ABSTRACT

dokumen-dokumen yang mirip
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

ABSTRACT

Oleh : Vivi Wahyuni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat


JURNAL. Reni

E-JURNAL. Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar. Sarjana Pendidikan Strata Satu (S1) WINDA AGUSTIN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

JURNAL. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Serjana Pendidikan (STRATA 1) DESI RATNA SARI

JURNAL. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Serjana Pendidikan (STRATA 1) Wahyuli Jasvita

JURNAL. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1) YESI MAIZURLIANTI

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA N 5 PADANG E-JURNAL

Tabel 7. Hasil Uji Validitas. Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas No. Variabel R alpha Nilai kritis

PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS, EFIKASI DIRI, DAN PEMBERIAN REWARD

Keywords: parental support, self efficacy and learning achievement of student interest to continue education to college


PENGARUH MOTIVASI DARI ORANGTUA, LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PRODI PENDIDIKAN EKONOMI STKIP PGRI SUMBAR

Keywords: Teaching Experience, Work Motivation, Work Culture, And Infrastructur PENDAHULUAN

PENGARUH BULLYING, COPING STRESS, KONSEP DIRI DAN OPTIMISME TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII DAN VIII DI MTS PGAI PADANG

Efrinaldi 1, Yesmira Syamra 2, Alfattory Rheza Syahrul 2 ABSTRACT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Data penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner (angket) yang

ABSTRACT

E-JURNAL. Oleh : AFIFATUL MUSRIFA

E-JURNAL. Oleh : NECI DESWITA SARI

PENGARUH SUMBER BELAJAR, KEMANDIRIAN BELAJAR, STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA SMA NEGERI 8 PURWOREJO

Keywords: Self Concept, Learning Facilities, Learning Creativity, Parental Attention, Learning Outcomes

PENGARUH SIKAP SISWA PADA MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PERSAMAAN KUADRAT

JURNAL. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Serjana Pendidikan (STRATA 1) Noor Afsani Rambe

ECONOMICA. Journal of Economic and Economic Education Vol.5 No.2 ( )

Keywords: The Implementation of School Rules, School Environment, Parenting Patterns, Student Learning Motivation

Keywords: Interest in learning, Learning, Discipline and readiness Study

P EFFECT OF SELF-CONCEPT AND INDEPENDENCE OF LEARNING OUTCOMES LEARNING CLASS VIII IPS SMP N 2 TIGO NAGARI Pasaman. Ashar 1, Ansofino 2, Sumarni 3

Dwi Setyani Damayanti Dewi Sukriyah. Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP PGRI Sidoarjo Jalan Kemiri Sidoarjo

ABSTRACT

E-JURNAL. Oleh: YHOLANDA RIVALDO

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SMPN 3 WONOSOBO

Economic Education Analysis Journal

Keywords: Parent and Child Interpersonal Communication, Professional Teacher Competence, Learning Attitude, Learning Achievement

Pengaruh Konsep Diri, Cara Belajar dan Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar Siswa kelas X IPS di SMAN 2 Sijunjung. Oleh :

PENGARUH PERHATIAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 4 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN

OLEH : DELVIZA SURYANI

E_JURNAL. Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi (S1) NURSYAMSI

PENGARUH INTELEGENSI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PURWOREJO

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNIVERSITAS RIAU

PENGARUH KONSEP DIRI DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI MAN 2 BATUSANGKAR E-JURNAL

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SIAK HULU

PENGARUH PENGGUNAAN BUKU LKS DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH GOMBONG

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN INTENSITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 10 KOTA JAMBI TAHUN AJARAN 2013/2014 ABSTRACT

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Tingkat Harga Terhadap Peningkatan Penjualan Mie Ayam Keriting Permana di Perumahan Harapan Baru 1

Arsawan Widhirahmadi Pendidikan ekonomi, FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN CARA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS XI IPS SMA PGRI 4 PADANG JURNAL

ABSTRACT. Keywords: Class Management, Use Of Instructional Media, How To Learn

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN EKONOMI DI SMAK ABDI WACANA

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat

NASKAH PUBLIKASI. Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi.

PENGARUH GAJI DAN TUNJANGAN TERHADAP KINERJA GURU SDIT AL IKHLAS 86

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATRA BARAT PADANG

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 10 PURWOREJO

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA (EFFECT ON STUDENT MOTIVATION TO LEARN MATHEMATICS ACHIEVEMENT OF STUDENT)

ABSTRACT. banyak mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari sehingga siswa memperoleh banyak pengalaman.

PENGARUH BUDAYA, SOSIAL DAN PRIBADI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL TOYOTA AVANZA

PENGARUH KESIAPAN BELAJAR SISWA DAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR KELAS XI JURUSAN IPS SMA NEGERI 8 KOTA JAMBI

PENGARUH MANAJEMEN DIRI DAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS SMAN 11 KOTA JAMBI

: Didi Hariawan NPM : Dosen Pembimbing : Sariyati, SE., MM

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN, KONSEP DIRI DAN CARA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA ADABIAH 2 PADANG

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF, PENGAWASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA BARAT JURNAL

ABSTRACT. Keywords: Parenting parenting, School Physical Environment, Emotional Intelligence And Learning Motivation PENDAHULUAN

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

BAB III METODE PENELITIAN. Balai Gadang, kecamatan Koto Tangah, kota Padang. Penelitian ini akan. dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai selesai.

BAB IV. HASIL dan PEMBAHASAN

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 3 PEKANBARU

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas

Keywords: Emotional Intelligence, Achievement Motivation, Punishment Giving, Parents Parenting Pattems.

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASILPENELITIAN

JURNAL PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH MANAJEMEN KEUANGAN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN GURU MENJELASKAN, PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AKUNTANSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI SMA SWASTA SE-KOTA PEKANBARU

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA N 1 TEMBILAHAN HULU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR JURNAL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR (STUDI KORELASI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK)

Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi. Diajukan Oleh : TRI WAHYUNI

PENGARUH MINAT DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 2 PURWOREJO

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPONE SAMSUNG (STUDY KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA)

Transkripsi:

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL, POTENSI DIRI, LINGKUNGAN NON SOSIAL, KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADAMATA KULIAH EKONOMETRIKA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Susi Mariana Br Tambunan 1, Mareta Kemala Sari 2,Rika Verawati 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat Susitambunan1994@gmail.com ABSTRACT This study aims to analyze the influence of social environment, self potential, non-social environment, learning independence of student learning activities on Econometrics course Economic Education Study Program STKIP PGRI West Sumatra. The results showed that: 1) there is a positive and significant influence between social environment on student learning activities on Econometrics course Economic Education Study Program STKIP PGRI West Sumatra. This is evidenced by the tcount of 5.569> ttable of 1.98373. 2) there is a positive and significant influence between the potential of self to student learning activities on Econometrics course of Economic Education Studies Program STKIP PGRI West Sumatra. This is evidenced by titung 2.733> ttable of 1.98373. 3) there is a positive and significant influence between non-social environment on student learning activitivity in Econometrics course Economic Education Program STKIP PGRI West Sumatra. This is evidenced by the tcount value of 5.118> ttable of 1.98373. 4) there is a positive and significant influence between the independence of learning on student learning activities in the course Econometrics Economic Education Studies Program STKIP PGRI West Sumatra. This is evidenced by the value t count 2.696> ttable of 1.98373. 5) there is a positive and significant influence between social environment, self potential, non social environment, independence of study together to student learning activity at Econometrics course Economic Education Study Program STKIP PGRI West Sumatera. This is evidenced by the value of Fhitung 27.935> Ftabel 2.46 with a significant level of 0.000 <α = 0.05. And R Square.525. Keywords: Social Environment, Self Potential, Non Social Environment, and LearningIndependence PENDAHULUAN Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat di era globalisasi ini, sehingga membuat kita sulit untuk menghadapi tantangan hidup, hal ini disebabkan karena perubahan yang terjadi secara cepat. Oleh sebab itu kita harus membekali diri dengan memiliki kemampuan dan

keterampilan untuk menghadapi perubahan tersebut, salah satu carayang tepat dapat kita lakukan untuk menghadapi perubahan dan perkembangan yang terjadi adalah melalui pendidikan. Hakikatnya pendidikan itu sendiri merupakan proses pembudayaan untuk membentuk manusia seutuhnya. Menurut (Hamalik, Oemar 2010:77) menyatakan bahwa pendidikan dikatakan berkualitas bila proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, efektif, efesien dan ada interaksi antara komponen-komponen yang terkandung dalam sistem pengajaran yaitu tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik, tenaga kependidikan, kurikulum, strategi pembelajaran, media pengajaran dan evaluasi pengajaran. Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari aktivitas belajar selama menempuh masa perkuliahan di STKIP PGRI Sumatera Barat. Menurut (Wahab, 2015:25), aktivitas belajar adalah merupakan suatu kegiatan yang kita jalani dalam proses belajar mengajar berlangsung. Aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental, dan kedua aktivitas itu harus selalu berkaitan. Menurut Sri Wahyuni (2016:98) : seorang anak itu berfikir sepanjang ia berbuat. Tanpa berbuat berarti anak itu tidak berfikir. Untuk itu agar anak berfikir sendiri maka harus diberi kesempatan untuk berbuat sendiri. Dengan aktivitas belajar yang baik maka hasil yang diterima akan baik pula.berdasarkan data yang diperoleh, diperoleh data Nilai mata kuliah Ekonometrika mahasiswa angkatan 2014 dari sesi A-G pada aktivitas beljar sebagai berikut:

Tabel 1. Nilai Mata Kuliah Ekonometrika Angkatan 2014 Sesi A-G Pada Program No Angkat an 1 2014/ A 2 2014/ B 3 2014/ C 4 2014/ D 5 2014/ E 6 2014/ F 7 2014/ G Studi Pendidikan Ekonomi Di STKIP PGRI Sumatera Barat Jumlah siswa A (81-100) B (66-80) C (56-65) D (46-45) E (45) BL (0) F % F % F % F % F % F % 38 6 16,67 30 83,34 2 5,56 0 0 0 0 0 0 39 3 7,69 36 92,30 0 0 0 0 0 0 0 0 39 16 41,02 19 48,71 1 2,56 3 7,69 0 0 0 0 38 14 36,84 23 60,52 0 0 0 0 0 0 1 2,63 39 11 28,20 23 58,97 1 2,56 1 2,56 0 0 3 7,69 39 16 41,02 23 58,97 0 0 0 0 0 0 39 9 23,07 24 61,53 2 5,12 2 5,12 1 2,56 1 2,56 Sumber Data :Puskom BAAK STKIP PGRI Sumatera Barat Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah ekonometrika program studi pendididikan ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat, sudah semakin membaik. Dapat dilihat dari sesi A yang paling banyak mendapatkan nilai B yaitu 30 orang, dari sesi B yang mendapatkan nilai paling banyak nilai B yaitu 36 orang, dari sesi C yang paling banyak mendapatkan nilai B yaitu 19 orang, dari sesi D yang paling banyak mendapatkan nilai B yaitu 23 orang, dari sesi E yang paling banyak mendapatkan nilai B yaitu 23 orang, dari sesi F yang paling banyak mendapatkan nilai B yaitu 24 orang. Maka dari itu banyak dari mahasiswa Bp 2014 yang mendapatkan nilai B, dan bisa meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa tersebut. Berdasarkan data diatas dan observasi yang telah dilakukan bahwa terlihat aktivitas belajar mahasiswa di STKIP PGRI masih rendah dalam mata kuliah ekonometrika di prodi ekonomi. banyaknya dampak negatif dari lingkungan sosial yang menyebabkan menurunnya aktivitas belajar mahasiswa prodi pendidikan ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Salah satu yang mempengaruhi aktivitas belajar mahasiswa yaitu lingkungan sosial. Lingkungan sosial merupakan segala sesuatu yang ada disekitar kita, lingkungan sosial meliputi lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat desa,

lingkungan masyarakat kota, dan lembaga-lembaga atau badan-badan sosial lainnya (Tabrani, 2000:148). Lingkugan sosial sangat mempengaruhi aktivitas belajar seseorang di mana kingkungan sosial menentukan keadaan yang berada disekitar seseorang, yang dapat membawa pengaruh terhadap seseorang baik itu dilingkungan keluarga, tetangga, teman sebaya, dan masyarakat lainnya. Faktor selanjutnya yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar mahasiswa adalah potensi diri. Menurut Bakat atau kemampuan potensi khusus yang dimiliki individu dikembangkan menjadi kecakepan-kecakapan nyata. Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak berbakat memiliki potensi yang unggul. Menurut(Syah, 2008:135) bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Dengan demikian setiap orang memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ke tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masingmasing.bakat mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena sifatnya yang masih bersifat potensial atau masih laten, bakat merupakan potensi yang masih perlu memerlukan ihtiar pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud. Berdasarkan observasi awal dapat dilihat dari rata-rata indeks prestasi kumulatif mahasiswa program studi pendidikan ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat masih ada dari beberapa mahasiswa yang mendapatkan IPK dibawah rata-rata yang ditetapkan Sekolah Tinggi. Hal ini dapat dilihat dengan adanya mahasiswa angkatan 2013-2015 yang memperoleh IPK 2,76-3,50 yaitu sejumlah 489 orang mahasiswa dengan persentase 76,52%. Sementara mahasiswa yang memperoleh IPK 2,00-2,75 yaitu sejumlah 17 orang dengan persentase 2,66% dan mahasiswa yang mendapatkan IPK 0,00-1,99 sebanyak 5 orang mahasiswa dengan persentase 0,78%.

Hal ini menunjukan bahwa potensi diri setiap mahasiswa berbeda-beda halnya, sebagaimana dapat kita lihat dari perolehan IPK masing-masing mahasiswa, dimana potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik. Mahasiswa yang mempunyai potensi yang baik maka akan mempengaruhi aktivitas belajar yang baik pula. Faktor selanjutnya yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar adalah lingkungan non sosial. Menurut (Syah, 2009:153)Lingkungan non sosial siswa berpengaruh terhadap belajarnya diataranya adalah gedung sekolah dan letaknya, ruangan tempat tinggal siswa,alat-alat belajar,keadaan belajar dan waktu belajar siswa dan media masa. Dalam lingkungan Non Sosial yang mempengarui terhadap perilaku dan belajar adalah lingkungan alamiah, dan sarana prasarana (instrumental). Selain dari tiga faktor yang disebutkan diatas faktor selanjutnya yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar adalah kemandirian belajar. Menurut Menurut Erikson dalam (Desmita, 2009:185) menyatakan kemandirian adalah usaha untuk melepaskan diri dari orang tua dengan maksud untuk menentukan dirinnya melalui proses mencari identitas ego, yaitu merupakan perkembangan ke arah individualisitas yang mantap dan berdiri sendiri. Kemandirian biasannya ditandai dengan kemampuan menentukan nasip sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan-keputusan sendiri, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain.berdasarkan observasi awal penulis menemukan nilai ujian tengah semester mahasiswa program studi pendidikan ekonomi angkatan 2014 pada mata kuliah ekonometrika yaitu masih banyak mendapatkan nilai dibawah 80 sebanyak 208 atau 76,75% maka dari itu mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar yang tinggi mereka akan mampu memecahkan setiap akademiknya

dengan mampu menjawab soal ujian METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Menurut (Sugiyono, 2011:11) menjelaskan bahwa penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan menentukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, beberapa erat hubungannya. Dalam penelitian ini penulis ingin menganalisis pengaruh lingkungan sosial, potensi diri, lingkungan non sosial dan kemandirian belaajar terhadap aktivitas belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Ekonometrika Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Sebelum angket di sebarkan kepada responden, terlebih dahulu dilakukan uji coba. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket. Menurut (Arikunto, 2010:211) mengatakan suatu data dapat dikatakan valid apabila pernyataan yang digunakan telah mewakili semua indicator dari variable yang diteliti. Untuk mengetahui apakah yang sedang dihadapinnya. Penelitian ini dilakukan di Kampus STKIP PGRI Sumatera Barat. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2017 Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah mahasiswa Bp 2014 Program Studi Pendidikan Ekonomi yang terdiri dari 271 orang. Dari 271 orang yang menjadi sampel sebanyak 106 orang. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Stratified Porpotional Random Sampling (Sampel Berstrata) sebuah pernyataan valid atau tidak valid, maka digunakan nilai corrected item to total correlation untuk masing-masing pernyataan. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut. Pernyataan dinyatakan valid jika corrected itemtotal correlation > 0,361. Suatu

variabel dikatakan reliabel jika minimal 0,60 (Siregar, 2013:77) memberikan nilai Cronbach s alpha berada pada kategori cukup, rata-rata HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Capaian Responden (TCR) Variabel X Berdasarkan TCR dari masing-masing variabel bahwa ratarata variabel aktivitas belajar ratarata skor sebesar 3,86 dan TCR sebesar 77,11% berada pada kategori cukup, rata-rata variabel lingkungan sosial memiliki rata-rata skor sebesar variabel potensi diri memiliki ratarata skor sebesar 4,11 dan TCR sebesar 72,98% berada pada kategori cukup, rata-rata variabel lingkungan non sosial memiliki rata-rata skor sebesar 3,88 dan TCR sebesar 75,58 % berada pada kategori cukup, dan rata-rata variabel kemandirian belajar memiliki rata-rata skor sebesar 4,11 dan TCR sebesar 82,30% berada pada kategori baik. 3,84 dan TCR sebesar 76,79% a. Analisis Regresi Berganda Berdasarkan Tingkatan (Strata) Tabel 2 : Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan Kelompok Sampel Pendidikan Orang Tua Kategori Tinggi Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) 45.732 13.659 3.348.002 t Sig. Lingkungan Sosial.384.169.295 2.281.027 Potensi Diri.228.114.260 1.999.051 Lingkungan Non Sosial Kemandirian Belajar a. Dependent Variable: Aktivitas Belajar Sumber: Olahan Data Primer SPSS, Juli 2017.489.347.183 1.409.165.119.090.172 1.326.191

Y= a + bı Xı + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 e Y= 45,732 + 0,384X 1 + 0,228X 2 + 0,489X 3 +0,119X 4 Dari model persamaan regresi linear berganda diatas dapat diketahui bahwa: 1. Nilai konstanta sebesar 45,732 berarti tanpa adanya pengaruh dari variabel bebas maka nilai variabel terikatnya hanya sebesar 45,732 satuan. Hal ini berarti apabila variabel bebas nilainya nol (lingkungan sosial, potensi diri, lingkungan non sosial dan kemandirian belajar maka nilai variabel aktivitas belajar hanya sebesar 45,732. 2. Koefisien regresi variabel lingkungan Sekolah (X1) sebesar 0,384 satuan. Hal ini berarti apabila nilai variabel lingkungan sosial meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan aktivitas belajar sebesar 0,384 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap. 3. Koefisien regresi variabel potensi diri (X2) sebesar 0,228 satuan. Hal ini berarti apabila nilai variabel potensi diri meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan aktivitas belajar sebesar 0,228 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap. 4. Koefisien regresi variabel lingkungan Non Sosial (X3) sebesar 0,489 satuan. Hal ini berarti apabila nilai variabel lingkungan non sosial meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan aktivitas belajar sebesar 0,489 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap. 5.Koefisien regresi variabel kemandirian belajar (X4) sebesar 0,119 satuan. Hal ini berarti apabila nilai variabel kemandirian belajar meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan aktivitas belajar sebesar 0,119 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap.

Tabel 3: Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan Kelompok Model Sampel Pendidikan Orang Tua Kategori Rendah Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) 17.832 9.740 1.831.073 t Sig. Lingkungan Sosial.792.153.444 5.162.000 Potensi Diri.133.118.096 1.126.266 Lingkungan Non Sosial.407.266.464 5.284.000 Kemandirian.156.102.126 1.525.134 Belajar a. Dependent Variable: Aktivitas Belajar Sumber: Olahan Data Primer (Peneliti) SPSS, 2017 Y= a + bı Xı + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 e Y= 17,832 + 0,792X 1 + 0,133X 2 + variabel aktivitas belajar hanya sebesar 17,832. 2. Koefisien regresi variabel 0,407X 3 +0,156X 4 lingkungan sosial (X1) sebesar Dari model persamaan regresi linear berganda diatas dapat diketahui bahwa: 1. Nilai konstanta sebesar 17,832 berarti tanpa adanya pengaruh dari variabel bebas maka nilai variabel terikatnya hanya sebesar 17,832 satuan. Hal ini berarti apabila variabel bebas nilainya nol (lingkungan sosial, potensi diri, lingkuungan non sosial, kemandirian belajar) maka nilai 0,792 satuan. Hal ini berarti apabila nilai variabel lingkungan sosial meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan aktivitas belajar sebesar 0,792 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap. 3. Koefisien regresi variabel potensi diri (X2) sebesar 0,133 satuan. Hal ini berarti apabila nilai variabel potensi diri meningkat sebesar satu satuan maka akan

meningkatkan aktivitas belajar sebesar 0,133 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap. 4. Koefisien regresi variabel lingkungan non sosial (X3) sebesar 0,407 satuan. Hal ini berarti apabila nilai variabel lingkungan non sosial meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan aktivitas belajar sebesar 0,407 dalam setiap Koefisien Determinasi (R 2 ) Berdasarkan hasil koefisien determinasi diperoleh hasil nilai R square sebesar 0,525 yang artinya 52,5% perubahan pada variabel dependen (aktivitas belajar) dapat dijelaskan oleh variabel independen Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji t Pengaruh masing-masing variabel bebas yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah: a. Hipotesis 1, terdapat pengaruh yang signifikan antara Lingkungan Sosial (X1) terhadap Aktivitas belajar (Y) Koefisien regresi variabel Lingkungan Sosial (X1) satuannya dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap. 5.Koefisien regresi variabel kemandirian belajar (X4) sebesar 0,156 satuan. Hal ini berarti apabila nilai variabel kemandirian belajar meningkat sebesar satu satuan maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa sebesar 0,156 dalam setiap satuannya dengan asumsi variabel lainnya konstan atau tetap. (Lingkungan Sosial, Potensi Diri, Lingkungan Non Sosial, dan Kemandirian Belajar) sedangkan sisanya sebesar 47,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. diperoleh nilai t hitung sebesar 5,569 > t tabel sebesar 1,98373 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05, berarti H a diterima dan H 0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Lingkungan Sosial terhadap aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Ekonometrika Program Studi

Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Hal ini berarti semakin baik Lingkungan Sosial, maka akan semakin baik pula aktivitas belajar mahasiswa. b. Hipotesis 2, terdapat pengaruh yang signifikan antara Potensi Diri (X2) terhadap Aktivitas belajar (Y) Koefisien regresi variabel Potensi Diri (X2) diperoleh nilai t hitung sebesar 2,733 > t tabel sebesar 1,98373 dengan nilai signifikan 0,007 < = 0,05, berarti H a diterima dan H 0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Potensi Diri terhadap aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Ekonometrika Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Hal ini berarti semakin baik Potensi Diri, maka akan semakin baik pula aktivitas belajar mahasiswa. c. Hipotesis 3, terdapat pengaruh yang signifikan antara Lingkungan Non Sosial (X3) terhadap Aktivitas belajar (Y) Koefisien regresi variabel Lingkungan Non Sosial (X3) diperoleh nilai t hitung sebesar 5,118 > t tabel sebesar 1,98373 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05, berarti H a diterima dan H 0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Lingkungan Non Sosial terhadap aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Ekonometrika Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Hal ini berarti semakin baik Lingkungan Non Sosial, maka akan semakin baik pula aktivitas belajar mahasiswa d. Hipotesis 4, terdapat pengaruh yang signifikan antara Kemandirian Belajar (X4) terhadap Aktivitas belajar (Y) Koefisien regresi variabel Kemandirian Belajar (X4) diperoleh nilai t hitung sebesar 2,696 > t tabel sebesar 1,98373 dengan nilai signifikan 0,008 < = 0,05, berarti H a diterima dan H 0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat

pengaruh yang signifikan secara parsial antara Kemandirian Belajar terhadap aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Ekonometrika Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 16.0, bahwa nilai F hitung 27,935 > F tabel 2,46 dan nilai signifikan 0,000 < = 0,05. Hal ini berarti H 0 ditolak dan H a diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Lingkungan Sosial, Potensi Diri, Lingkungan Non Sosial dan Kemandirian Belajar terhadap aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Ekonometrika, artinya semakin baik Lingkungan Sosial, Potensi Diri, Lingkungan Non Sosial dan Kemandirian Belajar maka aktivitas belajar mahasiswa juga akan semakin baik. Menurut (Dalyono, 2007:129) mengatakan lingkungan sosial adalah segala material dan stimulus di dalam dan di luar diri individu, baik yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosial-kultural. Menurut Habsari (2005:2) menjelaskan, PGRI Sumatera Barat. Hal ini berarti semakin baik Kemandirian Belajar, maka akan semakin baik pula aktivitas belajar mahasiswa Hasil Uji F potensi diri adalah kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik. Sedangkan diri adalah seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik, perilaku dan psikologis yang dimiliki. Menurut Syah (2009:153) Lingkungan non sosial siswa berpengaruh terhadap belajarnya diataranya adalah gedung sekolah dan letaknya, ruangan tempat tinggal siswa,alat-alat belajar,keadaan belajar dan waktu belajar siswa dan media masa. Menurut Nursobah 2009:78 pembelajaran mandiri dapat menjadikan siswa berhasil. Mengatur diri sendiri secara bertanggung jawab, meskipun tidak ada pengawasan dari orang tua ataupun guru, kemandirian yang dimiliki anak dalam belajar akan membuat

anak mencapai tujuan belajar yang diinginkan dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan kepada permasalahan dari pertanyaan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh Lingkungan Sosial (X 1 ) terhadap aktivitas belajar (Y). Dari keseluruhan kelompok sampel orang tua berpendidikan rendah dan tinggi, yang paling berpengaruh terhadap aktivitas belajar yaitu kelompok sampel orang tua berpendidikan rendah dengan koefisien sebesar 0,792. Nilai ini signifikan karena t hitung 5,162 t tabel 1,98373 2. Terdapat pengaruh antara potensi diri (X2) terhadap aktivitas belajar (Y). Dari keseluruhan kelompok sampel orang tua berpendidikan rendah dan tinggi, yang paling berpengaruh terhadap aktivitas belajar yaitu kelompok sampel orang tua berpendidikan tinggi dengan koefisien sebesar sebesar 0, 228. Nilai ini signifikan karena t hitung 1,999 t tabel 1,98373 3. Terdapat pengaruh antara lingkungan non sosial (X3) terhadap aktivitas belajar (Y). Dari keseluruhan kelompok sampel orang tua berpendidikan rendah dan tinggi, yang paling berpengaruh terhadap aktivitas belajar yaitu kelompok sampel orang tua berpendidikan rendah dengan koefisien sebesar 1,407. Nilai ini signifikan karena t hitung 5,284 t tabel 1,98373 4. Terdapat pengaruh antara kemandirian belajar (X4) terhadap aktivitas belajar (Y). Dari keseluruhan kelompok sampel orang tua berpendidikan rendah dan tinggi, yang paling berpengaruh terhadap aktivitas belajar yaitu kelompok sampel orang tua berpendidikan rendah dengan koefisien sebesar 0,156. Nilai ini signifikan karena t hitung 1,525 t tabel 1,98373. 5. Lingkungan Sosial, Potensi Diri, Lingkungan Non Sosial,dan Kemandirian Belajar secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikanterhadap

aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah ekonometrika program studi pendidikan ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Dimana diperoleh nilai Fhitung 27,935 > Ftabel 2,46dengantaraf sebesar 0,000 signifikan = 0,05. Hal iniberarti H a diterimadan H o ditolak. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Dalyono. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA. Habsari. (2005). Bimbingan & Konseling SMA Kelas X1. Jakarta: Grasindo. Hamalik, O. (2010). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Akasara. Siregar, S. (2013). Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara. Sri Wahyuni. (2016). Peningkatan AktivitasBelajar Mahasiswa Dalam PembelajaranAktif Tipe Bolwing Campus Pada Mata Kuliah PenilaianHasilBelajarEkonomi Pada Sesi B Tahun Angkatan 2014 Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat Sri Wahyuni. Economika, 4(66), 0-5 Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Syah, M. (2008). Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA. Syah, M. (2009). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Wahab rohmalina. (2015). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Yusuf, S. (2011). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.