ENAM ALAT ANALISIS MANAJEMEN

dokumen-dokumen yang mirip
Analisis SWOT ANALISIS SWOT

BAB III. METODE PENELITIAN 1.1. METODE DAN PROSEDUR PELAKSANAAN STUDI. merumuskan studi ini adalah metode deskriptif kualitatif.

MANAJEMEN STRATEGIK Konsep & Aplikasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Analisis SWOT (strengths-weaknessesopportunities-threats)

Gambar 2.5 Diagram Analisis SWOT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. diteliti oleh penulis. Lokasi penelitian dilakukan di Swalayan surya pusat

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATANALISISKAN PENJUALAN KAMERA DSLR MERK CANON DI TOKO DIKS PHOTOGRAPHY

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulya Kencana Kecamatan Tulang Bawang

III. METODOLOGI KAJIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL BISNIS STMIK SUMEDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT ANALYSIS

MATERI 3 ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

BAB I PENDAHULUAN. ini dapat terlihat dari munculnya pesaing pesaing baru maupun pesaing. pesaing yang sudah mapan dalam suatu bidang usaha.

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ISKANDARINI. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di lokasi perusahaan Bintang Gorontalo dan waktu

BAB IV PEMBAHASAN ANALISIS SWOT MENARA SUCI TOUR AND TRAVEL DAN SHAFIRA TOUR AND TRAVEL. Pendapatan Jumlah jamaah Pendapatan Jumlah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul

IV METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.

Nofianty ABSTRAK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV STRATEGI PENGELOLAAN MAJALAH "AL MIHRAB" DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH DENGAN ANALISIS SWOT

PENDAHULUAN. Supriadi R 1), Marhawati M 2), Arifuddin Lamusa 2) ABSTRACT

BAB III METODE PENELITIAN

13PASCA. Modul Pertemuan 13. Berisi : SWOT Matrix, Space Matrix, BCG Matrix, IE Matrix and Grand Strategy Matrix. Dr. Ir. Achmad Fachrodji, MM SARJANA

ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN. I S K A N D A R I N I Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS PEMILIHAN LOKASI USAHA PADA USAHA FRANCHISE AYAM SABANA JAKARTA TIMUR

BAB II KAJIAN TEORI. bagi suatu perusahaan untuk tetap survive di dalam pasar persaingan untuk jangka panjang. Daya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini dilakukan Bulan Januari-April 2015.

III. METODE KAJIAN 3.1 Lokasi dan Waktu 3.2 Pengumpulan Data

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISIS SWOT PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING DI CV. GLOBAL WARNA SIDOARJO

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tepatnya di Jalan Raya Soekarno-Hatta Km 30, PO BOX 119 Ungaran, 50501

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

STRATEGI PENGEMBANGAN KERIPIK SINGKONG BALADO PADA UKM PUNDI MAS DI KOTA PALU

STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK DENGAN ANALISIS SWOT DAN MATRIK BCG DI PT CHINA INTERNASIONAL RAYA LEGOK

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan adalah suatu keadaan yang sangat sulit untuk diramalkan,

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian merupakan segala sesuatu yang mencakup

IV. METODE PENELITIAN

PROPOSAL LAPORAN AKHIR

BAB IV METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL ANALISIS DATA. kesengajaan karena kondisi keluarga yang pindah ke Babadan untuk

Analisis SWOT Deskriptif Kualitatif untuk Pariwisata

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KERANGKA TEORI. penjualan atau promosi. Padahal keduanya hanya merupakan bagian dari kegiatan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V PEMBAHASAN DAN ANALISIS Faktor-faktor strategis pembentuk SWOT PT. KLS

Seminar Nasional : Menggagas Kebangkitan Komoditas Unggulan Lokal Pertanian dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura

(Library Reasearch) dan penelitian lapangan (Field research),yaitu:

ANALISIS SWOT DAN SWOT MATRIKS. Sumber : Teddy Oswari, SKB 2017

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia bisnis persaingan antara pengusaha (perusahaan) dengan

METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus

3. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE KAJIAN A. Lokasi dan Waktu B. Metode Kerja 1. Pengumpulan data

BAB 3 METODE PENELITIAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN

METODOLOGI PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN

PERENCANAAN STRATEGIS. Roedhy Poerwanto Departemen Agronomi & Hortikultura Faperta-IPB

URGENSI PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN (E-LEARNING) OLEH: LOVI TRIONO

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA TOKO PONSEL RIN PULSA.

Distinctive Strategic Management

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN. teoretik. Manajemen strategi didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan

BAB III METODE PENELITIAN. atau Sagela Pengucapaan yang sering di pakai masyarakat Gorontalo ini, terletak

Penerapan analisis swot (strengths,weakness,opportuni ties,threats) sebagai strategi. pemasaran pada mierip kafe di. bekasi

III. METODE KAJIAN. B. Pengolahan dan Analisis Data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB III. Metodologi Penelitian

Transkripsi:

i

ENAM ALAT ANALISIS MANAJEMEN Oleh : Dr.Paulus Wardoyo, MM Edisi Pertama Hak Cipta 2011 ada pada penulis Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis dari penulis Wardoyo, Paulus ENAM ALAT ANALISIS MANAJEMEN- Paulus Wardoyo Edisi pertama- Semarang University Press, 2011 iv, 67p; 23 cm ISBN 978.602.9019.26.1 1. Manajemen 1. Judul ii

KATA PENGANTAR Buku Enam Alat Analisis Manajemen ini membahas secara komprehensif alatalat yang dipakai di dalam Manajemen Strategik. Buku ini sangat cocok untuk para mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah Manajemen Strategik, diharapkan dengan membaca buku ini, para mahasiswa akan lebih mudah memahami alat-alat analisis yang ada. Adapun keenam alat analisis manajemen tersebut adalah : Analisis SWOT, Analisi Matrik Internal Eksternal, Analisis Matrik GE-Mc Kensey atau Matrik Daya Tarik Industri, Analisis Matri BCG, Analisis Siklus Kehidupan Industri dan Matrik Profitabilitas. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Ir. Kesi Widjajanti, SE.MM selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang, Rekan-rekan Dosen FE dan Program Magister Manajemen Universitas Semarang, serta para pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung atas terbitnya buku ini. Hal yang sama juga penulis sampaikan kepada para Mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Semarang atas saran dan diskusinya, sehingga memungkin diterbitkannya buku ini. Akhirnya penulis mengharapkan masukan, saran dan kritikan yang sifatnya membangun guna memperkaya isi buku ini, sangat kami hargai. Semarang, 3 Desember 2011 Dr. Paulus Wardoyo, MM iii

DAFTAR ISI Kata Pengantar... Bab 1 ANALISIS SWOT... Pengertian Manfaat Analisis SWOT Tahapan Analisis SWOT.. Matrik SWOT.. Bab 2 Matrik Internal-Eksternal Pengertian... Bab 3 Matrik BCG. Pengertian... Dimensi dari Matrik BCG.. Manfaat Matriks BCG... Beberapa Keterbatasan dari Matrik BCG... Bab 4 Matrik GE-Mc.Kensey.. Pengertian... Teknik Penyusunan Matriks. Implikasi Strategis.. Bab 5 Analisis Siklus Kehidupan Industri. Pengertian Teknik Penyusunan Penentuan Posisi Persaingan.. Penentuan Posisi Unit Bisnis... Bentuk Strategi dari Matriks Siklus Kehidupan Industri... Implikasi Strategik.. Bab 6 Matrik Profitabilitas. Pengertian Taknik Penyusunan Matrik Profitabilitas. Daftar Pustaka... iii 1 1 2 2 11 12 12 27 27 30 32 34 35 35 36 45 47 47 48 50 53 54 56 61 61 61 66 iv

This book is dedicated to my wife Rini, Adya & Santi v

1 Analisis SWOT Pengertian Proses pengambilan keputusan strategis umumnya senantiasa dikaitkan dengan masalah msisi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Oleh karena itu, sebagai strategic planner dalam melakukan analisis perlu memperhatikan berbagai aspek yang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor itu secara garis besar dapat dikelompokkan dalam 4 kategori yang disebut sebagai Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunity) dan Ancaman (Threat), sehingga dikenal dengan sebutan Analisis KEKEPAN atau ANALISIS SWOT. Meski kelihatannya sederhana, analisis SWOT bisa memberikan identifikasi yang lengkap atas faktor-faktor perusahaan tersebut. Hal ini bisa dimengerti karena pijakan Analisis SWOT adalah berhubungan dengan masalah internal dan masalah eksternal perusahaan. Secara sederhana pola pikir Analisis SWOT dapat digambarkan sebagai berikut : ANALISIS SWOT INTERNAL EKSTERNAL KEKUATAN KELEMAHAN PELUANG ANCAMAN Analisis SWOT secara sekaligus dapat dipakai untuk melakukan evaluasi faktor internal dan eksternal perusahaan secara sekaligus, sehingga selanjutnya 1

bisa dicarikan solusinya. Apa yang menjadi kekuatan dan kelamahan perusahaan akan diidentifikasi dalam matrik IFAS (Internal Factor Analysis Summary), sedangkan hal-hal yang menjadi peluang dan ancaman akan dicerminkan dalam matrik EFAS (External Factor Analysis Summary). Gabungan dari kedua matrik tersebut melalui SWOT Diagram akan mencerminkan posisi perusahaan yang dikenal sebagai Positioning Selanjutnya posisi ini akan dipakai untuk melakukan identifikasi strategic business planning yang dilakukan dengan memakai matrik SWOT/TOWS, GE-Mc Kensey, Product Life Cycle dsb. Manfaat Analisis SWOT Tujuan akhir dari analsis SWOT adalah menghasilkan berbagai alternatif strategi yang lebih bersifat fungsional, sehingga strategi tersebut akan lebih mudah diaplikasikan dan diimplementasikan pada masing-masing Strategic Business Unit. Adapun manfaat yang dapat dipetik dari analisis SWOT adalah sebagai berikut : 1. Secara jelas dapat dipakai untuk mengetahui posisi perusahaan dalam kancah persaingan dengan perusahaan sejenis. 2. Sebagai pijakan dalam mencapai tujuan perusahaan 3. Sebagai upaya untuk menyempurnakan strategi yang telah ada, sehingga strategi perusahaan senantiasa bisa mengakomodir setiap perubahan kondisi bisnis yang terjadi Tahapan Analisis SWOT Untuk melakukan Analisis SWOT secara garis besar harus dilakukan melalui tiga tahapan yaitu : 2

A. Tahap pengumpulan data. Dalam tahap ini bukan hanya sekedar kegiatan mengumpulkan data, tetapi juga merupakan suatu kegiatan pengklasifikasian dan pra analisis. Umumnya data akan dikategorikan sebagai data internal dan eksternal. Data internal meliputi laporan keuangan perusahaan, laporan tentang sumber daya manusia, laporan kegiatan operasional dan pemasaran. Sedangkan data eksternal yang diperlukan antara lain meliputi analisis tentang pasar, pesaing, pemasok, pemerintah, serta kelompok yang mempunyai kepentingan tertentu. Data eksternal ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan stakeholder. Untuk keperluan analisis, biasanya dipakai External Factor Analysis Summary (EFAS) dan Internal Factor Analysis Summary (IFAS). Disamping itu juga dipergunakan Matrik Profil Kompetitif. Untuk mendapat gambaran yang jelas, tentang format dari masingmasing matrik, berikut ini akan ditunjukkan format selengkapnya beserta tatacara pengisiannya. Sebagai langkah awal akan disajikan Format matriks EFAS adalah sebagai berikut : Matrik EFAS Faktor-Faktor Strategis A. Kategori sebagai Peluang Bobot (B) Rating (R) Nilai N=BxR Komentar B. Kategori sebagai Ancaman Total 3

Cara membuat matrik EFAS 1. Susunlah faktor-faktor eksternal sesuai dengan kelompoknya yaitu faktor yang memberikan peluang (opportunity) dan faktor yang memberikan ancaman (threat). 2. Selanjutnya masing-masing faktor tadi diberi bobot. Dalam memberikan bobot harus dilakukan secara hati-hati dan didasarkan pada tingkat kepentingan dan dampak strategisnya. Semakin penting faktor tersebut, maka semakin tinggi bobot yang harus diberikan. Maksimum total bobot adalah 1 (satu). 3. Langkah berikutnya terhadap setiap faktor baik peluang atau ancaman diberi rating. Rating dibuat dengan ketentuan untuk faktor-faktor yang memberikan peluang harus diberi tanda positip dan sebaliknya untuk faktor-faktor yang memberikan ancaman diberikan tanda negatip Jika faktor-faktor itu memberikan peluang paling besar, maka harus diberi rating positip yang paling besar, demikian sebaliknya bila peluangnya kecil. Cara yang sama juga diperlakukan pada faktor-faktor yang memberi ancaman paling besar, maka harus diberi rating negatip paling banyak, demikian sebaliknya bila tingkat ancamannya kecil. 4. Selanjutnya Bobot dikalikan dengan Rating, sehingga akan diperoleh Nilai atau Skor. 5. Setelah semua faktor dihitung skornya, kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan total skor secara keseluruhan. 6. Kolom kelima digunakan untuk memberikan catatan atau alasan tentang mengapa suatu faktor itu dipilih Adapun format dari matrik IFAS adalah seperti yang terlihat dalam peraga berikut ini : 4

Matrik IFAS Faktor-Faktor Strategis A. Kategori sebagai Kekuatan Bobot (B) Rating (R) Nilai N=BxR Komentar B.Kategori sebagai Kelemahan Total Cara membuat matrik EFAS 1. Susunlah faktor-faktor internal sesuai dengan kelompoknya yaitu faktor yang merupakan kekuatan (strenght) dan faktor yang merupakan kelemahan (weaknesses). 2. Selanjutnya masing-masing faktor tadi diberi bobot. Dalam memberikan bobot harus dilakukan secara hati-hati dan didasarkan pada tingkat kepentingan dan dampak strategisnya. Semakin penting faktor tersebut, maka semakin tinggi bobot yang harus diberikan. Maksimum total bobot adalah 1 (satu). 3. Langkah berikutnya terhadap setiap faktor baik yang merupakan kekuatan atau kelemahjan diberi rating. Rating dibuat dengan ketentuan untuk faktorfaktor yang merupakan kekuatan harus diberi tanda positip dan sebaliknya untuk faktor-faktor yang merupakan kelemahan diberikan tanda negatip. Jika faktor-faktor itu merupakan kekuatan yang paling besar, maka harus diberi rating positip yang paling besar, demikian sebaliknya bila kekuatan yang kecil. Cara yang sama juga diperlakukan pada faktor-faktor yang merupakan kelemahan paling besar, maka harus diberi rating negatip paling banyak, demikian sebaliknya bila memiliki tingkat kelemahan yang kecil. 5

4. Selanjutnya Bobot dikalikan dengan Rating, sehingga akan diperoleh Nilai atau Skor. 5. Setelah semua faktor dihitung skornya, kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan total skor secara keseluruhan. 6. Kolom kelima digunakan untuk memberikan catatan atau alasan tentang mengapa suatu faktor itu dipilih Untuk memberikan keseragaman dalam membuat rating baik untuk EFAS maupun IFAS, maka untuk memudahkan berikut ini akan diberikan pedoman. Peluang dan Kekuatan diberi bilangan bulat yang positip dan dimulai dari 1 sampai dengan 4. Sedangkan untuk Kelemahan dan Ancaman diberi bilangan bulat yang negatip dan dimulai dari 4 sampai dengan 1. Di bawah ini adalah pedoman yang dapat dipakai dari angka rating serta maksudnya Kelompok Peluang dan Kekuatan Angka Rating 1 2 3 4 Arti/Maksud Outstanding/Sangat baik Good/Baik Fair/Cukup Poor/Buruk Ancaman dan Kelemahan - 1-2 - 3-4 Not so good/agak buruk Fairly Bad/Cukup Mengkhawatirkan Warning/Hati-hati Danger/Berbahaya Bagian terakhir dari tahap pengumpulan data adalah membuat matrik profil kompetitif. Tujuan pembuatan matrik profil kompetitif adalah untuk mengetahui posisi relatip perusahaan terhadap pesaing. 6

Untuk mendapatkan profil kompetitif yang realistis, maka dalam membandingkan perusahaan yang dianalisis perlu dicari perusahaan pesaing yang seimbang. Artinya bahwa perusahaan pesaing yang dijadikan sebagai pembanding tersebut adalah perusahaan pesaing yang terdekat. Sebagai contoh bila perusahaan yang dianalisis adalah perusahaan rokok Bentoel, maka perusahaan pembanding yang dipilih adalah perusahaan rokok HM Sampoerna atau perusahaan rokok Djarum, hal ini dikarenakan kedua perusahaan tadi adalah pesaing yang terdekat, sehingga paling tidak hasilnya akan lebih realistis. Antara perusahaan yang dianalisis dengan perusahaan pembanding perlu diberikan rating yang berbeda dan didasarkan pada kondisi relatif yang ada. Berikut adalah pedoman yang dapat dipakai : Rating Artinya 1 Bila kondisi perusahaan sangat lemah dibanding pesaing 2 Bila kondisi perusahaan agak lemah dibanding pesaing 3 Bila perusahaan mempunyai kondisi yang kurang lebih sama dengan peasing 4 Bila perusahaan mempunyai kondisi agak lebih baik dari pesaing 5 Bila perusahaan mempunyai kondisi yang sangat baik dibanding dengan pesaing Selanjutnya masing-masing faktor diberi bobot sebagaimana yang telah dimukakan pada saat membahas EFAS dan IFAS, jumlah bobot adalah 1 (satu), setelah itu dihitung skor dari masing-masing faktor dengan cara mengalikan antara bobot dengan rating. Hasil perhitungan skor dijumlah. Format dari matrik profil kompetitif adalah sebagai berikut 7

Matrik Profil Kompetitif Faktor-2 Strategis Bobot Perusahaan Pesaing Utama Pesaing ke 2 Rating Skor Rating Skor Rating Skor Total Dari matrik profil kompetitif, sesungguhnya dapat terbaca bagaimana posisi perusahaan terhadap para pesaingnya. Secara nyata akan terlihat apakah kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan mampu untuk dipergunakan menangkap peluang yang ada dan apakah kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan dapat diminimalisasikan untuk menahan gempuran atau ancaman yang datang dari luar. 1. Tahap analisis Setelah berhasil menyusun matrik EFAS, IFAS dan Profil Kompetitif, langkah berikutnya adalah melakukan analisis. Untuk keperluan ini akan dipergunakan Diagram SWOT. Sumbu mendatar atau sumbu X manggambarkan faktor IFAS dan sumbu vertikal atau sumbu Y menggambarkan faktor EFAS. Bagian positif dari masing-masing sumbu X dan sumbu Y akan ditempati Kekuatan dan Peluang, sedangkan bagian negatif dari masing-masing sumbu X dan sumbu Y akan ditempati Kelemahan dan Ancaman. Plotting dilakukan dengan carasebagai berikut : 1. Nilai total skor yang mencerminkan Peluang (Opportunity) dari matrik EFAS diplotke dalam sumbu Y pada bagian yang positip. 2. Nilai total skor yang mencerminkan Ancaman (Threat) dari matrik EFAS di plot ke sumbu Y pada bagian yang negatif 8

3. Nilai total skor yang mencerminkan Kekuatan (Strenght) dari matrik IFAS di plot ke sumbu X pada bagian yang positif 4. Hal yang sama dilakukan terhadap Nilai total Skor yang mencerminkan Kelemahan (Weaknesses) dari matrik IFAS di sumbu X pada bagian yang negatif. 5. Selanjutnya lakukan positioning. Posisi yang ideal adalah posisi yang memiliki tingkat kelemahan dan tingkat ancaman yang mendekati nol. Dengan mengetahui posisi yang terakhir, diharapakan dapat diperoleh berbagai strategi yang sangat bermanfaat bagi perusahaan. 6. Hitung luas area dari setiap kuadran dan kemudian di rangking berdasarkan urutan luas yang paling tinggi Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dari Diagram SWOT, berikut ini akan disajikan format serta penjelasan selengkapnya Opportunity/Peluang Turn around Strat Agressive Strat Weaknesses/ Kelemahan Strengths/ Kekuatan Defensive Strat Competitive Strat Threats/Ancaman 9

Dari diagram di atas dapat dilihat adanya empat kuadran, dimana setiap kuadran memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda.. Adapun penjelasan karakteristik setiap kuadran adalah sebagai berikut Sel I Dibatasi oleh sumbu X dan sumbu Y yang keduanya bertanda positip Strategi Aggressive Strategic Sel II Dibatasi dengan sumbu X yang positif serta sumbu Y yang negatif. Strategi usaha yang tersedia adalah Turn Around Strategy Sel III Dibatasi oleh sumbu X yang negatif dan sumbu Y yang negatif. Strategi usaha yang tersedia adalah Defensive Strategy Sel IV Dibatasi oleh sumbu X yang positif dan sumbu Y yang negatif. Strategi usaha yang tersedia adalah Competitive Strategic Mempunyai posisi yang paling menguntungkan, sehingga dengan kekuatan yang dimiliki dimungkinkan untuk memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Dengan perkataan lain, manajemen mempunyai banyak pilihan strategi yang dapat dipakai untuk mengembangkan usahanya Disini tersedia peluang yang dapat dipakai untuk mengembangkan usaha, tetapi disisi internal perusahaan menghadapi masalah karena adanya kelemahan internal. Oleh karena itu, Manajemen dituntut untuk senantiasa melakukan perbaikan dan penyempurnaan masalah intenal, agar dapat memberikan dukungan bagi pengembangan usaha dalam jangka panjang Dibanding dengan kuadran yang lain, posisi usaha yang terletak pada kuadran ini adalah hal posisi yang paling tidak menguntungkan. Hal ini disebabkan perusahaan bukan hanya menghadapi masalah internal berupa kelemahan tetapi juga masalah ekternal yang berupa ancaman. Manajemen hanya dihadapkan pada satu pilihan, yaitu dengan upaya sekuat tenaga harus bisa mempertahankan usahanya, sehingga perlu melakukan efisiensi dan berkonsentrasi pada segmen pasar tertentu. Meskipun perusahaan menghadapi ancaman dari eksternal tetapi disisi lain perusahaan mempunyai kekuatan. Bila manajemen mampu mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki serta meminimalkan kelemahan internal, maka ancaman yang usaha akan bisa diatasi, sehingga perusahaan bisa melakukan diversifikasi usaha dan mengembangkan pasar. 10

Matrik SWOT Matrik SWOT kadang disebut dengan matrik TOWS, matrik ini terdiri atas empat bidang atau kuadran sebagaimana yang telah disinggung pada bagian sebelumnya. Dari masing-masing bidang atau kuadran mempunyai strategi usaha sendiri-sendiri. Format selengkapnya adalah sebagai berikut : IFAS EFAS OPPORTUNITIES (O) Faktor-faktor Peluang THREATS (T) Faktor-faktor Ancaman STRENGHTS (S) Faktor-faktor Kekuatan STRATEGI SO Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI ST Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman WEAKNESSES (W) Faktor-faktor Kelemahan STRATEGI WO Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI WT Ciptakan strategi yang meminimilakan kelemahan dan menghindari ancaman Untuk memberikan gambaran yang lebih komplit tentang penerapan Analisis SWOT, berikut ini akan diberikan contoh selengkapnya tentang tahapan analisis. Misalkan hasil kuesioner terhadap Rahardjo Finance yang telah dibagikan dan diisi oleh responden kemudian diolah menunjukkan posisi sebagai berikut : 11

MATRIK IFAS FAKTOR KEKUATAN Faktor Strategis Kekuatan Bobot Rating Skor (Strengths) Manajemen Pemasaran 1. Jaringan distribusi-kantor 0.09 3.40 0.31 Cabang & Pos Pelayanan 2. Suku bunga yang fleksibel 0.07 3.40 0.24 3. Manajemen yang 0.07 3.00 0.21 berpengalaman 4. Biaya on the spot 0.07 3.20 0.22 ditanggung perusahaan Manajemen Sumber Daya Manusia 1. Staf yang terlatih 0.07 2.40 0.17 2. Komunikasi manajer dan bawahan lancar 0.08 3.00 0.24 3. Hubungan baik dengan 0.05 2.40 0.12 Perguruan Tinggi Operasional 1. Prosedur yang sederhana dan cepat 0.06 2.80 0.17 2. Hubungan yang luas 0.08 3.20 0.26 dengan Dealer/Showroom 3. Jaringan komputer yang 0.07 3.00 0.21 memadai Keuangan 1. Jaringan hubungan dengan Bank yang kuat & luas 0.08 3.40 0.27 2. Pemanfaatan keuangan 0.07 3.60 0.25 yang optimal Produk 1. Consumer Finance 0.07 3.00 0.21 2. Struktur pembiayaan yang 0.07 3.40 0.24 fleksibel Total Skor Kekuatan/Strengths 1.00 3.11 12

MATRIK IFAS FAKTOR KELEMAHAN Faktor Strategis Kelemahan (Weaknesses) Bobot Rating Skor Manajemen Pemasaran 1. Produk sangat berbeda 0.08-3.0-0.25 2. Sistem pemasaran yang tidak sesuai 0.09-2.2-0.19 3. Misi dan tujuan perusahaan kabur 0.06-2.0-0.12 Manajemen Sumber Daya Manusia 1. Loyalitas karyawan rendah 0.07-2.0-0.15 2. Komunikasi antar departeman kurang 0.08-2.2-0.18 3. Manajer tidak isa mengakomodasi suara 0.10-2.4-0.23 bawahan. Operasional 1. Fasilitas penunjang kurang lengkap 0.06-2.2-0.13 2. Alamat Debitur susah dicari 0.06-2.4-0.14 Keuangan 1. Pengeluaran entertained sangat besar 0.08-2.4-0.19 2. Penagihan angsuran sering terhambat 0.09-2.8-0.24 3. Terlalu lamban dalam menangani 0.06-2.8-0.17 tunggakan Produk 1. Produk kurang lengkap 0.08-3.2-0.26 2. Lebih mengutamakan pembiayaan 0.09-3.0-0.28 otomotif Total Skor Kelemahan/Weaknesses 1-2.53 Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi faktor internal yaitu faktor kekuatan dan kelemahan, dapat disajikan tabel sebagai berikut : No Faktor Strategis Skor 1 Faktor Kekuatan/Strengths 3.11 2 Faktor Kelemahan/Weaknesses -2.53 Total 0.58 13

Setelah evaluasi internal selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi sisi eksternal. Hasil evaluasi eksternal akan berupa matrik peluang dan ancaman. Proses penyusunan matrik peluang dan ancaman adalah sama seperti saat menyelesaikan matrik kekuatan dan kelemahan. Berikut adalah contoh dari matrik peluang dan ancaman MATRIK EFAS - PELUANG Faktor Strategis- Peluang/Opportunity Bobot Rating Skor Lingkungan Makro Ekonomi 1. Adanya pertumbuhan 0.06 3.4 0.21 2. Keadaan ekonomi cenderung stabil 0.07 3.2 0.21 Politik 1. Adanya stabilitas politik yang memadai 0.07 2.8 0.18 2. Intensitas demonstrasi rendah 0.06 2.8 0.16 Hukum 1. Ada kejelasan hukum tentang Perush 0.05 2.6 0.13 Pembiayaan 2. Ada upaya untuk melaksanakan supremasi 0.06 2.8 0.16 hokum Demografi 1. Tingkat pendapatan penduduk semakin 0.07 3.8 0.26 meningkat 2. Distribusi penduduk yang merata 0.06 3.4 0.19 Teknologi 1. Berkembangnya teknologi informasi 0.06 3.4 0.21 2. Fasilitas komputer yang memadai 0.06 3.0 0.19 Lingkungan Mikro Pesaing 1. Munculnya pesaing memacu kreatifitas 0.07 3.0 0.22 2. Pesaing mempunyai segmen pasar 0.06 2.8 0.16 tersendiri Pemasok-Dana 1. Banyak Bank yang over liquid 0.07 2.8 0.18 2. Suku bunga pendanaan yang rendah dan 0.06 2.8 0.17 fixed rate Pelanggan 1. Adanya pertumbuhan pelanggan 0.07 3.4 0.25 2. Adanya kebutuhan pendanaan investasi /modal kerja 0.06 3.4 0.21 Total 1 3.10 14

Matrik EFAS-ANCAMAN Faktor Strategis- Ancaman/Threat Bobot Rating Skor Lingkungan Makro Ekonomi 1. Adanya pertumbuhan yang masih 0.05-3.0-0.15 lambat 2. Lemahnya nilai tukar Rp terhadap 0.05-3.2-0.16 USD 3. Meningkatnya suku bunga 0.06-3.0-0.18 Politik 1. Munculnya euphoria politik 0.05-2.4-0.12 2. Kejenuhan terhadap system politik 0.05-3.0-0.15 Hukum 1. Ada ketidak jelasan tentang 0.04-2.4-0.10 kepastian hukum 2. Peraturan pusat dan daerah yang tumpang tindih 0.05-2.4-0.12 Demografi 1. Penggangguran yang bertambah 0.06-2.6-0.16 tinggi. 2. Mobilisasi pelanggan yang tinggi 0.07-2.6-0.18 Teknologi 1. Sistem komputerisasi yang 0.06-2.6-0.14 ketinggalan 2. Teknologi yang cepat berubah 0.05-2.0-0.10 Lingkungan Mikro Pesaing 1. Pesaing baru banyak yang muncul 0.06-3.2-0.19 2. Strategi pesaing yang kotor 0.06-2.4-0.14 Pemasok-Dana 1. Kenaikan suku bunga SBI 0.07-3.6-0.25 2. Kebijakan pemerintah di bidang moneter 0.06-2.2-0.13 Pelanggan 1. Tersedianya alternatif pembiayaan 0.06-3.4-0.20 2. Loyalitas pasar yang rendah 0.07-3.2-0.22 3. Tuntutan suku bunga kredit yang 0.06-2.6-0.16 rendah Total 1-2.86 15

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi faktor eksternal yaitu faktor peluang dan ancaman, dapat disajikan tabel sebagai berikut : No Faktor Strategis Skor 1 Faktor Peluang/Opportunity 3.10 2 Faktor Ancaman/Threats -2.86 Total - 0.24 Data analisis matrik profil kompetitif Data ini merupakan perbandingan kompetitif dari perusahaan terhadap perusahaan pesaing yang dominan atau pesaing yang terdekat. Misalkan matrik kompetitif terhadap pesaing adalah sebagai berikut : Faktor Strategi Rahardjo Sedoyo Perush Peasing Bobot Rating Skor Rating Skor 0.20 3 0.60 3 0.60 Kualitas jasa Harga 0.30 4 1.20 3 0.90 Distribusi 0.10 3 0.30 3 0.30 Promosi 0.10 4 0.40 4 0.40 Loyalitas 0.10 3 0.30 4 0.40 konsumen Pelayanan 0.20 3 0.60 3 0.60 Pelangan Total 1.00 2.40 3.20 Langkah selanjutnya adalah melakukan plotting ke dalam diagram SWOT dan mencari diagonal-diagonalnya. Adapun hasil plotting adalah sebagai berikut 16

Peluang D 3,10 A Konvesional Agresif -2,53 II E I 3,11 Kelemahan Defensi III IV Diversifikasi Kekuatan C - 2,86 B Ancaman Keterangan : E = Adalah perpotongan diagonal AC dan BD A = mempunyai koordinat ( 3,11 ; 3,10) B = mempunyai koordinat ( 3,11 ; -2,86) C = mempunyai koordinat ( -2,53 ; -2,86) D = mempunyai koordinat ( -2,53 ; 3,10) Kemudian dengan memanfaatkan koordinat masing-masing titik, akan dapat diperoleh dua persamaan garis yaitu garis AC dan BD. Formula di bawah ini dipakai untuk menghitung persamaan dari dua garis tersebut Y Y1 X X1 ---------- = -------------- Y2 Y 1 X2- X1 Persamaan garis AC adalah 5,96 X 5,46 Y = 1.052, Persamaan garis BD adalah - 5,96 X 5,64 Y = - 2.406 Selanjutnya dari kedua persamaan tersebut dilakukan interpolasi, sehingga akan diperoleh nilai X sebesar 0,29 dan Y sebesar 0,12. Dengan demikian titk perpotongan dua diagonal AC dan BD atau koordinat dari titik X adalah (0,29 ; 0,12) yang ternyata dari perhitungan terletak pada 17

kuadran I. Mengacu pada perhitungan di atas, maka secara ilmiah analisis SWOT ini akan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun posisi titik X ada di kuadran I, tetapi untuk melengkapi analisis akan menjadi lebih baik dan sempurna, bilamana di dalam setiap kuadran dihitung luasnya masing-masing. Sehingga dengan demikian luas dari masing-masing kuadran adalah seperti di bawah ini : Kuadran Posisi Titik Luas Rank Srtategi ing I A ( 3,11 ; 3,10) 9.641 1 Agresif II B (-2,53; 3,10) - 7.843 3 Konvensional III C (-2,53 ; -2,86) 7.236 4 Defensif IV D (3,11 ; -2,86) 8.895 2 Kompetitif Dari hasil analisis di atas, terlihat baik dari hasil interpolasi garis diagonal dan perhitungan luas masing-masing kuadran membuktikan bahwa posisi analisis SWOT atas Rahardjo Multifinance terletak di posisi yang bagus yaitu kuadran I, sehingga dapat diterapkan Strategi SO 18