BAB III PROFIL PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Eksistensi dan Perkembangan INTI ( ) Bandung (PT. INTI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Industri Telekomunikasi Indonesia resmi berdiri melalui peraturan

BAB I PENDAHULUAN. Sumber:

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan terhadap objek studi Sejarah Singkat Perusahaan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) disingkat PT. INTI

BAB I PENDAHULUAN. PT. INTI berdiri pada tanggal 30 Desember 1974, beralamat di jalan Moh. Toha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Industri Bidang Pos dan Telegomanias (LPPI-POSTEL), pada 30 Desember 1974

SISTEM INFORMASI SERAH TERIMA HASIL PRODUKSI BARANG PROYEK (STHP)

BAB IV HASIL PEMBAHASAN PENELITIAN. (BUMN) yang berada di bawah Pengelola Industri Telekomunikasi Strategis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN DI PT. INTI (Persero) BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan perusahaan dengan mengadakan berbagai cara yang tersusun dalam

LEMBAR PENGESAHAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA MELALUI WEB DI PT. INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA BANDUNG. Laporan Kerja Praktek

BAB I PENDAHULUAN. telekomunikasi. Kantor pusat PT. INTI berada di Jalan Moh. Toha No. 77

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. penyelenggara informasi dan telekomunikasi (InfoComm) serta penyedia jasa dan

2.1 Sejarah Singkat PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.34 Kep.

BAB I PROFIL PERUSAHAAN

BAB III PROFIL PERUSAHAAN. Sejarah Singkat Distro Filleto. maka pada tanggal 30 Juni 2007 berdirilah Filleto Industri pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum PT.INTI(Persero) Bandung

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB 4 PERENCANAAN STRATEGI SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI. permintaan terhadap produk juga meningkat.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sekilas Tentang PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. LAPI GANESHATAMA CONSULTING ( PT. LAPI GTC) berdiri

I. BAB I - PENDAHULUAN. Perusahaan Logistik X (PT. X ) adalah perusahaan yang bergerak dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. TelkomRisTI merupakan unit pendukung PT Telekomunikasi Indonesia yang

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan dalam era globalisasi semakin lama semakin ketat, ditambah

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 OBJEK PENELITIAN. kualitatif. Berdasarkan penelitian penulis, maka objek penelitian yang

BAB 3. PT Metrotech Jaya Komunika diumumkan.

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN, DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Studi Gambar 1.1 Logo Perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Rencana Bisnis Pendirian Perusahaan Baru (Corporate Business Plan)

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB III TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. 3.1 Sejarah Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero)

BAB II 2. GAMBARAN UMUM INSTANSI

BAB I PENDAHULUAN. tepat dalam mempertahankan keunggulan kompetitifnya (competitive advantage).

BAB I PENDAHULUAN. proses bisnis yang berjalan dalam sebuah perusahaan.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN. Sejarah TELKOM RisTI dimulai pada tahun 1979 yang ditandai dengan

1.1 Latar Belakang Masalah

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PADA PT SIERAD PRODUCE, TBK

BAB 4 RANCANGAN YANG DIUSULKAN. Berikut ini merupakan class diagram di mana menggambarkan hubungan antara

Sistem Informasi dan Pengendalian Internal. PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)

BAB II 2. GAMBARAN UMUM INSTANSI

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Perusahaan

SI, Organisasi, Manajemen

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Ign.F.Bayu Andoro.S, M.Kom

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan industri di Indonesia dewasa ini semakin banyak dan

BAB 3 ANALISIS KEADAAN PERUSAHAAN DAN MASALAH. Maxima Treasure Fund merupakan sebuah perusahaan yang didirikan pada

LAPORAN KERJA PRAKTIK MEMBUAT DATABASE MENGGUNAKAN DJANGO DI PT. INDUSTRI TELEKOMUNIKASI BANDUNG. Periode 16 Mei 24 Juni, 2016

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi saat ini, perkembangan perusahaan jasa dan

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. sistem yang sedang berjalan dalam perusahaan, menganalisis kebutuhan informasi,

BAB II GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI INFORMASI PLN

BAB I PENDAHULUAN. (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, 2016). Pangkalan data sebanyak 4399

SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

KERANGKA KENDALI MANAJEMEN (KENDALI UMUM)

BAB III OBYEK PENELITIAN. III.1 Profil Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN DAN KESUKSESAN PENERAPAN DARI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI PERUSAHAAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 IMPLEMENTASI DATA WAREHOUSE

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan laba atau menambah nilainya sendiri. Kualitas dari SDM akan sangat

BAB IV ANALISA FASE TOGAF ADM

LAPORAN KERJA PRAKTEK APLIKASI DWDM PADA SERAT OPTIK

BAB 3 ANALISIS BASIS DATA YANG BERJALAN

BAB 3 DESKRIPSI UMUM

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. bidang packaging, seperti membuat bungkusan dari suatu produk seperti, chiki,

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknologi Informasi saat ini akhirnya menjadi salah satu kebutuhan dan keseharian

BAB I PENDAHULUAN. Negara Indonesia telah memasuki era pasar bebas, dan dalam era pasar

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

PENILAIAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INSOURCING DAN OUTSOURCING

Gambar 1. 2 Struktur Organisasi Direktorat HCM Telkom Indonesia

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Metode 360 Degree Pada PDAM Surabaya. Dalam melakukan identifikasi dan

BAB I PENDAHULUAN. untuk berpacu dengan percepatan perubahan dalam dunia bisnis, sebagai

Aplikasi Sistem Informasi (1)

PT PUPUK ISKANDAR MUDA mengundang para profesional untuk menduduki posisi : 2. Staf Muda Manajemen Risiko Bidang Reliability Pabrik

Transkripsi:

BAB III PROFIL PERUSAHAAN 3.1 Tinjauan Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Singkat PT INTI Dari cikal bakal Laboratorium Penelitian & Pengembangan Industri Bidang Pos dan Telekomuniasi (LPPI-POSTEL), pada 30 Desember 1974 berdirilah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan misi untuk menjadi basis dan tulang punggung pembangunan Sistim Telekomunikasi Nasional (SISTELNAS). Seiring waktu dan berbagai dinamika yang harus diadaptasi, seperti perkembangan teknologi, regulasi, dan pasar, maka selama lebih dari 30 tahun berkiprah dalam bidang telekomunikasi, INTI telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan. 1. Era 1974 1984 Fasilitas produksi yang dimiliki INTI antara lain adalah : a. Pabrik Perakitan Telepon b. Pabrik Perakitan Transmisi c. Laboratorium Software Komunikasi Data d. Pabrik Konstruksi & Mekanik Kerjasama Teknologi yang pernah dilakukan pada era ini antara lain dengan Siemen, BTM, PRX, JRC, dan NEC. Pada era tersebut produk Pesawat Telepon Umum Koin (PTUK) INTI menjadi standar Perumtel (sekarang Telkom). 2. Era 1984 1994 Fasilitas produksi terbaru yang dimiliki INTI pada masa ini, di samping fasilitas-fasilitas yang sudah ada sebelumnya, antara lain adalah Pabrik Sentral Telepon Digital Indonesia (STDI) pertama 19

20 di Indonesia dengan teknologi produksi Trough Hole Technology (THT) dan Surface Mounting Technology (SMT). Kerjasama Teknologi yang pernah dilakukan pada era ini antara lain adalah : a. Bidang sentral (switching), dengan Siemens b. Bidang transmisi dengan Siemens, NEC, dan JRC c. Bidang CPE dengan Siemens, BTM, Tamura, Shapura, dan TatungTEL Pada era ini, INTI memiliki reputasi dan prestasi yang signifikan, yaitu : a. Menjadi pionir dalam proses digitalisasi sistem dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. b. Bersama Telkom telah berhasil dalam proyek otomatisasi telepon di hampir seluruh ibu kota kabupaten dan ibu kota kecamatan di seluruh wilayah Indonesia. 3. Era 1994 2000 Selama 20 tahun sejak berdiri, kegiatan utama INTI adalah murni manufaktur. Namun dengan adanya perubahan dan perkembangan kebutuhan teknologi, regulasi dan pasar, INTI mulai melakukan transisi ke bidang jasa engineering. Pada masa ini aktivitas manufaktur di bidang switching, transmisi, CPE dan mekanik-plastik masih dilakukan. Namun situasi pasar yang berubah, kompetisi yang makin ketat dan regulasi telekomunikasi yang makin terbuka menjadikan posisi INTI di pasar bergeser sehingga tidak lagi sebagai market leader. Kondisi ini mengharuskan INTI memiliki kemampuan sales force dan networking yang lebih baik. Kerjasama teknologi masih berlangsung dengan Siemens secara single-source.

21 4. Era 2000 2004 Pada era ini kerjasama teknologi tidak lagi bersifat single source, tetapi dilakukan secara multi source dengan beberapa perusahaan multinasional dari Eropa dan Asia. Aktivitas manufaktur tidak lagi ditangani sendiri oleh INTI, tetapi secara spin-off dengan mendirikan anak-anak perusahaan dan usaha patungan, seperti : a. Bidang CPE, dibentuk anak perusahaan bernama PT. INTI PISMA International yang bekerja sama dengan JITech International, bertempat di Cileungsi Bogor. b. Bidang mekanik dan plastik, dibentuk usaha patungan dengan PT PINDAD bernama PT. IPMS, berkedudukan di Bandung. c. Bidang-bidang switching, akses dan transmisi, dirintis kerja sama dengan beberapa perusahaan multinasional yang memiliki kapabilitas memadai dan adaptif terhadap kebutuhan pasar. Beberapa perusahan multinasional yang telah melakukan kerjasama pada era ini, antara lain : - SAGEM, di bidang transmisi dan selular - MOTOROLA, di bidang CDMA - ALCATEL, di bidang fixed & optical access network - Ericsson, di bidang akses - Hua Wei, di bidang switching & akses 5. Era 2005 sekarang Dari serangkaian tahapan restrukturisasi yang telah dilakukan, INTI kini memantapkan langkah transformasi mendasar dari kompetensi berbasis manufaktur ke engineering solution. Hal ini akan membentuk INTI menjadi semakin adaptif terhadap kemajuan teknologi dan karakteristik serta perilaku pasar. Dari pengalaman panjang INTI sebagai pendukung utama penyediaan infrastruktur telekomunikasi nasional dan dengan kompetensi sumberdaya manusia yang terus diarahkan sesuai proses transformasi tersebut, saat ini INTI bertekad untuk menjadi

22 mitra terpercaya di bidang penyediaan jasa profesional dan solusi total yang fokus pada Infocom System & Technology Integration(ISTI). 3.1.2 Sifat dan Cangkupan Bisnis Ruang lingkup bisnis PT INTI difokuskan pada penyediaan jasa dalam bidang informasi dan telekomunikasi atau infokom, yang terdiri dari : 1. Manajemen jaringan 2. Pengembangan piranti lunak dan piranti keras 3. Optimalisasi jaringan 4. Solusi teknologi informasi Selain itu, PT INTI juga melakukan penjualan produk software dan produk jasa multimedia. Sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar, PT INTI membagi kegiatan bisnisnya menjadi lima bidang kegiatan sebagai berikut : 1. Jaringan Telekomunikasi Tetap (JTT) 2. Jaringan Telekomunikasi Selular (JTS) 3. Jasa Integrasi Teknologi (JIT) 4. Jaringan Telekomunikasi Privat (JTP) 5. Outside Plant (OSP) 3.1.3 Visi, Misi dan Strategi Perusahaan Dalam menjalankan perusahaan kearah yang lebih maju maka diperlukanlah sebuah Visi dan Misi yang jelas agar kemajuan suatu perusahaan dapat tercapai, adapun visi dan misi PT INTI adalah sebagai berikut :

23 Visi PT INTI bertujuan menjadi pilihan pertama bagi pelanggan dalam mentransformasikan MIMPI menjadi REALITA (To be the Customer s first choice in transforming DREAMS into REALITY). Dalam hal ini, MIMPI diartikan sebagai keinginan atau cita-cita bersama antara PT INTI dan pelanggannya, bahkan seluruh stakeholder perusahaan. Misi Berdasarkan rumusan visi yang baru maka rumusan misi PT INTI terdiri dari tiga butir sebagai berikut : 1. Fokus bisnis tertuju pada kegiatan jasa engineering yang sesuai dengan spesifikasi dan permintaan konsumen. 2. Memaksimalkan value (nilai) perusahaan serta mengupayakan growth (pertumbuhan) yang berkesinambungan. 3. Berperan sebagai prime mover (penggerak utama) bangkitnya industri dalam negeri. Strategi Perusahaan Strategi PT INTI dalam periode 2006-2010 difokuskan pada bidang jasa pelayanan infokom dengan penekanan pada pengembangan Infocom System & Technology Integration (ISTI). Bisnis PT INTI dalam kurun waktu 2006-2010 akan dipusatkan untuk memenuhi kebutuhan customer yang berbadan hukum. Jadi sifat bisnis yang akan dikembangkan PT INTI adalah bersifat B to B dan kurang ke B to C. dengan demikian target utama pembeli atau pengguna produk/jasa PT INTI adalah operator-operator jasa layanan telekomunikasi, badan-badan pemerintah, khususnya bidang pertahanandan keamanan, dan perusahaan-perusahaan baik swasta maupun BUMN.

24 3.2 Struktur Organisasi Struktur organisasi perusahaan merupakan bangunan fungsi bagian-bagian manajemen yang tersusun dari suatu kesatuan hubungan yang menunjukan tingkatan fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam manajemen perusahaan. Penerapan struktur organisasi di lingkungan PT. INTI (Persero) berbentuk garis dan staf, dimana wewenang dari pimpinan dilimpahkan kepada satuan-satuan organisasi dibawahnya untuk semua bidang pekerjaan bantuan. Struktur organisasi PT INTI sebagai berikut : Direktur Utama President Director Direktur Keuangan Director of Finance Direktur SDM & Umum Director of Human Resources & General Affairs Direktur Pemasaran Director of Sales & Marketing Direktur Operasi & Teknik Director of Operations & Technology Pengembangan Bisnis Business Development Akuntansi Accounting Manajemen Sumber Daya Manusia Human Capital Management Account Group TELKOM Manajemen Proyek Project Management Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Keuangan Finance Umum General Affairs Account Group Indosat Operasi Operations Satuan Pengawas Intern Internal Auditor Sistem & Teknologi Informasi Information System & Technology Hukum & Kepatuhan Legal & Compliance Account Group Other Carriers Pengadaan & Logistik Procurement & Logistics Kelompok Ahli Direktorat Utama Kelompok Ahli Direktorat Keuangan Account Group Private Enterprises Produksi & Purna Jual Productions & After Sales Pengembangan Produk Product Development Sales Engineering Operasional Penjualan Sales Operations Kelompok Ahli Direktorat Operasi & Teknik Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT INTI

25 Manusia) Struktur Organisasi Divisi MSDM (Manajemen Sumber Daya Gambar 3.2 Struktur Organisasi Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia 3.3 Deskripsi Kerja 3.3.1 Uraian Tugas Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Secara Umum Divisi MSDM bertugas malakukan pemgembangan SDM bagi para staff yang berkerja pada PT.INTI. Karena PT.INTI merupakan perusahaan IT sehingga perlu melakukan Pelatihan- Pelatihan bagi karyawannya agar dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang pada nantinya akan berpengaruh besar pada Kemajuan Perusahaan. Tidak hanya itu Div.MSDM juga bertugas dan melayani Mahasiswa/ i dan Siswa/ i SMK yang ingin melakukan Riset dan Praktek Kerja.

26 3.3.2 Identitas Jabatan Table 3.1 Identitas Jabatan 1. Nama Jabatan : MANAJER BANG SIS SDM & ORG Kode Jabatan :K03010 000 2. Unit Organisasi Direktorat : ADMINISTRASI DAN KEUANGAN Layer : II Div./SBU/Unit : SEKPER DAN SDM Bagian : BANG SIS SDM & ORG Urusan : - 3. Atasan Langsung 4. Bawahan Langsung : KEPALA DIVISI SEKPER DAN SDM : 1. ASMAN BANG ORG 2. ASMAN BANG SIS SDM 3. ASMAN KUNG & LAK SIS SDM 4. AHLI MADYA BANGSIS SDM & ORG 5. AHLI MUDA BANGSIS SDM & ORG 3.3.3 Ikhtisar Jabatan Merencanakan, mengorganisasikan dan mengendalikan Bagian Pengembangan Sistem SDM & Organisasi yang terdiri dari fungsi pengelolaan Pengembangan Organisasi,Pengembangan Sistem SDM dan Pendukung Pelaksanaan Sistem SDM serta menyusun dan mengusulkan rencana kegiatan, program kerja, anggaran biaya dan investasi (RKAP) unitnya sebagai pedoman kegiatan operasional. 3.3.4 Uraian Tugas 1. Merencanakan, mengorganisasikan, dan mengendalikan Bagian Pengembangan Sistem SDM & Organisasi.

27 2. Menyusun dan mengusulkan rencana kegiatan, program kerja, anggaran biaya dan investasi sebagai pedoman kegiatan Bagian Pengembangan Sistem SDM & Organisasi. 3. Dibantu oleh para Asisten Manajer melakukan penyusunan Rencana Jangka Panjang dan Jangka Pendek. 4. Analisa / Evaluasi & Perancangan Uraian Jabatan (Job Description). 5. Analisa Efektifitas Organisasi & Pengembangan Organisasi 6. Pembentukan & Pengelolaan Expert Panel 7. Penyusunan & Penyempurnaan Direktori Kompetensi 8. Penyusunan & Perbaikan Proses Bisnis / Fungsi dan Standar KPInya (Direktori KPI). 9. Penyusunan Sistem / Konsep Expert Panel 10. Perancangan Struktur Oragnisasi & Penyusunan serta Perbaikan SK.KN Organisasi. 11. Bekerjasama dengan unit-unit di lingkungan perusahaan dalam melaksanakan fungsi-fungsinya serta memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam bidang SDM. 12. Melaksanakan tugas-tugas khusus atau tambahan yang diberikan oleh atasannya. 13. Menyampaikan laporan kemajuan pencapaian program kerja dan laporan lain yang dibutuhkan kepada Atasannya. 14. Membina dan mengembangkan kompetenasi karyawan di unitnya. 15. Sebagai agency fungsi SIM di unitnya. 16. Menginventarisir permasalahan SIM di unitnya dan menyampaikannya ke unit fungsi SIM PUSBISPRO, sebagai pengelola SIM Korporasi baik langsung maupun melalui Forum Komunikasi Pengelola SIM. 17. Secara aktif mengikuti pembahasan di Forum Komunikasi Pengelola SIM dengan memberikan alternative solusi dan dalam

28 sosialisasi / implementasi 1. sistem informasi di unit organisasinya dan melalui Forum Komunikasi Pengelola SIM. 3.3.5 Hubungan Kerja 1. Dengan Unit-unit internal Sekretariat dan SDM yang berkaitan dengan bidang Sumber Daya Manusia. 2. Dengan Unit-unit di lingkungan PT INTI yang ada kaitannya dengan bidang Sumber Daya Manusia. 3. Dengan pihak lain di luar Perusahaan yang berkaitan dengan bidang Sumber Daya Manusia. 3.3.6 Tanggung Jawab 1. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan di unitnya dan pencapaian kinerja unitnya. 2. Bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM di unitnya. 3. Bertanggung jawab atas penerbitan laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan bidang administrasi perusahaan kepada atasan. 4. Memonitor perkembangan dan implementasi dari Master Plan SIM INTI ke dalam Master Design (Integrated Design) dan Action Plan Pengembangan SIM. 5. Melakukan integrasi implementasi Proyek Pengembangan SIM antar unit. 6. Bertanggung jawab atas penyampaian permasalahan di fungsi SIM (Level 1 atau 2) ke unit fungsi SIM (Level 0) baik langsung maupun melalui Forum Komunikasi Pengelola SDM. 3.3.7 Wewenang 1. Mengalokasikan sumber daya dalam rangka pelaksanaan kegiatan bidang Sumber Daya Manusia.

29 2. Menandatangani dokumen - dokumen kegiatan bidang SDM sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. Memberikan penghargaan & hukuman dan mengusulkan promosi, mutasi, demosi terhadap karyawan di unitnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.4 Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem yang sedang berjalan merupakan kegiatan mempelajari interaksi sistem yang terdiri atas pelaku proses dalam sistem, prosedur dan data serta informasi yang terkait. Tujuan dari analisa sistem yang sedang berjalan adalah : a. Menelusuri bagaimana sistem yang sedang berjalan, dengan memperhatikan proses, flow map sistem yang berjalan, diagram kontek sistem yang berjalan, dan data flow diagram yang sedang berjalan. b. Mengevaluasi sistem sehingga dapat mendukung dan meningkatkan kinerja sistem informasi yang akan dikembangkan. c. Mendapatkan kemungkinan pengembangan sistem yaitu proses dan subproses yang dapat dimodifikasi kearah yang lebih baik atau akan lebih dimudahkan dengan sistem yang terotomatisasi. 3.4.1 Overview Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diketahui bahwa proses pengajuan permintaan uang muka intern masih dibuat dengan menggunakan Ms.Word dan Ms.Excel sehingga sering sekali terjadi permasalahan didalam proses pengolahan data pengajuan permintaan uang muka intern, adapun permasalahan yang diakibatkan dari sistem tersebut, diantaranya : a. Proses pengolahan data pengajuan permintaan uang muka intern masih kurang efisien karena masih menggunakan Ms.Word dan Ms.Excel. b. Masih banyak sekali terjadi kesalahan-kesalahan dalam pengolahan data pengajuan permintaan uang muka intern.

30 c. Terjadinya keterlambatan ataupun penundaan dalam pembuatan laporan. 3.4.2 Fungsional Requirement Fungsional requirement adalah suatu requirement yang menyatakan perilaku yang harus ada pada sistem. a. Sebelum masuk kedalam sistem operasi harus memasukan usename dan password terlebih dulu. b. User mengklik menu Star > All Programs > Microsoft Office. c. User akan mendapatkan menu pilihan Ms.Office untuk seorang user, menu pilihan yang akan diperoleh yaitu : 1. Ms.Acces 2. Ms.Word 3. Ms.Excel 4. Ms.Visio 5. Ms.Power Point 6. Ms.Publisher 7. Ms.OneNote 8. Ms.Outlook 3.4.3 Fungsional Non Requirement Fungsional non requirement adalah restriction atau batasan yang harus ada pada sistem dan bagaimana dalam membentuk sistem tersebut. a. Pada administrator 1. Mampu melakukan pembuatan dokumen baru 2. Mampu melakukan editing property dokumen 3. Mampu melakukan, melihat data statistik dokumen b. Spesifikasi yang digunakan oleh sistem yang ada yaitu : 1. Processor Core 2 Duo 4500 2. DDR II 1Gb/5300 kingston 3. HDD 160 gb Seagate sata

31 4. DVD ASUS light scribe 5. LCD Samsung 6. Keyboard+ Mouse Optik Berdasarkan spesifiksi di atas, maka perlu adanya perubahan dalam perangkat lunak (software). Untuk mempermudah dalam proses penginputan, monitoring, dan penyimpanan.