Jurnal Geodesi Undip Oktober 2016

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal Geodesi Undip April 2016

Jurnal Geodesi Undip APRIL 2015

Jurnal Geodesi Undip Oktober 2016

Jurnal Geodesi Undip Januari 2016

Jurnal Geodesi Undip Oktober 2016

Jurnal Geodesi Undip Januari 2017

Jurnal Geodesi Undip Januari 2016

Jurnal Geodesi Undip April 2017

Jurnal Geodesi Undip Oktober 2017

Jurnal Geodesi Undip JULI 2017

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pengukuran kualitas website Untag. Secara singkat dapat dilihat pada Gambar 3.1

III. METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai,

Travel Cost Method (TCM) Pertemuan 10 VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA & LINGKUNGAN 2015/2016

Tiara Puri Yasinta Manajemen Ekonomi 2016 PENGARUH LOKASI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SUSU PADA TOKO LULU KIDS DEPOK

Jurnal Geodesi Undip Januari 2015

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden. Responden dari. data ini dianalisa. Data tersebut antara lain :

BAB I PENDAHULUAN. udara bersih dan pemandangan alam yang indah. Memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan seperti hutan lindung sebagai

BAB III METODE PENELITIAN

ABSTRAK. Kata kunci : Partisipasi Anggaran, Komitmen Organisasi, Kinerja Karyawan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara dengan lautan dan pesisir yang luas. memiliki potensi untuk pengembangan dan pemanfaatannya.

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Cipondoh dan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Penentuan lokasi sebagai

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN. Loka Yogyakarta, total willingness to pay 110 responden untuk

Pancar termasuk tinggi. Proporsi responden mengenai penilaian terhadap tingkat. Persepsi Pengunjung Presentase (%) Tinggi.

BAB III METODE PENELITIAN. Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.

Penentuan Nilai Ekonomi Wisata

BAB VI VALUASI EKONOMI SUMBER DAYA CIKOROMOY DENGAN TRAVEL COST METHOD

VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA PEMANDIAN COKROTULUNG KLATEN DENGAN TRAVEL COST METHOD (TCM) Skripsi

ABSTRAK PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN TOKO BUKU GRAMEDIA ISTANA PLAZA BANDUNG

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Data primer yaitu data yang

BAB I PENDAHULUAN. sektor lain untuk berkembang karena kegiatan pada sektor-sektor lain

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. alat ukur yang digunakan dalam penelitian. Tabel 5.1 Hasil Uji Validitas. Variable Corrcted item total R tabel Keterangan

Jurnal Geodesi Undip Januari 2015

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kecamatan Bangkinang Seberang Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan Sei Jernih.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory, dimana penelitian ini

Pengaruh Media Iklan, Kepercayaan, Kesesuaian Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Toko Online Zalora

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang sistematis

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PADA SPBU

IV. METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu. dan juga berlokasi tidak jauh dari pusat kota sehingga prospek pengelolaan dan

BAB III METODE PENELITIAN. PKS Sei Tapung yang berlokasi di Desa Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Ekonomi Lingkungan. manusia dalam memanfaatkan lingkungan sedemikian rupa sehingga

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan pemodelan Website Quality (WebQual), terdapat tiga dimensi

METODE PENELITIAN. hutan mangrove non-kawasan hutan. Selain itu, adanya rehabilitasi hutan

BAB III METODE PENELITIAN. perusahaan manufaktur skala besar dan sedang di Semarang. 3.2 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengumpulan Sampel

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. Sebagian besar perekonomian Provinsi Bali ditopang oleh

ANALISIS PENGARUH PRODUK, HARGA, PROMOSI DAN TEMPAT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN RESTORAN RICHEESE FACTORY CABANG DEPOK KELAPA DUA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. website, uji validitas dan reabilitas, uji asumsi, analisis regresi linear berganda.

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA ACE HARDWARE DI MARGO CITY DEPOK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang telah dilakukan. Hasil dan pembahasan ini terdiri dari kualitas website, uji

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. dimanapenelitian yang lebih menekankan pada angka-angka serta teknik

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 sampai dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Faktor Psikologis Terhadap Keputusan Pembelian Pocari Sweat Pada Mahasiswa Universitas Gunadarma. Destri Andini,

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kabupaten Bengkalis. Jl. Simp. Rangau Km.3 Duri. Sedangkan waktu penelitian. Jenis data dalam penelitian ini berupa :

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN JASA LAYANAN PENGIRIMAN BARANG (STUDI KASUS JNE CABANG MARGONDA KOTA DEPOK).

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN MANCANEGARA DI PANTAI PANDAWA, KABUPATEN BADUNG, BALI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Peneltian Dan gambaran Dari Populasi Penelitian

PENGARUH MODERNISASI SISTEM INFORMASI PERPAJAKAN BERBASIS e-faktur TERHADAP PENERIMAAN PPN (Studi Kasus Pada KPP Madya Jakarta Pusat)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Daerah (SKPD) yang ada di pemerintah kabupaten/kota se-provinsi Lampung.

BAB III METODE PENELITIAN. Borobudur pada bulan Oktober November 2016 yang berusia 20 tahun ke atas.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

ABSTRACT. vii. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di daerah hulu dan hilir Sungai Musi, yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam penelitian dengan

ANALISIS FAKTOR KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI KARET PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII JEMBER

BAB VI PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kelompok rujukan terhadap

BAB III. Metode Penelitian

Valuasi Ekonomi Dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Sumberdaya Penyu di Kampung Baru Desa Sebong Lagoi Kabupaten Bintan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Selatpanjang yang terletak di JL.Diponegoro, No. 85 A B Selatpanjang Kab.

PENGARUH KEPERCAYAAN, HARGA DAN KETERSEDIAAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK VIA LAZADA (Studi Kasus Konsumen Lazada di Tangerang)

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam Penelitian ini penulis mengambil tempat pada PT.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost Method) sebesar

BAB III METODE PENELITIAN. obyek penelitian adalah para pengguna software akuntansi pada perusahaanperusahaan

BAB III METODE PENELITIAN. bulan Maret 2014 hingga bulan Agustus Jenis dan Sumber data dalam penelitian ini berupa :

BAB I PENDAHULUAN. berupa produk jasa lingkungan yang manfaatnya secara langsung bisa di rasakan

BAB 3 DESAIN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pembahasan penulisan ini, maka penulis mengambil lokasi penetian PT. BPR

BAB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

Jurnal Geodesi Undip Januari 2015

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. digunakan dalam penelitian ini adalah:

III. METODE PENELITIAN

Transkripsi:

PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kawasan Tamansari Yogyakarta) Ardhian Setiawan Saputra, Sawitri Subiyanto, Arwan Putra Wijaya *) Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jalan. Prof. Sudarto, SH, Semarang Telp. (024) 76480785, 76480788 Email : setiawanardhian@gmail.com ABSTRAK Kota Jogjakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang mempunyai banyak tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi. Tamansari adalah salah satu tempat wisata yang ada di Kota Jogjakarta yang selain mempunyai potensi akan keindahannya juga menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW). Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) untuk mengetahui nilai ekonomi berdasarkan metode TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method) pada kawasan tersebut. Metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik sampling insidental yaitu untuk responden yang secara kebetulan ditemui dilokasi wawancara. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungannya menggunakan perangkat lunak Maple 17. Dalam penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan yang memiliki surplus konsumen domestik sebesar Rp 2.734.791,-, surplus konsumen mancanegara sebesar Rp 237.615.621,- dan nilai WTP sebesar Rp 43.833,- untuk CVM sehingga diperoleh nilai ekonomi total Tamansari Domestik sebesar Rp 1.112.139.115.700,- dan Tamansari Mancanegara sebesar Rp 15.963.237.947.900,- (nilai surplus konsumen per individu dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2015). Kata kunci : Tamansari, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Zona Nilai Ekonomi Kawasan, Maple 17. ABSTRACT Jogjakarta is a city in Indonesia which has a lot of interesting tourism place to be visited.tamansari is one of tourism places in Jogjakarta which does not only have potential in their beauty, but also became one tourist destination areas. Based on this thing, region economic value zone map (ZNEK) is needed to figure out economic value based on TCM (Travel Cost Method) and CVM (Contingent Valuation Method) in that region. The respondent withdrawal method used in this final project is non probability sampling with incidental sampling technique which is for the respondents who are accidentally met at the location. The data processing method is multiple linear regression analysis and calculated using Maple 17 software. In this final project research, the result was region economic value zone map which had consumer surplus domestic of Rp 2.734.791,-, consumer surplus foreign tourist of Rp 237.615.621,- and WTP value of Rp 43.833,- for CVM, so that it was obtained that the total economic value of Tamansari domestic was Rp 1.112.139.115.700,- and total economic value of Tamansari foreign tourist was Rp 15.963.237.947.900,- (consumer surplus value per individual multiplied by number of visitors on 2015). Keywords : Tamansari, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Zone Economic Value Zone, Maple 17. *) Penulis, PenanggungJawab Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X) 188

I. Pendahuluan I.1 Latar Belakang Nilai ekonomi kawasan adalah seluruh agregat nilai-nilai ekonomi (baik nilai guna langsung maupun nilai guna tidak langsung, serta nilai pilihan, nilai keberadaan dan nilai pewarisan) pada suatu kawasan, diluar nilai-nilai tanah dan properti yang ada di dalam kawasan yang dinilai tersebut. Nilai ekonomi dari sebuah kawasan cagar budaya, termasuk cagar budaya Keraton yang berada di Kota Yogyakarta ini tidak lepas dari valuasi lingkungan karena dalam kenyataannya barang cagar budaya sama dengan sumberdaya lingkungan yang termasuk barang publik. Kawasan Tamansari Yogyakarta sendiri termasuk salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Provinsi D.I Yogyakarta. Tamansari yang menjadi obyek penelitian Tugas Akhir ini merupakan destinasi utama di Kota Yogyakarta,yang jika dilihat dari angka kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pengkajian mengenai manfaat nilai ekonomi kawasan Tamansari dalam hal ini dilihat dari kunjungan yang dilakukan oleh wisatawan pada situs ini untuk menduga dan mengetahui seberapa besar nilai ekonomi yang diberikan oleh wisatawan yang berasal dari zona-zona kunjungan wisatawan yang kemudian diduga akan mempengaruhi permintaan wisata serta pengkajian terhadap nilai manfaat yang diperoleh masyarakat dari keberadaan Tamansari tersebut. Kawasan Tamansari tersebut memiliki potensi sebagai obyek wisata Kota Yogyakarta karena lokasi yang strategis, nilai budaya dan nilai sejarah yang terkandung didalamnya serta manfaat pada penelitian ini yaitu keuangan jadi dikelola dengan baik dan jadi mengerti pentingnya keberadaan kawasan Tamansari bagi pengelola ataupun pengunjung Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) yang diperoleh dari pengkajian nilai ekonomi berdasarkan kesediaan untuk membayar (Willingness To Pay, WTP) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut. I.2 Perumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah pengaruh Willingness To Pay (WTP) terhadap nilai ekonomi kawasan Tamansari Yogyakarta dengan pendekatan TCM dan CVM? 2. Bagaimana peta ZNEK yang dihasilkan dari pendekatan TCM dan CVM kawasan Tamansari Yogyakarta? I.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Adapun maksud dan tujuan penelitian ini adalah: 1. Menghitung berapa nilai ekonomi kawasan Tamansari Yogyakarta dengan pendekatan Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM). 2. Membuat peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) kawasan Tamansari Yogyakarta. I.4 Ruang Lingkup Penelitian Adapun ruang lingkup pembahasan meliputi: 1. Lokasi penelitian terbatas hanya pada kawasan Tamansari di Yogyakarta. 2. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Travel Cost Method dan Contingent Valuation Method untuk mendapatkan Willingness To Pay. 3. Bahan penelitian yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dengan kuisioner dan pengukuran GPS serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait penelitian. 4. Untuk pengambilan data kuisioner TCM 100 sampel, dengan responden 50 pengunjung domestik dan 50 pengunjung mancanegara. Untuk data kuisioner CVM yaitu 50 sample dan disebar ke individu yang secara tidak langsung memperoleh manfaat dari kawasan tersebut, misalnya penjaga pintu masuk, tukang kebun, juru parkir, pedagang, tukang angkutan umum, serta masyarakat sekitar. 5. Perhitungan pada penelitian ini mengacu pada buku panduan latihan hitung penilaian kawasan, Direktorat SPT, BPN 2012. II. Dasar Teori II.1 Willingness To Pay (WTP) Willingness To Pay (WTP) atau kemauan membayar adalah jumlah maksimum orang akan bersedia membayar, pengorbanan atau pertukaran untuk menerima yang baik atau untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, seperti polusi. Istilah ini berlawanan dengan Willingness To Accept Payment (WTA) atau kesediaan untuk menerima pembayaran, yang merupakan jumlah minimum seorang individu atau perusahaan bersedia untuk menerima menyerahkan barang atau menerima sesuatu yang tidak diinginkan. Sebuah transaksi terjadi ketika kemauan membayar lebih dari harga pasar. II.2 Travel Cost Method (TCM) Travel Cost Method (TCM) merupakan salah satu pendekatan awal yang dipakai para ekonomi lingkungan untuk menaksir demand atas manfaat lingkungan yaitu dengan sebuah metode yang menggunakan biaya perjalanan sebagai pengganti harga. Metode ini digunakan untuk menghitung DUV suatu kawasan tertentu yang mempunyai keunikan atau daya tarik pengunjung. Metode ini didasarkan pada ide sederhana bahwa jika kita ingin mengetahui berapa nilai yang tersedia dikeluarkan oleh orang untuk mencapai kondisi lingkungan tertentu, kita dapat menanyakan kepada mereka. Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X) 189

Dalam memperkirakan nilai tempat wisata tersebut tentu menyangkut waktu dan biaya yang dikorbankan oleh para wisatawan dalam menuju dan meninggalkan tempat wisata tersebut. Semakin jauh jarak wisatawan ke tempat wisata tersebut, akan semakin rendah permintaannya terhadap tempat wisata tersebut. Permintaan yang dimaksud tersebut adalah permintaan efektifnya yang dibarengi dengan kemampuan untuk membeli. Para wisatawan yang lebih dekat dengan lokasi wisata tentu akan lebih sering berkunjung ke tempat wisata tersebut dengan adanya biaya yang lebih murah yang tercermin pada biaya perjalanan yang dikeluarkannya. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa wisatawan mendapatkan surplus konsumen. Surplus konsumen merupakan kelebihan kesediaan membayar atas harga yang telah ditentukan. Oleh karena itu surplus konsumen yang dimiliki oleh wisatawan yang jauh tempat tinggalnya dari tempat wisata akan lebih rendah dari pada mereka yang lebih dekat tempat tinggalnya dari tempat wisata tersebut (Suparmoko, 2000). II.3 Contingent Valuation Method (CVM) CVM merupakan pendekatan atas dasar survei. Berdasarkan pendekatan ini, dapat mengetahui preferensi konsumen serta dapat menentukan nilai barang dan jasa sumber daya alam dan lingkungan. Selanjutnya juga dapat diketahui kesediaan orang untuk membayar (Willingness to Pay) kerusakan atau pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan atau dapat mengetahui kesediaan orang untuk menerima kompensasi (Willingness to Accept) atas perubahan sumber daya alam dan lingkungan (Suparmoko, 1997). III. Data dan Metodologi III.1 Peralatan dan Bahan Penelitian Adapun peralatan dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Peralatan Peralatan yang digunakan antara lain : a. Perangkat keras, berupa : 1) Laptop ASUS A43S Prosesor Intel(R) Core(TM) CPU @2.30GHz 2.30GHz, RAM 4.00 GB, System type 64-bit Operating System. 2) Printer HP Deskjet Ink Advantage 2135 3) GPS Handheld Garmin GPSMAP 62S 4) Kamera digital Sony CyberShot untuk dokumentasi 5) Formulir isian survei (TCM dan CVM) b. Perangkat lunak, berupa : 1) Sistem operasi komputer Microsoft Windows 7 2) Microsoft Office Word 2010 3) Microsoft Office Excel 2010 4) Maple 17 5) ArcGIS 10.1 6) SPSS 24 2. Bahan Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah: a. Data Spasial 1) Peta Administrasi Kota Yogyakarta b. Data Non Spasial 1) Data Travel Cost Method 2) Data Contingent Valuation Method 3) Data Sosial Ekonomi penduduk Kota Yogyakarta tahun 2015. 4) Data pengunjung tahunan dan luas kawasan tahun 2015. III.2 Pelaksanaan Tahapan pada penelitian ini yaitu : 1. Pengumpulan data primer dan data sekunder 2. Pengolahan data a. Melakukan entri data kuisioner TCM dan CVM ke Microsoft Excel dalam bentuk data tekstual, kemudian diubah ke dalam data numerik. b. Melakukan uji asumsi klasik pada data tersebut untuk memenuhi syarat regresi linier berganda dengan menggunakan Software SPSS 17. Ada 4 uji yang digunakan dalam penelitian yaitu uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. c. Setelah dilakukan uji asumsi klasik, lakukan regresi linier berganda. Pada tahap ini diperoleh koefisien hasil regresi. d. Melakukan uji validitas dan uji reliabilitas jika hasil tidak valid dan reliabel maka harus diukur kembali. e. Pengolahan data di Software Maple 14 untuk mendapatkan nilai WTP, surplus konsumen dan nilai ekonomi total Tamansari Yogyakarta. f. Melakukan pembuatan peta zona nilai ekonomi kawasan dengan menggunakan Software ArcGIS. Peta ini meliputi peta nilai keberadaan (EV), peta nilai guna langsung (DUV), peta total nilai ekonomi (TEV), peta fasilitas umum radius ± 1 km. Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X) 190

Studi Literatur Pengumpulan Data Sekunder Data Statistik (Jumlah pengunjung (Thn), luas kawasan, jumlah penduduk sekitar kawasan) Blow Up Citra Skala 1 : 2500 Peta ZNEK awal (Peta RBI digital dan peta admnistrasi) Survei Lapangan (TCM, CVM, Toponimi Bangunan, Utilitas, Penggunaan Tanah) Kuisioner CVM dan TCM Entri Data Uji Statistik Tidak Ya Tidak Penentuan Permintaan atau Penawaran lnx1 < -1 = Permintaan lnx1-1 s/d 0 = Permintaan lnx1 > 1 = Penawaran lnx1 0 s/d 1 = Penawaran Ya Regresi Linier Significance F < 0,05 R Square > 0,5 / 50% Multiple R > 0,5 / 50% Tidak Ya Perhitungan TEV Nilai Ekonomi Kawasan Peta Utilitas Analisis Spasial Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan Pembuatan Laporan Gambar III.1 Diagram Alir IV. Hasil dan Analisa IV.1 Tipologi Nilai Ekonomi Kawasan Berdasarkan analis survei lapangan, peneliti mengklasifikasikan kawasan Tamansari Yogyakarta sebagai kawasan hutan dan rekreasi. Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X) 191

Gambar IV.1 Kurva Permintaan Tamansari Domestik Gambar IV.2 Kurva Permintaan Tamansari Mancanegara IV.2 Penilaian Ekonomi Kawasan Nilai yang dikaji dalam penelitian ini terdiri atas nilai manfaat wisata (Direct Use Value, DUV) dan nilai keberadaan (Existance Value, EV). Tabel IV.1 Perhitungan Nilai Ekonomi Kawasan Tamansari Yogyakarta Direct Use Value (DUV) Domestik Direct Use Value (DUV) Mancanegara Surplus Konsumen Rp 2.734.791,- Surplus Konsumen Rp 237.615.621,- Jumlah Pengunjung (2015) 347.500 Jumlah Pengunjung (2015) 66.500 Luas Kawasan (Ha) 12,00 Luas Kawasan (Ha) 12,00 Direct Use Value (DUV) / Ha Rp 79.195.001.480,- Direct Use Value (DUV) / Ha Rp. 1.316.786.571.000,- Total Benefit / Direct Use Value Rp. 950.340.017.800,- Total Benefit / Direct Use Value Rp 15.801.438.850.000,- Tabel IV.2 Perhitungan Nilai Ekonomi Kawasan Tamansari Yogyakarta (Lanjutan) Existance Value (EV) CVM Tamansari Rata-rata WTP Rp 43.833,- Jumlah Populasi (2015) 3.691.196 Luas Kawasan (Ha) 12,00 Existance Value (EV)/Ha Rp 13.483.258.160,- Existance Value (EV) Rp. 161.799.097.900,- Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X) 192

IV.3 Hasil Uji Asumsi Klasik IV.3.1 Hasil Uji Autokorelasi Tabel IV.3 Hasil Uji Autokorelasi Teknik Valuasi Durbin Watson CVM 1,927 Hasil dari uji autokorelasi teknik valuasi CVM dan CVM khusus menunjukkan bahwa keduanya tidak memiliki korelasi karena berada di range 1,5 2,5. IV.3.2 Hasil Uji Multikolinearitas Tabel IV.4 Hasil Uji Multikolinearitas No Item Pertanyaan Nilai VIF CVM 1 Keberadaan (X1) 3,754 2 Umur (X2) 1,163 3 Pendidikan (X3) 1,366 4 Keluarga (X4) 1,249 5 Pendapatan (X5) 1,325 6 Manfaat (X6) 1,329 7 Kepentingan (X7) 2,136 8 Konversi (X8) 1,518 9 Partisipasi (X9) 1,983 Hasil dari uji multikolinearitas teknik valuasi CVM dan CVM khusus menunjukkan bahwa keduanya tidak memiliki gejala multikolinearitas karena VIF <10. IV.3.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Gambar IV.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Hasil dari uji heteroskedastisitas teknik valuasi CVM menunjukkan bahwa tidak memiliki gejala heteroskedastisitas seperti yang ditunjukkan pada Gambar IV.3. IV.3.4 Hasil Uji Normalitas Gambar IV.4 Hasil Uji Normalitas Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X) 193

Hasil dari uji normalitas teknik valuasi CVM menunjukkan bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal. IV.4 Hasil Uji Statistik Proses uji reabilitas dan uji validitas dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 17. Kemudian dilakukan pengujian alat ukur kuisioner dengan mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas kuisioner yang digunakan dari data survei penelitian. Data dikatakan reliabel jika Alpha Cronbach > 0.7 dan dikatakan valid jika T hitung > T tabel (Tabel r product moment). berikut hasilnya : Tabel IV.7 Hasil Uji Reabilitas Reliability Statistics KETERANGAN Alpha Cronbach (rα) N of item CVM 0,740 10 RELIABEL Tabel IV.8 Hasil Uji Validitas No Item Pertanyaan CVM Tamansari R hitung R tabel Keterangan 1 Kontribusi (WTP) 0,538 0,281 VALID 2 Keberadaan (X1) 0,841 0,281 VALID 3 Umur (X2) 0,000 0,000 VALID 4 Pendidikan (X3) 0,000 0,000 VALID 5 Keluarga (X4) 0,000 0,000 VALID 6 Pendapatan (X5) 0,000 0,000 VALID 7 Manfaat (X6) 0,433 0,281 VALID 8 Kepentingan (X7) 0,624 0,281 VALID 9 Konversi (X8) 0,417 0,281 VALID 10 Partisipasi (X9) 0,574 0,281 VALID IV.5 Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan Berdasarkan penilaian kawasan yang telah dilakukan, maka diperoleh Peta Nilai Guna Langsung (Direct Use Value, DUV), Peta Nilai Keberadaan (Existance Value, EV) dan Peta Nilai Ekonomi Total (Total Economic Value, TEV). IV.5.1 Peta Nilai Keberadaan (Existance Value, EV) Berdasarkan peta EV, diketahui bahwa Tamansari Yogyakarta memiliki klasifikasi warna hijau muda dengan nilai Rp. 161.799.097.900,-. Nilai ini diperoleh berdasarkan hasil kuisioner terhadap responden yang memanfaatkan langsung keberadaan kawasan ini. Contoh respondennya antara lain pedagang di sekitar lokasi wisata, para pemandu wisata, penjaga parkir, serta pengelola kawasan tersebut. Gambar IV.5 Peta EV Tamansari Yogyakarta III.5.2 Peta Nilai Guna Langsung (Direct Use Value, DUV) Berdasarkan peta DUV, diketahui bahwa Tamansari Yogyakarta ditinjau dari pengunjung domestik berada pada klasifikasi warna hijau muda dengan nilai Rp. 950.340.017.800,-. Sedangkan Tamansari Yogyakarta ditinjau dari pengunjung mancanegara berada pada klasifikasi warna hijau tua dengan nilai Rp. 15.801.438.850.000,-. Gambar IV.6 Peta DUV Tamansari Yogyakarta III.5.3 Peta Total Nilai Ekonomi (TEV) Total Nilai Ekonomi (TEV) diperoleh dari hasil penjumlahan DUV dan EV, dimana DUV diperoleh dari hasil penjumlahan perhitungan data TCM yang merupakan hasil total nilai guna langsung objek kawasan Tamansari Yogyakarta dan Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X) 194

EV diperoleh dari hasil perhitungan data CVM yang merupakan hasil total nilai keberadaan objek kawasan Tamansari Yogyakarta. Dapat diketahui bahwa nilai TEV domestik Rp 1.112.139.115.700,- serta TEV mancanegara Rp 15.963.237.947.900,-. Gambar IV.7 Peta TEV Tamansari Yogyakarta III.5.4 Analisis Fasilitas Umum Lokasi Tamansari Yogyakarta mempunyai beberapa fasilitas umum untuk pengunjung. Berikut fasilitas umum Tamansari Yogyakarta : 1. Kantor Pengelolaan 2. Loket 3. Parkiran 4. Toko Souvenir 5. Toilet Gambar IV.8 Peta Fasilitas Umum IV. Penutup IV.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dari penelitian dan uraian yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Kawasan Tamansari memiliki nilai DUV ditinjau dari pengunjung domestik sebesar Rp. 950.340.017.800,- dan EV sebesar Rp. 161.799.097.900,-, sehingga nilai ekonomi total (TEV) Kawasan Tamansari ditinjau dari pengunjung domestik adalah Rp 1.112.139.115.700,-. Kawasan Tamansari memiliki nilai DUV ditinjau dari pengunjung mancanegara sebesar Rp 15.801.438.850.000,- dan EV sebesar Rp. 161.799.097.900,-, sehingga nilai ekonomi total (TEV) Kawasan Tamansari ditinjau dari pengunjung mancanegara adalah Rp 15.963.237.947.900,-. 2. Peta DUV, EV, dan TEV. Pada Tamansari Yogyakarta diperoleh DUV ditinjau dari pengunjung lokal dan mancanegara dengan rentang harga > Rp 3.000.000,- per m 2. Untuk EV Tamansari Yogyakarta berada pada rentang harga Rp 1.000.000,- sampai dengan Rp 1.500.000,- per m 2. Pada TEV Tamansari Yogyakarta ditinjau dari pengunjung lokal dan mancanegara dengan rentang harga > Rp 3.000.000,- per m 2. IV.2 Saran Dari kesimpulan di atas, maka dapat dikemukakan saran-saran yang berguna untuk analisis Total Economic Value (TEV) pada suatu kawasan di masa yang akan datang, antara lain : 1. Pada pengumpulan data primer, khususnya kuisioner hendaknya pada saat hari berkunjung. Misalnya akhir pekan atau hari libur. 2. Untuk memudahkan perhitungan, hendaknya memilih dan menyeleksi data-data responden yang memiliki variabel bebas yang hampir sama. 3. Dalam menguji ketelitian, hendaknya jumlah responden yang digunakan semakin banyak. Karena semakin banyak responden, akan menunjukkan tingkat kesalahan atau error (e) yang semakin kecil. 4. Untuk menunjukkan valid dan reliabelnya suatu instrumen dalam hal ini kuisioner CVM, maka hendaknya dilakukan uji statistik pada instrumen terlebih dahulu. 5. Pada perhitungan CVM sebaiknya memperhatikan data responden CVM mayoritas berasal dari zona desa, kecamatan, kabupaten/kota. Sehingga dapat menggunakan jumlah populasi yang relevan. 6. Pada proses reject data sebaiknya dilakukan satu per satu untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA BPN. (2012). Panduan Latihan Hitung Pengolahan Data Tekstual Penilaian ZNEK dengan Pendekatan CVM (Contingent Valuation Method). Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Direktorat Survei Potensi Tanah. BPN. (2012). Panduan Latihan Hitung Pengolahan Data Tekstual Penilaian ZNEK dengan Pendekatan TCM (Travel Cost Method). Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Direktorat Survei Potensi Tanah. Suparmoko. (2000). Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek. Edisi 5. BPFE : Yogyakarta. Suparmoko. (1997). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Edisi Ketiga. Yogya: BPFE UGM. Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, (ISSN : 2337-845X) 195