Keywords: development of local content, educational unit level curriculum, primary schools

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II KAJIAN TEORI. tentang kurikulum yang termasuk kategori pola lama seperti yang dikemukakan

IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN MEGALUH TAHUN PELAJARAN

Kompetensi yang Diharapkan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 10 Paguyaman dan dilaksanakan

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Desain Kurikulum dan Materi Pembelajaran

TUGAS GURU SEBAGAI PENGEMBANG KURIKULUM

PERAN DAN FUNGSI KURIKULUM

JURNAL. IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN PKn DI SEKOLAH DASAR

TINGKAT KESIAPAN GURU DAN PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA DALAM KURIKULUM 2013 KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015

PENGEMBANGAN MODEL PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) YANG MENGACU PADA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN SILABUS

PELATIHAN PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN AKTIVITAS BELAJAR BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU DI GUGUS 1 KECAMATAN MARGA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PKN DI SMA SEKECAMATAN COMAL KABUPATEN PEMALANG a

PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN JATINOM KABUPATEN KLATEN

PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF PADA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PENEBEL. oleh,

BAB V PENUTUP. yang bersertifikat pendidik di Kabupaten Kulon Progo dilihat dari segi. kesimpulan yang lebih rinci sebagi berikut:

Analisis Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Produktif Kelompok Keahlian Akuntansi di SMK Negeri 6 Surakarta

Mengatasi Kesulitan Anak dalam Pembelajaran Pecahan Menggunakan Model Konkret dan Gambar

IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMPLB TPA JEMBER

BAB I PENDAHULUAN. Desain dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sainfik Project Based Learning Pada Pekerjaan Dasar Elektromekanik

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA IMPLEMENTASI KTSP DALAM PEMBELAJARAN


DAFTAR PUSTAKA. Arsyad, A. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MAHASISWA. Uki Suhendar 1., Arta Ekayanti 2

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan

ANALISIS AKTIVITAS MAHASISWA MENYUSUN LANGKAH LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN MUHAMMAD BAKRI

PROSIDING: METABOOK ISBN: Penerbit: Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Bekerja sama dengan Penerbit Metabook.

BAB I PENDAHULUAN. Bab I merupakan bagian pendahuluan dari penelitian. Pada bagian pendahuluan ini, akan

Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematika ISBN:

DAFTAR PUSTAKA. Asri Budiningsih, C Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

BAB V PEMBAHASAN. dokumentasi. Pada uraian ini peneliti akan ungkap dan paparkan mengenai hasil. penelitian yang telah dirumuskan sebagaimana berikut:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Desain Kurikulum dan Materi Pembelajaran

YANIK SULISTYANI SDN Ngletih Kec.Kandat Kab.Kediri

BAB I PENDAHULUAN. Skor Maksimal Internasional

KAJIAN KURIKULUM PENJAS

IMPLEMENTASI GURU SEJARAH DALAM MENERAPKAN KURIKULUM 2013 DI KELAS X DI SMA N 1 REMBANG TAHUN AJARAN 2014/2015

KOMPETENSI: WAWASAN KEPENDIDIKAN, AKADEMIK, DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU PADA EVALUASI IMPLEMENTASI KTSP DI SMK

PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 BAGI GURU SD DI KOTA SEMARANG

PROFIL ARTIKEL ILMIAH BUATAN GURU PADA PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI GURU-GURU DI SMP LAB SCHOOL SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas proses..., Hani Khotijah Susilowati, FISIP UI, Universitas Indonesia

PEMAHAMAN GURU TERHADAP MUATAN LOKAL PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (Studi Deskriptif pada SMP di Kabupaten OKU Timur)

MANAJEMEN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 2 TUGU KABUPATEN TRENGGALEK)

Bab I Pendahuluan. A. Latar Belakang

L. Marwan Kepala SMP Negeri 8 Mataram -

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Penerapan KTSP Sekolah Dasar di Wilayah Jakarta Timur. Sukiniarti

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN GURU SEKOLAH DASAR TENTANG PEMBELAJARAN TERPADU PADA KURIKULUM 2013 JURNAL. Oleh MARYENI ROCHMIYATI SASMIATI

KAJIAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL GURU BAHASA INDONESIA SMA NEGERI MAROS

PENGARUH SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMK NEGERI 4 PEKANBARU JURNAL

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KIMIA MELALUI PELATIHAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DI BANYUWANGI

Oleh: Haris Ali Murfi (A )

PERSIAPAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENYONGSONG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI

KENDALA IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode Eksperimen Di SD. OLEH ERMALINDA Abstrak

UNESA Journal of Chemical Education ISSN: Vol. 4, No.2, pp , May 2015

Keywords: cooperative learning, Two Stay Two Stray, learning outcomes.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

PENERAPAN MOTODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA

DAFTAR PUSTAKA. Abdillah Muhammad Bin Ismail, Imam Abi, Hadist Shokhih Bukhori juz 1, Semarang : Toha Putra, tt

Indonesian Journal of History Education

PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SMA

Konsep Pembelajaran Materi Perubahan Benda dengan Menggunakan Metode Penemuan Terbimbing

Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru

Unnes Physics Education Journal

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BAHASA INDONESIA BERSERTIFIKAT PENDIDIK DI SMP NEGERI KOTA BATU. Diajukan oleh Bambang Irawan NIM

HARLINA .

MATA KULIAH : Pendidikan Teknologi dan Kejuruan KODE MATA KULIAH : TKF 209

BAB I PENDAHULUAN. semuannya dirumuskan oleh Pemerintah. perencana tentang keberadaan pendidikan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Pendidikan Politik

PROSES PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA OLEH GURU YANG SUDAH DAN YANG BELUM DISERTIFIKASI DI SMA NEGERI 3 MUKOMUKO PROVINSI BENGKULU

KOMPETENSI PENDIDIK DALAM BIDANG PENILAIAN

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM 2013 (Studi Multi Situs di SDN Dinoyo 2 Malang dan SDN Madyopuro 1 Malang)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENERAPAN PRAKTEK PEMBELAJARAN BERMAKNA BERBASIS BETTER TEACHING LEARNING

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil penelitian Program Keahlian Tata Boga maka diperoleh

ANALISIS KONTEKS DALAM PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

IMPLEMENTASI KURIKULUM BARU TAHUN 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI (Studi Deskriptif Kualitatif pada SDN Cilengkrang)

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Datar dan Segi Banyak Melalui Pendekatan Quantum Learning

Penerapan Integrasi Model Pembelajaran Group Investigation (Gi) dan Inkuiri Terbimbing Berbasis Lesson Study

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E

PEMANTAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA GURU-GURU SMP LAB UNESA MELALUI LESSON STUDY

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA WAYANGMATIKA

Volume 7 Nomor 1 Juli 2017 P ISSN : E ISSN :

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

IMPLIKASI PELAKSANAAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI BAGI SEKOLAH/MADRASAH, SISWA, DAN ORANG TUA) *) Oleh: Anik Ghufron **)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. setiap tindakan yang dilakukan mulai dari siklus I, II dan III pada pembelajaran

Transkripsi:

Constraints experienced SD Maarif Jogosari in local content development in the curriculum consists of two things that are general or specific nature. Suggestions for school heads are advised always to motivate teachers to further explore and understand the concept of SBC and its implementation and is always a good cooperation between teachers, principals and school committees with clear division of tasks in developing and implementing SBC. Teachers are advised always to improve their competence. so it can be elaborated in learning activities. Keywords: development of local content, educational unit level curriculum, primary schools PENDAHULUAN Menurut Mulyasa (2002) ada tujuh hal yang perlu diperhatikan dalam mensukseskan kurikulum yaitu: 1) sosialisasi perubahan kurikulum, 2) lingkungan yang kondusif, 3) fasilitas dan sumber belajar, 4) disiplin peserta didik, 5) kemandirian kepala sekolah, 6) pola pikir (pemahaman) guru dan 7) pemberdayaan tenaga pendidikan di sekolah. Ketujuh hal tersebut sangat berpengaruh dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. Keberhasilan pengembangan KTSP dan implementasinya sangat ditentukan oleh guru dan kepala sekolah sebagai pelaksana langsung yang menerapkan dan mengaktualisasilkan kurikulum. Sementara itu, komite sekolah memberikan pertimbangan kepada sekolah tentang kondisi dan kebutuhan masyarakat di lingkungan sekolah. Pengertian kurikulum menurut Sarwiji Suwandi (2006) memberikan contoh batasan kurikulum pola lama dengan mengambil pengertian dari Webster s New International Dictionary (1953) sebagai berikut Curriculum is a specified course of study, as in a school or college, as one leading to degree artinya kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran tertentu yang harus dikuasai untuk mencapai suatu tingkat pendidikan. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mayer Committee dalam Roger Harris et all (1995) menyatakan bahwa istilah kompetensi memfokuskan perhatian pada hasil belajar, apa yang dapat dilakukan oleh pembelajar. Kompetensi tidak hanya keterampilan tetapi juga pengetahuan dan pengertian. Peranan Kurikulum menurut Oemar Hamalik (1990) berpendapat bahwa ada tiga peranan kurikulum yang dinilai sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Ketiga peranan tersebut adalah: 1) peranan konservatif, 2) peranan kritis atau evaluatif dan 3) peranan kreatif. Ketiga peranan ini sama pentingnya dan di antara ketiganya perlu dilaksanakan secara berkeseimbangan. Alexander English sebagaimana dikutip oleh Iskandar Wiryokusumo dan Usman Mulyadi (1988) mengemukakan fungsi kurikulum yang meliputi: 1) Fungsi penyesuaian (the adjustive adaptive), 2) 25

Fungsi pengintegrasian (the integrating function), 3) Fungsi pembedaan ( the differentiating function), 4) Fungsi persiapan (the prapaedetic function), 5) Fungsi pemilihan (the selective function), 6) Fungsi diagnostic (the diagnostic function). Hubungan kurikulum dengan pengajaran, Oliva (1982) berpendapat bahwa kurikulum adalah sebagai program, rencana, isi dan pengalaman belajar, sedangkan pengajaran merupakan metodologi, tindakan pembelajaran implementasi(pelaksanaan) dan presentasi (penyampaian). Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, harus efektif dan efisien. Jika sebuah kurikulum tidak memadai lagi maka kurikulum perlu disempurnakan (Nurhadi, 2004). Dalam pengembangan kurikulum harus diperhatikan dan dipertimbangkan faktorfaktor yang menjadi dasar dalam mengembangkan dan merencanakan kurikulum. Menurut Oemar Hamalik (1990) dasar-dasar pengembangan kurkulum meliputi: 1) falsafah dan tujuan kurikulum, 2) kemasyarakatan, 3) kebudayaan atau sosial kultural, 4) psikologi belajar, 5) pertumbuhan dan perkembangan siswa dan 6) organisasi kurikulum. Pengembangan kurikulum dalam pelaksanaan harus berpedoman pada prinsip-prinsip kurikulum. Menurut pendapat Olivia (1982) bahwa prinsipprinsip kurikulum dapat dipandang sebagai kebenaran yang menyeluruh (whole truths), kebenaran sebagian (partical truths) atau hipotesis (hypothesis). Lebih lanjut Oliva menjelaskan bahwa kebenaran menyeluruh adalah fakta yang nyata atau konsep yang dapat dibuktikan melalui percobaan atau diterima tanpa keraguan. Kebenaran sebagian didasarkan pada data yang terbatas dan bisa diterapkan untuk sejumlah situasi terbanyak, tetapi tidak dapat secara universal. METODE PENELITIAN Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang memiliki kekhususan dengan mengumpulkan data lebih banyak dan rinci tentang percakapan dan perilaku orang atau tempat tertentu yang tidak mudah diungkapkan dengan menggunakan prosedur statistik. Menurut Bogdan Taylor dalam Lexy J. Moloeng (2006) yang dimaksud penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan karya ilmiah dengan menggunakan atau meneliti data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati terhadap status kelompok manusia, suatu objek, atau suatu kelompok kebudayaan. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Maarif Jogosari Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Ada dua alasan mengenai pemilihan tempat penelitian ini yaitu: Sekolah Dasar Maarif Jogosari Pandaan, Kabupaten Pasuruan telah melaksanakan pengembangan KTSP dan akan diimplementasikan sampai sekarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, meneliti dokumen dan pedoman wawancara. Data-data dan informasi tersebut digali dari sumber-sumber data melalui: 1) nara sumber/informan, dan 2) dokumendokumen. Penjelasan mengenai sumbersumber data adalah sebagai berikut: 1) Informan atau narasumber adalah para pelaku yang terkait dalam pengembangan muatan local pada KTSP yaitu: Kepala Sekolah dan guru-guru Sebagai informan, 2) Dokumen-dokumen yaitu: instrumen evaluasi diri Sekolah Dasar, Data Base siswa, hasil-hasil KTSP yang telah disusun 26

beserta silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mulok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, maka teknik pengambilan sample yang digunakan adalah teknik cuplikan yang bersifat purposive sampling. Menurut Lexy J. Moloeng (2006) sample bertujuan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Rancangan sampel yang muncul,artinya sampel tidak dapat ditentukan sebelumnya; 2) Pemilihan sampel secara berurutan, artinya pemilihan satuan sampel sudah dijaring dan dianalisis sebelumnya untuk memperoleh informasi. Bila informasi yang dibutuhkan belum mencukupi atau terjadi kesenjangan, maka satuan sampel dapat dikembangkan; 3) Penyesuaian berkelanjutan dari sampel, artinya sampel dipilih atas dasar fokus penelitian; 4) Pemilihan sampel berakhir jika sudah terjadi pengulangan, maksudnya adalah jika sudah terjadi pengulangan informasi, penarikan sampel sudah harus dihentikan. Pendapat tersebut sejalan dengan H.B. Sutopo (2006) bahwa pilihan sample diarahkan pada sumber data yang dipandang memiliki data yang penting berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengembangan muatan local pada KTSP di Sekolah Dasar. Guru dan kepala sekolah SD Maarif Jogosari Pandaan Pasuruan telah mempunyai persepsi yang baik tentang pengembangan muatan local pada KTSP, namun pemahaman yang lebih mendalam perlu ditingkatkan lagi. Pelaksanaan Pengembangan muatan local pada KTSP di SD Maarif Jogosari. Kegiatan pengembangan silabus dan RPP yang telah dilaksanakan oleh SD Maarif Jogosari Pandaan Pasuruan ini telah sesuai dengan ketentuan yang ada dalam pedoman penyusunan KTSP, baik mekanisme penyusunannya maupun komponen-komponen dan penjabarannya. Faktor-faktor yang mendukung dalam pengembangan muatan local pada KTSP di SD Maarif Jogosari Kelebihan yang dimiliki sekolah, yaitu: Kelebihan yang dimiliki oleh SD Maarif Jogosari Pandaan Pasuruan dapat dikelompokkan dalam tiga hal yaitu dedikasi guru, kerjasama guru dan kepala sekolah serta sarana dan prasarana yang dimiliki. Dukungan dari masyarakat sekitar dan komite sekolah. Dukungan dan kerjasama antara sekolah, masyarakat sekitar ditunjukkan dengan keikutsertaan masyarakat dalam menjaga keamanan sekolah. Sikap yang ditunjukkan masyarakat ini sangat positif, masyarakat merasa ikut memiliki keberadaan sekolah. Dukungan dari Dinas Pendidikan. Koordinasi yang telah dilakukan oleh Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan maupun Dinas Pendidikan Kabupaten adalah dengan bentuk kegiatan: 1) sosialisai KTSP kepada para guru, kepala sekolah, dan komite sekolah, 2) memberi pembinaan dalam menyusun draft KTSP, 3) menyiapkan sumber-sumber referensi dan buku-buku pedoman pengembangan KTSP, 4) menggiatkan kegiatan KKKS dan KKG. Kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam pengembangan muatan lokal pada KTSP, yaitu: tidak semua guru di SD Maarif Jogosari Pandaan Pasuruan mengikuti sosialisasi KTSP, Kurangnya buku-buku pedoman pengembangan KTSP, Sarana dan prasarana berupa bukubuku pelajaran dan alat peraga terbatas. Upaya-upaya yang dilakukan oleh SD Maarif Jogosari Pandaan Pasuruan dalam mengatasi kendala-kendala dalam pengembangan KTSP antara lain: Guru mengikuti kegitan KKG yang diberikan oleh para pengawas, Guru-guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan S1/D4 untuk melanjutkan kuliah ke S1/D4, Kepala sekolah mengajak para guru untuk mempelajari dan memahami pedoman 27

dalam penyusunan KTSP, Meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, Komite sekolah diminta pertimbangan dan saran, Komite sekolah membantu dukungan dana dan pembiayaan untuk pengadaan sarana tersebut, termasuk pula perbaikan sarana sekolah yang sudah ada. KESIMPULAN DAN SARAN Guru dan kepala sekolah SD Maarif Jogosari Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan telah mempunyai persepsi yang baik tentang pengembangan muatan local pada KTSP di Sekolah Dasar. Pelaksanaan pengembangan muatan local pada KTSP di SD Maarif Jogosari Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan telah dilaksanakan sesuai mekanisme penyusunan KTSP. Faktor-faktor pendukung tersebut meliputi: Kelebihan yang dimiliki sekolah. Adapun kelebihan yang dimiliki sekolah antara lain: 1) dedikasi guru dan kepala sekolah yang tinggi ; 2) kerjasama antara guru dan kepala sekolah; 3) sarana dan prasarana fisik sekolah telah memenuhi standar pelayanan minimal SD. Dukungan dari masyarakat sekitar dan komite sekolah. Dukungan dan kerjasama antara sekolah dan masyarakat cukup mantap. Hal ini ditunjukkan dengan keikutsertaan masyarakat dalam menjaga keamanan sekolah. Dukungan dari Dinas Pendidikan, yaitu: 1) melaksanakan sosialisasi tentang KTSP yang diikuti guru, kepala sekolah dan komite sekolah, 2) membri pembinaan dan pendampingan dalam menyusun draf KTSP, 3) menyiapkan buku-buku pedoman pengembangan KTSP, 4) menggiatkan kegiatan KKG untuk mengembangkan silabus dan RPP, 5) mengakomodasikan kelancaran turunnya dana BOS, dana BOS buku dan dana APBD II. Kendala-kendala yang bersifat khusus dialami oleh SD Maarif Jogosari yaitu: a.tidak semua guru di SD Maarif Jogosari mengikuti sosialisasi KTSP, b. Kurangnya buku-buku pedoman KTSP, c. Sarana dan prasarana yang berupa buku-buku pelajaran dan alat peraga yang belum memadai, d. Minimnya saran dan pertimbangan komite sekolah tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang bersifat edukatif. Upaya yang dilakukan oleh Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pandaan adalah: a.melakukan pembinaan dan pendampingan kepada sekolah-sekolah sebagai tindak lanjut sosialisasi KTSP yang belum merata, b. Melakukan koordinasi dalam pengembangan KTSP sejak penyusunan draft sampai pengesahan KTSP, c.memberi motivasi kepada sekolah dan guru-guru untuk mengimplementasikan KTSP yang telah dikembangkan dengan memberdayakan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah secara maksimal, d. Mengakomodasi kelancaran turunnya dana BOS untuk mendukung penyelenggaraan KTSP, e. Menggandakan buku-buku pedoman penyusun KTSP untuk disebarluaskan pada sekolah-sekolah, f. Memberikan model-model silabus dan RPP kepada setiap sekolah sebagai acuan dalam mengembangkan silabus dan RPP, g. Pengawas memfasilitasi dan memantau kegiatan KKG dalam pengembangan silabus dan RPP. Upaya-upaya yang dilakukan oleh SD Maarif Jogosari untuk mengatasi kendalakendala dalam pengembangan KTSP adalah: a. Guru-guru melaksanakan kegiatan KKG untuk mengikuti pembinaan dan pelatihan pengembangan KTSP yang diberikan oleh pengawas TK/SD, b. Kepala sekolah memotivasi guru-guru untuk melanjutkan kuliah ke S1/D4 guna meningkatkan kompetensinya, c. Kepala sekolah mengajak para guru untuk mempelajari dan memahami pedoman penyusunan KTSP, d. Melengkapi sarana berupa buku-buku pelajaran dengan dana BOS buku secara bertahap. e. Komite 28

sekolah diminta pertimbangan dan saran tentang penyelenggaraan pendidikan, f. Meminta komite sekolah untuk membantu dukungan dana dan pembiayaan untuk pengadaan sarana dan prasarana. Bagi Kepala Sekolah. Kepala sekolah disarankan selalu memotivasi guru-guru untuk lebih mendalami dan memahami konsep KTSP dan implementasinya agar dapat memberikan pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan KTSP dalam pembelajaran sehari-hari. Bagi Guru. Guru-guru disarankan senantiasa meningkatkan kompetensinya dan lebih mendalami dan memahami konsep KTSP dan implementasinya. DAFTAR RUJUKAN Achasius Kaber. 1988. Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pengembangan LPTK. Asmadi Alsa. 2003. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Papayan. Ditjen Dikdasmen. 2003. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Ditjen Dikdasmen. Harris, Roger, at all. 1995. Competency Based Education and Training. Between a Rock and a Whirlpool. Adelaide: MacMillan Education Australia PTY.Ltd. Hilda Taba. 1962. Curriculum Development: Theory and Practice. New York: Harcourt, Brace. Jovanovich. Iskandar Wiryokusumo dan Usman Mulyadi. 1988. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Bina Aksara Johnson. 1981. Curriculum Planning for Better Teaching and Learning. New York: Hott, Rinehart and Winston. Lexy J. Moeleong. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Macdonald, James B. and Robert R. Leeper. 1965. Theories of Instruction. Alexandria. via: Association for Supervision and Curriculum Development. Masnur Muslich. 1994. Dasar-dasar Pemahaman Kurikulum 1994. Malang: YA3. Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: Rosda Karya. Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004. Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Gramedia. Oliva, Peter. F. 1982. Developing the Curriculum. Boston Toronto: Little Brown and Company. Oemar Hamalik. 1990. Pengembangan Kurikulum. Dasar-dasar dan Perkembangannya. Bandung: Mundur Maju. Sujoko. 2003. Perubahan Kurikulum dalam Pendidikan. Retorika Volume No.1. Surakarta: UNS Press. Sukmadinata. 2001. Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Tanner, Daniel and Laurel N. Tanner. 1980. Curriculum Development: Theory Into Practice. New York: Macmillan. Umaedi. 2001. Manajemen Berbasis Sekolah Untuk Sekolah Dasar. Jakarta:Dirjendikdasmen. 29