BAB V ANALISA PEMBAHASAN Sesudah melakukan tahap pengumpulan dan pengolahan data, maka pada bab ini akan menganalisa dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Analisa akan menguraikan dan menjelaskan perbaikan-perbaikan dan hasil dari perbaikan tersebut.bab ini menilai dampak penalitian terhadap obyek penelitian. 5.1 Analisa data Pada tahap ini, dilakukan action atau perbaikan dari hasil pengolahan data. Dari hasil analisa fish bone yang sangat berpengaruh terhadap harga produk RDM adalah pada faktor material dan metode dimana faktor material lebih dominan. Sehingga pada analisa data ini penulis akan membahas tentang perbaikan pada factor material dan metode. 1. Adult Velcro Cuff Masalah pada komponen cuff adalah harga material cuff yang masih mahal dan proses sewing yang masih menggunakan direct labour karyawan tetap sehingga biaya proses mahal. Perbaikanya adalah 60
Mengganti material nylon 210D dengan polyester yang harganya cenderung lebih murah dan kualitas tetap terjamin.hatga dari $1.92 menjadi $1.1 Proses pembuatan cuff disubcontkan sehingga FOH ( Fix Over Head) dan Direct labour dapat lebih murah. FOH tadinya 20% menjadi 10%. Dimensi Cuff dirubah ukuran panjangnya yaitu dari 540 menjadi 530mm, dan ini tidak perpengaruh pada keakuratan / fungsi dari cuff tersebut. 2. Komponen Aneroid Gauge Masalah pada komponen gauge adalah searching suppplier belum optimum. Perbaikan yang dilakukan adalah : Mengganti komponen aneroid gauge dengan spec yang sama dengan tidak mengurangi kualitas/ lolos uji lab yaitu endurance test 10.000 x. Dari harga $2 menjadi $1.4 Setiap memesan barang dihitung dahulu EOQ nya ( Economic Order Quantity) sehingga didapat harga yang ekonomis dan murah. 3. Latex Bladder Adult Double Tube Masalah pada latex bladder adalah proses produksi pembuatan bladder masih manual dan dimensi bag bladder masih besar dari standard AAMI/ ANSI, dimensi bag 225x123 mm. Perbaikan yang dilakukan adalah : Proses produksi dipping tubing latex1 dan kimia2 dengan menggunakan mesin. Hasilnya adalah cycle time lebih cepat dan produktivity meningkat. 61
Mengurangi dimensi bag bladder dari 225 x 123 mm menjadi 220 x 115 mm dan thicknes bag dari 1.2 mm menjadi 0.7mm. Sehingga konsumsi latex berkurang dari 178 gr menjada 132 gr. 4. Valve set Masalah pada komponen air valve dan end valve adalah supplier hanya terfokus pada local saja. Perbaikan yang dilakukan adalah searching supplier komponen valve di luar negeri sehingga didapat harga valve lokal Rp.6.800 menjadi Rp.3.600. 5. Zipper Case Masalah pada Zipper Case adalah dimensi zipper case yang terlalu besar yaitu 90x65x190 mm. Perbaikan yang dilakukan adalah mengurangi dimensi zipper case dari 90x65x190 mm menjadi 90x55x175 mm. Hasilnya konsumsi matrial zipper case berkurang sehingga harga bisa lebih murah. Dalam mengurangi material tidak mengurangi kualitas keamanan komponen completeset. 6. Latex Bulb Masalah komponen latex bulb adalah material masih menggunakan latex 100% belum ada campuran. Perbaikan yang dilakukan adalah Material bulb menggunakan filler 10%. Hasilnya harga bulb bisa lebih rendah karena konsumsi latex dapat digantikan dengan filler. 62
7. Instruksi Manual Masalah pada instruksi manual adalah sheet kertas yang menggunakan 120gram dan desain menggunakan dua warna. Perbaikan yang dilakukan adalah mengganti material instruksi manual dengan kertas sheet 70 gram dan desain dibuat 1 warna. Sehingga harga yang tadinya Rp. 1.400 menjadi Rp.500. 8. Inner Box Masalah pada komponen inner box adalah material bahan baku menggunakan type carton coaguratte tebal sheet 2mm. Perbaikan yang dilakukan adalah mengganti material bahan baku inner box dengan mengunakan karton duplex 450 gram dan desain warna menjadi 1 warna yaitu warna hitam. 9. Silica Gel Masalah pada silica gel adalah menggunakan silica gel yang besar yaitu 4 x 3 cm akibatnya harga mahal.. Perbaikan yang dilakukan adalah komponen silica gel yang berdimensi lebih kecil sehingga bisa lebih murah dimensi silica gel menjadi 3x2 cm 10. Proses Assy Bulb Masalah pada proses assy bulb adalah belum ada tempat terpisah antara air valve dan end valve. Perbaikan yang dilakukan adalah dibuatkan tempat terpisah antara air valve dan end valve agar mudah dalam mengambilnya di line assembling.sehingga cycle time menjadi 12 detik dari 18 detik. 63
11. Proses penempelan sticker color Masalah pada sticker adalah lem sticker terlalu lengket dengan kertas sheetnya. Perbaikan yang dilakukan adalah mengurangi kadar lem agar jangan terlalu lengket sehingga mudah dilepas saat mau di assy. Hasilnya adalah dari cycle time 14 detik menjadi 8 detik. 12. Proses Assy Cuff dengan Bladder. Masalah pada proses assembling cuff dengan bladder adalah layout yang belum ada/ penempatan barang yang akan di assy belum ada layoutnya. menjadi. Perbaikan yang dilakukan adalah membuat layout flow proses komponen assembling. Hasilnya dari cycle time dari 27 detik menjadi 22 detik. 13. Proses Assebling komponen Masalah pada proses assembling komponen adalah peletakan komponen yang berjauhan dari man power. Perbaikan dibuatkan layout untuk proses assembling. Hasilnya dari cycle time dari 155 detik menjadi 118 detik. 5.2 Analisa Hasil Dari hasil penelitian melalui berbagai step dan analisa maka perlu adanya analisa hasil atau data yang diperoleh dianalisa hasilnya yaitu mebandingkan breakdown cost dari sebelum perbaikan dan sesudah perbaikan juga analisa tentang kualitas tentang komponen produk completeset RDM tersebut. 64
Tabel 5.1 Brekdown Cost Produk RDM Sebelum Perbaikan No Item Cost Value (Rp.) % 1 Material 58,766 89% 2 DL 720 1% 3 FOH 6,580 10% Total 66,066 100% Tabel 5.2 Brekdown Cost Produk RDM Setelah Perbaikan No Item Cost Value (Rp.) % 1 Material 39,349 89% 2 DL 550 1% 3 FOH 4,433 10% Total 44,332 100% Dari data tabel diatas reduce cost atau pengurangan biaya yang dapat dicapai adalah Rp.66.066 Rp.44.332 = Rp.21.734. 65
Tabel 5.3 Breakdown costing Row Material RDM No Komponen Before Improvement After Improvement Reduce Cost % Price (Rp) Price (Rp) Price (Rp) 1 Aneroid Gauge 24,000 15,600 8,400 35 2 Velcro Cuff 8,700 5,560 3,140 36 3 Bladder DT 9,167 7,050 2,117 23 4 Valve 6,800 3,600 3,200 47 5 Zipper Case 3,129 2,633 496 16 6 Bulb 2,530 2,226 304 12 7 Instuction manual 1,400 500 900 64 8 Inner box 2,500 1,700 800 32 9 Silica gel 100 40 60 60 10 Sticker color 100 100 - - 11 Master box 340 340 - - 58,766 39,349 19,417 33 Dari tabel diatas komponen yang berpengaruh paling besar dalam penentuan harga produk RDM adalah komponen Aneroid gauge yang bisa reduce cost sampai Rp.8400. 66
Tabel 5.4 Breakdown costing Proses Assembling No Proses MP Cost/ dt Before Improvement Cycle Price Time (Rp) After Improvement Price Cycle Time (Rp) 1 Prepared 4.65 10 47 8 39 2 Bulb assy 4.65 18 84 12 56 3 Tempel sticker 4.65 14 65 8 37 4 Assy Bladder & cuff 4.65 27 126 22 102 5 Assy Componen 4.65 32 149 32 149 6 Insert ZC to Inner box 4.65 15 70 10 47 7 Packing master box 4.65 12 56 8 37 8 QC 4.65 19 87 10 47 9 Packing 4.65 8 37 8 37 Total 155 720 118 550 5.3 Standarisasi Dalam metode PDCA maka langkah terakhir yaitu standarisai setelah Improvement yang dibuat diterima dan dijalankan, agar tidak mengalami kesalahan dalam menjalankan proses produksi maupun proses assembling dalam pembuatan produk RDM maka harus ada standarisasi baik material maupun dalam prosesnya yaitu dengan cara dibuatkan SOPnya. 67
Tabel 5.5 Standarisasi Material RDM No Komponen Standarisasi 1 Aneroid Gauge Impor, Code BKG 2 Velcro Cuff Material : Polyester Dimensi 530 x 150mm 3 Bladder DT Dimensi bag 220 x 115 mm Thickness bag 0.7mm 4 Valve Impor, Code BKG 5 Zipper Case Dimensi Ziper case 90x55x175 mm 6 Bulb Menggunakan filler 10% 7 Instuction manual Menggunakan karton duplex 70gr Desain font dengan warna hitam 8 Inner box Menggunakan karton duplex 450gr 9 Silica gel Menggunakan type yang kecil 30x20 mm 10 Sticker color Lem pada sticker dibuat lebih mudah dilepas Tabel 5.6 Standarisasi Proses No Proses Standarisasi 1 Assembling Dibuatkan tempat terpisah antara Air valve dan End Valve Dibuat lay out proses Assembling 2 Sewing Cuff Proses Sewing Disubcontkan 3 Dipping Bladder Proses dipping dengan menggunakan mesin 68