GRAF TORSI ATAS MODUL

dokumen-dokumen yang mirip
KAJIAN SIFAT SIFAT GRAF PEMBAGI-NOL DARI RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN

Kajian Sifat Sifat Graf Pembagi-Nol dari Ring Komutatif dengan Elemen Satuan

BILANGAN TERHUBUNG PELANGI PADA GRAF HASIL AMALGAMASI GRAF PEMBAGI NOL ATAS RING KOMUTATIF

Modul Faktor Dari Modul Supplemented

MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN

GRAF PANGKAT PADA SEMIGRUP. Nur Hidayatul Ilmiah. Dr. Agung Lukito, M.S.

DIMENSI PARTISI SUBGRAF TERINDUKSI PADA GRAF TOTAL ATAS RING KOMUTATIF

SUBMODUL PRIMA, SEMIPRIMA, DAN PRIMER DI MODUL DAN MODUL FRAKSI

GRAF TOTAL DARI RING KOMUTATIF

Modul Perkalian. Oleh Samsul Arifin Jurusan Matematika FMIPA UGM Sekip Utara Yogyakarta 55281

BEBERAPA SIFAT DIMENSI KRULL DARI MODUL. Amir Kamal Amir 1)

RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF

Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian

GELANGGANG ARTIN. Kata Kunci: Artin ring, prim ideal, maximal ideal, nilradikal.

NEUTROSOFIK MODUL DAN SIFAT-SIFATNYA. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275

Seminar Nasional Aljabar, Pengajaran Dan Terapannya

DERET KOMPOSISI DARI SUATU MODUL

HIMPUNAN BILANGAN BULAT NON NEGATIF PADA SEMIRING LOKAL DAN SEMIRING FAKTOR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275

SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX

Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal

Y.D. Sumanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstrak

MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

HUBUNGAN DERIVASI PRIME NEAR-RING DENGAN SIFAT KOMUTATIF RING

BILANGAN DOMINASI DAN BILANGAN KEBEBASAN GRAF BIPARTIT KUBIK. Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang

Isomorfisma dari Gelanggang Polinom Miring Kompleks ke Gelanggang Quaternion Riil

BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF P m P n, K m P n, DAN K m K n

BAB I PENDAHULUAN. R S = { r s. untuk S subset multiplikatif dari R yang tidak memuat pembagi nol dan didefinisikan

Karakteristik Koproduk Grup Hingga

Volume 9 Nomor 1 Maret 2015

PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF AMALGAMASI BINTANG

BILANGAN TERHUBUNG TITIK PELANGI UNTUK GRAF THE RAINBOW VERTEX CONNECTION NUMBER OF STAR

Sifat-Sifat Ideal Utama dan Ideal Maksimal dalam Near-Ring

Skew- Semifield dan Beberapa Sifatnya

RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA FUZZY RING AND ITS PROPERTIES

TEORI RING LANJUT (MODUL PRIMA)

Restia Sarasworo Citra 1, Suryoto 2. Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL

BATAS ATAS RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA GRAF DENGAN KONEKTIVITAS 3

SPECTRUM DETOUR GRAF n-partisi KOMPLIT

MODUL HASIL BAGI DARI SUATU MODUL DEDEKIND

SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH. Bambang Irawanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstact. Keywords : extension fields, elemen algebra

DIAGONALISASI MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN INTISARI

Produk Cartesius Semipgrup Smarandache

SYARAT PERLU DAN CUKUP SUBMODUL TERKOMPLEMEN. Sri Wahyuni Jurusan Matematika FMIPA UGM. Abstrak

PEMBENTUKAN IDEAL MAKSIMAL GELANGGANG POLINOM MIRING MENGGUNAKAN IDEAL GELANGGANG TUMPUANNYA

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

Pembentukan Ideal Prim Gelanggang Polinom Miring Atas Daerah ( )

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pada bab ini dibahas landasan teori yang akan digunakan untuk menentukan ciri-ciri dari polinomial permutasi atas finite field.

BAB III PERLUASAN INTEGRAL

IDEAL PRIMA FUZZY DI SEMIGRUP

R-SUBGRUP NORMAL FUZZY NEAR-RING

SIFAT GELANGGANG NOETHERIAN DAN GELANGGANG PERLUASANNYA. ABSTRAK Suatu gelanggang R disebut gelanggang Noetherian jika memenuhi sifat :

MODUL ATAS RING MATRIKS ( ) Arindia Dwi Kurnia Universitas Jenderal Soedirman Ari Wardayani Universitas Jenderal Soedirman

ENDOMORFISMA RIGID DAN COMPATIBLE PADA RING DERET PANGKAT TERGENERALISASI MIRING

AUTOMORFISME GRAF LENGKAP DENGAN PENDEKATAN TEORI GRUP. Mulyono. Abstrak. ( ), dapat disimpulkan bahwa

Pembentukan Ring Faktor Pada Ring Deret Pangkat Teritlak Miring

RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN

KARAKTERISTIK KOPRODUK GRUP HINGGA

BAB 6 RING (GELANGGANG) BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan teori grup dan teori ring yang akan digunakan dalam

BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK JOIN DARI DUA GRAF

APOTEMA: Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 2, Nomor 2 Juli 2016 p ISSN BILANGAN SEMPURNA GENAP DAN KEPRIMAAN BI LANGAN MERSENNE

Setiap Modul merupakan Submodul dari Suatu Modul Bersih

Teorema Jacobson Density

KELAS-KELAS BCI-ALJABAR DAN HUBUNGANNYA SATU DENGAN YANG LAIN. Winarsih 1, Suryoto 2. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275

Konstruksi Pelabelan- Pada Line Digraph dari Graf Lingkaran Berarah dengan Dua Tali Busur

GRUP AUTOMORFISME GRAF KIPAS DAN GRAF KIPAS GANDA

RING ABELIAN DAN MODUL ABELIAN. Oleh: Andri Novianto (1) Elah Nurlaelah (2) Ririn Sispiyati (2) ABSTRAK

SPECTRUM PADA GRAF STAR ( ) DAN GRAF BIPARTISI KOMPLIT ( ) DENGAN

JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 2, 65-70, Agustus 2001, ISSN : SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH

DIMENSI METRIK KUAT PADA BEBERAPA KELAS GRAF

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

DIMENSI METRIK PADA BEBERAPA KELAS GRAF

IDEAL FUZZY NEAR-RING. Saman Abdurrahman, Na imah Hijriati, Thresye

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada

RAINBOW CONNECTION PADA GRAF k-connected UNTUK k = 1 ATAU 2

BAB 3 ALJABAR MAX-PLUS. beberapa sifat khusus yang selanjutnya akan dibuktikan bahwa sifat-sifat tersebut

PROSIDING ISBN : Dzikrullah Akbar 1), Sri Wahyuni 2)

Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... II HALAMAN PENGESAHAN... III KATA PENGANTAR... IV DAFTAR ISI... V BAB I PENDAHULUAN...

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta

JMP : Volume 4 Nomor 2, Desember 2012, hal MODUL FAKTOR YANG DIBENTUK DARI SUBMODUL Z 2. Ari Wardayani

Saman Abdurrahman. Universitas Lambung Mangkurat,

BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF ULAT

HUBUNGAN MODUL TERBANGKIT MODUL-R DAN TERBANGKIT MODUL-R [ S

SYARAT PERLU MENGKONSTRUKSIKAN RELASI EKIVALENSI PADA RING TIDAK KOMUTATIP ELVINA HERAWATY

MENENTUKAN DEVIASI DARI HIMPUNAN TERURUT PARSIAL

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

Nilai Ketakteraturan Total dari Graf Hasil Kali Comb dan

K-ALJABAR. Iswati dan Suryoto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Semarang 50275

Syarat Perlu Suatu Modul Merupakan Modul Distributif Lemah dan Ring Endomorfisma dari Modul Distributif Lemah

Diagonalisasi Matriks Segitiga Atas Ring komutatif Dengan Elemen Satuan

KAJIAN MODUL P-BÉZOUT DAN IDEALISASINYA UNTUK BUKU AJAR MATA KULIAH TEORI GELANGGANG BERBASIS RISET

ALTERNATIF PEMBUKTIAN DAN PENERAPAN TEOREMA BONDY. Hasmawati Jurusan Matematika, Fakultas Mipa Universitas Hasanuddin

HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Struktur aljabar merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika

ABSORBENT PENYARINGAN TERURUT DARI SEMIGRUP IMPLIKATIF

Transkripsi:

Jurnal LOG!K@, Jilid 7, No. 2, 2017, Hal. 86-95 ISSN 1978 8568 GRAF TORSI ATAS MODUL Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Email: budi.harianto@uinjkt.ac.id, sarah.harefah13@mhs.uinjkt.ac.id Abstract:.Let R be a commutative ring and be an -module. We associate to a graph denoted by, called the torsion graph of, whose vertices are the non-zero torsion elements of and two distinct element are adjacent if and only if. We investigate the interplay between module-theoritic properties of and graph-theoritic properties of. Keywords:.Torsion graph, multiplication modules, Torsion graph of modules. Abstrak: Misalkan adalah gelanggang komutatif dan adalah -modul. Kita mengaitkan sebagai suatu graf yang dinotasikan dengan yang disebut graf torsi dari dimana simpul-simpulnya adalah elemen torsi bukan nol dari dan dua elemen berbeda bertetangga jika dan hanya jika. Kita menginvestigasi hubungan antara sifat teori modul dari M dan sifat teori graf dari. Kata kunci: Graf Torsi, Modul Multiplikasi, Graf Torsi Atas Modul. PENDAHULUAN Konsep graf pembagi nol gelanggang komutatif diperkenalkan Oleh I. Beck pada tahun 1988 [7]. Dia memberikan semua elemen dari gelanggang menjadi simpul-simpul dari graf dan terutama tertarik dalam mewarnai investigasi dari pewarnaan gelanggang komutatif dilanjutkan oleh Anderson dan Naseer di [4]. Pada [3], Anderson dan Livingston memperkenalkan dan mempelajari graf pembagi nol dimana simpul-simpulnya adalah pembagi nol bukan nol dan dimana adalah sisi bila saja. Graf pembagi nol dari gelanggang komutatif telah dipelajari secara ekstensif oleh Anderson, Frazier, Lauve, Levy, Livingston dan Shapiro, lihat [2, 3]. Graf pembagi nol telah diperluas ke gelanggang nonkomutatif oleh Redmond di [14]. Graf pembagi nol juga telah diperkenalkan dan dipelajari untuk semigrup oleh DeMeyer dan Schneider di [9], dan untuk gelanggang bertetangga Oleh Cannon dkk di [8]. Misalkan adalah gelanggang komutatif dengan identitas dan adalah -modul yang menjadi satu unit. Dalam tulisan ini, kami akan menyelidiki konsep dari graf torsi untuk modul sebagai penurunan alami dari graf pembagi nol terhadap gelanggang, yang telah didefinisikan oleh Ghalandarzadeh dan Rad Malakooti di [12]. Residual dari oleh, dilambangkan dengan adalah himpunan elemen untuk. Annihilator dari -modul M dinotasikan dengan adalah Misalkan adalah himpunan elemen dari sehingga Ann. Jelas bahwa jika adalah daerah integral, maka adalah submodul dari, dan ini disebut submodul torsi dari Jika, maka modul dikatakan bebas torsi, dan ini disebut modul torsi jika. Graf torsi )dari adalah graf sederhana yang simpul-simpulnya

Graf Torsi atas Modul adalah elemen torsi bukan nol dari, dan dua elemen yang berbeda bertetangga jika dan hanya jika. Jadi, adalah graf kosong jika dan hanya jika adalah -modul bebas torsi. Dalam tulisan ini, kita akan menyelidiki interaksi sifat modul M dalam kaitannya dengan sifat Kami percaya bahwa penelitian ini membantu pembelajaran struktur Sebagai contoh, jika adalah -modul perkalian tetap, kita menunjukkan bahwa terbatas jika dan hanya jika terbatas. Juga, kita berpikir bahwa graf torsi membantu kita mempelajari sifat aljabar dari modul yang menggunakan teori graf. Untuk tentukan jika atau. Relasi selalu refleksif dan simetris, tapi biasanya tidak transitif. Graf torsi mengukur kurangnya transitivitas dalam arti bahwa transitif jika dan hanya jika selesai. -modul disebut modul perkalian jika untuk setiap submodul dari, ideal dari sehingga [6]. Sebuah submodul yang tepat dari disebut submodul utama, jika (dimana dan ) artinya atau Ingat bahwa graf terbatas jika kedua simpul set dan set tepinya terbatas, dan kita menggunakan simbol Untuk menunjukkan jumlah simpul-simpul dalam graf Juga, graf terhubung jika ada jalur antara dua simpul yang berbeda. Jarak antara simpul-simpul yang terhubung adalah panjang jalur terpendek dari ke jika tidak ada jalur seperti itu). Diameter adalah diameter graf yang terhubung, yang merupakan supremum jarak antara simpul. Diameter 0 jika graf terdiri dari satu simpul. Ketebalan, dilambangkan dengan gr didefinisikan sebagai panjang sirkuit terpendek dalam (gr(g) = jika tidak terdapat sirkuit). Pada bagian 2, kita memberikan banyak contoh dan kita menunjukkan bahwa selalu terhubung dengan diam jika adalah -modul. Sepanjang tulisan ini, untuk kita membiarkan Seperti biasa, gelanggang bilangan bulat dan bilangan bulat modulo masing-masing dilambangkan dengan dan Kami menggunakan simbol atau untuk menunjukkan elemen Juga, kita menggunakan simbol untuk menunjukkan sebagai - modul. dimana adalah satu set submodul utama, dan akhirnya untuk beberapa non-nol }. Untuk menghindari hal-hal kecil ketika kosong, kita akan menganggap secara implisit, jika perlu bahwa M bukan bebas torsi. HASIL DAN PEMBAHASAN Sifat dari Pada bagian ini, akan ditunjukkan bahwa jika modul, maka terhubung dan memiliki diameter dan ketebalan yang kecil. Contoh 1.1. (a) Misalkan adalah R-modul, dimana M adalah modul bebas torsi. Jadi dan. Oleh karena itu 87

Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri adalah graf lengkap. Berikut adalah graf torsi untuk beberapa modul. Perhatikan contoh-contoh pada Gambar.1. Hal ini menunjukkan bahwa modul non-isomorfik mungkin memiliki graf torsi yang sama. (a) (b) (c) (d) (e) Gambar 1. Beberapa contoh graf torsi untuk modul non-isomorfik. (b). Dari bagian (a) di atas, semua graf terhubung dengan simpul-simpulnya kurang dari empat, dapat dianggap sebagai. Dari sebelas graf dengan empat simpul, hanya enam graf yang terhubung. Dari enam graf tersebut, hanya tiga graf berikut yang dapat direalisasikan sebagai. Ketika adalah -modul perkalian tetap, ada tiga [3]. X x Gambar 2. dengan 4 simpul. Jelas bahwa setiap gelanggang adalah perkalian -modul. Selanjutnya kami menjelaskan sebuah bukti bahwa graf dengan simpul-simpul dan sisi tidak dapat direalisasikan sebagai Misalkan ada gelanggang dan perkalian -modul tetap dengan bersama hanya dengan hubungan torsi di atas. Perhatikan 88

Graf Torsi atas Modul Kemudian, dan Oleh karena itu, sehingga harus berupa atau Jika atau maka atau dan terdapat kontradiksi. Lalu, jika, maka, yang merupakan kontradiksi. Oleh karena itu, adalah satu-satunya kemungkinan. Demikian pula,. Oleh karena itu Jadi, yang merupakan kontradiksi. Bukti untuk dua graf yang tidak dapat direalisasikan pada empat simpul yang serupa. Teorema 1.2. Jika adalah -modul perkalian, maka untuk, merupakan graf yang tidak memuat n-poligon. Bukti. Andaikan merupakan graf dengan n-poligon. Misalkan graf adalah graf terhubung dengan simpul } dan menjadi graf dengan sisi Artinya i) ii) oleh karena itu haruslah salah satu simpul. Misalkan maka, hal ini tidak mungkin. Misalkan maka, hal ini tidak mungkin. Misalkan, maka, hal ini kontradiksi. Maka adalah satu-satunya kemungkinan. oleh karena itu haruslah salah satu simpul. Misalkan maka, hal ini tidak mungkin. Misalkan maka, hal ini tidak mungkin. Misalkan, maka, hal ini kontradiksi. Maka adalah satu-satunya kemungkinan. Berdasarkan i) dan ii), maka. Hal ini kontradiksi. Maka untuk n 5 merupakan graf yang tidak dapat memuat n-poligon. Graf -partite adalah suatu graf yang kumpulan vertex-nya dapat dipartisi menjadi subset sehingga tidak ada ujung yang memiliki kedua ujung pada satu subset graf. Graf - partite lengkap adalah suatu graf dimana setiap simpul-simpul digabungkan ke setiap simpul 89

Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri yang ada di subset lain. Graf 90ipartite lengkap (graf -partit) dengan simpul-simpul himpunan elemen dan masing-masing, akan dilambangkan dengan Graf 90ipartite lengkap dari bentuk disebut graf bintang. Contoh 1.3. Misalkan menjadi -modul perkalian bebas torsi dan menjadi -modul perkalian bebas torsi, maka adalah modul dengan perkalian. adalah graf ipartite lengkap (yaitu, yang terputus): dapat dipartisi menjadi dua himpunan ipart dan dua simpul dan bertetangga jika dan hanya jika berada di simpul yang berbeda himpunan), dengan. Berikut adalah dua contoh spesifik: Gambar 3. Graf ipartite lengkap Kita tahu bahwa mungkin tak terbatas (yaitu, -modul memiliki elemen torsi tak terbatas). Tapi kasus yang menarik terjadi ketika terbatas, karena dalam kasus yang terbatas, gambar graf mungkin terjadi. Pertama, kita memusatkan perhatian seseorang pada graf tak terbatas dan kemudian dalam artikel ini kita akan mempertimbangkan kasus graf terbatas yang menarik, dan teorema berikutnya menunjukkan bahwa terbatas (kecuali bila kosong) jika dan hanya jika terbatas. Teorema 1.4. Misalkan R gelanggang komutatif dan -modul perkalian setia. Kemudian terbatas jika dan hanya jika adalah terbatas atau adalah -modul bebas torsi. Jika maka adalah terbatas dan tidak bebas torsi. Bukti. Diketahui adalah gelanggang komutatif dan adalah -modul perkalian setia, artinya untuk setiap submodule di terdapat di sehingga berlaku dan Ann. Misalkan berhingga dan tak kosong, maka terdapat sedemikian sehingga, untuk suatu. Misalkan dan misalkan, maka, untuk setiap. Karenanya berhingga dan untuk setiap. Andaikan M tak berhingga, maka terdapat suatu dengan tak berhingga. Ambil sebarang maka dan. 90

Graf Torsi atas Modul Perhatikan: maka haruslah berhingga. Hal ini kontradiksi, haruslah berhingga. Misalkan berhingga, berdasarkan definisi jelas bahwa. Karenanya berhingga artinya berhingga. Contoh selanjutnya menunjukan bahwa kondisi perkalian berguna. Contoh 1.5. Misalkan adalah -modul. Hal ini jelas bahwa adalah modul perkalian tak berhingga, tetapi maka berhingga. Contoh 1.6 (a), menunjukan beberapa -modul dengan diam 0,1 atau 2. Dalam, lintasan menunjukan bahwa diam(. Selanjutnya kita akan menunjukan bahwa graf torsi dari dengan diameter. -modul setia terhubung Toerema 1.7. Misalkan adalah gelanggang komutatif dan adalah -modul setia. terhunbung dan diam Bahkan, jika memuat sirkuit, maka gr Bukti. Misalkan adalah elemen berbeda. Jika atau atau adalah nol, maka Karena itu, kita misalkan tak nol, maka terdapat elemen tak nol Jika maka terdapat sedemikian sehingga, karenanya adalah lintasan dengan panjang 2, dengan demikian. Sekarang misalkan dan, karena untuk suatu Sekarang kita meninjau kasus Ann. Dalam kasus ini untuk suatu, maka adalah lintasan dengan panjang 2.Dalam kasus lain, jika Ann, maka untuk suatu elemen tak nol Ann dan adalah lintasan dengan panjang 2. Arguman yang sama berlaku jik Dengan demikian, kita bisa berasusmi bahwa dan tak nol. Jika Ann Ann dan Ann Ann, maka terdapat elemen tak nol sedemikian sehingga dan, karenanya. Sekarang jika maka adalah lintasan dengan panjang 3. Dalam kasus lain, jika, maka adalah path dengan panjang 2. Karena itu, Dengan demikian kita dapat berasumsi bahwa Ann Ann atau Ann Ann, jika Ann Ann, maka untuk suatu Ann dan adalah lintasan dengan panjang 2. Argument yang sama berlaku jika Ann Ann. Karenanya, dengan demikian diam Statmen Bahkan, jika memuat sirkuit merujuk dari [10]. Contoh selanjutnya menunjukan bahwa kondisi setia berlaku. 91

Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri Contoh 1.8. Misalkan adalah -modul, maka tidak terhubung. Gambar 4. tidak terhubung, untuk Anderson dan Livingston [3], membuktikan jika memuat sirkuit, maka gr( Mereka juga membuktikan gr ketika adalah Artinian. Teorema berikut menunjukan bahwa gr untuk gelanggang komutatif. Teorema 1.9. Misalkan adalah -modul perkalian. Jika memuat sirkuit, maka gr. Bukti. Misalkan menjadi sirkuit terpendek dari untuk. Jika maka mengandung sirkuit Hal ini kontradiksi. Sehingga terdapat elemen tak nol dan sedemikian sehingga. Jika dan, maka memuat sirkuit kontadiksi. Dengan demikian atau maka, tanpa menghilangkan keumuman, asumsikan, dengan ini [ Sekarang kita tunjukan bahwa Jika terdapat elemen tak nol sedemikian sehingga, maka adalah sirkuit dengan panjang 3. Hal ini kontradiksi. Karenanya terdapat sedemikian sehingga dan Dengan argument yang sama dan Dengan demikian, adalah sirkuit dengan panjang 4, hal ini kontradiksi. Maka haruslah, gr Teorema 1.10. Misalkan adalah -modul perkalian. Maka terdapat simpul dari yang bertetangga ke semua simpul lainnya jika dan hanya jika salah satu adalah -modul, dimana dan adalah submodule dari sedemikian sehingga hanya memiliki dua elemen, adalah generator berhingga dengan, atau, dimana adalah ideal annihilator dari (dan karenanya jika maka adalah submodule prima). Bukti. Misalkan untuk semua ideal annihilator dari dan misalkan bertetangga ke setiap simpul. Sehingga Ann, kita memiliki Ann(x)M. Kita bagi pembuktian theorem menjadi 6 klaim, dengan keperluannya sendiri. 92

Graf Torsi atas Modul Klaim 1: Ann adalah submodule prima dari. Ini jelas bahwa, misal dan untuk elemen tak nol dengan demikian, maka untuk setiap karenanya Ann Tapi terdapat sedemikian sehingga sehingga Ann Ann. Dengan demikian dan Dengan demikian, adalah submodule prima dan mengakibatkan ideal prima. Klaim 2: Jika, maka sehingga untuk setiap Karena atau dan karenanya untuk Ann. Karena adalah submodule prima,, sehingga Hal ini kontradiksi, maka haruslah. Klaim 3: Ann Karena, kita memiliki. Kiat ketahui bahwa adalah pencoretan lemah -modul dan sehingga Ann Hasil cek sederhana Ann Karenanya kita dapat asumsikan dengan bertetangga ke setiap simpul lainnya. Klaim 4:. Misalkan maka dan dan karenanya, sehingga Klaim 5: adalah generator berhingga. Kita klaim bahwa maka terdapat sedemikian sehingga Untuk suatu. Dengan demikian, bertetangga dengan, sehingga Hal ini kontradiksi. Mengakibatkan Misal Ann( untuk Jadi karenanya Karena kita mempunyai. Dengan demikian, Ann adalah idela prima dari. Karenanya adalah -modul dan adalah daerah integral dan berdasarkan [1], merupakan generator berhingga -modul, dan sehingga adalah generator berhingga -modul. Klaim 6: adalah modul setia. Sekarang misalkan bahwa Ann Ann untuk suatu, karenanya dan Hal ini kontradiksi. Karenanya Ann Ann(. Sehingga adalah modul setia dan. jika, dimana hanya memiliki dua elemen dan, maka bertetangga dengan semua simpul lainnya. Jika Ann untu suatu, maka bertetangga ke semua simpul lainnya. Jika tereduksi, adalah -modul perkalian setia dan memiliki sebuah simpul yang bertetangga ke semua simpul lainnya, maka harus meliki pembentuk dimana hanya memiliki dua elemen dan merupakan generator berhingga. 93

Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri Misalkan Spec adalah submodule prima dan Max adalah submodule maximal, berdasarkan [11], untuk suatu adalah -modul perkalian, Max jika dan hanya jika untuk suatu ideal maximal dari. Akibat 1.11. Misalkan adalah -modul perkalian berhingga. Maka terdapat simpul dari yang bertetangga ke setiap simpul lainnya jika dan hanya jika salah satu dari adalah -modul setia, dimana adalah submodule dari sedemikian sehingga hanya memiliki dua elemen dan sederhana, atay adalah local gelanggang (dan karenanya). Bukti. Misalkan adalah -modul perkalian. Berdasarkan Theorema 2.9, salah satu atau dimana adalah ideal annihilator dari. Misalkan jadi berhingga, karenanya adalah -modul artinian, juga berdasarkan [11], memuat sirkuit, sehingga. Sama dengan pembuktian Theorema 2.9, Ann( adalah ideal prima. Dengan demikian, daerah integral berhingga dan juga lapangan dan sehingga Ann( adalah ideal maximal dari. Dengan demikian, adalah -modul sederhana. Sekaramg asumsikan. Berdasarkan Theorema 2.9, Ann untuk suatu Misalkan, sehingga adalah -modul perkalian Artinian dan berdasarkan [11,cpro;;ary 2.9], memuar sirkuit, dengan demikian, untuk suatu. Misalkan adalah bukan elemen satuan. Dan. Jika untuk suatu, maka Ann, tetapi dan terdapat sedemikian sehingga, karenanya Jika untuk setiap, maka, sehingga. Karenanya Ann. Kita tau Ann karena adalah -modul pencoretan lemah. Berdasarkan [5], adalah gelanggang local dengan ideal maximal hanya Ann sehingga Max. Misalkan adalah gelanggang local. untuk suatu dan bukan merupakan elemen satuan. Dengan argument yang sama, karenanya Ann untuk suatu. Oleh karena itu, Ann. Hal ini mengakibatkan, berdasarkan theorem 2.9, terdapat simpul dari yang bertetangga ke semua simpul lainnya. Misalkan adalah -modul perkalian, kita selanjutnya menentukan kapan merupakan graf lengkap (untuk dua simpul bertetangga bertetangga). Berdasarkan definisi, merupakan graf lengkap jika dan hanya jika untuk setiap elemen berbeda. Kecuali untuk kasus ketika, dengan hanya memiliki dua elemen, pembuktian theorem berikutnya menunjukan bahwa kita juga harus memiliki untuk semua, ketika lengkap. Kecuali untuk kasus, Nill terdeteksi oleh graf lengkap, karena Teorema 1.12. Misalkan adalah -modul perkalian. Maka lengkap jika dan hanya jika, salah satu setia, dengan adalah submodule, hanya memiliki dua elemen, atau setiap elemen berbeda. Bukti. berdasarkan definisi. 94

Graf Torsi atas Modul Misalkan bahwa terhubung, tapi asumsikan bahwa dengan, sehingga Ann dan berdasarkan Theorema 2.9, dimana hanya memiliki dua eleman. Sama dengan pembuktian dari Theorema 2.9, untuk semua Karenanya, Karenanya dan untuk suatu. Misalkan sehingga dan sama dengan pembuktian dari Theorema 2.9, D dengan demikian atau Karenanya Disisi lain, untuk semua dan. Karenanya, dan hanya memiliki dua elemen. Akibat 2.12. Misalnya merupakan -modul perkalian berhingga. Jika lengkap, maka salah satu, dimana merupakan submodule dari sedemikian sehingga hanya memiliki dua elemen atau merupakan gelanggang local (dan karenanya Max.). REFERENSI [1] M.M. Ali, and D.J. Smith, 2001, Finite and infinite collections of multiplication modules, Beitr age Algebra Geom. 42 (2), 557-573. [2] D.F. Anderson, A. Frazier, A. Lauve, and P.S. Livingston, 2001, The zero divisor graph of a commutative ring, II, in Ideal Theoretic Methods in Commutative Algebra (Columbia, MO, 1999), Lecture Notes in Pure and Appl. Math., Marcel Dekker, New York, 220, 61-72 [3] D.F. Anderson, and P.S. Livingston, 1999, The zero-divisor graph of a commutative ring, J. Algebra 217 (2), 434-447. [4] D.D. Anderson, M. Naseer, and Beck's, 1993, Coloring of a Commutative Rings, J. Algebra 159 (2), 500-514. [5] M.F. Atiyah, and I.G. Macdonald, 1969, Introduction to Commutative Algebra, Addison Wesley, Reading, MA. [6] A. Barnard, 1981, Multiplication modules, J. Algebra 71 (1), 174-178. [7] I. Beck, 1988, Coloring of commutative rings, J. Algebra 116 (1), 208-226. [8] A. Cannon, K. Neuerburg, and S.P. Redmond, 2005, Zero-divisor graphs of near rings and semigroups, in Near rings and Nearelds (A. Kreuzer, M.J.Thomsen, Eds.), Springer, Dordrecht, pp. 189-200. [9] F.R. DeMeyer, T. McKenzie, and K. Schneider, 2002, The zero-divisor graph of a commutative semigroup, Semigroup Forum 65 (2), pp. 206-214. [10] R. Diestel, 1997, Graph Theory Springer-Verlag, New York. [11] Z.A. El-Bast, and P.F. Smith, 1988, Multiplication modules, Comm. Algebra 16 (4), 755-779. [12] Sh. Ghalandarzadeh, and P. Malakooti Rad, 2009, Torsion graph over multiplication modules, Extracta Math. 24 (3), pp. 281-299. [13] I. Kaplansky, 1974, Commutative Rings, The University of Chicago Press, Chicago- London. [14] S.P. Redmond, 2002, The zero-divisor graph of a non-commutative ring, Int. J. Commut. Rings 1, 203-211. (in Commutative Rings, Nova Sci. Publ., Hauppauge, NY, 2002, 39-47). 95