CHAPTER 4 BENTUK NORMAL RELASI

dokumen-dokumen yang mirip
DEPENDENSI DAN KUNCI RELASI

CHAPTER 5 LEBIH LANJUT TENTANG DEPENDENSI DAN KUNCI RELASI

Normalisasi Lanjut. I. Review Normalisasi

Perancangan Database Bagian II (Normalisasi( Normalisasi) TUJUAN PEMBELAJARAN

BASIS DATA. Desain Database dan Normalisasi. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

SISTEM BASIS DATA AUB SURAKARTA

Basis Data 1 - TIS3333

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 4. 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Nizar Rabbi Radliya

Bagian 4 Normalisasi. Kuliah Basis Data Pra S2 Ilmu Komputer - FMIPA Drs. Agfianto Eko Putra, M.Si.

Tujuan Umum Tujuan Khusus Pokok Bahasan/Materi

Normalisasi. Didi Supriyadi, S.T., M.Kom Pertemuan ke-6

di definisikan hanya dengan memperhatikan functional dependencies dan key constrains

PERANCANGAN BASIS DATA

Normalisasi Database

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R

Perancangan Basis Data

PERTEMUAN 6. Normalisasi Database (Conoly-chap 14) (Ramakisman -chap 15)

Normalisasi Donny Yulianto, S.Kom

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi 1NF

Bentuk normal pertama (1NF) untuk menghilangkan atribut bernilai jamak. Bentuk normal kedua (2NF) untuk menghilangkan kebergantungan parsial.

BAB IV Normalisasi Data

BASIS DATA (BS203) NORMALISASI. fb: NDoro Edi. Page 1

Normalisasi Basis Data

NORMALISASI UNTUK BASIS DATA RELASIONAL

Database Design II. TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi e-tp.ub.ac.id

STK 572 Manajemen Data Statistik. Tim Dosen: Dr. Farit Muhammad Affendi Dr. Agus M Soleh

BASIS DATA (BS203) NORMALISASI. fb: NDoro Edi. Page 1

Menurut E.F. Codd: Normalisasi dipakai untuk membuat struktur tabel (relasi) dalam basis data mengurangi kemubaziran data; Kadang dipakai sebagai

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi 1NF

Pertemuan 7-8 NORMALISASI

Normalisasi. Normalisasi. Normalisasi. Tabel Universal. Tabel Universal 02/12/2010. (Pert. 8) Normalisasi

DESAIN DATABASE DAN NORMALISASI

NORMALISASI. Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel tabel

Mengotimalisasi redundansi Menghilangkan anomali

Normalisasi adalah salah satu pendekatan logical design dari suatu database relational, dan tampaknya sedikit memiliki kemiripan dengan model ER.

Materi 4 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

BAB III ANALISA DAN DESAIN

Pertemuan VII Normalization (1) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)

Database System 4 Normalization

BAB IV PERANCANGAN BASIS DATA RELASIONAL

Database desain juga termasuk diagram ER (Entity-hubungan model). Diagram ER adalah diagram yang membantu merancang database secara efektif dan

C H A P T E R. Copyright 2005 PENS-ITS

MODEL RELASI DAN NORMALISASI DATABASE

Dibuat oleh: Tim Pengajar Basis Data

NORMALISASI DATA. Basis Data

Modul 9 : Normalisasi 1st NF sampai dengan BCNF

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Normalisasi Tabel Pada Basisdata Relasional

NORMALISASI. 2 nf. 3 nf BCNF. 4 nf. 5 nf. Hal. 1 dari 11

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi Database

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

PERANCANGAN BASIS DATA PERTEMUAN KE -3. Rauf Fauzan, S.Kom.,M.Kom

3. File Laporan (Report file) File ini bisa disebut output file, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan.

Perancangan Basis Data

2. First Normal Form (1NF) Suatu tabel dianggap normal ke satu (1NF) jika : - Tidak terdapat baris yang bernilai ganda atau duplikat.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. untuk mendapatkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian tersebut.

Modul 9. Memahami dan menerapkan ERD (Entity Relationship Diagram) dan Normalisasi. Memahami Diagram EER (Enhanced Entity Relatioship Diagram)

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Bandung yang beralamat di jalan Tubagus Ismail Raya No. 22 Dago Bandung.

BAB 6 BENTUK BENTUK NORMALISASI

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

ANOMALI. Anomali ada 3 jenis yaitu: Anomali pengubahan Anomali penyisipan Anomali penghapusan

BAB 7 MERANCANG BASIS DATA

Minggu ke - 5 Basis Data 1. ER-D mapping to Model Relasional dan 1NF Normalisasi Database

NORMALISASI. Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom

C H A P T E R 5-8. Normalisasi Database. Arif Basofi, S.Kom, MT.

NORMALISASI. Suzan Agustri 60

BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI

PERTEMUAN 3 NORMALISASI

NORMALISASI. Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.

DIAGRAM-DIAGRAM LAINNYA

Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika

Kontrak Kuliah. Bentuk-Bentuk Normalisasi. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Materi 4 PERANCANGAN BASIS DATA (PBD) 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya

Emp_Dept(EmpName, SSN, Bdate, Address, DeptNumber, DeptName, DeptMngSSN) Emp_Proj(SSN,ProjNumber, Hours, EmpName, ProjName, ProjLoc)

Teknik Normalisasi. Normalisasi

PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

BAB III MODEL RELATIONAL

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT

Pertemuan VI Functional Dependency Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

Teknik Perancangan Basis Data

NORMAL FORM. Normalisasi Table sendiri terbagi atas bentuk normal ke 1 sampai bentuk normal ke 5. lebih jelasnya

NORMALISASI. Definisi. Tujuan dari Normalisasi. Proses Normalisasi

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 3. Nizar Rabbi Radliya 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi

Pertemuan11. Collaboration Diagram Component Diagram

NORMALISASI. Dr.Budi Setiyono, MT

BAB I NORMALISASI DATABASE

P9 Normalisasi. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

1 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Normalisasi Data. Author : Minarni, S.Kom.,MM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. menentukan dan mengungkapkan kebutuhan sistem. Kebutuhan sistem terbagi menjadi

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK

BAB V. dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru

NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK

Transkripsi:

CHAPTER 4 BENTUK NORMAL RELASI 4.1 PENDAHULUAN Tujuan desain adalah untuk membangun relasi yang tidak mempunyai redundansi. Untuk melakukan ini diperlukan untuk mendefinisikan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi oleh relasi non-redundan. Kondisi ini didefinisikan sebagai relasi normal. Relasi haruslah dalam bentuk normal yang setinggi mungkin, pemindahan dari satu bentuk normal ke berikutnya menghapuskan salah satu jenis redundansi. Chapter ini akan mendiskripsikan form-form normal 4.2 RELASI FORM NORMAL Ide dari relasi form normal muncul berputar disekitar kunci relasi dan dependensi pada kunci relasi. Secara sederhana dikatakan, relasi harusnya hanya menyimpan fakta tentang kunci relasi. Dengan demikian penting untuk familiar dengan kunci relasi dan cara dependesi mewakili fakta. Terdapat lima bentuk normal. Tiga form relasi pertama berkenaan dengan redundansi yang muncul dari dependensi fungsional. Form normal keempat dan kelima berkuenaan dengan redundansi yang muncul dari dependesni banyak nilai. Sebuah relasi adalah dalam form normal jika semua nilai atribuat adalah sederhana. Sebenarnya semua relasi yang ditampilan pada chapter-chapter sebelumnya dalah dalam bentuk normal. Gambar 4.1 mengilustrasikan perbendaan antara relasi normal dan tidak normal. Gambar 4.1 memperlihatkan dua buah relasi yang memuat informasi tentang Pemesanan pembuatan komponen. Tetapi, relasi dalam Gambar 4.1(a) mempunyai sebuah kolom, ORDER-CONTENS, yang nilai-nilai atribut adalah relasi dirinya sendiri. Dengan demikian ORDER-NO adalah nomor order (pemesanan), ORDER-DATE adalah tanggal dimana order dilakukan. ORDER- CONTENT memuat semua baris pemesanan. Setiap baris adalah kuantitas untuk barang (part). Relasi seperti yang ditunjukan oleh Gambar 4.1(b) membuat data yang sama seperti relasi dalam gambar 4.1(a). Akan tetapi relasi ini tidak mempunyai atribut yang nilainilainya adalah relasi itu sendiri dan semua nilai dari atribut dalam relasi ini adalah nilai-nilai. Relasi dalam gambar 4.1(b) dibangun dari relasi dalam Gambar 4.1(a) dengan mengambil setiap baris dalam ORDER-CONTENTS dan mengkombinasikan dengan ORDER-NO dan ORDER-DATE untuk membuat baris dalam relasi dalam Gambar 4.1(b). Anda boleh melakukannya, akan tetapi perhatikan bahwa relasi dalam Gambar 4.1(b) mengandung redundansi karena menyimpan ORDER-DATE order yang diberikan lebih dari satu kali.

Gambar 4.1 Normalisasi sebuah Relasi ORDERS ORDER-NO ORDER-DATE ORDER-CONTENTS T20 6 July 2014 ITEM-NO QUANTITY- ORDERED PC6 24 BW3 83 TY6 37 T33 20 May 2014 ITEM-NO QUANTITY- ORDERED PC6 89 BW3 15 TY6 37 HJ7 45 (a) Relasi tidak dalam bentuk normal ORDERS ORDER-NO ORDER-DATE ITEM-NO QUANTITY- ORDERED T20 6 July 2014 PC6 24 T20 6 July 2014 BW3 83 T20 6 July 2014 TY6 37 T33 20 May 2014 PC6 89 T33 20 May 2014 BW3 15 T33 20 May 2014 TY6 37 T33 20 May 2014 HJ7 45 (b) relasi yang telah dinormalkan Terdapat bentuk lain dari relasi non-normal. Salah satunya dilustrasikan dalam Gambar 4.2(a). Disini atribut CHARATERISTIC menyimpan kombinasi dari atribut nama dan nilainya. Relasi ini dapat dijadikan relasi normal seperti dalam Gambar 4.2(b). Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal Tahap Pertama bila setiap data bersifat atomik yaitu setiap irisan baris dan kolom hanya mempunyai satu nilai data (tidak dapat dibagi-bagi lagi). Bentuk normal 1NF terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalued attribute), atribut composite atau kombinasinya dalam domain data yang sama.

Gambar 4.2 Normalisasi PERSONS PERSONS PERSONS PERSON-ID DATE-OF- CHARACTERISTICS BIRTH PER35 7 DEC 1999 HEIGHT 173 CM WEIGHT 68 KG HAIR BROWN PER88 11 JAN 2010 HEIGHT 170 CM WEIGHT 61 KG HAIR BLACK PERSON- ID PER35 PER88 DATE-OF- BIRTH 7 DEC 1999 11 JAN 2010 HEIGHT WEIGHT HAIR- COLOR 173 68 BROWN 170 61 BLACK Beberapa Istilah Tambahan Dua istilah tambahan dibutuhkan untuk relasi normal yang lebih tinggi, yaitu atribut utama dan atribut non-utama. Atribut utama dalam relasi adalah atribut menjadi bagian dari kunci relasi. Atribut non-utama adalah tidak menjadi bagian dari kunci relasi. Relasi WORK dalam Gambar 3.5 mempunyai dua atribut utama: PERSON-ID dan PROJ-NO. Relasi ini hanya mempunyai satu atribut non-utama yaitu: TOTAL- TIME-SPENT-BY-PERSON-ON-PROJECT. 4.3 BENTUK RELASI NORMAL TAHAP KEDUA Menjadi normal tidaklah sebuah kondisi yang memadai untuk non-redundansi. Sebagai contoh, relasi PROJECT-DATA dalam Gambar 4.3 adalah normal karena semua atribut mempunyai nilai-nilai yang sederhana. Tetapi, relasi ini mengandung redundansi karena PROJECT-BUDGET dapat disimpan lebih dari satu kali untuk sebuah proyek yang diberikan. Alasan untuk redundansi ini adalah bahwa kunci relasi dari PROJECT-DATA adalah {PERSON-ID, PROJ-NO} dan BUDGET adalah fakta tentang PROJ-NO. Jelas bahwa BUDGET adalah dependent fungsional pada relasi tersebut. Relasi yang memuat fakta atau dependensi pada sebagian kunci relasi adalah normal tahap satu bukan bentuk normal tahap kedua. Untuk menjadi bentuk normal tahap ke dua (2NF), relasi tidak boleh menyimpan fakta tentang bagian dari suatu kunci relasi. Secara formal untuk menjadi bentuk normal tahap kedua: Harus dalam bentuk normal tahap pertama; dan Semua atribut non-utama harus bergantung secara fungsional penuh kepada setiap kunci relasi.

Gambar 4.3 Relasi PROJECT-DATA PROJECT-DATA PERSON-ID PROJ-NO PROJECT- BUDGET TOTAL-TIME-SPENT-BY-PERSON- ON-PROJECT P1 PROJ1 20 20 P3 PROJ1 20 16 P2 PROJ2 17 36 P2 PROJ3 84 42 P3 PROJ2 17 17 P2 PROJ1 20 83 P4 PROJ3 84 41 - PROJ4 90 - KUNCI RELASI Mari sekarang kita lihat bagaimana definisi ini digunakan untuk menjelaskan mengapa relasi PROJECT-DATA dalam Gambar 4.3 bukan 2NF. Kunci relasi dari PROJECT-DATA adalah {PERSON-ID, PROJ-NO}. Atribut non-utama adalah PROJECT-BUDGET dan TOTAL-TIME-SPENT-BY-PERSON-ON-PROJECT. Dalam relasi ini, salah satu atribut non-utama, TOTAL-TIME-SPENT-BY-PERSON-ON-PROJECT bergantung fungsional secara penuh kunci relasi. Atribut non-utama lainnya, PROJECT-BUDGET, tidak bergantung fungsional secara penuh pada semua kunci relasi. Atribut ini hanya bergantung pada PROJ-NO, yang merupakan bagian dari kunci relasi. Akan tetapi, definisi menghendaki bahwa dalam relasi 2NF semua atribut non-utama adalah bergantung secara fungsional penuh kepada kunci relasi. Untuk alasan ini, relasi PROJECT-DATA tidaklah dalam bentuk normal tahap ke dua. Relasi dalam bentuk normal pertama bukan bentuk normal tahap kedua dapat dirobah menjadi relasi 2NF dengan dekomposisi. Sebagai sebuah ilustrasi, relasi PROJECT-DATA dalam Gambar 4.3 dapat di dekomposisi menjadi dua buah relasi seperti yang ditunjukan Gambar 4.4. kedua relasi ini dalam bentuk normal tahap kedua. Gambar 4.4 Dekomposisi relasi PROJECT-DATA PROJECTS PROJ-NO PROJECT- BUDGET PROJ1 20 PROJ2 17 PROJ3 84 PROJ4 90 KUNCI RELASI WORK PERSON-ID PROJ-NO TOTAL-TIME-SPENT-BY- PERSON-ON-PROJECT P1 PROJ1 20 P3 PROJ1 16 P2 PROJ2 35 P2 PROJ3 42 P3 PROJ2 17 P3 PROJ1 83 P4 PROJ3 41 KUNCI RELASI

4.4 RELASI BENTUK NORMAL TAHAP KETIGA Relasi dalam bentuk normal tahap kedua bisa saja masih mengandung redundansi. Sebagai contoh, perhatikan relasi PROJECT dalam Gambar 4.5. Relasi ini dalam bentuk normal tahap kedua. Tetapi, karena seorang manejer dapat mengatur lebih dari satu proyek, relasi tersebut mengatur redundansi karena DATE-OF-BIRTH seorang manejer dapat disimpan lebih dari satu kali. Mari kita lihat bahwa PROJECTS memenuhi kondisi dari 2NF. Kunci relasi PROJECTS adalah PROJ-NO dan PROJ-NO adalah atribut utama. MANAGER dan DATE-OF- BIRTH kedua-duanya adalah atribut non-utama dari relasi PROJECTS. Mari kita lihat setiap atribut non-utama. MANAGER bergantung secara fungsional penuh pada kunci relasi. DATE-OF-BIRTH juga bergantung fungsional penuh pada PROJ-NO walaupun tidak terlalu nyata. DATE-OF-BIRTH sebenarnya bergantung kepada MANAGER dan MANAGER bergantung pada PROJ-NO. Dengan demikian ketika kita mengetahui PROJ-NO kita mengetahui MANAGER dan ketika kita mengetahui MANAGER maka kita mengetahui DATE-OF-BIRTH. Dalam cara ini kita mengetahui bahwa terdapat hanya satu nilai DATE-OF-BIRTH dari MANAGER untuk setiap PROJ-NO dan dengan demikian DATE-OF-BIRTH bergantung fungsional secara penuh kepda PROJ-NO. Sekarang stiap atribut non-utama bergantung secara fungsional secara penuh kepada kunci relasi dan relasi PROJECTS adalah 2NF. Relasi dalam bentuk normal tahap kedua tidak menyimpan sembarang fakta tentang bagian-bagian dari kunci kunci relasi. Hal itu dapat terjadi, tetapi, masih saja terdapat redundansi jika relasi menyimpan fakta tentang atribut non-utama. Ini persoalan pada relasi PROJECTS. Disini DATE-OF-BIRTH adalah bergantung pada MANAGER, yang bukan bagian dari kunci relasi. Anda dapat memperhatikan bahwa tanggal lahir manejer yang diberikan dapat disimpan beberapa kali kalau proyekproyek dimanejeri oleh manejer tersebut. Dengan demikian PROJECT mengandung redundansi. Secara formal sebuah relasi dalam bentuk normal tahap ketiga jika: Relasi dalam bentuk normal tahap kedua, dan Tidak memuat dependensi fungsional antara atribut non-utama. Kondisi kedua tidak terpenuhi oleh relasi PROJECTS karena DATE-OF-BIRTH ditentukan oleh MANAGER. Relasi PROJECTS dapat didekomposisi (diuraikan) menjadi dua relasi seperti pada Gambar 4.6. kedua-duannya adalah bentuk normal tahap ketiga.

Gambar 4.6 Dekomposisi relasi PROJECTS PROJECTS PROJ-NO P1 P3 P2 P4 Kunci relasi MANAGER Vicki Marilyn MANAGERS MANAGER DATE-OF-BIRTH Jan 63 Vicki March 78 Marilyn July 75 Kunci relasi 4.5 BENTUK NORMAL DAN RELASI DENGAN BANYAK KUNCI Sejauh ini semua bentuk-bentuk normal diilustrasikan dengan relasi yang hanya mempunyai satu kunci relasi. Definisi-definisi ini, tentu saja, juga dapat diterapkan pada relasi dengan lebih dari satu kunci relasi. ATTENDANCE TEACHER SEMESTER SUBJECT SECTION ATTENDANCES 1/12 COBOL SECTION1 35 Jenny 1/12 MATHS SECTION1 40 Gregary 2/12 UNIX SECTION2 33 Jenny 1/12 MATHS SECTION2 42 Gregary 2/12 UNIX SECTION1 40 1/12 COBOL SECTION2 50 1/12 COBOL SECTION3 12 Tetapi, masalah muncul ketika relasi mempunyai lebih dari satu kunci relasi. Dalam relasi-relasi ini adalah memungkinkan bagi atribut untuk menjadi bagian dari satu kunci tetapi tidak untuk kunci relasi yang lain. Dengan definisi sehingga sebuah atribut adalah atribut utama. Relasi ATTENDANCE dalam Gambar 4.7 menggambarkan keikutsertaan dalam setiap subjek mata kuliah. Diasumsikan bahwa setiap guru mengajar satu subjek setiap semester, dan setiap subjek hanya mempunyai satu guru tiap semester, tetapi guru dapat mengambil beberapa seksi. Dengan demikian: TEACHER, SEMESTER SUBJECT, dan SUBJECT, SEMESTER TEACHER.

Relasi ATTENDANCE mempunyai dua kunci relasi. Satu kunci adalah {TEACHER, SEMESTER, SECTION} dan yang lainnya adalah {SUBJECT, SEMESTER, SECTION}. Satu-satu atribut non-utama adalah ATTENDANCES. Ini adalah ketergantungan fungsional yang penuh pada setiap kunci relasi dan tidak terdapat dependensi antar atribut utama, karena hanya terdapat satu atribut non-utama. Dengan demikian relasi ATTENDANCE adalah 3NF. Akan tetapi, relasi ATTENDANCE mempunyai redundansi karena guru pada sebuah subjek dalam suatu semester dapat disimpan lebih dari satu kali. Alasan redundansi adalah sebuah atribut (TEACHER) dalam satu kunci relasi adalah bergantung pada sebuah kunci (SUBJECT, SEMESTER, SECTION). Untuk mengatasi problem ini dibutuhkan untuk mendefinisikan ke optimalan atau BCNF (BOYCECOOD normal form) BCNF Salah satu cara untuk mendefinisikan ulang 3NF agar memenuhi relasi dengan lebih dari satu kunci relasi adalah menambahkan sebuah kondisi: Setiap atribut utama akan bergantung fungsional secara penuh pada setiap kunci yang atribut tersebut bukanlah bagiannya. Akan tetapi, terdapat definisi yang lebih sederhana. Definisi ini menyatakan bahwa: Sebuah kunci relasi dalam bentuk normal BCNF jika setiap penentu antar atribut relasi adalah kunci relasi. Secara informal dinyatakan sebuah kunci relasi adalah dalam bentuk optimal jika, kapanpun fakta disimpan pada beberapa atribut, maka atribut-atribut ini adalah sebuah kunci relasi. Dengan demikian ATTENDACE bukanlah BCNF karena (SEMESTER, SUBJECT) adalah penentu dan bukanlah kunci relasi. Relasi ATTENDANSI dapat didekomposisi kedalam dua relasi seperti yang ditunjukan Gambar 4.8. Gambar 4.8 Dekomposisi matakuliah ATTENDANCE SEMESTER SUBJECT SECTION ATTENDACE 1/12 COBOL SECTION1 35 1/12 MATHS SECTION1 40 2/12 UNIX SECTION2 33 1/12 MATHS SECTION2 42 2/12 UNIX SECTION1 40 1/12 COBOL SECTION2 50 1/12 COBOL SECTION3 12 TEACHERS TEACHER SEMESTER SUBJECT 1/12 COBOL Jenny 1/12 MATHS Gregory 2/12 UNIX

BENTUK NORMAL DAN DEPENDENSI BANYAK NILAI Menarik untuk dicatat bahwa relasi BCNF dapat saja redundant. Yang diperlukan untuk mendefinisikan relasi BCNF adalah dependensi fungsional. Adalah hal yang mungkin redundansi muncul karena dependensi banyak nilai. Sebagai contoh, lihat Gambar 4.9 Relasi dalam Gambar 4.9 menyimpan PRODUCT-CLASS dari tugas penjualan dari setiap perwakilan (representative), dan CUSTOMERS mengunjungi oleh perwakilan. Dengan demikian menjual dan Haberdashery. memiliki BH Store dan Union Bazaar sebagai langganannya (custumer). Anda harus mencatat bahwa kedua PRODUCT-CLASS dan CUSTOMER munkin disimpan lebih dari satu kali. Dengan demikian fakta bahwa memiliki BH Stores dan Union Bazaar sebagai customer disimpan dua kali. Tetapi relasi ini adalah dalam BCNF. Relasi ini mempunyai hanya satu kunci, yaitu, {REPRESENTATIVE, CUSTUMER, PRODUCT- CLASS}. Relasi ini tidak mempunyai atribut non-utama dan dengan demikian memenuhi semua kondisi untuk 3NF dan BCNF. Alasan untuk redundansi ini adalah bahwa tidak lebih dari dua dependensi banyak nilai dalam relasi SALES-AREAS. Mereka adalah: SALES-AREAS REPRESENTATIVE CUSTOMER PRODUCT-CLASS Cometics Haberdashery Greater Stores Cometics Greater Stores Clothing Greater Stores Shoes Union Bazaar Cometics Union Bazaar Haberdashery Cometics Clothing helen Shoes REPRESENTATIVE CUSTOMER, dan REPRESENTATIVE PRODUCT-CLASS Bentuk Normal Tahap Empat Sebuah relasi dalam 4NF jika untuk sembarang dependensi banyak nilai X Y tidak terdapat atribut lain dari dalam X dan Y.

Ini bukanlah persoalan untuk SALES-AREA. Disini REPRESENTATIVE CUSTOMER adalah dependensi banyak nilai tetapi terdapat atribut lain, PRODUCT- CLASS, dalam relasi tersebut. Relasi SALES-AREAS dapat didekomposisi menjadi dua relasi seperti yang ditunjukan oleh Gambar 4.10. Masing-masing relasi adalah dalam 4NF. Gambar 4.10 Dekomposisi SALES-AREAS REPRESENTATIVES AREAS REPRESENTATIVE PRODUCT-CLASS Haberdashery Shoes REPRESENTATIVE CUSTOMER Union Bazaar Greater Stores Bentuk Normal Tahap Kelima Untuk waktu lama 4NF telah menjadi tujuan dari desain relasional. Akan tetapi, talah diperlihatkan bahwa walaupun definisi ini tidak mencakup semua kemungkinan. Misalkan kita sekarang menambahkan kondisi lain pada relasi SALES-AREA, yaitu PRODUCT-CLASS dari barang-barang dijual di sebuah toko. Jika tidak menjual Haberdashery, dan Greater Stores tidak menjual maka baris 2 dan 3 tidak dibutuhkan dalam relasi dan hasilnya adalah relasi dalam Gambar 4.11. Relasi ini masih memuat redundansi tapi tidak dapat didekomposisi kedalam dua relasi. Ini dapat didekomposisi menjadi tiga relasi seperti yang ditunjukan oleh Gambar 4.12. Ini adalah 4NF tapi bukanlah 5NF. Gambar 4.11 Relasi SALES-AREAS SALES-AREAS REPRESENTATIVE CUSTOMER PRODUCT-CLASS Cometics Haberdashery Greater Stores Cometics Greater Stores Clothing Greater Stores Shoes Union Bazaar Cometics Union Bazaar Haberdashery Cometics Clothing helen Shoes

Gambar 4.12 Dekomposisi SALES-AREAS REPRESENTATIVES AREAS REPRESENTATIVE PRODUCT-CLASS Haberdashery Shoes REPRESENTATIVE CUSTOMER Union Bazaar Greater Stores SELLS CUSTOMER Greater Stores Greater Stores Union Bazaar Union Bazaar Greater Stores PRODUCT-NEEDED Clothing Clothing Shoes Haberdashery Accessories Akhirnya, misalkan kita menambahkan batas lebih lanjut bahwa tidak semua REPRESENTATIVE dari sebuah PRODUCT-CLASS yang diberikan dapat menjual PRODUCT-CLASS ke sebuah toko. Sebagai contoh, misalkan kita tidak ingin masingmasing dan untuk menjual cosmetic ke, dan menugas tanggung jawab tersebut pada. Hasilnya adalalah relasi yang ditunjukan pada Gambar 4.13. relasi ini tidak dapat didekomposisi dan ini adalah 5NF. Gambar 4.13 Relasi RECTRICTED-SALES-AREAS SALES-AREAS REPRESENTATIVE CUSTOMER PRODUCT-CLASS Cometics Haberdashery Greater Stores Cometics Greater Stores Clothing Greater Stores Shoes Union Bazaar Cometics Union Bazaar Haberdashery Cometics Clothing helen Shoes