Oleh : Kardiansyah Nim

dokumen-dokumen yang mirip
PADLAN NIM :

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. SAWIT PRIMA NUSANTARA (SPN) KECAMATAN KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR.

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. SAWIT PRIMA NUSANTARA (SPN) KECAMATAN KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR.

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. SAWIT PRIMA NUSANTARA (PT. SPN) KECAMATAN KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Sumber daya manusia di Indonesia yang beraneka ragam merupakan

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. ANUGERAH UREA SAKTI KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN JURUSAN PENGELOLAAN HUTAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA SAMARINDA 2009

I. PENDAHULUAN. dapat tumbuh di luar daerah asalnya, termasuk Indonesia. Kelapa sawit

Oleh RIDWAN HARYONO NIM

Oleh M. ALVIANSYAH NIM

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BIDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT DI PT.

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG. Pelaksanaan Teknis

TINJAUAN PUSTAKA. Teknis Panen

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. TELEN (BUKIT PERMATA ESTATE) DESA BUKIT PERMATA KEC. KAUBUN KAB. KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

PENGELOLAAN RESIKO PANEN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR DESA JAHAB KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTENEGARA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. SAWIT SUKSES SEJAHTERA DESA SENYIUR KECAMATAN MUARA ANCALONG KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

KATA PENGANTAR. 9. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Lembar Isian Kerja ini baik langsung maupun tidak langsung.

KATA PENGANTAR. rahmat dan hidayah-nya penulis dapat menyelesaikan tugas-tugas selama

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. LEMBAH SAWIT SUBUR DESA BIGUNG BARU KECAMATAN LINGGANG BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANG DI PT. WIRA INOVA NUSANTARA DAN PT

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT

PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN JURUSAN PENGELOLAAN HUTAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA SAMARINDA 2009

TUGAS I. MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT

M. HAJI FARHAN NIM

III. BAHAN DAN METODE

Oleh Heri Gunawan Nim

TATA CARA PENELITIN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. KOTA BANGUN PLANTATION DESA JEMBAYANKECAMATANLOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

BAB III TATALAKSANA TUGAS AKHIR

KATA PENGANTAR. Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-nya jualah

HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pemupukan (4T) BPE Jenis Pupuk

PEMBAHASAN Penetapan Target

III. METODE PENELITIAN. Medan Area yang berlokasi di jalan kolam No.1 Medan Estate, Kecamatan Percut

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. BUDI DUTA AGROMAKMUR DESA JAHAB KECAMATAN TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. TRITUNGGAL SENTRA BUANA DESA SALIKI, KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

III. METODOLOGI TUGAS AKHIR (TA)

PEMBAHASAN. Aspek Teknis

PERKIRAAN BIAYA PEMBUKAAN LAHAN PER HEKTAR

Jojon Soesatrijo. Abstrak

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Syarat Tumbuh

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT

= pemanen. Sistem Penunasan

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. PP. LONDON SUMATERA INDONESIA Tbk. DESA TANJUNG ISUY KEC. JEMPANG KAB. KUTAI BARAT PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

Oleh : MARIAH NIM PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN JURUSAN PENGELOLAAN HUTAN

PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA SAMARINDA 2015

Oleh ABDURRAHMAN NIM

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. ANUGERAH UREA SAKTI FELIZA ESTATE KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Oleh : EMILIANA HULAU LIMAN NIM :

KASTRASI DAN MANAJEMEN KANOPI. Disampaikan Pada Materi Kelas PAM

BAB III BAHAN DAN METODE. Medan Area yang berlokasi di Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT.TELEN BUKIT PERMATA ESTATE KECAMATAN KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

III. TATA LAKSANA KEGIATAN TUGAS AKHIR

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. BW.PLANTATION DESA SENYIUR KEC.MUARA ANCALONG KAB. KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

III. BAHAN DAN METODE. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas

TINJAUAN PUSTAKA Akar Tanaman Kelapa Sawit Ekologi Kelapa Sawit

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu

percobaan pemupukan, berdasarkan jumlah dan macam unsur hara yang diangkut hasil panen, berdasarkan ketersediaan unsur hara dalam tanah (analisis

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Kota Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu,

m. BAHAN DAN METODE Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakuteis Pertanian

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung.

TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi Tanaman Teh Morfologi Tanaman Teh Syarat Tumbuh

PELAKSANAAN MAGANG. Aspek Teknis

TINJAUAN PUSTAKA. sangat diperlukan untuk memprediksi produktivitas kelapa sawit tersebut dalam

Oleh ABDUL RAHIM NIM

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG. Aspek Teknis

PEMBAHASAN. Pengelolaan Pupuk

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT

III. BAHAN DAN METODE

KONDISI UMUM LOKASI MAGANG

TEKNIK PENANGANAN KEHILANGAN (LOSSES) BRONDOLANKELAPA SAWIT PADA AREAL BERBUKIT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT

METODOLOGI Waktu dan Tempat Metode Pelaksanaan Kerja Praktek Langsung di Kebun

TINJAUAN PUSTAKA. apabila seluruh kondisi perlakuan dilaksanakan dengan baik.

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT DI PT

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT.

PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA 2011

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

KAJIAN JUMLAH TANDAN BUAH SEGAR DAN GRADING DI PT. SAWIT SUKSES SEJAHTERA KECAMATAN MUARA ANCALONG KABUPATEN KUTAI TIMUR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

RESPON TANAMAN JAGUNG MANIS AKIBAT PEMBERIAN TIENS GOLDEN HARVEST. Oleh : Seprita Lidar dan Surtinah

BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN

BUDIDAYA KELAPA SAWIT

Lampiran 1 Curahan Tenaga Kerja (HK) Tanaman Tebu Per Ha Per Musim

KATA PENGANTAR Manajemen Panen dan Pasca Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) PT. Suryabumi Tunggal Perkasa Intan Estate Kalimantan Selatan.

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI

KATA PENGANTAR. rahmat dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Pengalaman

PANEN KELAPA SAWIT Pengrtian Panen Sistim Panen 2.1 Kriteria Matang Panen 2.2 Komposisi TBS Fraksi Komposisi (%) Kematangan

III. METODE PENELITIAN. Kecamatan Medan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat kira-kira 12 m dpl,

METODE MAGANG. Tempat dan Waktu

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Mei 2016

Transkripsi:

1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PT. SAWIT PRIMA NUSANTARA (SPN) KECAMATAN KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh : Kardiansyah Nim. 070500108 PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA SAMARINDA 2011

1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini. Kegiatan Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan mulai dari tanggal 4 Maret sampai 2 Mei 2011 di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Sawit Prima Nusantara Unit Mata Air Estate. Dalam kegiatan penyusunan laporan PKL ini penulis telah banyak mendapatkan dukungan dan bantuan baik moril maupun materil yang secara langsung maupun tidak langsung sangat membantu penulis dalam menyelesaikan penyusunan laporan PKL ini. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun materil 2. Ir. Budi Winarni, MSi selaku Dosen Pembimbing. 3. Jamaluddin, SP, MSi selaku Dosen Penguji. 4. Seluruh karyawan di PT. SPN Unit Mata Air Estate yang telah memberikan banyak pengalaman seputar kehidupan di perkebunan kelapa sawit selama melaksanakan kegiatan PKL. 5. Bapak dan Ibu dosen POLITANI khususnya dosen Program Studi Budi Daya Tanaman Perkebunan (PS. BTP). 6. Teman teman dan semua yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penulisan laporan ini, namun laporan ini merupakan karya tulis terbaik yang dapat penulis sajikan pada kesempatan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa Program Studi Budi Daya Tanaman Perkebunan (PS BTP). Kampus Sungai Keledang, Juli 2011 Penulis,

2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR LAMPIRAN... iii iv v I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Tujuan... 2 C. Hasil yang Diharapkan... 2 II. III. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN A. Tinjauan Umum Perusahaan... 3 B. Manajeman Prusahaan di PT.SPN Unit MAE.... 4 C. Tempat dan Waktu Kegiatan PKL. 5 HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN A. Pembibitan di Main Nursery (MN).. 6 1. Pemupukan... 6 2. Pengendaian hama dan penyakit secara kimia... 7 3. Pengendaian gulma...... 9 4. Seleksi pertama 11 IV. B. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM)... 12 1. Pengendalian gulma pada pasar rintis,piringan dan tempat pengumpulan hasil (TPH) secara kimia.. 12 2. Pemeliharaan tempat pengumpulan hasil (TPH) secara manual.. 14 3. Pemeliharaan pasar rintis secara manual.. 15 4. Pemeliharaan titi panen... 16 C. Pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM) 17 1. Pengeceran pupuk (pengangkutan pupuk/langsir pupuk). 17 2. Aplikasi pemupukan 18 D. Panen. 20 KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 22 B. Saran.. 22 DAFTAR PUSTAKA 23 LAMPIRAN... 24

3 DAFTAR LAMPIRAN Nomor halaman 1. Struktur organisasi 25 2. Pengendalian gulma di main nursery... 26 3. Proses pemangkasan 26

4 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan agribisnis kelapa sawit merupakan sektor yang diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Kalapa sawit merupakan komoditas sumber daya alam (SDA) yang dapat diperbaharui. Selama kurun waktu dua puluh tahun terakhir kelapa sawit telah menjadi komoditas andalan ekspor yang paling marak di dunia karena sebagai tanaman penghasil minyak nabati, kelapa sawit merupakan tanaman yang paling produktif menghasilkan minyak. Negara Indonesia memiliki potensi yang besar di dalam pengembangan agribisnis kelapa sawit, potensi itu diantaranya ialah wilayah yang luas dan subur, tenaga kerja yang produktif serta sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun. Dengan potensi yang dimiliki tersebut Indonesia memiliki kecenderungan untuk meningkatkan produktivitas dan menambah luasan penanaman kelapa sawit dan menjadi negara produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Indonesia, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (POLITANI) khususnya Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan berkewajiban untuk mendukung upaya pemerintah di dalam mengentaskan kemiskinan dengan cara mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap diterjunkan di bidang perkebunan dan memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan perkebunan. Salah satu bentuk keseriusan

5 dalam mencetak SDM yang berkualitas tersebut maka di dalam kurikulum POLITANI diadakan mata kuliah Praktek Kerja Lapang (PKL) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa POLITANI pada semester VI, selama dua bulan. B. Tujuan Adapun tujuan dari kegiatan PKL ini adalah: 1. Memahami tahapan-tahapan kerja dalam kegiatan budidaya kelapa sawit. 2. Mahasiswa dapat langsung mempraktekkan dan membandingkan teori yang diperoleh dengan praktek di lapangan. 3. Mengetahui berbagai permasalahan di lapangan. C. Hasil yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan PKL ini adalah: 1. Mahasiswa memiliki kemampuan teknis di bidang pengelolaan budidaya kelapa sawit. 2. Menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa di dalam kegiatan budidaya kelapa sawit. 3. Mahasiswa dapat berpikir dan bertindak secara praktis di dalam mengambil keputusan di lapangan sebagai bekal pada saat memasuki dunia kerja.

6 II. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN A. Tinjauan Umum Perusahaan PT. Sawit Prima Nusantara (PT. SPN) merupakan salah satu anak perusahaan dari Teladan Prima Group (TPG) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. PT. SPN membawahi satu Estate yaitu Mata Air Estate (MAE) yang terdiri dari 3 Divisi dan 1 Pembibitan. Secara administatif areal survei berlokasi di Bukit Permata, Bumi Rapak, Mata Air, Sempayau dan Kadungan Jaya, Kecamatan. Kaubun dan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Secara geografis areal survei terletak di antara (117 0 38 8-117 0 51 12 ) BT dan (1 0 0 49-1 0 9 58 ) LU. Ketinggian wilayah antara (20 200) m dpl. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan di areal survei ditemukan 3 macam tanah yaitu Podsolik, Kambisol dan Mediteran. Bentuk wilayah dan topografi yang teridentifikasi di dalam areal survei adalah dataran, perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan lereng bervariasi dari < 8% hingga > 30%. MAE melakukan pembukaan lahan untuk pembibitan pada tahun 2005 dan melakukan penanaman perdana pada tahun 2006 dengan luasan areal 2.722 ha.

7 B. Manajemen Perusahaan Di PT. SPN Unit MAE 1. Manajer Manajer merupakan pemegang jabatan tertinggi yang membawahi 3 Asiten Afdeling, 1 Asisten Pembibitan. 2. Kasie Administrasi Kasie Administrasi sama dengan kepala Tata Usaha. Kasie Administrasi bertanggung jawab atas semua permasalahan yang ada di kantor besar, personalia, kasir, pembelian, pergudangan dan office boy. 3. Asisten Divisi/Asisten Pembibitan Asisten Divisi/Asisten Pembibitan merupakan pemegang jabatan tertinggi di suatu Divisi/Pembibitan dan membawahi Mandor I serta para Mandor di Divisi. 4. Krani Divisi Krani Divisi merupakan pembantu Asisten Divisi yang bertugas membukukan semua pembukuan yang ada di Divisi termasuk membantu membagikan gaji karyawan. 5. Mandor I Mandor I membawahi beberapa bagian bidang kerja serta bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanakan kegiatan di lapangan. 6. Mandor Mandor langsung membawahi beberapa karyawan pada tiap-tiap wilayah kerja.

8 C. Tempat dan Waktu Kegiatan PKL Kegiatan ini dilaksanakan di Afdeling 3 di PT. Sawit Prima Nusantara (PT. SPN) unit Mata Air Estate (MAE) di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan PKL dilaksanakan selama 2 bulan terhitung dari tanggal 4 Maret sampai 2 Mei 2011.

9 III. HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG A. Pembibitan di Main Nursery (MN) 1. Pemupukan a. Tujuan 1) Untuk menambah unsur hara di dalam tanah. 2) Untuk meningkatkan kesuburan tanah yang menyebabkan tingkat produksi tanaman menjadi relatif lebih stabil. 3) Untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit serta pengaruh iklim yang tidak menguntungkan. 4) Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (akar, batang dan daun). b. Dasar teori Kemampuan lahan dalam menyediakan unsur hara secara terus menerus bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit yang berumur panjang sangatlah terbatas, keterbatasan daya dukung lahan dalam penyedian hara ini harus diimbangi dengan penambahan unsur hara melalui pemupukan (Sipayung, 1987). c. Alat dan bahan Alat : takaran Bahan: pupuk NPK 15.15. 6,4 (dosis 5 g/bibit). d. Prosedur kerja 1) Ditentukan plot yang akan dikerjakan sesuai dengan rotasi. 2) Alat dan bahan disiapkan

10 3) Dimasukkan pupuk dari karung ke dalam ember. 4) Pekerja membawa pupuk menuju bibit kelapa sawit kemudian diaplikasikan dengan cara :? Ditabur pupuk secara melingkar di dekat pangkal batang bibit kelapa sawit dengan jarak 4-5 cm dari batang tanaman.? Dosis yang digunakan berdasarkan buku rekomendasi pemupukan yaitu 5g/bibit. e. Hasil yang di capai Hasil : 1 HK/ha, 1HK = 7 jam 2. Pengendalian hama dan penyakit secara kimia a. Tujuan Untuk mendapatkan bibit yang sehat dan mempunyai kualitas yang baik dalam produksi b. Dasar teori Pengendalian hama dan penyakit tanaman pada hakeketnya merupakan upaya untuk mengendalikan suatu kehidupan, oleh karena itu, konsep pengendaliannya dimulai dari pengenalan dan pemahaman terhadap siklus hama dan penyakit itu sendiri. Upaya mendeteksi hama dan penyakit pada waktu yang lebih dini mutlak harus dilakukan agar memudahkan tindakan pencegahan dan pengendalian. Keuntungan pengendalian dini juga bertujuan agar tidak terjadi ledakan serangan yang tak terkendali. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara kimia yaitu menyemprotkan larutan

11 herbisida Gliposat dengan dosis 7,5-10 cc/1l air dengan menggunakan sprayer bertujuan agar mudah untuk melakukan penyemprotan. (Sipayung, 1987). c. Alat dan bahan Alat: kep, drum, ember, pengaduk dan takaran. Bahan: Dithane M-45, Decise dan air, bibit d. Prosedur kerja 1) Plot yang akan dikerjakan ditentukan sesuai dengan rotasi. 2) Ditentukan tingkat serangan hama ulat daun dan penyakit bercak putih yang menyerang bibit kelapa sawit. 3) Alat dan bahan disiapkan. 4) Air di masukan ke dalam gentong setengah bagian (± 100 liter) 5) Dhithane M-45 dimasukkan dengan dosis 0,2 g/l dan Decis 0,6cc/l 6) Larutan yang sudah diaduk hingga merata, kemudian ditambahkan air ke dalam gentong sampai penuh. 7) Larutan semprot yang sudah siap dimasukkan ke dalam kep menggunakan ember tuang. 8) Penyemprot berada pada jalur bibit, aplikasi diarahkan di sekeliling bibit sampai merata pada bibit kelapa sawit. e. Hasil yang di capai Hasil : 1 HK = 12 kep 1 kep = 18 pokok

12 3. Pengendalian gulma a. Pengendalian gulma secara manual 1). Tujuan Menghindari persaingan penyerapan unsur hara, air dan intensitas penyinaran matahari. 2). Dasar teori Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat dan kondisi yang tidak diinginkan oleh manusia. Pengendalian gulma pada prinsipnya merupakan usaha untuk meningkatkan daya saing tanaman pokok dan melemahkan daya saing gulma. Pengendalian gulma dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dengan cara manual dan kimia (Pahan, 2006). 3). Alat dan bahan Alat : arit, sendup (pipa yang dibengkokkan), kayu runcing. Bahan: gulma yang ada di main nursery 4). Prosedur kerja a) Ditentukan plot yang akan dikerjakan (melihat tingkat pertumbuhan gulma di large bag). b) Alat dan bahan disiapkan. c) Melakukan pembagian bedeng kerja (2 baris/orang). d) Gulma yang ada di dalam maupun di sisi luar large bag dicabut atau dibersihkan dengan parang/arit. e) Gulma yang dicabut dimasukkan ke dalam karung.

13 5). Hasil yang dicapai Hasil : 1 HK = 4 baris (2.000 large bag) b. Pengendalian gulma secara kimia 1). Tujuan Menghindari persaingan penyerapan unsur hara, air dan intensitas penyinaran matahari 2). Dasar teori Pengendalian gulma tanaman pada hakeketnya merupakan upaya untuk mengendalikan suatu kehidupan, oleh karena itu, konsep pengendaliannya dimulai dari pengenalan dan pemahaman terhadap gulma (Pahan, 2006). Lalang merupakan gulma yang pertumbuhannya begitu cepat, jika penanggulangannya tidak dilakukan secepatnya maka lalang dapat tumbuh dengan cepat, untuk itu perlu dilakukan pembasmian dengan cara kimia yaitu semprot lalang menggunakan bahan kimia herbisida sistemik (Anonim, 2005). 3). Alat dan bahan Alat : gentong, ember, botol takaran, pengaduk dan sprayer. Bahan : herbisida Gliposat, bibit dan air. 4). Prosedur kerja a) Plot yang akan dikerjakan ditentukan b) Tingkat pertumbuhan gulma ditentukan c) Alat dan bahan disiapkan

14 d) Dimasukan air ke dalam drum sampai ½ bagian. e) Herbisida dimasukan dengan dosis 7,5-10 cc/ll air. f) Larutan diaduk kemudian ditambahkan air sampai penuh ke dalam drum g) Larutan yang sudah tercampur dimasukan ke dalam kep menggunakan ember tuang. h) Penyemprot berada pada jalur hoyu, pengaplikasian diarahkan pada gulma di luar large bag dengan ketinggian ±25 cm secara merata. 5). Hasil yang dicapai Hasil : 1 HK = 12 kep 1 kep = 18 polybag 4. Seleksi pertama a. Tujuan 1) Untuk memisahkan bibit abnormal dengan yang normal. 2) Untuk mendapatkan bibit yang pertumbuhannya seragam. 3) Untuk mendapatkan bibit yang pertumbuhannya sehat dan bermutu baik yang akan dipindahkan ke lapangan. b. Dasar teori Seleksi bibit dilakukan plot demi plot dengan membandingkan pertumbuhan rata-rata di plot tersebut. Bibit yang normal mempunyai bentuk daun lanceolate yaitu tiap daun yang keluar pada akhir

15 pertumbuhannya akan lebih besar dari daun terdahulu. Seleksi di MN dilakukan dalam 4 tahap yaitu: - Seleksi pertama umur 4 bulan. - Seleksi kedua umur 6 bulan. - Seleksi ketiga umur 8 bulan. - Seleksi keempat saat akan dipindahkan ke lapangan (Anonim, 2005). c. Alat dan bahan Alat : alat tulis dan buku seleksi bibit. Bahan : bibit yang akan diseleksi. d. Prosedur kerja 1) Alat dan bahan disiapkan 2) Penyeleksi terdiri dari 3 orang (2 orang sebagai penyeleksi dan 1 orang sebagai pencatat). 3) Penyeleksi memasuki plot baris demi baris. 4) Bibit yang abnormal (bibit yang pucuknya rusak/patah digeser ke kiri/ke kanan kemudian dicatat pada buku seleksi bibit. e. Hasil yang dicapai Hasil = 1 HK/ha. B. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) 1. Pengendalian gulma pada pasar rintis, piringan dan tempat pengumpulan hasil (TPH) secara kimia a. Tujuan 1). Menghindari persaingan penyerapan unsur hara dan intensitas penyinaran matahari.

16 2). Mempermudah perawatan tanaman kelapa sawit. 3). Memperbaiki sirkulasi udara pada pokok kelapa sawit (meningkatkan penyerbukan alami) 4). Mempermudah kontrol pemupukan. 5). Mempermudah kontrol hama. 6). Mempermudah pengutipan brondolan (panen). 7). Menekan populasi gulma. 8). Mempermudah pengangkutan tandan buah sawit (TBS) dari pokok kelapa sawit menuju tempat pengumpulan hasil (TPH). b. Dasar teori Menurut Anonim (2008), pengendalian gulma secara kimia di lapangan untuk semprot pasar rintis, piringan TPH, untuk tanaman berumur < 12 bulan menggunakan jenis herbisida cair, untuk tanaman yang berumur = 12 bulan menggunakan herbisida bubuk, pada jalan pasar rintis dan TPH menggunakan herbisida kontak atau sistemik sesuai dengan jenis gulma yang menjadi sasaran. c. Alat dan bahan Alat : kep, drum, gembor, jerigen, pengaduk dan takaran. Bahan : herbisida Ally (bubuk), herbisida Sless (cair) dan air. d. Prosedur kerja 1) Alat dan bahan disiapkan. 2) Blok yang akan dikerjakan ditentukan 3) Ditentukan tingkat pertumbuhan gulma.

17 4) Air dimasukkan ke dalam drum sampai ½ bagian. 5) Dimasukan herbisida dengan dosis sesuai rekomendasi (20 g/ll air) untuk herbisida Ally dan herbisida Sless 40 g/ll air). 6) Diaduk dan ditambahkan air sampai penuh. 7) Larutan dimasukkan ke dalam kep menggunakan ember tuang. 8) Pemasangan pancang hancak (penghancakan). 9) Pekerja memasuki hancak yang telah ditentukan, kemudian melakukan penyemprotan pada pasar rintis, piringan dan TPH. e. Hasil yang dicapai Hasil = 1 Hk/ha 2. Pemeliharaan tempat pengumpulan hasil (TPH) secara manual a. Tujuan. 1) Untuk memudahkan penghitungan tandan buah sawit (TBS). 2) Untuk memudahkan penyusunan buah. 3) Untuk memudahkan pengangkutan brondolan. b. Dasar teori TPH merupakan sarana yang terpenting dalam perawatan c. Alat untuk memperlancarkan dalam proses pemanenan agar lebih mudah, dan mempermudah dalam pengumpulan TBS (Anonim, 2002a). Alat : cangkul, parang dan arit. d. Prosedur kerja 1) Alat disiapkan

18 2) Menentukan blok yang akan dikerjakan. 3) Penghancakan pekerja. 4) Pekerja membersihkan TPH dengan ukuran 7x4 m kemudian dilanjutkan dengan perbaikan saluran drainase di sekeliling TPH. 5). Meratakan TPH, membuat tangga atau jalan bantu. e. Hasil yang di capai Hasil = 1 HK = 22 TPH 3. Pemeliharaan pasar rintis secara manual a. Tujuan 1) Untuk memudahkan kegiatan perawatan tanaman. 2) Memudahkan dalam pengangkutan hasil panen. 3) Untuk memudahkan pengontrolan perawatan. b. Dasar teori Pasar rintis merupakan sarana yang terpenting dalam perawatan untuk mempermudah dalam proses pemanenan dan pengangkutan buah ke TPH (Anonim, 2002b). c. Alat Alat: : cangkul dan parang d. Prosedur kerja 1). Disiapkan alat. 2). Blok yang akan dikerjakan ditentukan 3). Penghancakan pekerja. 4). Pekerja masuk pada hancak yang telah ditentukan.

19 5). Pekerja menebas gulma dengan parang sampai ketinggian 20-30 cm dari permukaan tanah dengan lebar ± 1 m. e. Hasil yang dicapai Hasil = 1 HK = 2 ha 4. Pemeliharaan titi panen a. Tujuan 1). Memudahkan pekerjaan dalam pengangkutan hasil panen. 2). Memudahkan pemeliharaan gawangan, piringan dan sensus hama. 3). Memudahkan pemeliharaan kontrol pemupukan. 4). Memudahkan pemeliharaan kelapa sawit. b. Dasar teori Titi panen merupakan jembatan yang terbuat dari papan kayu tebal > 5 cm dengan kontruksi yang sangat sederhana pada parit yang memotong pasar rintis. Titi panen merupakan salah satu sarana untuk memudahkan pemeliharaan dan pemanenan kelapa sawit. Dengan adanya titi panen maka waktu yang diperlukan untuk melakukan pemeliharaan dan pemanenan menjadi lebih efisien. Berdasarkan lebar parit/sungai titi panen dibedakan menjadi 2 yaitu : - Titi panen tunggal jika lebar parit berukuran < 4 m. - Titi panen sambung jika lebar parit berukuran > 4 m (Anonim, 2002a). c. Alat dan bahan Alat : cangkul, parang, gergaji, palu, pahat dan meteran.

20 Bahan : paku, papan, balok dan bambu. d. Prosedur kerja 1). Alat dan bahan disiapkan. 2). Penentuan blok (titi panen) yang akan dikerjakan. 3). Penghancakan pekerja. 4). Dilakukan perbaikan pada titi panen yang miring, bergeser atau yang rebah. e. Hasil yang dicapai Hasil = 5 HK = 4 titi panen. C. Pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM) 1. Pengeceran pupuk (pengangkutan pupuk/langsir pupuk) a. Tujuan 1) Untuk memudahkan aplikasi pemupukan. 2) Untuk memudahkan penghancakan. 3) Untuk mencapai target pemupukan. b. Dasar teori Pengeceran pupuk adalah kegiatan mengangkut pupuk dari gudang sentral menuju blok. Agar tujuan di atas dapat tercapai maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sarana angkutan dan jalan harus memadai serta organisasi pengangkutan berjalan dengan baik (Sukarji dan Kusnun, 1982). c. Alat dan bahan Alat : truk dan traktor

21 Bahan : pupuk Dolomit d. Prosedur kerja 1). Ditentukan blok yang akan dipupuk. 2). Disiapkan alat dan bahan. 3). Pengangkutan pupuk dari gudang ke blok melalui colection road (CR). 4) Pupuk yang sudah diuntil, dimuat ke trailer/bak truk sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dengan memperhatikan kapasitas muat. 5). Pengeceran pupuk di sepanjang colection road (CR). 6). Pupuk diecer ke setiap baris tanam dengan jumlah 2 karung until 7). Diaplikasikan secara merata menggunakan gayung pupuk e. Hasil yang dicapai Hasil = 1 HK = 150 until (1 until = 16 kg) 2. Aplikasi pemupukan a. Tujuan 1) Untuk menambah unsur hara di dalam tanah. 2) Untuk meningkatkan kesuburan tanah yang menyebabkan tingkat produksi tanaman menjadi relatif lebih stabil. 3) Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit dan pengaruh iklim yang tidak menguntungkan. 4) Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (akar, batang dan daun).

22 b. Dasar teori Kemampuan lahan dalam menyediakan unsur hara secara terus menerus bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit yang berumur panjang sangatlah terbatas. Keterbatasan daya dukung lahan dalam penyedian hara ini harus diimbangi dengan penambahan unsur hara melalui pemupukan. Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ke tanah dengan tujuan melengkapi ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik atau pupuk anorgani (Pahan, 2006). Pemupukan merupakan salah satu faktor pemeliharaan tanaman yang sangat penting dan sangat menentukan kesehatan dan produktifitas tanaman. Sebelum melaksanakan pemupukan terlebih dahulu diadakan beberapa analisa di lapangan yaitu analisa tanah dan analisa daun (Pahan, 2006). c. Alat dan bahan Alat : takaran, karung (tas) Bahan : pupuk Dolomit dosis sesuai dengan rekomendasi (0,8 kg/pokok) d. Prosedur kerja 1) Pembagian blok yang akan dilakukan aplikasi pemupukan. 2) Alat dan bahan disiapkan 3) Memindahkan pupuk dari karung (untilan) ke tas karung. 4) Penghancakan pekerja.

23 5) Pekerja menuju pokok sawit melalui pasar rintis. 6) Aplikasi pemupukan dengan cara menabur pupuk melingkari pokok kelapa sawit dengan jarak ± 30 cm dari tajuk mengarah ke dalam (pokok sawit). e. Hasil yang dicapai Hasil = 1 HK = 150 kg. Satu pokok membutuhkan 800gram. D. Panen 1. Tujuan a. Memperkecil biaya dalam produksi, b. Mengontrol buah atau brondolan yang kualitasnya baik dan dalam jumlah yang banyak untuk ke pabrik dalam waktu yang tepat. c. Memilih TBS yang memenuhi kreteria matang panen untuk memperoleh minyak sawit yang maksimal. 2. Dasar teori Panen adalah kegiatan pemotongan atau pangambilan TBS yang telah memenuhi kreteria matang panen, dan selanjutnya TBS dan buah lepas dikumpulkan di TPH, kemudian dibawa menuju pabrik. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan inti pada pengolahan TBS. Pada saat buah masak kandungan minyaknya pada daging buah telah maksimal. Jika terlalu matang buah sawit akan lepas dari janjangnya (Anonim, 2005). 3. Alat Alat : dodos, ganco dan karung.

24 4. Prosedur kerja. a. Penyediaan alat b. Pembagian hancak. c. Memotong buah masak (ditandai dengan adanya buah lepas dari janjangnya sebanyak 5 buah). d. Mengutip buah lepas yang jatuh ke piringan. e. Memotong tangkai janjang yang panjang sampai mepet. f. Mengangkut TBS menuju TPH dan menyusunnya tiap 5 baris. g. Pemberian nomor pemanen. 5. Hasil yang dicapai Hasil = 1 HK/200 janjang

25 IV. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Kegiatan PKL yang dilaksanakan di PT.SPN meliputi kegiatan di pembibitan main nursery, pemeliharaan tanaman menghasilkan, pemupukan di tanaman menghasilkan, dan panen. 2. Secara keseluruhan alat dan bahan di PT. SPN telah sesuai dengan teknis penggunaan alat dan bahan secara umum. B. Saran Semua kegiatan pemeliharaan baik di main nursery (MN) maupun tanaman menghasikan (TM) yang dilakukan sudah cukup baik hanya saja perlu beberapa perbaikan dalam sisitem melaksanakan kerja, seperti : 1. Perlu penambahan pengangkut tenaga kerja, karena apabila kendaraan kurang maka karyawan akan sering terlambat sampai dilahan dan akhirnya pekerjaan yang terselesaikan tidak sesuai dengan terget yang telah ditentukan oleh perusahaan. 2. Pengisian tanah ke dalam polybag, penggunaan pestida di main nursery, dan perawatan jalan sebaiknya disesuaikan dengan ketentuan-ketantuan yang sudah ditetapkan perusahaan.

26 DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2002a. Training Center Pelatihan Tim Unit Semprot. Asian Agri, Riau. Anonim. 2002b. Training Center Asisten. Asian Agri, Riau. Anonim. 2005a. Training Center Asisten. Teladan Prima Group, Talisayan (Berau). Anonim. 2005b. Training Center Pelatihan Mandor Panen. Teladan Prima Group, Talisayan (Berau). Anonim, 2008. Pengendalian Gulma Secara Kimia. Penebar Swadaya, Jakarta. Pahan I. 2006. Manajemen Kelapa Sawit Dari Hulu Sampai Hilir. Penebar Swadaya, Jakarta. Sipayung A. 1987. Upaya Peningkatan Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit. Kanisius, Yogyakarta. Sukarji L dan M Kusnun. 1982. Upaya Peningkatan Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit. Kanisius, Yogyakarta.

LAMPIRAN 27

28 Lampiran 1 : Struktur organisasi Lampiran 1: Struktur organisasi

29 Lampiran 2 : Pengendalian gulma di main nursery Lampiran 3. Proses pemangkasan