Jurnal Geodesi Undip Januari 2015
|
|
|
- Hadian Lesmana
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN BERDASARKAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) (Studi Kasus : Lawang Sewu dan Sam Poo Kong) Yesi Monika Manik, Arief Laila Nugraha, Hani ah *) Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH, Tembalang Semarang Telp.(0) , [email protected] ABSTRAK Lawang Sewu dan Sam Poo Kong sebagai salah dua ikon Kota Semarang memiliki potensi sebagai objek wisata. Lokasi yang strategis terletak di pusat Kota Semarang dan nilai sejarah yang terkandung didalamnya menjadikan Lawang Sewu dan Sam Poo Kong sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk berwisata. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) terhadap objek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong untuk menentukan strategi pengembangan objek wisata berdasarkan pada kesediaan wisatawan untuk membayar (Willingness To Pay; WTP) pada objek wisata tersebut. Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah Probability Sampling, di mana peluang setiap anggota populasi terpilih sama, dengan teknik Quota Accidental Sampling yaitu sampel diambil dengan cara kebetulan yang datang berkunjung di objek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak Maple. Dalam penelitian tugas akhir ini, hasil yang diperoleh berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dengan nilai WTP objek wisata Lawang Sewu sebesar Rp 6.80,- dengan surplus konsumen sebesar Rp.78.06,6 per individu per tahun, sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Lawang Sewu sebesar Rp ,- (nilai surplus konsumen per individu per tahun dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 0). Dan nilai WTP objek wisata Sam Poo Kong sebesar Rp Rp 6.0,- dengan surplus konsumen sebesar Rp.08.96,9 per individu tahun, sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Sam Poo Kong sebesar Rp ,-. Kata Kunci : Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Willingness To Pay, Uji Validitas, Uji Realibilitas, Tipologi Kawasan, Peta ZNEK ABSTRACT Lawang Sewu and Sam Poo Kong, as two icons of Semarang, have potential as a tourist attraction. The location is strategically in the center of Semarang and the historical value of them become one of the people's choice for travel. Based on this, we need Zona Nilai Ekonomi Kawasan map (ZNEK) of Lawang Sewu dan Sam Poo Kong to determine the development strategy based on the traveler's Willingness To Pay (WTP) at the tourist attraction. Sampling method (respondents) used in this research is the probability sampling, that the opportunities every elected member is same, by using Quota Accidental Sampling technique, where samples are collected by coincidence who came to visit Lawang Sewu and Sam Poo Kong attractions. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation of WTP using Maple software. In this research, the results is obtained of a ZNEK map with WTP values of Lawang Sewu attractions of IDR 6.80,-, with the consumer surplus of IDR.78.06,6 per person per year, so Total Economic Value (TEV) of Lawang Sewu is IDR , - (the value of consumer surplus per person per year multiplied with the number of visitors in the year of 0). Sam Poo Kong s WTP values of IDR 6.0,-, with consumer surplus of IDR.08.96,9 per person per years, so TEV of *) Penulis Penanggung Jawab Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X) 0
2 Sam Poo Kong is IDR ,-. Keywords : : Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Willingness To Pay, Test Validity, Test Reliability, Typologi of regions, ZNEK Map. Pendahuluan Potensi kawasan adalah kemampuan atau daya dukung sebuah kawasan yang mungkin untuk dikembangkan. Basis kawasan adalah sumber daya tanah, sehingga potensi kawasan mengandung nilai tanah dan juga nilai lain. Nilai Ekonomi Kawasan adalah seluruh agregat nilai-nilai ekonomi, baik langsung maupun nilai tidak langsung, serta nilai pasar dan nilai non pasar pada kawasan yang dimaksud, di luar nilai-nilai properti yang ada di dalam kawasan yang dinilai. Secara umum, nilai ekonomi didefinisikan sebagai pengukuran jumlah maksimum seseorang ingin mengorbankan barang dan jasa untuk memperoleh barang dan jasa lainnya. Secara formal, konsep ini disebut keinginan membayar (Willingness To Pay; WTP) seseorang terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan. Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah yang merupakan pusat kegiatan industri, pemerintahan, dan juga termasuk kawasan wisata yang strategis dan potensial untuk dikelola, dikembangkan, dan dipasarkan. Lawang Sewu dan Sam Poo Kong merupakan objek wisata yang banyak dikunjungi dan menjadi salah dua kawasan objek wisata favorit di Kota Semarang, Jawa Tengah. Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman Belanda yang dibangun pada 90. Terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda. Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Zheng He/Cheng Ho. Klenteng ini terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Lawang Sewu dan Sam Poo Kong sebagai salah dua ikon Kota Semarang memiliki potensi sebagai objek wisata. Lokasi yang strategis terletak di pusat Kota Semarang dan nilai sejarah yang terkandung didalamnya menjadikan Lawang Sewu dan Sam Poo Kong sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk berwisata. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu peta zona nilai ekonomi terhadap suatu objek wisata Lawang Sewu untuk menentukan strategi pengembangan Lawang Sewu dan Sam Poo Kong berdasarkan pada kesediaan wisatawan untuk membayar (willingness to pay) pada objek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah :. Menerapkan metode Willingness To Pay (WTP) untuk penilaian ekonomi kawasan objek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong Semarang.. Menyajikan Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan bbjek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong. Permasalahan yang muncul dari latar belakang penelitian yang telah dijabarkan adalah sebagai berikut :. Bagaimanakah pengaruh Willingness To Pay (WTP) terhadap nilai ekonomi kawasan objek wisata Lawang Sewu dan Sam Po Kong?. Bagaimana pembuatan Peta Zona Nilai Ekonomi (Peta DUV, Peta EV, dan Peta TEV) Kawasan objek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong Kota Semarang? Adanya batasan penelitian ini agar apa yang menjadi tujuan penelitian dapat terarah dan tepat sasaran. Maka ruang lingkup pembahasan meliputi :. Wilayah penelitian di kawasan objek wisata Lawang Sewu dan Sam Po Kong.. Analisis sistem penilaian ekonomi kawasan terhadap setiap proses pengambilan keputusan di bidang spasial berdasarkan Willingness To Pay (WTP).. Data spasial yang digunakan adalah Citra Quickbird Kota Semarang Tahun 0. Metodologi Penelitian Adapun data dan peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :. Data Penelitian Data yang dibutuhkan untuk penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu : a. Data Spasial ) Citra Quickbird Kota Semarang Tahun 0 ) Batas Administrasi Kota Semarang b. Data Non-Spasial ) Data TCM dan CVM hasil survei langsung Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X) 0
3 ) Data jumlah penduduk Kota Semarang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang ) Data pengunjung tahunan objek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong dari Kantor Lawang Sewu dan Sam Poo Kong;. Alat Penelitian Peralatan yang dibutuhkan untuk penelitian ini antara lain : a. Laptop Asus Series K0IJ (Intel Core Duo CPU T670.0GHz, RAM GB, OS Microsoft Windows 8 -bit) b. Perangkat Lunak ) Maple ) ArcGIS 0.0 ) Microsoft Excel 0 ) Microsoft Word 0 ) Microsoft Visio 0 c. GPS Handheld Navigation d. Kamera untuk dokumentasi e. Daftar isian survei Penelitian ini mempunyai beberapa tahapan, yaitu :. Pengumpulan data a. Penyediaan kuisioner untuk responden b. Data yang diambil berupa data TCM dan CVM hasil survei langsung kepada responden.. Pengolahan data di Ms. Excel Mengubah data tekstual hasil kuisioner ke dalam data Ms. Excel kemudian dilakukan regresi linear berganda. Pada tahap ini diperoleh koefisien hasil regresi yang kemudian akan digunakan dalam perhitungan WTP pada software Maple. Tabel. Skala Likert Interval TCM No Variabel Penilaian Keterangan Nilai. Frekuensi Kunjungan (V) Besarnya frekuensi pengunjung untuk datang ke kawasan tersebut Jumlah. Total Cost (X) Besarnya biaya yang dikeluarkan per orang per kunjungan (dalam rupiah) Jumlah. Umur (X) Diisi sesuai dengan umur pengunjung Jumlah Tabel. Skala Likert Interval TCM (lanjutan) No Variabel Penilaian Keterangan Nilai. Pendidikan (X) Tidak Sekolah Tidak tamat SD kelas a Tamat SMP Belum/tidak tamat SMP kelas a Tamat SMA Belum/tidak tamat SMA kelas a D tamat D tamat D tamat D/S tamat Belum/tidak tamat PT tingkat a S Belum/tidak tamat S tingkat a S Belum/tidak tamat S tingkat a a 0 7+a- 0+a a- 9 9+a- 9+a-. Pendapatan (X) Pendapatan keluarga per tahun (dalam rupiah) Jumlah 6. Lama Kunjungan (X) Diisi dengan waktu lamanya kunjungan di lokasi wisata (dalam Jumlah jam) 7. Alternatif Lokasi (X6) Diisi jika ada alternatif wisata lain yang akan di kunjungi Ya Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X) 0
4 Tidak 8. Jumlah Rombongan (X7) Diisi dengan jumlah anggota keluarga yang ikut wisata Jumlah Sumber : BPN, 0 Tabel. Skala Likert Interval CVM No Variabel Penilaian Keterangan Nilai. WTP (Kontribusi) Besarnya kontribusi yang ingin diberikan responden Rp.000 Rp.000 Rp.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp > Rp Keberadaan (X) Sangat perlu Cukup perlu Biasa saja Kurang perlu Tidak perlu. Umur (X) Diisi sesuai dengan umur responden Jumlah Tabel. Skala Likert Interval CVM (lanjutan) No Variabel Penilaian Keterangan Nilai. Pendidikan Tidak Sekolah Tidak tamat SD kelas a Tamat SMP Belum/tidak tamat SMP kelas a Tamat SMA Belum/tidak tamat SMA kelas a D tamat D tamat D tamat D/S tamat Belum/tidak tamat PT tingkat a S Belum/tidak tamat S tingkat a S Belum/tidak tamat S tingkat a a 0 7+a- 0+a a- 9 9+a- 9+a-. Keluarga (X) Diisi dengan jumlah anggota Jumlah 6. Pendapatan (X) Dihitung secara agregat terhadap total Jumlah penghasilan keluarga dalam tahun 7. Manfaat (X6) Sangat bermanfaat Cukup bermanfaat Biasa saja Kurang bermanfaat Tidak bermanfaat 8. Kepentingan (X7) Sangat penting Cukup penting Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X) 06
5 Biasa saja Kurang penting Tidak penting 9. Konversi (X8) Tidak setuju Kurang setuju Biasa saja Cukup setuju Sangat setuju 0. Partisipasi (X9) Sangat bersedia Bersedia Biasa saja Kurang bersedia Tidak bersedia Sumber : BPN, 0. Perhitungan WTP di Maple Pada tahap ini diperoleh nilai WTP, Surplus Konsumen, dan nilai total ekonomi objek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong. Mulai. Pembuatan Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan Peta ini meliputi peta nilai keberadaan (EV), peta nilai guna langsung (DUV), dan peta total nilai ekonomi (TEV). Pembuatan peta ini menggunakan ArcGIS 0. Pengumpulan Data Data Spasial Data Tekstual Tahap Awal Pengumpulan Data Citra Quickbird Kota Semarang Tahun 0 Data hasil kuisioner responden (TCM & VCM) Data pengunjung dari Lawang Sewu dan Sam Poo Kong Entri Data Tekstual Regresi Linier Berganda Tidak Significance F > 0,0 R Square > 0, Multiple R > 0, Ya Uji Validitas dan Uji Realibilitas Tidak Valid, jika T hitung > T tabel Reliabel, jika rα hitung > rα tabel Ya Tahap Perhitungan Data Perhitungan TEV InTC <- = TCM permintaan eksponensial InTC - sd 0 = TCM permintaan linear InTC > = TCM penawaran eksponensial InTC 0 sd = TCM penawaran linear CVM = tidak ada ketentuan Tahap Analisis Data Analisis Peta ZNEK Lawang Sewu Dan Sam Po Kong Selesai Gambar. Diagram Alir Penelitian Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X) 07
6 Hasil dan Pembahasan. Tipologi Nilai Ekonomi Kawasan Berdasarkan analisis survei lapangan, peneliti mengklasifikasikan kawasan objek wisata Lawang Sewu adalah jenis kawasan rekreasi dan No. Tabel. Tipologi Nilai Ekonomi Kawasan Jenis Kawasan wisata situs budaya, sedangkan untuk objek wisata Sam Poo Kong adalah jenis kawasan rekreasi dan wisata ziarah/religi. Jenis manfaat ekonomi berdasarkan tipologi nilai ekonomi total seperti pada Tabel. Tipologi Nilai Ekonomi Total (TEV) DUV IUV OV BV EV. Rekreasi dan Wisata Situs Budaya. Manfaat nilai keberadaan v. Manfaat wisata v Nilai EV Rp ,- Nilai DUV Rp ,-. Rekreasi dan Wisata Ziarah/Religi. Manfaat nilai keberadaan v. Manfaat wisata v Nilai EV Rp ,- Nilai DUV Rp ,- Sumber : Hasil analisi dan survei, 0. Analisis Jenis Manfaat Ekonomi Kawasan Berdasarkan Tipologi Nilai Ekonomi Total, penulis melakukan pengklasifikasian terhadap jenis manfaat ekonomi kawasan Lawang Sewu dan Sam Poo Kong. Berdasarkan analisis survei lapangan, peneliti mengklasifikasikan kawasan objek wisata Lawang Sewu adalah jenis kawasan rekreasi dan wisata situs budaya, sedangkan untuk objek wisata Sam Poo Kong adalah jenis kawasan rekreasi dan wisata ziarah/religi. Jenis manfaat ekonomi kawasan yang diperoleh dari kawasan tersebut, antara lain : a. Manfaat nilai keberadaan. Lawang Sewu dan Sam Poo Kong memiliki nilai keberadaan yang sangat bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya. Kedua tempat tersebut oleh pengelola dimanfaatkan sebagai objek wisata yang mampu menarik para wisatawan untuk berkunjung. Selain memperoleh nilai material dari tiket masuk yang dijual, keberadaan kedua objek wisata tersebut juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat menjajakan barang dan jasa bagi para pengunjung. b. Manfaat wisata Keberadaan Lawang Sewu dan Sam Poo Kong yang berada di Kota Semarang merupakan salah satu pilihan masyarakat untu berwisata. Bukan saja oleh masyarakat Kota Semarang, tetapi juga masyarakat yang berasal dari luar Kota Semarang. c. Manfaat pengetahuan. Lawang Sewu dan Sam Poo Kong memiliki manfaat pengetahuan melalui nilai sejarah berdirinya kedua objek wisata itu sendiri. d. Manfaat Keindahan. Bangunan Lawang Sewu dan Sam Poo kong memiliki nilai keindahan tersendiri, di samping nilai historikal yang terkandung di dalamnya memberikan manfaat keindahan bagi para pengunjung.. Penilaian Ekonomi Kawasan Nilai yang dikaji dalam penelitian ini terdiri atas nilai manfaat dari manfaat keberadaan. manfaat penyedia pengetahuan, dan manfaat keindahan, serta nilai ekonomi kawasan tersebut berdasarkan fungsinya sebagai penyedia wisata. a) Lawang Sewu Dengan memasukkan nilai rata-rata variabel bebas (X,, X9) dan koefisien hasil regresi linear berganda ke dalam fungsi WTP, maka ratarata keinginan membayar untuk mempertahankan keberadaan kawasan objek wisata Lawang Sewu sebesar Rp 6.80,-. Dengan mengintroduksi jumlah populasi sebesar.69.9 orang dan luas kawasan,99 hektar, maka nilai ekonomi manfaat keberadaan kawasan objek wisata dapat dihitung sebesar Rp 7.8.7,0 per meter. Dengan demikian, total nilai keberadaan (EV) kawasan objek wisata Lawang Sewu berdasarkan hasil perhitungan CVM sebesar Rp ,-. Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X) 08
7 Diperoleh besaran Surplus Konsumen sebesar Rp.78.06,6 yang kemudian dikalikan dengan jumlah pengunjung rata-rata per tahun ke kawasan tersebut, dalam penelitian tugas akhir ini penulis menggunakan jumlah pengunjung rata-rata Lawang Sewu tahun 0 sebesar.9 pengunjung, sehingga diperoleh nilai manfaat kawasan tersebut berdasarkan fungsinya sebagai penyedia jasa adalah sebesar Rp..9,0 per meter. Dengan demikian, total nilai kegunaan langsung (DUV) kawasan objek wisata Lawang Sewu berdasarkan hasil perhitungan TCM sebesar Rp ,-. b) Sam Poo Kong Dengan memasukkan nilai rata-rata variabel bebas (X,, X9) dan koefisien hasil regresi linear berganda ke dalam fungsi WTP, maka ratarata keinginan membayar untuk mempertahankan keberadaan kawasan objek wisata Sam Poo Kong sebesar Rp 6.0,-. Dengan mengintroduksi jumlah populasi sebesar.69.9 orang dan luas. Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan Berdasarkan penilaian kawasan yang telah dilakukan, maka diperoleh peta dengan nilai masing-masing objek, yaitu : kawasan,8 hektar, maka nilai ekonomi manfaat keberadaan kawasan objek wisata dapat dihitung sebesar Rp.0.7,77 per meter. Dengan demikian, total nilai keberadaan (EV) kawasan objek wisata Sam Poo Kong berdasarkan hasil perhitungan CVM sebesar Rp ,-. Diperoleh besaran Consumen Surplus sebesar Rp.08.96,9 yang kemudian dikalikan dengan jumlah pengunjung rata-rata per tahun ke kawasan tersebut, dalam penelitian tugas akhir ini penulis menggunakan jumlah pengunjung rata-rata Sam Poo Kong tahun 0 sebesar pengunjung, sehingga diperoleh nilai manfaat kawasan tersebut berdasarkan fungsinya sebagai penyedia jasa adalah sebesar Rp.6.,88,- per meter. Dengan demikian, total nilai kegunaan langsung (DUV) kawasan objek wisata Sam Poo Kong berdasarkan hasil perhitungan TCM sebesar Rp Peta Nilai Keberadaan (EV) Gambar. Peta EV Berdasarkan peta EV di atas, diketahui bahwa Lawang Sewu dan Sam Poo Kong berada pada klasifikasi warna yang berbeda. Lawang sewu berada pada klasifikasi warna merah dengan nilai tanah sebesar Rp 7.8.7,- per meter dan Sam Poo Kong berada pada klasifikasi warna orange dengan nilai tanah sebesar Rp.0.7,- per meter. Nilai ini diperoleh berdasarkan hasil kusioner terhadap responden yang memanfaatkan langsung keberadaan kedua obek wisata ini. Contoh responden: pedagang di sekitar lokasi wisata, para pemandu wisata, satpam, penjaga parkir, dan para karyawan objek wisata tersebut. Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X) 09
8 . Peta Nilai Guna Langsung (DUV) Gambar. Peta DUV Berdasarkan peta DUV di atas, diketahui bahwa Lawang Sewu dan Sam Poo Kong berada pada klasifikasi warna yang sama yaitu klasifikasi warna merah dengan nilai tanah > Rp ,-. Lawang Sewu memiliki nilai tanah sebesar Rp..9,- per meter dan Sam Poo Kong sebesar Rp.6.,- per meter. Nilai ini diperoleh berdasarkan hasil kusioner terhadap pengunjung yang mengeluarkan biaya perjalanan untuk sampai di lokasi objek wisata tersebut.. Peta Total Nilai Ekonomi (TEV) Gambar. Peta TEV Total Nilai Ekonomi (TEV) diperoleh dari hasil penjumlahan CVM dan TCM, dimana CVM merupakan hasil total nilai keberadaan masingmasing objek wisata dan TCM merupakan hasil total nilai guna langsung masing-masing objek wisata. Berdasarkan peta TEV di atas, dapat diketahui bahwa total nilai ekonomi objek wisata Lawang Sewu sebesar Rp ,- dan total nilai ekonomi objek wisata Sam Poo Kong sebesar Rp ,-. Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X) 0
9 Penutup Pada bagian akhir dari laporan penelitian ini, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai total ekonomi Lawang Sewu sebesar Rp ,- dan nilai total ekonomi Sam Poo Kong sebesar Rp ,-. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pendapatan untuk kedua objek wisata pada hitungan CVM yang paling mempengaruhi WTP demi mempertahankan keberadaan kawasan tersebut, sehingga masyarakat yang memanfaatkan langsung keberadaan kawasan bersedia untuk berkontribusi dalam menjaga eksistensi kawasan tersebut. Di samping itu, hasil analisis juga menunjukkan variabel biaya perjalanan untuk objek wisata Lawang Sewu dan variabel frekuensi kunjungan untuk objek wisata Sam Poo Kong pada hitungan TCM yang paling mempengaruhi fungsi kawasan sebagai penyedia jasa. Surplus konsumen sebesar Rp.78.06,6 untuk Lawang Sewu dan Rp.08.96,9 untuk Sam Poo Kong yang diperoleh per individu per tahun menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh pengunjung jauh di atas biaya pengeluaran yaitu sebesar Rp 6.000,- untuk Lawang Sewu dan Rp 8.000,- untuk Sam Poo Kong per kunjungan. Hal ini berarti Objek Wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong memberikan manfaat yang lebih besar dari apa yang ditawarkan terhadap pengunjung dan juga dari biaya yang harus pengunjung keluarkan untuk menikmati kedua objek wisata tersebut.. Berdasarkan koefisien variabel biaya perjalanan yang bernilai negatif dan koefisien variabel pendapatan bernilai positif pada kedua objek wisata dapat disimpulkan bahwa Lawang Sewu dan Sam Poo Kong merupakan barang normal. Artinya, semakin kecil biaya yang dikeluarkan oleh pengunjung dan semakin tinggi penghasilan pengunjung maka semakin besar jumlah kunjungan ke kedua objek wisata tersebut. DAFTAR PUSTAKA Barbier, E. B Economic Valuation of Wetlands: A Guide fpr Policy Makers and Planners. Ramsar Convention Bureau, Gland, Switzerland. Barton, D. N. 99. Economic Factors and Valuation of Tropical Coastal Resources. SMR Report /99. University I. Bergen, Norway. Baskoro, Dwi Hary. 0. Analisis Kunjungan Objek Wisata Lawang Sewu Di Kota Semarang. Semarang : Tugas Akhir Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Boediono Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE. Clawson, M., and Knetsh, J Economic of Outdoor Recreation. John Hopkins University Press, Baltimore. Davis, R. 96. Recreation Planning as an Economic Problem. Natural Resource Journal : 9-9. Dixon, J.A, and P.B. Sherman Valuing Benefit in Economics of Protected Area: A New Look at Benefits and Costs. London : Earthscan Publication Ltd. PP -9. Dixon, J.A., L.F. Scura, R.A. Carpenter, and P.B. Sherman. 99. Economic Analysis of Environmental Impacts. London : Earthscan Publication Ltd. Fauzi, Akhmad Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Jakarta : Gramedia. Hanley, N. And C.L. Splash. 99. Cost Benefit and The Environment. Hasiani, Fini, Endang Mulyani, dan Erni Yuniarti. 0. Analisis Kesediaan Membayar WTP (Willingness To Pay) Dalam Upaya Pengelolaan Obyek Wisata Taman Alun Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat. Pontianak : Jurnal Program Studi Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil Universitas Tanjungpura. Jesdapipat, Sitanon. 00. Willingness To Pay (WTP). Thailand : Centre og Ecological Economics, Chulalongkom University, Phayathai Road, Bangkok. Kaplan, R. M. dan Saccuzo, D. P. 99. Psychological Testing: Principles, Application and Issue. California: Brook/Cole Publishing Company. Lora, Defi. 0. Rencana Pengembangan Objek Wisata Pemandian Air Dingin Lubuk Minturun Kota Padang. Padang: Tesis Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X)
10 Program Pasca Sarjana Universitas Andalas. Mc. Eachern, William. 00. Ekonomi Mikro. Salempa Empat. Jakarta. Terjemahan : Sigit Triandaru. Nopirin Pengantar Ilmu Ekonomi Makro dan Mikro, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE. Permata, Muhammad Rahmad. 0. Analisa Ability To Pay dan Willingness To Pay Pengguna Jasa Kereta Api Bandara Soekarno Hatta - Manggarai. Depok: Tesis Program Pasca Sarjana Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil Universitas Indonesia. Pramudhito, Adhianto. 00. Aplikasi Biaya Perjalanan (Travel Cost) Pada Wisata Alam Studi Kasus: Air Terjun Jumog Kabupaten Karanganyar Surakarta: Tugas Akhir Program Sarjana Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Sebelas Maret. Qadarrochman, Nasrul. 00. Analisis Penerimaan Daerah dari Sektor Pariwwisata di Kota Semarang dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Semarang : Tugas Akhir Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Salma, Irma Afia dan Indah Susilowati. 00. Analisis Permintaan Objek Wisata Alam Curug Sewu, Kabupaten Kendal Dengan Pendekatan Travel Cost. Jurnal Dinamika Pembangunan Vol., No./Desember 00 : 6. Samuelson, Paul A. dan William D. Nordhaus Makro Ekonomi, Edisi Keempatbelas. Jakarta : Erlangga. Shuid, Ahmad., Alias Radam., dan Nuva R & Mad Nasir Shamsudin Willingness to Pay towards The Conservation of Ecotourism Resources at Gunung Gede Pangrango National Park, West Java, Indonesia. Journal of Sustainable Development, Vol., No.. Sinclair, M. Thea dan Mike Stabler Economics of Tourism. Rout Ledge : London. Spillane, J Ekonomi Pariwisata, Sejarah, dan Prospeknya. Yogyakarta: Kanisius. Subiyanto, Sawitri. 0. Modul Penilaian Tanah Kawasan. Semarang: Bahan Kuliah Penilaian Tanah Jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Subiyanto, Sawitri. 0. Pembuatan Peta ZNEK. Semarang : Bahan Kuliah Penilaian Tanah Jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Sukirno, Sadono. 00. Teori Pengantar Ekonomi Mikro, Edisi Ketiga. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada. Todaro, M. P Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Edisi Ketujuh. Jakarta : Erlangga. Wood, S., and Trice, A. 98. Measurement of Recreational Benefits. Land Economics : Volume, Nomor, Tahun 0, (ISSN : 7-8X)
Jurnal Geodesi Undip Januari 2016
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY DALAM PERHITUNGAN NILAI EKONOMI KAWASAN (Studi Kasus : Candi Gedong Songo, Vihara Buddhagaya Watugong, Dan Masjid Agung Jawa Tengah) Suwirdah Pebriyanah, Sawitri Subiyanto,
Jurnal Geodesi Undip April 2016
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN CAGAR BUDAYA KERATON DI KOTA CIREBON BERDASARKAN WTP (WILLINGNESS TO PAY) DENGAN PENDEKATAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) Aditya Dharmawan,
Jurnal Geodesi Undip APRIL 2015
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN SITUS KERAJAAN MAJAPAHIT MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD ( Studi Kasus : Kecamatan Trowulan,
Jurnal Geodesi Undip Januari 2016
PEMBUATAN PETA ZNEK DENGAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGEN VALUATION METHOD MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Candi Borobudur) Annisa Usolikhah, Sawitri Subiyanto, Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi Undip Oktober 2016
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD (TCM) DAN CONTINGEN VALUATION METHOD (CVM) UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DENGAN SIG (Studi kasus : Kawasan Kota Lama Semarang)
Jurnal Geodesi Undip Oktober 2016
PEMANFAATAN NILAI WILLINGNESS TO PAY UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD DAN CONTINGENT VALUATION METHOD DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kawasan
Jurnal Geodesi Undip Januari 2017
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN (ZNEK) MENGGUNAKAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Candi Prambanan) Hisni Theresia
Jurnal Geodesi Undip April 2017
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD (TCM) & CONTINGENT VALUATION METHOD (CVM) UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DENGAN SIG (Studi kasus : Kawasan Agrowisata Pagilaran,
Jurnal Geodesi Undip Oktober 2016
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KAWASAN CAGAR ALAM GOA KREO DAN WADUK JATIBARANG
Jurnal Geodesi Undip Oktober 2017
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TCM DAN CVM UNTUK PEMBUATAN PETA ZNEK DENGAN SIG (Studi Kasus : Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kab. Wonosobo Dan Kab. Banjarnegara) Dian Rizqi Ari Wibowo, Bambang
Jurnal Geodesi Undip Januari 2015
ANALISIS NILAI WTP (WILLINGNESS TO PAY) UNTUK MENENTUKAN NILAI EKONOMI KAWASAN WISATA ALAM DI KABUPATEN SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Studi Kasus, Kecamatan Bandungan, Kecamatan Sumowono,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alur Penelitian Persiapan Penentuan Sample Penyusunan Kuisioner TCM & CVM Pengambilan Data Primer Sekunder Entry Data Pengolahan Data Travel Cost Method Contingent
1.Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam & PUSPARI Universitas Sebelas. 2.Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS KEUNIKAN BUDAYA DAN LINGKUNGAN DI OBYEK WISATA BUKIT CINTA KABUPATEN SEMARANG Sri Subanti 1, Arif Rahman Hakim 2, Mulyanto 3. Nughthoh Arfawi 4 1.Fakultas Matematika dan
Jurnal Geodesi Undip JULI 2017
ANALISIS PENENTUAN NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi kasus: Taman Kyai Langgeng Kota Magelang) Alfonsus
VALUASI NILAI EKONOMI WISATA PANTAI AMAL : APLIKASI TRAVEL COST METHOD (TCM)
VALUASI NILAI EKONOMI WISATA PANTAI AMAL : APLIKASI TRAVEL COST METHOD (TCM) Sulistya Rini Pratiwi Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan Email: 1) [email protected] Abstrak: Kesejahteraan masyarakat
BAB VI VALUASI EKONOMI SUMBER DAYA CIKOROMOY DENGAN TRAVEL COST METHOD
92 BAB VI VALUASI EKONOMI SUMBER DAYA CIKOROMOY DENGAN TRAVEL COST METHOD Sumber daya alam dan lingkungan tidak hanya memiliki nilai ekonomi tetapi juga mempunyai nilai ekologis dan nilai sosial. Dimana
BAB I PENDAHULUAN. sektor lain untuk berkembang karena kegiatan pada sektor-sektor lain
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata merupakan salah satu sektor yang perkembangannya memicu sektor lain untuk berkembang karena kegiatan pada sektor-sektor lain menghasilkan produk-produk yang
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pariwisata Menurut Yoeti (2006) pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan secara perorangan maupun kelompok dari satu tempat ke tempat lain yang sifatnya sementara dan
Travel Cost Method (TCM) Pertemuan 10 VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA & LINGKUNGAN 2015/2016
Travel Cost Method (TCM) Pertemuan 10 VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA & LINGKUNGAN 2015/2016 HISTORY OF TCM TCM metode yang tertua untuk pengukuran nilai ekonomi
III. METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai,
19 III. METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Penelitian telah dilaksanakan di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur pada bulan April Mei 2013. Peta lokasi penelitian
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA PEMANDIAN COKROTULUNG KLATEN DENGAN TRAVEL COST METHOD (TCM) Skripsi
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA PEMANDIAN COKROTULUNG KLATEN DENGAN TRAVEL COST METHOD (TCM) Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas
ANALISIS PERMINTAAN OBYEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS KALIANGET, KABUPATEN WONOSOBO DENGAN PENDEKATAN TRAVEL COST
DIPONEGORO JOURNAL OF ECONOMICS Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 1-10 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jme ANALISIS PERMINTAAN OBYEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS KALIANGET, KABUPATEN WONOSOBO
BAB III METODE PENELITIAN. Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitiannya adalah para pengunjung di Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka. Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka terletak di Jl. Kebun
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA GUNUNG BANYAK DI KOTA BATU DENGAN PENDEKATAN INDIVIDUAL TRAVEL COST
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA GUNUNG BANYAK DI KOTA BATU DENGAN PENDEKATAN INDIVIDUAL TRAVEL COST JURNAL ILMIAH Disusun oleh : SURYA PERDANA HADI 115020107111049 JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN
BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN. Loka Yogyakarta, total willingness to pay 110 responden untuk
BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan data primer yang di peroleh
Jurnal Geodesi Undip Januari 2015
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Agatha Dimitri Vara Diba Kusumo, Sutomo Kahar, Sawitri Subiyanto *) Program Studi Teknik Geodesi
ANALISIS PERMINTAAN DAN NILAI EKONOMI WISATA PULAU SITU GINTUNG-3 DENGAN METODE BIAYA PERJALANAN TRI FIRANDARI
ANALISIS PERMINTAAN DAN NILAI EKONOMI WISATA PULAU SITU GINTUNG-3 DENGAN METODE BIAYA PERJALANAN TRI FIRANDARI DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Ekonomi Lingkungan. manusia dalam memanfaatkan lingkungan sedemikian rupa sehingga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengertian Ekonomi Lingkungan Ekonomi lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang kegiatan manusia dalam memanfaatkan lingkungan sedemikian rupa sehingga
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA MUSEUM PURBAKALA TRINIL DI KABUPATEN NGAWI (APLIKASI TCM)
i VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA MUSEUM PURBAKALA TRINIL DI KABUPATEN NGAWI (APLIKASI TCM) SKRIPSI Diajukan Guna Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan
BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. Sebagian besar perekonomian Provinsi Bali ditopang oleh
BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Sebagian besar perekonomian Provinsi Bali ditopang oleh sektor pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, sektor pariwisata memberikan kontribusi
Jurnal Geodesi Undip Januari 2016
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI TANAH UNTUK MENENTUKAN NILAI INDIKASI RATA-RATA (NIR) HARGA PASAR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN NGALIYAN, KOTA SEMARANG (Studi Kasus :Kecamatan Ngaliyan,
III. KERANGKA PEMIKIRAN. 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Objek dan Daya Tarik Wisata
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pemikiran teoritis yang dikaji dalam penelitian ini ditekankan pada objek dan daya tarik wisata, teknik pengukuran manfaat wisata alam dan
Pancar termasuk tinggi. Proporsi responden mengenai penilaian terhadap tingkat. Persepsi Pengunjung Presentase (%) Tinggi.
sebanyak 2% responden menyatakan masalah polusi suara di TWA Gunung Pancar termasuk tinggi. Proporsi responden mengenai penilaian terhadap tingkat kebisingan disajikan pada Tabel 25 berikut ini. Persepsi
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pariwisata Menurut undang-undang No. 10 tahun 2009, Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan
11 BAB II A. Landasan Teori TINJAUAN PUSTAKA 1. Definisi pariwisata Definisi pariwisata secara luas adalah perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok,
BAB I PENDAHULUAN. sustainable development. Sustainable development merupakan pembangunan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era modern, paradigma pembangunan saat ini cenderung mengarah pada sustainable development. Sustainable development merupakan pembangunan yang memperhatikan kondisi
TEKNIK PERHITUNGAN TARIF MASUK KAWASAN WISATA ALAM. Wahyudi Isnan *
Teknik Perhitungan Tarif Masuk Kawasan Wisata Alam Wahyudi Isnan TEKNIK PERHITUNGAN TARIF MASUK KAWASAN WISATA ALAM Wahyudi Isnan * Balai Penelitian Kehutanan Makassar Jl. Perintis Kemerdekaan Km.16 Makassar,
NILAI EKONOMI WISATA GUNUNG SIBAYAK BERDASARKAN METODE BIAYA PERJALANAN (Travel Cost Methode) DI BERASTAGI SUMATERA UTARA
NILAI EKONOMI WISATA GUNUNG SIBAYAK BERDASARKAN METODE BIAYA PERJALANAN (Travel Cost Methode) DI BERASTAGI SUMATERA UTARA ECONOMIC VALUE OF SIBAYAK MOUNTAIN TOUR BASED ON TRAVEL COST METHODE (TCM) IN BERASTAGI
METODE PENELITIAN. hutan mangrove non-kawasan hutan. Selain itu, adanya rehabilitasi hutan
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini berada di Kawasan Pesisir Pantai Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pemilihan lokasi dilakukan secara
ANALISIS NILAI EKONOMI KEBERADAAN WISATA ALAM DANAU SIAIS DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN
ANALISIS NILAI EKONOMI KEBERADAAN WISATA ALAM DANAU SIAIS DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN HASIL PENELITIAN oleh: Zulka Hidayati Nst 071201014 / Manajemen Hutan PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN
Jurnal Geodesi Undip AGUSTUS 2015
ANALISIS DAYA TAMPUNG FASILITAS PENDIDIKAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK USIA SEKOLAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Widya Prajna, Sutomo Kahar, Arwan Putra Wijaya *) Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas
TINJAUAN PUSTAKA. pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal penyediaan lapangan kerja,
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Pariwisata Pariwisata merupakan salah satu industri yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal penyediaan lapangan kerja, pendapatan, tarif hidup, dan dalam
ANALISIS PERMINTAAN OBJEK WISATA SUNGAI HIJAU DI KABUPATEN KAMPAR DENGAN METODE BIAYA PERJALANAN
ANALISIS PERMINTAAN OBJEK WISATA SUNGAI HIJAU DI KABUPATEN KAMPAR DENGAN METODE BIAYA PERJALANAN Oleh: Fredy Herminto Pembimbing: Eriyati dan Nobel Aqualdo Faculty of Economic Riau University, Pekanbaru,
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis Kerangka pemikiran teoritis yang dikaji dalam penelitian ini ditekankan pada obyek dan daya tarik wisata, penilaian manfaat wisata alam, serta prospek
Penentuan Nilai Ekonomi Wisata
Penentuan Nilai Ekonomi Wisata BAGIAN EKONOMI LINGKUNGAN DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA & LINGKUNGAN FEM IPB Pendahuluan (1) Pendahuluan (2) Pendahuluan (3) TCM metode yang tertua untuk pengukuran nilai
BAB I PENDAHULUAN. untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Objek pariwisata dapat berupa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan, wisata didefinisikan sebagai kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoritis 3.1.1. Pasar Wisata Alam Langkah awal dalam melakukan analisis pengembangan wisata alam berkelanjutan adalah analisis pasar wisata alam yaitu analisis penawaran,
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP - MADURA
WILLINGNESS DAN ABILITY TO PAY STUDI KAWASAN PARIWISATA PANTAI SLOPENG, KABUPATEN SUMENEP, MADURA Moh. Harun 1, Anita Intan Nura Diana 2 1 Dosen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Wiraraja email :
BAB I PENDAHULUAN. udara bersih dan pemandangan alam yang indah. Memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan seperti hutan lindung sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hutan merupakan sumber daya alam dengan beragam manfaat, berupa manfaat yang bersifat langsung maupun manfaat tidak langsung. Produk hutan yang dapat dinikmati secara
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pariwisata Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990, yang dimaksud pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek /Subjek Penelitian Ngebel. Objek pada penelitian ini yaitu para pengunjung objek wisata alam Telaga B. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kota Ponorogo tepatnya
NILAI EKONOMI SUMBERDAYA RUMPUT LAUT ALAM DI PESISIR UJUNG KULON BANTEN
1 NILAI EKONOMI SUMBERDAYA RUMPUT LAUT ALAM DI PESISIR UJUNG KULON BANTEN Oleh: YUDI WAHYUDIN, S.Pi., M.Si. Direktur Institute for Applied Sustainable Development (IASD) ABSTRAK Keberadaan rumput laut
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai macam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai macam kekayaan sumber daya alam. Keberagaman potensi alam, flora, fauna serta berbagai macam budaya, adat istiadat,
BAB III METODE PENELITIAN. Borobudur pada bulan Oktober November 2016 yang berusia 20 tahun ke atas.
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Obyek Penelitian Dalam penelitian ini sasaran responden adalah pengunjung taman wisata Candi Borobudur pada bulan Oktober November 2016 yang berusia 20 tahun
IV. METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu. dan juga berlokasi tidak jauh dari pusat kota sehingga prospek pengelolaan dan
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian dilakukan di objek wisata Pantai Mutun MS Town dan Pulau Tangkil yang terletak di Desa Mutun, Kecamatan Padang Cermin, Kelurahan Lempasing, Kabupaten
METODE PENELITIAN. Cipondoh dan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Penentuan lokasi sebagai
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Situ Cipondoh yang terletak di Kecamatan Cipondoh dan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Penentuan lokasi sebagai obyek
II. TINJAUAN PUSTAKA. Spillane (1994) mendefinisikan pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan
14 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pariwisata Spillane (1994) mendefinisikan pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, mengetahui
APLIKASI CONTINGENT CHOICE MODELLING (CCM) DALAM VALUASI EKONOMI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA FAZRI PUTRANTOMO
APLIKASI CONTINGENT CHOICE MODELLING (CCM) DALAM VALUASI EKONOMI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA FAZRI PUTRANTOMO SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010 PERNYATAAN MENGENAI
Jurnal Geodesi Undip OKTOBER 2015
PEMETAAN ZONA NILAI TANAH BERDASARKAN HARGA PASAR UNTUK MENENTUKAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK () MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang) Meilina Fika
Valuasi Ekonomi Dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Sumberdaya Penyu di Kampung Baru Desa Sebong Lagoi Kabupaten Bintan
Valuasi Ekonomi Dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Sumberdaya Penyu di Kampung Baru Desa Sebong Lagoi Kabupaten Bintan Priyanti Junia Pratiwi, Winny Retna Melani, Fitria Ulfah. [email protected]
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA, DAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA HOTEL SYARIAH SOLO
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA, DAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA HOTEL SYARIAH SOLO NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
VALUASI EKONOMI LINGKUNGAN TAMAN WISATA BALEKAMBANG SURAKARTA
VALUASI EKONOMI LINGKUNGAN TAMAN WISATA BALEKAMBANG SURAKARTA Skripsi Diajukan Guna Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek pada penelitian ini adalah para pengunjung Hutan Mangrove, Pasar Banggi, Rembang. B. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
ANALISIS POTENSI OBYEK WISATA PANTAI DI KAWASAN PATTAYA, THAILAND
ANALISIS POTENSI OBYEK WISATA PANTAI DI KAWASAN PATTAYA, THAILAND Penelitian Skripsi S-1 Program Studi Geografi Diajukan oleh: Adul Maneewit E 100 100 004 FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
NILAI EKONOMI EKOWISATA TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
NILAI EKONOMI EKOWISATA TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT ( Studi Kasus di SPTN II Semitau, Stasiun Riset Bukit Tekenang ) The Economic Value of Ecotourism in
Jurnal Geodesi Undip Oktober 2015
ANALISIS POTENSI PENINGKATAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) BERDASARKAN PETA ZONA NILAI TANAH (ZNT) (Studi Kasus : Kec. Sidomukti, Kota Salatiga) Riana Kristiani Priskila Putri, Sawitri Subiyanto, Arwan
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. beberapa kesimpulan sebagai berikut: orang dengan total tiket masuk sebesar Rp
73 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Besaran nilai Willingness To Pay (WTP) adalah sebesar
TUJUAN, TAHAPAN PELAKSANAAN DAN PENDEKATAN VALUASI
TUJUAN, TAHAPAN PELAKSANAAN DAN PENDEKATAN VALUASI VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN (ESL 434) DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN FONDASI VALUASI EKONOMI
BAB I PENDAHULUAN. dengan keanekaragaman budaya dan kesenian yang berbeda-beda di masing-masing
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keindahan luar biasa dengan keanekaragaman budaya dan kesenian yang berbeda-beda di masing-masing daerah
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Data primer yaitu data yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Data Jenis data yang digunakan adalah data primer. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari pengunjung atau wisatawan yang sedang berwisata mengunjungi objek
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara tropis dan maritim yang kaya akan sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara tropis dan maritim yang kaya akan sumber daya alam. Berada pada daerah beriklim tropis menjadikan Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah pengunjung wisata Kraton Ratu Boko di Kabupaten Sleman. B. Lokasi Penelitian Ratu Boko. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten
Faktor - Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesediaan Membayar Pengujung Terkait dengan Pengembangan Obyek Wisata Kabupaten Semarang
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 25 T - 28 Faktor - Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kesediaan Membayar Pengujung Terkait dengan Pengembangan Obyek Wisata Kabupaten Semarang Sri
Kereta Gantung sebagai Alternatif Wisata dan Pengurai Kemacetan Kota Wisata Batu Jawa Timur
Jurnal APLIKASI Volume 12, Nomor 2, Agustus 2014 Kereta Gantung sebagai Alternatif Wisata dan Pengurai Kemacetan Kota Wisata Batu Jawa Timur Moh. Singgih P., Akhmad Yusuf Z. Program Studi Diploma Teknik
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAERAH SEKTOR PARIWISATA KOTA BANDA ACEH
ISSN 2302-0172 10 Pages pp. 39-48 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAERAH SEKTOR PARIWISATA KOTA BANDA ACEH Zelvian Shella 1, Said Muhammad 2, Muhammad Nasir 3 1) Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana
VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA RUMPUT LAUT DI KOTA PALOPO
Prosiding Seminar Nasional Volume 03, Nomor 1 ISSN 2443-1109 VALUASI EKONOMI SUMBERDAYA RUMPUT LAUT DI KOTA PALOPO Muhammad Arhan Rajab 1, Sumantri 2 Universitas Cokroaminoto Palopo 1,2 [email protected]
METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian
METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Kabupaten Lombok Barat-Propinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu di kawasan pesisir Kecamatan Sekotong bagian utara, tepatnya di Desa Sekotong
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR WTP (WILLINGNESS TO PAY) DALAM UPAYA PENGELOLAAN OBYEK WISATA TAMAN ALUN KAPUAS PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR WTP (WILLINGNESS TO PAY) DALAM UPAYA PENGELOLAAN OBYEK WISATA TAMAN ALUN KAPUAS PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT Fini Hasiani 1, Endang Mulyani 2, Erni Yuniarti 1 1 Program Studi
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG ATAS KESEJAHTERAAN SATWA DI KEBUN BINATANG SKRIPSI
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG ATAS KESEJAHTERAAN SATWA DI KEBUN BINATANG (Studi Kasus: Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi, Sumatera Barat) SKRIPSI Oleh: SEFTIAWAN 051201022 MANAJEMEN HUTAN
RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: PENILAIAN KAWASAN
RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) MATA KULIAH: PENILAIAN KAWASAN Nama : Sudibyanung Institusi : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Program Studi : Diploma IV Pertanahan 1 RANCANGAN PEMBELAJARAN Nama
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoritis 3.1.1. Konsep Nilai Wisata dan Willingness To Pay Bermacam-macam teknik penilaian dapat digunakan untuk mengkuantifikasikan konsep dari nilai. Konsep dasar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan ekonomi bertujuan untuk menaikkan tingkat hidup dan kesejahteraan rakyat dengan terpenuhinya kebutuhan dasar. Menurut
Kata kunci : Perubahan lahan, nilai tanah.
Analisis Perubahan Zona Nilai Tanah Akibat Perubahan Penggunaan Lahan Di Kota Denpasar Tahun 2007 Dan 2011. Antonius G Simamora 1) Ir. Sawitri, M.Si 2) Ir. Hani ah 3) 1) Mahasiswa Teknik Geodesi Universitas
3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan waktu penelitian 3.2 Metode Pengumpulan Data
3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di Pulau Pasi, Kabupatenn Kepulauann Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan Bulan Juni 2010. Lokasi penelitian dapat dilihat pada Gambar
APLIKASI UTILITAS RANDOM DALAM PENGHITUNGAN NILAI EKONOMI TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS PARIWISATA DI OBYEK WISATA BUKIT CINTA KABUPATEN SEMARANG
F.11 APLIKASI UTILITAS RANDOM DALAM PENGHITUNGAN NILAI EKONOMI TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS PARIWISATA DI OBYEK WISATA BUKIT CINTA KABUPATEN SEMARANG Sri Subanti 1*, Rara Sugiarti 2, Endang Widiyastuti
Pengaruh Harga, Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Toko Buku Gramedia Pandanaran Semarang
Pengaruh Harga, Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Toko Buku Gramedia Pandanaran Semarang Deddy Setiawan Dra. Sri Suryoko, M.Si Sari Listyorini, M.Sos, M.AB Jurusan Administrasi
VALUASI MANFAAT EKONOMI TAMAN ALUN-ALUN KOTA BANDUNG DENGAN TRAVEL COST METHOD
VALUASI MANFAAT EKONOMI TAMAN ALUN-ALUN KOTA BANDUNG DENGAN TRAVEL COST METHOD SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Oleh: RIDWAN AZALI 2012110071 UNIVERSITAS
VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR. dari 67 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Pengunjung TWA Gunung
VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR 6.1 Karakteristik Responden Penentuan karakteristik pengunjung TWA Gunung Pancar diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner dari 100
ANALISIS PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Surve pada Cafe Kedai Mat Moen di Boyolali)
ANALISIS PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Surve pada Cafe Kedai Mat Moen di Boyolali) Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Progam Sarjana
ESTIMASI NILAI EKONOMI WISATA WARISAN BUDAYA CANDI BOROBUDUR, INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Volume 14, Nomor 1, April 2013, hlm.80-89 ESTIMASI NILAI EKONOMI WISATA WARISAN BUDAYA CANDI BOROBUDUR, INDONESIA Hermawan Badar Pusat Pengembangan Ekonomi, Fakultas
IV. METODOLOGI PENELITIAN. wisata tirta. Lokasi penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 1.
IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di obyek wisata Tirta Jangari, Waduk Cirata, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Pemilihan lokasi ini dilakukan
Uray Robihah, Emi Roslinda, Tri Widiastuti Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Jalan Imam Bonjol Pontianak 78124
MANFAAT WISATA ALAM DANAU WISATA SEJARAH SEBADDANG KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Benefits Of Natural Recreation History Sebaddang Lake of Districts Sebawi Regency Sambas Uray Robihah, Emi Roslinda,
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PRAMUWISATA LOKAL TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS WISATAWAN DI DAYA TARIK WISATA ALAS KEDATON TABANAN
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PRAMUWISATA LOKAL TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS WISATAWAN DI DAYA TARIK WISATA ALAS KEDATON TABANAN I KADEK TRITA YUDI 1012025006 FAKULTAS PARIWISATA PROGRAM STUDI S1 INDUSTRI
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Taman Nasional Karimunjawa yang terletak di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada
