PENGKONDISIAN OPERAN & BELAJAR SOSIAL PENGKONDISIAN OPERAN Bentuk pembelajaran dimana konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas terjadinya perilaku. Reinforcement (Penguatan) meningkatkan kemungkinan bahwa perilaku akan terjadi Konsekuensi Punishment (Hukuman) menurunkan probabilitas bahwa perilaku akan terjadi
PRINSIP DASAR REINFORCEMENT Perilaku Konsekuensi reinforcement = reinforcer Perilaku sering merupakan respon operan, terutama dkontrol konsekuensi. Konsekuensi = stimuli yang mengikuti dan dihasilkan dari perilaku tertentu Hasilnya dapat memperkuat / meningkatkan perilaku TYPES OF REINFORCEMENT + memperkuat perilaku ketika respon diberikan mengarah pada perilaku tertentu. - memperkuat perilaku ketika respon dihilangkan Respon = positive reinforcer Respon = aversive stimulus
P O S I T I V E N E G A T I V E
CONTOH PRINSIP DASAR PUNISHMENT Perilaku Konsekuensi Punishment = punisher Pemberian stimulus yg dapat menurunkan terjadinya perilaku.
TYPES OF PUNISHMENT + Menurunkan terjadinya perilaku dengan menambahkan stimulus yang tidak menyenangkan. - Menurunkan terjadinya perilaku dengan mengambil stimulus yang menyenangkan. PERBANDINGAN REINFORCEMENT DG PUNISHMENT
PERBANDINGAN PENGKONDISIAN KLASIK & OPERANT BELAJAR LATEN & BELAJAR OBSERVASIONAL Tidak semua perilaku muncul akibat proses belajar yang diakibatkan konsekuensi tertentu. Fokus apa yang diperoleh merupakan pengetahuan dan bukan respons spesifik. Belajar Laten Belajar dimana suatu perilaku baru dikuasai, namun tidak didemonstrasikan hingga adanya pemberian penguatan. Belajar Observasional Belajar dengan mengobservasi perilaku orang lain (modelling)
BELAJAR LATEN Pembelajaran yang tidak tampil secara langsung namun pada saat yang tepat dapat muncul. Contoh : Anak kecil melihat orang tuanya mengencangkan sekrup, dan si anak tidak pernah melakukannya sendiri hingga ia berhasil melakukannya walaupun belum pernah sekalipun mencoba. Anak kecil mengamati ibunya membuat telur dadar, dan hingga saat remaja ia dapat membuat telur dadar sendiri. Intinya : pengetahuan yang dipelajari mengenai respon dan konsekuensinya sehingga menjadi kreatif dan fleksibel terhadap tujuan. PERHATIKAN VIDEO BERIKUT INI!
BELAJAR SOSIAL-KOGNITIF / PEMBELAJARAN OBSERVASIONAL Modelling Melibatkan penambahan / pengurangan tingkah laku yang teramati, menggeneralisir berbagai pengamatan sekaligus, dan melibatkan proses kognitif. Modelling Tingkah Laku Baru Memungkinkan perilaku baru terbentuk karena adanya kemampuan kognitif : mentransform apa yang dipelajari, menggabungkan dengan berbagai situasi TAHAPAN BELAJAR OBSERVASIONAL Atensi Retensi Reproduksi Motivasional Memberi perhatian terhadap model dengan cermat. Mengingat kembali perilaku yang ditampilkan model yang diamati. Mencoba menirukan / mempraktikkan perilaku yang dilakukan oleh model. Memliki motivasi untuk belajar dari model.
BELAJAR SOSIAL-KOGNITIF / PEMBELAJARAN OBSERVASIONAL Contoh : belajar menyetir motor, mobil, membuat makanan, tutorial hijab. Tidak semua model akan dipelajari individu, tergantung apakah model tsb memberikan hal yg positif atau negatif. Karena berbagai orang berbeda dalam persepsi dan keyakinan, mereka dapat memperoleh pelajaran yang berbeda dari kejadian atau situasi yang sama. Sebagai contoh, beberapa orang menjadi lebih agresif setelah dihadapkan pada gambar-gambar kekerasan di media, tetapi kebanyakan orang tidak. Lebih jauh, hubungan sebab dan akibat juga bekerja dalam arah yang sebaliknya: Orang-orang yang agresif cenderung memilih tayangan dan gambar-gambar yang berisikan kekerasan dan lebih cenderung terpengaruh oleh gambar-gambar ini dibandingkan orang lain.
TUGAS 1 : KELOMPOK TUGAS ANDA ADALAH : 1. Buatlah 6 kelompok besar dimana @ 2 kelompok mendapatkan salah satu tema berikut ini : a) Pengkondisian klasik : alya dkk, devinda dkk b) Pengkondisian operan : daniel dkk, larasati dkk c) Belajar Sosial : nadhifah, jihan dkk 2. Desainlah (yang berarti harus orisinal, dilarang untuk mendapatkan dari sumber2 buku, internet dll) sebuah kasus yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari kemudian analisislah dari tema yang kelompok anda dapatkan sebelumnya. 3. Kasus dan Analisis dipresentasikan pada Hari jumat, 27 Oktober 2017 dengan media PPT. 4. Waktu untuk presentasi adalah 10 menit + 5 menit untuk diskusi. 5. Media PPT dikumpulkan ke email : dita.lecture@gmail.com setelah presentasi.