Traction Control pada Parallel Hybrid Electric Vehicle dengan Metode Generalized Predictive Control

dokumen-dokumen yang mirip
Traction Control pada Parallel Hybrid Electric Vehicle (HEV) dengan Menggunakan Metode Kontrol Neuro-Fuzzy Prediktif

Desain dan Implementasi Kontroler Sliding Mode untuk Pengaturan Akselerasi pada Simulator Hybrid Electric Vehicle

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) E-13

Pengaturan Kecepatan pada Simulator Parallel Hybrid Electric Vehicle Menggunakan Metode PID Linear Quadratic Regulator

Pengaturan Akselarasi di Simulator Parallel Hybrid Electric Vehicle Menggunakan Metode ANFIS

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM. Gambar 3. 1 Diagram Blok Sistem Kecepatan Motor DC

DESAIN KONTROL PID UNTUK MENGATUR KECEPATAN MOTOR DC PADA ELECTRICAL CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (ECVT)

Simulasi Control System Design dengan Scilab dan Scicos

Perancangan dan Implementasi Kontroler PID untuk Pengaturan Autonomous Car-Following Car

Pengendali Temperatur Fluida Pada Heat Exchanger Dengan Menggunakan Algoritma Model Predictive Control (MPC)

Desain dan Implementasi Model Reference Adaptive Control untuk Pengaturan Tracking Optimal Posisi Motor DC

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

Kendali Perancangan Kontroler PID dengan Metode Root Locus Mencari PD Kontroler Mencari PI dan PID kontroler...

Kontrol Fuzzy Takagi-Sugeno Berbasis Sistem Servo Tipe 1 Untuk Sistem Pendulum Kereta

DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONTROLER OPTIMAL BERBASIS NEURO FUZZY UNTUK PENGENDALIAN SIMULATOR HYBRID ELECTRIC VEHICLE

PENGENDALI TEMPERATUR FLUIDA PADA HEAT EXCHANGER DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA MODEL PREDICTIVE CONTROL (MPC)

PENGENDALI TEMPERATUR FLUIDA PADA HEAT EXCHANGER DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN PREDIKTIF

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1

Rancang Bangun Sistem Kontrol Level dan Pressure Steam Generator pada Simulator Mixing Process di Workshop Instrumentasi

DISAIN KOMPENSATOR UNTUK PLANT MOTOR DC ORDE SATU

PERANCANGAN KONTROLER KASKADE FUZZY UNTUK PENGATURAN TEKANAN PADA PRESSURE CONTROL TRAINER

ANALISA SISTEM KENDALI FUZZY PADA CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT) DENGAN DUA PENGGERAK PUSH BELT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA CVT

Perancangan dan Simulasi MRAC PID Control untuk Proses Pengendalian Temperatur pada Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR)

DAFTAR ISI. Lembar Persetujun Lembar Pernyataan Orsinilitas Abstrak Abstract Kata Pengantar Daftar Isi

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI KECEPATAN KURSI RODA LISTRIK BERBASIS DISTURBANCE OBSERVER

Perancangan Dan Implementasi Sistem Pengaturan Kecepatan Motor Bldc Menggunakan Kontroler Pi Berbasiskan Neural-Fuzzy Hibrida Adaptif

Dosen Pembimbing : Hendro Nurhadi, Dipl. Ing. Ph.D. Oleh : Bagus AR

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

PERANCANGAN KONTROLER PI ANTI-WINDUP BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 PADA KONTROL KECEPATAN MOTOR DC

Bab IV Pengujian dan Analisis

Desain dan Implementasi Kontroler PID Gain Scheduling untuk Sistem Pengaturan Proses Level pada Process Control Technology - 100

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PEMBAKARAN PADA DUCTBURNER WASTE HEAT BOILER (WHB) BERBASIS LOGIC SOLVER

4. BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. pengujian simulasi open loop juga digunakan untuk mengamati respon motor DC

PENGENDALIAN PROSES EVAPORASI PADA PABRIK UREA MENGGUNAKAN KENDALI JARINGAN SARAF TIRUAN

Perancangan dan Implementasi Pengaturan Kecepatan Motor Tiga Fasa pada Mesin Sentrifugal dengan Menggunakan Metode Linear Quadratic Tracking (LQT)

Analisis Performansi Pengendali pada Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Metode Harriot Dengan Pengendali Hybrid SMC dan PID

BAB III DINAMIKA PROSES

RANCANG BANGUN SELF TUNING PID KONTROL PH DENGAN METODE PENCARIAN AKAR PERSAMAAN KARAKTERISTIK

PERANCANGAN KONTROLER PI ANTI-WINDUP BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 PADA KONTROL KECEPATAN MOTOR DC

UJI PERFORMANSI PADA SISTEM KONTROL LEVEL AIR DENGAN VARIASI BEBAN MENGGUNAKAN KONTROLER PID

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) B-58

TUGAS AKHIR RESUME PID. Oleh: Nanda Perdana Putra MN / 2010 Teknik Elektro Industri Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang

BAB 4 PENGUJIAN DAN ANALISA. 4.1 Pengujian Fungsi Alih Tegangan (Duty Cycle) terhadap Motor

Rancang Bangun Self Tuning PID Kontrol ph Dengan Metode Pencarian Akar Persamaan Karakteristik

SISTEM KENDALI POSISI MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam

SIMULATOR RESPON SISTEM UNTUK MENENTUKAN KONSTANTA KONTROLER PID PADA MEKANISME PENGENDALIAN TEKANAN

Proceeding Tugas Akhir-Januari

KONTROL TRACKING FUZZY UNTUK SISTEM PENDULUM KERETA MENGGUNAKAN PENDEKATAN LINEAR MATRIX INEQUALITIES

IMPLEMENTASI MODEL REFERENCE ADAPTIVE SYSTEMS (MRAS) UNTUK KESTABILAN PADA ROTARY INVERTED PENDULUM

SISTEM PENGATURAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PROPOTIONAL IINTEGRAL DEREVATIVE (PID) KONTROLER

Respons Sistem dalam Domain Waktu. Dasar Sistem Kontrol, Kuliah 4

Desain Kontroler Fuzzy untuk Sistem Gantry Crane

Kata kunci : mikrokontroler atmega 8535, sistem pengaturan posisi motor dc, kontroler PID, II.DASAR TEORI

Identifikasi Self Tuning PID Kontroler Metode Backward Rectangular Pada Motor DC

Pengaturan Kecepatan pada Motor DC Shunt Menggunakan Successive Sliding Mode Control

M.FADHILLAH RIFKI ( ) Pembimbing: Dr.Ir. Bambang Sampurno, MT

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) A-140

Perancangan Pengendali Proportional-Integral Anti-Windup (Pi-Aw) pada Simulator Mobil Listrik untuk Kendali Kecepatan dan Torsi

ANALISIS DOMAIN WAKTU SISTEM KENDALI

BAB III PERANCANGAN ALAT

Perancangan Sistem Pengendalian Suhu Kumbung Jamur dengan Logika Fuzzy

Kesalahan Tunak (Steady state error) Dasar Sistem Kontrol, Kuliah 6

Kontrol Fuzzy Takagi-Sugeno Berbasis Sistem Servo Tipe 1 untuk Sistem Pendulum-Kereta

ABSTRAK. Inverted Pendulum, Proporsional Integral Derivative, Simulink Matlab. Kata kunci:

IMPLEMENTASI SENSOR KAPASITIF DALAM SISTEM KONTROL KADAR ETANOL

ANALISIS PENGOPERASIAN SPEED DROOP GOVERNOR SEBAGAI PENGATURAN FREKUENSI PADA SISTEM KELISTRIKAN PLTU GRESIK

KONTROL TORSI MOTOR DC BRUSHLESS PENGGERAK HYBRID ELECTRIC VEHICLE MENGGUNAKAN PREDICTIVE DIRECT TORQUE CONTROL

KONTROL PROPORSIONAL INTEGRAL DERIVATIF (PID) UNTUK MOTOR DC MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI. III, aspek keseluruhan dimulai dari Bab I hingga Bab III, maka dapat ditarik

Kontrol Tracking Fuzzy Menggunakan Model Following untuk Sistem Pendulum Kereta

BAB II LANDASAN TEORI

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. MATERI Sensor dan Tranduser

SENSOR DAN TRANDUSER. Aktuator C(s) Sensor / Tranduser

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-7 1

PERANCANGAN REMOTE TERMINAL UNIT (RTU) PADA SIMULATOR PLANT TURBIN DAN GENERATOR UNTUK PENGENDALIAN FREKUENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID

pengendali Konvensional Time invariant P Proportional Kp

Analisa Kestabilan Sistem dalam Penelitian ini di lakukan dengan dua Metode Yaitu:

QUALITY OF SERVICE PID PREDIKTIF PADA NETWORKED CONTROL SYSTEM DENGAN VARIABEL WAKTU TUNDA DAN KEGAGALAN PENGIRIMAN DATA MONDA PERDANA

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KONTROLER PID ADAPTIF PADA PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA

Sistem Pengaturan Kecepatan Stasioner Mesin Bensin Menggunakan Kontroler PID

JURUSAN TEKNIK FISIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI HALAMAN PERSEMBAHAN MOTTO ABSTRAK

IMPLEMENTASI KONTROL RPM UNTUK MENGHASILKAN PERUBAHAN RASIO SECARA OTOMATIS PADA ELECTRICAL CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (ECVT)

Oleh : Dia Putranto Harmay Dosen Pembimbing : Ir. Witantyo, M.Eng. Sc

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN:

DESAIN KONTROLER FUZZY UNTUK SISTEM GANTRY CRANE

Kontrol PID Pada Miniatur Plant Crane

SISTEM PENGATURAN BERJARINGAN : DESAIN DAN IMPLEMENTASI SLIDING MODE CONTROL PADA PRESSURE PROCESS RIG

PERANCANGAN MODEL PREDICTIVE TORQUE CONTROL (MPTC) UNTUK PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 PHASA DENGAN ROBUST STATOR FLUX OBSERVER

Kontrol Tracking Fuzzy untuk Sistem Pendulum Kereta Menggunakan Pendekatan Linear Matrix Inequalities

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

IMPLEMENTASI KONTROL PID PADA PERGERAKAN LARAS MORTIR 81MM SESUAI DENGAN HASIL PERHITUNGAN KOREKSI TEMBAKAN

IDENTIFIKASI PARAMETER SISTEM PADA PLANT ORDE DENGAN METODE GRADIENT

peralatan-peralatan industri maupun rumah tangga seperti pada fan, blower, pumps,

BAB 2 LANDASAN TEORI

Moh. Khairudin, PhD. Lab. Kendali T. Elektro UNY. Bab 8 1

Transkripsi:

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (214) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) E-19 Traction Control pada Parallel Hybrid Electric Vehicle dengan Metode Generalized Predictive Control Ilmiyah Elrosa C.R., Rusdhianto Effendi A.K., dan Eka Iskandar Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 6111 E-mail: rusdhi@elect-eng.its.ac.id, iskandar@elect-eng.its.ac.id Abstrak Dalam Hybrid Electric Vehicle, terutama pada Parallel Hybrid Electric Vehicle (P) terdapat suatu masalah, yaitu lambatnya respon Internal Combustion Engine () apabila terjadi peningkatan kecapatan. Saat keadaan akselerasi membutuhkan bantuan dari motor listrik. Karena jika tidak ada bantuan dari motor listrik dan terjadi secara terus menerus dapat mengurangi kinerja dari. Oleh karena itu dibutuhkan pengaturan traksi motor listrik untuk membantu dalam mencapai tingkat akselerasi yang diinginkan. Pada Tugas Akhir ini digunakan metode Generalized Predictive Control untuk mengatasi masalah kenaikan kecepatan. Dengan metode ini yang memanfaatkan informasi masa depan, dapat menghasilkan respon yang mendekati. Dengan itu dapat membantu dalam menanggung beban yang diberikan. Berdasarkan hasil pengujian sistem pengaturan dengan metode GPC dapat memperbaiki respon yaitu peningkatan rise time dari,624s ke,35s, hal ini membuktikan bahwa kontroler GPC cocok untuk meningkatkan akselerasi. Gambar 1 Bentuk Fisik Simulator Input (autotrafo) Input (pedal) Prediktor model Model referensi referensi Rem elektromagnetik - + + Output Kata Kunci Generalized Predictive Control, Parallel Hybrid Electric Vehicle, Traction Control. + - Kontroler GPC Output Motor DC Driver aktuator Motor DC I. PENDAHULUAN ALAM kehidupan nyata, terdapat berbagai macam D masalah yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan. Salah satu masalah tersebut adalah masalah transportasi. Semakin meningkatnya jumlah alat transportasi mengakibatkan peningkatan tingkat emisi gas yang diakibatkan oleh asap asap kendaraan bermotor. Hal ini mengakibatkan memburuknya iklim di dunia (global warming). Ditambah lagi dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tergolong sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga jika digunakan secara terus menerus akan terjadi kelangkaan.. Kendaraan listrik mucul untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Keunggulan kendaraan ini yaitu tidak mengeluarkan emisi karbon, tidak menggunakan BBM, dan tidak bising. Kelemahan kendaraan ini yaitu rendahnya kapasitas baterai, sehingga membuat waktu berkendara rendah dan membutuhkan waktu pengisian yang lama. Salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan diatas adalah dengan menggunakan kendaraan hybrid (Hybrid Electric Vehicle). Kendaraan hybrid merupakan kendaraan yang bekerja dengan menggunakan dua jenis penggerak. Pada umumnya penggerak yang digunakan adalah Internal Prediktor Output observer tachogenerator Gambar 2 Diagram Blok Sistem Combustion Engine () dan motor listrik. Motor listrik didesain untuk membantu motor bakar pada keadaan transien dan membatu beroperasi lebih konstan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bakan bakar dan rendah emisi. Dalam penggunaannya, kendaraan tidak terlepas dari adanya kenaikan atau penurunan kecepatan. Oleh karena itu dibutahkan pengaturan traksi untuk mengatasi kenaikan kecepatan. Ketika kecepatan dinaikkan akan meningkatkan kinerjanya sehingga untuk menstabilkan kinerja motor listrik aktif untuk membantu motor bakar mencapai kecepatan yang diinginkan. Metode GPC akan digunakan untuk pengaturan traksi dalam penelitian ini, metode ini digunakan untuk memprediksi adanya error sehingga dapat menghasilkan sinyal kontrol yang sesuai. Selain itu metode ini berguna untuk menjaga kestabilan motor bakar dalam mencapai kecepatan yang diinginkan.

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (214) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) E-2 Gambar 3. Penarikan garis pada Metode Strejc II. PENGENALAN PLANT DAN METODE KONTROL A. Simulator [1][2] Simulator menggunakan penggerak yang terdiri dari dan motor DC. Bentuk fisik simulator ditunjukkan pada Gambar 1. digunakan sebagai penggerak utama dan motor DC digunakan untuk membantu dalam meningkatkan torsi kendaraan. Selain itu digunakan rem elektromagnetik untuk memberikan efek pembebanan. Pembebanan ini digunakan untuk menguji pengaruh motor DC dalam membantu meningkatkan akselerasi. Diagram blok sistem ditunjukkan pada Gambar 2. B. Identifikasi Strejc [3] Metode Strejc merupakan metode untuk identifikasi plant dengan cara menarik garis singgung pada titik belok respon step plant dalam domain waktu. Penarikan garis ini ditunjukkan pada Gambar 3. Pada metode strejc penarikan garis berdasar pada titik belok (inflection point) dari grafik respons. Dengan ini didapatkan nilai Tu dan T N. T u merupakan waktu tunda sistem dan T N merupakan waktu saat respons melewati waktu tunda hingga mencapai batas penarikan garis terhadap titik belok respons. Nilai Tu dan T N ini berpengaruh terhadap orde pant dan untuk memodelkan respon plant berdasarkan tabel Strejc. Dengan diketahui nilai T u dan T N, maka dapat dicari nilai τ, τ = T U (1) T N Untuk τ sistem didekati dengan orde ke n dengan persamaan G ST2 (s) = K (2) (τ ST s + 1) n Berdasarkan nilai τ dapat ditentukan nilai y t bedasarkan nilai yang ada pada Tabel 2. Dengan nilai y t, maka nilai t i dapat ditemukan degan melihat respon sistem. Jika nilai t i sudah diketahui maka dapat ditemukan nilai τ ST. τ ST = t (3) i n 1 C. Generalized Predictive Control (GPC)[4][5] GPC yang telah diperkenalkan oleh Clarke et al [4] telah banyak digunakan pada proses dalam industri. Hal ini disebabkan kerena kemampuan pengaturan yang stabil untuk sistem dengan parameter, dead time, dan orde model yang berubah ubah. Tabel 1. Parameter identifikasi Metode Strejc n τ y t 2.14.264 3.218.327 4.319.359 5.41.371 6.493.384 7.57.394 8.642.41 9.79.47 1.773.413 Ketika memperhatikan titik operasi, plant non linier umumnya menggunakan model linier pada daerah tertentu. Salah satu permodelan yang umum digunakan adalah model CARMA (Controlled Auto-Regresive Moving Average), A(q 1 ) = B(q 1 )u(t 1) + C(q 1 )ξ(t) (4) dengan u(t) input kontrol, y(t) variabel yang terukur atau output, dan ξ (t) gangguan. Dimana A dan B adalah polinomial A(q 1 ) = 1 + a 1 q 1 + + a na q na B(q 1 ) = b + b 1 q 1 + + b nb q nb C(q 1 ) = 1 + c 1 q 1 + + c nc q nc Sinyal output prediksi y (k + d + 1 + n c ) dituliskan sebagai penjumlahan dari free response dan force response. y = y force + y free (5) Free Response merupakan respon hasil pengaruh dari input lampau,output yang akan datang dengan asumsi aksi kontrol dari waktu saat ini. Force response merupakan respon hasil pengaruh input saat ini dan yang akan datang terhadap output yang akan datang. Persamaan force response adalah sebagai berikut : y force (k + d + 1 + n c k) = B(q 1 ) A(q 1 ) u(k + 1 + n c k) y force (k + d + 1) = G(q 1 )u(k + 1 + n c k) (6) atau y force = Gu f di mana u f = [u(k k), u(k + 1 k),, u(k + n c2 1 k)] T, G(q 1 ) adalah fungsi alih pulsa dari proses tanpa dead time fisik. Variabel manipulasi untuk saat ini dan akan datang disebut u(k + i), i didesain dengan waktu diskrit, dan bisa ditulis u(k + i k). Untuk lebih mudahnya penulisan u(k + i k) hanya ditulis u(k + i). G merupakan koefisien respon unit step g n c1 +1 g nc1 g nc1 n u +2 g nc1 +2 g nc1 +1 g nc1 n G = u +1 g nc2 +1 g nc1 g nc2 n +2 u Berdasarkan strategi receding horizon hanya input pertama

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (214) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) E-21 11 1 12 1 9 8 8 kecepatan(rpm 7 6 5 4 Kecepatan (rpm) 6 4 3 2 Set Point 1 Respon Pemodelan Respon Pengukuran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Gambar 4. Hasil Identifikasi dan Pemodelan Beban Nominal u(k) digunakan dan dihitung dan diulang ke langkah kontrol selanjutnya, u(k) = [1,,,][G T G + λ u I] 1 G T (y r (7) y free ) dimana vektor [1,,,] memilliki n u 1 nilai nol. III. IDENTIFIKASI DAN PERANCANGAN KONTROLER A. Identfikasi Plant Identifikasi pada dan motor DC dilakukan pada sistem open loop dengan identifikasi statis, yaitu dengan memberikan input berupa sinyal step. Pada, sinyal step berupa injakan pedal yang langsung diarahkan kebatas maksimum pedal. Sedangkan pada motor DC dilakukan secara manual dengan memutar autotrafo. Pengambilan data ini dilakukan dengan menghubungkan tachogenerator dengan arduino yang telah terhubung ke software Simulink MATLAB. B. Identifikasi Dalam perancangan kontroler, dilakukan identifikasi plant pada saat beban nominal. Permodelan dengan beban nominal dilakukan memberikan beban berupa rem elektromagnetik yang diberikan tegangan 6V. Grafik respon dengan beban nominal dapat dilihat pada Gambar 4. Dari grafik tersebut ditemukan parameter permodelan Strejc seperti berikut : nilai K didapatkan dari K = Y ss = 914 X ss 914 = 1 Selanjutnya dicari nilai T U dan T N yang didapatkan dengan menarik garis miring yang memotong titik belok respon saat transien. dari nilai T U dan T N didapatkan nilai τ. τ = T U =,6133 T N,5843 =,149 Setelah nilai τ diketahui, dengan melihat Tabel 1., maka ditemukan nilai y i. Nilai tersebut kemudian dikalikan dengan nilai Y ss, dan ditemukan suatu nilai. y i =,264(914) = 241,296 Dengan melihat grafik respon sistem yang ditunjukkan pada Gambar 4, maka ditemukan t i saat y i 2 Set Point Respon Pengukuran Respon Pengukuran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Waktu (s) Gambar 5 Respon Kecepatan Motor DC t i =,1848 Kemudian dengan menggunakan persamaan 3, didapatkan nilai τ ST τ ST =,1848 Dari perhitungan di atas didapatkan fungsi alih dengan beban nominal sebagai berikut. 1 (,1848s + 1) 2 C. Identifikasi Motor DC Proses identifikasi motor DC melalui tahapan yang hampir sama dengan motor bakar. Motor DC diberikan tegangan 75V dc dari autotrafo. Grafik respon motor DC ditampilkan pada Gambar 5. Dari gambar tersebut terlihat bahwa terdapat overshoot pada respon sistem, sehingga dengan respon demikian permodelan Strejc tidak bisa dilakukan. Oleh karena itu dilakukan permodelan dengan pendekatan analitik sebagai gambar 5. Menentukan besar overshoot maksimum (persen) dengan dengan nilai c(t p ) = 1126, dan, c( ) = 19 M p = c(t p) c( ) 1%=5,5% c( ) Selanjutnya adalah mencari nilai ω d yang merupakan frekuensi alami teredam dengan persamaan berikut ω d = π = 3,14 t p 1,287 = 2,44 Untuk menemukan nilai koefisien peredaman (ξ), digunakan persamaan: M p = e (ξ/ 1 ξ2 )π =,678 Setelah mendapatkan nilai ξ, maka dapat ditemukan nilai ω n dengan persamaan : ω d = ω n 1 ξ 2 ω n = 3,318 Respon sistem menunjukkan bahwa sistem tergolong redaman kurang atau under damped (< ξ <1), maka fungsi alih sistem dapat dituliskan sebagai berikut ω n 2 (s + ξω n + jω d )(s + ξω n jω d ) 11,1 (s 2 + 4,5s + 11,56) D. Model Referensi Model ini didesain dengan tidak memiliki error steady state

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (214) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) E-22 dan memiliki settling time yang lebih cepat dibanding. Dari fungsi alih yang memiliki settling time (±5%) sebesar 1,2. Maka ditentukan settling time lebih cepat yaitu,6s. Model referensi dirancang dengan model orde satu dengan nilai τ T s (±5%) = 3τ τ =,2 Sehingga didapatkan sebagai berikut 1,2s + 1 E. Perancangan Kontroler Pada penelitian ini, Generalized Predictive Control (GPC) digunakan untuk mengatur motor DC. Pengaturan motor DC ini bertujuan untuk membantu motor bakar dalam meningkatkan akselerasi. Hal ini disebabkan karena respon motor bakar lambat. Kontroler ini disusun berdasarkan kinerja motor DC. Dari model matematika motor DC, maka dilakukan permodelan ARMA (AutoRegressive Moving Average). Bentuk ARMA didapatkan dari penyusunan blok identifikasi ARMAX pada simulink Matlab. Ditentukan nilai orde sistem adalah 2 dan orde input adalah 2 dan time sampling sebesar,1, dengan dijelankan selama 1s maka didapatkan hasil permodelan ARMA sebagai berikut: Dengan Y(z),47215z +,46226 = U(z) z 2 1,548z +,63763 y(k) = 1,548y(k 1),63763y(k 2) +,47215u(k 1),46226u(k 2) A(q 1 ) = a 1 q 1 + a 2 q 2 A(q 1 ) =,47215q 1 +,46226q 2 B(q 1 ) = 1 b 1 q 1 + b 2 q 2 B(q 1 ) = 1 1,548q 1 +,63763q 2 Setelah model ARMA ditemukan, langkah selanjutnya yaitu menentukan panjang prediction horizon. Penentuan ini harus disesuaikan dengan respon yang diharapkan. Apabila panjang horizon terlalu pendek akan menimbulkan overshoot, sedangkan apabila terlalu panjang respon sistem akan lambat walaupun tidak terdapat overshoot. Dari yang telah ditentukan sebelumnya, diharapkan respon lebih cepat dari pada sebelumnya, sehingga ditentukan panjang prediction horizon sebesar 3. y(k) = b 1 y(k 1) + b 2 y(k 2) + a 1 u(k 1) y(k) = +a 2 u(k 2) y(k + 1) = b 1 y(k) + b 2 y(k 1) + a 1 u(k) y(k + 1) = +a 2 u(k 1) y(k + 2) = (b 1 2 + b 2 )y(k) + b 1 b 2 y(k 1) y(k + 2) = +a 1 u(k + 1) + (b 1 a 1 + a 2 )u(k) y(k + 2) = +b 1 a 2 u(k 1) y(k + 3) = (b 1 3 + 2b 1 b 2 )y(k) + (b 1 2 b 2 + b 2 2 )y(k 1) y(k + 1) = +a 1 u(k + 2) + (b 1 a 1 + a 2 )u(k + 1) y(k + 3) = +(b 1 2 a 1 + b 2 a 1 + b 1 a 2 )u(k) + (k + 3) = +(b 1 2 b 2 + b 2 2 )u(k 1) Gambar 6. Blok Diagram Simulasi dengan Simulink Dari ketiga persamaan diatas maka dapat dibentuk matriks sebagai berikut : y = y force + y free y (k + 1) u(k) y free (k + 1) y (k + 2) = G u(k + 1) + y free (k + 2) y (k + 3) u(k + 2) y free (k + 3) y (k + 1) g 1 u(k) y free (k + 1) y (k + 2) = g 2 g 1 u(k + 1) + y free (k + 2) y (k + 3) g 3 g 2 g 1 u(k + 2) y free (k + 3) Dengan g 1 a 1 g 2 g 1 = b 1 a 1 + a 2 a 1 ; g 3 g 2 g 1 b 2 1 a 1 + b 2 a 1 + b 1 a 2 b 1 a 1 + a 2 a 1 y free (k + 1) y free (k + 2) y free (k + 3) b 1 b 2 a 2 y(k) = b 2 1 + b 2 b 1 b 2 b 1 a 2 y(k 1) b 3 1 + 2b 1 b 2 b 2 2 1 b 2 + b 2 b 2 2 1 b 2 + b 2 u(k 1) Sinyal kontrol didapatkan dengan 1 u(k) = [G T G + λ u I] 1 G T (y r y free ) Dengan y r+1 y r+2 y r = y r+3 IV. SIMULASI, IMPLEMENTASI, DAN ANALISA Sistem pengaturan traksi pada melibatkan motor DC sebagai penggerak sekunder. Oleh karena itu motor DC akan bekerja ketika terdapat error antara kecepatan dan model referensi. Blok diagram simulasi ditunjukkan pada Gambar 6. Respon dengan kontroler GPC 3 prediksi kedepan ditunjukkan pada Gambar 7. Gambar tersebut menunjukkan bahwa kontrol GPC yang dirancang sudah dapat melaksanakan aksi kontrol setelah menjalani satu time sampling (.1s). Setelah melalui,1s, kontroler bekerja mendekati. Walau tertinggal diawal, respon plant yang telah diberi kontroler dapat mendahului model referensi setelah,4s dan mempunyai rise time sebesar,353s.

45 4 35 3 25 2 15 1 5.1.2.3.4.5.6.7.8 6 5 4 3 2 1-1.5.1.15.2.25.3.35.4.45.5.55 1 95 9 85 8 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 5.8 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (214) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) E-23 1 9 12 8 1 7 6 5 4 3 2 1.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 Gambar 7. Respon dengan kontroler GPC 3 prediksi kedepan dengan input sinyal step 15 sinyal kontrol 8 6 4 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Gambar 1 Respon dengan kontroler GPC 3 prediksi kedepan dengan perubahan amplitudo input sinyal step 1 15 sinyal kontrol 5 1 5-5 -1-15.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 Gambar 8 Sinyal kontrol GPC 3 prediksi kedepan dengan input sinyal step -5-1 25 2 output motor DC error dan -15 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Gambar 11 Sinyal kontrol GPC 3 prediksi kedepan dengan perubahan amplitudo input sinyal step 15 1 5-5.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 Gambar 9 Output Motor DC dengan kontroler GPC 3 prediksi kedepan dengan input sinyal step. Dari kontroler GPC tersebut menghasilkan sinyal kontrol berbentuk diskrit seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8. Sinyal kontrol menunjukkan bahwa kontroler memberikan input kecepatan sebesar 1288rpm pada motor DC saat,1s. Saat,3s kontroler menghasilkan sinyal kontrol sebesar - 968,43rpm. Hal ini menunjukkan bahwa kontroler bekerja secara maksimal setelah dapat melakukan prediksi. Output motor DC ditunjukkan pada Gambar 9. Gambar tersebut menunjukkan bahwa motor DC dapat mengikuti sinyal referensi dan motor DC akan berhenti saat kecepatan sama dengan. Kecepatan maksimal yang dihasilkan motor DC sebesar 26,9s. Saat diberikan sinyal uji berupa sinyal step dengan perubahan amplitudo, respon sistem ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar tersebut menunjukkan bahwa sistem dapat mengikuti. Sama halnya ketika diberi sinyal uji step, setelah melalui,1s, kontroler bekerja mendekati. Walau tertinggal diawal, respon plant yang telah diberi kontroler dapat mendahului setelah,4s dan memiliki rise time sebesar,34s. Untuk kenaikan amplitudo plant yang telah diberi kontroler dapat mendahului setelah,4s dan memiliki rise time sebesar,35s sama seperti saat step pertama. Seperti halnya ketika diberikan sinyal uji step, saat diberikan sinyal step dengan amplitudo yang berbeda, sinyal kontrol akan menyesuaikan dengan kenaikan sinyal step. Sinyal kontrol mengalami kenaikan saat,1s setelah perubahan sinyal masukan dan bernilai 171rpm. Saat,3s sinyal kontrol turun dan bernilai -85,26rpm. Sinyal kontrol ditunjukkan pada Gambar 11.

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (214) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) E-24 2 output motor DC error dengan setpoint. Gambar 12 Output Motor DC dengan kontroler GPC 3 prediksi kedepan dengan perubahan amplitudo input sinyal step 16 14 15 1 5-5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 V. KESIMPULAN Dari hasil simulasi maka dapat disimpulkan bahwa saat plant motor DC pada diberikan kontroler GPC tanpa informasi masa depan saat start, mulai bekerja dengan baik setelah mecapai,1s (satu time sampling). Dan mulai mengikuti saat,4s. Saat diberikan input berupa sinyal step dengan perubahan amplitudo, respon sama dengan saat diberikan input sinyal step, yaitu kontroler bekerja dengan baik setelah mencapai,1s dan mengikuti saat,4 s. Metode GPC dapat memperbaiki respon dengan peningkatan rise time dari,624s ke,35s. Hal ini membuktikan bahwa kontroler GPC sesuai untuk mempercepat respon transien dari suatu plant Kontroler GPC cocok digunakan untuk plant yang memiliki mengetahuan terhadap output yang akan datang, karena sinyal kontrol yang dihasilkan dapat langsung mengkuti model referensi saat mulai start. 12 1 8 6 4 2.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 Gambar 13. Implementasi 3 prediksi kedepan output Hal ini menunjukkan bahwa kontroler membutuhkan waktu untuk menyesuaikan nilainya dengan. Output motor DC menunjukkan bahwa motor DC membantu saat keadaan akselerasi. Output motor DC ini ditunjukkan pada Gambar 12 Setelah mensimulasikan kontroler, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan kontroler pada simulator. Implementasi dilakukan dengan menghubungkan potensiometer dan tachometer pada mikrokontroler arduino. Mikrokontroler megolah data dan ditampilkan pada Simulik Matlab. Selanjutnya matlab akan mengirimkan sinyal kontrol melalui komunikasi serial arduino dan arduino akan mengeluarkan sinyal kontrol berupa output PWM. Output PWM kemudian dihubungkan dengan driver motor DC. Driver ini menggerakaan motor DC berdasarkan sinyal kontrol yang dikehendaki. Pengujian dilakukan dengan memberikan kontroler GPC dengan prediksi 3 langkah ke depan. Respon hasil implementasi ditunjukkan pada Gambar 13. gambar tersebut menunjukkan bahwa output dapat mengikuti model referensi pada saat transien. respon memiliki rise time sebesar,29s dan memiliki error sebesar 11,5% terhadap DAFTAR PUSTAKA [1] Sriwidodo, Wahyu. Perancangan dan Implementasi Pengendalian Traksi Berbasis Neuro Fuzzy untuk Simulator Kendaraan Hybrid pada Mode Akselerasi, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 21. [2] Satrio, Galih. Desain dan Implementasi Kontroler Optimal Berbasis Neuro Fuzzy untuk Pengendalian Simulator Hybrid Electric Vehicle, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 21. [3] Ing. Pavel Jakoubek, Experimental Identification of Stabile Nonoscillatory Systems from Step-Responses by Selected Methods, Konference Studenske Tvuurci-Cinnosti, 29. [4] Clarke, D.W., Mohtadi, C., Tuffs, P.S., Generalized Predictive Control-Part I. The Basic Algorithm Automatica, VoL 23, No. 2, pp. 137 148 Pergamon Journals Ltd, 1987. [5] Haber, Robert., Bars, Ruth.,Schmitz, Ulrich., Predictive Control in Process Engineering, Weinheim, Germany: WILEY-VCHVerlag GmbH & Co. KgaA, 211