BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Setelah mengetahui bahwa PT. Earth Color tidak memiliki Graphic Standard Manual, Penulis melakukan riset dan menanyakan data data yang dibutuhkan kepada pemilik usaha. Pemilik menyatakan bahwa tidak memiliki graphic design dan keterbatasan pengetahuan mengenai logo merupakan penyebab tidak adanya tanggung jawab terhadap logo mereka sebelumnya. Setelah melakukan riset kepada perusahaan, maka langsung dibuat surat kerja sama untuk membuat perancangan logo baru beserta Graphic Standard Manual. Identitas perusahaan atau Corporate Identity adalah suatu cara yang memungkinkan perusahaan memiliki identitas yang dapat dikenali dan dibedakan dari perusahaan lainnya, menurut kutipan (Jeffkins, 1994:296). B. Kelompok Data Berkaitan Dengan Estetika Fungsi Produk Perancangan identitas visual sebagai media alat yang memvisualisasikan citra perusahaan dalam satu kesatuan yang utuh, hal ini berkaitan dengan desain komunisasi visual (DKV) karena memiliki peran mengkomunikasikan pesan atau image kepada masyarakat dengan berbagai kekuatan identitas visual, seperti tipografi, warna, dan logo. 1. Identitas Visual David E. Carter (seperti dikutip Kurniawan, 2008) juga menjelaskan logo adalah identitas suatu perusahaan dalam bentuk visual yang diaplikasikan dalam berbagai sarana fasilitas dan kegiatan perusahaan sebagai bentuk komunikasi visual. Logo dapat juga disebut dengan simbol, tanda gambar, merek dagang (trademark) yang berfungsi sebagai lambang identitas diri 1
dari suatu badan usaha dan tanda pengenal yang merupakan ciri khas perusahaan. 2. Logo Logo memiliki makna yang dipengaruhi sebagai lambang yang menampilkan sebuah image atau citra positif yang ingin dibentuk dari sebuah perusahaan sehingga perusahaan tersebut memiliki sebuah identitas yang dapat dikenali, menurut kutipan (Balmer, 1995:33). a. Anatomi Logo Logo bisa berupa gambar, tulisan, atau gabungan antara keduanya. Anatomi logo bisa membantu memahami jenis dan elemen visual pembentuk logo. Surianto Rustan (2009) menjelaskan bahwa mengetahui anatomi dan jenis logo akan mempermudah dalam menentukan logo apa yang akan dibuat dan jenis mana yang paling mewakili kepribadian entitasnya (h.88). Per Mollerup (seperti dikutip Surianto Rustan, 2009) menjelaskan picture mark dan letter mark, kiranya cukup memadai untuk menyebut elemen gambar dan elemen tulisan dalam sebuah logo. b. Elemen Visual Pembentuk Logo Logo dalam perencanaan corporate identity design bagaikan tubuh yang mampu mengkomunikasikan isi hati/citra/image produk atau perusahaan yang bersangkutan. Logo sebagai salah satu aplikasi dari corporate identity dapat juga berfungsi sebagai pembeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya. Sebagai suatu karya seni rupa, sebuah logo tidak lepas dari elemen-elemen seni rupa dasar yang membentuknya. Adams (seperti dikutip Ramanda, 2011) menjelaskan bahwa elemen-elemen visual tersebut terbagi menjadi empat yaitu garis, bentuk, warna, dan tipografi. 3. Warna 2
Menurut Yuyung (2012: 187) bahwa warna psikis adalah warna yang memberikan pengaruh terhadap orang yang melihatnya. Warna berpengaruh penting untuk meningkatkan rasa atau keindahan pada suatu tampilan logo untuk menjadi satu kesatuan utuh yang baik. Warna yang terkena cahaya akan menghasilkan warna benda yang berbeda (Yuyung.2012: 186). Warna hangat dapat memantulkan cahaya seperti merah, kuning, jingga sedangkan warna dingin dapat menyerap cahaya seperti biru, hijau, dan ungu. Warna yang digunakan pada logo adalah warna warna sekunder yaitu warna ungu, dan warna ungu termasuk warna yang bersifat dingin. Warna ungu memiliki arti kerajaan, bangsawan, kemewahan, kekuasaan, ambisi, kekayaan, martabat, kemegahan, pengabdian, perdamaian, kebanggaan, misteri, kemandirian dan sihir menurut kutipan (Bourn, 2011). Sehingga warna ungu dapat mempresentasikan image atau citra yang kuat untuk Mustbe Hijab. 4. Tipografi Tipografi adalah seni menyusun huruf huruf sehingga dapat terbaca, tetapi masih mempunyai nilai desain. Tipografi digunakan sebagai metode untuk menerjemahkan kata-kata (lisan) ke dalam bentuk tulisan (visual). Fungsi bahasa visual ini adalah untuk mengkomunikasikan ide, cerita dan informasi melalui segala bentuk media, mulai dari label pakaian, tanda tanda lalu lintas, poster, buku, surat kabar dan majalah. Tipografi merupakan bagian penting dalam desain grafis selain ilustrasi dan warna. Dengan adanya pemilihan jenis huruf yang tepat akan dapat menghasilkan rancangan yang sesuai dengan karakteristik yang di inginkan. Dengan begitu huruf harus mempuyai perpaduan nilai fungsional dan nilai estetika. Tipografi dapat didefinisikan sebagai keterampilan mengatur bahan cetak secara baik dengan tujuan tertentu, 3
seperti mengatur tulisan, membagi-bagi ruang/spasi dan menata atau menjaga huruf untuk membantu secara maksimal agar pembaca memahami teks. Didalam dunia bisnis warna biru disebut sebagai warna corporate karena hampir sebagian besar perusahaan menggunakan biru sebagai warna utamanya. Hal ini dikarenakan warna biru mampu memberi kesan profesional dan kepercayaan. Biru diyakini bisa merangsang kemampuan berkomunikasi, ekspresi artistic dan juga sebagai simbol kekuatan. Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna biru tua mampu merangsang pemikiran yang jernih dan biru muda membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi. Jika dikaitan dengan tipe kepribadian, warna biru berkaitan dengan tipe orang yang melankolis. Biru dengan cahaya yang dikurangi dapat memberikan nuansa ketenangan. (Kotler, 2006 : 61). C. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Teknis Produk Pembuatan sketsa logo merupakan proses desain awal. Termasuk dalam proses paling sulit yang membutuhkan pengetahuan, dan skill mengambar. Salah satunya adalah ilustrasi logo. Basic Shape tidak memiliki makna yang spesifik/jelas/kognitif, contohnya hanya dapat melihat kecenderungan sifat lengkungan dan lekukan sehingga basic shape lebih bersifat simbolis, menurut kutipan (Rustan, 2009 : 33). Penyesuaian bahasa perusahaan yang digunakan dengan target market, elemen ini disatukan dan menjadi suatu style manual perusahaan termasuk di dalamnya instruksi detail, untuk penggunaan tipografi maupun visual yang akan diaplikasikan dalam literature perusahaan, dan stationary. Dimana di dalamnya dicantumkan penggunaan warna, typeface, dan spesifikasi ukurannya, menurut kutipan (rachmadi, 2011 : 16). 4
D. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Ekonomi Produk Dengan adanya Graphic Standard Manual maka perusahaan mempunyai pedoman atau patokan dalam menempatkan logo pada berbagai macam pengaplikasian logo itu sendiri. Sistem identitas juga memiliki fungsi untuk mengecek dan mengukur keaslian sebuah identitas, untuk menghindari adanya pembajakan. Beberapa hal yang menyangkut spesifikasi dalam penerapan corporate identity. Aspek ekonomi dalam re-branding ini adalah sebagai alat jual dan promosi. Perusahaan dengan citra positif berpeluang besar untuk mengembangkan sayapnya dan memperkenalkan produk atau jasa baru. Konsumen yang telah lama menggunakan produk dari perusahaan tersebut akan setia untuk terus menggunakan produk itu. Mereka akan lebih menerima karena telah berhasil membuktikan sendiri bahwa produk itu benar-benar cocok untuk mereka. 5