BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pada penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Efisiensi kinerja modal intelektual untuk 20 sampel perbankan di Indonesia pada periode 2003-2007 dengan menggunakan metode VAIC TM yaitu nilai maksimum VAIC-nya adalah 15.57, nilai minimumya adalah -12.10, dan nilai rata-ratanya adalah 6.49. Dari keseluruhan sampel, sebanyak 25% memiliki kinerja modal intelektual yang efisien, 65% memiliki kinerja modal intelektual yang cukup efisien, dan 10% memiliki kinerja modal intelektual yang tidak efisien pada periode 2003-2007. Jadi sebagian besar sampel memiliki efisiensi kinerja modal intelektual yang baik, hanya sebagian kecil sampel yang tidak efisien dalam menggunakan modal intelektualnya. Selain itu dapat disimpulkan bahwa distribusi efisiensi kinerja modal intelektual cukup lebar dan belum merata untuk keseluruhan perusahaan sampel. Artinya yaitu perbedaan antara nilai maksimum dan nilai minimum efisiensi kinerja modal intelektual sampel cukup besar. Nilai efisiensi kinerja modal intelektual pada seluruh sampel belum merata, ada sampel yang efisien menggunakan modal intelektualnya, namun ada pula yang tidak efisien. 64
65 Dari fakta efisiensi kinerja modal intelektual dari sektor perbankan di Indonesia dengan metode VAIC TM, dapat dibuat suatu pemeringkatan untuk mengetahui bank mana yang paling efisien menggunakan modal intelektualnya selama periode observasi tahun 2003-2007. Secara keseluruhan untuk periode tahun 2003-2007, tidak ada bank yang memiliki kinerja modal intelektual yang sangat efisien; lima bank konsisten memiliki kinerja modal intelektual yang efisien yaitu Bank Pan Indonesia (11.61), Bank Lippo (10.81), Bank Danamon (9.91), Bank Central Asia (8.71), dan Bank Mandiri (8.25); 13 bank yang memiliki kinerja modal intelektual yang cukup efisien yaitu Bank Buana Indonesia (7.23), Bank Niaga (7.14), Bank Rakyat Indonesia (7.01), Bank Nusantara Parahyangan (6.85), Bank Mega (6.76), Bank Victoria Internasional (6.52), Bank Negara Indonesia (5.93), Bank Internasional Indonesia (5.51), Bank Swadesi (5.34), Bank Mayapada Internasional (5.27), Bank Kesawan (5.13), Bank Bumiputera Indonesia (4.76), Bank NISP (4.37); dan dua bank yang dapat dikategorikan memiliki kinerja modal intelektual yang tidak efisien yaitu Bank Eksekutif (0.98), dan Bank Century (-0.10). Efisiensi kinerja modal intelektual seringkali dikaitkan dengan nilai pasar dari suatu perusahaan (market value of the firm). Pertumbuhan dari efisiensi kinerja modal intelektual pada periode waktu tertentu diharapkan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan nilai pasar perusahaan tersebut. Hasil Analisis Korelasi dari penelitian dengan sampel perbankan di Indonesia ini menunjukkan korelasi atau hubungan positif yang signifikan antara efisiensi
66 kinerja modal intelektual (VAIC) serta variabel penyusunnya (HCE, SCE, dan CEE) dengan rasio Market to Book Value. Kinerja modal intelektual perbankan di Indonesia lebih lebih daripada kinerja modal intelektual perbankan di Amerika. Dari hasil Analisis Deskriptif, untuk perbankan Indonesia, didapatkan rata-rata VAIC sebesar 6.49 dengan distribusi nilai minimun -12.10 dan nilai maksimum 15.57, sedangkan untuk perbankan di Amerika didapatkan rata-rata VAIC sebesar 3.96 dengan distribusi yang cukup merata, yaitu diantara nilai minimum 2.06 dan nilai maksimum 6.03. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian harga pasar di Amerika sudah sangat mendekati nilai efisiensi kinerja modal intelektualnya dengan selisih rata-rata VAIC terhadap rata-rata Market to Book Value sebesar 0.9 dibawah rata-rata Market to Book Value, sedangkan di Indonesia selisih rata-rata VAIC terhadap rata-rata Market to Book Value sebesar 10.88 di atas rata-rata Market to Book Value. Tingkat maturity suatu pasar yang menggambarkan perilaku dari para investornya, memiliki kaitan yang kuat dalam menentukan korelasi antara modal intelektual (koefisien VAIC TM ) dengan nilai pasar suatu perusahaan (Rasio Market to Book Value), dimana investor pada pasar yang sudah lebih mature akan berorientasi pada investasi jangka panjang akan melihat pertumbuhan efisiensi kinerja modal intelektual dalam menilai nilai pasar dari suatu perusahaan, dengan harapan investasinya akan bertumbuh lebih cepat.
67 Terdapat fakta dimana kinerja modal intelektual dapat dijadikan sebagai salah satu indikator untuk memprediksi kondisi keuangan suatu perusahaan ataupun kondisi keuangan secara global 5.2 Saran 5.2.1 Saran Aplikatif Berikut ini adalah saran penulis untuk aplikasi modal intelektual di perusahaan: Menggunakan fakta mengenai efisiensi kinerja modal intelektual sektor perbankan di Indonesia dan pemeringkatannya (bagi 20 bank yang datanya digunakan pada penelitian ini) untuk me-review kinerja perusahaan dan melakukan benchmarking dengan perusahaan sejenis. Apabila perusahaan kurang efisien, maka harus dianalisis bagian apa yang kurang efisien (penggunaan modal sumber daya manusia / human capital, modal struktural / structural capital, atau modal fisik / capital employed) untuk mengambil strategi perbaikan pada area tersebut. Misalnya, apabila ada ketidakefisienan pada structural capital terutama proses kerja, inisiatif perbaikan yang diambil dapat berupa simplikasi business process yang ada. Memberikan perhatian yang lebih kepada pengembangan faktor Human Capital dalam perusahaan karena dari hasil dari penelitian, ternyata Human Capital merupakan variabel kunci yang dominan berpengaruh terhadap modal intelektual suatu perusahaan sehingga perlu dipandang sebagai
68 sebuah investasi berharga. Hal yang dapat dilakukan perusahaan misalnya menjaga motivasi dan kepuasan karyawan dengan membangun lingkungan kerja yang suportif dan menyenangkan, mengembangkan kompetensi dan karakter karyawan lewat pelatihan, sistem coaching dan mentoring, dan lain sebagainya. Selain melakukan perhitungan dengan rasio-rasio fiansial, dapat menggunakan perhitungan terhadap kinerja modal intelektual dalam menilai pertumbuhan nilai pasar suatu perusahaan, sehingga dalam memilih suatu perusahaan dalam berinvesatasi, investor mendapatkan pengembalian investasi yang maksimal. 5.2.2 Saran Penelitian Selanjutnya Adapun saran penulis untuk penelitian selanjutnya yaitu: Menggunakan metode valuasi modal intelektual yang lain yang menggunakan metode ROA seperti Knowledge Capital Earnings (Lev, 1999) dan Economic Value Added (Stewart, 1997) dengan sampel sektor perbankan di Indonesia untuk bahan perbandingan atau benchmarking dengan metode VAIC TM. Mendapatkan data yang lebih banyak, sekurang-kurangnya 30 bank dengan data historis selama 5 tahun agar lebih lengkap untuk menambah keakuratan perhitungan statistik. Membuat kuisioner untuk mendapatkan data primer mengenai kinerja modal intelektual dalam suatu perusahaan.