PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING PADAINDUSTRI PART DAN KOMPONEN AUTOMOTIVE

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang sangat pesat di sektor industri pada saat ini menuntut setiap

Mulai. Studi Pendahuluan. Perumusan Masalah. Penetapan Tujuan. Pemilihan Variable. Pengumpulan Data. Menggambarkan Process Activity Mapping

BAB 1 PENDAHULUAN. Dengan kondisi ekonomi yang sulit sekarang ini karena dampak krisis ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya, tujuan akhir suatu perusahaan adalah untuk memperoleh

BAB I PENDAHULUAN. menjadi jasa atau barang. Manufacturing adalah proses produksi untuk

BAB I PENDAHULUAN. Toyota production system (TPS) sangat populer di dunia perindustrian.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan

Implementasi Lean Manufacturing untuk Identifikasi Waste pada Bagian Wrapping di PT. X Medan

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dari sudut pandang konsumen oleh karena itu perlu dieliminasi. Didalam lean

PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI TIME WASTE PADA PROSES PRODUKSI DI PT. APINDOWAJA AMPUH PERSADA TUGAS SARJANA

Penerapan Lean Manufacturing dalam Proses Produksi Common Rail 4D56

PERANCANGAN PERBAIKAN SISTEM SUPPLY CHAIN DENGAN LEAN MANUFACTURING PADA PT. CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIAL TUGAS SARJANA.

RANCANGAN SISTEM KANBAN UNTUK MENGURANGI NON VALUE ADDED ACTIVITIES PADA PROSES PRODUKSI DI PT. CENTRAL WINDU SEJATI

BAB I PENDAHULUAN. produktif yang cukup kuat, sekalipun terjadi gejolak atau krisis ekonomi.

BAB I PENDAHULUAN. fashion. Mulai dari bakal kain, tas batik, daster, dress, rompi, dan kemeja

Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lemlit USAKTI 01 (01), 2016

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Lean Thinking dan Lean Manufacturing

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh DWI INDRIYANI

BAB V HASIL DAN ANALISIS

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... SURAT PERNYATAAN... SURAT KETERANGAN PENELITIAN... LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...

BAB I PENDAHULUAN. Sun (2011) mengatakan bahwa lean manufacturing merupakan cara untuk

PENGURANGAN WASTE DILANTAI PRODUKSI DENGAN METODE LEAN MANUFACTURING DI PT. KEMASAN CIPTATAMA SEMPURNA PASURUAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam kegiatan industri khususnya industri otomotif, ujung tombak yang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERANCANGAN VALUE STREAM MAPPING PROSES PRODUKSI MAINAN KAYU PADA CV. MK

PROSES ELIMINASI WASTE DENGAN METODE WASTE ASSESSMENT MODEL & PROCESS ACTIVITY MAPPING PADA DISPENSING

Perbaikan Fasilitas dan Proses untuk Meningkatkan Produktivitas di Industri Die Shop

BAB I PENDAHULUAN. berperan sebagai penghasil nilai (value creator), baik industri manufaktur maupun

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V ANALISIS HASIL. material dalam sistem secara keseluruhan. Value stream mapping yang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. PT. Lombok Gandaria merupakan perusahaan kecap dan saus dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PENERAPAN LEAN MANUFACTURING DI STASIUN ASSEMBLY DI PT. MEGA ANDALAN KALASAN

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam perkembangannya, tantangan utama bagi setiap perusahaan adalah

MINIMASI WASTE PADA PT. PETROKIMIA KAYAKU MENGGUNAKAN ANALISIS LEAN MANUFACTURING

Usulan Lean Manufacturing Pada Produksi Closet Tipe CW 660J Untuk Meningkatkan Produktivitas

BAB I PENDAHULUAN. Industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang akan

F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N

Permasalahan yang akan dijadikan objek penelitian ini adalah keterlambatan pengerjan proyek pembuatan High Pressure Heater (HPH) di PT.

B A B 5. Ir.Bb.INDRAYADI,M.T. JUR TEK INDUSTRI FT UB MALANG 1

OPTIMASI LINI PRODUKSI DENGAN VALUE STREAM MAPPING DAN VALUE STREAM ANALYSIS TOOLS

repository.unisba.ac.id

ANALISA PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DENGAN METODE VSM (VALUE STREAM MAPPING) UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN WAKTU (STUDI KASUS UD.

APLIKASI LEAN THINKING PADA INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT SEMEN GRESIK

Analisis Aliran Proses Produksi Dengan Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Di PT. Charoen Pokphand Indonesia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bandeng (Chanos chanos) merupakan ikan air payau yang menjadi

BAB I PENDAHULUAN I - 1

BAB V HASIL DAN ANALISA

Maya Anestasia, 2 Pratya Poeri, 3 Mira Rahayu 1, 2,3 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. performansinya secara terus menerus melalui peningkatan produktivitas. Lean

BAB 1 PENDAHULUAN. harulah memiliki keunggulan kompetitif yang dapat di capai dengan

Pengurangan Cycle Time Pembuatan Kursi Tamu untuk Meningkatkan Jumlah Produksi dengan Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing

PENINGKATAN EFISIENSI PELAYANAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN DENGAN PENDEKATAN LEAN THINKING DAN TIME BASED PROCESS (STUDY KASUS DI RSU HAJI SURABAYA)

KATA PENGANTAR. berkenan memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat ANALISA PENERAPAN KONSEP LEAN THINKING

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Mulai. Kajian Pendahuluan. Identifikasi & Perumusan masalah. Penetapan Tujuan & batasan penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

USULAN MEMINIMASI WASTE PADA PROSES PRODUKSI DENGAN KONSEP LEAN MANUFACTURING DI CV.X*

IMPLEMENTING VALUE STREAM MAPPING (VSM) ON PRODUCTION PROCESS OF BLANK CYLINDER HEAD AT PT X

Wita Anggraita P, 2 Widia Juliani, 3 Pratya Poeri Suryadhini 1,2,3. Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TUGAS AKHIR PENERAPAN METODE LEAN SIGMA UNTUK MEMPERBAIKI KINERJA QUALITY, COST DAN DELIVERY PRODUK SUNVISOR ASSY DI PT. APM ARMADA AUTOPARTS

BAB I PENDAHULUAN. berkembang dari waktu ke waktu yang menuntut semua instansi industri untuk

IDENTIFIKASI WASTE DILANTAI PRODUKSI DENGAN PENERAPAN LEAN MANUFACTURING DI PT ISTANA TIARA SURABAYA SKRIPSI

BAB V ANALISA. Value added time Leadtime. = 3,22jam. 30,97 jam x 100% = 10,4%

ANALISIS LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE PADA PROSES PRODUKSI PRODUK KIPAS ANGIN DI PT. NEO NATIONAL MUHAMMAD IKHSAN NIM.

IDENTIFIKASI PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PERBAIKAN MESIN PRODUKSI DENGAN VALUE STREAM MAPPING DI PERUSAHAAN PENGOLAHAN SUSU

repository.unisba.ac.id DAFTAR ISI

RANCANGAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI MAIN SHAFT DENGAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI PT APINDOWAJA AMPUH PERSADA

BAB I PENDAHULUAN.

ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.1 April 2015 Page 878

Rancangan Lean Manufacturing System Dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja Di Perusahaan Komponen Otomotif (Studi Kasus Di PT.

BAB II LANDASAN TEORI. Toyota Produksi Sistem. Tujuan produksi Lean digambarkan untuk mendapatkan

Transkripsi:

PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING PADAINDUSTRI PART DAN KOMPONEN AUTOMOTIVE Hernadewita 1, Euis Nina Saparina Yuliani 2, dan Dewi A. Marizka 3 1 Magister Teknik Industri, Universitas Mercu Buana 2 Prodi Teknik Industri, Universitas Mercu Buana 3 Politekteknik STMI Kementerian Perindustrian RI hadeita@yahoo.com; nina.yuliani@mercubuana.ac.id Abstrak Pertumbuhan industri manufaktur yang pesat diikuti oleh kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat, menuntut perusahaan manufaktur untuk bersaing dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.sebuah perusahaan otomotif yang ada di Indonesia, bergerak dalam memproduksi unit sepeda motor beserta suku cadangnya. Proses produksinya terdiri dari beberapa shop untuk menunjang keseluruhan proses produksinya yaitu die casting, machining alumunium, depo engine, machining steel, engine assy, dan body assy. Masing-masing shop tersebut memiliki fungsi masing-masing dimana setiap shop tersebut berkesinambungan satu sama lain untuk menunjang proses produksi unit sepeda motor. Dalam proses produksi,padaunit engine sering terjadi pemborosan (waste). Hal ini mengakibatkan panjangnya waktu produksi yang dilakukan untuk menghasilkan satu unit engine.pada akhirnya, permasalahan yang terjadi berdampak pada produksi yang menghasilkan produk cacat, pemborosan gerakan yang tidak perlu dilakukan selama proses produksi berlangsung, serta pergerakan alat dan bahan yang kurang efisien dari jarak jangkauan operator. Penelitian ini bertujuan untukmengusulkan perbaikan pada proses produksi engine pada proses sub head cylinderdengan metode value stream mapping. Hasil penelitian adalah pada current state value stream mapping (CSVSM) proses produksi engine model 1WD memiliki lead time yang panjang yaitu 1.201,81 detik, perbedaan waktu antar proses yang cukup jauh menyebabkan aliran material menjadi tidak lancar. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi pemborosan pada proses produksi engine model 1WD. Peningkatan produktivitas yang terjadi sebesar 7,77% dari 68,71% menjadi 76,48%. Kata kunci: Waste, Current Value Stream Mapping, Future Value Stream Mapping. Pendahuluan Seiring dengan pesatnya perkembangan dan persaingan dunia industri, perusahaanperusahaan manufaktur yang bergerak didalamnya semakin berusaha menerapkan konsep perampingan manufakturdengan tujuan memperoleh produk atau hasil dengan kualitas yang baik dan biaya produksi yang relatif rendah dan harga jual yang kompetitif. Sebuah perusahaan otomotif yang ada di Indonesia, bergerak dalam memproduksi unit sepeda motor beserta suku cadangnya. Proses produksinya terdiri dari beberapa shop untuk menunjang keseluruhan proses produksinya yaitu die casting, machining alumunium, depo engine, machining steel, engine assy, dan body assy. Masingmasing shop tersebut memiliki fungsi masing-masing dimana setiap shop 39

tersebutberkesinambungan satu sama lain untuk menunjang proses produksi unit sepeda motor. Dalam proses produksi,padaunit engine sering terjadi pemborosan (waste). Hal ini mengakibatkan panjangnya waktu produksi yang dilakukan untuk menghasilkan satu unit engine.sementara itu permintaan perbulan dari produk yang dihasilkan adalah sebesar 7854 unit, dengan rata-rata produksi harian sebesar 357 unit. Pada akhirnya, permasalahan yang terjadi berdampak pada produksi yang menghasilkan produk cacat, pemborosan gerakan yang tidak perlu dilakukan selama proses produksi berlangsung, serta pergerakan alat dan bahan yang kurang efisien dari jarak jangkauan operator. Perusahaan perlu mengatasi pemborosan yang terjadi agar tingkat produksi engine yang cacat menjadi menurun, mengeliminir gerakangerakan yang tidak memberikan nilai tambah serta mengurangi jarak dan waktu antara operator dengan jig. Perampingan manufaktur merupakan konsep sistematis untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan melalui perbaikan berkesinambungan dengan aliran produk berdasarkan kehendak konsumen (pullsystem) dalam mengejar kesempurnaan.konsep perampingan ini dapat dilaksanakan dengan menerapakan value stream mapping (VSM). Value stream mapping digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi ketidakefisienan yang terjadi pada suatu perusahaan, terutama pemborosan pada proses produksi. Upaya sistematis untuk mereduksi pemborosan adalah hal yang mendasar untuk mengurangi buruknya kualitas dan mengeliminasi permasalahan manajemen.upaya mengeliminasi pemborosan ini pun diyakini mampu meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan terutama dalam peningkatan produktivitas dan kualitas. Penelitian mengenai value stream mapping telah banyak dilakukan, diantaranya oleh [1], dengan menerapkan lean manufacturing menggunakan vsm tools untuk meningkatkan kualitas dengan mengumpulkan informasi berupa setiap waktu yg ada, sumber daya, dan arus informasi dari bahan baku hingga jadi [2], dimana hasil penelitiannya adalah persediaan dapat dikurangi dengan proses Kanban dari 18,04 hari menjadi 15 hari, hal ini memperlihatkan pengurangan lead time, serta mengidentifikasi pentingnya vsm dalam membuktikan utilitas pemetaan masa depan untuk implementasi lean sangat berguna dan memberikan kontribusi yang baik. Untuk itu maka penelitian ini bertujuan mengusulkan perbaikan pada proses produksi engine pada proses sub head cylinderdengan metode value stream mapping. Metode Penelitian Langkah-langkah penelitian ini adalah: 1. Pengolahan dan Pengujian Data Waktu Siklus Waktu siklus atau cycle time adalah waktu yang diperlukan untuk membuat satu unit produk pada satu stasiun kerja. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan elemen-elemen kerja pada umumnya akan sedikit berbeda dari siklus ke siklus lainnya, sekalipun operator bekerja pada kecepatan normal atau uniform, tiap-tiap elemen dalam siklus yang berbeda tidak selalu bisa diselesaikan dalam waktu yang persis sama. Waktu siklus yang diperoleh perlu diuji keakuratannya melalui tiga tahap, yaitu uji kenormalan, uji keseragaman, dan uji kecukupan data. 2. Perhitungan Waktu Normal dan Waktu Standar 40

Waktu siklus yang telah melewati dan dinyatakan lulus pada tahap uji kenormalan, uji keseragaman dan uji kecukupan data maka selanjutnya menghitung waktu normal dan waktu standar. Waktu normal adalah suatu perhitungan yang menambahkan faktor penyesuaian terhadap rata-rata waktu siklus yang diperoleh pada proses sebelumnya sedangkan waktu standar adalah perhitungan yang menambahkan kelonggaran terhadap waktu normal. Waktu yang dihasilkan merupakan waktu tiap-tiap elemen pada masing-masing stasiun kerja. 3. Pemetaan Proses Produksi Dengan Current State Mapping a. Mengidentifikasi aliran informasi dan material. b. Membuat peta untuk setiap kategori proses (Door-to-Door Flow) disepanjang value stream. Informasi yang diperlukan untuk masing-masing kategori proses terdiri dari cycle time, jumlah produksi, jumlah operator dan uptime. Ukuran-ukuran ini akan dimasukkan pada satu data box untuk setiap kategori proses. c. Membuat peta aliran keseluruhan pabrik (meliputi aliran material dan aliran informasi) yang membentuk current state map. Tahap selanjutnya adalah menggabungkan peta setiap kategori proses yang terdapat disepanjang value stream dengan aliran material dan aliran informasi sehingga menjadi satu kesatuan aliran dalam pabrik. 4. Pemilihan Alat VSM Konsep VALSAT digunakan untuk pemilihan value stream analysis tools. Hasil dan Pembahasan Pembuatan Current State Mapping Pemetaan value stream pada kondisi saat ini (current state) mengikuti jalur produksi dari awal hingga akhir menggunakan lambang dari setiap proses termasuk aliran material dan informasi. Namun sebelum melakukan pembuatan peta, maka diperlukan data dan informasi yang akurat agar hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan dengan benar. Dalam pengumpulan data dan informasi awal, dilakukan sebuah diskusi terarah atau focus group discussion oleh general foreman, foreman, dan leader proses sub head cylinder. Berdasarkan hasil diskusi, diperoleh beberapa keputusan yang akan menjadi pedoman untuk melakukan penelitian dalam rangka identifikasi dan eliminasi pemborosan yang ada di bagian stasiun kerja 3 proses set seal valve. Beberapa hal yang diputuskan dalam diskusi ini adalah pemilihan lini D khususnya pada sub proses head sylinder, proses identifikasi pemborosan, dan tindakan perbaikan untuk menghilangkan pemborosan. Tabel 1.Rekapitulasi dari indikator untuk current state value stream mapping untuk produk engine model 1WD. 41

Stasiun Kerja Seminar Nasional Teknik Industri [SNTI2017] Tabel 1. Indikator CSVSM untuk Produk Engine Model 1WD Waktu Baku (detik/unit) Chang eover WIP Time Between Next Operation Availability Uptime (%) Operator (orang) Proses Picking 82,546 0 0 0 25,200 100% 1 Pemasangan Set Bold Stud 67,543 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Set Seal Valve 86,810 0 2 126 25,200 100% 1 Proses Set Valve 74,715 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Press Lock Valve 69,177 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Joint Carburator 71,77 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Press Plug Tight 72,622 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Calculate PAD 74,66 0 0 0 25,200 100% 1 Proses PAD Supply 77,237 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Lifter Valve 72,117 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Tightening Cam Cap 76,651 0 0 0 25,200 100% 1 Pada grafik diatas terlihat bahwa pada stasiun kerja 3 yaitu proses set seal valve memiliki waktu baku yang tinggi. Hal ini mengakibatkan terjadinya bottleneck dalam proses sub head cylinder, sehingga dalam prosesnya operator pada stasiun kerja 3 mengalami kesulitan sehingga sering dibantu oleh line keeper. Oleh sebab itu jika operator stasiun kerja 3 tidak dibantu oleh line keeper maka akan terjadinya loss produksi hal ini jika terus menurus terjadi akan mengakibatkan tidak tercapainya target produksi perusahaan. Atas dasar hal tersebut maka identifikasi pemborosan yang terjadi akan difokuskan pada stasiun kerja 3. Berikut digambarkan current state value stream mapping untuk stasiun kerja 3 dengan menggunakan data elemen kerja proses tersebut dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Current State Mapping Staisun Kerja 3 Usulan Perbaikan dan Future State Value Stream Mapping Berdasarkan dari hasil analisis terhadap pemborosan yang telah dilakukan, maka terdapat usulan yang dapat dilakukan pada stasiun kerja 3.Asumsi perbaikan tersebut dapat dilihat pada Tabel 2, 3, dan 4.Waktu yang ditandai merupakan waktu transportasi. 42

Tabel 2. Asumsi Pengurangan Waktu Stasiun Kerja 3 SK3 Elemen Kerja Kondisi Aktual Waktu Standar (Detik/unit) Ambil head cylinder dari proses sebelumnya 5,88 Semprot hole valve head cylinder assy 25,73 Pindahkan head dari jig cleaning ke jig set seal valve 7,62 Setting valve pada head cylinder 36,19 Ambil head dan kirim ke proses selanjutnya 6,26 Kembali ke posisi semula 5,13 Total Waktu Standar (Detik/unit) 86,81 Tabel 3.Asumsi Usulan Perbaikan untuk Stasiun Kerja 3 No Kondisi Aktual Usulan Perbaikan Keterangan 1 Modifikasi jig. Menggabungkan jig set valve dengan jig cleaning head menjadi satu set. Aktivitas transportasi dari proses cleaning ke proses set valve dapat dihilangkan, sehingga waktu proses dapat berkurag 7,62 detik 2 Dengan menggabungkan proses cleaning dan set valve maka aktivitas transportasi berkurang dari 4 aktivitas menjadi 3 aktivitas. 3 Dengan menggabungkan proses cleaning dan set valve maka operator tidak perlu putar badan untuk melakukan proses karna jig telah digabung menjadi 1 set, sehingga waktu untuk memindahkan ke benda kerja ke proses selanjutnya dapat berkurang sebesar 5 detik Berdasarkan Tabel 3. asumsi kondisi mendatang setelah dilakukan perbaikan terdapat pengurangan waktu produksi dari aktivitas transportasi khususnya.kondisi perubahan waktu produksi setelah usulan dapat dilihat pada Tabel 4. 43

Tabel 4. Asumsi Pengurangan Waktu Stasiun Kerja 3 Setelah Perbaikan SK3 Elemen Kerja Waktu Standar (Detik/unit) Ambil head cylinder dari proses sebelumnya 5,88 Semprot hole valve head cylinder assy 25,73 Pindahkan head dari jig cleaning ke jig set seal valve 0 Setting valve pada head cylinder 36,19 Ambil head dan kirim ke proses selanjutnya 1,26 Kembali ke posisi semula 5,13 Kondisi Aktual Total Waktu Standar (Detik/unit) 74,19 Analisis terhadap current state value stream mapping engine model 1 WD dan usulan perbaikan yang diberikan adalah sebagai bahan pertimbangan pada pembuatan future state value stream mapping. Terdapat beberapa perubahan terutama terhadap waktu produksi setelah diusulkannya perbaikan. Eliminasi beberapa aktivitas non value added pada stasiun kerja 3 yang dianggap sebagai bentuk pemborosan dapat menurunkan waktu produksi. Rekapitulasi indikator untuk membuat future state value stream mapping (FSVSM) untuk produk engine model 1WD ditunjukan Tabel 5. Stasiun Kerja Tabel 5.Indikator FSVSM untuk engine model 1WD Waktu Baku (detik/u nit) Change over WIP Time Between Next Operation Availability Uptime (%) Proses Picking 82,546 0 0 0 25,200 100% 1 Pemasangan Set Bold Stud 67,543 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Set Seal Valve 74,19 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Set Valve 74,715 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Press Lock Valve 69,177 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Joint Carburator 71,77 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Press Plug Tight 72,622 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Calculate PAD 74,66 0 0 0 25,200 100% 1 Proses PAD Supply 77,237 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Lifter Valve 72,117 0 0 0 25,200 100% 1 Proses Tightening Cam Cap 76,651 0 0 0 25,200 100% 1 Operator (orang) Berdasarkan data di atas, maka future state value stream mapping dapat dibuat. Hasil dari pembuatan future state value stream mappingengine model 1WD dapat dilihat pada Gambar 2. 44

Gambar 2.Future State Mapping Stasiun Kerja 3 Kesimpulan Kesimpulan penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Pada current state value stream mapping (CSVSM) proses produksi engine model 1WD memiliki lead time yang panjang yaitu 1.201,81 detik, perbedaan waktu antar proses yang cukup jauh menyebabkan aliran material menjadi tidak lancar. 2. Setelah dilakukan perbaikan, peningkatan produktivitas yang terjadi sebesar 7,77% dari 68,71% menjadi 76,48%. References [1] Patel, N., et al., Benefits of Value Stream Mapping as A Lean Tool Implementation Manufacturing Industries: A Review,International Journal for Scientific Research and Development, 8 (2015), 53-57. [2] Salunke, S. S., dan Hebbar, S. Value Stream Mapping: A Continuous Improvement tool for Reduction in Total Lead Time, International Journal of Current Engineering, 2(2015), 931-934. [3] Li, X., A Literature Review on Value Stream Mapping with a Case Study of Applying Value Stream Mapping on Research Process (2014) (Doctoral dissertation, Texas A&M University). [4] Rahani, A. R., & al-ashraf, M., Production flow analysis through value stream mapping: a lean manufacturing process case study. Procedia Engineering, 41 (2012), 1727-1734. 45

[5] Saraswat, P., et al., Review on Waste Reduction through Value Stream Mapping Analysis, International Journal of Research,1(2014), 200-207. [6] Tyagi, S., et al., Value stream mapping to reduce the lead-time of a product development process. International Journal of Production Economics, 160 (2015), 202-212. 46