BAB III METODOLOGI PENELITIAN Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab lamanya waktu perbaikan jaringan komputer dan mencari solusi perbaikannya dengan menggunakan pendekatan PDCA (Plan, Do, Check & Action) dan kaizen (continuous improvement). Proses penelitian dilakukan selama 6 bulan dari Januari sampai dengan Juni 2015 pada Seksi IT Hardware. 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian adalah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Desain penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. Kuantitatif & kualitatif 2. Eksploratif Deskriptif 3.2. Kebutuhan Data dan Informasi Penelitian ini membutuhkan data dan informasi yang menterjemahkan definisi konsep dalam teori maupun kajian penelitan sebelumnya kedalam definisi operasional berupa variabel-variabel penelitian, dimensi dan indikatornya. Definisi kebutuhan data dan informasi pada penelitian ini dijelaskan pada Tabel 3.1. Tabel 3.1. Variabel Penelitian Variabel Dimensi Indikator Waktu perbaikan (Kurniawan, 2013) Breakdown. Penyebab Time Losses Frekwensi kerusakan Waktu terjadi kerusakan Batas toleransi waktu kerusakan - Manusia - Mesin - Metode - Material - Lingkungan (Sumber : Data diolah, 2015) 32
3.3. Populasi dan Sampel Penelitian Sampel juga dapat didefinisikan sebagai suatu bagian yang ditarik dari populasi (Istijanto, 2009). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil populasi di sebuah perusahaan yang bergerak di industri kertas di Serang-Banten. Sedangkan sampel penelitian diambil dari data komplain user pada Seksi IT Hardware selama periode Januari sampai dengan Juni 2015. 3.4. Teknik/ Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, yang akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Data Primer Data primer merupakan data yang didapat oleh peneliti langsung dari sumbernya. Data primer biasanya disebut dengan data asli. data baru yang mempunyai sifat up to date. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari hasil observasi lapangan, wawancara dengan narasumber dan semua hasil dokumentasi yang berhubungan dengan masalah penelitian. Data primer dalam penelitian ini meliputi : a. Observasi Teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung untuk mendapatkan data yang aktual yang terjadi di lapangan. b. Interview Teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan bagianbagian yang terkait dengan masalah yang sedang diteliti. Menurut Sugiyono (2006), wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui permasalahan dari responden secara lebih detail. c. Dokumentasi Teknik pengumpulan data dari dokumen, catatan atau arsip perusahaan yang diambil sesuai kebutuhan penelitian. 2. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dengan membaca dan mempelajari buku-buku, Literatur-literatur dan penelitian sebelumnya agar 33
mendapatkan pengertian tentang teori-teori serta metode analisis yang berhubungan dengan objek yang diteliti. 3.5. Teknik/ Metode Analisis Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain : 1. Identifikasi Alur Proses Perbaikan Jaringan Komputer Untuk dapat mengidentifikasi sumber akar penyebab masalah lamanya waktu perbaikan, terlebih dahulu harus dilakukan identifikasi alur proses perbaikan jaringan komputer. 2. PLAN a. Menentukan Tema Penelitian Pemilihan tema penelitian dilakukan melalui pengumpulan data terlebih dahulu, baik data primer maupun sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi, wawancara dengan Kepala Seksi Hardware dan teknisi jaringan serta pengumpulan dokumen pendukung perusahaan yang lain. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur yang diambil dari berbagai sumber. b. Menentukan Akar Penyebab Masalah Pada langkah ini dilakukan brainstorming antar anggota Teknisi IT Hardware untuk menentukan akar penyebab masalah yang menyebabkan lamanya waktu perbaikan jaringan komputer pada IT Hardware. Adapun tools yang digunakan meliputi : 1) Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram) Fishbone diagram (diagram tulang ikan) sering juga disebut Causeand-Effect Diagram atau Ishikawa Diagram diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, seorang ahli pengendalian kualitas dari Jepang, sebagai satu dari tujuh alat kualitas dasar (7 basic quality tools). Fishbone diagram digunakan ketika kita ingin mengidentifikasi kemungkinan penyebab masalah dan terutama ketika sebuah team cenderung jatuh berpikir pada rutinitas (Tague, 2005). Diagram sebab akibat dimulai dengan empat kategori yaitu material/ bahan baku, mesin/peralatan, manusia dan metode. Inilah yang disebut 4M yang merupakan penyebab. Kemudian 34
ditambahkan dengan satu faktor lingkungan (environment), sehingga menjadi 4M+1E. Setiap penyebab dikaitkan pada setiap kategori yang disatukan dalam tulang yang terpisah sepanjang cabang tersebut, sering kali melalui proses brainstorming. Faktorfaktor penyebab utama pada diagram sebab akibat dapat dikelompokkan sebagai berikut. Material/Bahan Baku Machine/Mesin Man/Tenaga Kerja Method/Metode Environment/Lingkungan 2) Nominal Group Technique (NGT) NGT adalah salah satu teknik wawancara, dimana peserta bekerja dihadapan satu sama lain dengan cara menuliskan ide-ide mereka tetapi tidak menyampaikannya secara lisan. NGT dirancang untuk menerima masukan dari semua anggota kelompok bukan hanya dari beberapa anggota kelompok yang vokal (MacPhail, 2001). Pada metode NGT masing-masing individu menyampaikan ide kemudian didiskusikan untuk diklarifikasi dan dievaluasi. Langkah-langkah dalam mengimplementasikan NGT adalah sebagai berikut (Pooter, et al 2004): Introduction and Explanation Pada tahap ini, fasilitator/moderator membuka sesi NGT, menyapa para peserta, sekaligus menjelaskan tujuan dan prosedur pertemuan. Silent Generating of Ideas Fasilitator mengutarakan pertanyaan atau masalah ke kelompok dalam bentuk tertulis di kertas. Selanjutnya, masing-masing peserta diminta untuk menuliskan seluruh ide yang muncul di kepalanya. Para peserta diminta untuk bekerja secara independen, tanpa berdiskusi sama sekali dengan peserta lain. Tahap ini membutuhkan sekitar 10 menit. 35
Sharing & Recording Ideas Selanjutnya, fasilitator meminta peserta untuk berbagi ide-ide yang sebelumnya sudah mereka tuliskan di kertas. Sang moderator menuliskan ide-ide dari tiap peserta pada papan tulis, supaya semuanya dapat melihat. Ide yang sama tidak disertakan, namun jika ada perspektif atau penekanan yang berbeda, dapat dimasukkan. Lanjutkan proses ini hingga seluruh ide dari tiap peserta dapat terdokumentasi. Pada tahap ini tidak ada diskusi atau debat, dan peserta boleh menuliskan ide-ide baru yang muncul sepanjang proses. Tahap ini membutuhkan sekitar 15-30 menit. Group Discussing Selanjutnya, peserta diminta untuk memberikan penjelasan yang lebih detail mengenai ide-ide yang telah dikemukakan. Setiap peserta boleh mengajukan komentar ataupun pertanyaan mengenai ide-ide tersebut, dan yang menjawab tidak harus orang yang mengajukan ide tersebut. Intinya, fasilitator bertugas untuk memastikan bahwa tiap peserta dapat memberikan kontribusi pada diskusi, serta menjaga proses tetap netral, tanpa ada judgement atau serangan ke pihak tertentu. Fasilitator juga bertugas supaya seluruh ide dapat dibahas secara menyeluruh, dan tidak terpaku pada beberapa ide saja. Dalam tahap ini, tidak ada ide yang dieliminasi, hanya memberikan pemahaman mengenai ide-ide tersebut kepada para peserta dan memberi gambaran mengenai pentingnya ide-ide tersebut. Tahap ini membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit. Voting and Ranking Tahap terakhir, masing-masing peserta memberikan voting terhadap ide-ide yang ada. Sebelumnya, fasilitator harus menentukan terlebih dahulu kriteria-kriteria yang digunakan untuk voting ide. Jadi, misalnya tiap peserta diminta untuk memilih 5 ide terbaik dari daftar yang ada, kemudian mereka harus memberikan ranking prioritas bagi tiap ide tersebut. 1 untuk ide yang kurang penting, hingga 5 untuk yang paling penting. Ide yang memperoleh 36
skor paling tinggi merupakan ide yang paling disukai dan disepakati bersama oleh kelompok. Adapun cara perhitungannya menggunakan rumus sebagai berikut : (Delbecq, et al., 1975) Jumlah Penyebab x Jumlah Anggota Penilai NGT + 1 2 c. Merencanaan perbaikan Merencanakan perbaikan dilakukan dengan menggunakan prinsip 5W+1H (Why, What, Where, When, Who & How). 3. DO Perbaikan dilakukan dengan mengacu pada tabel 5W+1H pada tahap perencanaan perbaikan termasuk menjalankan proses-nya serta melakukan pengumpulan data yang kemudian akan digunakan untuk tahap Check dan Action. 4. CHECK Tahap Check adalah tahap pemeriksaan atau peninjauan ulang atas hasil yang telah dicapai pada tahap Do. Pada tahapan ini dilakukan perbandingan nilai MTTR (Mean Team to Repair) antara sebelum dan setelah perbaikan, dan menggambarkannya dalam bentuk diagram batang. MTTR merupakan suatu pengukuran dari maintainability, tingginya MTTR mengindikasikan rendahnya maintainability. Dimana MTTR merupakan indikator kemampuan (skill) dari operator maintenance mesin dalam menangani atau mengatasi setiap masalah kerusakan. MTTR = BreakdownTime Freq. Breakdown Dimana Breakdown Time adalah termasuk waktu menunggu untuk repair, waktu yang terbuang untuk melakukan repair, waktu yang terbuang untuk melakukan pengetesan dan mendapatkan peralatan yang siap untuk mulai beroperasi. 5. ACTION Setelah melakukan perbaikan terhadap suatu proses, selanjutnya dilakukan standarisasi terhadap proses pengerjaan maupun alat-alat yang digunakan sehingga hasil perbaikan yang telah dicapai dapat terus dijaga. 37
3.6. Langkah Penelitian Langkah-langkah atau tahapan penelitian dari awal hingga akhir penelitian, disajikan dalam flowchart pada Gambar 3.1. Mulai Studi Lapangan Studi Literatur Identifikasi Masalah : Lamanya Waktu Perbaikan Jaringan Komputer Key Performance Indicator (KPI) Data waktu perbaikan jaringan Data User Service Center (USC) Perumusan Masalah Identifikasi Alur Proses Perbaikan Jaringan Komputer Brain storming PLAN Analisa Akar Penyebab Masalah Merencanakan Perbaikan Brainstorming Nominal Group Technique (NGT) 5W+1H DO Melaksanakan Perbaikan Kaizen CHECK Memeriksa Hasil Menghitung MTTR ACTION Membuat Standar Baru Kesimpulan & Saran Selesai Gambar 3.1 langkah-langkah penelitian (Sumber : Data diolah, 2015) 38