RENCANA KERJA DINAS BINA MARGA KABUPATEN MALANG TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN

SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

KATA PENGANTAR. Malang, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang. Ir. MOCHAMAD ANWAR Pembina Utama Muda NIP

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2014

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

Renstra 2014 H a l a m a n 1 BAB I PENDAHULUAN

Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun

PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG

PEMERINTAH ACEH PERATURAN BUPATI SIMEULUE NOMOR 30 TAHUN 2015 TENTANG

Kami ucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang membantu Rencana Kerja (RENJA) Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Lamandau Tahun 2011.

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 30 TAHUN 2008

RENCANA KERJA PERUBAHAN TAHUN 2015

BUPATI MANDAILING NATAL

BAB I PENDAHULUAN LAPORAN KINERJA DPU TAHUN ANGGARAN

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BAPPEDA I - 1

BAB II GAMBARAN UMUM SKPD DINAS BINA MARGA DAN PENGAIRAN KOTA BOGOR

RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA) KECAMATAN SAMARINDA ULU

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL KECAMATAN SLAWI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Transkripsi:

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2011-2015 DINAS BINA MARGA PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung sebagai salah satu Lembaga Teknis Daerah di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung, berkewajiban untuk menyusun Perubahan Rencana Strategis Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 sebagai bentuk realisasi perencanaan pembangunan kepada induk organisasi serta memberikan informasi kegiatannya kepada seluruh stakeholder dalam kurun waktu tertentu. Melalui Perubahan Rencana Strategis Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 dapat disimak visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan rencana kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung selama Tahun 2011-2015. Diharapkan Perubahan Renstra Dinas Bina Marga ini dapat menjadi parameter atau tolak ukur kinerja dari serangkaian rencana kegiatan dalam periode tersebut. Setelah melaui beberapa kali revisi, akhirnya penyusunan Perubahan Rencana Strategis Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 dapat diselesaikan dengan baik. Mudah-mudahan Perubahan Renstra Dinas Bina Marga ini dapat memberikan informasi yang diharapkan oleh seluruh stakeholder tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung periode Tahun 2011-2015. Masukan dari para pembaca Renstra ini sangat diharapkan untuk meningkatkan kinerja di masa yang akan datang, sehingga Dinas Bina Marga dapat memberikan konstribusi yang lebih baik bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Bandung.. Soreang, Januari 2014 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.... DAFTAR ISI... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...... 1.2 Landasan Hukum............ 1.3 Maksud dan Tujuan............. 1.4 Sistematika Penyusunan... i ii I-1 I-2 I-4 I-5 BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Bina Marga... 2.2 Sumber Daya Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung... 2.3 Unit Usaha yang Masih Operasional....... 2.4 Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga... 2.5 Tantangan dan Peluang Pengembangan..... II-6 II-17 II-23 II-24 II-26 BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Dinas Bina Marga....... 3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati... 3.3 Telaahan Renstra Dinas Bina Marga 2006-2010... 3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis... 3.5 Penentuan Isu-isu Strategis... III-30 III-33 III-40 III-44 III-45 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi Dinas Bina Marga... 4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Bina Marga... IV-47 IV-47 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 ii

DAFTAR ISI BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF 5.1 Rencana Kegiatan Dinas Bina Marga Tahun 2011-2015... 5.2 Program dan Kegiatan Kewilayahan... V-54 V-54 BAB VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD... VI-73 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 iii

PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, disebutkan bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) wajib menyusun Rencana Strategis (Renstra SKPD) periode 5 tahun. Dinas Bina Marga sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diwajibkan menyusun Rencana Strategis (Renstra) periode tahun 2011-2015, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Rencana Strategis tersebut harus disusun dalam suatu tahapan yang konsisten dan berkelanjutan, sehinga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil/tujuan yang lebih baik. Pada dasarnya Renstra Dinas Bina Marga 2011-2015 merupakan kelanjutan dari Renstra sebelumnya dan disusun dengan memperhatikan perundang-undangan yang baru. Rencana Strategis Dinas memuat visi, misi, tujuan dan sasaran strategis, kebijakan, program dan kegiatan, dengan berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 yang merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung. RPJMD merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bandung untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi arah pembangunan yang ingin dicapai daerah pada masa bakti kepala daerah, agar Kabupaten Bandung dapat eksis dan unggul dalam persaingan yang semakin ketat dilingkungan global. Rencana Strategis (Renstra) ini merupakan pedoman bagi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (Renja Tahunan) Dinas, dalam pelaksanaan pembangunan dan Dinas. Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, selain memperhatikan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Bandung 2011-2015 yang telah diselaraskan dengan sasaran prioritas pembangunan nasional, sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2014, juga memperhatiakan arah kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Barat 2008-2013 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bandung 2005-2025. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 I - 1

PENDAHULUAN Selanjutnya RPJMD dijadikan sebagai pedoman penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun dan juga dijadikan pedoman bagi Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD) dalam penyusunan Rencana Strategis ( Renstra) SKPD. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Pasal 25 Ayat (1) dan Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 Pasal 69 Ayat (2). Selain itu, Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung juga memperhatikan Tugas pokok dan fungsi Dinas Bina Marga dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra), terkait dengan Misi Bupati Bandung, yaitu Misi Kelima : Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah. 1.2. Landasan Hukum Landasan hukum yang menjadi dasar penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Marga dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, kewenangan serta kebijaksanaan berdasar kepada : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 7. Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan; 8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007, tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700); 9. Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 I - 2

PENDAHULUAN 10. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian/Lembaga (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4406); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2006 tentang jalan; 13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antar Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota; 15. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 19. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 6 Tahun 2004 tentang Transparansi dan Partisipasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah di Kabupaten Bandung; 20. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung No.8 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah; 21. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Pedoman Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung; 22. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah; PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 I - 3

PENDAHULUAN 23. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 3 Tahun 2008 tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Tahun 2007 sampai dengan 2027 (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2008 Nomor 3); 24. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung; 25. Keputusan Bupati Bandung Nomor 5 tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah dan Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. 1.3. Maksud dan Tujuan 1.3.1. Maksud Penyusunan Rencana Strategis ini dimaksud untuk : - Memberikan gambaran arah yang jelas tentang rencana kegiatan lima tahunan pada Dinas Bina Marga sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah. - Menyediakan dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga Tahun 2011-2015, sebagai acuan Dinas dan stakeholder dalam menentukan prioritas program Dinas tahunan dan kegiatan Dinas. 1.3.2. Tujuan Tujuan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga Tahun 2011-2015 adalah : - Tersusunnya rencana program dan kegiatan jangka menengah pada Dinas Bina Marga yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung periode 2011-2015. - Sebagai acuan Penyusunan Rencana Kerja Dinas tahunan (Renja Dinas Tahunan) dan pedoman program Dinas Bina Marga periode tahun 2011-2015. - Menyediakan tolak ukur untuk mengukur dan melaksanakan evaluasi Dinas tahunan. - Menyediakan arah pembangunan yang ingin dicapai Dinas Bina Marga dalam menunjang pembangunan pemerintah Kabupaten Bandung kurun waktu 5 (lima) tahun. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 I - 4

PENDAHULUAN 1.4. Sistematika Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015, disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I. PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan secara ringkas mengenai Latar Belakang penyusunan Renstra, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan serta Sistematika Penulisan. BAB II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA Bab ini menjelaskan Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas Bina Marga, Sumber Daya, Kinerja Pelayanan, Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung. BAB III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Bab ini menjelaskan Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan, Telaah Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung 2010-2015, Telaahan Renstra, Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis serta Penentuan Isu-isu Strategis. BAB IV. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Bab ini menjelaskan Visi dan Misi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung tahun 2011-2015, Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah, Strategi dan kebijakan berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Bina Marga. BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN INDIKATIF Bab ini menjelaskan rencana program dan kegiatan kurun waktu 2011-2015, indikator kinerja yang mengacu kepada tujuan dan sasaran RPJMD, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif program Dinas. BAB VI. INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Bab ini menjelaskan indikator kinerja yang secara langsung menunujukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 I - 5

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Bina Marga 2.1.1. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Bina Marga Berdasarkan pasal 39 pada Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Bandung serta Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata kerja Dinas Daerah Kabupaten Bandung, Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis pelaksanaan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas perbantuan sebagian bidang pekerjaan umum. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud di atas Dinas Bina Marga, memiliki fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. b. Penyelesaian urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya. c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya. d. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsi. Secara umum kewenangan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung meliputi: Pengaturan, Pembinaan, Pembangunan dan Pengusahaan Serta Pengawasan secara makro sesuai dengan kebijakan Nasional. a. Pengaturan Pengaturan Jalan Kabupaten/Kota. - Perumusan kebijakan penyelenggaraan jalan kabupaten/desa dan jalan kota berdasarkan kebijakan nasional di bidang jalan dengan memperhatikan kesediaan antara daerah dan antar kawasan. - Menyusun pedoman operasional penyelenggaraan jalan kabupaten/desa dan jalan kota. - Penetapan status jalan kabupaten/desa dan jalan kota. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 6

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA - Penyusunan, perencanaan umum dan pembiayaan jaringan jalan kabupaten/desa dan jalan kota. b. Pembinaan - Pemberian bimbingan, penyuluhan serta pendidikan dan pelatihan pada aparatur penyelenggara jalan Kabupaten/desa dan jalan kota. - Pemberian ijin, rekomendasi, dispensasi dan pertimbangan, pemanfaatan RUMAJA, RUMIJA dan RUWASJA. - Pengembangan teknologi terapan di bidang jalan Kabupaten/desa dan jalan kota. c. Pembangunan dan pengusahaan. - Pembangunan jalan kabupaten/desa dan jalan kota. - Perencanaan teknis pemrograman dan penganggaran, pengadaan lahan serta kontruksi jalan kabupaten/desa dan jalan kota. - Pengoperasian dan pemeliharaan jalan kabupaten/desa dan jalan kota. - Pengembangan dan pengelolaan manajemen jalan kabupaten/desa dan jalan kota. d. Pengawasan - Pengawasan jalan kabupaten/desa dan jalan kota dengan melaksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan kabupaten/desa dan jalan kota. - Melaksanakan Pengendalian fungsi dan manfaat hasil pembangunan jalan kabupaten/desa dan jalan kota. - Memonitor setiap kejadian yang menyangkut kegiatan yang ada kaitannya dengan keberadaan jalan kabupaten/desa dan jalan kota. 2.1.2. Struktur Organisasi Berdasarkan peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisai Dinas Daerah Kabupaten Bandung, Struktur Organisasi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung terdiri dari : a. Kepala Dinas b. Sekretaris, membawahi : PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 7

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA - Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. - Sub Bagian Keuangan. - Sub Bagian Penyusunan Program. c. Bidang Jalan, membawahi : - Seksi Perencanaan Jalan. - Seksi Pemeliharaan Jalan. - Seksi Pembangunan Jalan. d. Bidang Jembatan, membawahi : - Seksi Perencanaan Jembatan. - Seksi Pemeliharaan Jembatan. - Seksi Pembangunan Jembatan. e. Bidang Peralatan dan Perbekalan, membawahi : - Seksi Pengoperasian, Peralatan dan Perbekalan. - Seksi Pemeliharaan, Peralatan dan Perbekalan. - Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan PJU. f. Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan, membawahi : - Seksi Pengaturan. - Seksi Pemanfaatan Daerah Milik Jalan. - Seksi Leger Jalan. g. UPTD Pengelolaan Sarana dan Prasarana Bina Marga (7 wilayah), membawahi : - Sub Bagian Tata Usaha. h. UPTD Pengelolaan Alat Berat dan UPCA, membawahi : - Sub Bagian Tata Usaha. i. UPTD Laboratorium,membawahi : - Sub Bagian Tata Usaha. j. Jabatan Fungsional Adapun Tugas Pokok dan Fungsi dari masing-masing Pejabat adalah sebagai berikut : 1. Kepala Dinas Kepala Dinas Bina Marga mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggung jawabkan kebijakan teknis pelaksanaan urusan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 8

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA pemerintah daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan sebagian bidang pekerja umum. Dalam melaksankan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Dinas menyelenggarakan fungsi : 1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya; 2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya; 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; 4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. 2. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris Sekretaris mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan yang meliputi pengkoordinasian penyusunan program, pengelolaan umum dan kepegawaian serta pengelolaan keuangan. Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai mana dimaksud diatas, sekretaris menyelenggarakan fungsi : 1. Penetapan penyusunan rencana dan tugas program kerja pengelolaan pelayanan kesekretariatan; 2. Penetapan rumusan kebijakan koordinasi penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu; 3. Penetapan rumusan kebijakan pelayanan administratif Dinas; 4. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan administrasi umum dan kerumah tanggaan; 5. Penetepan rumusan kebijakan pengelolaankelembagaan dan ketatalaksanaan serta hubungan masyarakat; 6. Penetapan rumusan kebijakan pengelolaan administrasi kepegawaian; 7. Penetapan rumusan kebijakan administrasi pengelolaan keuangan; 8. Penetapan rumusan kebijakan pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas Dinas; 9. Penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian publikasi pelaksanaan tugas Dinas; PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 9

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 10. Penetapan rumusan kebijakan pengkoordinasian penyusunan dan penyampaian bahan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas Dinas; 11. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan; 12. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan pelayanan kesekretariatan; 13. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; 14. Pelaksanaan koordinasi/kerja sama dan kemitraan dengan unit kerja/instansi/lembaga atau pihak ketiga dibidang pengelolaan pelayanan kesekretariatan. 3. Bidang Jalan Bidang Jalan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang; Kepala Bidang Jalan mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas dibidang pengelolaan jalan yang meliputi : Perencanaan Jalan, Pembangunan Jalan dan Pemeliharaan Jalan; Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Bidang Jalan menyelenggarakan fungsi : 1. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan jalan; 2. Penetapan kebijakan penyelenggaraan jalan kabupaten/desa dan jalan kota berdasarkan kebijakan nasional dibidang jalan; 3. Penetapan penyusunan pedoman operasional penyelenggaraan jalan kabupaten/desa dan jalan kota; 4. Penetapan status jalan kabupaten/desa dan jalan desa; 5. Penetapan penyusunan perencanaan umum dan pembiayaan jaringan jalan kabupaten/desa dan jalan kota; 6. Penetapan pemberian ijin, rekomendasi, dispensasi dan pertimbangan pemanfaatan ruang manfaat jalan, ruang milik jalan dan ruang pengawasan jalan; 7. Penetapan pengembangan teknologi terapan dibidang jalan untuk jalan kabupaten/desa dan jalan kota; 8. Penetapan pembangunan dan pembiyaan pembangunan jalan kabupaten/desa dan jalan kota; PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 10

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 9. Penetapan perencanaan teknis, pemrograman dan penganggaran, pengadaan lahan serta pelaksanaan konstruksi jalan kabupaten/desa dan jalan kota; 10. Penetapan pengoperasian dan pemeliharaan jalan kabupaten/desa dan jalan kota; 11. Penetapan pengembangan dan pengelolaan manajemen jalan kabupaten/desa dan jalan kota; 12. Penetapan evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan kabupaten/desa dan jalan kota; 13. Penetapan pengendalian fungsi dan manfaat hasil pembangunan jalan kabupaten/desa dan jalan kota; 14. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan jalan; 15. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan jalan; 16. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; 17. Pelaksanaan koordinasi/kerja sama dan kemitraan dengan unit kerja/instansi/lembaga atau pihak ketiga dibidang pengelolaan jalan. 4. Bidang Jembatan Bidang Jembatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang; Kepala Bidang Jembatan mempunyai tugas pokok memimpin mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas dibidang pengelolaan dibidang jembatan yang meliputi perencanaan jembatan, pembangunan jembatan dan pemeliharaan jembatan; Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Bidang Jembatan menyelenggarakan fungsi : 1. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan jembatan; 2. Penetapan penyelenggaraan pelaksanaan tugas dibidang perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan jembatan; 3. Penetapan koordinasi perencanaan teknis dibidang perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan jembatan; 4. Penetapan perumusan kebijakan sasaran pelaksanaan tugas dibidang perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan jembatan; PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 11

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 5. Penetapan pembinaan dan pengarahan dibidang pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan; 6. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan jembatan; 7. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan jembatan; 8. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; 9. Pelaksanaan koordinasi/kerja dan kemitraan dengan unit kerja/instansi/lembaga atau pihak ketiga dibidang pengelolaan jembatan. 5. Kepala Bidang Peralatan dan Perbekalan Bidang Peralatan dan Perbekalan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang; Kepala Bidang Peralatan dan Perbekalan mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas dibidang pengelolaan peralatan dan perbekalan yang meliputi pengoperasian peralatan dan perbekalan, pemeliharaan peralatan dan perbekalan serta pembangunan dan pemeliharaan penerangan jalan umum; Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Bidang Peralatan dan Perbekalan menyelenggarakan fungsi : 1. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pengelolaan peralatan dan perbekalan; 2. Penetapan penyelenggaraan pelaksanaan tugas di bidang peralatan dan perbekalan; 3. Penetapan pengkoordinasian perencanaan teknis di bidang peralatan dan perbekalan; 4. Penetapan perumusan sasaran pelaksanaan tugas di bidang peralatan dan perbekalan; 5. Penetapan pembinaan dan pengarahan pelaksanaan tugas di bidang peralatan dan perbekalan; 6. Pelaporan pelaksanaan tugas pengelolaan peralatan dan perbekalan; 7. Evaluasi pelaksanaan tugas pengelolaan peralatan dan perbekalan; 8. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 12

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 9. Pelaksanaan koordinasi/kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/instansi/lembaga atau pihak ketiga di bidang pengelolaan peralatan dan perbekalan. 6. Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang; Kepala Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas dibidang Pengendalian dan Pemanfaatan jalan dan jembatan yang meliputi pengaturan, pemanfaatan daerah milik jalan dan leger jalan; Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan menyelenggarakan fungsi : 1. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja Pengendalian dan Pemanfaatan jalan dan jembatan; 2. Penetapan evaluasi kinerja penyelenggaraan jalan dan jembatan; 3. Penetapan pengendalian fungsi dan manfaat hasil pembangunan jalan dan jembatan; 4. Penetapan kebijakan pembinaan jasa konstruksi; 5. Penetapan pengembangan sistem informasi jasa konstruksi; 6. Penetapan penelitian dan pengembangan jasa konstruksi; 7. Penetapan pengembangan sumber daya manusia bidang jasa konstruksi; 8. Penetapan peningkatan kemampuan teknologi jasa konstruksi; 9. Pelaksanaan perhitungan teknis sebagai dasar penetapan retribusi izin usaha jasa konstruksi; 10. Penetapan pelaksanaan pengendalian dan pemanfaatan daerah milk jalan; 11. Penetapan rumusan kebijakan teknis dalam pemberian rekomendasi pelayanan dan perjanjian pada daerah milik jalan dan daerah manfaat jalan; 12. Pelaporan pelaksanaan tugas pengendalian dan pemanfaatan jalan dan jembatan; PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 13

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 13. Evaluasi pelaksanaan tugas pengendalian dan pemanfaatan jalan dan jembatan; 14. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; 15. Pelaksanaan koordinasi/kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/instansi/lembaga atau pihak ketiga di bidang pengendalian dan pemanfaatan jalan dan jembatan. 7. UPTD Pengelolaan Sarana dan Prasarana Bina Marga UPTD Pengelolaan Sarana dan Prasarana Bina Marga dipimpin oleh seorang Kepala UPTD; Kepala UPTD Pengelolaan dan Sarana Prasarana Bina Marga mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pengelolaan sebagai fungsi Dinas di bidang pemeliharaan dan pengelolaan sarana dan prasarana kebinamargaan; Dalam tugas pokok sebagaimana yang dimaksud diatas, Kepala UPTD Pengelolaan Sarana dan Prasarana Bina Marga menyelenggarakan fungsi: 1. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pemeliharaan dan pengelolaan sarana dan prasarana kebinamargaan; 2. Perencanaan operasional kegiatan pemeliharaan dan pengelolaan sarana dan prasarana kebinamargaan; 3. Penyusunan mekanisme organisasi dan tata laksana pemeliharaan dan pengelolaan sarana dan prasarana kebinamargaan; 4. Pengelolaan anggaran pelaksanaan pemeliharaan dan pengelolaan sarana dan prasarana kebinamargaan; 5. Pengembangan kemitraan pemeliharaan dan pengelolaan sarana dan prasarana kebinamargaan; 6. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; 7. Pelaksanaan tugas kedinasaan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; 8. Pelaksanaan koordinasi pengelolaan sarana dan prasarana kebinamargaan dengan sub unit kerja lain di lingkungan Dinas. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 14

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 8. UPTD Pengelolaan Alat Berat dan UPCA UPTD Pengelolaan Alat Berat dan UPCA dipimpin oleh seorang Kepala UPTD ; Kepala UPTD Pengelolaan Alat Berat dan UPCA mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pengelolaan sebagian fungsi Dinas di bidang pelayanan dan pengelolaan alat berat dan operasionalisasi UPCA; Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Kepala UPTD Pengelolaan Alat Berat dan UPCA menyelenggarakan fungsi : 1. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pelayanan dan pengelolaan alat berat dan operasionalisasi UPCA; 2. Perencanaan operasional kegiatan pelayanan dan pengelolaan alat berat dan operasionalisasi UPCA; 3. Penyusunan mekanisme organisasi dan tata laksana pelayanan dan pengelolaan alat berat dan operasionalisasi UPCA; 4. Pengelolaan anggaran pelaksanaan pelayanan dan pengelolaan alat berat dan operasionalisasi UPCA; 5. Pengembangan kemitraan pelayanan dan pengelolaan alat berat dan operasionalisasi UPCA; 6. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas; 7. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; 8. Pelakasnaan koordinasi pelayanan dan pengelolaan alat berat dan operasionalisasi UPCA dengan sub unit kerja lain di lingkungan Dinas. 9. UPTD Laboratorium UPTD Laboratorium dipimpin oleh seorang Kepala UPTD; Kepala UPTD Laboratorium mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pengelolaan sebagai fungsi Dinas di bidang pelayanan dan pengembangan Laboratorium kebinamargaan; PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 15

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Kepala UPTD Laboratorium menyelenggarakan fungsi : 1. Penetapan penyusunan rencana dan program kerja pelayanan dan pengembangan laboratorium kebinamargaan; 2. Perencanaan operasional kegiatan pelayanan dan pengembangan laboratorium kebinamargaan; 3. Penyusunan mekanisme organisasi dan tata laksana pelayanan dan pengembangan laboratorium kebinamargaan; 4. Pengelolaan anggaran pelaksanaan pelayanan dan pengembangan laboratorium kebinamargaan; 5. Pengembangan kemitraan pelayanan dan pengembangan laboratorium kebinamargaan; 6. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tuga; 7. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya; 8. Pelaksanaan koordinasi pelayanan dan pengembangan laboratorium kebinamargaan dengan sub unit kerja lain di lingkungan Dinas. 10. Jabatan Fungsional Pengaturan tugas pokok dan fungsi jabatan fungsional diatur lebih lanjut setelah bentuk dan ditetapkan jenis dan jenjangnya oleh Bupati sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan Bagan Struktur Organisasi dari Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung dapat di lihat pada gambar berikut : PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 16

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA Gambar 2.1 Bagan Struktur Organisasi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung KEPALA DINAS SEKRETARIS SUB BAGIAN PENY. PROGRAM SUB BAG UMUM DAN KEPEG SUB BAGIAN KEUANGAN BIDANG JALAN BIDANG JEMBATAN BIDANG PERALATAN DAN PERBEKALAN BID. PENGENDALIAN DAN PEMANFAATAN JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERENCANAAN SEKSI PERENCANAAN SEKSI PENGOPERASIAN PERALATAN DAN PERBEKALAN SEKSI PENGATURAN SEKSI PEMBANGUNAN SEKSI PEMBANGUNAN SEKSI PEMELIHARAAN PERALATAN DAN PERBEKALAN SEKSI PEMANFAATAN SEKSI PEMELIHARAAN SEKSI PEMELIHARAAN SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN PENERANGAN JALAN UMUM SEKSI LEGER JALAN 1 UPTD UPCA 1 UPTD LABORATORIUM 7 UPTD PENGELOLAAN SARANA 2.2. Sumber Daya Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Dalam rangka menunjang tercapainya tujuan Dinas Bina Marga, perlu disusun rencana pengembangan sumber daya di lingkup Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung. Sumber daya yang di butuhkan meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Sarana dan Prasarana yang berupa asset / modal. 1. Sumber Daya Manusia (SDM) a. Meningkatkan kapasitas aparatur melalui kegiatan bimbingan teknis, workshop, pelatihan/kursus baik gelar maupun non gelar. b. Menganalisis kebutuhan personil melalui tingkat pendidikan dan keahlian. 2. Sumber Daya Sarana dan Prasarana (Asset/Modal) : a. Merancang kebutuhan prasarana kantor dengan jumlah aparatur. b. Merancang analisis kebutuhan sarana bagi aparat perencana. c. Merancang kebutuhan sarana dan prasarana alat untuk kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan, termasuk di dalamnya dengan mengembangkan Sumber Daya Teknologi Informasi, diantaranya : - Merancang LAN, yang digunakan untuk menunjang kebutuhan akan data dan percepatan akses yang terhubung antar bidang di Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 17

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA - Merancang kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi. - Meningkatkan prasarana bagi penyediaan teknologi informasi. - Merancang kebutuhan system infomasi untuk mendukung kebutuhan data perencanaan yang terpadu. 2.2.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai Struktur Organisasi, Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari : 1. Kepala Dinas (Eselon II/b)... = 1 Orang 2. Sekretaris (Eselon III/a)... = 1 Orang 3. Kepala Bidang (Eselon III/b)... = 4 Orang 4. Kepala Subag (Eselon IV/a)... = 3 Orang 5. Kepala Seksi Bidang (Eselon IV/a)... = 12 Orang 6. Kepala UPTD (Eselon IV/a)... = 9 Orang 7. Kepala Subag TU UPTD (Eselon IV/b)... = 9 Orang 8. Pelaksana : a. PNS (Pegawai Negeri Sipil)... = 189 Orang b. Pegawai Non PNS... = 116 Orang JUMLAH 344 Orang Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, memiliki tingkat pendidikan beragam, mulai dari tingkat SD sampai tingkat S-2. Data lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut : PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 18

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA Tabel 2.1 Jumlah SDM Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2014 Berdasarkan Tingkat Pendidikan NO PENDIDIKAN PNS NON-PNS 1 SD 46 14 2 SLTP 16 17 3 SLTA 104 52 4 D-3 13 10 5 S-1 39 23 6 S-2 10 0 7 S-3 0 0 Jumlah 228 116 Jika dilihat berdasarkan golongan, jumlah PNS di Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung yang terbanyak adalah golongan II, yaitu 49,12% atau sebanyak 112 orang, selanjutnya golongan III (73 orang), sisanya merupakan golongan I (35 orang) dan golongan IV (8 orang). Data lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2.2 Data Jumlah PNS Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2014 Berdasarkan Golongan NO GOLONGAN JUMLAH (ORG) PERSENTASE (%) 1 I 35 15,35 2 II 112 49,12 3 III 73 32,02 4 IV 8 3,51 Jumlah 228 100 Di samping pendidikan formal, pendidikan struktural juga disyaratkan dalam aturan kepegawaian. Data pegawai Dinas Bina Marga yang telah mengikuti pendidikan struktural dapat dilhat pada tabel berikut : PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 19

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA Tabel 2.3 Data PNS Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2014 Yang Telah Mengikuti Pendidikan Struktural NO TINGKAT DIKLTAPIM JUMLAH (ORG) 1 I 0 2 II 1 3 III 5 4 IV 27 Jumlah 33 Sedangkan pegawai Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung yang telah memperoleh jabatan berdasarkan eselonnya, dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2.4 Data Jumlah Pegawai Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2014 Yang Telah Memiliki Eselon NO TINGKAT ESELON JUMLAH (ORG) 1 II a 0 2 II b 1 3 III a 1 4 III b 4 5 IV a 24 6 IV b 9 Jumlah 39 2.2.2 Asset / Modal Disamping dukungan Sumber Daya Manusia (SDM), dukungan sarana dan prasarana yang berupa asset / modal dalam upaya mencapai tujuan juga memegang peran penting. Kondisi sarana dan prasarana yang tersedia di Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, terutama beberpa sarana pendukung yang cukup vital harus segera diperbaiki atau di ganti, seperti : - Kendaraan operasional roda 4 dan roda 2 - Peralatan laboratorium - Unit pencampuran aspal (UPCA) - Alat berat dll. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 20

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA Berikut ini tabel daftar inventarisasi alat berat yang ada di Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung berdasarkan Jenis, Merk, Tahun Pembuatan dan Kondisi. Tabel 2.5 Daftar Alat Berat Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Berdasarkan Jenis dan Kondisi Sampai Dengan Tahun 2013 Kapasitas Tahun Kondisi No Jenis Alat Merk Keterangan Tonase Pembuatan Alat 1 2 3 4 6 5 7 ALAT BERAT 1 Excavator Pc 200-7 Komatsu 21 2002 Baik 2 Wheel Loader Komatsu 1,6 2003 Baik 3 Backhoe Loader Jcb 2004 RB Mesin Gilas 1 Mesin Gilas Barata Mg.10 V 10-12 1997 Baik 2 Mesin Gilas Barata Mg.10 V 10-12 1989 RB 3 Mesin Gilas Barata Mg.10 V 10-12 1991 Baik 4 Mesin Gilas Barata Mg.10 V 10-12 1991 Baik 5 Mesin Gilas Barata Mg.10 V 10-12 1992 Baik 6 Mesin Gilas Barata Mg.10 V 10-12 1992 Baik 7 Mesin Gilas Barata Mg.10 V 10-12 1992 Baik 8 Mesin Gilas Barata 8-10 1993 Baik 9 Mesin Gilas Barata 6-8 1993 RR 10 Mesin Gilas Barata 6-8 1991 RR 11 Mesin Gilas Barata 6-8 1993 Baik 12 Mesin Gilas Anugrah 6-8 1997 Baik 13 Mesin Gilas Anugrah 6-8 1997 Baik 14 Mesin Gilas Anugrah 6-8 1997 RR 15 Mesin Gilas Anugrah 6-8 1997 Baik 16 Mesin Gilas Barata 6-8 1997 Baik 17 Mesin Gilas Barata 6-8 2002 Baik 18 Mesin Gilas Barata 6-8 2003 Baik 19 Mesin Gilas Barata 6-8 2003 Baik 20 Mesin Gilas Barata 6-8 2004 Baik 21 Mesin Gilas Barata 6-8 2004 RR 22 Mesin Gilas Barata 6-8 2004 Baik 23 Mesin Gilas Barata 6-8 1983 Baik 24 Mesin Gilas Sakai / Vibro 5 2002 Baik 25 Mesin Gilas Sakai / Vibro 5 2002 Baik 26 Mesin Gilas Barata 2-4 1983 Baik 27 Mesin Gilas Barata 2-4 1983 Baik 28 Mesin Gilas Barata 2-4 1989 Baik 29 Mesin Gilas Barata 2-4 2002 Baik 30 Mesin Gilas Barata 1 1994 Baik Truck / Dump Truck 1 Dump Truck Hino 5 1989 Baik 2 Dump Truck Hino 5 1989 RB 3 Truck Hino 3.5 1989 Baik 4 Truck Hino 3.5 1989 Baik 5 Dump Truck Isuzu Bison 3.5 1989 Baik 6 Dump Truck Isuzu Bison 3.5 1991 RB 7 Truck Hino 5 1991 Baik 8 Truck Hino 5 1991 Baik 9 Dump Truck Mitsubishi 5 1997 Baik 10 Dump Truck Mitsubishi 5 1997 Baik 11 Sky Lift Truck (PJU) Mitsubishi 3.5 2004 Baik 10 Dump Truck Mitsubishi 3.5 2005 Baik 11 Dump Truck Mitsubishi 3.5 2005 Baik 12 Dump Truck Mitsubishi 3.5 2005 Baik PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 21

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 13 Dump Truck Mitsubishi 3.5 2005 Baik 14 Dump Truck Isuzu 3,5 2005 Baik 15 Dump Truck Isuzu 3,5 2005 Baik 16 Alpomaint Truck Isuzu Elf 3,5 2006 Baik Catatan : - RB = Rusak Berat - RR = Rusak Ringan Untuk alat berat, terdapat mesin gilas sebanyak 30 (tiga puluh) buah, namun 4 (empat) buah diantaranyadalam kondisi rusak dan 2 (dua) buah dalam kondisi rusak berat. Dump truck berjumlah 10 (sepuluh) buah dimana 2 (dua) diantaranya dalam kondisi rusak berat. Alat berat lainnya yang dalam kondidi rusak berat adalah generator set dan bachoe loader. Untuk excavator dan wheel loader kondisi 80% baik. Untuk kendaraan roda 4 (empat) di Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, saat ini sebanyak 25 (dua puluh lima) buah, sedangkan kendaraan roda 2 sebanyak 35 (tiga puluh lima) buah. Dari jumlah tersebut, terdapat 1 (satu) buah kendaran roda 4 dan 4 (empat) buah kendaraan roda 2 yang kondisi sudah Rusak Berat (RB). Data sarana dan prasarana yang ada di Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2.6 Data Sarana dan Prasarana Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Berdasarkan Jenis, Jumlah dan Kondisi Tahun 2010 Kode Barang Jenis Barang/ Jumlah Keadaan barang Nama Barang Barang B KB RB 0206030201 Komputer 23 15 3 5 0206030203 Laptop 17 15 2-0206030408 Printer 22 12 5 5 0206020649 Handycam 4 3-1 0207010262 Camera digital 6 4 1 1 0206020134 Kursi lipat 276 261 15-0206040211 Kursi tamu 5 4 1-0206020106 Kursi kayu 19 - - 19 0206020130 Kursi putar besar 18 14 4-0206020111 Meja tulis 207 182 13 12 0206020137 Meja komputer 4 3 1-0206040205 Meja rapat pimpinan 2 2 - - 0206010404 Filling cabinet 51 41 8 2 0206020102 Rak kayu 14 12 2-0207020111 Pesawat telepon 2 1 1-0206010102 Mesin tik manual 15 7 3 5 0206020101 Lemari kayu 19 13 2 4 0206010402 Rak besi 18 11 7-0206020127 Kursi rapat 1 1 - - 0206020130 Kursi putar kecil 44 24 8 12 0206040404 Kursi rapat pimpinan 74 74 - - 0206010401 Lemari besi 9 6 2 1 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 22

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 0206020603 VCD 1 1 - - 0206020603 TV 3 2 1-0206020303 Mesin Potong Rumput 16 5 7 4 0206010406 Peti Uang 2 2 - - 0206020301 Vacum Cleaner 2 1 1-0206010537 White Board Electrik 1 1 - - Infocus OHP 2 1-1 0206020612 Wireless 6 4 1 1 0206030311 Plotter 1 1 - - 0206020602 Radio 1 - - 1 0206020640 Podium 1 1 - - 0206020711 Jack Hammer 1 1 - - 0203010302 Mini Bus/Pick Up 25 17 7 1 0203010501 Sepeda Motor 35 19 12 4 2.3 Unit Usaha yang masih Operasional Sesuai dengan Perda No. 2 Tahun 2000 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Kabupaten Bandung, saat ini Dinas Bina Marga kabupaten Bandung mengelola PAD dari Sewa Pemakaian Tanah, Sewa Alat Berat dan Sewa Laboratorium. Tabel berikut menjelaskan Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang di kelola oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015. Tabel 2.7 Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung TA.2006-2010 No Kegiatan 1. Sewa Alat Berat 2. Sewa Laboratorium 3. Sewa Pemakaiana Tanah Target (Rp) TA. 2006 TA. 2007 TA. 2008 TA. 2009 TA. 2010 Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Realisasi (Rp) 22.500.000 260.240.000 265.240.000 267.424.800 277.000.000 230.000.000 245.000.000 248.730.000 305.000.000 305.220.000 85.000.000 85.000.750 89.650.000 100.000.000 81.000.000 81.000.000 90.000.000 90.500.000 115.000.000 115.005.000 15.000.000 40.122.280 15.500.000 27.307.945 17.000.000 17.688.680 20.000.000 23.642.634 30.000.000 30.009.452 JUMLAH 325.000.000 385.861.830 370.390.000 394.732.745 325.000.000 329.383.680 355.000.000 362.872.634 450.000.000 450.234.452 Tabel 2.9 Rencana Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung TA.2011-2015 No. Jenis Penerimaan Target Rencana Target 2011 2012 2013 2014 2015 1. Sewa Alat Berat 305.000.000 305.000.000 310.000.000 320.000.000 340.000.000 2. Sewa Laboratorium 115.000.000 116.250.000 117.500.000 118.750.000 120.000.000 3. Sewa Pemakaian Tanah 30.000.000 30.000.000 30.000.000 30.000.000 30.000.000 JUMLAH PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 23

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 2.4 Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga 2.4.1 Capaian Kinerja Berdasar Sasaran Renstra No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kegiatan Pembangunan Jalan Dan Jembatan Pembangunan Draenase Dan Gorong-Gorong Pembangunan Turap/Talud/Bronjong Rehabilitasi Jalan Dan Jembatan Inspeksi Kondisi Jalan Dan Jembatan Penyusunan Informasi Data Base Jalan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Kebinamargaan Pengembangan Wilayah Strategis Dan Cepat Tumbuh Pembangunan Dan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Fasilitas Perhubungan Tanggap Darurat Jalan Dan Jembatan Tabel 2.10 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 20011-2015 Anggaran Pada Tahun Realisasi Anggaran Pada Tahun 2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010-68.313.135.750 28.330.000.0000 44.133.193.500 37.761.125.200-29.724.635.000 17.097.097.350 11.920.383.500 7.659.509.153-3.162.350.800 706.000.000 3.753.775.000 3.961.315.000-1.769.750.750 569.512.000 3.499.896.000 3.692.381.800-9.317.870.321 7.143.000.000 4.887.397.500 3.647.851.000-8.178.358.670 6.481.383.000 4.381.874.500 3.487.159.000 77.944.097.000 102.539.004.891 83.269.424.000 70.772.990.000 63.748.501.300 71.697.023.570 93.293.577.456 78.770.446.016 65.366.876.848 60.105.662.549 - - 300.000.000 938.437.500 872.877.500 - - 292.100.000 924.006.500 866.377.500 - - 250.000.000 153.870.000 159.994.000 - - 245.450.000 153.318.000 159.359.000-1.645.000.000 300.000.000 370.979.000 700.000.000-1.575.603.220 282.531.500 365.080.000 685.337.000-3.200.000.000 6.300.000.000 2.866.123.000 3.637.095.000-2.812.424.500 5.430.625.400 2.625.528.000 3.395.704.000-3.123.267.368 2.754.000.000 3.511.560.000 3.000.000.000-2.585.011.900 2.585.011.900 2.965.900.000 2.907.469.000-1.163.596.500 1.400.000.000 - - - 1.002.165.000 1.178.147.000 - - PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 24

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA Tabel 2.11 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 No Indikator Kinerja Sesuai Tugas Target Target Target Indikator Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian Tahun ke- Dan Fungsi SKPD (SPM) IKK Kinerja Lainnya 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) 1 Peningkatan Jalan 124,08 178,11 179,14 111,65 263,38 124,08 178,11 179,14 111,65 263,38 100 100 100 100 100 km km km km km km km km km km % % % % % 2 Pemeliharaan Rutin Jalan 4,27 km 6,833 4,035 43,43 6,833 4,035 43,43 100 100 100 100 100 3,27 km 4,27 km 3,27 km km km km km km km % % % % % 3 Pemeliharaan Jembatan 10 bh 19 bh 20 bh 56 bh 39 bh 10 bh 19 bh 20 bh 56 bh 39 bh 100 100 100 100 100 % % % % % 4 Kirmir 2,61 km 54 bh 63 bh 51 bh 55 bh 2,61 km 54 bh 63 bh 51 bh 55 bh 100 100 100 100 100 % % % % % 5 Draenase 4 bh 16 bh 5 bh 14 bh 42 bh 100 100 100 100 100 % % % % % 6 Pedestrian 2 bh 5 bh 11 bh 12 bh 12 bh 100 100 100 100 100 % % % % % 7 TMMS - - 1,94 km 1 pkt - - - 1,94 km 1 pkt - 100 100 100 100 100 % % % % % 8 TMMD - - 1,97 km 1 pkt - - - 1,97 km 1 pkt - 100 100 100 100 100 % % % % % 9 P2WKSS - - - 1 pkt - - - - 1 pkt - 100 100 100 100 100 % % % % % 10 P2TPD - 16,4 km - 3 paket 8 paket - 16,4 km - 3 paket 8 paket 100 100 100 100 100 % % % % % 11 Pembangunan PJU 125 TC 306 TC 14 pkt 164 TC 8 TC 125 TC 306 TC 14 pkt 164 TC 8 TC 100 100 100 100 100 % % % % % 12 Pemeliharaan PJU 405 TC 522 TC 14 pkt 334 TC 64 TC 405 TC 522 TC 14 pkt 334 TC 64 TC 100 100 100 100 100 % % % % % 13 Materialisasi PJU 75 TC 200 TC - 167 TC - 75 TC 200 TC - 167 TC - 100 100 100 100 100 % % % % % PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 25

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA Dari tabel 2.11 dapat dilihat bahwa realisasi pendanaan untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan tahun 2006-2010 sebagian besar tidak dapat diserap. Hal ini disebabkan penetapan harga tanah masih dalam proses negosiasi dengan masyarakat setempat dan adanya review desain baik untuk jalan maupun jembatan. Rasio realisasi anggaran tahun 2007-2010 untuk kegiatan Pembangunan Draenase dan Gorong-gorong, Pembangunan Turap/Talud/Bronjong dan Rehabilitasi jalan dan Jembatan dapat dikatakan baik karena mampu menunjukkan hasil kinerja dan merealisasikan anggaran rata-rata 90%. 2.5 Tantangan dan Peluang Pengembangan Untuk lebih menfokuskan strategi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung dalam pencapaian Visi dan Misi secara efektif dan efisien, maka dianalisis faktorfaktor yang dianggap mempengaruhi keberhasilan dan kegagalannya dengan memperhitungkan nilai-nilai yang berkembang dalam organisasi serta situasi dan kondisi lingkungan. a) Kekuatan (strength) Kondisi dan potensi yang ada di Dinas Bina Marga merupakan faktor kekuatan yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai Visi dan Misi Dinas Bina Marga, faktor-faktor kekuatan tersebut antara lain : 1. Untuk menunjang tugas rutin sehari-hari, Dinas Bina Marga sat ini memiliki jumlah pegawai 273 orang yang terdiri dari 214 orang PNS (Pegawai Negeri Sipil), 9 orang TKK (Tenaga Kerja Kontrak) dan 50 PHL (Pegawai Harian lepas). 2. Pegawai Dinas Bina Marga sebesar 21,64% berpendidikan sarjana, hal ini merupakan salah satu pendorong dan modal dasar untuk menciptakan profesionalisme perencana. Termasuk di dalamnya telah ada tenaga ahli perencanaan dan ada juga yang telah mengikuti diklat perencanaan dan diklat teknis lapangan. 3. Tersedianya sarana dan prasarana kerja. Fasilitas ini menyangkut gedung dan ruang kantor, sarana transportasi,peralatan kantor (bak perangkat keras maupun perangkat lunak). 4. Adanya dokemen perencanaan daerah yang hirarkinya sudah jelas yaitu : jangka panjang,menengah dan tahunan b) Kelemahan (Weakness) Faktor- faktor kelemahan antara lain : PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 26

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 1. Tupoksi yang ada sekarang belum diimplementasikan oleh seluruh personil atau belum mengakomodir kebijakan (UU Nomor 38 Tahun 2004, UU Nomor 22 Tahun 2009, PP Nomor 34 Tahun 2006) yang terkait dengan jalan. 2. Dinas Bina Marga memeliki banyak potensi yang dimanfaatkan secara optimal seperti : penempatan SDM di masing-masing bidang belum sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi pendidikan dan keahlian. 3. Disiplin dan tanggung jawab pegawai masih belum sesuai dengan aturan kepegawaian. 4. Masih terbatasnya personil yang belum mengikuti diklat, terutama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan teknis di bidang kebinamargaan. 5. Koordinasi antar bidang / sekretariat maupun di dalam bidang / sekretariat belum berjalan secara optimal. Antara lain dalam hal pengumpilan data, perencanaan, distribusi personil, penganggaran dan kerjasama dalam hal pekerjaan. 6. Belum optimalnya keterpaduan perencanaan di dalam internal Dinas Bina Marga 7. Adanya keterbatasan dana sehingga pemeliharaan sarana dan prasarana, fasilitas laboratorium, UPCA dan alat berat masih belum optimal 8. Substansi dalam dokumen perencanaan jaringan jalan belum memiliki keterkaitan antar sektor dan antar wilayah 9. Perencanaan jangka menengah belum sepenuhnya dapat diterjemahkan/dijabarkan kedalam program tahunan sehingga pembangunan tidak berjalan secara berkesinambungan 10. Pertukaran data dan informasi belum berjalan dengan baik, antara lain karena belum dimilikinya Sistem Informasi Database Jalan yang lengkap. c) Peluang (Opportunity) Faktor-faktor peluang antara lain : 1. Adanya tuntutan dan kecenderungan penyelenggaraan tata pemerintahan yang demokratis dan kondusif sangat mendukung dalam pelaksanaan penyusunan perencanaan yang lebih partisipatif. 2. Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, antara lain hirarki perencanaan cukup jelas dan kewenangan Dinas Bina Marga dalam mengkoordinasikan proses perencanaan jalan 3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintahan Daerah. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 27

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 4. Undang-undang Nomor 33 Tahun2004, tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. 5. Semakin kritis dan proaktifnya masnyarakat terhadap tuntutan pembangunan daerah, terutama yang terkait dengan infrastruktur 6. Terbukanya kesempatan mengikuti pendidikan formal dan informal untuk meningkatkan kulitas sumber daya manusia tersedia. 7. Perkembangan teknologi informasi yang sangat menunjang di dalam penyusunan produk-produk perencanaan. 8. Banyaknya pusat pendidikan penelitian dan pengembangan IPTEK yang dapat dimanfaatkan untuk menjalin kemitraan bagi pengembangan perencanaan dan pembangunan jaringan jalan. d) Ancaman (Threatness) Faktor-faktor ancaman antara lain : 1. Masih adanya pemahaman yang terbatas dari sebagian pihak atas proses demokrasi didaerah. 2. Globalisasi cenderung mempengaruhi secara langsung tatanan sosial, ekonomi, dan budaya. 3. Belum tersedianya petunjuk operasional sehingga menghambat proses perencanaan 4. Belum konsistennya penerapan azas desentralisasi 5. Belum tersedianya petunjuk operasional dari beberapa peraturan perundangan 6. Adanya kerancuan kewenangan dalam beberapa sektor 7. Belum tersedianya petunujuk operasional sehiingga menimbulkan multitafsir dan akhirnya menimbulkan konflik antar pusat dan daerah 8. Masih adanya alokasi kegiatan dan anggaran yang bukan untuk kepentingan publik Dengan melihat faktor-fakor SWOT diatas, maka dapat di identifikasi beberapa faktor kunci berhasilan. Adapun faktor kunci yang di anggap sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas poko Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, adalah terdiri dari : 1. Adanya pedoman perencanaan pengelolaan jaringan jalan yang sesuai dengan situasi dan kondisi sekarang. 2. Meningkatkan koordinasi dan intergrasi antar pelaku pembangunan di daerah dalam proses penyusunan perencanaan jaringan jalan. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 28

GAMBARAN PELAYANAN DINAS BINA MARGA 3. Mengembangkan mekanisme insentif dan disinsentif untuk meningkatkan kinerja. 4. Perlu ditingkatnya komitmen bersama yang sinergis antar bidang dan antar personil dalam melaksanakan proses penyusunan perencanaan jaringan jalan. 5. Peningkatan kapasitas aparatur Dinas Bina Marga dan penempatan personil sesuai dengan kompetensinya 6. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai 7. Tersedianya data dan informasi jaringan jalan yang akurat dan aktual yang dapat diimplementasikan untuk bahan perencanaan data base jaringan jalan. 8. Perlunya regulasi daerah menindaklanjuti peraturan perundang-undangan yang telah ada. Berdasarkan hasil analisis faktor-faktor lingkungan dan kunci keberhasilan maka ditetapkan tujuan dimana merupakan keadaan dari hasil akhir yang ingin dicapai selama jangka 5 tahun kedepan. Setiap tujuan ditetapkan sasaran sebagai arah dan tolak ukur dari tujuan-tujuan agar dapat menggambarkan secara spesifik hasil yang ingin di capai. Secara lengkap, perihal visi, misi, tujuan, sasaran,kebijakan, program dan kegiatan akan dibahas pada Bab IV dan Bab V. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 II - 29

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, merupakan Lembaga Teknis daerah sebagai unsur penunjang yang mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendaliakn, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis pelaksanaan urusan Pemerintah Daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas perbantuan sebagai Bidang Pekerjaan Umum. Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung menjalankan pelayanan dibidang kebinamargaan di Kabupaten Bandung dengan merumuskan kebijakan teknis dan pelaksanaan kegiatan teknis operasional di bidang kebinamargaan serta pelayanan pelaksanaan teknis kesekretariatan. Secara umum sistem dan pelayanan prasarana jalan kabupaten sampai saat ini telah menjangkau sebagian besar wilayah kabupaten. Gambaran umum kondisi kebinamargaan di Kabupaten Bandung dapat dilihat dari indikator kinerja proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik. Jaringan jalan yang baik, memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah maupun terhadap kondisi sosial budaya kehidupan masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik adalah modal sosial masyarakat dalam menjalani roda perekonomian, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak mungkin dicapai tanpa ketresediaan infrastruktur jalan yang baik dan memadai. Kinerja jaringan jalan berdasarkan kondisi dapat di kategorikan dengan jalan kondisi baik, sedang, rusak sedang, rusak dan rusak berat. Proporsi kondisi jalan baik di Kabupaten Bandung mengalami penurunan, dimana pada tahun 2006 proporsi jalan kondisi baik mencapai 37,48% namun pada tahun 2009 kondisi tersebut menurun menjadi 34,24%. Demikian hal nya dengan proporsi jalan kondisi rusak berat mengalami peningkatan, yaitu dari 13,14% pada tahun 2006 menjadi 18,47% pada 2009. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 30

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Berikut adalah gambaran secara lengkap, mengenai panjang jaringan jalan di Kabupaten Bandung berdasarkan kondisi selama kurun waktu 2006-2009. Tabel 3.1 Proporsi Panjang Jaringan Jalan di Kabupaten Bandung Berdasarkan Kondisi Tahun 2006 s.d. 2009 No. Uraian Panjang Jalan (km) 2006 2007 2008 2009 1 Kondisi Baik 459,89 295,10 317,72 395,56 2 Kondisi Rusak Sedang 359,65 438,42 316,22 207,49 3 Kondisi Rusak 246,27 301,85 274,06 338,96 4 Kondisi Rusak Berat 161,23 191,66 246,55 213,35 5 Jalan secara keseluruhan 1.227,04 1.227,03 1.154,55 1.154,35 Proporsi Kondisi Baik (%) 37,48 24,05 27,52 34,24 Proporsi Kondisi Sedang Rusak (%) 29,31 35,73 27,39 17,96 Proporsi Kondisi Rusak (%) 20,07 24,60 23,74 29,34 Proporsi Kondisi Rusak Berat (%) 13,14 15,62 21,35 18,47 Dalam menjalakan tugas dan fungsinya, permasalahan yang terindentifikasi di lingkup Dinas Bina Marga sebagai organisasi adalah sebagai berikut : Tabel 3.2 Identifikasi Permasalahan di Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung NO PROGRAM KEGIATAN PERMASALAHAN RENCANA KELUARAN CAPAIAN PROGRAM 1 Program Pembangunan Jalan & Jembatan Rendahnya Aksessibilitas dan Mobilitas Menghubungkan daerah-daerah yang terisolir, Meningkatkan pergerakan arus barang dan jasa, Meningkatkan perekonomian Terbangunnya Jalan dan Jembatan 2 Program pembangunan Draenase & Gorong- Gorong 3 Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong 4 Program Pembangunan Rehab/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Masih Rendahnya Sistem Drainase Akibat Belum Adanya Saluran Drainase Gorong- Gorong Masih Adanya Rendahnya Pengamanan Infrastruktur Jalan dan Jembatan yang sudah ada terhadap bahaya Masih tingginya tingkat kerusakan jalan, jembatan dan bangunan masyarakat. Adanya gorong-gorong dan draenase pada daerah rawan banjir, Meningkatnya pelayanan jalan pada musim hujan, Berkurangnya jalanjalan yang digenai air pada saat musim hujan Adanya dokumen perencanaan turap/talud/bronjong, Terlaksananya pembangunan turap/talud/bronjong Adanya dokumen perencanaan pemeliharaan jalan dan jembatan, Terbangunnya saluran draenase dan gorong-gorong Terbangunnya turap/talud/bronjong, Tersedianya dokumen perencanaan turap/talud/bronjong Tersedianya dokumen perencanaan pemeliharaan jalan dan jembatan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 31

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI NO PROGRAM KEGIATAN PERMASALAHAN RENCANA KELUARAN CAPAIAN PROGRAM pelengkap jalan terlaksananya kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan, waktu tempuh rata-rata meningkat, Meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat. terpeliharanya jalan dan jembatan sehingga menjadi baik 5 Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan 6 Program Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan 7 Program Pemb. Sistem Informasi Data Base Jalan dan Jembatan 8 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 9 Program Pengembangan Wil. Strategis & Cepat Tumbuh Masih kurangnya data kondisi data jalan dan jembatan yang akurat Masih kurangnya upaya penanganan segera kerusakan akibat bencana alam pada infrastruktur jalan dan jembatan Masih belum tersedianya sistem informasi basis data yang mempermudah pengambilan keputusan dalam rencana penanganan Belum tersedianya sarana prasarana kebinamargaan yang menunjang pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pemeliharaan jalan, jembatan dan bangunan pelengkap jalan serta PJU Belum tertatanya infrastruktur kebinamargaan di Ibu Kota dan Perkotaan pada Pusat kegiatan Nasional dan Pusat Kegiatan Lokal Adanya dokumen inspeksi kondisi jalan dan jembatan Baiknya kondisi jalan dan jembatan akibat bencana alam, normalnya kondisi jalan yang rusak akibat bencana alam. Tersedianya data base jalan Kabupaten Bandung, adanya data base jalan sebagai dasar rencana program penanganan jalan kabupaten Baiknya Kondisi alat berat, Meningkatnya pelayanan pembangunan jalan dan jembatan, Meningkatnya PAD dari sewa alat berat dan laboratorium, Meningkatnya pelayanan pembangunan jalan dan jembatan, Meningkatnya pelayanan laboratorium, Meningkatnya pelayanan Unit Campuran Aspal. Tersedianya dokumen perencanaan pengembangan infrastruktur, terlaksananya pembangunan pengembangan infrastruktur, Meningkatnya tingkat jalan untuk kegiatan perekonomian di wilayah strategis Tersedianya dokumen inspeksi kondisi jalan dan jembatan Tertanganinya rehab jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana alam. Adanya data base jalan Kabupaten Bandung Terpelihranya alat berat darat, Tersedianya alat Laboratorium, Tersedianya alat AMP. Adanya dokumen perencanaan pengembangan infrastruktur, Baiknya kondisi jalan diwilayah strategis dan cepat tumbuh PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 32

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI NO PROGRAM KEGIATAN PERMASALAHAN RENCANA KELUARAN CAPAIAN PROGRAM 10 Program Pemb. Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Kurang tersedianya dan kurang terpeliharanya Bangunan Pelengkap jalan berupa PJU untuk keamanan dan Estetika Terbangunnya dan baiknya kondisi jaringan penerangan jalan umum, berkurangnya kecelakaan lalu lintas akibat tidak adanya Penerangan Jalan Umum. Terbangunnya dan terpeliharanya fasilitas Penerangan Jalam Umum 3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Dalam RPJMD Kabupaten Bandung tahun 2011-2015, dimuat dari berbagai isu yang dihadapi Kabupaten Bandung antara lain : keamanan dan ketertiban masyarakat, pelayanan publik, lingkungan hidup dan bencana, kualitas sumber daya manusia (pendidikan, kesehatan dan keshalehan sosial), pembangunan perdesaan dan ketahanan pangan, infrastruktur dan tata ruang serta kemiskinan. Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tangtangan dan peluang serta mengembangkan isu yang ada di Kabupaten Bandung, maka visi Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung pada tahun 2011-2015 yang hendak dicapai pada tahapan kedua RPJPD Kabupaten Bandung adalah : Terwujudnya Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Pedesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan. Memperhatikan visi tersebut serta perubahan paradigma dan kondisi yang dihadapi pada masa yang akan datang, diharapkan Kabupaten Bandung dapat lebih berperan dalam perubahan yang terjadi di lingkup nasional, regional maupun global. Penelaahan terhadap visi dimaksud menghasilkan pokok-pokok visi yang diterjemahkan dalam pengertiannya sebagaimana tabel di bawah ini. Tabel 3.3 Perumusan Penjelasan Visi RPJMD Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 Visi Terwujudnya Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Pedesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Pokok-pokok visi Maju Penjelasan Visi Kondisi dimana sumber daya manusia Kabupaten Bandung memiliki kepribadian, berakhlak mulia dan berkualitas pendidikan yang tinggi. Mandiri Kondisi dimana masyarakat Kabupaten Bandung mampu memenuhi kebutuhan sendiri untuk lebih maju serta mampu mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan daerah lain yang telah PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 33

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Lingkungan. Visi Pokok-pokok Penjelasan Visi visi maju, dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Berdaya Saing Kondisi dimana masyarakat Kabupaten Bandung memliki kemampuan untuk bersaing dengan baik dalam lingkup regional maupun nasional. Kemampuan yang dimaksud mencakup sebagai aspek yaitu : aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pembangunan Kabupaten Bandung. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Kondisi dimana penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Bandung dilakukan secara solid dan bertanggung jawab, dengan menjaga kesinergian yang bersifat konstruktif diantara tiga domain utama, yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat, serta memperhatikan tingkat efisiensi,efektifitas, partisipatif yang berlandaskan hukum,menjungjung tinggi keadilan, demokratisasi, transparan,responsif, serta berorientasi pada konsensus, kesetaraan dan akuntabel. Pemantapan Kondisi dimana pelaksanaan pembangunan Pembangunan di Kabupaten Bandung memberikan Perdesaan perhatian yang besar dan sungguh-sungguh terhadap pengembangan perdesaan, peningkatan kualitas SDM kelembagaan pedesaan, peningkatan ketersediaan infrastruktur pedesaan, penyediaan sistem transportasi pedesaan yang memadai, peningkatan produk pertanian yang berdaya saing, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta pemberdayaan masyarakat pedesaan. Religius Kondisi dimana masyarakat Kabupaten Bandung meiliki nilai-nilai, norma, semamgat dan kaidah agama, khususnya Islam yang diyakini dan dianut serta menjadi karakter dan identitas mayoritas Kabupaten Bandung, yang harus menjiwai, mewarnai dan menjadi ruh/pedoman bagi seluruh aktifitas kehidupan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembanguna, dengan tetap menjungjung tinggi toleransi dan kerukunan hidup beragama. Kultural Kondisi dimana masyarakat Kabupaten Bandung memiliki nilai-nilai budaya sunda yang baik, melekat dan menjadi jati diri, yang harus tumbuh dan berkembang seiring dengan laju pembangunan, serta menjadi pelekat bagi keselarasan dan kestabilan sosial. Pengembangan budaya sunda tersebut dilakukan dengan tetap menghargai pluralitas kehidupan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 34

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Visi Pokok-pokok visi Berwawasan Lingkungan Penjelasan Visi masyarakat secara proposional. Kondisi dimana masyarakat Kabupaten Bandung memiliki pengertian dan kepedulian yang tinggi terhadap keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan yang di dasari oleh kesadaran akan fungsi strategis lingkungan terhadap keberlangsungan hidup manusia. Daya dukung dan kualitas lingkungan harus menjadi acuan utama segala aktifitas pembangunan, agar tercipta tatanan kehidupan yang seimbang, nyaman dan berkelanjutan. Agar visi tersebut dpat diwujudkan dan dapat mendorong efektifitas dan efisiensi pemanfaatan potensi yang dimiliki, maka ditetapkan misi RPJMD Kabupaten Bandung tahun 2011-2015 yang didalamnya mengandung gambaran tujuan serta sasaran yang ingin dicapai. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) Kabupaten Bandung tahun 2011-2015 merupakan tahapan kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bandung tahun2005-2025, yang berorientasi pada pembangunan dan peningkatan kompetensi segenap sumber daya yang terdapat di Kabupaten Bandung dalam segala bidang, guna menyiapkan kemajuan, kemandirian dan kemampuan bersaing. Dengan memperhatikan kondisi, permasalahan yang ada, tantangan kedepan dan isu yang ditetapkan serta dengan memperhitungkan peluang dan potensi yang dimiliki untuk mencapai masyarakat Kabupaten Bandung yang maju, mandiri dan mampu bersaing, maka dirumuskan 7 ( tujuh) Misi Kabupaten Bandung dalam rangka pencapaian Visi Kabupaten Bandung 2015. Ke-7 misi tersebut adalah : Misi kesatu: Meningkatkan profesionalisme birokrasi Peningkatan profesionalisme birokrasi adalah salah satu upaya dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang Maju,Mandiri dan Berdaya Saing. Hal ini memerlukan proses dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. penyelenggaraan pemerintahan tidak semata-mata disandarkan kepada Pemerintah saja, akan tetapi harus adanya sinergi antara pemerintah sektor swasta dan masyarakat secara proporsinal dan tanggung jawab. proposional dalm hal ini mengandung pengertian bahwa setiap domain pemerintahan melaksanakan peran dan fungsinya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki berdasarkan peraturan perundang-undangn yang berlaku. Bertanggung jawab mengandung pengertian bahwa pelaksanaan peran dan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 35

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI fungsi setiap domain pemerintahan harus dapat di pertanggung jawabkan secara objektif berdasarkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik. Misi kedua : Meningkatkan kualitas SDM (pendidikan dan kesehatan) yang berlandaskan Iman dan takwa serta melestarikan budaya sunda SDM yang berkualitas berlandaskan iman dan taqwa merupakan salah satu tolak ukur menuju keberhasilan pembangunan Kabupaten Bandung yang Maju,Mandiri dan Berdaya Saing. Keimanan dan ketaqwaan adalah landasan moral dan etika yang tidak hanya memiliki muatan spiritual, tetapi juga muatan sosial, sehingga pada prakteknya tidak saja ditunjukan dengan ketaatan ritual individu, tetapi juga harus diaplikasikan dalam kehidupan sosial, sehingga tercipta keshalehan kolektif untuk merajut kehidupan bersama. Untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang Maju,Mandiri dan Berdaya Saing di perlukan upaya secara terus menerus dalam rangka meningkatkan kualitas SDM, baik dari aspek pendidikan maupun aspek kesehatan, yang berlandaskan iman dan taqwa. Selain itu SDM yang berkualtas harus mampu melestarikan budaya sunda. Dalam budaya sunda dikenal istilah Sabilulungan, yang artinya silih asih, silih asah dan silih asuh. Kinerja pemerintahan dan kehidupan masyarakat harus dilandasi oleh semangat Sabilulungan dengan identitas nyantri, nyunda, nyantana, nyantika, nyakola dan sikap yang luhur, luhung, perigel, gesit binangkit. Misi ketiga : Memantapkan Pembangunan Perdesaan Mayoritas wilayah Kabupaten Bandung adalah pedesaan, oleh karnanya tumpuan pembangunan salah satunya diarahkan pada wilayah pedesaan. Salah satu upaya mewujudkan pembangunan pedesaan yang mantap menuju Kabupaten Bandung yang Maju,Mandiri dan Berdaya Saing. Peningkatan keberdayaan lembaga perdesaan ; peningkatan kapasitas dan kapabilitas pemerintahan desa, peningkatan keswadaya dan kegotongroyongan masyarakat desa; peningkatan kapasitas dan keberdayaan masyarakat; perkuatan lembaga-lembaga keuangan mikro di desa; peningkatan asli daerah desa; peningkatan peran serta kelembagaan masyarakat dalam pelancaran distribusi, kesetabilan harga dan akses pangan; serta pengembangan teknologi pengolahan nonberas. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 36

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Misi keempat : Meningkatkan keamanan dan ketertiban wilayah Kondisi aman dan tertib merupakan harapan masyarakat Kabupaten Bandung yang ditandai oleh tidak adanya tindak kriminal / kejahatan ataupun kerusuhan, serta adanya rasa saling percaya dan harmoni dari seluruh komponen masyarakat. Kondisi ini menjadi landasan bagi kehidupan yang tenang dan damai, serta merupakan jaminan bagi terselenggaranya pembangunan sesuai harapan dan cita-cita bersama. Dinamika pemerintahan, pembangunan dan kehidupan masyarakat akan bergerak selaras dengan tuntutan perubahan, serta kehendak dan kebutuhan masyarakat berdasarkan asas demokrasi yang bertanggung jawab, disertai dengan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan seluruh komponen masyarakat. Kondisi yang aman, tertib dan tenteram akan terwujud apabila : tedapat peningkatan kepatuhan / ketaatan masyarakat terhadap hukum, adanya pengembangan sistem keamanan lingkungan swakarsa; terlaksananya penegakan hukum; terlaksanany pembinaan SDM aparat penegak hukum; adanya peningkatan peran aparat dalam meminimalisir berbagai konflik kepentingan melaluai pendekatan persuasif dan membuka ruang dialog; serta adanya peningkatan pembinaan politik bagi masyarakat. Misi kelima : Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah Ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah merupakan unsur penunjang utama dalam mendukung terciptanya Kabupaten yang Maju,Mandiri dan Berdaya Saing. Ketersediaan infrastruktur akan mempengaruhi tingkat pendidikan,kesehatan dan daya beli masyarakat. Selain itu, ketersediaan infrastruktur menjadi kata lisator pencapaian pembangunan pada bidang lainnya. Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bandung yang maju, mandiri dan berdaya saing, pelaksanaan pembangunan infrastruktur harus bertumpu pada pengembangan terhadap kompatibilitas dan optimalisasi potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya fisik (buatan); serta memperhatikan keterpaduan dengan tata ruang wilayah. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi dampak negatif yang terjadi akibat pembangunan yang kurang memperhatikan kapasitas sumber daya yang ada. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah adalah peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar wilayah; pengaturan pola penggunaan lahan pada wilayah yang berkembang pesat; peningkatan efektifitas tata ruang wilayah; pengaturan zonasi rencana pola ruang; pengendalian dan pengawasan pemanfaatanruang secara konsisten; penerapan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 37

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI mekanisme dan prosedur perizinan yang efisien dan efektif; penerapan sistem insentif dan disinsentif untuk mendukung perwujudan tata ruang sesuai rencana; penaatan perumahan dengan tata ruang wilayah; penataan areal pemakaman; peningkatan kualitas SDM lingkungan; peningkatan sarana dan prasarana perhubungan;peningkatan pelayanan jasa angkutan serta peningkatan kelaikan operasional kendaraan. Misi keenam : Meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing Peningkatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kemampuan daya beli masyarakat erat kaitannya dengan kemiskinan. Semakin besar daya beli masyarakat, maka semakin kecil tingkat kemiskinan pada suatu daerah. Kemiskinan menyebabkan kemampuan masyarakat berkurang secara derastis dalam mengakses pelayanan dasar. Misi ketujuh : Memulihkan keseimbangan lingkungan dan menerapkan pembangunan berkelanjutan Rusaknya lingkungan akibat bencana alam merupakan polemik yang tidak bisa dihindari. Dalam mengatasi hal tersebut, diperlukan perubahan pola berpikir dan bertindak dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan, yaitu dengan mengacu pada pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan tidak hanya dilakukan pada mekanisme kinerja pemerintahan, tetapi harus dilaksanakan oleh segenap lapisan masyarakat melalui penegakan hukum. Sebagian wilayah yang rawan bencana, baik bencana banjir, longsor/gerakan tanah dan gempa, perlu dilakukan prosedur, tahapan mitigasi serta penanganan bencana yang sederhana/mudah diterpkan sesuai dengan pengalaman selama ini. Upaya menghindari bencana lebih mudah dulakukan dan lebih murah di bandingkan setelah terjadi bencana. Pemulihan keseimbangan lingkungan setelah terjadinya bencana serta penerapan pembangunan yang berkelanjutan menurut hal penting yang harus diperhatikan demi mewujudkan Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing. 3.2.1 Tujuan dan Sasaran Dalam mewujudkan visi melalui pelaksanaan visi yang telah di tetapkan tersebut diatas, diperlukan adanya kerangka yang jelas pada setiap misi menyangkut tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Tujuan dan sasaran pada setiap misi yang akan dijalankan akan memberikan arahan bagi pelaksanaan setiap urusan pemerintahan daerah baik PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 38

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI urusan terkait aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum maupun urusan terkait daya saing daerah. Tujuan dan sasaran pada pelaksanaan masing-masing misi seperti terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3.4 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 Visi : Terwujudnya Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Perdesaan, Berlandasan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan Misi Tujuan Sasaran Misi kesatu : Meningkatkan profesionalisme birokrasi. Misi kedua : Meningkatkan kualitas SDM (pendidikan dan kesehatan) yang berlandaskan Iman dan takwa serta melestarikan budaya sunda. Misi ketiga : Memantapkan Pembangunan Perdesaan. Mewujudkan pelayanan publik yang prima Meningkatnya kualitas SDM yang berbudi pekerti luhur, berbudaya sunda dan berlandaskan iman dan taqwa. Meningkatkan pembangunan desa menuju desa yang mandiri. 1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas pelayanan 2. Terwujudnya regulasi penyelengaraan pemerintahan daerah 3. Meningkatnya SDM aparatur yang profesional 4. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah 5. Meningkatnya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi 6. Meningkatnya akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah 1. Meningkatnya penduduk melek huruf 2. Meningkatnya penduduk bersekolah 3. Meningkatknya kualitas Tenaga Pendidikan 4. Meningkatknya prestasi olahraga dan peran pemuda dalam pembangunan. 5. Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat 6. Meningkatnya Perilaku Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat serta menggunakan fasilitas kesehatan. 7. Meningkatnya keberfungsian sosial bagi PMKS 8. Terkendalinya pertumbuhan penduduk 9. Meningkatnya kegiatan keagamaan 10. Terwujudnya pelestarian budaya sunda. 11. Meningkatnya minat baca masyarakat 1. Meningkatnya infrastruktur desa 2. Meningkatnya perkembangan kemandirian desa 3. Meningkatnya kemandirian pangan. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 39

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Misi Tujuan Sasaran Misi keempat : Meningkatkan keamanan dan ketertiban wilayah. Misi kelima : Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah. Misi keenam : Meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing. Misi ketujuh : Memulihkan keseimbangan lingkungan dan menerapkan pembangunan berkelanjutan. Mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat Mewujudkan keserasian pembangunan infrastruktur dan tata ruang wilayah. Meningkatkan kontribusi ekonomi kerakyatan terhadap perekonomian daerah. Menciptakan lingkungan yang serasi dan seimbang dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta melaksanakan mitigasi bencana. 1. Tersediannya produk hukum daerah yang mendukung Kamtibmas 2. Menurunya tingkat pelanggaran perda 3. Meningkatnya kuantitas, dan kualitas aparat penegak perda 4. Meningkatnya kewaspadaan dini/deteksi dini di masyarakat 5. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam berwawasan kebangsaan dan KAMTIBMAS 1. Meningkatnya pemenuhan infrastruktur dasar wilayah 2. Meningkatnya pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang 3. Terwujudnya kawasan perumahan yang sehat dan layak huni 4. Terwujudnya sistem transportasi yang tertib dan lancer 1. Meningkatnya pelaku KUMKM dan pelaku usaha modal besar. 2. Meningkatnya kualitas tenaga kerja 3. Berkembangnya usaha agrobisnis berbasis ekonomi lokal dan berdaya saing 4. Mengembangkan kawasan wisata terpadu dalam tatanan integrasi ekonomi lokal. 1. Meningkatnya pengawasan dan pengendalian terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan 2. Terciptanya lingkungan yang bersih dan hijau 3. Terselenggaranya konservasi sumber daya alam 4. Berkurangnya tingkat resiko bencana dan Kebakaran 3.3. Telaahan Renstra Dinas Bina Marga 2006-2010 Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga sejaktahun 2006 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung, mengacu Ke Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 sebagaimana telah diubah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah adapun program dari kegiatannya adalah sebagai berikut : PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 40

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 1) Program pembangunan Jalan dan Jembatan Program ini diimplementasikan ke dalam kegiatan yaitu : Perencanaan Pembangunan Jalan Pembangunan Jalan Perencanaan Pembangunan Jembatan Pembangunan Jembatan Pembebasan untuk Pembangunan Jalan 2) Program Pembangunan Draenase dan Gorong-Gorong Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Perencanaan Pembangunan Draenase dan Gorong-Gorong Pembangunan Draenase dan Gorong-Gorong 3) Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Perencanaan Pembangunan Turap/Talud/Bronjong Pembangunan Turap/Talud/Bronjong 4) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Perencanaan Rehabilitasi Jalan Perencanaan Rehabilitasi Jembatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Rehabilitasi/Pemeliharaan Jembatan Monitoring dan Evaluasi dan Pelaporan 5) Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Inspeksi Kondisi Jalan Inspeksi Kondisi Jembatan 6) Program Pembangunan Sistem Informasi Data Base Jalan dan Jembatan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Penyusunan Sistem Informasi Data Base Jalan Penyusunan Sistem Informasi Data Base Jembatan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 41

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 7) Program Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Rehab Jalan Dalam Kondisi Tanggap Darurat Rehab Jembatan Dalam Kondisi Tanggap Darurat 8) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Pengadaan Perlengkapan Bengkel Alat Berat Pengadaan Alat Ukur dan Laboratorium Pemeliharaan Alat Berat 9) Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Pembangunan/Peningkatan infrastruktur 10) Program Pembangunan Prasarana dan Sarana Fasilitas Perhubungan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Pembangunan dan Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 42

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Namun sejak tahun 2009, program Tanggap Darurat Tanggap dan Jembatan tidak lagi dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga melainkan dilaksanakan oleh Instansi lain. Selain sumber dana dari APBD Kabupaten Bandung, terdapat juga program dan kegiatan yang di biayai dari Bantuan Bank Dunia, Bantuan Pusat dan Bantuan Gubernur. Dalam kurun waktu dari 2006-2010, pada program pembangunan jalan telah dirintis design rencana trase jalan Tol Soreang-Pasirkoja ( Soroja), seperti gambar dibawah ini : Gambar 3.1 Rencana Trase Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 43

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI URAIAN PROYEK JALAN TOL SOREANG-PASIRKOJA - Panjang Jalan Tol : 10,570 Km - Panjang Akses Jalan Tol : 5,580 Km Terdiri dari : Akses Tol Simpang Susun Margaasih : 0,600 Km Akses Tol Simpang Susun Stadion : 2,760 Km Akses Tol Soreang : 2,220 Km Kecepatan Rencana : 80 Km/Jam Jumlah jalur : 2x2 Jalur Lebar Bahu Luar : 3,5 m Lebar Bahu Dalam : 0,5 m Lebar Median : 3,0 m Lebar RUMIJA : 50 m Jumlah Simpang Susun : 3 buah Perkiraan Biaya Investasi : Rp. 1.393.895000.000 Fisik Infrastruktur : Rp. 661.229.000.000 Fisik Akses Tol : Rp. 9.918.000.000 Biaya Pengadaan Lahan Luas ± 111,57 Ha : Rp. 265.600.000.000 Biaya Financial : Rp. 23.143.000.000 Eskalasi, Kontingensi : Rp. 434.005.000.000 Sampai dengan tahun 2010, progres pembebasan lahan adalah seluas 6,39 Ha untuk 2 (dua) desa di kecamatan Margaasih dengan biaya pembebasan sebesar Rp. 21,5 Milyar yang bersumber dari anggaran APBD Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya pembebasan lahan akan dilaksanakan oleh PT. JASA SARANA. Jalan Tol Soroja merupakan Proyek Nasional dan wewenang Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung adalah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Soroja. 3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Sesuai dengan Perda Kabupaten Bandung Nomor 3 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung tahun 2007-2027, disebutkan bahwa maksud penyusunan RTRW adalah sebagai pedoman operasional dalam pengelolaan pembangunan yang mampu memadukan kepentingan sektor-sektor dan keseimbangan perkembangan antar wilayah berdasarkan daya dukung lingkungannya secara berkelanjutan melalui proses yang parsitipatif. Sedangkan pembangunan berkelanjutan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 44

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya kedalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Kebijakan pengembangan struktur ruang meliputi kebijakan Pengembangan Sistem Kota-kota, Pengembangan Kawasan Perdesaan dan Perkotaan, Pengembangan Kawasan Strategis Nasional, Provinsi dan Kabupaten dan kebijakan Pengembangan Infrastruktur Wilayah. Kebijakan Pengembangan Sistem Kota-kota meliputi pembangunan/pengembangan infrastruktur sistem kota-kota dan pengembangan Sistem Kota-kota sesuai fungsi utamanya. Kebijakan Pengembangan Kawasan Strategis diantaranya adalah melalui keterpaduan pengembangan wilayah secara regional. Kebijakan Pengembangan Infrastruktur Wilayah diantaranya adalah kebijakan Pengembangan Sistem Prasarana Transportasi, yang meliputi : Pembangunan dan Pengembangan Sistem Jaringan Jalan, Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal, dan Pengembangan Sarana Transportasi. Kebijakan lainnya adalah Pengembangan Sistem Drainase dan Kebijakan Pengembangan Jaringan Listrik dan Energi. Strategi pengembangan tata ruang mikro wilayah diantaranya dengan peningkatan penyediaan jaringan transportasi wilayah yang menghubungkan antar simpul-simpul secara hirarkis untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, memperkuat keterkaitan antar kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan. Secara geografis Kabupaten Bandung mempunyai potensi yang sangat besar terkait dengan fungsi dan peran Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, sehingga perlu di tunjang oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitas. 3.5. Penentuan Isu-isu Strategis Terkait dengan isu-isu strategis yang dihadapi oleh Dinas Bina Marga, diantanya adalah banyaknya jaringan jalan dsengan kondisi rusak berat akibat draenase yang kurang menunjang ataupun kurang terkendalinya angkutan berat dengan tonase yang tidak sesuai dengan MST (Muatan Sumbu Terberat) yang di ijinkan sehingga kondisi existing jalan tidak sesuai dengan umur rencana, maka kedepan diharapkan pembangunan infrastruktur jaringan jalan harus terintegrasi dengan pembangunan draenase. Strategi untuk melaksanakan Kebijakan Pembangunan dan Pengembangan Sistem Jaringan Jalan melalui pengembangan sistem jaringan jalan sesuai hirarki dan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 45

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI fungsinya yang diarahkan untuk memecahkan kemacetan lalu lintas dan pengembangan wilayah secara lebih terpadu. Gambar 3.2 Rencana Jalan Tol di Kabupaten Bandung Sedangkan strategi untuk melaksanakan kebijakan pengembangan sistem draenase dilakukan melalui penataan dan pengembangan sistem drainase dengan memperhatikan karakteristik wilayah perkotaan secara terpadu dan menyeluruh dengan infrastruktur lainnya. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 III - 46

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. VISI DAN MISI DINAS BINA MARGA Memperhatikan Visi Kabupaten Bandung yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung tahun 2011-2015, yaitu : Terwujudnya Kabupaten Bandung yang Maju,Mandiri dan Berdaya Saing, melaui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kulturan dan Berwawasan Lingkungan, serta dengan memperhatikan perubahan paradigma dan peranan Dinas Bina Marga pada masa yang akan datang, maka Visi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung tahun 2011-2015 adalah Terwujudnya Jaringan Jalan mantap 74% di Kabupaten Bandung tahun 2015. Adapun maknanya adalah sebagai berikut : Mantap : Memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat pengguna jalan dengan memperbaiki jaringan jalan agar dalam kondisi baik dan sedang sehingga mendekati harapan dan kebutuhan masyarakat Dalam mewujudkan visi tersebut, serta mendorong upaya peningkatan sumber daya manusia di seluruh unsur organisasi, maka dirumuskan Misi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung yang di dalamnya mengandung tujuan organisasi serta sasaran yang ingin dicapai. Selain sebagai penjabaran dari visi, rumusan misi tersebut juga menggambarkan tugas okok dan fungsi Dinas Bina Marga. Adapun rumusan Misi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung adalah sebagai berikut : 1. Melakukan penataan struktur dan pola pemanfaatan peranan dan fungsi infrastruktur jalan secara optimal. 2. Menata sistem transportasi yang efektif dan efisien melalui pembinaan jalan dengan tingkat pelayanan yang diperlukan dalam sistem jaringan jalan. Untuk mewujudkan misi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, maka perlu dijabarkan kembali menjadi tujuan dan sasaran strategis yang lebih operasional. 4.2. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH DINAS BINA MARGA Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung adalah Dinas yang mengelola dan membina secara teknis yang bertujuan antara lain : 1. Mewujudkan sistem jaringan jalan yang sesuai dengan pemanfaatan peanan dan fungsi jalan secara optimal. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 IV - 47

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 2. Mewujudkan jaringan jalan dengan tingkat pelayanan yang diperlukan. Adapun Sasaran Jangka Menengah yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : 1. Terwujudnya infrastruktur jaringan jalan yang mantap dan terarah. 2. Terwujudnya tingkat pelayanan jalan Kabupaten yang menjangkau wilayah perdesaan. 3. Meningkatnya indeks aksesibilitas dan mobilitas. 4. Terbangunnya jalan baru. 5. Penuntasan perbaikan jalan. 6. Dapat dimulainya siklus penanganan jalan. 7. Tersedianya basis data kondisi infrastruktur kebinamargaan yang akurat. 8. Terselenggaranya pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan sesuai dengan ketentuan teknis. 9. Menurunnya tingkat kerusakan infrastruktur kebinamargaan. Untuk merealisasikan visi dan misi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, melaui penetapan tujuan dan sasaran yang diatas, maka disusunlah Rencana Strategis (Renstra) tahun 2011-2015. Strategi pencapaian tujuan dan sasaran strategis merupakan rencana yang menyeluruh dan terpadu yang dilakukan setiap tahunnya. Pemahaman terhadap isu strategi dalam rangka pencapaian arah dan tujuan organisasi yang efektif dan efisien membutuhkan strategi yang berorientasi pada visi dan misi yang akan dicapai oleh Dinas Bina Marga sebagai dinas teknis di bidang kebinamargaan. Dalam rangka pencapaian keberhasilan visi dan misi Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung tahun 2011-2015, maka Dinas Bina Marga meliliki kewajiban melakukan perumusan kebijakan, koordinasi dan monitoring dan evaluasi di bidang keteknisan. Urusan-urusan tersebut secara tegas telah dijabarkan dalam tugas pokok dan fungsi setiap komponen dilingkup Dinas Bina Marga. 4.3. STRATEGI KEBIJAKAN DINAS BINA MARGA Kebijakan Dinas Bina Marga dalam Renstra tahun 2011-2015 adalah meningkatkan kualitas pelayanan jalan dan jembatan dengan cara menyusun konsep/arahan pengembangan jaringan jalan kabupaten yang berkaitan dengan parameter dan kriterian mengenai kondisi dan kinerja jaringan jalan yang diharapkan kedepan terwujud sistem jaringan jalan yang efektif dan efisien dalam mendukung pengembangan wilayah di Kabupaten Bandung. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 IV - 48

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Hal ini terkait dengan Misi kelima Kabupaten Bandung, yaitu : Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah yang bertujuan : Mewujudkan keserasian pembangunan infrastruktur dan tata ruang wilayah. Dan mempunyai sasaran antara lain : 1. Tersediannya produk hukum daerah yang mendukung Kamtibmas. 2. Menurunnya tingkat pelanggaran perda. 3. Meningkatnya kuantitas, dan kualitas aparat penegak perda. 4. Meningkatnya kewaspadaan dini/deteksi dini di masyarakat. 5. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam berwawasan kebangsaan dan KAMTIBMAS. Ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah merupakan unsur penunjang utama dalam mendukung terciptanya pembangunan Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing. Ketersediaan infrastruktur akan mempengaruhi tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Selain itu, ketersediaan infrastruktur menjadi kata lisator pencapaian pembangunan pada bidang lainnya. Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bandung yang maju, mandiri dan berdaya saing, pelaksanaan pembangunan infrastruktur harus bertumpu pada pembangunan terhadap kompabilitas dan optimalisasi potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya fisik (bantuan); serta memperhatikan keterpaduan dengan tata ruang wilayah. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi dampak negatif yang terjadi akibat pembangunan yang kurang memperhatikan kapasitas sumber daya yang ada. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah adalah peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar wilayah. Kebijakan yang menjadi prioritas dari Dinas Bina Marga antara lain : perencanaan pembangunan jalan dan jembatan; perencanaan pemeliharaan jalan dan jembatan; pembangunan jalan dan jembatan; pemeliharaan jalan dan jembatan; dan pembangunan, pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU). Strategi untuk melaksanaan Kebijakan Pembangunan dan Pengembangan Sistem Jaringan Jalan yaitu melalui pengembangan sistem jaringan jalan sesuai hirarki dan fungsinya yang di arahkan untuk memecahakan kemacetan lalulintas dan pengembangan wilayah secara lebih terpadu. Ibu kota Kabupaten Bandung berlokasi di Kota Soreang yang berada di WP Soreang-Kutawaringin-Katapang. Strategi Pengembangan Kota Soreang sebagai ibu kota PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 IV - 49

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN dilakukan dengan cara peningkatan aksesibilitas dan atau interkoneksi dengan wilayah lain dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Peningkatan aksesibilitas dan atau interkoneksi yaitu melalui : a. Program pembangunan Jalan Tol Soroja b. Program pembangunan Jalan Lingkar Luar dan Lingkar Dalam c. Program pembangunan Jalan Perkotaan Strategi untuk melaksanakan kebijakan pembangunan / pengembangan infrastruktur sistem kota-kota, diantaranya adalah Pengembangan Soreang- Kutawaringin-Katapang sebagai pusat pemerintahan melalui peningkatan aksesibilitas dan atau interkoneksi dengan wilayah lain serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Strategi untuk melaksanakan kebijakan pengembangan sistem drainase melalui penataan dan pengembangan sistem drainase dengan memperhatikan karakteristik wilayah perkotaan secara terpadu dan menyeluruh dengan infrastruktur lain. Rencana pengembangan sistem drainase diarahkan pada sistem drainase makro dan sistem drainase perkotaan. Sasaran dari rencana pengembangan sistem drainase ini adalah tersedianya sistem yang memiliki kapasitas memadai. Rencana sistem prasrana transportasi dirumuskan untuk meningkatkan pelayanan jaringan transportasi wilayah. Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Jalan meliputi : a. Peningkatan Jalan Arteri Primer ( Jalan Nasional) yaitu Cileunyi-Cicalengka-Nagreg; b. Peningkatan Jalan Kolektor Primer 1 ( Jalan Nasional ) yaitu Cileunyi-Sumedang; c. Peningkatan Jalan Kolektor Primer 2 ( Jalan Propinsi ); d. Peningkatan Jalan Kolektor Primer 3 ( Jalan Propinsi ); e. Peningkatan Jalan Kolektor Primer 4 ( Jalan Kabupaten ); f. Peningkatan Jalan Lokal Primer ( Jalan Kabupaten ); g. Peningkatan Jaringan Jalan Sekunder ( Jalan Kabupaten ); h. Pembangunan Jalan Baru Arteri Primer (Jalan Nasional ); i. Pembangunan Jalan Baru Kolektor Primer 1 ( Jalan Nasional); j. Pembangunan Jalan Baru Kolektor Primer 2 ( Jalan Propinsi); k. Pembangunan Jalan Baru Kolektor Primer 3 ( Jalan Nasional); l. Pembangunan Jalan Baru Kolektor Primer 4 ( Jalan Kabupaten); m. Pembangunan Jalan Baru Lokal Primer (Jalan Kabupaten); n. Pembangunan Jalan Baru Jaringan Jalan Sekunder ( Jalan Kabupaten); o. Pembangunan Jalan Tol terdiri dari Jalan Tol Soreang atau Jalan Akses Tol Pasirkoja, Tol Ujung berung- Gedebage- Majalaya (Tol Tegalluar ) dan Jalan Tol Cileunyi- Sumedang-Dawuan. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 IV - 50

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Intensif khusus diberikan untuk pengembangan pusat primer/ hirarki IIa Soreang Kutawaringin-Katapang, pengembangan kawasan strategis Kota Baru Tegalluar, Kawasan Terpadu Olahraga Si Jalak Harupat dan Kawasan Industri Margaasih. Intensif untuk mendorong pengembangan hirarki IIa meliputi : a. Pembangunan Jalan Tol Pasirkoja-Soreang atau jalan akses tol Pasirkoja; b. Pembangunan sarana pemerintahan, perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dan sosial lainnya; c. Kemudahan perijinan perubahan rencana tampak bagi pengembang yang telah memiliki ijin sebelumnya. Intensif untuk mendorong pengembangan Kawasan Kota Baru Tegalluar diantaranya : Pembangunan interchange Tol Majalaya-Gedebage; Selain itu Program Pengembangan Jaringan Jalan Ring-Road, meliputi : pembangungan jalan lingkar luar Kabupaten Bandung dan Peningkatan Jalan Lokal dan Peningkatan kualitas jalan kolektor. Program Pemeliharaan Jalan,meliputi : pemeliharaan jalan di seluruh ruas jalan yang berfungsi arteri, kolektor, lokal dan sekunder. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 IV - 51

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Tabel 4.1 Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Rencana Strategis Dinas Bina Marga Tahun 2011-2015 MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM KEGIATAN Melakukan penataan struktur dan pola pemanfaata n peranan dan fungsi jalan secara optimal Mewujud kan sistem jaringan jalan yang sesuai dengan pemanfa atan Terwujudny a sistem jaringan jalan yang mantap dan terarah Rehabilit asi dan pemeliha raan berkala jalan dan jembatan Optimalisasi program pemeliharaan rutin maupun berkala pada ruas-ruas jalan, rehabilitasi/pem eliharaan jembatan dan pemeliharaan/p Pembangunan rehab/pemelih araan jalan dan jembatan Perencanaan rehab/pemeliha raan jalan Perencanaan rehab/pemeliha raan jembatan Rehab/pemeliha raan jalan Rehab/pemeliha raan jembatan peranan embangunan Monev, evaluasi da fungsi PJU sehingga dan pelaporan jalan kondisinya dapat secara optimal dipertahankan dan tidak menjadi kritis (tidak mantap) Tersedianya dokumen inspeksi kondisi jalan dan jembatan Tersedianya dokumen perencanaa n pengemban gan infrastruktu r. Baiknya kondisi jalan di wilayah strategis dan cepat tumbuh Terbangunn ya dan terpelihara nya fasilitas penerangan jalan umum Tersedianya sarana prasarana kebinamarg aan yang menunjang pelaksanaa n kegiatan pembangun an dan pemelihara an jalan, jembatan dan bangunan Mempert ahankan dan meningk atkan prasaran a kebinam argaan Singkronisasi dan sinergitas program pembangunan dan pengembangan wilayah-wilayah yang rendah aksebilitasnya/te risolir Penyediaan infrastruktur bangunan pelengkap jalan berupa PJU yang memenuhi estetika dan fungsional Peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan Inspeksi kondisi jalan dan jembatan Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh Pembangunan dan pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Pemeliharaan sarana dan prasarana kebinamargaan Program inspeksi kondisi jalan Program inspeksi kondisi jembatan Perencanaan pembangunan infrastruktur Pembangunan/p eningkatan infrastruktur Pembangunan dan pemeliharaan pelengkap jalan berupa PJU Pemeliharaan alat berat, pemeliharaan laboratorium PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 IV - 52

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM KEGIATAN pelengkap jalan serta PJU Menata sistem transportasi yang efektif dan effisien melalui pembinaan jalan dengan tingkat pelayanan yang diperlukan dalam sistem jaringan jalan Mewujud kan jaringan jalan dengan tingkat pelayana n yang diperluka n Terselengga ranya pelaksanaa n pembangun an jalan dan jembatan sesuai dengan ketentuan teknis Tersedianya sistem informasi basis data yang mempermu dah pengambila n keputusan dalam rencana penangana n Meningk atkan struktur dan kapasitas jalan dan jembatan guna menunja ng pengemb angan wilayah Penyediaan jalan dan jembatan untuk mendukung pengembangan jaringan jalan Menyusun sistem informasi data base jalan Pembangunan jalan dan jembatan Pembangunan sistem informasi Data Base jalan dan jembatan Perencanaan pembangunan jalan Pembangunan jalan Perencanaan pembangunan jembatan Pembangunan jembatan Pembebasan lahan untuk jalan Penyusunan sistem informasi data base jalan Penyusunan sistem data base jembatan Monev, evaluasi dan pelaporan Tabel 4.2 Proporsi Jaringan Jalan di Kabupaten Bandung Berdasarkan Kondisi Rencana Strategis Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 No Uraian Panjang Jalan (KM) 2011 2012 2013 2014 2015 1 Kondisi Baik 424.891 494.212 563.533 632.854 702.175 2 Kondisi sedang rusak 217.860 200.530 183.199 165.869 148.539 3 Kondisi rusak 290.121 261.238 232.354 203.470 174.586 4 Kondisi rusak berat 222.473 199.366 176.259 153.152 130.045 5 Jalan secara keseluruhan 1.154,35 1.154,35-1.154,35 1.154,35 6 Proporsi Kondisi Baik (%) 36.78 42,78 48,78 54,78 60,78 7 Proporsi Kondisi Sedang Rusak (%) 18,86 17,36 15,86 14,36 8 Proporsi Kondisi Rusak (%) 25,11 22,61 20,11 17,61 15,11 9 Proporsi Kondisi Rusak Berat (%) 19,26 17,26 15,26 13,26 11,26 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 IV - 53

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Dalam mewujudkan pencapain Visi dan Misi Bina Marga, perlu dilakukan kebijakan operasional dalam bentuk program dan kegiatanyang dapat memberikan arah dan kesatuan konsep pembangunan dalam periode 2011-2015. Indikator Kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan, yang meliputi : 1) Input (Masukan) : Segala sesuatu yang diperlukan agar kegiatan dapat dilaksanakan, diantaranya SDM, biaya, material, waktu, teknologi,dll. 2) Output (Keluaran) : Segala sesuatu berupa produk/jasa (fisik/non fisik) sebagai hasil langsung dari pelaksanaan kegiatan. 3) Outcome (Hasil) : Segala sesuatu yang mencercirkankan berfungsi output kegiatan pada jangka menengah atau beberapa jauh produk/jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. 4) Benefit (Manfaat) : Kegunaan suatu output yang langsung di sah kan masyarakat, atau tersedianya fasilitas yang dapat di akses oleh publik. 5) Impact (Dampak) : Ukuran tingkat pengaruh sosial-ekonomi, lingkungan atau kepentingan dari setiap indikator. 5.1 Rencana Kegiatan Dinas Bina Marga Tahun 2011-2015 Sebagai perwujudan dalam mendukung prioritas pembangunan Kabupaten Bandung Tahun 2007-2027, prioritas pembangunan daerah yang terkait dengan kegiatan operasional Dinas Bina Marga adalah peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pelayanan Jalan, Jembatan, Sarana Kebinamargaan dan Penerangan Jalan Umum. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 54

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Selanjutnya, kebijakan operasional dalam menunjang perwujudan visi dan misi Dinas Bina Marga, dalam Rencana Strategis Dinas Bina Marga Tahun 2011-2015 akan direalisasikan melalui program dan kegiatan sebagai berikut : 1) Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Perencanaan Pembangunan Jalan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah dana, waktu Output (Keluaran) Tersedianya Dokumen Penggunaan Jalan Outcome (Hasil) Terlaksanya Pembangunan Jalan Benefit (Manfaat) Adanya acuan teknis untuk melaksanakan pembangunan jalan baru Impact (Dampak) Terlaksananya Pembangunan Jalan Pembangunan Jalan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Menghubungkan wilayah yang belum terhubung oleh jalur transportasi Outcome (Hasil) Terbangunnya Jalan Baru Benefit (Manfaat) Meningkatkan Pergerakan arus barang dan jasa Impact (Dampak) Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Perencanaan Pembangunan Jembatan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah dana, waktu Output (Keluaran) Tersedianya Dokumen Perencanaan Pembangunan Jembatan Outcome (Hasil) Terlaksanya Pembangunan Jembatan Benefit (Manfaat) Adanya acuan teknis untuk melaksanakan pembangunan jembatan Impact (Dampak) Terlaksananya Pembangunan Jembatan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 55

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Pembangunan Jembatan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Terbangunnya Jembatan Baru Outcome (Hasil) Meningkatkan pergerakan arus barang dan jasa Benefit (Manfaat) Terhubungnya wilayah yang terisolir Impact (Dampak) Meningkat perekonomian masyarakat Pembebasan Lahan Untuk Jalan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Adanya lahan untuk pembangunan jalan Outcome (Hasil) Terlaksananya pembangunan jalan baru Benefit (Manfaat) Meningkatkan pergerakan arus barang dan jasa Impact (Dampak) Meningkatkan perekonomian masyarakat 2) Program PembangunanDraenase dan Gorong-gorong Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Perencanaan Pembangunan Draenase dan Gorong-gorong Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Tersedianya dokumen perencanaan draenase gorong-gorong Outcome (Hasil) Terlaksananya pembangunan saluran draenase/gorong-gorong Benefit (Manfaat) Berkurangnya daerah genangan banjir pada ruas jalan kabupaten Impact (Dampak) Lancarnya arus lalulintas yang terhambat oleh banjir PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 56

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Pembangunan Draenase dan Gorong-gorong Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Terbangunnya saluran Draenase dan Goronggorong Outcome (Hasil) Meningkatnya pelayanan jalan pada musim hujan Berkurangnya jalan-jalan yang digenangi air pada musim hujan Benefit (Manfaat) Impact (Dampak) Berkurangnya daerah genangan banjir pada ruas jalan kabupaten Lancarnya arus lalulintas yang terhambat oleh banjir 3) Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong Program diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Perencanaan Pembangunan Turap/Talud/Bronjong Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan turap/talud Outcome (Hasil) Terlaksananya pembangunan turap/talud/bronjong Benefit (Manfaat) Berkurangnya daerah rawan longsor pada ruas jalan kabupaten Impact (Dampak) Terbangunnya tembok penahan tanah untuk menanggulangi kelongsoran pada ruas jalan kabupaten PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 57

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Pembangunan Turap/Talud/Bronjong Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Terbangunnya turap/talud/bronjong Outcome (Hasil) Meningkatkan tingkat pelayanan jalan pada daerah rawan longsor Benefit (Manfaat) Berkurangnya daerah rawan longsor pada jalan kabupaten Impact (Dampak) Tertanggulanginya bencana longsor pada ruas jalan kabupaten 4) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Perencanaan Rehabilitasi Jalan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Adanya dokumen perencanaan pemeliharaan jalan Outcome (Hasil) Terlaksananya konstruksi jalan sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi yang disyaratkan Benefit (Manfaat) Terlaksananya kegiatan pemeliharaan jalan dengan baik Impact (Dampak) Terlaksananya pemeliharaan jalan sesuai dengan dokumen perencanaan Perencanaan Rehabilitasi Jembatan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Tersedianya dokumen perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan Outcome (Hasil) Terlaksananya pelaksanaan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan Benefit (Manfaat) Terlaksananya kegiatan pemeliharaan jembatan dengan baik Impact (Dampak) Terlaksananya pemeliharaan jembatan sesuai dengan dokumen perencanaan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 58

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Meningkatnya kualitas jalan dalam kondisi baik Outcome (Hasil) Waktu tempuh rata-rata meningkat Benefit (Manfaat) Kualitas jalan dalam kondisi bai Impact (Dampak) Meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat Rehabilitasi/Pemeliharaan Jembatan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana,SDM,Waktu Output (Keluaran) Terlaksananya rehab pemeliharaan jembatan Outcome (Hasil) Baiknya kondisi jembatan Benefit (Manfaat) Mempertahankan sisa umur pelayanan jembatan Impact (Dampak) Bertambahnya umur pelayanan jembatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Tersedianya laporan kedinasan Outcome (Hasil) Meningkatnya pelayanan pelaporan baik internal maupun eksternal Benefit (Manfaat) Termonitornya kegiatan kebinamargaan Impact (Dampak) Lancarnya kegiatan di bidang kebinamargaan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 59

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF 5) Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Inspeksi Kondisi Jalan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Adanya dokumen Leger Jalan Outcome (Hasil) Adanya data kondisi jalan Kabupaten Bandung Benefit (Manfaat) Terprogramnya penanganan jalan kabupaten berdasarkan data kondisi Impact (Dampak) Adanya program untuk penanganan jalan kabupaten Inspeksi Kondisi Jembatan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Tersedianya dokumen Leger Jembatan Outcome (Hasil) Tersedianya informasi yang mutahir dan akurat tentang kondisi jembatan di Kabupaten Bandung Benefit (Manfaat) Terprogramnya rencana penanganan jembatan Impact (Dampak) Penanganan rehab jembatan terlaksananya dengan baik 6) Program Pembangunan Sistem Informasi Data Base Jalan dan Jembatan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Penyusunan Sistem Informasi Data Base Jalan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Tersedianya data base jalan Kabupaten Bandung Outcome (Hasil) Adanya data base jalan sebagai dasar rencana program penangan jalan kabupaten Benefit (Manfaat) Adanya informasi tentang jalan untuk kepentingan perencanaan. Impact (Dampak) Semakin baiknya hasil perencanaan jalan berdasarkan data base yang tersedia PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 60

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Penyusunan Sistem Informasi Data Base Jembatan Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Tersedianya data base jembatan Kabupaten Bandung Outcome (Hasil) Adanya data base jembatann sebagai dasar rencana program penangan jalan kabupaten Benefit (Manfaat) Adanya informasi tentang jaembatan untuk kepentingan perencanaan. Impact (Dampak) Semakin baiknya hasil perencanaan jaembatan berdasarkan data base yang tersedia 7) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Program ini diimplementasikan kedalam kegiatan yaitu : Pengadaan Perlengkapan Bengkel Alat Berat, UPCA dan Telokasi Lahan UPCA Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Tersedianya alat-alat berat dan AMP Outcome (Hasil) Meningkatnya pelayanan alat-alat berat Meningkatnya pelayanan dari UPCA/AMP Benefit (Manfaat) Tersedianya alat berat untuk menunjang kegiatan Dinas dan Bencana Alam Tersedianya campuran aspal untuk pemeliharaan jalan Impact (Dampak) Meningkatnya PAD dari alat-alat berat Terpeliharanya jalan kabupaten Pengadaan Alat Ukur Laboratorium dan Pembangunan Gedung Lab. Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Adanya alat-alat laboratorium Adanya gedung laboratorium baru Outcome (Hasil) Meningkatkan pelayanan laboratorium Benefit (Manfaat) Meningkatnya PAD dari laboratorium Impact (Dampak) Meningkatnya PAD dan pelayanan Laboratorium PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 61

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Pemeliharaan Alat Berat Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Output (Keluaran) Jumlah Dana Terpeliharanya kondisi alat berat Outcome (Hasil) Meningkatnya pelayanan pembangunan jalan dan jembatan Benefit (Manfaat) Impact (Dampak) Meningkatnya PAD dari alat berat Meningkatnya PAD dari alat berat Meningkatnya PAD dan pelayanan dari alat berat Rehab Kantor UPTD Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Tersedianya kantor UPTD yang layak Outcome (Hasil) Meningkatnya pelayanan UPTD Benefit (Manfaat) Meningkatnya kinerja UPTD Impact (Dampak) Meningkatnya pelayanan UPTD Rehab Halaman, Taman dan Tempat parkir Dinas Bina Marga Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Tersedianya tempat parkir dan taman Outcome (Hasil) Menunjang keindahan dan kenyamanan kantor Benefit (Manfaat) Menunjang keindahan dan kenyamanan kantor Impact (Dampak) Meningkatnya pelayanan Dinas Bina Marga PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 62

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF 8) Program Pengembangan Wilayah dan Cepat Tumbuh Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Tersedianya dokumen penataan sistim struktur jaringan jalan dalam rangka pengembangan jaringan jalan dan jembatan di perkotaan wilayah strategis dan cepat tumbuh Outcome (Hasil) Terbangunnya jalan tingkat kota dan wilayah strategis cepat tumbuh dan terbangunnya bangunan pelengkap jalan saluran dan trotoar di perkotaan sebagai pigura kota Benefit (Manfaat) Terlaksananya pembangunan infrastruktur pada daerah strategis dan wilayah cepat tumbuh Impact (Dampak) Baiknya pelaksanaan pembangunan infrastruktur pada wilayah strategis dan cepat tumbuh Pembangunan/ Peningkatan Infrastruktur Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Dana, SDM, Waktu Output (Keluaran) Terbangunnya trotoar dan saluran tertutup Outcome (Hasil) Terciptanya kemanan bagi pejalan kaki dan mengurangi kesembrautan kota Benefit (Manfaat) Terbangunnya bangunan pelengkap jalan saluran dan trotoar di perkotaan sebagai pigura kota Impact (Dampak) Adanya kenyamanan bagi pengguna pedestrian dan infrastuktur pada daerah kawasan cepat tumbuh PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 63

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF 9) Program Pembangunan Prasarana dan Sarana Fasilitas Perhubungan Pembangunan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum Indikator Kinerja Tolak ukur keterangan Input (Masukan) Jumlah Dana Output (Keluaran) Terbangunnya dan baiknya kondisi jaringan Penerangan Jalan Umum Outcome (Hasil) Berkurangnya kecelakaan lalulintas akibat tidak adanya penerangan jalan umum Benefit (Manfaat) Berfungsinya dengan baik fasilitas penerangan jalan umum Impact (Dampak) Menurunnya angka kecelakaan lalulintas dan kejahatan Sesuai dengan Misi Ke-5 dari Bupati Bandung periode 2010-2015 yaitu : Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah yang bertujuan terwujudnya keserasian pembangunan infrastruktur dan tata ruang wilayah, maka kebijakan pembangunan di bidang pekerjaan umum di fokuskan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar wilayah. N o Sasaran 1 Meningkatn ya pemenuhan infrastruktur dasar wilayah Strategi Meningkatk an kualitas Tabel 5.1 Kebijakan Umum dan Program Kegiatan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Indikator Kinerja (outcome) Meningkatnya kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan (Pembangunan Jl. Lingkar Banjaran, Jl Lingkar Majalaya, Jl Linkar Katapang Baleendah, Jl. Lingkar Baleendah Majalaya, Jl. Ibun Monteng), Lingkar Cileunyi, Lingkar Rancaekek Meningkatnya panjang jalan dengan tersedianya Kondisi Awal Tersedianya jalan kabupaten sepanjang 1.155,35 km dan jembatan sebanyak 782 lokasi Tersedianya dokumen FS, DED, pembebasan Capaian Kinerja Kondisi Akhir Pembebasan lahan untuk jalan baru seluas 28,84 ha. Terbangunnya 8 jembatan baru Program Pembangun an Daerah Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Terbangunnya Program Jalan Tol Soroja 10,5 km dan akses Jalan Tol Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Urusan Pekerjaa n Umum Pekerjaa n Umum PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 64

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF N o Sasaran Strategi Indikator Kinerja (outcome) jalan tol Soroja dan Tol Gedebage Majalaya Meningkatnya kualitas dan kuantitas saluran draenase/goro ng-gorong serta berkurangnya tingkat genangan pada jalan Meningkatnya kualitas jalan serta berkurangnya resiko pengguna jalan Kondisi Awal lahan 5,7 % Tol Soroja Tersedianya sarana draenase sepanjang 51.613 m Tersedianya TPT jalan dengan volume 1.500 m3 Capaian Kinerja Kondisi Akhir Soroja sepanjang 4,5 km, tersedianya dokumen FS, DED Tol Gedebage Majalaya Sarana draenase jalan di 286 lokasi Terbangunny a TPT jalan di 155 lokasi Program Pembangun an Daerah Bidang Urusan Program Pekerjaa Pembangunan n umum saluran draenase/ goronggorong Program Pekerjaa Pembangunan n Umum turap/talud/ bronjong Meningkatnya kualitas jalan dan jembatan Meningkatnya kualitas jalan dan jembatan serta tersedianya informasi rencana penanganan jalan dan jembatan Tersedianya Informasi Jalan dan Jembatan terkini Kondisi jalan baik 355,570 km; rusak sedang 235,19 km; rusak berat 245,58 km. Kondisi Jembatan baik 603 lokasi, rusak 53 lokasi Inspeksi dan pengawasan jalan di 31 kecamatan Terpeliharan ya jalan dan jembatan dengan melaksanaka n peningkatan jalan 322,4 km, pemel. Periodik jalan 138,05 km, Pemaliharan rutin jalan 908 km Pemel. Jembatan 307 lokasi, pemel. Rutin jembatan 607 lokasi Terlaksanany a dan tersedianya informasi Inspeksi jalan sepanjang 1.500 km Program Pekerjaa rehabilitasi/ n umum pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Pekerjaa Inspeksi n Umum kondisi jalan dan jembatan Tersedianya Tersedianya Program Pekerjaa informasi jalan dan jembatan di 31 kecamatan informasi jalan tekini di 31 kecamatan Pembangunan n Umum sistem informasi / data base jalan dan jembatan Meningkatnya Tersedianya Tersedianya Program Pekerjaa PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 65

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF N o Sasaran Strategi Indikator Kinerja (outcome) kemampuan penunjang kegiatan kebinamargaan Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur pada wilayah strategis dan cepat tumbuh. Meningkatnya kualitas dan kuantitas penunjang perhubungan Kondisi Awal sarana dan prasarana penunjang kebinamarga an 50% Terbangunny a infrastruktur di kawasan cileunyi terpadu Tersedianya sarana penerangan jalan umum 4.400 TC Capaian Kinerja Kondisi Akhir sarana dan prasarana penunjang kebinamarga an 80% Terbangunny a infrastruktur di 40 lokasi (berfungsinya jalan strategis Desa sebesar 15%) Terbangunny a sarana penerangan jalan umum 1.746 TC terpeliharany a sarana penerangan jalan umum 9.775 TC Program Pembangun an Daerah peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaa n Bidang Urusan n Umum Program Pekerjaa pengembanga n Umum n wilayah strategis dan cepat tumbuh Program Pekerjaa Pembangunan n Umum prasarana dan fasilitas perhubungan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 66

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Tabel 5.2 Rencana Program dan Kegiatan serta Pagu Indikatif Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 Kode Bidang Urusan Pemerintah an/ Program Indikator Kinerja Program (outcome) Meningkatny a kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan (Pembangun an Jl. Lingkar Banjaran, Jl Lingkar Majalaya, Jl Linkar Katapang Baleendah, Jl. Lingkar Baleendah Majalaya, Jl. Ibun Monteng), Lingkar Cileunyi, Lingkar Rancaekek Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) Tersedian ya jaringan jalan kabupate n sepanjang 1.155,35 km dan jembatan sebanyak 782 lokasi Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Misi 5 ; Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah 1 03 15 Program Pembang unan Jalan dan Jembata n Pembebas an lahan 3,19 ha 43.000.00 0.000 20.500.00 0.000 30.500.00 0.000 40.500.00 0.000 40.299.99 9.400 DED pemb. Jalan dan Jembatan dan dok Amdal serta Pembebas an lahan DED pemb. Jalan dan Jembatan dan dok Amdal serta Pembebas an lahan DED pemb. Jalan dan Jembatan dan dok Amdal serta Pembebas an lahan DED pemb. Jalan dan Jembatan dan dok Amdal serta Pembebas an lahan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 67

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Kode Bidang Urusan Pemerintah an/ Program Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 03 16 Program Pembang unan saluran draenase / goronggorong Tersedian ya sarana draenase sepanjang 51.613 m Pemb. Draenase di 51 lokasi 6.912.000. 000 Pemb. Draenase di 58 lokasi 5.750.000. 000 Pemb. Draenase di 59 lokasi 6.500.000. 000 Pemb. Draenase di 59 lokasi 6.600.000. 000 Pemb. Draenase di 59 lokasi 1 03 17 Program Pembang unan turap/tal ud/ bronjong 1 03 18 Program rehabilita si/ pemeliha raan Jalan dan Jembata n Meningkatny a kualitas dan kuantitas saluran draenase/gor ong-gorong serta berkurangny a tingkat genangan pada jalan Meningkatny a kualitas jalan serta berkurangny a resiko pengguna jalan Meningkatny a kualitas jalan dan jembatan Tersedian ya TPT jalan dengan volume 1.500 m3 Kondisi jalan baik 355,570 km; rusak sedang 235,19 km; rusak berat 245,58 km. Kondisi Jembatan baik 603 lokasi, Pemb. TPT di 54 lokasi Peningkat an Jalan 65 km, Pemel. Periodik Jalan 1,7 km, Pemelihar aan rutin jalan 150 km, Pemelihar aan Jembatan 5.939.500. 000 79.974.46 0.000 Pemb. TPT di 25 lokasi Peningkat an Jalan 60 km, Pemel. Periodik Jalan 30 km, Pemelihar aan rutin jalan 147 km, Pemelihar aan Jembatan 4.000.000. 000 82.883.86 1.523 Pemb. TPT di 26 lokasi Peningkat an Jalan 65 km, Pemel. Periodik Jalan 38 km, Pemelihar aan rutin jalan 153 km, Pemelihar aan Jembatan 4.250.000. 000 87.640.44 2.420 Pemb. TPT di 25 lokasi Peningkat an Jalan 52 km, Pemel. Periodik Jalan 29,75 km, Pemelihar aan rutin jalan 341 km, Pemelihar aan Jembatan 4.500.000. 000 90.146.06 6.370 Pemb. TPT di 25 lokasi Peningkat an Jalan 60 km, Pemel. Periodik Jalan 40 km, Pemelihar aan rutin jalan 117 km, Pemelihar aan Jembatan 7.000.000. 000 7.000.000. 000 95.849.23 2.288 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 68

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Kode Bidang Urusan Pemerintah an/ Program Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 rusak 53 lokasi 1 03 20 Program Inspeksi kondisi jalan dan jembatan 1 03 22 Program Pembangu nan sistem informasi / data base jalan dan jembatan 1 03 23 Program peningkata n sarana dan prasarana kebinamar gaan Meningkatny a kualitas jalan dan jembatan serta tersedianya informasi rencana penanganan jalan dan jembatan Tersedianya informasi jalan tekini Meningkatny a kemampuan penunjang kegiatan kebinamarga an Inspeksi dan pengawas an jalan di 31 kecamata n Tersedian ya informasi jalan tekini di 31 kecamata n Tersedian ya sarana dan prasarana penunjan g kebinama rgaan 50% 44 lokasi, Pemelihar aan Rutin Jembatatn 106 lokasi Dokumen Inspeksi jalan sepanjang 300 km Dokumen data base jalan di 8 kecamata n Pembang unan LAB, pengadaa n Back Hoe, Pemelihar aan bengkel dan alat 1.000.000. 000 250.000.0 00 3.600.000. 000 78 lokasi, Pemelihar aan Rutin Jembatatn 127 lokasi Dokumen Inspeksi jalan sepanjang 300 km Dokumen data base jalan di 8 kecamata n Pembang unan LAB THP II, DED dan pembebas an lahan untuk AMP, Pengadaa 1.000.000. 000 340.006.0 00 4.200.000. 000 67 lokasi, Pemelihar aan Rutin Jembatatn 124 lokasi Dokumen Inspeksi jalan sepanjang 300 km Dokumen data base jalan di 8 kecamata n Pembang unan AMP, Rehabilita si Gedung UPTD Pengadaa n LAB dan suku 1.574.614. 000 430.012.0 00 3.000.000. 000 62 lokasi, Pemelihar aan Rutin Jembatatn 126 lokasi Dokumen Inspeksi jalan sepanjang 300 km Dokumen data base jalan di 7 kecamata n Pengadaa n LAB dan suku cadang alat berat 1.806.301. 750 520.018.0 00 2.000.000. 000 56 lokasi, Pemelihar aan Rutin Jembatatn 124 lokasi Dokumen Inspeksi jalan sepanjang 300 km Dokumen data base jalan di 15 kecamata n Pengadaa n LAB dan suku cadang alat berat 2.037.989. 500 610.024.0 00 1.800.000. 000 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 69

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Kode Bidang Urusan Pemerintah an/ Program Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 berat n Alat Berat Buldozer dan suku cadang alat berat cadang alat berat 1 03 29 Program pengemba ngan wilayah strategis dan cepat tumbuh Meningkatny a kualitas dan kuantitas infrastruktur pada wilayah strategis dan cepat tumbuh Pemasang an Fasilitas Lalu Lintas : Pengadaa n ramburambu lalu lintas dan pemelihar aan : 1. Rambu lalu lintas 2. Rambu Portable 3. RPPJ. 4. Guard Rail. 5. Traffic Light 6. Warning Light 7. Cermin Tikungan 8. Marka Jalan 1) P engadaan rambu : 87 Rambu 30 rambu portable 11 RPPJ 20 Beam GRI 4 Counter Down 3 warning Light 2) P engadaan rambu 800m2 5.519.960. 000 Pemb. 980 TC Pemel 2.000 TC 3.250.000. 000 Pemb. 178 TC Pemel 1.796 TC 4.000.000. 000 Pemb. 183 TC Pemel 1.952 TC 4.500.000. 000 Pemb. 216 TC Pemel 2.025 TC 4.750.000. 000 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 70

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Kode Bidang Urusan Pemerintah an/ Program Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 0) Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 9. Jembatan Penyebra ngan 10. Halte Pemberh entian JUMLAH TOTAL 148.895.920. 000 122.923.867. 523 139.395.068. 420 152.272.386. 120 160.747.245. 188 PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 71

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PAGU INDIKATIF Melakukan Penataan Struktur dan pola pemanfaatan peranan dan fungsi jalan secara optimal Tabel 5.3 Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, Program dan Kegiatan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM KEGIATAN Meningkatkan Pembinaan Pengembangan Peningkatan Kualitas Kinerja Perencanaan SDM Perencana dan Kuantitas SDM perencanaan Perencana Menata sistem transportasi yang effektif dan efisien melalui pembinaan jalan dengan tingkat pelayanan yang di perlukan dalam sistem jaringan jalan Meningkatkan kesejahteraan dan tingkat perekonomian masyarakat Meningkatkan kualitas dan kuantitas dokumen perencanaan jalan, jembatan dan PJU (Penerangan Jalan Umum) Meningkatkan sarana dan prasarana Pengadaan sarana dan prasarana Peningkatan sarana dan prasarana Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana jalan dan jembatan Pembangunan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum Pengadaan alat-alat kebinamargaan Pembinaan SDM Perencana Workshop Perencana Pembangunan jalan dan jembatan Pembangunan draenase dan gorong-gorong Pembangunan turap, talud dan bronjong Rehabilitasi jalan dan jembatan Inspeksi jalan dan jembatan Penyusunan data base jalan dan jembatan Peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan Pembangunan wilayah strategis dan cepat tumbuh Pembangunan dan penerangan jalan umum (PJU) PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 V - 72

INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VI INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD RPJMD Kabupaten Bandung 2010-2015 merupakan acuan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat sehingga tercapai optimalisasi nilai-nilai pembangunan dan sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. RPJMD digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Kabupaten Bandung dan setiap tahunnya akan menjadi pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bandung, dimana Penyusunan RKPD Kabupaten Bandung harus dilakukan melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara berjenjang, yaitu mulai dari Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, Forum SKPD, dan Munrenbang Kabupaten. Dokumen perencanaan pembangunan berupa Rencana Strategis (Renstra) adalah dokumen tersendiri yang di susun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan dengan mengacu kepada tugas poko dan fungsi yang menjadi kewenangan Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung. Diharapkan Pedoman Teknis Penyusun Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga ini mampu menjadikan acuan penyusunan Rencana Strategis yang sistematis dan terintegrasi, bermaterikan segala unsur perecanaan dan segala sumber daya yang di butuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung Tahun 2011-2015 di susun sebagai rancangan kegiatan dan tahun 2011 sampai dengan 2015, yang direncanakan oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung dengan mengacu kepada RPJMD Kabupaten Bandung 2010 sampai 2015. Oleh karena itu, Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung tahun 2011-2015 ini masih merupakan dokumen yang fleksibel, karena bukan tidak mungkin kondisi pada waktu penyusunan suatu rencana kegiatan berbeda dengan kondisi pada waktu pelaksanaannya. Hal yang paling penting adalah setipa penyesuaian tidak mengorbankan dan menyampingkan tujuan, kualitas dan indikator pencapaian kegiatan, sehingga tidak menganggu sinergitas masing-masing kegiatan terhadap tujuan dari Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung secara umum. Diharapkan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga Tahun 2011-2015, secara signifikan mampu menjadikan dokumen Rencana Strategis ini sebagai peta bagi para pengambil kebijakan (stake holder) untuk menentukan PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 VI - 73

INDIKATOR KINERJA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD kebijakan-kebijakan strategis yang mampu membawa arah organisasi dalam mencapai visi dan misi, serta merupakan suatu pedoman bagi pelaksanaan program/kegiatan organisasi tersebut yang pada akhirnya perlu dilakukan pengendalian dan evaluasi untuk menjaga konsistensi dan integrasi pencapaian tujuan dan sasaran. PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS DINAS BINA MARGA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015 VI - 74