BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data 2.1 Latar belakang perusahaan Kopi Luwak awalnya hanyalah sebuah nama merek kopi milik pengusaha Semarang, Tan Hok Seng yang memulai usahanya tahun 1965 silam. Pada awalnya Tan Hok Seng hanya seorang pembuat kopi dengan alat sederhana dan menjualnya di pasar Peterongan Semarang. Dengan hanya bermodalkan alas sebesar 9x25 meter, Beliau mulai mengajak kedua anaknya untuk turut membantunya dalam memasak kopi giling dan mengepaknya. Selepas SMA, Salah seorang putranya bernama Agus Susanto yang sampai saat ini masih menggandrungi bisnis kopi luwak, ia mulai mengembangkan usaha ayahnya dengan memasarkan dan meningkatkan kualitas kopi sesuai dengan perkembangan zaman. Pada tahun 1980-an, pembuatan kopi luwak dengan mesin buatan Jerman sehingga terjadi peningkatan produksi yang cukup pesat. Dari yang sebelumnya hanya mampu 800 kilogram perharinya, dengan bantuan mesin yang baru mereka dapat menghasilkan kopi hingga 5 ton perharinya. Hal ini membawa kesuksesan bagi Agus dan ayahnya, hingga mereka berhasil menjadi salah satu produsen kopi luwak di bawah naungan perusahaan yang dibentuk dengan nama PT Java Prima Abadi. Di awal tahun 1999, PT Java Prima Abadi selaku produsen kopi luwak mulai mengekspansi usahanya dari peternak kopi biji luwak ke bidang Café. Outlet Café Kopi Luwak pertama yang dibuka berlokasi di Bandara Achmad Yani, Semarang. Alasannya adalah salah satu tempat yang cukup strategis untuk mengenalkan kopi luwak kepada masyarakat. Dan ternyata hal ini terbukti dengan gerai outlet pertamanya yang cukup ramai dan diminati oleh banyak para wisatawan lokal maupun mancanegara yang sedang menunggu di bandara. Di tahun 2000, Agus membuka outlet keduanya di Java Supermall, Semarang. Kesuksesan Agus membuka outlet keduanya membuat ia semangat memperluas usahanya ke kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Denpasar. Di tahun 2002 barulah usaha Café Kopi Luwak ini berekspansi ke Jakarta yaitu di Mall Kelapa Gading 2 dan terus berkembang sampai sekarang. Saat ini PT Java Prima Abadi oleh seorang putrinya yaitu Vivin Susanti. Rencananya usaha Café Kopi Luwak akan diperluas ke kawasan Internasional. Sampai saat ini sudah ada 18 outlet tersebar di Indonesia yaitu Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan akan segera dibuka di Bali dan Makasar. 2.1.2 Data Perusahaan Nama perusahaan : Café Kopi Luwak
Pengelola : PT Java Prima Abadi Produk yang dijual : 75% minuman kopi, 15% minuman lain, 10% makanan lain Lokasi Penjualan : Semarang : - Java Supermall - Bandara Ahmad Yani - Paragon City - Makro Jakarta : - Plaza Indonesia - Grand Indonesia - Kelapa Gading - Pacific Place - Citraland Mall - Atrium Senen - Metropolitan Mall - Supermall Karawaci - Epicentrum Kuningan - Kuningan City - Blok M Plaza - Central Park Mall Solo : - Solo Square Yogyakarta : - Malioboro Mall
2.1.3 Visi dan Misi Perusahaan PT Java Prima Abadi memiliki visi dan misi yaitu memajukan perusahaan serta mengembangkan usaha dari produk utamanya yaitu biji kopi luwak yang dikenal sebagai biji terbaik dan termahal di dunia sehingga mampu diperluas hingga ke pasaran dunia Internasional. 2.2 DATA KHALAYAK SASARAN 2.2.1 Demografis Wanita dan Pria Usia khalayak 25-45 tahun SES A dan B Pekerjaan : pekerja kantoran, eksekutif muda, wanita karir, entrepreneur. Berpendidikan tinggi dan beraktivitas tinggi 2.2.2 Geografis Kota-kota besar yang terdapat gerai Café Kopi Luwak, seperti : Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Solo Beriklim tropis Berlokasi di mall-mall dengan kepadatan penduduk yang tinggi 2.2.3 Psikografis Kebiasaan minum kopi sebelum/sesudah beraktifitas memiliki gaya hidup konsumtif suka bersosialisasi dan mencari relasi dan acara matang dan mapan dalam bidang finansial
2.3 Kompetitor Waroeng Kopi Luwak Waroeng Kopi Loewak merupakan kopi luwak pilihan yang tersedia dalam 4 varian kopi yaitu Waroeng Kopi Loewak Arabica, Waroeng Kopi Loewak Robusta, Waroeng Kopi Loewak Mix (5% Arabica, 95% Robusta) dan White Coffee Luwak. Kemasan yang tersedia adalah kemasan kaleng exclusive (10 sachet @10gr) dan kemasan sachet 10gr yang terbungkus oleh amplop. Duta Luwak Brother s Link Kemasan kopi terbuat dari alumunium foil dengan berat 250 gram. Terdapat 3 varian rasa yaitu: - Medium roast Warna bubuk sedikit kuning kecoklatan, memiliki karakteristik rasa yang unik dan aroma yang manis - City roast Warna bubuk hitam, rasa dan aroma seimbang - French roast Warna bubuk hitam, rasa sedikit pahit dan aroma tajam
Kopi Luwak Tapis Tapis Luwak didirikan pada tahun 1989, PT Sari Alami (Tapis) adalah sangrai kopi kecil di Bandar Lampung, Indonesia. Nama "Tapis" didapat karena itu adalah bagian dari seni kerajinan tradisional yang terkenal bagi masyarakat Lampung. Menyebarkan aroma dan kualitas kopi Lampung di seluruh dunia selalu menjadi tujuan utama PT Sari Alami. Pada tahun 2010, PT Sari Alami memperkenalkan dengan Standar Internasional tentang etika sumber biji luwak terbaik liar, menghabiskan banyak jam teknik penguasaan memanggang, dan berfokus pada menciptakan cangkir sempurna kopi luwak Tapis. 2.4 Analisa Solusi Komunikasi Visual Strenght - cita rasa yang unik karena didapatkan dengan cara yang tidak biasa - Café Kopi Luwak merupakan pelopor pertama sebagai coffee shop lokal yang menyediakan biji kopi luwak asli. - Café Kopi Luwak memiliki varian rasa kopi yang banyak, juga minuman dan makanan lain yang bervariasi - memiliki beberapa cabang toko di Indonesia dengan tempat yang strategis Weakness: - memiliki beberapa varian rasa namun tidak memiliki kaitan visual antara logo dan masing-masing varian rasa - minum kopi terlalu banyak buruk untuk kesehatan - kopi luwak adalah kopi termahal di Indonesia Opportunity - keinginan orang untuk mencari pengalaman atas rasa kopi luwak pada kafe yang menyajikan kopi luwak - Café atau coffee shop menjadi salah satu gaya hidup yang sedang trend saat ini Threat - banyaknya kompetitor yang menjual kopi luwak mengingat sudah menjadi terkenal